1

BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sekolah merupakan institusi sebagai penjabaran undang-undang yang di dalamnya tempat mempersiapkan dan mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keunggulan konfetitif yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Hal ini dapat dipahami karena sekolah mempunyai tujuan dan perencanaan yang jelas, dapat dilihat adanya kurikulum, metode pengajaran, dan media pendidikan sebagai penunjang pembelajaran. Dengan mengacu pada Undang-Undang No 20 tahun 2003 pasal 2 BAB II sekolah sebagai salah satu pelaksana penjabaran Undang-Undang tersebut, maka peran dan tanggung jawab guru sebagai komponen sekolah sangat menentukan keberhasilan, keunggulan kompetitif yang akan menjadi penerus bangsa. Pada umumnya siswa sekolah menengah pertama adalah para remaja dalam menghadapi masa pubertasnya. Ada beberapa hal yang harus selalu

diingat

yaitu

bahwa siswa sebagai remaja

penuh

dengan

gejolak

jiwa.Lingkungan sosial remaja juga ditandai dengan perubahan sosial yang cepat sehingga mengakibatkan kesimpangsiuran norma1. Masa remaja merupakan fase yang sangat potensial bagi tumbuh dan berkembangnya fisik maupun psikis. Masa ini mereka menganggap dirinya sudah bukan anak-anak lagi, tetapi orang-orang disekelilingnya masih menganggap mereka belum dewasa. Sering kali remaja ingin bertindak sebagai mana orang dewasa. Akan tetapi, perilaku mereka seringkali masih bersifat influsif dan belum menunjukkan kedewasaan. Disebabkan dorongan yang kuat ingin menemukan dan menunjukkan jati dirinya, melepaskan diri dari orang tuanya dan mengarahkan perhatian kepada lingkungan diluar lingkungannya yang cenderung lebih senang bergabung dengan teman sebaya2. Masa remaja adalah masa penuh gejolak karena pada pertumbuhan pisik terjadi ketidak seimbangan. hal ini mempengaruhi perkembangan berfikir, bahasa, emosi, dan sosial. Masa remaja ini biasanya dimulai ketika anak secara seksual menjadi matang3. Remaja usia sekolah memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. masa remaja sebagai masa peralihan yaitu peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, sehingga statusnya menjadi tidak jelas. 2. masa remaja sebagai masa perubahan yaitu perubahan

1 Sarlito Wirawan, Psikologi Remaja, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), hlm. 228. 2 Muhammad Ali, Muhammad Asrori, Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik Cet 4, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hlm. 98. 3 Sugeng Hariadi, dkk. Perkembangan Peserta Didik, (Semarang: IKIP Semarang Pers, 1999), hlm. 6.

3

dalam soal fisik, mental dan psikologis. 3. bahwa masa remaja sebagai usia yang bermasalah yaitu ketidak mampuan mereka untuk mengatasi masalahnya sesuai dengan apa yang mereka yakini, yang pada akhirnya penyesalan masalah tidak sesuai dengan keinginan mereka. 4. masa mencari identitas yang berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa perannya dalam masyarakat. Kelima, masa yang menimbulkan

ketakutan disatu pihak mereka ingin mendapatkan pengalaman baru sebanyak-banyaknya tetapi dilain pihak mereka merasa belum mampu melakukan berbagai hal, akhirnya mereka gelisah. Dengan demikian remaja harus tetap dalam bimbingan atau dukungan dari orang tua dan guru dalam menentukan cara-cara mengatasi kesukaran-kesukaran alami atau paling tidak meringankan yang ia beban

masalahnya4. Agresifitas merupakan perilaku menyimpang yang sering terjadi dan di jumpai di sekolah, prilaku siswa yang kecenderungan habitual (yang dibiasakan) untuk memamerkan permusuhan, pernyataan diri, pengejaran dengan penuh semangat suatu cita-cita, dominasi sosial, kekuasaan sosial khususnya yang diterapkan secara ekstrem.5 Perilaku agresif pada siswa merupakan bagian dari kenakalan remaja yang perlu ditekan dan di kendalikan bersama, baik orang tua, guru, remaja sendiri, masyarakat dan pemerintah.
4.www.google.com/http:01-04-2010digilib.unness.ac.id. 5 J.P. Chaplin, Kamus Lengkap Psikologi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), hlm. 16.

. (Jakarta: Rineka cipta. 2004). Perilaku agresif yang dilakukan oleh siswa di sekolah sering kali tidak dapat dihindari meski dengan pengajaran yang baik sekalipun. hlm. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. 29. Maka permasalahan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. meskipun di sekolah telah ditetapkan peraturan dan sanksi masih banyak siswa yang berusaha melanggarnya. Hal ini terlebih lagi disebabkan karena faktor lingkungan diluar sekolah. Keadaan remaja sekolah yang bertingkah laku negatif sangat memperihatinkan dan perlu mendapat perhatian lebih. Untuk mengurangi kemungkinan perilaku agresif. Cet 2. hal yang dapat dilakukan oleh seorang guru pembimbing mengarahkannya dengan 6 Prayitno. khusus siswa cenderung memperlihatkan peningkatan.Tindakan pelanggaran tata tertib dan kriminalitas yang dilakukan oleh kalangan remaja. Disinilah dirasakan perlunya pelayanan bimbingan dan konseling disamping kegiatan pengajaran6 serta usaha guru pembimbing sangat dibutuhkan peranannya dalam menangani siswa yang mengalami penyimpangan perilaku. Apabila misi sekolah menyediakan pelayanan yang luas untuk secara efektif membantu siswa mencapai tujuantujuan berkembanganya dan mengatasi permasalahannya. Jika dibiarkan eksistensi remaja sebagai manusia yang akan meneruskan perjuangan bangsa dikhawatirkan akan merusak cita-cita bangsa. Namun pada kenyataannya tindakan pelanggaran kedisiplinan dan tata tertib yang dilakukan sebagai perwujudan dari perilaku agresif pada siswa cenderung meningkat. Maka segenap kegiatan dan kemudahan yang diselenggarakan sekolah perlu diarahkan kesana.

Bidang bimbingan kehidupan berkeluarga 6. Bidang bimbingan sosial 3. Layanan bimbingan kelompok . Bidang bimbingan belajar 4. Untuk menjalankan tugasnya dengan baik guru pembimbing mempunyai pola BK 17 plus dalam penyelenggaraan layanan yang terdiri dari enam bidang bimbingan yaitu: 1. Bidang bimbingan pribadi 2. Layanan konseling perorangan 6. Sehingga nantinya dapat dirasakan oleh siswa yang bersangkutan. dengan terbangunnya bakat dan minat Maka siswa itu dapat berkembang kepercayaan diri dan kepribadiannya. Layanan informasi 3. Layanan penempatan dan penyaluran 4. keluarga dan masyarakat. Kemudian untuk mengembangkan keenam bidang bimbingan tersebut. guru pembimbing harus melaksanakan sembilan jenis layanan yaitu: 1. Layanan orientasi 2.5 membangun bakat dan minatnya sesuai dengan keahliannya. baik terhadap lingkungan sekolahnya. Bidang bimbingan keagamaan. Bidang bimbingan karir 5. Kemudian lahirnya citra diri yang baik dimata individu yang lain. Layanan penguasaan kanten 5.

(Padang: UNP. Layanan mediasi. Dalam pelaksanaan kesembilan jenis layanan tersebut guru pembimbing mempunyai lima jenis kegiatan pendukung untuk melancarkan pelaksanaan layanan yaitu: 1. Dengan terlaksananya keseluruhan pola umum BK 17 plus terdiri dari berbagai unsur layanan dan kegiatan pendukung. Layanan konsultasi 9. Diharapkan para siswa sebagai peserta didik dapat terbantukan dalam perkembangannya baik dari segi kepribadian. SMP Negeri 17 pekanbaru adalah sekolah negeri yang beralamat dijalan pembangunan Sukajadi. Alih tangan kasus7. 1. Sekolah ini sudah memiliki guru pembimbing dua orang dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling. Himpunan data 3. guru pembimbing dibagi waktu kegiatannya yakni pagi dan siang. emosional dan sosialnya.7. Konfrensi kasus 4. hlm. Layanan konseling kelompok 8. Seri Layanan Konseling. Pada pelaksanaan layanan. Berdasarkan menemukan: 7 Prayitno. intelegensi. pengamatan awal (studi pendahuluan) penulis . Hal ini dilatar belakangi dari jumlah siswa yang melebihi kapasitas dari lokal yang ada sehingga ada jam masuk pagi dan siang. Aplikasi instrumentasi 2. 2004). Kunjungan rumah 5.

2. 2. 8 Peter Salim dan Yenni Salim. 7. B. Adanya siswa yang suka berlebih-lebihan dalam memuji dirinya sendiri pada teman-temannya. (Jakarta: Modern Englis Press. 1991). Adanya siswa yang suka mencemooh pendapat teman-temannya 4. sering disamakan dengan kata “usaha” yang mempunyai arti yaitu usaha dan cara yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah8. Adanya siswa yang suka memaksakan kehendak dan pendapatnya terhadap teman-temannya. hlm. 3. Adanya siswa yang suka menyebut perkataan bodoh terhadap temannya. Penegasan Istilah Untuk menghindari kesalahan dalam pemahaman judul penelitian ini. 5. Guru pembimbing adalah seorang yang ahli dalam memberikan bantuan dan bimbingan kepada anak didik yang diberikan dalam layanan bimbingan dan konseling. Dari gejala-gejala diatas maka penulis ingin melakukan penelitian dengan judul “UPAYA GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI PERILAKU AGRESIF SISWA”. Adanya siswa yang suka memancing emosi temannya untuk berkelahi. maka penulis merasa perlu menjelaskan istila-istilah yang ada disekitar judul penelitian ini: 1.7 1. Cet 1. 1092. Adanya siswa yang suka marah-marah tanpa sebab terhadap temantemannya. 6. . Adanya siswa yang melawan guru pada proses pembelajaran. Upaya. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer.

Upaya guru pembimbing di SMP Negeri 17 Pekanbaru dalam mengatasi perilaku agresif. berani dan percaya pada diri sendiri. d. Bentuk Perilaku agresif siswa di SMP N Pekanbaru. Permasalahan 1.9 5. Agresif : bersifat bermusuhan. penuh inisiatif. bersemangat. Pengaruh keikutsertaan siswa dalam layanan bimbingan dan konseling terhadap perilaku agresif. cenderung untuk menyerang.hal 1139 .3. e. Namun. Upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa adalah usaha yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam mengurangi atau menghilangkan perilaku tersebut yang mengganggu perkembangan kepribadian dan hubungan sosialnya. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat guru pembimbing di SMP Negeri 17 Pekanbaru dalam mengatasi perilaku agresif siswa. Peranan guru-guru dalam mengatasi perilaku agresif siswa di SMP Negeri 17 Pekanbaru. b. 9 Ibid. C. merugikan orang lain dan egois dalam bersikap maupun bertindak. Perilaku : Kegiatan individu atas sesuatu yang berkaitan dengan individu tersebut yang diwujudkan dalam bentuk gerak atau ucapan 4. c. Identifikasi Masalah Adapun permasalahan penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut: a.

Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah diatas. Bagaimana upaya guru pembimbing di SMP Negeri 17 Pekanbaru mengatasi perilaku agresif. maka penulis memfokuskan pada: a. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Bagaimana upaya guru pembimbing di SMP Negeri 17 Pekanbaru dalam mengatasi perilaku agresif siswa. Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat upaya guru pembimbing di SMP Negeri 17 dalam mengatasi perilaku agresif siswa. Pembatasan Masalah Mengingat banyaknya masalah yang menyikapi penelitian ini seperti yang dikemukakan dalam identifikasi masalah di atas. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. b.9 f. b. 3. Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat guru pembimbing di SMP Negeri 17 Pekanbaru dalam mengatasi perilaku agresif siswa. D. Untuk mengetahui upaya guru pembimbing SMP Negeri 17 Pekanbaru . Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. 2. Peranan orang tua siswa dalam mengatasi perilaku agresif anaknya. maka tujuan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: 1.

2. Kegunaan Penelitian a. Sebagai informasi bagi guru pembimbing guna meningkatkan kinerjanya sebagai guru pembimbing. Pengertian Guru Pembimbing .dalam mengatasi perilaku agresif siswa. 2. d. BAB II KAJIAN TEORI A. c. Sebagai informasi bagi jurusan Kependidikan Islam khususnya Prodi BK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska tentang upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif. Guru Pembimbing 1. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat upaya guru pembimbing SMP Negeri 17 dalam mengatasi perilaku agresif siswa. Sebagai penambah wawasan keilmuan penulis dalam bidang bimbingan dan konseling. Kerangka Teoritis a. b. Sebagai informasi bagi SMP Negeri 17 Pekanbaru tentang upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa.

. Bimbingan yang diberikan dalam rangka menemukan pribadi yakni mengenai kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri. Namun bila guru pembimbing tidak berkopetensi dalam bidangnya. 11 Andi Mappiare. 1092. Guru pembimbing sering disebut dengan “Konselor Sekolah”. hal apa akan terjadi terhadap peserta didik. hlm.A. Karakteristik Guru Pembimbing Guru pembimbing mempunyai peran dan tugas dalam menangani masalah yang dialami oleh peserta didik.11 11 Penelitian ini berkenaan dengan upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa.T. (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Hal ini berarti upaya guru pembimbing adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang petugas dalam bidang bimbingan dan konseling yang memiliki sejumlah kompetensi dan karakteristik khusus dan berbagai metode dalam mengatasi perilaku agresif siswa. 2. hlm. Upaya diartikan sebagai “usaha” kata yang senada juga dikemukakan oleh peter salim dan yenni salim yaitu upaya adalah berbagai usaha yang telah dilakukan untuk memecahkan suatu masalah dengan berbagai metode atau cara dalam menyelesaikan suatu permasalahan10. Konselor sekolah adalah suatu tunjukan kepada petugas dibidang konseling yang memiliki sejumlah kompetensi dan karakteristik pribadi khusus yang diperoleh melalui pendidikan profesional11. Untuk itu beberapa karakter yang menjadi syarat seorang guru pembimbing dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan kode etik jabatannya antara lain: 10 Ibid. 70. 2006). Kamus Istilah Konseling dan Terapi.

Segi praktik adalah perlu dan penting. karena bimbingan dan konseling merupakan Applied science.a. ramah tamah. dan pengembangan arah karir siswa dapat berkembang secara optimal serta dapat menyelenggarakan kesejahteraan sekolah. 2004). Seorang pembimbing harus mempunyai inisiatif yang baik sehingga dapat diharapkan usaha bimbingan dan konseling berkembang kearah keadaan yang lebih sempurna demi untuk kemajuan sekolah. Praktik tanpa teori merupakan praktik yang ngawur. seorang guru pembimbing harus mampu menjalankan tugasnya dengan baik agar pengembangan pribadi. e. c. hlm. baik segi teori maupun segi praktik. terutama dalam segi emosi. yaitu adanya kemantapan atau kesetabilan didalam psikisnya. (Yogyakarta/: Andi. kemampuan bersosialisasi. g. b. Sikap ini akan menimbulkan kepercayaan pada anak. sopan santun. . maka seorang pembimbing harus supel. Seorang pembimbing harus sehat jasmani maupun psikisnya apabila jasmani dan psikis tidak sehat maka hal itu akan mengganggu didalam menjalankan tugasnya. seorang pembimbing akan tepat mengambil tindakan yang bijaksana jika pembimbing telah cukup dewasa secara psikologis. sehingga seorang pembimbing akan canggung apabila ia hanya menguasai teori saja tanpa memiliki kecakapan didalam praktik. Tanpa adanya kepercayaan dari anak maka tidaklah mungkin pembimbing dapat menjalankan tugas dengan sebaiksebaiknya. kemampuan belajar. didalam segala perbuatannya. Seorang pembimbing diharapkan mempunyai sifat-sifat yang dapat menjalankan prinsip-prinsip serta kode etik bimbingan dan konseling dengan sebaik-sebaiknya12. 3. 40-41. Karena bidang gerak dari pembimbing tidak terbatas pada sekolah saja. ilmu yang harus diterapkan dalam praktik sehari-hari. Seorang pembimbing harus mempunyai kecintaan terhadap pekerjaannya dan juga terhadap anak atau individu yang dihadapinya. Adapun tugas guru 12 Bimo Walgito. d. Segi teori merupakan hal yang penting karena segi inilah yang menjadi landasan didalam praktik. f. Tugas Guru Pembimbing Tanggung jawab seorang guru bukanlah tanggung jawab yang ringan. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Seorang guru pembimbing harus mempunyai pengetahuan yang cukup luas. Di dalam segi psikologis.

Seri Pemandu Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. (Bandung: Pustaka Setia. a. Merencanakan program bimbingan dan konseling (terutama program-program satuan layanan dan satuan kegiatan pendukung. Melaksanakan segenap program satuan layanan bimbingan dan konseling. . Perilaku Agresif 1. Menilai proses dari hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Untuk satuan-satuan waktu tertentu. Menganalisis hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. 1998). c. 189. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. 13 Prayitno. Sifatsifat agresif banyak terjadi khususnya dikalangan anak-anak dan remaja. Untuk itulah tugas dari seorang guru pembimbing sangat diperlukan peran dan fungsinya di sekolah dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan perkembangan diri dan membantu mendampingi siswa untuk mencapai perkembangan diri yang optimal agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. b. Memasyarakatkan pelayanan konseling. dan tahunan. 117. caturwulan. Mengadministrasikan kegiatan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan yang dilaksanakan14. b. h. (Padang: 1997). f. hlm. d. programprogram tersebut dalam program mingguan. Adapun unsur utama (pokok) guru pembimbing mengacu kepada pola umum BK 17 plus dalam pelaksanaan layanan. 14 Umar Sartono. Bimbingan dan Penyuluhan.13 pembimbing adalah: 13. Melaksanakan segenap layanan satuan pendukung bimbingan dan konseling. e. hlm. Pengertian Perilaku Agresif Adapun perilaku agresif yang penulis maksudkan disini adalah perilaku atau tingkah laku perbuatan yang bisa menyakiti orang lain. g. bulanan.

1989). Hal senada juga dikatakan Moore dan Fine sebagai tingkah laku kekuasaan secara fisik maupun secara verbal terhadap individu lain atau terhadap objek-objek19. 67. Menurut kamus besar bahasa Indonesia agresif bersifat bermusuhan. Loc. Yang dimaksud agresi instrumental adalah agresi yang dilakukan oleh organisme atau individu 15 Jhon Pearce. (Jakarta: Bina Rupa Aksara. Leornardo Berkowitz. Sedangkan menurut Monstad dan Hewstone dalam Ensiklopedia Psikologi sosial. 2006). Kata agresi berasal dari bahasa latin “aggredi” yang berarti menyerang.Penyebab ini boleh jadi berasal dari dalam diri dan luar diri individu15. agresif adalah segala bentuk perilaku yang disengaja terhadap makhluk lain dengan tujuan untuk melukainya dan pihak yang dilukainya tersebut berusaha untuk menghindarinya17. bersemangat dan penuh inisiatif serta percaya pada diri sendiri18. definisi agresif adalah tingkah laku yang dijalankan oleh individu dengan maksud melukai atau mencelakakan individu lain dan ataupun tanpa tujuan tertentu. 16 Ibid. 29. cet 1 (Yogyakarta: Pusta. Pengantar Psikologi Sosial. salah seorang yang dinilai paling kompeten dalam studi tentang agresif memperbedakan agresif sebagai tingkah laku sebagaimana diindikasikan kedalam dua macam agresif yakni agresi instrumental (instrumental aggression) dan agresi benci (Hostile Aggression) atau disebut juga agresi implusif (implusive aggression). 19 Peter Salim dan Yenni Salim. hlm. 18 Peter Salim dan Yenni Salim. . Kata ini menyiratkan bahwa orang siap untuk memaksakan kehendak mereka atas orang lain atau objek lain walaupun itu berarti bahwa kerusakan fisik atau psikologinya makin ditimbulkan sebagai akibatnya16. 30. hlm.cit. Loc.cit. hlm. 82. Pandangan Elliot Aronson. cenderung untuk menyerang. Ledakan Amarah. 17 Faturrochman.

5. maupun benda-benda yang berada disekitarnya. Pencetus tingkah laku agresif dapat dikarenakan frustasi yang dialami oleh seseorang juga dapat pula karena mencontoh atau belajar dari lingkungan terutama yang amat dekat dengan 20 E.15 sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan tertentu. pemukulan.ac. 1. pemerkosaan dan tidak merasa bersalah apabila orang lain menderita. od. atau kematian pada sasaran atau korban20.com/http:01-04-10digilib. perilaku agresif merupakan salah satu gangguan tingkah laku terutama apabila agresif dilakukan secara berulang dan menetap sedikitnya berlangsung selama 6 bulan. remaja yang masih dalam proses perkembangan mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok terutama kebutuhan rasa aman. Eresco.unness. 1988). 21 www.pdf/ . cet. kesakitan.google. menyakiti dan membuat sewena-wena. Koeswara. kasih sayang dan kebutuhan harga diri21. psikis.id/qsd/collect/p/index/assoc/hasha2. hlm. Tingkah laku agresif menyebabkan terjadinya pelanggaran hak asasi orang lain dan cara tindak kekerasan. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa agresifitas merupakan gangguan tingkah laku terutama apabila agresif dilakukan berulang-ulang dan menetap sehingga terjadi pelanggaran. Sedangkan agresi benci atau agresi implusif adalah agresi yang dilakukan semata-mata sebagai pelampiasan keinginan untuk memakai atau menyakiti atau tanpa tujuan selain untuk menimbulkan efek kerusakan. Menurut tim kesehatan jiwa Indonesia. Agresi juga melekat pada setiap individu termasuk juga pada remaja. Agresi Manusia.dir/ doc. Agresif seperti yang telah dikemukakan oleh para ahli memiliki persamaan yang mendasar yaitu pada tingkah laku merusak baik fisik. pengeroyokan. (Bandung: PT.

Agresi instrumental: agresi yang dipelajari. Sedangkan menurut Sugiarta S. Tipe-tipe Agresifitas Ada berbagai bentuk agresi yang terjadi pada diri individu salah satu di antaranya dikutip dari pendapat Kenneth Moyer. 4. langsung dan tidak langsung. agresi yang spesipik pada species atau organisme betina (induk) yang dilakukan dalam upaya melindungi anak-anaknya dari ancaman. Agresi predatori ini biasanya terdapat pada organisasi atau species hewan yang menjadikan hewan dari species lain sebagai mangsanya. Dapat disimpulkan tipe-tipe perilaku agresif bisa secara fisik.lingkungannya yaitu orang tua. Agresi pertahanan: agresi yang dilakukan oleh organisme dalam rangka mempertahankan daerah kekuasaannya dari ancaman atau gangguan anggota species sendiri. 2. 6. op. Koeswara.cit. . Agresi ketakutan: agresi yang dibangkitkan oleh tertutupnya kesempatan untuk menghindar dari ancaman. hlm. Agresi tarsinggung: agresi yang dibangkitkan oleh perasaan tersinggung atau kemarahan: respons menyerang muncul terhadap stimulus yang luas (tanpa memilih sasaran). Agresi pertahanan ini disebut juga agresi teritorial. Agresifitas emosional verbal. Agresi Predatori: agresif yang dibangkitkan oleh kehadiran objek ilmiah (mangsa). baik berupa objek-objek hidup maupun objek-objek yang mati.L. yang merinci agresi kedalam tujuh tipe agresi: 1. Agresi antar jantan: agresi yang secara tipikal dibangkitkan oleh kehadiran sesama jantan pada suatu species. menjabarkan beberapa pembagian tipe-tipe perilaku agresif adalah sebagai berikut: a. Dalam pembagian tipe-tipe agresifitas tersebut tidak satupun dari tipetipe agresifitas tersebut yang ekslusif milik manusia saja. 2. 6. Agresi material. diperkuat (reinforced) dan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu22. 3. verbal. 5. mengutuk. perang 22 E. meliputi moral atau membenci orang lain (meskipun perasaan itu dilakukan dengan kata-kata). 7.

b. menghianati dan berusaha melawan negaranya sendiri. membalas dendam terhadap penghinaan suatu ketidak adilan tanpa suatu perundingan serta menghukum orang yang melakukan tindakan yang tercela dan berjuang untuk negaranya sendiri atau negara sahabat dalam suatu peperangan. guru atau pemerintah melakukan tindakan sadisme. meliputi berkelahi atau membunuh dalam membela diri atau membela seseorang yang dicintai. membanting. Deindividuasi Perbuatan yang mengarahkan individu kepada keluarga dalam melakukan agresif sehingga agresi yang dilakukannya menjadi lebih intens. c. memperingatkan dengan kasar. 23 www. Ada bebepa faktor yang mempengaruhi perilaku agresif yaitu: 1. Agresifitas fisik sosial. Misalnya orang tua.google. respons atau adaptasi fisiologis terhadap (stimulus eksternal atau perubahan lingkungan.pdf/ .id/qsd/collect/p/index/assoc/hasha2. 3. mencetuskan agresif melawan kritik-kritik sosial. Frustasi Frustasi adalah situasi dimana individu terhambat atau gagal dalam usaha mencapai tujuan tertentu yang diinginkannya. atasan. Agresifitas fisik sosial meliputi perbuatan menolong. menghancurkan. Agresif destruktif meliputi tindakan menyerang atau membunuh binatang. melukai atau membunuh orang lain. melukai orang lain. menyalahkan dan mentertawakan.ac. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Agresif Perilaku agresif tidak muncul dengan sendirinya pada diri seseorang namun dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berperilaku agresif.com/http:01-04-10digilib. memecah. mengkritik. menyerang. menyakiti diri sendiri dan melakukan tindakan bunuh diri23.dir/ doc. menghina. membakar atau merusak sesuatu. merompak melakukan tindakan kejahatan dengan kekejaman dan pengerusakan yang berlebihan serta berjuang melawan wewenang yang sah.17 mulut. 2. od. Setres Peta peneliti dalam bidang fisiologi mendefenisikan stress sebagai reaksi. d. atau mengalami hambatan untuk bebas bertindak dalam rangka mencapai tujuan. 3.unness.

Agresi Manusia. 7. Eresco. 6. Berbeda dengan penelitian pengaruh alkohol. 1988). Bahkan kepatuhan itu sendiri diduga memiliki pengaruh yang kuat terhadap kecenderungan dan intensitas agresi individu. Peranan kekuasaan sebagai pengarah kemunculan agresi tidak dapat dipisahkan disalah satu aspek penunjang kekuasaan itu. hlm. Sedangakan menurut pendapat ahli yang lain perilaku agresif juga ditentukan faktor biologis. 1. para pelaku agresi agaknya cenderung berpegang pada prinsip bahwa dari pada diserang lebih baik menyerang. Koeswara. Suhu Udara Agresi meski sesungguhnya telah sejak lama ada dugaan bahwa suhu udara memiliki pengaruh terhadap tingkah laku. Al-kohol dan obat-obatan Subjek-subjek yang menerima alkohol dalam takaran yang tinggi menunjukkan taraf agresifitas yang lebih tinggi dibanding dengan subjeksubjek yang menerima alkohol dalam takaran yang rendah dan subjeksubjek yang tidak menerima alkohol. . tampaknya berpengaruh pada pembentukan sistem neliral otak yang mengatur perilaku agresi. tetapi juga karena efek kehadirannya. 8. termasuk tingkah laku agresif24. Kekuasaan dan kepatuhan Kekuasaan itu cenderung disalah gunakan dan penyalahgunaan kekuasaan yang mengubah kekuasaan menjadi kakuatan yang memaksa. cet. penelitian tentang pengaruh obat-obatan terhadap tingkah laku agresif adalah diduga kuat memiliki pengaruh mengarahkan pada pemakainya kepada bertindak agresif disebabkan pemakainya pada obatobatan tersebut yang mengurangi kendali diri sekaligus menstimulasi keleluasaan bertindak. Dalam menghadapi provokasi yang mengancam. yakni pengabdian atau kepatuhan. 5.4. Provokasi Provokasi bisa mencetuskan agresi karena provokasi itu oleh pelaku agresi dilihat sebagai ancaman yang harus dihadapi dan respons agresif untuk meniadakan bahwa yang diisyaratkan oleh ancaman itu. (Bandung: PT. mulai dari yang sulit sampai yang paling mudah dipancing angannya. Efek Senjata Terdapat dugaan bahwa senjata memainkan peranan dalam agresi tidak saja karena fungsinya mengefektifkan dan mengefesienkan pelaksanaan agresi. 7-8. Sistem otak dan tidak terlibat dalam agresi ternyata dapat memperkuat 24 E. untuk itu ada beberapa hal yang mempengaruhinya yaitu sebagai berikut: 1. Dari penelitian yang dilakukan terhadap binatang.. 2. Faktor keturunan membuat hewan jantan yang berasal dari berbagai jenis lebih mudah dibandingkan betinanya. Gen.

Provokasi Sering terjadi agresi usaha untuk membalas agresi.php?t=33084/ . 4. Kondisi aversif Kondisi aversif adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang ingin dihindari oleh seseorang menurut berkowits (1983) keadaan yang tidak menyenangkan merupakan salah satu faktor penyebab agresi. (Testosteron merupakan hormon enderogen utama yang memberikan ciri kelamin jantan) maka tikus-tikus tersebut berkelahi sering dan lebih kuat. Kimia darah (khususnya hormon seks yang sebagian ditentukan faktor keturunan) juga dapat menyebabkan perilaku agresi. Pada pendapat ahli lain faktor-faktor penyebab agresifitas ada beberapa kriteria yang hampir mirip dengan yang sudah dijelaskan diatas. sebagaimana di kemukakan agresi usaha yang dimana pihak calon korban untuk menghindar. kegembiraan atau santai cenderung untuk melakukan kekejaman atau menghancurkan (agresi).com. yakni ada beberapa hal sebagai berikut: 1.com/forum/viewtopic. 2. Pada hewan sederhana marah dapat dihambat atau ditingkatkan dengan merangsang sistem limbic (daerah yang diciptakan kenikmatan manusia). Dalam suatu eksperimen. 3. Sehingga muncul hubungan timbal balik antara kenikmatan dan kekejaman.liveconnector. menyatakan bahwa orang yang berorientasi pada kenikmatan akan sedikit melakukan agresi sedangkan orang yang tidak pernah mengalami kesenangan. ilmuan menyuntikkan hormon testosteron pada tikus dan beberapa hewan. berorientasi untuk menumbuhkan agresi diasumsikan kehadiran tersebut akan 25 www. Bentuknya bisa berupa senjata tajam atau bisa orang yang menyebabkan frustasi. tetapi ada yang berusaha dengan memberi perlawanan.google. Bentuk-bentuk penghianatan ini tidak saja sekedar menghindar.http://www. Sewaktu testoteron dikurangi hewan tersebut menjadi lembut25. 3. Syarat agresi Syarat agresi adalah stimulus yang diasosiasikan dengan sumber frustasi yang menyebabkan agresi. Kehadiran orang lain Kehadiran orang lain terutama yang diperkirakan agresif.19 atau mempengaruhi sirkuit neural yang mengendalikan agresi.Prescott Devidofe.

Faktor utamanya adalah jenis kelamin26.cit.berpartisipasi ikut agresi. menahan perasaan agresif bisa menimbulkan masalah penyesuaian dan membawa risiko ledakan agresi yang tidak terkontrol. 27 Shelley E. op. Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor-faktor penyebab perilaku agresif. 5. 357-358. 2. Cet 1. yaitu dari faktor biologis. 26 Faturochman. Untuk mendapatkan akibat positif dari hukuman sehingga perilaku agresif akan berkurang. Memberikan hukuman. hlm. 4. Jersey: Pirenticetiall. Hukuman Efektivitas hukuman sebagai mekanisme kontrol untuk agresi. Perilaku Agresif. 2. Memberikan teguran27. cara menekan perilaku agresif lain yang kurang begitu nyata adalah dengan memberikan respons yang tidak kompatibel dengan pesforma tidakan-tindakan agresif yang dilakukan secara simultan28. Katarsis Menurut pendapat yang dapat diterima secara luas. Mengelola amarah Strategi ini membutuhkan strategi mengelola kemarahan membutuhkan kerja sama penuh dari individu. 3. hlm. 87-88. Cet 9. 28 Barbara Krahe. (New. Versi hipotesis katarsis yang lebih umum menyatakan bahwa ekspresi perasaan agresif apapun akan mengurangi kemungkinan agresi selanjutnya. lingkungan dan sosial. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dapat juga cara mengatasi perilaku agresif melalui tiga mekanisme yaitu: 1. 1970). 363. Sosial Psychology.Taylor dkk. hlm. 2005). Cara Mengatasi Prilaku Agresif Menurut David Phillip: 1. Memberikan informasi-informasi yang relevan/ menasehati dengan baik. 3. Karakteristik Fenomena yang paling sering terlihat adalah stimulasi dari berbagai faktor akan memperkuat potensi dalam diri individu yang kemudian memunculkan perilaku agresif. Pengantar Psikologi Sosial. .

Anak bimbing adalah manusia yang berjiwa yang mempunyai potensi-potensi atau daya-daya jiwa seperti perasaan. pemarah. supaya mereka pada akhirnya dapat menolong diri sendiri. menimbang. Upaya Guru Pembimbing dalam Mengatasi Perilaku Agresif Siswa Sebagai pembimbing di sekolah. Bimbingan dan Dasar Pelaksanaannya. menghina orang lain dan tingkah laku negatif lainnya yang sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. maka padanya tentu ada potensi untuk bereksplorasi. Kehadiran pembimbing bukan untuk mengambil alih beban hidup atau persoalannya. Untuk itu dalam penanganan masalah yang dihadapi oleh seseorang siswa/peserta didik berprilaku agresif. menghindar. menyerang orang lain. Upaya Guru Pembimbing Dalam Mengatasi Perilaku Agresif 1. Tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tersebut akan menimbulkan ketidak seimbangan dan keutuhan pribadi. cet 1. Hambatan-hambatan itu pada dasar kebutuhannya tidak dapat terpenuhi secara wajar. terlepas dari anak bimbingan itu sendiri. melanggar kedisiplinan. 1985). berkuasa. agar dipikul dan dipecahkan oleh pembimbing. fikiran dan kemauan. . Hasil dari pada itu timbullah sikap kekecewaan. Keadaan seperti inilah yang disebut dengan perilaku agresif. (Jakarta: Rajawali Pers. frustasi. 145. seorang pembimbing harus cekatan dan 29 Kartini Kartono. Maka salah satu kemungkinan yang terjadi ialah bahwa ada potensi-potensi tertentu yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.21 c. seorang pembimbing mempunyai tugas menolong murid atau anak yang dibimbing. hlm. atau untuk memecahkan sesuatu persoalan yang dihadapinya. Ia adalah manusia yang berjiwa. ketidak puasan. karena ada hambatanhambatan tertentu yang berasal dari dalam dan luar dirinya29.

sehingga bisa . b. fungsi penyaluran dan fungsi pengembangan. Upaya yang dilakukan guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa dengan menggunakan beberapa pemanfaatan fungsi bimbingan dan konseling di antaranya adalah: a.memberikan layanan yang tepat sehingga terentaskan permasalahannya. Fungsi Pencegahan Melalui fungsi ini. pelayanan bimbingan dan konseling di maksudkan untuk mencegah timbulnya masalah pada diri siswa sehingga mereka terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya. Melalui pelayanan ini akan diperoleh data tentang siswa secara komprehensif. Peyalanan yang dapat diberikan secara perorangan maupun kelompok yaitu melalui pemanfaatan beberapa fungsi layanan bimbungan dan konseling. Untuk mewujudkan fungsi pemahaman dalam pelayanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan layanan pengumpulan data. pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman tentang diri klien atau siswa berserta permasalahannya dan juga lingkungannya oleh klien itu sendiri. Fungsi Pemahaman Melalui fungsi ini. Seperti fungsi pencegahan dalam penanganan masalah. Kegiatan atau layanan yang dapat diwujudkan berkenaan dengan fungsi ini yang bertujuan untuk mencegah timbulnya masalah adalah: layanan informasi dan layan kegiatan kelompok. fungsi pemahaman.

cita-cita dan lain sebagainya. c. Dalam fungsi ini. Fungsi Pengembangan Siswa di sekolah merupakan individu yang sedang dalam proses perkembangan. Melalui fungsi ini pelayanan bimbingan dan konseling berupaya mengenali masing-masing siswa secara perorangan selanjutnnya memberikan bantuan kearah kegiatan atau program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal. di mantapkan dan dikembangkan. minat. Mereka memiliki potensi tertentu untuk dikembangkan. Fungsi Penyaluran Setiap siswa hendaknya memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai dengan keadaan pribadi masing-masing yang meliputi bakat. d. Melalui fungsi ini. pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada siswa untuk membantu para siswa dalam mengembangkan keseluruhan potensinya lebih terarah. Dengan perkataan lain.23 diperoleh tentang data siswa. hal-hal yang sudah baik atau positif pada diri siswa dijaga agar tetap baik. kecakapan. dan upaya guru . Materi dari layanan ini yang dapat di berikan yaitu berkenaan dengan kepribadian dan sosial. Layan yang dapat di berikan pada pungsi penyalutan ini adalah layan penempatan dan penyaluran. fungsi pelayanan ini membantu siswa berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing. Misalnya sikap kebiasaan baik yang telah terbina dalam bertindak dan bertingkah laku sehari-hari tetap di pelihara dan terus di upayakan siswa.

M. 31 Ibid. Layanan Kelompok Melalui pelayanan ini diharapkan siswa memperoleh pemahaman diri secara lebih baik. khususnya tentang kemampuan dan perkembangan pribadi. sopan santun dan disiplin di sekolah. Tohirin. Tata krama hubungan dengan teman sebaya32. Berdasarkan fungsi-fungsi bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku agresif siswa. Layanan konseling kelompok kemungkinan siswa memperoleh Kegiatan Kelompok/Konseling kesempatan baik pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami melalui dinamika kelompok dan memanfaatkan dinamika kelompok yang 30 Drs.pembimbing memberikan dukungan yang baik terhadap siswa30. Perlunya hidup sehat dan upaya melaksanakannya31. hlm. b. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. 32 Ibid. . (Jakarta : PT. Cara bertingkah laku. 41. raja grapindo persada. Perlunya pengembangan pembelajaran dan sikap dalam keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Informasi pengembangan sosial Tugas-tugas perkembangan masa remaja tentang kemampuan dan pengembangan hubungan sosial. 2. hlm 39-40. Layanan Informasi Materi yang dapat diangkat dan diberikan melalui layanan infomasi yaitu: 1) 2) 3) 1) 2) 3) a. tata krama. Untuk menjelaskan secara terperinci bentuk layanan yang diberikan adalah seberikut dibawah ini: 1. 2007). Pd. Selain itu juga dapat meningkatkan pemahaman lingkungan dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Informasi pengembangan pribadi Tugas-tugas perkembangan masa remaja akhir.beberapa layanan telah disebutkan dalam fungsi tersebur dalam mendukung penanganan dan menanggulangi perilaku agresif siswa.

4) Pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah. disekolah. bakat dan minat serta penyaluran dan perkembangannya. 34 Ibid. 77-78. efektif dan produktif. serta menerima dan menyampaikan pendapat secara logis. Pengembangan Sosial 1) Kemampuan berkomunikasi. . hlm. Melalui pembahasan yang intensif oleh seluruh anggota kelompok. 5) Pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana dan bergotong royong34. norma dan nilai-nilai agama. 3. pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri. masalah yang dibahas masalah perorangan yang muncul dalam kelompok sehingga masalah tersebut “dilayani”.25 terjadi didalam kelompok. Himpunan Data Penyelenggaraan himpunan tata atau pengumpulan data terkait dengan tiga 33 Seri pemandu pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. b. 2) Pengenalan dan penerimaan perubahan. 80-81. Materi layanan konseling kelompok yakni kegiatan yang membahas dan mengentaskan masalah pribadi siswa yaitu masalah-masalah yang berkenaan dengan pribadi dan sosial. 2) Kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (dirumah. Pengembangan Pribadi 1) Kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3) Pengenalan tentang kekuatan diri sendiri. adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku. 5) Kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri sendiri. 6) Perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat33. 4) Pengenalannya tentang diri sendiri dan upaya penanggulangannya. dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi tata krama. 3) Hubungan teman sebaya (disekolah dan masyarakat). a. Masalah demi masalah satu persatu tanpa terkecuali semuanya masalah terbicarakan.hlm.

2) Kondisi kerja sama dan kerja sama antara individu. serta cita-cita. Tohirin. Data pribadi Yang termasuk kedalam data pribadi adalah: 1) Identitas pribadi seperti: nama. 36 Drs. Data umum Data umum tidak mengenal diri seseorang dan tidak pula berkenaan dan kelompok individu tertentu. Data ini berasal dari luar pribadi dan kelompok. gelar. Penempatan dan Penyaluran 35 Drs. tempat dan tanggal lahir. data umum dan data khusus. 6) Kondisi kehidupan sehari-hari35. 4. op-cit. alamat. 3) Potensi diri seperti: kemampuan dasar. c. 4) Hasil karya.219-220 . minat dan kecendrungan pribadi. Data khusus Data khusus adalah yang berisi laporan kegiatan individu maupun kelompok yang menjadi tanggung jawab guru pembimbing36.Tohirin. bakat khusus.hlm. 218. 2) Kondisi fisik dan kesehatan. 3) Hasil perhitungan statistik dengan mereka. Pd. d. kewarganegaraan. (nama panggilan).Komponen pokok. a. b. data kelompok. yaitu jenis data sendiri dan bentuk himpunan data Prayitno mengelompokkan empat jenis data yaitu data pribadi. hlm. 5) Status kondisi keluarga. Data kelompok yang termasuk data kelompok adalah data mengenal sekelompok individu (siswa) dalam jumlah yang terbatas seperti: 1) Data yang menyangkut hubungan sosial antara individu dalam kelompok. agama. M.

bakat. Pelayanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan pembentukan perilaku dan kepribadian klien. 2. kegiatan lapangan. S2 maupun S3. 2. b. Melalui konseling diharapkan terbentuk perilaku positif (akhlak abaik) upaya kepribadian yang pula pada diri klien. Kepribadian atau profil guru pembimbing. hlm. sehingga siswa mampu berkomunikasi secara dinamis. 83-84 . Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Upaya Guru Pembimbing Dalam Mengatasi Perilaku Agrdsif Siswa Guru pembimbing dalam memberikan layanan yang didalamnya terdapat cara-cara untuk mengatasi perilaku agresif siswa. Seorang guru pembimbing atau konselor harus memiliki kepribadian yang baik. Pendidikan. kreatif dan produktif. Faktor internal Faktor ini yang berasal dari diri guru pembimbing dimana faktor ini didorong oleh pengalaman dan pemahaman guru pembimbing seperti: 1. Pengembangan Sosial: 1) Kelompok kegiatan bersama. dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu: a. minat dan cita-cita. profesi. kemampuan. op-cit. koperasi siswa dan polisi sekolah37. Setiap pekerjaan profesional menuntut persyaratan-persyaratan tertentu antara lain pendidikan seorang guru pembimbing atau konselor selayaknya memiliki pendidikan. bakat dan minat. yaitu jurusan bimbingan dan konseling strata satu (S1). 3) Kegiatan ekstrakurikuler yang dapat digunakan sebagai penunjang pengembangan kebiasaan dan sikap keagamaan. 2) Kegiatan kesiswaan seperti kepengurusan osis.27 a. Atau sekurang-kurangnya 37 Seri pemandu pelaksanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pengembangan Pribadi 1) Posisi duduk dalam kelas yang sesuai dengan kondisi fisik dan pribadi siswa 2) Pilihan keterampilan dan kesenian sesuaidengan kemampuan. upaya ini akan efektif apabila dilakukan oleh seseorang yang memiliki kepribadian yang baik pula.

Tenaga utama dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah Guru Pembimbing yang merupakan tenaga profesional. hlm. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. Dahlan (1987) menyatakan bahwa konselor dituntut untuk memiliki berbagai keterampilan melaksanakan konseling. Yang tidak kalah pentingnya ialah. Guru pembimbing harus mampu mengetahui dan memahami secara mendalam sifat-sifat seseorang. Pd. cit. 117-118. 2. Kepemilikan kemampuan atau kompetensi dan keterampilan oleh guru pembimbing atau konselor merupakan suatu keniscayaan. dimana faktor ini didorong oleh: 1. . Faktor eksternal.D. daya kekuatan diri pada seseorang dan pengembangan potensi individu secara postitif38.pernah mengikuti dan pelatihan tentang bimbingan dan konseling. dan disegi lain diruangan tersebut dapat dilaksanakan layanan dan kegiatan-kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. Rasio antar Guru Pembimbing diberi/tanggung jawab penuh melakukan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap 150 orang siswa.Tohirin. 38 Drs. M. Ruangan ini hendaknya sedemikian rupa sehingga disatu segi para siswa yang berkunjung keruangan tersebut dapat senang. b. tidak mungkin guru pembimbing atau konselor melaksanakan tugas secara baik. Pengalaman. Loc. ruangan itu hendaklah nyaman dan menyebabkan para pelaksana bimbingan konseling betah bekerja. M. Kemampuan. Pengalaman memberikan pelayanan bimbingan dan konseling berkontribusi terhadap keluasan wawasan pembimbing atau konselor yang bersangkutan. Berbagai macam corak ragam pengalaman guru pembimbing atau konselor yang telah dihayati dalam higupnya. 3. Tenaga. akan mendianogsis dan mencarikan alternatif solusi terhadap masalah klien (siswa). Pengalaman hidup pribadi guru pembimbing atau konselor yang mengesankan Juga akan turut membantu upaya guru pembimbing mencarikan alternatif pemecahan masalah siswa. Adapun faktor eksternal yang ada pada guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa . Prasarana Prasarana pokok yang diperlukan ialah ruangan yang cukup memadai serta perabotannya. 4. Tanpa kepemilikan kemampuan (kompetensi) dan keterampilan . Tenaga ini hendaklah memiliki modal personal dan modal profesional yang dapat di andalkan untuk tugas-tugas profesional bimbingan dan konseling itu.

Kelengkapan penunjang teknis. Penelitian tentang perilaku agresif juga pernah di teliti oleh Peni Lestari dengan judul Hubungan antara kecerdasan emosional terhadap perilaku agresif remaja awal studi pada siswa-siswi di SMP Negeri 25 Pekanbaru. . Penelitian yang Relevan Penelitian yang relevan adalah penelitian yang digunakan sebagai bandingan dalam menghindari manipulasi terhadap sebuah karya ilmiah dan menguatkan tentang penelitian yang penulis lakukan benar-benar belum dilakukan oleh orang lain. Dalam hal ini perlu di ingatkan bahwa kekurangan dana tidak selayaknya mengendorkan semangat para pelaksananya untuk menyelenggarakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya39. op-cit. penyusunan laporan kegiatan. B. Oleh karena itu perlu disediakan waktu dan kesempatan yang memadai bagi terselenggaranya segenap jenis layanan bimbingan dan konseling dengan berbagai kegiatan pendukungnya itu. Dalam penelitian ini diperoleh validitas kecerdasan emosional (EQ) diperoleh angka yang antara 0.3018-0. Alat pengumpul data.9469 dan perilaku agresif 0.29 3. paket bimbingan. hlm. c. Sarana Sarana yang diperlukan untuk menunjang pelayanan bimbingan dan konseling ialah: a. Dana. alat bantu bimbingan. d. b. format rencana satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blangko laporan kegiatan. khususnya dalam bentuk himpunan data. Alat penyimpanan data. Ini menunjukkan semakin tinggi tingkat kecerdasan 39 Seri pemandu pelaksanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penyelengaraan pelayanan bimbingan dan konseling memerlukan waktu yang cukup. Dana diperlukan bagi penyediaan prasarana dan sarana yang memadai. Pelengkapan administrasi. seperti alat tulis menulis. Waktu.7643 dan hasil dari reliabilitas untuk variabel kecerdasan emosional (EQ) menunjukkan angka 0. 4. Kunjungan rumah.9136. seperti perlengkapan administrasi. seperti data informasi.194-196. Juga untuk keperluan lain. baik tes maupun non tes. 5.

Guru pembimbing menanamkan pentingnya sikap kesetiakawanan dan kerjasama dalam berteman pada siswa. Konsep Operasional Konsep operasional ini merupakan alat yang digunakan untuk memberi batasan terhadap konsep teoritis. 2. Guru pembimbing mengarahkan atau menyalurkan bakat dan minat siswa sesuai dengan kemampuannya.emosional semakin rendah perilaku agresif remaja awal. Kajian ini berkenan dengan upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa di SMP Negeri 17 Pekanbaru. Penelitian ini ditujukan kepada guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa di SMP Negeri 17 Pekanbaru. teman. serta orang lebih tua darinya. Adapun indikator upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa adalah sebagai berikut: 1. . Guru pembimbing menanamkan pengembangan nilainilai moral. selain itu juga menentukan ukuran-ukuran secara spesifik dan teratur agar mudah dipahami untuk menghindari kesalahan pemahaman terhadap penulisan ini. pada siswa dan sikap menghargai guru. 3. Adapun penelitian yang penulis lakukan saat ini berjudul “Upaya Guru Pembimbing dalam Mengatasi Perilaku Agresif Siswa di SMP Negeri 17 Pekanbaru”. C. Konsep-konsep perlu dioperasionalkan agar mudah terarah. ketaqwaan.

perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada siswa. . guru pembimbing menjelaskan pengenalan dan penerimaan perubahan pertumbuhan. 5. sekolah. Guru pembimbing memberikan penjelasan peran dan tugas perkembangan remaja di lingkungannya baik dalam keluarga. menerima pendapat dan menyampaikan pendapat dengan logis. 6.31 4. 8. dan produktif melalui kegiatan kelompok atau konseling kelompok. efektif. . Guru pembimbing mengembangkan sikap pada siswa kemampuan dalam berkomunikasi. guru pembimbing mengumpulkan data berkenaan dengan informasi siswa baik bentuk data pribadi dan kelompok. dan masyarakat. Guru pembimbing menempatkan posisi tempat duduk siswa dalam kelas yang sesuai dengan kondisi fisik dan pribadinya. 7.

Upaya yang dilakukan guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa di SMP Negeri 17 Pekanbaru adalah sebagai berikut: a. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 17 Pekanbaru tentang upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku siswa agresif. dan selanjutnya dianalisis data-data tersebut. sehingga diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. 2.BAB III PENUTUP A. Pendekatan kepada siswa yang . Kesimpulan Setelah diperoleh berbagai data di lapangan.

3. Mencari informasi tentang siswa yang bersangkutan. c. Faktor Penghambat 1) Kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara guru dengan orang tua siswa. yaitu: a. sehingga diketahui faktor yang melatarnginya melakukan perilaku agresif tersebut. Faktor Pendukung 1) Semangat dan keinginan yang kuat dalam membentuk generasi yang ideal dan tangguh serta dapat dibanggakan di masa-masa mendatang. Menjalin kerjasama dan komunikasi antara guru pembimbing dan orang tua siswa. Ada beberapa faktor pendukung dan penghambat guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa di SMP Negeri 17 Pekanbaru. 2) Motivasi dan dukungan dari Kepala Sekolah dan Majelis guru di SMP Negeri 17 Pekanbaru. b.33 bersangkutan b. Mengajak orang tua dapat bekerja dalam mengatasi perilaku agresif yang dilakukan siswa di Sekolah dan dimana saja. d. sehingga pada faktanya ditemukan siswa memiliki .

ada faktor yang utama sehingga guru memiliki kendala dalam mengatasi perilaku agresif siswa di SMP Negeri 17 yaitu proses pendekatan dengan siswa. dikategorikan kurang optimal. ketika di rumah siswa berperilaku sesuai dengan tuntutan dan aturan di rumah dan begitu juga ketika siswa berada di sekolah.75% (persen). dimana persentase tersebut dikategorikan kurang optimal berkisar antara 50% .16% (persen). Suharsimi Arikunto. Hal ini berdasarkan persentase hasil observasi adalah 53. . sehingga dapat disimpulkan bahwa upaya guru pembimbing dalam mengatasi perilaku agresif siswa di SMP Negeri 17 Pekanbaru. Persentase tersebut dianalisis dengan menggunakan metode DR.kepribadian ganda. Akan tetapi. pada faktanya jumlah siswa yang begitu banyak di SMP Negeri 17 harus dibebankan kepada guru pembimbing 2 orang. 4. 2) Keterbatasan informasi karena keran dilatarbelakangi kurangnya tenaga sehingga guru pembimbing tidak memiliki informasi yang utuh tentang siswa. 3) Dari beberapa faktor penghambat di atas. Karena guru pembimbing dituntut untuk dapat memberikan pengarahan dan diharapkan mampu mengatasi perilaku siswa yang agresif. Hasil observasi di lapangan.

Bagi Siswa. c. b. sehingga guru mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi siswa. diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan informasi kepada siswa tentang keingin dan tujuan mulia seorang guru yang bercita-cita ingin menjadikan para siswa sukses dan sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional yang menciptakan peserta didik yang beriman dan menguasai sains dan teknologi. Bagi Guru Pembimbing. Saran-Saran Melalui hasil penelitian ini. diharapkan penelitian ini dapat sebagai referensi bagi penulis berikutnya dan sebagai kontribusi pemikiran dalam dunia pendidikan. Pihak Akademik. diharapkan penelitian ini dapat memotivasi guru pembimbing untuk senantiasa selalu berperan aktif dalam melahirkan dan membentuk generasi yang cemerlang dan terhindar dari perilaku-perilaku yang agresif dan senantiasa selalu menjalin komunikasi yang baik antara guru dengan siswa.35 B. . penulis ingin memberikan saran penelitian kepada: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful