P. 1
Bab 8 Fabrikasi

Bab 8 Fabrikasi

|Views: 2,408|Likes:
Published by Roni Nepology

More info:

Published by: Roni Nepology on Nov 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2014

pdf

text

original

Pembuatan lubang yaitu tahapan
pekerjaan pembuatan lubang baut
sesuai dengan tanda-tanda pada
bahan baku profil dan plat baja yang
telah ditetapkan pada proses
penandaan. Proses pembuatan
lubang dilakukan dengan melubangi
material pada tempat-tempat yang
telah diberi tanda dengan ukuran
diameter lubang sesuai dengan
ukuran diameter yang telah diberikan
pada proses penandaan.

Gambar 8.16 Pengeboran dengan
mesin portable

Proses pembuatan lubang
dapat dilakukan dengan:

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

219

Praktikal Konstruksi Baja

a) Pengeboran (drilling)
Pembuatan lubang dengan
pengeboran (Davies, et. Al., 1980)
Jenis bor yang dipakai untuk melu
bangi baja adalah bor ulir. Pemilihan
jenis mata bor dan kecepatan
pemakaian dipengaruhi oleh beberapa
fektor yaitu jenis material yang akan
dibor dan ukuran lubang.
Dalam proses fabrikasi baja jenis
mesin bor yang dipakai adalah:
i) Mesin bor tangan {portable
machine)
yang dapat berupa mesin
bor angin maupun mesin bor elektris.
Mesin ini digunakan bila pekerjaan
pengeboran yang harus dilakukan
sedikit.

ii) Mesin bor radial {radial drilling
machine),
digunakan untuk memper
besar lubang dekat permukaan agar
kepala sekrup atau baut dapat terta
nam rata.

iii) Universal drilling machine,
digunakan untuk mengebor lubang
dengan berbagai macam variasi sudut
dari sumbu vertical.

iv) Multi-spindle machine, digunakan
untuk mengebor sejumlah lubang
yang parallel secara bersamaan.

b) Pembuatan lubang dengan
dipukul / punching
Selain dengan dibor pembuatan
lubang juga dapat dilakukan dengan
dipukul. Dengan cara ini selain lubang
berbentuk bulat juga dapat dibuat
lubang berbentuk lonjong.
Pembuatan lubang dengan cara
ini memiliki kekurangan bila diban

dingkan dengan pembuatan lubang
dengan cara dibor, yaitu bentuk
lubang pada bagian bawah material
yang tidak terkena pukulan tidak
bagus karena terkoyak dan mengeras
pada ujung-ujungnya.
Bentuk yang tidak sempurna ini
dapat mengakibatkan retak pada
bagian ujungnya, karena itu pembu
atan lubang dengan cara dipukul tidak
diijinkan untuk struktur seperti jem-
batan.

c) Pembuatan lubang dengan api
Pembuatan lubang juga bisa dilaku-
kan dengan menggunakan api, tetapi
hasil nya tidak dapat dijamin kua-
litasnya baik dari bentuk lubang
maupun
ketepatan ukuran diameter lubang.
Karena itu cara pembuatan lubang
dengan api sebaiknya tidak dilakukan.

Menurut New Zealand Standard
(NZS) 3404 Part 1, section
14.3.5:
1. Pembuatan lubang berbentuk bulat
harus menggunakan machine flame
cutting,
atau dibor dengan ukuran
diameter yang diinginkan, atau dipukul

sebagian sampai ukuran 3 mm
dibawah ukuran diamater yang
diinginkan kemudian lubang dibesar
kan sampai mencapai ukuran dia-
meter yang diinginkan, atau dipukul
dengan ukuran diameter yang
diinginkan.

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

220

Praktikal Konstruksi Baja

Gambar 8.17 Pengiriman bahan ke
lokasi proyek

2. Pembuatan lubang berbentuk
lonjong (slotted hole) harus menggu
nakan machine flame cutting, atau
dipukul, atau dibentuk dengan penge
bor dua lubang yang berdekatan.

3. Pembuatan lubang dengan dipukul
hanya diijinkan untuk material dengan
tegangan leleh (fy) tidak lebih dari 360
Mpa dan tebal tidak lebih dari
(5600/fy)
mm.

4. Ukuran diameter lubang selain
lubang pada tapak kaki kolom adalah
2 mm lebih besar dari ukuran diameter
baut untuk baut dengan diameter lebih
kecil dari 24 mm dan tidak lebih dari 3
mm lebih besar dari ukuran diameter
baut untuk baut dengan diameter yang
lebih besar.

5. Ukuran diameter lubang pada tapak
kaki kolom tidak lebih dari 6 mm
lebih besar dari ukuran diameter
angker baut.

6. Lubang dengan ukuran diameter
yang lebih besar daripada yang
ditentukan pada nomor 4 diijinkan
dengan persyaratan ukuran diameter
lubang tidak lebih besar dari 1.25 kali
ukuran diameter baut

7. Lubang berbentuk lonjong (slotted
hole)
diijinkan dengan persyaratan
yang harus dipenuhi adalah sebagai
berikut:
- Untuk lubang berbentuk lonjong
yang pendek, ukuran lebar lubang
lonjong tidak melebihi ukuran yang
ditentukan pada nomor dan ukuran
panjang lubang lonjong tidak melebih
1.33 kali ukuran diameter baut atau
(ukuran diameter lubang baut + 10),
diambil
ukuran yang terbesar.
- Untuk lubang berbentuk lonjong
yang panjang, ukuran lebar lubang
lonjong tidak melebihi ukuran yang
ditentukan pada nomor dan ukuran
panjang lubang lonjong tidak melebifa
1.5 kali ukuran diameter baut.
Menurut Standard Association of
Australia Part 8 - Fabrication, section
8.2.7:
Pembuatan lubang dapat dilakukan

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

221

Praktikal Konstruksi Baja

dengan:

Gambar 8.18 Cambering dengan
proses dingin

a) Dibor (drilling)
Pembuatan lubang dengan bor
dilakukan dengan menggunakan
mesin bor radial terutama untuk
pembuatan lubang pada plat yang
ditumpuk lebih dari satu.
Pembuatan lubang yang memi-
liki sudut kemiringan yang bervariasi
dilakukan dengan menggunakan uni-
versal drilling machine. Pembuatan
lubang yang sejajar dan dilakukan
secara bersamaan dilakukan dengan
menggunakan mesin multi-spindle.
Pembuatan lubang dengan jum-
lah banyak dalam arah vertikal dan
horisontal dilakukan dengan menggu
nakan mesin automatic beam lines.
Pembuatan lubang dalam jumlah yang
sedikit dan sewaktu-waktu dalam
proses fabrikasi dapat dilakukan
dengan mesin bor portable. Mesin bor
portable bekerja dengan hidrolis atau
elektris.

b) Dipukul (punching)
Pembuatan lubang dengan dipu-
kul dilakukan untuk lubang berbentuk

bulat dan lubang berbentuk lonjong.
Pembuatan lubang dengan dipukul
sampai ukuran diameter yang
diinginkan tidak diijinkan menurut
Australian Standards AS 1250, tetapi
lubang dapat dipukul sebagian sampai
3 mm dibawah ukuran diameter yang
diinginkan kemudian lubang dibesar
kan sampai mencapai ukuran diame
ter yang diinginkan.

c) Dibesarkan setelah dipukul seba
gian.

Pembesaran lubang dilakukan
setelah pembuatan lubang dengan
dipukul sebagian sampai 3 mm diba
wah ukuran diameter yang diinginkan
kemudian lubang dibesarkan dengan
alat khusus yang ada pada mesin bor.
Pembesaran lubang dengan cara ini
akan menghasilkan lubang yang
bersih dari bekas api.
Menurut Japanase Architectural Stan-
dard Specification Structural Steel-
work Specification for Building
Construction
(JASS 6) section 4.8:

1. Lubang untuk baut dengan mutu
tinggi harus dilakukan dengan bor.
Bila persiapan permukaan daerah
sambungan akan dilakukan dengan
proses blasting maka pembuatan
lubang harus dilakukan sebelum
proses blasting.

2. Secara prinsip pembuatan lubang
untuk baut, angker baut dan tulangan
pengaku harus dilakuan dengan bor.
Tetapi untuk plat dengan tebal tidak
lebih dari 13 mm, pembuatan lubang
dapat dilakukan dengan dipukul.
Permukaan lubang yang bergerigi ha-

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

222

Praktikal Konstruksi Baja

rus dihaluskan dengan digerinda.

3. Pembuatan lubang dengan api
dapat dilakukan untuk lubang dengan
ukuran diameter 30 mm atau lebih,
untuk keperluan angker baut, peker-
jaan pipa, pekerjaan beton. Kekasaran
permukaan lubang yang dibuat
dengan api tidak melebihi 100S
dengan toleransi diameter ± 2 mm.

4. Ukuran diameter lubang untuk baut
mutu tinggi, baut biasa dan angker
baut harus memenuhi persyaratan

5. Ukuran diameter lubang untuk
tulangan pengaku harus memenuhi
persyaratan yang ditentukan. Bila
tidak ditentukan lain persyaratan yang
harus dipenuhi adalah sebagai beri-
kut:

6. Permukaan lubang harus tegak
lurus terhadap permnkaan material.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->