P. 1
Fin Bab 10

Fin Bab 10

5.0

|Views: 4,858|Likes:
Published by Roni Nepology

More info:

Published by: Roni Nepology on Nov 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2014

pdf

text

original

Sections

1.Chromium = Cr

Didapatkan sebagai cebakan pri-
mer, dengan bijih

Chromite

FeOCr2O3. Bijih ini merupakan hasil
proses magmatic segregation pada
batuan beku basa. Pada umumnya
didapatkan dalam bentuk vein
bersama serpentin, dalam jumlah
terbatas batuan basa / ultra basa
akan lapuk, terangkut akhirnya
diendapkan sebagai deposit sekun-
der.
Kegunaan:
-Untuk pelapis besi (stainless steel)
-Alloys baja supaya tahan karat
-Refractory = bahan tahan api
-Untuk industri kulit, tekstil, dll.

Cara Penambangan:
-Tambang dalam untuk deposit
primer
-Tambang permukaan untuk de-
posit sekunder.
Cara pengolahan:
-Hasil tambang primer umumnya
mempunyai konsentrasi tinggi dan
tidak tercampur dengan logam lain
(sortasi).
-Hasil tambang sekunder dengan
gravitasi.
Tempat ditemukan:

-

Kalimantan Selatan di G.
Batara (Pleihari) dengan 31-32%
chromit.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

165

-

Sulawesi Tengah, yaitu
di Latan dalam batuan peridotit.

2.Manganese = Mn

Tabel 10.9. Karakteristik bijih mangan

Ore

Komposisi

Dep. Primer

Dep. Sekunder

Pyrolusite

MnO2

*

Psilomelane

Mn2O3 x H2O

*

Pyrounite

3Mn2O3 MnSiO3

*

Manganite

MnO (OH)

*

Rhodochrosite

MnCO3

*

Rhodonite

(Mn, Mg, Fe)SiO2

*

Hampir semua bijih mangan dida-
patkan sebagai deposit sekunder
dan sedikit sebagai deposit primer.
Keterangan mineral:
Pyrolusite = MnO2
Merupakan endapan sekunder, hasil
proses oksidasi dari Mn primer:
Rhodochrosite & Rhodonite.
Psilomelane = Mn2O3 x H2O =
(BaH2O4 )Mn10O20
Merupakan endapan sekunder.
Kadang - kadang berasosiasi de-
ngan barium.
Manganite = MnO(OH)
Sebagai endapan primer dijum-pai
dalam vein yang terbentuk pada
temperatur tinggi. Sebagai endapan
sekunder dan ber-asosiasi dengan
pyrolusite, limonite dan psilomelane.
Rhodochrosite = MnCO3
Sebagai endapan primer dida-
patkan dalam vein, dijumpai
bersama dengan Cu & Pb, dalam
gangue mineral. Bila teroksidasi
menjadi MnO2 berwarna hitam,
dijumpai pula pada batuan
metamorf.
Rhodonite = (Mn, Mg, Fe)SiO3

Merupakan endapan primer, pada
batuan metamorf dan juga di dalam
vein.

Kegunaan:
-Campuran besi ruang, tahan
terhadap pengaruh belerang.
-Alloys dalam bentuk perunggu
untuk propeller kapal.
-Untuk melindi biji uranium, batang-
batang las.
-Pernis, pupuk.
-Menghilangkan warna pada gelas/
kaca.
-Pembuat baja
Pengolahan: sortasi manual terha-
dap kontaminasi.
Tempat ditemukan:
-Kalimantan Barat: Batu Konka-
bang, Pebesian, Pebatuan, Se-
jambun, S.Ella Hilir, Kam-pung
Siluas, G.Jaboi dan Pajilu.
-Kalimantan Tengah: kampung
Kepajang, G.Karim, G.Segalung,
Jemuat, Segulak dan Begenci.
-Kalimantan Selatan: G.Kukusan
(besi laterit), P.Sebuku, P.Suwa-
ngi, P.Danawan, Batu Kora,
S.Pontain, Tanjung, Munggu,
P.Ulin, Tembaga, G.Melati, Sa-

166

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

rang Alang, Takisong, Penja-
ringan, Padang Biji.
-Sulawesi Tengah: S.Larona, Ling-
kema, Lingkobale, Karipinan dan
Bone Putih.
-Sulawesi Selatan: Walanae, Salo
Talimbangan.
-Flores: Riung
-Irian Jaya – Was Akopi, Was
Isyow
Cara Penambangan:
-Tambang dalam – primer
-Tambang permukaan – sekunder

3.Copper = Cu

Senyawa tembaga:
-Native Copper – Cu – 100%
(primer dan sekunder)

-Bornite – Cu5FeS4 (primer dan
sekunder)
-Branchantile – CuSO43Cu(OH)2
(sekunder)
-Chalcosite – Cu2S (primer dan
sekunder)
-Cuprite – Cu2O (sekunder)
-Enargite – Cu2As2S5 (primer)
-Malachite – CuCO3Cu(OH)2
(sekunder)
-Azurite – CuCO3Cu(OH)2
(sekunder)
-Chrysocoll – CuSiO332H2O
(sekunder)
Cu didapatkan baik sebagai deposit
primer ataupun deposit sekunder.
Tabel 10.10 merangkum bijih
tembaga dan keterdapatannya.

Tabel 10.10. Bijih tembaga

Nama Ore

Komposisi

Dep.Primer

Dep.Sekunder

Natiopper
Bornite
Bronchantite
Chalcosite
Chalcopyrit
Covelite
Cuprite
Enargite
Malachite
Azurite
Chrysocoll

Cu
Cu5FeS4
CuSO43Cu(OH)2
Cu2S
CuFeS2
CuS
Cu2O
3Cu2SAs2S5
CuCO3Cu(OH)2
2CuCO3Cu(OH)2
CuSiO32H2O

*
*

*
*
*

*

*
*
*
*
*
*
*

*
*
*

Keterangan mineral:
Native Copper (Cu) didapatkan
bersama dengan Silver, Arsen, dan
sebagainya. Dijumpai di bagian atas
dari vein Chalcosite (Cu2S) atau
Covelite (CuS) dan pada batuan
volkanik. Dalam deposit sekunder
merupakan hasil pelapukan dari
Chalopyrit.
Bornite (Cu5FeS4) terdapat dalam
batuan intrusive dalam bentuk vein

didapatkan berasosiasi dengan
chalcopyrite dan chalcosite.
Bronchantite (CuSO43Cu(OH)2) =
Cu4SO4(OH)6 merupakan deposit
sekunder hasil alterasi dari copper
oxida.
Chalcosite (Cu2S) didapatkan ber-
asosiasi dengan Bornite Cu5FeS2),
didapatkan berasosiasi dengan
pyrite,sphalerite, galena dan pyrho-
tite. Juga dengan bornite dan
chaleosite.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

167

Covelite (CuS). Didapatkan dalam
bentuk vein ataupun dalam
fumarole.
Cuprite (Cu2O), merupakan deposit
sekunder, hasil pelapukan dari
copper sulfide (chlcosite Cu2S,
Covelite CuS). Didapatkan bera-
sosiasi dengan native copper,
malachite, azurite, dan limonit.
Enargite (3Cu2SAs2S5 = Cu3AsS4),
dijumpai dalam bentuk vein yang
terbentuk pada medium temperatur.
Malachite (CuCO3Cu(OH)2

=

Cu2

CO3

Cu(OH)2),

merupakan hasil
alterasi copper ore deposit (copper
sulfide = endapan sekkunder),
umumnya berasosiasi dengan
batuan karbonat, pada umumnya
berasosiasi dengan azurite.
Azurite (2CuCO3Cu(OH)2)

=
Cu3(CO3)2(OH)2, merupakan deposit
sekunderm hasil alterasi copper
sulfide, umumnya berasisoasi
dengan batuan karbonat dan
malachite.
Chrysocoll (CuSiO32H2O =
Cu2H2Si2O3(OH)4, merupakan en-
dapan sekunder.

Deposit Tembaga di Irian Jaya

Diusahakan oleh Freeport
Minerals Company. Penelitian dimu-
lai tahun 1967 seluas 10.000 ha,
berpusat di Ertsberg (bukit bijih).
Pada ketinggian 3.460 m dpl.
Penambangan dimulai tahun 1973
dan pada saat itu diresmikan pula
nama kota Tembagapura.
Lingkungan Ertsberg meru-
palan daerah intrusi granodiorit yang
berstektur porfir. Penelitian detail
menunjukkkan bahwa batuannya
mempunyai komposisi bervariasi
dari diorite monzonite kuarsa. Intrusi
ini menerobos batugamping dari

Formasi Faumi yang berumur
Eosen. Oleh sebab itu mengalami
metamorfosa dan metasomatisme.
Tubuh bijinya merupakan masa
berbentuk sumbat. Bagian yang
tersingkap setinggi 140 m. Ke
bawah diperkirakan 360 m.
Mineralisasinya tidak merata,
bijinya terdiri dari chalcopyrite,
bornite dan magnetit, dan batuan
yang tidak berbijih terdiri dari
kalsium silikat.Selain itu terdapat
dalam jumlah kecil, pirit, molibdenit,
bismut, galenobismutit. Juga mineral
ubahan seperti Covelit, Chalcosite,
Hematit. Di samping itu ada pula
granit, diopsid, piroksen. Uralit dan
epidot dengan perunut mineral
visovianit, skapolit, apatit, serpentin,
talk, sericit, alofan, alunit dan
mineral lempung.
Ertsberg ditaksir mengandung
33 juta ton bijih tembaga dengan
kadar rata-rata adalah:
•Tembaga 2,5%
•Besi 41%
•Emas 0,75 gram/ton
•Perak 9 gram/ton

Cara penambangan :
-Tambang tertutup dengan tero-
wongan, sisa yang ditambang
berfungsi sebagai pilar.
-Tambang terbuka, berada pada
ketinggian 3.700 m sampai keda-
laman pada ketinggian 3.364
meter.
Kegunaan:
-alat-alat listrik
-Campuran logam talicys untuk
perunggu.
Pengolahan: digiling - konsentrat -
pemisahan.

Selain di Irian Jaya yang
sudah diusahakan, deposit Copper
didapatkan pula di:

168

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

-Aceh: Pulau Bras, daerah Gle
Broe, Aer Talu, beutong, Alu baru.
-Sumatera Utara: Aer Sihajo,
Muara Soma, Singengu, Tambang
Oli, Kota Pungkut, Pakantan,
Maliti Muara Sipongi, Aer Sipongi,
G.marisi, Pagaran, Si Ayu, Sidi-
ngin.
-Sumatera Barat: Sumpu, Lubuk,
Selasih, sekitar D, Singkarak, S.
Pagu, Bulangsi, Tepan, G. Kerinci.
Mangani. G.Arum.
-Jambi: talang kepotang, S. Bulu,
S, Letung, S Sengering.
-Sumatera Selatan: S. Tuboh, Kim-
kim Besar, bukit Rayah.
-Bengkulu: G. Batu bertulis. Aer
Penejun, Toba Tembiling, Aer Loh
limbo, Sulit, Simau.
-Lampung: G. Ratai
-Jawa Barat: Banten selatan, Ciko-
tok, Cipacung, Cirotan, Jampang,
Cikondang Karangnunggal.
-Jawa Tengah: S. Luk Ulo
-Jawa Timur: Janglot, Dawuhan,
Kedungpring, Tegalrejo, Domas-
an, Kalitelu, Kasihan, Brungkah,
Batu ulu.
-Kalimantan Barat: Konsesi pan-
dan, Mandor, Montrado, Beng-
kayang.
-Kalimantan Tengah: Sampit, Men-
tikai, Cabang S.Samba.
-Sulawesi Utara: Paleleh Barat
-Sulawesi Selatan: Peg. Latimo-
jong, Sangkaropi.
-Sulawesi Tenggara: Lempea
-NTT: Bone, Tomini/P.Timor
-Irian: Warmoni, P/ Doom, Peg.
Cartenz, Ertsberg.

4.Alumunium = Al

Merupakan endapan sekun-
der, mineral utama adalah Bauxite
(Al2O32H2O). Bauxite adalah group
mineral yang meliputi :

•Gibbsite

: Al (OH)2

•Boehmite

: AlO (OH)

•Diaspore

: HAlO2
Bauxite mineral sekunder hasil
leaching silika dari mineral lampung,
batugamping, lempungan atau ba-
tuan beku dengan % silika rendah
pada kondisi tropis.
Bauxite di Pulau Bintan (Riau)
sudah dikenal sejak 1925 yaitu
dalam bentuk bahan lapukan laterit.
Di Pulau Bintan penambangan
bauxite dilakukan di daerah Tem-
biling dan beberapa pulau sekitar-
nya seperti Pulau Kelong, Pulau
Dendang, Pulau Anakut, Pulau
Kayong.

Batuan tertua di kepulauan
Riau terdiri dari batuan volkanik dan
sediment yang terlipat kuat dan
telah mengalami metamorfose.
Batuan ini tertindih batupasir dan
serpih yang mungkin berumur Trias
dan terlipat kuat pula.
Granit yang berumur Trias
Akhir telah menerobos batuan
sedimen tadi dan menyebabkan
metamorfose kontak yang dapat
diamati di berbagai tempat. Batuan
termuda didaerah ini adalah batuan
klastika yang terlipat sedang, tidak
mengalami metamorfose dan diper-
kirakan berumur Kapur atau Tersier.
Penyelidikan sebelum perang
dunia kejadian bauxite di daerah
Bintan adalah sebagai berikut:
-Batuan asal bauxite adalah serpih
bersifat perlit halus sedikit napalan
yang telah berubah menjadi batu
tanduk (hornfels) bersifat padat
karena metamorfose sentuh.
-Pelapukan laterit telah berlang-
sung selama masa peneplain
yang cukup lama dalam masa
Tersier dan Kuarter, laterit
alumunium oksida terbentuk pada

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

169

tempat erosi kimia lebih kuat dari
erosi mekanis.
-Selain sebagai lapisan atas,
aluvium penampang lapukan
bauxite terdapat juga sebagai
hasil pembauksitan secara elu-
vium batuan asal, tetapi endapan
jenis terahir ini tidak mempunyai
arti ekonomi.

Penyelidikan setelah perang
dunia menghasilkan kesimpulan
sebagai berikut:
-Bauxite tersebut merupakan hasil
akhir pelapukan setempat.
-Endapan terdapat pada lajur
konkresi dekat permukaan pada
puncak dan sisi bukit yang lebar,
mungkin merupkan sisi suatu
hamparan (peneplain).
-Daerah yang paling baik pem-
bentukan bauxite agaknya ialah
yang mempunyai batuan dasar
granit atau syenit kuarsa dengan
kadar kuarsa rendah, batuan vol-
kanik bersifat riolit dan filit.
-Lazimnya bijih yang terdapat
dalam bentuk konkresi ini terdiri
dari mineral gibbsit (Fe2O3HO),
SiO2 dan titandioksida (TiO2).
Keguanaan :
-Industri pesawat terbang
-Bahan anti korosi
-Penghantar panas
-Refraktori bahan bangunan
-Bahan alat rumah tangga
-Bahan pembungkus
Cara penambangan: tambang per-
mukaan.
Cara pengolahan: Proses bayer
(elektrolisa) – alumina – elekrolisa
di bejana cryolit - logam Alumunium.
Tempat didapatkan:
-Riau: P. Bintan, P. Riau, Lingga,
Kundur, Batam.
-Sumatra Selatan: P. Bangka, P.
Biliton.

-Kalimantan: Singkawang

5.Antimony = Sb

Merupakan deposit primer.
Contoh endapan antimony adalah
stilonite Sb2S3. terbentuk pada low
temperature vein kadang berasoliasi
dengan Arsen, batuan beku asam
(Granit, Grandiorit, Monzenit).
Kegunaan:
-Dicampur dengan Pb sebagai
bahan batu baterai
-Pelapis tangki
-Bahan pembungkus kabel
-Bahan solder
-Sebagai logam putih (white metal)
Cara penambang: tambang permu-
kaan.
Cara pengolahan: hand sorting -
konsentrasi dengan gravity.
Tempat ditemukan:
-Riau di kepulauan Natuna
-Sumatra selatan: di Muaro
-Jawa Barat: Karawang, Purwa-
karta, Sukawajan, S. Cipeung
-Kalimantan Tengah: Di Muara Te-
we, Ketingan, Sejuran.
-Kalimantan Barat: Undan, G.Silu-

bat
-Kalimantan Timur: G. Nanta
-Kalimantan Selatan: Manunggal,
Riam Kabok
-Sulawesi Selatan: Sassak
-NTB: Lombok, G. Rawa, G. Maria,
(sumbawa)
-NTT: Kale (Timor)

6.Bismuth = Bi

Merupakan deposit primer
ataupun sekunder. Deposit primer
terdapat dalam vein, replacement
dari larutan hidrotermal. Bismuth
kebanyakan merupakan hasil tam-
bahan di dalam penambangan timah
putih, timah hitam, tembaga, emas,
perak dan emas.

170

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Tabel 10.11. Bijih bismuth

Ore

Komposisi

Dep. Primer

Dep. Sekunder

Natira Bismuth
Bismuthinite
Bismite
Galeo bismithite

Bi
Bi2S3
Bi2

O3
Pb Bi2

S4

*
*

*

*

Bismuthinite = Bi2S3
High temperature ore vein dan
berasosiasi dengan pegmantites.
Juga terbentuk karena penguapan
dari larutan hydrothermal, kadang-
kadang berasosiasi dengan Arseine
Antimony.
Kegunaan :
-Untuk campuran logam antara lain
alumunium, besi, baja .
-Untuk menambah ketajaman dan
kekuatan alat pemotong.
-Untuk termoelektrik
-Industri kimia (obat-obatan dan
kosmetik)
-Pencampuran logam (alloy) de-
ngan titik lebur rendah (fusible),
alloy yang berguna untuk sumbat

pengaman, electric fuse, kedok-
teran gigi dan sebagainya.
Penambangan:stand sorting
Tempat dijumpai :
-Sumatera Utara: P. Samosir
(Danau Toba) keadaan endapan-
nya berupa butir-butir kecil dari
native bismuth dalam tuff.
-Kalimantan Barat: Kamp Jakargi
(Landak)
-Tempat-tempat deposit timah di
mana bismuth sebagai hasil
ikutan.

7.Cobalt = Co

Didapatkan sebagai endapan
primer, terbentuk dalam medium
temperature vein yang umumnya
berafiliasi dengan nikel dan silver.

Tabel 10.12. Bijih cobalt

Ore

Komposisi

Dep. Primer

Dep. Sekunder

Skutterudite
(smaltite-Chloanthite)
Cobaltite

(CoNiFe)As3

CoAsS

*

*

Skutterudite (smaltite-Chloanthite) =
(CoNiFe)As3
Didapatkan sebagai endapan pri-
mer, sebagai vein. Umumnya
didapatkan berasosiasi dengan
silver dan nikel.
Cobaltite = CoAsS
Didapatkan sebagai endapan
primer, dalam bentuk vein
berasosiasi dengan mineral cobalt

yang lain dan nikel, dan juga di
dalam batuan metamorf sebagai
akibat proses diseminasi.
Penggunaan :
-Campuran logam
-Industri elektronik, kimia, dan
farmasi.
Cara Penambangan:
-Tambang dalam bila berasosiasi
dengan silver.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

171

-Tambang permukaan bila
berasosiasi dengan nikel.

8.Mercury = HgS

Merupakan deposit primer,
terdapat pada vein dangkal dan
berkaitan dengan batuan beku.
-Cinnabar = HgS
Salah satu endapan mercury
sulfide yang terpenting terdapat
dapa vein yang berkaitan dengan
batuan beku yang relatif dangkal,
akibat proses hydrothermal.

-

Calcemel = HgCl
Sering dijumpai berasosiasi
dengan Cinnabar.
Kegunaan:
-Untuk fotografi
-Pengolahan emas dan perak
-Katalisator, farmasi, dan kedok-
teran
Penambangan: deposit mercury
selalu terdapat di permukaan.
Pengolahan: sifat deposit mercury
yang umumnya berbentuk cair

mudah dipisahkan dengan hand
sorting.
Tempat didapatkan:
-Sumatera Barat: dekat Sibalabu,
S.Japir, Gede Jalang dekat Batu
Anjung.
-Jambi: S Gelugur, S Siak
-Jawa Barat: G.Parung, sepanjang
sungai dari G.Lembu Ciseuci,
Pantai Junti, Karangampel-
Cirebon
-Jawa Tengah: Cilacap, S.Donan,
S.Tuntang Demak.
-Yogyakarta: Sorogedug
-Kalimantan Barat: terdapat di 23
daerah antara lain S.Siam, S.Be-
tung cabang, S.Bayan, G.Udan,
S.Sekireh.
-Kalimantan Tengah: Sampit, Kota
Waringin.
-Kalimantan Selatan: Tanah Laut,
Martapura.

9.Molybdenum = Mo

Dijumpai sebagai endapan
primer (molybdenite) atau sebagai
endapan sekunder (Wulfenite).

Tabel 10.13. Bijih molybdenum

Ore

Komposisi

Dep. Primer

Dep. Sekunder

Molybdenite
Wulfenite

MoS2
PbMoO4

*

*

-Molybdenite = MoS2
Sebagai hasil proses hydrothermal
dari batuan pagmantit, kadang
berasosiliasi dengan kuarsa.
-Wulfenite = PbMoO4
Sebagai hasil proses pelapukan
dari molybdenite pada permukaan
vein Pb.
Kegunaan :

-

Sebagai alloys untuk baja

-

Untuk katalisatur

-

Lubricant

-

Bahan campuran keramik

Pigmen
-Bahan farmasi
Penambangan: tambang dalam
Pengolahan: hand sorting
Tempat dijumpai :
-Aceh: Gayo lues (burniaguseum,
woini tribe)
-Sumatra Barat: Tiembulun (Peg.
Sibubun)
-Riau: Singkep dan Karimun besar
-Sumatera Selatan: Klapa Klumpit
(Batiton), Jebus (bangka), Waiku-
pang (J.Betung)

172

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

-Kalimantan Barat: G.Bawang
(Kampung ledo) dan G.Benaul

10.Tungsten = Wolframates

Dijumpai sebagai deposit
primer, hasil proses hydrothermal
high temperature dan medium
temperature quartz vein. Batuan
granitic diperkaya dengan larutan
magma pegmatit.

Tabel 10.14. Bijih tungsten

Ore

Komposisi

Dep. PrimerDep. Sekunder

Wolframite
Ferbenite
Huebnerite
Sceelite

(FeMn)WO4
FeWO4
MnWO4
CaWO4

*
*
*
*

-Wolframite = (FeMn)WO4 meliputi:
Ferbenite FeWO4, Huebnerite
MnWO4
Hasil proses hydrothermal high
temperatu
re dan medium temperature pada
quartz vein, pada batuan granit
yang diperkaya oleh larutan
pegmantit.
-Sceelifa = CaWO4
Contact methamorphic deposit
high temperature quartz vein.
Kontak metamorfose yang meng-

integrasi pada batugamping.
Mineral ikutannya adalah granet,
epidote dan vesuvianit.
Kegunaan: untuk alloys, tahan
terhadap suhu tinggi.
Catatan: antara ion Mo dan W
sifatnya changeable (mudah terjadi
pertukaran ion).
Penambangan: tambang dalam.
Pengolahan: hand shorting
Tempat dijumpai: di daerah yang
terdapat molybdenum.

11.Lead = Timbal = Pb

Tabel 10.15. Bijih timbal

Ore

Komposisi

Dep. Primer

Dep. Sekunder

Galena
Cerrusite
Anglesite

PbS
PbCO3
PbSSO4

*

*
*

Cebakan ini didapat dalam bentuk
primer maupun sekunder. Mineral
bijih terkait adalah galena, cerrusite,
dan anglesite.
Galena (PbS), dijumpai pada vein
yang terbentuk pada medium - low
temperature, berasosiasi dengan
sphalerite, pyrite, chalcophiryte,
kuarsa. Dalam batuan sedimen
terdapat berasosiasi dengan

siderite, dolomite, fluorite, calcite
dan barit.
Garrusite (PbCO3), dijumpai sebagai
deposit sekunder hasil pelapukan
galena melalui alterasi dan ini terjadi
bila vein menembus batugamping.
Jenis ini didapatkan bersama
galena, sphalerite dan kalsit, pada
vein yang terbentuk pada
temperatur rendah.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

173

Anglesite (PbSO4), merupakan
deposit sekunder, hasil pelapukan
galena, kadang berasosiasi dengan
phosgenite, cerrusite, dan mala-
chite.
Cara penambangan: tambang
dalam dan tambang permukaan.
Cara Pengolahan:
grinding – gravity – flotasi.
Kegunaan:
-Alat-alat listrik, accu, industri
nuklir.

-Industri logam, solder, industri
karet, cat, dan sebagainya.
Tempat ditemukannya:
-Sumatra Utara: Kotanopan (Tapa-
nuli Selatan)
-Jawa Barat: Cikondang (Cianjur),
Pacet (Cianjur), Kec. Jonggol
(Bogor), Panjalu (Ciamis).
-Kalimantan Timur: Kec. Berau
-Sulawesi Tengah: Palu, Donggala.
-NTB: Songkol, P.Lombok Kab.
Prava.

12.Zinc = Zn

Tabel 10.16. Bijih zinc

Ore

Komposisi

Dep. Primer

Dep. Sekunder

Sphalerite
Smithsonite
Hemimorhile
Zincite

ZnS
ZnCO3
HZnSiO5
ZnO`

*

*

*
*

Dijumpai sebagai endapan primer
dan sekunder. Beberapa bijih terkait
keberadaan logam ini adalah:
-Sphalerite (ZnS). Dijumpai dalam
bentuk Vein, didapatkan bersama
galena.
-Smithsonite (ZnCO3). Hasil alte-
rasi Zincore deposit (ZnS) umum
terdapat di daerah batugamping.
-Hemimorhile (HZnSiO5). Hasil dari
oksidasi dari ZnS dijumpai ber-
sama smithsonite.
-Zincite (ZnO), endapan primer ha-
sil metamorfosa dari ZnS, beraso-
siasi dengan magnetic, calcite.
Kegunaan :
-Bahan industri tekstil, keramik,
kimia.
-Proteksi logam terhadap karat.
Penambangan: tambang dalam.
Pengolahan:
grinding - gravity - flotasi
Dijumpai:

•Aceh: Krueng Bereung, Kureung
Isep, Longkop.
•Sumatera Utara: Balulaga, Nias,
Si Hayo, Huta Bargot, Muara
soma, Ulu si Dingin-dingin, Aek
Peneme, Estella, Pagaran Si Ayu
(Di daerah granit), Bukit Pinonggu,
Malilin, Gunung Maial dan Sidingin
(Di daerah batuan kwarsa).
•Sumatera Selatan: Sumpu, Ba-
lung, Bio, Matu menjulur, Lubuk,
Sulasih, Sungai Talang, Sungai
Pagu, Bulangsi, Tepan (dalam
batuan andesit, dan diabase),
Mangani, G.Arum.
•Sumatera Selatan: S.Tubeh, Aer
Kulus, Ear Seri, Bukit Layah,
Kikim Besar.
•Bengkulu: S.Ipuh, G.Batu Bertulis,
Aer Pajenun, Aer Salah, Aer
Platen, Aer Bagus, Tabah
Tebiling, Aer Anget, Aer Lumpur,
Cepei, Aer Kedurang, Aer Loh,
Muara Impu Tanah, Lebong
Simpang, Tebong Denok, Lebong

174

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

Sulit, Lebong Randis (dalam batu
kapur), Simau, Tambang Sawah.
•Lampung: Rajabasa, G.Rantai.
•Jawa Barat: Ciroton (Bersama
Au), G.Parang (Berupa Urat),
Purwakarta G.Sawal.
•Jawa Timur: Janglot, Dawuhan,
Kedungpring, domasan, Kaliteli,
kasihan, Brungkah, Batu Ulu.
•Kalimantan Barat: Daerah Mador
(Bersama Cu), Bangkayang,

Daerah Matan, S. Samarayak,
bersama emas dan perak.
•Kalimantan Tengah: Sampit,
Kampung Mangkup, S.Mentaya
(dalam urat kwarsa bersama Au).
•Kalimantan Timur: S.Mara.
•Sulawesi Selatan: Daerah Sasak,
Daerah Masupu, Daerah
Bobokan.

13.Tin = Timah= Stanum =Sn

Tabel 10.17. Bijih timah

Ore

Komposisi

Dep. Primer

Dep. Sekunder

Cassiterite
Stannite

SnO2
Cu2SFeS SnS2

*
*

Dijumpai sebagai cebakan
primer, terjadi karena intrusi granit
pada fase pneumatolitik. Beberapa
mineral terkait timah adalah:
-Cassiterite (SnO2), terjadi pada
magmatik dan vein temperatur
tinggi, dijumpai bersama tungsten.
-Stannite (Cu2SFeS SnS2), Terjadi
pada batuan intrusi asam.
Timah di samping didapatkan
dalam endapan primer juga
didapatkan dalam bentuk placer.
Timah terletak pada jalur timah
terkaya, jalur tersebut meliputi
selatan Cina, Birma, Muagthai,
Malaysia. Di Indonesia ditemukan di
Sumatera Tengah (Bangkinang),
Bangka, Baliton, Singkep, juga
kepulauan Anambas – Natuna –
Karimata.

Batuan tertua di pulau timah
berumur Permo Karbon, berupa
endapan batuan yang mengalami
malihan terdapat di Pulau Singkep.
Di Bangka dan belitung batuan
tertua terdapat sebagai batuan
malihan (metamorf) yang berumur
Permo Karbon Trias. Batuan ini

diterobos oleh biotit granit yang
diduga penyebab terbentuknya
cebakan timah.

Endapan timah primer ter-
dapat pada batuan granit dan
daerah kontak pada batuan malihan
(metamorf). Jenis pertama terdapat
Di Tikus (Sebelah barat pulau
Belitung). Endapan terdiri dari vein
kuarsa yang mengandung
cassiterite dan wolframite dengan
kadar 0,4 %. Di Bangka endapan
terpenting didapatkan di Pemali dan
Tempilang berasosiasi dengan
granit dan urat turmalin kasiterit. Di
Belitung juga didapatkan dalam
granit.

Endapan timah sekunder
merupakan hasil pelapukan
endapan primer dan diendapkan
tidak begitu jauh.
Berdasarkan tempat terbentuknya
endapan timah dapat dibagi
sebagai berikut:
-Endapan “kulit” yang terdapat
pada lereng bukit endapan
eluvium.

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

175

-Endapan “kaksa” endapan
alluvium terdapat di lembah atau
pantai.
Cara penambangan: di pantai
menggunakan kapal mangkuk
(Bucket dredge), Kapal keruk Isap
(cutter suction dredge) yang bekerja
di daratan dan pantai pada
penambangan terbuka (kolong).

Kegunaan: pelapis logam, barang
elektronik, alat-alat kedokteran.
Tempat didapatkan:
-P. Singkep: Bangkinang, Kundur,
Karimun.
Bukit Rayah di Jambi
-Bangka - Belitung di utara P.
Sumatera.

14.Nikel = Ni

Tabel 10.18. Bijih nikel

Ore

Komposisi

Dep. Primer

Dep. Sekunder

Pentlandite
Garnierite

(Fe, Ni) S
H2(Ni, Mg) SiO3HO

*

*

Terdapat sebagai cebakan
primer dan sekunder. Mineral bijih
terkait, diantaranya adalah:
-Pentlandite ((Fe,Ni)S), merupakan
cebakan primer di dalam batuan
ultrabasa.
-Garnierite (H2(Ni, Mg) SiO3HO),
merupakan hasil pelapukan.
Di Indonesia bijih nikel yang
terdapat di Sulawesi bagian tengah
dan bagian timur termasuk:

-

Laterit nikel

-

Bijih nikel sillikat
(garnierite dan krisopras)
Yang terjadi akibat pelapukan dan
pelindihan (pelarutan) batuan ultra
basa seperti peridotit dan
serpentinit. Atau endapan tipe
mollase yang terdiri dari robekan
batuan ultrabasa.
Berdasarkan penyelidikan di
Soroako dibedakan:
-Peridotit halus tak terserpentinkan
= jenis A
-Peridotit kasar terserpentinkan
lemah = jenis B
-Peridotit kasar terserpentinkan
kuat = jenis B
Proses pelapukan dan pelindihan
tersebut menyebabkan:

-Menurunkan kadar Al dan Ca.
-Meningkatkan kadar Fe, Cr, Ni,
dan Co.
Ni yang larut dalam proses
pelapukan dan pencucian itu akibat
pengaruh air tanah dan adanya
unsur Mg dalam batuan, kemudian
mengendap kembali membentuk
mineral hidrosilikat antara lain
garnierite H2(Ni, Mg)SiO3HO atau
H(Mg, Ni)3SiO9. Mineral bentukan
baru tersebut mengisi celah atau
retakan dalam batuan. Selain itu
terdapat pula krisopras yaitu
kalsedon yang mengandung Ni.
Penyelidikan di Soroako, penam-
pang terdiri dari 4 lapisan, yaitu:
•Tudung Besi
Berwarna merah terdiri dari goethit
dan limonit yang menyerupai
sepon berkadar besi tinggi tetapi
kadar Ni rendah.
•Lapisan Limonit
Warna coklat merah atau kuning,
berbutir halus merupakan selimut
sebagian daerah.
•Silika

Terdapat pada dasar lapisan
limonit sampai batas tertentu
masih dikenal struktur dan tekstur

176

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

Geologi Pertambangan – Bahan Galian

batuan asli. Endapan garnierit di
dalam silika (yang bersifat super-
gen) mengakibatkan terjadinya
bijih nikel silika yang tinggi kadar
Ni-nya.
•Jalur Saprolit
Jalur saprolit merupakan jalur
peralihan dari limonit ke batuan
dasar yang keras dan belum
lapuk. Jalur ini yang merupakan
tempat bijih Ni kadar tinggi akibat
proses pengayaan supergen.
Tempat ditemukan: Soroako dan
P.Gede. Teknik Penambangan:
terbuka. Teknik Pengolahan: gravity
– flotasi. Kegunaan: industri logam,
elektronika, dll.

15.Emas

Didapatkan dalam bentuk:
-Native gold 100% metal.
-Terbentuk baik secara primer
maupun sekunder.
-Bentuk primer berasosiasi dengan
larutan hydrothermal asam/batuan
beku asam.
-Calaverite (AuTe2) – primer.
-Sylvanite (Au, Ag) Te – primer .
-Krennerite (Au, Ag) Te2 – primer.
-Petzite (Ag, Au)2Te – primer.
Cara terbentuknya:
-Primer – bijih hipogen: terjadi
pada saat proses metalisasi dari
larutan hidrotermal yang bersifat
asam – dalam bentuk vein.
-Sekunder – bijih supergen: terjadi
karena proses pelapukan,
transportasi, sedimentasi – placer.
-Au dan Ag didapatkan pula
bersama Cu.
Perak (Argentum) didapatkan dalam
bentuk:
-Native silver 100%
-Cerorgyrite AgCl
-Stephanite AgSbS2

-Phorusite Ag3AsS3
-Argentite As2S
-Polybasite (AgCu)16Sb2S11
-Pyrargyrite Ag3SbS3
Cara terbentuknya: mirip cara
terbentuknya Au.

Tempat ditemukan:
-Aceh: Kurueng Teunon,
Kurueng Wyola, Ladang Geupoh.
-Sumatera Utara: Muara Sipogi.
-Sumatera Barat: Solida, Balim-
bang.
-Riau: Bengkalis.
-Bengkulu: Lebong Donok, Lebong
Sulit, Siamau, Lebong Simpang,
Tambag Sawah.
-Jawa Barat: Plepak, G.Parang,
Jampang, G.Mengumen, Banten
Selatan, Cikotok, Cirotan, Cikon-
dang, Ciwangun, G.Cariu,
G.Sawal.
-Jawa Timur: Janglot, Dawuhan,
Tegalrejo, Domasan, Kasihan,
Batu Ulu.
-Kalimantan Barat: Montrado,
Bengkayang, Melawai, Lubuk,
Embalu, Bunut.
-Kalimantan Tengah: Hulu Dayak,
Sampit, S.Barito.
-Kalimantan Selatan: Martapura,
Pleihari, G.Lumut, S.Setiti.
-Sulawesi Utara: Totok, Bolang.
-Sulawesi Selatan: Malili, Leboni.
-NTT: Lalan Asu, Peg. Booi.
-Irian: Peg. Jayawijaya.
Cara Penambangan: tambang da-
lam dan placer didulang.
Pengolahan: grinding – flotasi –
kimia
Catatan:
Air Pinang bawah (Lebong Tandai)
•Au – 34 gram/ton (34GPT)
•Ag – 130 gram/ton

Siman

Direktorat Pembinaan SMK (2008)

177

•Au 130 GPT. Ag 149 GPT

Freeport (1984):
-190.349 ton konsentrasi Cu
-2.208 ton konsentrasi Au
-36.585 ton konsentrasi Ag

16.Besi

Besi dijumpai sebagai cebak-
an primer (plutonik, pegmatik, atau-
pun metamorfik) dan cebakan
sekunder.
-Megnetite FeO, Fe2O3 - primer
72% metal.
-Stematite Fe3O2 - primer 70% dan
sekunder.
-Limonite Fe2O3H2O - sekunder
-Siderite FeCO3 - primer dan
sekunder (Oolitic iron ore)
Cara terbentuknya :
•Endapan primer merupakan hasil
proses hidrotermal dalam batuan
plutonik, pegmatik
•Endapan sekunder sebagai hasil
proses pelapukan batuan plutonik,
atau hasil reaksi kimia
Tempat terbentuknya :
•Aceh: Krueng Geuenteut, Gle mon
Ampeuet, Krueng ligon, Bubah
jioh, Krueng Ogaih, Alu Jalu,
Kwala Boe, Cot Pluy, Cot
Seumeureung, Cot regan / Parat /
Manu, A. Pentuwa, Gado, Kute
Buloh, Parton lawas, Tapa juan.
•Sumatera Utara: Nias, Tapanuli,
Muara Sipongi, Ulu Aek, Sorik,
Aek Horsik, Kampar kiri.
•Sumatra Barat: G.Besi, Pasilion,
Paninggahan, Batu Menjulur,
Sungai Lassi, Lubuk Sulasih, Air
Dingin.
•Jambi: Tambang Lusi, S.Batu
kolam, S.Sumai, S.Luro, Empa-
yang Atas, Jalang Kempayang,
S.Malinau.

•Sumatra Selatan: Bukit Raja, Ling-
sing Atas, Jalang Saleman.
•Bengkulu : G.Ratai Serot, Teluk
Betung, Sukadana, Rajabasa.
•Bangka dan Belitung: G.Selumar,
Pangkal Pinang, Plawon Koba,
Palu munjang.
•Jawa Barat: Jampang (besi titan).
•Jawa Tengah: Pantai Cilacap-
Karang Bolong (besi- besi titan)
•Jawa Timur: Pantai Selatan Kediri
(besi titan)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->