EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD

)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adalah suatu kesalahan besar jika kita menganggap bahwa persoalan dalam pemilihan kata adalah suatu persoalan yang sederhana, tidak perlu dibicarakan atau dipelajari karena akan terjadi dengan sendirinya secara wajar pada diri manusia. Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita menjumpai orang-orang yang sangat sulit mengungkapkan maksud atau segala sesuatu yang ada dalam pikirannya dan sedikit sekali variasi bahasanya. Kita pun juga menjumpai orangorang yang boros sekali dalam memakai perbendaharaan katanya, namun tidak memiliki makna yang begitu berarti. Oleh karena itu agar tidak terseret ke dalam dua hal tersebut, kita harus mengetahui betapa pentingnya peranan kata dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian yang tersirat dalam sebuah kata mengandung makna bahwa setiap kata mengungkapkan sebuah gagasan. Kata-kata merupakan alat penyalur gagasan yang akan disampaikan kepada orang lain. Jika kita sadar akan hal itu, berarti semakin banyak kata yang kita kuasai, semakin banyak pula ide atau gagasan yang kita kuasai dan sanggup kita ungkapkan. Tujuan manusia berkomunikasi lewat bahasa adalah agar saling memahami antara pembicara dan pendengar, atau antara penulis dan pembaca. Dalam berkomunikasi, kata-kata disatu-padukan dalam suatu konstruksi yang lebih besar berdasarkan kaidah-kaidah sintaksis yang ada dalam suatu bahasa. Dalam hal ini, pemilihan kata yang tepat menjadi salah satu faktor penentu dalam komunikasi. Pemilihan kata merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam hal tulismenulis maupun berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan kata berhubungan erat dengan kaidah sintaksis, kaidah makna, kaidah hubungan sosial, dan kaidah mengarang. Kaidah-kaidah ini saling mendukung sehingga tulisan atau apa yang kita bicarakan menjadi lebih berbobot dan bernilai serta lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang makalah ini, permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: 1. Apakah pengertian dari EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)? 2. Apa fungsi utama penggunaan EYD dalam Bahasa Indonesia? C. Tujuan Penulisan Agar para pembaca dapat lebih mengerti dan memahami penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dalam Tata Bahasa Indonesia.

BAB II PEMBAHASAN I. Pemakaian Huruf A. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di sebelahnya. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A a a J j je S s es B b be K k ka T t te C c ce L l el U u u D d de M m em V v ve E e e N n en W w we F f ef O o o X x eks G g g P p pe Y y ye H h h Q q ki Z z zet I i i R r Er

Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. Kami menonton film seri (séri). C. e. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas hurufhuruf: Huruf Konsonan Contoh Pemakaian dalam Kata di awal di tengah di akhir B bentuk Abdi Adab C cinta Macam D daun Andil Abad F fana kafilah Khilaf G garam Agung Balig H hasil Mahal Sawah J jatuh Haji Makhraj . Pertandingan itu berakhir seri. dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. Huruf Vokal Contoh Pemakaian dalam Kata di Awal di Tengah di Akhir a adik pamit bursa i ini minyak Arti u udang bulan Itu e* enak perak sore elang kembali tipe o oleh kota radio * Dalam pengajaran lafal kata. Sidang itu dihadiri oleh pejabat teras pemerintah. dan o.B. Contoh: Anak-anak bermain di teras (téras). u. i.

ny. D. ** khusus untuk nama dan keperluan ilmu.boikat amboi E. dan sy. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. dan oi. Huruf Diftong Contoh pemakaian dalam kata Di awal Di tengah Di akhir Ai Ain syaitan pandai Au Aula saudara harimau Oi . Gabungan Huruf Konsonan Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan.K kasih Nikmat Politik Rakyat* Tidak* L lama Malam Amal M minyak Sampah Ayam N nama Anda Aman P pasti Api Asap Q** quran Furqan R rasa warna Mawar S siswa Besi Manis T tali Hati Pahat V variasi Larva W wasiat Awan X** xenon . ng. Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan ai. au. yaitu kh. Gabungan Huruf Konsonan Contoh Pemakaian dalam kata Di awal Di tengah Di Akhir .Y yaitu Bayi Z ziarah Jazirah Juz * huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah.

persamaan ini disebabkan adanya sebuah kesepakatan diantara negara-negara yang ada. F. Contoh: Au-la bukan a-u-la Am-boi bukan am-bo-i b. ber-sih. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. ba-yam.au. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. pas-ti. de-la-pan. d. ni-at. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut: a. mu-ta-khir. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. Contoh: Le-wat.oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.di tambah lagi adanya bahasa internasional yang pasti membuat persamaan lafal dalam pengucapan semakin terbiasa. Pemenggalan Kata 1. me-rah. pemenggalan dilakukan diantara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Contoh: ma-af. di antara dua buah huruf vokal. . la-in. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. Huruf diftong ai. war-ga. Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. c. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. termasuk gabungan huruf konsonan. Contoh: Sam-bal.Kh Khusus akhir tarikh Ny Nyata hanyut Sy Syarat isyarat Ng Ngilu bangun senang Dalam hal ini serimg kita jumpai persamaan dalam melafalkan huruf antara negara satu dengan yang lainya.

Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. ul-tra. ikh-las. 3. Akhiran –i tidak dipenggal. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsure lain. Catatan: a. ge-ri-gi. di atas. bi-o-gra-fi Keterangan: Nama orang. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut Contoh: te-lun-juk. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Pada kata yang berimbuhan sisipan. c. si-nam-bung. in-tro-spek-si bio-grafi. II. bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. 2. Contoh: mili-meter.Contoh: Bang-krut. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring A. men-caci. Contoh: Mem-beri-kan. 1b. b. pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsurunsur ituatau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaedah 1a. dan nama diri yang laindisesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kecuali jika ada pertimbangan khusus. 1c. 1d. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. mi-li-me-ter intro-speksi. mem-beli. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. Contoh: . badan hukum. dapat dipenggal pada pergantian baris.

dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Dialah Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang Maha Pengasih. Contoh: Ia baru saja di angkat menjadi panglima. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. Semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmat-Nya.Ayahku pergi ke kantor. Yang Maha Penyayang. 4.” jawab Tika. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nam orang tertentu. Contoh: Panglima Sudirman. 3. dan keagamaan yang diikuti nama orang. nama instansi. Contoh: Allah. keturunan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Contoh: . Gubernur Jawa Tengah. keturunan.termasuk kata ganti untuk Tuhan. Contoh: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. atau nama tempat. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci. Bagaimana kabarnya? 2. Dia selalu menunggu temannya yang terlambat. Kristen. Nabi Muhammad. Quran. “Dari mana kamu?” “Aku dari rumah temanku. Sultan Hasanuddin. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. 5. Contoh: Aji bertanya. Islam. Wakil Presiden Yusuf Kalla. Imam Syafi’i. atau nama tempat. Injil.

7. Contoh: 5 newton. hari Jum’at. hari Lebaran. Dataran Tinggi Dieng. hari.Siapakah presiden yang baru dilantik kemarin? 6. dan peristiwa sejarah. Contoh: . Surabaya. bahasa Indonesia. Agnes Monica. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama. bangsa Indonesia. suku bangsa. Contoh: tahun Masehi. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. 8. Contoh: Meiko Fairuzia Adriani. 220 volt. dan bahasa. Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Contoh: Mengindonesiakan kata asing. Contoh: suku Jawa. suku. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Contoh: Jawa Tengah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Contoh: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya 9. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Muhammad Faisal Adrianto. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Jazirah Arab. bulan. hari raya. Selat Sunda.

saudara. Contoh: Republik Rakyat China. pergi ke arah barat. ke. dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. serta nama dokumen resmi. adik. Undang-Undang Dasar. Saya sudah membaca majalah Bahasa dan Sastra. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. ibu. menurut undang-undang yang berlaku. Contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan. Ia menyelesaikan makalah “Sejarah Islam Zaman Pertengahan”. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. dan judul karangan kecuali kata seperti di. serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. yang. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. pangkat. .H. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Contoh: S. dari. sarjana pendidikan S. Hururf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi Negara.Pd. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. Departemen Kesehatan.Menyeberangi selat.Ag. 10. Contoh: Menjadi sebuah republik. Dewan Perwakilan Daerah. aerta dokumen resmi. surat kabar. badan. dan sapaan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. 13. majalah. kakak. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. 12. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. 11. sarjana agama 14. sarjana hokum S.

tetapi ditipu. Huruf miring dalam cetakan dipakai dalam menegaskan atau mengkhususkan huruf. Para siswa mengunjungi Pak Hasan. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. 3. Dia bukan menipu. 2.surat kabar Suara Karya. Apakah Anda sudah tahu? B. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana.Contoh: “Kapan Ibu pergi ke pasar?” tanya Meiko. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.bagian kata. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Majalah Bahasa dan Kesusastraan. Huruf miring dan cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Misalnya: Huruf pertama kata abad ialah a. Anda harus angkat kaki dari rumah ini. Penulisan Kata A. .majalah. Politik devite et impera pernah merajalela di negeri ini.buku Negara-kertagama karangan Prapanca.dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku.kata. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu-kesatuan. Huruf Miring 1. Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. III. Contoh: Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. 15. Rumah Anda telah kami sita.atau kelompok kata.

akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.introspeksi. 2) Gabungan kata.awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsure yang bersangkutan.audiogram. C.anak-istri saya.ekstrakurikuler.gabungan kata itu ditulis serangkai. 3. 2. belasungkawa.dasawarsa. Kata turunan 1. Misalnya: Alat pandang-dengar.penatapan. Gabungan Kata 1) Gabungan kata yang lazim disebut kata majemu.sisipan.orang tua.penghancurleburan.menengok. 4.kambing hitam. Contoh:bergeletar.dikelola.dan lain-lain. Misalnya: acapkali. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus.termasuk istilah khusus.unsure-unsurnya ditulis terpisah. Misalnya: duta besar.termasuk istilah khusus.garis bawahi.Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. B.menganak sungai.elektroteknik. Kantor pajak penuh sesak. . titimangsa. Contoh: antarkota.sebar luaskan. Buku itu sangat tebal.mesin-hitung tangan. Misalnya: bertepuk tangan. halalbihalal.rumah sakit umum.buku sejarah-baru. Jika salah satu unsure gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi.unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Imbuhan (awalan. 3) Gabungan kata berikut ditulis serangkai.adipati.dilipatgandakan. Misalnya: menggarisbawahi.mempermainkan. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata.menyebarluaskan.s emipropesional. adakalanya.

ke. -mu.-ku. Partikel –lah. D. Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. bukumu dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. E. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. . dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebgai satu kata seperti kepada dan daripada.ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. kau. -mu. Ke mana saja Hadlor selama ini? F.saptamarga. Bukuku. dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. ke. Ia datang dari Surabaya kemarin. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. radioaktif. dari Kata depan di. Misalnya: Siapakah gerangan Dia? Apakah yang tersirat dalam surat itu? Apalah gunanya bersedih hati? b.dan kau. G. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. -nya Kata ganti ku. -kah. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Misalnya: Jangankan dua kali. Contoh: Apa yang kumiliki boleh kauambil. Kata Ganti –ku. Kata Depan di. Partikel a.

H.S. Partikel per yang berarti ‘mulai’. Yamin . Catatan: kelompok yang lazim dianggap padu.atau pangkat diikuti dengan tanda titik. ‘demi’. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.nama gelar. walaupun.2.Kar. sarjana Karawitan Kol. Saudara S. DPR Dewan Perwakilan Rakyat SMTP Sekolah Menengah Tengah Pertama c. A.ia tetap kurus. Colonel b. Singkatan dan Akronim 1. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. dll. biarpun.00 per helai.A.Sc. Muh. kendatipun.jabatan.misalnya adapun. Suman Hs. kalaupun. Mereka masuk ke dalam kelas satu per satu. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. andaipun. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu. Kramawijaya . sekalipun. sungguhpun ditulis serangkai. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan.000. . Sukanto S. Harga kain itu Rp. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. a.sapaan. master of science Sdr. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahuluinya atau mengikutinya. M. Singkatan nama orang.Apa pun yang dimakannya. bagaimanapun. badan atau organisasi. c. dan lain-lain .

…. III. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Akronim nama diiri yang berupa gabungan suku kata atau huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Angka dan Lambang Bilangan • Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. pemilu pemilihan umum rudal peluru kendali I.timbangan. atas nama u. . IAIN Institut Agama Islam Negeri SIM Surat Izin Mengemudi II.b. untuk beliau d.n.IV. I. gabungan suku kata. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.a. Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi. dengan alamat d. singkatan satuan ukuran.dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Angka Romawi: I.suku kata.II. Cu kuprum kVA kilovolt-ampere TNT trinitrotoluen 2.takaran. Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal.ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.III. Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia. dan seterusnya Tetapi: a. Lambang kimia.sda. sama dengan atas dst.

halaman 35 Surat Al-Ikhlas : 2 • Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut: a. reshuffle. Berdasrka taraf integrasinya. Unsur-unsur tersebut di pakai dalam konteks bahasa Indonesia tetapi pengucapannya Masih mengikuti .4. berat. dan nilai barang.Angka Arab: 0. Bab VI. Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya. 11 meter persegi Rp. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain.000.00 • Angka lazim untuk menandai nomor jalan.apartemen atau kamar pada alamat. 104 Surabaya Hotel Sheraton. Tingkat III Tingkat ke-3 Tingkat ketiga • Penulisan kata bilangan yang mendapat akhiran –an.2. kamar 30 • Angka yang digunakan juga untuk menomori karangan atau bagiannya. pasal 20. satuan waktu. Tahun 1000-an atau tahun seribuan. 10. unsure pinjamam dalam bahasa Indonesia dapat di bagi atas dua golongan besar.… • Angka yang digunakan untuk menyatakan ukuran panjang. Jalan Pemuda No.1. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Bilangan utuh 27 dua puluh tujuh b.rumah.5. seperti shuttle cock. Bilangan pecahan 100% seratus persen • Penulisan kata bilangan tingkat. isi.3. Pertama. IV.

e. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa c. Ia lahir pada tahun 1965 di Bandung. memisahkan angka jam. Contoh : Pukul 1. b.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik).35. di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian. unsur pinjaman yamg penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Departemen Dalam Negeri A. Lihat halaman 2345 dan seterusnya. Kedua. akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.tabel dan seterusnya. Tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. menit dan detik yang menunjukkan jangka waktu maupun jangka waktu. d. Contoh : Roni membaca buku ceita. III. Tanda Koma . Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Contoh : Acara Kunjungan Adam Malik (Bab I UUD’45) f. Pemakaian Tanda Baca A. Misalnya : a. Dia menanyakan siapa yang duduk disana. V. Tanda Titik Tanda titik dipakai pada atau untuk: a. Tidak dipakai dibelakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.cara asing. B.

e) Dipakai di belakang kata-kata seperti wah. i) Tanda koma dipakai diantara bagian-bagian dari catatan kaki. “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. makanan ini enak sekali! O. Wah. tetapi ke Jakarta.tempat dan tanggal. d) Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. kasihan. k) Dapat dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. sayur. aduh.meskipun begitu. Jadi. “jangan malas belajar!”. g) Dipakai diantara alamat. seru Pak Guru. melainkan. termasuk didalamnya oleh karena itu. l) Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian yang lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Andi tidak pergi ke Surabaya. 8 Nopember 2008. jadi begitu caranya? f) Untuk memisahkan petikan dari bagian lain kalimat. h) Untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. dan telur b) Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi. c) Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika mendahuluinya. Surabaya. j) Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. Ibu membeli buah. . yang terdapat pada awal kalimat. saya tidak akan datang. akan tetapi.nama tempat wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.a) Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang. Kalau hari hujan. kita harus datang tepat waktu. jadi.

Dipakai diantara jilid atau nomor dan halaman. Contoh: 1. Dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara dalam kalimat majemuk.Ibu sibuk bekerja di dapur.♣ Surat Al-Baqarah : 27 E.♣ Ayah membeli bahan bangunan seperti : pasir. Ketua : M. kayu. dan lainlain.Saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. Tanda Hubung (-) .“Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. meja. 2.) 1. D. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. semen. Tanda Titik Koma (. batu bata.Hadlor Sekretaris : Shinta Hamidah Dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Tanda Titik Dua (:) Tanda titik dua dipakai untuk : Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian. Sesudah♣ ungkapan atau kata yang memerlukan pemerian. pekerjaan belum selesai juga.diantara bab dan ayat dalam kitab. C. dan lemari.♣ Kita memerlukan kursi. Malam makin larut.♣ Ibu : “Kapan kamu pergi ke Jakarta?” Doni : “mungkin minggu depan Bu” Tidak dipakai kalau rangkaian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Ayah mengurus tanamannya di kebun itu.

Tanda Pisah o Untuk menyatakan suatu pikiran tambahan. o Memperluas rangkaian bagian kalimat. Tanda Tanya Dipakai pada akhir kalimat tanyaϖ Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang kurang dapat dibuktikan kebenarannyaϖ I.♣ Memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.♣ Menyambung awalan dengan bagian kata akhiran dan depannya pada pergantian baris. Tanda Seru Tanda seru dipakai sesudah ungkapan yang berupa seruan atau erintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda Kurung o Dipakai untuk mengapit tambahan penjelasan. o Dipakai diantara dua nilangan berarti ‘sampai dengan’ sedangkan bila dipakai antara dua tempat atau kota berarti ke atau sampai. o Untuk mengapit penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.Untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. sehingga menjadi lebih jelas.♣ Menyambung unsur-unsur kata ulang. .♣ F. J. ataupun rasa emosi yang kuat. o Menyatakan suatu ringkasan atau gelar.♣ Menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Tanda Elipsis (…) Untuk menyatakan ujaran yang terputus-putusϖ Menyatakan ada bagian yang dihilangkan dalam suatu kutipanϖ Digunakan pada akhir kalimat karena menghilangkan bagian tertentu sesudah kalimat itu berakhir.ϖ Untuk meminta kepada pembaca mengisi sendiri kelanjutan dari sebuah kalimat. ketidakpercayaan.♣ Untuk merangakaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. G.ϖ H.

atau penjelasan kata atau ungkapan asing. kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan bagi orang lain. 5) Ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang diartikan khusus pada bagian kalimat.karena semua hal yang behubungan dengan tulisan pasti menggunakan aturan ini baik resmi maupun tidak resmi. N. (t’lah = telah) Dari semua penjelasan di atas pemakaian EYD amatlah penting dalam semua karya tulis. o Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Dia t’lah pergi dari kehidupanku. karangan atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Tanda garis miring a) Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. kata. M. b) Tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit makna.terjemahan.secara tiadk langsung dengan adanya pemakaian EYD dengan benar akan memberi pengajaran pada orang awam yang . serta mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. 2) Mengapit judul syair. b) Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau dan tiap. K. Tanda Petik 1) Tanda petik untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaran dan naskah atau bahan tertulis lain.o Mengapit huruf atau kata yang didalam kata dapat dihilangkan. O. L. Tanda Kurung Siku Untuk mengapit huruf. Tanda penyingkat atau apostrof Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata bagian angka tahun. 3) Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Tanda Petik Tunggal a) Untuk mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. 4) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.

Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. Dengan adanya penjabaran tentang pamakaian EYD diharapkan para pembaca dapat memahami dan menerapkan penggunaan EYD dalam pembuatan suatu karya tulis. BAB III PENUTUP A. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail.kurang tau tentang aturan dalam tulis menulis. SARAN Sudah selayaknya kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar khususnya dalam bahasa tulis. KESIMPULAN EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan. B. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.Dan semoga penjabaran ini dapat bermanfaat bagi kita semua. mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring. . serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan.

Risa. Cisca. Ejaan yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan.DAFTAR PUSTAKA Agustin. 2008. 2008. . Yogyakarta: Widyatama. S. Surabaya: SERBA JAYA.Pd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful