EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD

)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Adalah suatu kesalahan besar jika kita menganggap bahwa persoalan dalam pemilihan kata adalah suatu persoalan yang sederhana, tidak perlu dibicarakan atau dipelajari karena akan terjadi dengan sendirinya secara wajar pada diri manusia. Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita menjumpai orang-orang yang sangat sulit mengungkapkan maksud atau segala sesuatu yang ada dalam pikirannya dan sedikit sekali variasi bahasanya. Kita pun juga menjumpai orangorang yang boros sekali dalam memakai perbendaharaan katanya, namun tidak memiliki makna yang begitu berarti. Oleh karena itu agar tidak terseret ke dalam dua hal tersebut, kita harus mengetahui betapa pentingnya peranan kata dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian yang tersirat dalam sebuah kata mengandung makna bahwa setiap kata mengungkapkan sebuah gagasan. Kata-kata merupakan alat penyalur gagasan yang akan disampaikan kepada orang lain. Jika kita sadar akan hal itu, berarti semakin banyak kata yang kita kuasai, semakin banyak pula ide atau gagasan yang kita kuasai dan sanggup kita ungkapkan. Tujuan manusia berkomunikasi lewat bahasa adalah agar saling memahami antara pembicara dan pendengar, atau antara penulis dan pembaca. Dalam berkomunikasi, kata-kata disatu-padukan dalam suatu konstruksi yang lebih besar berdasarkan kaidah-kaidah sintaksis yang ada dalam suatu bahasa. Dalam hal ini, pemilihan kata yang tepat menjadi salah satu faktor penentu dalam komunikasi. Pemilihan kata merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam hal tulismenulis maupun berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan kata berhubungan erat dengan kaidah sintaksis, kaidah makna, kaidah hubungan sosial, dan kaidah mengarang. Kaidah-kaidah ini saling mendukung sehingga tulisan atau apa yang kita bicarakan menjadi lebih berbobot dan bernilai serta lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang makalah ini, permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: 1. Apakah pengertian dari EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)? 2. Apa fungsi utama penggunaan EYD dalam Bahasa Indonesia? C. Tujuan Penulisan Agar para pembaca dapat lebih mengerti dan memahami penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dalam Tata Bahasa Indonesia.

BAB II PEMBAHASAN I. Pemakaian Huruf A. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di sebelahnya. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A a a J j je S s es B b be K k ka T t te C c ce L l el U u u D d de M m em V v ve E e e N n en W w we F f ef O o o X x eks G g g P p pe Y y ye H h h Q q ki Z z zet I i i R r Er

e. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. C. dan o. u. dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas hurufhuruf: Huruf Konsonan Contoh Pemakaian dalam Kata di awal di tengah di akhir B bentuk Abdi Adab C cinta Macam D daun Andil Abad F fana kafilah Khilaf G garam Agung Balig H hasil Mahal Sawah J jatuh Haji Makhraj . Contoh: Anak-anak bermain di teras (téras). Pertandingan itu berakhir seri. Sidang itu dihadiri oleh pejabat teras pemerintah. Huruf Vokal Contoh Pemakaian dalam Kata di Awal di Tengah di Akhir a adik pamit bursa i ini minyak Arti u udang bulan Itu e* enak perak sore elang kembali tipe o oleh kota radio * Dalam pengajaran lafal kata. i. Kami menonton film seri (séri).B.

** khusus untuk nama dan keperluan ilmu. Huruf Diftong Contoh pemakaian dalam kata Di awal Di tengah Di akhir Ai Ain syaitan pandai Au Aula saudara harimau Oi . Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan ai. Gabungan Huruf Konsonan Contoh Pemakaian dalam kata Di awal Di tengah Di Akhir . dan sy.Y yaitu Bayi Z ziarah Jazirah Juz * huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah.boikat amboi E. ng. yaitu kh. Gabungan Huruf Konsonan Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan.K kasih Nikmat Politik Rakyat* Tidak* L lama Malam Amal M minyak Sampah Ayam N nama Anda Aman P pasti Api Asap Q** quran Furqan R rasa warna Mawar S siswa Besi Manis T tali Hati Pahat V variasi Larva W wasiat Awan X** xenon . dan oi. au. D. ny. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.

Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan.Kh Khusus akhir tarikh Ny Nyata hanyut Sy Syarat isyarat Ng Ngilu bangun senang Dalam hal ini serimg kita jumpai persamaan dalam melafalkan huruf antara negara satu dengan yang lainya. war-ga. Contoh: ma-af. Contoh: Sam-bal. pemenggalan dilakukan diantara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. pas-ti. me-rah. d.oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.di tambah lagi adanya bahasa internasional yang pasti membuat persamaan lafal dalam pengucapan semakin terbiasa. ba-yam. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. . la-in. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Huruf diftong ai. F. di antara dua buah huruf vokal. termasuk gabungan huruf konsonan. mu-ta-khir. Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan. Pemenggalan Kata 1. de-la-pan. ni-at. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut: a. Contoh: Le-wat. c.persamaan ini disebabkan adanya sebuah kesepakatan diantara negara-negara yang ada. Contoh: Au-la bukan a-u-la Am-boi bukan am-bo-i b. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. ber-sih. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.au.

badan hukum. bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. in-tro-spek-si bio-grafi. pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsurunsur ituatau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaedah 1a. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsure lain. ul-tra. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. 1b. si-nam-bung. dapat dipenggal pada pergantian baris. men-caci. Akhiran –i tidak dipenggal. mem-beli. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut Contoh: te-lun-juk. 3. 1c. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Pada kata yang berimbuhan sisipan. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. ge-ri-gi. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring A. II. di atas. dan nama diri yang laindisesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kecuali jika ada pertimbangan khusus. 2. b. Contoh: . 1d. ikh-las. bi-o-gra-fi Keterangan: Nama orang. c. Catatan: a. Contoh: Mem-beri-kan. mi-li-me-ter intro-speksi. Contoh: mili-meter.Contoh: Bang-krut.

” jawab Tika.termasuk kata ganti untuk Tuhan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nam orang tertentu. dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. atau nama tempat. Wakil Presiden Yusuf Kalla. Sultan Hasanuddin.Ayahku pergi ke kantor. Dialah Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang Maha Pengasih. Nabi Muhammad. keturunan. keturunan. Contoh: Aji bertanya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci. Imam Syafi’i. Islam. Bagaimana kabarnya? 2. nama instansi. Gubernur Jawa Tengah. 3. Contoh: Panglima Sudirman. 5. Contoh: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 4. Contoh: . Contoh: Ia baru saja di angkat menjadi panglima. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Contoh: Allah. Yang Maha Penyayang. Semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmat-Nya. “Dari mana kamu?” “Aku dari rumah temanku. Dia selalu menunggu temannya yang terlambat. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. atau nama tempat. Kristen. Quran. Injil.

suku bangsa. Surabaya. bulan. Jazirah Arab. 8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Dataran Tinggi Dieng. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. hari raya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. hari Lebaran. bangsa Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama. suku. Contoh: . hari. dan peristiwa sejarah. hari Jum’at. Contoh: suku Jawa. dan bahasa. Contoh: Mengindonesiakan kata asing. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. Agnes Monica. 7. bahasa Indonesia. Selat Sunda. Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Contoh: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya 9. Contoh: tahun Masehi. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Muhammad Faisal Adrianto. Contoh: 5 newton. Contoh: Jawa Tengah. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.Siapakah presiden yang baru dilantik kemarin? 6. 220 volt. Contoh: Meiko Fairuzia Adriani.

Contoh: Menjadi sebuah republik. Hururf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi Negara. majalah. Saya sudah membaca majalah Bahasa dan Sastra. Undang-Undang Dasar. serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Dewan Perwakilan Daerah. yang. dari. Contoh: S. saudara. dan judul karangan kecuali kata seperti di. Departemen Kesehatan. dan. dan sapaan. 11.H. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. badan. . sarjana agama 14. pergi ke arah barat. ibu. serta nama dokumen resmi. pangkat. 13. menurut undang-undang yang berlaku. aerta dokumen resmi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. adik. Ia menyelesaikan makalah “Sejarah Islam Zaman Pertengahan”. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. sarjana hokum S. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. Contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa.Pd. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar.Menyeberangi selat. dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. 10. sarjana pendidikan S.Ag. kakak. 12. surat kabar. Contoh: Republik Rakyat China. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. ke.

majalah.Contoh: “Kapan Ibu pergi ke pasar?” tanya Meiko. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Anda harus angkat kaki dari rumah ini. Majalah Bahasa dan Kesusastraan. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu-kesatuan.buku Negara-kertagama karangan Prapanca. Apakah Anda sudah tahu? B.bagian kata. Penulisan Kata A. Para siswa mengunjungi Pak Hasan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Huruf miring dan cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. 2. Dia bukan menipu. Huruf Miring 1. Huruf miring dalam cetakan dipakai dalam menegaskan atau mengkhususkan huruf.kata. 3. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. . Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital.surat kabar Suara Karya. Misalnya: Huruf pertama kata abad ialah a. Politik devite et impera pernah merajalela di negeri ini. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.atau kelompok kata. Rumah Anda telah kami sita.dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. 15. III. Contoh: Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. tetapi ditipu. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana.

4.dilipatgandakan.akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya: bertepuk tangan.termasuk istilah khusus. adakalanya.menganak sungai.yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsure yang bersangkutan.dasawarsa. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. Misalnya: Alat pandang-dengar.penghancurleburan. Jika salah satu unsure gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi.unsure-unsurnya ditulis terpisah.termasuk istilah khusus.sisipan.menengok.gabungan kata itu ditulis serangkai.menyebarluaskan. 2. Kata turunan 1. B. Imbuhan (awalan.awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.garis bawahi. Kantor pajak penuh sesak. 3. titimangsa.orang tua. halalbihalal. Gabungan Kata 1) Gabungan kata yang lazim disebut kata majemu. C.elektroteknik.Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. Misalnya: duta besar.unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.rumah sakit umum.introspeksi.buku sejarah-baru.kambing hitam.ekstrakurikuler.adipati. Misalnya: menggarisbawahi.mempermainkan. Misalnya: acapkali. belasungkawa.sebar luaskan. Buku itu sangat tebal. 2) Gabungan kata.penatapan.s emipropesional. Contoh: antarkota. Contoh:bergeletar.dikelola. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus.dan lain-lain.audiogram.mesin-hitung tangan. .anak-istri saya. 3) Gabungan kata berikut ditulis serangkai.

Kata Depan di. Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan.ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. ke. E.dan kau. -mu. . Contoh: Apa yang kumiliki boleh kauambil. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Misalnya: Siapakah gerangan Dia? Apakah yang tersirat dalam surat itu? Apalah gunanya bersedih hati? b. Ke mana saja Hadlor selama ini? F.-ku. dari Kata depan di. ke. radioaktif. Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. G. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. -kah. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.saptamarga. Bukuku. D. -mu. bukumu dan bukunya tersimpan di perpustakaan. -nya Kata ganti ku. Ia datang dari Surabaya kemarin. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebgai satu kata seperti kepada dan daripada. Partikel –lah. Kata Ganti –ku. kau. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Partikel a. Misalnya: Jangankan dua kali.

dll. Singkatan dan Akronim 1.nama gelar.2. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. sarjana Karawitan Kol. c. badan atau organisasi. Yamin . Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April.jabatan.Sc. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. kalaupun. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Colonel b. dan lain-lain .Kar. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. A.misalnya adapun. andaipun. a.sapaan. Harga kain itu Rp. dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahuluinya atau mengikutinya.atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Mereka masuk ke dalam kelas satu per satu. Suman Hs.00 per helai.A. . Catatan: kelompok yang lazim dianggap padu. master of science Sdr.S.ia tetap kurus. bagaimanapun. H. Partikel per yang berarti ‘mulai’. DPR Dewan Perwakilan Rakyat SMTP Sekolah Menengah Tengah Pertama c. Kramawijaya . Muh. biarpun. M. sungguhpun ditulis serangkai.000. walaupun. ‘demi’. Saudara S. Sukanto S. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.Apa pun yang dimakannya. sekalipun. Singkatan nama orang. kendatipun. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu.

sama dengan atas dst. dengan alamat d. Cu kuprum kVA kilovolt-ampere TNT trinitrotoluen 2.b. gabungan suku kata. .n. Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi. atas nama u.suku kata. Lambang kimia.III. singkatan satuan ukuran. dan seterusnya Tetapi: a. I.IV.dan mata uang tidak diikuti tanda titik.II. IAIN Institut Agama Islam Negeri SIM Surat Izin Mengemudi II. pemilu pemilihan umum rudal peluru kendali I.sda. Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia. Angka dan Lambang Bilangan • Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor.ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. III.a.timbangan. untuk beliau d.….takaran. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. Angka Romawi: I. Akronim nama diiri yang berupa gabungan suku kata atau huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.

Bilangan utuh 27 dua puluh tujuh b. Pertama. 10. kamar 30 • Angka yang digunakan juga untuk menomori karangan atau bagiannya.1.000. dan nilai barang. Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia.rumah. Bab VI. bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain.00 • Angka lazim untuk menandai nomor jalan. isi. Tahun 1000-an atau tahun seribuan. Berdasrka taraf integrasinya. satuan waktu. Tingkat III Tingkat ke-3 Tingkat ketiga • Penulisan kata bilangan yang mendapat akhiran –an.… • Angka yang digunakan untuk menyatakan ukuran panjang. 104 Surabaya Hotel Sheraton. Jalan Pemuda No. halaman 35 Surat Al-Ikhlas : 2 • Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut: a. Bilangan pecahan 100% seratus persen • Penulisan kata bilangan tingkat.4. IV. seperti shuttle cock.2. reshuffle.3.apartemen atau kamar pada alamat. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. pasal 20.5. 11 meter persegi Rp. Unsur-unsur tersebut di pakai dalam konteks bahasa Indonesia tetapi pengucapannya Masih mengikuti .Angka Arab: 0. unsure pinjamam dalam bahasa Indonesia dapat di bagi atas dua golongan besar. berat.

Tanda Koma . Dia menanyakan siapa yang duduk disana. V. Ia lahir pada tahun 1965 di Bandung. Contoh : Pukul 1. Misalnya : a. Kedua. III. di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik). Contoh : Roni membaca buku ceita. B. b.tabel dan seterusnya. memisahkan angka jam. Tanda Titik Tanda titik dipakai pada atau untuk: a. e. Pemakaian Tanda Baca A. Tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. Lihat halaman 2345 dan seterusnya. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa c. akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. unsur pinjaman yamg penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Tidak dipakai dibelakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat. d.35. menit dan detik yang menunjukkan jangka waktu maupun jangka waktu. Departemen Dalam Negeri A.cara asing. Contoh : Acara Kunjungan Adam Malik (Bab I UUD’45) f.

tetapi ke Jakarta. h) Untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. aduh. dan telur b) Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi. 8 Nopember 2008. jadi begitu caranya? f) Untuk memisahkan petikan dari bagian lain kalimat. g) Dipakai diantara alamat.meskipun begitu. Kalau hari hujan. Surabaya.tempat dan tanggal. “jangan malas belajar!”. Jadi. j) Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. d) Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. l) Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian yang lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. kasihan. . termasuk didalamnya oleh karena itu. e) Dipakai di belakang kata-kata seperti wah. sayur. c) Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika mendahuluinya. Andi tidak pergi ke Surabaya. seru Pak Guru. akan tetapi. i) Tanda koma dipakai diantara bagian-bagian dari catatan kaki. Wah. melainkan. yang terdapat pada awal kalimat. kita harus datang tepat waktu. makanan ini enak sekali! O.a) Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilang. saya tidak akan datang. k) Dapat dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. Ibu membeli buah. jadi.nama tempat wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Sesudah♣ ungkapan atau kata yang memerlukan pemerian. dan lemari. D.Ibu sibuk bekerja di dapur. Dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara dalam kalimat majemuk. Tanda Titik Koma (. batu bata.“Berdiri lurus-lurus!” perintahnya.) 1.♣ Ibu : “Kapan kamu pergi ke Jakarta?” Doni : “mungkin minggu depan Bu” Tidak dipakai kalau rangkaian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Ketua : M. Dipakai diantara jilid atau nomor dan halaman.♣ Ayah membeli bahan bangunan seperti : pasir. Malam makin larut.diantara bab dan ayat dalam kitab. Tanda Hubung (-) .Hadlor Sekretaris : Shinta Hamidah Dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. meja. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. dan lainlain. Contoh: 1.♣ Kita memerlukan kursi.Saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. kayu. semen. Ayah mengurus tanamannya di kebun itu.♣ Surat Al-Baqarah : 27 E. 2. C. Tanda Titik Dua (:) Tanda titik dua dipakai untuk : Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian. pekerjaan belum selesai juga.

o Untuk mengapit penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.♣ Menyambung awalan dengan bagian kata akhiran dan depannya pada pergantian baris. Tanda Tanya Dipakai pada akhir kalimat tanyaϖ Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang kurang dapat dibuktikan kebenarannyaϖ I.♣ Memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.ϖ Untuk meminta kepada pembaca mengisi sendiri kelanjutan dari sebuah kalimat. Tanda Kurung o Dipakai untuk mengapit tambahan penjelasan. Tanda Pisah o Untuk menyatakan suatu pikiran tambahan.♣ F. Tanda Seru Tanda seru dipakai sesudah ungkapan yang berupa seruan atau erintah yang menggambarkan kesungguhan. J.♣ Menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. G.ϖ H. sehingga menjadi lebih jelas. Tanda Elipsis (…) Untuk menyatakan ujaran yang terputus-putusϖ Menyatakan ada bagian yang dihilangkan dalam suatu kutipanϖ Digunakan pada akhir kalimat karena menghilangkan bagian tertentu sesudah kalimat itu berakhir.♣ Menyambung unsur-unsur kata ulang. o Menyatakan suatu ringkasan atau gelar. . ketidakpercayaan.♣ Untuk merangakaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. ataupun rasa emosi yang kuat.Untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. o Memperluas rangkaian bagian kalimat. o Dipakai diantara dua nilangan berarti ‘sampai dengan’ sedangkan bila dipakai antara dua tempat atau kota berarti ke atau sampai.

karena semua hal yang behubungan dengan tulisan pasti menggunakan aturan ini baik resmi maupun tidak resmi. serta mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. 2) Mengapit judul syair. b) Tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit makna. M. 4) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. 3) Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. K. karangan atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. kata. Tanda Kurung Siku Untuk mengapit huruf. 5) Ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang diartikan khusus pada bagian kalimat. N. Dia t’lah pergi dari kehidupanku. O.atau penjelasan kata atau ungkapan asing. kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan bagi orang lain. Tanda garis miring a) Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Tanda Petik 1) Tanda petik untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaran dan naskah atau bahan tertulis lain.terjemahan. Tanda penyingkat atau apostrof Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata bagian angka tahun. (t’lah = telah) Dari semua penjelasan di atas pemakaian EYD amatlah penting dalam semua karya tulis. L. Tanda Petik Tunggal a) Untuk mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. o Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.o Mengapit huruf atau kata yang didalam kata dapat dihilangkan. b) Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau dan tiap.secara tiadk langsung dengan adanya pemakaian EYD dengan benar akan memberi pengajaran pada orang awam yang .

. mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring. BAB III PENUTUP A.kurang tau tentang aturan dalam tulis menulis. Dengan adanya penjabaran tentang pamakaian EYD diharapkan para pembaca dapat memahami dan menerapkan penggunaan EYD dalam pembuatan suatu karya tulis. SARAN Sudah selayaknya kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar khususnya dalam bahasa tulis.Dan semoga penjabaran ini dapat bermanfaat bagi kita semua. KESIMPULAN EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan. B. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. serta penulisan unsur serapan. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.

S. Yogyakarta: Widyatama. . Surabaya: SERBA JAYA. Cisca. Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan. 2008. 2008.DAFTAR PUSTAKA Agustin.Pd. Risa. Ejaan yang Disempurnakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful