PERATURAN PENCAK SILAT 1 Gelanggang dapat di lantai atau dipanggung dan dilapisi matras dengan tebal maksimum 5 cm, permukaan

rata dan tidak memantul serta ditutup dengan alas yang tidak licin, berukuran 9 x 9 meter. Gelanggang terdiri dari : Bidang Gelanggang berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran 7 x 7 m. Bidang Laga berbentuk lingkaran dalam bidang gelanggang Batas Gelanggang dan bidang laga dibuat dengan garis selebar ke arah luar 5 cm dan berwarna kontras dengan permukaan gelanggang. Pada tengah-tengah bidang laga dibuat lingkaran dengan garis tengah 2 m selebar 5 cm sebagai batas pemisah sesaat akan dimulai pertandingan. Lingkaran tersebut mempunyai tanda garis lurus pada garis tengah lingkaran selebar 5 cm. Yang sejajar dengan sisi bujur sangkar dan berwarna kontras dengan permukaan gelanggang. Sudut pesilat adalah ruang pada sudut bujur sangkar yang berhadapan dan dibatasi oleh lingkaran bidang laga. Sudut yang berhadapan lainnya adalah sudut netral. Perlengkapan gelanggang : a. Ember, gelas, kain pel dan kesed dari ijuk, b. Jam pertandingan/game match c. Gong atau alat yang berfungsi sama d. Lampu babak atau tanda lain untuk menentukan ronde/babak e. Lampu pemenang berwarna merah dan biru atau alat/kode lain untuk menentukan pemenang f. Perlengkapan lain-lain g. Formulir pertandingan Perlengkapan pertandingan : a. Pakaian pertandingan b. Pelindung badan c. Pelindung kemaluan Pembagian kelas : Menurut umurnya, peserta dibagi 3 golongan : - Golongan remaja berumur di atas 14 s/d 17 tahun - Golongan teruna berumur di atas 17 s/d 21 tahun - Golongan dewasa berumur di atas 21 s/d 35 tahun Menurut berat badan, pesilat dibagi dalam kelas-kelas : Golongan Remaja : Kelas A, 33 – 39 kg Kelas B, di atas 36 – 39 kg Kelas C, di atas 39 – 42 kg Kelas D, di atas 42 – 45 kg Kelas E, di atas 45 – 48 kg

Kelas F, di atas 48 – 51 kg Kelas G, di atas 51 – 54 kg Kelas H, di atas 54 – 57 kg Kelas I, di atas 57 – 60 kg Golongan Teruna : Kelas A, 40 – 45 kg Kelas B, di atas 45 – 50 kg Kelas C, di atas 50 – 55 kg Kelas D, di atas 55 – 60 kg Kelas E, di atas 60 – 65 kg Kelas F, di atas 65 – 70 kg Kelas G, di atas 70 – 75 kg Kelas H, di atas 75 – 80 kg Dengan seterusnya selisih 5 kg Kelas bebas, berat di atas 65 kg. Waktu Pertandingan Permainan dilangsungkan dalam 3 babak yang setiap babak terdiri dari 2 menit. Di antara babak yang satu dengan lainnya diberikan waktu istirahat 1 menit. Waktu ketika wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding dan perhitungan terhadap pemain yang jatuh karena serangan yang sah tidak termasuk waktu bertanding. Sasaran Yang dapat dijadikan sasaran perkenaan adalah bagian tubuh kecuali leher ke atas dan kemaluan yaitu dada, perut, punggung dan pinggang kiri serta kanan. Bagian tungkai lengan dapat dijadikan sasaran serangan menjatuhkan dan mengunci tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan. Setiap pertandingan dipimpin oleh 1 (satu) orang wasit dan dibantu oleh 5 (lima) orang juri penilai. >PERATURAN PERTANDINGAN PENCAK SILAT MENURUT IPSI PENDAHULUAN Pertandingan Pencak Silat Ikatan Pencak Silat Indonesia dilakukan berdasarkan rasa persaudaraan dan jiwa kesatria dengan menggunakan unsur-unsur beladiri, seni dan olahraga Pencak Silat dan menjunjung tinggi PRASETYA PESILAT INDONESIA. Pertandingan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kategori yang diatur dalam peraturan pertandingan dan dipimpin oleh pelaksana teknis pertandingan yang sah. Kategori pertandingan Pencak Silat terdiri dari : I. Kategori TANDING II. Kategori TUNGGAL III. Kategori GANDA IV. Kategori REGU

penuh penjiwaan. 3. mendapatkan nilai terbanyak. mantap. Kategori REGU adalah : Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 3 (tiga) orang Pesilat dari kubu yang sama mempergerakkan kemahirannya dalam Jurus Regu Baku secara benar. menggunakan kaidah dan pola langkah yang memanfaatkan kekayaan teknik jurus. estetis. Kategori TUNGGAL adalah : Kategori pertandingan Pencak Silat yang menamplkan seorang Pesilat memperagakan kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku secara benar. 2. memperagakan kemahiran dan kekayaan teknik jurus serang bela Pencak Silat yang dimiliki. tepat dan mantap. Kategori TANDING adalah : Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang berbeda. serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini. dengan tangan kosong dan berenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori ini. efektif. Keduanya saling berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan yaitu menangkis / mengelak / mengena / menyerang pada sasaran dan menjatuhkan lawan. baik bertenaga dan cepat maupun dalam gerakan lambat penuh penjiwaan dengan tangan kosong dan dilanjutkan dengan bersenjata. mantap dan logis dalam sejumlah rangkaian seri yang teratur. tepat. 4. ditetapkanlah Peraturan Pertandingan sebagai berikut : BAB I PERATURAN PERTANDINGAN Pasal 1 Pengertian setiap kategori : 1.Untuk dapat melaksanakan pertandingan Pencak Silat dengan sebaikbaiknya sesuai dengan maksud dan tujuannya. Gerakan serang bela ditampilkan secara terencana. ketahanan stamina dan semangat juang. penuh penjiwaan dan kompak dengan tangan kosong serta tunduk kepada ketentuan dan . Kategori GANDA adalah : Kategori pertandingan Pencak Silat yang menampilkan 2 (dua) orang Pesilat dari kubu yang sama. menggunakan taktik dan teknik bertanding.

4. 3. Pasal 2 Penggolongan pertandingan dan ketentuan tentang umur serta berat badan : 1. Pada dasarnya penimbangan pertama dilaksanakan untuk menentukan kelas. Umur pesilat harus sesuai dengan penggolongan umur peserta (Usia Dini atau Pra Remaja atau Remaja atau Dewasa) dengan berpedoman kepada umur yang bersangkutan pada waktu tanggal / hari pertama pertandingan dimulai. berumur diatas 12 tahun dampai dengan 14 tahun. Pembagian kelas menurut berat badan hanya berlaku untuk kategori TANDING yang dilakukan dengan penimbangan badan. Bila berat badan pesilat melebihi atau kurang . Pertandingan Golongan DEWASA untuk Putra dan Putri. 2. berumur diatas 17 tahun sampai dengan 35 tahun. berumur diatas 9 tahun sampai dengan 12 tahun. Penimbangan pertama : Penimbangan pertama dilakukan sekurang-kurangnya 6 (enam) jam sebalum dimulainya pertandingan pertama dalam satu kejuaraan. artinya: Pesilat pada tanggal / hari pertama pertandingan dilaksanakan berumur tepat pada batas ketentuan umur minimal atau maksimal dari golongan yang diikuti. dan oleh karenanya tidak ada diskualifikasi pada waktu penimbangan pertama. pesilat hanya mengenakan pakaian Pencak Silat yang kering tanpa sabuk. Penggolongan pertandingan Pencak Silat menurut umur dan jantina untuk semua kategori terdiri atas : Pertandingan Golongan USIA DINI untuk Putra dan Putri. Pertandingan Golongan PRA REMAJA untuk Putra dan Putri. berumur diatas 14 tahun sampai dengan 17 tahun. Pertandingan Golongan REMAJA untuk Putra dan Putri.peraturan yang berlaku untuk kategori ini. Umur yang menyalahi mengakibatkan pesilat dikenakan diskualifikasi dari pertandingan. pelindung kemaluan dan pelindung sendi. Kebenaran tentang umur pesilat yang mengikuti pertandingan dibuktikan dengan Akte Kelahiran / Ijazah / paspor. Pada waktu penimbangan.

5. Dilakukan sekurang-kurangnya 6 (enam) jam sebelum dimulainya pertandingan pertama dalam satu Kejuaraan.R. Untuk timbangan ulang. Pesilat yang tidak dapat memenuhi ketentuan berat badan dalam penimbangan ulang menurut kelas yang diikutinya. Penimbangan ulang Penimbangan ulang dilakukan ± 15 (lima belas) menit sebelum pesilat yang bersangkutan mengikuti pertandingan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.2. 1.1. Pasal 3 Kategori dan kelas pertandingan Usia Dini Kategori dan kelas pertandingan untuk Usia Dini : 1. dikenakan sanksi diskualifikasi.dari ketentuan berat kelas yang diikutinya. dapat diikutkan dalam undian dan masuk dalam jadwal pertandingan. tetap dapat mengikuti pertandingan bila memenuhi ketentuan dalam penimbangan ulang.G. serta oleh kedua offcial tim Petugas penimbangan dan kedua official tim harus menandatangani formulir berat badan penimbangan ulang yang telah disediakan oleh Panitia Pelaksana. tetapi telah memenuhi persyaratan pendaftaran. Penimbangan harus disaksikan oleh petugas penimbangan dan atau anggota Wasit Juri yang ditugaskan untuk itu. dapat diikutkan dalam undian dan masuk dalam jadwal pertandingan. pelindung kemaluan dan pelindung sendi untuk semua kelas. Kelas Kelas Kelas Kelas A 26 Kg s/d 27 Kg B diatas 27 Kg s/d 28 Kg C diatas 28 Kg s/d 29 Kg D diatas 29 Kg s/d 30 Kg . Pesilat yang karena alasan yang sah tidak dapat mengikuti Pemeriksaan Kehesatan. tetap dapat mengikuti pertandingan bila telah melakukan Pemeriksaan Kesehatan sebelum pertandingan. tetapi telah memenuhi persyaratan pendaftaran. pesilat yang bersangkutan diberi waktu 1 (satu) jam untuk menyesuaikan berat badannya Penimbangan kedua kalinya harus tetap dalam pekaian yang kering.4. 1.3. Pemeriksaan Kesehatan Pemeriksaan Kesehatan diharuskan kepada seluruh Pesilat Tanding dan T. Pesilat yang karena alasan yang sah tidak dapat memenuhi persyaratan penimbangan pertama. pesilat putra / putri harus berpakaian Pencak Silat yang kering tanpa sabuk. 1. TANDING terdiri atas : Tanding Putra / Putri : 1.

1.1.2. Kelas E diatas 30 Kg s/d 31 Kg 1. Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas. Regu Putri 5. Seluruh kategori Tanding.2. golongan dan jantinannya. Pasal 4 Kategori dan kelas pertandingan Pra Remaja Kategori dan kelas pertandingan untuk Pra Remaja: 1.7. 1. 1.1. Tunggal Putri 3. Kelas F diatas 31 Kg s/d 32 Kg 1. Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas A 28 Kg s/d 30 Kg B diatas 30 Kg s/d 32 Kg C diatas 32 Kg s/d 34 Kg D diatas 34 Kg s/d 36 Kg E diatas 36 Kg s/d 38 Kg F diatas 38 Kg s/d 40 Kg G diatas 40 Kg s/d 42 Kg H diatas 42 Kg s/d 44 Kg I diatas 44 Kg s/d 46 Kg Demikian seterusnya dengan selisih 2 (dua) Kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 8 kelas untuk PUTRI 2. Tunggal Putra 2. 1.1. TUNGGAL terdiri atas : 2. Regu Putra 4. Ganda Putra 3. TANDING terdiri atas : Tanding Putra / Putri : 1.1. REGU terdiri atas : 4. 1.5. TUNGGAL.4. Ganda Putri 4.2.9.7.5. 1. . 1.1. GANDA dan REGU seperti pembagian kelas untuk Usia Dini dengan penyesuaian pada umur peserta.6. Kelas G diatas 32 Kg s/d 33 Kg Demikian seterusnya dengan selisih 1 (satu) Kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 8 kelas untuk PUTRI 2.2. GANDA terdiri atas : 3.8.6. Tunggal.3. 1.

7. TUNGGAL. Seluruh kategori Tanding. Seluruh kategori Tanding.2. Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas. 1. 1.2. 1.5. 1. 1. 1. 1.9. TANDING terdiri atas : Tanding Putra : 1. Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas A 45 Kg s/d 50 Kg B diatas 50 Kg s/d 55 Kg C diatas 55 Kg s/d 60 Kg D diatas 60 Kg s/d 65 Kg E diatas 65 Kg s/d 70 Kg F diatas 70 Kg s/d 75 Kg G diatas 75 Kg s/d 80 Kg H diatas 80 Kg s/d 85 Kg . Tunggal. 1. 1.8.4.6.3. 1.1. 1.7. Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas A 39 Kg s/d 42 Kg B diatas 42 Kg s/d 45 Kg C diatas 45 Kg s/d 48 Kg D diatas 48 Kg s/d 51 Kg E diatas 51 Kg s/d 54 Kg F diatas 54 Kg s/d 57 Kg G diatas 57 Kg s/d 60 Kg H diatas 60 Kg s/d 63 Kg I diatas 63 Kg s/d 66 Kg Demikian seterusnya dengan selisih 2 (tiga) Kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk PUTRA dan 8 kelas untuk PUTRI. 3. 1. Tunggal. TANDING terdiri atas : Tanding Putra / Putri : 1. 1.3.8.4.5.3. 1. 2. Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas. Pasal 5 Kategori dan kelas pertandingan Remaja Kategori dan kelas pertandingan untuk Remaja: 1. golongan dan jantinannya. Pasal 6 Kategori dan kelas pertandingan Dewasa Kategori dan kelas pertandingan untuk Dewasa : 1. 1.6.1. GANDA dan REGU seperti pembagian kelas untuk Usia Dini dengan penyesuaian pada umur peserta. golongan dan jantinannya.

Pada tengah-tengah bidang tanding dibuat lingkaran dengan garis tengah 3 m.1. Kelas J diatas 90 Kg s/d 95 Kg 1.10.4. Kelas C diatas 55 Kg s/d 60 Kg 1. Kelas I diatas 85 Kg s/d 90 Kg 1. Batas gelanggang dan bidang tanding : Dibuat dengan garis putih selebar ± 5 cm ke arah luar.5. GANDA dan REGU seperti pembagian kelas untuk Usia Dini dengan penyesuaian pada umur peserta. Tunggal. TUNGGAL. lebar garis 5 cm berwarna putih sebagai batas pemisah . Kelas F diatas 70 Kg s/d 75 Kg 1. Kelas A 45 Kg s/d 50 Kg 1.9. Kelas G diatas 75 Kg s/d 80 Kg (Khusus untuk pertandingan ”single event”) 2. Bidang tanding : Berbentuk lingkaran dalam bidang gelanggang dengan garis tengah 8 m. Kelas D diatas 60 Kg s/d 65 Kg 1. Seluruh kategori Tanding. permukaan rata dan tidak memantul. golongan dan jantinannya. Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang Pesilat sesuai dengan kelas. Kelas B diatas 50 Kg s/d 55 Kg 1.6. Gelanggang Gelanggang dapat dilantai dan dilapisi matras dengan tebal maksimal 5 (lima) cm. boleh ditutup dengan alas yang tidak licin.3. Pasal 7 Perlengkapan gelanggang dan pertandingan 1.7.2. berukuran 10 m x 10 m dengan warna dasar hijau terang dan garis berwarna putih sesuai dengan keperluaanya. 3. disediakan oleh Komiti Pelaksana dengan penjelasan sebagai berikut : Untuk kategori TANDING mengikuti ketentuan sebagai berikut : Gelanggang pertandingan terdiri dari : Bidang gelanggang : Berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran : 10m x 10m. Kelas Bebas diatas 95 Kg s/d 110 Kg (Khusus untuk pertandingan ”single event”) Tanding Putri 1. Kelas E diatas 65 Kg s/d 70 Kg 1.11.1.

GANDA dan REGU mengikuti ketentuan sebagai berikut : Gelanggang penampilan untuk ketiga kategori tersebut adalah bidang gelanggang dengan ukuran 10 m x 10 m. masing-masing dengan ukuran 30 cm x 30 cm untuk Juri Tanding dan bendera dengan ukuran yang sama warna kuning untuk Pengamat Waktu o Papan informasi cacatan waktu peragaan pesilaat kategori Tunggal. Dokter Pertandingan. Perlengkapan gelanggang yang wajib disediakan oleh Komiti Pelaksana terdiri dari : o Meja dan kursi pertandingan o Meja dan kursi Wasit Juri o Formulir pertandingan dan alat tulis menulis o Jam pertandingan. Alat timbang yang dipergunakan adalah alat timbang yang sudah ditera dan dinyatakan sah oleh Delegasi Teknik o Perlengkapan pengeras suara (sound system) o Ember dan gelas plastik. kesat / keset kaki o Alat perekam suara / gambar. kain pel. Sudut berwarna putih yaitu kedua sudut lainnya sebagai sudut netral. Juri sesuai dengan urutannya (I s/d V). Pengamat Waktu. 2. Dewan Wasit Juri. Untuk kategori TUNGGAL. Bila diperlukan istilah tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa lain yang dituliskan di bagian bawah Scoring Board Digital . Sudut berwarna biru yang berada disebelah ujung kanan meja Ketua Pertandingan b. gong (alat lainnya yang sejenis) dan bel o Lampu babak atau alat lainnya untuk menentukan babak o Lampu isyarat berwarna merah. Ganda dan Regu o Tempat Senjata o Papan nilai o Timbangan. Perlengkapan Gelanggang. operator dan perlengkapannya (alat ini tidak merupakan alat bukti yang sah dalam menentukan kemenangan) o Papan nama : Ketua Pertandingan. Sudut berwarna merah yang berada diarah diagonal sudut biru c. biru dan kuning untuk memberikan isyarat yang diperlukan sesuai dengan proses pertandingan yang berlangsung o Bendera kecil warna merah dan biru.sesaat akan dimulai pertandingan. Sekretaris Pertandingan. Sudut pesilat adalah ruang pada sudut bujur sangkar gelanggang yang berhadapan yang dibatasi oleh bidang tanding terdiri atas : a. Alat timbang pada saat timbang awal harus sama dengan alat timbang pada saat timbang ulang. bertangkai.

2. Sedang (M).2. 3. Badge badan induk organisasi (IPSI) didada sebelah kiri dan nama daerah dibagian punggung. Pelindung sendi satu lapis ukuran tipis tanpa ada bagian yang tebal bertujuan untuk melindungi cidera sesuai dengan fungsinya (lutut.2.1. 2. dalam keadaan tertentu (penonton terlalu ramai dan suara Wasit tidak dapat didengar oleh Pesilat) maka Wasit dapat menggunakan pengeras suara / pembesar suara (wireless) BAB II KETENTUAN PERTANDINGAN Pasal 8 Kategori TANDING 1. Tahapan pertandingan Pertandingan menggunakan tahapan babak pertandingan mulai dari penyisihan. Perlengkapan bertanding 1. Tiap babak terdiri atas 2 (dua) menit bersih.o Perlengkapan lain yang diperlukan antara lain.2.1. seperempat final. Sabuk / bengkung merah dan biru untuk pesilat sebagai tanda pengenal sudut. Extra Besar (XL). IPSI 1. Ukuran lebar 10 cm dari bahan yang tidak mudah terlipat 1.4. sedangkan pesilat putri memakai pembalut yang disediakan oleh masing-masing kontingen. Kualitas standar PB. Tidak mengenakan / memakai asesoris apapun selain pakaian Pencak Silat.5.2. Disediakan oleh pesilat.2. pergelangan tangan / kaki. Besar (L). Pelindung badan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pakaian Pesilat petanding memakai pakaian Pencak Silat model stadar warna hitam sabuk putih.2. Diantara babak diberikan waktu istirahat 1 . Pada waktu bertanding sabuk putih dilepaskan. Babak pertandingan dan waktu Untuk Remaja dan Dewasa Pertandingan dilangsungkan dalam 3 (tiga) babak.3. dan Kecil (S) 1. Ukuran 5 (lima) macam : Super Extra Besar (XXL). 1. berlaku untuk semua kelas. semi final dan final tergntung pada jumlah peserta pertandingan. Warna hitam 1. siku) kecuali atas arahan dokter. Pesilat putra menggunakan pelindung kemaluan dari bahan plastik. Satu gelanggang memerlukan setidaknya 5 (lima) pasang pelindung badan disediakan oleh Komiti Pelaksana. Disediakan oleh pesilat.

4. Badge daerah bisa dipakai didada sebelah kanan. • Melakukan tindakan atau gerakan yang berlebihan dalam mengembalikan kesegaran Pesilat pada waktu istirahat. • Hanya seorang Pendamping Pesilat yang boleh memasuki gelanggang (sudut pesilat) pada saat tidak aktif bertanding. Pendamping pesilat • Setiap pesilat -. tidak termasuk waktu bertanding. • Mengenakan asesoris apapun selain pakaian silat. rompi.5 (satu setengah) menit bersih. • Membawa minuman yang mengandung alkohol atau yang dapat merangsang pesilat. Waktu ketika Wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding. Tiap babak terdiri atas 1. Diantara babak diberikan waktu istirahat 1 (satu) menit. Assesoris yang tidak boleh dipergunakan tersebut antara lain : topi. Waktu ketika Wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding. Perhitungan terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah. sandal dan lainnya.khusus untuk kategori Tanding -.didampingi oleh Pendamping Pesilat sebanyak-banyaknya 2 (dua) orang yang memahami dengan baik seluruh ketentuan dan Peraturan Pertandingan Pencak Silat.(satu) menit. Untuk Usia Dini dan Pra Remaja Pertandingan dilangsungkan dalam 2 (dua) babak. sepatu. • Duduk / berdiri dengan sikap yang tidak sopan. jaket. • Dalam pelaksanaan suatu pertandingan.khusus untuk kategori Tanding -. tidak termasuk waktu bertanding.didampingi oleh Pendamping Pesilat sebanyak-banyaknya 2 (dua) orang. • Pendamping Pesilat bertugas memberikan nasehat serta membantu keperluan Pesilat pada saat sebelum bertanding dan dalam waktu istirahat diantara babak. sekurang-kurangnya yang telah mempunyai sertifikat Pelatih Pencak Silat sesuai dengan tingkatan / jenjang kejuaraan (Cabang / Daerah / Nasional) • Pakaian Pendamping Pesilat adalah pakaian Pencak Silat model standar warna hitam dan mengenakan sabuk / bengkung warna merah lebar 10 (sepuluh) cm dengan badge badan induk organisasi nasional didada sebelah kiri dan daerah dibagian punggung. tas pinggang. Salah . Perhitungan terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah. • Memasuki gelanggang kecuali atas permintaan Wasit • Mengambil foto / video jalannya pertandingan pesilat yang didampinginya. setiap pesilat -. cap. Pendamping Pesilat tidak diperkenankan : • Memberikan isyarat / aba-aba dengan suara keapad pesilatnya yang sedang bertanding di gelanggang.

Sebelum memasuki gelanggang Wasit Juri memberi hormat dan melapor tentang akan dimulainya pelaksanaan tugas kepada Ketua Pertandingan 5.3.1. Selesai pemberian hormat. Setiap pesilat yang akan bertanding setelah mendapat isyarat dari Wasit.7. 5. menerapkan kaidahkaidah Pencak Silat serta mematuhi larangan-larangan yang ditentukan. Ketentuan pertandingan 6. Yang dimaksud dengan kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik. seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang.6. Pendamping Pesilat melaksanakan fungsinya sesuai ketentuan pasal 8 ayat 4.4. Wasit dan Juri setealh melaporkan meninggalkan gelanggang dari sebelah kiri meja Ketua Pertandingan. mengenakan sasaran dan menjatuhkan lawan. Pada waktu istirahat antara babak. langkah serta mengukur jarak terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan / . pesilat harus kembali ke sudut masing-masing.1.1. Setelah Wasit memeriksa kesiapan semua petugas dengan isyarat tangan. kemudian member hormat kepada Wasit dan Ketua Pertandingan. Wasit memanggil kedua pesilat. seterusnya kedua pesilat berjabatan tangan dan siap untuk memulai pertandingan. Persiapan dimulainya pertandingan diawali dengan masuknya Wasit dan Juri ke gelanggang dari sebelah kanan Ketua Pertadingan. kedua pesilat saling berjabatan tangan dan meninggalkan gelanggang diikuti oleh Wasit dan Juri yang member hormat dan melaporkan berakhirnya pelaksanaan tugas kepada Ketua Pertandingan. 5. kedua pesilat kembali ke sudut masing-masing untuk menunggu keputusan pemenang. 5. 5. Selain Wasit dan kedua pesilat. 6. Wasit memanggil kedua pesilat pada saat keputusan pemenang akan diumumkan dan pemenang diangkat tangannya oleh Wasit. 5.8. memasuki gelanggang dari sudut masing-masing. Setelah babak akhir selesai. dilanjutkan dengan memberi hormat kepada Ketua Pertandingan. Tata cara pertandingan 5.5.1.seorang Pendamping Pesilat haruslah yang sejantina dengan pesilat yang bertanding 5. Selanjutnya kedua pesilat kembali mengambil tempat di sudut yang telah ditentukan. tidak seorangpun berada dalam gelanggang kecuali atas permintaan Wasit 5. Wasit memberi aba-aba kepada kedua pesilat untuk memulai pertandingan. Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan serangan Pencak Silat yaitu menangkis / mengelak.2. Aturan bertanding 6. Untuk memulai pertandingan.

2.1. 6. Aba-aba ”BERSEDIA” digunakan dalam persiapan sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai. Rusuk kiri dan rusuk kanan 6. dan tersusun dalam koordinasi teknik serangan yang baik.3. Sasaran Yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai adalah ”togok” yaitu bagian tubuh kecuali leher ke atas dan dari pusat ke kemaluan 6. Setelah melakukan serangan / pembelaan harus kembali pada sikap awal / pasang dengan tetap menggunakan pola langkah. bertenaga.4.pembelaan serta kembali ke sikap pasang.2.2.3.3.4. Aba-aba ”PASANG” dan ”SILAT” digunakan untuk pembinaan. Serangan sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun dinilai satu serangan. bisa pula dengan isyarat 6. 6.3.4. Aba-aba ”MULAI” digunakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan pula. Larangan Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran : 6.2. Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara kearah sasaran sebanyak-banyaknya 4 jenis serangan. 6. Aba-aba pertandingan 6. . Punggung atau belakang badan Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan 6.4. Tidak menggunakan pola langkah dan sikap pasang b. Wasit akan meberikan aba-aba ”LANGKAH” jika seorang pesilat tidak melakukan teknik Pencak Silat yang semestinya.3.3.3. Perut (pusat ke atas) 6.2. Pelanggaran Ringan a.1. tidak terhalang. Pesilat yang melakukan rangkaian serang bela lebih dari 4 jenis akan diberhentikan oleh Wasit. 6. Aba-aba ”BERHENTI” digunakan untuk menghentikan pertandingan. Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan pola langkah. serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan.3.2. Yang dimaksud dengan berturut-turut adalah lebih dari 2 (dua) kali dalam 1 (satu) babak. Keluar dari gelanggang secara berturut-turut.2. Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan pemukulan gong.1.2. 6.1.2. Dada 6.5. 6. 6. mantap. Pembelaan dan serangan yang dilakukan harus berpola dari sikap awal / pasang atau pola langkah.1.

3. Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding setelah mendapat Peringatan I karena pelanggaran hal tersebut 6. Dewan Wasit Juri dan Wasit Juri) 1. Jika dokter memutuskan pesilat tersebut tidak fit. Teguran o Diberikan apabila pesilat melakukan pelanggaran ringan . memancing-mancing dengan suara berlebihan terhadap lawan maupun terhadap Aparat Pertandingan (Delegasi Teknik.2.2. Jika pesilat yang kena serangan tersebut cidera. mencengkeram dan menjambak (menarik rambut) 1.1.4.8. Bersuara dengan teriakan (berteriak) / suara mulut / vocal yang berlebihan selama bertanding.6. kepala serta bawah pusat hingga kemaluan dan mengakibatkan lawan cidera / jatuh 1. Sengaja melemparkan lawan keluar gelanggang 1. 6.3. Melakukan serangan dengan teknik sapua sambil merebahkan diri secara berulang kali dengan tujuan untuk mengulur waktu e.5.4. Serangan yang sah dengan lintasan dan serangan yang benar.c.6.2.5.1.5. Wasit langsung melakukan hitungan teknik. menghina.1. tidak dinyatakan sebagai pelanggaran. Lintasan serangan yang salah yang tidak menyebabkan lawan cedera 6. Menyerang lawan sebelum aba-aba ”MULAI” dan menyerang sesudah aba-aba ”BERHENTI” dari Wasit. Membenturkan / menghantukkan kepala dan menyerang dengan kepala 1.5.7. Kedua pesilat pasif atau bila salah satu pesilat pasif lebih dari 5 (lima) detik g. Kesalahan teknik pembelaan 6. maka Wasit segera memanggil dokter. maka ia dinyatakan kalah teknik 6. jika karena kesalahan teknik pembelaan lawannya yang salah (elakan yang menuju pada lintasan serangan). menyebabkan lawan cidera 1. Hukuman Tahapan dan bentuk hukuman : 6. menggigit.5. Jika pesilat yang kena serangan tersebut menurut dokter ”fit” dan tidak dapat segera bangkit. Merangkul lawan dalam proses pembelaan d. Usaha mematahkan persendian secara langsung 1. meludahi. Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher. Menghubungi orang luar dengan sikap / isyarat dan perkataan f. Ketua Pertandingan. 6. mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan. Menentang.6. Menggumul. Sebelumnya akan didahului dengan pembinaan sebanyak 2 (dua) kali dalam setiap babak h. mencakar. Pelanggaran Berat 1.

1. Mendapat teguran yang ketiga akibat pelanggaran ringan setelah Peringatan I masih dapat diberikan teguran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama f.5. Dan apabila Pesilat tersebut terkena Doping. Pesilat terkena Doping Diskualifikasi adalah gugurnya hak seorang Pesilat dalam melanjutkan pertandingan. 6. dan langsung dinyatakan diskualifikasi. apabila Pesilat tersebut sudah pada babak Semi Final dan Final.1.2.7. Peringatan I : diberikan bila pesilat melakukan : e. Diskualifikasi h. Peringatan III harus dinyatakan oleh Wasit h.4. hindaran atau elakan yang berhasil memusnahkan serangan lawan. hindaran atau elakan lawan. Melakukan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur-unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma sportivitas h. Melakukan pelanggaran berat dengan hukuman peringatan I dan lawan cidera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan Dokter Pertandingan h. Peringatan II : Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan I. g. Peringatan.3. Berlaku untuk seluruh babak. Setelah penimbangan 15 menit sebelum pertandingan. hindaran atau elakan lawan. Mendapat peringatan setelah peringatan I h. disusul langsung oleh serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran. Nilai 1 + 2 : Tangkisan. kecuali untuk mendapatkan Medali. Pelanggaran berat e. berat badannya tidak sesuai dengan kelas yang diikuti.7. tanpa terhalang oleh tangkisan. h. terdiri atas : a.o Teguran terdiri atas Teguran I dan Teguran II o Teguran berlaku hanya untuk 1 (satu) babak saja 6. tanpa terhalang oleh tangkisan. hindaran atau elakan yang berhasil memusnahkan serangan lawan.2. .6. Nilai 1 + 1 : Tangkisan. Peringatan III : Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan II.1. disusul langsung oleh serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran. Setelah Peringatan II masih dapat diberikan teguran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama. maka gugur seluruh haknya pada pertandingan tersebut. Ketentuan Nilai : Nilai Prestasi Tekhnik : Nilai 1 : Serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran. Nilai 2 : Serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran.2. Penilaian 6.

disusul langsung oleh serangan dengan teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan. Tekhnik menjatuhkan dapat dilakukan dengan serangan langsung. hindaran. bertenaga dan mantap. Bertenaga dan mantap. jarak jangkauan tepat dan lintasan serangan yang benar. yang segera diikuti dengan serangan yang masuk pada sasaran. atau kaki tumpu yang baik. tidak boleh disertai dengan serangan langsung. Nilai 1 + 3 : Tangkisan. Apabila tekhnik menjatuhkan itu disertai menangkap anggota tubuh lawan harus merupakan usaha pembelaan diri suatu serangan atau menggunakan serangan pendahuluan. e. elakan atau tangkapan yang memusnahkan serangan lawan. tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dan dengan dukungan kuda-kuda. e. 6. jarak jangkauan tepat dan lintasan serangan yang benar. jatuhan = nilai 3 c. serangan kaki = nilai 2. menggunakan tekhnik serangan dengan tangan (dalam bentuk apapun).7. Serangan tangan yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran. Menjatuhkan lawan menggunakan tekhnik jathan dengan cara tidak ikut terjatuh atau lebih menguasai lawan yang dijatuhkan. tetapi dapat dilakukan dengan mendorong atau menyapu.2. ungkitan. Catatan : Nilai 1 untuk tangkisan / elakan. Tekhnik menjatuhkan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menjatuhkan lawan sehingga bagian tubuh (dari lutut keatas) menyentuh matras dengan pedoman : e. Syarat teknik Nilai a. Elakan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat membebaskan diri dari serangan lawan dengan tekhnik pembelaan memindahkan sasaran terhadap serangan.3. sedangkan serangan masuk dinilai sesuai dengan serangannya. tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dan dengan dukungan kuda-kuda.Nilai 3 : Teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan. atau tekhnik jatuhan yang berhasil. Jika selama itu tidak terjadi jatuhan. menggunakan tekhnik serangan dengan kaki (dalam bentuk apapun).2. guntingan dan tekhnik menjatuhkan yang didahului oleh tangkapan atau bentuk serangan lainnya yang sah. Serangan yang berhasil mendapat nilai sesuai dengan ketentuan nilai untuk tekhnik serangan yang digunakan. maka . Proses tangkapan menjadi jatuhan diberikan waktu selama 5 (lima) detik. d. sapuan.1. b. atau kaki tumpu yang baik. e. Tangkisan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menggagalkan serangan lawan dengan tekhnik pembelaan menahan atau mengalihkan arah serangan secara langsung/kontak. yang langsung disusul dengan serangan yang mengenakan sasaran. serangan tangan = nilai 1. Serangan dengan kaki yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran. tidak disertai tangkapan/pegangan.

5 dan pasal 8 ayat 7.1.dihentikan oleh Wasit dan dinyatakan tidak ada jatuhan.4.7.5. Tangkapan sebagai proses jatuhan dinyatakan gagal jika: e.3.4.6. Serangan bersamaan Serangan bersamaan oleh kedua pesilat (apakah serangan itu sah atau tidak karena sifatnya kecelakaan) dan salah satu atau keduanya jatuh. Jika keduanya tidak segera bangkit. e. e. Jika tidak dapat melakukan pertandingan dinyatakan kalah teknik. jatuhan dinyatakan sah.3.6. e.3. Jika salah satu tidak dapat bangkit akan diadakan hitungan mutlak. maka dilakukan hitungan mutlak untuk keduanya dan apabila hal ini terjadi pada awal babak I dan keduanya belum memperoleh nilai maka penentuan kemenangan ditentukan seperti Bab II pasal 8 ayat 7. maka jatuhan akan disahkan dengan pedoman: e. Teknik sapuan. maka kemenangan dilakukan dengan menghitung nilai terbanyak. e.2.1.a.4. e. ungkitan. e. Teknik sapuan yang dilaksanakan lebih dari 2 (dua) kali secara berturut-turut pada masingmasing babak dengan tujuan mengulur-ulur waktu akan mendapat teguran dari wasit.1. Lawan dapat memegang tangan atau bahu sehingga terjadi proses jatuhan.7.7.7.2.5. Jika dalam proses tangkapan kaki pesilat yang ditangkap melakukan pegangan pada bahu dan pesilat yang menangkap dapat menjatuhkan lawannya dalam waktu 5 (lima) detik sebelum wasit memberikan aba-aba ”BERHENTI”.5. diberi kesempatan dalam waktu 10 (sepuluh) hitungan / detik. Jika rangkulan tersebut terlalu kuat sehingga menyentuh leher atau kapala atau menyebabkan keduanya terjatuh.a. Tangkapan e. Lawan dapat mengelakkan diri dari serangan tidak boleh melakukan serangan balik.7. tetapi dapat dibantu dengan dorongan atau sentuhan. Ikut terjatuh waktu melakukan teknik jatuhan. Jatuh Sendiri Jika pesilat terjatuh sendiri bukan karena serangan lawan.1. e.1. (tidak perlu ditanding ulang).2. e.4.7. Jika keduanya dalam hitungan ke 10 (sepuluh) tidak dapat bangkit sedangkan pesilat sudah memperoleh nilai. Proses jatuhan lebih dari 5 (lima detik) atau terjadi seretmenyeret atau gumul-menggumul.5. e.1. kaitan dan guntingan tidak boleh didahului dengan memegang / menggumul tubuh lawan.1. Yang dimaksud teknik sapuan dengan tujuan mengulur-ulur waktu ialah sapuan yang di luar jarak jangkauan serangan atau sapuan dalam jarak jangkauan serangan tetapi dilakukan dengan tidak bertenaga.7. Lawan dapat melakukan serangan balik secara sah.7. jika tidak dapat bangkit. e. pesilat yang . Sapuan dapat dilakukan dengan merebahkan diri. e.

1. Hasil penilaian juri diumumkan pada papan nilai. Menang Angka a. Bila hasilnya tetap sama.7. Teknik jatuhan yang berakibat lawannya jatuh diluar medan laga. 6. Jika pesilat tidak dapat melanjutkan pertandingan. Nilai – 1 (kurang 1 ) diberikan bila pesilat mendapat Teguran I b.8.3.merangkul diberikan Teguran. maka wasit melakukan hitungan teknik.2. e.4.8.4. e.5.1. Nilai – 10 (kurang 10) diberikan bila pesilat mendapat Peringatan II 6. Pesilat yang lebih ringan timbangannya dinyatakan sebagai pemenang.8. e. Nilai hukuman Ketentuan nilai hukaman : a.2.3.4.8. Pada dasarnya nilai 1 = 2 adalah lebih tinggi dari nilai 2 saja. Bila hasilnya masih sama. . Serangan sah yang dilakukan di dalam medan laga. a. maka diadakan undian oleh Ketua Pertandingan yang disaksikan oleh Delegasi Teknik dan kedua Menejer tim.8. Bila jumlah juri yang menentukan menang atas seorang pesilat lebih banyak dari pada lawan.7. maka pertandingan ditambah 1 (satu) babak lagi. menyebabkan lawan jatuh diluar medan laga dan tidak bangkit atau nanar. a. maka pemenangnya adalah pesilat yang mengumpulkan nilai prestasi teknik tertinggi/paling banyak. Bila terjadi hasil nilai yang sama maka pemenang ditentukan berdasarkan pesilat yang paling sedikit mendapat nilai hukuman. Penentuan kemenangan dilaksanakan oleh masing-masing Juri. setelah babak terahir/penentuan kemenangan selesai dilaksanakan. maka pesilat bersangkutan dinyatakan kalah teknik. pesilat diberi kesempatan dalam batas waktu 10 (sepuluh) detik untuk kembali melakukan pertandingan maka dinyatakan kalah mutlak. a.3. Bila hasilnya masih sama. Penentuan Kemenangan a. maka jatuhan dinyatakan gagal/tidak sah. Nilai – 5 (kurang 5 ) diberikan bila pesilat mendapat Peringatan I d. yaitu jika bagian tubuh menyentuh garis batas medan laga. a. Nilai – 2 (kurang 2 ) diberikan bila pesilat mendapat Teguran II c.7. a. e. Serangan sah yang menyebabkan lawan jatuh tidak dapat bangkit atau nanar yang dilakukan didalam medan laga dan bergeser keluar gelanggang. namun dilihat dari hasil penimbangan berat badan 15 menit sebelum bertanding. Jatuhan diluar medan laga e. Bila hasilnya masih sama.6. maka tidak perlu diadakan penimbangan ulang. a. Jika jatuhan berada di dalam medan laga dan pesilat menggeser keluar medan laga. jatuhan dinyatakan sah.

tidak tajam dan tidak runcing dengan ukuran antara 30 cm s/d 40 cm. Menang W. 1. f. Atas keputusan Wasit c. diperbolehkan bertanding untuk babak selanjutnya jika mendapatkan ijin/rekomendasi dari Dokter Pertandingan.15. Setelah 60 detik Wasit akan menanyakan kepada Dokter. . b. d.11.9.M. Melakukan pelanggaran Tingkat I. Karena lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan karena permintaan pesilat sendiri/mengundurkan diri. Karena keputusan Dokter Pertandingan Dokter Pertandingan diberi waktu 60 (enam puluh) detik untuk memutuskan apakah Pesilat bersangkutan dinyatakan ”Fit” atau ”Tidak Fit” (Unfit). Penimbangan ulang berat badan tidak sesuai dengan ketentuan. Pesilat yang menang diskualifikasi karena keputusan Dokter Pertandingan.8.b. Pakaian : Pakaian pencak silat model standard. Senjata A. Lawan mendapat Peringatan III setelah Peringatan II f. warna bebas da polos (celana dan baju boleh dengan warna yang sama atau berbeda). Pilihan dan kombinasi warna diserahkan kepada peserta. Menang Tekhnik b.12. Memakai ikat kepala (Jilbab bukan merupakan ikat kepala) dan kain samping warna polos atau bercorak. Pasal 9 Kategori Tunggal 1.2. maka setelah hitungan Wasit ke 10 dan tidak dapat berdiri tegak dengan sikap pasang. Untuk golongan remaja dan Dewasa Golok atau parang : Terbuat dari logam.14. Menang Diskualifikasi f.P.13. b. Atas permintaan Pendamping Pesilat b./ wasit Menghentikan Pertandingan Menang karena pertandingan tidak seimbang e. f. dan lawan cidera dan tidak dapat melanjutkan pertandingan atas dasar keputusan Dokter pertandingan. Lawan melakukan pelanggaran berat yang diberikan hukuman langsung diskualifikasi. Perlengkapan Bertanding 1.1. Boleh memakai badge IPSI di dada sebelah kiri. f.10. Menang Undur Diri Menang karena lawan tidak muncul di gelanggang (Walk Over). Menang Mutlak Penentuan menang mutlak ialah bila lawan jatuh karena serangan yang sah dan menjadi tidak dapat bangkit segera dan atau nanar.

para juri mengambl tempat yang telah ditentukan. dengan garis tengah 2. Tata Cara Pertandingan 4. 3. Memberi hormat kepada ketua pertandingan dan selanjutnya berbalik untuk memberi hormat kepada para juri. Ketua Pertandingan dan Dewan juri serta disampaikan kepada peserta dalam Rapat Teknik.1.5 cm. 2.5 cm s/d 3. 4. 4.5 cm. dengan garis tengah 2. kecuali tahap pertandingan berikutnya adalah babak final. dan langsung babak final. Pembaian pool peserta dilakukan melalui undian dalam rapat Teknik 2. B. Senjata yang akan dipergunakan sudah diperiksa dan disahkan oleh ketua Pertandingan. 4. minimal harus diikuti oleh 2 (dua) peserta. Jumlah pool ditetapkan oleh rapat antara delegasi teknik. berjalan menurut adab yang ditentukan. Untuk Usia Dini dan Pra Remaja Golok atau parang : Terbuat dari logam atau ayu.2.3.5. Sebelum peragaan dimulai.5 cm s/d 3.3.5. 2.4. tidk tajam dan tidak runcing dengan ukuran antara 20 cm s/d 30 cm. Pengamat Waktu dan Aparat Pertandingan lainnya agar bersiap untuk memulai tugas. 4.menuju ke titik tengah gelanggang. Setiap kategori. 4. memasuki gelanggang dari sebelah kiri Ketua Pertandingan. Tongkat : Terbuat dari rotan dengan ukuran panjang antara 150 cm s/d 180 cm.1. ketua Pertandingan memberi isyarat dengan bendera kuning kepada para juri. kemudian diletakkan pada standar yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara. 2. Bila pertandingan diikuti oleh lebih dari 7 (tujuh) peserta maka dipergunakan sistem pool. Pelaksanaan pertandingan disahului dengan masuknya para juri dari sebelah kanan Ketua Pertandingan dan setelah memberi hormat serta menyampaikan laporan tentang akan dimulainya tugas penjurian kepada Ketua Pertandingan. Waktu penampilan adalah 3 (tiga) menit. Peserta tingkat final adalah 3 (tiga) pemenang menurut urutan perolehan nilai dari tahapa pool pertandingan sebelumnya. Tahapan Pertandingan 2.4.1.Tongkat : Tebuat dari rotan dengan ukuran panjang antara 150 cm s/d 180 cm. Tiga peraih nilai tertinggi dari setiap pool ditampilkan kembali untuk mendapatkan penilaian ditahap berikutnya. gong tanda waktu . Waktu Pertandingan 3.2. Setelah selesainya pembukaan salam PERSILAT. Pesilat yang akan melakukan peragaan. 2.

Peragaan Pesilat untuk disahkan oleh Ketua Pertandingan dan segera diumumkan untuk diketahui oleh juri yang bertugas. 5. 4.1. Aturan Pertandingan 5. dan peserta pertandingan langsung melaksanakan peragaan tangan kosong dilanjutkan dengan bersenjata.7.4. Faktor kesalahan dalam rincian gerakan dan jurus a. Bila penampilan lebih dari batas toleransi waktu yang diberikan akan dikenakan hukuman. Pengamat Waktu mencatat dan menandatangani formulir Catatan waktu. Ketentuan Pertandingan 5.dimulainya pertandingan dibunyikan.1. Peserta menampilkan Jurus Tunggal Baku selama 3 (tiga) menit terdiri atas tangan kosong dan selanjutnya menggunakan senjata golok/parang dan tongkat. 4.2. Toleransi kelebihan atau kekurangan waktu adalah 5 (lima) detik untuk golongan Remaja dan Dewasa dan 10 (sepuluh) detik untuk golongan Usia Dini dan Pra Remaja.1.1. Diperkenankan bersuara secra tidak berlebihan dengan teriakan (berteriak)/suara mulut/vokal selama waktu peragaan. dan selanjutnya meninggalkan gelanggang dari sebelah kiri Ketua Pertandingan. Hukuman pengurangan nilai dijatuhkan kepada peserta karena kesalahan terdiri atas : a. 5. Ketentuan ini juga berlaku untuk kategori Ganda dan Regu. 4. Pembantu Gelanggang mengambil formulir hasil penilaian Juri dan menyerahkan kepada Dewan Juri. Pengurangan nilai 1 (satu) dikenakan kepada peserta setiap kali . Jurus Tunggal Baku diperagakan menurut urutan gerak kebenaran rincian teknik jurus tangan kosong dan bersenjata. memberi hormat dan melaporkan tentang selesainya pelaksanaan tugas.9.2. 5.6.8.2. kemantapan dan penjiwaan yang ditetapkan untuk jurus ini. berjalan menurut adab yang telah ditentukan.3. Hukuman 5. irama gerak.1. Bila pesilat tidak dapat melanjutkan penampilannya karena kesalahannya. Setelah waktu peragaan berahir.1.10. Selanjutnya para juri meninggalkan gelanggang dari sebelah kiri Ketua Pertandingan.1. Berakhirnya waktu yang ditetapkan ditandai dengan bunyi gong. Para Juri kemudian memberikan penilaian untuk peragaan yang baru saja berlangsung selama 30 (tiga puluh) detik. 4. peragaan dihentikan oleh Ketua Pertandingan karena pesilat yang bersangkutan dinyatakan Diskualifikasi. para juri meninggalkan tempatnya secara tertib menuju ketua Pertandingan. pesilat memberi hormat kepada Juri dan Ketua Pertandingan dari titk tengah gelanggang. Setelah selesai perhitungan. 4.1. 5. 5.

2. c. c.4. Penampilan kurang atau lebih dari 16 (enam belas) s/d 30 (tiga puluh) detik dikenakan pengurangan nilai 15.1. Penampilan kurang atau lebih dari 10 (sepuluh) s/d 15 (lima belas) detik dikenakan pengurangan nilai 10 untuk golongan Usia Dini dan Pra Remaja.3. Ketentuan ini berlaku untuk kategori Tunggal. Hukuman DISKUALIFIKASI diberikan kepada Pesilat yang tidak menampilkan salah satu jurus dan atau memperagakan urutan jurus yang salah.2. c.1. dan para Juri berkewajiban untuk menilai kebenaran jurus yang diperagakan oleh Pesilat. bencana alam dan lain sebagainya). Pengurngan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta setiap kali yang bersangkutan memperdengarkan suara yang berlebihan.2. cedera atau pingsan) atau karena faktor non teknis (lampu mati. Kesalahan dalam rincian gerak a. dengan ketentuan jika 3 (tiga) Juri menentukan hukuman maka hukuman tersebut dibatalkan.1. Kesalahan urutan rincian gerak a.6. Penampilan kurang atau lebih dari diatas 30 (tiga puluh) detik dikenakan pengurangan nilai 20.2. Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta yang memakai pakaian atau senjata yang tidak sepenuhnya menurut ketentuan yang berlaku (tidak sempurna).1. Pengurangan nilai 1 (satu) dikenakan kepada peserta untuk setiap yang tertinggal (tidak ditampilkan). terjadi keributan. Ketua Pertandingan melalui Dewan Juri berhak mengesahkan atau membatalkan hukman pengurangan nilai yang dibuat oleh para Juri kepada Pesilat besangkutan apabla Pesilat melanggar ketentuan seperti bersuara berteriak. Pesilat hanya akan mendapatkan pengurangan nilai sesuai dengan ketentuan faktor waktu. keluar garis. Peragaan kurang atau lebih dari 3 (tiga) menit b. Pesilat yang waktu peragaannya lebih dari 3 menit.yang bersangkutan melakukan gerakan yang salah.3. Faktor Waktu b. c. Ganda dan Regu. Apabila pertandingan tidak bisa dilanjutkan karena Juri tidak bisa melaksanakan tugasnya (sakit. yaitu : a. a. Pengurangan nilai 10 (sepuluh) dikenakan kepada peserta setiap kali yang bersangkutan jatuh senjatanya diluar yang ditentukan. b. berkewajiban untuk menyelesaikan sisa gerakan jurus Tunggal. b. Penampilan kurang atau lebih dari 5 (lima) s/d 15 (lima belas) detik dikenakan pengurangan nilai 10 untuk Golongan Remaja dan Dewasa. b.1.5. Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta setiap kali yang bersangkutan keluar dari gelanggang (10 m x 10 m). Termasuk di dalamnya adalah assesories jatuh dan senjata patah.1.1. c. maka Ketua Pertandingan akan menghentikan .1.3. c.2. b.1. Faktor lain-lain c.

c.8. Diskualifikasi a. d.2. 6. Penilaian 6.2.1. Ganda dan regu. Pesilat yang memakai pakaian dan atau senjata yang menyimpang dari ketentuan pertandingan dinyatakan diskualifikasi. 1.8. dan Ketua Pertandingan mengganti Juri yang bersangkutan setelah berkonsultasi dengan Delegasi teknik dan Pertandingan dilanjutkan dengan nomor undian berikutnya. 1. Pertandingan tidak dapat dilanjutkan karena Juri tidak bisa melaksanakan tugasnya akibat kecelakaan yang disebabkan oleh Pesilat. 5.pertandingan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. maka akan diulang sejak menit awal dengan Juri yang sama secepat-cepatnya 5 (lima) ment dan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) menit setelah teratasinya kendala non teknis. 5. Juri yang tidak bisa melaksanakan tugasnya akan diganti dengan Juri yang lain. Pertandingan tidak bisa dilanjutkan karena Juri tidak bisa melaksanakan tugas akibat kecelakaan yang disebabkan oleh Pesilat (terbentur Pesilat.2. Ganda dan Regu.1. Ganda dan Regu. Berlaku untuk kategori Tunggal.3. bila setelah berakhirnya penampilan didapati bahwa ada Jurus yang tidak diperagakan atau memperagakan urutan jurus yang salah oleh peserta. Apabila hal tersebut terjadi pada Pesilat NOMOR UNDIAN TERAHIR.7.1. Setiap pemanggilan dengan tenggang waktu 30 detik. Berlaku untuk kategori Tunggal.1. 3. Penilaian terhadap peserta menjadi batal.3. Berlaku untuk kategori Tunggal. 2. Kebenaran gerakan dalam setiap jurus . Nilai Kebenaran yang mencakup unsur : a. Apabila hal tersebut terjadi pada Pesilat SELAIN NOMOR UNDIAN TERAHIR. Berlaku untuk kategori Tunggal dan Regu.2. Pesilat tidak dapat melanjutkan penampilannya.8. senjata lepas dan lain sebagainya). Undur Diri Pesilat dinyatakan undur diri apabila setelah 3 (kali) pemanggilan oleh Sekretaris Pertandingan tidak memasuki gelanggang untuk memperagakan kategori Tunggal. Dalam hal ini peserta dikenakan hukuman diskualifikasi. maka Pesilat bersangkutan dinyatakan DISKUALIFIKASI. karena kesalahan sendiri. maka pertandingan pada nomor tersebut akan diulang dari menit awal setalah nomor undian terahir pada pool dan kategori bersangkutan dengan Juri yang sama. Penilaian terdiri atas : 6.

Hasil total perolehan nilai ditampilkan pada papan nilai bersamaan dengan pengumuman perolehan nilai yang dilakukan oleh Ketua Pertandingan. Kebenaran urutan gerakan c. Pilihan dan kombinasi warna diserahkan kepada peserta. corak ikat kepala /kain samping kedua pesilat kategori Ganda boleh sama atau berbeda.2.1.5.4. Kemantapan tenaga dan stamina Pemberian nilai antara 50 (lima puluh) s/d 60 (enam puluh) angka yang dinilai secara total/terpadu diantara keempat unsur kemantapan. pemenangnya adalah peserta dengan jumlah nilai hukuman terkecil.6. Kebenaran urutan jurus Nilai perhitungan dari jumlah gerakan jurus Tunggal Baku (100 gerakan) dikurangi nilai kesalahan.7. 7. Ketentuan ini juga berlaku untuk kategori Ganda dan Regu. Perlengkapan Bertanding 1.2.3. pemenangnya adalah peserta yang mempunyai nilai kemantapan. .1. 7. Penentuan dan pengumuman pemenang 7.1. pemenangnya adalah peserta dengan jumlah Nilai Kebenaran tertinggi.2. warna bebas dan polos (celana dan baju boleh dengan warna yang sama atau berbeda). 6. 7. 7. Pemenang adalah peserta yang mendapat nilai tertinggi untuk penampilannya 7. Bila nilai tetap sama. Pasal 10 Kategori GANDA 1. Kemantapan penghayatan gerak 5. Dewan Juri dan Tim Menejer Pesilat bersangkutan. Kemantapan irama gerak 4. Bila masih tetap sama. Boleh memakai badge IPSI di dada sebelah kiri. 7. Pakaian : Pakaian Pencak Silat model standar. Memakai ikat kepala (jilbab bukan ikat kepala) dan kain sampingwarna polos atau bercorak. penghayatan dan stamina tertinggi. Bila nilai masih tetap sama. Kemantapan gerak 3. Nilai kemantapan yang mencakup unsur : 3. Bila terdapat nilai yang sama.b. pemenangnya adalah peserta dengan waktu peragaan lebih atau kurang yang terkecil mendekati kepada ketetapan waktu (3 menit) 7. Bila masih tetap sama. pemenangnya akan diundi oleh Ketua Pertandingan disaksikan oleh Delegasi Teknik. Pengumuman perolehan nilai peserta setiap kategori disampaikan setelah para Juri menyelesaikan tugasnya menilai seluruh peserta pada setiap kategori/pool dari Jurus Tunggal Baku. Warna pakaian.1.

trisula. Peserta menampilkan kekayaan tekhnik serang bela Pencak Silat yang dimiliki selama 3 (tiga) menit dengan tangan kosong dan dilanjutkan bersenjata golok/parang dan tongkat serta salah satu pilihan dari senjata tambahan. pedang). efektif.2. Tata cara pertandingan Sama dengan ketentuan tata cara pertandingan pada kategori tunggal. Ketentuan bertanding 5.1.1. estetis. Jurus Teknik Pencak Silat kategori yang diperagakan harus ditampilkan secara berseri. Toleransi kelebihan atau kekurangan waktu adalah 5 (lima) detik untuk golongan Remaja dan Dewasa dan 10 (sepuluh) detik untuk golongan Usia Dini dan Pra Remaja. Setiap seri merupakan satu rangkaian teknik serang bela yang terancang. 5. Aturan bertanding 5. Masing-masing menggunakan senjata b.1. Tahapan pertandingan Sama dengan ketentuan tahapan pertandingan pada kategori tunggal 3.2. Bila penampilan lebih dari batas toleransi waktu yang diberikan akan dikenakan hukuman. Berganti senjata dalam peragaan/senjata beralih tangan d. 2. Senjata : Jenis. yang lainnya tangan kosong c. Setiap seri dimulai dari sikap pasang. Teknik penggunaan senjata bebas menurut aliran masing-masing. Jumlah seri serang bela tangan kosong atau bersenjata yang dapat ditampilkan selama 3 (tiga) menit. Melepaskan/menjatuhkan senjata sesuai dengan deskripsi peragaan. Waktu pertandingan Sama dengan ketentuan waktu pada kategori Tunggal 4. pelaksanaan teknik serang bela dan kembali ke sikap pasang atau gerak langkah awal.1. Pesilat bebas untuk : a. ukuran dan jumlah senjata yang sama dengan kategori Tunggal ditambah dengan senjata pendek dan panjang (Clurit. . baik bertenaga dan cepat maupun dalam gerakan lambat untuk dapat memperagakan teknik secara lebih jelas dengan tangan kosong dan bersenjata. Salah satu pesilat bersenjata.1. diserahkan kepada pesilat dengan ketentuan seri serang bela tangan kosong dan bersenjata masingmasing minimal 3 (tiga) seri. pisau. 5. mantap dan logis.

Penampilan kurang atau lebih dari 5 (lima) s/d 15 (lima belas) detik dikenakan pengurangan nilai 10 (sepuluh) untuk Golongan Remaja dan Dewasa. Assesories jatuh tidak dikenakan hukuman pengurangan nilai. Setiap pemanggilan dengan tenggang waktu 30 detik. Faktor waktu Peragaan kurang atau lebih dari 3 (tiga) menit a. b. Pengurangan nilai 10 (sepuluh) dikenakan pada peserta setiap kali yang bersangkutan jatuh senjatanya sesuai yang ditentukan dalam deskripsi. Penampilan kurang dari 16 (enam belas) s/d 30 (tiga puluh) detik dikenakan pengurangan nilai 15.1. Hukuman pengurangan nilai dijatuhkan karena kesalahan peserta terdiri atas: a. Faktor lain-lain b. Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta setiap kali yang bersangkutan memperdengarkan suara mulut (vokal) berlebihan/berteriak.3. Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta yang dalam penampilannya didapati senjata yang tidak sepenuhnya menurut ketentuan yang berlaku (tidak sempurna) seperti senjata golok patah. b.5. Diperkenankan bersuara secara tidak berlebihan dengan teriakan/vokal selama peragaan.2. Pengurangan nilai 10 (sepuluh) dikenakan kepada peserta yang senjatanya tidak lepas /tidak jatuh sesuai yang ditentukan dalam deskripsi.3. golok lepas dari gagangnya.2. 5. Hukuman 5.2. Undur diri Pesilat dinyatakan unur diri apabila setelah 3 (tiga) kali pemanggilan oleh Sekretaris Pertandingan tidak memasuki gelanggang untuk memperagakan kategori Ganda.1. 6.4. b.1.5. Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta setiap kali yang bersangkutan keluar dari gelanggang (10m X 10m).1. b.2. Diskualifikasi Pesilat yang memakai pakaian yang menyimpang dari ketentuan pertandingan dinyatakan diskualifikasi.2.2.2. tongkat retak/pecah. Penampilan kurang dari diatas 30 (tiga puluh) detik dikenakan pengurangan nilai 20. Penampilan kurang atau lebih dari 10 (sepuluh) s/d 15 (lima belas) detik dikenakan pengurangan nilai 10 untuk golongan usia Dini dan Pra Remaja. b. Penilaian . a. 5. 5.3.3. a.

.. Sasaran penilaian ditujukan kepada faktor: a. tendangan.. Kekayaan bentuk teknik serang bela baik tangan kosong maupun bersenjata. seperti : pukulan. Nilai Teknik Serang Bela Nilai teknik serang bela tangan kosong maupun bersenjata mencakup penggunaan berbagai bentuk teknik serang bela dengan tangan dan kaki. jatuhan. Kualitas teknik serang bela baik tangan kosong maupun bersenjata. b.1.. c.6. kuncian dan lainnya. Keterampilan maupun kreativitas teknik seran bela d. hindaran / elakan.. Penilaian terdiri atas : 6. tangkapan. tangkisan..1. SEKIAN.1. . Logika pelaksanaan teknik serang bela Pemberian nilai diantara 50 (lima puluh) s/d 100 (seratus) angka yang diniai secara terpadu/total diantara keempat unsur nilai teknik. sapuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful