Peranan Kearsipan

Monday, 15 February 2010 08:41 | Written by adm |

Kearsipan mempunyai peranan sebagai “pusat ingatan”, sebagai “sumber informasi” dan “sebagai alat pengawasan” yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka kegiatan “perencanaan”. “penganalisaan”. “pengembangan, perumusan kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pembuatan laporan, pertanggungjawaban, penilaian dan pengendalian setepat-tepatnya. Arsip mempunyai peranan penting dalam proses penyajian informasi bagi pimpinan untuk membuat keputusan dan merumuskan kebijakan,oleh sebab itu untuk dapat menyajikan informasi yang lengkap, cepat dan benar haruslah ada sistem dan prosedur kerja yang baik di bidang kearsipan. Pada pasal 3 Undang-Undang No. 7 Tahun 1971, antara lain dirumuskan bahwa “tujuan” kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemeritahan. Dari pengertian tersebut tampak bahwa arti pentingnya kearsipan ternyata mempunyai jangkauan yang amat luas, yaitu baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan manusia, maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan kehidupan kebangsaan.

. berasal dari kata “arche” bahasa Yunani yang berarti permulaan. dsb. baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok. Kearsipan menyangkut pekerjaan yang berhubungan dengan penyimpanan warkat atau surat-surat. map. yaitu berupa setiap lembaran yang berisi keterangan yang mempunyai arti dan kegunaan. yaitu berupa wadah. tempat. arsip juga sering dinyatakan dengan istilah file yang artinya simpanan. yang banyak dilakukan oleh badan-badan pemerintah. Artinya. kearsipan merupakan salah satu jenis pekerjaan kantor atau pekerjaan tatausaha. Secaraetimologis istilah arsip dalam bahasa Belanda yaitu “archief”. kotak. juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan secara teratur bahan-bahan arsip seperti: catatan-catatan. almari kabinet. daftar-daftar. Akan tetapi. Gedung yang dimaksud tersebut. dan dokumen-dokumen kantor lainnya. yaitu sebagai surnber dan pusat rekaman informasi bagi suatu organisasi. dirasa sangat penting untuk menjelaskannya berdasarkan etimologi atau asal-usul katanya. Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Lembaga-lembaga Negara dan Badanbadan Pemerintahan dalam bentuk corak apapun baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok. maupun badan swasta. Ada juga istilah lain yang sering digunakan untuk menyatakan arsip. bahan tertulis. WARKAT DAN SEKRETARIS A. surat-surat. dan dalam bahasa Ingris disebut “arcihive”. ordner. pasal 1 dikatakan bahwa “arsip’ ialah: a. bahan-bahan tertulis. dalam bentuk corak apapun. piagampiagam. Records adalah setiap lembaran (catatan. dokumen-dokumen. dsb. Kearsipan memegang peranan penting bagi kelancaran jalannya organisasi. dan sebagainya yang dipergunakan untuk menyimpan bahan-bahan arsip. yang sering di sebut sebagai berkas. petapeta. Kegiatan yang berhubungan dengan penyirnpanan surat-surat dan dokumen inilah yang selanjutnya disebut kearsipan. Pendefinisian arsip dapat dipengaruhi oleh segi peninjauan. Naskah-naskah yang dibuat da diterima Oleh Badan-badan Swasta dan atau perorangan. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 pada Bab I.PENGERTIAN ARSIP. akte-akte. keputusan-keputusan. Selanjutnya kata “ta archia” berubah lagi menjadi kata “archeon” yang berarti “gedung pernerintahan”. Kemudian dari kata “arche” berkembang menjadi kata “ta archia” yang berarti catatan. Dalam bahasa Ingris. dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan. akan tetapi dalam perkembangan lebih lanjut diartikan lebih luas.). Dalam pemahaman sederhana dapat dinyatakan bahwa arsip adalah merupakan salah satu produk kantor (office work). untuk memahami arti dasar arsip. Pengertian Arsip Istilah arsip bisa mengandung berbagai macam pengertian. dalam rangka pelaksanaan kegiatan b. rekaman. dalam bentuk atau dalam wujud apa pun yang berisi informasi atau keterangan untuk disimpan sebagai bahan pembuktian atau pertangungjawaban atas suatu peristiwa/kejadian. daftar. Sedangkan warkat berasal dari bahasa Arab yang berarti surat. yaitu record dan warkat. sudut pandang dan atau pembatasan ruang lingkupnya.

sejarah.Selanjutnya dalam pasal 2 diterangkan tujuan kearsipan ialah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggung-jawaban nasional tentang perencanaan. maupun budaya. karakteristik arsip tersebut antara lain : 1) Otentik . dimana karakteristik tersebut dapat membedakan kualitas arsip. sosial. 2) Nilai guna skunder adalah nilai guna arsip yang didasarkan pada kegunaan arsip bagi kepentingan lembaga/instansi pemerintah. pelaksanaan da penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggung-jawaban tersebut kepada Pemerintah. B. keberadaan arsip dapat dipercaya sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan pendukung pelaksanaan kegiatan C. arsip yang diciptakan sebagai dokumentasi untuk mendukung tugas dan kegiatan. alat pengambil keputusan. Arsip menurut konteksnya. maupun perorangan. dan transaksi organisasi penciptanya. Adapun copy (duplikasi) arsip memiliki arti yang berbeda baik untuk pelaksanaan kegiatan maupun bagi staf/pejabat yang berwenang dengan kegiatan tersebut. struktur dan konteks. 3) Unik . memiliki status sebagai bahan bukti resmi bagi keputusan dan pelaksanaan kegiatan. Sedangkan arsip memiliki fungsi untuk merekam pengalaman. ilmiah/penelitian. memiliki arti/makna yang merefleksikan tujuan dan kegiatan suatu organisasi. tidak dibuat massal atau digandakan. Nilai guna primer meliputi nilai guna administrasi. memori. dan teknologi. Guna dan Fungsi Arsip Selain arsip memiliki karakter. 4) Reliable . tapi berguna pula untuk masa yang akan datang atau setelah kegiatan berlangsung demi kepentingan lembaga/instansi pemerintah. jurnal dan bahan publikasi lainnya. dan memiliki kronologi yang unik selalu merupakan satu-satunya produk. bahan bukti pertanggungjawaban. manajemen dan organsasi. yaitu memiliki informasi mengenai waktu dan tempat arip diciptakan/diterima. meliputi. swasta. keuangan. hukum. juga memiliki nilai guna dan fungsi. 2) Legal . sumber informasi. isi. memberikan layanan bahan bukti kebijaksanaan. arsip merupakan informasi melekat pada wujud aslinya (kecuali arsip elektronik). Karakter Arsip Arsip memiliki karakter yang disebut karakteristik arsip. nilai guna arsip ini tidak hanya berguna sebagai penunjang tugas pada saat sedang berlangsung. arsip berbeda dengan buku. penunjang aktifitas administrasi. Nilai guna arsip terdiri dari nilai guna primer dan nilai guna skunder. . Nilai guna skunder meliputi nilai guna kebuktian dan informasional. swasta maupun perorangan. swasta maupun perorangan lain (bukan pencipta) dan juga kepentingan umum sebagai bahan bukti dan bahan pertanggungjawaban. dan wahana komunikasi baik politik. kegiatan. 1) Nilai guna primer adalah nilai guna arsip yang didasarkan pada kegunaan arsip bagi kepentingan penciptanya baik lembaga/instansi pemerintah.

Arsip statis adalah arsip yang tidak dipergunakan lagi di dalam fungsi-fungsi manajemen. tercetak yang dibuat orang dalam ranggka untuk membantu ingatan. terekam. pelaksanaan. Sedangkan arsip dinamis inaktif merupakan arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya untuk penyelenggaraan administrasi sudah menurun. fungsinya arsip dibedakan atas dua yaitu arsip dinamis dan arsip statis.7 tahun 1971. Bertitik tolak dari fungsi dan kegunaan arsip. Dengan demikian informasi yang terekam tersebut dapat digunakan di dalam menunjang proses pengambilan keputusan. Arsip statis merupakan arsip yang memiliki nilai guna berkelanjutan (continuing value). baik bisnis maupun pemerintahan. Pengertian Warkat Warkat yaitu suatu catatan tertulis. Sedangkan Arsip inaktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya dalam pelaksanaan kegiatan sudah menurun. sehingga informasi arsip memungkinkan untuk disajikan secara tepat. maka arsip sebagai salah satu sumber informasi harus dikelola dalam suatu sistem/manajemen. Dalam literatur-literatur kearsipan (USA) kita mengenal pembedaan fungsi arsip atas records dan archives. Arsip aktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya dalam pelaksanaan kegiatan masih tinggi.. artinya bahwa semua tergantung bagaimana suatu instansi menilai bahwa suatu arsip sudah dikatakan menurun frekuensi penggunaannya. Arsip tersebut terkadang masih digunakan sebagai bahan referensi. tergambar. Fungsi Arsip Menurut UU No. Sekedar sebagai gambaran.Dalam penggunaannya arsip dapat dibedakan menjadi dua. WARKAT A. penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara. tetapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan penelitian. hal ini tentu saja harus didasarkan pada kebutuhan organisasi. Arsip tersebut digunakan dalam kegaitan operasional organisasi sehari-hari dan berisi informasi yang terbaru dan harus selalu tersedia sewaktu-waktu. Warkat juga dapat dikatakan sebagai alat pembayaran . Arsip dinamis berdasarkan kepentingan penggunaannya dapat dibedakan menjadi dua yaitu arsip dinamis aktif dan dinamis inaktif. D. yaitu arsip aktif dan arsip inaktif. kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat dengan biaya yang serendah mungkin. Arsip dinamis adalah arsip yang masih secara langsung digunakan dalam kegiatan-kegiatan atau aktivitas organisasi. Atau dalam bahasa perundang-undangan kearsipan disebut sebagai arsip yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan. seorang ahli kearsipan menyebutkan bahwa arsip dapat dipertimbangkan menjadi inaktif apabila penggunaannya kurang dari 10 kali dalam satu tahun. baik sejak perencanaan. pengawasan serta dapat dijadikan referensi sebagai input yang sangat signifikan bagi proses manajemen. pengorganisasian. Frekuensi penggunaan yang menurun sering menjadi problematika tersendiri di Indonesia apalagi bagi instansi yang tidak memiliki JRA (Jadwal Retensi Arsip). perencanaan. Arsip dinamis aktif berarti arsip yang secara langsung dan terus-menerus diperlukan dan dipergunakan di dalam penyelenggaraan administrasi. pelaksanaan dan juga evaluasi.

Cek adalah cek sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) termasuk jenis-jenis cek seperti cek deviden. 4. Untuk keseragaman dalam penyelenggaraan Kliring Lokal maka Warkat wajib memenuhi spesifikasi teknis berupa kualitas kertas. ukuran. Ukuran Ukuran Warkat yang digunakan merupakan ukuran seragam untuk semua jenis Warkat. Nota Kredit adalah Warkat yang digunakan untuk menyampaikan dana pada Bank lain untuk untung Bank atau nasabah Bank yang menerima Warkat tersebut. rancang bangun (format) dan mutu cetak. Jenis Warkat Jenis Warkat yang dibakukan untuk diperhitungkan dalam Kliring adalah: 1. termasuk Bilyet Giro Bank Indonesia (BGBI). 1.bukan tunai yang diperhitungkan melalui Kliring. Wesel Bank Untuk Transfer adalah wesel sebagaimana diatur dalam KUHD yang diterbitkan oleh Bank khusus untuk sarana transfer. 3. Surat Bukti Penerimaan Transfer adalah surat bukti penerimaantransfer dari luar kota yang dapat ditagihkan kepada Bank Peserta penerima dana transfer melalui Kliring Lokal. Spesifikasi Teknis Warkat Setiap Warkat wajib memenuhi spesifikasi teknis sebagai berikut. Nota Debet yang dikliringkan hendaknya telah diperjanjikan dan dikonfirmasikan terlebih dahulu oleh Bank yang menyampaikan Nota Debet kepada Bank yang akan menerima Nota Debet tersebut. 5. Yang dimaksud dengan kertas sekuriti adalah kertas yang dipakai untuk mencetak Dokumen Sekuriti yang memiliki cirri pengaman untuk menangkal usaha pemalsuan baik dengan cara peniruan maupun manipulasi. C. Khusus untuk Warkat pada penyelenggaraan Kliring Lokal dengan menggunakan sistem . Kertas Kualitas kertas yang digunakan harus memenuhi “The London Clearing Bank’s Paper Specification No. cek pemberian atau cinderamata. 2. dan 6. 1”/CBS 1 (96 gsm). cek perjalanan. Nota Debet adalah Warkat yang digunakan untuk menagih dana pada Bank lain untuk untung Bank atau nasabah Bank yang menyampaikan Warkat tersebut. dan jenis cek lainnya yang penggunaannya dalam Kliring disetujui oleh Bank Indonesia. B. Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada Bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya. 1. Khusus untuk warkat pada penyelenggaraan Kliring Lokal dengan menggunakan sistem Manual dan Semi Otomasi Kliring Lokal (Semi Otomasi) selain menggunakan kertas CBS 1 juga dapat menggunakan kertas sekuriti/security paper (90 gsm).

c) Nomor seri Warkat dicetak dan ditempatkan pada bagian atas Warkat. 1. 1. .Manual dan Semi Otomasi Kliring Lokal (Semi Otomasi) tidak ditentukan standar ketebalan Warkat. Adapun rancang bangun Warkat perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Nilai nominal pada Warkat harus dapat terlihat dengan jelas. 1.5 (satu setengah) sentimeter. Pertinggal (Cheque Stub) Untuk keperluan administrasi terhadap penarikan atau penerbitan Cek/Bilyet Giro pada setiap lembar Warkat dapat ditambahkan lembar pertinggal yang dapat ditempatkan pada sebelah kiri atau sebelah atas Warkat atau diadministrasikan di bagian depan/belakang bundel warkat atau berupa carbonized paper. Penyelenggara maupun Peserta Penerima maka pada sudut kanan atas semua Warkat dari jenis Nota Kredit harus diberi tanda dengan bentuk segitiga siku-siku berwarna merah tua. b) Nama/logo Bank penerbit dicetak lebih jelas daripada cetakan lainnya pada Warkat dimaksud dan ditempatkan pada bagian atas Warkat. 1. Untuk keperluan tersebut maka nilai nominal dalam angka dicantumkan di sebelah kanan sejajar dengan baris nilai nominal dalam huruf. Pembedaan Warna Untuk mempermudah mengenali dan membedakan Warkat dalam pengolahan di tempat Peserta Pengirim. maka nama nasabah ditempatkan di sebelah kiri bawah sejajar dengan tanda tangan. di atas clear band. d) Ruangan untuk tanda tangan harus cukup luas dan ditempatkan di sebelah kanan bawah. khusus untuk Warkat Kliring yang digunakan pada penyelenggaraan Kliring Lokal dengan menggunakan sistem Manual dan Semi Otomasi Kliring Lokal (Semi Otomasi) pengisian MICR pada Clear Band tidak perlu dilakukan sehingga penandatanganan dan penulisan nama penarik dapat melewati Clear Band 1. Rancang Bangun Pembakuan Warkat tidak dimaksudkan untuk membakukan redaksi yang tercantum dalam Warkat melainkan untuk lebih memudahkan pengenalan dan pemeriksaan Warkat maupun sandi/informasi yang tercantum di dalamnya. e) Dalam hal diperlukan personalisasi nasabah. Clear Band Clear band adalah ruang kosong pada bagian bawah. dengan ukuran sisi tegak masing-masing 1. Garis Batas Sebuah garis batas sejajar batas bawah sepanjang Warkat harus dicetak pada ukuran 1/8 (satu per delapan) inci di atas batas atas clear band.

4. didistribusikan. pemilihan. organisasi. Kegiatan dokumentasi data sangat penting dilakukan untuk tujuan: . distribusi. baik dalam kehidupan kita sehari-hari. terlebih bisnis. Ini menuntun kita kepada pembahasan kandungan yang ada dalam suatu dokumen. Sedangkan bagi Xerox Corporation. Selain itu lem perekat dilarang digunakan pada Warkat. maupun disposisi dari record untuk menentukan records yang mana yang perlu tetap disimpan untuk selama-lamanya serta jenis-jenis records yang mana dan yang dalam jangka waktu berapa lama pula perlu dimusnahkan karena sudah tidak diperlukan lagi. disimpan. Records yang tidak penting (non essential) Records yang tidak dimanfaatkan Records yang penting Records yang sangat penting. dikendalikan. perforasinya disesuaikan dengan kebutuhan dan harus dilakukan secara deep cut. menyebarkan semua macam dokumen dalam bidang kegiatan manusia. diproduksi. Dokumen juga dapat diartikan sebagai suatu naskah/arsip/informasi yang disimpan sebagai bukti atau bahan konsultasi. (Electronic and Document System Association). Tambahan lagi perkembangan manusia dan peradabannya pun mempengaruhi dan berkembang dengan bantuan dokumen.8. DOKUMEN A. 3. Perforasi Untuk menghindari kerusakan pada waktu pengolahan oleh mesin baca pilah dan atau MICR Encoder/Reader-Encoder. Sementara Keith Davidson. Pengertian Dokumen Dokumen yaitu suatu aktifitas mengumpulkan. perforasi untuk memisahkan Warkat dengan lembar pertinggal dapat ditempatkan pada sebelah kiri atau sebelah atas Warkat. D. Presiden Xplor International. yaitu yang berhubungan dengan penggolongan. kecuali apabila ditujukan untuk menjilid blanko Warkat yang telah diperforasi. dokumen merupakan “the most important vehicle for the transmission of information between people”. mengklasifikasikan. Dalam hal digunakan Continuous Form Cheque. dan digandakan. 2. Record Retention Schedule record retention schedule adalah suatu kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam rangka proses manajemen. yaitu : 1. Kandungan yang dimiliki oleh sebuah dokumen meliputi berbagai kegiatan yang diawali dengan bagaimana suatu dokumen dibuat. Bayangkan betapa pentingnya peranan dokumen. menegaskan bahwa dokumen adalah “package of data structure for informational purposes”. Maka jelas bahwa dokumen merupakan suatu sarana transformasi informasi dari satu orang ke orang lain atau dari suatu kelompok ke kelompok lain. Records terbagi menjadi 4 golongan. dan bukan medianya. Penggolongan records dilakukan untuk mengatasi masalah dalam melakukan pemilihan dan menentukan kapan suatu records harus dimusnahkan atau disimpan untuk sementara ( temporary storage) atau kapan suatu records ttersebut harus dimusnahkan atau disimpan untuk selamanya (permanent storage ).

gambar. B. Mengamankan data dan informasi penting Mempermudah dalam pelaksanaan pemasukan data (data entry) Mempermudah dalam pelaksanaan akses data (data retrieval) Membantu dalam perancangan dan pelaksanaan aktivitas pengelolaan plasma nutfah secara keseluruhan 5. laporan. audio. multimedia. 3. piagam. format. CD-ROM. 4. video. chip dan sebagainya. dan sebagainya. antara lain formulir. produk hukum. brosur. suara. Jenis. dan sebagainya. Jenis.1. Mempermudah dalam melakukan monitoring status pengelolaan plasma nutfah. 2. Format dan Media Dokumen Banyak ragam jenis dokumen. Medianya bisa berupa kertas. Formatnya bisa dalam bentuk cetak. disket. dan media dok .

Adapun nama-nama tempat yang biasa dipergunakan tidak hanya seperti pembagian pada ilmu bumi saja. 2011 Peralatan Kearsipan : Filing Cabinet By rika novyanti Filing cabinet ada pula yang menyebut file cabinet adalah perabot kantor berbentuk persegi empat panjang yang diletakkan secara vertikal (berdiri) dipergunakan untuk menyimpan berkas-berkas atau arsip. Adapun Arsip . 2010 Sistem Kronologis By rika novyanti Sistem Kronologis adalah sistem penyimpanan warkat yang berdasarkan kepada urutan waktu surat diterima dan waktu surat keluar.Tag Archives: manajemen kearsipan April 7. materi kuliah June 16. tetapi dapat juga berupa Continue reading 1 comment | tags: arsip. Umumnya. peralatan kearsipan | posted in Introduction. penyimpanan arsip dengan sistem ini mempergunakan map ordner dan lemari arsip sebagai wadah penyimpanannya. 2010 Sistem Geografis By rika novyanti Sistem Geografis adalah sistem penyimpanan dokumen yang berdasarkan kepada pengelompokan menurut nama tempat. Continue reading Leave a comment | tags: arsip. manajemen kearsipan. manajemen kearsipan. Sistem ini sering juga disebut sistem lokasi atau sistem nama tempat. sistem geografis | posted in materi kuliah June 16.

Penyimpanan dengan metode sentralisasi adalah penyimpanan yang dilakukan di pusat penyimpanan arsip atau records center. dengan alasan sebagai berikut : Continue reading Leave a comment | tags: arsip. dan dipelihara oleh suatu organisasi/lembaga/badan/perorangan dalam rangka Continue reading 7 comments | tags: arsip. 2010 Metode Penyimpanan Arsip (Sentralisasi) By rika novyanti Pusat Penyimpanan Arsip (Records Center) Penyimpanan arsip secara umum dilakukan 2 metode. Pusat arsip adalah Continue reading Leave a comment | tags: arsip. dibuat. Arsip : Secara terminologis. 2010 Manajemen Kearsipan By rika novyanti Mata Kuliah : Manajemen Kearsipan Sks :2 . warkat atau records merupakan informasi yang direkam dalam bentuk atau medium apapun. manajemen kearsipan. pengantar | posted in materi kuliah February 22. sistem kronologis | posted in materi kuliah March 14.yang paling sering disimpan dengan sistem kronologis adalah arsip-arsip in aktif. sedangkan penyimpanan dengan metode desentralisasi dilakukan oleh masing-masing unit atau divisi dalam suatu instansi atau organisasi. diterima. manajemen kearsipan. manajemen kearsipan. Pada bagian iniakan dibahas mengenai metoden penyimpanan dengan metode sentralisasi atau dengan menggunakan Pusat arsip. 2010 Manajemen Kearsipan (pengantar) By rika novyanti Pengertian 1. arsip . sentralisasi | posted in materi kuliah March 8. metode sentralisasi dan metode desentralisasi.

6. 3. 8. 7. Pendahuluan : arsip dan kearsipan Pengaturan Arsip Prosedur kearsipan Sistem Abjad Sistem Nomor Sistem Subjek Sistem Geografis Peralatan dan perlengkapan Pengawasan dan pemeliharaan arsip Penyusutan arsip .Semester :V Pokok bahasan : 1. 9. 4. 10. 5. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful