P. 1
TUGAS MAKALAH SOSIOLOGI

TUGAS MAKALAH SOSIOLOGI

|Views: 3,546|Likes:
Published by Arini Feranisa

More info:

Published by: Arini Feranisa on Nov 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH SOSIOLOGI

KELAS XI IPS
D I S U S U N O L E H

 Ehril Saputra  M. Farid Kurniawan  Reza Maulana  Ratna Kumalasari  Rosita

SMA MUHAMMADYAH I METRO T.P. 2011/2012

DAFTAR

ISI

1. Hubungan struktur sosial dan mabilitas sosial.......................................................................... 2. Faktor pendorong penghambat mobilitas sosial............................................................................ 3. Faktor-faktor yang menghambat mobilitas...................................................................... 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas...................................................................... 5. Saluran mobilitas sosial........................................... 6. Dampak mobilitas sosial..............................................................................

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah mencurahkan karunia dan hidayahnya sehingga kelompok kami bisa menyelesaikan tugas makalah ini. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembacanya. Demikian tugas makalah dari kamiterima kasih.

1. Faktor Pendorong, Penghambat & yang Mempengaruhi Mobilitas sosial
Sosial dalam masyarakat. menganalisis hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial. standar kompetensi adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu .mobilitas sosial definisi : perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan berkaitan dengan stratifikasi sosial adalah adanya mobilitas sosial akan merembet/mempengaruhi bentuk hubungan pada struktur sosial nonekonomis. menganalisis hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial.... faktor yang mempengaruhi mobilitas tidak ada mobilitas sosial yang umum berlaku bagi semua masyarakat; artinya setiap masyarakat memiliki karakteristiknya sendiri dalam hubungannya dengan il struktur sosial dan mobilitas sosial. kehadiran tenaga kerja muda dengan kepada hubungan kekuasaan dengan keistimewaan di antara kelas sosial. mobilitas sosial. Hubungan struktur sosial dan mobilitas sosial. Faktor-faktor sosial mobilitas sosial, dan hubungan dalam struktur dengan mobilitaskomunikasi

organisasi adalah kelaziman untuk mengatur hubungan kedudukan orang itu pada struktur dan hierarki dalam organisasi tersebut. apakah komunikasi organisasi dalam mobilitas sosial ditentukan oleh jumlah anggota,.....

2. yang Faktor Pendorong, Penghambat & Mempengaruhi Mobilitas Sosial
Sebagaimana telah diungkapkan bahwa terjadinya mobilitas sosial didorong oleh situasi dan kondisi lingkungan setempat. Secara umum situasi yang dapat mendorong terjadinya mobilitas sosial antara lain:

A. Struktur Sosial Struktur sosial yang ada mendorong seseorang untuk melakukan mobilitas sosial. Dalam hal ini berarti perpindahan status sosial dapat terjadi apabila status sosial tinggi yang dituju memang benar ada, masih menyediakan ruang untuk diisi dan mudah memperolehnya. Misalnya, sekelompok buruh tidak dapat menjadi karyawan pabrik, karena pabrik yang dituju tidak membuka lowongan pekerjaan atau seseorang pengamen tidak sanggup mengangkat status sosialnya menjadi sarjana,

b. Individu Tidak semua orang mampu meningkatkan status sosialnya, walaupun suatu status sosial tinggi telah tersedia. Orang dari status sosial rendah tidak dapat secara otomatis menempati status sosial tinggi tersebut. Misalnya, seseorang mengadu nasib ke Jakarta untuk berjuang memperoleh pekerjaan. Di Jakarta tersedia berbagai macam kesempatan kerja. Akankah orang tersebut dapat menempati peluang kerja yang tersedia? Belum tentu! Hal tersebut sangat bergantung pada kecakapan, keterampilan, dan kemampuan orang tersebut. Penentu inilah yang dinamakan faktor individu. Dilihat dari pengaruhnya, faktor individu ini ternyata lebih menentukan dibandingkan faktor struktur. Semakin tinggi kemampuan individu, semakin besar kesempatannya untuk meningkatkan status sosialnya. Selain itu, dalam proses mobilitas sosial terdapat faktor yang mempengaruhi serta menghambat terjadinya mobilitas sosial dalam masyarakat. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:

3.Faktor-faktor yang menghambat mobilitas sosial, yaitu

1) Kebudayaan
Kebudayaan dalam suatu masyarakat mampu menjadi penghambat terjadinya mobilitas sosial. Kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayaan yang bersifat tradisional. Lain halnya dengan masyarakat modern. Dalam masyarakat modern justru memberikan peluang terjadinya mobilitas sosial sebagai akibat kemajuan teknologi, komunikasi, dan transportasi.

2) Lingkungan Asal Keterbukaan lingkungan asal akan mempercepat terjadinya mobilitas sosial. Namun sebaliknya, apabila di lingkungan asal bersifat tertutup maka akan memperlambat mobilitas sosial.

3) Tradisi Dalam suatu masyarakat tentunya memiliki tradisi masingmasing. Di mana tradisi ini digunakan sebagai patokanpatokan

atau pedoman dalam bertingkah laku. Jika dalam tradisi masyarakat masih menganut paham-paham kolot besar kemungkinan mobilitas tidak terjadi.

4) Ekonomi Dalam hal ini keadaan ekonomi yang serbakekurangan akan sulit untuk mengikuti dan menyesuaikan dengan kedudukan yang memiliki

3. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mobilitas sosial, yaitu:

1) Status Sosial Status sosial tidak terlepas dari pembawaan yang dimiliki oleh orang tuanya. Oleh karena itu, apabila seorang anak tidak merasa puas dengan kedudukan orang tuanya, ia dapat berusaha untuk meraih kedudukan yang lebih tinggi daripada orang tuanya. 2) Keadaan Ekonomi Mobilitas sosial geografis sering terjadi apabila sumber daya alam di daerah padat penduduk sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan untuk hidup. Sehingga penduduk cenderung mencari lahan subur di daerah lain melalui migrasi/perpindahan antarwilayah. 3) Situasi Politik Apabila situasi politik suatu wilayah negara tidak menjamin terhadap keamanan penduduk, mobilitas

sosial akan terjadi, mereka akan berpindah mencari daerah yang aman.
4) Motif-Motif Keagamaan Adanya kelompok-kelompok yang menekan

terhadap umat beragama lainnya mengakibatkan kelompok-kelompok yang merasa tertekan tersebut memilih untuk mengadakan mobilitas sosial. 5) Masalah Kependudukan Semakin sempitnya lahan permukiman mendorong orang untuk mencari tempat-tempat atau wilayah yang masih memungkinkan untuk bermukim. 6) Keinginan Melihat Daerah Lain Muncul gagasan untuk melihat daerah lain menimbulkan ide terjadinya mobilitas secara geografis. Selain itu juga memungkinkan terjadinya perpindahan masyarakat dari suatu laporan sosial ke laporan sosial yang lain dengan cara alih potensi dengan membandingkan besarnya pendapatan atau gaji yang lebih besar

5. Saluran mobilitas sosial
Proses mobilitas sosial vertikal ini disebut social circulation. Berikut ini saluran-saluran terpenting dari mobilitas sosial. a. Angkatan Bersenjata Peranan angkatan bersenjata sangat penting dalam masyarakat dengan sistem militerisme. Jasa seorang prajurit akan dihargai tinggi oleh masyarakat, tanpa memerhatikan status atau kedudukannya semula. Sering melalui karier dalam kemiliteran, seorang prajurit dapat memperoleh kekuasaan dan wewenang yang lebih besar. b. Lembaga-Lembaga Keagamaan Setiap ajaran agama menganggap bahwa manusia mempunyai kedudukan yang sederajat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemukapemuka agama bekerja keras untuk menaikkan kedudukan orangorang dari lapisan rendah dalam masyarakat. Selain itu, pemuka agama akan semakin dihormati oleh masyarakat, apabila ia mampu membimbing umatnya dengan baik.

c. Lembaga-Lembaga Pendidikan Sekolah merupakan saluran konkret dari gerak sosial vertikal. Bahkan, sekolah dapat dianggap sebagai social elevator yang mengantarkan seseorang untuk bergerak dari kedudukan rendah menuju kedudukan yang lebih tinggi. d. Organisasi Politik Suatu organisasi politik seperti partai politik dapat memberikan peluang besar bagi anggota-anggotanya untuk naik dalam tangga kedudukan yang lebih tinggi, terutama pada saat berlangsungnya pemilihan umum. Agar seseorang terpilih dalam pemilu, ia harus membuktikan kemampuannya terlebih dahulu. Dalam hal ini, organisasi politik menjadi salah satu saluran pembuktian kemampuan diri. e. Organisasi Ekonomi Organisasi ekonomi memegang peranan penting sebagai saluran gerak sosial vertikal. Pada umumnya, seseorang dengan penghasilan tinggi akan menduduki lapisan sosial yang tinggi pula. Bahkan, faktor ekonomi sering menjadi simbol status bagi kedudukan seseorang

dalam masyarakat. f. Organisasi Keahlian Yang dimaksud dengan organisasi keahlian antara lain himpunan sarjana ilmu pengetahuan sosial, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), persatuan para pelukis, dan lain-lain. Organisasi ini dapat menjadi bagian individuyangtergabungdidalamnyauntukmendapatkan nama, sehingga dianggap menduduki

6.Dampak Mobilitas Sosial
Apabila pada masyarakat terjadi mobilitas yang kurang harmonis, maka akan menimbulkan benturanbenturan nilai dan kepentingan sehingga berkembang menjadi konflik. Ada tiga konflik sebagai dampak dari mobilitas sosial diantaranya:

1. Konflik Antar Kelas Sosial
Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas sosial (stratifikasi sosial). Apabila terjadi perbedaan kepentingan antar kelas sosial maka dapat memicu terjadinya konflik antar kelas sosial. Misalnya: konflik antara buruh dan pemimpin perusahaan yang menuntut kenaikan upah sehubungan dengan usaha mereka untuk menaikkan pendapatannya yang dapat berpengaruh pada status sosialnya.

2. Konflik Antar Kelompok Sosial
Kelompok sosial di dalam masyarakat dapat berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku dan ras. Apabila salahsatu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain maka akan timbul konflik. Misalnya, konflik antara para tukang ojek dengan para tukang becak dalam pembagian batas daerah penumpang (konsumen).

3. Konflik Antar Generasi Konflik yang terjadi karena adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dengan nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan. Contoh: Seorang anak wanita dimarahi bapaknya karena berpakaian seksi. Konflik yang berkepanjangan akan merugikan pihak-pihak yang berkonflik. Apabila mereka menyadari hal itu maka mereka akan melakukan suatu usaha penyesuaian yang didasarkan toleransi. Hal ini disebut dengan akomodasi. Demikianlah materi tentang mobilitas sosial ini. Semoga Anda dapat lebih memahami dan mencoba mengamati dalam kehidupan di sekitar kita.

Daftar pustaka http:shovoong ,com/humanities/histori/1847761.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->