PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN VIDEO COMPACT DISK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERSEGI

DAN PERSEGI PANJANG Oleh: Ikhrom, M.Ag Saminanto, S.Pd., M.Sc A. LATAR BELAKANG Berdasarkan informasi yang diperoleh melaui pertemuan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) bidang studi matematika SMP dan MTs. pada umumnya mereka mengeluhkan siswanya berada jauh pada kenyataan yang diharapkan. Lebih jauh berdiskusi dengan guru SMP dan MTs baik swasta dan negeri di Kota Semarang mengenai keadaan siswanya dalam belajar matematika, menyatakan bahwa minat/semangat siswa dalam melaksanakan tugas guru, daya tangkap siswa dalam menerima pelajaran, kemampuan siswa dalam menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata, kemampuan siswa dalam belajar mandiri, kemampuan siswa dalam menuliskan ide, kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas mandiri, keberanian siswa dalam menyajikan temuan, ketrampilan siswa menulis dipapan tulis, dirasa masih rendah belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dan belum sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh matematika itu sendiri yaitu siswa mampu belajar mandiri, mengembangkan sense of mathematics, dan memiliki kemampuan berpikir tinggi (higher level thinking). Hal ini lebih khusus pada siswa belajar dan memahami konsep persegi panjang dan persegi di kelas VII E semester 2 MTsN 1 Kota Semarang, siswa banyak mengalami kesulitan dalam memehami konsep persegi panjang dan persegi. Kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan siswa secara individu, masih sangat ditentukan dan bergantung oleh guru. Hal ini juga ditunjukan dari hasil belajar pada tes sumatif materi tersebut rata-rata dari tahun ketahun selalu dibawah hasil ketuntasan belajar minimal yang ditentukan yaitu 60. Model Pembelajaran Creative Problem Solving adalah suatu model pembelajaran yang memusatkan pada pengajaran dan ketrampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan ketrampilan (K.L. Pepkin, 2004:1). Dengan menggunakan model pembelajaran ini diharapkan dapat menimbulkan minat sekaligus kreativitas dan motivasi siswa dalam mempelajari matematika, sehingga siswa dapat memperoleh manfaat yang maksimal baik dari proses maupun hasil belajarnya. Pemilihan media pembelajaran dengan menggunakan VCD dikarenakan akhirakhir ini di lingkungan akademis atau pendidikan penggunaan media pembelajaran yang berbentuk VCD bukan merupakan hal yang baru lagi. Penggunaan media pembelajaran matematika yang berbentuk VCD memungkinkan digunakan dalam

berbagai keadaan tempat. 2. diperolehnya suatu kreativitas variasi pembelajaran yang lebih menekankan pada tuntutan kurikulum satuan pendidikan (KSP 2006) yang berakarkan kurikulum 2004. 3. 1. D. baik di sekolah maupun di rumah. Bagi siswa. keaktifan. Menemukan format skenario membelajarkan matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII E semester 2 di MTsN 1 Kota Semarang yang lebih operasional. Meningkatkan keaktifan siswa dengan menggunakan model creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi 3. maka judul yang dipilih dalam makalah ini adalah “Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Dengan Media Video Compact Disk untuk meningkatkan pemahaman konsep persegi dan persegi panjang”. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. 2. maka dapat dimunculkan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Memberikan nuansa baru suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep tentang persegi panjang dan persegi. Mengetahui sejauh mana pengaruh model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk dapat meningkatkan pemahaman konsep. B. MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian ini dapat memberi manfaat. Bagaimana skenario pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII E semester 2 di MTsN 1 Kota Semarang yang lebih operasional? 2. serta yang paling utama adalah dapat memenuhi nilai atau fungsi media pembelajaran secara umum. yakni memberi banyak keaktifan pada siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran demi tercapainya kompetensi dasar dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini diharapkan dapat: 1. Bagaimana keaktifan siswa dalam penerapan pembelajaran creative problem solving dengan video compact disk Apakah penerapan model pembelajaran creative problem solving dengan video compact disk dapat meningkatkan pemahaman konsep tentang persegi panjang dan persegi? C. dan hasil belajar siswa. Bagi guru. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 2 .

Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh (yang berarti proses belajar mengajar terjadi secara optimal) jika pengetahuan itu dipelajari dalam tahap-tahap sebagai berikut: a.3. c. Bagi sekolah. Pembelajaran Matematika Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan. bakat dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Suyitno. Peneliti. potensi. Tahap Enaktif Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan dipelajari secara aktif dengan menggunakan benda-benda konkret atau situasi yang nyata. 4. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 3 . Selanjutnya kegiatan belajar itu dilanjutkan pada tahap ketiga. minat. dan kemudian jika tahap belajar yang pertama ini dirasa cukup. diperolehnya ketepatan implementasi pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi. Tahap Ikonik Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan direpresentasikan (diwujudkan) dalam bentuk bayangan visual (visual imagery). Teori Belajar Matematika Menurut J. 2004:1). 2. gambar atau diagram yang menggambarkan kegiatan konkret atau situasi konkret yang terdapat pada tahap enaktif. khususnya Jurusan Tadris Prodi Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo memiliki prototype model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII semester 2 di MTs yang lebih operasional. baik si mbol-simbol verbal (misalkan hurufhuruf. kata-kata atau kalimat-kalimat). lambang-lambang matematika maupun lambang-lambang abstrak lainnya (Hidayat. yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi simbolik. yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi ikonik. Tahap Simbolik Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan itu direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak. Bruner dalam Hidayat (2004:8) belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasi yang diberikan kepada dirinya. siswa beralih ke tahap belajar yang kedua. KAJIAN PUSTAKA 1. b. 2004:9) Suatu proses belajar akan berlangsung secara optimal jika pembelajaran diawali dengan tahap enaktif. Pengetahuan perlu dipelajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) manusia yang mempelajarinya. E.

memberikan kegiatan yang menantang. b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan( Kurikulum 2006 ) yang berakarkan pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004) (Depdiknas. Sehingga dituntut kemampuan guru untuk dapat memilih model pembelajaran serta media yang cocok dengan materi atau bahan ajaran. Untuk mencapai kemampuan tersebut perlu dikembangkannya proses belajar matematika yang menyenangkan. d. Mengembangkan kreatifitas dengan imajinasi. d. Dalam pembelajaran matematika salah satu upaya yang dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang berbasis masalah (Problem Solving) karena dengan menggunakan model pembelajaran ini dapat memberikan siswa kesempatan seluas-luasnya untuk memecahkan masalah matematika dengan strateginya sendiri. dan keadaan. berbagai keperluan. karena dengan menggunakan media pembelajaran siswa lebih mudah memahami konsep matematika yang abstrak. 2000:12).Agar tujuan pengajaran dapat tercapai. Salah satu komponen dalam pembelajaran adalah pemanfaatan berbagai macam strategi dan metode pembelajaran secara dinamis dan fleksibel sesuai dengan materi. Mengembangkan sikap menggunakan matematika sebagai alat untuk memecahkan matematika baik di sekolah maupun di rumah. siswa dan konteks pembelajaran (Depdiknas. c. Sedangkan penggunaan media dalam pembelajaran matematika sangat menunjang. intuisi dan penemuannya. memperhatikan keinginan siswa. memberikan kegiatan yang memberi harapan keberhasilan. guru harus mampu mengorganisir semua komponen sedemikian rupa sehingga antara komponen yang satu dengan lainnya dapat berinteraksi secara harmonis( Suhito. Selain itu di dalam mempelajari matematika siswa memerlukan konteks dan situasi yang berbeda-beda sehingga diperlukan usaha guru untuk: a. Mengkomunikasikan pemikiran matematisnya kepada orang lain. menciptakan suasana kelas yang mendukung kegiatan belajar. 2003:1). b. Melakukan kegiatan pemecahan masalah. menghargai setiap pencapaian siswa (Depdiknas. 2003:5). memberikan kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Menyediakan dan menggunakan berbagai alat peraga atau media Memberikan kesempatan belajar matematika di berbagai tempat Memberikan kesempatan menggunakan metematika untuk pembelajaran yang menarik perhatian siswa. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 4 . 2003:8) menyatakan bahwa potensi siswa harus dapat dikembangkan secara optimal dan di dalam proses belajar matematika siswa dituntut untuk mampu: a. membangun pengetahuan dari apa yang diketahui siswa. Melakukan kegiatan penelusuran pola dan hubungan. c.

3. tetapi siswa tertarik dan tertantang untuk menyelesaikannya. karena telah jelas antara hubungan antara yang diketahui dengan yang ditanyakan. Ketika dihadapkan dengan suatu pertanyaan. setiap kelompok mendiskusikan pendapat-pendapat d. siswa dapat melakukan keterampilan memecahkan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. 2003:6) pembelajaran matematika harus bisa membuat situasi yang menyenangkan. terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: a. ( Depdiknas. f. b. dan biasanya telah ada contoh soal. Adapaun proses dari model pembelajaran JPS. Pada tahap ini siswa menentukan strategi mana yang dapat diambil untuk Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 5 . Masalah berbeda dengan soal latihan. Evaluasi dan Pemilihan atau strategi-strategi mana yang cocok untuk Pada tahap evaluasi dan pemilihan ini. Pengungkapan pendapat Pada tahap ini siswa dibebaskan untuk mengungkapkan pendapat tentang berbagai macam strategi penyelesaian masalah. Siswa menggunakan segenap pemikiran. Menghargai sumbangan tradisi. c. Dari kurikulum di atas dapat dikatakan bahwa guru dalam melakukan pengembangan matematika. memilih strategi pemecahannya. Tidak hanya dengan cara menghafal tanpa dipikir. memberikan alternatif penggunaan alat peraga atau media pembelajaran yang bisa digunakan pada berbagai tempat dan keadaan. Pada soal latihan. Creative Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika Model “Creative Problem Solving” (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah. baik di sekolah maupun di rumah. menyelesaikan masalah. Klarifikasi masalah Klarifikasi masalah meliputi pemberian penjelasan kepada siswa tentang masalah yang diajukan. Pada masalah siswa tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya. siswa telah mengetahui cara menyelesaikannya. keterampilan memecahkan masalah memperluas proses berpikir (Pepkin. Implementasi. dan memproses hingga menemukan penyelesaian dari suatu masalah (Suyitno. 2004:1) Suatu soal yang dianggap sebagai “masalah” adalah soal yang memerlukan keaslian berpikir tanpa adanya contoh penyelesaian sebelumnya.e. yang diikuti dengan penguatan ketrampilan. agar siswa dapat memahami tentang penyelesaian seperti apa yang diharapkan. 2000:34). budaya dan seni di dalam Membantu siswa menilai sendiri kegiatan matematikanya.

Penggunaan media pembelajaran matematika yang berbentuk VCD memungkinkan digunakan di rumah karena VCD player sekarang ini sudah bukan merupakan barang mewah lagi dan dapat ditemukan hampir disetiap rumah siswa. Salah satunya adalah media pembelajaran yang berbentuk VCD (Video Compact Disc). 5. 1994:78-79). Hal ini dikarenakan akhir-akhir ini di lingkungan akademis atau pendidikan penggunaan media pembelajaran yang berbentuk VCD bukan merupakan hal yang baru lagi dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah. diharapkan dapat membantu siswa untuk mengatasi kesulitan dalam mempelajari matematika. Penggunaan VCD ( video Compact Disc ) dalam Pembelajaran matemataika Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembelajaran yang Berorientasi Pada Aktivitas Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 6 . Jadi salah satu fungsi media pembelajaran matematika adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Untuk membuat konsep matematika yang abstrak. 2000:37). berkembang pula jenis-jenis media pembelajaran yang lebih menarik dan dapat digunakan baik di sekolah maupun di rumah. Dengan membiasakan siswa menggunakan langkah-langkah yang kreatif dalam memecahkan masalah. Sehingga untuk menunjang kelancaran pembelajaran disamping pemilihan metode yang tepat juga perlu digunakan suatu media pembelajaran yang sangat berperan dalam membimbing abstraksi siswa (Suyitno. Untuk mengurangi atau menghindari terjadinya salah komunikasi. dapat disajikan dalam bentuk konkret sehingga lebih dapat dipahami.menyelesaikan masalah. Sedangkan motivasi dapat mengarahkan kegiatan belajar. dimengerti dan dapat disajikan sesuai dengan tingkat-tingkat berpikir siswa. Sehingga dengan meningkatnya motivasi belajar siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya pula (Dimyati. 6. Media Pembelajaran Matematika Menurut H. 4. Penggunaan VCD (Video Compact Disc) dapat digunakan sebagai alternatif pemilihan media pembelajaran matematika yang cukup mudah untuk dilaksanakan. Fowler (Suyitno.W. kemudian menerapkannya samapai menemukan penyelesaian dari masalah tersebut (Pepkin. Untuk membangkitkan minat atau motivasi belajar siswa. 3. 2000:1) matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang bilangan dan ruang yang bersifat abstrak. 2004:2). 2. membesarkan semangat belajar juga menyadarkan siswa tentang proses belajar dan hasil akhir. Menurut Darhim(1993:10) adapun nilai atau fungsi khusus media pendidikan matematika antara lain: 1.

Pendidikan merupakan usaha sadar mengembangkan manusia menuju kedewasaan. Keempat. bahwa proses pengajaran direncanakan dan dilaksanakan sebagai suatu system. sehingga pembelajaran lebih berhasil dan menarik. peserta didik mempunyai motivasi untuk memenuhi kebutuhannya. proses pengajaran akan 1 2 Yustini Yusuf. (e) keseimbangan antara kebebasan subjek (terdidik) dan kewibawaan guru (pendidik). (d) kesesuaian dengan kemampuan dan tingkat perkembangan peserta didik. peserta didik pada dasarnya adalah insan yang aktif. peserta didik bukanlah manusia dalam ukuran mini. Ketiga. yaitu: Pertama. Kedua. dan dinamis dalam menghadapi lingkungannya. kreatif.Menurut Sardiman. pemimpin (organisator) dalam belajar yang memungkinkan terciptanya kondisi yang baik bagi peserta didik dalam belajar. op.135. guru memiliki peran sebagai sumber belajar. setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda. d) Asumsi yang berkaitan dengan proses pengajaran adalah: Pertama. yang dimaksud aktivitas belajar adalah keaktifan yang bersifat fisik maupun mental. guru memiliki kemampuan professional dalam mengajar. Karena proses pendidikan bukan hanya mengembangkan intelektual saja. peristiwa belajar akan terjadi manakala peserta didik berinteraksi dengan lingkungan yang diatur oleh guru. cit. Kedua. http://www. Keempat. sehubungan dengan hal tersebut Piaget mengemukakan pendapat. Ketiga. tapi mencakup seluruh potensi yang dimiliki peserta didik sehingga memunculkan hakekat pendidikan dasar diantaranya: (a) interaksi manusia. tetapi mereka adalah subjek yang memiliki potensi dan proses pembelajaran sehingga seluruh potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang secara optimal. kedua aktivitas tersebut harus saling menunjang agar diperolehasil yang maksimal.3 c) Asumsi tentang guru adalah: Pertama. Kedua. Ketiga.. Asumsi yang timbul bahwa pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas peserta didik adalah:2 a) Asumsi filosofi tentang pendidikan. (b) pembinaan dan pengembangan potensi manusia. soaial. “bahwa seseorang berpikir sepanjang ia berbuat sesuatu karena tanpa berbuat ia tidak akan mau berpikir kreatif”.1 Sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik harus diberikan kesempatan berbuat sendiri sebagai stimulus untuk membangkitkan pemikiran bertaraf verbal setelah peserta didik melakukan kegiatan (berpikir menggunakan taraf perbuatan). Dalam kegiatan pembelajaran. Wina Wijaya. 3 Asumsi yang dimaksud adalah menggambarkan bahwa peserta didik bukanlah subjek yang harus dijejali dengan informasi. guru mempunyai kode etik keguruan.unri.fkip. maupun kedewasaan moral. akan tetapi manusia yang sedang dalam tahap perkembanagan. baik kedewasaan intelektual. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 7 .id/5/25/2009.ac. ”Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar”. guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar peserta didik. b) Asumsi tentang peserta didik sebagai subjek pendidikan. hlm. (c) berlangsung sepanjang hayat. Karena aktivitas tersebut sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam mencari pengalaman dan mengalami sendiri. dan (f) peningkatan kualitas hidup manusia.

Hasil Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dari beberapa pendapat baik menurut Mulyono Abdurrahm. Mengguanakan penalaran pada pola. dapat digolongkan strategi dalam membuat (merumuskan). menafsirkan dan menyelesaikan metode matematika dalam pemecahan sebagaiamana yang dikatakan oleh Abu Ahmadi yaitu: Faktor-faktor stimulasi belajar. Metode belajar yang dipakai guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh si pelajar. overlearning dan drill. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar Slamet. menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pertanyaan matematika. Segala sesuatu di luar individu yang merangsang individu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar dikelompokkan dalam faktor stimuli belajar antar lain. Menunjukan kemampuan masalah. Adapun hasil belajar/kompetisi dalam pembelajaran matematika yang harus dicapai sebagai berikut ( Erman Suherman 2003:17) a. serta mengaplikasikan konsep algoritma secara luwes. akurat. inti proses pengajaran adalah adanya kegiatan belajar peserta didik secara optimal. Sumardi Suryabrata. a. Faktor-faktor metode balajar. Panjangnya bahan pelajaran. efesien dan tepat dalam pemecahan masalah.lebih aktif apabila menggunakan metode dan teknik yang tepat dan berdaya guna. baik itu menurut Muhibbin Syah. faktor-faktor metode belajar menyangkut hal-hal berikut. kesulitan bahan pelajaran. Kemampuan berpikir tinggi diperlukan agar siswa memiliki kemampuan untuk menemukan/discovery penyelesaian problem-problem matematika di jenjangnya e. Kelima. b. Hasil belajar akan dipengaruhi oleh banyak faktor. kegiatan berlatih atau praktek. suasana lingkungan eksternal. Menunjukan permasalahan dan keterkaitan antara konsep matematika yang dipelajari. menjadi tiga macam. berat ringannya tugas. Keempat. grafik atau diagram untuk menjelaskan keadaan atau masalah. sifat atau melakukan manipulasi metematika dan membuat generalisasi. Memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan symbol. dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar yang diperoleh melalui usaha dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar. Keller. resitasi Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 8 . tabel. berartinya bahan pelajaran. b. Nana Sudjana. d. f. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. pengajaran memberi takanan kepada proses dan produk secara seimbang. c. 7.

Selain hal tersebut juga didasarkan pada makalah tentang model pembelajaran matematika probing solving dengan vedio compact disk yang ditulis Nuriana R. pengalaman sebelumnya. Pembelajaran dengan model creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII semester 2 MTsN 1 Kota Semarang dapat meningkatkan keaktifan. Faktor-faktor individu meliputi. 3. faktor usia kronologis. 2. HIPOTESIS TINDAKAN Berdasarkan uraian di atas dapatlah dimunculkan suatu hipotesis sebagai berikut : 1. kematangan. ternyata menunjukkan semangat siswa untuk mempelajari materi yang sedang dipelajari secara aktif dan mandiri. Kajian Penelitian Pendukung.D. penggunaan modalitet indera. perbedaan jenis kelamin. MPd. Penelitian yang dilakukan Wardodno. yang menuntut mereka untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa membutuhkan prasarat pengetahuan seperti yang akan dihadapi sekarang. 2006 yang melakukan penelitian tindakan kelas pembelajaran matematika berbasis Diskovery-Eksperimen . INDIKATOR PENELITIAN Indikator dalam penelitian ini adalah meningkatnya pemahaman konsep persegi panjang dan persegi yang ditandai dengan perolehan nilai diatas 6. Faktor-faktor individual. belajar dengan keseluruhan dan dengan bagian-bagian. pengenalan tentang hasil-hasil belajar. G. 8. dan motivasi. Penelitian Saminanto.5 dan ketuntasan klasikal 75%. bimbingan dalam belajar. kondisi-kondisi intensif. Skenario pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII E semester 2 MTsN 1 Kota Semarang yang operasional adalah langkahlangkah pembelajan yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep. 2005 tentang penerapan pembelajaran kooperatif dengan teams games tournament (TGT) memberikan kesimpulan bahwa pembelajaran dengan kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa . c. F. tindakan Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 9 .2007 yang melakukan penelitian tentang model pembelajaran turnamen matematika. kondisi kesehatan jasmani. kapasitas mental. kondisi kesehatan rohani.belajar. SPd. Penggunaan model pembelajaran creative problem solving dengan video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII semester 2 MTsN 1 Kota Semarang dapat meningkatkan pemahaman. Semangat tersebut terjadi karena siswa dihadapkan pada model pembelajaran yang mereka anggap baru.

Materi yang akan diteliti Materi yang akan diteliti adalah persegi dan persegi panjang 2. pelaksanaan. Rancangan Penelitian. c) Lembar kerja yang isinya berupa soal dan prosedur untuk alur pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. pengamatan.H. Purwito dan Saminanto selaku peneliti. dan siklus 2. Tempat dan waktu Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan di kelas VII E semesterv 2 MTsN 1 di Kota Semarang. b) RPP harus menggambarkan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan model creative problem solving dengan media video compact disk. pengamatan dan refleksi akan dijelaskan sebagai berikut: 1) Perencanaan bentuk prototype/modul( RPP. sedangkan sebagai kolaborator adalah Bapak Drs. Siklus 1: Langkah-langkah besar dalam siklus 1 ini mulai dari perencanaan. METODOLOGI PENELITIAN 1. Kegiatan diterapkan dalam upaya menumbuhkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebagai langkah untuk memahamkan konsep persegi panjang dan persegi demi tercapainya kompetensi dasar yang diharapkan. Sebagai langkah-langkah besar yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: a.Pd. S. Tahapan langkah disusun siklus 1. pelaksanaan. 3. 2) Pelaksanaan Guru mitra dengan didampingi peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti. Waktu pelaksanaannya adalah tanggal 12 Februari untuk siklus 1 dan tanggal 15 Februari untuk siklus 2. lembar kerja. Setiap siklus terdiri atas perencanaan. Adapun langkahDiklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng a) Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang telah disiapkan dalam 10 . Persiapan ini akan ditemukan terlebih dahulu antara guru dan siswa di luar jam. Selain itu perencanaan disini juga menyiapkan siswa benarbenar berada pada suasana penyadaran diri untuk melakukan pemecahan masalah/problem solving yang menekankan pada keaktifan siswa dalam setiap proses pembelajaran dengan menggunakan vedio compact disk. soal tugas rumah). 4. Kolaborator Yang melaksanakan pembelajaran adalah guru matematika kelas VII E Bapak Harjoko. soal evaluasi. dan refleksi. Kegiatan dirancang dengan penelitian tindakan kelas..

2) Pelaksanaan Guru mitra dengan didampingi peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti dan direfisi berdasarkan evaluasi pada siklus 1. c) Guru memutarkan CD pembelajaran tentang persegi panjang dan persegi. e) Dengan langkah problem solving siswa diminta untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. h) Guru melakukan tes formatif secara individual. Adapun langkah-langkah pembelajaran model Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 11 . 4) Refleksi a) Secara kolaboratif guru mitra dan peneliti menganalisis dan mendiskusikan hasil pengamatan. b) Pemahaman konsep dan hasil evaluasi/tes akhir. c) Dengan mencatat keberhasilan dan hambatan-hambatan yang dialami dalam proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan penelitian. d) Guru memberikan soal/masalah yang berhubungan dengan konsep persegi panjang dan persegi. f) Menyamakan persepsi dipandu oleh guru.. Selanjutnya membuat suatu refleksi mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu diperbaiki untuk siklus ke 2 nantinya. b. b) Membuat simpulan sementara terhadap pelaksanaan siklus 1. pengamatan dan refleksi akan dijelaskan sebagai berikut: 1) Perencanaan Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang disiapkan untuk siklus 2 dengan melakukan revisi sesuai hasil refleksi siklus 1. g) Menyimpulkan pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan. 3) a) Pengamatan Selama proses pembelajaran untuk mengetahui tentang keaktifan Guru dan peneliti melakukan pengamatan: siswa dalam melakukan kegiatan problen solving. Langkah-langkah besar dalam siklus 2 ini yang perlu ditekankan mulai dari perencanaan. pelaksanaan.langkah pembelajaran persegi panjang dan persegi dengan menggunakan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada siklus 1 ini secara garis besar adalah sebagai berikut: a) Guru memberikan apersepsi tentang persegi panjang dan persegi secara kontekstual yang ada pada lingkungan siswa. Siklus 2 : Untuk pelaksanaan siklus 2 secara teknis sama dengan pelaksanaan siklus 1. b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

serta meningkatkan hasil belajar siswa. Metode Penyusunan Instrumen a. Di dalam RPP tertuang skenario pembelajaran matematika dengan pokok bahasan persegi panjang dan persegi yang menggunakan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. Tugas Rumah Tugas rumah diberikan soal-soal yang bertujuan untuk mendalami konsep persegi panjang dan persegi serta kontekstualnya dalam kehidupan sehari-hari. d. Tes Formatif Tes formatif dilakukan pada akhir siklus 1 dan siklus 2. e. baik mengamati keaktifan siswa. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada siklus 1 dan siklus 2 dibuat berdasarkan format yang disyaratkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. . yang akan di bandingkan dengan hasil belajar pada pra siklus(tahun-tahun sebelumnya) dan sebagai evaluasi untuk refleksi pada siklus 2. Lembar Kerja/modul Lembar kerja dibuat berdasarkan langkah-langkah untuk memahami konsep persegi panjang dan persegi dengan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. c.. 5. Sedangkan tes formatif pada siklus 2 untuk Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 12 . Dalam hal ini terutama untuk mengukur selama proses pelaksanaan pembelajarannya. b.pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk sama dengan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran pada siklus1. Instrumen Pengamatan Instrumen pengamatan disusun dengan indikator-indikator yang bisa mengukur tercapainya kompetensi dasar pokok bahasan persegi panjang dan persegi. 3) Pengamatan Guru dan peneliti melakukan pengamatan yang sama pada siklus 1. dan pemahaman konsep. Tes formatif pada siklus 1 dipakai untuk melihat keberhasilan sementara pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. 4) Refleksi Refleksi pada siklus kedua ini dilakukan untuk melakukan penyempurnaan prototype/modul pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk yang diharapkan dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. meningkatkan pemahaman konsep persegi panjang dan persegi..

6. Cara Pengumpulan Data 1) Dokumenter Metode dokumenter digunakan untuk mengetahui dan mendapatkan daftar nama siswa dari kelas VII E MTsN 1 Kota Semarang. Metode Pengumpulan Data dan Pengolahan Data a. 2) Tes Tes digunakan untuk mendapatkan hasil belajar siswa setelah melakukan pembelajaran matematika pokok bahasan persegi panjang dan persegi dengan model model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. b. Pengamatan siklus untuk direfleksikan pada siklus 2. 4) Pengamatan Pengamatan dilakukan pada tiap siklus. Soal tes diambil dari soal-saol ebtanas khusus pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi. Sedangkan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi terhadap hasil belajar akan diuji regresi dengan menggunakan SPSS.melihat keberhasilan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. 1 dipakai Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 13 . Cara pengolahan Data Data hasil pengamatan dan tes diolah dengan analisis kualitatif deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengan model creative problem solving dengan media video compact disk yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep persegi panjang dan persegi. baik pada siklus 1 dan siklus 2. 3) Lembar kerja Lembar kerja berupa langkah-langkah untuk memahami konsep persegi panjang dan persegi dengan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk yang diberikan siswa pada siklus 1 dan siklus 2.

2004. 2004.uh. Suparyan. Semarang:FMIPA UNNES. Strategi Pembelajaran Matematika. Belajar dan Pembelajaran. Semarang:Pendidikan Matematika FMIPA UNNES ____________.L.edu/hti/cu/2004/v02/04. Semarang:FPMIPA IKIP Semarang. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 14 . Pandoyo.DAFTAR PUSTAKA Darhim. Makalah tentang Model Pembelajaran Creative Problem Solving dengan Video Compact Disk dalam Pembelajaran Matematika. Suyitno Amin. 1994. 2000. Pepkin K. Semarang:IKIP Semarang Press. Suhito. Suhito.transdigit.mathematic. Dimyati. 1992.Tersedia di: http://www. Pemilihan Model-model Pembelajaran dan Penerapannya di Sekolah. Semarang:Pendidikan Matematika FMIPA UNNES Wibawanto H. Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama. Diktat Kuliah Teori Pembelajaran Matematika. Nuriana R. Pandoyo. Creative Problem Solving In Math. Multimedia Untuk Presentasi. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran Matematika. 1993.htm [5 Januari 2005]. SPd. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Hidayat.com[20 september 2007]. Semarang:Laboratorium Komputer Pascasarjana UNNES. 1990. Permen NO 22 tahun 2005 tentang SK dan KD. 2004. Jakarta:Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Depdikbud. Mudjiono. 2003. 2004. Tersedia di: http://www. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Jakarta: Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Depdiknas. Strategi Belajar Mengajar. MPd 2007. Work Shop Matematika. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara DIII.D. Hidayah Isti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.