PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN VIDEO COMPACT DISK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERSEGI

DAN PERSEGI PANJANG Oleh: Ikhrom, M.Ag Saminanto, S.Pd., M.Sc A. LATAR BELAKANG Berdasarkan informasi yang diperoleh melaui pertemuan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) bidang studi matematika SMP dan MTs. pada umumnya mereka mengeluhkan siswanya berada jauh pada kenyataan yang diharapkan. Lebih jauh berdiskusi dengan guru SMP dan MTs baik swasta dan negeri di Kota Semarang mengenai keadaan siswanya dalam belajar matematika, menyatakan bahwa minat/semangat siswa dalam melaksanakan tugas guru, daya tangkap siswa dalam menerima pelajaran, kemampuan siswa dalam menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata, kemampuan siswa dalam belajar mandiri, kemampuan siswa dalam menuliskan ide, kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas mandiri, keberanian siswa dalam menyajikan temuan, ketrampilan siswa menulis dipapan tulis, dirasa masih rendah belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dan belum sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh matematika itu sendiri yaitu siswa mampu belajar mandiri, mengembangkan sense of mathematics, dan memiliki kemampuan berpikir tinggi (higher level thinking). Hal ini lebih khusus pada siswa belajar dan memahami konsep persegi panjang dan persegi di kelas VII E semester 2 MTsN 1 Kota Semarang, siswa banyak mengalami kesulitan dalam memehami konsep persegi panjang dan persegi. Kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan siswa secara individu, masih sangat ditentukan dan bergantung oleh guru. Hal ini juga ditunjukan dari hasil belajar pada tes sumatif materi tersebut rata-rata dari tahun ketahun selalu dibawah hasil ketuntasan belajar minimal yang ditentukan yaitu 60. Model Pembelajaran Creative Problem Solving adalah suatu model pembelajaran yang memusatkan pada pengajaran dan ketrampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan ketrampilan (K.L. Pepkin, 2004:1). Dengan menggunakan model pembelajaran ini diharapkan dapat menimbulkan minat sekaligus kreativitas dan motivasi siswa dalam mempelajari matematika, sehingga siswa dapat memperoleh manfaat yang maksimal baik dari proses maupun hasil belajarnya. Pemilihan media pembelajaran dengan menggunakan VCD dikarenakan akhirakhir ini di lingkungan akademis atau pendidikan penggunaan media pembelajaran yang berbentuk VCD bukan merupakan hal yang baru lagi. Penggunaan media pembelajaran matematika yang berbentuk VCD memungkinkan digunakan dalam

Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 2 . MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian ini dapat memberi manfaat. 3. baik di sekolah maupun di rumah. dan hasil belajar siswa. Bagi siswa. 2. maka dapat dimunculkan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Memberikan nuansa baru suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep tentang persegi panjang dan persegi. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini diharapkan dapat: 1. keaktifan. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. Menemukan format skenario membelajarkan matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII E semester 2 di MTsN 1 Kota Semarang yang lebih operasional. Bagaimana skenario pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII E semester 2 di MTsN 1 Kota Semarang yang lebih operasional? 2. D. Bagi guru. 1. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. diperolehnya suatu kreativitas variasi pembelajaran yang lebih menekankan pada tuntutan kurikulum satuan pendidikan (KSP 2006) yang berakarkan kurikulum 2004. maka judul yang dipilih dalam makalah ini adalah “Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Dengan Media Video Compact Disk untuk meningkatkan pemahaman konsep persegi dan persegi panjang”. serta yang paling utama adalah dapat memenuhi nilai atau fungsi media pembelajaran secara umum. yakni memberi banyak keaktifan pada siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran demi tercapainya kompetensi dasar dalam pembelajaran matematika. 2. Meningkatkan keaktifan siswa dengan menggunakan model creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi 3. B. Bagaimana keaktifan siswa dalam penerapan pembelajaran creative problem solving dengan video compact disk Apakah penerapan model pembelajaran creative problem solving dengan video compact disk dapat meningkatkan pemahaman konsep tentang persegi panjang dan persegi? C. Mengetahui sejauh mana pengaruh model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk dapat meningkatkan pemahaman konsep.berbagai keadaan tempat.

siswa beralih ke tahap belajar yang kedua. lambang-lambang matematika maupun lambang-lambang abstrak lainnya (Hidayat. 2. b. Selanjutnya kegiatan belajar itu dilanjutkan pada tahap ketiga. gambar atau diagram yang menggambarkan kegiatan konkret atau situasi konkret yang terdapat pada tahap enaktif. minat. 4. yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi simbolik. khususnya Jurusan Tadris Prodi Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo memiliki prototype model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII semester 2 di MTs yang lebih operasional. KAJIAN PUSTAKA 1. bakat dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Suyitno. Tahap Enaktif Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan dipelajari secara aktif dengan menggunakan benda-benda konkret atau situasi yang nyata. E. Bagi sekolah. kata-kata atau kalimat-kalimat). dan kemudian jika tahap belajar yang pertama ini dirasa cukup. Bruner dalam Hidayat (2004:8) belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasi yang diberikan kepada dirinya.3. Tahap Ikonik Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan direpresentasikan (diwujudkan) dalam bentuk bayangan visual (visual imagery). Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh (yang berarti proses belajar mengajar terjadi secara optimal) jika pengetahuan itu dipelajari dalam tahap-tahap sebagai berikut: a. 2004:1). diperolehnya ketepatan implementasi pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi. potensi. Tahap Simbolik Suatu tahap pembelajaran di mana pengetahuan itu direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak. Pengetahuan perlu dipelajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) manusia yang mempelajarinya. c. Pembelajaran Matematika Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan. Teori Belajar Matematika Menurut J. 2004:9) Suatu proses belajar akan berlangsung secara optimal jika pembelajaran diawali dengan tahap enaktif. Peneliti. yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi ikonik. baik si mbol-simbol verbal (misalkan hurufhuruf. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 3 .

intuisi dan penemuannya. memberikan kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. memberikan kegiatan yang memberi harapan keberhasilan. siswa dan konteks pembelajaran (Depdiknas. c. menghargai setiap pencapaian siswa (Depdiknas. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan( Kurikulum 2006 ) yang berakarkan pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004) (Depdiknas. 2003:1). Sedangkan penggunaan media dalam pembelajaran matematika sangat menunjang. Mengkomunikasikan pemikiran matematisnya kepada orang lain. karena dengan menggunakan media pembelajaran siswa lebih mudah memahami konsep matematika yang abstrak. Melakukan kegiatan pemecahan masalah. memperhatikan keinginan siswa. 2003:8) menyatakan bahwa potensi siswa harus dapat dikembangkan secara optimal dan di dalam proses belajar matematika siswa dituntut untuk mampu: a. dan keadaan. 2000:12). d. Menyediakan dan menggunakan berbagai alat peraga atau media Memberikan kesempatan belajar matematika di berbagai tempat Memberikan kesempatan menggunakan metematika untuk pembelajaran yang menarik perhatian siswa.Agar tujuan pengajaran dapat tercapai. berbagai keperluan. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 4 . Mengembangkan sikap menggunakan matematika sebagai alat untuk memecahkan matematika baik di sekolah maupun di rumah. memberikan kegiatan yang menantang. menciptakan suasana kelas yang mendukung kegiatan belajar. Melakukan kegiatan penelusuran pola dan hubungan. d. Untuk mencapai kemampuan tersebut perlu dikembangkannya proses belajar matematika yang menyenangkan. Sehingga dituntut kemampuan guru untuk dapat memilih model pembelajaran serta media yang cocok dengan materi atau bahan ajaran. Dalam pembelajaran matematika salah satu upaya yang dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang berbasis masalah (Problem Solving) karena dengan menggunakan model pembelajaran ini dapat memberikan siswa kesempatan seluas-luasnya untuk memecahkan masalah matematika dengan strateginya sendiri. guru harus mampu mengorganisir semua komponen sedemikian rupa sehingga antara komponen yang satu dengan lainnya dapat berinteraksi secara harmonis( Suhito. c. membangun pengetahuan dari apa yang diketahui siswa. Salah satu komponen dalam pembelajaran adalah pemanfaatan berbagai macam strategi dan metode pembelajaran secara dinamis dan fleksibel sesuai dengan materi. b. Mengembangkan kreatifitas dengan imajinasi. b. 2003:5). Selain itu di dalam mempelajari matematika siswa memerlukan konteks dan situasi yang berbeda-beda sehingga diperlukan usaha guru untuk: a.

e. Implementasi. Pada soal latihan. memberikan alternatif penggunaan alat peraga atau media pembelajaran yang bisa digunakan pada berbagai tempat dan keadaan. Pada tahap ini siswa menentukan strategi mana yang dapat diambil untuk Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 5 . Siswa menggunakan segenap pemikiran. Dari kurikulum di atas dapat dikatakan bahwa guru dalam melakukan pengembangan matematika. dan biasanya telah ada contoh soal. memilih strategi pemecahannya. f. 2004:1) Suatu soal yang dianggap sebagai “masalah” adalah soal yang memerlukan keaslian berpikir tanpa adanya contoh penyelesaian sebelumnya. yang diikuti dengan penguatan ketrampilan. Klarifikasi masalah Klarifikasi masalah meliputi pemberian penjelasan kepada siswa tentang masalah yang diajukan. Ketika dihadapkan dengan suatu pertanyaan. baik di sekolah maupun di rumah. tetapi siswa tertarik dan tertantang untuk menyelesaikannya. Masalah berbeda dengan soal latihan. 2003:6) pembelajaran matematika harus bisa membuat situasi yang menyenangkan. Creative Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika Model “Creative Problem Solving” (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah. 2000:34). siswa telah mengetahui cara menyelesaikannya. Pada masalah siswa tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Tidak hanya dengan cara menghafal tanpa dipikir. Adapaun proses dari model pembelajaran JPS. Pengungkapan pendapat Pada tahap ini siswa dibebaskan untuk mengungkapkan pendapat tentang berbagai macam strategi penyelesaian masalah. menyelesaikan masalah. agar siswa dapat memahami tentang penyelesaian seperti apa yang diharapkan. c. dan memproses hingga menemukan penyelesaian dari suatu masalah (Suyitno. karena telah jelas antara hubungan antara yang diketahui dengan yang ditanyakan. Evaluasi dan Pemilihan atau strategi-strategi mana yang cocok untuk Pada tahap evaluasi dan pemilihan ini. b. setiap kelompok mendiskusikan pendapat-pendapat d. 3. ( Depdiknas. budaya dan seni di dalam Membantu siswa menilai sendiri kegiatan matematikanya. siswa dapat melakukan keterampilan memecahkan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. keterampilan memecahkan masalah memperluas proses berpikir (Pepkin. Menghargai sumbangan tradisi. terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: a.

dimengerti dan dapat disajikan sesuai dengan tingkat-tingkat berpikir siswa. 5. Penggunaan VCD (Video Compact Disc) dapat digunakan sebagai alternatif pemilihan media pembelajaran matematika yang cukup mudah untuk dilaksanakan. Menurut Darhim(1993:10) adapun nilai atau fungsi khusus media pendidikan matematika antara lain: 1. 4. kemudian menerapkannya samapai menemukan penyelesaian dari masalah tersebut (Pepkin. diharapkan dapat membantu siswa untuk mengatasi kesulitan dalam mempelajari matematika. dapat disajikan dalam bentuk konkret sehingga lebih dapat dipahami. Sedangkan motivasi dapat mengarahkan kegiatan belajar. membesarkan semangat belajar juga menyadarkan siswa tentang proses belajar dan hasil akhir. 6. 2004:2). Untuk membangkitkan minat atau motivasi belajar siswa. Fowler (Suyitno. 2000:37). Sehingga untuk menunjang kelancaran pembelajaran disamping pemilihan metode yang tepat juga perlu digunakan suatu media pembelajaran yang sangat berperan dalam membimbing abstraksi siswa (Suyitno.W. 3. Sehingga dengan meningkatnya motivasi belajar siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya pula (Dimyati. Salah satunya adalah media pembelajaran yang berbentuk VCD (Video Compact Disc). Jadi salah satu fungsi media pembelajaran matematika adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. 2. Pembelajaran yang Berorientasi Pada Aktivitas Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 6 . Penggunaan media pembelajaran matematika yang berbentuk VCD memungkinkan digunakan di rumah karena VCD player sekarang ini sudah bukan merupakan barang mewah lagi dan dapat ditemukan hampir disetiap rumah siswa. Penggunaan VCD ( video Compact Disc ) dalam Pembelajaran matemataika Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dikarenakan akhir-akhir ini di lingkungan akademis atau pendidikan penggunaan media pembelajaran yang berbentuk VCD bukan merupakan hal yang baru lagi dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah. 2000:1) matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang bilangan dan ruang yang bersifat abstrak. Media Pembelajaran Matematika Menurut H. Dengan membiasakan siswa menggunakan langkah-langkah yang kreatif dalam memecahkan masalah.menyelesaikan masalah. berkembang pula jenis-jenis media pembelajaran yang lebih menarik dan dapat digunakan baik di sekolah maupun di rumah. Untuk mengurangi atau menghindari terjadinya salah komunikasi. 1994:78-79). Untuk membuat konsep matematika yang abstrak.

bahwa proses pengajaran direncanakan dan dilaksanakan sebagai suatu system.1 Sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik harus diberikan kesempatan berbuat sendiri sebagai stimulus untuk membangkitkan pemikiran bertaraf verbal setelah peserta didik melakukan kegiatan (berpikir menggunakan taraf perbuatan). kreatif. Kedua.Menurut Sardiman. pemimpin (organisator) dalam belajar yang memungkinkan terciptanya kondisi yang baik bagi peserta didik dalam belajar. dan (f) peningkatan kualitas hidup manusia. Karena aktivitas tersebut sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam mencari pengalaman dan mengalami sendiri. guru memiliki peran sebagai sumber belajar.3 c) Asumsi tentang guru adalah: Pertama. ”Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar”. peserta didik pada dasarnya adalah insan yang aktif. sehubungan dengan hal tersebut Piaget mengemukakan pendapat. http://www. Kedua. proses pengajaran akan 1 2 Yustini Yusuf. (d) kesesuaian dengan kemampuan dan tingkat perkembangan peserta didik. op. Keempat. kedua aktivitas tersebut harus saling menunjang agar diperolehasil yang maksimal. Ketiga. dan dinamis dalam menghadapi lingkungannya. Kedua. Dalam kegiatan pembelajaran. Asumsi yang timbul bahwa pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas peserta didik adalah:2 a) Asumsi filosofi tentang pendidikan. sehingga pembelajaran lebih berhasil dan menarik. Wina Wijaya. (b) pembinaan dan pengembangan potensi manusia.id/5/25/2009. peserta didik bukanlah manusia dalam ukuran mini. hlm.unri. Ketiga. peserta didik mempunyai motivasi untuk memenuhi kebutuhannya. Keempat. d) Asumsi yang berkaitan dengan proses pengajaran adalah: Pertama. guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar peserta didik. (c) berlangsung sepanjang hayat. yaitu: Pertama. guru memiliki kemampuan professional dalam mengajar. b) Asumsi tentang peserta didik sebagai subjek pendidikan. yang dimaksud aktivitas belajar adalah keaktifan yang bersifat fisik maupun mental.. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 7 . guru mempunyai kode etik keguruan. tetapi mereka adalah subjek yang memiliki potensi dan proses pembelajaran sehingga seluruh potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang secara optimal. soaial. Ketiga. 3 Asumsi yang dimaksud adalah menggambarkan bahwa peserta didik bukanlah subjek yang harus dijejali dengan informasi. Pendidikan merupakan usaha sadar mengembangkan manusia menuju kedewasaan. cit. tapi mencakup seluruh potensi yang dimiliki peserta didik sehingga memunculkan hakekat pendidikan dasar diantaranya: (a) interaksi manusia. “bahwa seseorang berpikir sepanjang ia berbuat sesuatu karena tanpa berbuat ia tidak akan mau berpikir kreatif”.135. akan tetapi manusia yang sedang dalam tahap perkembanagan. (e) keseimbangan antara kebebasan subjek (terdidik) dan kewibawaan guru (pendidik).ac. maupun kedewasaan moral. peristiwa belajar akan terjadi manakala peserta didik berinteraksi dengan lingkungan yang diatur oleh guru. setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda.fkip. baik kedewasaan intelektual. Karena proses pendidikan bukan hanya mengembangkan intelektual saja.

Adapun hasil belajar/kompetisi dalam pembelajaran matematika yang harus dicapai sebagai berikut ( Erman Suherman 2003:17) a. dapat digolongkan strategi dalam membuat (merumuskan). Hasil belajar akan dipengaruhi oleh banyak faktor. serta mengaplikasikan konsep algoritma secara luwes. c. Nana Sudjana. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar Slamet. b. berartinya bahan pelajaran. menjadi tiga macam. pengajaran memberi takanan kepada proses dan produk secara seimbang. Kelima. Faktor-faktor metode balajar. menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pertanyaan matematika. akurat. sifat atau melakukan manipulasi metematika dan membuat generalisasi. overlearning dan drill. Memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan symbol. menafsirkan dan menyelesaikan metode matematika dalam pemecahan sebagaiamana yang dikatakan oleh Abu Ahmadi yaitu: Faktor-faktor stimulasi belajar. kesulitan bahan pelajaran. tabel. Keempat. 7. Hasil Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dari beberapa pendapat baik menurut Mulyono Abdurrahm. Metode belajar yang dipakai guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh si pelajar. baik itu menurut Muhibbin Syah. resitasi Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 8 . a. suasana lingkungan eksternal. Menunjukan kemampuan masalah. Panjangnya bahan pelajaran. Menunjukan permasalahan dan keterkaitan antara konsep matematika yang dipelajari. dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar yang diperoleh melalui usaha dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar. Keller. b. efesien dan tepat dalam pemecahan masalah. Kemampuan berpikir tinggi diperlukan agar siswa memiliki kemampuan untuk menemukan/discovery penyelesaian problem-problem matematika di jenjangnya e. faktor-faktor metode belajar menyangkut hal-hal berikut. f. Segala sesuatu di luar individu yang merangsang individu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar dikelompokkan dalam faktor stimuli belajar antar lain. inti proses pengajaran adalah adanya kegiatan belajar peserta didik secara optimal.lebih aktif apabila menggunakan metode dan teknik yang tepat dan berdaya guna. berat ringannya tugas. grafik atau diagram untuk menjelaskan keadaan atau masalah. d. Mengguanakan penalaran pada pola. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Sumardi Suryabrata. kegiatan berlatih atau praktek.

kapasitas mental. kematangan. Pembelajaran dengan model creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII semester 2 MTsN 1 Kota Semarang dapat meningkatkan keaktifan. Faktor-faktor individual. kondisi kesehatan jasmani. c. Selain hal tersebut juga didasarkan pada makalah tentang model pembelajaran matematika probing solving dengan vedio compact disk yang ditulis Nuriana R. INDIKATOR PENELITIAN Indikator dalam penelitian ini adalah meningkatnya pemahaman konsep persegi panjang dan persegi yang ditandai dengan perolehan nilai diatas 6. Penelitian Saminanto. kondisi kesehatan rohani. HIPOTESIS TINDAKAN Berdasarkan uraian di atas dapatlah dimunculkan suatu hipotesis sebagai berikut : 1. F.2007 yang melakukan penelitian tentang model pembelajaran turnamen matematika. Skenario pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII E semester 2 MTsN 1 Kota Semarang yang operasional adalah langkahlangkah pembelajan yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep. Penggunaan model pembelajaran creative problem solving dengan video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi kelas VII semester 2 MTsN 1 Kota Semarang dapat meningkatkan pemahaman. belajar dengan keseluruhan dan dengan bagian-bagian. 2006 yang melakukan penelitian tindakan kelas pembelajaran matematika berbasis Diskovery-Eksperimen . Penelitian yang dilakukan Wardodno.belajar. yang menuntut mereka untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa membutuhkan prasarat pengetahuan seperti yang akan dihadapi sekarang. 2. Faktor-faktor individu meliputi. G. pengalaman sebelumnya. perbedaan jenis kelamin.5 dan ketuntasan klasikal 75%. faktor usia kronologis. Semangat tersebut terjadi karena siswa dihadapkan pada model pembelajaran yang mereka anggap baru. MPd. dan motivasi. 2005 tentang penerapan pembelajaran kooperatif dengan teams games tournament (TGT) memberikan kesimpulan bahwa pembelajaran dengan kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa . 8. bimbingan dalam belajar. SPd.D. 3. penggunaan modalitet indera. pengenalan tentang hasil-hasil belajar. kondisi-kondisi intensif. tindakan Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 9 . ternyata menunjukkan semangat siswa untuk mempelajari materi yang sedang dipelajari secara aktif dan mandiri. Kajian Penelitian Pendukung.

b) RPP harus menggambarkan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan model creative problem solving dengan media video compact disk.Pd. Waktu pelaksanaannya adalah tanggal 12 Februari untuk siklus 1 dan tanggal 15 Februari untuk siklus 2. dan refleksi. pengamatan. 2) Pelaksanaan Guru mitra dengan didampingi peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti. soal tugas rumah). Persiapan ini akan ditemukan terlebih dahulu antara guru dan siswa di luar jam. Kegiatan dirancang dengan penelitian tindakan kelas. dan siklus 2. Adapun langkahDiklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng a) Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang telah disiapkan dalam 10 . METODOLOGI PENELITIAN 1. sedangkan sebagai kolaborator adalah Bapak Drs. Tahapan langkah disusun siklus 1. Tempat dan waktu Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan di kelas VII E semesterv 2 MTsN 1 di Kota Semarang. Selain itu perencanaan disini juga menyiapkan siswa benarbenar berada pada suasana penyadaran diri untuk melakukan pemecahan masalah/problem solving yang menekankan pada keaktifan siswa dalam setiap proses pembelajaran dengan menggunakan vedio compact disk.H. Purwito dan Saminanto selaku peneliti. Siklus 1: Langkah-langkah besar dalam siklus 1 ini mulai dari perencanaan. Kegiatan diterapkan dalam upaya menumbuhkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebagai langkah untuk memahamkan konsep persegi panjang dan persegi demi tercapainya kompetensi dasar yang diharapkan. c) Lembar kerja yang isinya berupa soal dan prosedur untuk alur pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. soal evaluasi. Kolaborator Yang melaksanakan pembelajaran adalah guru matematika kelas VII E Bapak Harjoko. Materi yang akan diteliti Materi yang akan diteliti adalah persegi dan persegi panjang 2. pelaksanaan. Rancangan Penelitian. Setiap siklus terdiri atas perencanaan. 3. Sebagai langkah-langkah besar yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: a. pelaksanaan. S. 4. lembar kerja. pengamatan dan refleksi akan dijelaskan sebagai berikut: 1) Perencanaan bentuk prototype/modul( RPP..

langkah pembelajaran persegi panjang dan persegi dengan menggunakan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada siklus 1 ini secara garis besar adalah sebagai berikut: a) Guru memberikan apersepsi tentang persegi panjang dan persegi secara kontekstual yang ada pada lingkungan siswa. c) Guru memutarkan CD pembelajaran tentang persegi panjang dan persegi. 4) Refleksi a) Secara kolaboratif guru mitra dan peneliti menganalisis dan mendiskusikan hasil pengamatan. b. 2) Pelaksanaan Guru mitra dengan didampingi peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti dan direfisi berdasarkan evaluasi pada siklus 1. 3) a) Pengamatan Selama proses pembelajaran untuk mengetahui tentang keaktifan Guru dan peneliti melakukan pengamatan: siswa dalam melakukan kegiatan problen solving.. g) Menyimpulkan pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan. c) Dengan mencatat keberhasilan dan hambatan-hambatan yang dialami dalam proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan penelitian. b) Pemahaman konsep dan hasil evaluasi/tes akhir. h) Guru melakukan tes formatif secara individual. Siklus 2 : Untuk pelaksanaan siklus 2 secara teknis sama dengan pelaksanaan siklus 1. Selanjutnya membuat suatu refleksi mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu diperbaiki untuk siklus ke 2 nantinya. b) Membuat simpulan sementara terhadap pelaksanaan siklus 1. pengamatan dan refleksi akan dijelaskan sebagai berikut: 1) Perencanaan Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang disiapkan untuk siklus 2 dengan melakukan revisi sesuai hasil refleksi siklus 1. b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Langkah-langkah besar dalam siklus 2 ini yang perlu ditekankan mulai dari perencanaan. f) Menyamakan persepsi dipandu oleh guru. Adapun langkah-langkah pembelajaran model Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 11 . pelaksanaan. d) Guru memberikan soal/masalah yang berhubungan dengan konsep persegi panjang dan persegi. e) Dengan langkah problem solving siswa diminta untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Metode Penyusunan Instrumen a. Sedangkan tes formatif pada siklus 2 untuk Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 12 . yang akan di bandingkan dengan hasil belajar pada pra siklus(tahun-tahun sebelumnya) dan sebagai evaluasi untuk refleksi pada siklus 2. Dalam hal ini terutama untuk mengukur selama proses pelaksanaan pembelajarannya. d. Instrumen Pengamatan Instrumen pengamatan disusun dengan indikator-indikator yang bisa mengukur tercapainya kompetensi dasar pokok bahasan persegi panjang dan persegi. b. Tugas Rumah Tugas rumah diberikan soal-soal yang bertujuan untuk mendalami konsep persegi panjang dan persegi serta kontekstualnya dalam kehidupan sehari-hari.. Tes Formatif Tes formatif dilakukan pada akhir siklus 1 dan siklus 2. Lembar Kerja/modul Lembar kerja dibuat berdasarkan langkah-langkah untuk memahami konsep persegi panjang dan persegi dengan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. 4) Refleksi Refleksi pada siklus kedua ini dilakukan untuk melakukan penyempurnaan prototype/modul pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk yang diharapkan dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) pada siklus 1 dan siklus 2 dibuat berdasarkan format yang disyaratkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan.pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk sama dengan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran pada siklus1.. . serta meningkatkan hasil belajar siswa. baik mengamati keaktifan siswa. dan pemahaman konsep. 3) Pengamatan Guru dan peneliti melakukan pengamatan yang sama pada siklus 1. c. Di dalam RPP tertuang skenario pembelajaran matematika dengan pokok bahasan persegi panjang dan persegi yang menggunakan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. e. meningkatkan pemahaman konsep persegi panjang dan persegi. Tes formatif pada siklus 1 dipakai untuk melihat keberhasilan sementara pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. 5.

Metode Pengumpulan Data dan Pengolahan Data a. 3) Lembar kerja Lembar kerja berupa langkah-langkah untuk memahami konsep persegi panjang dan persegi dengan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk yang diberikan siswa pada siklus 1 dan siklus 2. baik pada siklus 1 dan siklus 2. Pengamatan siklus untuk direfleksikan pada siklus 2. Cara pengolahan Data Data hasil pengamatan dan tes diolah dengan analisis kualitatif deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengan model creative problem solving dengan media video compact disk yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep persegi panjang dan persegi. 2) Tes Tes digunakan untuk mendapatkan hasil belajar siswa setelah melakukan pembelajaran matematika pokok bahasan persegi panjang dan persegi dengan model model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. 4) Pengamatan Pengamatan dilakukan pada tiap siklus. Cara Pengumpulan Data 1) Dokumenter Metode dokumenter digunakan untuk mengetahui dan mendapatkan daftar nama siswa dari kelas VII E MTsN 1 Kota Semarang. b. Sedangkan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi terhadap hasil belajar akan diuji regresi dengan menggunakan SPSS.melihat keberhasilan model pembelajaran matematika creative problem solving dengan media video compact disk. 1 dipakai Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 13 . Soal tes diambil dari soal-saol ebtanas khusus pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi. 6.

Jakarta:Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Depdikbud. Hidayat. Permen NO 22 tahun 2005 tentang SK dan KD. Diklat PTK Kabupaten TEMANGGUNG diselenggarakan oleh ISMI Jateng 14 . 2004. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.D. Suhito. Pandoyo. Nuriana R.Tersedia di: http://www. Semarang:FPMIPA IKIP Semarang.com[20 september 2007]. Suyitno Amin. Semarang:FMIPA UNNES. Suhito. Diktat Kuliah Teori Pembelajaran Matematika.transdigit.htm [5 Januari 2005].edu/hti/cu/2004/v02/04. Pepkin K. 2004. Pandoyo. Tersedia di: http://www. 2000. 2004. Semarang:Laboratorium Komputer Pascasarjana UNNES. Suparyan. SPd. Work Shop Matematika.uh. 2004.DAFTAR PUSTAKA Darhim. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Multimedia Untuk Presentasi. Semarang:Pendidikan Matematika FMIPA UNNES ____________. Creative Problem Solving In Math. Hidayah Isti. Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama. 2003. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Makalah tentang Model Pembelajaran Creative Problem Solving dengan Video Compact Disk dalam Pembelajaran Matematika. Strategi Belajar Mengajar. Pemilihan Model-model Pembelajaran dan Penerapannya di Sekolah. Semarang:Pendidikan Matematika FMIPA UNNES Wibawanto H.L. Mudjiono. Strategi Pembelajaran Matematika.mathematic. 1990. Semarang:IKIP Semarang Press. 1992. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran Matematika. MPd 2007. 1993. Jakarta: Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Depdiknas. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara DIII. Dimyati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.