Data BPS: Jumlah Penduduk “Miskin” yang Hampir Miskin Terus Bertambah

OPINI | 18 September 2011 | 14:09 638 1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat 5

Dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/9), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan menyampaikan fakta menarik terkait perkembangan angka kemiskinan Indonesia, yakni bertambahnya jumlah penduduk hampir miskin sebanyak 5 juta jiwa pada tahun 2011. Pertambahan sebesar 5 juta jiwa ini berasal dari 1 juta penduduk miskin yang naik status menjadi hampir miskin dan 4 juta penduduk tidak miskin yang turun status menjadi hampir miskin. BPS mencatat, selama tiga tahun terkahir, jumlah penduduk hampir miskin terus bertambah secara konsisten. Pada tahun 2009, jumlah penduduk hampir miskin berjumlah 20,66 juta jiwa atau sikitar 8,99 persen dari total penduduk Indonesia. Pada tahun 2010, jumlahnya bertambah menjadi 22,9 juta jiwa atau 9,88 persen dari total penduduk Indonesia. Dan tahun ini, jumlah penduduk hampir miskin telah mencapai 27,12 juta jiwa atau sekitar 10,28 persen dari total populasi.

Siapakah penduduk hampir miskin?

nilai pengeluaran mereka berada pada selang 1 GK-1. Kata “hampir” secara kuantitatif menunjukkan bahwa pengeluaran mereka berbeda tipis dengan penduduk miskin dan tidak signifikan dalam membedakan tingkat kesejahteraan mereka dengan penduduk miskin. selain penduduk miskin. atau kalau dirupiahkan antara Rp 233.2 GK. Sehari-hari. Nilai pengeluaran yang tidak berbeda jauh dengan GK ini menjadikan mereka sangat rentan untuk menjadi miskin jika terjadi guncangan ekonomi. Dengan kata lain. Untuk lebih jelasnya berikut adalah ilustrasi penduduk hampir miskin berdasarkan kondisi pada Maret 2011 Berdasarkan peraga di atas.Menurut konsep BPS.Rp 280. mereka juga harus menjadi target dari program-program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah. kondisi kesejahteraan mereka dibanding penduduk miskin mungkin tidak jauh berbeda. bahkan sama. Pemberitaan Kompas perlu dikoreksi . orang akan mengatakan mereka “miskin”. Karenanya. penduduk hampir miskin adalah mereka yang memiliki pengeluaran per bulan sedikit di atas garis kemiskinan (GK).470 . terlihat jelas selisih pengeluaran penduduk hampir miskin dengan GK tidak lebih dari 20 persen. Di luar konsep BPS.488 per bulan.

dinyatakan bahwa mereka yang miskin adalah yang berada di bawah garis kemiskinan dengan penghasilan di bawah Rp 231. Karena metode yang digunakan ketika menetukan siapa penduduk miskin adalah cut of point sebagaimana pada . Agustus). Karena dua batas kemiskinan yang bebeda ini akan menghasilkan angka kemiskinan yang berbeda.000 per bulan.960/keluarga per bulan atau setara dengan Rp 31. nilai pengeluaran sebesar ini akan sesuai dengan rata-rata batas upah minimum di Indonesia. Pengeluaran sebesar Rp 940.000 dapat dipastikan jumlah penduduk miskin saat ini akan lebih kecil dari angka resmi yang diumumkan oleh BPS.121. tetapi Rp 233. Bagi sebagian orang. Dengan demikian. tetapi dikeluarkan kepada seluruh anggota keluarganya.121. sebuah keluarga beranggotakan empat anggota harus memiliki penghasilan di atas Rp 3. Dalam tulisan tersebut.952 /keluarga/bulan atau setara dengan Rp 37. Dalam tulisan tersebut. Dan suatu keluarga dengan kepala keluarga seorang pengemis dapat dipastikan bakal sulit memiliki penghasilan di atas Rp.121. maka keluarga yang dianggap miskin adalah keluarga yang hanya berpengeluaran di bawah Rp.740 mungkin tidak seberapa. Karena dengan garis kemiskinan sebesar ini.000 per kapita per bulan (sesuai UMR)−sebagaimana juga dimuat dalam tulisan tersebut− sehingga diperoleh angka kemiskinan sebesar 21. Kekeliruan lain adalah batas kemiskinan yang digunakan BPS pada tahun 2011 bukan Rp 231. Dan keluarga hampir miskin adalah keluarga dengan penghasilan di atas Rp 1. Ini jelas merupakan kekeliruan karena pendekatan yang digunakan BPS ketika mendefenisikan penduduk miskin adalah pengeluaran per kapita per bulan bukan penghasilan per kapita per bulan.740 per bulan (Berita Resmi Statistik.398/keluarga/hari.02 juta jiwa−selisihnya bisa puluhan ribu jiwa. 934. tetapi sangat mengganggu buat saya yang sehari-hari bekerja sebagai statistisi di BPS. Penghasilan biasanya dihasilkan oleh satu kepala keluarga. apalagi di atas Rp 1.960 per bulan. Jika dilihat lebih jauh. langkah yang diambil oleh pemerintah Cirebon dengan menetapkan garis kemiskinan adalah penghasilan Rp 800. selisih antara Rp 231. Kekeliruannya mungkin tidak fatal. Kerenanya. bahkan dikoreksi.Ketika membaca tulisan di Koran Kompas (15/9) yang bertajuk “Jangan Politisasi Dana Kemiskinan” saya menemukan beberapa hal yang penting untuk ditanggapi. Pengeluaran dan penghasilan tentu dua hal yang berbeda. Perlu diketahui bahwa perubahan angka kemiskinan sangat sensitive terhadap perubahan batas atau garis kemiskinan yang digunakan.952 per bulan. Kekeliruan yang saya maksud adalah penggunaan kata “penghasilan”ketika menjelaskan siapa penduduk miskin.000 per bulan. penulis menggunakan data-data BPS secara keliru. bahkan lebih tinggi dari upah minimum regional (UMR) beberapa provinsi di Indonesia.952 per bulan tentu bisa dibiayai dari penghasilan seorang kepala keluarga dan atau anggota keluarga lainnya. jika satu keluarga beranggotakan empat orang. 934.2 juta agar tidak dianggap miskin.165/keluarga/hari.000 dengan Rp 233. Tetapi. bagi mereka yang paham seluk beluk penghitungan kemiskinan tentu akan sedikit terganggu. yakni 30. Dengan batas kemiskinan Rp 231.960 atau Rp 1.04 persen akan sedikit aneh jika dikaitkan dengan konsep keluarga di atas. apalagi jika dikaikan dengan konsep keluarga.

Dan inilah kelemahan dari pengukuran kemiskinan dengan menggunakan garis atau batas kemiskinan absolute. kemiskinan nelayan lebih banyak disebabkan oleh karena faktor struktur kuasa sosial-politik yang tidak berpihak kepada masyarakat nelayan miskin. ***** Sumber tulisan koran Kompas. Dalam dua pandangan tersebut seolah kemiskinan nelayan mempunyai penyebab yang berbeda. dibutuhkan kecermatan dan pemahaman terhadap konsep dan defenisi yang digunakan BPS ketika menghitung angka-angka kemiskinan. di negara mana pun juga seperti ini. ketika memberitakan data-data kemiskinan BPS. Ada banyak faktor pengaruh bahwa kemiskinan nelayan tidak . rela meninggalkan daratan selama berhari-hari untuk mencari nafkah yang lebih layak untuk menghidupi kebutuhan keluarganya. Padahal kita mengetahui bahwa nelayan memulai pencaharian hidupnya. Karenanya. mengawali pencarian ikan dan sumber daya laut dari mulai dini hari hingga matahari mulai tenggalam. Bahkan mereka terkadang. Pada pandangan kedua. agar tidak terus terulang. Kekeliruan seperti ini memang kerap kali terjadi di berbagai media. bukanhanya koran Kompas. Kenyataan tersebut tidak menguatkan bahwa kemiskinan nelayan sebagai akibat kebudayaan masyarakat nelayan. penyebab kemiskinan nelayan disebutkan sebagai akibat dari kebiasaan masyarakat nelayan yang cenderung boros dan malas. apa itu masih bisa dikatakan bahwa masyarakat nelayan miskin yang malas. Pada pandangan pertama. Bukanhanya di Indonesia. data-data dari BPS Gurita Kemiskinan Nelayan Gurita Kemiskinan Nelayan Tradisional Fenomena kemiskinan nelayan di negeri ini sudah berlangsung lintas generasi dan seakan tidak pernah berhenti seiring dengan perkembangan jaman dan gempitanya pembangunan. Kalau kita melihat kondisi masyarakat nelayan yang terus berjuang untuk meningkatkan kehidupannya dengan semangat yang tanpa menyerah mengarungi lautan dengan penuh banyak resiko.ilustrasi di atas. Kemiskinan nelayan dapat dianalisis dalam dua pandangan besar yaitu: budaya kemiskinan nelayan dan struktur kemiskinan nelayan. sehingga interpreatsi keliru terhadap data kemiskinan BPS tidak terjadi.

Sehingga. Sementara masyarakat nelayan tidak terwakili di dalamnya. Ketiga. segala usaha dan upaya nelayan untuk mencari penghasilan akan digunakan untuk membayar hutang dan bunganya yang terus berlipat-lipat setiap waktu. mereka tidak ada perhatian dari pemerintah untuk mendapatkan tambahan pinjaman modal untuk memenuhi kehidupannya. rutinitas kearifan lokal hanya dianggap sebagai suatu formalitas belaka. sehingga tidak banyak membantu nelayan untuk menghidupkan sistem pengaturan masyarakat nelayan. maka masyarakat nelayan miskin akan terjerat hutang kepada cukong. melihat kenyataan di atas salah satu kendala penyebab kemiskinan nelayan adalah tidak adanya lembaga keuangan yang memberikan kepedulian kepada nelayan miskin untuk dapat mengakses pinjaman mudah dan murah untuk keberlanjutan kehidupan di saat paceklik karena musim yang tidak menentu dan membahayakan nyawanya. Keenam. dan terbatas pula sumber daya perikanannya. sehingga wilayah tangkap nelayan tradisional (traditional fishing ground) terbatas. pemangkasan kekuasaan rakyat sejak Orde Baru menyebabkan melemahnya kearifan lokal masyarakat nelayan. Sebagai contoh. segala upaya yang dilakukan seolah tidak memberikan hasil yang signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupannya. Masyarakat nelayan miskin tidak mempunyai hak atas kuasa sumber daya perikanan karena keterbatasan sumber daya dan keterbatasan akses. . Terutama ketika masyarakat nelayan miskin dalam kondisi paceklik. karena sumber pinjaman hutang dari lembaga formal harus menggunakan jaminan. keterbatasan nelayan miskin dalam melakukan akses terhadap sumber daya perikanan. Salah satu yang dapat kita lihat adalah jeratan hutang yang diberikan oleh para cukong untuk mengikat hasil perikanan nelayan. penyerobotan wilayah tangkap oleh nelayan-nelayan besar bahkan nelayan dari luar wilayah NKRI atau nelayan asing yang cenderung diabaikan oleh pemerintah. Lalau apa yang kiranya bisa memberikan penjelasan bahwa masyarakat nelayan selalu dalam kondisi kemiskinan? Kemiskinan nelayan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari luar budaya masyarakat nelayan.tergantikan dengan kesejahteraan yang dicita-citakannya selama ini. Kelima. Lalu bagaimana masyarakat nelayan bisa memberikan aspirasi dan partisipasi untuk melakukan perubahan kehidupannya. Kawasan lautan kebanyakan diakses dan didominasi oleh pemilik modal dan birokrat atau kolaborasi keduanya. munculnya organisasi nelayan bentukkan negara tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan miskin. Dalam kondisi seperti ini. Hambatan akses wilayan lautan adalah kebijakan yang tidak memihak kepada masyarakat nelayan miskin yang penuh dengan keterbatasan. dan rentenir yang menggunakan persyaratan mudah tetapi bunga pinjaman yang sangat tinggi. teoritis bahwa kemiskinan masyarakat nelayan dikonstruksikan oleh faktor struktural yang mengungkung segala usaha mereka untuk melakukan perubahan. operasi pukat harimau (trawl). Dalam kondisi terpepet. Banyak potensi bahari dikuasai oleh segelintir orang dan kapal-kapal asing. kapal dan jarring mereka sebagai satu-satunya sumber kekayaan dan alat kehidupannya tidak dapat dijadikan sebagai barang jaminan yang bernilai. Kalaupun ada. Seperti munculnya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang ternyata di dalamnya adalah pengusaha-pengusaha perikanan. Kedua. Keempat. tengkulang. Masyarakat nelayan menjadi tidak mempunyai tata nilai yang dulu diyakini sebagai suatu pengaturan yang harus ditegakkan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat nelayan secara keseluruhan. Secara. relasi patron klien antara nelayan miskin dengan para cukong atau pengusaha perikanan yang secara langsung melakukan eksploitasi dan penghisapan atas keringat dan usaha nelayan. Sementara. negara abai terhadap potensi bahari yang sebenarnya sebagai sumber penghidupan masyarakat nelayan setiap harinya. Beberapa faktor yang dianggap sebagai penyebab kemiskinan nelayan adalah sebagai berikut: Pertama.

sehingga mengurangi pengeluaran usaha pencarian ikan. Masyarakat nelayan Cilacap merasakan setelah munculnya PLTU di wilayah pesisir. belum lagi faktor lingkungan yang telah rusak oleh pengusaha-pengusaha yang memanfaatkan perairan perikanan nelayan di lautan. oleh karena itu perlu kiranya dilakukan suatu pencarian terhadap alternatif jawaban-jawaban tentang mengapa mereka miskin. Kesepuluh. Kesembilan. Seperti arus kapal tongkang batu bara seperti di perairan Cilacap sangat berdampak pada tangkapan ikan nelayan. Tawaran Solusi: Mengurai Kemiskinan Nelayan Permasalahan kemiskinan masyaraat nelayan sangat kompleks dan tidak sedikit pihak yang mempunyai kepentingan atas kesengsaraan nelayan. Kedelapan. serta akumulasi nilai lebih penghasilan nelayan kemana saja. membengkak tinggi. Termasuk bagaimana relasi-relasi masyarakat nelayan dalam mencari alternatif sumber daya kehidupannya menjadi sangat penting untuk menemukan data kemiskinan masyarakat nelayan secara komprehensif. tangkapan ikan mereka semakin berkurang. Jawaban atas permasalahan tersebut kemugkinan akan sangat berfariasi dan tidak dapat difokuskan pada satu program penyelamatan. Kedua. perlu juga dicarikan informasi tentang jumlah cukong. Jadi pengelompokkan permasalahan nelayan akan diterapkan penyelesaian yang sesuai.Ketujuh. terutama di saat kondisi musim yang tidak bersahabat dan paceklik. gagalnya bantuan alat tangkap oleh pemerintah yang tidak menyelesaikan substansi permasalahan justru menimulkan kekacaian sosial dalam bentuk konflik di tingkat solidaritas nelayan miskin. Jadi tidak bisa sebuah jawaban permasalahan diterapkan kepada seluruh masyarakat miskin nelayan yang mempunyai kompleksitas permasalahan. Tetapi dari semua jawaban-jawaban tersebut dapat dilakukan pengelompokkan masalah dari setiap kelompok masyarakat nelayan yang mengalami problem yang berbeda-beda. perbaikan sistem data nelayan secara menyeluruh. serta bagaimana kekuatan-kekuatan masyarakat nelayan yang berkaitan dengan perolehan sumber daya dan distribusi hasil tangkapan nelayan hingga distribusinya kepada siapa saja. jumlah pengusaha. Akurasi data kemiskinan dan gambaran substansi kemiskinan nelayan serta dinamika kemiskinan mereka setiap musim merupakan suatu informasi yang perlu dikembangkan kedepan. Berdasarkan inventarisir permasalahan di atas. . jumlah penyuplai BBM. ada beberapa pemikiran yang mungkin bisa memberikan pemecahan masalah jika dilakukan secara komprehensif. tidak tebang pilih. munculnya kompensasi subsidi BBM yang tidak mendidik masyarakat nelayan miskin dengan ukuran penghasilan yang tidak seimbang dengan pengeluaran biaya untuk memperoleh BBM setiap harinya. Nelayan secara tidak langsung tercerai dalam konflik laten karena distribusi bantuan yang tumpang tindih dan dominasi kekuasaan pada pendistribusian dengan kedekatan relasi penerima dengan aktor dominan yang tidak berpihak kepada masyarakat nelayan miskin. Ada analisa sederhana dari nelayan pesisir Cilacap bahwa kapalkapal tongkang yang membawa bahan bakar batu bara membuat ikan-ikan meninggalkan wilayah perairan tangkapan nelayan. Bisa jadi dalam suatu masyarakat nelayan mempunyai permasalahan yang berbeda-beda. dan ini perlu diidentifikasi secara teliti untuk memberikan “terapi penyembuhannya”. Tidak hanya itu. harga BBM yang tidak berpihak kepada nelayan miskin. dan kekuatan solidaritas kelompok nelayan dalam bentuk organisasi rakyat nelayan. Harga tanpa subsidi yang mengakibatkan modal melaut untuk mencari ikan bertambah. tetapi disesuaikan dengan permasalahan yang dialami setiap kelompok nelayan miskin. Beberapa tawaran yang coba dilakukan adalah sebagai berikut: pertama. bahwa munculnya banyak permasalahan di masyarakat miskin nelayan tidak mendapatkan perhatian untuk mencarikan solusi pemecahannya.

Termasuk memberikan intervensi pada pengaturan wilayah tangkap hingga distribusi pemasaran hasil tangkapan sumber daya perikanan yang adil dan menguntungkan nelayan miskin. Sebagai perwakilan kepentingan dan aspirasi masyarakat nelayan maka kesempatan dan suaranya perlu diperhatikan dengan memberikan penguatan sumber daya serta memberikan ruangruang partisipasi keterlibatan dalam seluruh aktivitas dan perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat nelayan. Itu sebagai contoh saja. Pemerintah harus sudah memperhatikan organisasi nelayan organik yang muncul dari masyarakat nelayan itu sendiri. sangat terbuka untuk mendapatkan masukkan-masukkan yang membangun gagasan penyelamatan masyarakat miskin nelayan ke depan. Kedelapan. Pembangunan SPDN merupakan alternatif pemutusan mata rantai distribusi BBM yang selama ini sangat panjang dan menyebabkan monopoli serta kenangkaan BBM yang murah untuk nelayan. Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih memihak kepada keberlanjutan masyarakat nelayan miskin jika tidak mengharapkan masyarakat nelayan miskin beralih profesi menjadi buruh bangunan dan pengangguran yang nantinya menjadi problem lanjutan tersendiri. Pengelolaan SPDN dalam hal ini juga dapat memberikan alat kontrol terhadap penjaminan tersampaikannya BBM bersubsidi untuk nelayan. Pemerintah harus lebih memberikan ruang akses terhadap kemudahan BBM untuk nelayan dengan kebijakan dan pembangunan titik-titik distributor BBM (SPDN: Solar packed dealer untuk nelayan) di lingkungan pesisir. penguatan organisasi-organisasi nelayan sebagai kekuatan masyarakat nelayan untuk memperjuangkan hak dan kehidupannya. Oleh karena itu. Pemikiran diatas adalah salah satu bentuk renungan yang kemungkinan masih banyak kekurangan dan perlu mendapatkan perbaikan-perbaikan dari berbagai pihak. Penguatan organisasi nelayan juga hingga memberikan otoritas organisasi nelayan untuk memandirikan kehidupan nelayan sebagai kekuatan solidaritas masyarakat nelayan. Keempat. Hal ini diharapkan dapat menghindarkan sistem ekonomi perikanan yang didominasi oleh aktor kuat dengan modal besar.Ketiga. Pemberian otoritas pengelolaan SPDN juga sangat bermanfaat untuk menguatkan organisasi masyarakat nelayan yang mandiri dan independen. mencari strategi pemecahan di tingkat lokalitas. Sehingga. intervensi pemerintah dalam seluruh kebijakan perikanan yang berpihak kepada masyarakat nelayan miskin. Ketujuh. Permasalahan masyarakat kemiskinan nelayan dengan kebudayaan yang berbeda-beda tidak dapat disama ratakan untuk memberikan satu alternatif solusi seperti yang selama ini diterapkan. . pemerintah harus menjamin bahwa pengelolaan SPDN dilakukan oleh organisasi nelayan sebagai perwakilan masyarakat nelayan. Sehingga. Otoritas pengelolaan ini secara khusus harus diberikan oleh pemerintah kepada organisasi nelayan untuk menjamin distribusi yang mudah. Misalnya saja. menjamin ketersediaan BBM yang mudah dan murah untuk kebutuhan perjalanan mencari nafkah. Organisasi nelayan tersebut sebagai perwakilan kepentingan dan aspirasi masyarakat nelayan. permasalahan pencemaran limbah pabrik atau dampak tongkang batu bara PLTU tidak bisa diselesaikan dengan membagikan sejumlah alat tangkap jarring. Kelima. Keenam. kekhawatiran penyimpangan terhadap pemberian subsidi BBM dapat dihindarkan langsung oleh pengelolan mandiri oleh organisasi nelayan yang secara langsung mengetahui nelayan-nelayan yang mana harus mendapatkan harga subsidi BBM dan masyarakat umum yang bukan nelayan. Jika ikan yang mau ditangkap juga tidak ada kenapa harus diberikan alat tangkap jarring kepada nelayan? Lalu apa yang mau ditangkap? Solusi yang mendekati mungkin melakukan riset sumber daya perikanan yang langka tersebut dan mengkoordinasikannya dengan pemilik pabrik atau PLTU yang menjadi sumber pencemaran wilayah tangkapan nelayan. dan adil untuk kecukupan kebutuhan seluruh anggota masyarakat nelayan secara keseluruhan. yang terakhir adalah memberikan jaminan subsidi BBM khusus untuk nelayan. perlindungan terhadap nelayan dalam jalur distribusi pemasaran dapat terjamin. murah.

639 desa pesisir mencapai 7. Selasa (13/9). tingginya kerusakan sumber daya pesisir. jalan Diponegoro.8 juta jiwa yang terdapat 10. Dirjen KP3K menginisiasi suatu program inovatif untuk memberi spirit bagi kemajuan desa-desa pesisir yaitu Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT). Sabtu (24/9/2011). jumlah tersebut berasal dari petani gurem.dan yang terakhir rendahnya infrastruktur desa dan kesehatan lingkungan pemukiman. Petani gurem ini mengolah tanah garapannya di bawah 0. ribuan petani memusatkan aksi di di Taman Budaya Padang.Salam… Jakarta.1 persen petani gurem. Direktur Jenderal Kelautan. rawan bencana dan perubahan iklim. Sumatera Barat. Sementara dari hasil proyeksi Serikat Petani Indonesia (SPI) pada tahun 2008 mencatat 15. .639 Desa pesisir. rendahnya kemandirian organisasi sosial desa. PDPT merupakan wujud intervensi KKP dalam hal menata dan meningkatkan kehidupan desa pesisir/nelayan berbasis masyarakat. jalan Diponegoro." ujar Dirjen KP3K di Jakarta. Di Padang. Sukardi mengatakan dari jumlah tersebut. tingginya tingkat kemiskinan. Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (KP3K) Sudirman Saad menyatakan bahwa kondisi masyarakat pesisir saat ini sangat memprihatinkan. "Sasaran dari PDPT ini ada 6.Hari ini ribuan petani menggelar aksi demonstrasi di sejumlah wilayah di Indonesia dalam rangka hari tani nasional ke-51..639 desa Pesisir.5 hektar.639 desa pesisir baru sekitar 4 ribu desa yang terjangkau program tersebut. terjadi degradasi lingkungan permukiman kumuh.” kata Sukardi Bendang. Sudirman mengatakan. "Realitanya ada empat persoalan pokok. Dewan Pengurus Wilayah SPI Sumatera Barat saat peringatan Hari Tani Nasional ke-51 di Taman Budaya Padang. 16 cluster desa dengan kriteria mempunyai potensi lokal unggul. bila setiap kepala keluarga memiliki 3 orang anak saja." tambah Sudirman. Hingga Maret 2011 kondisi kehidupan para petani di Indonesia masih miskin. “Dari sensus pertanian terakhir tahun 2003m.8 juta jiwa yang bermukim di 10 ribu desa pesisir. Tercatat pada 2010 angka kemiskinan di 10.-78-juta-jiwa/ PADANG. (Firdaus/Kamal) read more :http://www.pelitaonline. Dari 10.MASYARAKAT miskin di pesisir jumlahnya mencapai 7. Para petani mengungkapkan keprihatinannya karena masih banyaknya petani miskin di Indonesia. Atas dasar realita tersebut. PDPT menitikberatkan pada coastal village community dimana partisipasi komunitas desa pesisir sangat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan program ini. mempunyai kondisi lingkungan permukiman kumuh.com/read-nus. penduduk yang rentan miskin sebanyak 27 juta jiwa.6 juta jiwa atau 55. PelitaOnline -..

Namun janji tinggal janji pemerintah justru mengeluarkan kebijakan melaluhi berbagai Undanundang yang menyimpang dari UUD 1945 pasal 33 dan UUPA 5 tahun 1960. Kemudian janji kedua disampaikan pada bulan September 2010 di istana melalui Staf Khusus Kepresidenan (SKP) Bidang Pangan dan Energi dan SKP Bidang Otonomi Pembangunan Daerah.” terang Sukardi. UU No. “Tingginya angka prosentase petani gurem tersebut jelas menggambarkan ketimpangan agraria begitu besar dan pada akhirnya menyebabkan konflik agraria. kepemilikan kepemilikian lahan yangh sempit yang berdampak kepada pendapatan para petani yang rendah.” tambah Sukardi. “Dengan kondisi ini menjadikan petani terjebak kepada tengkulak maupun rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.” katanya. “Padahal Indonesia sebagai anggota FAO seharusnya melaksanakan pembaharuan agraria sebagai salah satu rekomendasi dari International Conferrence on Agrarian Reform and Rural Development tahun 2006 di Proto Alegre. menuju tatanan baru dengan struktur yang bersendikan kepada keadilan agraria.27/2007 tentang penanaman modal yang membenarkan pemodal menguasai secara dominan disektor pertanian pangan dan perkebunan. tata niaga yang berpihak pada produsen kecil dan mekanisme keuangan petani. Kondisi petani ini semakin memprihatinkan karena pertanian di Indonesia secara umum masih subsiten.18/2004 tentang perkebunan yang mengakibatkan ratusan petani dikriminalkan. Kemudian didukung dengan kebijakan harga pembelihan hasil produksi pertanian.maka jumlah penduduk miskin ini bertambah menjadi 78 juta jiwa. Jakarta Utara pada bulan Januari 2010. . Carut marutnya kondisi pertanian saat ini menurutnya sangat mendesak yang dilakukan pemerintah adalah melaksanakan pembaharuan agraria yang sejatinya adalah upaya korektif untuk menata ulang struktur agraria yang timpang dan memungkinkan eksploitas manusia atas manusia. Dalam catatan Badan Pertanahan Nasional pada tahun 2011 ada 2. “Dan terakhir adalah kebijakan korporatisasi pertanian dan pangan yang intinya memberikan ruang dan otoritas besar bagi korporasi untuk menguasai lahan pertanian dan produksinya. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi ketimpangan agraria dan konfliknya. Meski kondisi tercekik namun itulah solusinya para petani bisa mendapatkan modalnya dan para rentenir sendiri memberikan kemudahan proses peminjaman.” ungkapnya. Bahkan janji ketiga kalinya di sampaikan Kepala BPN pada peringatan hari Tani ke-50 di Istana Bogor bahkan saat itu Kepala BPN mengatakan soal pendistribusian tanah-tanah ke petani sudah dirumuskan pada peraturan pemerintah (PP) tentang reforma agraria.” ujarnya. Sebagai contoh UU No. dimana pemerintah berjanji untuk mendistribusikan tanah-tanah kepada para petani melaluhi Program Agraria Nasional (PPAN). Perpres 36/2005 dan revisi Perpres 67/2006 tentang pencabutan hak atas tanah untuk kepentingan umum dan UU No. “Keadilan agraria yang dimaksud adalah dimana dijaminnya tidak adanya konsentrasi dalam penguasaan dan pemanfaatan agraria oleh segelintir orang. “Janji itu disampaikan saat peresmian program strategis pertanahan yang digagas oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di kawasan Cilincing. Di satu sisi petani tidak memiliki sertifikat yang biasa digunakan agunan.” ungkap Sukardi.7/2004 tentang Sumber Daya Air yang mengakibatkan privatisasi sumber air.791 kasus pertanahan.

Tetapi apa hendak dikata. dengan relatif tidak memiliki akses pasar dan regulaisi. Adapun kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan petani: 1. mereka pun menghengdaki hidup yang demikian.    Petani gurem (peasent) adalah kelompok petani yang menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian. Kebijakan tidak langsung dalam peningkatan sumber daya. pendapatannya Rp 8000-15000/ hari. Kalau kita menginginkan hidup berkecukupan. Petani primitif adalah petani-petani dahulu yang bergantung pada sumber daya dan kehidupan mereka berpindah-pindah (nomaden). Mereka adalah kelompok sosial yang sama dengan kita. petani gurem selalu dalam keadaan yang ditindas.25 ha. Negara Indonesia memiliki penduduk yang 50%nya bermata pencaharian sebagai petani dan dari 100% petani itu 50%nya adalah petani gurem (belum mencukupu kebutuhan rumah tangga karena rata-rata pendapatannya ± 20000/hari.DEFINISI PETANI DAN KLASIFIKASI PETANI Kesimpulan diskusi: Petani gurem adalah petani kecil yang memiliki luas lahan 0. Petani ini merupakan kelompok petani miskin yang memiliki sumber daya terbatas. Jadi: Mempertahankan bertani tetap menjadi masalah kehidupan petani gurem dan buruh tani berarti membelenggu kaum miskin pedesaan dalam lingkaran setan kemiskinan Forming is livelihood adalah akar masalah kemiskinan di pedesaan yang harus diberantas Kemiskinan di pedesaan hanya dapat diberantas dengan mengurangi jumlah petani gurem dan buruh tani melalui pengembangan agribisnis atau pertanian dalam arti luas sungguh tepat. dan adanya upaya peningkatan pemerataan 3. Kebijakan khusus yaitu dalam pengembangan pertanian dengan mempelajari kebiasaan masyarakat. sarana dan prasarana 2. Pertanian adalah proses pengelolaan sumber daya dan adanya proses pemanenan dari hasil pertanian dengan bantuan sinar matahari. Apabila petani memiliki lahan 0. Buruh tani adalah buruh yang menerima upah karena bekerja di lahan orang lain: secara umum. Tidak . penyiapan penduduk miskin untuk melakukan social-ekonomi sesuai dengan budaya setempat. Kebijakan langsung berupa penigkatan akses. Pertanian terpadu dapat meningkatkan taraf hidup orang banyak. Petani modern merupakan kelompok petani yang menggunakan teknologi dan memiliki orientasi keuntungan melalui pemanfaatan teknologi tersebut.25 ha tapi pemanfaatan teknologinya baik dapat juga dikatakan petani modern.

jumlah penduduk miskin di Indonesia meningkat mencapai 37. . Sementara pak tani hanya mampu mengakses makanan seperti “roti tawar” dan yah sekedar mengisi perut agar bisa bertahan hidup. Mau safari ada. 1.. Ibarat langit dengan bumi. pekerja politik adalah hal yang salah dan tidak tepat.1 juta jiwa atau sekitar 18. buaian kebodohan dan mirisnya janji yang berbalut kemunafikan. Lagi-lagi yang terkena imbas adalah para petani. Menjadi seorang petani adalah sisi lain dari kehidupan warga negara yang tak mungkin dapat melepaskan diri dari lilitan kemiskinan.per Kg gabah kering simpan Rp. Itulah makanan pak tani sehari-hari. pengacara. harga pembelian pemerintah (HPP) ditetapkan untuk kualitas gabah kering giling sebesar 1. Sungguh ironis memang berprofesi sebagai petani di negara bernama Indonesia. Para pengantor itu dengan mudah mendapatkan apa yang dia kehendaki. Para petani dengan cucuran keringat.mendapat kesempatan dan bahkan dikebiri lewat struktur sosial yang sangat tirani dan melabrak nilai-nilai kemanusiaan (humanisme).per Kg – Rp. Lain halnya dengan para pengantor.per Kg. Mereka sah dijadikan ruang percobaan guna kepentingan yang berpunya (the have). banting tulang demi mencari sesuap nasi guna menyambung hidup. Mereka (petani gurem) bekerja dengan sangat bersahaja penuh dedikasi.per Kg dan gabah kering panen Rp. Sementara disisi lain.. Mana harga tidak pernah beranjak dari titik awalnya. Sangat jauh perbedaannya. fasilitas laptop. Lihatlah misalnya kasus kapas transgenik di beberapa daerah di Sulawesi Selatan. bukan penjual atau yang punya produk. Ketika ada produk baru hasil rekayasa bioteknologi transgenik. 1. 9 Tahun 2002. Lain lagi dengan bapak-bapak wakil rakyat yang katanya terhormat mereka berkantor digedung mewah dengan serba berkecukupan. 800. Membandingkan kehidupan petani gurem dengan mereka para pengantor. kecuali menikmati fasilitas hasil pajak tanah dan bea beras import. diperkirakan angka kemiskinan di negeri ini mencapai 28 juta jiwa. apalagi yang ada digedung Rakyat mekera dengan sangat surplus sehingga bisa membiayai dan menghidupi para tim sukses dan aktivis penjual idealisme dengan sangat mewah. Dan 55 persen dari penduduk miskin Indonesia adalah petani.. dan bahkan mungkin sampai fasilitas pakaian dalam ada.000. mereka adalah kelinci percobaan oleh pemilik modal dengan intervensi pemerintah..500. lebih hebat lagi karena harga ditentukan oleh pembeli.. Sejak krisis keuangan yang melanda Indonesia diawal 1997.700.per Kg. melakukan negosiasi proyek dan membagibagi kue di komisinya masing-masing. Pada tahun 2001. cengkraman kesengsaraan. Cuman dengan menelepon kiri kanan mereka sudah berkantong tebal dan pulan dengan katanya rezeki yang halal. Tidak pandang apakah layak gizi dan sehat secara medis. banyak pejabat kantoran yang tidak tau apa yang hendak dikerja.230.4 persen dari jumlah penduduk Indonesia. 1. Tetapi gabah mereka hanya dihargai Rp. Padahal berdasarkan Inpres No. mobil dinas.

Meminjam istilahnya Agus Pakpahan (2004) bahwa petani kita saat ini sedang menjerit. Kedua. Pertama. Harapan perubahan Akumulasi semua persoalan diatas. Itu satu persoalan. misalnya. Ini penting. ada komitmen sungguh-sungguh dari pemerintah untuk melihat kenyataan petani gurem yang sugguh jauh dari kesejahteraan disebabkan karena ketidak mampuan akses pada banyak hal. bagaimana persoalan pasar bagi komoditas pangan lainnya. Kedepan orientasi dan arah pembangunan pertanian kita tidak lagi mengutamakan bagaimana mencapai produksi tinggi. Apa artinya? Bahwa pemerintah harus memberikan perlindungan warganya (petani) dari kemiskinan. yang memungkinkan petani gurem memiliki akses terhadap sumber daya (resources). keterbelakangan dan lainnya. Akan tetapi juga dibutuhan analisis dan pertimbangan-pertimbangan rasional dan fungsional. Betapa tidak Agreement on Agriculture (AOA) yang disepakati dalam World Trade Oragnization (WTO) kemudian diterapkan di Indonesia yang berakibat pada pengaturan semua subyek pertanian kita (dikecualikan untuk perikanan) (Bonnie Setiawan. Oleh karena itu hemat penulis ada dua hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah bersamasama dengan masyarakat. Dipundaknya dititip harapan begitu besar untuk membenahi persoalan-persoalan pertanian. Kita pun disuguhkan dengan kenyataan global berupa neoliberalisme dibidang pertanian yang sungguh menista dan menohok bayangan kesejahteraan petani gurem. Terbentuknya Kabinet Persatuan Nasional dengan mentri pertanian Anton Apriantono memunculkan sebersit harapan akan wajah baru pertanian Indonesia masa depan. gula import. Dan karenanya akan sangat sulit memformulasi kebijakan apa harus dilakukan. Disinilah para wakil rakyat yang terhormat . bagaimana dengan beras import. sebab dengan adanya akses petani kepihak perbankan.Memang petani dan pertanian di negeri kita mengalami tragedi yang sungguh luar biasa. merupakan kenyataan obyekti bidang pertanian. menyatu dalam kemiskinan dan keterbelakangan yang entah sampai kapan harus berakhir. Tetapi bagaimana menciptakan ruang yang adil. pencabutan subsidi pupuk yang berakibat pada mahalnya harga pupuk dan seribu satu macam soal tentang pertanian kita. Paling tidak. regulasi dibidang pertanian. akan memberikan tambahan modal bagi petani untuk mengusahakan komoditasnya. bagaimana pemerintah (kementrian pertanian) melakukan inventarisasi problem dan permasalahan ditingkat petani. mengeluh kecewa. 2003). Sebab mengambil kebijakan tidak hanya dibutuhkan keberanian. Bayang-bayang psikologis yang dialami massa rakyat (buruh. Disinilah pentingnya inventarisasi permasalahan. petani dan nelayan) akibat malapraktek developmentalisme rezim otoriter Orde Baru belum usai. Semua bercampur. “melindungi petani”. Sebab tidak mungkin dilakukan strategi pembangunan buta-buta. bagaimana dengan harga dan tata niaga beras yang tidak pernah menguntungkan petani. dan duka. Perlindungan berarti juga memberikan perhatian dan keberpihakan yang secara rill dan kongkret dalam aturan main yang memungkinkan adanya ruang akses bagi petani gurem.

mengatur hak atas tanah.7 juta jiwa (53. Inilah harinya petani Indonesia. maka jumlah penduduk miskin berjumlah 78 juta jiwa. konflik agraria serta infrastruktur yang tidak memadai merupakan hal yang lazim dialami sampai kini. Jumlah penduduk yang rentan miskin sebanyak 27 juta jiwa. Karena secara relnya telah tersedia dalam politik agraria UUPA 1960 yang berakar pada kesadaran atas realitas sosio-politik dan sosio-ekonomi rakyat yang sangat tegas ingin menjebol ketidakadilan struktural dalam rangka menyiapkan prakondisi sosial untuk membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Petani Indonesia tetap berharap untuk hidup yang lebih baik dan sejahtera. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (yang dikenal dengan UUPA 1960) yang mengatur tentang hak-hak dan kewajiban kaum tani. Badan Pertanahan Nasional (2011) mencatat 2. ditengah situasi pertanian dan kehidupan diperdesaan tidak mengalami kemajuan berarti. Kelahiran UUPA inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional.5 ha. hak atas sumber-sumber agraria untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran petani dan bangsa.05 juta penduduk miskin perkotaan.6 juta jiwa (55.diuji keberpihakannya.9% KK Petani) dan hasil proyeksi SPI jumlah keluarga petani gurem pada tahun 2008 berjumlah 15. Bila setiap KK mempunyai 3 anak saja. menandakan bagaimana pentingnya peran dan posisi petani sebagai tulang punggung bangsa. Sehingga ruang akses petani gurem mampu diakomodir dengan demikian adalah sebuah langkah maju dan berarti bagi kelangsungan hidup ratusan ribu petani gurem di polosok tanah air Wallahu A’lam Bisshawab. Pada tanggal 24 September tiap tahunnya diperingati dengan suka cita oleh kaum tani Indonesia. Tingkat kemiskinan di pedesaan sebenarnya bisa disetarakan dengan jumlah petani gurem. Apakah serius. Kemiskinan.97 juta jiwa dan 11.1%). . Hasil Sensus Pertanian terakhir (2003) menunjukkan bahwa jumlah Kepala keluarga petani gurem berjumlah 13. instruksi presiden atau peraturan daerah yang mempu menjadi payung bersama dan ikatan bagi pemangku stakeholder.791 kasus pertanahan pada tahun 2011. Penetapannya berdasarkan Keputusan Presiden Soekarno No 169/1963. Sekarang 51 tahun sudah Hari Tani Nasional. karena mereka inilah kelompok yang rentan. (pernah dimuat di Tribun Timur. Menurut katagori BPS petani gurem adalah Petani yang tanah garapan kurang dari 0. Situasi pertanian dan perdesaan tergambar secara resmi oleh Biro Pusat Statistik (BPS) bahwa per Maret 2011 masih ada 30. Sehingga dengan adanya aturan main (rull of the game) baik beru keputusan presiden. Tingginya angka prosentase petani gurem tersebut juga menggambarkan betapa ketimpangan agraria begitu besar yang pada akhirnya telah dan akan menyebabkan ratusan konflik agraria. kelaparan. pada hari itu ditetapkan Undang-Undang N0. 31 Januari 2005) Twitter | Facebook PANDANGAN & SIKAP SERIKAT PETANI INDONESIA MENYAMBUT HARI TANI NASIONAL 24 SEPTEMBER JAKARTA.02 juta penduduk berada dalam kondisi miskin dengan komposisi penduduk miskin pedesaan sebanyak 18. Keberanian dan keberpihakan pemerintah adalah kuncinya. betul-betul menjadi wakil rakyat yang memperhatikan daerah pemilihannya.

Jawa Timur. Undang-Undang No. Hal ini menjadi solusi walaupun petani tercekik. dan UndangUndang No. maka sangat mendesak bagi Indonesia untuk melaksanakan Pembaruan Agraria yang Sejati. karena para tengkulak maupun rentenir memberikan kemudahan dalam proses kredit. Indonesia juga seharusnya melaksanakan pembaruan agraria sebagai salah satu rekomendasi dari International Conferrence on Agrarian Reform and Rural Development pada tahun 2006 di Porto Alegre. yang intinya adalah memberikan ruang dan otoritas besar bagi korporasi besar untuk menguasai lahan pertanian dan produksinya.Dari sisi jumlah tenaga kerja di bidang pertanian. Jakarta Utara bulan Januari 2010. Keadilan agraria yang dimaksud adalah suatu keadaan dimana dijaminnya tidak adanya konsentrasi dalam penguasaan dan pemanfaatan agraria pada segelintir orang. menata ketimpangan dan ketidakadilan struktur agraria yang terjadi. Untuk mengatasi kemiskinan. Perpres 36/2005 dan revisinya Perpres 65/2006 tentang pencabutan hak atas tanah untuk kepentingan umum (sekarang sedang dibahas RUU Pengadaan tanah untuk pembangunan). 7/2004 tentang sumber daya air yang mengakibatkan privatisasi sumber air. Jawa Tengah. yakni suatu upaya korektif untuk menata ulang struktur agraria yang timpang – yang memungkinkan eksploitasi manusia atas manusia – menuju tatanan baru dengan struktur yang bersendikan kepada keadilan agraria. 25/2007 tentang penanaman modal. Bahkan menurut Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat ini sudah dirumuskan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Reforma Agraria. Krisis petani muda terjadi di Cianjur ( Jawa Barat). Untuk kedua kalinya janji tersebut disampaikan pada bulan September 2010 di Istana melalui Staff Khusus Presiden (SKP) Bidang Pangan dan energi dan SKP bidang otonomi dan pembangunan daerah. Terakhir adalah kebijakan korporatisasi pertanian dan pangan (food estate). maka hal ini dapat diartikan hasil jerih tenaga kerja mereka belum dapat mengangkat dari jurang kemiskinan. Kemudian didukung dengan kebijakan harga pembelian hasil produksi . Pada sisi lain petani juga tidak memiliki sertifikat yang biasa digunakan untuk agunan.47 juta jiwa sebagai penyumbang tertinggi jumlah tenaga kerja Indonesia. 18/2004 tentang perkebunan yang mengakibatkan ratusan petani dikriminalkan. ketimpangan agraria dan konflik agraria. dimana kepemilikan lahan yang sempit yang berdampak kepada pendapatan yang rendah. Aih-alih menjalankan Janji-janji tersebut di atas pemerintah justru mengeluarkan kebijakan negara melalui berbagai undang-undang berikut turunannya yang menyimpang dari UUD 1945 pasal 33 dan UUPA 5 tahun 1960. Situasi ini menjadikan petani selalu terjebak kepada tengkulak maupun rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. BPS (2011) mencatat jumlah tenaga kerja pertanian sekitar 42. Sebagai contohnya adalah Undang-undang No. Dengan situasi seperti diatas. Janji tersebut disampaikan saat peresmian program strategis pertanahan yang digagas oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di kawasan Berikat Nusantara. Hasil penelitian Perhimpunan Sarjana Petani Indonesia menunjukkan ketersediaan petani pada saat ini di lumbung-lumbung pertanian didominasi oleh struktur usia di atas 45 tahun. Pertanian di Indonesia secara umum masih subsisten. Cilincing. yang membenarkan pemodal menguasai secara dominan disektor pertanian pangan dan perkebunan. pemerintah berjanji mendistribusikan tanah-tanah kepada para petani melalui Program Pembaruan Agraria nasional (PPAN). Untuk ketiga kalinya janji diungkapkan pada bulan Oktober dalam peringatan Hari Tani Nasional ke 50 di Istana Bogor. Lebih dari itu sebagai anggota FAO. Lebih dari itu kemiskinan pedesaan dan pertanian tersebut juga menampakkan masa depan yang suram ditinjau dari jumlah petani muda sebagai generasi penerus orang tua petani mereka. Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi (2011).

Kementrian Koperasi dan UKM. 3. Kepolisian RI dan DPR RI.pertanian. Terus mempertahankan Undang-Undang No. kedelai. kelautan dan keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat kaya raya ini. benih. 2. Sikap dan tuntutan: Pada Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke 51 ini kami mendesak dan menuntut kepada Pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia. 7. Membangun industri nasional berbasis pertanian. . pupuk. 18/2004 tentang perkebunan. Segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang pelaksanaan Pembaruan Agraria di Indonesia seperti dalam bentuk Peraturan Pemerintah tentang Reforma Agraria dan lainnya yang berlandaskan pada UUPA No. Pemerintah Indonesia segera memfungsikan Badan Urusan Logistik (BULOG) untuk menjadi penjaga pangan di Indonesia. Mencabut undang-undang yang tidak memihak kepada Petani. agar: 1. 9. Menempatkan koperasi-koperasi petani. Serta menempatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengurusi industri dasar yang berasal dari produk-produk pertanian yang memerlukan permodalan dan industri dalam sekala besar. tata niaga yang berpihak pada produsen kecil dan mekanisme keuangan bagi petani. 7/2004 tentang sumber daya air. Mengurangi peran perusahaan besar dalam mengurus soal pertanian dan pangan. Kementrian Negara BUMN. antara lain. Badan Pertanahan Nasional. Disamping itu memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang mempercepat pembangunan perdesaan dan mendukung pertanian rakyat. Kementrian Kehutanan. dan minyak goreng. dan UU 12/1992 tentang sistem budidaya tanaman yang banyak mengkriminalkan petani. 6. modal dan harga produksi pertanian dengan segera mebuat Undang-Undang Hak Asasi Petani. dan RUU Perubahan UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan yang saat ini sedang di bahas di DPR RI. pembukaan lapangan kerja dan tidak tergantung pada pangan impor. Memberikan perlindungan dan memenuhi hak petani atas akses terhadap sumbersumber agraria. Sehingga memungkinkan usaha-usaha mandiri. kedelai. Hentikan pembahasan tentang RUU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan karena RUU tersebut potensial digunakan oleh pihak-pihak swasta asing maupun nasional untuk menjadikan tanah sebagai komoditas dan menghidupkan spekulan tanah. jagung. 8. Kementrian Pertanian. distribusi dari hasil produksi pangan petani Indonesia. khususnya padi. 5 tahun 1960 dan UUD 1945. UU No. dengan menghentikan proses korporatisasi pertanian dan pangan (food estate) yang sedang berlangsung saat ini. dengan memastikan pengendalian tata niaga. Menyusun Visi Pembangunan Pertanian Indonesia menempatkan petani dan pertanian rakyat sebagai soko guru dari perekonomian di Indonesia. Segera selesaikan konflik-konflik agraria dengan membentuk suatu komite penyelesaian konflik agraria yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. tekhnologi. dan usahausaha kecil dan menengah dalam mengurusi usaha produksi pertanian dan industri pertanian. Pemerintah Indonesia juga harus menjadi pengendali seluruh impor pangan yang berasal dari luar negeri. UU No. 4. 5. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria sebagai undang-undang yang sangat sentral dalam pelaksanaan Pembaruan Agraria dalam rangka mengimplementasikan konstitusi Indonesia pasal 33 UUD 1945. 10. usaha-usaha keluarga petani.

Perayaan ratusan ribu petani di seluruh wilayah anggota SPI di Aceh. Menghapuskan UU No. Harus adanya kepastian perlindungan sosial. terutama impor bahan pangan. menjamin pemenuhan pangan. dan Wahana Masyarakat Tani Indonesia (WAMTI) 6. Jambi. Sumatra Selatan. Jawa Timur. kesehatan bagi semua warga negara. Aksi demontrasi ke Kementrian Negara BUMN di Jakarta tanggal 14 September 2011 terkait penyelesaian konflik agraria petani dengan PTPN dan Perhutani 2. Radio dan Televisi pada tanggal 19-23 September di Jakarta 3. Meneruskan komitmen pemerintah untuk melaksnakan kembali program Go organik 2010 untuk masa-masa selanjutnya. 13. pendidikan. Memberikan peran yang lebih luas kepada petani untuk serta dalam proses implementasi pembangunan yang dilaksakan oleh pemerintah dengan meninjau ulang Permentan No. dan tidak memiliki pekerjaan dan juga bagi anak-anak balita. Jawa Barat. dan melarang impor pangan hasil rekayasa genetika (GMO). pada tanggal 2426 September 2011. Diskusi Media dengan tema “Laksanakan Segera Pembaruan Agraria Sejati Untuk Kedaulatan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan” di Jakarta pada tanggal 22 September 2011. Silaturahmi dan Halal bil Halal di Sekretariat DPP SPI Jakarta pada tanggal 20 September 2011 4. Serikat Petani Indonesia (SPI). Pemerintah Indonesia dengan segera membuat program khusus menyediakan pangan bagi rakyat miskin. Banten. dan berbagai Free Trade Agrement (FTA). menyusui. Dialog dengan Redaksi Media massa. Mencabut pembebasan impor bea masuk ke w:st=”on”Indonesia. dengan menjamin kepastian kerja dan menghapus sistem upah murah. Menertibkan database terkait pertanian dan petani yang selalu berpolemik oleh BPS. 273/Kpts/OT. dengan suatu konsep dan implementasi yang komprehensif dalam menerapkan prinsip-prinsip agro ekologis. bersama Aliansi Petani Indonesia (API). . 16. Aksi Demontrasi puluhan ribu petani di Istana Presiden Jakarta dengan panitia bersama Peringatan HTN pada tanggal 26 september 2011. Diskusi Publik terkait RUU Pengadaan tanah untuk Pembangunan oleh Panitia Bersama HTN (KARAM TANAH) di Gedung Joang 1945 Jakarta pada tanggal 21 September 2011 5. Jawa Tengah. 15. 12. Sumatra Utara. juga bagi perempuan-perempuan yang berstatus janda. Riau. Nusa Tenggara Timur. 8. Kementerian perdagangan dan Kementerian Pertanian yang akibatnya mengeluarkan kebijakan merugikan petani dan bangsa secara umum.160/4/2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani.11. Untuk jangka panjang harus membangun suatu tata perdagangan dunia yang adil dengan mengganti rezim perdagangan dibawah World Trade Organizations (WTO). Lampung. Nusa Tenggara Barat.13/2004 yang tidak menjamin kesejahteraan buruh industri dan juga di bidang pertanian dan perkebunan. Rangkaian Peringatan Hari Tani Nasional Serikat Petani Indonesia (SPI) 1. Sumatra Barat. 14. Aksi Demontrasi Nasional pada puncak perayaan Hari Tani Nasional di Istana Presiden Jakarta pada tanggal 24 September 2011 7. Sistem distribusi pangan yang liberal mengakibatkan ketidakstabilan dan maraknya spekulasi harga pangan. dengan mengutamakan makanan bagi para ibu hamil.

semoga dapat menjadi pegangan dalam memperjuangkan kaum tani dalam rangkaian memperingati Hari Tani Nasional (HTN) yang ke 51. 15 Oktober 2011 03:17 Hari Tani Nasional pada 24 September baru saja berlalu. ada pula yang melakukan diskusi membedah persoalan yang dihadapi petani. Tanpa ada lahan. jumlah petani miskin di Indonesia mencapai 27 juta jiwa. maka diproyeksi kemiskinan petani di Indonesia mencapai 87 juta jiwa.Demikianlah pandangan.8 dengan kepemilikan lahan yang kecil dibawah 0.700 rumah tangga atau 60. dan sikap. Ketua SPI Sumbar. Jerat Kemiskinan Cukup banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa kemiskinan masih melilit petani. menurut penulis semuanya itu berujung pada dua persoalan utama sebagai penyebab mengapa kemiskinan tetap menjerat petani. Sejumlah organisasi tani memperingatinya dengan berbagai acara.8 persen. di Sumatera Barat angka kemiskinan petani juga tertinggi dibanding kelompok masyarakat lain. Selamat Ulang Tahun Petani Indonesia. Tidak hanya di Indonesia. Data BPS tahun 2009 mencatat Jumlah keluarga petani di Sumbar sebanyak 639. kalau luasnya tidak mencukup atau tidak . Tapi masih banyak persoalan yang menggantung. Ada pun lahan. pertanian tidak mungkin dilakukan.3 ha. Petani masih menjadi kelompok terbesar yang hidup dalam kemiskinan di Indonesia. isu yang paling menonjol disebutkan adalah masih tingginya kemiskinan dikalangan petani. Dimotori oleh Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumbar bersama Kontak Tani Nelayan Indonesia (KTNA) Sumbar mengadakan diskusi bertema Revitalisasi Budaya Pertanian Berbasis Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat di Sumatera Barat Dalam berbagai acara memperingati Hari Tani Nasional. Tanah atau lahan merupakan faktor yang paling utama dalam bertani. Henry Saragih (Ketua Umum) Petani dan Jerat Kemiskinan Sabtu. Di Sumatera Barat. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI). Dirgahayu UUPA No. serta tuntutan yang disampaikan. suatu angka yang sangat tinggi. Sebagian besar keluarga petani masih hidup dalam kubangan kemiskinan karena rata-rata ratio pekerjaan 1. Sukardi Bendang menyebutkan. Pertama adalah masalah kepemilikan tanah yang sedikit dan kedua persoalan harga yang tidak menguntungkan buat petani. peringatan Hari Tani ini diisi dengan menggelar diskusi. Dari sekian banyak hal yang membuat petani semakin miskin. Ada organisasi tani yang menggelar demontrasi sebagai wujud kepedulian. Jika masing petani menanggung 3 orang anak. 5 tahun 1960.

baik karena serangan hama. janji pemerintah yang telah disampaikan pada beberapa kesempatan itu hanya tinggal janji.sesuai dengan skala ekonomi. dalam hitung jam. iklim yang tidak menentu. maupun karena lahan tersebut tidak produktif lagi karena suatu sebab seperti hilangnya sumber air atau ketiadaan irigasi. petani harus menunggu dalam waktu yang cukup lama agar bisa menikmati hasil pertanian. pemerintah justru menerbitkan undang-undang yang menyimpang dari UUD 1945 pasal 33 dan UUPA No 5 Tahun 1960 yang memberi kesempatan kepemilikan tanah yang cukup luas untuk petani. tidak akan pernah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. ia berusaha. Terakhir adalah kebijakan korporatisasi pertanian dan pangan yang intinya memberikan ruang dan otoritas besar bagi korporasi untuk menguasai lahan pertanian dan produksinya.18/2004 tentang perkebunan yang mengakibatkan ratusan petani dikriminalkan. petani adalah kelompok yang paling dirugikan dalam masalah harga. Lebih menyakitkan. dipastikan usaha pertanian tidak akan menguntungkan petani. baik yang disebabkan karena tekanan ekonomi sehingga petani terpaksa menjual lahannya. Ironinya. pemerintah berjanji akan membagi tanah-tanah terlantar kepada petani atau rakyat miskin yang tidak memiliki tanah.3 Ha per keluarga tani. apakah itu pedagang pengumpul. Untuk meningkatkan kepemilikan lahan ini. Melalui Program Agraria Nasional. disatu sisi petani begitu mudah kehilangan lahan. apapun komoditi yang dikembangkan. Sayangnya. para pedagang. petani merupakan kelompok yang paling sedikit menikmati pertambahan nilai dari hasil pertanian.7/2004 tentang Sumber Daya Air yang mengakibatkan privatisasi sumber air. Padahal untuk menghasilkan suatu produk pertanian. Kepemilikan lahan petani semakin lama semakin menurun seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkat kegunaan lahan untuk sektor non pertanian. Sampai saat ini belum ada tanah-tanah yang dibagikan pada petani. Itupun harus menghadapi resiko kegagalan. Tidak saja karena harga yang tidak menguntungkan. Masalah kedua yang terus menjerat petani dalam kubangan kemiskinan adalah soal harga komoditi pertanian. Dengan lahan seluas itu. Bagaimana pun kerasnya. disisi lain sekelompok pengusaha begitu mudah mendapatkan lahan. Perpres 36/2005 dan revisi Perpres 67/2006 tentang pencabutan hak atas tanah untuk kepentingan umum dan UU No. banyak lahan petani yang berpindah tangan. dalam tata niaga hasil justru bisa menerima keuntungan yang kadang nilainya bisa dua . kekurangpahaman teknis berbudidaya dan tidak tersedianya sarana produksi. satu korporat besar di Indonesia. pemerintah memang meluncurkan program reforma agraria. pedagang besar atau pengecer. Dalam tata niaga hasil pertanian. Keuntungan terbesar justru dinikmati kelompok pedagang. Inilah sesungguhnya yang menjadi satu persoalan petani di Indonesia. Persoalan ini makin berkelindan ketika . Tidak tanggung. Kepemilikan lahan pertanian petani di Indonesia rata-rata hanya 0. UU No. Sementara.27/2007 tentang penanaman modal yang membenarkan pemodal menguasai secara dominan disektor pertanian pangan dan perkebunan. Tujuannya tentu agar petani miskin yang tidak berlahan kembali memiliki lahan. Undang-undang itu diantaranya UU No. seperti perusahaan perkebunan bisa menguasai ratusan ribu ha lahan. jelas sulit sekali buat petani mengangkat taraf hidupnya. apalagi kebutuhan hidup terus meningkat seiring bertambahnya ragam kebutuhan.

Dan tidak hanya kentang yang diimpor. garam. Petani akan tetap terjerat dalam kubangan kemiskinan. maka dua persoalan utama tersebut harus terselesaikan.kali lipat dari keuntungan yang dinikmati petani. Kebijakan pemerintah membuka kran impor berbagai produk hasil pertanian seperti impor kentang yang baru ini banyak didemo petani kentang di Jawa Barat dan Jawa Tengah adalah salah satu contoh dari kebijakan pemerintah yang tidak pro pada petani. kalau ingin melihat petani keluar dari kemiskinan. Ke depan. Kebijakan impor ini semakin leluasa. Inilah yang terjadi dengan komoditi gambir dan kulit manis di Sumatera Barat. Betapa tidak. berbagai jenis sayuran bahkan cabe diimpor sehingga menekan harga komoditi itu ditingkat petani. bahkan petani gambir lebih sering terpekik karena anjloknya harga. Tanpa ada upaya keras dan tegas keberpihakan terhadap peningkatan kepemilikan lahan dikalangan petani dan memberikan harga komoditas pertanian yang lebih menguntungkan buat petani. beras. namun harga ini tetap gonjang-ganjing. ketika Indonesia yang tergabung dalam negara ASEAN meratifikasi perjanjian kerjasama dengan Cina dalam perjanjian ACFTA dimana berbagai produk pertanian dari negara tirai bambu itu bebas masuk ke ASEAN. termasuk ke Indonesia. meski petani Sumbar menguasai hampir 70 persen produksi gambir. jagung. sulitnya rasa petani bangkit dari kemiskinan. . Bahkan dalam kasus-kasus tertentu pemerintah ikut menekan harga sehingga harga yang tadi justru cukup menguntungkan buat petani anjlok dan kembali merugikan. Pemerintah yang diharapkan melindungi petani dalam masalah harga ini terkesan membiarkan petani bertarung sendirian untuk mendapatkan harga yang layak. Serbuan berbagai produk pertanian dari Cina dan negara-nagara ASEAN sendiri kini sudah sangat terasa menekan harga produk pertanian di Indonesia. Tidak ada upaya yang serius dari pemerintah agar petani bisa mendapat porsi keuntungan yang besar dalam tata niaga hasil pertanian. Posisi sebagai produsen utama suatu komoditi pertanian pun tidak menjamin kalau keuntungan yang besar buat petani.