P. 1
Aliran-aliran psikologi

Aliran-aliran psikologi

|Views: 709|Likes:

More info:

Published by: Alisya Ridha Mustika on Nov 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

Nama NIM

: Alissa Ridha Mustika : 0803150

ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI
Pemikiran Wilhem Wundt (1832-1920)
Wilhelm Wundt (1832-1920) dilahirkan di Neckarau, Baden, Jerman, dari keluarga intelektual. Ia menamatkan studi kesarjanaannya dan memperoleh gelar doktor di bidang kedokteran dan tertarik pada riset-riset fisiologis. Ia melakukan penelitian di bidang psikofisik bersama-sama dengan Johannes Mueller an Hermann von Helmholtz. Karya utamanya pada masa-masa ini adalah Grundzuege der Physiologischen Psychologie (Principles of physiological psychology) pada tahun 1873-1874. Pemikiran Wundt terbagi atas beberapa point penting:

Adanya ‘an alliance between two science’, yaitu fisiologi dan psikologi. Fisiologi adalah ilmu yang menginformasikan fenomena kehidupan sebagaimana yang kita persepsikan melalui penginderaan eksternal sedangkan psikologi adalah yang memungkinkan manusia melihat ke dalam dirinya dari sisi internal dirinya sendiri. Terkait dengan ikatan kedua cabang ilmu ini, ada beberapa pemikiran penting:  Secara metodologi aliansi ini berarti apparatus dan teknik pengukuran yang ada di bidang fisiologi diaplikasikan kepada bidang psikologis, misalnya dengan waktu reaksi. Berdasarkan hal inilah, Wundt menamakan cabang ilmu baru yang ditemukannya ini sebagai psikologi eksperimental. Bagi Wundt metode eksperimen lebih ‘layak’ digunakan untk eksplorasi mind daripada yang biasa digunakan, yaitu ‘introspection’. Sebenarnya secara tradisional, Wundt bergantung pada observasi introspektiv dari alam sekitar dan dunia, dimana dipisahkan antara usaha untuk mengidentifikasi elemen-elemn mental dan mengidentifikasi proses mental yang mengintegrasikan elemen-elemen tersebut ke dalam pengalaman atau obyek yang koheren.  Dengan aliansi ini psikologi menjadi lebih terbantu untuk menghadapi tantangan dunia natural science. Ilmu psikologi yang secara tradisional mempelajari soul (jiwa), kini mendapat justifikasinya selama elemen soul tsb di jabarkan ke dalam elemen fisiologis terkecil, misalnya susunan system syaraf. Maka dimungkinkan juga terjadinya reduksionism operasi mental ke dalam operasi neurologis.

dll). Pada awalnya. Wundt menggolongkan bahwa mind mencakup proses-proses ketidaksadaran / unconciousness (sebagai karakteristik dari soul). metode eksperimen adalah cara untuk membawa mind ke dalam batas-batas ruang lingkup natural science yang obyektif dan empiris.as the study of the mind and the search for the laws that govern it. Pada tahap ini Wundt membatasi fungsi soul hanya pada tahap kesadaran. Berdasarkan pengalamannya menterjemahkan buku Wundt ke dalam bahasa Inggris. Namun di atas fenomena-fenomena mendasar ini masih ada prosesproses mental yang lebih tinggi (higher mental process) yang mengintegrasikan fenomena dasar tsb. mitos. structural psychology. meskipun sebenarnya banyak pandangan Wundt yang ditentangnya. budaya. Wundt mengakui bahwa metode eksperimental dalam psikologi fisiologi sangat kuat untuk menggali elemen-elemen soul yang mendasar (misalnya persepsi. Titchener berkebangsaan Inggris. custom. emosi..” (Leahey. psikologi lebih mudah diterima dalam khasanah ilmu pengetahuan sebagai sebuah ilmu yang mandiri • • Pandangan tentang psikologi sebagai ilmu dan metodenya. Higher mental process ini muncul dalam bentuk kreativitas mental dan menjadi kekuatan sebuah peradaban dan bersifat abadi. yaitu “.. Titchener adalah salah satu murid Wundt yang dianggap paling mendukung pandangan Wundt. Melalui aliansi dengan ilmu yang lebih mapan kedudukannya seperti ilmu fisiologis. Pemahaman Wundt tentang psikologi relatif konstan. Ia belajar di Oxford dalam bidang filsafat sebelumnya beralih ke fisiologi. Setelah menempuh pendidikan di bawah Wundt dan sempat mengajar sebentar di Inggris. dan akhirnya dia mengembangkan alirannya sendiri. 2000 : 253). pandangannya mengenai metode paling tepat untuk menggali mind dan ruang lingkup mind itu sendiri berubah sejalan dengan perkembangan kematangan intelektualitasnya. mengajar di Cornell University hingga akhir hayatnya di tahun 1927. Proses-proses ketidaksadaran tidak lagi menjadi fokus dari ‘study of the mind’. Aliran-aliran Psikologi 1. yaitu : bahasa. Wundt pindah ke Amerika. Titchener tertarik pada ajaran Wundt dan pindah ke Leipzig untuk menjadi murid Wundt. Metode eksperimen adalah jalan untuk membawa penelitian tentang mind dari level kesadaran (consciousness) kepada proses-proses yang tidak sadar.Dalam perkembangannya. Dengan kata lain. Namun demikian. Selama masa tinggalnya di Amerika ini structural .B. Strukturalisme E.

Fungsionalisme Fungsionalisme dapat diartikan yaitu orientasi dalam psikologi yang menekankan proses-proses mental dan bukan isi mental dan yang menghargai kebermanfaatan psikologi. yaitu sensation. Semua proses mental yang kompleks dapat direduksi ke dalam elemen mendasar ini. perbedaannya dengan psikologi struktural terletak pada semangat atau sikap yang menekankan penerapan dan .500 elemen visual. seperti fungsionalisme dan behaviorisme. ide dan image yang kompleks. Psikologi fungsionalisme tidak memberikan pandangan menyeluruh tentang aktivitas psikologi dengan asumsi-asumsi filosofi yang mendasarinya dan dengan penetapan berbagai strategi penelitian dan tujuan. Namun di tangan Titchener. Konsep utama ini membawanya kepada pertentangan dengan Wundt dan konsep apperceptionnya. Aliran ini menghilang bersamaan dengan wafatnya Titchener. • Identifikasi bagaimana elemen dasar sensasi ini saling berhubungan untuk membentuk persepsi. Titchener tidak setuju bahwa mind dijelaskan melalui proses psikologis (higher mental process) seperti yang dilakukan Wundt. Namun. Hubungan ini bersifat dinamis dan selalu berubah sesuai dengan berubahnya elemen dasar. Mind harus dijelaskan berdasarkan proses fisiologis. jadi bukan proses asosiasi. metode ini lebih elaboratif. metode yang dipelajarinya dari Wundt. Sebagai contoh. Aliran strukturalisme mendasarkan diri pada konsep utama Titchener. sehingga masih memungkinkan subyektivitas. karena sifatnya tidak hanya deskriptif tetapi juga analisis yang retrospektif. Namun Titchener tidak terpengaruh kepada dua aliran besar tsb dan tetap berpegang pada strukturalisme hingga akhir hayatnya. Berbeda dengan apperception yang merupakan hasil kesimpulan. yaitu aktivitas sistem syaraf. Karena proses fisiologis lebih observable daripada proses psikologis.psychology yang dijalaninya menemukan tantangan pada aliran Psikologi lainnya yang khas Amerika. empat elemen pengecap. 2. Lagipula proses atensi yang menjadi fungsi apperception selalu dapat dikembalikan kepda sensasi menurut Titchener Tiga pemikiran utama strukturalisme Titchener: • Identifikasi elemen sensation yang mendasar. Titchener menggunakan metode experimental introspection untuk menggali elemen sensasi dasar ini. Aliran strukturalisme tidak berkembang menjadi aliran yang besar. dsb. • Menjelaskan bekerjanya mind. Titchener menemukan 30. sensation adalah hasil pengalaman langsung. sehingga lebih obyektif.

Namun. dan mempelajari perbedaan individual dalam waktu reaksi. “The Reflex Arc Concept in Psychology” (1896). On the Perception of Small Differences. James McKeen Cattel (1860-1944) Cattel tertarik dengan eksperimen tentang waktu reaksi. alasan dalam melakukan eksperimen itulah yang membedakan mereka dari para strukturalis. Kontribusi utama Dewey dalam psikologi tercakup dalam sebuah makalah terkenal yang dipublikasikan semasa ia di Chicago. Para fungsionalis ingin mengetahui cara kerja pikiran dan apa saja kegunaan pikiran. Refleks adalah bagian dari gerakan terkoordinasi yang halus dan teraut yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Pada tahun 1892. dengan berpendapat bahwa koordinasi lebih dari sekedar gabungan berbagai refleks. John Dewey (1859-1952) Ia mempelopori funsionalisme di Universitas Chicago dan karirnya yang panjang ditandai dengan komitmen terhadap perubahan sosial. Dewey menentang analisis elementaristik respons refleksif. Angell menyebutkan 3 bidang dalam psikologi fungsional. sama sekali bukan karena psikolog fungsionalmelakukan berbagai eksperimen yang berbeda dengan psikolog struktural. Dewey menolak pandangan bahwa refleks adalah serangkaian tindakan stimulus yang terpisah yang diikuti oleh respons dan dipisahkan oleh pengindraan-pengindraan utama. bukan sekedar isi dan struktur apa yang terlibat dalam proses-proses mental. dimana ia memperkenalkan analisis statistik mendetail terhadap kesalahan dalam penilaian yang dilakukan oleh para subjek dalam eksperimen-eksperimen psikofisis tradisional. . James Angell (1869-1949) Angell mendefinisikan inti psikologi fungsional adalah penerimaan atas pendekatan biologis untuk mengetahui cara kerja pikiran dalam penyesuaian individu psikofisis dengan lingkungan. Lau. ia mempublikasikan sebuah monograf. Dewey menekankan totalitas gerakan. Sebagaimana disampaikan Boring (1950). berlawanan dengan refleksologi yang tidak lama kemudian berkembang melalui behaviorisme Pavlovian dan Watsonian. yaitu : 1) Psikologi fungsional mempelajari operasi mental. Angell menyatakan bahwa kesadaran memperbaiki aktivitas adaptif individu secara progresif dan proses-proses atensional merupakan pusat lesadaran. yang berbeda dengan elemen mental dalam psikologi struktural. berlawanan dengan Wundt.kebermanfaatan psikologi.

merupakan awal pemikiran ttg higher mental process. dan mampu membentuk organisasi mental. namun fase dalam psikologi di Amerika ini menghasilkan 2 manfaat penting yaitu. Pandangan Gestalt menolak analisis dan penguraian jiwa ke dalam elemen-elemen yang lebih kecil karena dengan demikian. pendekatan fenomenologis dari Edmund Husserl (1859 – 1938) sangat berpengaruh. Psikologi funsional menerima suatu interaksi psikofisis. Pendekatan fenomenologis memfokuskan pada observasi dan deskripsi detil dari gejala yang muncul. Mind memiliki kategori-kategorinya sendiri. Aliran Gestalt muncul di Jerman sebagai kritik terhadap strukturalisme Wundt. psikofisis tradisional akan tetap menduduki tempat penting dalam penelitian. observasi dan deskripsi detil mengenai aktivitas mental yang dirasakan individu. Sehubungan dengan pandangan gestalt. Psikologi fungsional lebih merupakan suatu sikap yang menghargai manfaat penelitian psikologi. Meskipun reaksi terhadap psikologi struktural menghambata psikologi fungsional mengembangkan suatu model alternatif penelitian psikologi yang sistematik. tidak harus muncul dalam bentuk aktivitas sensoris. Psikologi Gestalt Istilah “Gestalt” mengacu pada sebuah objek/figur yang utuh dan berbeda dari penjumlahan bagian-bagiannya. Selain kelompok Wundt. Bentuk nyata dari pengorganisasian ini adalah pola-pola dari persepsi. bermakna bahwa pikiran dipandang memiliki peranan mediasional antara kebutuhan individu dan lingkungan. makna dari jiwa itu sendiri berubah sebab bentuk kesatuannya juga hilang. . 3. di Jerman berkembang lagi sebuah kelompok intelektual yang ikatannya tidak sekuat kelompok Wundt.2) 3) Penekanan psikologi fungsional pada aktivitas adaptif pikiran. tanpa perlu menjelaskan latar belakang gejala atau menyimpulkan sesuatu dari gejala tersebut. Psikologi fungsional merupakan transisi penting dari konteks psikologi struktural yang terbatas ke model-model psikologi yang lebih layak sehingga memungkinkan ilmu pengetahuan ini untuk berkembang. dengan demikian. Aliran ini menekankan bahwa aktivitas mental dapat diwujudkan dalam kesadaran nonsensoris. : 1) 2) Fungsionalisme menanamkan ilmu pengetahuan baru tersebut dengan kokoh di Amerika dan menjadikan psikologi memiliki orientasi khas Amerika yakni psikologi terapan. dibandingkan dengan suatu sistem. namun merasa tidak puas dengan pandangan Wundt. antara pikiran-tubuh.

sebagai lawan dari pembelajaran tentang nilai absolut dimensi-dimensi stimulus. Kurt Kofka (1886-1941) Kofka memperkenalkan psikologi Gestalt kepada publik Amerika melalui tulisannya pada tahun 1922 yang berjudul “Perception: An Introduction to the Gestalt Theorie” dalam Psychological Bulletin. bukan skill yang dipelajari. Ia menemukan bahwa simpanse menggunakan strategi pengilhaman (insight) dalam menyelesaikan tugas teka-teki daripada hanya bergantung pada pembelajaran coba-dan-salah (trial-and-error). Pengorganisasian ini mempengaruhi makna yang dibentuk. Bersama-sama dengan Wolfgang Koehler (1887-1967) dan Kurt Koffka (1887-1941) melakukan eksperimen yang akhirnya menelurkan ide Gestalt. tetapi proses mental. Prinsip-prinsip dasar Gestalt. Dan ia menulis bukunya yaitu The Growth of the Mind (1921) dan Principles of Gestalt Psychology (1935). Setiap perceptual field memiliki organisasi. yaitu : 1) Interaksi antara individu dan lingkungan disebut sebagai perceptual field. Proses ini terjadi di otak dan sama sekali bukan proses fisik. Konsep pentingnya : phi phenomenon (bergeraknya obyek statis menjadi rangkaian gerakan yang dinamis setelah dimunculkan dalam waktu singkat dan dengan demikian memungkinkan manusia melakukan interpretasi). Dengan pernyataan ini ia menentang pendapat Wundt yang menunjuk pada proses fisik sebagai penjelasan phi phenomenon. 2) Prinsip-prinsip pengorganisasian: . Oleh karena itu kemampuan persepsi ini merupakan fungsi bawaan manusia. yang cenderung dipersepsikan oleh manusia sebagai figure and ground. Wolfgang Kohler (1887-1967) Tahun 1917 ia mempublikasikan bukunya yang berjudul Intellegenzprufungen an Menschenaffen lalu diterjemahkan kedalam bahasa inggris tahun 1925 yang berjudul The mentality of Apes. Wertheimer menunjuk pada proses interpretasi dari sensasi obyektif yang kita terima.Max Wertheimer (1880-1943) Belajar pada Kuelpe. Ia menerapkan interpretasi Gestalt dalam penciptaan hubungan antara stimuli. seorang tokoh aliran Wuerzburg. Dengan konsep ini. Tahun 1910 ia mengajar di Univeristy of Frankfurt bersama-sama dnegan Koehler dan Koffka yang saat itu sudah menjadi asisten di sana.

Penerapan Prinsip of Good Form seringkali muncul dan terbukti secara eksperimental. Pandangan Gestalt cukup luas diakui di Jerman namun tidak lama exist di Jerman karena mulai didesak oleh pengaruh kekuasaan Hitler yang berwawasan sempit mengenai keilmuan. 3) Memory Hasil persepsi terhadap obyek meninggalkan jejak ingatan. individu mampu menerapkannya pada problem sejenis tanpa perlu melalui proses trial-error lagi. terjadi reorganisasi dalam perceptual fieldnya. bukan karakteristik dari bagian itu sendiri. • Principle of Isomorphism: Organisasi berdasarkan konteks. ditemukan oleh Koehler dalam eksperimen yang sistematis. yaitu : 1) Belajar Proses belajar adalah fenomena kognitif.• Principle of Proximity: Organisasi berdasarkan kedekatan elemen • Principle of Similarity: Organisasi berdasarkan kesamaan elemen • Principle of Objective Set: Organisasi berdasarkan mental set yang sudah terbentuk sebelumnya • Principle of Continuity: Organisasi berdasarkan kesinambungan pola • Principle of Closure/ Principle of Good Form: Organisasi berdasarkan “bentuk yang sempurna” • Principle of Figure and Ground: Organisasi berdasarkan persepsi terhadap bentuk yang lebih menonjol dan dianggap sebagai “figure”. Setelah proses belajar terjadi. Setelah adanya pengalaman insight. Dimensi penting dalam persepsi figur dan obyek adalah hubungan antara bagian dan figure. Dengan berjalannya waktu. Para tokoh Gestalt banyak yang melarikan diri ke AS dan . jejak ingatan ini akan berubah pula sejalan dengan prinsip-prinsip organisasional terhadap obyek. 2) Insight Pemecahan masalah secara jitu yang muncul setelah adanya proses pengujian berbagai dugaan/kemungkinan. Aplikasi prinsip-prinsip Gestalt. Apabila individu mengalami proses belajar. fenomena ini juga menjelaskan pengaruh gosip/rumor. Contoh : perubahan nada tidak akan merubah persepsi tentang melodi. seseorang dapat memiliki cara pandang baru terhadap suatu problem. asalkan hubungan bagian-figure tetap. Secara sosial. persepsi akan tetap. Konsep insight ini adalah fenomena penting dalam belajar. Meskipun aspek bagian berubah.

4. Gestalt berfokus pada konsep mental yang aktif namun tetap empiris. insight. Aliran ini juga yang paling banyak pengaruhnya pada bidang lain di luar psikologi. Dengan demikian.dan problem solving beroperasi. Psikoanalisa mengikuti keaktifan mental dari Gestalt (Freud dengan psikodinamikanya pada level kesadaran dan non kesadaran) namun tidak empiris. namun tetap dapat mempertahankan aspek ilmiah dan empirisnya. Konsep mental yang aktif Konsep ini terutama dianut oleh para ahli di Jerman. tidak sama seperti aliran lainnya. Meskipun demikian. ada beberapa hal yang patut dicatat sebagai implikasi dari aliran Gestalt. Akibatnya psikologi gestalt diakui sebagai sebuah aliran psikologi namun pengaruhnya tidak sekuat behaviorisme.berusaha mengembangkan idenya di sana. Struktur ini memungkinkan manusia belajar dan mendapatkan isi mental itu sendiri. Tidak seperti aliran . Namun psikoanalisa juga merupakan aliran psikologi yang unik. Implikasi Gestalt : • Pendekatan fenomenologis menjadi salah satu pendekatan yang eksis di psikologi dan dengan pendekatan ini para tokoh Gestalt menunjukkan bahwa studi psikologi dapat mempelajari higher mental process. Pada waktu ini peran dominan strukturalisme di Jerman telah diambil alih oleh aliran Gestalt. Adanya perceptual field diinterpretasikan menjadi lapangan kognitif dimana prosesproses mental seperti persepsi. berfokus pada higher mental process. Tokoh : Tolman dan Koehler. Namun hal ini idak mudah dilakukan karena pada saat itu di AS didominasi oleh pandangan behaviorisme. Psikoanalisa Psikoanalisa dapat dikatakan sebagai aliran psikologi yang paling dikenal meskipun mungkin tidak dipahami seluruhnya. • Pandangan Gestalt menyempurnakan aliran behaviorisme dengan menyumbangkan ide untuk menggali proses belajar kognitif. Paham Gestalt menganggap struktur pengorganisasian mental manusia adalah inherent. melalui pemikiran Freud. yang selama ini dihindari karena abstrak.

bahkan meluas ke bidang-bidang lain.lainnya. Ia berasal dari keluarga miskin. Freud tetap diakui sebagai salah seorang intelektual besar. dan tidak hanya pada bidang psikologi. berisi ideide dan diskusi tentang teknik terapi yang dilakukan oleh Freud. Reformasi dalam penanganan penderita gangguan mental diawali dengan perbaikan fasilitas pengobatan. tapi berdasarkan pengalaman dari praktek klinis. (ketika itu) Austria. psikoanalisa berkembang bukan dari riset para akademisi. Studies in Histeria (1875) menandai berdirinya aliran psikoanalisa. lalu bersama keluarganya pindah ke Wina dan terus tinggal di kota itu. ayahnya adalah pedagang bahan wol yg tdk terlalu sukses. Di dalam unsconscious tersimpan ingatan masa kecil. Dalam prakteknya sebagai ahli syaraf inilah Freud banyak mengembangkan ide dan teorinya mengenai teknik terapi psikoanalisa. Freud berkebangsaan Austria. Preconsciousness berperan sebagai jembatan antara conscious dan unconscious. Freud adalah seorang yang produktif. . Meskipun ia dianggap sosok yang kontroversial dan banyak tokoh yang berseberangan dengan dirinya. Consciousness hanyalah bagian kecil dari mind. Karyanya. Pengaruhnya bertahan hingga saat ini. berisi ingatan atau ide yang dapat diakses kapan saja. energi psikis yang besar dan instink. akhirnya mengarah pada perbaikan di bidang teknik terapi bagi gangguan emosional dan perilaku. Dari ketiga aspek kesadaran. namun satu-satunya bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas. lahir 6 Mei 1856 di Pribor. Sigmund Freud (1856-1939) Sepanjang masa hidupnya. Pemikiran dan teori : 1) Freud membagi mind ke dalam consciousness. preconsciousness dan unconsciousness. Sejak kecil Freud sudah menunjukkan kecerdasan yang luar biasa. Ia belajar kedokteran dan memilih spesialisasi di bidang neurologis. unconsciousness adalah yang paling dominan dan paling penting dalam menentukan perilaku manusia (analoginya dengan gunung es). Perkembangan treatment terhadap gangguan mental Pada masa ini penanganan terhadap penderita gangguan mental sangat tidak manusiawi dan disamakan dengan para pelaku kriminal serta orang-orang terlantar.

2) Freud mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan ‘mind apparatus’. Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian. motivasi. superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa salah. anxiety. pendekatan teori perkembangan untuk menjelaskan struktur kepribadian 2) Posisinya yang kukuh sebagai seorang deterministik sekaligus menunjukkan hukum-hukum perilaku. yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting. ego dan super ego. Kelebihan Freud : 1) Sebagai orang pertama yang menyentuk konsep-konsep psikologi seperti peran ketidaksadaran (unconsciousness). Ego berkembang dari id. artinya perilaku manusia dapat diramalkan 3) Freud juga mengkaji produk-produk budaya dari kacamata psikoanalisa. seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan. ego melakukan reaksi defensif pertahanan diri. lukisan. seperti puisi. struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntuta moral. sulit diuji secara sistematis dan sangat subyektif . maka ego terancam dan muncullah kecemasan (anxiety). drama. tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera. Oleh karenanya ia memberi sumbangan juga pada analisis karya seni Kelemahan Freud : 1) Metode studinya yang dianggap kurang reliabel. Apabila terjadi pelanggaran nilai. Hal ini dikenal sebagai defense mecahnism yang jenisnya bisa bermacam-macam. dan lain-lain. Superego. Dalam rangka menyelamatkan diri dari ancaman. Apabila tuntutan ini tidak berhasil diatasi dengan baik. yaitu id. berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral. Ego selalu menghadapi ketegangan antara tuntutan id dan superego.

Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui . Berangkat dari teorinya tentang adanya inferiority karena kekurangan fisik yang berusaha diatasi manusia. merupakan lanjutan dari fungsionalisme. aliran ini berkembang di AS. Adanya striving for superiority menyebabkan manusia selalu berkembang ke arah kesempurnaan. Setiap manusia pasti punya perasaan inferior karena kekurangannya dan berusaha melakukan kompensasi atas perasaan ini. ia memperluas teorinya dengan menyatakan bahwa perasaan inferior adalah universal. Teorinya ini yang membuat Adler memiliki pandangn lebih optimis dan positif terhadap manusia serta lebih berorientasi ke masa depan dibandingkan Freud yang lebih berorientasi ke masa lalu. yang dilakukan Freud adalah mempelajari intervening variable Alfred Adler (1870-1937) Adler mengembangkan yang disebut sebagai Individual Psychology. yaitu dorongan untuk mengatasi inferiority dengan mencapai keunggulan. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi. antara lain mengenai level kesadaran. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia. Kompensasi ini bisa dalam bentuk menyesuaikan diri ataupun membentuk pertahanan yang memungkinkannya mengatasi kelemahan tersebut. Selanjutnya. Banyak konsep Freud yang diikutinya. Konsep utama Adler adalah organ inferiority. Adler juga membahas tentang striving for superiority. Dorongan ini sifatnya bawaan dan merupakan daya penggerak yang kuat bagi individu sepanjang hidupnya. Beberapa konsepnya bahkan dianggap fiksi.2) Konstruk-konstruk teorinya juga sulit diuji secara ilmiah sehingga diragukan keilmiahannya. dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Namun Adler menekankan pada faktor kesadaran/unsur ego . 5. Dengan demikian. seperti Oedipus complex 3) Bagi aliran behaviorist. Behaviorisme Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt.

Respon adalah apapun yang dilakukan sebagai jawaban terhadap stimulus. Lundin.l. bukan sebagai perwujudan dari jiwa atau mental yang abstrak 2) Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene. Yang dimaksud dgn stimulus adalah semua obyek di lingkungan. harus dihindari. 3) Penganjur utama adalah Watson : overt. learned dan unlearned . Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis. observable behavior. pandangan Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviorist dengan memperluas ruang lingkup studi behaviorisme dan akhirnya pandangan behaviorisme juga menjadi tidak seekstrem Watson. termasuk juga perubahan jaringan dalam tubuh. yaitu behaviorisme awal dan yang lebih belakangan. Respon ada yang overt dan covert. adalah satu-satunya subyek yang sah dari ilmu psikologi yang benar. Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner. Dasar-dasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya. juga termasuk pengeluaran kelenjar. dengan mengikutsertakan faktor-faktor internal juga. 4) Dalam perkembangannya. Prinsip dasar Behaviorisme : 1) Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri. mulai dari tingkat sederhana hingga tingkat tinggi. John B. 1991) membagi behaviorisme ke dalam dua periode. Watson (1878-1958) Pandangan utama Watson: 1) Psikologi mempelajari stimulus dan respons (S-R Psychology). meskipun fokus pada overt behavior tetap terjadi.adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. 5) Aliran behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi. 1991 dan Leahey. 6) Banyak ahli (a.

Habits yang merupakan dasar perilaku adalah hasil belajar yang ditentukan oleh dua hukum utama. Jadi bukan berarti bahwa Watson menolak mind secara total. soul atau mind ini adalah ciri utama behaviorisme dan kelak dipegang kuat oleh para tokoh aliran ini. Dengan kata lain. Watson mendukung conditioning respon Pavlov dan menolak law of effect dari Thorndike. perilaku manusia ditentukan oleh faktor eksternal. hanya milik anak-anak yang tergantikan oleh habits. Kelak terbukti bahwa teori belajar dari Watson punya banyak kekurangan dan pandangannya yang menolak Thorndike salah. 5) Sebaliknya. tetapi bukan sesuatu yang dipelajari ataupun akan dijelaskan melalui pendekatan ilmiah. Faktor yang menentukan adalah kebutuhan. Maka habits adalah proses conditioning yang kompleks. meskipun dalam derajat yang berbeda-beda. Penolakan dari consciousness. Ia hanya mengakui body sebagai obyek studi ilmiah. Perilaku manusia adalah hasil belajar sehingga unsur lingkungan sangat penting (lihat pandangannya yang sangat ekstrim menggambarkan hal ini pada Lundin. recency dan frequency. 1991 p. conditioning. bukan berdasarkan free will. Sejalan dengan fokusnya terhadap ilmu yang obyektif. 4) Secara bertahap Watson menolak konsep insting. Artinya proses berpikir didasarkan pada keterampilan berbicara dan dapat disamakan dengan proses . Dalam hal ini metode psikologi adalah observation. 173). Baginya. dan akhirnya ditolak sama sekali kecuali simple reflex seperti bersin. konsep learning adalah sesuatu yang vital dalam pandangan Watson. 6) Pandangannya tentang memory membawanya pada pertentangan dengan William James.2) Tidak mempercayai unsur herediter (keturunan) sebagai penentu perilaku. dan verbal reports. sejauhmana sesuatu dijadikan habits. maka psikologi harus menggunakan metode empiris. 3) Dalam kerangka mind-body. Ia menerapkannya pada percobaan phobia (subyek Albert). testing. Dengan demikian pandangan Watson bersifat deterministik. mind mungkin saja ada. Menurut Watson apa yang diingat dan dilupakan ditentukan oleh seringnya sesuatu digunakan/dilakukan. juga bagi tokoh behaviorisme lainnya. Thinking adalah subvocal talking. pandangan Watson sederhana saja. mulai dari karakteristiknya sebagai refleks yang unlearned. dan lain-lain. merangkak. 7) Proses thinking and speech terkait erat.

8) Sumbangan utama Watson adalah ketegasan pendapatnya bahwa perilaku dapat dikontrol dan ada hukum yang mengaturnya. Watson juga membangkitkan kembali semangat obyektivitas dalam psikologi yang membuka jalan bagi riset-riset empiris pada eksperimen terkontrol. Jadi psikologi adlaah ilmu yang bertujuan meramalkan perilaku. Dalam kondisi sehari-hari yang lebih sering terjadi adalah operant behavior dimana reinforcement terjadi setelah response. dimana reinforcement mendahului UCR/CR. Pandangan ini dipegang terus oleh banyak ahli dan diterapkan pada situasi praktis.bicara yang ‘tidak terlihat’. Menolak menggunakan metode statistical. mendasarkan pengetahuannya pada subyek tunggal atau subyek yang sedikit namun dengan manipulasi eksperimental yang terkontrol dan sistematis. pendekatan eksperimental yang sistematis pada perilaku yang spesifik untuk mendapatkan hubungan S-R. Respondent terjadi pada kondisioning klasik. Extinction: hilangnya perilaku akibat dari dihilangkannya reinforcers . sedangkan justru ketidakhadiran NR yang akan menguatkan perilaku]. B. masih dapat diidentifikasi melalui gerakan halus seperti gerak bibir atau gesture lainnya.F. Pendekatannya induktif. Positive dan negative reinforcers [kehadirannya PR menguatkan perilaku yang muncul. Dalam hal ini pengaruh Watson jelas terlihat • • Empty organism. Dengan penolakannya pada mind dan kesadaran. Skinner Prinsip-prinsip utama pandangan Skinner: • Descriptive behaviorism. Konsep-konsep utama Skinner: 1) Proses operant conditioning: Memilah perilaku menjadi respondent behavior dan operant behavior. menolak adanya proses internal pada individu.

penggunaan positive reinforcement secara selektif.Schedules of reinforcement. Caranya adalah secara konsisten memberi reinforcement hanya pada respon bagi stimulus yang diinginkan dan tidak pada respon terhadap stimulus lainnya. Reaksi organisme adalah escape atau avoidance. proses kondisioning dengan melibatkan suasana tidak menyenangkan. sering juga disebut sebagai behavior therapy. 2) Behavior Modification Adalah penerapan dari teori Skinner. Hal ini dilakukan dengan punishment. dan extinction. entah itu berupa proses biologis atau proses mental Kelebihan Skinner: . berbagai variasi dalam penjadwalan pemberian reinforcement dapat meningkatkan perilaku namun dalam kadar peningkatan dan intensitas yang berbeda-beda Discrimination : organisma dapat diajarkan untuk berespon hanya pada suatu stimulus dan tidak pada stimulus lainnya. Merupakan penerapan dari shaping (pembentukan TL bertahap). hampir semua yang kita anggap sebagai reinforcement adalah secondary reinforcer. Pendektan ini banyak diterapkan untuk mengatasi gangguan perilaku. adalah dengan stimulus reinforcer yang asli sudah sehingga melalui akhirnya proses bisa pemasangan/kondisioning mendapatkan efek reinforcement sendiri. Kelemahan Skinner: • Pendekatannya yg lebih bersifat deskriptif dan kurang analitis dianggap kurang valid sebagai sebuah teori • Validitas dari kesimpulan yang diambilnya yang merupakan generalisasi berlebihan dari satu konteks perilaku kepada hampir seluruh perilaku umum • Pandangan ‘empty organism’ mengundang kritik dari pendukung aspek biologis dan psikologi kognitif yang percaya pada kondisi internal mansuia. Secondary reinforcement. Aversive conditioning. Dalam kenyataan riil kehidupan manusia.

com . Rajawali Press: Jakarta. Rumahbelajar. 2006. James F. Sejarah dan Sistem Psikologi.• Salah seorang psikolog yang pandangannya paling berpengaruh dan banyak dirujuk oleh para psikolog lainnya • Mengembangkan sejumlah prinsip-prinsip psikologis yang cukup terbukti aplikatif terhadap masalah-masalah perilaku yang nyata karena didukung oleh hasil-hasil eksperimen yang jelas • Memberikan ide kreatif dan baru bagi metode dalam belajar dan terapi yang konvensional Sumber : Brennan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->