P. 1
pembentukan_senyawa_kompleks

pembentukan_senyawa_kompleks

5.0

|Views: 114|Likes:
Published by Che Jasmine

More info:

Published by: Che Jasmine on Nov 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

PEMBENTUKAN SENYAWA KOMPLEKS DARI LOGAM GADOLINIUM DENGAN LIGAN ASAM DIETILENTRIAMINPENTAASETAT (DTPA

)
Irfan Maulana,Yayah Mulyasih, Iwan hastiawan*
Laboratorium Anorganik, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Padjadjaran Kompleks Unpad, Jalan raya Bandung – Sumedang, km 21 Jatinangor 45363 Telepon:022-7794391, Fax: 022-7794391 Email: hastiawan@unpad.ac.id

ABSTRAK Penggunaan unsur tanah jarang di berbagai bidang telah berkembang beberapa tahun yang lalu. Sebagai contohnya adalah gadolinium. Pengkhelatan gadolinium dengan beberapa macam ligan dapat dimanfaatkan dalam bidang industri dan juga kesehatan. Pengkhelatan gadolinium dengan ligan asam dietilentriaminpentaasetat (DTPA) menghasilkan senyawa yang berguna dalam bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mereaksikan gadolinium dengan ligan DTPA melalui metode refluks. Kemudian untuk proses kristalisasi ditambahkan etanol sampai tepat jenuh. Senyawa yang terbentuk kemudian dikarakterisasi dengan spektrofotometer ultraviolet, spektrofotometer inframerah dan Magnetic Susceptibility Balance (MSB). Hasil analisis spektrofotometer ultraviolet menunjukkan bahwa ligan DTPA mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 205,2 nm sedangkan pada senyawa GdDTPA mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 214,7 nm. Kemudian dari hasil perbandingan antara spektrum inframerah ligan DTPA dengan spektrum inframerah senyawa kompleks GdDTPA terjadi perubahan gugus-gugus penting, yaitu pada senyawa kompleks GdDTPA yang terbentuk, puncak gugus –OH karboksilat serta pita lebar pada sidik jari hilang dan tergantikan dengan munculnya puncak yang tajam dari gugus –OH dan pada daerah sidik jari muncul pita-pita tajam. Terjadinya perubahan gugus-gugus penting ini dapat dijadikan petunjuk telah terjadi ikatan kovalen koordinasi antara logam dengan ligan. Dari hasil perhitungan dengan MSB, diperoleh harga momen magnet senyawa kompleks GdDTPA adalah 8,069 BM yang menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk bersifat paramagnetik. Kata Kunci : kompleks logam Gadolinium dengan dietilentriaminpentaasetat I. PENDAHULUAN Unsur-unsur tanah jarang semakin luas pemanfaatannya, salah satu yang cukup populer saat ini adalah penggunaan gadolinium sebagai senyawa pengontras MRI yang dapat memperjelas visualisasi jaringan tubuh. Gadolinium (Gd) digunakan sebagai senyawa pengontras karena memiliki sifat paramagnetik yang tinggi, hal ini disebabkan oleh adanya 7 elektron tidak berpasangan dalam konfigurasi atomnya (Volkov, 1997). Senyawa kompleks gadolinium-dietilentriaminpentaasetato (GdDTPA) secara in vivo telah digunakan dalam bidang kesehatan sebagai senyawa pengontras MRI untuk diagnosa berbagai penyakit. Senyawa kompleks GdDTPA memiliki kestabilan termodinamika (log KML > 20) dan kestabilan kinetika yang cukup tinggi (log Ksel > 7). Oleh karena itu senyawa kompleks GdDTPA dapat memenuhi persyaratan keselamatan, sehingga FDA (Food And Drug Agency) merekomendasikan penggunaannya untuk tujuan klinis rutin.

050 0. Tahapan Penelitian 2.3. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Reaksi pembentukan kompleks dalam penelitian ini dilakukan dengan cara refluks. gadolinium oksida. dan lain-lain.0 5 40 0.3. metanol. ammonium hidroksida dan ligan dietilentriaminpentaasetat (DTPA). yang seluruhnya memiliki grade pro analyst (p.5 dengan NH4OH (Gries. 2. 100 0. Setelah itu larutan didinginkan sampai terbentuk kristal. Selain itu digunakan juga bahan-bahan lain seperti air suling. labu dasar bulat.). pengukur titik leleh Electrothermal.2 Kristalisasi GdDTPA Larutan dipanaskan kembali dan ditambah etanol tetes demi tetes sampai tepat jenuh. Sebanyak 1. pemanas elektrik.3. direfluks 1 jam.5) ditimbang lalu ditambahkan 3. Tujuan refluks adalah agar reaksi berjalan dengan sempurna. sonikatorHeidolph REAX control.2.0 0 W velen g h ( m) a t n 3 0. Kemudian disaring dan dikeringkan.1 Hasil Analisis Spektrofotometer Ultraviolet A s b 0. EKSPERIMEN 2. 150 1 D TPA 0. pengaduk magnet dan alat gelas kimia lainnya. Dalam penelitian ini perbandingan mol reaksi antara ion logam Gd3+ dengan ligan DTPA adalah 1:2. 3.3. 2. etanol. 000 20 0.1987).1 Alat Alat-alat yang digunakan antara lain corong saring. seperangkat alat refluks. pH meter-Mettler Toledo MP 220.94 g C14H23N3O10 (Mr=393).0 3 0.a.1 Pembuatan Kompleks GdDTPA dengan Cara Refluks Perbandingan mol ion logam Gd dengan ligan DTPA yang digunakan adalah 1: 2.4 Karakterisasi kompleks GdDTPA Kompleks GdDTPA yang terbentuk lalu dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer ultraviolet-sinar tampak. natrium hidroksida dan n-butanol. Larutan jernih didinginkan dan diatur pH-nya menjadi 7. 2.II.0 . Selain itu.81 g Gd2O3 (Mr=362. Karena pada reaksi pengompleksan suatu ion logam. yang dimaksudkan supaya ion logam yang tidak membentuk kompleks sesedikit mungkin Senyawa kompleks GdDTPA hasil sintesis ini dapat larut dalam air dan memiliki tititk leleh 287oC. digunakan pula beberapa instrumentasi dalam penelitian ini. inframerah dan MSB (Magnetic Susceptibility Balance). antara lain neraca analitis digital.0 25 0. 2. konsentrasi ligan yang ditambahkan harus lebih besar daripada konsentrasi logam. disuspensikan dalam 11 mL air suling. Bahan Bahan-bahan kimia yang digunakan pada penelitian ini adalah asam klorida.

0 30 0. 800 1. 600 0.0 Gambar 3.2 Hasil Analisis Spektrofotometer Inframerah Gambar 3.2 ditemukan adanya serapan maksimum pada panjang gelombang 214. 3.1 Spektrum ultraviolet ligan DTPA 0. Sedangkan transisi elektron dari orbital n * tidak muncul.DTPA 0. Serapan pada panjang gelombang tersebut diduga berasal dari transisi elektron dari orbital  * yang disebabkan oleh adanya ikatan rangkap pada C=O.2 Spektrum ultraviolet senyawa GdDTPA Dari Gambar 3.0 40 0.1 ditemukan adanya serapan maksimum pada panjang gelombang 205.3 Spektrum IR ligan DTPA . 200 0.0 25 0. 000 Abs Gd. 400 0. Hal ini diduga karena terjadinya overlap (transisi elektron  * lebih dominan dari transisi elektron n *).7 nm.Gambar 3. Pada Gambar 3.2 nm.0 W velen gt h (n m) a 35 0. Pergeseran diduga berasal dari adanya perpanjangan konjugasi atau delokalisasi elektron π pada struktur senyawa yang terbentuk. 000 20 0.

5 640.1 Hasil pengukuran spektrofotometer inframerah ligan DTPA Bilangan gelombang ligan DTPA (cm-1) 3400-2500 1600-1590 1407 1330 1261 1090 727.Gambar 3.3 Bentuk puncak Lebar Tajam Tajam Tajam Tajam Tajam Lebar Lebar Intensitas Dugaan kuat kuat kuat sedang rendah rendah rendah sedang regang -OH karboksilat regang anion karboksilat asimetri regang anion karboksilat simetri regang C-O regang C-O regang C-N lentur (-CH2-)n regang O-C=O karboksilat Tabel 3.2 Hasil pengukuran spektrofotometer inframerah kompleks GdDTPA Bilangan gelombang kompleks GdDTPA (cm-1) 3397 2915 1594 1407 1322 1091.6 998 925 Bentuk puncak Intensitas Dugaan lebar tajam tajam tajam tajam tajam lebar lebar kuat kuat kuat sedang rendah rendah rendah sedang regang -OH regang CH alifatik regang anion karboksilat asimetri regang anion karboksilat simetri regang C-O regang C-N lentur (-CH2-)n lentur (-CH2-)n .4 Spektrum IR senyawa kompleks GdDTPA Tabel 3.

8330 0. (2002). (1998).9744 -58 230 L/cm 1. I.com/elements/gd. Biomed. “Diethylenetriaminepentaacetic acid (DTPA): A metal chelating agent”. Gadolinium. Terjadinya perubahan gugus-gugus penting ini dapat dijadikan petunjuk telah terjadi ikatan kovalen koordinasi antara logam dengan ligan. dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat MSB. P. IV. . Thomsen. Spring. DAFTAR PUSTAKA Aime.058 x 10 cgs. (diakses pada tanggal 24 Mei 2008). diperoleh harga momen magnet senyawa kompleks GdDTPA adalah 8. Bentor. puncak gugus –OH karboksilat serta pita lebar pada sidik jari hilang dan tergantikan dengan munculnya puncak yang tajam dari gugus –OH dan pada daerah sidik jari muncul pita-pita tajam.2 nm sedangkan pada senyawa GdDTPA mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 214.7 nm. kerentanan molar 541. Spring. (2003). Dari hasil perbandingan antara spektrum inframerah ligan DTPA dengan spektrum inframerah senyawa kompleks GdDTPA terjadi perubahan gugus-gugus penting. dapat disimpulkan bahwa senyawa kompleks GdDTPA merupakan senyawa yang bersifat paramagnetik. yaitu pada senyawa kompleks GdDTPA yang terbentuk. Pharmaceut..748 x 10 cgs dan memiliki momen magnet sebesar 8. 104-121. 2. J. Y. “Quantification of Gadodiamide as Gd in Serum. Peritoneal Dialysate and Faeces by ICP-AES and Comparative Analysis by HPLC”. Anal. S. (2006). html.chemicalelements. KESIMPULAN 1. G. V. Penghargaan Ucapan terimakasih kepada Dikti yang telah memberikan pendanaan untuk penelitian ini dalam bentuk program “Dana Hibah Bersaing tahun 2008”.069 BM. 22: 939-947.67 T/K 300 Berdasarkan data-data tersebut. http://www. Hasil analisis spektrofotometer ultraviolet menunjukkan bahwa ligan DTPA mempunyai serapan maksimum pada panjang gelombang 205. 3. “Kinetic Stabilities of Gadolinium (III) Chelates Used as MRI Contrast Agent”.1 Hasil analisis Magnetic Susceptibility Balance (MSB) Senyawa Mo/gram M/gram Ro R GdDTPA 0. Brucher.3. Maka berdasarkan hasil analisis MSB tersebut. Martinsen and H. Tabel 3. 77 : 222-226. 221. -6 kerentanan terkoreksi 27096. Chauhan. dapat disimpulkan bahwa senyawa kompleks GdDTPA -6 -6 memiliki kerentanan massa 0. Dari hasil perhitungan MSB.3 Hasil Analisis MSB (Magnetic Susceptibility Balance) Untuk mengetahui nilai momen magnetik dari senyawa GdDTPA.069 BM yang menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk bersifat paramagnetik.98267 x 10 cgs. E.

Merbach A. “Detection and Quantitation of Gadolinium Chelates in Human Serum and Urine by High-Performance Liquid Chromatography and Post-Column Derivatization of Gadolinium with Arsenazo III”.T.. Toth. (1994).E and Toth E. 123. E.utah. K.O and Normann..N”-bis[bis(n-butyl)]-N-methyltris(amid). S. Magn. Brucher.. (2002).. http://www. Reson. (1997). Ltd. Burai. Journal The Royal Society of Chemistry. D. P. “Contrast Agents in Magnetic Resonance Imaging”. 694-701. 10758 -10759. Kalai. Z. “The Chemistry of Contrast Agents in Medical Magnetic Resonance Imaging”.edu/%7Eav6a51/mri. Hustvedt. A. “Synthesis and Complexation Properties of DTPA-N. Jaszberenyi. Soc. Kinetic stability and Water Exchange of its Gd3+ Complex”.htm#Gd. “Gd-DTPA : Characteristic of New Paramagnetic Complex”. Starck. Merbach. L. . T. D. Journal American Chemistry Society. New York. 916. John Wiley & Sons. A.Doble.cc. M.E and Hideg. C. E. (2005)... Bousqueot and D. Volkov. (2001).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->