P. 1
bab9_penentuan_harga

bab9_penentuan_harga

|Views: 222|Likes:
Published by Maulana Maghribi

More info:

Published by: Maulana Maghribi on Nov 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2012

pdf

text

original

Sections

  • Gambar - 9.2
  • Gambar - 9.3
  • Gambar - 9.4
  • Gambar - 9.5
  • Gambar - 9.7
  • Gambar - 9.10
  • Gambar - 9.12
  • Gambar - 9.13
  • Gambar - 9.14
  • Gambar - 9.15
  • Gambar - 9.16
  • Gambar - 9.17
  • Gambar - 9.19
  • Gambar - 9.20
  • Gambar - 9.23
  • Gambar - 9.24
  • Gambar - 9.26
  • Gambar - 9.27
  • Gambar - 9.28
  • Gambar - 9.29
  • Gambar - 9.30
  • Gambar - 9.31

Bagian Pasar Output

153

8ab IX Penentuan Harga

9.1. LA TAR BELAKANG Dalam bab inl akan dibahas bagaimana produsen mencapai tujuan keuntungan maksimu Di mana dalam pembahasan ini didasarkan pada bab-bab sebelumnya, karena pencapaia tujuan di atas dipengaruhi oleh bentuk pasar, baik input ataupun output. Bentuk pasar ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara: ( I) J umlah penjual dan pembeli (2) Sifat barang yang dijual-belikan (3) Ada tidaknya hambatan dalam memasuki dunia usaha (pasar). Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk pasar tersebut, maka dap diklasifikasikan bentuk pasar ke dalam : Persaingan sempurna (2) Monopoli (3) Persaingan tidak sempurna, (a) Oligopoli (b) Duopoli (c) Persaingan monopolistis
(l) 9.2. PERSAINGAN SEMPURNA

Persaingan sempurna merupakan keadaan pasar di mana banyak produsenJpenjual da banyak pembeli untuk barang yang bersifat sarna. Dengan perkataan lain ada beberap persyaratan yang perlu dipenuhi untuk keadaan pasar yang dikatakan persaingan sempurn yaitu: (I) Homogenitas produk, ini berarti bahwa dalam pasar persingan sempurna produk yan satu dengan yang lain dapat disubstitusi dengan sempuma. Konsumen tidak merasa ad perbedaan dalam mengkonsumsikan barang tersebut. (2) Banyak penjuaIJpembeli di pasar, yang dapat di artikan bahwa begitu kecilnya seorang penjual atau seorang pernbeli dalam mempengaruhi harga pasar. (3) Tidak adanya hambatan memasuki dunia usaha (pasar) dapat diartikan bahwa harg bebas bergerak (naiklturun) tergantung perubahan permintaanJpenawaran yang ada

154

pasar. Tidak ada penetapan harga oleh pemerintah atau lembaga-lembaga lain seperti Serikat Buruh dan sebagainya. Tidak ada pembatasan jumlah barang yang dijual dan juga tidak ada penjatahan penggunaan (konsumsi) barang. Ada persyaratan tambahan untuk pasar persaingan sempuma yaitu adanya mobilitas barang-barang dan jasa serta sumber/faktor produksi dalam perekonomian. Perusahaanperusahaan baru dapat secara bebas memasuki dunia usaha, sumber-sumber produksi bebas penggunaannya. Penjual dapat menyediakan barang-barang dan jasanya pada setiap harga tertinggi. Dengan keadaan pasar persaingan sempurna tersebut di atas, maka bagi seorang produsen dalam mencapai tujuannya yaitu keuntungan maksimum harus memperhatikan hal-hal tersebut di atas. Karena konsep "keuntungan" sangat banyak artinya (ambiguous). "Economic Profits" atau keuntungan ekonomi merupakan surplus atau kelebihan pendapatan total atas semua ongkos produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Termasuk didalamnyaongkos untuk pembelian sumber-sumberproduksi yang digunakan memproduksi suatu output tertentu atau "Opporunity Costs" untuk menggunakan input yang tersedia. Juga termasuk dalam ongkos adalah hasil/pendapatan bagi pemilik modal yang besarnya sarna (ekwivalen) dengan seandainya investor menanamkan modalnya di dalam sektor ekonomi yang lain. Termasukjuga dalam ongkos adalah peng-hasilan/pendapatan untuk tenaga kerja sendiri. Sehingga, keuntungan merupakan hal yang sangat "gravy" bagi seorang produsen. Berbeda sekali dengan konsep keuntungan ekonomi dengan konsep keuntungan secara akuntansi, di mana keuntungan perusahaan didefinisikan sebagai berikut: Pendapatan kotor Pengeluaran (termasuk lain -1ainn ya)

pembayaran bunga atas obligasi, amortisasi, penyusutan dan

Pendapatan bersih atau keuntungan Terlihat bahwa konsep keuntungan ekonomi dengan konsep keuntungan akuntansi sangat berbeda. Untuk mendapatkan besamya keuntungan ekonomi dari keuntungan akuntansi harus mengurangi besar deviden yang harus dibayarkan dari keuntungan akuntansi terse but, sehingga: Keuntungan Ekonomi = Pendapatan Bersih - Deviden Rata-rata

Untuk mendapatkan keuntungan maksimum harus membandingkan ongkos total dengan penerimaan total pada berbagai kemungkinan produksi dan mernilih output di mana total penerimaannya berbeda banyak (maksimum) dengan total ongkosnya. Penerimaan total pacta berbagai kemungkinan output digambarkan seperti pada gambar berikut:
155

Rp
TC TR

o
Gambar9.1.

x

OUTPUT

Karena dalam persaingan sempuma suatu perusahaan dapat menjual berbagai alternati jumlah outputnya pada harga tertentu (konstan), sehingga penerimaan totalnya merupaka garis lurus menaik (a linear upward-sloping) mulai dari titik pusat. Ini berarti bahwa, jika tidak ada penjualan maka penerimaan totalnya juga tidak ad (nol). Jika produsen menjual satu unit outputnya setiap unit waktu, total penerimaanny adalah sebesar harga jual output tersebut. Pada penjualan 2 (dua) unit output, tot penerimaannya sebesar 2 (dua) kali harga output tersebut. Setiap satu unit kenaikan penjual setiap waktu akan meningkatkan total penerimaannya sebesar konstante tertentu - yaitu harg per unit output - sehingga bentuk kurva total penerimaannya berbentuk garis lurus menai Keuntungan maksimum akan dicapai pada produksi sebesar X, di manajarak vertik kurva TR di atas kurva TC adalah terbesar. Jumlah ini ditunjukkan oleh AB. Pada outpu yang lebih kecil dari X, slope TR lebih besar slope TC sehingga kedua kurva tersebu berjarak semakin besar jika output dinaikkan. Dan pada output lebih besar X, slope T lebih besar slope TR sehinggajarak kedua kurva semakin lama semakin keciljika outpu dinaikkan. Kenaikan penerimaan total yang diakibatkan oleh kenaikan 1 (satu) output yang diju dinamakan pendapatan marginal (marginal revenue = MR). Pada pasar persaingan sempum karenahargaoutputtetap, perubahan penerimaan total yang diakibatkan perubahan penjual tidak lain harus sarna dengan harga jual output tersebut. Penerimaan marginal dan harga output pada pasar persaingan sempuma sarna besamy Sehingga penerimaan marginal atau harga output merupakan slope dari kurva TR.

156

dx? . sehingga menambah keuntungan bersihnya.g'(X) = 0 atau f'(X) g'(X) atau = MR MC = = = Sedangkan persyaratan keduanya adalah jika d2TI - dx? < 0. Untuk output yang lebih besar dari X. MC>MR. hubungan antara MR. pada output sebesar X maka bukannyakeuntungan maksimum yang didapat tetapi kerugian maksimum yaitu pada output sebesar X'. 157 d2TI Kalau -> 0. Secara matematis. dimana dTR MR =--=fl(X) dx (2) TC = g (X) =P x dTR MC =_=gi(X) dx (3) n= dTI -=0 dx TR-TC=f(X)-g(X) di mana TI adalah keuntungan Syarat pertama dicapainya keuntungan maksimum adalah jika: atau TIl = f''(X) . untuk output yang lebih besar pada daerah ini sampai X akan menambah semakin banyak penerimaan total dari padaongkos totalnya. Pada output di antara XI dan X dapat dilihat bahwa MR>MC. keuntungan maksimum dicapai jika MR = MC. sehingga semakin banyak output yang diproduksikan akan menyebabkan tambahan ongkos totalnya dibandingkan penerimaan totalnya ini mengakibatkan turunnya keuntungan. Px X = output Px = harga output konstan.Persyaratan yang hams dipenuhi untuk mencapai keuntungan maksimum dapat dinyatakan dalam bentuk penerimaan marginal (MR) dan ongkos marginal (MC). MC dalam pencapaian keuntungan maksimum adalah sebagai berikut : (1) TR = X. Karena ongkos marginal merupakan slope TC sedang penerimaan marginal merupakan slope TR. Sehingga.

kurvanya horisontal pada suatu tingkat harga tertentu. Pad output lebih kecil dari X.9.2. ini akan menyebabkan penuruna keuntungan bagi perusahaan. Sehingga output sebesar X merupakan output yang menghasilkan keuntungan maksimu keuntungan totalnya dicerminkan dalam gambar tersebut yaitu area segi empat cpm Keuntungan per unitnya adalah harga jual dikurangi ongkos rata-rata pada output Keuntungan total merupakan perkalian keuntungan per unit dikalikan penjualan outputny yaitu (cp . lihat garnbar berikut : Rp P c o~ x Gambar . Semakin besar outpu mendekati X. Keuntungan total maksimum dicapai pada output sebesar X dimana SMC = MR. misalnya Xo' MR > MC atau XoB > XoA. Untuk output lebih besar X SMC > MR sehingga akan menyebabkan kenaikan ongkos total lebih besar daripad kenaikan penerimaan total jika output ditarnbah terus. Masalah utamanya bukan mencari keuntungan per unit maksimum teta keuntungan maksimum. Dari persyaratan pencapaian keuntungan maksimum dengan menyamakan MR denga Me akan didapat suatu kurva penawaran jangka pendek dari suatu perusahaan. akan meningkatkan penerimaan total lebih besar daripada kenaikan ongko totalnya sehingga keuntungan meningkat pada titik tersebut. x). maka kurva MR merupakan kurva pennintaan yan dihadapi oleh perusahaan. Karen MR sarna dengan harga per unit output. OUTPUT Dasar analisanya sarna seperti di atas hanya berbeda dalam penggambarannya.Analisa keuntungan maksimum juga dapat dilakukan dengan menggunakan kurva ongkos rata-rata dan kurva penerimaan rata-ratanya. Kurv 158 . Perlu dicatat bahwa pada output sebesar Xl keuntungan per unitnya tid maksimum.

Pada setiap penurunan harga produsen akan memproduksi dimana SMC sarna dengan harganya (sama dengan MR) untuk memaksimurnkan keuntungan atau meminimumkan kerugian. Lihat gambar berikut : SMC o Gambar . perlu diketahui dulu bahwa kurva penawaran pasar jangka pendek untuk suatu barang adalah "a short step" di luar kurva penawaran seorang produsen. misalnya harga menjadi PI' makajumlah barang yang ditawarkan bertambah menjadi Xl' Kenaikan harga akan diikuti noleh kenaikan jumlah barang yang ditawarkan. OUTPUT Di mana pada harga Po' jumlah barang yang ditawarkan adalah Xo' jika ada kenaikan harga. Penawaran samadengan nol padahargadi bawah AVC. Kurva SMC menunjukkan berbagaijumlah output yang akan dijual di pasar pada berbagai kemungkinan harga. Untuk mengetahui kurva penawaran pasar jangka pendek yang bersama-sama kurva pennintaan pasar akan menentukan harga pasaran suatu barang. 159 .9.3. Tidak ada j umlah barang yang ditawarkan j ika harga j ualnya lebih rendah dari Po' karen a di bawah harga tersebut tidak akan berproduksi disebabkan ongkos variabelnya lebih besar daripada harga per unitnya.penawaran jangka pendek ini merupakan bagian dari SMC di atas kurva AVC untuk output yang dihasilkan. Sehinggadapat dikatakan bahwakurva penawaran jangka pendek bagi seorang produsen adalah bagian dari SMC yang ada di atas AVe.

Kurva ini menunjukk jumlah barang yang produsen di pasar mau menjualnya pada berbagai kemungkin harganya. Dampak akhir dari kenaikan harga input jika terjadi perluasa atau penambahan adalah membuat kurva penawaran pasar jangka pendek kurang elastis jik dibandingkan dengan bila harga input menurun jika ada perluasan. maka kurva ongkos produsen akan meningkat ke atas. Tetapijika penambahan ataupun pengurangan input oleh produsen-produsen yang ad di pasar secara bersama-sama mempengaruhi harga input. Kurva penawaran yang demikian itu akan diakui kebenarannya (valid) jik penawaran input bagi kelompok produsen tersebut adalah elastis sempurna. tergantung apakah harga input meningka atau menurun lebih banyak. dan adanya waktu luang membe kesempatan bagi pengusaha (produsen) baru untuk memasuki atau meninggalkan industri Kedua kemungkinan yang terakhir terse but meningkatkan elastisitas kurva penawara pasar jangka pendek.Sebagaimana diketahui bahwa kurva penawaran pasar jangka pendek adalah penjumlah horisontal atas kurva penawaran individu produsen yang adadi pasar. di mana pada output sebesar itu. p. Meskipun seorang produsen tidak dapat mempengaruhi harga pasar. tetapi kala bersama-sama secara keseluruhan produsen yang ada di pasar mungkin akan mamp mempengaruhi harga pasar. lihat gamb berikut: Kurva ongkos rata-ratajangka simbol LAC dan LMC. Karena dalamjangka panjang outpu dapat diubah melalui kenaikan atau penurunan penggunaan kapasitas pabrik yang ada Tetapi yang lebih penting adalah di dalam jangka panjang produsen mempunyai wakt untuk menaikkan atau menurunkan ukuran pabriknya. Kemungkinan perubahan ou tput dalam industri yang berada pada persaingan sempurn sernakin besar jika beroperasi dalamjangka panjang. Penyesuaian jangka panjang dalam ukuran pabrik oleh seoran produsen akan terjadi secara serentak dengan masuknya atau keluarnya perusahaan ke ata dari industri. maka kurva penawaran pas jangka pendek bukan lagi merupakan penjumlahan horisontal kurva penawaran individ produsen. panjang dan ongkos marginaljangka panjangnya dibe Untuk mencapai keuntungan maksimum dalam jangka panjang. Jika perluasan output dan input di pasar meningkatkan harg faktor-faktor produksi. ini berarti bahw adanya perubahan baik di dalam jumlah input maupun output tidak akan mempengaruhi harga jual input tersebut. produsen haru memproduksi output sebesar X. Dampaknya mungkin terlihat pada perubahan bentuk kurva ongkos da mempengaruhi pergeseran ke atas atau kebawah. Penentuan ukuran pabrik bagi produsen untuk digunakan dalam produksi dapat diletakk ke dalam focus yang tepat dengan menganggap bahwa masuknya kedalam industri dibatas di beberapa tempat. Dan jik perluasan tersebut mempengaruhi penurunan harga input maka kurva ongkosnya ak bergeser turun. Ada kemungkinan yang lainnya yaitu beberapa harga input meningkat dan yang lainny menurun. LMC = MR. Ukura 160 . Misalnya produsen dihadapkan padaharga pasar tertentu.

inipun berarti bahwa tak ada rangsangan untuk menambah output lebih besar dari X tersebut di atas. keseimbangan jangka panjang mempunyai implikasi yang lebih daripada bagi seorang produsen.9. gambar di atas menunjukkan keadaan terse but. Masuknya pengusaha (produsen) barn meningkatkan penawaran akan barang X dan menyebabkan turunnya harga. pabrik yang memungkinkan produsen untuk berproduksi pada output sebesar X adalah pada kemungkinan ongkos per unit terkecil sebesar SAC. atau tidak adanya kerugian yang besar sehingga mendorong keluamya produsen dari suatu industri. Sedangkan bagi industri. Dengan perkataan lain.Rp SMC o x Gambar . Dan SMC = MR = P. Jika tidak ada hambatan untuk memasuki dunia usaha. Dalam keadaan ini LMC = MR = P. Setiap individu produsen dalam industri menghadapi kurva permintaan yang bergeser ke bawah demikian juga kurva MR sehingga akan memotong (mengurangi) jumlah output di 161 . dan juga pada saat itu SMC sarna dengan MR. ini berarti bahwa tidak ada rangsangan untuk merubah ukuran pabrik.4. adanya keuntungan yang tergambar pada gambar di atas akan menarik bagi pengusaha barn untuk memasuki dunia usaha. Bagi seorang produsen. Jika keuntungan maksimum yang menjadi tujuannya. Ini diartikan bahwa seharusnya tak ada isentif (rangsangan) bagi perusahaan-perusahaan barn untuk memasuki dunia usaha (industri) atau adanya perusahaan yang meninggalkan dunia usaha. keseimbanganjangka panjang berarti tidak adanya rangsangan (insentif) atau kesempatan untuk berubah. tidak ada umpan keuntungan ekonomi yang mendorong masuknya perusahaan barn ke dalam industri.

produsen secara individu akan mengurangi ukuran pabriknya samp pada keadaan yang efisien yang ditunjukkan oleh SACI dan akan beroperasi pada tingk output yang paling efisien.5. Dan juga. MRl o Gambar . Keuntungan ekonomi akan berkurang (habis) dengan masukny perusahaan-perusahaan baru ke dalam industri sehingga tidak menarik bagi produsen b yang lebih banyak. output akan dikurangi sampai tingkat LMC memoton kurva MR yang lebih rendah. Industri akan mencapai keseimbangan jangka panjang jika semua produsen yang a dalam industri mencapai posisi pada gambar di atas.9. untuk setiap produsen tidak ada rangsangan untuk meningkatkan at menurunkan ukuran pabrik karena LMC = SMC = MR. setiap produsen harus bera pada keseimbangan jangka panjang juga. Keuntungan ekonomi akan dihasilkan oleh suatu perusahaan sampai masukny perusahaan-perusahaan baru mendorong harga menjadi PI' lihat gambar berikut: Pada titik tersebut. Untuk setiap produsen LAC = SAC p pada output yang akan diproduksikan.5. dan tidak ada output yang lebih rendah dari AC yan dicapai. mereka mendapatkan penghasilan dari seluruh inputnya sarna dengan altern at . penggunaan input untuk tujuan yang lainnya. 162 . Untuk mencapai keseimbangan industri jangka panjang. Dengan keinginan untu mencapai keuntungan maksimum. Rp SMC] LMC] SAC] LAC] d. Produsen-produsen bekerjasecukupny (satisfactory). Seperti pada gambar sebelumnya (gambar 9. . Dan juga tidak ada kerugian yang ditanggung bagi produsen lama sehingga tid mendorong untukkeluar (meninggalkan) dunia usaha.bawah X dan juga akan mengurangi ukuran pabrik di bawah SAC.

6.2. tetapi bukannya analisis yang lengkap untuk penyesuaian jangka panjang di antara industri. ongkos tetap (constant costs) ataupun ongkos menurun (decreasing costs). Meskipun demikian analisis ini menyajikan pengenalan terhadap konsep keseimbangan jangka panjang dalam pasar persaingan sempuma. Keadaan di atas dicerminkan dalarn gambar berikut : Rp SMCI SMC Rp o x. Keseimbangan jangka pendek bagi seorang produsen dan industri dicapai rneskipun tidak dicapainya keseirnbangan (disequibrium) bagi seorang produsen ataupun industri dalamjangka panjang. Tetapi dalam keadaan seperti ini industri tidak akan berada pada keseimbangan jangka panjang.persatu ten tang keadaan tersebut. X X' Gambar . Latar belakang penyesuaian ongkos kalau ada tergantung pada keadaan di dalarn industri apakah ongkosnya rneningkat (increasing costs). 163 . Keseimbangan industri dan seorang produsen dalam jangka panjang mengharuskan dicapainya keseimbangan jangka pendek dicapai pada saat yang bersamaan. Hal ini tentunya akan membawa dampakjangka pendek ataupunjangka panjang terhadap keadaan industri. Keseimbangan jangka panjang bagi industri merupakan konsep lebih jika dibanding-kan dengan keseimbanganjangka panjang bagi seorang produsen ataupun keseimbanganjangka pendek bagi industri ataupun produsen.1. no loss". Dicapainya keseimbangan industri jangka panjang disyaratkan keseirnbangan seorang produsen pada keadaan "no profit. 9. masuk ke dalam industri. Kemudian dianggap ada gangguan yang menyebabkan kenaikan permintaan akan barang X. yang diakibatkan adanya keuntungan ekonomi. Biasanya perubahan ongkos dan selanjutnya perubahan harga akan terjadijika ada produsen-produsen barn.seorang produsen mungkin berada pada keseimbangan jangka panjangnya dengan rnendapatkan keuntungan.9. Untuk itu perIu ditinjau satu . Ongkos meningkat (Increasing Costs Industry) Misalnya mula-mula industri dalam keadaan keseimbanganjangka panjang.

Kenaikan penawaran ak menurunkan harga dan turunnya harga akan menyebabkan produsen menguran produksinya. Output yang dihasilkan adalah x bagi produse Output yang ada dalam industri adalah X yang merupakan penjumlahan dari output yan dihasilkan oleh setiap produsen yang ada dalarn industri pada harga p. Agar supaya keuntungan maksimum dicapai oleh produsen. masukn produsen-produsen barn akan menyebabkan seluruh kelompok (set) ongkos bagi produse produsen yang ada meningkat. Adanya produse produsen yang ada dalarn industri marnpu menetapkan harga yang sarna dengan ongkos rat rata jangka panjang ataupun jangka pendeknya untuk menghasilkan output sebesar Produsen menggunakan ukuran pabrik yang sangat efisien untuk menghasilkan tingk output yang paling efisien (optimal). di mana output ini dihasilkan pada keadaan SMC sarna dengan MR yan baru (p'). dan kurva penawaran pasamya adalah S Kurva LAC dan SAC adalah kurva ongkos rata-ratajangka panjang dan kurva ongkos ra rata variabel dari suatu produsen. Jadi darnpak jangka pendek adanya kenaik pennintaan akan menyebabkan : ( 1) Kenaikan harga. dan (2) Kenaikan output Sedangkan dampakjangka panjangnya adalah masuknya produsen-produsen bam industri yang disebabkan adanya keuntungan tersebut di atas. Produsen memproduksi outputnya pada tingkat di mana SMC (d LMC) sarna dengan MR atau harga (p). Semakin banyak produsen memasu pasar. Dengan masuknya produse produsen barn akan meningkatkan kapasitas produksi bagi industri. Kemungkinan un 164 . ini berarti ku penawaran jangka pendek akan bergeser ke kanan. Produsen akan mendap keuntungan sebesar XI dikalikan perbedaan antara pi dengan ongkos rata-rata untu memproduksi output sebesar x' tersebut.Kurva permintaan pasamya adalah DD. Jadi dalarn industri yang ongkos . Karena industri dalarn keadaan keseimbangan jangka panjang demikian juga ba produsen tentunya mereka (baik industri maupun produsen) dalarn keadaan keseimbang jangka pendek. Kenaikan pennintaan yang dicenninkan oleh pergeseran kurva pennintaan dari D menjadi DPI akan mengakibatkan darnpak dalamjangka pendek yaitu kenaikan harga d p menjadi pl. Kurva permintaan d kurva MR yang dihadapi oleh produsen adalah horisontal dan sarna dengan harga p pa tingkat output berapapun. maka outp dinaikkan harus x I. semakin bergeser ke kanan kurva penawarannya. Peningkatan inipun akan terjadi pada industri yan menggunakan proporsi tersedianya input-input untuk memproduksi suatu output. Seoran produsen tidak marnpu mempengarnhi harga jual input karena dia tidak cukup besar juml pembelian inputnya yang diharapkan dapat merubah harga input. Selanjutnya dapat diperkirakan bahwa kurva pennintaan pasar dan kurv penawaran pasar jangka pendeknya akan menetapkan harga sebesarp.meningkat (increasing cost industry). Dan kurva MC jangka pendek untuk ukuran pabrik SA adalah SMC. Output dalarn industripun akan meningkat menjadi X'.

Dan akan berhenti jika harga turun cukup besar dan ongkos meningkatnya cukup besar pula karena harga akan sarna dengan ongkos rata-rata jangka panjang minimum untuk seorang produsen. Keuntungan ekonomi akan dinikrnati oleh produsen individu dalarn industri. Kurva penawaran industrijangka panjang menunjukkan output industri yang akan ditawarkan pada berbagai kernungkinan harga di mana ada cukup waktu untuk penyesuaian ukuran pabrik yang diakibatkan oleh masuk dan keluarnya produsen-produsen ke dan dari industri. Output industri akan meningkat sampai x I karena meningkatnya kapasitas industri menggeser kurva penawaran SSI' Pertanyaan yang timbul adalah apakah meningkatnya output produsen dalamjangka panjang akan sarna. output jangka panjang keseimbangan baru sarna dengan output yang lama.merubah harga input adalah masuknya memperluas output yang dihasilkan. output perusahaan meningkat menjadi x'. Kurva penawaran industri jangka panj ang adalah LS dalam gambar tadi yang merupakan penggabungan titik-titik keseimbangan jangka panjang bagi industri. produsen-produsen barn yang secara bersama Kekuatan yang menyebabkan kenaikan harga input ada diluar jangkauan seorang produsen dan dapat dikatakan sebagai "EXTERNAL" bagi produsen tersebut. Output perusahaan yang barn adalah Xl pada SMCI == LMR == P. dan output di pasar juga meningkat menjadi x'. lebih besar at au Iebih kecil dari pada output jangka panjang yang lama? Jawabnya tergantung pada arah ke mana kurva ongkos bergeser. rnisalnya ada kenaikan permintaan. Dimulai dari posisi keseimbanganjangka panjang yang ditunjukkan dalam gambar berikut. sedikit ke kiri atau sedikit ke kanan tergantung pada kenaikan harga komparatif untuk berbagai jenis input. Masuknya produsen-produsen barn ke dalam industri karena adanya rangsangan keuntungan akan menyebabkan turunnya harga dan meningkatnya ongkos. 165 .2. Apakah bergeser keatas. kombinasi input yang akan digunakan sarna pada tingkat kombinasi ongkos yang minimum. Keuntungan diperas sampai habis. Kenaikan harga input yang mengakibatkan bergesernya kurva ongkos ke atas merupakan akibat dari "EXTERNAL DISECONOMIES". Ongkos Tetap (Constant Costs Industry) Pola anaIisis suatu industri dengan biaya tetap secara garis besarnya sarna dengan industri dengan ongkos rneningkat. Harga pasar jangka panjang barn adalah PI yang terletak di antara jangka panjang lama p dan harga jangka pendek pl. Kurva penawaran jangka panjang industri dapat dikatakan sebagai penjumlahan horisontal titik-titik minimum kurva LAC individu produsenjika masuknya produsen barn menggeser kurva ongkos ke atas. Dampakjangka pendeknya sama seperti yang tadi yaitu kenaikan harga menjadi pi.2. Dalam gambardi muka ditunjukkan bahwaharga baru PI' dan kurva ongkos baru LAC1. Kalau semua harga input meningkat secara proposal. 9. Kurva ongkos akan bergeser ke atas. SACI dan SMel• Masuknya perusahaan baru berhenti dan industri berada lagi pada posisi keseimbangan jangka panjang.

9. Keuntungan ak dinikmati sampai produsen yang masuk marnpu mendorong harga kembali ke p. Harga akan tu jika ada produsen barn rnasuk. Harga d ongkos rata-rata jangka panjang minimum akan sarna. 166 .3. Keuntungan yang didapat adalah x' dikalikan perbedaan antara pI dengan SA pada output x I. Output yang akan diproduksi oleh produsen adalah pada saat SMC MR P. Seperti yang sebelurnnya. X' Xl Produsen-produsen barn akan tertarik untuk rnernasuki dunia usaha dalarn jangk panjang (rnungkin karena adanya keuntungan ekonorni). dimulai dengan industri d produsen-produsen individu dalarn keadaan keseirnbangan kemudian dianggap ada kenaik pennintaan. dan output industri meningk t menjadi x'. maka kurva ongkos dari perusahaan yang ada tetap seperti semula. Dalarn masuknya produsen-produsen barn tidak mempunyai pangarnh tehadap har input. Dampakjangka pendeknya sarna seperti yang sebelurnnya yaitu harga meningk t sarnpai p'. Lihat garnbar berikut: Produsen-produsen barn akan tertarik untuk memasuki dunia usaha (industri) kare adanya keuntungan tersebut. sehingga keseimbangan jang panjang akan kembali tercapai.7. Kurva penawaran industri jangka pendek akan bergeser kanan selagi ada produsen-produsen barn yang masuk ke dalarn industri.2. Dan akibatnya akan rnengges kurva penawaran ke kanan. Kurva penawaran jangka pendek yang barn adalah SS .Rp SMC o X x Gambar . jika ada produsen-produsen barn masuk yang rnengakibatk penurunan harga. 9. Masukny produsen barn akan meningkatkan output industri dengan cukup sampai Xl' Kurva penawar jangka panjang adalah LS yang horisontal pada titik minimum kurva ongkos rata-ratajang = = panjang. Analisisnya sarna dengan yang ongk rnenaik ataupun yang ongkos tetap. output perusahaan juga meningkat sampai x'. Ongkos Menurun (Decreasing Costs Industry) Kasus ongkos menurun mungkin sangat jarang.

mencoba mengalokasikan pendapatannya untuk mencapai kepuasan maksimum. Output yang diproduksi oleh produsen individu adalah Xj' di mana pada saat ini SMC dan LMC sarna dengan MR dan harga. Sedangkan yang ongkos menurun jarang terjadi. Seorang produsen tidak mempunyai pangamh pada "EXTERNAL ECONOMIES". Menurunya harga input selagi produsen bam memasuki pasar akan menggeser kurva ongkos menurun. Dalam industri ongkos menurun. mungkin industri ongkos menaik (Increasing Costs Industry) yang paling umum. masuknya produsen-produsen baru harus mampu menurunkan harga input. perlu Dampakjangka pendek terhadap kesejahteraan adalah sebagai berikut. Dampak Persaingan Sempurna Terhadap Kesejahteraan Untuk mengetahui dampak dari persaingan sempurna terhadap kesejahteraan diketahui dahulu bagaimana mekanisme bekerjanya pasar persaingan sempuma. Harga keseimbangan jangka panjang yang bam adalah PI yang lebih kecil daripada p. konsumen yang dihadapkan pada harga barang danj asa mula-mula.4.SMCI SSt LS o o o Gambar9-8. Dari ketiga keadaan di atas. Meningkatnya produksi tidak boleh dicampur aduk dengan pengertian "INTERNAL ECONOMIES" dari ukuran pabrik yang dimungkinkan bagi seorang produsen dengan ukuran pabrik yang semakin keeil dari yang paling efisien. 9. harga akan bergerak ke 167 . Karena penawarannya tetap.2. Akibatnya baik harga output X ataupun ongkos produksi akan menurun. karena hanya faktor-faktor dari luar serta perluasan industri yang akan menyebabkan dan mampu mengontrol adanya "EXTERNAL ECONOMIES". Faktor-faktor apa yang dapat menyebabkan kurva penawaran menurun ? Menurunnya ongkos kurva ini sering dikaitkan dengan "EXTERNAL ECONOMIES". Output industri yang bam adalah Xl' Kurva penawaranjangka panjangnya adalah LS yang berarah negatif ke kanan (downward sloping to the right). Sedangkan "INTERNAL ECONOMIES" dalam kemampuan pengawasan perusahaan dalam hal perusahaan dapat dengan aman memperluas pabrik.

Mekanisme pasar persaingan sempurna mendorong produsen untuk memenu . di mana pf pc MUf MU c MR5fc adalah harga makanan (food price) adalah harga pakaian (clothing price) adalah marginal utility dari mengkonsumsi makanan. PASAR MONOPOLI Keadaan dan situasi pasar di mana hanya ada seorang penjual output. Dal jangka tersedia cukup waktu untuk merubah kapasitas produksi karena adanya kebebas untuk masuk dan meninggalkan industri.3. Dal jangka tersedia cukup waktu untuk merubah kapasitas produksi karena adanya kebebas untuk masuk dan meninggalkan industri. Kesejahteraan masyarakat deng penawaran tetap akan mencapai maksimum untuk setiap konsumen jika : *J MRS =~ fc pc Pf Pc atau MUf -- MU c MUf = atau Pf = MU c Pc untuk memaksimumkannyakarena kapasitas pabriknya tetap di dalam setiap industri. 168 . produsen barang makanan mau meningkatk outputnya sampai tingkat di mana SMCf= P r Produsen barang pakaianjugamau meningkatk produksinya sampai tingkat dimana SMCc = Pc' Sehingga dicapai keseimbangan jang pendek dalam dua industri tersebut yaitu SMCf P. adalah marginal rates of substitution dari mengkonsumsi barang makan dan pakaian. tetapi akan berhenti unt memaksimumkannya karena kapasitas pabriknya tetap di dalam setiap industri. Untuk memaksimumkan ata meminimumkan kerugian dalam jangka pendek. adalah marginal utility dari mengkonsumsi pakaian. pertambahan output yang digunakan oleh konsumen. di mana tidak a substitusi untuk barang tersebut dinamakan pasar monopoli. dan SMCc Pc' = = Meskipun dalamjangka pendek pengorganisasian (pengaturan) kembali atau penata kembali produksi dapat meningkatkan kesejahteraan konsumen. 9. Produsen dalam bertind sebagai penguasa pasar untuk semua barang yang diproduksi dalam artian bahwa seor .tingkat yang akan mampu menghilangkan surplus.) Penjelasan labih lanjut pada bab Ekonomi Kesejahteraan.

Gambar berikut menunjukkan bahwa kurva pennintaan pasar untuk suatu output yang diproduksi dan dijual oleh si monopolis adalah berarah negatif dari kiri atas ke kanan bawah.produsenjuga merupakan penentu tinggi-rendahnya harga yang ada di pasar. sehingga dimungkinkan menjual pada berbagai kemungkinan harga untuk berbagai jumlah. Atau dengan perkataan lain si monopolis tidak peduli atas tindakan produsen-produsen dalam industri yang lain. Rp P2 ---------- . Dari gambar di atas dapat diartikan bahwa si monopolis dapat meningkatkan hargajika ia ingin membatasi penjualannya dan sebaliknya akan menurunkan hargajika ia ingin meningkatkan penjualannya. Ini menunjukkan berbagai kuantitas (jumlah) yang akan dibeli oleh pembeli dalam berbagai kemungkinan harga yang ada di pasar. Produsen juga mampu mempengaruhi permintaan dengan cara mengadakan berbagai kegiatan promosi. (Bandingkan dengan seorang produsen dalam pasar persaingan sempuma).------------------. Dengan demikian si monopolis mampu mempengaruhi harga output dan permintaan akan barang tersebut.9 Q Karena si monopolis satu-satunya penjual barang terse but. o Gambar 9. Tidak ada barang yang sejenis yang mana harga dan penjualnya akan mempengaruhi harga yang ditetapkan oleh si monopolis dan penjualnya. ini berarti bahwa produsen mampu mendorong orang untuk membeli barang yang diproduksikan sehingga permintaan akan barang terse but meningkat dan produsen juga mampu membuat permintaan kurang elastis jika ia dapat meyakinkan 169 . Produsendalam pasarmonopoli tidak percaya bahwa tindakannya akan mengundang tindakan balasan dari produsen-produsen lain dalam industri yang lain. Kurva permintaan pasar untuk suatu barang dalam pasar monopoli juga merupakan kurva permintaan individu bagi si monopolis.

masyarakat bahwa mereka tidak dapat menghasilkan tanpa menggunakan output yan diproduksi oleh si monopolis. telepon. Tetap dalam pasar monopoli kurva permintaan pasar yang dihadapi oleh si monopolis adal berarah negatif dalam artian bahwa si monopolis mampu merubah harga yang diinginkanny sesuai dengan keinginannya untuk merubah volume penjualannya. Total Pendapatan dan Pendapatan Marginal Harga (I~p) . Tabe19. Dalam pasar persaingan sempuma seoran menghadapi kurva permintaan yang horisontal yang berarti bahwa seorang produsen tid mampu mengubah harga sehingga kurva MR-nya adalah kurva permintaan tersebut. mungkin hanya jas angkutan Kereta Api. Kurva permintaan yan menurun ini membawa implikasi yang penting dalam MR. (Penjelasan lebih lanjut dalam sub-bab berikut). Pasar monopoli yang mumi sangat jarang dalam kenyataannya. Seandainya daftar permintaan dan pendapatan marginal dalam tabel di atas digambark pada satu kurva yang sarna maka kurva pendapatan marginal akan terletak di bawah ku 170 . keamanan (polisi dan ABRI). Karena MR pada berbagai tingk penjualan per unit waktu untuk si monopolis akan lebih keeil jika dibandingkan dengan harg per unit pada tingkat penjualan tersebut. Sehingga si monopolis mampu mengadakan diskriminas harga terhadap barang yang dia jual. Pada tabel berikut disajikan daftar permintaan yan dihadapi oleh seorang monopolis. 6 4 2 6 5 6 7 8 9 10 30 0 24 0 -2 -4 4 3 2 ·18' 10 -6 -8 1 Sumber : Iswardono SP.lumlah t luit) Total Pendapatan (Rp) Pendapatan :\Ial'ginal (Rp) 10 9 8 1 2 10 18 ·····28··· 10 8 7 3 4 5 24.l: Permlntaan. Perbedaan antara pasar monopoli dengan pasar persaingan sempurna terletak pada kurv permintaan yang dihadapi oleh produsen.

ec 1 dan e > 1. ini berarti bahwa besar keeilnya MR tergantung pada besar keeilnya elastisitas pennintaannya. maka hubungan antara MR dan P adalah seperti dalam gambar berikut: Pada e = 1. ini berarti bahwa MR negatif karena MR = P .TR akan meningkat jika terj adi penurunan harga. Hubungan antara MR dengan harga dapat dinyatakan dalam bentuk: MR = P (l .p d TR MR =--=p-+ dx MR=p( dx dx dp x. -= dx p + x. Maka besamya MR == P (l -111) = P (0) == O.1/00 ) = P (1 . Penjelasan seeara matematisnya adalah sebagai berikut: P = f (x) TR =X.lie) di mana MR lebih keeil daripada P. di mana kurva permintaan akan suatu barang berbentuk horisontaL Dan seandainya dibuat berbagai attematifbesarnya elastisitas permintaan dari e = 1. karena kurva pennintaan merupakan kurva pendapatan rata-rata dari produsen.dx dp dp dx p x x p dan tanda elastisitas pennintaan pada umumnya negatif. Dan sebaliknya jika e < 1. kurva MR mempunyai hubungan yang erat dengan kurva pennintaan.kecilnya elastisitas. maka TR akan menurun jika terjadi penurunan harga. tetapi positif.- Jadi MR = P (l .lIe) di mana e adalah elastisitas harga pennintaan.Dan kalau diingat hubungan antara elastisitas dengan total pendapatan maka jika e > 1.0) = P. Seandainya elastisitas pennintaan akan suatu barang besar mendekati tak terhingga .lie ). Ini berarti bahwa MR positif dan besamya MR:: P (l . = 171 . maka MR = P (l .dp dx x dp 1 +-. Dalam kenyataannya.-) p dx Dan ingat kembali definisi/rumus elastisitas yang ada: e=-. Hubungan yang menunjukkan MR P adalah pada pasar persaingan sempurna. Semakin besar e semakin keeil perbedaan antara MR dengan P.e = 00 . maka MR negatif. Rumus di atas konsisten untuk berbagai maeam besar .pIe di mana pIe> p. l/e=-.perrnintaan.

Harga per unit yang diterima oleh si monopolis adalah P. pencapaian keuntungan maksimum ditunjukkan dalam garnbar berikut Oalarnjangka pendek. keuntungan maksimum dicapaijika SMC:: MR yaitu pada outp sebesar X. Ongkos rata-ratanya sehingga total keuntungannya adalah cp dikalikan X. output yang lebih kecil dari pada X aka p p c D o x Garnbar .3. Secara grafis.10 Q Keuntungan maksimum yang akan dicapai oleh simonopolis adalah bila MR = MC (Ingat bahwa persyaratan pencapaian keuntungan maksimum dalam pasar persainga sempurna dengan pasar monopoli adalah sarna.9. yaitu MR = MC).11 Q 172 .Rp p TR MENINGKAT TRMENURUN o Gambar .

menghasilkan MR > SMC sehingga peningkatan sampai dengan X akan menambah pendapatan total keuntungan meningkat. Q Kesalahan konsep umum yang lain adalah bahwa kurva permintaan yang dihadapi oleh si monopolis adalah inelastis. di mana SMC = MR. Sl monopolis tetap be rproduksi maka harus ada subsidi dari pemeri ntah untuk kelangsu ngan produksi lersebul.selalu mendapatkan keuntungan. 173 . Dalam keadaan harga lebih tinggi daripada ongkos variabel rata-ratanya. kecuali kurva permintaan Seandai nya. kerugian yang diderita oleh si monopolis minimum karena pada output sebesar X. Untuk output yang lebih besar daripada X. Pada umumnya kurva permintaan. Karena dalam kenyataannya. si mono polis seringjuga menanggung rugi dalam jangka pendek dan seperti dalam pasar persaingan sempuma si produsen melanjutkan produksinya selama harga masih lebih tinggi daripada ongkos rata-rata variabelnya. Dan besarnya kerugian tersebut adalah pc dikalikan X'* p SAC C p o x Gambar . sehinggajika si monopolis tidak berproduksi harga jualnya akan lebih besar ongkos rata-ratanya. MR < Me sehingga kenaikkan output lebih besar daripada X akan meningkatkan ongkos total yang lebih besar daripada pendapatan totalnya sehingga keuntungan menurun. (Ingat PJKA merupakan salah satu bentuk monopoli di negara kita). Gambar berikut menunjukkan keadaan di mana ongkos yang ditanggung si monopolis terlalu tinggi dan pasarnya terlalu sernpit.12. sebagai contoh perusahaan jawatan KA di negara kita yang selalu disubsidi oleh pemerintah walaupun rugi terus.9. Ada kesalahan konsep umum dalam pasar monopoli yaitu bahwa si monopolis .

Dan ini berarti terletak di daerah atas tersebut. Ongkos marginal selalu positif sehingg pada output di mana SMC ::: MR. Pada umumnya mereka elastis dan inelastis. Produsen monopolis tidak mempunyai kurva penawaran jangka pendek. melainkan menunjukkanjumlah yang akan dijual di pasar pada berbagai tingka pendapatan marginal bagi si monopolis. pada daerah atas E < I. pada daerah bawah Produksi yang akan menghasilkan tingkat keuntungan maksimum akan selalu terIet pada daerah yang elastis pada kurva permintaan.pada pasar persaingan sempurna. dalam artian bahw pada suatu kurva permintaan yang dihadapi si monopolis mungkin mempunyai elastisita sebagai berikut : E ::: 1. pada titik tengah E > 1.9. mempunyai tingkat elastisitas dari sangat elastis pad daerah atas ke daerah yang sangat inelastis pada daerah bawah dan tidak dapat dikatak elastis ataupun inelastis.13 174 . MR selalu positif. Misalnya si monopolis menghadapi kurva permintaan D1 01 pada gambar berikut : P PI ~~~~~--~~ Pz R o x Gambar . Dan jika MR positif maka elastisita permintaannya hams lebih besar satu. Bagian d SMC di atas kurva AVC bukan menunjukkan kuantitas (jumlah) yang di inginkan oleh s monopolis untuk menjual barangnya di pasar pada berbagai alternatif harga di atas AV minimum. Pada setiap tingkat pendapatan marginal yan outputnya menghasilkan keuntungan maksimum adalah sejalan (konsisten) dengan berbag alternatif jumlah barang yang diminta pada berbagai harganya.

Jika SAC bersinggungan dengan LAC pada output Ql' SMC harus sarna dengan LAC.Jni diartikan bahwa produsen monopolis tidak menggunakan "economies of scale" sepenuhnya. Danjuga karena output Q) adalah output di mana LMC = MR. Keuntungan maksimum dalarn jangka panjang akan dicapai pada output di mana LMC = MR yaitu output sebesar Q) dan harganya P. Sehingga si monopolis tidak dapat berproduksi pada ongkos rata-rata yang minimum. Ini berarti bahwa si monopolis harus menggunakan kapasitas pabrik yang akan memproduksi output sebesar Q) pada tingkat AC yang paling umum. (3) Ukuran pabrik lebih besar daripada ukuran yang paling efisien.Keuntungan maksimum dicapai pada saat output sarna dengan X. akan terjadi kerugian dalam bentuk hilangnya "economies of scale". Pasarnya tidak begitu besar untuk mengadakan perluasan pabrik secukupnya agar dapat memanfaatkan semua "economies of scale" yang ada. 175 . (2) Ukuran pabrik sarna (persis) dengan ukuran yang paling efisien. Ukuran pabrik yang digunakan akan menghasilkan kelebihan kapasitas. Sehingga keseimbangan produsen monopolis dalarn jangka panjang juga merupakan keseimbangan jangka pendek. harga outputnya p) dan pada tingkat pendapatan marginal R. maka SMC = MR. Dalam hal ini si monopolis akan beroperasi pada tingkat di mana kurang dari ukuran pabrik yang paling efisien dan berproduksi pada tingkat di mana kurang dari output yang paling efisien. (Bandingkan dengan pada pasar persaingan sempuma di mana kurva SMC di atas AVC merupakan kurva penawaran). Sering dikatakan bahwa produsen monopolis berproduksi bukan pada SAC minimum. maka output yang dihasilkan tidak ditentukan oleh ongkos marginal dan harga tetapi ditentukan oleh ongkos marginal dan pendapatan marginal. Gambar berikut menunjukkan hubungan tersebut. Pasar bagi seorang monopolis mungkin sangat terbatas dibandingkan dengan ukuran pabrik yang sangat efisien meskipun produsen monopolis mendapatkan keuntungan. kurva pendapatan marginalnya memotong kurva ongkos variabel rata-rata jangka panjang (LAC) pada sebelah kiri titik minimum LAC. Dan sekarang misalnya permintaannya berubah menjadi D2 D2. Danjika si monopolis berproduksi pada tingkat yang lebih keciI daripada SAC. sehingga dapat diartikan bahwa pada saat tersebut SAC harus bersinggungan dengan LAC (bukan minimum LAC). sehingga menghasilkan output yang kecil daripada output yang paling efisien. Hubungan antara ongkos produksi rata-rata dengan ukuran /kapasitas pabrik dalam pasar monopoli ada 3 (tiga) yaitu: ( I) Ukuran pabrik lebih kecil daripada ukuran yang paling efisien. sehingga. sehingga kurva ongkos marginaljangka pendek tidak merupakan pencerminan dari kurva penawaran si monopolis. Pada keadaan (1) di mana ukuran pabrik yang ada lebih kecil daripada ukuran yang paling efisien. dengan harapan tidak ada kelebihan kapasitas. Tetapi tingkat harganya bukan lagi p) tetapi P2. Pada umumnya perusahaan listrik pada daerah yang kecil ataupun sedang sering beroperasi pada ukuran pabrik yang lebih kecil daripada ukuran yang paling efisien. dan sebagaimana diketahui bahwa output yang memenuhi persyaratan keuntungan maksimum SMC ::::MR2 adalah juga X dan pendapatan marginalnya juga R.

(Lihat gambar 9. Dengan anggapan bahwa si monopolis membangun pabrik lebih besar daripada ukur pabrik yang paling efisien dan beroperasi pada tingkat yang lebih besar daripada tingkat yan paling efisien untuk mencapai keuntungan maksimum.LAC D o x Gambar . ongkos per unit akan meningkat dengan semakin besamya pabrik. Dalam beberapa kasus seorang monopolis mungkin menemukan kemungkinan d keuntungannya untuk memisahkan dan membagi pasar menjadi 2 (dua) atau lebih untu 176 \ . Q Ukuran pabrik yang paling efisien dicapai jika pasar monopoli mempunyai kurva ongk di mana kurva MR memotong kurva LAC pada titik minimumnya. (lih Gambar 9.). Pada output sebesar X ini LMC = SMC = M sehingga dikatakan bahwa si monopoIis mencapai keseimbangan jangka pendek ataupu jangka panjang. Di mana ini merupakan tingkatlukura pabrik yang paling efisien karena SMC LMC MR SAC LAC pada output X. Ukuran pabrik yang tepat adal SAC di mana bersinggungan dengan LAC. Pabrik X demikian besamya sehingg terjadi "diseconomies of scale". Dengan beroperasi pada SAC lebih besar daripada outp yang paling efisien. Keuntungan maksimum jangka panjang dicapai pada produksi output sebanyak X di man LMC = MR dan output ini merupakan output yang dihasilkan pada LAC minimum. monopolis dalam memproduksi output sebanyak X beroperasi pada kemungkinan ongk rata-rata minimum yaitu pada ukuran pabrik SAC. = = = = Misalnya pasar monopoli dianggap cukup besar sehingga kurva MR memotong kurv LAC di sebelah kanan titik minimum. Ini ber bahwa produsen mencapai keseimbangan jangka pendek maupun jangka panjang.15.16: Keuntungan maksimurn dicapai pada output sebesar X.16.9.14. Situasi seperti ditunjukkan pada gambar 9. Harga ju PI' ongkos rata-ratanya c dan keuntungan maksimumnya cp kali X.

Ada 2 (dua) persyaratan yang memungkinkan terjadinya diskriminasi harga tersebut.9.9.p LAC C MR o x Gambar .15. Q Rp LAC D o x Gambar . Q barang-barang yang diproduksikan dengan menetapkan harga yang berbeda untuk produksinya pada setiap pasar atau dengan perkataan lain si monopolis mampu mengadakan diskriminasi harga (price discrimination). yaitu : 177 .16.

(2) Agar diskriminasi harga menguntungkan elastisitas perrnintaan pada setiap harga haru berbeda di antara pasar tersebut. persyaratan utam terjadinya diskriminasi harga adalah barang yang dijual tidak dapat dijual belika kembali (no reselling output). yaitu: (1) Diskriminasi harga tingkat (Third Degree) (2) Diskrirninasi harga tingkat dua (Second Degree) (3) Diskriminasi harga tingkat satu (First Degree) Perbedaan ketiga tingkat diskriminasi harga ini terletak pada kemampuan simonopoli dalam menetapkan harga yang berbeda.9. adalah untuk merampas ke1ebihan konsumen (Counsumer's Surplus) atas baran yang dikonsumsi.17. untuk diskriminasi harga tingkat tiga si monopoli hanya mampu menetapkan 2 (dua) harga yang berbeda untuk sejumlah barang yang diju sedangkan untuk diskriminasi harga tingkat dua si monopolis mampu menetapkan lebih d dua harga yang berbeda untuk sejurnlah barang yang dijual. 178 . Ingat pendekatan marginal utility pada teori konsumen. Dengan perkataan lain. Dan oleh Coumo diskrirninasi harga dibedakan menjadi 3 (tiga) tingkatan. menu Coumot.(1) Si monopolis harus mampu menjaga pasar untuk barangnya tetap berpisah kalau tid barang yang dijual si monopolis akan dibeli di pasar yang harganya rendah dan aka dijual kembali di pasar yang harganya tinggi. Diskrirninasi harga tingkat sat ini merupakan diskriminasi harga yang paling kejam artian bahwa untuk setiap unit baran yang dijual si monopolis mampu menetapkan harga yang berbeda sehingga setiap pembe menghadapi harga yang berbeda untuk barang yang sarna dan sering diskriminasi harg MR2 MRI Gambar . Tujuan monopolis menetapkan harga berbeda untuk barang yang dijual.

di mana sampai sejumlah penjualan tertentu si mono-polis selalu menjual barangnya di pasar di mana tambahan penjualan setiap unit waktu menambah penerimaan total terbanyak. sehingga kalau elastisitasnya sarna maka hargajualnya akan sarna (sehingga tidak ada perbedaan harga) akibatnya MR-nya juga sarna.18. bahwa permintaan 01 D] dan D.tingkat satu ini dikenal dengan "TAKE IT OR LEAVE IT" yang berarti konsumen hams menerima harga barang tersebut.17 si monopolis hanya mampunyai atau menghadapi 2 (dua) pasaryang berbeda. Pengurangan penjualan dengan satu unit di pasar pertarna akan mengurangi penerimaan total dari pasar tersebut sebesar r. Untuk pencapaian keuntungan maksimum pada pasar monopoli dengan diskriminasi harga adalah sebagai garnbar berikut: AC Gambar . dan harga dipasaran kedua adalah P2. ini berarti di pasar yang kedua harus dinaikkan satu unit. Oalarn gambar tersebut. karena MR dari penambahan satu unit penjualan eli pasar kedua kurang dari r. dan sebaliknya penambahan satu unit di pasar kedua akan meningkatkan penerimaan total sebesar kurang dari r. Untuk menunjukkan bahwa dengan membagi pasar menjadi 2 (dua) akan menghasilkan penerimaan total yang terbesar. Alasan mengapa elastisitas permintaan pada setiap kemungkinan harga harus berbeda semakinjelas karena MR = p.p/e atau MR = P (1 . (Ingat bahwa hal ini dimungkinkan terjadi karena si monopolis mengetahui elastisitas permintaan di masing-masing pasar). Oengan perkataan lain bahwa penjualan akan didistribusikan sedemikian rupa sehingga MR di setiap pasar sarna dengan MR di pasar yang lain.lie). harga di pasar pertarna adalah P. Bagaimana cara si monopolis mendistribusikan penjualan atas barangnya ? Misalnya. Iihat garnbar 9. Dengan pembagian penjualan yang tepat.9. Jadi agar terjadi diskriminasi harga maka elastisitasnya harus berbeda untuk menjarnin bahwa MR-nya akan sama. atau tidak membeli sarna sekali. maka dimisalkan bahwa penjualan di pasar pertama dikurangi satu unit. O2 adalah kurva permintaan untuk pasar I dan pasar 2. 179 .

I' di mana R adalah penerimaan total si monopolis dikedua pasar tersebu R[ = R. Dengan mernbata i output dimaksudkan agar harga jualnya tetap tinggi.dimanaMRI =MR2makaPI =P2danel =e2. Ingat bahwa MRI = PI (1 lIe)danMR2=P2(1-1/e).C rx.C atau = RI (XI) + R[[eX) .C (X) I =0 =0 -d X RI [[ (X) = 2 2 d . Bagaimana pengaruh pasar monopoli terhadap kesejahteraan masyarakat ? Pada umumn dalam pasar monopoli terjadi pembatasan output yang dijual dengan harapan bahwa i monopolis dapat menentukan hargajual sertajumlah barang yang dijual. pada harga PI dan X2 pada harga P Penentuan pembagian output yang dijual di rnasing-masing pasar tergantung besarnya M di mana akan mempengaruhi hargajual di masing-masing pasar. dan keuntungan di pasar 2 adalah CP2dikalikan sedangkan keuntungan totalnya adalah penjumlahan dari keduakeuntungan tersebut. di mana output total yang dijual oleh si monopolis di pasar adalah X yan akan didistribusikan kemasing-masing pasar sebesar X. Syarat dicapainya keuntungan maksimum pasar monopoli dengan diskriminasi harg adalah EMR = MC. Keuntungandipas 1 adalah sebesar CPI dikalikan X.CI (X) atau R\ (Xl) = R\J (X) = C1 (X) atau MR. + R. + X2) Persamaan keuntungan Syarat keuntungan rnaksimum jika : -d = R [ (X) X I I d . Ingat bahwa harga jual pada pas 180 .Pada gambar tersebut. terlihat bahwa hanya ada satu kurva MC dan satu kurva AC teta ada 3 kurva MR yaitu MRI untuk pasar 1 dan M~ untuk pasar 2 serta EMR yang merupak penjumlahan MRI dan MR2. Untu diskriminasi harga lebih dari dua persyaratan pencapaian keuntungan maksirnum sarna yait EMR = MC. Secara matematis pencapaian keuntungan maksimum pacta diskriminasi harg adalah sebagai berikut: (1) R = R. = MR2 = MC Ini berarti bahwa pendapatan tambahan/marginal dipasar 1 sarna dengan pendapat marginal di pasar 2 sama dengan ongkos marginal untuk seluruh produksi. adalah ongkos total yang dikeluarkan si monopolis = R . (Xz) X =Xl+~ dan (2) c = C (X) . (XI) Rn = R.

Ada 2(dua) cara pengaturan terhadap si monopolis yang akan disajikan dalam buku ini meskipun sebenamya masih banyak aturan-aturan yang lain. Dalam hal ini ada 2 (dua) macam pajak yang mungkin dikenakan kepada simonopolis. maka pemerintah dapat menentukan harga sarna dengan AC. maka output yang dijual akan bertambah yaitu X dan P < PI. maka perIu adanya pengaturan dari pemerintah terhadap si monopolis. Tetapi terIihat bahwa si monopolis masih mendapatkan keuntungan sebesar pc AB. Ini berarti bahwa harga semakin rendah dan output bertambah serta keuntungan yang dinikmati oleh si monopolis hanya keuntungan normal saja. Dampak yang kedua terhadap kesejahteraan adalah bahwa si monopolis tidak akan menggunakan faktorfaktor produksi secara efisien. karena pada pasar persaingan sempuma MR = Me P. Pencapaian keuntungan maksimum bagi seorang monopolis tanpa penentuan harga oleh pemerintah adalah seperti pada gambar berikut. = = Dengan adanya dampak di atas. sedangkan pada pasar monopoli MR Me < P. Dalam gambar tersebut. D SAC D o Gambar .19 x Dengan mengenakan pajak dimaksudkan untuk mengurangi keuntungan yang dinikmati oleh si monopolis. yaitu : 181 . Penentuan harga jual bagi si monopolis dimaksudkan agar harganya tidak begitu tinggi dan output yang dij ual bertambah. Dan kalau pemerintah masih memandang harga terlalu tinggi dan output masih kurang. = Me. Pengaturan tersebut menyangkut penentuan hargaj ual dan pengaturan melalui perpajakan.monopoli Iebih tinggi daripada pasar persaingan sempuma.9. output yang menghasilkan keuntungan maksimum adalah XI dan harga jual PI. Sedangkan kalau pemerintah menetapkan harga jual bagi si monopolis terhadap outputnya adalah P.

ini berarti bahwa AC meningkat tetapi MC tetap (lihat gambar berikut). D ACI AC C o Gambar . x Adanya pajak "lump-sum". Ini berarti bahwa si monopolis tidak dapa mampu menggeser beban pajak karena harga dan outputnya tetap. Sehingga beban paj ditanggung sendiri yang diambilkan dari berkurangnya keuntungan.(1) Pajak Khusus (A Specific Tax) per unit output. dan hargajualnya Pj" Terlihat bahw dengan adanya pajak. secara matematis dan grafis sebagai berikut : Jika permintaan suatu barang adalah 182 .9. harga meningkat dan output berkurang. Keuntungan mula-mula adalah cp dikalikan x.20. Denga adanya paj ak ini. berup kenaikan harga jual. Penurunan kurva MR dari kurva permintaan dan letak kurva MR terhadap kurv permintaan. (2) Pajak "Lump-sum". sedangkan setelah paj keuntungan berkurang menjadi clP dikalikan x. oleh si monopoli akan dilimpahkanJdibebankan pada ongkos produksi. di mana output yang dihasilkan adalah X. Hanya keuntunganny yang berkurang. Ini berarti bahwa pada gamb berikut: Dengan meningkatnya ongkos. mungkin hanya akan dibebankan sebagai ongkos tetap ole si monopolis. lni berarti bahwa si monopoli mampu menggeserkan sebagian atau seluruh beban pajak yang harus ia tanggung. Dengan adanya pajak khusus yang besar-kecilnya tergantung output. di mana beban pajak tidak tergantung besar kecilnya output. maka pencapaian keuntungan maksimumnya adal MR = MCI. output yang diproduksi tetap demikian juga harganya.

x = ax .D AC D o x Gambar 9-21 p :.::: .::: . Dan letaknya ada di tengah-tengah antara kurva pennintaan dengan sumbu vertikal. p D p D o MR D o Gambar 9-22a Q o Gambar 9-22b Q 183 .2 bx lni berarti bahwa kalau kurva pennintaannya linear (garis lurus) maka kurva MR-nya juga linear.bx? P MR = -- dTR dX = a . (lihat gambar berikut).bx a TR :. Untuk fungsi pennintaan yang tidak linear juga berlaku ketentuan di atas.

Ini berarti bahwa para anggota setuju atas pembagian pasar terseb dengan atau tanpa menentukan harga jual masing-masing. (2) Dengan mengadakan kerjasama mereka dapat mengurangi ketidakpastian yang ad dalam artian tindakan produsen yang satu terhadap yang lain jelas jika mereka mengadak kerjasama. memungkinkan seorang produse untuk mendapatkan keuntunganjika melanggar perjanjian kerjasama tersebut dan bertind atas nama sendiri. Adanya pemindahan fungsi produsen individu kedalam asosiasi mempunyai tingk perbedaan yaitu sebagai : THE CENTRALIZED CARTEL DAN THE MARKET . Ada 3(tiga) faktor yang memungkinkan terjadinya kerjasama. OLiGOPOLI Keadaan pasar di mana ada beberapa penjual untuk suatujenis barang yang mungkin antara penjual tersebut mengadakan kerjasama atau saling mempengaruhi. Tetapi kekuatan seorang produsen dalam kartel tid proporsional. Untuk itu perlu diadakannya perbedaan dalam tingkat kerjasama tersebut ke dalam : (1) Perfect Collusion (1) Dapat meningkatkan (2) Imperfect Collusion (3) Independent Action Bentuk kerjasama yang mungkin sempurna adalah KARTEL di mana merupak organisasi resmi antar produsen dalam suatu industri yang bertujuan mengalihkan sua keputusan manajemen dan fungsi produksi individu ke dalam asosiasi pusat agar dap meningkatkan keuntungan perusahaan.SHA INGCARTEL. Produsen yang menjadi anggotadiwakili oleh pusatasosiasi dal artian bahwa dalam pengambilan keputusan yang didasarkan atas pertukaran pikiran ant anggota. Masing-masing anggota berh menjual outputnya namun harus memenuhi ketentuan perjanjiannya.9. Tetapi adanya perjanjian kerjasama antara mereka. Struktur pasar oligopoli memungkinkan diadakannya kerjasama secara diam-diam ata secara terang-terangan. output (produksi). yai keuntungan merekajika mereka mengurangi tingkat persaing antara mereka dan mereka bertindak seperti monopolis.the Centralized Cartel pengambilan keputusan yan menyangkut harga. 184 . Dan jugamungki barang yang dijual dapat dibedakan antara output yang satu dengan yang lain ataupu barangnya tidak dapat dibedakan. negoisasi dan perj anj ian. penjualan dan distribusi keuntungan di antara anggo diatur oleh pusat asosiasi. Dalam bentuk yang pertama . (3) Adanya kerjasama antar mereka menutup kemungkinan masuknya produsen baru dal industri.4. Sedangkan bentuk yang kedua-market sharing cartel hanya mengadakan perjanji dalam pembagian pasar.

Dengan demikian sering terjadi perang harga antar mereka. Keseimbangan tercapai pada titik E dan keseimbangan ini dikatakan stabil karena karena kurva reaksi produsen I lebih landai daripada kurva produsen II. dalam artian bahwa penurunan harga oleh seorang produsen akan diimbangi oleh penurunan harga produsen lain dan sebaliknya. minyak dan lainnya. keuntungan dan lainnya.Bentuk kerjasama yang tidak sempuma adalah secara diam-diam di antara produsen sejenis mengadakan kerjasama/perj anj ian dalam penentuan harga atau jumlah produksi. Sedangkan jenis oligopoli yang ketiga adalah masing-masing produsen bertindak atas nama dan kemauan sendiri dalam mengambil keputusan dalam output. tembakau. Karakteristik umum dari model duopoli yang merupakan kasus terbatas pada oligopoli karena jumlah penjualnya yang hanya ada 2 (dua) adalah bahwa adanya anggapan bahwa ada suatu pola tertentu dalam bereaksi dari pihak lawan untuk setiap periode dan dalam kenyataannya reaksi yang diharapkan tidak pemah terjadi. Perjanjian dalam penentuan harga-the price leadership arrangement . penjualan. harga. Keseimbangan dalam model Coumot ditentukan oleh perpotongan antara 2(dua) kurva reaksi (reaction curve). Ada beberapa model oligopoli yaitu : (1) Model COURNOT (1838) (2) (3) (4) (5) Model Model Model Model BERTRAND (1883) CHAMBERLIN KINKED DEMAND (1939) STACKELBERG (1952) Dalam model Cournot dianggap bahwa produsen duopolis mempunyai produk dan ongkos yang identik serta masing-masing produsen bertujuan memaksimumkan keuntungannya pada setiap peri ode tetapi mungkin keuntungan industri tidak maksimum. Gambar berikut menunjukkan kedua kurva reaksi bagi produsen I dan produsen II.biasa terjadi pada industri baja. dimana tingkat harga dalam pasar duopoli lebih rendah dari pada harga di pasar monopoli tetapi masih lebih tinggijika dibandingkan dengan harga pada persaingan sempuma. Yang dimaksud dengan kurva reaksi adalah kurva yang menunjukkan bagaimana produsen I akan menentukan besamya output sebagai reaksi atas keputusan produsen II dalam berproduksi. Dengan perkataan lain bahwa produsen dianggap tidak pemah belajar/mempertimbangkan atas pengalaman masa lalu yang mana membuat perilaku produsen sangat sederhana (naive). Pertanyaan timbul mengapa para produsen memilih posisi E ? Jawaban yang disajikan oleh Coumot adalah bahwa produsen-produsen tidak pemah mau mempertimbangkan 185 . Model Coumot mendorong tercapainya keseimbangan yang stabil karena semakin banyak produsen yang ada dalam industri semakin besar pula jumlah barang yang ditawarkan sehingga akan menurunkan harga.

Dan ini merupakan salah sa kelemahan dari model Cournot. Dan keseimbangan . Chamberlin berpendapat seandain a para produsen tidak menyadari adanya interdependensi (saling bergantung). i dikatakan stabil karena adanya pergerakan dari titik (ataupun titik-titik sepanjang garis (P P n) tersebut akan didorong kembali ke titik E. Model yang disajikan oleh BERTRAND berbeda dengan model Cournot di mana a menganggap bahwa setiap produsen mengharapkan bahwa lawannya akan menjaga har a jualnya tetap. maka indus akan mencapai keseimbangan Counrnot ataupun keseimbangan Bertrand.23.Gambar . pada anggapan bahwa pihak lawan akan menjaga harganya teta Dalam model Bertrand ini.9. Dan dalam model Bertrand anggapan di atas le realistik karen a dalam kenyataannya produsen. Dan inip merupakan salah satu kelemahan Bertrand. a n h a Model Oligopoli dari Chamberlin menyarankan bahwa keseimbangan yang stabil ak dicapai dengan menentukan harga sebagaimana yang ditentukan oleh si monopolis b seluruh produsen yang ada dalam industri.produsen selalu menjaga harga jual barangn tetap kecuali dalam masa inflasi. pengalaman masa lalunya dalarn mengarnbil keputusan. Jika para produsen mengetahui interdepende i antara mereka maka keuntungan industri akan tercapai. keseimbangan dicapai pada perpotongan antara kurva re produsen I dengan kurva reaksi produsen II yaitu pada titik E. tidak terpengaruh oleh keputusan yang diambil. = Yang perlu dicatat dalam model Bertrand ini adalah bahwa keuntungan maksim industri tidak tercapai karena dalam kenyataannya produsen bertindak sangat sederh dengan menganggap bahwa lawannya akan selalu menjaga hargajualnya tetap. setiap produs n dihadapkan pada kurva pennintaan yang sarna dan masing-masing bertujuan mendapatk keuntungan maksimum. 186 . Dalarn hal ini.

Dan Chamberlin menganggap bahwa penyelesaian secara monopoli dapat dicapai tanpa adanya kerjasama antar produsen (collusion) ini berarti bahwa produsen dianggap cukup mampu untuk mengetahui adanya saling bergantung yang mereka ketahui dari kesalahan yang pemah mereka buat dan menerima posisi terbaiknya yaitu dengan menentukan harga secara monopoii . produsen yang lain tidak akan mengikutinya sehingga si produsen itu akan menanggung rugi dalam bentuk berkurangnya jumlah barang yang diminta. 187 .9. ia mengenalkan kurva permintaan patah sebagai alat operasional untuk menentukan keseimbangan di pasar oligopoli.Kinked Demand model dikembangkan oleh SWEEZY pada tahun 1939 untuk pasar oligopoli tanpa kerjasama (non-collusive). Chamberlin menolak adanya anggapan bahwa kebebasan bertindak oleh lawan tanpa memperhatikan tindakannya. khususnya dengan adanya anggapan bahwa tidak ada produsen barn masuk ke dalam industri -> "closed model". Kurva permintaan produsen oligopoli mempunyai "patahan" yang mencerminkan pola perilaku produsen sebagai berikut: jika produsen rnenurunkan harga jual untuk outputnya.o Gambar . Model Kurva Permintaan Patah . Tetapi kalau produsen meningkatkan harga. Model Chamberlinpun ada kelemahannya.P> MC. Dalam artian bahwa tambahan jumlah barang tidak mengikuti kurva DDI tetapi mengikuti kurva KD2• Misalnya pada penurunan harga dari P menjadi PI' bukannya diikuti perubahanjumlah yang dimintamenjadi OQ2 tetapi hanya OQ]. ia mengharapkan bahwalawannya akan mengikuti menurunkan harga sehingga terjadi kenaikan jumlah barang yang diminta di pasar walaupun kenaikkanjumlah barang yang diminta bagi produsen yang menurunkan tidak seperti yang diharapkan.24.

Dan sering dikatakan bukan sebagai teori harga tetapi sekedar alat untu menunjukkan mengapa harga akan cenderung tidak berubah. Sehingga produsen yan telah mapan ini dikatakan sebagai penentu harga sedangkan produsen yang lemah menja .25. Model Stackelberg menganggap bahwa salah satu produsen duopoli sudah cuku marnpu dalarn mengenal tindakan lawannya pada anggapan model Coumot. D1 : D2 o Q MR Gambar 9. Dan jika terjadi kerjasama ataupun yang sa dinyatakan kalah maka akan tercapai keseimbangan. Model ini banyak mendapatkan kritik karena tidak menjelaskan seberapa besar/panjan patahan tersebut.Rp D p -. Ringkasannya jika terjadi perbedaan antara produsen yang telah mapan dan yang lem maka akan terjadi keseimbangan yang stabil karena produsen yang lemah akan mengiku Tetapijika keduanya merupakan produsen yang mapan maka situasi pasar akan menjadi lab karena masing-masing menginginkan bertindak sebagai pemimpin dalam menentuk harga. Situasi ini dikenal sebagai ketidak seimbangan Stackelberg (ST ACKLBERG' DISEQUILIBRIUM) dan akibatnya akan terjadi perang harga sarnpai salah satunya dinyatak kalah atau terjadi persetujuan antara mereka.----------------::~>~ : . produsen yang telah mapan ini akanmarnpu untuk menentukan kurva reaksi dari pihak law dan memasukkannya dalam fungsi ongkosnya yang selanjutnya ia akan bertindak sebagaim monopolis mencapai keuntungan maksimum yaitu MR = MC < P. 188 . Kurvapennintaanpatahjugamencerminkanadanyaketegaranharga(STICKINESSO PRICES) pada situasi perubahan ongkos. pengikut. Ini berarti ba . Dan juga merupakan manifestasi dari ketid tentuan di pasar oligopoli dalam hal harapan adanya reaksi dari pihak lawan dengan adany penurunan harga tetapi bukan pada waktu ada kenaikan harga.

KARTEL yang bertujuan pembagian pasar. Semua produsen mempunyai struktur Ada 2 (dua) macarn bentuk KARTEL harga yang ditetapkan oleh si monopolis. 189 . (2) Kesalahan dalam memperkirakan ongkos marginal karena ketidak lengkapan pengetahuan tentang kurva ongkos marginal individu pada setiap tingkat output. sehingga persyaratan yang harus dipenuhi adalah: (l)MR = LMC n Secara teori pencapaian keuntungan maksimum dengan cara monopoli mudah. (3) Kelambatan dalam proses negosiasi harga dan juga ketegaran dalam harga negosiasi tersebut. Situasi seperti ini sarna dengan pasar monopoli dengan "MULTIPLANT" dalam mencapai keuntungan rnaksimum. yaitu: bersarna (JOINT-PROFIT KARTEL yang bertujuan memaksimumkan keuntungan MAXIMIZA TION). di mana dikatakan bahwa kalau tidak tercapai kerjasama. Salah satu cara untuk menghindari ataupun mengurangi ketidak tentuan yang timbul dalam pasar oligopoli adalah dengan membentuk suatu kerjasama atau asosiasi. FELLNER (1949). tetapi dalam kenyataannya sering keuntungan industri tidak dapat tercapai secara maksimurn karen a ada beberapa faktor yang rnemungkinkan tidak tercapainya keuntungan maksimum industri yaitu : (1) Kesalahan dalam memperkirakan permintaan pasar. ( I) KARTEL atau (2) PRICE LEADERSHIP Kedua bentuk di atas telah dianalisa oleh W. Pada kartel yang bertujuan mernaksimumkan keuntungan bersama biasanya sudah terjadi kesepakatan baik secara Iangsung (terbuka) ataupun secara terselubung. rnereka bertujuan untuk rnengurangi ketidak tentuan yang timbul dalam industri.Akan tetapi kalau keduanya sarna-sarna menginginkan menjadi pengikut maka harapan mereka tidak akan terpenuhi dan selanjutnya mereka harus memperbaiki tujuannya dalarn artian harus menentukan siapa yang ingin menjadi pemimpin atau pengikut. ketergantungan mereka satu sama lain dalam ongkos yang sarna serta permintaan yang sarna. pemecahan secara monopoli dalam industri akan tercapai pada kondisi (persyaratan) yang janggal terpenuhi yaitu : a) b) c) a) b) Masing-masing produsen mengetahui Masing-masing produsen mengetahui industri.

Keuntungan maksimum yang diinginkan dalarn kartel merupakan masalah monopo . Bentuk kartel seperti ini akan lebih labil ji dibandingkan dengan kartel yang bertujuan mendapatkan keuntungan bersarna maksimu Kalau semua produsen mempunyai ongkos produksi yang sarna maka harga ak disetujui bersarna pada tingkat harga monopoli. Secara matematis. membuat keputusan untuk seluruh industriny .h' (x)b = 0 190 . Ada metoda pembagian pasar yang juga populer yaitu pembagian daerah (region) mana setiap produsen boleh menjual barangnya. Dalarn hal ini mungkin harga dan po produksinya berbeda. keadaan pencapaian keuntugan maksimum adalah sebagai berikut: R = f (X.Sedangkan pada kartel yang bertujuan pembagian pasar. untuk menjual outputnya pada suatu harga yang mere setujui.= f' (x + x ) . Ada 2 (dua) metoda dasar dalarn pembagian pasar ini yaitu : (1) Persaingan Non Harga (2) Penentuan Kuota Pada metoda pertarna ini para anggota setuju pada suatu harga umum di mana setia produsen mampu menjual pada setiap jumlah yang diminta. Keuntungan maksimum dicapaijika output industri dan hargajualnya sudah sedemikian ru sehingga ongkos marginal industri sarna dengan pendapatan marginalnya. Sedangkan metoda yang kedua dalam pembagian pasar ini adalah bahwa mereka setuj pada suatu jatah bagi setiap anggota.g (X) . + ~) . karena satu agen/badan. OPEC rnisalnya.g' (x ) = 0 dx a b a a dn d . Harga produsen yang mempuny ongkos rendah menuntut harga rendah sedangkan bagi produsen yang mempunyai ongk produksi tinggi menuntut harga tinggi.(Ca + Cb ) adalah keuntungan 1t = f eX. + Xb) = pendapatan total kartel C a = g (X. Jika para produsen mempunyai ongkos yang sarna maka pembagian pasar ak merata untuk semua anggota.ab = f' ex Xb + x ) .h (~) Keuntungan maksimum dicapai.) = ongkos total produsen A Cb = h (Xb) = ongkos total produsen B 1t = R . jika : d1t . mereka setuju dalam membentu pasar tetapi masih mempertimbangkan kebebasan yang menyangkut bentuk dan mac output yang dihasilkan oleh masing-masing produsen serta kegiatan penjualan oleh masin masing produsen.

Keuntungan setiap unit dikalikan dengan output yang dihasilkan oleh masing-masing produsen merupakan keuntungan produsen yang disumbangkan ke industri. Jatah bagi produsen A adalah xa dan jatah bagi produsen B adalah xb• Keuntungan bagi setiap produsen dapat diketahui juga keuntungan industri. Keuntungan total industri merupakan penjumlahan dari keuntungan setiap produsen individu.MR dari kartel harus sarna dengan MC dari produsen A dan MC dari produsen B. Setiap produsen individu harus berproduksi sesuai dengan jatah di mana ongkos marginal jangka pendeknya sarna dengan pendapatan marginal industri. Keuntungan maksimum dicapai pada harga P dan output yang dihasilkan adalah X. Sedangkan kurva ongkos marginal dibentuk dari ongkos marginal jangka pendek dari setiap produsen yang ada di industri. Untuk setiap output agen pusat harus meminimumkan ongkos produksi bagi industri. maka ongkos marginal bagi industri merupakan penjumlahan horisontal dari ongkos marginal jangka pendek setiap produsen yang ada dalam industri. keuntungan maksimum dicapai seperti pada garnbar berikut. Secara grafis. Tujuan ini dapat dicapai jika diadakan penjatahan bagi setiap produsen anggota sedemikian rupa sehingga ongkos marginal setiap produsen sarna dengan ongkos marginal produsen yang lain pada waktu memproduksijatah masing-masing. Sedangkan pada kartel dengan pembagian pasar. SMCA Rp SACA SMC B o MR MR Q o o Gambar . untuk penyederhanaan hanya 191 . Sedangkan keuntungan per unit output bagi setiap produsen adalah selisih harga yang ditetapkan dalarn industri dengan ongkos rata-rata setiap produsen. Q o x Q Kurva permintaan dan kurva pendapatan marginal industri adalah DD dan MR. keuntungan maksimum dicapai seperti terlihat pada gambar berikut: Dengan anggapan bahwa setiap produsen memproduksi output yang homogen serta setuju untuk membagi pasar pada setiap kemungkinan harga. Jikajatah dibagi secara tepat untuk setiap kemungkinan output industri.9.26.

Persetujuan dalam penentuan harga (price leadrship) oleh seorang produsen dal industri biasanya merupakan alat dalarn persetujuan tersebut. Setiap produsen menghadapi kurva permintaan dd untuk out-putnya mas in masing. adanya pemindahanjatah produksi dari produsen yang mempunyai MC tinggi ke produs n yang mempunyai MC rendah pada setiap produksi.27. a p . D SAC D MR o x x Gambar . Kurva pendapatan marginal yang dihadapi setiap produs n adalah MR. a s Tetapi ada beberapa faktor yang menghalangi pencapaian tindakan seperti yang dilakuk oleh si monopolis yaitu antara lain: ongkos produksi bagi setiap produsen mungkin berbe a .9.produsen yang ada dalam indus akan menghasilkan output sebesar x dengan harga sebesar p. Misalnya hanya ada d a perusahaan dalarn industri dimana outputnya tidak dapat dibedakan. Kartl dengan pembagian pasar akan menentukan harga dan output seperti pada ting di mana si monopolis akan menentukannya si monopolis marnpu mengontrol fasili produksi yang ada di industri. di m SMC = MR. Setiap produsen akan menetapkan harga sebesar p. Keuntungan bagi seti produsen adalah cp dikalikan x. Pada kartel dengan pembagian pasar tidak harus membagi pasar secara sarna dal artian bahwa produsen yang mempunyai kapasitas tinggi menerima bagian pasar yang leb besar daripada produsen yang mempunyai kapasitas rendah. dan salah satu produs n 192 . Q Keuntungan maksimum bagi seorang produsen dicapai pada produksi sebesar x. Masing-masing produsen mempunyai kurva ongkos rata-rata dan ongkos margi jangka pendek SAC dan SMC. maka kurva pennintaan yang dihadapi indus adalah DD. Secara bersama produsen .ada dua produsen dalam industri tersebut. Hal yang demikian ini kare dd terletak di tengah-tengah antara kurva permintaan pasar dengan sumbu harga.

Kurva pennintaan pasarnya adalah DO. lihat gambar berikut. jika seorang produsen menurunkan harganya. maka produsen dengan ongkos rendah menjadi penentu harga. dengan atau tanpa perbedaan output. Anggapan pertama adalah bahwa industri sudah merupakan industri yang mapan. Masalah ini terjadi dengan berbagai asumsi tertentu yang harus dipenuhi oleh industri maupun produsenprodusen yang ada dalam industri tersebut. 193 .9.mempunyai ongkos yang lebih rendah daripada yang lainnya. SMCI D d MR o Gambar . Situasi seperti di atas mempunyai banyak variasi tergantung pada ongkos komparatif antar produsen. yang lain akan mengikuti dengan harapan dapat menjaga bagiannya dalam pasar. Kurva ongkos bagi produsen yang mempunyai ongkos tinggi adalah SACI dan SMCl. Akan terjadi perbedaan dalam penentuan harga. Sedangkan yang ongkosnya rendah kurva ongkosnya adalah SAC2 dan SMC2• Kurva pendapatan marginalnya adalah MR. Produsen dengan ongkos tinggi akan memproduksi output sebesar Xl dengan harga Pl' sedangkan produsen dengan ongkos rendah akan berproduksi pda x2 dan harganya P2' Karena produsen dengan ongkos rendah dapat menjual pada harga yang lebih rendah dibandingkan dengan produsen dengan ongkos tinggi. bentuk dan posisi kurva pennintaan pasar serta jatah pasar bagi setiap produsen. Penjelasan yang sering digunakan dalam menganalisis oligopolistik dengan ketegaran harga adalah menggunakan kurva permintaan patah (lihat penjelasan di muka). Anggapan kedua. Setiap produsen menghadapi kurva pennintaan dd. jumlah produsen yang ada dalam industri.28. Karena penurunan harga dari seorang produsen tidak dapat mengharapkan yang lain kecuali mempertahankan bagian pasarnya.

produsen lain akan mengikutinya untuk menjaga bagian pasamya.pie. Kurva permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen digambarkan pada gambar berikut yaitu FDE. Karena MR = P . Produsen akan menjual output x pada harga p.Anggapan ketiga adalah bahwa jika seorang produsen rneningkatkan harga. di mana pada setiap kemungkinan harg mempunyai elastisitas yang lebih besar daripada kurva pennintaan pasar. lni berarti bahwa konsurnen akan beralih pada produse yang lain sehingga bagi produsen yang rnenaikkan harga akan berkurang bagian pasamya. produsen lain tidak akan rnengikuti sehingga produsen yang menaikkan harga akan kehilangan sebagian dari pasamya. Kurva pendapatan marginal tidak bersinambungan (discontinous) . kurv pennintaan yang dihadapi adalah DE. Dan sebaliknya jika produsen rnenaikkan harga di atas p. Kurva pennintaan patah ini mernpunyai implikasi penting pada kurva pendapatan marginal dari seorang produsen. dalarn situasi tersebu SMCI Q Gambar . Jika harga turun di bawah p. elastisitasnya akan berubah secara ruotut jika bergerak dari harga yang tinggi ke yang rendah. Kurva permintaan FDE tidak halus (smooth). ini merupakan "gap" pada titik tersebut. tetapi mempunyai patahan di mana menunjukkan harga yang mantap p. dan ini mempunyai elastisitas yang sarna untu berbagai tingkat harga dengan kurva pennintaan pasar. Jika pada kurva permintaan yang bersinambungan (continous).29. Dan MR yang putus ini dapat dikaitkan dengan elastisitas permintaan. Dengan rnenurunnya harga ini.putus pada suatu tingkat output x. produse yang lain tidak akan rnengikutinya. Kurva permintaan yang dihadapi oleh produsen yang meningkatkan harga adalah FD. kurva pendapatan 194 .9.

ada dua kemungkinan penyesuaian di dalam industri oligopolis yaitu adanya kebebasan bagi individu produsen untuk memperluas dan membangun pabriknya serta adanya kemungkinan produsen bam masuk. Biasanya kurva permintaan yang dihadapi oleh produsen akan sangat elastis dalam daerah (range) yang relevan karena banyaknya barang pengganti yang tersedia. Tetapi. Dalam pasar persaingan monopolistik ini pembetukan kurva pennintaan pasar tidak begitu memuaskan dalarn arti bahwa dengan adanya perbedaan output (product differention) akan menyebabkan perbedaan dalam penjualan oleh produsen yang satu dengan yang lain. kurva pennintaan tersebut ada "patahan"nya yaitu di D. Masalah yang berkaitan dengan kurva permintaan patah ini merupakan salah satu situasi yang mungkin terjadi pada pasar oligopolistik saja. Dan adanya promosi penjualan merupakan pemborosan bel aka. Individu produsen tidak terdorong untuk berproduksi pada ukuran pabrik yang paling efisien. 195 . sehingga MR harus mengecil/menurun dengan dratis pada output x. Selama kurva ongkos marginal memotong pada bagian putus kurva pendapatan marginal. Putusnya kurva MR mungkin mengakibatkan kebijaksanaan harga yang tegar bagi sebagian individu produsen dalam industri. Permintaan yang dihadapi oleh produsen dalam pasar persaingan monopolistik adalah berarah (slope) negatip yang berarti bahwaakan memudahkan bagi produsen untuk mengawasi perubahan harga barang yang dijual dengan perkataan lain. tidak ada rangsangan bagi produsen oligopolis untuk merubah harga maupun outputnya. kalau produsen menginginkan volume penjualan meningkat maka harga jual akan diturunkan dan sebaliknya. PERSAINGAN MONOPOLISTIK Ada beberapa penjual output dalam industri yang menjadi katrekteristik dad pasar persaingan monopolistik dan setiap output dad masing-masing penjual dapat dibedakan satu sarna lainnya.marginalnya juga akan bersinambungan. Estisitas pada tingkat output di bawah x lebih besar daripada elastisitas pada output yang lebih besar daripada x. Sehingga akan menyebabkan kenaikanJpenurunan ongkos tanpa merubah harga dan output untuk mencapai keuntungan maksimum. 9. Dalamjangka panjang.5. Ada beberapa pengamh pasar oligopolis terhadap kesejahteraan yaitu adanya keterbatasan output dan kenaikan harga di atas tingkat yang akan menghasilkan Pareto Optimal karena harga output cenderung lebih tinggi daripada ongkos marginalnya. Keuntungan maksimum akan dicapai seperti pada garnbar berikut. Analisis harga dan output dalam jangka pendek pada pasar persaingan monopolistik sangat mirip dengan keadaan pasar yang lain. Kesulitan yang lain adalah tidak ada harga tunggal (single price) untuk barang yang berbeda dalam industri.

Keuntungan maksimum dicapai pada produksi sebesar x.9. d Keseimbanganjangka pendek bukan berarti bahwa semua produsen menetapkan harg yang sarna (identical prices).30. dan kurva pendapat marginalnya adalah MR. = MR. Keuntungan maksimum dicapai pada harga p dan output x di mana MC besarnya keuntungan maksimum adalah cp dikalikan x. Kurva pennintan yang dihadapi oleh seorang produsen adalah d karena kurva permintaan ini kurang elastis maka pendapatan marginal untuk setia kemungkinan penjualan kurang dari harga barang terse but dan kurva MR terletak di baw kurva permintaan. Masing-masing produse mengharapkan keuntugan maksimum bagi dirinya. seperti pada gamb berikut. Pada keseimbangan jangka pendek diharapkan adanya harga yang mengumpu (CLUSTERED) tetapi tidak perlu sarna. di man 196 . (2) Adanya produsen barn mas uk ke industri jika industri tidak tertutup. Kurva permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen adalah dd. dengan menyamakan MC = MR masing masing. Kesarnaan harga tidak diharapkan karena setiap produse dalam industri tidak memproduksi output yang homogen. Kurva ongkos rata-rata bagi seorang produsen dan juga kurva ongkos marginalny adalah SAC dan SMC.Rp SMC p C d o x Gambar . Kurva ongkos rata rata dan ongkos marginal dalarnjangka panjang adalah LAC dan LMC. Persyaratan keuntungan maksimum sarna dalarn jangka pendek yaitu LMC = MR Dalarn keadaan seperti ini individu produsen mencari penyesuaian terhadap ukuran pabrikny agar tercapai keuntungan maksimum bagi dirinya dalarn jangka panj ang. Dalam jangka panjang akan terjadi beberapa penyesuaian yaitu: (l) Produsen akan membangun pabrik sesuai dengan keinginannya.

Keseimbangan jangka panjang bagi produsen ini menutup kemungkinan masuknya produsen barn karena produsen tersebut memproduksi outputnya pada SMC = LMC = MR dan pada saat itu SAC LAC. Karena SAC menyinggung LAC pada output x tersebut maka SMC = LMC = MR. Sebagaimana dalarn pasar yang lainnya akan menimbulkan adanya klasifikasi industri ke dalam industri dengan ongkos meningkat (increasing cost). Adanya pasar persaingan monopolistik akan mengurangi kesejahteraan melalui : (l) Keterbatasan output dan peningkatan harga (2) Ketidakefisienan dalarn kapasitas pabrik.31.LMC = MR. Karena pada pasar persaingan sempuma harga jual (P) sarna dengan MC (Marginal Cost) yang juga mencerminkan efisiensi perusahaan. Untuk memproduksi output sebesar x tadi produsen harus membangun pabrik di mana kurva SAC menyinggung kurva LAC pada output tersebut. Ini berarti bahwa jumlah output yang dijual relatip sedikit jika dibandingkan dengan pasar persaingan sempurna. 197 . Hargajual untuk output tersebut adalah p. Keuntungan maksimum pada output x adalah cp dikalikan x. SMC LMC p C d MR o x Gambar .9. = Seandainya kemungkinan masuknya produsen barn ada maka akan menyebabkan perubahan ongkos bagi produsen yang ada. Sehingga kalau di pasar persaingan monopolistik harga jual (P) lebih tinggi daripada Me akan mencerrninkan ketidakefisienan. industri dengan ongkos tetap (constant cost) dan industri dengan ongkos menurun (decreasing cost). de miki an juga dalarn harga relatip lebih tinggijika dibandingkan dengan harga di pasar persaingan sempuma.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->