jurnal ilmu kesuburan tanah

Jan 1, '08 3:14 AM for everyone

METODE DAN TEKNIK PENGAMBILAN CONTOH TANAH DAN TANAMAN DALAM MENGEVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH
Oleh: Agustinus Jacob DAS/ A236010041 e-mail: Agustinus_Jacob@jahoo.com
I. PENDAHULUAN Dalam bidang pertanian, tanah memiliki arti yang lebih khusus dan penting sebagai media tumbuh tanaman darat. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa bahan organik dari organisme (vegetasi atau hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu di dalam tanah terdapat pula udara dan air yang berasal dari hujan yang ditahan oleh tanah sehingga tidak meresap ke tempat lain. Dalam proses pembentukan tanah, selain campuran bahan mineral dan bahan organik terbentuk pula lapisan-lapisan tanah yang disebut horizon. Dengan demikian tanah (dalam arti pertanian) dapat didefenisikan sebagai kumpulan benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara, dan merupakan media tumbuhnya tanaman. Secara umum tanah dapat dipelajari dengan pendekatan pedologi dan pendekatanedaphologi. Ilmu yang mempelajari proses-proses pembentukan tanah beserta faktor-faktor pembentuknya, klasifikasi tanah, survai tanah, dan cara-cara pengamatan tanah di lapang disebut “Pedologi”. Dalam hal ini tanah dipandang sebagai suatu benda alam yang dinamis dan tidak secara khusus dihubungkan dengan pertumbuhan tanaman. Walaupun demikian penemuan-penemuan dalam bidang pedologi akan sangat bermanfaat pula dalam bidang pertanian maupun non pertanian misalnya pembuatan bangunan (teknik sipil). Apabila tanah dipelajari dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman disebut “edaphologi”. Dalam edaphologi yang dipelajari adalah sifat-sifat tanah dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, serta usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah (fisik, kimia dan biologi), bagi pertumbuhan tanaman seperti pemupukan pengapuran dan lain-lain. Meningkatnya pengetahuan manusia tentang tanah, maka Ilmu Tanah menjadi Ilmu yang sangat luas, sehingga untuk dapat mempelajarinya dengan baik perlu pengelompokkan lebih lanjut kedalam bidang-bidang Ilmu Tanah yang lebih khusus seperti Fisika Tanah, Kimia tanah, Kesuburan tanah, Mikrobiologi Tanah,

cepat. dll. fosfor. fungi dan Algae). Kadar unsur hara tanah yang diperoleh dari data analisis tanah bila dibandingkan dengankebutuhan unsur hara bagi masing-masing jenis tanaman. interaksi mikroorganisme tanah dengan tanaman (simbiosa) dan polusi tanah. kimia dan biologi tanah) untuk pertumbuhan tanaman.1. Cu.. struktur. 2. Genesis dan Klasifikasi Tanah. (4) Percobaan pot di rumah kaca. kemasaman dapat dipertukarkan (Al dan H). hara mikro (Fe. Prinsip yang harus diperhatikan dalam uji tanah ialah bahwa metode analisa tanah tersebut (1) harus dapat mengekstraksi bentuk unsur hara yang tersedia saja. METODE EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH Kandungan unsur hara di dalam tanah sebagai gambaran status kesuburan tanah dapat dinilai dengan beberapa metode pendekatan yaitu : (1) Analisa contoh tanah. Mineralogi Tanah. reaksi tanah (pH). II. kadar air tanah. pemupukan dan usaha-usaha lain dalam memperbaiki sifat-sifat tanah (sifat fisik. bahan organik. dll). Analisa tanah dilaboratorium dilakukan terhadap variabel-variabel kimia dan fisik tanah : pH. (2) Mengamati gejala-gejala (symptom) pertumbuhan tanaman. flora dan fauna tanah (khususnya mikroorganisme penting : bakteri. Nitrogen. kapasitas tukar kation. B. (3) Analisa contoh tanaman. maka dapat diketahui apakah status/kadar unsur hara dalam tanah tersebut sangat rendah (kurang). kapasitas tukar kation tanah (KTK). Survai Tanah dan Evaluasi Lahan. mudah dilaksanakan dan memiliki ketepatan dan ketelitian tinggi.Pengawetan Tanah dan Air. kalsium. secara tepat. magnesium (hara makro). Mo. sesuai kriteria tertentu (Tabel 1). Kesuburan Tanah mempelajari hubungan unsur-unsur hara dalam tanah dengan pertumbuhan tanaman. dan (5) Percobaan lapangan. Geografi Tanah. tekstur tanah dan sebagainya. cukupataukah tinggi. Sifat fisik tanah yang terpenting adalah : solum. sedang. . Tulisan ini lebih menyoroti aspek Kesuburan Tanah dan bagaimana cara mengevaluasi status kesuburan tanah untuk tujuan pengembangan dan peningkatan produksi tanaman pertanian. Sedangkan sifat biologi tanah meliputi : bahan organik tanah. (3) hasil analisis harus dapat direproduksi. tekstur. dan lain-lain. kejenuhan basa (KB). drainase dan porisitas tanah. Analisis Contoh Tanah Analisis tanah dilakukan terhadap contoh tanah yang diambil di lapangan dengan metode tertentu sesuai tujuan yang diharapkan. Jadi sifatnya selektif artinya tidak mengekstraksi bentuk yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Dengan demikian larutan kimia yang dibuat harus didasarkan pada pengetahuan yang baik tentang bentukbentuk kimia dari unsur hara di dalam tanah dan tentang sifat akar tanaman dan mekaniusme pelarutan bentuk-bentuk kimia oleh akar tanaman. rendah. (2) metode analisa yang dipakai dilaboratorium harus sederhana. Zn. kalium. Sifat kimia tanah meliputi : kadar unsur hara tanah.

2. (2) memberi peringatan kepada petani tentang bahaya-bahaya yang mungkin akan terjadi pada pertanamannya. dan (4) memberikan perkiraan produksi akibat pemakaian dosis pupuk tersebut sehingga memungkinkan dilakukannya evaluasi ekonomi. (5) membantu pemerintah dalam menyusun kebijaksanaan antara lain dalam hal pengadaan dan penyebaran pupuk. Tanpa uji kalibrasi maka angka-angka uji tanah tidak berarti sama sekali. dan infrastruktur. 2. yaitu dari yang sangat respons terhadap unsur tersebut sampai yang tidak respons. (2) Contoh tanah sebaiknya diambil dari daerah yang diketahui respons tanamannya. Sedangkan uji kalibrasi dimaksudkan untuk mendapatkan hubungan antara selang kadar suatu unsur hara atau nilai kritisnya dengan respons tanaman di lapangan terhadap unsur tersebut. Hasil uji tanah ini dipakai untuk: (1) menentukan jumlah hara yang tersedia bagi tanaman. baik bahaya defisiensi ataupun keracunan. Analisis Contoh Tanaman Kekurangan unsur hara di dalam tanah dapat juga diketahui dari analisis jaringan tanaman. Tentang uji kalibrasi. hal yang perlu diingat ialah bahwa pengujian harus dilakukan terhadap tiap jenis tanaman. Analisis tanaman umumnya dilakukan terhadap bagian-bagian tertentu saja ataupun seluruh bagian tanaman. Misalnya kekurangan unsur hara besi (Fe) akan menyebabkan chlorosis. dan sebagainya. dengan teknik bercocok tanam yang sama.3.2.Oleh karena itu uji kimia tanah perlu dikorelasikan dengan serapan hara oleh tanaman melalui percobaan rumah kaca (uji korelasi) dan percobaan lapangan (uji kalibrasi). tiap tanah dan tiap tipe iklim. kekurangan hara nitrogen (N) menyebabkan tanaman kerdil. Dengan demikian memberikan nilai agronomik bagi angka uji tanah tersebut. Mengamati Symptom Pertumbuhan Tanaman Kekurangan unsur hara di dalam tanah dapat memperlihatkan gejala-gejala pertumbuhan tertentu pada tanaman. Interpretasi keadaan kesuburan tanah akan lebih baik apabila kedua cara ini . maka dapat ditempuh dengan cara : mengkorelasikan hasil uji tanah dengan serapan hara ataupun dengan Avalue yaitu suatu teknik radioisotop dari Fried dan Dean (1952). Apabila hal ini sulit dilakukan. perencanaan wilayah. (3) menjadi dasar penetapan dosis pupuk. Dalam studi korelasi yang perlu diperhatikan ialah : (1) Bekerja dengan contoh-contoh tanah yang memiliki selang kadar unsur hara yang diteliti tersebut cukup lebar. Uji korelasi dimaksudkan untuk mendapatkan metode yang tepat untuk suatu unsur dan tanaman tertentu. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip bahwa konsentrasi suatu unsur hara di dalam tanaman merupakan hasil interaksi dari semua faktor yang mempengaruhi penyerapan unsur tersebut dari dalam tanah.

sering tidak diketahui. padahal nyatanya hara tidak kurang. atau bagaimana unsur hara diserap tetapi tidak efektif untuk pertumbuhan tanaman. Pada uji kalibrasi dicari hubungan antara selang ataupun nilai kritis dari unsur tersebut dalam tanaman dengan produksi tanaman. Analisis tanaman telah menjadi alat yang efektif dan menyakinkan dalam mengidentifikasi kekurangan hara pada tanaman. disajikan pada Tabel 2. (4) Untuk mempelajari bagaimana hara dapat diserap tanaman. dan sama dalam varietas/galur. Sebagai gambaran mengenai kandungan unsur hara tanaman yang merupakan batas antara defisiensi dan kecukupan. penambahan hara (pupuk) tertentu menyebabkan berkurangnya sejumlah hara lainnya di dalam tanah dan menyebabkan penyerapan unsur hara tersebut oleh tanaman menjadi rendah dan produksinya juga menurun. Teknik ini banyak dipakai pada perkebunan tebu di Hawaii dengan istilah Crop logging(Clements. Teknik analisis tanaman lebih umum dipakai untuk tanaman umur panjang dibandingkan tanaman semusim. Penjelasan bagaimana interaksi tersebut. Jika unsur hara (pupuk) ditambahkan kedalam tanah untuk memperbaiki kekurangan hara.(analisis tanah dan tanaman) digabungkan. Analisis jaringan tanaman mampu melihat kekurangan hara. (2) Untuk mengidentifikasi masalah yang terselubung. (5) Untuk mengetahui interaksi atau antagonisme diantara unsur hara. disinilah perlunya mengetahui bagaimana hara dapat diserap setelah ditahan oleh tanah. Tujuan umum dari analisis tanaman adalah : (1) Untuk mengdiagnosa atau memperkuat diagnosa gejala kekurangan unsur hara tertentu yang tampak pada pertumbuhan tanaman di lapangan. Tidak jarang ditemui. walaupun gejala yang ditunjukkan tidak cukup kuat. (6) Sebagai alat bantu pemahaman fungsi hara dalam tanaman. dan dapat . 1980). Analisis tanaman digunakan dalam menunjukkan mobilitas unsur dalam tanaman dan bagian tanaman. atau pemberian yang kurang menguntungkan. Seperti halnya dengan uji tanah. seringkali tidak banyak diketahui bagaimana sebenarnya unsur hara masuk/diserap ke dalam tanaman. (3) Untuk mengetahui kekurangan hara sedini mungkin. Analisis seluruh bagian tanaman atau bagian-bagian tertentu secara periodik dalam satu musim. Analisis tanaman dapat mengidentifikasi keadaan tersebut (masalah terselubung). di bawah kondisi lingkungan tertentu menunjukkan perbedaan yang besar diantara tanaman. Uji korelasi disini bertujuan untuk mencari hubungan yang paling baik dari kadar suatu unsur dalam bagian-bagian tanaman tertentu atau seluruhnya dan pada umur-umur tertentu dengan produksi tanaman. Dengan perkataan lain. maka pada analisis tanamanpun pemilihan metode analisis dilakukan melalui uji-uji korelasi dan kalibrasi. Tersedianya data analisis tanaman mempercepat kita untuk mengetahui masalah tersebut didalam pemberian hara makro dan mikro. Data analisis tanaman dihubungkan dengan data analisis tanah dan genesa tanah akan sangat membantu mempercepat penanganan masalah kekurangan hara di dalam tanah. jika ada respons tidak ada hara yang diserap. tetapi produksi rendah. Beberapa gejala kekurangan hara tidak menunjukkan gejala yang spesifik dalam tanaman atau vigor tanaman tetap baik.

mengetahui dimana terdapatnya kebutuhan terbesar beberapa hara dalam proses metabolisme. 2. (6) Kalkulasi/perhitungan data analisis. sebagai berikut : a. Kadang-kadang analisis tanaman dibutuhkan dalam uji tanah.07%). METODE PENDEKATAN SAMPLING Pada umumnya permasalahan dalam Kesuburan Tanah dapat disusun bersadarkan tahapan atau langkah-langkah yang dilaksanakan dalam program analisis tanah dan analisis tanaman. (3) Penetapan Metode Analisis.5. Dari pertumbuhan atau produksi tanaman yang diperoleh dapat dideteksi kekurangan dan kebutuhan akan unsur hara dari tanah dan tanaman tersebut. (5) Kegiatan Analisis : menimbang. dalam mengidentifikasi kasus masalah khusus. Percobaan Pot di Rumah Kaca Percobaan pot di rumah kaca dengan menggunakan tanaman sebagai indikator (Biological test) dapat pula memberi gambaran mengenai status unsur hara di dalam tanah. . Selanjutnya setiap pot diberikan perlakuan pupuk menurut jenis dan jumlah unsur hara yang diteliti (sebagian tanpa pupuk/kontrol). Pengambilan contoh (sampling) untuk Analisis Tanah . 2. melarutkan. Hasil analisis tanaman memang Mg-nya rendah (0. (2) Dengan memperhitungkan keragaman yang ada. (7) Interpretasi dan rekomendasi penggunaan data analisis. Percobaan Lapangan Percobaan pertumbuhan dan produksi tanaman (biological test) di lapangan dengan menggunakan berbagai jenis dan jumlah pupuk tertentu dapat diketahui kekurangan unsur hara yang perlu ditambahkan ke dalam tanah dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman dalam mencapai tingkat produksi tertentu. Program analisis tanah dan tanaman selalui melalui tahapan kegiatan sebagai berikut :(1) Pengambilan contoh . (2) Persiapan contoh. range pH ini tidak terlalu rendah untuk tanaman jagung. tetapi juga kadar Mn sangat tinggi (1000 mg/kg) sedangkan lainnya terlihat normal. Informasi yang diperlukan dalam program analisis tersebut di atas dapat dirumuskan dalam butir-butir pernyataan. mereaksikan. (4) Persiapan bahan dan alat. Misalnya tanaman jagung pada tanah sangat masam diduga kekurangan Mg (daunnya kering pucat dan nekrosis).7 sampai 5. Sebagai pembantu dalam mengidentifikasi masalah.4. dengan memperhitungkan pula faktor biaya dan tenaga.Tanaman (1) Bagaimana bentuk dan pola keragaman atau variabilitas (baik horizontal maupun vertikal) dalam nilai uji tanah pada keadaan lapangan. III. Padahal pH tanahnya hanya berkisar dari 4. prosedur pengambilan contoh yang bagaimana yang dapat memberikan estimasi praktis yang terbaik mengenai ketersediaan unsur hara. Pendekatan yang dilakukan disini adalah : contoh-contoh tanah diambil dari daerah yang akan diteliti kemudian dengan berat tertentu dimasukkan kedalam pot dan ditanamai dengan tanaman tertentu pula.0. dan pengukuran hasil reaksi.

(3) Bagian tanaman yang mana yang harus diambil sebagai contoh dan pada fase pertumbuhan mana pengambilan contoh tersebut harus dibakukan untuk berbagai jenis/tipe tanaman. Bagaimana pula mendapatkan “sub sample” yang representatif. studi rumah kaca dan studi lapangan. Tujuan akhir dari program penelitian kesuburan tanah sesungguhnya adalah untuk memberikan rekomendasi pemupukan yang juga menyangkut aspek ekonomi sedemikian rupa sehingga petani mendapatkan keuntungan yang maksimal dari penggunaan pupuk atau kapur. Untuk proses kalibrasi yang lebih penting adalah memperoleh informasi yang sedikit dari lokasi yang banyak daripada yang banyak (mendalam) dari lokasi yang sedikit. b.Tanaman (1) Uji tanah dan tanaman yang bagaimana yang perlu dimasukkan dalam program analisa tanah dan tanaman. (4) Bagaimana hubungan antara produksi tanaman di lapangan dengan nilai uji tanah dan nilai analisis tanaman. (2) Apakah metode yang ada merupakan yang terbaik dalam menilai (assessing) ketersediaan unsur hara tertentu dalam tanah. (4) Berapa banyak tanaman yang harus diambil sebagai contoh dan bagaimana polanya. misalnya pengaruh berbagai tingkat pengeringan contoh terhadap nilai uji. penanganan contoh sebelum dianalisis (samples preparation) perlu diperhitungkan pula. (5) Apakah metode analisa tanah dan tanaman yang diteliti tersebut dapat diadopsi untuk analisa rutin. (3) Waktu pemakaian pupuk/kapur (kapan sebaiknya pemupukan dilakukan). Disamping hal tersebut di atas. Sedangkan Uji Kalibrasi adalah untuk meneliti hubungan nilai uji tanah dan tanaman dilapangan. dan lain sebagainya. Oleh karena itu desain percobaan harus sesederhana mungkin. Rekomendasi (1) Bahan apa yang harus dipakai untuk koreksi keracunan atau adanya defisiensi unsur hara tertentu pada suatu tanaman tertentu. Metode Analisa Tanah . Oleh karena itu bentuk fungsi produksi atau respons (surface respons curve) tanaman pada kondisi tertentu perlu dipelajari. Beberapa pendekatan umum yang biasa dilakukan dalam penanganan program penelitian Kesuburan Tanah yaitu melalui “ road survey”. (2) Metode aplikasi pupuk/kapur yang bagaimana yang paling efisien. adanya kontaminasi. (3) Atau diperlukan metode yang baru. Untuk memilih metode uji tanah terbaik untuk berbagai jenis tanah dilakukan Studi Korelasi. Demikian . (4) Dosis atau takaran pupuk yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara dalam mencapai suatu tingkat produksi tertentu. dan bila ya apakah sudah cukup informasi yang tersedia tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan unsur hara yang dimaksud. c.

lain Dengan mengetahui variabilitas ini. Kriteria Penilaian Sifat Kimia Tanah (Staf Pusat Penelitian Tanah.pula konsep “Law of the minimum” dan “Law oflimiting factors” perlu diperhatikan. jenis tanah. (2) Organisme. Untuk itu haruslah diketahui sifat dan sumber-sumber keragaman. Hal ini dapat didekati secara statistika tetapi tidak sesederhana itu. dll. Contoh yang tidak representatif selalu berakibat merugikan apakah petani ataupun masyarakat luas. bukan parsial. Pengambilan Contoh Tanah Pengambilan contoh untuk analisis laboratorium. Walaupun kenyataan di lapangan ditemukan ada salah faktor yang lebih dominan pengaruhnya dibandingkan dengan faktor pembentukan tanah lainnya. (3) Bahan Induk. maka persoalannya menjadi lebih sulit. karena sebaran data tidak selalu normal. Teknologi pengelolaan tanah-tanaman lainnya yang diterapkan petani Lain. sesungguhnya tidak semudah yang dibayangkan orang.1980) yaitu (1) Iklim. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pembentukan tanah tetapi hanya ada 5 faktor yang dianggap paling penting (Buol at al. Bahaya kontaminasi biasanya berasal dari tempat atau alat pengambilan contoh dan lain-lain. (4) Topografi . Dalam proses pembentukan tanah pengaruh kelima faktor tersebut bersifat simultan.1. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena pemahaman ekstrim bahwa setiap jengkal tanah memiliki sifat yang berbeda. dan (2) jumlah contoh yang terlalu sedikit untuk daerah yang variabilitas kesuburannya tinggi.TANAMAN 4. dan (5) Waktu. yang disebabkan oleh keragaman kesuburan tanah. 1983) _________________________________________________________________________ . TEKNIK PENGAMBILAN CONTOH TANAH . Dengan cara ini diperlukan contoh yang banyak sehingga sering dinilai tidak praktis. Tabel 1. Makin besar variabilitas tanah (bentuk lahan.) makin banyak contoh/lokasi pengamatan yang dibuat. dapat ditentukan teknik pengambilan contoh yang lebih representatif. IV. Dengan demikian contoh tanah yang diambil di lapangan haruslah representatif artinya contoh tanah tersebut harus dapat mewakili suatu areal atau luasan tertentu. Oleh sebab itu keragaman lapangan dapat didekati cukup melalui : • • • • • • Penilaian lapangan secara khusus Pengetahuan yang baik tentang tanah Sistem bercocok tanam yang diterapkan petani Program-program pemupukan yang berlaku di daerah itu.. Menghadapi contoh yang tidak representatif. Penyebab utama dari contoh yang tidak representatif ialah: (1) kontaminasi. Dengan demikian pengambilan contoh tanah harus mempertimbangkan sifat-sifat tanah dan faktor-faktor pembentukannya.

5 20 . Jakarta. .00 0.21-0.0 > 8.6.25 26 .40 17 .60 >1.60 41 .7 1.5 0.4-1.0 0.10 <5 < 10 < 10 < 10 1.75 > 25 > 60 > 35 > 60 > 60 > 40 K2O HCl 25% (mg/100g) < 10 KTK (me/100g) Susunan Kation : K (me/100g) Na (me/100g) Mg (me/100g) Ca (me/100g) Kejenuhan Basa (%) Aluminium (%) < 0.Sifat Tanah Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi _________________________________________________________________________ C -Organik (%) Nitrogen (%) C/N P2O5 HCl (mg/100g) P2O5 Bray-1 (ppm) P2O5 Olsen (ppm) < 1.00 < 0.20 0. Penerbit Akademika Pressindo. Hal.6-8.00-2. 1995.1-8.20 51 .00 0.0 >1. S.2 0.15 21 .2 < 20 < 10 <5 0.5.10 10 .35 46 .00 > 0.10 36 .6-1.60 26 .45 21 .16 2.1 < 0.25 10 .0 2.40 > 5.0 > 20 > 70 > 60 ______________________________________________________________________________ Sangat masam Masam Agak masam Netral Agak alkalis Alkalis ______________________________________________________________________________ pH H2O < 4.50 11 .20 5 .4 < 0.1 < 0.30 0.0 6 .00 0.01-3.5 ______________________________________________________________________________ Sumber : Hardjowigeno.8-1.70 31 .0 2 .15 10 .40 16 .5 7.25 41 .24 3.5 6. Ilmu Tanah.5 5.5 4. 126.01-5.51-0.1-2 .0 11 .10-0.3 0.6-7.1-0.75 16 .50 21 .5 > 8.4-0.1-0.3-0.6. Edisi Revisi.20 10 .35 10 .60 25 .5 .20 5 .

1. 4. Analisis contoh tanah bertujuan untuk (1) menentukan sifat fisik dan kimia tanah (status unsur hara tanah). Pentingnya Pengambilan Contoh Tanah Pengambilan contoh tanah merupakan tahap awal dan terpenting dalam program uji tanah di laboratorium. ___________________________________________________________________ Unsur Hara Tebu Padi Jagung Kedelai ____________________________________________________________________ N P K Ca Mg S Cu Fe Mn Mo Zn Si (%) (%) (%) (%) (%) (%) (ppm) (ppm) (ppm) (ppm) (ppm) (%) 1. Keadaan tanah saat pengambilan contoh tanah sebaiknya pada kondisi kapasitas lapang (keadaan kelembaban tanah sedang yaitu keadaan tanah kira-kira .0 21 - ____________________________________________________________ 4.4 6 70 10 5 3.90 0.10 1. 1976).10 0.25 10 5 15 0.15 0.1.10 0. (3) sebagai dasar penetapan dosis pupuk.1 15 4.25 1.01 3. efisien.05 2.tanaman. Kapan Pengambilan Contoh Tanah Dilakukan Contoh tanah dapat diambil setiap saat. dan langsung dilakukan analisis di laboratorium.15 0.Tabel 2.2 0.0 0.26 1.25 0.0 0. dan rasional (4) Memperoleh data base untuk program perencanaan dan pengelolaan tanah . (2) mengetahui lebih dini adanya unsur-unsur beracun di dalam tanah.2. dan kapur sehingga lebih efektif.1.36 0.01 1 5 ±10 10 2.71 0.5 0. Batas antara Kecukupan dan Defisiensi Unsur Hara Berdasarkan Data Analisis Tanaman (Sanchez.26 21 10 51 1.40 0.5 0.

1. Bagaimana Cara Pengambilan contoh Tanah Contoh tanah yang diambil dapat berbentuk contoh tanah terganggu (disturb soil samples) dan contoh tanah utuh atau tidak terganggu (undisturb soil samples). Untuk tanah yang digunakan secara intensif untuk budidaya pertanian. sedangkan contoh tanah terganggu diperlukan untuk analisis sifat kimia tanah dan sifat fisik tanah lainnya (tekstur. Areal yang akan diambil contohnya diamati lebih dahulu keadaan topografi. iklim (climosequence). Untuk keperluan evaluasi status kesuburan tanah. kadar air tanah/pF). 4. bahan organik. Pengambilan contoh tanah terkait erat dengan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan perencanaan pengelolaan tanah-tanaman. Pengambilan Contoh dari Profil Tujuan pengambilan contoh jenis ini ialah: untuk mempelajari proses-proses kimia dalam hubungan dengan genesis tanah. warna. dan dilakukan deskripsi sifat-sifat fisik : solum. mengumpulkan sifat tanah untuk tujuan klasifikasi tanah. pertumbuhan tanaman. sekop. bahan induk (lithosequence). Pengambilan contoh tanah utuh (undisturb soil samples) harus menggunakan “ring samples”. porisitas dan permeabilitas tanah). input (pupuk. Dari pengamatan ini. Dalam pengambilan contoh tanah profil (setelah dibatasi horizonnya.4. sedang-kan contoh tanah terganggu dapat diambil dengan menggunakan alat cangkul. 4. Suatu contoh komposit harus mewakili suatu bentuk/unit lahan yang akan dikembangkan atau digunakan untuk tujuan pertanian. Sebelum pengambilan contoh tanah.1. 4. tekstur. Satu contoh komposit terdiri dari campuran 15 contoh tanah individu (sub samples). karena ada keteraturan tertentu menurut topografi (toposequence). Dalam menentukan lokasi profil tanah perlu berpedoman pada faktor-faktor pembentuk tanah. Frekuensi Pengambilan Contoh Tanah Secara umum contoh tanah diambil sekali dalam 4 tahun untuk sistem pertanaman di lapangan. sebaiknya contoh yang diambil merupakan contoh komposit yaitu contoh tanah campuran dari contoh-contoh tanah individu (sub samples). . contoh tanah diambil paling sedikit sekali dalam setahun. kapur.1. Satu contoh komposit mewakili suatu hamparan lahan yang homogen (10 . warna tanah. serta untuk menilai potensi kesesuaian lahan. contoh tanah disarankan diambil setiap 5 tahun sekali.3. struktur. atau auger (bor tanah). Contoh tanah utuh biasanya diperlukan untuk analisis sifat fisik tanah (bobot isi. penggunaan tanah.4. vegetasi (biosequence) dan umur (chronosequence). dsb.).cukup untuk dilakukan pengolahan tanah). tekstur. dan rencana pertanaman yang akan ditanam kemudian.1. Pada tanah-tanah dengan nilai uji tanah tinggi. perlu diperhatikan keseragaman areal/hamparan. dapat ditentukan satu hamparan yang sama (homogen/mendekati sama) untuk titik sampling. Berikut ini hanya dikemukakan cara pengambilan contoh profil dan contoh kesuburan (komposit) disuatu kebun atau areal yang akan dipakai secara umum.15 Ha). Untuk lahan miring dan bergelombang satu contoh komposit dapat mewakili tidak kurang dari 5 hektar.

dll. dll. Permukaan tanah yang akan diambil contohnya harus bersih dari rumputrumputan. atau 0-20 cm dan 20-40 cm. Tiap contoh yang dibawa ke laboratorium. bibir teras. sisa tanaman. Interpretasi hasil analisis tanaman tidak akan lebih baik tanpa pengambilan contoh. Unit terkecil yang diwakili oleh satu contoh komposit ditentukan oleh : (a) luas areal. dan lain-lain. ember. porisitas. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan contoh antara lain : • Jangan mengambil contoh tanah dari galengan. kapur. bahan organik. Untuk . atau bekas penggembalaan ternak. Kantong plastik yang digunakan sebaiknya masih baru. buku catatan. Jika contoh tidak representatif maka seluruh analisis yang diteliti dan biaya yang mahal akan percuma. dan (2) metode acak. Alat-alat yang digunakan dalam pengambilan contoh harus bersih dari kotoran dan tidak berkarat. bekas penimbunan pupuk. kemudian diambil contoh komposit.tingkat perkembangan tanah. atau zig zag). Alat-alat yang diperlukan : Soil sampler (yang dapat mengambil contoh sama banyak secara vertikal). tanah tererosi sekitar rumah dan jalan. Tiap contoh komposit dapat terdiri dari 10 . karena hasil yang diperoleh tidak absah. Cara pengambilan contoh komposit ialah dengan (1) metode sistematik (sistem diagonal. selokan. pisau. bekas pembakaran sampah/sisa tanaman/jerami. Tiap lapisan diambil kira-kira 1 kg contoh. kesalahan dari fase-fase kegiatan tersebut akan menyebabkan kesalahan interpretasi dan rekomendasi.30 cores (anak contoh) dan dimasukkan kedalam ember plastik misalnya.4.1. Pertama-tama kita gambar blok-blok sesuai dengan luas areal. belum pernah dipakai untuk keperluan lain. kantong plastik. label. (2) sumber-sumber variabilitas yang ada (faktor-faktor pembentuk tanah.). pacul. Pengambilan Contoh Tanaman Pertimbangan untuk mengambil contoh tanaman lebih kurang sama dengan pengambilan contoh tanah.).2. Pengambilan contoh Komposit Contoh komposit ini biasanya diambil dari lapisan 0-20 cm. Contoh ini diaduk merata kemudian dengan sistem quartering diambil ± 1 kg untuk dianalisis di laboratorium. land use. yang diperkirakan dapat mempengaruhi sifat tanah. • • 4. peta/denah lokasi pengambil contoh. keadaan tanaman waktu itu. Jangan lupa memberi label yang berisi catatan lokasi dan sejarah penggunaan tanah (kalau ada). keadaan pertumbuhan tanaman.2. dan batu-batuan atau kerikil. bahan organik segar/serasah. produksi. 4. penanangan contoh dan analisis contoh tersebut dengan baik. merupakan contoh komposit dari sejumlah anak contoh (cores). penggunaan tanahnya. tekstur. rencana penanaman untuk musim berikut. haruslah dimulai dari horizon/lapisan yang paling bawah kemudian baru ke lapisan di atasnya.

Zn.30 . rusak oleh hama atau penyakit. Contoh yang terkontaminasi dengan tanah. Perhatikan bagian tanaman yang akan diambil dengan sifat unsur yang diteliti (mobil versus immobil). khususnya jenis tanaman tertentu merupakan masalah yang rumit dan dibutuhkan pengetahuan yang ahli dan komprehensif mengenai aspek anatomi. Mn. 1985) telah meringkaskan teknik pengambilan contoh tanaman untuk analisis jaringan seperti pada Tabel 3. Mo. umur fisiologis dan bagian morfologis tanaman. letak/bagian daun tertentu. Tabel 3. dari jenis tanah yang berbeda. atau 2. terutama contoh yang terkontaminasi kapur.mendapatkan sample tanaman yang representatif. (5) Tidak disarankan mengambil contoh tanaman. atau tanaman yang sudah mati. dan faktor lingkungan lainnya yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Kenworthy (1964).00 PM. ataupun bulan. Konsentrasi hara sangat bervariasi dengan jenis tanaman. Al. sangat mengganggu penetapan Fe. Menjelang keluar Seluruh bagian atas tanaman Seluruh daun terbuka 15 . Jumlah tanaman contoh yang diambil merupakan tanaman yang berada pada kondisi umum/rata-rata. Chapman (1964) dan Jones et al (1971) dalam (Leiwakabessy dan Koswara. ketika tanaman dalam keadaan stress air atau suhu. Pemotongan contoh harus cukup tinggi dari tanah. fisiologi tanaman. contoh yang kotor sebaiknya dibersihkan dengan melap atau menggunakan tisu. Perlu diingat bahwa K akan hilang banyak kalau dicuci dengan air (karena kotor). (3) Pengambilan contoh tanaman umumnya menjelang masa reproduksi/ generatif. (4) Tidak disarankan mengambil contoh yang kotor (debu atau tanah). (2) Contoh tanaman diambil berrdasarkan umur tertentu. dan komposisinya sangat beragam dari waktu ke waktu dalam hari. Juga Ca dan Mg . Tanaman muda (< 30 cm). Walau bagaimanapun pengambilan contoh yang terbaik adalah bila hubungan konsentrasi hara dengan produksi/pertumbuhan mempunyai korelasi yang paling besar. suhu dan radiasi). Cu. Prosedur Pengambilan Sample Tanaman di Lapangan ______________________________________________________________ Tingkat Pertumbuhan Sample bagian tanaman Jumlah sample dari tanaman --------------------------------------------------------------------------------------------------Jagung : 1.25 20 .00 AM atau 05. B. pengambilan paling baik adalah pada cuaca terang (angin. Beberapa teknik operasional yang perlu diperhatikan dalam pengambilan contoh tanaman adalah : (1) Contoh diambil dan dikelompokan menurut bagian-bagian tanaman sesuai rencana. Sebaiknya contoh diambil pada jam 08. Dengan demikian pengambilan contoh tanaman harus memperhatikan : tempat. pada sifat-sifat tanah yang homogen.

30 . atau 2.20 Daun ketiga sampa ke enam dari kuncup 20 . Menjelang berbuah Seluruh bagian atas tanaman Empat daun teratas 50 . Tanaman muda (< 30 cm). atau 3. Daun muda : daun-daun 20 . Menjelang atau saat awal berbunga dibawah gelungan Seluruh daun tongkol (dibawah atau diatasnya) 15 .30 Pengambilan setelah mulai terbentuk polong tidak disarankan Serealia (termasuk padi) : 1.25 10 .25 Daun kedua/keempat dari kuncup 20 .bunga jantan. Tanaman muda (< 30 cm).30 Pengambilan setelah berbuah tidak disarankan Kentang : Menjelang atau saat bunga pertama Kol/Kubis : Menjelang berbuah Daun dewasa pertama dari bongkol Tomat (Lapang) : Menjelang atau saat bunga pertama Tomat (rumah kaca): Menjelang atau saat 1.100 20 . Pada saat keluar rambut jagung Kacang-kacangan : 1.30 20 .25 Seluruh bagian atas tanaman Dua/tiga daun terbuka lebar dari puncak tanaman 20 . atau 2.

pembentukan buah ke-2 dan ke-3 dekat pucuk 2.30 .25 Daun kedua dari puncak tanaman 15 .50 15 .12 Daun batang pusat yang dewasa 20 . Tanaman tua : daun-daun ke-4 sampai ke-6 dari pucuk 20 .20 8 . _________________________________________________________________ Tingkat Pertumbuhan Sample bagian tanaman Jumlah sample dari tanaman -------------------------------------------------------------------------------------------------Umbi-umbian : Menjelang berumbi atau pembesaran umbi Tembakau : Sebelum berbunga Daun teratas yang terbuka penuh Sorgum : Menjelang atau saat berbuah Tebu : Diatas umur 4 bulan Daun yang terbuka ketiga atau ke-4 dari puncak Kacang tanah : Menjelang atau sampai saat berbunga Daun-daun dewasa pada masing-masing batang utama dan tiap cotyledon cabang-cabang lateral 40 .25 -----------------------------------------------------------------------------------------------------Lanjutan Tabel 3.

40 2. Prentice Hall Inc. semangka): Pertumbuhan awal sebelum terbentuk buah Jeruk limau : Pertengahan musim Daun-daun dewasa batang utama 20 . 1980. and J. Soil genesis and Classification. An Introduction to Soils and Plant Growth. F. American Society of Agronomy. and R. J. Buol. H. Limited London. C. 1977.Wisconsin. Hole. W.30 __________________________________________________________________ DAFTAR PUSTAKA Black. 25 : 439 . Sugarcane Crop Logging and Crop Control: Principles and Practices. Donahue. Shickluna.30 Daun-daun termuda (bukan pucuk) pada batang utama 30 . The Iowa State University Press Ames. Madison. Amer. D. Soil Sci. New Jersey. Sebelum keluar bunga jantan Seluruh daun dewasa dibawah gelungan Seluruh daun tongkol 20 20 . S. Pitman Publ. A.Kapas : Menjelang atau pada bunga pertama atau saat pemecahan pertama Sweet corn : 1.442. Clements. . 1961.. C.30 Daun-daun dewasa yang tumbuh terakhir pada musim tsb. R. Part 1. The Pitman International Series of Applied Biology. Soils. Second edition. R. Methods of Soil Analysis. Miller. F. dan pada daerah yang belum berbahaya 20 . Soc. McCracken. 1980. R. Fourth Edition. L. A Quarter Century in Soil Fertility Reseach and A Glimpse into The Future. W.. Prof. Saat keluar bunga jantan 30 Melon (Ketimun. 1965. Bradfield.

.J. CRC Press LLC.271. Inc. B. Sanchez. Boca Raton Boston London New York Washington.Fried. 1952. Dean. M. Leiwakabessy. John Wiley and Sons. A concept Concerning The Measurement of Available Soil Nutrients.net/3_sem1_012/a_jacob. New York. Plant Nutrition Manual. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB. sumber : http://tumoutou. F. Koswara. 1985. Analisis dan Interpretasi Data Kesuburan Tanah. P. Soil Sci.htm . Jr. Jones. 73 : 263 . and L. 1998. Metode dan Teknik Pengumpulan. Properties and Management of Soils in The Tropics. 1976. M. A. dan O.