Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata

1

Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata
Buku Praktis Bahasa Indonesia 1 Kata

Sumber: Pusat Bahasa

[1]

Kata Baku dan Tidak Baku
Baku aerobik akuntan arkais baut ekstrem geladi hierarki insaf jadwal karier khawatir khotbah kompleks kongres korps kurva Tidak Baku erobik akountan arkhais baud ekstrim gladi hjrarki insyaf jadual karir kuatir khutbah komplek konggres korp kurve

manajemen managemen metode misi nakhoda prangko stasiun sutera syahdu metoda missi nakoda perangko setasiun sutra sahdu

tata bahasa tatabahasa teknik terampil trotoar ubah tehnik trampil trotoir rubah

Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata

2
wakaf wasalam wujud wakap wassalam ujud

Penulisan Kata yang Benar
Benar Amir, S.H. Angkatan IV antarnegara daripada KBRI kuitansi saya pun saptakrida semifinal si pengirim subsistem tunasosial ultramodern uang 500-an Salah Amir SH. (sarjana hukum) Angkatan Ke-IV antar negara dari pada K.B.R.I kwitansi sayapun sapta krida semi final sipengirim sub sistem tuna sosial ultra modern uang 500an

300 barel (tong) 300 barrel 5g 10 km 6l 5 gr 10 Km. 6 Lt.

Kata Bahasa Indonesia
1. adikara: (1) (yang) berkuasa; (2) dengan kekuasaan (secara diktator); (3) diktator; (4) kekuasaan, kewibawaan 2. adikodrat: yang melebihi atau di luar kodrat alam 3. ajangkarya: berkunjung atau perkunjungan ke suatu tempat sambil menjalankan tugas (biasanya dilakukan oleh pejabat pemerintahan) 4. awa: unsur terikat untuk menyatakan hilang; misalnya awahama, mengawahamakan, membersihkan diri dari hama penyakit 5. ayom, mengayomi : melindungi; pengayoman; perlindungan, lindungan 6. bagur: (1) lekas menjadi besar (gemuk) dan tinggi; (2) besar dan tingginya luar biasa 7. bahang: hawa panas (karena nyala api atau dari panas tubuh) 8. bernas: (1) berisi penuh (tentang susu, butir padi, bisul, dsb.); misalnya bernas susunya; bisulnya telah bernas; hampir memecah; (2) akan banyak hasilnya (tentang tanaman padi, dsb.); misalnya tanaman padi yang bernas; (3) banyak isinya (tentang perkataan, pidato, dsb.); misalnya ceramah yang bernas dan bermutu tinggi 9. bonsai: tumbuhan atau perdu yang tumbuh menjadi sangat kerdil, yang diperoleh dengan mananamnya dalam pot melalui cara tertentu

Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 10. cabar: (1) tawar hati; hilang keberanian; takut; penakut; mencabarkan (hati); ketawaran hati; ketakutan; (2) kurang ingat-ingat; kurang hemat; lalai 11. cagar: (1) barang dsb. yang dipakai sebagai tanggungan utang; barang yang digadaikan; (2) panjar; mencagarkan; memberikan barang dsb. untuk tanggungan utang; menggadaikan; misalnya mencagarkan sawah 12. cangkang: (1) kulit telur; (2) rumah siput atau kerang 13. dedah, mendedahkan: membuka (kain dsb.); menyingkap; memajankan, terdedah; terbuka; tersingkap terpajan 14. ejawantah, mengejawantahkan: penjelmaan; pernyataan; manifestasi; perwujudan atau materialisasi dari suatu posisi, kondisi, situasi, semangat, pendirian, sikap, kekuatan, kekuasaan, dsb.; misalnya politik nonblok RI terjelma dari kecintaannya terhadap kemerdekaan dan sebagai pengejawantahan dari kekuatan Indonesia; demonstasi pelajar dan mahasiswa itu merupakan pengejawantahan sikap angkatan muda yang menentang tindakan sewenang-wenang dari pihak penguasa 15. fatwa: (1) jawab (keputusan) yang diberikan oleh ahli hukum Islam, ter-utama oleh mufti tentang suatu masalah; (2) nasihat orang alim; pel-ajaran (nasihat) baik; berfatwa: memberikan petuah, manasihatkan 16. langgam: (1) cara; ragam; model; gaya; misalnya langgam baju Jawa; langgam bahasanya mendekati cerita baru; gaya bahasanya; (2) adat kebiasaan; misalnya negeri yang sama langgamnya; (3) irama lagu (nyanyian); misalnya mana yang kausukai, langgam atau keroncong 17. lir: seperti; misalnya lir sari, yang seperti bunga (perempuan yang elok) 18. 19. 20. 21. 22. 23. niskala: (1) tidak berwujud; tidak berbenda; (2) mujarad; abstrak pakar: (orang) ahli; )orang) pandai-pandai ranah: domain senarai: daftar, misalnya senarai nama pengarang telingkah, bertelingkah: (1) tidak bersatu hati; berselisih' bercekcok; (2) tidak dapat dipersatukan warakawuri: Wanita yang menjanda karena kematian suami

3

Pemakaian Bentuk Kata yang Tepat
Imbuhan pada sebuah verba memberikan makna tertentu pada verba itu. Oleh sebab itu, pemakaiannya pun harus dilakukan secara cermat. Berikut ini beberapa contoh pemakaian imbuhan, dalam hal ini akhiran, yang perlu diperhatikan. (1) Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman. Akhiran –kan pada kata diberikan seharusnya tidak muncul. Kalimat itu seharusnya berbunyi: Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman, atau Semoga kekuatan iman diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Bandingkan dengan kalimat-kalimat berikut. (2) Saliman memberi adiknya buku baru. (3) Adiknya diberi (Saliman) buku baru. (4) Saliman memberikan buku baru kepada adiknya. (5) Buku baru diberikan (Saliman) kepada adiknya. Perhatikan pula penggunaan akhiran –kan pada contoh berikut. (6) Gubernur menugaskan walikota untuk menyelesaikan masalah itu. Bentuk menugaskan tidak tepat digunakan dalam kalimat di atas. Bentuk yang seharusnya digunakan ialah menugasi sehingga kalimat perbaikannya menjadi seperti berikut. (6a) Gubernur menugasi walikota untuk menyelesaikan masalah itu. Agar lebih jelas perhatikan kalimat-kalimat berikut. (7) Ia menugaskan penyusunan buku itu kepada saya. (8) Penyusunan buku itu ditugaskan kepada saya.

decent suitable natural superextraordinary prime ultrasuperior. Kata langganan bukanlah verba. yang untuk perbandingan dipasangkan dengan padanan bahasa Inggris. (2b) Saya ingin berlangganan majalah itu. tetapi peringkat. Kata langganan dapat digunakan seperti dalam kalimat (3) Uang langganan dapat dibayarkan sebulan sekali. Kalimat itu perlu diubah menjadi: (1a) Di kelasnya dia menduduki peringkat kedua Kata langganan sering digunakan dalam kalimat seperti berikut. Nuansa Makna dalam Kata Dalam membuat kalimat. Dalam bahasa Inggris kata ranking sesungguhnya berarti 'pemeringkatan'. melainkan nomina. Kalimat (2) itu dapat diperbaiki menjadi (a) ataupun (b). Berikut ini adalah senarai kata yang bernuansa makna. Indonesia laik. Pemeringkatan adalah proses menyusun urutan berdasarkan tolok ukur tertentu. (2) Saya ingin langganan majalah itu. selayaknya kita memperhatikan adanya kata-kata yang mengandung makna yang hampir sama. (2a) Saya ingin melanggani majalah itu. Pengertian ini tidak tepat. (1) Di kelasnya dia menduduki ranking kedua. diperlukan kecermatan dalam memilih kata (diksi). fair. Kedudukan dalam urutan itu disebut peringkat atau rank.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata (9) Ia menugasi saya (untuk) menyusun buku. layak pantas patut sesuai wajar adiistimewa prima ultraunggul utama abadi amerta worthy proper fitting. excellent prominent perpetual immortal Inggris . terutama jika kita menulis. Dalam kalimat (1) di atas kita seharusnya tidak menggunakan kata ranking. Kata ranking disini diartikan 'peringkat'. dapat disimpulkan bahwa menugaskan berarti 'menjadikan tugas'. 4 Kata Ranking dan Langganan Kata ranking sering digunakan pada kalimat seperti berikut. Dari contoh-contoh di atas. Verbanya adalah melanggani atau berlangganan. Untuk kecermatan pemilihan kata. sedangkan menugasi berarti 'memberi tugas kepada'. (Kata rank yang sepadan dengan peringkat tidak kita serap).

kosong luang lowong. theorem regulation norm accessory apparatus appliance implement. orde hukum kaidah dalil aturan norma patokan. vakum lompong kosong blanko. to scale planning plan schedule program agenda design vacuum void empty blank free vacant. lowongan nihil durable evarlasting eternal permanent constant to jump to hop to slope to climb. aksesori aparat. radas peranti perkakas.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 5 awet baka kekal magun. thesis. alat perabot perlengkapan instrumen gawai sarana legislation order law rule proposition. acara rancangan. melandai mendaki perencanaan rencana jadwal program agenda. tool utensil equipment instrument device means . permanen tetap melompat meloncat menanjak. desain hampa. nought undang-undang dasar constitution undang-undang tata. vacancy nil.

'Pak. kekaburan. Kata berdalih merupakan sinonim berkilah. (6) Retno mendapatkan tasnya telah terbuka dan dompet berisi uang serta surat-surat penting telah lenyap dari sana. Berikut ini contoh pemakaiannya. panggilan.' kilahnya. Berdalih artinya 'mencari-cari alasan untuk membenarkan perbuatan'. Berkilah artinya 'mencari-cari alasan untuk membantah pendapat orang'. Selain itu. pemakaiannya pun mungkin tidak akan tepat. Demikian juga dalam contoh (3). kakaknya. (1) Kemarin Tuti dibelikan baju baru oleh Doni. Hal itu terlihat dalam wacana berikut. "Terima kasih. Berikut ini contoh pemakaiannya. Jika kita membuka Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI). dan sebagainya).. "Pasti engkaulah yang mengambil dompetku. (7) .Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 6 prasarana suku acang infrastructure part 'gadget' Makna Kata Kilah dan Tukas Jika sebuah kata tidak dipahami maknanya. 'Saya tidak dapat belajar. dan salah tafsir. Arti kata tukas yang benar. (2) Dalam pertandingan semalam penampilannya begitu buruk sehingga dia mengalami kekalahan telak. (4) Ucok ingin menjual sepedanya untuk membayar utang. Dengan pikiran kalut dia menengok ke kiri ke kanan dan melihat orang yang rasa-rasanya selalu mengikutinya." "Tidak perlu lagi.. Hal itu akan menimbulkan keganjilan. ada pula kata tukas yang berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti 'mengulangi lagi' (permintaan. Rumah saya terlalu bising." kilahnya kepada Doni. seperti tercantum dalam KUBI. Perhatikan contoh berikut. Kali ini tampaknya persiapannya kurang. Berikut ini akan dibahas kata kilah dan tukas yang sering dipakai secara tidak tepat. kebisingan di rumah dijadikan kurangnya persiapan untuk menutupi kekurangan lain yang sebenarnya. Kata kilah disamakan dengan kata kata atau ujar sehingga berkilah dianggap sama dengan berkata atau berujar dan kilahnya dianggap sama dengan katanya atau ujarnya. Dengan senang hati dia menerimanya." tukas pak Amir. Berikut ini contoh pemakaiannya. Kata tukas sering diartikan 'menjawab atau menanggapi perkataan orang dengan cepat' seperti contoh berikut (5) Edi bertanya kepada Pak Amir. Kepada ibunya dia berdalih bahwa sepedanya itu sudah tidak baik lagi jalannya. (3) Banyak soal ujian yang tidak dapat dikerjakannya. jawaban. adalah 'menuduh tidak dengan alasan yang cukup'. Jadi pemakaiannya seperti pada wacana (1) tidaklah tepat. Dalam contoh (2) suhu udara dijadikan alasan kekalahan untuk menolak adanya pendapat yang lain. Atas kekalahannya itu dia berkilah bahwa suhu udara sangat rendah sehingga gerakan tubuhnya terhambat. apakah persoalan ini perlu dibicarakan dengan Pak Hasan atau . akan kita temukan kata kilah dengan makna 'tipu daya' atau 'dalih'. "tukasnya kepada orang itu. Kata tukas juga sering digunakan dengan pengertian keliru.

(1) Didi diperingatkan oleh gurunya agar tidak berisik. memedulikan."jawab adiknya. Dia mengacuhkan saja peringatan itu dan terus bercakap dengan temannya. Kata lain yang menjadi sinonim mengacuhkan adalah menghiraukan. Sebetulnya kata itu bukanlah kata yang baru sebab sudah lama tercatat dalam KUBI. menyajikan film. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia kita tidak menemukan kata hijrah dengan makna 'nama tarikh Islam'. mengindahkan'. berpindah ke Madinah)' dan (2)'mengungsi dan berpindah'. tetapi yang kita temukan makna (1) 'pemutusan pertalian Nabi Muhammad saw.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata "Jangan berhujan-hujan. Hal itu seharusnya dapat dihindari jika para pengemudi mau mengacuhkan rambu-rambu yang ada. Dengan adanya kata itu. "kata Titi lagi. sedangkan wacana (2) memuat pemakaiannya yang tepat. menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI). meninggalkan Mekah. apalagi jika diingat bahwa tanda-tanda yang melambangkan intonasi yang dimaksud tidak tersedia. dengan suku bangsa di Mekah (Nabi Muhammad saw. 7 Makna Kata Acuh dan Tayang Kata acuh. mempersembahkan film. . Wacana (1) berikut ini memuat pemakaian kata mengacuhkan yang tidak tepat. Nanti ibu marah. akhiran yang digunakan umumnya akhiran –i. Kata acuh lebih sering muncul dalam bentuk tidak acuh. Keuntungan lain. "Tidak peduli. Kata Masih. berkaitan. Maliki yang berarti 'pengikut atau mazhab yang didasarkan atas Imam Malik'. Jika kata dasarnya berupa nomina yang tergolong maskulin (muzakkar). Menayangkan artinya (1) 'membawa sesuatu di telapak tangan' dan (2) 'mempersembahkan (dalam arti mempertunjukkan film dan sebagainya)'. "tukas adiknya. Dalam beberapa bahasa daerah pun ada kata tayang. dan mengindahkan. " kata Titi kepada adiknya. Dalam percakapan tidak resmi. maknanya sama dengan tidak peduli dan tidak tahu. Di dalam bahasa Arab cara yang digunakan untuk membentuk adjektiva yang bermakna 'berhubungan. di samping memutar film. acuh tak acuh. masing-masing menjadi Masihi (Masehi) yang berarti (1) 'yang mengikuti Isa Almasih' dan (2)'perhitungan tanggal yang berdasarkan kelahiran Almasih'. misalnya dalam bahasa Alas di Daerah Istimewa Aceh dengan arti 'melemparkan benda dengan sekuat kuatnya sehingga benda itu melayang-layang'. bertalian dengan kata dasarnya. memperhatikan. Demikian pula kata peduli dan tahu. Malik. menayangkan. dan tidak mengacuhkan. berarti 'peduli. Dalam bahasa tulis pemakaian seperti ini hendaknya dihindari. Akhir-akhir ini dipakai kata tayang. "Nanti kau dihukum. Iraqi yang berarti 'orang yang berbangsa Irak'. dan Iraq. jika diberi akhiran yang menyatakan nisbah. Makna Kata Hijrah dan Hijriah Kata hijrah yang digunakan dalam kalimat seperti Tahun Baru Hijrah jatuh pada tanggal 14 Agustus 1988 dan Tahun 1408 Hijrah akan kita tinggalkan. (2) Di tikungan itu sering terjadi kecelakaan. kita dapat mengatakan menayangkan salindia (slide) dan ini lebih tepat daripada memutar salindia. "Tidak peduli. Tampaklah di sini adanya perkaitan arti. kita dapat juga mengatakan menayangkan film. adalah dengan menambahkan akhiran –iy (ya nisbah) dan –iyah pada nomina. tidaklah tepat. jika diucapkan dengan intonasi tertentu. pemakaian kata acuh dengan nada tertentu seringkali justru sama maknanya dengan tidak acuh.

sekilas • sekejap • sejurus sebentar. khilaf dan imsak menjadi Muhammadi(y)ah yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw. tertegun *sekilas. Perhatikanlah contoh-contoh berikut. Kata hijrah. sekilas. Jadi.' Berdasarkan uraian di atas. Mengapa demikian? Bagaimana cara membedakan pemakaian kata-kata itu? . 8 Pemakaian Kata Sebentar. imsakiah 'yang berkaitan dengan imsak. dan sejurus. Tanda asteris (*) menunjukkan pemakaian kata yang tidak berterima. sekilas • sekejap • sejurus sebentar sejenak (2) Ia memandangku sepintas sekilas sekejap sejurus sebentar sejenak (3) Bacalah sepintas halaman tujuh belas ini. menjadi hijriah. kalimat contoh di atas seharusnya Tahun baru Hijriah jatuh pada tanggal 14 Agustus 1988 Masehi dan Tahun 1408 Hijriah akan kita tinggalkan. berhenti sejenak. Muhammad.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Kata dasar feminin (muannas) dijadikan adjektiva dengan pengimbuhan akhiran –iah. sebentar • sejenak (5) a) *sepintas ya! • sekilas • sekejap sejurus sebentar sejenak b) sepintas saja. Sejenak. Sepintas.. sekilas sekejap sejurus sebentar! • sejenak! c) Coba ke sini *sepintas! • sekilas! • sekejap! • sejurus! Contoh-contoh di atas memperlihatkan bahwa keenam kata itu tidak selalu dapat dipakai pada setiap bentukan kalimat. sekejap. yaitu menggambarkan waktu yang amat singkat atau amat pendek. sebentar sejenak (1) Coba perhatikan sepintas lukisan itu. khilafiah 'yang berkaitan dengan khilaf (perbedaan pendapat)'. sejenak.. terlihat bahwa kata-kata itu berbeda pemakaiannya. Islamiah 'yang berhubungan dengan agama Islam'. dari Mekah ke Madinah tidak tepat. yakni nama tarikh Islam yang didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. yang dibentuk dari kata dasar maskulin. dan Sejurus Keenam kata ini. sebentar. Bentuk yang tepat untuk itu adalah hijriah. Misalnya. dapat kita simpulkan bahwa penggunaan kata hijrah yang mengacu ke penanggalan yang didasarkan pada berpindahnya Nabi Muhammad saw. Akan tetapi. jika diamati lebih teliti. Islam. terdapat pula kata bentukan dengan akhiran –iah. memiliki makna yang hampir sama. sejurus. Di samping itu. fitrah menjadi fitriah 'yang berkaitan dengan fitrah. • sekejap. (4) Budi berpikir *sepintas. Sekilas. sepintas. misalnya. Sekejap.

misalnya ragam tulis atau ragam lisan. apalagi dalam ragam lisan atau ragam tak resmi. dan menyaksikan) atau verba yang berkaitan dengan aktivitas tubuh (berhenti. Sejenak Kata sejanak lebih luas kemungkinan perangkaiannya daripada kata sekejap. seperti terlihat pada contoh (8) berikut ini. misalnya bangun kalimat deklaratif (kalimat berita) atau bangun kalimat imperatif (kalimat perintah). pikirkan. kata sebentar kecil kemungkinannya dapat diganti dengan kata sejenak. memandang. sekejap dan sekilas. dan diam). d) Bacalah sejenak cerpen ini. tertegun. lihat contoh (5).Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Sekurang-kurangnya ada empat cara yang dapat digunakan untuk melihat perbedaan pemakaian keenam kata itu. cenderung hanya dapat didampingkan dengan verba yang berkaitan dengan indera penglihatan. dan sepintas. dan verba komunikasi (berbicara).. Akan tetapi. d) Saya mendengar siaran berita sepintas (lalu). bacalah. 1. lihat contoh (7) yang menggambarkan suasana tenang. Oleh karena itu. dengan mengamati makna semantis kata-kata itu. b) Orang tua itu menghilang dalam sekejap mata. kata sebentar memiliki peluang paling besar dalam pemakaiannya. sekilas. yaitu 1. dan tampak. renungkan pandanglah (7) Coba amatilah sejenak/sebentar . b) Ia terlibat dalam percakapan sepintas. Dalam bangun kalimat imperatif. pandanglah. (6) a) Bergembiralah sejenak bersama kelompok lawak itu. verba kesadaran (merenung).. dengarkan. terasa janggal jika kata sejenak dirangkaikan dengan verba yang membayangkan kata ketergesaan atau "usaha yang keras". b) Nikmatilah sejenak sajian musik itu. nikmatilah. 1. Seperti memandang. tanpa ketegangan."pikirnya sepintas lalu. ragam resmi atau ragam tak resmi. misalnya. kata sepintas tampak janggal digunakan jika didampingkan dengan verba kesadaran dan verba yang berkaitan dengan indera pendengaran. serta verba yang berkaitan dengan indera pendengaran. ternyata kala sebentar dan sejenak hadir dalam contoh 1-4. Sepintas Kata sepintas tampaknya dapat didampingkan dengan verba yang berkaitan dengan indera penglihatan (memandang). 4. dengan mengamati jenis-jenis bangun kalimat yang menggunakan setiap kata di antara keenam kata itu. lihat contoh (6) atau verba seperti renungkan. 3.. c) Duduklah sejenak sambil menikmati hidangan sekadarnya. kata sejenak dapat dirangkaikan dengan verba seperti bergembiralah. dengan mengamati jenis verba (kata kerja) yang didampingkan dengan setiap kata di antara keenam kata itu. a) "Mungkin saja hal itu terjadi. dudukalah. Perhatikan contoh berikut. misalnya verba yang menyatakan tindakan yang dilakukan mata (melihat. a) *Dengarkanlah nyanyian itu sepintas! 9 . c) Sepintas (lalu) saya pernah melihat tontonan sulap itu. dengan mengamati ragam bahasa yang menggunakan kata itu. Sebentar dan Sejenak Dari contoh-contoh yang disajikan di atas. melihat. Tuliskan Selesaikan (8) Bersihkan sebentar Bantulah *sejenak Ajarilah Bekarjalah Sekejap dan Sekilas Kedua kata ini. c) Sekilas tampak bayangan wajahnya. amatilah. (9) a) Orang itu memandang sekejap/sekilas. dengarkan pikirkan Akan tetapi. di antara kedua kata itu. misalnya. 2. ketaktergesaan atau ketaktegangan. Kata sejenak menggambarkan ketenangan.

Penggunaan kata kini mengandalkan adanya kesinambungan antara yang terjadi pada waktu lampau dan yang terjadi pada saat ihwalnya dibicarakan. (14) tiga jam kemudian dua menit satu detik lagi lamanya 1. antara yang terjadi dulu dan yang terjadi pada saat ini. kata kini tidak dapat digunakan. katanya setelah berpikir sejurus. Dia diam sejurus. tetapi pemunculannya hanya mungkin pada bangun kalimat deklaratif. a) sebentar/sejurus kemudian b) sebentar/sejurus lagi c) sejurus lamanya. 1. 10 Jika ditinjau lebih jauh lagi. Kata Sekarang dan Kini Kata sekarang dan kini kelihatannya persis sama maknanya sehingga seolah-olah keduanya dapat selalu saling menggantikan.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata b) *Pikirkanlah masalah itu sepintas! Kejanggalan itu timbul karena. Bandingkankah ukuran waktu yang tentu pada contoh (14) dan ukuran waktu yang taktentu pada contoh (15) berikut ini. (5) Kini Batam sudah siap menerima arus wisatawan (6) Kini tiada lagi orang yang berpakaian seragam seperti itu. *Ia berlari sejurus. yang selama ini dikenal sebagai peragawati.. Peristiwa lampau yang terkena kaitan itu dapat saja hanya secara implisit tersingkap dari konteksnya. kini mencoba nasib sebagai perancang baju. Akan tertapi. amatilah) dalam bangun kalimat imperatif misalnya: 1. Meskipun penggunaan kata kini selalu mengait ke peristiwa yang terjadi pada masa lampau. (1) Karena dulu para petani di daerah itu berpindah-pindah. kemungkinan pemunculan kata kini lebih terbatas daripada sekarang. a) Dipandangnya aku sejurus. Kuukur ketulusan ucapan gadis itu sejurus. jika diamati secara lebih cermat. Oleh karena itu. ini/sekarang banyak pendapat lahan yang rusak. a) Bacalah halaman 17 itu sepintas! b) Amatilah lukisan itu sepintas! Sejurus Pemakaian kata sejurus terbatas perangkaiannya dengan jenis verba tertentu yang tidak menggunakan gerakan badan.. Makannya terhenti sejurus.". peristiwa lampau itu sendiri tidak selalu harus disebutkan secara eksplisit. kata sejurus berjangka waktu yang pendek. (4) Ia pernah belajar antropologi di luar negeri dan kini bekerja di kantor swasta. Kata kini mengandung nuansa yang lebih khusus. kata sepintas sangat mungkin didampingkan dengan verba yang menyangkut indera penglihatan (bacalah. *Ia makan sejurus. kata sepintas itu bermakna 'sepenggal' atau 'sepotong'. b) c) d) e) f) g) ". (Tanda asteris (*) menunjukkan pemakaian yang tidak berterima). (7) Sekarang/*Kini atau besok penggenangan waduk itu dilakukan? . secara semantis. sebagaimana yang terdapat pada contoh berikut. Pemakaian kata kini pada contoh yang berikut tidak berterima. Perhatikan contoh berikut. seperti terutama pada contoh berikut. Amatilah contoh berikut. (2) Yang dulu dipandang remeh kini disegani banyak orang (3) Ia. Tanpa dikaitkan dengan waktu lampau.

Yang disampaikan oleh fraksi dalam sidang DPR itu sebenarnya bukan pemandangan umum. mandor. bahwa suatu fraksi telah mendapat giliran dalam menyampaikan pemandangan umunnya. (12) Jika keadaan memaksa. . Bandingkan pemakaiannya sebagai atribut (yang tidak berterima) pada contoh (9) dan penggunaannya sebagai kata keterangan waktu (yang diterima) pada contoh (10) di bawah ini. 11 Makna Kata Pemandangan Umum dan Pandangan Umum Sehubungan dengan liputan atau laporan kegiatan sidang DPR yang tengah membahas persoalan tertentu. (11) Istrinya. Dalam konteks itu. Dengan demikian. misalnya. yang disampaikan oleh fraksi di DPR itu bukanlah 'cara atau proses memandang. Jabatan merupakan jenis pekerjaan yang berhubungan dengan struktur suatu organisasi. (1) Acara sidang DPR hari ini masih berupa pemandangan umum terhadap Rencana Undang-Undang Pendidikan. Kata kini tidak digunakan sebagai atribut untuk menerangkan nomina. kita sering mendengar atau membaca. melainkan 'hasil yang diperoleh dari cara atau proses memandang'. Masih ada satu perbedaan lagi antara sekarang dan kini. Dalam pengertian itu. pembantu rumah tangga tidak termasuk profesi. Namun. merupakan jabatan. kepala bidang. (Kata pemandangan dapat juga bersinonim dengan panorama). Berikut ini dicontohkan pemakaian pemandangan umum dan pandangan umum yang benar. (13) Sekarang/*kini ini juga pemugaran gedung itu hendaknya dimulai. Pekerjaan pengemudi. *pemuda kini. misalnya.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata (8) A: Kapan daerah itu dikosongkan? (9) B: Sekarang. (10) Gurunya yang sekarang/*kini lebih pandai menyampaikan bahan pelajaran. rangkaian seperti ini pada umumnya tidak berterima: "zaman kini. misalnya. Yang dimaksudkan dengan pekerjaan disini ialah jenis perbuatan atau kegiatan untuk memperoleh imbalan atau upah. dan jabatan rangkap. melainkan pandangan umum. pekerjaan dapat juga disebut mata pencarian atau pokok penghidupan. Jenis pekerjaan yang menuntut pendidikan dan keahlian khusus disebut profesi. guru. Bentuk pemandangan mengandung makna 'cara atau proses memandang sesuatu' dan hasilnya disebut pandangan. Direktur. antara lain./*Kini. yang sekarang/kini menjadi dokter. akan bertugas di Puskesmas Pandeglang. sekarang/*kinilah kita benahi tata kerja kita. Dengan ciri makna yang demikian. (2) Pandangan umum terhadap Rencana Undang-Undang Pendidikan telah disampaikan oleh semua fraksi. Profesi. Perhatikanlah contoh berikut. Yang dapat digolongkan ke dalam kategori itu. jabatan struktural. Makna Kata Pekerjaan. masa kini. pengacara. dan sekretaris. secara khusus kita mengenal pula jenis pekerjaan yang lazim disebut profesi dan jabatan. Akan tetapi. ialah pekerjaan seorang dokter. dikenal pula istilah seperti jabatan fungsional. dan Jabatan Apa saja yang dikerjakan atau dilakukan seseorang merupakan pekerjaan. dan peneliti. ada rangkaian dengan nomina tertentu yang membolehkan penggunaan sebagai atribut meskipun jumlahnya terbatas.

Pada kalimat itu. Para pemberontak bersedia berunding dengan pemerintah. Perampok itu pergi dengan barang-barang rampasannya. 1. Pohon itu ditebang dengan gergaji mesin. Yang ketiga. Dengan surat itu mereka melaporkan kejadian sebenarnya. 1. Perhatikan contoh berikut. Berikut ini contohnya. Selain itu. 1. 1. 1. 1. Berikut ini adalah contohnya. Yang pertama adalah makna 'kealatan'. Makna itu terdapat pada ujaran yang menyatakan adanya alat yang digunakan untuk melakukan sesuatu. Orang tuanya sekampung dengan orang tua kami.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 12 Penggunaan Kata Dengan Kata dengan digunakan untuk menandai beberapa makna. Yang keempat adalah makna 'kecaraan' yang terdapat pada ujaran yang menyatakan cara peristiwa terjadi atau cara tindakan dilakukan. Mereka tidak setuju dengan usul itu. Contoh yang lain ialah 1. 1. Peserta pertemuan itu pulang dengan kenangan manis. 1. Kemarin saya bertemu dengan teman lamaku. Pemberian amnesti itu berkenaan dengan ulang tahun raja. makna 'kesetaraan'. Kata bertepatan memerlukan pelengkap yang diawali dengan kata dengan. Peraturan itu ternyata dapat dilaksanakan hanya dengan pengawasan ketat. penyerta itu tidak ikut aktif mengambil bagian dalam peristiwa yang dinyatakan. Contohnya terlihat pada kalimat yang berikut. 1. Banyak ditemukan contoh kalimat yang salah karena tidak menggunakan kata dengan. Penebaran benih dilakukan bertepatan dengan saat mulai musim hujan. 1. Oleh karena itu. Penyerta itu umumnya benda yang tak bernyawa. Makna yang terdapat pada konstruski seperti itu adalah 'kesesuaian' atau ketaksesuaian'. Makna yang mirip dengan 'kebersamaan' itu terdapat pada tuturan yang menyatakan adanya benda yang menyertai pelaku. Yang kedua ialah makna 'kebersamaan'. 1. 1. 1. Pertandingan itu berjalan dengan aman. Jangan membuat baju yang berbeda dengan pesanan. Ayahnya melarang dia berteman dengan pemabuk. ada beberapa kata yang harus diikuti oleh pelengkap yang diawali dengan kata dengan. Makna itu terdapat pada ujar. Peraturan itu bertentangan dengan asas keadilan. Adikku pergi berenang dengan teman-temannya.an yang menyatakan adanya beberapa pelaku yang mengambil bagian pada peristiwa yang sama. Pemindahan penduduk tidak akan dilakukan dengan kekerasan. Contohnya seperti berikut. Contoh yang lain disajikan berikut ini. Mereka memadamkan api itu dengan air seadannya. seperti berikut. 1. . Alat yang digunakan itu tidak selalu benda konkret. 1. Kita tidak dapat membuat kalimat berikut. *Penaburan benih dilakukan bertepatan. 1. Ayah sedang bercakap-cakap dengan tamunya. baik ayah maupun tamunya sama-sama aktif mengambil bagian pada peristiwa percakapan. 1. 1. 1. tetapi juga benda abstrak seperti yang terlihat pada dua kalimat berikut.

Dengan kemenangan itu mengantarkan Graf ke final. stanozolol. 1. kata itu tidak hanya menyatakan ihwal membuka mata serta menunjukkannya ke objek tertentu. Berikut ini perbaikannya. oleh beberap atlet. Kami berikan surat ini dengan staf Saudara.. per-doping-an". 1. Orang yang memakai dope disebut doper. habitforming or narcotic drug given to a recehorse or athlete to help their performance. Jika kita enggan memakai bahasa kita sendiri. ==Pemakaian Kata Dadah dan Berdadah== Di dalam liputan perlombaan Olimpiade 1988. terutama jika objeknya abstrak. kata menemui dapat digunakan alih-alih bertemu. Yang mengherankan ialah bahwa untuk menyebut obat perangsang itu peliput dan pewarta Indonesia senang memakai kata doping untuk mengacu ke kata dadah (drug) itu. (23b) Kemenangan itu menghantarkan Graf ke final. Kalimaat (23) tidak bersubjek karena kata dengan tidak pernah mendahului subjek. 1. Orang dapat melihat perkembangan ekspor nonmigas tidak hanya dengan melihat kegiatan pengiriman barang ekspor di pelabuhan. 1. (21b) Kini mereka dapat menemui anaknya. . kedapatan menggunakan doping juga . 1. Kini mereka dapat bertemu anaknya. (22a) Kami berikan surat itu kepada staf Saudara. doping yang memang berarti to treat or effect with dope sehingga dalam bahasa Indonesia dapat dibentuk kata mendadahi atau berdadah. antara lain. Perhatikan contoh berikut. Banyak orang yang melihat kejadian itu. Ada verba atau kata kerja to dope. 1. tetapi juga tindak pikir. sekurang-kurangnya kita dapat berusaha memakai kata Inggris yang tepat dan tidak bersikap "asal jadi". Berikut ini contohnya. stanozolol itu harus disebut dope dan bukan doping. Menteri Pedagangan melihat perkembangan ekspor nonmigas yang cukup menggembirakan akhir-akhir ini. Doping berpadanan dengan pendadahan jika dihubungkan dengan mendadahi. Dope itu ialah a preparation of an illicit.J. kita dikejutkan oleh berita penyalahgunaan obat perangsang steroid anabolik. misalnya. 1. Pada contoh (2) itu perbuatan melihat tidak sama dengan yang ada pada contoh (1). dan berpadanan dengan pendadahan jika bertalian dengan berdadah. tetapi juga dengan membaca atau mendengarkan laporan tentang kegiatan ekspor itu. 13 Kata Melihat dan Sinonimnya Kata melihat adalah kata yang secara umum mengungkapkan ihwal mengetahui sesuatu melalui indera mata. Jika kita tidak akan menggunakan kata dengan pada kalimat (21) itu. seakan-akan tidak tahu perbedaan antara bentuk dengan ing dan tanpa ing sehingga tercatat "B.. (20a) Buatlah gambar sesuai dengan contoh 1. Ada juga pemakaian kata dengan yang tidak pada tempatnya pada ragam resmi. 1. Buatlah gambar yang sesuai contoh. Padahal. Dengan kata lain. doped.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 1. Jadi. Pengertian itu tampak pada kalimat berikut. tetapi benar jika mengungkapkan informasi bahwa staf kami dan staf Saudara bersama-sama memberikan surat itu. Kata melihat tidak hanya digunakan untuk menyatakan perbuatan secara fisik. yakni pedadah dalam bahasa Indonesia. Kalimat itu seharusnya berbunyi seperti berikut. Kita tampaknya kecanduan memakai kata dengan akhiran ing. Kalimat (22) salah jika mengungkapkan informasi bahwa surat itu diberikan kepada staf Saudara." golongan obat yang digunakan untuk doping. tetapi juga ihwal mengetahui objek itu. perbuatan melihat pada contoh (2) tidak hanya dilakukan dengan mata. 1. (21a) Kini mereka dapat bertemu dengan anaknya.

untuk tahu akan hasil uji coba. 1. Kata menonton menyatakan perbuatan melihat objek karena didorong oleh rasa ingin tahu akan apa yang terjadi. Contoh seperti yang terlihat pada kalimat berikut. Sang harimau mengamati gerak-gerik calon mangsanya. Ia menyaksikan uji coba mesin yang dibuatnya itu. Calon pembeli itu akan melihat-lihat keadaan rumah kami. Ia menatap gambar yang dipamerkan itu satu per satu. Ia menyaksikan penandatanganan perjanjian itu. Kata memandang tidak selalu dipakai untuk mengacu ke perbuatan secara fisik. dan mungkin pula (b) dituntut harus tahu. 1. Pak Sukri termasuk orang yang terpandang di daerah ini. 1. 1. Kalau pada pemakaian kata memandang yang ditekankan adalah adanya objek yang menarik. Pada kalimat (16) pelaku dituntut. pada pemakaian kata menatap yang ditekankan adalah hanya keingintahuan atau kemelitan pada diri pelaku. Ia menyaksikan pertujukan itu. Ia memandang ringan tugas yang diberikan kepadanya itu. Orang terpaksa menyaksikan pemandangan yang tidak sedap karena sampah yang menumpuk di pinggir jalan itu. 1. Penggantian kata menyaksikan dengan menonton pada kalimat (16) dan (17) menimbulkan perbedaan makna. (Oleh sebab itu. Perhatikan contoh berikut. kecuali oleh dirinya sendiri. Contohnya terlihat pada kalimat berikut. Di situ kata menyaksikan dapat diganti dengan menonton. Kata mengamati (atau mengamat-amati) menyatakan perbuatan memperhatikan objek dengan teliti dan relatif lama. Pelaku mungkin (a) tidak dituntut harus tahu kebenaran itu oleh pihak lain. Contohnya terlihat pada kalimat berikut. Dalam kecelakaan itu banyak orang yang datang untuk menonton saja. Perbuatan itu melibatkan emosi pelakunya. walaupun oleh dirinya sendiri. Mereka menonton pertandingan tinju itu melalui televisi. Pada kalimat (17) pelaku dituntut oleh pihak lain untuk tahu akan kebenaran peristiwa penandatanganan itu. Jika ada pemandangan yang tidak indah. Pada kalimat (15) pelaku tidak harus tahu akan jalannya pertunjukan sekalipun ia merasa perlu tahu. 1. Hal itu terbukti pada ketidakberterimaan contoh yang berikut. Kata itu dapat mengacu ke tindakan fisik pada kalimat (11) ataupun ke tindakan nonfisik seperti pada kalimat (12) 1. perbuatan itu dilakukan dalam waktu yang relatif lama dan pelaku merasa perlu mendekat ke objek). 1. Kata menyaksikan menyatakan perbuatan melihat sesuatu untuk mengetahui kebenarannya. Pakar ekonomi itu tengah mengamati perkembangan perekonomian Indonesia. Dia memandang orang asing itu dengan heran. 1. Pada contoh (3) perbuatan melihat dilakukan secara sambil lalu dan santai untuk memperoleh gambaran umum tentang keadaan rumah yang diamati. tetapi dapat juga mengacu ke sikap. 14 . Perbuatan itu juga dapat dimaksudkan untuk menghibur diri. penjelasan tentang hal itu harus dinyatakan. Kata pemandangan dan terpandang yang berhubungan dengan bentuk memandang umumnya mengacu ke hal yang indah atau baik. Para pendaki gunung berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan di sekitarnya. 1. Gambar itu tidak enak ditatap mata. Kata menatap menyatakan perbuatan memperhatikan objek yang tetap dari jarak dekat. 1. Kata memandang menyatakan perbuatan memperhatikan objek dalam waktu yang agak lama dan dengan arah yang tetap. 1. 1. Dalam pemakaian seperti itu kata memandang bersinonim dengan menganggap seperti pada contoh berikut. 1. Perhatikan contoh berikut.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 1.

Berkenan dengan kelaziman itu. Yang dimaksud dengan konotasi ialah tautan pikiran yang menerbitkan nilai rasa. Saya akan meninjau kembali usulnya. misalnya jaksa agung. akbar. (2) benar (sesuai dengan kaidah kebahasaan). Pingkan sangat senang mendengar kabar itu dan ia berkilah kepada teman-temannya dengan bangga "Ternyata saya lulus". Contohnya terlihat pada kalimat berikut. 1. Sudah barang tentu seorang pembicara atau seorang penulis akan memilih kata yang "terbaik" untuk mengungkapkan pesan yang akan disampaikan. Ada istilah jalan raya dan hari raya di samping jalan besar dan hari besar. Atasan harus berani mengawasi bawahannya. Kata meninggal adalah kata yang baku di samping kata mati dan wafat. Saya akan meninjau rumah yang akan saya beli di Depok. Petugas rumah sakit menyerahkan surat kematian yang menerangkan bahwa ayah saya telah meninggal setelah operasi yang gagal itu. 1. Perhatikan pemakaiannya berikut ini. Bentuk yang benar adalah perusakan dan mencinta. 1. Ibu itu sedang mengawasi anaknya yang asyik bermain-main. seperti contoh berikut. Kata itu juga dapat dipakai untuk mengacu ke tindakan yang tidak bersifat fisik. atau cara-cara melafalkannya. Akan tetapi. Contoh yang lain berkenaan dengan kata agung. 1. Bupati akan meninjau kecamatan yang dilanda bencana itu. 15 Pilihan Kata Biasanya orang membuka kamus untuk mengetahui arti sebuah kata. Jika dilihat konteksnya. Kata meninjau semula menyatakan perbuatan melihat dari tempat yang tinggi. padahal kalimat Ayah saya meninggal atau Ayah saya wafat lebih lazin dan takzim daripada Ayah saya mati. 2. cara penulisannya. hanya dipakai dalam hal-hal tertentu saja. 1. ketiganya memiliki kelaziman pemakaian masing-masing. Mereka ingin menemukan kata tertentu untuk mengetahui pemakaiannya secara tepat. Akan tetapi. 2. Berikut ini adalah contoh pemilihan kata yang tepat. Pilihan kata yang tidak benar dapat dicontohkan seperti yang berikut ini. Ia mengacuhkan janji-janji yang diobral temannya itu dan menganggapnya angin lalu.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Kata mengawasi menyatakan perbuatan melihat objek dengan cermat kalau-kalau ada perbuatan keadaan yang menyimpang dari yang diharapkan. Polisi telah berhasil menangkap pelaku pengrusakan gedung sekolah itu. Kata pengrusakan dan menyinta bukanlah kata yang berbentuk secara benar. Pilihan kata yang "terbaik" adalah yang memenuhi syarat (1) tepat (mengungkapkan gagasan secara cermat). 1. 1. melainkan dengan harkat. Kita akan meninjau acara kiWta esok hari. Pelakunya adalah orang yang memiliki wewenang atau hak untuk melakukan peninjauan. 1. Makna 'besar' pada kata agung tidak berkenaan dengan fisik. dan (3) lazim pemakaiannya. . seperti berturut-turut terlihat pada contoh (20) dan (21) berikut ini. Kedua remaja itu telah lama saling menyinta. Kata akbar bermakna besar luar biasa (mahabesar). banyak juga orang yang menginginkan lebih dari itu. jalan akbar. pemakai bahasa memang perlu juga memperhatikan nilai rasa atau konotasi sebuah kata. tetapi tidak lazim dikatakan jalan agung. Kata itu kini lebih sering digunakan untuk menyatakan perbuatan mendatangi suatu tempat untuk mengetahui keadaanya. kata meninjau bersinonim dengan melihat-lihat. atau hari agung. hari akbar. dan raya yang semuanya bermakna 'besar'. Dalam pemakaian seperti itu. dalam kalimat (1) itu kata mengabaikan lebih tepat daripada mengacuhkan yang berarti 'memperhatikan' dan pada kalimat (2) kata berkata lebih tepat daripada berkilah yang maknanya 'berdalih'. Kata raya yang juga bermakna besar. Sidik tidak mau lagi mendengarkan kata-kata temannya yang sudah terbukti suka membual. 1. Dalam hal itu tentu tidak lazim digunakan istilah surat kemeninggalan atau surat kewafatan.

Topiku tentu tak cukup dikenakan di kepala orang itu. 2. baik mental maupun spritual. Kata meninggal bernilai rasa hormat. Umumnya orang mengenal . Saudara-saudara. saya ucapkan terima kasih. yakni 'orang yang memimpin satu bagian' atau 'atasan'. berikut ini padanannya dalam bahasa Indonesia. dan tewas. Kata yang memiliki makna yang khusus biasa disebut istilah. Kata mati digunakan dengan pengertian yang netral dan tidak bernilai rasa hormat. Kata tewas digunakan secara netral untuk orang yang meninggal dalam suatu musibah. 2. percontohan. Marilah kita perhatikan kalimat pada paragraf penutup surat berikut ini. Selain ketiga hal di atas. Kadang-kadang sebuah istilah dikenalkan banyak orang jika istilah itu sering dipakai dalam pembicaraan sehari-hari. 1. Sekalipun dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa hormat. Pada contoh itu. Di bidang organisasi. ada kemungkinan pesan tidak terpahami dengan baik. memilih kata secara baik merupakan upaya agar pesan yang hendak disampaikan dapat diterima secara tepat. misalnya untuk menggantikan ucapkan dan sampaikan. ada kata meninggal. keadaan kawan bicara juga perlu diperhatikan sehingga pesan yang akan disampaikan terpahami. atas nama Pemerintah. Kata mangkat dianggap lebih takzim daripada kata wafat. Atas segala bantuan itu. untuk menggantikan kata yang justru sudah lazim dalam bahasa Indonesia.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Konotasi itu dapat bersifat pribadi dan bergantung pada pengalaman orang-seorang sehubungan dengan kata atau dengan gagasan yang diacu oleh kata itu. penghormatan Partisipasi : peran serta Dedikasi : pengabdian (pengorbanan tenaga dan waktu untuk keberhasilan suatu usaha atau tujuan mulia) Antusias : bersemangat Irigasi : pengairan (cara pengaturan pembagian air untuk sawah) Pilot proyek : proyek perintis." Sekalipun pemilihan katanya sudah memenuhi syarat seperti yang diuraikan di atas. Untuk para pahlawan atau orang-orang yang berjasa bagi negara yang meninggal sewaktu menjalankan tugas digunakan kata gugur. Untuk jelasnya kita perhatikan kata kepala berikut ini. Jika hal itu akan dilakukan. kata yang sama mempunyai makna yang khusus. 1. misalnya di perkantoran. Kata yang bermakna khusus biasanya hanya dikenal oleh yang bergerak di bidang (ilmu) tertentu karena memang dipakai di lingkungan tertentu. Penggunaan kata yang digali dari khazanah bahasa Indonesia lebih memungkinkan pemahamannya. 1. gugur. saya sampaikan terima kasih. Seorang staf yang akan bertugas ke luar kantor harus melaporkan ke kepala masing-masing. • • • • • • Salut : hormat. misalnya kata yang berasal dari daerah. Ada pula istilah yang hanya dikenal di lingkungan tertentu dan hanya orang yang menggeluti bidang itu saja yang mengenalnya. Kata wafat digunakan untuk orang yang kita hormati. Tiap-tiap bagian dalam kantor kami dipimpin oleh seorang kepala. wafat. Ada orang yang menggunakan kata yang tidak lazim. Kata yang bermakna umum dikenal oleh kebanyakan pemakai bahasa. Atas kemudahan yang telah saya terima. saya menyampaikan salut setinggi-tingginya atas partisipasi aktif yang Anda berikan dengan penuh dedikasi dan penuh antusias dalam menyelesaikan proyek irigasi ini sebagai salah satu kegiatan dari pilot proyek modernisasi dalam semua aspek kehidupan kita. Pada dasarnya kedua kalimat di atas cukup takzim sehingga kita perlu menggunakan kata haturkan. mangkat. kepala adalah 'bagian tubuh di atas leher'. tindakan itu berlebihan dan tidaklah bijaksana. Salah satu contoh telah disinggung di atas. jika khalayak pendengarnya bukan golongan terpelajar dan tidak biasa dengan kata-kata yang digunakan itu. Di samping kata mati. Keragaman Makna dalam Suatu Bentuk Bahasa Dalam bahasa dikenal kata umum atau kata yang bermakna umum dan kata khusus atau kata yang bermakna khusus. 1. Marilah kita perhatikan sebuah contoh pemilihan kata dalam sebuah sambutan pada suatu peresmian. hanya digunkan untuk manusia. 16 Pada hakikatnya. Oleh sebab itu.

Makna yang khusus juga dapat terjadi karena pemakaian bentuk bahasa dalam konteks tertentu yang biasa disebut idiom misalnya makan garam pada kalimat berikut. atau pokok'.(1) 'banyak . Di dalam kamus. dan pewara (yang diturunkan dari bentuk pe. Dalam kenyataannya. Contoh kata-kata arkais yang terdapat dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. 1. 4. wara-wara 'pengumuman. yang semula berarti 'mengarungi laut (sungai. constraint. di antaranya canggih 'suka mengganggu (ribut. Gunakanlah garam beryodium untuk campuran bumbu masak. Sindikat itu menjadikan para pemuda sebagai objek perdagangan tenaga buruh. Sehubungan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia tentu dapat mengatasi masalah seperti itu karena sudah banyak makan garam. seperti di bawah ini. Ibu membeli garam Inggris di apotek untuk mencahar perut adik. Kata berlayar. sedangkan pada kalimat (7). 1. bawel dsb. Keberagaman makna juga dapat dilihat pada kata jatuh pada contoh di bawah ini. kita dapat menjumpai aneka makna itu yang biasanya ditandai dengan angka. yang terdapat di bidang ilmu bahasa. Kalimat itu tidak memiliki objek. konsep baru dalam keilmua yang tadinya belum ada kini ditemukan. 2. Kata canggih. 1. Di dalam kalimat jika kita masih mempunyai kepala.)'. dan wara) selain mengandung makna seperti terdapat di atas juga dapat menampung makna baru. perlu diupayakan penciptaan makna kata baru dari kosakata arkais. (menjadi) Ujiannya jatuh. terpenting. (gagal. Adanya beberapa makna dalam sebuah bentuk bahasa (kata. Perkembangan makna baru itu dapat ditunjukkan dalam definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. mempunyai makna khusus. canggih a. kata canggih. terjadi perluasan makna. Ia jatuh miskin setelah mendapat musibah kebakaran. kepala bahu ('bagian bahu yang menyembul'). dan wara masing-masing dimanfaatkan untuk menampung konsep makna yang terkandung pada kata sophisticated. 2. atau kalimat) disebut polisemi. 3. kata kepala bermakna orang. kata-kata arkais di atas dapat dimanfaatkan untuk menampung konsep-konsep baru yang muncul. Kata objek pada kalimat (6) berikut mempunyai makna umum. misalnya. karena ada kemiripan wujud. 2. yaitu 'bagian suatu benda yang sebelah atas (ujung depan)': kepala tongkat ('tongkat bagian ujung'). wara. perkembangan bahasa. kelompok kata. Polisemi terjadi karena perluasan atau penyempitan makna. bahasa Indonesia perlu terus dikembangkan agar dapat menampung konsep-konsep baru yang muncul. Hal ini akan berlangsung terus selama ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang. yaitu kosakata yang dulu pernah muncul didalam pemakaian bahasa sehari-hari. Ada lagi yang bermakna 'bagian yang terutama. ada makna kiasan untuk kata kepala.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata istilah kepala seperti pada kalimat (2) dan (3) di atas. kendala. dalam hal ini bahasa Indonesia. fungsi atau sebenarnya. Kata oknum yang semula berarti 'pribadi' atau 'perseorangan' kini cenderung dipakai secara menyempit dalam arti' orang tertentu yang terlibat dalam perkara yang tidak baik'. kendala. misalnya kepala keluarga. Pesawat udara itu jatuh. (mendapat nama buruk) 17 Kata Arkais dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan teknologi kini maju pesat. pemberitahuan'. belum dapat menampung konsep-konsep baru itu. kepala lakon. Oleh karena itu. 1. Dengan demikian. kata kepala bermakna kiasan otak dan pada kalimat tiap-tiap kepala hanya diberi jatah satu kilogram gula. kita harus dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu. danau) dengan kapal atau perahu yang mempunyai layar' kini dapat digunakan pula untuk alat transportasi air yang tidak menggunakan layar. dan annouce. rintangan'. Untuk mengungkapkan makna konsep yang ditemukan itu perlu diciptakan istilah baru. kendala 'halangan. tidak berhasil) Namanya jatuh akibat tingkah laku anaknya. yang karena keadaan kebahasaan. Seperangkat makna yang membentuk polisemi itu selalu mempunyai pertalian. Demikian pula orang biasanya mengenal kata garam pada kalimat (4) berikut ini yang mempunyai makna umum dan pada kalimat (5) yang mempunyai makna khusus. kosakata itu tidak muncul lagi. tidak lulus.

antara lain. tanggal. Beberapa kota besar di Indonesia umumnya sudah tercemar polusi udara. (6) 'bergaya intelektual. 1. oleh penggunaan kata yang bersinonim secara bersama-sama. dan (3) di atas dengan (1a). jika dihilangkan. (1a) Kita perlu menjaga kesalahan agar/supaya terhindar dari penyakit. atau mencegah pencapaian sasaran. sebaiknya salah satu kata itu saja yang digunakan. Misalnya: 1. (5) 'banyak mengetahui atau berpengalaman (dalam hal duniawi)'. Oleh karena itu. Cepat atau lambatnya penyelesaian ini bergantung pada kebijaksanaan pimpinan. Oleh karena itu. kekuatan yang memaksa pembatalan pelaksanaan. Kata agar dan supaya. (4) 'kehilangan kesederhanaan yang asli (seperti sangat rumit. unsur yang merupakan bagian dari ungkapan tetap. dan bulan yang didahului kata depan pada umumnya memiliki nilai informatif yang tinggi atau sangat diperlukan. Seminar itu akan berlangsung hingga (hari) Selasa mendatang. bagian-bagian dari ungkapan itu hendaknya ditulis secara lengkap. menghalangi. agar tidak mubazir dan bahasa yang digunakan juga menjadi efektif. kata hari. tanggal. pewara pembawa acara dalam suatu upacara. 2. Rapat itu akan diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 3. (3) 'tidak dalam keadaan yang wajar. rintangan. (2) 'faktor atau keadaan yang membatasi. bawel. Akan tetapi. seiring dengan. 3. pemberitahuan. Misalnya: 1. Bank Sumitomo adalah merupakan salah satu bank terbesar di Jepang.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata cakap. Karena dapat dianggap mubazir. 3. seperti/misalnya Jakarta dan Surabaya. dan (3a) di bawah ini. Berbeda dengan itu. Kata hari. Kelompok itu terdiri atas lima orang putra dan tiga orang putri. pada kalimat berikut kata hari. 2. terbuat dari. 1. (1) 'halangan. kata tersebut dapat dianggap mubazir. yang sudah dianggap padu. Bandingkan pemakaian kata-kata tersebut pada kalimat (1).' kendala n. (3a) Beberapa kota besar di Indonesia umumnya sudah tercemar polusi udara. seperti yang tampak dalam kalimat di bawah ini. seperti misalnya Jakarta dan Surabaya. Dari segi keefektifan berbahasa. tanggal. kata hari. dan bulan tidak dapat dihilangkan. dan bergantung pada hendaknya tidak dihilangkan hanya demi keefektifan bahasa. Kata mubazir yang dimaksud di sini adalah kata yang kehadirannya tidak terlalu diperlukan sehingga. Oleh karena itu. 3. cerewet'. 2. pemakaian kata yang bersinonim secara bersama-sama dapat menyebabkan salah satu kata itu mubazir. . (2a). Kegiatan itu tidak sesuai dengan rencana induk yang telah disepakati. gendala'. ruwet. 2. Dia akan datang pada hari Rabu. Kita perlu menjaga kesehatan agar supaya terhindar dari penyakit. Proyek itu diperkirakan akan selesai pada bulan Mei. (2). murni atau asli'. (2) 'suka mengganggu (ribut)'. Terhitung sejak (tanggal) 1 Maret 1988 ia diangkat menjadi calon pegawai negeri. selain dapat dicapai melalui pemilihan kata yang tepat. seperti sesuai dengan. Kata yang mubazir diakibatkan. adalah dan merupakan serta seperti dan misalnya pada contoh tersebut sebenarnya merupakan kata yang bersinonim. dan bulan yang terletak di dalam kurung pada contoh di atas dapat dihilangkan. Oleh karena itu. wara-wara 'pengumuman. atau terkembang)'.' wara n. tanggal. dapat dilakukan dengan menghindari pemakaian kata yang mubazir. tidak mengganggu informasi yang disampaikan. terdiri atas.' 18 Kata yang Mubazir Keefektifan dalam penggunaan bahasa. Setiap (bulan) Oktober Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa menyelenggarakan Bulan Bahasa. (2a) Bank Sumitomo adalah/merupakan salah satu bank terbesar di Jepang. dan bulan dalam konteks tertentu juga ada yang pemakaiannya tidak terlalu diperlukan.

2. Kedua pesawat penumpang itu nyaris bertabrakan. Mobil kami hampir kehabisan bensin ketika sampai di Semarang.-kan. mungkin berkaitan dengan hal yang tidak diinginkan. 2.-i dan me-. . melainkan subjek atau pelakunya. Akibatnya. dan sebagainya.. 1. 1. 1. Ia manusia yang hampir-hampir tidak mengenal menyerah. Setelah memperhatikan pengertian dan perbedaan kata nyaris dan hampir itu. Ia hampir saja menjadi juara dalam turnamen itu. misalnya. Dalam hal ini. Gerakannya hampir-hampir sempurna. 1.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 19 Nyaris dan Hampir Kata hampir dan nyaris mempunyai kemiripan arti. 1. Contoh lain terdapat pada kalimat berikut ini. kesulitan itu sudah teratasi sehingga tidak ada lagi. kata nyaris sepadan dengan hampir saja seperti pada kalimat berikut. Kedua kata itu pemakaiannya sering dikacaukan karena pada umumnya orang menganggap bahwa kedua kata itu memiliki makna yang sama. tampak bahwa kedua kalimat itu sebenarnya berbeda. Kata nyaris tidak mengisyaratkan berlangsungnya suatu proses. Pada kalimat (2) di atas. yaitu kesulitan bukan subjeknya. Keduannya menyatakan hal yang dekat dengan peristiwa atau keadaan tertentu.. Kami telah berusaha menghindarkan kesulitan. Karena bergerak. Pemakaian kata menghindari mengisyaratkan bahwa yang bergerak bukanlah objek. Menghindari dan Menghindarkan Kata menghindari dan menghindarkan tidak dibentuk dari kata dasar hindar serta imbuhan me-. 1. Jika kita cermati. mobil itu dapat benar-benar kehabisan bensin setelah melewati Semarang. Dengan demikian. kita dapat menggunakan hampir saja dan bukan nyaris. tetapi berasal dari bentuk hindari dan hindarkan yang mendapat awalan me-. 1. misalnya. kecelakaan. Pada kalimat (1).. Kata hampir mengandung makna 'belum' dan mengisyaratkan bahwa peristiwa yang dimaksudkan itu selanjutnya dapat terjadi. Dia sudah berusaha menghindarkan mobil yang dikendarainya itu dari terjangan bus kota. Contohnya seperti pada kalimat berikut ini. Untuk peristiwa yang tidak ada hubungannya dengan bahaya atau kecelakaan. berikut ini disajikan contoh pemakaian kata menghindari dan menghindarkan yang tepat dengan objek yang konkret. Untuk lebih jelasnya. tidak diisyaratkan bahwa peristiwa tabrakan betul-betul terjadi sesudah itu. Pada kalimat (2) itu yang bergerak adalah objeknya. Kecelakaan itu terjadi karena sopir bus tidak dapat menghindari sedan yang melaju dari arah depan. 2. Berikut ini contohnya. kesulitan yang merupakan objek kalimat (1) sebenarnya tetap ada dan juga tetap tidak teratasi karena subjek kami yang bergerak pada kalimat itu hanya mengupayakan atau mencari jalan yang lain agar tidak berhadapan dengan kesulitan. mungkin pula tidak. kedua kalimat seperti berikut ini dianggap mengandung informasi yang sama. Hal itu berbeda dengan penggunaan kata menghindarkan pada kalimat (2). Kata nyaris cenderung dikaitkan dengan peristiwa yang tidak diinginkan: bahaya. kemalangan. Kedua pesawat penumpang itu hampir saja bertabrakan. Untuk menyatakan hal yang mendekati keadaan atau sifat tertentu dapat digunakan kata hampir-hampir dan bukan nyaris.. Kami telah berusaha menghindari kesulitan. Perbedaannya ialah bahwa kata hampir bersifat netral. 2. diharapkan kita dapat lebih cermat dalam mempergunakannya sesuai dengan keperluan kita. Hari sudah hampir malam.

Segala. (9) Dewi ingin melihat semua bunga yang terdapat di kebun itu. (4) Seluruh bangsa Indonesia menjunjung bahasa persatuan. (8) Dewi ingin melihat segala bunga yang terdapat di kebun itu. Sebaliknya. pada dua kalimat berikut pemakaian kedua kata itu memiliki makna yang berbeda. sedangkan pemakaian kata seluruh ditekankan pada satu benda yang merupakan kesatuan yang utuh. Akan tetapi. Kalimat (8) menyiratkan pengertian bahwa di kebun itu ada berbagai jenis bunga saja yang ada di kebun itu atau mungkin pula ada berbagai jenis. dan Segenap Kata semua. (6) Seluruh ruangan akan dibersihkan dan dicat lagi. 1. Perbedaan itu terjadi karena pemakaian kata semua ditekankan pada jumlah yang banyak. lazimnya objek kalimat itu bergerak. jika predikatnya berupa kata kerja yang berakhiran –kan. Kata seluruh mengandung makna bahwa setiap anggota termasuk dalam hitungan. secara umum. Objek mangga pada kalimat (5) memperlihatkan ciri makna yang berbeda dengan mangga pada kalimat (6). sekalian. Seluruh. sedangkan pada kalimat (6) mangga merupakan objek yang bergerak. (5) Semua ruangan akan dibersihkan dan dicat lagi. tetapi ada sedikit perbedaan makna. perlu dipahami bahwa kalimat yang predikatnya berupa kata kerja yang berakhiran –i. . Persamaan arti menyebabkan kata itu dapat saling dipertukarkan. Bangsa Indonesia pada kalimat (3) dan (4) jumlahnya hanya satu. seluruh ruangan pada kalimat (6) mengandung pengertian adanya satu ruangan yang semua bagiannya dibersihkan dan dicat lagi. Toto melemparkan mangga itu ke dalam keranjang. Kata semua bermakna setiap anggota terkena atau termasuk dalam hitungan. Semua ruangan menyiratkan makna adanya beberapa ruangan. (2) Seluruh warga kota diungsikan. Dalam kalimat itu kata seluruh tidak dapat ditukar dengan semua. Oleh karena itu. Sekalian. Jadi. objeknya tidak bergerak. Kalimat di atas dapat diubah dengan mempertukarkan kata semua dengan seluruh seperti berikut. Kata segala menyatakan makna 'semua macam'. penggunaan kata seluruh pada kalimat itu lebih tepat daripada kata semua. Pada kalimat berikut kata segala dan semua dapat dipertukarkan. (3) *Semua bangsa Indonesia menjunjung bahasa persatuan. dan segenap memiliki persamaan dan perbedaan arti. (1) Semua warga kota diungsikan. segala. tetapi dalam pengertian kekelompokkan atau kolektif. 2. Makna itu terlihat pada contoh berikut ini. (7) Seluruh tubuhnya terkena tumpahan minyak. Anak itu melempari mangga dengan batu.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Kedua contoh tersebut diharapkan dapat memperjelas penggunaan kata menghindari dan menghindarkan pada khususnya dan imbuhan –i serta –kan pada umumnya. Makna 'semua bagian' juga terlihat pada kalimat berikut. seluruh. Sebagai patokan. Pada kalimat (5) mangga merupakan objek yang tidak bergerak. 20 Semua. Sementara itu. kata itu dipakai untuk mengacu pada benda yang beraneka ragam. Ciri makna tentang bergerak atau tidak bergeraknya objek juga tampak pada kalimat yang predikatnya berupa kata melempari dan melemparkan seperti di bawah ini. Hal itu nyata juga pada perbandingan berikut. sedangkan perbedaan arti menyebabkan kata itu tidak dapat saling dipertukarkan.

Contoh penggunaan kata seperti itu terlihat pada kalimat berikut. Pada dua contoh pemakaian yang harus dihindari itu—kalimat (1) dan (3)--bentuk di mana merangkaikan kata benda (sarang dan "Kuis Remaja") dengan keterangan pewatas yang merupakan anak kalimat (ia meninggalkan anak-anaknya dan Kris Aris menjadi pembawa acaranya). seperti terlihat pada kalimat berikut ini. Tidak jarang ditemukan pula pemakaian di mana yang tidak mencerminkan adanya pengaruh bahasa asing. Kata itu hanya digunakan untuk mengacu pada orang atau manusia. Penggunaan bentuk seperi itu dapat dikatakan sebagai pengaruh struktur bahasa asing yang kurang cermat. (6) Kepala desa sangat berterima kasih kepada warganya yang telah bersedia menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing . (2) Burung itu segera terbang ke sarang tempat ia meninggalkan anak-anaknya. penggunaannya akan janggal. tampaknya hal itu hanya merupakan akibat dari penutur yang tidak menguasai cara menggunakan bentuk penghubung yang sesuai dengan pertalian makna. Dalam hal ini maknanya mirip dengan kata seluruh. Kata sekalian menyatakan keserentakan. (12) Sekalian orang di ruangan itu menengok kepadanya. (5) Kepala desa sangat berterima kasih kepada warga di mana telah bersedia menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Hal itu terlihat pada kejanggalan pemakaiannya dalam kalimat berikut ini. Hasil perubahan itu terlihat pada kalimat (4) (3) Acara berikutnya adalah "Kuis Remaja" di mana Kris Aria menjadi pembawa acaranya. Kata sekalian dapat dipertukarkan dengan semua seperti pada kalimat berikut. Bentuk di mana pada kalimat (3) di bawah ini dapat digantikan oleh bentuk dengan dan kata menjadi diganti dengan sebagai. Perbedaannya dengan kata seluruh ialah bahwa kata ini biasanya diikuti oleh kata yang menyatakan manusia. (13) Semua orang di ruangan itu menengok kepadanya. (15) *Kita akan melindungi segenap binatang dari kepunahan. 21 Pemakaian di mana Pengaruh Bahasa Asing Pemakaian bentuk di mana sebagai ungkapan penghubung antara anak kalimat dan induk kalimat harus dihindari. tetapi dalam pengertian kelengkapan. (11) *Sekalian meja akan diangkut ke tempat lain. (1) Burung itu segera terbang ke sarang di mana ia meninggalkan anak-anaknya. Tidak hanya kata tempat yang dapat menggantikan bentuk di mana. Kata segenapjuga menyatakan makna semua. (16) *Segenap tubuhnya terkena tumpahan minyak. Kalimat berikut ini tidaklah lazim. Untuk contoh itu. kata tempat dapat digunakan untuk menggantikan fungsi di mana sehingga menjadi seperti berikut. seperti terlihat pada contoh berikut. (14) Segenap bangsa Indonesia menjunjung bahasa persatuan. (10) *Segala siswa kelas enam akan menghadapi ujian akhir. Jadi. (4) Acara berikutnya adalah "Kuis Remaja" dengan remaja Kris Aria sebagai pembawa acara.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Jika benda yang ditunjuk kata segala tidak beragam. tetapi agaknya disebabkan oleh ketidakcermatan penggunaan ungkapan perangkai atau penghubung dalam kalimat. Seharusnya kalimat itu ditata sebagai berikut. Pemakaian kata penghubung dalam struktur kalimat semacam itu jelas tidak ada dalam bahasa asing.

1. Di sini bentuk itu dipakai sebagai kata tanya tentang tempat pada sebuah kalimat tanya atau sebagai kata penghubung yang menyatakan tempat.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Perhatikan pula contoh berikut. Pemerintah akan membangun sebuah jembatan yang dapat menghubungkan kedua daerah itu. yakni jembatan. Kalimat yang benar untuk mengungkapkan hal itu adalah sebagai berikut. cukuplah kita gunakan kata dan sehingga kalimatnya menjadi seperti berikut. Mengapa kata jembatan diulang lagi? Tampaknya yang harus dihilangkan dari kalimat itu tidak hanya yang mana. Pemerintah akan membangun sebuah jembatan yang mana jembatan itu dapat menghubungkan kedua daerah itu. yakni Pemerintah akan membangun sebuah jembatan dan jembatan itu menghubungkan kedua daerah itu. Kitalah yang harus menentukan di mana rapat itu diselenggarakan. unsur yang sama itu tidak diulang lagi. misalnya. tetapi bukan perangakai antara kata benda pewantasnya. 1. Dia belum tahu baju yang mana yang akan dipakainya. Peminjaman akan dikenai denda untuk buku yang mana tidak dikembalikan setelah dua minggu masa pinjam. Pemakaian Bentuk yang mana yang Benar Pemakaian bentuk yang mana secara tepat terlihat pada contoh berikut. Beberapa kasus pemakaian bentuk di mana yang salah memang dapat dikatakan dipengaruhi bahasa asing. Sesudah dirangkaikan dengan kata yang. (7) Usaha ini akan dikembangkan terus di mana pemerintah juga akan membantu menyediakan tenaga untuk melatih para pengelolanya. yakni orang menggunakan bentuk itu karena di dalam kalimat bahasa Inggris. Penggunaan di mana yang Tepat Penggunaan bentuk di mana secara tepat terlihat pada contoh berikut. Di mana rapat itu diselenggarakan? 2. digunakan kata where pada konstruksi tertentu. Kita melihat bahwa pada contoh (1) dan (2) di depan bentuk di mana tidak terdapat kata benda. (8) Usaha ini akan dikembangkan terus dan pemerintah juga akan membantu menyediakan tenaga untuk melatih para pengelolanya. Di sini ada bentuk yang sama. Peminjaman akan dikenai denda untuk buku yang tidak dikembalikan setelah dua minggu masa pinjam. Dari contoh-contoh itu dapat kita lihat bahwa yang mana itu digunakan untuk bertanya atau membuat pertanyaan yang mengandung pilihan. Kata yang itu berfungsi menghubungkan kata benda buku dengan bagian selanjutnya. 1. Kesalahan itu terjadi karena orang tidak mau membedakan fungsi yang dan . 1. 1. Penggunaan bentuk yang mana semacam itu salah. Jangalah dilupakan bahwa kata yang itu merangkaikan dua gagasan yang di dalamnya memuat unsur yang sama. di sini kita hanya menghilangkan kata mana dan cukup menggunakan kata yang. Pernyataan dalam kalimat (2) mengandung pengertian bahwa ada beberapa baju yang dapat dipakai. Contohnya seperti berikut ini. Jadi. Apakah pemakaian yang mana yang salah selalu disebabkan oleh pengaruh bahasa asing? Agaknya bukan itu penyebab utamanya. Pertanyaan dalam kalimat (1) dibuat oleh orang yang mengetahui bahwa ada beberapa kelompok kerja dan ia ingin mengetahui kelompok kawan bicaranya. 1. tetapi pemakaianya belum dapat menentukan pilihannya. Kelompok kerja Anda yang mana? 2. 22 Pemakaian yang mana Yang mana atau yang? Bentuk yang mana sering digunakan alih-alih bentuk yang. Sebetulnya dalam kalimat (7) itu bentuk di mana tidak perlu dipakai. tetapi juga kata jembatan yang kedua sehingga kalimatnya menjadi kalimat (4) berikut ini. Kalimat itu berisi dua gagasan. Agak aneh lagi contoh berikut ini.

Prakiraan cuaca kota-kota besar itu berlaku besok. Koperasi ini harus berjalan dengan baik yang mana kebutuhan setiap anggota dapat dipenuhi dari sini. Kami akan menyampaikan prakiraan cuaca kota-kota besar yang berlaku besok. Jika dua pernyataan itu digabung. 1. 1. Contoh lain kalimat yang patut diperbaiki adalah sebagai berikut. Ekspor udang meningkat terus dan negara tujuan ekspor pun kian bertambah. yakni matahari. Unsur berlaku besok pada kalimat (4) berfungsi sebagai keterangan dari unsur prakiraan cuaca kota-kota besar. kita gunakan kata yang untuk menandai unsur keterangan pada kata benda itu. unsur yang sama itu dapat dihilangkan salah satu. pendidikan yang memadai bukan pendidikan yang mana memadai Kadang-kadang ditemukan pemakaian yang mana yang memang tidak dapat digantikan dengan yang seperti terlihat pada contoh berikut. meja yang kecil bukan meja yang mana kecil 2. sedangkan keterangannya dirangkaikan dengan kata yang sehingga muncullah pernyataan baru seperti berikut. Agar fungsi tiap-tiap unsur tidak kabur. Perhatikan contoh berikut. Di dalam dua pernyataan itu ada unsur yang sama. 2. Koperasi ini harus berjalan dengan baik sehingga kebutuhan setiap anggota dapat dipenuhi dari sini. Proses perangkaian itu terjadi seperti berikut ini. Predikat pada kalimat (3) itu hanya satu. predikatnya hanya satu. Perhatikanlah hasil perbaikan berikut. 1. Dengan menggunakan kata yang cocok untuk menggantikan bentuk yang mana. kehadiran ungkapan berlaku besok menimbulkan kesan seakan-akan sebagai predikat kedua. Dengan demikian. 2.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata yang mana. Perhatikan contoh berikut ini. Perbaikannya memerlukan sedikit perubahan letak unsur kalimat. 2. 2. 1. yakni menyampaikan. Matahari yang bersinar terang membuat udara bertambah panas. bukan yang mana. yakni membuat. Kejuaraan catur itu diikuti 53 pecatur berlangsung dari tanggal 4 hingga 20 Juni 1992. 1. Namun. 23 Kata yang Terlupakan Kata yang biasa dipakai untuk merangkaikan kata benda dengan penjelasnya. Matahari membuat udara bertambah panas. misalnya: 1. Unsur yang sama pada kedua pernyataan itu adalah prakiraan cuaca kota-kota besar. Matahari bersinar terang. Mula-mula ada dua pernyataan. 1. Kami akan menyampaikan prakiraan cuaca kota-kota besar berlaku besok. Manakah predikat kalimat itu? Seharusnya. Bentuk yang digunakan sebagai perangkai kata benda dengan keterangan pewatasnya adalah yang. Kejuaraan catur yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 20 Juni 1992 itu diikuti 53 pecatur. 1. Kejuaraan catur yang diikuti 53 pecatur itu berlangsung dari tanggal 4 hingga 20 Juni 1992. 1. kalimat itu terdiri atas dua kalimat berikut. Orang sering melupakan kata yang sebagai perangkai ketika membuat kalimat panjang yang merupakan gabungan beberapa kalimat pendek. Jika dikembalikan ke pernyataan yang lebih pendek. 1. . Kami akan menyampaikan prakiraan cuaca kota-kota besar. Kalimat ubahan (9) dan (10) lebih jelas strukturnya daripada kalimat (8). kalimat perbaikannya adalah sebagai berikut. Ekspor udang meningkat terus yang mana negara tujuan ekspor pun kian bertambah. 2. kalimat di atas dapat lebih mudah dipahami.

1. Sadarkan kita bahwa dalam bentuk menduduki juara pada kalimat (6c) berikut ini juga terdapat kerancuan? Kerancuan itu muncul karena bentuk meraih gelar juara dan menduduki peringkat pertama pada kalimat (6a) dan (6b). Binatang mamalia yang makan rumput adalah sapi. Kerancuan yang tidak disadari juga banyak diperbuat orang. a. Keragaman tambahan pada kalimat (4) diikat oleh kesamaan ciri jenis mamalia. Kerancuan juga sering dilakukan orang seperti dalam kalimat-kalimat berikut. Dengan penataran ini kemampuan karyawan dapat meningkat. Contohnya terdapat pada kalimat berikut ini. kita dapat menduga bahwa ada sesuatu yang salah. Oleh karena itu. Untuk tujuan itu. Bentuk dan sebagainya dan dan lain-lain biasanya digunakan untuk menambahkan sesuatu yang tidak disebutkan agar orang leluasa. semakin mantap. Mengapa ada ungkapan semakin hari? Tampaknya itu suatu kerancu-an. semakin tebal. Semakin lama lagu itu semakin populer. kita sering pembicara yang secara tergesa-gesa atau dengan gugup mengucapkan kata inu karena di benaknya terbayang kata ini dan itu sekaligus. Hari demi hari lagu itu semakin populer. (benar) b. Untuk membuat kandang ayam. Pemakaian kedua bentuk di atas sebagai berikut. Contohnya. kita juga mempunyai kata sah yang berarti 'resmi'. tidak pernah kata-kata itu diikuti oleh kata benda atau nomina. Semua guru hadir dalam perayaan itu. 1. kerbau. Dengan penataran ini dapat meningkatkan kemampuan karyawan. Namun. rusa. Benda yang diwakili bentuk dan lain-lain pada kalimat (5) adalah semua benda yang diperlukan orang untuk membuat kandang selain kayu. atau kian buruk. Kesalahan itu tetap diperbuat karena ia tidak menyadarinya. Sebagai contoh. dan sebagainya. Jika itu ditemukan. Perayaan itu dihadiri oleh semua guru. kuda. Hermawan menduduki peringkat pertama. cakupan bentuk dan lain-lain lebih luas daripada dan sebagainya. a. 1. Semakin hari semakin banyak orang yang menyukai lagu "Pondok Mertua". Kata semakin atau makin dan juga kian dapat diikuti kata sifat atau adjektiva. atau kian gedung. 1. dan kawat yang telah disebutkan. ia segera membetulkannya. selain kata syah yang berarti 'raja'. dan lain-lain. Dalam bahasa kita ada frasa menganggukkan kepala dan ada pula frasa membungkukkan badan. Bentuk dan sebagainya digunakan apabila hal yang ditambah-kan itu sejenis dengan perincian sebelumnya. 2. (salah) 1. kuda. (benar) c. (benar) 1. semakin tahun. (benar) c. Ada pula yang tidak disadari. Dua ungkapan itu terkacaukan sehingga muncullah bentuk semakin hari. adalah pencampuradukan bentuk bahasa dalam konstruksi yang satu dengan bentuk dalam konstruksi yang lain sehingga menghasilkan konstruksi yang salah. (benar) 2. Ada ungkapan hari demi hari dan ada pula ungkapan semakin lama. Apakah kerancuan selalu tidak disadari? Ada kerancuan yang disadari. Sebagai contoh.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 24 Kerancuan Kerancuan. makin ikan. saya memerlukan kayu. Oleh karena itu. orang sering mengacaukan kedua bentuk tadi sehingga muncul bentuk dan lain sebagainya yang perlu dihindari pemakaiannya. (benar) b. Kesalahan itu pasti disadari. Penataran ini dapat meningkatkan kemampuan karyawan. dan rusa yang termasuk jenis mamalia. paku. kerbau. Hermawan menduduki juara Indonesia Terbuka. paku. makin panjang. orang sering memakai kata syah untuk menyatakan arti 'resmi'. Dalam perayaan itu dihadiri oleh semua guru. kawat. Hermawan meraih gelar juara Indonesia Terbuka. a. kian lama. 2. kontaminasi juga terjadi jika orang membuat kalimat Ia membungkukkan kepalanya dalam-dalam. (salah) Kalimat (6c) di atas dapat dibenarkan apabila sang juara Indonesia Terbuka memang diduduki oleh Hermawan. Tidak ada semakin meja. Akan tetapi. 1. Perhatikan kalimat berikut ini. yang dikenal juga dengan istilah kontaminasi. . Benda yang diwakili oleh bentuk dan sebagainya pada kalimat (4) adalah binatang sejenis sapi. Bentuk dan lain-lain digunakan apabila yang ditambahkan itu tidak sejenis.

cahari. yakni bunyi /ha/. bentuk-bentuk yang tercetak miring diturunkan dari kata dasar dahulu. yaitu 'bangunan yang digunakan sebagai tempat berjualan makanan dan minuman'. 2. Istilah lain seperti warung serba ada. dan bagian-bahagian. Pada bagian pendahuluan telah disebutkan bahwa ia akan meneliti masalah itu secara tuntas. Perhatikan bentuk-bentuk berikut. kedua kata itu tidak dapat saling menggantikan. Patih Gadjah Mada dan para pendahulunya telah merintis persatuan Indonesia dengan gigih. 3. sejak Repelita IV dahulu/dulu kita mulai mengembangkan bidang itu. Apakah sebenarnya perbedaan antara kelima istilah pokok itu? Kata kedai dan kata warung memiliki arti yang sama. sebaiknya kita gunakan satu bentuk itu. Kata pembaharuan bersaing dengan bentuk pembaruan. pasar. (salah) Seperti telah kita ketahui. Karena bentuk baru lebih luas pemakaiannya. baru-baharu. akan terasa janggal apabila diganti dengan bentuk yang diturunkan dari kata dasar dulu. Pada kalimat berikut. dan Bahagi Kita sering menemukan dua bentuk kata yang bermiripan dan diguna-kan secara bersilihan. yaitu baru. atau menambahkan nama lain yang dipilih secara manasuka. kata depan dalam. Dahulu dan Dulu Agak berbeda halnya antara baharu. (benar) c. kini dapat ditempuh dalam 20 jam. toko. Pemenang akan mendapatkan sebuah hadiah besar. yaitu kedai. dan (5) dengan pendulu. pasar swalayan. dan bagi tidak dapat digunakan untuk menandai subjek. Bentuk baharu hanya dipakai pada kata pembaharuan. Secara umum diakui bahwa bentuk yang lebih panjang merupakan bentuk yang lebih dahulu ada. dengan. bahagi dan dahulu. bukankah aneh jika kita menemukan kalimat seperti. sekurang-kurangnya ada lima istilah pokok untuk menyebut tempat-tempat belanja. dan Plaza Setakat ini. Akan tetapi. Dalam beberapa hal. (benar) b. Pasar. Pada bentuk-bentuk di atas ada kesamaan bentuk yang mengalami "pengerutan". pendahuluan. 25 Baharu. Jika dahulu/dulu orang harus menempuh jarak Amsterdam-Jakarta dalam beberapa hari. Warung. Gunakanlah bentuk cari dan bagi sebagai dasar dan dari kata dasar itu kemudian kita turunkan bentuk-bentuk seperti pencarian dan bagian. Cahari. bentuk dahulu tetap digunakan dalam bahasa Indonesia walaupun pemakainannya terbatas. "Bagi saya akan mendapatkan hadiah besar?" Seharusnya. Kedai. Tampaknya kata dahulu dan dulu mempunyai makna yang sama sehingga seolah-olah keduanya dapat saling menggantikan. Bagi pemenang disediakan sebuah hadiah besar. Oleh karena itu. Toko. Perhatikan contoh berikut. (4). 1. kata dahulu dan dulu memang dapat saling menggantikan. a. Misalnya. Kita tidak dapat menggantikan kata pendahulu. memperbarui. Itulah sebabnya. Bentuk lama itu kemudian mengalami "pengerutan". dan toko serba ada merupakan pengembangan dari kelima istilah pokok tadi. kata bagi pada kalimat itu tidak perlu hadir. 1. dan plaza. dalam hal tertentu. Bagi pemenang akan mendapatkan sebuah hadiah besar. 2.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata (salah) 1. membarui. Perbedaan antara warung atau kedai yang satu dan yang lain dilakukan dengan menyebutkan jenis barang yang dijual di tempat itu. penduluan. cari-cahari. Selain itu. Demikian pula bentuk cahari dan bahagi. Dengan mantap ia mendahului lawannya menuju garis finis. dan mendahului pada kalimat (3). warung. dan mendului. Kata dulu dianggap sebagai varian dari dahulu. pembaruan. kedai nasi 'kedai yang menjual nasi' kedai kopi 'kedai yang menjual kopi' warung pecel 'warung yang menjual pecel' warung sate 'warung yang menjual sate' warung asri 'warung yang bernama asri' . mem-perbaharui atau diperbaharui.

Dengan makna dasar yang sedikit bergeser. sedangkan Putri Ayu Plaza dan Wak Kondang Pasar Swalayan berstruktur MD. Dari istilah-istilah di atas. Kata serba ada biasanya digunakan untuk menyebut tempat penjualan yang menyediakan berbagai barang dagangan. pakaian. untuk menyebut tempat yang menjual makanan dan minuman juga digunakan istilah rumah makan dan restoran. Itulah sebabnya. misalnya pasar swalayan. kata pasar umumnya juga mencakupi beberapa tempat perbelanjaan yang lebih kecil. ada nama yang berstruktur MD seperti pada nama berikut. atau toko. Plaza Indonesia. dan pasar pun menunjukkan gejala pergeseran makna itu. 'orang yang masih ada pertalian darah'. atau barang yang dijual. tempat yang memberikan fasilitas pelayanan seperti restoran. Hampir sama dengan plaza. Seperti halnya kedai dan warung. warung. pasar induk buah-buahan. Selain makanan dan minuman. Barang yang diperdagangkan dan cara pelayanannya pun beragam pula. perbedaan toko yang satu dari yang lain dilakukan dengan menyebutkan jenis barang yang dijual. kata plaza selain berarti 'pusat belanja atau tempat terbuka dekat dengan gedung-gedung di kota yang memiliki tempat terbuka dekat dengan gedung-gedung di kota yang memiliki tempat untuk berjalan dan berbelanja' juga berarti 'lapangan untuk umum. atau kedai yang ada di dalamnya. toko bahan bangunan. warung serba ada.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata warung padang 'warung yang menjual masakan padang' Selain kata warung dan kedai. cara menjual. dan pompa bensin di tepi jalan raya'. tidak dapat kita ramalkan apakah ada kekhususan barang yang diperdagangan atau cara penjualan di tempat itu. Pasar Minggu didasarkan pada hari yang paling ramai untuk pasar itu. pasar benda-benda antik. kata-kata itu jelas berbeda. dengan barang dagangan dan cara pelayanannya masing-masing. nama atau jenis benda itu umumnya disebutkan di belakang kata itu. di pasar juga dijual sayur-mayur. warung. warung. kita temukan bentuk-bentuk seperti toko buku. toko kelontong. Kita dapat pula menyebutkan cara pelayanan apabila di suatu tempat mempunyai cara pelayanan yang khusus. tempat membayarkan uang tol. dan sebagainya. atau nama tertentu yang baiasanya ditetapkan secara manasuka. Plaza Indonesia dan Pasar Swalayan Morodadi berstruktur DM. Pasar Jum'at. pasar swalayan. atau toko. Kata kedai. atau kedai. misalnya warung serba ada dan toko serba ada. warung. Plaza berkonotasi dengan pusat perdagangan yang modern. Perhatikanlah kata kedai kopi. Kata toko berarti 'kedai' berupa bangunan permanen tempat menjual barang-barang'. Kata pasar memiliki makna 'tempat orang berjual beli' yang biasanya lebih luas daripada kedai. tampaknya plaza adalah istilah yang memiliki cakupan paling luas. Di dalam pasar mungkin kita temukan toko. kita dapatkan kata seperti kedai buku. Plaza Atrium. Cakupan Sementara itu. warung. sedangkan pasar berkonotasi dengan pusat perdagangan tradisional. Dalam pemakaian sehari-hari. toko grosir. sekarang sudah bergeser artinya. cakupan jenis barang yang dijual di pasar lebih banyak. dan Plaza Sudimampir seharusnya merupakan tempat perdagangan yang sifatnya sangat kompleks. Jika dibandingkan dengan kedai. Dalam kata-kata itu makna 'tempat yang menjual makanan dan minuman' yang dulu dikandung oleh kata warung dan kedai sudah tidak sesuai lagi. Plaza Tunjangan. Sifat ketradisionalan pasar pada pasar swalayan sudah tidak tampak lagi. dan Toko Mas Semar. dan lain-lain. Namun. toko Sumber Waras. warung telekomunikasi (wartel). cara menjual. dan nama-nama lain yang diberikan secara manasuka. Lalu. apa perbedaan antara plaza dan pasar? Perbedaan itu hanya terletak pada konotasi saja. toko serba ada. warung. Pemberian nama pasar seperti Pasar Senen. serta Pasar Swalayan Morodadi dan Wak Kondang Swalayan memiliki struktur yang berbeda? Kalau dilihat dari strukturnya secara selintas. kata plaza tidak dapat diberi penjelasan lagi berupa cara layanan. kedai. Struktur Nama Apakah kita sadar bahwa Plaza Indonesia dan Putri Ayu Plaza. Putri Ayu Plaza 26 . warung. pasar induk buah-buahan. warung sate. pasar swalayan. Plaza Lokasari. Kita ingat kata saudara yang semula hanya berarti. Pergeseran Makna Dalam bahasa yang hidup dan berkembang seperti bahasa Indonesia. Kalau diperhatikan nama Plaza Gadjah Mada. pasar loak. kedai benda pos. toko alat listrik. atau kedai. Dengan demikian. dan toko masih dapat diubah cakupannya dengan memperhatikan cara penjualan. jenis barang yang dijual di tempat itu. dan benda-benda lain untuk kebutuhan sehari-hari. Pembedaan pasar yang satu dari yang lain biasanya dilakukan dengan menyebutkan jenis barang pokok yang dijual. Apabila dijualbelikan di tempat itu. tempat terbuka yang digunakan untuk parkir atau memperbaiki kendaraan bermotor. Sementara itu. Di dalamnya tercakup berbagai tempat belanja yang lebih kecil yang mungkin berupa toko. bergantung pada toko. Kita dapat menyebut saudara kepada orang yang tidak mempunyai hubungan darah sama sekali dengan kita. pasar grosir. pasar. dan Plaza Arion. Perhatikan nama-nama seperti pasar induk sayur-mayur. pergeseran makna itu tidak dapat dihindari. Pengkhususan nama plaza dilakukan dengan nama-nama tambahan belaka.

Posisi Penutur Jarak penutur dengan objek pembicaraan tidak dapat diukur secara pasti. yang diindonesiakan menjadi mal itu? Kata mal berarti 'gedung-gedung besar atau kelompok gedung di pinggiran kota berisikan beberapa/bermacam-macam toko dengan sarana jalan untuk kepentingan umum'. Kedua kalimat di atas muncul karena perbedaan anggapan tentang jarak antara penutur itu dan pohon durian. sedangkan mobil itu mengangkut wisatawan domestik. kita kembali pada "anggapan" tadi. Kedekatan jarak antara penutur dan objek yang dibicarakan dapat pula diartikan bahwa sang penutur itu ikut atau masuk ke dalam objek tadi. 1. Perhatikan kalimat berikut. Sudah terjadi atau belum? Untuk menunjukkan hal atau peristiwa yang sedang terjadi. Mobil itu akan mengangkut wisatawan Australia. yaitu jarak penutur (pembicaraan atau penulis) dengan objek yang ditunjuk. Jai. kata itu dapat digunakan sebagai kata ganti penunjuk. dapat pula ia memang berada dalam mobil itu. Pada kalimat (3) dan (4) penutur pasti berada lebih dekat dengan mobil yang akan mengangkut wisatawan Australia daripada mobil yang akan mengangkut wisatawan domestik. Mobil ini akan mengangkut wisatawan Australia. apabila jarak itu dianggap dekat. apabila jarak itu dianggap sama dekat dengan penutur. dalam kalimat (8) tadi. sedangkan mobil itu akan mengangkut wisatawan Australia. Akan tetapi. (3) keikutsertaan penutur. Pohon durian ini hampir berbuah sebelum disambar petir. 2. misalnya. Dalam hal ini. 1. Mobil itu akan mengangkut wisataawan Australia.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Wak Kondang Pasar Swalayan Putri Ayu Hotel Wak Kondang Hotel Putri Ayu Panti Pijat Wak Kondang Panti Pijat Putri Ayu Salon Wak Kondang Salon Tentu saja. Apa sebenarnya arti mall. kata ini dapat digunakan sebagai kata ganti penujuknya. antara lain. (2) sudah terjadi atau belum peristiwa yang ditunjuk. sebaliknya. penutur selain dapat disebut dekat dengan mobil wisatawan domestik. sedangkan mobil ini mengangkut wisatawan domestik. 1. penamaan seperti ini tidak tepat. sedangkan untuk menunjukkan hal . Plaza Indonesia Pasar Swalayan Morodadi Plaza Mataram Pasar Swalayan Siti Nurbaya Plaza Kosgoro Pasar Swalayan Sempurna Plaza Ratu Ayu Pasar Swalayan Dinar Masih dengan struktur bahasa Inggris. Pohon durian itu hampir berbuah sebelum disampar petir. Mobil ini akan mengangkut wisatawan domestik. 2. Mobil itu akan mengangkut wisatawan domestik. (1) posisi penutur. yaitu ikut serta atau tidaknya penutur dalam peristiwa atau hal yang dibicarakan. Pemakaian kedua kata itu dibedakan atas pertimbangan beberapa hal. 1. Seandainya ia berada pada yang lebih dekat dengan mobil yang akan mengangkut wisatawan domestik. 1. 1. Mobil ini akan mengangkut wisatawan Australia. kalimat (3) dan (4) akan dirubah menjadi kalimat (5) dan (6) berikut. dapat pula kita menggunakan kata itu seperti dalam kalimat berikut. sedangkan mobil ini mengangkut wisatawan domestik. biasanya digunakan kata ini. kata itu lebih tepat pemakaiannya. untuk menunjuk pohon durian yang sama. sedangkan mobil ini mengangkut wisatawan Australia. kita hanya dapat menggunakan anggapan apakah jarak itu dianggap jauh atau dekat. dan (4) sudah disebut atau belum hal atau peristiwa yang ditunjuk itu. Apabila jarak itu dianggap sama jauhnya. nama-nama itu mustinya menjadi Mal Pondok Indah dan Mal Kalibata. Sesuai dengan struktur DM. Masalah "anggapan" itu dapat kita kurangi apabila dalam pembicaraan itu ada dua hal yang ditunjuk sehingga kita dimungkinkan membuat perbandingan. perhatikan contoh-contoh berikut. Agar lebih jelas. Apabila antara penutur dan kedua mobil itu sama atau hampir sama jaraknya. 27 Ini dan Itu Kata ini dan itu dalam bahasa Indonesia disebut kata ganti penunjuk. sedangkan mobil itu mengangkut wisatawan domestik. Sebaliknya. Kalau jarak itu dianggap jauh. dalam dunia perdagangan modern kita juga mengenal istilah mall seperti Kalibata Mall dan Pondok Indah Mall. kata ini lebih tepat. Mestinya penamaan seperti itu mengikuti pola Plaza Indonesia dan Pasar Swalayan Morodadi yang dapat dijajarkan dengan nama plaza atau pasar swalayan lain sebagai berikut.

Dalam kalimat (4). Ini berarti bahwa peristiwa pertuturannya juga sedang 28 . Candi Sari. 1. dalam konteks tersebut kata itu berfungsi sebagai penanda takrif. Ini tidak berarti bahwa pemakaian kata itu tidak dapat digunakan oleh penutur yang ikut serta dalam hal atau peristiwa yang sedang dibicarakan. 2. 3. (5). dan candi itulah pada contoh (3). kita melewati objek wisata Candi Prambanan. tetapi perkerjaan itu terlalu banyak menyita waktunya. 1. kata kita atau kami dapat digunakan sehingga kalimat itu akan menjadi seperti berikut. dan Candi Kalasan. dan Candi Kalasan. 1. Perjalanan itu melewati objek wisata Candi Prambanan. Untuk mengungkapkan hal seperti tersebut. Ia sebenarnya telah memperoleh pekerjaan yang tetap. Pak Karman mempunyai rumah yang sangat mewah. Penyebutan Gunakan kata itu untuk menunjuk hal atau peristiwa yang sudah disebutkan sebelumnya apabila jarak antara penutur dan hal atau peristiwa yang dibicarakan itu tidak dipertimbangkan. Dengan demikian. 2. dan candi itu adalah Candi Prambanan. 2. dan Candi Kalasan. Kecelakaan itu timbul karena tidak sempurnanya sistem rem mobil yang dikendarai-nya walaupun mobil itu baru dibeli dua hari sebelumnya. pekerjaan atau rumah yang ditunjuk itu cenderung berbeda. Dalam perjalanan itu. mari kita perhatikan paragraf berikut. 2. rumah itu adalah rumah Pak Karman. Keikutsertaan Penutur Kita dapat melihat pula apakah penutur ikut serta atau termasuk dalam hal atau peristiwa yang sedang dibicarakan atau tidak. serta rumah Pak Karman. Candi Sari. kami melewati objek wisata Candi Prambanan. 2. Kecelakaan itu timbul karena tidak sempurnanya sistem rem mobil yang dikendarainya walaupun mobil itu baru dibeli dua hari sebelumnya. Kaitan itu dapat diartikan bahwa yang dimaksud pekerjaan itu adalah pekerjaan yang tetap. dan Candi Kalasan. Dalam perjalanan ini. 1. Anaknya yang sulung tewas dalam kecelakaan mobil yang sangat mengerikan. Untuk itu. dan (6) penutur mungkin ikut serta dalam perjalanan yang sedang dibicarakan apabila perjalanan itu sudah berlangsung. Candi Sari. dan Candi Kalasan. rumah itu dan rumah Pak Karman pada contoh (2). Candi Sari. Untuk hal seperti ini. candi itu. sebaiknya jangan digunakan kata ini. ia menceritakan pengalamannya ketika mengikuti perjalanan itu. kami melewati objek wisata Candi Prambanan. Perlombaan ini diadakan dengan dukungan dana dari BNI 1946.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata atau peristiwa yang telah atau akan terjadi biasanya digunakan kata itu. Ia sebenarnya telah memperoleh pekerjaan yang tetap. Kata itu pada contoh-contoh di atas menunjukkan kaitan antara pekerjaan itu dan pekerjaan yang tetap pada contoh (1). dan Candi Prambanan. Rumah itu pernah ditawar orang dengan harga yang sangat tinggi. Kata ini dapat juga digunakan apabila penutur itu berada di Candi Prambanan yang sedang dibicarakannya. Dalam perjalanan ini. Rumah ini pernah ditawar orang dengan harga yang sangat tinggi. Perhatikan contoh berikut. 1. Candi Sari. 1. Dalam hal ini. Perhatikan kalimat berikut. Candi itu terletak di perbatasan antara Kabupaten Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Karman mempunyai rumah yang sangat mewah. tidak dapat digunakan kata ini. akhirnya mereka tiba di Candi Prambanan. kita melewati objek wisata Candi Prambanan. Bahkan. Pemakaian kata itu untuk menunjukkan hal atau peristiwa lampau ini akan lebih jelas apabila kita mengamati pemakaiannya dalam konteks yang lebih luas. tetapi pekerjaan ini terlalu banyak menyita waktunya. Perhatikan contoh-contoh berikut. Dalam perjalanan itu. Dapatkah kata itu disulih dengan kata ini pada contoh-contoh tadi? Mari kita lihat contoh-contoh berikut. Kalau ingin memunculkan kata ganti persona sebagai subjek dalam kalimat itu. Perjalanan ini melewati objek Candi Prambanan. dan Candi Kalasan. Melalui perjalanan yang sangat panjang. Perhatikan kalimat berikut. terasa bahwa kata ini tidak mampu mengaitkan secara padu antara pekerjaan ini dan pekerjaan yang tetap. Kata ini pada kalimat (1) menyiratkan bahwa penutur ikut serta dalam perjalanan yang sedang dibicarakan. Candi Sari. Di pelataran candi itulah sendratari Ramayana selalu digelar untuk para wisatawan setiap bulan purnama. 3. Dari contoh (4) dan (5) ini.

Ia membeli semua pakaian. tentu tidak tepat apabila menggunakan kata memukul saja untuk peristiwa yang berbalasan. kata itu berposisi di awal kalimat pada bagian kedua. Candi ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan demikian. Dalam satuan paragraf. Sebagai penghubung intrakalimat. 1. kedua kata itu menyatakan bahwa bagian kedua lebih tinggi intensitasnya daripada bagian pertama. Di pelataran candi ini sendratari Ramayana selalu digelar untuk para wisatawan setiap bulan purnama. Perhatikan contoh berikut. Setelah sekian tahun lamanya. kedua kata itu dapat merangkaikan pengertian yang telah diungkapkan dalam beberapa kalimat sebelumnya dengan kalimat yang diawali dengan kata itu. Melalui perjalanan yang sangat panjang. Secara mudah ia menolak usulan anak buahnya. frasa. Berpukul-pukulan. Pada contoh (1) di atas jelas bahwa Rudi tidak membiarkan dirinya dipukul terus-menerus oleh Johan.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata berlangsung. Sebaliknya. pemakaian bahkan dan malahan pada akhir kalimat hendaknya dihindari. bahkan 1. 1. terutama di dalam ragam tulis resmi. tendangan samping Johan mengakhiri pertahanan Rudi. Malahan. Ia sangat mengasihi dan menyayangi. Kehadirannya berfungsi sebagai penegas. Kata bahkan dan malahan dapat digunakan sebagai penghubung antarklausa dalam kalimat majemuk. Bahkan. Pada kalimat (1) beribu-ribu lebih tinggi nilai jumlahnya daripada beratus-ratus. Kedua kata itu dapat digunakan sebagai penghubung intrakalimat dan dapat pula digunakan sebagai penghubung antarkalimat. Sebagai penghubung intrakalimat. Pekerjaannya tidak ada yang betul malahan. Apabila peristiwanya terjadi tidak berbalasan. Pukul-memukul. akhirnya mereka tiba di Candi Prambanan. 29 Bahkan dan Malahan Kata bahkan dan malahan mempunyai fungsi dan pola pemakaian yang sama dalam bahasa Indonesia. Baik sebagai penghubung intrakalimat maunpun antarkalimat. ia pernah memukul mukanya sendiri bahkan. 1. sedangkan pada kalimat (2) kata itu berfungsi sebagai penghubung antarkalimat. beribu-ribu tahun. . Tahun ini secara resmi ia diberhentikan dari tugasnya. Suatu saat. tidak malahan Membedakan warna dan ukurannya bahkan (5) Mereka tidak mematuhinya beramai-ramai malahan Melanggar peraturan itu. ia beberapa kali diperingatkan oleh atasannya. kata memukul saja yang tepat. umatnya bahkan yang paling hina sekalipun. Karena itu. sedangkan sebagai penghubung antarkalimat. beberapa anak buahnya masih terus mengancamnya. dan pada kalimat (2) membunuh lebih tinggi tingkat kesadisannya daripada sekadar mengurung. malahan Kuda merupakan alat angkut yang paling cepat. Setelah pukul-memukul. Selain kata pukul-memukul untuk menyatakan makna 'saling memukul' juga digunakan kata berpukul-pukulan. bahkan dan malahan seringkali bersifat manasuka kehadirannya. atau klausa. ia benar-benar menyesali tindakannya. Karena sangat marah. Setelah berpukul-pukulan. Karena fungsinya sebagai penghubung antarkalimat atau intrakalimat. dan Saling Memukul Kata seperti pukul-memukul dan berpukul-pukulan disebut kata kerja resiprokal. bahkan (2) Ia tega mengurung anak itu ia juga malahan Tega membunuhnya. Sesekali ia juga membalasnya memukul Johan walaupun akhirnya tendangan Johan mengakhiri pertahanan Rudi. kata itu berposisi di antara bagian pertama dan bagian kedua yang tiap bagian itu dapat berupa kata. peran siapa yang dipukul dan siapa yang memukul tidak dapat dibedakan secara tegas. Dalam kata kerja semacam itu terkandung makna bahwa peristiwanya terjadi secara berbalasan. ia pernah pula mencoba mengakhiri hidupnya. Setiap hari kerjanya hanyalah meratapi kesalahan demi kesalahan yang pernah dibuatnya. bahkan (1) Beratus-ratus tahun. Berulang kali ia menangis dalam tidurnya. tendangan samping Johan mengakhiri pertahanan Rudi. orang yang berlaku sebagai pemukul dapat pula berlaku sebagai yang dipukul pada kesempatan lain. 1. Pada kalimat (1) kata bahkan dan malahan berfungsi sebagai penghubung intrakalimat.

kehadiran kata penelitian setelah kata mengadakan sangat diperlukan. pemakaian bentuk yang lebih pendek tidak selamanya benar.mengurangi Mengadakan penjualan .memupuk Memberi nilai . Kalimat (4) itu akan baik kembali apabila diubah menjadi kalimat berikutnya. Penentuan dapat diganti atau tidaknya bergantung pada struktur kalimatnya. Bandingkan pula beberapa contoh berikut ini. Itu artinya kehadiran objek sangat diperlukan untuk melengkapi kata kerja itu. Oleh karena itu. Kata mengadakan pada kalimat (3) adalah kata kerja yang memerlukan objek (kata kerja transitif). 1. mereka mengalami kecapaian. kalimat berikut ini tidak efisien. Ia meneliti jamur merang untuk karya tulisnya. Bersama-sama dengan anak buahnya. Bandingkan dua kalimat berikut. Bersama-sama dengan anak buahnya. ia meneliti jamur merang di Kalimantan Barat.mengulangi Mengadakan pengamatan . 1. Kata meneliti sebenarnya juga termasuk kelompok kata kerja yang transitif. Jadi. sering kita dapati pemakaian dua bentuk.mengamati Mengadakan pemupukan .mengakui Memberi hiburan . Setelah saling pukul-memukul beberapa saat. Apabila kata saling di depan kata itu dipertahankan. Banyak kata kerja bahasa Indonesia yang mengandung makna resiprokal seperti itu. *Ia harus meneliti untuk karya tulisnya.menilai Memberi jaminan . Ia harus mengadakan penelitian untuk karya tulisnya. 2. Akan tetapi. Kalimat (3) menjadi tidak bermakna lengkap apabila kata penelitian dihilangkan. 1. Mari kita lihat kalimat berikut ini. Penggantian bentuk mengadakan penelitian dengan meneliti rasanya memang kurang tepat.membatasi Mengadakan pengurangan . Berikut beberapa contoh kata yang mengandung makna itu. Penggantian itu didasari pertimbangan bahwa (1) makna dasar kalimat yang terbentuk setelah penggantian itu. mengapa justru bentuk yang pendek juga dapat menampung makna bentuk panjangnya.menjamin Memberi batas membatasi Memberi pengakuan . 2. 1. kata saling tidak perlu ditambahkan di depan kata itu. Apakah semua kelompok kata mengadakan penelitian dapat diganti dengan bentuk pendeknya? Tidak semua bentuk seperti itu dapat diganti. Mengadakan pembatasan . makna 'saling' yang terkandung dalam kata kerja harus dihilangkan dengan cara mengubah kata kerja itu menjadi memukul.menatar Mengadakan pengulangan . Dengan demikian. mereka mengalami kecapaian.menjual Mengadakan penataran . ia mengadakan penelitian tentang jamur merang di Kalimantan Barat.menghibur .Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Karena pukul-memukul dan berpukul-pukulan sudah mengandung makna peristiwa berbalasan. 1. yaitu berupa kata atau kelompok kata. Setelah saling berpukul-pukul beberapa saat. mereka mengalami kecapaian. yang sebenarnya memiliki makna yang sama. Dalam kalimat (2) kata meneliti dapat digunakan untuk mengganti kata mengadakan penelitian. 2. Setelah saling memukul beberapa saat. Berpelukan Peluk-memeluk 'saling memeluk' Berpeluk-pelukan Berciuman Cium-mencium 'saling mencium' Bercium-ciuman Bertinju 'saling meninju' Tinju-meninju Berbantahan Bantah-membantah 'saling membantah' Berbantah-bantahan Berbantingan Banting-membanting 'saling membanting' Berbanting-bantingan 30 Bentuk Pendek dan Bentuk Panjang Dalam berbahasa.

di dalam kenyataan berbahasa pemakai bahasa yang menggunakan kosakata yang berasal dari bahasa Arab itu masih banyak yang belum memahaminya secara baik. seperti contoh berikut. Jadual keberangkatan Jadual pelajaran Jadual pertunjukan Jadual permainan Jadual kegiatan Penulisan kata jadual pada contoh di atas tidaklah benar. Kata jadual dengan (u) hendaknya dituliskan jadwal dengan (w) karena di dalam bahasa asalnya. jadwal keberangkatan jadwal pelajaran jadwal pertunjukan jadwal permainan jadwal kegiatan Penulisan kata jadual dengan (u) di atas tampaknya beranalogi pada kata seperti kualitas dan kuantitas. penggunaan kata itu tidak selalu begitu. penulisan itu justru tidak benar. terutama jika kosakata itu digunakan dalam bahasa tulis.ﺟﺪﻭﺍﻝ‬Huruf ‫ ﻭ‬pada kata itu diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi (w) bukan (u). yakni quality dan quantity. ada kosakata lain yang berasal dari bahasa Arab yang setipe dengan itu. Walupun demikian. aurat bukan *awrat taurat bukan *tawrat kaum bukan *kawum Kata daripada yang Mubazir Kata daripada termasuk ke dalam golongan kata depan. seperti pada contoh berikut. 2. perhatikan kata-kata berikut yang seharusnya ditulis dengan (ua). Kenyataan itu tidak dapat disangkal karena banyak kata bahasa Arab yang sudah berintegrasi begitu kuat di dalam bahasa Indonesia. Jika ada penulisan kwalitas dan kwantitas. Kata benda itu tidak menunjukkan hubungan perlawanan. Kita harus selalu dapat memperhatikan keinginan daripada anggota. Oleh sebab itu. 1. kata itu dituliskan‫ . Dengan demikian. Banyak kata yang berasal dari bahasa itu yang sudah tidak kita kenali lagi sebagai bahasa asing.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 31 Jadual atau Jadwal Salah satu bahasa asing yang turut memperkaya khazanah bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. penggunaan kata . Kata daripada sering digunakan secara tidak tepat. Selain kata jadwal. Kata tersebut digunakan untuk membuat perbandingan atau mengontraskan sesuatu. Kelompok kata (frasa) tujuan daripada pertemuan dan keinginan daripada anggota pada kedua contoh itu merupakan kelompok kata benda yang mempunyai hubungan pewatasan kata benda yang kedua menerangkan kata benda yang pertama. Dalam kenyataannya. Salah satunya adalah penggunaan kata jadwal yang sering dituliskan menjadi jadual. Penulisan kedua kata terakhir itu sudah tepat karena huruf (u) pada keduannya memang berasal dari (u) dalam bahasa asalnya. contoh di atas seharusnya dituliskan sebagai berikut. Tujuan daripada pertemuan ini adalah untuk mencari jalan keluar mengenai hal-hal yang belum terpecahkan pada pertemuan yang lalu. seperti berikut: takwa bukan *takua fatwa bukan *fatua kahwa bukan *kahua Akan tetapi.

Agar kalimat (1) dan (2) di atas menjadi baik. sedangkan pada contoh (4) penutur ingin mengontraskan dua hal. 1. cukup digunakan satu bentuk jamak. tetapi di sisi lain dapat juga mengganggu kaidah tata bahasa Indonesia. ialah beberapa. kedua kalimat itu diubah menjadi sebagai berikut. (3a) *Nina lebih rajin adiknya. Dapat juga dipilih perbaikan berikut. (2a) Kita harus selalu dapat memperlihatkan keinginan anggota. hajah. seperti kata haji. beberapa orang-orang. bahasa daerah. 2. Kalimat di atas dapat diubah sebagai berikut agar menjadi lebih efektif. Pengungkapan seperti itu mubazir. yakni bentuk leksikal atau bentuk ulang. persoalan-persoalan intern harus kita selesaikan dahulu. Pada contoh (3) penutur ingin membandingkan Nina dengan adiknya dalam soal kerajinannya. 2. kedua bentuk jamak tersebut sering digunakan secara bersamaan sehingga menghasilkan bentuk jamak yang mubazir. Berbeda sekali dengan contoh (1a) dan (2a) di atas. Kata pikir. 4. Di dalam bahasa Indonesia. Pada kenyataan berbahasa. 3. kita datang lebih awal terlambat. para. 32 Pemakaian kata daripada yang tepat ialah seperti pada kalimat di bawah ini. Salah satu contoh pengaruh yang dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia ialah masuknya kata-kata tertentu yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. 3. (4a) *Sebaiknya. semua. dongkrak. Untuk membangun koperasi ini. Orang-orang yang tidak setuju dengan keputusan pimpinan keluar dari perusahaan. kursi. banyak persoalan-persoalan intern harus kita selesaikan dahulu. bahasa Indonesia tidak lepas dari pengaruh bahasa lain. . penghilangan kata daripada pada (3) dan (4) menjadi kalimat itu tidak benar. Pengaruh itu di satu sisi dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia. dan banyak persoalan-persoalan pada ketiga contoh di atas merupakan gabungan bentuk jamak leksikal dan bentuk jamak ulang. Satu hal yang menarik berkaitan dengan kata-kata yang berasal dari bahasa asing itu ialah adanya pasangan kata yang "serupa tapi tak sama". kita datang lebih awal daripada terlambat. Murid-murid diharuskan mengikuti upacara bendera setiap hari Senin. jamak dapat dinyatakan dengan bentuk ulang atau dengan menambahkan bentuk leksikal tertentu pda kata benda yang diacu. merupakan kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sekarang tidak terasa sebagai kata-kata yang berasal dari bahasa asing. Bentuk leksikal itu. 2. Nina lebih rajin daripada adiknya. banyak persoalan intern harus kita selesaikan dahulu. ataupun bahasa asing. 3. Beberapa orang yang tidak setuju dengan keputusan pimpinan keluar dari perusahaan. Bentuk jamak semua murid-murid.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata daripada dalam kedua contoh itu tidak tepat. Pengaruh Bahasa Asing Dalam perkembangannya. Semua murid-murid diharuskan mengikuti upacara bendera setiap hari Senin. Sebaiknya. misalnya. banyak. 1. Jamak yang Mubazir Yang dimaksud dengan jamak adalah jumlah sesuatu yang lebih dari satu. Untuk membangun koperasi ini. Untuk menyatakan konsep jamak. antara lain. 1. (1a) Tujuan pertemuan ini adalah untuk mencari jalan keluar mengenai hal-hal yang belum terpecahkan pada pertemuan yang lalu. yakni untuk mengatakan kontras atau perbandingan. Semua murid diharuskan mengikuti upacara bendera setiap hari Senin. dan fakultas. Perhatikan contoh berikut. Untuk membangun koperasi ini. yakni datang lebih awal dan terlambat. Beberapa orang-orang yang tidak setuju dengan keputusan pimpinan keluar dari perusahaan. dan kaum. 3. saleh.

almarhumah bermakna 'perempuan yang dirahmati'. dan kata almukaram mempunyai makna 'laki-laki yang mulia'. dan almukaram-almukaramah. Bentuk kalimat pasifnya adalah (6a) Rumah ini saya kontrakkan. Maksud tulisan itu jelas bahwa rumah itu dapat dikontrak oleh siapa saja yang membutuhkannya. Rumah ini dikontrakkan. Kalimat (6) itu sebagai bentuk kalimat aktir. Ketiga pasangan bentuk itu sudah berterima sebagai warga bahasa Indonesia. Kata hajah bermakna 'perempuan yang sudah menunaikan ibadah haji'. Kata haji-hajah. Saya mau mengontrakkan rumah ini. kalimat (4) kata mau bermakna 'berkehendak atau bermaksud'. 3. almarhumah. huruf itu menjadi (h). maksud. dan almukaramah dipakai untuk merujuk pada unsur yang berjenis kelamin feminim (muanas). Jika dilihat dari segi bentuknya. dan almukaram-almukaramah merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab. tampak bahwa untuk bentuk yang feminim dilakukan penambahan huruf tertentu. masing-masing mempunyai acuan yang berbeda pula. 4. masih terdapat penggunaan kata-kata seperti itu secara tidak tepat. Kata mau pada kalimat (1) mempunyai makna 'suka akan sesuatu'. Pembeli rumah itu mau memeriksa keadaan rumah secara cermat sebelum membayarnya. Dengan demikian. Dalam bahasa kita. yaitu rumah yang luas ruang tamunya'. Sungguhpun begitu. sedangkan kata mau pada kalimat (2) mempunyai makna 'sungguh-sungguh suka berbuat sesuatu'. Jika memang saya benar-benar akan mengontrakkan rumah. (2) akan. Kata-kata itu mempunyai makna tersendiri. Di mana letak kejanggalannya? Kata mau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai makna (1) sungguh-sungguh suka hendak (berbuat sesuatu). Di dalam kenyataannya. dan rumah ini belum dikontrakkan. sedangkan hajah. bermakna 'laki-laki yang sudah menunaikan ibadah haji'. Akan halnya kata mau pada contoh (3) mengandung makna 'akan'.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata almarhum-almarhumah. kata haji. almarhum. Paman mau membeli rumah itu. Banyak ditemukan bentuk-bentuk seperti itu sebagai akibat pengaruh bahasa asing. bermakna 'laki-laki yang dirahmati'. dan kata almukaramah bermakna 'perempuan yang mulia'. kata almarhum bermakna 'yang telah meninggal (laki-laki) dan almarhumah bermakna 'yang tealh meninggal (perempuan)'. Bagaimana dengan mau dalam mau dikontrakkan? Perhatikan contoh berikut. Kata mau pada contoh (5) dapat disulih dengan kata akan dan hendak sehingga ada pilihan berikut. haji. yaitu mengindahkan rambu-rambu lalu lintas. Saya mengontrakkan rumah ini. Maskulin (muzakar) feminim (muanas) muslim muslimah mukmin mukminah qari qariah hafid hafidah saleh salehah/salihah mubalig mubaligah mualim mualimah 33 Mau dalam Mau Dikontrakkan Sering kita melihat tulisan yang dipampam di depan rumah atau toko yang berbunyi rumah ini mau dikontrakkan. hajah. Jika ditransliterasi ke dalam bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya kita lihat contoh berikut. almarhum. kalimat yang berisi pemberitahuan kepada khalayak sebaiknya sebagai berikut. 1. almukaramah itu merupakan tiga pasang kata yang berbeda. 1. (3) kehendak. Mau (5a) Saya akan mengontrakkan rumah ini Hendak Jika diperhatikan secara cermat. kalimat itu bermakna 'Saya baru berencana mengontrakkan rumah ini. Saya mau mengambil buku di rumah Ali. almarhumah. . kata akan bermakna 'menyatakan sesuatu yang hendak terjadi' (KBBI. hendak. Di bawah ini dikemukakan beberapa contoh lain. Dengan demikian. suka akan sesuatu. almarhumah bermakna 'perempuan yang sudah menunaikan ibadah haji'. Kecelakaan itu seharusnya dapat dihindari jika pengemudi mau mengindahkan rambu-rambu lalu lintas. ada kejanggalan dalam tulisan itu. almukaram. Dengan demikian. dan almukaram adalah bentuk yang digunakan untuk mengacu pada unsur tertentu (orang) yang berjenis kelamin maskulin (muzakar). Kata haji. 1. 1991:16). kata almarhum. yakni (a) dalam bahasa asalnya. tetepi dia minta ruang tamunya diperluas. Namun. 2. kalimat itu sebaiknya diubah menjadi 1. almarhum-almarhumah. almarhumah bermakna 'perempuan yang sudah menunaikan ibadah haji'.

kita harus cermat dalam memilih kata. Pada umumnya. secara lisan atau tulis. Imbuhan peng. Tepatkan pemakaian unsur –isasi? Unsur –isasi yang digunakan dalam bahasa Indonesia berasal dari –isatie (Belanda) atau –ization (Inggris). Berikut senarai kata yang bernuansa makna dari kata indah. Bandingkan juga dengan kata kiriman yang berarti 'hasil tindakan mengirim' atau hal atau barang yang dikirimkan dan kata tulisan 'hasil tidakan menulis atau ditulis' Sejalan dengan itu kalimat (1) di atas lebih tepat diubah menjadi seperti berikut.. (6a) Para petugas menjaga temuan itu secara seksama. yaitu normalisasi dan legalisasi... kata pemberian yang sering dipakai seperti dalam kalimat berikut. misalnya. perhatikan contoh berikut. (4a) Apakah engkau sudah mengambil bagianmu? (4b) Pembagian beras bulan ini tepat pada waktunya. (3a) Petinju itu merasa siap bertanding sesudah mendapat latihan secukup-nya. (2a) Kita harus merawat warisan nenek moyang kita. (3b) Kegiatan pelatihan dipusatkan di Jakarta. Rumah ini pemberian orang tua saya. kata pemberian dalam kalimat di atas akan diartikan 'hal atau tindakan memberi atau memberikan'. (6b) Penemuan bangunan kuno itu tidak terlepas dari usaha keras para arkeolog. Begitu juga halnya kedua kata yang lain. ==Kosakata yang Bernuansa Makna dari Kata Indah== Jika ingin berbahasa dengan baik. Arti itu tentu tidak sesuai sebab gagasan dalam kalimat di atas ialah bahwa rumah itu merupakan barang yang diberikan oleh orang tua saya. modernisatie.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Kata mau dalam kalimat seperti (7) itu tidak tepat digunakan karena rumah tidak memiliki kemauan atau kehendak. (2b) Pewarisan harta benda itu terjadi secara turun-temurun. Unsur itu sebenarnya tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Pengertian seperti itu dapat dinyatakan dengan kata berian. para pemakai bahasa tampaknya kurang menyadari aturan itu. Perhatikan pula beberapa contoh lain berikut ini. pemakai bahasa tetap beranggapan . sebaiknya akhiran itu pun tidak digunakan dalam pembentukan kata baru bahasa Indonesia. (1b) Pemberian hadiah itu berlangsung semalam.-an dan –an== Ada pemakaian pasangan kata berimbuhan peng-.dan pe-. Jika kita mengenal kata pengiriman dengan arti 'hal atau tindakan mengirim atau mengirimkan' dan penulisan bermakna 'hal atau tindakan menulis atau menuliskan'. (5a) Kita akan memperoleh arahan lebih lanjut dari atasan kita. (5b) Pengarahan harus dilakukan sebelum mereka melaksanakan tugas.. tetapi kata itu diserap secara utuh dari kata modernisatie atau modernization. (1a) Rumah ini berian orang tua saya. modernization menjadi modernisasi normalisatie. Sebagai perbandingan senarai kata berikut dipasangkan dengan padanan bahasa Inggris. Meskipun demikian.dapat juga berwujud pem-. peny. Untuk itu. normalization menjadi normalisasi legalisatie. pen-.-an dan –an yang tidak mencerminkan perbedaan. perhatikan kata-kata yang maknanya hampir sama. jell indah splendid jelita lovely molek cute tampan handsome 34 Kata Baku dan Tidak Baku Kata Baku Kata Tidak Baku antre antri atlet atlit azimat ajimat faksimile faksimil februari pebruari film filem frekuensi frekwensi izin ijin juang joang jumat jum'at kabar khabar kanker kangker konkret kongkrit kualitas kwalitas kuantitas kwantitas november nopember lembap lembab paruh paro tenteram tentram zaman jaman ziarah jiarah ==Makna Imbuhan peng-. unsur itu ada di dalam pemakaian bahasa Indonesia karena diserap bersama-sama dengan bentuk dasarnya secara utuh. 1. Mengingat bahwa akhiran asing –isatie atau –ization tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi –isasi. anggun nice ayu beateuos bagus fine cakap smart cantik pretty elok beautiful ganteng handsome. Sungguhpun demikian. legalization menjadi legalisasi Contoh itu memperlihatkan bahwa dalam bahasa Indonesia kata modernisasi tidak dibentu dari kata modern dan unsur –isasi. Sebagai gambaran.

hibridanisasi. seperti turinisasi. unsur asing yang ada padanannya di dalam bahasa kita tidak diserap karena hal itu dapat mengganggu upaya pengembangan bahasa Indonesia. penormalan. dan rayonisasi.-an sehingga bentukannya menjadi perayonan. deposito jangka.. berarti 'proses atau tindakan membudidayakan udang'. atau jalan melayang. afiks atau imbuhan pe-. Melihat bentuk baru itu. pembudidayaan udang. Dalam hal ini. lamtoronisasi. kita pun dapat membentuk istilah pembudidayaan turi pembudidayaan lamtoro pembudidayaan lele pembudidayaan hibrida Sebagai pengganti turinisasi. dapat diindonesiakan menjadi pemodernan. Misalnya... terminal bus. dan hibridanisasi. . Bentuk dasar yang lebih ringkas. untuk menggantikan unsur-unsur bahasa asing. dan massa mengambang. imbuhan yang digunakan harus sesuai dengan imbuhan yang dikenal dalam bahasa Indonesia.-an dapat digunakan sebagai pengganti akhiran asing itu. tidak digunakan karena tidak mengungkapkan gagasan yang dimaksudkan secara tepat.. tidak tepat bila diganti dengan pembudidayaan rayon karena rayon tidak termasuk jenis yang dapat dibudidayakan.. dan pelegalan. Dalam hal ini bentuk dasar yang lebih ringkas itu dapat digunakan tanpa mengurangi ketepatan mengungkapkan. sebaiknya istilah yang dipakai adalah instalasi rawat inap. unjuk perasaan. deposito berjangka. Dengan menggunakan kekayaan bahasa kita. Bentuk dasar yang sebenarnya adalah inap dan bentuk beimbuhan dengan mengadalah menginap. sebenarnya kita dapat menggunakan afiks bahasa Indonesia untuk menghindarakan pemakaian unsur –isasi. atau jalan layang. yakni sero batas. Akibatnya. Kata rayonisasi dan setipenya.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata bahwa –isasi merupakan akhiran yang dapat digunakan dalam bahasa Indonesia. Bentuk gabungan kata yang digunakan sebagai istilah lazimnya bentuk yang paling ringkas.. unjuk rasa. muncul bentukan baru yang menggunakan unsur itu. misalnya dengan istilah pembudidayaan . Yang menjadi persoalan kita disini adalah kata nginap. Istilah itu dewasa ini sudah sering digunakan. kaidah bahasa resmi harus diperhatikan. Sejalan dengan itu. dan legalisasi.-an dalam hal itu berarti 'hal ber. Kita tidak menggunakan ruang menunggu. jam kerja.. Jadi. Salah satu contohnya terlihat pada kalimat berikut ini. unsur isasi pada rayonisasi lebih tepat diganti dengan imbuhan pe-. lamtoronisasi. Jika bentuk berimbuhan harus digunakan untuk mengungkapkan konsep yang tidak dapat dituangkan dengan bentuk dasar. Oleh karena itu. perseroan terbatas.. 35 Manakah yang benar nginap atau inap? Pemakaian bahasa pada papan nama bangunan umum seperti rumah sakit.. Dengan cara yang serupa. atau pasar termasuk pemakaian bahasa secara resmi. berarti kita pun telah menanamkan kecintaan terhadap bahasa sendiri. Jika pengimbuhan dengan per-. misalnya. dengan arti 'proses atau tindakan membudidayakan'.. dan massa kambang. Kita mengenal bentuk ruang tunggu. Sesuai dengan kebijakan itu. lelenisasi. yang berarti 'hal merayonkan' atau 'membuat jadi rayon-rayon'.-'. Sekarang ini korban kecelakaan masih berada di Instansi Rawat Nginap (Irna) Yang dimaksud Instansi Rawat Nginap pada kalimat di atas adalah salah satu bagian dari rumah sakit yang menampung pasien yang tengah menjalani perawatan. turinisasi menjadi perturian lamtoronisasi menjadi perlamtoroan lelenisasi menjadi perlelean hibridanisasi menjadi perhibridaan rayonsisasi menjadi perayonan Imbuhan per-. normalisasi.. Bentuk nginap pada frasa rawat nginap bukan bentuk dasar dan bukan pula bentuk berimbuhan yang lengkap. Kata modernisasi. jam bekerja. lelenisasi.-an itu menurut rasa bahasa kita kurang sesuai.. yang tidak termasuk tanaman atau hewan. timbul pertanyaan tepatkah bentukan kata baru itu? Sejalan dengan kebijakan bahasa yang kita anut.. Misalnya. kita pun dapat memanfaatkan kosakata bahasa Indonesia yang lain untuk menyatakan pengertian yang sama.-an atau per-. Oleh sebab itu. bentuk kata yang setipe dengan turinisasi pun dapat diubah menjadi seperti berikut.

eka. misalnya astronaut. misalnya pesona. 'enam'. Dengan demikian. Untuk lebih jelasnya. komputer. dan televisi. dalam bahasa Indonesia juga merupakan unsur terikat.+ puber) 'menjelang puber. kata bilangan yang diserap dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Indonesia merupakan unsur terikat. dapat pula penambahan itu berupa unsur terikat. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. tri. yang bermakna 'satu'. adikuasa adi kuasa Adibusana adi busana Adimarga adi marga Manca. Misalnya. seperti adi-.+ kondisi) 'kondisi yang dijadikan landasan' prakonsepsi (pra. sehingga menjadi saptapesona. kata bilangan lain yang berasal dari bahasa Sanskerta juga ditulis dengan cara yang sama. dan dasa. dwi. narapidana nara pidana Narasumber nara sumber Unsur Terikat PraBahasa Indonesia dalam perkembangannya mengalami perubahan. prasangka.+ karsa) 'tindakan atau usaha yang mula-mula' prakondisi (pra. Dalam hal ini unsur terikat prabermakna 'sebelum'. Berbeda dengan kata bilangan dalam bahasa Indonesia. Unsur terikat ini berasal dari bahasa Sanskerta dan kehadirannya dalam bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai pembentuk kata atau istilah baru. Misalnya: • • • • praanggapan (pra. 'lima'. caturwarga catur warga caturdarma catur darma caturwulan catur wulan panca.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata 36 Manakah yang benar sapta pesona atau saptapesona? Dalam bahasa Indonesia ada jenis kata yang diserap dari bahasa Sanskerta.+ anggapan) 'pandangan (pendapat. 'empat'. prakarsa (pra. panca. misalnya unsur terikat pra-. sapta. dan 'sepuluh. pancasila panca sila pancawarna panca warna pancakrida panca krida sapta. kosmonaut.+ saran) ' buah pikiran yang diajukan dalam suatu pertemuan seperti konferesi. Perubahan itu antara lain berupa penambahan kata-kata baru. Sejalan dengan itu. swasembada swa sembada Swalayan swa layan Swakarsa swa karsa Nara. 'tiga'. muktamar. penulisannya juga diserangkaikan dengan unsur lain yang menyertainya. perhatikan contoh berikut. belum matang dalam hal seks' . satelilt. yaitu unsur yang hanya dapat digabung dengan unsur lain.+ lahir) 'berkenaan dengan bayi pada menjelang kelahiran' • prasaran (pra. Misalnya: Baku Tidak Baku Adi. dan nara-. Penambahan yang berasal dari bahasa asing.+ konsepsi) 'gagasan atau konsepsi sebelum menyaksikan atau mengalami sendiri keadaan sebelumnya' • pralahir (pra.+ modern) 'sebelum modern' • prapuber (pra. penulisan kata bilangan yang berasal dari bahasa Sanskerta diserangkaikan dengan unsur yang menyertainya. ekasuku eka suku ekabahasa eka bahasa ekamatra eka matra dwi. trilomba tri lomba tridarma tri darma tritunggal tri tunggal catur. saptadarma sapta darma saptamarga sapta marga dasa. Sebagai unsur terikat. Baku Tidak Baku eka. 'dua'. Salah satu di antaranya ialah kata bilangan. dwifungsi dwi fungsi dwipihak dwi pihak dwiwarna dwi warna tri. seperti halnya unsur terikat yang lain. dasasila dasa sila dasawarsa dasa warsa dasadarma dasa darma Beberapa unsur lain yang berasal dari bahasa Sanskerta. Selain berupa kosakata. dan dimaksudkan sebagai bahan untuk menyusun hasil pertemuan' • pramodern (pra. Penambahan kata-kata baru itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi. Sebagai unsur terikat. bukan ditulis terpisah menjadi sapta pesona. mancanegara manca negara Mancawarna manca warna Swa. manca-. sapta-seharusnya ditulis serangkai dengan unsur yang menyertainya. 'di muka'. catur. 'tujuh'. swa-. keyakinan) sebelumnya.

termasuk pemberian garansi pascajual' • purnawaktu (purna.penulisannya juga digabung dengan unsur yang menyertainya.+ sarjana) 'berhubungan dengan tingkat pendidikan atau pengetahuan sesudah sarjana strata 1 (S1)' • pascadoktoral (pasca. sedangkan purna.Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata Selain pra-.+ panen) 'berhubungan dengan masa sesudah panen' • purnajual (purna. Pasca. id/ . masih ada unsur terikat lain yang kita serap dari bahasa Sanskerta. yaitu pasca.+ lahir) 'berkenaan dengan bayi sesudah lahir' • pascapanen (pasca. Sebagai unsur terikat.+ doktoral) 'berkenaan dengan karya akademik profesional sesudah mencapai gelar doktor' • pascabedah (pasca. 37 Referensi [1] http:/ / pusatbahasa. pasca. diknas.dan purna.+ jual) 'berkenaan dengan masa penjualan lebih lanjut setelah transaksi.+ waktu) 'sepenuh waktu yang ditetapkan'. go.dan purna-.bermakna 'penuh' Misalnya: • pascasarjana (pasca.dalam hal ini bermakna 'sesudah'.+ bedah) 'berhubungan dengan masa sesudah menjalani operasi' • pascalahir (pasca.

wikisource.php?oldid=24304  Kontributor: -iNu-. 14 suntingan anonim Lisensi Creative Commons Attribution-Share Alike 3.org/w/index.Sumber dan Kontributor Artikel 38 Sumber dan Kontributor Artikel Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Kata  Sumber: http://id.0 Unported //creativecommons. IvanLanin.0/ .org/licenses/by-sa/3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.