PENGERTIAN ETIKA

Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini : - Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. - Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. - Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat

diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya
Norma-norma itu dapat dipertahankan melalui sanksi-sanksi, yaitu berupa ancaman hukuman terhadap siapa yang telah melanggarnya. Tetapi dalam kehidupan masyarakat yang terikat oleh peraturan hidup yang disebut norma, tanpa atau dikenakan sanksi atas pelanggaran, bila seseorang melanggar suatu norma, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat dan sifatnya suatu pelanggaran yang terjadi, misalnya sebagai berikut:

Semestinya tahu aturan tidak akan berbicara sambil menghisap rokok di hadapan tamu atau orang yang dihormatinya, dan sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap tidak sopan walaupun merokok itu tidak dilarang.Seseorang tamu yang hendak pulang, menurut tata krama harus diantar sampai di muka pintu rumah atau kantor, bila tidak maka sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap sombong dan tidak menghormati tamunya.

Mengangkat gagang telepon setelah di ujung bunyi ke tiga kalinya serta mengucapkan salam, dan jika mengangkat telepon sedang berdering dengan kasar, maka sanksinya dianggap “intrupsi” adalah menunjukkan ketidaksenangan yang tidak sopan dan tidak menghormati si penelepon atau orang yang ada disekitarnya.

Orang yang mencuri barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya, maka sanksinya cukup berat dan bersangkutan dikenakan sanksi hukuman, baik hukuman pidana penjara maupun perdata (ganti rugi). Kemudian norma tersebut dalam pergaulan hidup terdapat empat (4) kaedah atau norma, yaitu norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hukum . Dalam pelaksanaannya, terbagi lagi menjadi norma-norma umum (non hukum) dan norma hukum, pemberlakuan normanorma itu dalam aspek kehidupan dapat digolongkan ke dalam dua macam kaidah, sebagai berikut: 1. Aspek kehidupan pribadi (individual) meliputi:

Kaidah kepercayaan untuk mencapai kesucian hidup pribadi atau kehidupan yang beriman.

Kehidupan kesusilaan, nilai moral, dan etika yang tertuju pada kebaikan hidup pribadi demi tercapainya kesucian hati nu-rani yang berakhlak berbudi luhur (akhlakul kharimah). 2. Aspek kehidupan antar pribadi (bermasyarakat) meliputi:

Kaidah atau norma-norma sopan-santun, tata krama dan etiketdalam pergaulan sehari-hari dalam bermasyarakat (pleasantliving together).

Kaidah-kaidah hukum yang tertuju kepada terciptanya ketertiban, kedamaian dan keadilan dalam kehidupan bersama atau bermasyarakat yang penuh dengan kepastian atau ketenteraman (peaceful living together).Sedangkan masalah norma non hukum adalah masalah yang cukup penting dan selanjutnya akan dibahas secara lebih luas mengenai kode perilaku dan kode profesi Humas/PR, yaitu seperti nilai-nilai moral, etika, etis, etiket, tata krama dalam pergaulan sosial atau bermasyarakat, sebagai nilai aturan yang telah disepakati bersama, dihormati, wajib dipatuhi dan ditaati. Norma moral tersebut tidak akan dipakai untuk menilai seorang dokter ketika mengobati pasiennya, atau dosen dalam menyampaikan materi kuliah terhadap para mahasiswanya, melainkan untuk menilai bagaimana sebagai profesional tersebut menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik sebagai manusia yang berbudi luhur, juiur, bermoral, penuh integritas dan bertanggung jawab.Terlepas dari mereka sebagai profesional tersebut jitu atau tidak dalam memberikan obat sebagai penyembuhnya, atau metodologi dan keterampilan dalam memberikan bahan kuliah dengan tepat. Dalam hal ini yang ditekankan adalah “sikap atau perilaku” mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai profesional yang diembannya untuk saling menghargai sesama atau kehidupan manusia. Pada akhirnya nilai moral, etika, kode perilaku dan kode etik standard profesi adalah memberikan jalan, pedoman, tolok ukur dan acuan untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang akan dilakukan dalam berbagai situasi dan kondisi tertentu dalam memberikan pelayanan profesi atau keahliannya masingmasing. Pengambilan keputusan etis atau etik, merupakan aspek kompetensi dari perilaku moral sebagai seorang profesional yang telah memperhitungkan konsekuensinya, secara matang baik-buruknya akibat yang ditimbulkan dari tindakannya itu secara obyektif, dan sekaligus memiliki tanggung jawab atau integritas yang tinggi. Kode etik profesi dibentuk dan disepakati oleh para profesional tersebut bukanlah ditujukan untuk melindungi kepentingan individual (subyektif), tetapi lebih ditekankan kepada kepentingan yang lebih luas (obyektif).
Etiket

Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan, padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda, walaupun ada persamaannya. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores), sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan

tidak melakukan sesuatu perbuatan.Istilah etiket berasal dariEt iq u e tt e (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi, pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi, seperti cara berpakaian (tata busana), cara duduk, cara bersalaman, cara berbicara, dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.Definisi etiket, menurut para pakar ada beberapa pengertian, yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam

bertingkah lake sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.Menurut K. Bertens, dalam buku berjudul Etika, 1994. yaitu selain ada persamaannya, dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket, yaitu secara umumnya sebagai berikut:

1.Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai
pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.Etiket adalah menetapkan cara, untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.

2.Etika adalah nurani (bathiniah), bagaimana harus bersikap etis dan baik
yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya.Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan. 3.Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dany a n g salah harus mendapat sanksi.Etiket bersifat relatif, yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya.

4.Etika berlakunya, tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang
hadir.Etiket hanya berlaku, jika ada orang lain yang hadir, dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. (dari berbagai sumber)

http://asyilla.wordpress.com/2007/06/30/pengertian-etika/

Sunday, March 19, 2006
ETIKA PROFESI DAN TANGGUNG JAWAB PROFESI
Diposting oleh Y0u_N13 pada 3/19/2006 06:21:00 PM
Pengertian Profesi dan Pelaksanaan Profesi

Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksaan, dan penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Adapun hal yang perlu diperhatikan oleh para pelaksana profesi.
1. Etika Profesi

Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek). Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Akan tetapi tanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi, profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorang dibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasil mengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hak pencipta atas program yang dikomesikan itu. Sehingga perlu pemahaman atas etika profesi dengan memahami kode etik profesi.
2. Kode Etik Profesi

Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi :

Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalanggan social).

Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.
3. Penyalahgunaan Profesi

Dalam bidang computer sering terjadi penyalahgunaan profesi contohnya penjahat berdasi yaitu orang-orang yang menyalahgunakan profesinya dengan cara penipuan kartu kredit, cek, kejahatan dalam bidang komputer lainnya yang biasa disebut Cracker dan bukan Hacker, sebab Hacker adalah Membangun sedangkan Cracker Merusak. Hal ini terbukti bahwa Indonesia merupakan kejahatan komputer di dunia diurutan 2 setelah Ukraine. Maka dari itu banyak orang yang mempunyai profesi tetapi tidak tahu ataupun tidak sadar bahwa ada kode Etik tertentu dalam profesi yang mereka miliki, dan mereka tidak lagi bertujuan untuk menolong kepentingan masyarakat, tapi sebaliknya masyarakat merasa dirugikan oleh orang yang menyalahgunakan profesi.

4. Kesimpu lan

Kesadara n itu penting dan lebih .

penting lagi kesadara n itu .

timbul dari Diri kita masing - .

masing yang sebentar lagi akan .

menjadi pelaksan a profesi di bidang .

kompute r disetiap tempat kita .

dan selalu memaha .bekerja.

mi dengan baik atas Etika .

Profesi yang memban gun dan .

bukan untuk merugik .

2 Pengertian Etika Etika adalah suatu ajaran yang berbicara tentang baik dan buruknya yang menjadi ukuran baik buruknya atau dengan istilah lain ajaran tenatang kebaikan dan keburukan. BAB II PEMBAHASAN 2.an orang lain. yang menyangkut peri kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan. sesama manusia. .1 Latar Belakang Masalah 2. dan alam.

padang rumput. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu.watak. 3. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata „etika‟ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata „etika‟ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan „nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‟. Jadi arti kata „etika‟ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Bentuk tunggal kata „etika‟ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. cara berpikir. 2. 2000).Bertens. kandang. perasaan. Sedangkan kata „etika‟ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. akhlak. kebiasaan/adat.Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. mempunyai arti : 1. Jadi. Malaikat malaikat Nya. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. orang yang tidak percaya. sikap. Kitab kitabnya. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.3 Pengertian Kafir Kafir secara garis besar bisa diartikan sebagai orang yang menutup dirinya dari kebenaran. 2. sejak 1953 – mengutip dari Bertens. dan .2000). Rasul Rasul Nya. secara etimologis (asal usul kata). ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). kepada Allah.

Dalam Al-Qur’an secara umum kafir berarti: 1.4 Ayat dan Hadist yang berhubungan Sebenarnya banyak sekali ayat dan hadist tentang orang kafir berikut diantaranya:  . barangkali ada yang mau menjelaskan secara lebih mendalam pengertian dan seputar kafir setelah dikembalikan pada Al Quran dan Hadist? Tapi dimohon dengan sangat jangan menunjuk orang atau golongan tertentu. Hal ini tercermin pada sejarah Islam periode Madinah (masyarakat Madani) dimana Muslim nonMuslim dpt hidup berdampingan secara damai dalam kepemimpinan Muhammad SAW. Ada orang kafir yang memang tidak mengakui Allah sbg rab. karena kita tidak boleh sembarangan menunjuk orang lain sebagai kafir.tapi ada juga orang Islam yang di jatuhi hukum kafir. Ada juga hadist Muslim yang menyebutkan : " Janganlah kamu membenci bapakmu.14:22). 4. QS. Kafir (non-Muslim) dalam perspektif negara Islam menurut Ibnu Arabi tetaplah harus dijamin hak dan kewajibannya sebagai warga negara. 3. 30:34).kerana amalnya. 2. dia adalah fasik dan membunuh orang muslim adalah kafir"wallahu a'lam.hari kiamat. meninggalkan amal soleh yang diperintahkan Allah (QS.contonya : hadis rasulullah "barang siapa yang menfitnah.menolak. 30:44). Kafir berasal dari kata "kafaro" yang artinya tertutup. Hmm. Siapa yang membenci bapaknya. mengingkari nikmat-nikmat Tuhan dan tidak berterima kasih kepada-Nya (QS. 5. menolak hukum Allah (QS. maka dia kafir. karena ada juga yang mendefinisikan kafir sebagai orang yang meninggalkan amal sholeh yang diperintahkan Allah.16:55. Dan semoga setelah paham betul akan pengertian kafir tersebut kita bisa menjaga diri agar tidak termasuk dalam golongan kafir." Pengertian 'kafir' tentunya sangatlah luas. 2. lari dari tanggung jawab (QS.. pengertianya:hati manusia yang tertutup atau menolak kebenaran yang hakiki berasal dari Allah dan rasulnya.44). Thread ini hanya sebagai instropeksi aja.

maka ia termasuk kaum tersebut”. 1  Artinya: 1. yaitu orang kafir yang membayar jizyah (upeti) yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin. 5. [Ali „Imrân/3: 28]  “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum. pemimpin. agamaku.Artinya: Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab. dan oleh Ahmad:(5232) dari hadis Ibnu Umar rodhiyallaahu‟anhumaa. Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya firman Allah Al-‘Azîz Al-Hakîm : 1 Dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam “Al Libaas” bab tentang libaasu sy syuhroti: (4033). 3. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam “Fathu l Baariy”: (10/288). 2. Kafir seperti ini tidak boleh dibunuh selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada mereka. 6. 4. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. untukmu agamamu. dan oleh Al Albani dalam “Al Irwaa`”: (1269) . dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.” 2. dan untukkulah. pelindung. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin.5 Pembagian Kafir Kafir dalam syari’at Islam terbagi empat : -Pertama : Kafir dzimmy. Dan dishahihkan oleh Al „Irooqiy dalam “Takhrriju l ihyaa`”: (1/359). Katakanlah: “Hai orang-orang kafir.

Dan dalam hadits Buraidah radhiyallahu ‘anhu. Kedua : Kafir mu’ahad. AtTaubah : 7). ‫كبٌَ زسُْٕ ل هللاِ صهَّٗ هللا ُ عهَيّ ٔآنِّ ٔسهَّى إِذا أَيس أَييسًا عهَٗ جيْش أَْٔ سسيَّت أَْٔ صبِ ُ فِي خَبصخِّ بِخَقٕٖ هللاِ ٔيٍ يعُّ يٍ انًسهًِيٍَ خيسًا ثُى قَبل‬ ُ َ َ َ ْ ِ َ َّ َ َ َ َ ِ َ ِ ْ َ ٍ ِ َ َ َّ ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ ْ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ َّ ٍ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ِ َ َّ ُ َ ْ َ ْ ‫أُغصْٔ ا بِبسْى هللاِ فِي سبِيم هللاِ قَبحِهُْٕ ا يٍ كفَس بِبهللِ أُغصْٔ ا ٔالَ حَغهُّْٕ ا ٔالَ حَغدزُْٔ ا ٔالَ حًُثِّهُْٕ ا ٔالَ حَقخُهُْٕ ا ٔنِيدًا ٔإِذا نَقِيْجَ عدٔك يٍَ انًشسكي‬ ٍَ َ ِ َ َ َ ِ ِ َ َ‫فَبدعُٓى إِنَٗ ثَالَد خصبل فَأَيَّخٍُُٓ يب أَجببُْٕ ك فَبقبَمْ يُُٓى ٔكف عُُٓى ثُى ادعُٓى إِنَٗ السالَو فَئٌِ أَجببُْٕ ك فَبقبَمْ يُُٓى ٔكف عُُٓى فَئٌِ ُْى أ‬ ْ ْ ْ َ َّ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِْ َّ ُ ْ َّ ْ ْ َ َّ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ُ ْ ‫ْ بَْٕ ا‬ َ ْ َ َ ْ ٍ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ ْ ‫فَس ْهُٓى انجصيَتَ فَئٌِ ُْى أَجببُْٕ ك فَبقبَمْ يُُٓى ٔكف عُُٓى فَئٌِ ُْى أَبَْٕ ا فَبسخَعٍ بِبهللِ ٔقَبحِ ْهُٓى‬ ْ ْ ْ ْ ْ َ َّ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ ْ َ “Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam apabila beliau mengangkat amir/pimpinan pasukan beliau memberikan wasiat khusus untuknya supaya bertakwa kepada Allah dan (berwasiat pada) orang-orang yang bersamanya dengan kebaikan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. “Maka selama mereka berlaku istiqomah terhadap kalian. Kemudian beliau berkata : “Berperanglah kalian di jalan Allah dengan nama Allah. yaitu orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. serulah mereka kepada Islam apabila mereka menerima maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka. Dan dalam hadits Al-Mughîroh bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu. berperanglah kalian dan jangan mencuri harta rampasan perang dan janganlah mengkhianati janji dan janganlah melakukan tamtsîl (mencincang atau merusak mayat) dan janganlah membunuh anak kecil dan apabila engkau berjumpa dengan musuhmu dari kaum musyrikin dakwailah mereka kepada tiga perkara. “Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi dari kalian sesuatu pun (dari isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian. Dan Allah berfirman. (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka. apabila mereka menolak maka mintalah jizyah (upeti) dari mereka dan apabila mereka memberi maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka.“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah). hendaklah kalian berlaku istiqomah (pula) terhadap mereka. ْ ِ ْ ُّ َ َ‫أَيسََب زسُْٕ ل زبَُِّب صهَّٗ هللاُ عهَيّ ٔآنِّ ٔسهَّى أٌَ َُقَبحِهَكى حخَّٗ حَعبُدْٔ ا هللاَ ٔحْ دُِ أَْٔ حُؤدْٔ ا انجصيَت‬ ْ َ َ َ ِ َ ِْ َ ُ ْ َ َ َ ُْ َ َ ُ َ َ َ “Kami diperintah oleh Rasul Rabb kami shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayar Jizyah”. bunuhlah siapa yang kafir kepada Allah. apabila mereka menolak maka mintalah pertolongan kepada Allah kemudian perangi mereka”. sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan shôgirun (hina. apa saja yang mereka jawab dari tiga perkara itu maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka . (QS. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. Allah Jalla Dzikruhu berfirman. (QS. Dan kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. rendah. At-Taubah : 29). patuh)”. maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya . beliau berkata.

ِْ ‫يٍ قَخَم يعبَْدًا نَى يَسحْ زائِحتَ انجَُّت ٔإٌِ زيحَٓب حُْٕ جد يٍ يسيسة أَزْ بَعيٍَ عَبيب‬ َ ْ ِ َّ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ َُ َ ْ َ َِ ِْ َ ْ ِ َُ ً “Siapa yang membunuh kafir Mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. atau jaminan keamanan dari seorang muslim.” Ketiga : Kafir musta’man. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan. maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah. “Dan yang diinginkan dengan (Mu’ahad) adalah setiap yang mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin. At-Taubah : 6). kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berpendapat bahwa kata Mu’ahad dalam hadits di atas mempunyai cakupan yang lebih luas. baik dengan akad jizyah. ‫ذيتُ انًسهًِيٍَ ٔاحدةٌ يَسعٗ بَِٓب أَدََبُْى‬ ْ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ َّ ِ “Dzimmah (janji.” Dan Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. perjanjian dari penguasa. Beliau berkata. membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya. . yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya). “Dan jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu. (QS. siapa yang menzholimi seorang mu’ahad. َ ‫أَال يٍ ظَهَى يعبَْدًا، أَٔ اَخَقَصُّ، أَْٔ كهَّفَُّ فَْٕ ق طَبقَخِّ، أَْٔ أَخر يُُّ شيئًب بِغيْس طيب ََفْس، فَأَََب حجيجُّ يَْٕ و انقِيَبيت‬ ُ ِْ َ َ َ ْ ِ َُ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِْ ِ َ َْ ِْ َ َ ِ ٍ “Ingatlah. AtTaubah : 4). agar supaya mereka berhenti”. Dan dalam hadits ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu. “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir. (QS. karena mereka itu tidak beriman. merendahkannya. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. “Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji. dan mereka mencerca agama kalian.” (QS. At-Taubah : 12). AL-Anfal : 55-56) Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya. (QS. Dan Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam berpesan. maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat. sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya.sampai batas waktunya. diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)”. Dan Allah Jallat ‘Azhomatuhu menegaskan dalam firman-Nya. jaminan keamanan dan tanggung jawab) kaum muslimin itu satu.

Kafir jenis inilah yang disyari’atkan untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam.-pent) menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah. 1420 H). mu’ahad dan mus`tamin. kecil dan besar. maka siapa yang diberikan kepadanya Aman dari seorang muslim maka haram atas (muslim) yang lainnya mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam Amannya. Maknanya bahwa Aman kaum muslimin kepada orang kafir itu adalah sah (diakui). ْ ‫يَب زسُْٕ ل هللاِ شعى ابٍُْ أُيي أَََُّّ قَبحِم زجالً قَد أَجسْ حُُّ فَالٌََ بٍَ ُْبَيسةَ فَقَبل زسُْٕ ل هللاِ صهَّٗ هللاُ عهَيّ ٔآنِّ ٔسهَّى قَد أَجسْ ََب يٍ أَجسْ ث يَب أُو َْبَِئ‬ ُ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ ِْ َ َ َ ْ َ ْ ُ َ ٌ ْ ِّ َ َ َّ ِ َ ْ َ ََ َ ٍ “Wahai Rasulullah anak ibuku (yaitu ‘Ali bin Abi Tholib.Berkata Imam An-Nawawy rahimahullah : “Yang diinginkan dengan Dzimmah di sini adalah Aman (jaminan keamanan). “Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani`”. Ibnul Qayyim dan lain-lainnya. yaitu jiwa seorang muslim. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah. Demikianlah pembagian orang kafir telah masyhur dalam uraian para ulama seperti Imam Empat. Syaikh Sholih Al-Fauzan. 1424 H) dan lain-lainnya.” 2. Syaikh ‘Abdullah Al-Bassam (w. kecuali pemeluk agama Islam." (Ali Imran: 19). Dan bagi siapa yang menelaah buku-buku fiqih dari berbagai madzhab akan menemukan benarnya pembagian ini tanpa perselisihan. Dan harus kami tegaskan disini. Mereka yakin karena dalildalil berikut: Firman Allah Ta‘ala. yaitu kafir dzimmi. Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy (w. "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. “Dan jiwa yang diharamkan oleh Allah adalah jiwa yang terjaga. dan sebagaimana yang ditegaskan dalam firman-Nya. “Dan firman-Nya “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar” dia adalah jiwa muslim. (kafir) dzimmi.” Dan berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimîn rahimahullah.” Keempat : Kafir harby. 1422 H).” Dan dalam hadits Ummu Hani` radhiyallahu ‘anha. beliau berkata. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (w. yaitu kafir selain tiga di atas. bahwa tiga kafir di atas. 1420 H). karena mereka orang-orang Mukmin dan orang-orang Muslim. Syaikh Al-Albany (w.5 Etika Terhadap Orang Kafir Orang Muslim meyakini bahwa seluruh agama adalah batil kecuali agama Islam yang merupakan agama yang benar. “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. mu’ahad dan musta`man adalah termasuk jiwa yang diharamkan untuk dibunuh sebagaimana yang telah lalu. Al-An’am : 151) Berkata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy rahimahullah. . dan (jiwa) kafir yang terlindung dengan perjanjian dan keterikatan. baik laki-laki dan perempuan. 1421 H).” (QS. dan bahwa para pemeluk semua agama adalah kafir. Dan dari ulama masa kini seperti Syaikh Ibnu Baz (w.

dan bahwa Islam adalah agama seluruh manusia."Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Benci kepada orang kafir karena kebencian Allah Ta‘ala kepadanya. Allah Ta‘ala tidak menerima agama selain Islam dari siapa pun." (Al-Mumtahanah: 8). "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian. Allah Ta‘ala membolehkan berbuat adil. "Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri kalian. karena meridhai kekafiran adalah kekafiran. Pada ayat yang mulia di atas. dan berbuat baik kepadanya jika ia bukan orang kafir yang harus diperangi. Dengan dalil-dalil Ilahi yang benar di atas. Tidak memberikan loyalitas dan kasih sayang kepadanya. dan tidak meridhai Syariat selain Syariat Islam. maka orang Muslim pun membenci orang kafir. 3. Oleh karena itu. dan berbuat baik kepada orang-orang kafir." (Al-Maidah: 3). Dari sinilah. 4. orang Muslim menyadari bahwa siapa saja yang tidak menyembah Allah Ta‘ala dengan agama Islam ia orang kafir. karena mereka ." (Ali Imran: 28). dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagi kalian. 2. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. "Janganlah orang-orang Mukminin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mukminin. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. selagi Allah Azza wa Jalla membencinya karena kekafirannya. dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku. orang Muslim mengetahui bahwa semua agama sebelum Islam telah dihapus dengan Islam. karena Allah Ta‘ala berfirman." (Ali Imran: 85). karena kebencian-Nya kepadanya. atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Berbuat adil terhadapnya. karena dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala. "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. sebab cinta dan benci itu harus karena-Nya. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. dan tidak meridhainya. Oleh karena itu. Tidak mengakui kekafirannya. Untuk itu. kecuali orang-orang kafir yang wajib diperangi. sekalipun orang-orang itu bapak-bapak. ia menerapkan etika-etika berikut terhadap orang kafir: 1." (Al-Mujadilah: 22).

"Mereka (wanita-wanita Mukminah) tersebut tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. diundang makan oleh orang Yahudi Madinah. berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala. Oleh karena itu.. Hadits ini shahih). berdasarkan dalil-dalil berikut: Allah Ta'ala melarang pernikahan wanita Mukminah dengan orang kafir secara mutlak dalam firman-Nya. . 6. 8. Hadits ini shahih)." (Diriwayatkan Muslim)." (Al Maidah: 5). Menyayanginya dengan kasih sayang umum dengan memberinya makan jika ia lapar. 5." (Diriwayatkan Ath-Thabrani dan Al-Hakim." (Diriwayatkan Muslim). dan kehormatannya. kemudian beliau memenuhi undangannya. Tidak mengganggu harta." (Al-Mumtahanah: 10). dan Aku mengharamkannya terhadap kalian. "Barangsiapa menyakiti orang kafir dzimmi. darah.mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri dalam ketentuan orang-orang yang wajib diperangi. dan orang Kristen. memberinya minum jika ia kehausan. jika ia bukan termasuk orang yang wajib diperangi. dan boleh menikahi wanita-wanita kafir dan Ahli Kitab. Dikisahkan dengan shahih bahwa Rasulullah saw. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. sesungguhnya Aku haramkan kezhaliman atas Diri-Ku." (Diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. Tidak menikahkan wanita Mukminah dengannya. dan memakan makanan yang dihidangkan kepada beliau.. 7. "Makanan orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagi kalian. maka Aku menjadi lawannya pada hari kiamat. dan memakan hadiahnya jika ia Ahli Kitab orang Yahudi. "Sayangilah orang yang ada di bumi niscaya engkau disayangi siapa yang ada di langit. ‘Hai hamba-hamba-Ku. menyelamatkannya dan kebinasaan. kalian jangan saling menzhalimi'. dan menjauhkan gangguan daripadanya. mengobatinya jika ia sakit. menerima hadiahnya. "Allah Ta‘ala berfirman. "Pada setiap orang yang mempunyai hati yang basah terdapat pahala. Ia boleh memberinya hadiah.

Karena Rasulullah bersabda. misalnya memanjangkan jenggotnya jika ia tidak memanjangkannya. dan tidak menirunya dalam hal-hal yang tidak penting. karena Rasulullah bersabda. mengecatnya jika ia tidak mengecatnya. "Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu.. Jika kalian bertemu dengan salah seorang dari mereka di jalan. 11. Mendoakannya jika ia bersin dengan memuji Allah dan berkata."Dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. 9. dan memperbaiki urusanmu. dan memperbaiki urusan kalian." kemudian beliau mendoakan balik. "Hendaklah kalian berbeda dan orang-orang musyrik. ia termasuk mereka." (Diriwayatkan Abu Daud dan AthThabrani." (Al-Baqarah: 221). "Dan barangsiapa meniru satu kaum. Allah Ta‘ala membolehkan seorang Muslim menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dalam firman-Nya. Menyempitkan ruang geraknya jika bertemu dengannya di salah satu jalan ke jalan yang paling sempit." Karena Rasulullah pernah bersin di samping orang orang Yahudi." (Al-Maidah: 5). dan berbeda dengannya dalam pakaian. "Semoga Allah merahmatimu. bila kalian telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya." (Muttafaq Alaih). ia menjawabnya dengan mengatakan. 12. "(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanitawanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kalian. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw." (Muttafaq Alaih). atau kopiah. Tampil beda dengannya." 10. tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundikgundik. dan cukurlah kumis. Hadits ini hasan). "Semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian. maka mendorongnya ke jalan yang paling sempit baginya. "Wa'alaikum (juga atas kalian)". ‘Wa‘alaikum' (juga atas kalian). karena mengharap mereka berkata. . panjangkan jenggot. dan jika orang kafir mengucapkan salam kepadanya. maka katakan kepada mereka. "Janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan orangorang Kristen. "Jika orang-orang Ahli Kitab mengucapkan salam kepada kalian. Tidak memulai ucapan salam kepadanya." (Muttafaq Alaih).

4. Agar terjadi keamanan. 3. Memupuk sikap tenggang rasa dan toleransiantar umat. Kita berakhlak pada orang kafir pun mempunyai hikmah/ manfaat. Seuai dengan perintah rasulullah yang berbunyi: "Dan barangsiapa meniru satu kaum. 5. Ini akan mencerminkan toleransi dalam Islam. "Rubahlah ini (rambut putih) dan tinggalkan warna hitam. karena Imam Muslim meriwayatkan. atau merah."Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen tidak mengecat." (Diriwayatkan Muslim). maka berbedalah dari mereka. Maksudnya mewarna jenggot. 6. atau rambut dengan warna kuning. 2. Dapat menjaga hubungan kita dengan orang kafiragar tidak terlalu jauh hubungan kita. Agar kita hidup di dunia bisa saling rukun satu sama lainnya. Agar kita tidak menyerupai orang kafir. Hikmahnya antara lain: 1. bahwa beliau bersabda. PENGERTIAN ETIKA . Agar kita mengetahui tentang larangan menikah dengan orang kafir." (Muttafaq Alaih).." (Diriwayatkan Al-Bukhari). Sedang mewamainya dengan warna hitam dilarang Rasulullah saw. dan ketertiban beragama sehingga terjadi kedamaian. kenyamanan.6 Hikmah Berakhlak Terhadap Orang Kafir Sesuatu yang diciptakan oleh Allah pasti ada hikmahnya. 2. ia termasuk mereka. tetapi Islam menghargai apa saja yang mereka lakukan asal tidak mengganggu umat Islam sendiri.Islam memang mengakui adanya agama laintetapi Islam tidak mengakui apa yang mereka yakini( tidak mengakui kekafirannya).

Utilitarisme. Paham Eudaemonisme. Bisikan Hati (Intuisi). Aliran Positivisme. Aliran Pragmatisme. Evolusi.Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu PENGERTIAN BAIK Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat. dan memberikan perasaan senang. . Adat Kebiasaan. Kebahagiaan. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku CARA PENILAIAN BAIK DAN BURUK Menurut Ajaran Agama. Aliran Vitalisme. atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif) PENGERTIAN BURUK Segala yang tercela. Aliran Naturalisme.

dan (3) universalistic hedonism yang menyatakan bahwa yang menjadi tolok ukur apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu melahirkan kesenangan atau kebahagiaan kepada seluruh makhluk. sedangkan jika keputusan tersebut tidak baik maka itulah yang buruk. Faham ini merupakan bantahan terhadap faham . adapt kebiasaan. Khusus penilaian perbuatan baik dan buruk menurut agama. Aliran Marxisme. Faham Kebahagiaan (Hedonisme) “Tingkah laku atau perbuatan yang melahirkan kebahagiaan dan kenikmatan/kelezatan”. dan kebudayaan tidak akan dibahas disini. Bisikan Hati (Intuisi) Bisikan hati adalah “kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih dahulu melihat akibat yang ditimbulkan perbuatan itu”.Aliran Idealisme. Aliran Komunisme [carilah di internet mengenai faham atau aliran-aliran tersebut secara lengkap] Kriteria perbuatan baik atau buruk yang akan diuraikan di bawah ini sebatas berbagai aliran atau faham yang pernah dan terus berkembang sampai saat ini. (2) hedonisme rasional/rationalistic hedonism yang berpendapat bahwa kebahagian atau kelezatan individu itu haruslah berdasarkan pertimbangan akal sehat. Ada tiga sudut pandang dari faham ini yaitu (1) hedonisme individualistik/egostik hedonism yang menilai bahwa jika suatu keputusan baik bagi pribadinya maka disebut baik. Aliran Eksistensialisme.

Dengan mengadopsi teori Darwin (ingat konsep selection of nature. Yang menjadi titik beratnya adalah pengalaman. untuk mencapai eudaemonia ini diperlukan 4 hal yaitu (1) kesehatan. Aliran Pragmatisme Aliran ini menititkberatkan pada hal-hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. dan nilai-nilai yang tidak bertahan (kalah dengan perjuangan antar nilai) dipandang sebagai buruk. bahkan dengan segala yang ada di ala mini. kekayaan dan kekuasaan. dan (4) pengetahuan batiniah. kemerdekaan. oleh karena itu penganut faham ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab kebenaran bersifat abstrak dan tidak akan diperoleh dalam dunia empiris. Paham Eudaemonisme Prinsip pokok faham ini adalah kebahagiaan bagi diri sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain. (3) perbuatan baik. dan survival for the fittest) Alexander mengungkapkan bahwa nilai moral harus selalu berkompetisi dengan nilai yang lainnya. Tujuan utama dari aliran ini adalah keutamaan. struggle for life. dan nilai moral yang bertahanlah (tetap) yang dikatakan dengan baik. Menurut Aristoteles. . keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai “kebaikan budi pekerti” Evolusi Paham ini berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini selalu (secara berangsur-angsur) mengalami perubahan yaitu berkembang menuju kea rah kesempurnaan.hedonisme. keunggulan. (2) kemauaan. kebebasan.

Ukuran kebaikannya adalah “pemelihataan akan kehidupan”. yaitu sedapat mungkin setiap makhluk harus saling menolong dan berlaku baik. sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang kekuasaan. apabila alami maka itu dikatakan baik.Aliran Naturalisme Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah :”apakah sesuai dengan keadaan alam”. Aliran ini terdiri dari dua kelompok yaitu (1) vitalisme pessimistis (negative vitalistis) dan (2) vitalisme optimistime. Aliran Vitalisme Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran natiralisme sebab menurut faham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu bukan alam tetapi “vitae” atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Aliran Gessingnungsethik Diprakarsai oleh Albert Schweitzer. Yang terpenting menurut aliran ini adalah “penghormatan akan kehidupan”. Medik. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan. Tokoh terkenal aliran vitalisme adalah F. Musik. seorang ahli Teolog. Sedangkan menurut aliran kedua “perang adalah halal”. Niettsche yang banyak memberikan pengaruh terhadap Adolf Hitler. dan Etika. sedangkan apabila tidak alami dipandang buruk. Kelompok pertama terkenal dengan ungkapan “homo homini lupus” artinya “manusia adalah serigala bagi manusia yang lain”. dan yang buruk adalah setiap usaha yang berakibat kebinasaan dan menghalangihalangi hidup. Filsuf. pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta. .

Aliran Idealisme Sangat mementingkan eksistensi akal pikiran manusia sebab pikiran manusialah yang menjadi sumber ide. terutama sekali bagi kepentingan dirinya. Jadi apapun dapat dipandang baik asalkan dapat menyampaikan/menghantar kepada tujuan . Individu sangat menentukan terhadao sesuatu yang baik. andaikan individu tidak mengambil suatu keputusan maka pastilah tidak ada yang terjadi. Aliran ini memegang motto “segala sesuatu jalan dapatlah dibenarkan asalkan saja jalan dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu tujuan”. dan sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi pribadinya maka itulah yang buruk. Artinya. Jadi yang bai itu hanya apa yang ada di dalam ide itu sendiri. Ungkapan terkenal dari aliran ini adalah “segala yang ada hanyalah yang tiada” sebab yang ada itu hanyalah gambaran/perwujudan dari alam pikiran (bersifat tiruan). Aliran Marxisme Berdasarkan “Dialectical Materialsme” yaitu segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan material pun juga harus mengikuti jalan dialektikal itu. Aliran Eksistensialisme Etika Eksistensialisme berpandangan bahwa eksistensi di atas dunia selalu terkait pada keputusan-keputusan individu. Ungkapan dari aliran ini adalah “ Truth is subjectivity” atau kebenaran terletak pada pribadinya maka disebutlah baik. Sebaik apapun tiruan tidak akan seindah aslinya (yaitu ide).

Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran. Ciri-ciri profesionalisme: 1. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain. namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya .PENGERTIAN PROFESI Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi 2. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya 4. hukum. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan 3. pendidikan. dan kependetaan. PROFESIONALISME Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik.

Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya 8. kebiasaan. Hubungan yang erat dengan profesi lain TUJUAN KODE ETIKA PROFESI Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: . kebudayaan.CIRI KHAS PROFESI Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education. Suatu teknik intelektual 3. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi 10. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri 7. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi 5. ada 10 ciri khas suatu profesi. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan 6. Hal ini disebabkan perbedaan adat. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas 2. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis 4. Pengakuan sebagai profesi 9. yaitu: 1.

Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu 4. Kafir seperti ini tidak boleh dibunuh selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada mereka. institusi.1. dan masyarakat pada umumnya 2. yaitu orang kafir yang membayar jizyah (upeti) yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi 6. Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya firman Allah Al-‘Azîz Al-Hakîm : . Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas. dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya 5. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan 3. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya Orang kafir dalam syari’at Islam terbagi empat : Pertama : Kafir dzimmy.

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah). Dan dalam hadits Buraidah radhiyallahu ‘anhu. rendah. beliau berkata. [1] Dan dalam hadits Al-Mughîroh bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu. patuh)”. [2] Kedua : Kafir mu’ahad. sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan shôgirun (hina. apabila mereka menolak maka mintalah jizyah (upeti) dari mereka dan apabila mereka memberi maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka. (QS. (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka. َ ً ْ ِ َ َّ َ َ َ َ ِ َ ِ ْ َ َ ْ ٍ ِ َ ْ ٍ َْ َ ِ‫كبٌَ زسٕل هللاِ صهَّٗ هللاُ عهَّٛ ٔآنِّ ٔسهَّى إِذا أَيس أَيٛسا عهَٗ جٛش أَٔ سسَّٚت أَٔصبُِ فِٙ خبصخِّ بِخَقٕٖ هللا‬ َ ْ ِ َّ َ ْ ُ ُْ َ َ َ‫ٔيٍْ يعُّ يٍْ انًسهًٍَِْٛ خٛسا ثُى قَبل أُغصٔا بِبسى هللاِ فِٙ سبِٛم هللاِ قَبحِهُٕا يٍْ كفَس بِبهللِ أُغصٔا ٔالَ حَغهٕا ٔال‬ َ َ َ ْ ِ ْ ُْ ِ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ َّ ً ْ َ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ِْ َ ْ ِْ َ َ ْ َ ْ ْ ‫حَغدزٔا ٔالَ حًُثِّهُٕا ٔالَ حَقخُهُٕا ٔنِٛدًا ٔإِذا نَقِْٛجَ عدٔكَ يٍَ انًشسكٍَْٛ فَبدعٓى إِنَٗ ثَالَد خصبل فَأََّٚخٍَُّٓ يب‬ ِ ِ ْ ُ ْ ِ َّ ُ َ ٍ َ ِ ِ َ ْ َ َ ْ ُِْ ُْ ُ ْ َ ُ ُ َ ُْ ِْ ْ ْ ُ َ ُْ ِْ ْ ْ ‫أَجببُٕكَ فَبقبَم يُٓى ٔكفَّ عُٓى ثُى ادعٓى إِنَٗ اْلسالَو فَئٌِْ أَجببُٕكَ فَبقبَم يُٓى ٔكفَّ عُٓى فَئٌِْ ْى أَبَٕا فَسهٓى‬ ْ َ ْ َ ِ ْ ِْ ُْ َْ ْ ُ ُ ْ َّ ْ ُ ْ َ ُُ َْ ْ ُْ ُ َ ُْ ِْ ْ ْ ْ ِ ْ ‫انجصَٚتَ فَئٌِْ ْى أَجببُٕكَ فَبقبَم يُٓى ٔكفَّ عُٓى فَئٌِْ ْى أَبَٕا فَبسخَعٍْ بِبهللِ ٔقَبحِهٓى‬ ِ ْ ْ ُْ ْ َ ُْ ُْ ْ َ ُْ َْ “Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam apabila beliau mengangkat amir/pimpinan pasukan beliau memberikan wasiat khusus untuknya supaya bertakwa kepada Allah dan (berwasiat pada) orang-orang yang bersamanya dengan kebaikan. berperanglah kalian dan jangan mencuri harta rampasan perang dan janganlah mengkhianati janji dan janganlah melakukan tamtsîl (mencincang atau merusak mayat) dan janganlah membunuh anak kecil dan apabila engkau berjumpa dengan musuhmu dari kaum musyrikin dakwailah mereka kepada tiga perkara. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. yaitu orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. At-Taubah : 29). Allah Jalla Dzikruhu berfirman. apabila mereka menolak maka mintalah pertolongan kepada Allah kemudian perangi mereka”. َ‫أَيسََب زسٕل زبَُِّب صهَّٗ هللاُ عهَّٛ ٔآنِّ ٔسهَّى أٌَْ َُقَبحِهَكى حخَّٗ حَعبُدُٔا هللاَ ٔحدُِ أَٔ حُؤَدٔا انجصَٚت‬ ْ ِ ْ ْ َ ُْ َ َ ُ ُْ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ِ َ ِ ْ َ “Kami diperintah oleh Rasul Rabb kami shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayar Jizyah”. . bunuhlah siapa yang kafir kepada Allah. Dan kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. apa saja yang mereka jawab dari tiga perkara itu maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka . Kemudian beliau berkata : “Berperanglah kalian di jalan Allah dengan nama Allah. serulah mereka kepada Islam apabila mereka menerima maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka.

Dan Allah berfirman. agar supaya mereka berhenti”.[3] Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berpendapat bahwa kata Mu’ahad dalam hadits di atas mempunyai cakupan yang lebih luas. AL-Anfal : 55-56) Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda. baik dengan akad jizyah[4]. maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu. Beliau berkata. “Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji. (QS. At-Taubah : 4). Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. “Dan yang diinginkan dengan (Mu’ahad) adalah setiap yang mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin. َ ْ ‫أَ َال يٍْ ظَهَى يعبْدًا، أَٔ اَخَقَصُّ، أَٔ كهَّفَُّ فَٕق طَبقَخِّ، أَٔ أَخر يُُّ شٛئًب بِغٛس طٛب ََفس، فَأَََب حجٛجُّ َٕٚو‬ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ِ ٍ ْ ِ ْ ِ ِ َْ َْ ِْ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ِْ َ َ ْ‫ان‬ ‫قَِٛبيت‬ ِ َ . “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir. atau jaminan keamanan[6] dari seorang muslim.“Maka selama mereka berlaku istiqomah terhadap kalian. dan mereka mencerca agama kalian. (QS. Dan Allah Jallat ‘Azhomatuhu menegaskan dalam firman-Nya. sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya. dan mereka tidak takut (akibatakibatnya). (QS. ‫يٍْ قَخَم يعبْدًا نَى َٚسح زائِحتَ انجَُّت ٔإٌَِّ زٚحٓب حُٕجد يٍْ يسٛسة أَزبَعٍَْٛ عَبيب‬ ِ ْ ِ َِْ َ ِ ُ َ ْ َ َ ِْ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ُ َ ً َ “Siapa yang membunuh kafir Mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. hendaklah kalian berlaku istiqomah (pula) terhadap mereka.” [7] Dan Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. karena mereka itu tidak beriman. perjanjian dari penguasa[5]. At-Taubah : 7). “Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi dari kalian sesuatu pun (dari isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian. At-Taubah : 12). karena sesungguhnya mereka itu adalah orangorang yang tidak dapat dipegang janjinya. maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka.” (QS. Dan Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan.

“Ingatlah. maka siapa yang diberikan kepadanya Aman dari seorang muslim maka haram atas (muslim) yang lainnya mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam Amannya. ‫ذيتُ انًسهًٍَِْٛ ٔاحدةٌ َٚسعٗ بِٓب أَدََبْى‬ َ ْ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ َّ ِ ُْ ْ َ “Dzimmah (janji. At-Taubah : 6). Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”. 1422 H). Ibnul Qayyim dan lain-lainnya. (QS. Dan dalam hadits ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu. diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)”. merendahkannya. Syaikh Al-Albany (w. Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy (w.” Dan dalam hadits Ummu Hani` radhiyallahu ‘anha. Maknanya bahwa Aman kaum muslimin kepada orang kafir itu adalah sah (diakui). “Dan jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu.-pent) menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah. yaitu kafir selain tiga di atas. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda.” [8] Ketiga : Kafir musta’man.”[10] Keempat : Kafir harby. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam berpesan. Dan dari ulama masa kini seperti Syaikh Ibnu Baz (w. siapa yang menzholimi seorang mu’ahad. Kafir jenis inilah yang disyari’atkan untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam. 1420 H). maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah. maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan. beliau berkata. membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya. Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah. “Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani`”. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. 1420 H). kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. ‫َٚب زسٕل هللاِ شَ عى ابٍُْ أُيٙ أَََُّّ قَبحِم زجالً قَد أَجسحُُّ فَالٌََ بٍَْ ْبَٛسةَ فَقَبل زسٕل هللاِ صهَّٗ هللاُ عهَّٛ ٔآنِّ ٔسهَّى‬ ْ َ ْ ُ َ ٌ َ َْ ُ ْ ِّ ُ ُْ َ َ َ َ َ ِ َ ِ ْ َ ََ َ ُْ َ ‫قَد أَجسََب يٍْ أَجسث َٚب أُو َْبَِئ‬ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َّ ٍ “Wahai Rasulullah anak ibuku (yaitu ‘Ali bin Abi Tholib. jaminan keamanan dan tanggung jawab) kaum muslimin itu satu. Demikianlah pembagian orang kafir telah masyhur dalam uraian para ulama seperti Imam Empat. [9] Berkata Imam An-Nawawy rahimahullah : “Yang diinginkan dengan Dzimmah di sini adalah Aman (jaminan keamanan). .

bahwa tiga kafir di atas. yaitu kafir dzimmi. (kafir) dzimmi. mu’ahad dan mus`tamin. maka telah (terjalin) sempurna jaminan keamanan untuknya. Al-An’am : 151) Berkata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy rahimahullah. ia adalah orang yang masuk ke negara kaum muslimin bukan untuk menetap padanya. (2) para pedagang. mu’ahad dan musta`man adalah termasuk jiwa yang diharamkan untuk dibunuh sebagaimana yang telah lalu. “Dan saya tidak mengetahui ada silang pendapat di kalangan para ulama bahwa siapa yang memberi jaminan keamanan kepada seorang kafir harby dengan bentuk pernyataan yang dipahami bahwa ia memberi keamanan. Dan kebanyakan para ulama berpendapat bahwa walaupun sekedar isyarat. karena mereka berada dalam dzimmah kaum muslimin dan dalam jaminan keamanan kaum muslimin. namun dipahami. 1421 H). dan (jiwa) kafir yang terlindung dengan perjanjian dan keterikatan. 463 H) rahimahullah. “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” [13] Dan berkata Ibnul Qayyim rahimahullah. Tidak boleh membunuh dan melampaui batas terhadap mereka. (1) para utusan.Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (w. “Adapun (kafir) musta`man. baik laki-laki dan perempuan. Dan demikian pula jiwa mu’ahad. Dzimmah adalah mereka membayar jizyah atau mereka yang masuk ke negara kita dengan jaminan keamanan. Syaikh Sholih Al-Fauzan hafizhohullah. kalau mereka ingin. Berkata Ibnu ‘Abddil Barr (w.” Dan berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimîn rahimahullah.” (QS.” [12] Dan berikut ini beberapa pernyataan para ulama umat. “Dan firman-Nya “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar” dia adalah jiwa muslim. dan sebagaimana yang ditegaskan dalam firman-Nya. 1424 H) dan lain-lainnya. dan kalau mereka ingin. (3) orang-orang yang meminta perlindungan untuk dihadapkan kepadanya keislaman dan Al-Qur`an. Dan bagi siapa yang menelaah buku-buku fiqih dari berbagai madzhab akan menemukan benarnya pembagian ini tanpa perselisihan. “Jiwa yang diharamkan oleh Allah adalah jiwa mukmin. Tidak boleh mengkhianati dzimmah kaum muslimin. mereka masuk ke dalam (Islam).”.” [11] Dan berkata guru kami. “Dan jiwa yang diharamkan oleh Allah adalah jiwa yang terjaga. yaitu jiwa seorang muslim. maka hal itu terhitung jaminan keamanan sebagaimana halnya pernyataan. Syaikh Sholih Al-Fauzan. karena itu datang dalam hadits “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium baunya sorga. Dan harus kami tegaskan disini. walaupun dia kafir namun Allah mengharamkan membunuh jiwa mukminin dan juga mengharamkan membunuh jiwa para mu’ahad dari kaum kuffar yang ada perjanjian dengan kaum muslimin dalam masalah dzimmah atau jaminan keamanan. Mereka ini empat macam. mereka ke . Syaikh ‘Abdullah Al-Bassam (w. kecil dan besar.

“Mu’ahad adalah seorang kafir harby yang masuk ke negeri Islam dengan jaminan keamanan. memukul dan menyakiti mereka (para turis tersebut). karena mereka adalah musta’man (orang yang mendapat jaminan keamanan dari pemerintah). sangatlah panjang untuk menyebutkan seluruhnya. karena menganiaya mereka adalah berarti menganiaya orang-orang yang telah masuk dengan jaminan keamanan. Wallahul Musta’an. menganiaya siapa saja tidak boleh. bahkan kewajiban mereka untuk mengangkat perkara (yang perlu diperbaiki menurut pandangan mereka. Adapun menganiaya mereka.” Keputusan Haiah Kibarul Ulama Saudi Arabia 13/7/1417 H “Jiwa yang terjaga dalam hukum syari’at Islam adalah semua (jiwa) muslim atau semua (kafir) yang antara dia dengan kaum muslimin ada aman (jaminan keamanan) sebagaimana firman (Allah) Ta’ala : . kalau mereka masuk (Islam). Wallahul Musta’an wa la Haula wa la Quwwata Illa billah. maka itu tidak boleh. Tetapi pemerintah hendaknya dinasehati sehinga melarang apa-apa yang tidak patut untuk ditampakkan. “Ini tidak boleh. Mereka masuk dengan jaminan keamanan. 1250 H) rahimahullah. Fatwa Syaikh Ibnu Baz Tentang Mengganggu Turis Dan Tamu Asing Dalam kumpulan fatwa-fatwa beliau jilid 8 halaman 229. mereka dibiarkan kembali. Beliau menjawab.negeri mereka. Adapun individu-individu manusia. beliau ditanya. maka itu (yang diinginkan). maka itulah perkara yang diinginkan. Adapun menasehati dan mendakwahi mereka kepada Islam atau meninggalkan kemungkaran apabila mereka telah muslim.” [15] Dan banyak lagi ucapan para ulama dalam masalah ini.) kepada pemerintah. tidak boleh dipungut jizyah darinya. Apakah itu para turis atau para pekerja. dan terhadap orang-orang yang meminta perlindungan agar diperlihatkan kepada mereka keislaman dan Al-Qur`an. kalau mereka ingin kembali kepada keamanannya (negaranya. maka tidak boleh menganiaya mereka. tidak ada hak bagi mereka untuk membunuh. (4) serta orang-orang yang punya hajat berupa kunjungan dan selainnya. Dalil-dalil syari’at meliputi hal-hal tersebut.-pent.pent. selain dari apa yang telah disebutkan. maka haram terhadap kaum muslimin untuk membunuhnya hingga ia kembali kepada keamanannya (negaranya) tanpa ada silang pendapat di kalangan penganut Islam. tidak boleh dibunuh. Namun kami akan menutup pembahasan pembagian orang kafir ini dengan beberapa fatwa para ulama abad ini. Hukum terhadap mereka adalah tidak boleh diboikot.” [14] Berkata Imam Asy-Syaukany (w. Maka tidak boleh menganiaya mereka akan tetapi perkara mereka diangkat kepada orang yang mampu menahan masuknya mereka atau menahan mereka dari kemungkaran yang zhohir. serta shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarganya dan para shahabatnya.). “Apa hukum menganiaya turis-turis asing dan para tamu di negeri-negeri Islam?”.

mereka tidaklah masuk ke negara kita yang Islamy kecuali dengan izin dari seorang hakim (penguasa) muslim. “Apabila seorang kafir dari para pesiar atau turis tersebut masuk. Kemudian andaikata hal tersebut terjadi. bila dibunuh tanpa sengaja padanya ada diyah dan kaffarah.أَ٘ فِٙ عٓدِ ٔأَيبَِّ. apalagi membunuhnya seperti (yang terjadi pada) kekejian yang besar dan mungkar ini. bahkan ia telah menyelisihi hadits yang telah lalu penyebutannya. kita berlindung kepada Allah dari segala kehinaan. maka akibat hal tersebut dia akan terbunuh atau lebih dari itu. ‫يٍْ قَخَم يعبْدًا نَى َٚسح زائِحتَ انجَُّت‬ ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ُ َ َ “Barangsiapa yang membunuh kafir mu’ahad maka dia tidak akan mencium baunya Surga”. (QS An-Nisa` : 92) Maka jika kafir dzimmy yang memiliki jaminan keamanan. maka balasannya ialah Jahannam.[16] Maka tidak boleh mengganggu (kafir) musta`man. sebab ia adalah seorang (kafir) mu’ahad. An-Nisa` : 93) Dan (Allah) Subhanahu berfirman tentang hukum kafir dzimmy yang terbunuh tanpa sengaja. sehingga pelampauan batas terhadap darah pesiar seperti ini dan di negeri Islam tidaklah tercapai dibelakangnya suatu manfaat islamy. tidak boleh melampaui batas terhadapnya. dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. maka ia tidak akan mencium baunya sorga. -dan telah terjadi lebih dari sekali dimana seorang muslim melampaui batas terhadap salah seorang dari mereka-. HR. dan sesungguhnya hal itu termasuk dari dosa-dosa besar yang diancam dengan tidak masuknya si pembunuh ke dalam Surga. (QS. AlBukhary. Karena itu. kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya.[17]” [18] . ‫يٍْ قَخَم يعبْدًا فِٙ كُّٓ . tentunya kekejiannya lebih hebat dan dosanya lebih besar. atau …. atau ia dipenjara. maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin”.“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja.” Fatwa Syaikh Al-Albany Tentang Mengganggu turis Asing Beliau berkata dalam sebuah kaset terekam. “Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. Dan ini adalah ancaman yang keras terhadap siapa yang membunuh (kafir) mu’ahad. Dan telah shohîh dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda. maka bagaimana pula jika dibunuh dengan sengaja?.فَهَى َٚسح زائِحتَ انجَُّت‬ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِِْ َ ْ ْ ِ ِ ُْ ْ َ “Siapa yang membunuh (kafir) mu’ahad dalam kunhi-nya –yaitu dalam penjanjian dan jaminan keamanan padanya-. atau ….

umat Baca juga :      Resensi Buku (0) Pembagian Jihad Melawan Kafir Secara Fisik (2) (0) Pembagian Jihad Melawan Kafir Secara Fisik (1) (0) Beberapa Ketentuan Seputar Jihad (0) Anjuran Berbuat Perbaikan Dan Peringatan Bahaya Berbuat Kerusakan di Muka Bumi (0) . Islam. [3] Hadits ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma riwayat Al-Bukhary no. [17] Dikeluarkan oleh Ath-Thayalisi no. -pen. [4] Yaitu kafir Dzimmi. 835. 3158. Ibnu Abi Syaibah 5/457.[1] [2] Telah berlalu takhrijnya. Kafir mu'ahad. jizyah. hukum. Menyelami Jihad. Kafir musta'man. 357. 6158 dan Muslim 1/517-518 no. [12] I’anatul Mustafîd 1/33. [14] Ahkam Ahludz Dzimmah 2/475. 7300. musuh. pemimpin. 445. Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad 2/248 no. [9] Hadits riwayat Al-Bukhary no. 1370. 1183 (cet. Fatwa. Ad-Darimy 2/308. Tags: darah. Abu Daud no. [6] Yaitu kafir Musta`man. membunuh. Muslim no. 2686. 337 (Kitab Shalatul Musafirîn wa Qashriha). kami dinukil dengan perantara kitab “Al-Qaul Al-Amîn fii Tahdzîril Muslimîn Minal I’tida` ‘Alal Mu’ahadin Wal Musta`manîn” karya Sholih Al-Bakry. [7] Fathul Bary 12/259. 3166. dosa. 2132. Kafir harby. Ibnul Jarûd no. [8] Hadits riwayat Abu Daud no. An-Nasa`i 8/24. pemerintah. 2034 dan At-Tirmidzy no. 1070. [5] Yaitu kafir Mu’ahad. 3171. [16] Telah berlalu takhrijnya. keamanan. [10] Hadits riwayat Al-Bukhary no. negara. dzimmi. 879. 2760. [15] Nailul Author 7/155. 6914. Kafir dzimmy. Hadits riwayat Al-Bukhary no. Dan dishohîhkan oleh Al-Albani dalam Shohîh Abi Daud dan Shohîh An-Nasa`i dan guru kami. [11] Al-Qaul Al-Mufîd 1/38. kafir. An-Nasa`i 8/25 dan Ibnu Majah no. 3179. 3052 dan Al-Baihaqy 9/205. muslimin. 6755. Dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadîts Ash-Shohîhah no. 38. perang. [13] Al-Istidzkar 5/36. dzimmah. Ahmad 5/36. Abu Daud no. [18] Demikian ucapan beliau dari sebuah kaset rekaman. -pen. Pertama). Al-Hakim 2/142 dan Al-Baihaqi 9/231 dari Jalan ‘Uyainah bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu.

” ( Riwayat Abu Dawud).Ahlak Terhadap Orang Kafir 29th July 2007 42 4 0digg 42 EmailShare Ahlak Terhadap Orang Kafir Bagaimana ahlak Rasulullah saw ketika bergaul dengan orang-orang kafir? Ahlak nabi saw adalah al Qur‟an sebagaimana riwayat dari „Aisyah ra ketika ditanya ahlak nabi saw. maka bagaimana kita akan menggambarkan ahlak beliau saw terhadap mereka dalam kondisi damai? Saya akan menyebutkan tiga hadits tentang hal itu. Jika contoh-contoh dan riwayat-riwayat yang telah dibawakan dalam ceramah tersebut berkaitan dengan ahlak beliau saw. Maksudnya adalah. motivator serta motor penggerak utama suatu ahlak. sabda Rasulullah saw: “…Sesungguhnya para utusan (duta) itu tidak boleh dibunuh. mencakup seluruh ahlak terhadap semua mahluk. Kata “Khuluqin „azhim” (budi pekerti yang agung) dalam ayat ini. . Rahmat (rasa kasih sayang) merupakan ahlak yang paling tinggi. Kemudian „Aisyah ra membacakan ayat: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. Yang pertama. terhadap orang-orang kafir saat peperangan. para utusan yang dikirim oleh orang-orang kafir sebagai duta dan penghubung antara kaum Muslimin dengan kaum Kafir. beliau menjawab: Make money online Make money online free  Make Money  T mobile smartphones  Yamaha waverunner parts  T mobile family plan  How to make money online   “Ahlak beliau (nabi saw) adalah al Qur‟an”. (Qs al Qalam:4).

yang sering menyakiti beliau saw. katakanlah laa ilaaha illallah…” Mendengar seruan ini. Darimi). Abu Thalib. yang kafir. Maksudnya adalah semua agama. Kejadian yang sama juga terjadi antara Rasulullah saw dengan pamannya. akan tetapi beliau mengatakan”…dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik”. si anak memandang ke arah bapaknya dan memperhatikannya. atau dari nabi Islam kepada orang-orang Kafir. dalam Islam terdapat ajaran (agar menjaga dan menataati) perjanjian dan ikatan janji. yang muslim. non Islam.” (Hr Ahmad. dengan harapan semoga Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki keadaan orang ini. beliau bersabda: “…dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik. Karena. Beliau saw membalas keburukan dengan kebaikan. sementara bapaknya juga ada bersama mereka: “Wahai bocah. Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Wahai paman. sebagai bentuk keluasaan rahmat dan kelengkapannya dengan ahlak din (agama). Rasulullah saw bersabda kepada si anak. Ini di antara gambaran cara bergaul tingkat tinggi dari kaum Muslimin. yang melakukan perbaikan). atau orang-orang yang mengerjakan shalat”. atau dari agama Islam. yang senantiasa membantu dan menolong din Islam. itu akan menyelamatkanmu dari api neraka. Rasulullah saw tidak mengatakan “pergaulillah kaum Muslimin.Keadilan dan kasih-sayang Islam tidak memperbolehkan untuk membunuh dan menyakiti mereka. Maka nabi saw datang berkunjung kerumahnya dan mengajaknya menuju jalan Rabb-nya. kaum Muslimin dan Rasulullah saw. yaitu dalam wasiat nabi saw kepada Mu‟adz bin Jabal ra. meskipun terhadap orang kafir. Tirmidzi. yang mushlih (muslih. tetangga nabi saw. Suatu ketika.” Mendengar seruan ini. yang faajir (jahat) dan yang shalih. Hadis kedua. nabi mengetahui bahwa orang yang selalu menyakitinya ini memiliki seorang anak yang sedang sekarat. Lalu mereka mengatakan: . atau orangorang shalih (salih). Dalam hadits ini. akan tetapi. Abu Thalib memandang para pembesar Qurays. katakanlah laa ilaaha illallah!” Si anak memandang ke arah bapaknya lagi. Rasulullah saw mengulangi lagi: “Wahai bocah. dia tidak masuk Islam. yaitu hadis tentang seorang Yahudi. Hadis ketiga. katakanlah laa ilaaha illallah.

mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. agar menjadikan ahlak kita sama seperti ahlak beliau saw. Rasulullah bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka dengan sebabku. Mendapat respon positif ini. dan semoga Allah menjadikan Rasulullah saw sebagai panutan terbaik kita. 19 febuari 2006). Inilah ahlak Rasulullah saw yang muliah.” (QS Al An‟aam :20) Bagaimana jawaban dan responnya? Orang Yahudi itu mengatakan: “Wahai anakku. Semoga bermanfaat Amiin Allahuma Amiin.” (Al Ahzab :21) (Syaikh Ali bin Abdul Hamid Hasan al Halaby dalam muhadharah di Masjid Istiqlal. Allah menceritakan kondisi mereka: “Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya.“Apakah kamu benci terhadap agama nenek moyangmu?” (Hadis riwayat Imam Bukhari). ketika kondisi perang dan dalam keadaan damai. Orang-orang yang merugikan dirinya. Edisi 02/X/1427 H/2006 M. taatlah kepada Abul Qasim (Muhammad saw)!” Maka si anak mengucapkan syahadatain. mereka itu tidak beriman (kepada Allah). adab beliau yang luhur terhadap orang-orang non Muslim. Sebelum menghembuskan napas terakhir. Tulisan ini dikutip dari rubrik Soal-Jawab majalah As-Sunnah halaman 10. Allah Berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. 1356. Wassallam Alikum Warrohmattullahi Wabbarakatuhu . Sedangkan orang Yahudi (dalam cerita ini) yang mendengar nabi saw mengajak anaknya agar masuk Islam. Abu Dawud). Kita memohon kepada Allah SWT.” (Hr Bukhari. Akhirnya Abu Thalib meninggal dalam kekafiran.

Kewajiban dan tanggung jawab. f. Baik dan buruk Baik dan buruk f.PENGERTIAN PENGERTIAN Etik atau ethics berasal dari bahasa Yunani.aturan atau prinsip. yaitu etos Etik atau ethics berasal dari bahasa Yunani. perilaku atau karakter.prinsip yang menentukan aturan. etik adalah suatu ilmu yang Menurut kamus Webster. yaitu: e. kebiasaan. yaitu etos yang artinya adat. kebiasaan. perilaku atau karakter. yaitu: tingkah laku yang benar.aturan atau prinsip.prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar. e. etik adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara moral moral Kesimpulan: Dari pengertian diatas etika adalah ilmu tentang Kesimpulan: Dari pengertian diatas etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya manusia hidup di dalam masyarakat yang menyangkut manusia hidup di dalam masyarakat yang menyangkut aturan. yang artinya adat. Kewajiban dan tanggun . Menurut kamus Webster.

.

.Ketiga istilah diatas: Ketiga istilah diatas: Etika --.Moral --.Moral --.dan Etiket--.dan Etiket--.sulit Etika --..sulit .

dan undang.prinsip yang melandasi perilaku yang yang melandasi perilaku yang mendasar dan mendekati aturan – mendasar dan mendekati aturan – aturan. prinsip.undang yang membedakan benar atau salah yang membedakan benar atau salah secara moralitas.undang aturan. hanya dapat dilihat untuk dibedakan. hukum. dan undang. prinsip. secara moralitas. .untuk dibedakan.prinsip pada aturan – aturan. hanya dapat dilihat bahwa etika lebih menitik beratkan bahwa etika lebih menitik beratkan pada aturan – aturan. hukum.

ETIK DALAM ETIK DALAM KEPERAWATAN KEPERAWATAN .

seorang perawat harus terus mengembangkan suatu harus terus mengembangkan suatu perasaan yang kuat tentang identitas perasaan yang kuat tentang identitas moral mereka. seorang perawat praktik mereka. . mereka dalam bidang etik. mencari dukungan moral mereka. mencari dukungan dari sumber profesional yang dari sumber profesional yang tersedia dan mengembangkan tersedia dan mengembangkan pengetahuan serta kemampuan pengetahuan serta kemampuan mereka dalam bidang etik.Untuk menjadi seorang profesional Untuk menjadi seorang profesional dewasa yg mampu secara aktif dewasa yg mampu secara aktif berpartisipasi dalam dimensi etis berpartisipasi dalam dimensi etis praktik mereka.

Posisi atau identitas moral Posisi atau identitas moral perawat yang disebut : perawat yang disebut : .

“ “ Etik perawatan” dijelaskan di Etik perawatan” dijelaskan di dalam : kode etik profesional. praktik etis. . dalam : kode etik profesional. dan komite etik institusional memberikan etik institusional memberikan dukungan dan arahan untuk dukungan dan arahan untuk praktik etis. menugaskan tanggung jawab menugaskan tanggung jawab dan tanggung gugat. dan komite dan tanggung gugat.

Etik keperawatan di hubungkan Etik keperawatan di hubungkan dengan hubungan antar masyarakat dengan hubungan antar masyarakat dan dengan karakter serta sikap .

dan dengan karakter serta sikap perawat terhadap orang lain. perawat terhadap orang lain. Etik keperawatan Etik keperawatan Pengetahuan perawatan diperoleh Pengetahuan perawatan diperoleh melalui keterlibatan pribadi dan melalui keterlibatan pribadi dan emosional dengan orang lain dengan emosional dengan orang lain dengan ikut terlibat dalam masalah moral ikut terlibat dalam masalah moral mereka ( Cooper. . 1991). 1991). mereka ( Cooper.

SEKIAN SEKIAN DAN DAN .

dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku. ia menerapkan etika-etika berikut terhadap orang kafir: . Mereka yakin karena dalildalil berikut: Firman Allah Ta‘ala. dan bahwa Islam adalah agama seluruh manusia. karena mereka orang-orang Mukmin dan orang-orang Muslim. orang Muslim mengetahui bahwa semua agama sebelum Islam telah dihapus dengan Islam. dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagi kalian. "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. dan bahwa para pemeluk semua agama adalah kafir. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Untuk itu. Allah Ta„ala tidak menerima agama selain Islam dari siapa pun." (Al-Maidah: 3). Dengan dalil-dalil Ilahi yang benar di atas.TERIMA KASIH TERIMA KASIH Etika terhadap orang kafir Orang Muslim meyakini bahwa seluruh agama adalah batil kecuali agama Islam yang merupakan agama yang benar." (Ali Imran: 85)." (Ali Imran: 19). kecuali pemeluk agama Islam. Oleh karena itu. orang Muslim menyadari bahwa siapa saja yang tidak menyembah Allah Ta„ala dengan agama Islam ia orang kafir. dan tidak meridhai Syariat selain Syariat Islam. "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian. Dari sinilah. "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam.

Hadits ini shahih). "Pada setiap orang yang mempunyai hati yang basah terdapat pahala.. Tidak mengganggu harta. karena dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta„ala.1. karena kebencian-Nya kepadanya. Oleh karena itu." (Ali Imran: 28). mengobatinya jika ia sakit. Pada ayat yang mulia di atas. Allah Ta„ala membolehkan berbuat adil. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. maka orang Muslim pun membenci orang kafir. memberinya minum jika ia kehausan. Hadits ini shahih)." (Al-Mumtahanah: 8). "Janganlah orang-orang Mukminin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mukminin. 4. 6. kecuali orang-orang kafir yang wajib diperangi. selagi Allah Azza wa Jalla membencinya karena kekafirannya. dan berbuat baik kepadanya jika ia bukan orang kafir yang harus diperangi. Tidak memberikan loyalitas dan kasih sayang kepadanya. menyelamatkannya dan kebinasaan." (Diriwayatkan Ath-Thabrani dan Al-Hakim. 2. 5. darah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. karena Allah Ta„ala berfirman." (Diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. "Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri kalian. Benci kepada orang kafir karena kebencian Allah Ta„ala kepadanya. sebab cinta dan benci itu harus karena-Nya. dan tidak meridhainya. dan kehormatannya. atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka." (AlMujadilah: 22). dan berbuat baik kepada orang-orang kafir. Tidak mengakui kekafirannya. karena mereka mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri dalam ketentuan orang-orang yang wajib diperangi. karena meridhai kekafiran adalah kekafiran.. sekalipun orangorang itu bapak-bapak. 3. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Menyayanginya dengan kasih sayang umum dengan memberinya makan jika ia lapar. jika ia bukan termasuk orang yang wajib diperangi. Berbuat adil terhadapnya. dan menjauhkan gangguan daripadanya. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. . "Sayangilah orang yang ada di bumi niscaya engkau disayangi siapa yang ada di langit.

dan boleh menikahi wanita-wanita kafir dan Ahli Kitab. bila kalian telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya. karena mengharap mereka berkata. kalian jangan saling menzhalimi'."Allah Ta‘ala berfirman. "Barangsiapa menyakiti orang kafir dzimmi. dan memakan hadiahnya jika ia Ahli Kitab orang Yahudi. "Semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian. dan memakan makanan yang dihidangkan kepada beliau. "Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu." . "Semoga Allah merahmatimu. diundang makan oleh orang Yahudi Madinah. kemudian beliau memenuhi undangannya." Karena Rasulullah pernah bersin di samping orang orang Yahudi. tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. 9. dan Aku mengharamkannya terhadap kalian." (Diriwayatkan Muslim). sesungguhnya Aku haramkan kezhaliman atas Diri-Ku. 8." (Al-Mumtahanah: 10). "(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kalian." (Al-Maidah: 5). "Dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. dan memperbaiki urusan kalian. Oleh karena itu. berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta„ala." (Diriwayatkan Muslim). "Mereka (wanita-wanita Mukminah) tersebut tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orangorang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. dan memperbaiki urusanmu. Tidak menikahkan wanita Mukminah dengannya. maka Aku menjadi lawannya pada hari kiamat. Mendoakannya jika ia bersin dengan memuji Allah dan berkata. 7. menerima hadiahnya. Dikisahkan dengan shahih bahwa Rasulullah saw." (Al Maidah: 5)." kemudian beliau mendoakan balik." (Al-Baqarah: 221). berdasarkan dalil-dalil berikut: Allah Ta'ala melarang pernikahan wanita Mukminah dengan orang kafir secara mutlak dalam firman-Nya. ‘Hai hamba-hamba-Ku. Ia boleh memberinya hadiah. dan orang Kristen. Allah Ta„ala membolehkan seorang Muslim menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dalam firmanNya. "Makanan orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagi kalian.

dan jika orang kafir mengucapkan salam kepadanya. atau kopiah. dan tidak menirunya dalam hal-hal yang tidak penting. Maksudnya mewarna jenggot. dan cukurlah kumis. Tampil beda dengannya. 12. Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi. bahwa beliau bersabda. 11. Sedang mewamainya dengan warna hitam dilarang Rasulullah saw. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. terj." (Diriwayatkan Abu Daud dan Ath-Thabrani. "Janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen. "Dan barangsiapa meniru satu kaum. Karena Rasulullah bersabda. atau rambut dengan warna kuning. 168-172 < Sebelumnya Berikutnya > . Tidak memulai ucapan salam kepadanya. karena Imam Muslim meriwayatkan. Menyempitkan ruang geraknya jika bertemu dengannya di salah satu jalan ke jalan yang paling sempit. ia menjawabnya dengan mengatakan.. Minhaajul Muslim. atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim. maka berbedalah dari mereka." (Diriwayatkan Muslim). Fadhli Bahri (Darul Falah. hlm. dan berbeda dengannya dalam pakaian. maka mendorongnya ke jalan yang paling sempit baginya. "Wa'alaikum (juga atas kalian)"." (Muttafaq Alaih). mengecatnya jika ia tidak mengecatnya. "Jika orang-orang Ahli Kitab mengucapkan salam kepada kalian.. "Hendaklah kalian berbeda dan orang-orang musyrik. "Rubahlah ini (rambut putih) dan tinggalkan warna hitam. ‘Wa‘alaikum' (juga atas kalian). atau merah.10." (Muttafaq Alaih). maka katakan kepada mereka." (Diriwayatkan Al-Bukhari). panjangkan jenggot. 2002). misalnya memanjangkan jenggotnya jika ia tidak memanjangkannya. Jika kalian bertemu dengan salah seorang dari mereka di jalan. Hadits ini hasan)." (Muttafaq Alaih). "Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen tidak mengecat. ia termasuk mereka. karena Rasulullah bersabda.

dan etika-etika yang harus dijalankan seseorang terhadap tetangga mereka dengan sempurna." (An-Nisa': 36). tidak menyakiti dengan air yang mengenainya. hendaklah ía memuliakan tetangganya. "Barangsiapa beriman kepada Allah. anak-anak yatim." (Muttafaq Alaih). dan Hari Akhir. Sabda Rasulullah saw.. menjenguknya jika ia sakit. santun ketika berbicara dengan ayah tetangganya. tidak mengintip auratnya. memulai ucapan salam untuknya. atau kotoran yang dibuang di depan rumahnya. Sabda Rasulullah saw. kepada wanita yang konon berpuasa di siang hari. berkata kepadanya dengan lemah-lembut. tidak menyusahkannya dengan bangunan rumah atau jalannya." (Muttafaq Alaih). "Siapakah orang yang tidak beriman wahai Rasulullah?" Beliau bersabda.. menghiburnya jika ia mendapatkan musibah. "Demi Allah tidak beriman. melindungi area tanahnya. Tidak menyakitinya dengan ucapan. Berbuat baik kepadanya dengan menolongnya jika ia meminta pertolongan. "Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak. namun ia menyakiti tetangganya." Sabda di atas ditujukan Rasulullah saw." (Muttafaq Alaih). mengucapkan selamat kepadanya jika bahagia. maka ia jangan menyakiti tetangganya." Ditanyakan kepada Rasulullah saw. berikut: Sabda Rasulullah saw. "Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya. membantunya jika ia meminta bantuan. dan Hari Akhir.. Sabda Rasulullah saw. hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi. dan qiyamul lail di malam hari. Itu .. karib-kerabat. atau perbuatan karena sabda-sabda Rasulullah saw. Etika terhadap tetangga adalah sebagai berikut 1. "Jibril tidak henti-hentinya berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga. memaafkan kesalahannya.. 14 Februari 2007 19:49 Abu Bakr Jabir al-Jazairi Orang Muslim meyakini bahwa tetangga mempunyai hak-hak atas dirinya. 2. "Wanita tersebut masuk neraka. orang-orang miskin. "Barangsiapa beriman kepada Allah.Etika terhadap Tetangga Rabu." (Muttafaq Alaih). membimbingnya kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan agama dan dunianya. tetangga dekat dan tetangga yang jauh. berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta„ala. membantunya jika ia membutuhkan.

berikut: Sabda Rasulullah saw. "Salah seorang dan kalian jangan sekali-kali melarang tetangganya meletakkan kayu di dinding rumahnya. "(An-Nisa': 36)." Orang-orang pun mengutuk tetangga yang dimaksud orang tersebut hingga kemudian tetangga . karena sabda-sabda Rasulullah saw. dan jika engkau mendengar mereka berkata bahwa engkau berbuat salah maka engkau memang telah berbuat salah. jika engkau memasak kuah. "Jika engkau mendengar mereka berkata bahwa engkau telah berbuat baik maka engkau memang telah berbuat baik. kepada Abu Dzar ra. bersabda untuk kedua kalinya. "Kepada orang yang pintu rumahnya lebih dekat kepadamu. Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah saw." (HR Bukhari). atau berbuat yang tidak baik terhadap mereka. dan tidak mendekat ke temboknya hingga ia bermusyawarah dengannya berdasarkan sabda-sabda Rasulullah saw. tidak menjual atau menyewakan apa saja yang menyatu dengan temboknya. 4. "Barangsiapa mempunyai kebun bersama tetangga. Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw. Seseorang datang kepada Rasulullah saw. "Sabarlah!" Rasulullah saw. Bersikap dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya. "Hai wanita-wanita Muslimah. "Tetanggaku menyakitiku. hendaklah ia bersabar. "Aku mempunyai dua tetangga." (Muttafaq Alaih)." (Diriwayatkan Al-Bukhari). "Buanglah barangmu di jalan. hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. karena kesabarannya akan menjadi penyebab pembebasan dirinya dan gangguan tetangganya. "Apa yang terjadi denganmu?" Orang tersebut berkata. kendati hanya dengan ujung kuku kambing. kemudian beliau bersabda kepadanya. "Hai Abu Dzar. guna mengeluhkan sikap tetangganya. "Tetangga dekat dan tetangga yang jauh. Sabda Rasulullah saw. ketiga kalinya.." (Muttafaq Alaih). berikut: Sabda Rasulullah saw.semua perbuatan baik yang diperintahkan dalam firman Allah Ta'ala." (Muttafaq Alaih). atau mitra. Ada dua manfaat yang kita dapatkan dan etika-etika di atas: Pertama: Seorang Muslim mengenal dirinya jika ia telah berbuat baik kepada tetangganya. berdasarkan sabda Rasulullah saw. bersabda. Akibatnya. "Barangsiapa beriman kepada Allah. hingga ia bemusyawarah dengannya.." (Diriwayatkan Al-Hakim dan ia men-shahih-kannya). Menghormati dan menghargainya dengan tidak melarangnya meletakkan kayu di temboknya. atau keempat kalinya kepada orang tersebut. 3. dan Hari Akhir.. kemudian berikan kepada tetanggamu.." (HR Bukhari). janganlah seorang tetangga meremehkan tetangganya yang lain. maka ia tidak boleh menjualnya." Orang tersebut pun membuang barangnya di jalan.. maka perbanyaklah airnya. maka yang manakah yang berhak aku berhadiah?" Rasulullah saw. bersabda. orang orang berjalan melewatinya sambil berkata. Kedua: Jika seorang Muslim diuji dengan tetangga yang brengsek.

id Hormati perasaan orang lain. "Kembalikan barangmu ke rumah.or. Bermuka manis dan senyumlah bila anda bertemu orang lain. Bersikap tawadhu’lah kepada orang lain dan jangan merasa lebih tinggi atau takabbur dan bersikap angkuh terhadap mereka. Jaga dan perhatikanlah kondisi orang." (HR Ahmad). ETIKA BERGAUL DENGAN ORANG LAIN Posted on Oktober 18. 2007 by Situs islam: www. karena demi Allah. aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. kenalilah karakter dan akhlaq mereka. Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari mereka diberi hak dan dihargai. Fadhli Bahri (Darul Falah. tidak mencoba menghina atau menilai mereka cacat.or. Minhaajul Muslim.almanhaj. 2002).id . Perhatikanlah mereka.tersebut datang kepada orang tersebut dan berkata kepadanya. . kenalilah keadaan dan kondisi mereka. dan tanyakanlah keadaan mereka.muslim. lalu pergaulilah mereka. www. atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim. Berbicaralah kepada mereka sesuai dengan kemampuan akal mereka. 148-151.or. www. hlm.id .alsofwah. terj. masing-masing menurut apa yang sepantasnya. Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi.

Mema`afkan kekeliruan mereka dan jangan mencari-cari kesalahan-kesalahannya. Dengarkanlah pembicaraan mereka dan hindarilah perdebatan dan bantah-membantah dengan mereka. dan tahanlah rasa benci terhadap mereka.Berbaik sangkalah kepada orang lain dan jangan memata-matai mereka. Remaja Islam Mau Mengenal Islam      Home Islam Dasar o Aqidah o Jalanku o Fiqih Remaja o Menata Hati o Akhlaq Mulia o Pojok Muslimah o Kisah Teladan o Amalan o Nasehat Gaya Muda o Cinta o Pra Nikah Dunia Muda o Tips o Iptek o Dunia Islam o Hidayah Kamu o Resensi Buku Tamu You are here:: .

” (QS. Oleh karenanya.Apakah Mengenal Pasangan Harus Lewat Pacaran? Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran. Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran. Dan suatu jalan yang buruk. Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Namun lambat laut akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram. Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan. maka jalan tersebut juga menjadi haram. “Dan janganlah kamu mendekati zina. bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon. apalagi jika sampai berzina. Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. dan memelihara kemaluannya. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita . Kedua: Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan Padahall Allah Ta'ala perintahkan dalam firman-Nya. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya. “Allah melarang mendekati zina. jika kita telaah. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. atau chating. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan. An Nur: 30). Maka benarlah. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu-satunya cara untuk mengenal pasangan.”[1] Selanjutnya. sms.”(QS. Saudaraku. Dalam ayat ini. Al Isro‟: 32). sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya.”[2] Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms). judi islami. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh).”[4] Inilah beberapa pelanggaran ketika dua pasangan memadu kasih lewat pacaran. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu . Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku. Zina kaki adalah dengan melangkah. “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. Adakah bentuk pacaran yang selamat dari hal-hal di atas? Lantas dari sini. tangan pun ikut berzina Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. tidak bisa tidak. Solusi Terbaik untuk Memadu Kasih . lewat kata-kata mesra via chating dan lainnya. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. arak islami. ‫ع‬ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian. Dari Jarir bin Abdillah. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina). ‫ع‬ ‫ص‬ ‫ص‬ ‫. Keempat: Dalam pacaran. maka seharusnya kita berani pula mengatakan ada zina islami. beliau mengatakan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. dan seterusnya.”[3] Berdua-duaan (kholwat) yang terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat.ع‬ “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Menikah.yang bukan mahrom. bagaimanakah mungkin pacaran dikatakan halal? Dan bagaimana mungkin dikatakan ada pacaran islami padahal pelanggaranpelanggaran di atas pun ditemukan? Jika kita berani mengatakan ada pacaran Islami.

“Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatunya dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan. maka menikahlah. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan.Solusi terbaik bagi yang ingin memadu kasih adalah dengan menikah. jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya. » “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan. maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. Obatnya tentu saja bukanlah ditambah dengan penyakit lagi. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya. Ingatlah. lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullahh mengatakan bahwa kedua makna tadi kembali pada makna kemampuan memberi nafkah.”[9] Obat Bagi Yang Dimabuk Cinta Berikut adalah beberapa obat bagi orang yang dimabuk cinta namun belum sanggup untuk menikah. Namun ingat. melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. “Sungguh. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Obatnya adalah dengan menikah jika mampu. Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah. Inilah solusi terbaik untuk orang yang akan memadu kasih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda.”[10] Kedua: Banyak memohon pada Allah .”[7] Yang dimaksud baa-ah dalam hadits ini boleh jadi jima‟ yaitu mampu berhubungan badan. Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud baa-ah adalah telah mampu memberi nafkah. niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis. Bukan malah lewat jalan yang haram dan salah. “Wahai para pemuda[6]. maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya. Pertama: Berusaha ikhlas dalam beribadah. lebih indah. syaratnya adalah mampu yaitu telah mampu menafkahi keluarga. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya. bahwa kerinduan pada si dia yang diidam-idamkan adalah penyakit. Barangsiapa yang belum mampu.[8] Itulah yang lebih tepat. barangsiapa yang memiliki baa-ah.”[5] Inilah jalan yang terbaik bagi orang yang mampu menikah.

“Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah akan menumbuhkan rasa cinta pada Allah. Mujahid mengatakan. Allah Ta’ala berfirman.” Adh Dhohak mengatakan. sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru.”[11] Keempat: Lebih giat menyibukkan diri Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana. “Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan sayuran.”[12] Kelima: Menjauhi musik dan film percintaan Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. niscaya Allah akan mengabulkan do‟anya. Ingatlah. Demi keselamatan dan kejernihan hati. kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran.”[13] Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal . Al Mu‟min: 60) Ketiga: Rajin memenej pandangan Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Ibnul Qayyim pernah menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi‟i. pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil). Oleh karena itu. sedih dan sengsara. Bila demikian. Ia berkata. merasakan kebutuhannya pada Allah.” Fudhail bin „Iyadh mengatakan.” (QS. “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq). Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. ‫ع‬ “Dan Rabbmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku. Lihatlah surat An Nur ayat 30 yang telah kami sebutkan sebelumnya. Ibnu Mas‟ud mengatakan.Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo‟a. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. mendayudayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak. “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.

Syaikh Syu‟aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi(shahih dilihat dari jalur lainnya). 15734.remajaislam. 1392 H) [7] HR. [9]Rodhotul Muhibbin. 1847. hal. 1400. Yahya bin Syarf An Nawawi. 109. Asy Syaukani. [10]Majmu’ Al Fatawa. Ibnu Qayyim Al Jauziyah. 15/394. tahun 1405 H. Bukhari no. 289. 4/300. [11]Majmu’ Al Fatawa. 9/173. 624. 6925. [2] HR. cetakan pertama. 9/173. tahun 1412 H. Muslim no.Artikel www. 5065 dan Muslim no. cetakan kedua. Inilah pendapat ulama-ulama Syafi‟iyah. Mawqi‟ At Tafaasir. Lihat Ash Shahihah no. [12]Al Jawabul Kafi. hal. [6] Yang dimaksud dengan syabab (pemuda) di sini adalah siapa saja yang belum mencapai usia 30 tahun. Muslim no. Ibnul Jauzi. [4] HR.     Disqus Setuju Banget Dislike . 212. hal. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Darul Kutub Al „Arobi. 10/187. Dar Ihya‟ At Turots. [8] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. 1426 H. [5] HR. Ahmad no. cetakan ketiga. Darul Wafa‟. Darul Kutub Al „Ilmiyah [13] Lihat Talbis Iblis. 5770 [3] HR. Ibnu Majah no. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.com [1]Fathul Qodir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Darul Kutub Al „Ilmiyyah Beirut.

Saya berhijab dari lawan jenis dibilang "berlebih"..bukan karna manusia..Saya tidak mau pacaran dibilang "Awas nanti ga laku loh!". http://rumaysho.... jodoh kita sudah diatur. 2..com/belajar-is.. Tambahkan Komentar Baru Image Showing 41 comments Urutan tampil  Subscribe by email Subscribe by RSS Desy Subagjo 1 tahun yang lalu   Pacaran. http://rumaysho. Semoga Allah beri keistiqomahn .. "bagi yang beriman.. lakukan hanya karna allah..sedangkan orang yang musyrik.  Adydiedy 1 bulan yang lalu in reply to Desy Subagjo  kenapa harus lihat dan dengerin orang..jodohnya pasti beriman. o 70 people liked this..Saya yang juga baru dalam berjilbab. Kresna Nurul Fadhila and 3 more liked this   Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to Desy Subagjo  Kami sarankan baca artikel berikut ini: 1.sebenarnya sedang ingin melakukan semaksimal mungkin apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan Allah..jodohnya pasti musyrik juga"... 21 people liked this.Namun...Makachi....banyak orang disekitar saya menyebut saya "sok fanatik" atau sebangsa itu.com/belajar-is.sya sendiri sedang menguatkan hati untuk tidak mengikuti trend "Pacaran" ini...semua sudah tertuliskan di al-qur'an..... Lah terus saya harus gmna ya untuk tetap istiqomah ??Tolong jawabannya dong.

. sulistiawati 1 tahun yang lalu  saya minta ijin copy buat catatan saya... adex rosa black 1 tahun yang lalu  asaalamualaikum.com/belajar-is. Riko Rahmatullah and 7 more liked this   muhammad sholeh selsi 1 tahun yang lalu    ana minta ijin copy buat tautan di catatan ana.com/belajar-is......   . http://rumaysho. jazakallohu khoir ya ustadz . jazakallahu khoiron katsiro 6 people liked this. sekalian mau dibagikan ke teman-teman. Semoga Allah beri keistiqomahn 2 people liked this.. Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to Desy Subagjo    Kami sarankan baca artikel berikut ini: 1.. Rofikalubis 9 bulan yang lalu in reply to Desy Subagjo   tetap istiqomah menjalaninya .  5 people liked this. http://rumaysho.. mow izin share ke tautan saya 3 people liked this. 2.

Awi Biang 1 tahun yang lalu    > syukron. rhin 1 tahun yang lalu  Assalammualaikum mau izin share jazzakallahu khoir Ariyati Putri Mustika and 1 more liked this   Udar Ahmad 1 tahun yang lalu    setuju bgt apa yang tercatum dalil2 diatas 1 person liked this. ana izin share .Jazzakallahu khair Riko Rahmatullah and 3 more liked this Vannyoktaviany 6 bulan yang lalu    subhanallah bermanfaat sekali setelah membaca ini :)) syukron .. 1 person liked this.. saya minta izin untuk membagikan ilmu yang saya dapat ini kepada teman2 saya n_n 1 person liked this.buat artikel2 nya. sangat bermanfaat sekali buat menambah wawasan / ilmu agama ana..... alhamdulillah...heri 1 tahun yang lalu    Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh..ana minta izin CoPas buat share artikel2nya dg ttp mencantumkan sumbernya.. sekalian. .

.saya suka bgt tulisannya.arub makarim 1 tahun yang lalu   assalamualaikum.saya tak berdaya untuk bilang sama mereka kalo yg mereka lakukan itu sangat dilarang agama... Trus nasehati sahabatmu trsbt dan trus doakan dirinya.memang saya baru belajar tentang agamaku islam..tapi saya sangat risih bgt.  Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to arub makarim    Wa'alaikumus salam.Dan yang saya hadapi saat ini adalah banyaknya temn2 bahkan sahabat saya yg "berpacaran".memang saya bukan manusia sempurna .  Atang_2702 6 bulan yang lalu in reply to wahid_albanjary   ya xdraw 5 bulan yang lalu  assalamu alaikum.amin. 1 person liked this....! Syukron. Barakallahu fiikum.dan apa yg sebaiknya saya lakukan?? 1 person liked this...... ketika ana membaca judul "apakah mengenal pasangan harus lewat pacaran?" kemudian jawabannya tidak maka pertanyaannya adalah "bagaimana cara mengenal pasangan yang ... wahid_albanjary 1 tahun yang lalu   Assalamu'alaykum ana share ya artikelnya ... Semoga Allah beri hidayah demi hidayah.dan saya hanya bisa mendoakan mereka semoga mendapatkan hidayah dari ALLAH SAW. hanya saja berdasarkan judul diatas maka artikel tadi masih menyisakan pertanyaan. artikelnya bagus sekali karena didasarkan atas dalil-dalil al-qur'an dan sunnah.dan saya masih sangat dangkal sekali tentang agama. ustad. 2 people liked this.dg mereka.

.. di dalam Islam .... jadi cuma kenal pasangan lewat org ketiga dan tidak ketemu langsung. Chory Coboy 10 bulan yang lalu  yupz.. di artikel belum dijelaskan.....syar'i?" jika jawabannya dengan menikah maka kurang tepat karena yang ana maksud adalah sebelum menikah.kayaknya tu jg cara untuk mengenal lebih dalam tentang pasangan kita...sebelum nikah ada istilah ta'aruf dan itu hanya sebatas niatan untuk nikah...... mohon penjelasannya  Muhammad Abduh Tuasikal 4 bulan yang lalu in reply to xdraw    wa'alaikumus salam. langsung dilamar dan tentukan kapan akan menikah........ lalu setelah cocok....  Muhammad Abduh Tuasikal 10 bulan yang lalu in reply to Chory Coboy ... Dithakalalo 5 bulan yang lalu  bagaimana dengan nyanyian yang beraroma islami. izin copas ya akhy/ukhty utk di syiarkan kpd teman-teman ana... Syintialaras 6 bulan yang lalu   Assalamu'alaikum... syukran wa jazakallahu khair. 1 person liked this. nasyid misalnya?  Muhammad Abduh Tuasikal 5 bulan yang lalu in reply to Dithakalalo   sebaiknya seorang muslim menjauhi semacam itu..

.. Artikel yang bnar bnar mnarik Riska_kaka 1 tahun yang lalu  assalamu'alaikum ..dmana hukum2 atau larangan2 yg d buat tdak akan merugikan umatny. syukron Purwantyipunk 11 bulan yang lalu  masyaallah ternyata islam adalah agama yang haq.islam telah ada aturan dan batasan nya...........khususny dalam hal berpacaran ini.ini baru sebagian kecil loh.sukron.ikutilah ajaran n aturan islam pasti ga akan rugi deh heee.. ...tentunya islam melarang berpacaran karna agama kita tahu pasti ada kemudarathan d balik itu semua contoh yg ringan patah hati heeeeeeeeeeeee.......... -) Jazakallah. jadi apa yg harus saya buat biar mereka tau kalau tindakan mereka yaitu "pacaran" itu zina ?  Ariyati Putri Mustika 1 tahun yang lalu  ijin share ya. Haa_pee@yahoo. kalau saya nasihatin ke mereka entar saya dikira gak gaul ..ups untuk itu......d balik aturan nya tersimpan kebaikan khususnya untuk kaum wanita agar senantiasa menjaga iffah <kehormatan diri="">.. 1 person liked this.. saya baru liat nih --" . wah ...   mengenalnya tidak mesti lewat pacaran.....*sok tau dot com*</kehormatan>  Zara 1 tahun yang lalu   Izin share ya...com 11 bulan yang lalu   assalamualaikum izin copy ustadz... temen-temen bnyak yg udh pacaran ustadz ......

**nagabonar** 1 tahun yang lalu   Assalamu'alaikum. Cessa_19girl 1 tahun yang lalu   subhanallah. mengingatkan nih. jazakallohu khoir . izi share ya ustad..izin share ya ustad. jazakallahu khairan katsira. **nagabonar** 1 tahun yang lalu   Assalamu'alaikum. Dealiza 1 tahun yang lalu  Assalamualaikum.. Izin share.Sebelumnya salam kenal ya akhi ya ukhti dari Dede Rohmayanti saya mau ijin share ya!!! Terimakasih  Ripu_adsuni 1 tahun yang lalu  Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh... ijin ngopy ustadz.. ijin share ya ustad jazakallahu khairan... terima kasih **nagabonar** 1 tahun yang lalu   Assalamu'alaikum.

.. Reactions .  Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to Abi Neisa   Semoga Allah beri taufik. Semoga bermanfaat untuk yg lain. ana izin share dan boleh ngak saya posting d blog saya .Jazzakallahu khair  Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to Heri Susilo  Wa'alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh. Semoga Allah senantiasa memberkahi... dan udah menikah. Abi Neisa 1 tahun yang lalu  saya udah terlanjur. Heri Susilo 1 tahun yang lalu  Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.tx. Indah Prameswari 1 tahun yang lalu   ijin share.. Silakan pak.. kLanz 1 tahun yang lalu   jazakallahu khairan katsira. smoga tidak dialami oleh anak2 kami.

co/jtcRsvee http://disqu URL Lacakbalik blog comments powered by Disqus back to top Login Username Password Ingat Saya    Lupa Password? Lupa Username? Mendaftar Subscribe . SudirmanTahir 2 minggu yang lalu From twitter  Emang pacaran buat apa?? http://t.

.10 Agar Do'a Kita Terkabul 30.:) Hati-Hati Memajang Foto di FB · 1 month ago  kawaii jazakillah khoiron katsiron.Pasang RSS Remaja Islam di web Anda di sini...11.11.:) Hati-Hati Memajang Foto di FB · 1 month ago  bdhi ekha nTD mksh Buku Tamu · 1 month ago Powered by Disqus Terbanyak Dibaca    Apakah Mengenal Pasangan Harus Lewat Pacaran? 30.06. Sedang Online Kami memiliki 18 Tamu online Komentar Terbaru  kawaii syukron atas info'y.99 .info'y...99 Mencari Jodoh Sholihah dengan Do'a Sapu Jagad 02..

id Muslimah.com Kajian.11.99 10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru 30.99 Link Sahabat        Rumaysho.or. .11.com Fans Remaja Islam  Hubungi Kami Hakcipta © 2011 Remaja Islam Mau Mengenal Islam.com Yufid.id Konsultasisyariah.com Muslim.net PengusahaMuslim.or. Semua Hak Dilindungi.  Obat Ketika Merindukan Si Dia 30.

blogspot. Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi.com ) situs anti pacaran: www.com http://www. http://www.wordpress.com http://abul-jauzaa. silahkan kunjungi situs islam yang sangat bermanfaat.pacaranislamikenapa.gizanherbal.blogspot. kecuali ditemani mahram dari sang wanita (jadi bertiga) “Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006.majalah-elfata.com 1.abul-jauzaa. konsultasi. agama. Lihat Mausu'ah Al Manahi Asy Syari'ah 2/102] “Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi) 2. Muslim 1339] .com http://www.blogspot. atau membaca artikel2 islam yg sangat menarik dan penting.wordpress.com bagi yang ingin bertanya masalah2 agama.” [HR Bukhori: 1088.blogspot.aslibumiayu.com http://www. curhat masalah cinta. dll.abul-jauzaa.blogspot. Muslim 1341.523.com http://www.bestabuabdullah. keluarga.com/ TIPS PACARAN YANG ISLAMI (pacaran itu haram: www.wordpress. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya “Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya. silahkan kunjungi situs2 islam yang sangat bermanfaat berikut ini: http://www.PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA.alimalbantuliy.

kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah.R. Tirmidzi 1597. dan mulut berzina dan zinanya adalah bicara. Ibnu Jarud dan Baihaqi). Muslim 1341] 4.”[HR Bukhori: 3006. dan lebih membentengi farji (kemaluan). jangan berpelukan. Dan barangsiapa yang tidak mampu. Ibnu Majah 2874.3. Abu Dawud dan Nasa‟i) 6.523. Jangan memandang aurat pacar. Muslim.) WARNING: . ahmad 6/357.” (H. karena nikah itu lebih menundukan pandangan. Muslim. lihat Ash Shohihah 1/447/226) Bersabda Rasulullahi Shallallahu „alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita. Jangan bersentuhan dengan pacar. masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya “Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya.” (H. jangan mencium.” (H. Bukhari. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok “Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah. jangan meraba.. maka nikahlah. Darimi. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina “Dan janganlah kamu mendekati zina.R. Tirmidzi. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya “…. Nasa‟i.” (Al Qur‟an Surat An Nur ayat 30) “…zina kedua matanya adalah memandang…. maka hendaklah ia puasa (shaum). Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya…. Bukhari. dll] 5. apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan “Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu‟jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283. Muslim dan Abu Dawud) 7. “Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan. bahkan berjabat tangan juga tidak boleh.. Nasa'i 7/149.R.” [HR Malik 2/982. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur‟an Surat Al Isra 32) “Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad. karena shaum itu dapat membentengi dirinya”.

coba teliti kisah2 perjalanan hidup Rasul dan sahabat yang tercantum dalam hadits ataupun sirah. Pacaran di tempat rame juga nggak boleh. misalnya saja ustadz Muhammad Umar as Sewed. dan pernikahan (rumah tangga). tapi juga konten pembicaraannya. kesehatan. lantas janjian. Adakah perjudian Islami dalam Islam? 1. pendidikan. Di masa Rasulullah dan sahabat. tidak diperbolehkan. 2008 jam 3:52 am Komentar: Menyatakan adanya pacaran Islami sama dengan menyatakan adanya perjudian islami. kemudian berkencan. kemudian menyapa. Karena itu. Kita tidak akan pernah menemukan Rasul maupun sahabat berinteraksi dengan lawan jenis di luar 6 perkara tadi.sebenarnya banyak ulama dan ustadz yang mengharamkan pacaran. lalu tersenyum. baik dalam keadaan sepi atau ramai. Wong pacarannya saja tidak boleh. apalagi di tempat sepi. Selalu saja ada konten pembicaraan yang tidak diperbolehkan syara (minimal bercanda). Rasulullah dan para sahabat tidak melakukan interaksi antar gender. lalu mengobrol.Kebolehan bagi perempuan untuk bepergian lebih dari 1 hari 1 malam dengan ditemani mahram hanya diperuntukkan untuk hajat umum yang dimubahkan. saya pribadi belum pernah menemukan pacaran yang konten pembicaraannya terbatas pada 6 perkara tadi. jadi sebaiknya segera menikahlah dan jangan berpacaran… sebuah syair mengatakan: kadang peristiwa besar bermula dari hal-hal kecil permulaannya memandang. dakwah. bercakap-cakap hanya sekadar hanya untuk menyatakan kata2 romantis atau bercanda ria(seperti dalam pacaran). konten percakapan antara laki-laki dan perempuan hanya di seputar masalah2 berikut ini: ekonomi (contoh:perdagangan). Ini tetap tidak boleh walaupun wanita tersebut ditemani mahram. 2. Sedangkan dalam pacaran. Sedangkan di luar 6 masalah tersebut. Desember 26th. dan akhirnya berzina Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa. Atau pergi dengan pacar lebih dari 1 hari 1 malam dengan ditemani mahram juga tidak boleh. Untuk masalah ini. Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun… ===================================================================== ===== BANTAHAN ATAS ARTIKEL DIATAS dari Prima. Ini seperti halnya wanita bepergian bepergian lebih dari 1 ahari 1malam dengan ditemani mahram untuk keperluan berjudi. politik (co‟: muhasabah terhadap penguasa). Yang mesti dibahas dalam masalah pergaulan antar pria bukan hanya jumlah wanita dan laki2 yang berinteraksi. .Melakukan perjalanan kurang dari 1hari 1 malam dengan pacar juga tidak boleh.

Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal. 5)Dengan menutup aurat ataupun tidak. Namun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan. perjudian tetap haram walaupun pelakunya adalah wanita yang menutup aurat. pacaran tetap haram. karena pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang. I. bukan perkara2 haram seperti pacaran atau perjudian. dan ke tempat dekat pun tidak boleh. usia. bukan hanya seputar persinggungan tubuh. mereka sangat belum siap. bepergian lebih dari 1 hari 1 malam untuk hal yang diharamkan tidak diperbolehkan. Banyak diantara pemuda dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata. Pemahaman yang benar terhadap hadits tersebut adalah. pergaulannya tetap haram. sebagian norma di tengah masyarakat membolehkan pacaran. wanita bepergian lebih dari 1 hari 1 malam tanpa mahram atau suami tetap tidak boleh. Ibaratnya.b)walaupun ditemani mahram atau suami.c)walaupun bepergian kurang dari 1 hari tanpa ditemani mahram atau suami. Dan bahkan ada juga yang memang menjadikan masa pacaran sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan. Dengan tujuan itu. -==================================== HUKUM PACARAN MENURUT ISLAM (penjelasan mengenai sebab diharamkannya pacaran) Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum. Tujuan Pacaran Ada beragam tujuan orang berpacaran. Karena itu kami tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini. 3)Walaupun ditemani mahram. Semua itu dilakukan karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. Ada yang sekedar iseng. a)walaupun untuk keperluan mubah. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. Paling tidak dengan cara membiarkan pasangan yang sedang pacaran itu melakukan aktifitasnya. sebab dari sisi kedewasaan. berpacaran ke tempat jauh tetap tidak boleh. Secara lebih khusus. 4)Pembahasan dalam masalah pergaulan islami. media perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya.yakni yang termasuk ke dalam 6 perkara tadi. II. tetapi juga seputar konten pembicaraan. atau mencari teman bicara. ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa penjajakan. Apa Yang Dilakukan Saat Pacaran ? . tetapi untuk urusan yang haram (seperti pacaran) tetap tidak boleh. kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga. atau lebih jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. KOnteks hadits yang dicantumkan pada point ke-2 memang seputar masalah2 mubah. agar tidak salah konotasi. Apabila konten pembicaraannya tidak syar‟i walaupun tidak bersinggungan tubuh (berciuman atau bergandengan tangan).

Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung sampai kepada level yang sangat jauh. Sehingga kita juga sering mendengar istilah “chek-in”. yaitu memanfaatkan kesibukan kedua orang tua. jalan-jalan dan berduaan. aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar nikah juga sering dilakukan di dalam rumah sendiri. rabaan anggota tubuh dan bersetubuh secara langsung sudah merupakan hal yang biasa terjadi. Pihak pengelola hotel sama sekali tidak mempedulikan apakah pasangan yang melakukan chekin itu suami istri atau bulan. yaitu kamar yang disewakan secara jam-jaman untuk ruangan berzina bagi para pasangan di luar nikah. maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Ali Imran :14). tetapi data menunjukkan bahwa ciuman. tidak bisa dituntut secara hukum. . Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan penjajah. pengawasan dan perhatian dari anggota keluarga lainnya. Namun tidak sedikit hotel yang pada hari ini berali berfungsi sebagai tempat untuk berzina pasangan pelajar dan mahasiswa.`(QS. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya. Dan terbukti dengan maraknya kasus `hamil di luar nikah` dan aborsi ilegal. Selain di hotel. `Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini. Islam Mengakui Rasa Cinta Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang. namun anak-anak pelajar menengah atas (SLTA) dan menengah pertama (SLTP) juga terbiasa melakukannya. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik . Pacaran Dalam Pandangan Islam a. kuda pilihan. harta yang banyak dari jenis emas. Maka para pelajar dan mahasiswa bisa lebih bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di dalam rumah mereka sendiri tanpa kecurigaan. secara umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal-hal yang diluar dugaan. perak.Lepas dari tujuan. yaitu: wanita-wanita. Ketika seseorang memiliki rasa cinta. Bukan sekedar kencan. III. anak-anak. Maka jelaslah bahwa praktek pacaran pelajar dan mahasiswa sangat rentan dengan perilaku zina yang oleh sistem hukum di negeri ini sama sekali tidak dilarang. Fakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang apologi. para pelakunya justru akan diberi simpati. Pola budaya yang permisif (serba boleh) telah menjadikan hubungan pacaran sebagai legalisasi kesempatan berzina. binatang-binatang ternak dan sawah ladang. juga pasanga-pasangan tidak syah lainnya. Bahkan hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan tersendiri buat beberapa hotel dengan memberi kesempatan chek-in secara short time. Sepasang pelajar atau mahasiswa yang berzina. yang awalnya adalah istilah dalam dunia perhotelan untuk menginap. zina adalah hak asasi yang harus dilindungi. Itulah kesenangan hidup di dunia. Data menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah dilakukan bukan hanya oleh pasangan mahasiswa dan orang dewasa. Bahkan bila seks bebas itu menghasilkan hukuman dari Allah berupa AIDS.

Rasulullah SAW bersabda. tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta. Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya. b. tapi masyakat dunia ini memang benarbenar telah dilanda degradasi agama. Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga. tapi tidak siap menjadi “the real man”. Sedangkan di luar nikah. ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku`. pegangan. ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. chatting dan sejenisnya. melainkan kepada ayah kandung wanita itu. tentu .`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya. maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik. cium dan juga seks. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam. Atau janji muluk-muluk lewat SMS.Khusus kepada wanita. akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana. cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu. Dalam Islam. mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. jujur. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal Namun dalam konsep Islam. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wanita. Sehingga bila seseorang mencintai wanita. melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat. bijaksana. Dengan ikatan itu. namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok. hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggungjawab yang disaksikan oleh orang banyak. Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual. Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik. Baik itu sentuhan. Bahkan lebih `keren`nya. Islam tidak pernah membenarkan semua itu. ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan.

peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting. Dalam format pacaran. Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. bermake-up. [2] keturunannya. tukar menukar SMS. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat. semua instrumen itu tidak terdapat. ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta`aruf. Pacaran Bukan Cinta Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran. Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Dalam format mencari pasangan hidup. misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon. sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui.`Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda.kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu. bahkan justru lebih parah. berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan. Muslim Kitabur-Radha` Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661) Selain keempat kriteria itu. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik. c. d. tanggung-jawab. sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. (HR. . chatting dan diteruskan dengan janji bertemu langsung. Padahal cinta itu adalah memiliki. atau perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri. Maka dalam masalah ini. Bahkan tidak ada kepastian tentang kesetiaan dan seterusnya. sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta. bukanlah anggapan yang benar. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa` fiddin nomor 4700. [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya atas data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.

pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur.Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up. 2011 under Islam by wizvax 0digg 12KShare 1 HUKUM asal bagi perhiasan sama ada yang berada pada tubuh badan. pakaian atau tempat tinggal adalah halal dan dibenarkan. Ini berdasarkan dalil yang menyatakan tentang nikmat kurniaan Allah kepada hamba-Nya. Dengan demikian. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. ayat 29) . tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak-acakan. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.” (Surah al-Baqarah. namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. fasik haram Posted on January 27. Dan tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran. sebaliknya bisa dikatakan sebuah penyesatan dan pengelabuhan. Tiru perbuatan orang kafir. Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dialah (Allah) yang menjadikan untuk kamu apa yang ada di bumi kesemuanya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari.

lidah. perak dan berlian.” (Hadis riwayat Imam Abu Daud dari Ibnu „Umar) . Disebabkan itulah golongan lelaki dilarang daripada menindik telinga mereka kerana ia dengan jelas menyalahi kebiasaan perhiasan bagi lelaki. Lalu menyerahkan (barang perhiasan mereka) kepada Bilal. Amalan bertindik menjadi kecenderungan remaja masa kini. maka ia tergolong daripada golongan berkenaan. Lelaki yang menyerupai wanita dengan mengenakan perhiasan wanita adalah suatu yang dilarang dalam Islam. Kebiasaan masyarakat Melayu di Malaysia sejak dulu mengenali amalan bertindik hanya terbatas di bahagian telinga. Walaupun tidak dibincangkan secara khusus dalam nas jelas. Itu permasalahan menindik telinga. Sabda Nabi SAW yang bermaksud: “Sesiapa yang menyerupai suatu golongan itu. Baginda menuju ke kawasan perempuan dan memberi tazkirah khas kepada golongan wanita. Ia perhiasan diketahui umum sejak dari zaman awal Islam dan perhiasan ini khusus kepada golongan wanita. Ibn Abbas mengatakan bahawa: Aku melihat mereka mengisyaratkan kepada telinga mereka dan leher mereka. Malah ia sudah mula melarat kepada golongan lelaki.Salah satu contoh perhiasan yang diamalkan ialah menindik anggota badan dengan meletakkan barang perhiasan. masa merubah segala dengan perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar membuatkan semakin ramai bertindik di bahagian selain telinga. bibir dan kening. seperti di pusat. Namun. Diriwayatkan oleh al-Bukhari daripada Ibn Abbas katanya: “Pada suatu hari raya. Islam mendatangkan kaedah umum dalam etika berhias antaranya perhiasan yang dikenakan mestilah tidak digambarkan seolah-olah meniru atau menyerupai orang kafir dan golongan fasik. sama ada berbentuk emas. isyarat yang diberikan wanita (sahabiyyah) berkenaan adalah antinganting.” Dalam hadis berkenaan. Namun ia bukanlah jawapan yang menunjukkan keharusan amalan ini. Bagaimana pula mereka yang menindik di kawasan selain telinga? Perbuatan menindik selain dari kawasan telinga tidak pernah didengari pada zaman Nabi dan salafussaleh. selepas Baginda Nabi SAW solat dan berkhutbah. Advertise Here Sebenarnya perbuatan bertindik adalah amalan yang sudah dikenali pada zaman Rasulullah SAW. namun perkembangan fiqh Islam tetap berkembang dalam menjawab setiap persoalan baru yang timbul hasil ijtihad ulama semasa. Sambil Baginda SAW menyeru supaya mereka semua bersedekah.

timbul pula persoalan untuk menghilangkan tatu yang ada. Ada segelintir yang menyeksa tubuh badan mereka semata-mata untuk menghilangkan tatu. Firman Allah SWT yang bermaksud: “Allah tidak membebani seseorang sesuai dengan kemampuannya. Dr Yusuf al-Qaradhawi dalam kitabnya al-Halal wa al-Haram fi al-Islam mengatakan. Islam melarang meniru kebiasaan dan gaya hidup orang lain tanpa membawa manfaat jelas. Pandangan ini bertepatan firman Allah SWT yang bermaksud: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Malah. Jelasnya.” (Surah al-Baqarah. amalan bertindik selain anggota telinga adalah amalan diambil bukan daripada golongan solihin. pakaian. Memang benar taubat dapat menghapuskan dosa. perbuatan. ayat 286) . Selain bertindik. Jika menanggalkan tatu itu mendatangkan kemudaratan atau membuatkan anggota badan nampak jelik.Larangan keras terhadap perbuatan meniru orang kafir sama ada dalam ucapan. Tambahan. remaja kini juga gemar bertatu dan melihat perbuatan itu seolah-olah tidak menjadi kesalahan dari sudut pandang agama. namun taubat juga perlu bertepatan dengan caranya. Ini pandangan Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari.” (Surah Al-Baqarah. tatu itu tetap wajib ditanggalkan jika ada teknologi yang dapat menanggalkannya dengan mudah dan tidak mendatangkan mudarat. Bagi yang sudah tergelincir dan ingin kembali ke pangkal jalan. termasuk meniru perbuatan orang fasik (iaitu orang yang biasa melakukan maksiat). ayat 195) Namun. maka harus membiarkannya dan memadai dengan taubat (baik lelaki mahupun wanita). Ia budaya negatif remaja di Barat yang jelas jauh dari adat budaya tatasusila seorang Muslim. Bahkan ada yang berbangga memiliki tatu di badan dengan mempertontonkan kepada orang ramai sedangkan ia membawa imej seorang Muslim. ada yang menggunakan seterika. Permasalahan mengenai tindik sudah dijelaskan Keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam yang menyatakan perbuatan berhias secara aneh dan berlebih-lebihan seperti bertindik anggota badan selain cuping telinga adalah dilarang oleh Islam. menyeksa diri dan dibuktikan boleh memberi kesan sampingan terhadap kesihatan tubuh badan dan mampu mendekatkan pelaku dengan jangkitan penyakit seperti Hepatitis B. perayaan dan ibadah bukan saja mengkhususkan kepada menyerupai orang kafir. Mengukir badan sendiri dengan melakarkan corak atau bentuk tertentu sehinggakan kesakitan dianggap satu kepuasan. bertatu di badan adalah perbuatan yang dilaknat oleh Rasulullah SAW.

Berlian. Perhiasan Wanita. Anda mungkin juga meminati: Adab Berpuasa dan Solat Tarawih Logiknya Solat dalam Sudut Pandangan Sains Pemimpin amanah lahirkan negara berkat Cetek ilmu punca pertikai larangan rai Hari Kekasih Tiada alasan kerja GRO LinkWithin Tags: Al Bukhari. Perkembangan Teknologi.Tidak kira zaman mana pun kita. Budaya Luar. Nikmat. Dilarang. solat. Surah Al Baqarah. membuatkan kita terselamat daripada segala kecintaan melebihi dari cinta kepada Baginda. Remaja Masa Kini. Tubuh Badan Advertise Here . Pengaruh Budaya. Lidah. Semoga dengan mengikut suri teladan terbaik iaitu Baginda Nabi SAW. Telinga. etika berhias terbaik adalah pakaian takwa. Bibir. Anting Anting. Pakaian. Tazkirah. Leher. Dalam Islam.

" Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari " Oleh : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang. Melalui kepribadiannya yang mulia. maka kami memandang perlu menyajikannya secara singkat. dikala bepergian dan iqamah. dengan iringan do`a kepada Allah semoga amal ini berguna bagi segenap kaum muslimin. keluarga dan para sahabatnya. hendaklah ia menempuh jalan hidup Rasulullah SAW dan meneladani etikanya. lapang dan kesulitannya. makan dan minum. Semoga shalawat dan salam tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad. Oleh karena kebanyakan orang pada akhir-akhir ini yang tidak mengetahui etika-etika tersebut atau butuh untuk diingatkan kembali.nya ditempuh oleh setiap mu'min di dalam hidupnya. bahagia dan sedihnya. . Maka barang siapa yang menghendaki kebahagiaan. Rasulullah telah menggoreskan buat kita melalui ucapan dan perbuatannya rambu-rambu etika yang seyogya. bangun dan tidurnya. Tidak ada perkara kecil ataupun besar apapun yang tidak dijelaskan oleh Islam. agama dan dunianya. Rasulullah telah menjelaskan kepada kita contoh etika yang seharusnya ditiru. Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan kesempurnaan etika kepada manusia dan membuka pintu bagi mereka untuk mengamalkannya. Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada manusia terbaik yang beribadah dan kembali kepada Allah. Sesungguhnya Islam benar-benar menaruh perhatian yang sangat besar kepada manusia di dalam segala perihal dan urusannya.

maka keyakinan itu tidak dapat pisah darinya. Rasjidi bahwa agama adalah masalah yang tidak dapat ditawar-tawar. kita telah memeluk agama yang berbeda-beda. Secara sosiologis. Penulis mendapati tulisan ini dari dua sumber. 3M. Sebagai seorang muslim misalnya. 4Ibid. wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama. hlm. Rasjidi dalam satu tulisannya yang disampaikan dalam Pidato Sambutan Musyawarah Antar Agama. beragam dan plural dalam hal beragama. baik secara sosiologis. sesuatu yang niscaya dan tidak dapat dipungkiri lagi. Mei 1968. ia menyadari sepenuhnya bahwa ia involved (terlibat) dengan Islam. Rasjidi. Ini adalah kenyataan sosial. Dalam kenyataan sosial. 30 November 1967 di Jakarta. Nomor Khusus. bermacam-macam 2 Argumen ini dikemukakan oleh Prof. Berbagai Perspektif Pluralisme Agama Berbicara tentang hubungan antar agama. karena manusia dalam keadaan involved (terlibat). pluralisme agama adalah suatu kenyataan bahwa kita adalah berbedabeda. Mei 1968 Tahun ke VIII. Jika seseorang memeluk keyakinan. Pengakuan terhadap adanya pluralisme agama secara sosiologis ini merupakan pluralisme yang paling sederhana. .3 Berdasarkan keyakinan inilah. Rasjidi mengakui bahwa dalam kenyataan sejarah masyarakat adalah multi-complex yang mengandung religious pluralism. umat beragama sulit berbicara objektif dalam soal keagamaan. Dalam konteks ini.4 Namun. apalagi berganti.35.Tahun ke VIII dan buku karangan Umar Hasyim Toleransi dan Kemerdekaan Beragama dalam Islam sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antar Agama. penulis memfokuskan diri dari sumber yang pertama. teologis maupun etis.HUBUNGAN ANTAR AGAMA DI INDONESIA : TANTANGAN DAN HARAPAN Oleh : Zainul Abas Dosen STAIN Surakarta A. Sebagaimana yang dikemukakan oleh M. Al-Djami’ah. karena pengakuan ini tidak berarti mengizinkan pengakuan terhadap kebenaran teologi atau bahkan etika dari agama lain. Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan Muslim Indonesia. yakni di dalam Majalah Al-Djami’ah. Nomor Khusus.2 Ia mengibaratkan agama bukan sebagai (seperti) rumah atau pakaian yang kalau perlu dapat diganti. menurut Rasjidi.

Pandangan pluralismenya tidak berarti adanya pertemuan dalam hal keimanan. Ia sama sekali tidak menyinggung tentang hal itu. namun hanya merupakan pengakuan atas keberadaan agama-agama lain. Karena itulah pola yang dipakai Rasjidi adalah pola responsif atas persoalan yang berkembang. apakah Kitab Bibel yang ada sekarang ini otentik atau tidak. Mukti Ali secara sosial tidak mempersoalkan adanya pluralisme. dalam pengakuan-pengakutan sosial. Yang menjadi persoalan. Apa yang dikemukakannya adalah sebuah pembelaan. meskipun hal itu terasa pahit dan keras. Bagi umat Islam barangkali didasarkan pada ajaran bahwa ―agama yang paling benar di sisi Allah adalah Islam‖. orang Islam juga tidak hanya memandang al-Qur‘an tetapi juga Torah dan Injil sebagai Kitab Suci (Kitabullah). Ia tidak mengritik berbagai ajaran teologis yang ada di dalam agama Kristen. karena itu mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri. Bibel. Pengakuan pluralisme secara sosiologis ini juga dikemukakan oleh Mukti Ali. masing-masing pemeluk agama memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. misalnya tentang apa yang dilakukan oleh umat Kristen. Pembelaan Rasjidi atas berbagai persoalan yang menimpa umat Islam disampaikan secara terus-terang dan terbuka. Namun demikian. Pandangan pluralismenya tidak sampai masuk pada perbincangan tentang kebenaran-kebenaran yang ada di dalam agama lain.agama. Hal itu merupakan bagian keimanan orang Islam. orang Islam melakukan penghargaan yang tinggi terhadap Mariam dan Jesus. bukan menyerang. sebuah dialog bertahan. Ia tidak pernah menutupi sesuatu pun. bahkan kadang kalah tidak dapat menghindari munculnya tuduhan. ia juga tidak memandang kesalahan-kesalahan ajaran teologis dari agama lain. Nabi Muhammad. dengan mengakui adanya religious pluralism dalam masyarakat Indonesia. Menurutnya. Hal ini adalah realitas. tetapi ia sangat tegas dalam hal-hal teologis. Ia menegaskan bahwa keyakinan terhadap hal-hal teologis tidak bisa dipakai hukum kompromistis. dalam satu persoalan (objek) yang sama. Kemudian. Orang Islam sungguh tidak dapat mempercayai (mengimani) ketuhanan Jesus Kristus tetapi mempercayai kenabiannya sebagaimana Nabi Muhammad. misalnya tentang kristenisasi. sehingga terkesan defensif.5 Dapat dicermati bahwa Rasjidi tidak memandang adanya pertemuan dalam masalah-masalah teologis. . Ia mengritik aktivitas misi atau zending tersebut. Kritiknya terhadap agama lain adalah kritik sosial. misalnya pandangan tentang al-Qur‘an. dalam arti bahwa ia mengritik praktek-praktek misi atau zending dari agama Kristen. tudingan dalam dalam hal-hal yang empirik (aktual). dan apakah seluruhnya merupakan wahyu Tuhan. Terdapat kesan bahwa pandangan tentang absolutisme agama didasarkan oleh kandungan ajaran bahwa pemeluk agama tidak dapat objektif terhadap kebenaran lain. Oleh karena itu. Hal ini bukan berarti bahwa orang Islam selalu 5 Ibid. Yesus dan Mariam.

misalnya konsep Jadi. Ketiga. Isa atau rasul-rasul lain. Kristen memiliki keimanan sendiri. 7 Mukti Ali sendiri setuju dengan jalan ―agree in disagreement‖. yaitu menyelami dan meninjau kembali agama sendiri dalam konfrontasi dengan agama-agama lain. ―Dialog between Muslims and Christians in Indonesia and its Problems‖ dalam AlJami’ah. dalam Burhanuddin Daja dan Herman Leonard Beck (red. 1992). Kedua. reconception. bahkan termasuk mengenai hal-hal yang diyakini oleh umat agama lain. Keempat. sinkretisme. 55. yakni bahwa secara sosiologis kita memiliki keimanan dan keyakinan masing-masing. Ia mengakui jalan inilah yang penting ditempuh untuk menimbulkan kerukunan hidup beragama. supaya dengan demikian tiaptiap pemeluk agama merasa bahwa sebagian dari ajaran agamanya telah terambil dalam agama sintesis (campuran) itu.menolak Wahyu Tuhan yang diturunkan kepada Nabi Musa. bahkan termasuk mengenai hal-hal yang tentang Nabi Muhammad. Begitu juga. Pertama. Dakwah dan Misi‖. XI Djuli 1970. yaitu mengakui bahwa agamanya sendiri itulah yang benar. dan orang lain Ali. dan mempersilahkan orang lain untuk mempercayai bahwa agama yang dipeluknya adalah agama yang paling baik. No. misalnya konsep tentang Nabi Isa.). hlm. 4 Th. pengakuan tentang pluralismenya berada pada tataran sosial. 6Mukti . Namun demikian. yaitu pendapat yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Persoalan kebenaran adalah persoalan dalam wilayah masing-masing agama. Orang yang beragama harus percaya bahwa agama yang ia peluk itulah agama yang paling baik dan paling benar. orang Islam percaya bahwa Bibel memuat/mengandung Kalam Tuhan. penggantian. sintesis. juga terdapat persamaan. dan berusaha supaya orang-orang yang lain agama masuk dalam agamanya. meskipun orang Islam tidak bisa mengakui bahwa Bibel sebagaimana sebelum mereka hari ini terdiri dari Kalam Tuhan seluruhnya. ―Ilmu Perbandingan Agama. diyakini oleh Islam. Mukti Ali menjelaskan bahwa ada beberapa pemikiran diajukan orang untuk mencapai kerukunan dalam kehidupan beragama. hlm. Mukti Ali. 6 Tampak Mukti Ali ingin menegaskan bahwa masing-masing agama memiliki keyakinan teologis yang tidak bisa dikompromikan. 227-229. Islam memiliki keimanan sendiri. selain terdapat perbedaan. sedang agama-agama lain adalah salah. agree in disagreement (setuju dalam perbedaan). Kelima. (Jakarta : INIS. Dialog. yaitu menciptakan suatu agama baru yang elemen-elemennya diambilkan dari pelbagai agama. yaitu percaya bahwa agama yang dipeluk itulah agama yang paling baik. 7A. Diyakini bahwa antara satu agama dan agama lainnya. Ilmu Perbandingan agama di Indonesia dan Belanda.

hlm. ―Dialog Antar Agama‖. Djohan tidak setuju dengan absolutisme agama. Oleh karena itu. (ed. ketika agama itu dipahami oleh manusia. Pengakuan pluralisme Djohan Effendi bukan hanya pengakuan secara sosiologis bahwa umat beragama berbeda. yang ada dalam pikirannya bukan hanya agama sendiri. Lihat Greg Barton.juga dipersilahkan. 9 Dengan bahasa lain. tetapi juga pengakuan tentang titik temu secara teologis di antara umat beragama. dalam Majalah Prisma 5. pengertian dan pengetahuan manusia tidak mungkin mampu menjangkau dan menangkap agama sebagai doktrin kebenaran secara tepat dan menyeluruh. 237. Dengan demikian apabila seorang penganut mengatakan perkataan agama.8 Wacana pluralisme agama Djohan Effendi berbeda dengan pluralisme Rasjidi dan Mukti Ali di atas. Kebenaran absolut itu hanya bisa diketahui oleh ilmu Tuhan. Effendi. 16. diyakini sebagai bersifat ilahiyah. Hal itu hanya ada dalam ilmu Tuhan. kebenaran apapun yang dikemukakan oleh manusia – termasuk kebenaran agama yang dikatakan oleh manusia—bersifat nisbi. hlm. 54-58. bahkan dihargai. 16. . cet. Namun. Dialog: Kritik dan Identitas Agama.). Oleh karena itu. 230. hlm. Paragraf ini juga pernah dikutip oleh Greg Barton. Greg Barton menyebut bahwa Djohan Effendi menolak absolutisme agama dan mengakui pluralisme agama.10 Djohan mengemukakan: ―Sebagai makhluk yang bersifat nisbi. 1999). 239. Djohan Effeni. karena manusia sendiri bersifat nisbi. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. pent..‖11 hlm. 11Djohan Effendi. hlm. Pengertian antara agama dan keberagamaan harus dipahami secara proporsional. Ia membedakan antara agama itu sendiri dengan keberagamaan manusia. Nanang Tahqiq (Jakarta : Paramadina. Menurutnya. akan tetapi juga aliran yang dianutnya. 10Lihat Greg Barton. ―Dialog Antar Agama: Bisakah Melahirkan Teologi Kerukunan?‖. bahkan pengertian dan pemahamannya sendiri. Lihat juga Djohan Effendi. Yang absolut adalah kebenaran agama itu sendiri. ―Kemusliman dan Kemajemukan Agama‖ dalam Th. maka kebenaran agama itu tidak bisa sepenuhnya ditangkap dan dijangkau oleh manusia. I. hlm. 9Djohan 8Ibid. Gagasan Islam Liberal. pengertian dan pemahamannya tentang agama jelas bukan agama itu sendiri dan karena itu tidak ada alasan untuk secara mutlak dan a priori menyalahkan pengertian dan pemahaman orang lain. Sumarthana dkk. tidak absolut. untuk percaya dan yakin bahwa agama yang dipeluknya adalah agama yang paling baik dan paling benar. Agama memiliki nilai mutlak. Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. agama –terutama yang bersumber pada wahyu. sementara kebenaran agama yang dikatakan oleh manusia itu nisbi. Juni 1978.

Al-Kahfi (18) : 29. Islam secara tegas memberikan kebebasan sepenuhnya kepada manusia dalam masalah agama dan keberagamaan. dan bahwa keagamaan seseorang pada umumnya. menurut Djohan. Berbagai persoalan yang menimpa umat beragama sering kali disebabkan adanya pandangan bahwa keberagamaan seseorang sebagai satu-satunya yang paling benar. Islam mengakui eksistensi agama-agama tersebut dan tidak menolak nilai-nilai ajarannya. sementara keberagamaan orang lain salah. zending. Dari sinilah. yaitu suatu pandangan keagamaan yang tidak bersifat memonopoli kebenaran dan keselamatan.yang dianggap bersifat absolut. 17. atau setidak-tidaknya pengaruh lingkungan. Inilah yang kemudian menumbuhsuburkan adanya misi. Dari situlah. Djohan mengemukakan: ―Dengan pendekatan dan pemahaman yang menyadari sepenuhnya akan keterbatasan dan ketidakmutlakan manusia. dialog merupakan sesuatu yang esensial untuk merangsang keberagamaan kita agar tidak mandeg dan statis.‖14 Ia juga merujuk ayat yang menunjukkan bahwa Tuhan mempersilahkan siapa saja yang mau beriman atau kufur terhadap-Nya. 14Q. Kebebasan beragama dan respek terhadap 12Djohan 13Ibid. Absolutisme keberagamaan adalah tidak benar.‖ 13 Djohan membuat garis pembatas yang tegas antara agama dan keberagamaan. dakwah dan semacamnya. Gagasan Islam Liberal. Djohan tidak menyetujui absolutisme agama.12 Sekali lagi. .S. hlm. hlm. sehingga paksaan atau kekerasan apapun tidak boleh mendapat tempat di dalam usaha-usaha dakwah. Effendi. Ia tidak setuju terhadap pandangan keagamaan seseorang –sebagai suatu keberagamaan-. suatu pandangan keagamaan yang didasarkan atas kesadaran bahwa agama sebagai ajaran kebenaran tidak pernah tertangkap dan terungkap oleh manusia secara penuh dan utuh. Menurutnya.Pemikiran pluralisme Djohan Efendi berangkat dari suatu pemahaman bahwa dakwah (baik Islam maupun Kristen) adalah sesuatu yang penting. Islam sama sekali tidak menafikan agama-agama yang ada. yang dibutuhkan adalah sikap moderat dan liberal terhadap iman lain. lebih merupakan produk.15 Menurutnya. Paragraf ini juga pernah dikutip oleh Greg Barton. Ia merujuk ayat al-Qur‘an yang menyatakan bahwa ―tak ada paksaan dalam agama. ―Dialog Antar Agama‖. Al-Baqarah (2) : 156. Kedua hal ini tidak dapat dicampuraduk. Lihat Greg Barton. teologi kerukunan akan bisa terwujud.S. Dalam hal ini. boleh jadi bisa dikembangkan semacam Teologi Kerukunan. tapi ia kurang setuju jika keberagamaan seperti itu bertolak dari pandangan keagamaan yang bersifat mutlak dan statis (menganggap bahwa kebenaran atau keselamatan menjadi klaim satu kelompok). 243. 15Q.

khususnya sesama kalangan yang percaya kepada Tuhan—tidak melakukan absolutisme. hlm. 1993. Dalam tulisannya itu. adalah faktor kebangsaan. dalam lingkungan para penganut agama-agama. Nurcholish ingin melaksanakan kandungan hadis yang menyatakan ―agama adalah pesan‖ (al-dîn alnashîhah). karena absolutisme adalah pangkal dari segala permusuhan. suatu pangkal dari segala permusuhan. (Bandung : Pustaka Hidayah.IV.19 Nurcholish melihat bahwa peta tahun 1992 sedang ditandai oleh konflik-konflik dengan warna keagamaan. selalu ada potensi kenegatifan dan perusakan yang amat berbahaya. hlm. Namun. disamping itu memang merupakan sesuatu yang penting bagi masyarakat majemuk. agama memang bukan satu-satunya faktor. misalnya. sinagog. dan sebagainya.16 Ia merujuk ayat al-Qur‘an yang menyatakan keharusan membela kebebasan beragama yang disimbolkan dengan sikap mempertahankan rumahrumah ibadah seperti biara. lebih tepatnya.1 Vol. Atas Nama Agama: Wacana Agama dalam Dialog “Bebas” Konflik. Dengan demikian. hlm. Al-Hajj (22) : 40.‖ 18 Nurcholish menegaskan betapa pentingnya kehidupan beragama. Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang.S. dalam Jurnal Ulumul Qur’an. Ia mengakui bahwa dalam agama-agama. agama yang dimaksud adalah agama secara umum. 259. 16Djohan . Artinya. 18Paragraf itu merupakan komentar Nurcholish Madjid yang dicantumkan dalam buku Atas Nama Agama. No. kekuasaan teritorial. Diakui.17 Hal yang sama juga dikemukan oleh Nurcholis Madjid. 17Q. dan masjid.). ―Kemusliman dan Kemajemukan‖. Th. dengan bahasa yang dialektis. kebahasaan. sebab siapa tahu mereka yang dipandang rendah itu lebih baik daripada mereka yang memandang rendah. Ia mengatakan: ―Petunjuk konkret lain untuk memelihara ukhuwah adalah tidak dibenarkannya sama sekali suatu kelompok dari kalangan orang-orang beriman untuk memandang rendah atau kurang menghargai kelompok lainnya. Ia tidak menjelaskan secara tegas apakah yang dimaksud agama di sini adalah agama Islam saja. gereja. Sebagaimana judulnya.20 tapi jelas sekali bahwa pertimbangan keagamaan dalam konflik-konflik itu dan dalam eskalasinya sangat banyak Effendi. kesejarahan. Lihat Andito (ed. ―Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang‖. membela kebebasan beragama bagi siapa saja dan menghormati agama dan kepercayaan orang lain dianggap sebagai bagian dari kemusliman. Lihat Nurcholish Madjid. 54-55. Pengamatan terhadap realitas pluralitas umat menjadi perhatian serius. Ini mengajajarkan kita –dalam pergaulan dengan sesama manusia. kesukuan. ia melakukan otokritik terhadap pemeluk agama. 20Faktor-faktor selain agama. Ia mengemukakan ketidaksetujuannya dengan absolutisme. Kata generasi mendatang adalah kata yang masih umum yang tidak perlu dikotak hanya dalam generasi Islam. kesenjangan ekonomi. 19Tulisan Nurcholish Madjid yang penuh dengan nuansa dialog ini disampaikan di Taman Ismail Marzuki 21 Oktober 1992.agama dan kepercayaan orang lain adalah ajaran agama. 1998). 4 dan 6. ia mengupas bagaimana generasi mendatang menjalankan kehidupan beragama.

memainkan peran. Setiap warna keagamaan dalam suatu konflik seringkali melibatkan agama formal atau agama terorganisir (organized religion). Ia menyebut tempat-tempat konflik; Irlandia, sekitar Perancis dan Jerman, Bosnia-Herzegovina, Cyprus, Palestina, Timur Dekat, Afrika Hitam, Sudan, Perang Teluk, Pakistan, Srilangka, Burma, Thailang, dan Filipina.21 Menanggapi semboyan yang diperkenalkan oleh futurolog, John Naisbitt dan Patricia Aburdene, Spiritualiy, Yes; Organized Religion, No, Nurcholish menyatakan bahwa semboyan itu mengandung makna prinsipil daripada semboyan yang pernah ia kemukakan 20 tahun sebelumnya –―Islam, Yes; Partai Islam, No‖. Nurcholish mengaku mengalami kesulitan besar, bahkan kemustahilan, untuk dapat menerima kebenarannya. Ia juga menegaskan bahwa semboyan Spirituality, Yes; Organized Religion, No, agaknya tidak memiliki pijakan yang kuat.22 Artinya, agama-agama resmi memang masih menjadi fenomena yang banyak memainkan peran dalam kehidupan manusia.
Merujuk pada Kitab Suci al-Qur‘an, Nurcholish menegaskan bahwa setiap umat atau golongan manusia telah pernah dibangkitkan atau diutus seorang utusan Tuhan, dengan tugas menyeru umatnya untuk menyembah kepada Tuhan saja (dalam pengertian paham Ketuhanan Yang Maha Esa yang murni). Ia mengutip Surat al-Nahl (16): 36. Berdasarkan firman-firman Allah itu dikatakan bahwa:

―... semua agama Nabi dan Rasul yang telah dibangkitkan dalam setiap umat adalah sama, dan inti dari ajaran semua Nabi dan Rasul itu ialah Ketuhanan Yang Maha Esa dan perlawanan terhadap kekuatan-kekuatan tiranik. Dengan perkataan lain, Ketuhanan Yang Maha Esa dan perlawanan terhadap tirani adalah titik pertemuan, common platform atau, dalam bahasa al-Qur‘an, kalimatun-sawâ’ (kalimat atau ajaran yang sama) antara semua kitab suci.‖23 Menurut Nurcholish, kesamaan-kesamaan yang ada dalam agama-agama bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Ia berargumentasi, semua yang benar berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah, Yang Maha Benar (al-Haqq). Semua Nabi dan Rasul membawa ajaran kebenaran yang sama. Sementara itu, adanya perbedaan itu hanyalah dalam bentuk-bentuk responsi khusus tugas seorang Rasul kepada tuntutan zaman dan tempatnya. Ditegaskan bahwa perbedaan itu tidaklah prinsipil, sedangkan ajaran pokok atau syariat para Nabi dan Rasul adalah sama. Dalam rangka menjelaskan hal ini, ia mengutip al-Qur‘an, yakni dalam Surat Al-Syûrâ (42):13, al-Nisâ‘ (4):163-165, al-Baqarah (2):136, al-Ankabût (29):46, Al-Syûrâ
21Nurcholish 22

Madjid, ―Beberapa Renungan‖, hlm. 7-8. Ibid., hlm. 8. 23Ibid., hlm. 12.

(42):15, dan al-Mâidah (5):8. Ayat-ayat yang dikutip itu berkenaan dengan kesamaan antara syariat Muhammad dengan syariat Nuh, Ibrahim, Isma‘il, Ishaq, Ya‘qub, Ayyub, Yunus, Harun, Musa, Sulaiman, Dawud, Isa dan kepada rasul-rasul yang tidak dikisahkan kepada Muhammad.24 Ayat-ayat itu menunjukkan adanya kesinambungan, kesatuan dan persamaan agama-agama para Nabi dan Rasul Allah. Nurcholish mengritik masyarakat sekarang ini, baik Muslim maupun yang bukan, karena banyak yang tidak menyadari adanya pandangan itu. Menjelasakan tentang titik temu agama-agama, ada empat prinsip yang dikemukakan oleh Nurcholish. Pertama, Islam mengajarkan bahwa agama Tuhan adalah universal, karena Tuhan telah mengutus Rasul-Nya kepada setiap umat manusia. Kedua, Islam mengajarkan pandangan tentang kesatuan nubuwwah (kenabian) dan umat yang percaya kepada Tuhan. Ketiga, agama yang dibawa Nabi Muhammad adalah kelanjutan langsung agama-agama sebelumnya, khususnya yang secara ―genealogis‖ paling dekat ialah agama-agama SemitikAbrahamik. Keempat, umat Islam diperintahkan untuk menjaga hubungan yang baik dengan orang-orang beragama lain, khususnya para penganut kitab suci (Ahl al-Kitab).25 Semua prinsip itu mengarah pada ajaran ―tidak boleh ada paksaan dalam agama‖. Menurut Nurcholish, pandangan-pandangan inklusivitas amat relevan untuk

dikembangkan pada zaman sekarang, yaitu zaman globalisasi berkat teknologi informasi dan transportasi, yang membuat umat manusia hidup dalam sebuah ―desa buwana‖ (global village). Ia menegaskan: ―Dalam desa buwana itu, seperti telah disinggung, manusia akan semakin intim dan mendalam mengenal satu sama lain, tetapi sekaligus juga lebih mudah terbawa kepada penghadapan dan konfrontasi langsung. Karena itu sangat diperlukan sikap-sikap saling mengerti dan paham, dengan kemungkinan mencari dan menemukan titik kesamaan atau kalimatun sawa’ seperti diperintahkan Allah dalam al-Qur‘an. Dengan tegas al-Qur‘an melarang pemaksaan suatu agama kepada orang atau komunitas lain, betapapun benarnya agama itu, karena akhirnya hanya Allah yang bakal mampu memberi petunjuk kepada seseorang, secara pribadi. Namun, demi kebahagiaannya sendiri, manusia harus terbuka kepada setiap ajaran atau pandangan, kemudian bersedia mengikuti mana yang terbaik. Itulah pertanda adanya hidayah Allah kepada mereka. Dan patut kita camkan benar-benar pendapat Sayyid Muhammad Rasyid Ridla sebagaimana dikutip oleh ‗Abdul Hamid Hakim bahwa pengertian sebagai Ahl al-kitab tidak terbatas hanya kepada kaum Yahudi dan Kristen seperti tersebut dengan jelas dalam al-Qur‘an serta kaum Majusi
hlm. 13-14. Nurcholish Madjid, ―Hubungan Antar Umat Beragama : Antara Ajaran dan Kenyataan‖, dalam W.A.L. Stokhof (red.), Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia (Beberapa Permasalahan), ( Jakarta : INIS, 1990), jilid VII, hlm. 108-109.
25Lihat 24Ibid.,

(pengikut Zoroaster) seperti tersebut dalam sebuah hadits, tetapi juga mencakup agamaagama lain yang mempunyai suatu bentuk kitab suci.‖26 Nurcholish menyinggung tentang bagaimana sikap keberagamaan yang benar. Ia menegaskan bahwa sebaik-baik agama di sisi Allah ialah al-hanîfiyyah al-samhah, agama yang memiliki semangat kebenaran yang lapang dan terbuka. Ia mengemukakan: ―Sikap mencari Kebenaran secara tulus dan murni (hanîfiyyah, kehanifan) adalah sikap keagamaan yang benar, yang menjanjikan kebahagiaan sejati, dan yang tidak bersifat palliative atau menghibur secara semu dan palsu seperti halnya kultus dan fundamentalisme. Maka Nabi pun menegaskan bahwa sebaik-baik agama di sisi Allah ialah al-hanîfiyyah al-samhah (baca: ―al-hanîfiyyatus-samhah‖) yaitu semangat mencari kebenaran yang lapang, toleran, tidak sempit, tanpa kefanatikan, dan tidak membelenggu jiwa.‖27

Oleh karena itu, umat Islam tidak dilarang untuk berbuat baik dan adil kepada siapapun dari kalangan bukan Muslim yang tidak menunjukkan permusuhan, baik atas nama agama atau lainnya, seperti penjajahan, pengusiran dari tempat tinggal dan bentuk penindasan yang lain.28 Sementara itu, Abdurrahman Wahid menegaskan masalah pluralisme bukan dalam pengertian pluralisme yang dikemukakan oleh Djohan Effendi dan Nurcholish Madjid di muka. Ia menekankan pandangan keterbukaan untuk menemukan kebenaran di mana pun juga.29 Pluralisme yang ditekankan Gus Dur adalah pluralisme dalam bertindak dan berpikir. Inilah yang melahirkan toleransi. Sikap toleran tidak bergantung pada tingginya tingkat pendidikan formal atau pun kepintaran pemikiran secara alamiah, tetapi merupakan persoalan hati, persoalan perilaku. Tidak pula harus kaya dulu. Bahkan, seringkali semangat ini terdapat justru pada mereka yang tidak pintar juga tidak kaya, yang biasanya disebut ―orang-orang terbaik‘.30 Gus Dur memberi contoh sebagaimana yang dilakukan oleh Kyai Iskandar, dengan cara bergaul secara berbaur dalam masyarakat.

26Nurcholish 27Ibid.,

Madjid, ―Beberapa Renungan‖, hlm. 16. hlm. 19. 28Q.S. Al-Mumtahanah (60) : 8. Lihat Nurcholish Madjid, ―Hubungan Antar Umat Beragama‖, hlm. 111.
29Abdurrahman 30

Wahid, Muslim di Tengah Pergumulan, (Jakarta : Lappenas, 1981), hlm. 3. Lihat Greg Barton, Gagasan Islam Liberal, hlm. 398.

53-54. hlm. Oleh karena itu. Islam juga tidak bisa menerima konsep dasar agama Kristen dan Yahudi. Adapun yang dimaksud dengan pluralisme adalah (1) tidak semata menunjuk pada kenyataan tentang adanya kemajemukan. kita tidak akan goyang dari konsep Tauhid. 31Abdurrahman . Kristen dan Yahudi tidak bisa menerima konsep dasar Islam adalah sudah pasti. Tentu saja. berbagai peristiwa kerusuhan yang berkedok agama di beberapa tempat adalah akibat adanya eksklusivisme agama.Gus Dur mengembangkan pandangan anti eksklusivisme agama. ia memahami bahwa ada perbedaan antara orang non-Muslim sekarang dengan kaum kafir yang memerangi agama Islam (dalam konteks ayat itu adalah kaum kafir Mekkah). Passing Over: Melintasi Batas Agama (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Begitu juga sebaliknya. tapi kita menghargai pendapat orang lain. Selain itu.. hlm. dan sebagainya. Menurutnya. Jadi. 32 Kemudian. 33Ibid. Tidak rela itu artinya tidak bisa menerima konsep-konsep dasar. karena adanya politisasi agama dan pendangkalan agama. 32Ibid. Gus Dur memandang bahwa ayat ini sering digunakan untuk membenarkan sikap dan tindakan anti-toleransi. karena kata ―tidak rela‖ di sini dianggap melawan atau memusuhi. Alwi Shihab menunjukkan dua komitmen penting yang harus dipegang oleh dialog. ini tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. menurutnya. berkenaan dengan bunyi ayat al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 120 (Wahai Muhammad. sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sampai kamu ikuti agama mereka. hlm. 52. 53. Menurutnya. bahwa jika Fatimah (putri beliau) melakukan pencurian maka ia tetap harus dihukum. lalu dikaitkan dengan pembuatan gereja-gereja. sikap santun tidak boleh dengan standar ganda atau tidak boleh mengabaikan keadilan kepada siapa pun. Tidak menerima konsep dasar bukan berarti mesti mengembangkan sikap permusuhan atau perlawanan. tidak ada alasan untuk mengembangkan sikap permusuhan kepada mereka selama tidak memerangi agama Islam. penginjilan atau pekabaran Injil. Sementara itu.31 Apa yang disampaikan oleh Gus Dur sebenarnya lebih merupakan otokritik bagi umat Islam sendiri.. esensi ―saling menyantuni‖ justru terletak pada sikap-sikap di mana kita bisa saling mengoreksi sesama orang Islam. kata ―tidak rela‖ harus didudukkan secara proporsional. Toleransi adalah upaya untuk menahan diri agar potensi konflik dapat ditekan. Oleh karena itu. menurutnya.). dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed. namun adanya Wahid. yaitu sikap toleransi dan sikap pluralisme. termasuk orang berlainan agama. ―Dialog Agama dan Masalah Pendangkalan Agama‖. 1998). 33 Pendapat orang lain ini tentu saja berarti keyakinan orang lain. Berkenaan dengan makna salah satu ayat al-Qur’an Surat Al-Fath (48) ayat 9 yang berbunyi “Asyiddâ-u âlâ al-Kuffârm ruhamâ-u bayna hum. Nabi pernah mencontohkan.

dalam kebhinekaan. Atau. belajar dan menghormati mitra dialognya. interaksi positif antar penduduk ini. tapi terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercapainya kerukunan..34 Satu hal yang ditegaskan oleh Alwi adalah apabila konsep pluralisme agama hendak diterapkan di Indonesia. kalaupun ada. apalagi memaksakan kebenaran tersebut kepada pihak lain. Islam sejak semula menganjurkan dialog dengan umat lain. terhadap pengikut Isa a. 35Ibid. 41-43. Ia menekankan perlunya membudayakan sikap keterbukaan.s. ras. dalam berinteraksi dengan aneka ragam agama. (4) pluralisme agama bukanlah sinkretisme.. apalagi menerima. al-Qur‘an menggunakan kata ahl al-kitab (yang Shihab. Kosmopolitanisme menunjuk pada suatu realita di mana aneka ragam agama. 35 Alwi menegaskan. tetapi yang terpenting ia harus committed terhadap agama yang dianutnya. Hal ini untuk menghindari relativisme agama. yakni menciptakan suatu agama baru dengan memadukan unsur tertentu atau sebagian komponen ajaran dari beberapa agama untuk dijadikan bagian integral dari agama baru tersebut. dan menghormati kemajemukan agama. suatu kebenaran universal yang berlaku untuk semua dan sepanjang masa.s. menerima perbedaan. 1999). Seorang pluralis. bangsa hidup berdampingan di suatu lokasi. ―semua agama adalah sama‖. sangat minimal. (3) konsep pluralisme tidak dapat disamakan dengan relativisme. Karena. Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Bandung : Mizan. dibarengi loyalitas komitmen terhadap agama masingmasing. hlm. Paling tidak. (2) pluralisme harus dibedakan dengan kosmopolitanisme. dan Musa a. maka ia harus bersyaratkan komitmen yang kokoh terhadap agama masing-masing. khususnya di bidang agama. seorang relativis tidak akan mengenal. tidak saja dituntut untuk membuka diri. VII. Pengertian pluralisme agama adalah bahwa tiap pemeluk agama dituntut bukan saja mengakui keberadaan dan hak agama lain. hlm. 43. 34Alwi . Dikatakan. Oleh karena itu. konsekuensi dari paham relativisme agama bahwa doktrin agama apapun harus dinyatakan benar. Namun demikian. yakni unsur tidak mengklaim kebenaran tunggal (monopoli) atas suatu kebenaran. Namun. cet. paham pluralisme terdapat unsur relativisme.keterlibatan aktif terhadap kenyataan kemajemukan tersebut. seorang pluralis akan menghindari sikap absolutisme yang menonjolkan keunggulannya terhadap pihak lain.

dan lembaga-lembaga. Kedua. 67. Potensi pecahnya konflik sangatlah besar. 37Samuel 36Ibid. untuk mengantisipasi pecahnya konflik antar umat beragama perlu dikembangkan upaya-upaya dialog untuk mengeliminir perbedaan-perbedaan pembatas di atas. tetapi juga mengakui bahwa pluralisme itu tidak hanya sekedar ada namun juga harus diwujudkan dalam keterlibatan aktif dalam memahami perbedaan dan persamaan. P. No. agama. Begitu juga pandangan Alwi Shihab. tetapi ada loyalitas komitmen terhadap agama masingmasing. B. umat manusia terkelompok dalam agama Islam. Ada sikap terbuka. Perbedaan antar pembatas itu adalah nyata dan penting.36 Dari berbagai pandangan tentang pluralisme di atas Penulis dapat mengklasifikasi ada tiga model pluralisme. Penggunaan kata ahl. sejarah. 5. pandangan pluralisme yang masih menyisakan adanya absolutisme agama. Potensi konflik antar mereka tidak bisa dihindari. Pertama.memiliki kitab suci). menerima perbedaan. ―Benturan Antar Peradaban. pandangan pluralisme yang menempati posisi antara absolutisme agama dan pluralisme liberal. Ketiga. Dari klasifikasi di atas. Unsur pembatas subjektifnya adalah identifikasi dari manusia. sebesar pemilahan-pemilahan umat manusia ke dalam batas-batas objektif dan subjektif peradaban. unsur-unsur pembatas objektif adalah bahasa. Menurut Samuel P. Yang paling aktual adalah konflik antar umat beragama di Poso. Huntington. 12. agama merupakan salah satu pembatas peradaban. yang berarti keluarga.IV Tahun 1993. Kong Hucu dan sebagainya. menunjukkan keakraban dan kedekatan hubungan. hlm. 37 Secara tidak sadar. Pandangan ini masih memegang adanya hal-hal yang bersifat absolut yang tidak dapat dipertemukan atau disamakan. Oleh karena itu. Masa Depan Politik Dunia?‖ dalam Jurnal Ulumul Qur’an. Vol. Katolik. Huntington. Kristen. Pandangan ini dikemukakan Rasjidi dan Natsir. adat istiadat. hlm. dan menghormati kemajemukan agama. Konsep yang dikemukaan Mukti Ali ―agree in disagreement‖ kiranya dapat mewakili pandangan yang terakhir ini. manusia terkelompok ke dalam identitas-identitas yang membedakan antara satu dengan lainnya. Nurcholish Madjid. Artinya. Ini dikemukakan oleh Djohan Effendi. pandangan pluralisme liberal. . dan Abdurrahman Wahid. Dialog dan Tantangan Umat Beragama Sekarang ini umat beragama dihadapkan pada tantangan munculnya benturan-benturan atau konflik di antara mereka..

Lihat juga Zainul Abas. Tawaran-tawaran yang telah dikemukakan oleh para cendekiawan muslim Indonesia merupakan sumbangan pemikiran yang dapat menjadi moralitas yang bersifat universal atau menjadi global etik yang dapat dipakai oleh semua orang. dan Alwi Shihab dengan sikap toleransi dan sikap pluralisme serta perlunya memahami pesan Tuhan. demokrasi. Dialog bukanlah tempat untuk memenangkan suatu urusan atau perkara. sebagai nilai-nilai universal yang bisa melindungi hak-hak semua masyarakat dunia tampaknya nilai-nilai itu bisa mewakili kebutuhan bersama manusia. hlm. Nasir Tamara dan Elza Pelda Taher (ed. ―Dialog Agama. Hal-hal ini bersifat universal dan melampaui kepentingan umat tertentu.t. memenuhi hal-hal berikut ini. 39 Kedua adalah menyadari adanya perbedaan. juga bukan tempat untuk menyelundupkan berbagai ―agenda yang tersembunyi‖ yang tidak diketahui dengan partner dialog. No. Djohan Effendi dengan dimensi moral dan etisnya.). hlm. toleransi agama dan hak asasi manusia. suatu dialog akan dapat mencapai hasil yang diharapkan apabila. Mukti Ali dengan agree in disagreement. .). yaitu hak asasi manusia. Pertama. Apa yang dikemukakan oleh Rasjidi dengan pluralisme agama secara sosiologis. adil dan setara. dalam Kompas. Pluralitas Budaya dan Visi Perdamaian‖. ―Moralitas Internasional sebagai Landasan Lintas Budaya‖. Lihat juga Parliament of the World‘s Religions. Menurut hemat penulis. merupakan upaya untuk mencari solusi bagaimana umat beragama bisa hidup damai dan harmonis. misalnya berkenaan dengan standar apa yang harus digunakan untuk mencakup beragam peradaban yang ada di dunia. tidak ada yang berhak menghakimi atas 38Lihat Bassam Tibi. Namun. Perbedaan adalah sesuatu yang wajar dan memang merupakan suatu realitas yang tidak dapat dihindari. Terbuka berarti mau mendengarkan semua pihak secara proporsional. Abdurrahman Wahid dengan self-kritiknya dan pluralisme dalam bertindak dan berpikir. Dialog memang bukan tanpa persoalan. paling tidak dari stadar kemanusiaan (manusiawi). Agama dan Dialog Antar Peradaban (Jakarta : Yayasan Paramadina. 38 Standar universal ini memang bukan persoalan mudah. Di sinilah kemudian diperlukan suatu pendekatan dan metodologi yang proporsional baik secara intra-agama maupun antar agama untuk menghindari lahirnya truth claim yang mungkin justru akan memperuncing benturan. 5. 213 Tahun Ke-32. 163. Declaration Toward a Global Ethic (Chicago : t. Selanjutnya. adanya keterbukaan atau transparansi.Dialog adalah upaya untuk menjembatani bagaimana benturan bisa dieliminir. perlu ada standar universal untuk semua. karena ia adalah gagasan teoritis yang mungkin berbeda dengan kenyataan-kenyataan di lapangan. Standar itu hendaknya bermuara pada moralitas internasional atau etika global. Artinya. perlu adanya standar yang bisa diterima semua pihak. paling tidak. 39 Ibid. kebebasan. keadilan dan perdamaian. 1996). Nurcholish Madjid dengan samhah al-hanîfiyyah-nya. Natsir dengan konsep modus vivendi dan persaudaraan universal yang penuh dengan nuansa hak-hak asasi manusia dan kebebasan beragama. 31 Januari 1997. dalam M. Dengan kata lain.

penulis melihat adanya berbagai permasalahan yang dapat menjadi penghambat dialog antar umat beragama. atau sesuatu yang akan mengakibatkan adanya truth claim. ―Lingkup dan Metodologi Studi Agama-Agama‖. sisi pertama mengarah pada diri sendiri atau otokritik.suatu kebenaran atau tidak ada ―truth claim‖ dari salah satu pihak. ―Lingkup dan Metodologi Studi Agama-Agama‖ dalam Mursyid Ali (ed. 42. 43 Namun demikian. Dari situlah bisa ditemukan dasar yang sama sehingga dapat menjadi landasan untuk hidup bersama di dunia ini secara damai. Suatu dialog hendaknya tidak ada ―tangan di atas‘ dan ―tangan di bawah‖. 76. Studi Agama-Agama. Studi Agama-Agama di Perguruan Tinggi. yaitu untuk saling memberikan pertimbangan serta memberikan pendapat kepada orang lain berdasarkan keyakinannya sendiri. sekaligus membebaskan dari beban: misalnya kewajiban terhadap pihak lainnya.41 Keempat adalah adanya persamaan. alih bahasa Joko Susilo Kahhar dan Supriyanto Abdullah. Tiap-tiap pihak hendaknya bebas berbicara dari hatinya. Tiap-tiap pihak hendaknya merasa menjadi tuan rumah. 1994). dan simbol agama dalam rangka untuk memahami orang lain secara benar. adalah ada kemauan untuk memahami kepercayaan. dialog ibarat pedang bermata dua.). Masing-masing pihak diperlakukan secara sama dan setara dalam memperbincangkan tentang kebenaran agamanya. Hal ini akibat adanya truth claim. Bingkai Sosio-Kultural Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia. 1998/1999). Masing-masing pihak harus mau berusaha melakukan itu agar pemahaman terhadap orang lain tidak hanya di permukaan saja tetapi bisa sampai pada bagiannya yang paling dalam (batin). 41 Lihat Komaruddin Hidayat. maupun kesediaannya pada organisasinya dan pemerintahannya. 35-36. hlm. 42 Kelima. Lihat juga Komaruddin Hidayat. Suatu dialog tidak dapat berlangsung dengan sukses apabila satu pihak menjadi ―tuan rumah‖ sedangkan lainnya menjadi ―tamu yang diundang‖. Trialog Tiga Agama Besar: Yahudi. artinya kritik pada pemahaman dan perilaku umat beragama sendiri. Jika masing-masing tidak memahami secara benar terhadap agama orang lain maka ini akan menjadi penghambat dialog. yakni kritis terhadap sikap eksklusif dan segala kecenderungan untuk meremehkan dan mendiskreditkan orang lain. 40 Ketiga adalah sikap kritis.44 (2) Faktor- Tarmizi Thaher. Cet. Sunardi. karena akan muncul kecurigaan-kecurigaan. hlm. 2-3. Agama bisa berfungsi sebagai kritik. akibatnya kurang penghargaan dan muncul sikap saling curiga yang berlainan. ―Dialog:Cara Baru Beragama‖.). 43Lihat St. 42Ismail Raji al-Faruqi (ed. ―Kerukunan Hidup Umat Beragama dan Studi Agama-Agama di Indonesia‖ dalam Mursyid Ali (ed. 40Lihat . 12. hlm. semuanya harus sama.. ritus. Islam. 44 Hal ini adalah antitesis dari prasyarat dialog yang mengharuskan adanya saling pemahaman terhadap berbagai macam agama. I (Surabaya : Pustaka Progressif. Kristen. hlm. hlm. dan sisi kedua mengarah pada suatu percakapan kritis yang sifatnya eksternal. Di antara sesuatu yang dapat menjadi penghambat itu adalah sebagai berikut: (1) kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang agama-agama lain secara benar dan seimbang. (Jakarta : Balitbang Depag RI. Dengan kata lain. meskipun adanya perbedaan juga menjadi kenyataan yang tidak dapat dipungkiri.).

350-351.46 (9) Ketegangan politik yang C. Atau dengan kata lain. Persoalan-persoalan itu ada yang sudah terlesesaikan. melibatkan kelompok agama. dan ada juga yang belum terselesaikan. (3) Munculnya sekte-sekte keagamaan yang tidak ada sikap kompromistik dengan memakai ukuran kebenaran hitam-putih. kerukunan yang ada hanyalah kerukunan semu. diskusi dan sikap menerima terhadap masyarakat yang pluralistik menjadi sesuatu yang sangat menentukan pada masa-masa mendatang. Bina Ilmu. hlm. sebagaimana tercermin dalam tawaran pemikiran-pemikiran yang dikemukakan oleh para intelektual Muslim Indonesia.t. Kita perlu mengembangkan kesadaran konstruktif mengenai ―agama-agama lain‖. Ligoy. Di tengah umat beragama yang terbiasa melihat dunia hanya dari perspektif agama mereka secara spesifik sehingga memunculkan Kristen-sentris dan Islam-sentris. tampak bahwa di kalangan umat beragama ada segudang persoalan. Beberapa persoalan dalam hubungan antar umat beragama terasa masih berlanjut sampai masa sekarang dan mungkin sampai masa yang akan datang. hlm. 131. Selain itu. CP. Hasyim.faktor sosial politik dan trauma akan konflik-konflik dalam sejarah. 46Umar 45Poin . Toleransi dan Kemerdekaan Beragama dalam Islam sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antar Agama (Surabaya : PT. Melalui kajian-kajian itu dimungkinkan tidak hanya dapat menemukan fakta-fakta tetapi juga meneliti fakta-fakta yang berarti pada masa lalu atau berarti pada masa sekarang. ―Gereja Indonesia‖. Kajian-kajian itu adalah usaha untuk melakukan kritisisme situasi sejarah yang seringkali menunjukkan kesalahpahaman antar umat beragama. misalnya Perang Salib atau konflik antar agama yang pernah terjadi di suatu daerah tertentu. perlu dilakukan kajian agama (studi agama) terhadap persoalanpersoalan yang selama ini terabaikan dalam konteks relasi antar umat beragama. seperti di Poso. adalah satu contoh yang masih hangat di telinga. terkurung dalam ras. etnis dan golongan tertentu. (4) Kesenjangan sosial ekonomi. ada yang masih dalam proses penyelesaian.). Beberapa kasus yang menimpa umat beragama. (8) Penafsiran tentang misi atau dakwah yang konfrontatif. Hendaknya studi agama-agama tidak hanya berkonsentrasi pada fakta-fakta agama tetapi juga pada hal-hal yang telah diinterpretasikan oleh pemeluk agama 3 dan 4 lihat A. Urgensi Studi Agama Mencermati perjalanan umat beragama di Indonesia 30 tahun terakhir. Oleh karena itu. 45 (5) Masih adanya kecurigaan dan ketidakpercayaan kepada orang lain. maka kebutuhan untuk belajar lebih banyak tentang agama orang lain adalah sangat penting. t.

. Ia mengemukakan: ―Al-Qur‘an hanya mengajak kepada seluruh penganut agama-agama lain dan penganut agama Islam sendiri untuk mencari ―titik temu‖ (kalimatun sawa’) di luar aspek teologis yang memang sudah berbeda sejak semula. Kedua. harus dilihat sebagai momen yang istimewa dalam sejarah relasi umat beragama dan interaksi pada umumnya. Di Indonesia. bahwa pintu masuk titik temu agama-agama bisa melalui etika dan spiritualitas. untuk tidak hanya menonjolkan ―having a religion‖nya. Pertama. Th. teologis Amin Abdullah. Pencarian titik temu lewat perjumpaan dan dialog yang konstruktif berkesinambungan merupakan tugas kemanusiaan yang perenial. tantangan scientisme dengan berbagai implikasinya. Seperti yang dikemukakan oleh M. mengkaji akar-akar konflik antara komunitas-komunitas beragama dan mencari solusi yang tepat untuk memecahkan konflik semacam itu. 21. No. IV. 1993. tanpa henti-hentinya. dimensi spiritualitas keberagamaan lebih terasa promising and challenging dan bukannya hanya terfokus pada dimensi formalitas lahiriyah kelembagaan agama. Dalam studi semacam itu tentu saja diperlukan kontribusi ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu humaniora untuk menghindari konflik-konflik di masa depan. menjunjung tinggi harkat kemanusiaan (human dignity). salah satunya lewat pintu masuk etika. Lewat pintu etika ini. Lewat pintu etika. 47M. mengkaji sejarah relasi-relasi antar umat beragama. Pencarian titik temu antar umat beragama dapat dimungkinkan lewat berbagai cara. mengkaji relasi-relasi yang sedang terjadi pada masa sekarang. misalnya tentang perkembangan-perkembangan pada hari-hari ini dan implikasi-implikasinya bagi relasi mereka. sebagaimana yang pernah terjadi dalam rentang sejarah.‖47 Keperluan yang urgen untuk melakukan studi agama adalah pada tiga aspek. Titik temu itu bisa berupa kesatuan yang bersifat social. dalam Jurnal Ulumul Qur’an.dalam semua varietasnya. sehingga pencarian titik temu agama-agama bisa lebih banyak alternatif. abadi. Untuk era sekarang. Amin Abdullah. karena lewat pintu masuk etika manusia beragama secara universal menemui tantangan-tantangan kemanusiaan yang sama. hlm. 4 Vol. tantangan lingkungan hidup. menghormati hak asasi manusia adalah merupakan agenda bersama umat manusia tanpa pandangan ―bulu‖ keagamaannya. seorang guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lewat pintu masuk etika ini – untuk tidak mengatakan lewat pintu teologis—manusia beragama merasa mempunyai puncak-puncak keprihatinan yang sama. seluruh penganut agama-agama dapat tersentuh ―relijiusitas‖nya. perkembangan studi agama di beberapa pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga lain menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. ―Etika dan Dialog Antar Agama: Perspektif Islam‖. Ketiga. Adanya perbedaan agama-agama itu bukan berarti tidak ada ―titik temu‖ yang dapat melahirkan mutual understanding di antara mereka. Dialog antar umat beragama.

Ali Audah (Jakarta : Tintamas. Lihat juga Muhammad Husain Haekal. Al-Qur‘an bersikap positif terhadap agama-agama lain. Di antara pemeluk agama saat itu melihat ada kesamaan antara agama yang dibawa Musa. hlm. cet. penulis menekankan pentingnya moralitas dan etika dalam mencari jalan keluar untuk mengembangkan dialog di masa depan. Khadijah berkonsultasi dengan saudara sepupunya (anak pamannya) Waraqa bin Naufal50 perihal apa yang telah dialami Muhammad. tetapi juga dimensi esoterisnya (batinnya). serta sejumlah besar penyembah berhala. Dialog antar agama bukanlah sesuatu yang diharamkan.49 Kontak telah terjadi di antara mereka. Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. titik temu bukan hanya berarti dimensi eksoteris (lahiriyah) agama-agama. Sejarah dan Kebudayaan Islam. 1989). 1990). 28. Ketika itu. dan menolak eksklusivisme. 49A. Sebagaimana dikatakan Michael H. 1970). Mahbub Djunaedi (Jakarta : Pustaka Jaya.dan etis (moral). 48Michael . Dalam masalah dialog dan hubungan antar agama. Lihat juga Hasan Ibrahim Hassan. 21. hlm. Muhammad menceritakan kepada istrinya Khadijah tentang apa yang telah dialaminya di Gua Hira ketika didatangi Malaikat Jibril dan disampaikan wahyu dari Allah. Pengalaman Nabi yang paling awal adalah pengalaman hidup bersama dengan pemeluk agama lain. 45. Sejarah Hidup Muhammad. kerukunan antar umat beragama dan pengakuan akan pluralisme agama yang pernah dialami oleh umat beragama pada masa Nabi. Waraqa kemudian mengakui bahwa Muhammad adalah Nabi umat ini. dapat belajar dari pengalaman Nabi Muhammad ketika mengimplementasikan pengalaman toleransi. Hart bahwa di kota Mekkah sebelum datangnya Islam ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Yahudi dan Nasrani. 51Lihat A. Hart. AlQur‘an sebagai kitab suci kaum muslimin telah berdialog dengan agama-agama lain yang hadir sebelum datangnya. meski ia belum bertemu dengan Muhammad. Selain itu.48 Di antara mereka adalah Waraqah bin Naufal. hlm. Pengakuan dan ajakan dialog itu bisa dilihat dalam surat Ali Imron ayat 64. 1970). Setelah Khadijah mendengar cerita dari Muhammad dan ketika Muhammad sedang tidur. Selain itu. terj. tawaran Al-Qur‘an adalah teologi inklusif yang ramah. Dalam hal ini umat beragama. Abdullah ibnu Djahsy dan Zaid ibnu Umar.51 Kemudian ketika Nabi H. hlm. 93-94. The Life of Muhammad: A Translation of Ibn Ishaq’s Sirat Rasul Allah. XII. 1984). terj. Sedjarah dan Kebudajaan Islam (Djakarta : Djajamurni. (Karachi : Oxford University Press. hlm. khususnya umat Islam. Sjalabi. Usman ibnu Huairis. 50Waraqa adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bibel dan sudah pula menerjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Djah dan Humam (Yogyakarta : Kota Kembang. Tokoh yang sempat terekam mengakui kesamaan apa (wahyu) yang diterima oleh Nabi dan Musa adalah Waraqa bin Naufal. 111-116. Guillaume. terj.

. menyudahi pertumpahan darah dan sebagainya. hlm. kesejahteraan. Dialog tersebut membahas juga tentang posisi Islam dan Nasrani. 122. Sedjarah dan Kebudajaan Islam. 22. Pengalaman berikutnya adalah pengalaman ketika umat beragama (umat Islam. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan Muhammad sangat berat.. hlm. Guillaume. Nasrani dan Yahudi) menjalin hubungan kehidupan bernegara. The Life of Muhammad. Raja Najasy mengibaratkan dengan menggoreskan tongkat di tanah dan dia berkata. 146-148. Badri Yatim. Mereka tinggal di Abisinia sampai sesudah hijrah Nabi ke Yatsrib. terutama agama Ibrahimi (abrahamic religions). 118. Mengenai hal ini. Lihat juga Chadijah Nasution. Sejarah Peradaban Islam (Jakarta : RajaGrafindo Persada. dapat dipercaya. hlm.Sjalabi. 1. 54Muhammad Husain Haekal. saling menghargai dan lainlain. menyambung silaturrahmi. kejujuran. 52Ibid. 53Lihat A. keadilan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa antara agama-agama. hlm. 55Ibid.‖55 Selama di Abisinia kaum muslimin merasa aman dan tenteram. 1978).. seperti sopan santun. Waraqa mengingatkan kepada Muhammad bahwa beliau adalah Nabi atas umat ini.. Dikatakannya bahwa Muhammad telah menerima Namus besar seperti yang pernah disampaikan kepada Musa. Sejarah Hidup Muhammad. bersih. hlm. Titik-titik persamaan ini bahkan sampai pada hal-hal yang bersifat teologis. Raja Najasy sempat berdialog dengan umat Islam berkenaan dengan keberadaan agama Islam yang menganjurkan untuk berlaku jujur. 1993). A.. Ketika pada periode Madinah.52 Pengalaman yang sangat berkesan dan memiliki bekas yang sangat berharga adalah ketika Muhammad menyarankan kaum Muslimin untuk pergi ke Abisinia (Habsyi atau Ethiopia) yang penguasa dan rakyatnya memeluk agama Kristen. misalnya tentang keesaan Tuhan (tauhid). Sejarah dan Perkembangan Dakwah Islam (Yogyakarta : Ideal Offset. hlm. saling menghormati.53 Pengalaman itu menunjukkan betapa antar pemeluk agama bisa hidup rukun dan saling menerima antara satu dengan lainnya.Muhammad bertemua dengan Waraqa bin Naufal pada saat akan mengelilingi Ka‘bah. memiliki titik-titik persamaan. ―Antara agama tuan-tuan dan agama kami sebenarnya tidak lebih dari garis ini. tidak berdusta. 65. Begitu juga halhal yang berkaitan dengan moralitas dan etika dalam kehidupan sesama manusia.54 Orang-orang Islam mendapat perlindungan keamanan Raja Najasy dari ancaman kaum kafir Quraisy yang mengejar sampai ke negeri Abisinia.

Bahkan. Montgomery Watt. hlm. lintas agama dan lintas suku. baik yang sudah menjadi muslim maupun yang masih memegang agama dan keyakinan sebelumnya. kebebasan menyatakan pendapat. Guillaume. Secara lengkap isi perjanjian Madinah itu dimuat dalam buku Sirah Muhammad karya Ibnu Ishak. 1996). Muhammad at Medina (London : Oxford University Press.58 Dari situlah penduduk Madinah memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Dalam perjanjian itu disinggung juga tentang kebebasan beragama.56 Kemudian. hlm. ketika umat Islam baru saja melalukan hijrah ke Madinah. hlm. Semua penduduk menyambut kedatangan umat Islam dengan damai. kesadaran pluralitas ini terlihat sangat menonjol. 57A.57 Di antara isi Piagam Madinah adalah bahwa negara mengakui dan melindungi kebebasan menjalankan ibadah agama masing-masing. hlm. 93-94. 231-233. umat Nasrani dan Yahudi ditandai terbentuknya negara kota Madinah yang menjunjung tinggi pluralitas. tentang keselamatan harta benda dan larangan orang melakukan kejahatan. . suku dan golongan. Nabi lalu mewujudkan persatuan Madinah dan meletakkan dasar organisasi politik kenegaraan dengan mengadakan persekutuan yang kuat. Lalu disepakatilah Piagam Madinah. orang-orang musyrik dan Yahudi menyambut kedatangan Muhammad dengan baik. Itu merupakan sejarah baru dalam kehidupan politik dunia waktu itu. Lihat juga Nourouzzaman Shiddiqi. dalam bidang politik kenegaraan. Dalam Piagam Madinah itu kaum muslimin –Anshar dan Muhajirin—dengan orang-orang Yahudi dan penduduk Madinah lainnya membuat perjanjian tertulis yang berisi beberapa hal yang prinsip. Bahkan sebelumnya. Jeram-jeram. baik agama. yang banyak dinukil oleh tokoh-tokoh sejarah. Jeramjeram Peradaban Muslim (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. seperti pengakuan atas agama mereka masingmasing dan harta benda mereka.hubungan umat Islam. semua orang memiliki kedudukan yang sama sebagai anggota masyarakat. 1956). 84. 58 Lihat Nourouzzaman Shiddiqi. The Muhammad Life. Nabi Muhammad memantapkan suatu tatanan kenegaraan yang luar biasa dengan mencoba melihat berbagai pihak dan berbagai kepentingan yang berkembang pada saat itu. 195-204. 56Lihat W. Hubungan umat beragama waktu itu diawali dengan kontak damai antara umat Islam dengan penduduk Madinah.

Jika masing-masing pemeluk agama memegang moralitas dan etikanya masing-masing. perdamaian dan persaudaran bisa terwujud. Pengalaman-pengalaman Nabi di atas mengandung dimensi moral dan etis. kemajemukan agama tidak menghalangi umat beragama untuk membangun suatu negara yang bisa mengayomi dan menghargai keberadaan agama-agama tersebut. Di antara dimensi moral dan etis agama-agama adalah saling menghormati dan menghargai agama/pemeluk agama lain. . Adanya saling pengertian dan pemahaman yang dalam akan keberadaan masing-masing menjadi modal dasar yang sangat menentukan.Pengalaman-pengalaman di atas memberi gambaran bahwa kemajemukan agama tidak menghalangi untuk hidup bersama. Bahkan. maka kerukunan. berdampingan secara damai dan aman.

Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Bandung : Mizan.. 1970). Majalah Prisma 5. pent.. 1956). I (Surabaya : Pustaka Progressif. 5. terj. Hart. ―Etika dan Dialog Antar Agama: Perspektif Islam‖. IV. Mahbub Djunaedi (Jakarta : Pustaka Jaya. Muslim di Tengah Pergumulan. Passing Over: Melintasi Batas Agama (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. A. No. Masa Depan Politik Dunia?‖ dalam Jurnal Ulumul Qur’an.. cet. 1998). A. The Life of Muhammad: A Translation of Ibn Ishaq’s Sirat Rasul Allah. Atas Nama Agama: Wacana Agama dalam Dialog “Bebas” Konflik. terj. dalam Jurnal Ulumul Qur’an. 1994). Samuel P. (Jakarta : Lappenas. Kristen.).DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman Wahid. Badri Yatim. Alwi Shihab. No. Nanang Tahqiq (Jakarta : Paramadina. Juni 1978. 259. 1992). 1978). Sejarah dan Kebudayaan Islam..). Andito (ed. Cet.). 1993. Greg Barton. (Jakarta : INIS. hlm. 4 Vol. Chadijah Nasution. 1989). Michael H. XII. W. Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed. Sejarah dan Perkembangan Dakwah Islam (Yogyakarta : Ideal Offset. 1981). Mei 1968. Sejarah Peradaban Islam (Jakarta : RajaGrafindo Persada. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. M. Vol. 1984). Ali Audah (Jakarta : Tintamas. Ilmu Perbandingan agama di Indonesia dan Belanda. No. Huntington. 1999). cet.). Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Montgomery Watt. cet. Muhammad Husain Haekal. 1990). 4 Th. 1999). Muhammad at Medina (London : Oxford University Press. Th. Djah dan Humam (Yogyakarta : Kota Kembang. (Bandung : Pustaka Hidayah. VII. Djohan Effeni.Tahun ke VIII. (Karachi : Oxford University Press. 1993). . Sejarah Hidup Muhammad. . Passing Over: Melintasi Batas Agama (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Trialog Tiga Agama Besar: Yahudi. Amin Abdullah. 1998). Burhanuddin Daja dan Herman Leonard Beck (red.). terj. 1998). Islam. Nomor Khusus. Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. alih bahasa Joko Susilo Kahhar dan Supriyanto Abdullah. Ismail Raji al-Faruqi (ed. ―Benturan Antar Peradaban. I. ―Dialog between Muslims and Christians in Indonesia and its Problems‖ dalam Al-Jami’ah. Majalah Al-Djami’ah. Hasan Ibrahim Hassan.IV Tahun 1993. Mukti Ali. XI Djuli 1970. Guillaume. Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed.

1993. jilid VII. No. W. 1990). .A. 31 Januari 1997. ―Dialog Agama. Toleransi dan Kemerdekaan Beragama dalam Islam sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antar Agama (Surabaya : PT. (Jakarta : Balitbang Depag RI. t. (Jakarta : Balitbang Depag RI. dan Elza Pelda Taher (ed. Zainul Abas. 1996).). Stokhof.. Jeram-jeram Peradaban Muslim (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. (ed. Sumarthana. Agama dan Dialog Antar Peradaban (Jakarta : Yayasan Paramadina. Studi Agama-Agama di Perguruan Tinggi. Umar Hasyim.L. Nasir Tamara.t. 1998/1999).). Th. (red. Declaration Toward a Global Ethic (Chicago : t. ―Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang‖. 1998/1999). Nourouzzaman Shiddiqi. dkk. Th. Bingkai Sosio-Kultural Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia. Mursyid Ali (ed. Bingkai Sosio-Kultural Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia. Studi Agama-Agama di Perguruan Tinggi. A.). Nurcholish Madjid. 1970). Bina Ilmu.t.Mursyid Ali (ed.1 Vol. 213 Tahun Ke-32. Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia (Beberapa Permasalahan). dalam Kompas. ( Jakarta : INIS. Sedjarah dan Kebudajaan Islam (Djakarta : Djajamurni. Parliament of the World‘s Religions. Dialog: Kritik dan Identitas Agama. M.). 1996). dalam Jurnal Ulumul Qur’an.). Pluralitas Budaya dan Visi Perdamaian‖. Sjalabi.).). No.IV.

B. Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik . Etika Dan Etiket Yang Baik Dalam Komunikasi Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari : 1. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik 5. Berinisiatif sebagai pembuka dialog 8. Arti Definisi / Pengertian Etika ( Etik ) Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan 10. .Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara . 14/10/2008 .Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar . ramah dan sopan 9. C. Arti Definisi / Pengertian Etiket Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.1:22am — godam64 A.Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum .Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat . Bertingkahlaku yang baik D.Etiket/Etika Dalam Berkomunikasi/Komunikasi & Pengertian Etika/Etiket Sosiologi Tue. Berbahasa yang baik.Menatap mata lawan bicara dengan lembut . Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan 3. watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.Gunakan bahawa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara . . Lapang dada dalam berkomunikasi 4. menutup aurat dan sesuai sikon . nada.Menggunakan volume.Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi .Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara .Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan . Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien 6. Jujur tidak berbohong 2.Memakai pakaian yang rapi. intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara. Tidak mudah emosi / emosional 7.

Keimanan kepada Allah s. Kepatuhan kepada Syariah dan etika kerka Seseorang ahli sains perlu mempunyai ketaantan yang tinggi terhadap peraturan-peraturan dan ketentuan Allah dengan mengambil kira persoalan halal dan haram dalam kerjayanya. Terdapat konsep-konsep asas yang mampu membimbing ahli sains dalam urusan peribadi dan profesyennya. Islam telah menyediakan panduan yang sempurna untuk mengatur segala perlakuan manusia dalam apa jua bidang kerjaya sepanjang zaman. Mereka perlu melindungi alam sekitar. Konsep asas tersebut terdiri daripada tiga unsur utama: i. Allah merupakan Pencipta dan Pemilik alam yang menjadi bahan kajian dan penggunaan sains dan teknologi. Sebagai rumusannya. bersifat belas ihsan dan menghormati hak-hak manusia dan lain-lain kehidupan untuk hidup dengan selesa. material dan kekayaan.tangan. cipika cipiki (cium pipi kanan . etika adalah satu bidang ilmu yang mengkaji soal kebaikan dan keburukan dalam sains. Sesungguhnya keimana kepada Allah akan menyediakan asas yang kukuh kepada kelahiran generasi muslim yang bermoral. merunduk. Seorang ahli sains perlu mempunyai keimanan serta keyakinan yang kukuh kepada Allah dan sentiasa memohon bantuan daripadaNya.dalam hubungan dengan sains. Kepatuhan kepada peraturan Allah dijadikan asas penting kepada etika kerjanya sekalipun berlawanan dengan tuntutan keinginan kerana sains tidak boleh bersifat neutral dan bebas. iii.w. seharusnya bermula dengan kepercayaan dan keimanan kepada Allah serta berpegang teguh kepada ajaran agama dalam profesyennya. ETIKA ISLAM DALAM SAINS DAN TEKNOLOGI ISLAM Etika merupakan satu bidang falsafah yang membicarakan tentang tingkah laku manusia dari aspek-aspek lahiriah dan batiniahnya . Matlamat yang murni dalam pembangunan dan penggunaan teknologi seharusnya seiring dengan kaedah yang tidak melanggar batas-batas ajaran Islam. Dengan itu persoalan krisis etika dalam pelbagai amalan sains dapat dihindarkan . Iman adalah teras kepada semua jenis amalan dalam Islam. Tindak tanduknya pula dibaluti dengan nilai-nilai etika dan moral yang suci murni berdasarkan prinsip “melakukan sesuatu yang baik dan menjauhi yang mungkar”.t. Mementingkan aspek kemanusiaan dan ihsan Dalam penggunaan sains dan teknologi aspek kemanusiaan dan ihsan merupakan suatu yang tidak boleh diabaikan.cium pipi kiri) . ces. berhubung dengan tatacara untuk mempraktiskan kebaikan dan menolak keburukan dalam amalan dan penggunaan sanis dan teknologi. Beliau juga perlu bertindak untuk memastikan adanya persiapan yang cukup sama ada dari segi kuasa intelek atau pun kuasa emperik yang bercorak teknik. Mereka perlu menghindari diri dari mengekskploitasi sewenang-wenangnya segala isi kandungan alam semata-mata untuk kepentingan sanis. ii. Mereka bertanggungjawab untuk membawa kemakmuran dan menjaga keharmonian. Para saintis adalah khalifah Allah di bumi. seseorang ahli sains atau teknokrat muslim yang ingin melaksanakan sesuatu perbuatan atau amalan sainsnya. hormat.Dan lain sebagainya. Mereka perlu sedar Allah sentiasa melihat segala pemikiran dan perlakuan manusia.

dan sains menjadi ilmu yang mampu memberi manfaat yang menyeluruh. Dipetik dari “Pengenalan falsafah dan konotasi aksiologi atau etika Islam dalam sains dan teknologi” oleh Zulfikri bin Mohd Zain.

Etika Islam
Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Masalah kemerosotan moral dewasa ini menjadi santapan keseharian masyarakat kita. Meski demikian tidak jelas faktor apa yang menjadi penyebabnya. Masalah moral adalah masalah yang pertama muncul pada diri manusia, "baik ideal maupun realita". Secara ideal bahwa pada ketika pertama manusia di beri "ruh" untuk pertama kalinya dalam hidupnya, yang padanya disertakan "rasio" penimbang baik dan buruk (QS. Assyams 7-8). Secara realita bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, dimana individu merupakan bagian dari masyarakat manusia, maka yang awal mula muncul dalam kesadarannya ialah pertanyaan "What must be?"(Apa yang seharusnya), yang lalu disusul dengan "What must I do?"(Apa yang dilakukan) pelaksanaan "What must I do?", menanti lebih dulu jawaban "What must be?". Pertanyaan "What must be?", ditujukan kepada kemampuan rohani pada diri manusia yang berbentuk kategori-kategori tertentu yang tidak timbul dari pengalaman maupun pemikiran, kemampuan ini bersifat intuitif dan apriori. Oleh sebab itu masalah moral adalah masalah "normatif". Di dalam hidupnya manusia dinilai! Atau akan melakukan sesuatu karena nilai! Nilai mana yang akan dituju tergantung kepada tingkat pengertian akan nilai tersebut. Pengertian yang dimaksud adalah bahwa manusia memahami apa yang baik dan buruk serta ia dapat mambedakan keduanya dan selanjutnya mengamalkannya. Pengertian tentang baik buruk tidak dilalui oleh pengalaman akan tetapi telah ada sejak pertama kali "ruh" ditiupkan. Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya (QS. 91: 7-8) Pengertian (pemahaman) baik dan buruk merupakan asasi manusia yang harus diungkap lebih jelas, "atas dasar apa kita melakukan sesuatu amalan".

Imam Al Ghazali menamakan pengertian apriori sebagai pengertian "awwali". Dari mana pengertian-pengertian tersebut diperoleh, sebagaimana ucapannya: Pikiran menjadi sehat dan berkeseimbangan kembali dan dengan aman dan yakin dapat ia menerima kembali segala pengertian-pengertian awwali dari akal itu. Semua itu terjadi tidak dengan mengatur alasan atau menyusun keterangan, melainkan dengan Nur (cahaya) yang dipancarkan Allah SWT ke dalam batin dari ilmu ma'rifat1). Di sini, Al Ghazali mengembalikannya ke dasar pengertian awwali yaitu pengertian Ilahyah. Sedang Plato menyebutnya "idea". Ia mengungkapkan bahwa "idea" hakekatnya sudah ada, tinggal manusia mencarinya dengan cara menenangkan pikiran atau disebut mencari inspirasi bagi seniman. Jelasnya "idea" bukan timbul dari pengalaman atau ciptaan pikiran sehingga menghasilkan "ide". Kesadaran tentang keberlangsungan ide yang sejak awal ruh ditiupkan, menyebabkan Allah dalam firman-firmanNya menghendaki manusia masuk pada posisi asasinya yang disebut "idul fitri", yaitu kembali kepada "kesejatian diri". Sebab kesejatian inilah yang bisa dipertanggungjawabkan kebenaran sikapnya karena perilaku yang keluar bersandar pada kejernihan fitrah. Maka sesungguhnya fitrah itu sejalan dengan kehendak Allah (fitrah Allah), yang disebut dalam Al Qur'an: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya (QS. Arrum: 30). Pada dasarnya fitrah manusia itu suci, akan tetapi proses penerimaan ide (ilham) tersebut, terkadang menjadi tidak murni disebabkan kekotoran jiwa yang diliputi nafsu syahwat. Dalam hal ini Allah berfirman: "Dan demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu Dan merugilah orang yang mengotorinya." (QS Asysyams 7-8). Betapa bahayanya ilham-ilham tersebut bila diterima oleh jiwa yang kotor, sebab pengetahuanpengetahuan itu akan digunakan untuk bagaimana mencuri, korupsi, menipu dan merusak alam semesta. Tetapi alangkah indahnya jika ilham-ilham tersebut diterima oleh jiwa yang tenang dan bersih yang akan menimbulkan kemaslahatan bagi dirinya maupun alam semesta. Maka dari sini dapat dimengerti, walau seseorang sudah memiliki pengertian "baik buruk secara apriori", bukan berarti ia telah tahu secara mutlak, namun pengertiannya masih bersifat relatif dan hal itu akan lebih jelas jika disinari oleh wahyu ketuhanan. Sebab ia tidak akan mampu menelusuri secara intelektual tanpa adanya "daya spiritual" dalam menerima ide yang sesuai dengan Fitrah Allah. Sebaliknya kalau dibiarkan jiwa kita diam, terbelenggu oleh keinginan syahwat, maka apa yang diperoleh oleh jiwa berupa ide ilmu pengetahuan akan digunakan sesuai dengan kepentingan syahwatnya.

Kembali kepada masalah "nilai". Seseorang pasti akan dinilai atau pasti akan melakukan sesuatu karena nilai, dan jika "nilai" masih bersifat relatif, maka nilai tersebut akan tergantung kepada dasar yang ia pakai. Bisa jadi, mencuri itu mendapat nilai kebajikan apabila perilaku tersebut didasari oleh hukum-hukum tentang permalingan, juga sekularisme, hedonisme, komunisme dan ateisme, dasar-dasar inilah yang akan menilai perilaku itu baik atau buruk. Begitupun tata nilai ketuhanan (Islam), setiap "perilaku" Islam sangat menekankan orientasi niat yang kuat, menyandarkan peribadatannya didasari konsep "Lillahi ta'ala". Pendasaran kepada setiap "laku" manusia, mengandung tuntutan kesadaran, bukan paksaan!! Perilaku seseorang tersebut baru bisa dikatakan mempunyai nilai. Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi: Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya (Hadist riwayat Bukhari Muslim). Dalam hadist tersebut jelas, setiap perilaku mempunyai dasar (niat), sehingga perbuatannya dikategorikan baik atau buruk dimana ia menggantungkan niatnya. Suatu riwayat, ketika Rasulullah Hijrah ke Madinah, diungkapkan masalah "niat". "Maka barang siapa hijrahnya didasari (niat) karena Allah dan Rasulullah maka hijrahnya akan sampai diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan barang siapa hijrahnya didasari (niat) karena kekayaan dunia yang akan didapat atau karena perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti (tertolak) pada apa yang ia hijrah kepadanya". (Al Hadits) Di sini sangat penting kesadaran akan "niat" untuk memperjelas perbedaan mana yang baik menurut nafsu, dan baik menurut Allah. Perilaku yang lalai atau tidak karena Allah seperti dalam shalat, maka nilai kelurusan shalat yang terhalang oleh pikiran yang tidak khusyu' akan berakibat pada rusaknya nilai ibadah shalat. Seperti yang termaktub alam Al Qur'an: "Maka celakalah bagi yang melakukan shalat karena"niat"-nya (lalai) terhambat oleh ingin dilihat orang lain." 1) Perbuatan macam ini tidak bisa dikatakan sebagai "Dien". Sebab agama mempunyai satu dasar penilaian yang sangat sempurna yakni; Islam, Iman, dan Ihsan. Etika pada umumnya menentukan "sadar bebas" sebagai obyeknya, dan ternyata hal ini hanya melihat dari segi lahiriah perbuatan. Setia dan bertingkah baik an-sich tanpa memperhitungkan syarat lain, memang dapat digolongkan ke dalam "kebajikan". Namun belum tentu dikategorikan dalam kebajikan jika ditinjau lebih jauh pada kondisi-kondisi lain, yakni pada apa perbuatan itu bersangkut paut atau apa yang melatari perbuatan tersebut. Misalnya: Si Abdullah memberikan sedekah kepada fakir miskin. Ketika terjadi tindakan tersebut terdapat:

zakat. apakah ihsan itu? Nabi menjawab. Ia datang kepadamu untuk mengajarkan tentang agamamu. Tegas sekali Islam mewajibkan "niat karena Allah" sebagai tanggung jawab penghambaan kepada Kholiqnya. yaitu niat karena apa (bisa karena ingin dilihat orang. transendental. Lalu Jibril bertanya apakah Iman itu? Nabi menjawab. sekalipun engkau tidak bisa melihat-Nya tetapi Ia bisa melihat engkau. Dalam Hadist riwayat Bukhori dan Muslim disebutkan: Artinya: sesungguhnya Jibril pernah datang kepada Nabi dalam bentuk seorang Arab Badui. 4. bangkit dari kubur sesudah mati. apakah itu shalat. Kemudian dalam akhir Hadist itu dikatakan Rasulullah saw bersabda (kepada para sahabatnya): Dia itu Jibril. c. Objek yang dipergunakan. Tanggung jawab Islam dalam syariat (etika ketuhanan) selalu mengandung kedalaman dimensi yang tidak saja tindakan fisik sebagai objek nilai. juga di dalamnya nilai psikologis merupakan tindakan etis yang secara naluriah. 3. haji). maka ia tunduk" yakni: beribadah kepada Allah dan taat kepada-Nya serta merendahkan diri kepada-Nya. "Islam itu. maka Nabi menjawab. Hal ini seluruhnya termasuk agama. yaitu sedekah diberikan kepada fakir miskin. diharapkan setiap perilaku (ibadah) sampai kepada syarat. Pada faktor-faktor inilah disamping "niat" batin. Iman : kepercayaan. kepada para Utusan-Nya. Jibril bertanya lagi. Ihsan: kekuatan psikologis dimana ia mengaitkan nilai perilakunya karena Allah. Objek yang diperbuat. keyakinan. dan agama (dien) itu sendiri berarti khudhu' (tunduk) dan dzull (merendah) seperti perkataan: "Ku tundukkan dia. yaitu "Abdullah". engkau puasa bulan Ramadhan dan engkau pergi haji ke Baitullah jika engkau mampu pergu ke sana. puasa. Islam meletakkan nilai syarat yang ikut mengambil bagian dalam menilai suatu perbuatan sebagai tindakan etis. Maka setiap peribadatan. shalat. kepada kitab-kitab-Nya. Objek yang terkena perbuatan. dan hendaknya engkau beriman kepada takdir tentang takdir baik dan buruknya. yaitu hendaknya engkau menyembah Allah yang seolah-olah engkau melihat Allah. iman dan ihsan. karena Allah dll). "Yaitu hendaknya engkau beriman kepada Allah. islam. Subjek yang berbuat. Dalam tahapan ini manusia sampai kepada tahapan tertinggi yang dalam tindakannya sesuai dengan kehendak Allah (Fitrah Allah). kepada MalaikatNya. b. engkau keluarkan zakat. Islam: berupa syariat Islam (syahadat. engkau mendirikan shalat. Agama meliputi: a. mengembalikan kepada Fitrah Allah. ialah hendaknya engkau bersaksi sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah. Karena akan dikatakan (dinilai) sebagai agama apabila meliputi ketiga kriteria tersebut. puasa akan terasa sia-sia apabila dilakukan tanpa dibarengi dengan tunduk dan patuh serta merasakan adanya sikap "ihsan" (seakan-akan .1. zakat. 2. yaitu Abdullah melakukan "sedekah". lalu ia bertanya kepadanya tentang islam.

Sebagaimana Hadist Rasulullah: "Hukum tidak berlaku bagi tiga golongan. Hati. sebab itu sembahlah Allah seraya mengihklaskan agama bagi-Nya saja" (Q. Hal inilah yang selalu menjadi permasalahan pokok dan mensosialisasi sebagai kebiasaan buruk yang tidak lagi menjadi masalah. yang dengan kesadaran itu. Berguru Kepada Allah. Syari'at. orang yang tidur sampai bangun. yaitu mengembalikan kepada posisi fitrah manusia. sebagaimana firman Allah: "Kami menurunkan kitab ini kepada engkau dengan sebenarnya. hadist sohih). Sikap ini pula yang menjadikan ihsan itu rukun agama. Etika Islam. Ihsan adalah kontak batin dan dialogis. dan orang gila sampai sembuh" (Abu Dawud. sesudah) "Ya Allah. Selanjutnya Islam mengajarkan bahwa seorang muslim yang beramal kebajikan. 1999 9:11am Subject: Etika Islam (sebelum. Dan kebersihan jiwa akan didapat apabila kita melaksanakan peribadatan sesuai dengan kriteria-kriteria pada penjelasan di atas. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya" From: Sangkan SB <patrap1@yahoo. maka ia akan menjadi manusia paripurna dan ia akan berakhlaq sebagaimana akhlaq Allah. dengan kecenderungan berbuat baik tanpa beban dan paksaan. padahal kita bertahun-tahun melakukan peribadatan tidak mendapatkan apaapa kecuali capek dan sia-sia. Untuk itu kecenderungan berbuat baik akan terjadi apabila kita mampu berusaha membersihkan jiwa.melihat Allah. Az-zumar: 2). yang apabila ditinggalkan salah satu rukun agama. Jiwa. Membuka Hijab. Ajari Kami Untuk Selalu Ingat Kepada-Mu. responsif. maka batallah sebagai agama. Catatan kaki: 1) Al Qur'an surat Al Maa'uun ayat 4-5 yang artinya: "Maka kecelakaanlah bagi orang yang shalat.s. Ihsan adalah roh setiap peribadatan. tetapi tujuannya bukan Lillahi ta'ala tidak mungkin diterima amalnya. Hakikat Manusia. dan menentukan diterima tidaknya peribadatan. . jika tidak mampu melihat-Nya sesungguhnya Ia melihat kalian). anak kecil sampai mimpi basah. Ibnu Majah dan Annasay.com> Date: Fri Oct 22. Permasalahan rukun agama ini telah dihukumkan dan disyaratkan kepada orang yang sampai baligh. Nash tersebut di atas merupakan kesimpulan dari tujuan etika Islam. Bersyukur & Khusyu' Beribadah" (Al Hadits) Dengan menjadi anggota keluarga Majelis Dzikrullah memahami seluruh artikel: Perjalanan Menuju Ilahi.

Karena itu. Itu sebabnya madu dicari di mana pun dan oleh siapa pun.Patrap/Dzikir. yang pada mulanya bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah. w-. Ia takkan mengganggu kecuali diganggu. Makna ini kemudian berkembang. yang bermusyawarah mesti bagaikan lebah: makhluk yang sangat berdisiplin. Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal-hal yang baik. Di mana pun hinggap. Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras. makanannya sari kembang. dan hasilnya madu. Seperti itulah makna permusyawarahan. sejalan dengan makna dasarnya.. seperti menyapih anak. engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka. Bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat. tanggapan & artikel lainnya . Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2): 233 Apabila keduanya (suami istri) ingin menyapih anak mereka (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan dan permusyawarahan antar mereka. maka tidak ada dosa atas keduanya. Pada ayat di atas. Madu dihasilkan oleh lebah. Insya Allah anda akan mampu melaksanakan peribadatan secara kusyu' dalam kehidupan sehari-hari. niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Al-Quran yang akar katanya menunjukkan a. MUSYAWARAH (1/2) Kata musyawarah terambil dari akar kata sy-. lebah tak pernah merusak. r-. Dalam surat Ali 'Imran (3): 159 Maka disebabkan rahmat dari Allahlah. Al-Quran memberi petunjuk agar persoalan itu (dan juga persoalan-persoalan rumah tangga lainnya) dimusyawaraLkan antara suami-istri. Tak heran jika Nabi Saw. Jika demikian. AYAT-AYAT TENTANG MUSYAWARAH Ada tiga ayat musyawarah. menyamakan seorang mukmin dengan lebah. sekaligus sumber kesehatan dan kekuatan. .. Musyawarah dapat juga berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. dan demikian pula sifat yang melakukannya. melainkan juga obat untuk banyak penyakit. Ayat ini membicarakan bagaimana seharusnya hubungan suami istri saat mengambil keputusan yang berkaitan dengan rumah tangga dan anak-anak. kerjasamanya mengagumkan. Madu bukan saja manis. b. sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain (termasuk pendapat).

amat rinci karena ini merupakan soal yang tak terjangkau nalar. agar petunjuk itu dapat menampung segala perubahan dan perkembangan sosial budaya manusia. dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (tertentu). Adapun yang dimaksud dengan orang-orang mukmin itu adalah: Orang-orang yang mematuhi seruan Tuhan mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Ayat ini dan segi redaksional ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. Namun demikian. Demikian juga soal mahram (yang terlarang dikawini). Memang amat sulit jika rincian suatu persoalan yang diterapkan . dan menyepakati hal tersebut melalui musyawarah yang mereka laksanakan di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. selama jiwanya normal. dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. bertawakallah kepada Allah. Adapun persoalan yang dapat mengalami perkembangan dan perubahan. Allah menyatakan bahwa orang mukmin akan mendapat ganjaran yang lebih baik dan kekal di sisi Allah. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad. Dari sini dipahami kenapa uraian Al-Quran mengenai metafisika. jika menyadari cara Al-Quran memberi petunjuk serta menggali lebih jauh kandungan ayat-ayat tersebut. ayat ini juga merupakan petunjuk kepada setiap Muslim. ayat ini juga berlaku umum. Namun dugaan tersebut akan sirna. mencakup setiap kelompok yang melakukan musyawarah. saudara. Al-Quran menjelaskan petunjuknya dalam bentuk global (prinsip-prinsip umum). atau keluarga dekat tertentu. mohonkanlah ampun bagi mereka. demikian seterusnya. dalam surat Al-Syura (42): 38.maafkanlah mereka. PETUNJUK AL-QURAN MENYANGKUT PERKEMBANGAN MASYARAKAT Secara umum dapat dikatakan bahwa petunjuk Al-Quran yang rinci lebih banyak tertuju terhadap persoalan-persoalan yang tak terjangkau nalar serta tak mengalami perkembangan atau perubahan. agar bermusyawarah dengan anggota-anggotanya. Ayat ketiga ini turun sebagai pujian kepada kelompok Muslim Madinah (Anshar) yang bersedia membela Nabi Saw. seperti yang akan dijelaskan lebih jauh. Seorang anak. karena ia tak mengalami perkembangan. maka sepintas dapat diduga bahwa Al-Quran tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap persoalan musyawarah. agar memusyawarahkan persoalan-persoalan tertentu dengan sahabat atau anggota masyarakatnya. khususnya kepada setiap pemimpin. c. Dari ketiga ayat di atas saja. serta urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antar mereka. seperti surga dan neraka. Tetapi. melaksanakan shalat (dengan sempurna). tak mungkin memiliki birahi terhadap orang tuanya.

Yakni yang dilakukan oleh orang-orang cakap dan terpandang yang kita percayai. "Yang berkaitan dengan urusan agama kalian. Musyawarah atau demokrasi adalah salah satu contohnya." Sungguh tepat keterangan pakar tafsir Muhammad Rasyid Ridha: Allah telah menganugerahkan kepada kita kemerdekaan penuh dan kebebasan sempurna di dalam urusan dunia dan kepentingan masyarakat dengan jalan memberi petunjuk untuk melakukan musyawarah. maka kepadaku (rujukannya). periha1 musyawarah ini tidak meletakkan rinciannya. Demikianlah. Umar. Rasul Saw. dan Ali r. dan yang berkaitan dengan urusan dunia kalian. MUSYAWARAH DALAM AL-QURAN menafsirkan . a. Bukankah Rasul Saw. Kita sering mengikat diri sendiri dengan berbagai ikatan (syarat) yang kita ciptakan. maka kalian lebih mengetahuinya.-. ini bertentangan dengan prinsip syura yang diperintahkan Al-Quran --bukankah Al-Quran memerintahkan agar persoalan umat dibicarakan bersama? Sedangkan apabila beliau bersama sahabat yang lain menetapkan sesuatu.untuk masa sesudahnya. apalagi di tempat yang lain pada masa yang berlainan. Jangankan Al-Quran. Namun. untuk menetapkan bagi kita (masyarakat) pada setiap periode hal-hal yang bermanfaat dan membahagiakan masyarakat. Bahkan tidak juga memberikan pola tertentu yang harus diikuti. Karena itu pula. kemudian kita namakan syarat itu ajaran agama. Utsman. Itu sebabnya cara suksesi yang dilakukan oleh empat khalifah beliau --Abu Bakar.berbeda-beda di antara satu dengan lainnya. Nabi Saw. itu pun berlaku untuk masa beliau saja. petunjuk kitab suci Al-Quran menyangkut hal ini amat singkat dan hanya mengandung prinsip-prinsip umumnya saja. pada akhirnya syarat-syarat itu membelenggu diri kita. Karena jika beliau sendiri yang meletakkan hukumnya.. Tidak berlaku --rincian itu-. baik di tempat yang sama pada masa yang berbeda. Demikian lebih kurang tulisan Rasyid Ridha ketika surat Al-Nisa' (4): 59.. yang dalam banyak ha1 menjabarkan petunjuk-petunjuk umum Al-Quran. tidak meletakkan petunjuk tegas yang rinci tentang cara dan pola syura. telah memberi kebebasan kepada umat Islam agar mengatur sendiri urusan dunianya dengan sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.pada suatu masa atau masyarakat tertentu dengan ciri kondisi sosial budayanya. "Kalian lebih mengetahui persoalan dunia kalian." Dan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad. harus diterapkan pula dengan rincian yang sama untuk masyarakat lain.

dan (c) dengan siapa sebaiknya musyawarah dilakukan. (b) dalam hal-hal apa saja musyawarah dilaksanakan. apalagi sebagai pemimpin. Sikap-sikap tersebut sebagian terbaca pada ayat Ali 'Imran di atas.Memang banyak persoalan yang dapat diambil jawabannya dari ketiga ayat musyawarah itu. Karena mungkin saja ketika bermusyawarah terjadi perbedaan pendapat. orang yang bermusyawarah harus menyiapkan mental untuk selalu bersedia memberi maaf. atau keluar . Ini perlu. adalah sikap lemah lembut. terlebih dahulu periu dikemukakan petunjuk yang diisyaratkan Al-Quran mengenai beberapa sikap yang harus dilakukan seseorang untuk mensukseskan musyawarah. yakni kebulatan tekad untuk melaksanakan apa yang telah ditetapkan dalam musyawarah. sedangkan kecerahan pikiran hanya dengan sirnanya kekeruhan hati. berarti "menghapus". Petunjuk ini dikandung oleh frase. Sebelum menguraikan sekilas tentang hal-hal tesebut. Meskipun ada juga yang merupakan petunjuk-petunjuk umum yang bersumber dari Sunnah Nabi Saw. Petunjuk-petunjuk tersebut secara tersurat ditemukan dalam surat Ali 'Imran ayat 159 yang terjemahannya telah dikutip di atas. harus menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. secara harfiah. Seseorang yang melakukan musyawarah. Penyebutan ketiga sikap tersebut --menurut hemat penulis-. Maaf. serta mempunyai makna tersendiri berkaitan dengan sikap atau pandangan para sahabat --sebagaimana akan diutarakan kemudian-. dari segi pelaksanaan dan esensi musyawarah agaknya sifat-sifat tersebut sengaja dikemukakan agar ketiganya menghiasi diri Nabi dan setiap orang yang melakukan musyawarah. tidak sedikit dari jawaban tesebut merupakan pemahaman para sahabat Nabi atau ulama. Pertama. memberi maaf dan membuka lembaran baru. Kedua. Dalam ayat atas disebutkan sebagai fa'fu anhum (maafkan mereka). karena tiada pihak lain.walaupun dikemukakan sesuai konteks turunnya ayat.namun. niscaya mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras. Setelah itu disebutkan satu lagi sikap yang harus dilakukan setelah musyawarah.. mitra musyawarah akan bertebaran pergi. Namun. tetapi petunjuk-petunjuk tersebut masih dapat dikembangkan atau tidak sepenuhnya mengikat. Berbagai masalah yang dibahas para ulama mengenai musyawarah antara lain: (a) orang yang diminta bermusyawarah. di Memaafkan adalah pihak lain yang musyawarah tanpa hadir bersamaan Di sisi lain. Pada ayat itu disebutkan tiga sikap yang secara berurutan diperintahkan kepada Muhammad Saw. untuk beliau lakukan sebelum datangnya perintah bermusyawarah. karena jika tidak. menghapus bekas luka di hati akibat perlakuan dinilai tidak wajar.

atau "bisikan atau gerak hati" seperti kata orang kebanyakan. kafir (QS Al-Baqarah [2]: 264). hidayat. akan mengeruhkan pikiran. Biasanya. hal ketiga yang harus mengiringi musyawarah adalah permohonan maghfirah dan ampunan Ilahi. karena datangnya sekejap. wa istaghfir lahum. dan firasat" menurut nama yang diberikan agamawan. Namun demikian. William James. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berserah diri. Dan bila hal itu masuk ke dalam hati. Jika demikian. apa nama "sesuatu" itu. Akal memang mengagumkan. menegaskan. tidaklah cukup. "sesuatu" itu mengunjungi orang-orang yang jiwanya dihiasi kesucian. yaitu konteks musyawarah adalah Apabila telah bulat tekad (laksanakanlah) dan berserah dirilah kepada Allah. filosof Amerika kenamaan. dan kepergiannya pun tanpa izin orang yang dikunjungi. Tidak jelas cara kerja "sesuatu" itu. hubungan dengan Tuhan pun harus harmonis. Ini akan dapat mengantarkan kita kepada keraguan yang mengguncangkan etika dan nilai-nilai hidup kita. Namailah "indera keenam" sebagaimana filosof dan psikolog menamainya. Itulah kandungan pesan fa'fu anhum. atau "ilham. pengkhianat (QS Yusuf [12]: 52). melampaui batas lagi pendusta (QS A1 Mu'min [40]: 28). Itulah sebabnya.kalimat-kalimat yang menyinggung pihak lain. Bila Nabi Saw. sebagaimana ditegaskan oleh pesan surat Ali 'Imran ayat 159 di atas. padahal beliau orang yang ma'shum . Nah. kita masih membutuhkan "sesuatu" di samping akal. sekadar untuk mencampakkan informasi yang diduga "kebetulan" oleh sebagian orang. Kemudian orang yang melakukan musyawarah harus menyadari bahwa kecerahan atau ketajaman analisis saja. pakar-pakar Al-Quran sepakat berpendapat bahwa perintah musyawarah ditujukan kepada semua orang. untuk mencapai hasil yang terbaik ketika musyawarah. bergelimang dosa atau fasik (QS Al-Ma-idah [5]: 108). Hal ini dengan mudah dipahami dari redaksi perintahnya yang berbentuk tunggal. ORANG-ORANG YANG DIMINTA BERMUSYAWARAH Secara tegas dapat terbaca bahwa perintah musyawarah pada ayat 159 surat Ali 'Imran ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. karena Allah tidak akan memberi hidayat kepada orang yang berlaku aniaya (QS Al-Haqarah [2]: 258). saja diperintahkan oleh Al-Quran untuk bermusyawarah. Ia mampu membatalkan suatu argumen dengan argumen lain. Pesan terakhir Ilahi di dalam setelah musyawarah usai. jika demikian. bahkan boleh jadi akan mengubah musyawarah menjadi pertengkaran. Terserah Anda. dan pembohong (QS Al-Zumar [39]: 3).

Di sini Nabi berperan sebagai pemimpin umat. walaupun redaksinya ditujukan kepada Nabi Saw. Sahabat-sahabat beliau terutama kaum muda yang penuh semangat mendesak agar kaum Muslim di bawah pimpinan Nabi Saw "keluar" menghadapi musuh. sehingga Nabi Saw. Nabi cenderung untuk bertahan di kota Madinah. peperangan berakhir dengan gugurnya tidak kurang dari tujuh puluh orang sahabat Nabi Saw. Tetapi. Pendapat mereka itu memperoleh dukungan mayoritas. dan tidak juga akan menyesal seseorang yang melakukan musyawarah. dibandingkan dengan kesalahan seseorang meskipun diakui kejituan pendapatnya sekalipun. serta kondisi psikologis yang dialami Nabi Saw. bahwa musyawarah harus tetap dipertahankan dan dilanjutkan.(terpelihara dari dosa manusia-manusia selain beliau. menjelang pertempuran. Ayat ini seakan-akan berpesan kepada Nabi Saw. Nabi mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk memusyawarahkan bagaimana sikap menghadapi musuh yang sedang dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah. Ketika itu. sehingga sejak semula kandungannya telah ditujukan kepada mereka semua. walaupun terbukti pendapat yang pernah mereka putuskan keliru. dan tidak ke luar menghadapi musuh yang datang dari Makkah. menyetujuinya. petunjuk ayat ini tetap dapat dipahami berlaku untuk Semua orang. Konteks turunnya ayat ini. atau kesalahan). Perintah bermusyawarah pada ayat di atas turun setelah peristiwa menyedihkan pada perang Uhud. yang berkewajiban menyampaikan kandungan ayat kepada seluruh umat. amat perlu digarisbawahi untuk melihat bagaimana pandangan Al-Quran tentang musyawarah. apalagi Tanpa analogi di atas. Kesalahan mayoritas lebih dapat ditoleransi dan menjadi tanggung jawab bersama. dan sahabat beliau setelah turunnya ayat ini. Dalam literatur keagamaan ditemukan ungkapan: "Takkan kecewa orang yang memohon petunjuk [kepada Allah] tentang pilihan yang terbaik." .

teori maupun praktik toleransi dalam kehidupan manusia. Fakta-fakta historis itu menunjukkan bahwa masalah toleransi dalam Islam bukanlah konsep asing. Kemudian rumusan-rumusan ini disempurnakan oleh para ulama dengan pengayaan-pengayaan baru sehingga akhirnya menjadi praktik kesejarahan dalam masyarakat Islam. Islam memiliki konsep yang jelas. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” Di bagian lain Allah mengingatkan. Dalam al-Qur‟an Allah berfirman yang artinya. Islam menyadari bahwa keragaman umat manusia dalam agama dan keyakinan adalah kehendak Allah. “Tidak ada paksaan dalam agama” . Definisi Islam yang demikian sering dirumuskan dengan istilah “Islam agama rahmatal lil‟ālamîn” (agama yang mengayomi seluruh alam). karena itu. binatang. Ini berarti bahwa Islam bukan untuk menghapus semua agama yang sudah ada. karena itu tak mungkin disamakan. doktrin. dan lingkungan hidup. Dengan makna toleransi yang luas semacam ini. yang artinya: “Sesungguhnya ini adalah umatmu semua . banyak ayat lain yang tersebar di berbagai Surah. maka toleransi antar-umat beragama dalam Islam memperoleh perhatian penting dan serius. tetapi juga terhadap alam semesta. “selamat” dan “menyerahkan diri”. toleransi sepenuhnya diharuskan oleh Islam. Apalagi toleransi beragama adalah masalah yang menyangkut eksistensi keyakinan manusia terhadap Allah. Ia begitu sensitif. politik. Makalah berikut akan mengulas pandangan Islam tentang toleransi. merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama. Juga sejumlah hadis dan praktik toleransi dalam sejarah Islam. dan bagi kami agama kami” adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam. dan mudah membakar konflik sehingga menyedot perhatian besar dari Islam. Islam menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati. bahasa. budaya. Selain ayat-ayat itu. termasuk agama Islam. Syamsul Arifin Nababan Pendahuluan Toleransi (Arab: as-samahah) adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis. tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Toleransi. Islam secara definisi adalah “damai”. Toleransi adalah bagian integral dari Islam itu sendiri yang detail-detailnya kemudian dirumuskan oleh para ulama dalam karya-karya tafsir mereka. “Bagi kalian agama kalian. toleransi bukan saja terhadap sesama manusia. primordial. maupun agama. Ulasan ini dilakukan baik pada tingkat paradigma. Konsep Toleransi Dalam Islam Secara doktrinal. Dalam konteks toleransi antar-umat beragama.Toleransi Antar-Umat Beragama dalam Pandangan Islam Oleh Ust. ““dan Jikalau Tuhanmu menghendaki. Menurut ajaran Islam.

karya seorang pemikir abad ke-11. di Surah Yunus Allah menandaskan lagi. yaitu „menjauhi konflik‟. dan kerja sama yang saling menguntungkan serta menegasikan semua keburukan. yang artinya: “Katakan olehmu (ya Muhamad). ayat ini dengan amat jelas menyuguhkan suatu konsep toleransi antar-umat beragama yang didasari oleh kepentingan yang sama. Persaudaran universal adalah bentuk dari toleransi yang diajarkan Islam. dikatakan: “Siapa yang membongkar aib orang lain di dunia ini. hadits Nabi tentang persaudaraan universal juga menyatakan.(wahai para rasul). “Al-khalqu kulluhum „iyālullāhi fa ahabbuhum ilahi anfa‟uhum li‟iyālihi” (“Semu makhluk adalah tanggungan Allah. yaitu sikap tidak menyekutukan Allah dengan selain-Nya. Abu Ju‟la dengan amat menarik mengemukakan. Karena taqwa kepada Allah melahirkan rasa persaudaraan universal di antara umat manusia. Selanjutnya. dan aku adalah Tuhanmu. perdamaian. Ini mengartikulasikan bahwa Islam memahami pilihan keyakinan mereka sekalipun Islam juga menjelaskan “sesungguhnya telah jelas antara yang benar dari yang bathil”. Selain itu. Ayat ini juga mengajak untuk sama-sama menjunjung tinggi tawhid. dan yang paling dicintainya adalah yang paling bermanfaat bagi sesama tanggungannya”). Di antara butir-butir yang menegaskan toleransi beragama adalah sikap saling menghormati di antara agama yang ada dan tidak saling menyakiti serta saling melindungi anggota yang terikat dalam Piagam Madinah. Sikap melindungi dan saling tolong-menolong tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan juga muncul dalam sejumlah Hadis dan praktik Nabi. dan Islam) menekankan persamaan dan menghindari perbedaan demi merengkuh rasa saling menghargai dan menghormati. Fakta historis toleransi juga dapat ditunjukkan melalui Piagam Madinah. Bahkan sikap ini dianggap sebagai bagian yang melibatkan Tuhan. Dalam persaudaraan universal juga terlibat konsep keadilan. Sebagai contoh. Jadi. al-Baihaqi. maka Allah (nanti) pasti akan membongkar aibnya di hari pembalasan”. saling tolong-menolong di antara sesama umat manusia muncul dari pemahaman bahwa umat manusia adalah satu badan. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dalam Syu‟ab alImam. Ayat ini menegaskan bahwa pada dasarnya umat manusia itu tunggal tapi kemudian mereka berpencar memilih keyakinannya masing-masing. Kristiani. “irhamuu man fil ardhi yarhamukum man fil samā” (sayangilah orang yang ada di bumi maka akan sayang pula mereka yang di lanit kepadamu). Saling menghargai dalam iman dan keyakinan adalah konsep Islam yang amat komprehensif. yaitu bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak pula memperserikatkan-Nya kepada apa pun. maka sembahlah olehmu sekalian akan Daku (saja). Konsekuensi dari prinsip ini adalah lahirnya spirit taqwa dalam beragama. dan bahwa sebagian dari kita tidak mengangkat sebagian yang lain sebagai “tuhan-tuhan” selain Allah!” Ayat ini mengajak umat beragama (terutama Yahudi. Piagam ini adalah satu contoh mengenai prinsip kemerdekaan beragama yang pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhamad SAW di Madinah. Di sini. Persaudaraan ini menyebabkan terlindunginya hak-hak orang lain dan diterimanya perbedaan dalam suatu masyarakat Islam. „Wahai Ahli Kitab! Marilah menuju ke titik pertemuan (kalimatun sawā atau common values) antara kami dan kamu. dan kehilangan sifat kemanusiaannya bila mereka menyakiti . yaitu umat yang tunggal.

satu sama lain. Nabi ditanya: “Agama yang manakah yang paling dicintai Allah?‟ Beliau menjawab “agama asal mula yang toleran (al-hanîfiyyatus samhah). tidak ada sikap melampui batas dan tidak ada rasa dengki'. bersabda. menurut Salin al-Hilali karakteristik itu merupakan [a] Inti Islam. 6. 3. sebagai bagian dari inti toleransi. yaitu antara lain: 1. Lalu. prinsip yang mengakar paling kuat dalam pemikiran Islam yang mendukung sebuah teologi toleransi adalah keyakinan kepada sebuah agama fitrah. karena semua benih umat manusia berasal dari sulbi anak-anak Adam. apa itu as-samahah (toleransi)? Toleransi menurut Syekh Salim bin Hilali memiliki karakteristik sebagai berikut. 2. al-Qur‟an menyatakan yang artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu ke arah agama menurut cara (Alla). Kerelaan hati karena kemuliaan dan kedermawanan Kelapangan dada karena kebersihan dan ketaqwaan Kelemah lembutan karena kemudahan Muka yang ceria karena kegembiraan Rendah diri dihadapan kaum muslimin bukan karena kehinaan Mudah dalam berhubungan sosial (mu'amalah) tanpa penipuan dan kelalaian Menggampangkan dalam berda'wah ke jalan Allah tanpa basa basi Terikat dan tunduk kepada agama Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa ada rasa keberatan. Latar belakang itu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan di bidang Toleransi Antaragama yang kemudian meluas ke aspek-aspek kesetaraan manusia di depan hukum. [b] Seutama iman. dan [c] Puncak tertinggi budi pekerti (akhlaq). ditanyakan: Apa hati yang mahmum itu? Jawabnya : 'Adalah hati yang bertaqwa. Ditanyakan: Siapa lagi (yang lebih baik) setelah itu?. Artinya: “Sebaik-baik orang adalah yang memiliki hati yang mahmum dan lisan yang jujur. Penegasan Baidhawi sangat relevan jika dikaitkan dengan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari. Jawabnya : 'Orang-orang yang membenci dunia dan cinta akhirat'. 8. yang alamiah sesuai dengan pola pemberian (fitrah) Allah. Ini jelas berbeda dengan gagasan dan praktik toleransi yang ada di barat. Selanjutnya. yang tertanam di dalam diri semua manusia. atas dasar mana Dia menciptakan manusia…” Mufassir Baidhawi terhadap ayat di atas menegaskan bahwa kalimat itu merujuk pada perjanjian yang disepakati Adam dan keturunanya. 7. menajdi prinsip yang sangat kuat di dalam Islam. Dalam hal ini. Toleransi di barat lahir karena perang-perang agama pada abad ke-17 telah mengoyak-ngoyak rasa kemanusiaan sehingga nyaris harga manusia jatuh ke titik nadir. Dalam konteks ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dilihat dari argumen-argumen di atas. dan kebaikan manusia merupakan konsekuensi alamiah dari prinsip ini. bersih tidak ada dosa. Perjanjian ini dibuat dalam suatu keadaan. Tolong-menolong. 4." Dasar-dasar al-Sunnah (Hadis Nabi) tersebut dikemukakan untuk menegaskan bahwa toleransi . Namun. yang dianggap seluruh kaum Muslim sebagai suatu yang sentral dalam sejarah moral umat manusia. menunjukkan bahwa baik al-Qur‟an maupun Sunnah Nabi secara otentik mengajarkan toleransi dalam artinya yang penuh. 5. Ditanyakan : Siapa lagi setelah itu? Jawabnya : 'Seorang mukmin yang berbudi pekerti luhur.

karena tidak ada profesi yang dilarang bagi mereka. dan memakai orang-orang Kristen. masyarakat Islam membuka pintu masjid. tidak pernah mengalami hal . kata Max I. Toleransi. Persia. Perkembangan Islam ke wilayah-wilayah luar Jazirah Arabia yang begitu cepat menunjukkan bahwa Islam dapat diterima sebagai rahmatal lil‟alamin (pengayom semua manusia dan alam semesta). Lainnya ialah bahwa mereka dapat mencari penghidupan dalam cara apapun yang mereka pilih. namun secara doktrin tak ada dukungan teks Syari‟ah. maupun asimilasi. konsep Islam tentang toleransi (assamahah) menjadi dasar bagi umat Islam untuk melakukan mu‟amalah (hablum minan nas) yang ditopang oleh kaitan spiritual kokoh (hablum minallāh). Pengakuan Max I. Spanyol. dan penyembah berhala dalam pemerintahan mereka atau sebagai pegawai dalam pemerintahan. Bahkan sekalipun Islam telah berkuasa. Dimon menyatakan bahwa “salah satu akibat dari toleransi Islam adalah bebasnya orang-orang Yahudi berpindah dan mengambil manfaat dengan menempatkan diri mereka di seluruh pelosok Empirium Islam yang amat besar itu. Asia. sikap toleransi Islam terhadap agama-agama dan keyakinan-keyakinan lokal dalam sejarah kekuasaan Islam menunjukkan garis kontinum antara prinsip Syari‟ah dengan praktiknya di lapangan. juga tak ada keahlian khusus yang diserahkan kepada mereka”. Baik lahir maupun batin. lahir maupun batin. Ekspansi-ekspansi Islam ke Siria. Ia bahkan menyatakan bahwa dalam peradaban Islam. bekerjasama. Memang perlu diakui bahwa perluasan wilayah Islam itu sering menimbulkan peperangan. Peperangan itu bukan karena memaksakan keyakinan kepada mereka tapi karena ekses-ekses politik sebagai konsekuensi logis dari sebuah pendudukan. Dimon selanjutnya. Pemaksaan keyakinan agama adalah dilarang dalam Islam. pendidikan. karena itu. Demikianlah. Dimon atas toleransi Islam pada orang-orang Yahudi di Spanyol adalah pengakuan yang sangat tepat. Bahkan bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa pemerintah-pemerintah Muslim membiarkan. Meski praktik toleransi sering mengalami interupsi. Yahudi. Islam tidak memaksakan agama kepada mereka (penduduk taklukan) sampai akhirnya mereka menemukan kebenaran Islam itu sendiri melalui interaksi intensif dan dialog. dari dalam. banyak agama lokal yang tetap dibolehkan hidup. Ini berarti toleransi bukan saja memerlukan kesediaan ruang untuk menerima perbedaan. tak akan tegak jika tidak lahir dari hati. Toleransi Dalam Praktik Sejarah Islam Sejarah Islam adalah sejarah toleransi. dan ke seluruh dunia dilakukan melalui jalan damai. Shabi‟un. untuk pindah agama. Ini berarti kekerasan yang terjadi atas nama Islam bukanlah otentisitas ajaran Islam itu sendiri.dalam Islam itu sangat komprehensif dan serba-meliputi. Orang-orang Yahudi. Kondisi ini berjalan merata hingga Islam mencapai wilayah yang sangat luas ke hampir seluruh dunia dengan amat singkat dan fantastik. Tapi peperangan itu dilakukan hanya sebagai pembelaan sehingga Islam tak mengalami kekalahan. Mesir. tetapi juga memerlukan pengorbanan material maupun spiritual. Di sinilah. Lebih lanjut kesaksian seorang Yahudi bernama Max I. dan kamar tidur mereka.

sejarah peradaban Islam telah menghasilkan kegemilangan sehingga dicatat dalam tinta emas oleh sejarah peradaban dunia hingga hari ini dan insyaallah di masa depan. Namun. merupakan contoh sahih betapa penyebaran Islam dilakukan dengan pola-pola toleransi yang amat mencengangkan bagi keagungan ajaran Islam. islamisasi di seluruh Nusantara hampir mendekati sempurna yang dilakukan tanpa konflik sedikitpun. Penutup Toleransi dalam Islam adalah otentik. Melalui para pedagang Gujarat dan Arab.yang begitu bagus sebelumnya. Hingga hari ini kegairahan beragama Islam dengan segala gegap-gempitanya menandai keberhasilan toleransi Islam. Selanjutnya. Syari‟ah telah menjamin bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Jakarta. Inilah esensi toleransi di mana masing-masing pihak untuk mengendalikan diri dan menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikannya masing-masing tanpa merasa terancam keyakinan maupun hak-haknya. perlu dicatat bahwa model akulturasi dan enkulturasi budaya juga dilakukan demi toleransi dengan budaya-budaya setempat sehingga tak menimbulkan konflik. para raja di Nusantara Indonesia masuk Islam dan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya Islam di sini. Justru dengan sikap toleran yang amat indah inilah. Ini membuktikan bahwa jika tak ada toleransi. Sementara penduduk lokal lain yang tetap pada keyakinan lamanya juga tidak dimusuhi. Di sini. Karena sifatnya yang organik. maka toleransi di dalam Islam hanyalah persoalan implementasi dan komitmen untuk mempraktikkannya secara konsisten. Dan toleransi ini secara relatif terus dipraktikkan di dalam sejarah Islam di masa-masa sesudahnya oleh orang-orang Muslim di kawasan lain. ada batas-batas bersama yang boleh dan tak boleh dilanggar. toleransi beragama menurut Islam bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan. Jadi. Secara perlahan dan pasti. ia dilakukan melalui perdagangan dan interaksi kawin-mawin. Ia tidak dilakukan melalui kolonialisme atau penjajahan sehingga sikap penerimaan masyarakat Nusantara sangat apresiatif dan dengan suka rela memeluk agama Islam. Bukan pula untuk saling bertukar keyakinan di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda itu. Toleransi di sini adalah dalam pengertian mu‟amalah (interaksi sosial). 15 Januari 2009 . Karena pemaksaan kehendak kepada orang lain untuk mengikuti agama kita adalah sikap a historis. misalnya. dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Artinya tidak asing lagi dan bahkan mengeksistensi sejak Islam itu ada. Apa yang dicontohkan para walisongo di Jawa. Kutipan ini saya tegaskan karena ini dapat menjadi kesaksian dari seorang non-Muslim tentang toleransi Islam. termasuk di Nusantara. yang tidak ada dasar dan contohnya di dalam sejarah Islam awal. yakni sikap menghormati perbedaan budaya maka perkembangan Islam di Nusantara tak akan sefantastik sekarang.

Toleransi Islam Menurut Pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Yang paling mungkin adalah mendapatkan pengertian yang mendasar dari agama-agama. and History (New York: New American Library. Mungkin faktor yang paling penting dan mendasar karena memberikan sebuah arti dan tujuan hidup. 105. Di masa lampau. sukses dalam keikhlasan Just another Blogdetik. Mohamad. karena religisitas umat beragama mudah terprovokasi. Shahih Al-Jami' As-Shaghir wa Ziyadatuhu. keterbukaan satu agama terhadap agama lain sangat penting. Dimon.com weblog « Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia Biografi Singkat. maka muncul paradigma dan arah baru dalam pemikiran keagamaan. tetapi agama juga sering membuat masyarakat hancur. 2003) . Agama hanya salah satu faktor dari kehidupan manusia. Keragaman Hidup Antar Agama (Jakarta: Penerbit Hudaya. maka itu menjadi penghalang yang paling berat dalam usaha memberikan sesuatu pandangan yang optimis. termasuk ilmu pengetahuan dan juga filsafat. No. ed. 194. (Bali Post . maka sekarang kita lebih mengedepankan sikap keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain. 1970). Abu Hajir Muhamad b. terj. Basyuni Zaghlul. h.t. Bahkan mulai muncul pengakuan positif atas kebenaran agama lain yang pada gilirannya mendorong terjadinya saling pengertian. h. VI. 1962). bahwa hanya agama kita sendiri saja yang paling benar. Bapak Multikulturalisme dan Pluralis » HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA Agama memang tetap menjadi basis moral dan benteng spiritual. God. Jadi. t. Syu‟ab al-Imam (Beirut: t. Namun ketika kontak-kontak antaragama sering kali terjadi sejak tahun 1950-an. cet. Al-Baihaqi.t). Karena. Syeikh Salim bin „Ied al-Hilali. Kalau kita masih mempunyai pandangan yang fanatik. Orang tidak lagi bersikap negatif dan apriori terhadap agama lain.DAFTAR PUSTAKA Al-Qur‟nul Karim Natsir. Tetapi sekarang kita mengetahui bahwa untuk mengerti lebih dalam tentang agama perlu segi-segi lainnya. 3266 Max I. II. Agama tidak bisa dengan dirinya sendiri dan dianggap dapat memecahkan semua masalah. Jews. Abu Abdillah Mohammad Afifuddin As-Sidawi (Misra: Penerbit Maktabah Salafy Press.). kita berusaha menutup diri dari tradisi agama lain dan menganggap agama selain agama mereka sebagai lawan yang sesat serta penuh kecurigaan terhadap berbagai aktivitas agama lain.

tidak jelas sumbernya) yang berisi “rencana” penyebaran agama. Agama yang kemudian menjadi tradisi memengaruhi perjalanan manusia. kehidupan berdampingan secara damai. Sebagaimana Ali Masrur (Ali Masrur : 2004) menyatakan dalam artikelnya bahwa. khususnya Kristen dan Islam. Karena itu. banyak bersumber dari pertukaran (exchanges) dalam lapangan sosio-kultural atau bidang-bidang yang secara longgar dapat disebut sebagai “non-agama. perjumpaan keras antar agama di Indonesia bersumber setidak-tidaknya dari lima faktor. argumen bahwa adalah orang atau penganut agama― bukan agama itu sendiri―sebagai masalah mengandung kekuatan dan kebenarannya sendiri. karena pada akhirnya memang sikap dan tindakan manusialah yang menjadi persoalan dan menimbulkan masalah. usaha penyebaran agama secara agresif. keempat. ketegangan. Fenomena antar umat beragama seperti kesalahpahaman. hampir sama dengan pistol atau senjata apa saja yang dapat digunakan untuk menghabisi riwayat orang lain. Dalam kajian Azyumardi Azra (Azra: 2001). orang yang berpikiran mendalam harus mencoba belajar lebih banyak lagi tentang kemungkinan bahaya-bahaya dan janji-janji yang terkandung dalam fenomena kemanusiaan global yang kita sebut agama. penerbitan tulisan-tulisan yang diterbitkan kalangan suatu agama tertentu tentang suatu agama lain yang dipandang para pemeluk agama lainnya ini tidak sesuai dengan apa yang mereka imani dan. yang secara bebas mengambang (freefloating) begitu saja. dan mungkin juga konflik antaragama membuat kita semua. yang memunculkan krisis― pertikaian dan konflik sangat boleh jadi meningkat intensitasnya. karena itu. dianggap mencemarkan agama mereka (blasphemous). ajaran-ajaran agama dan kebutuhan untuk membela struktur-struktur institusional agama sebagai alat dan justifikasi bagi tingkah laku mereka yang tak bisa diterima. kecurigaan timbal-balik berkenaan dengan posisi dan peranan agama dalam negara-bangsa Indonesia.” Bahkan terjadi juga pertukaran yang semakin intensif menyangkut gagasan-gagasan keagamaan melalui dialog-dialog antaragama dan kemanusiaan baik pada tingkat domestik di Indonesia maupun pada tingkat internasional. Tetapi hal ini seyogyanya tidak mengaburkan perspektif kita. sebaliknya manusia juga memengaruhi agama. tidak . agama bukanlah entitas abstrak. Dalam hal ini juga tercakup tulisan-tulisan (biasanya. Dialog Dalam bukunya Ansari. Pertama. penetapan dan penerapan ketentuan pemerintah yang dipandang diskriminatif dan membatasi penyebaran agama. Karena itulah ajaran-ajaran dan struktur-struktur agama tertentu dapat digunakan siapa saja untuk kepentingannya sendiri. hemat saya. pada gilirannya. ini jelas memperkuat perjumpaan secara damai tersebut. Agama hidup sebagai suatu tradisi yang dipeluk dan menjadi hidup di tangan masyarakat manusia. Para penganut agama terlalu sering menjadikan pemimpin-pemimpin agama mereka. Tetapi penting juga diingat. eds: 2001). kedua. Dalam waktu-waktu tertentu―ketika terjadi perubahan-perubahan politik dan sosial yang cepat. Melalui berbagai pertukaran semacam ini terjadi penguatan saling pengertian dan. bersifat damai. dan kelima.Seperti ditegaskan Kimball (2003:12). penggunaan rumah sebagai tempat ritual secara bersama-sama atau pembangunan rumah ibadah di lingkungan masyarakat penganut agama tertentu. bahwa kedamaian lebih sering menjadi feature utama.sebagian besar perjumpaan di antara agama-agama itu. dkk((cf Ansari & Esposito. ketiga. Kedamaian dalam perjumpaan itu.

ini jelas memperkaya pengetahuan kita tentang berbagai faktor yang mengakibatkan terjadinya perjumpaan antar umat beragama di Indonesia. umat-umat beragama seharusnya dipandang bukan hanya sebagai academic exercises. Karena itu. menundukkan. dan mau bekerja sama dengan orang lain. sehingga peristiwa-peristiwa pahit yang pernah terjadi di masa silam tidak terulang kembali di masa kini dan mendatang. Dalam keadaan demikian. serta menguraikan dan mengomunikasikan pengalaman keagamaannya kepada orang lain. tulus. Agama-agama saat itu hidup dalam suatu masyarakat yang relatif homogen. dialog mensyaratkan suatu kebebasan beragama sehingga setiap penganut agama bebas mendalami dan melakukan keyakinannya.bisa tidak. Sebagaimana kajian-kajian historis umumnya. Perjumpaan ini akan semakin meningkat intensitasnya di masa-masa mendatang. harus melakukan dialog untuk mengurangi benturan-benturan tersebut. Semua ini tidak bisa terwujud tanpa adanya dialog antar pemeluk agama secara intensif dan berkesinambungan. jika bukan meniadakannya. toleran dan penuh persahabatan antara para penganut Kristen dan Islam dan. Dialog lebih merupakan komunikasi antar penganut agama dan jalan bersama untuk mencapai tujuan dan kerja sama dalam projek-projek yang menyangkut kepentingan bersama. serta tanpa tujuan yang dirahasiakan. tetapi juga sebagai “pelajaran”. dan menggaet pihak lain ke agama kita. bukan beradu argumentasi antar pelbagai pemeluk agama hingga ada yang menang dan ada yang kalah. tidak kecuali. pemahaman atas faktor-faktor penyebab pertemuan keras itu semakin relevan dan mendesak. Hal ini disebabkan karena hubungan antaragama belum sering terjadi. Yang tidak kurang pentingnya. Pada level ini. berbagai kesimpulan dan saran yang dikemukakan Aritonang dalam karyanya dapat menjadi semacam “guidance” bagi perjumpaan yang lebih damai. bukan usaha menyatukan semua ajaran agama menjadi satu agama. . agama-agama lebih mengembangkan sikap egosentrisme masyarakat yang beranggapan bahwa merekalah satu-satunya masyarakat yang beragama secara benar sedangkan agama-agama lain yang dianut oleh komunitas agama lain diklaim salah dan sesat. Tentu saja yang dimaksudkan dengan dialog di sini bukanlah upaya mengonversi pihak lain untuk memeluk agama kita. Dialog semacam ini menuntut para peserta dialog untuk dapat menghormati. mau menerima pendapat orang lain. muncul karena banyak faktor yang rumit. Karya Aritonang (Aritonang : 2004). tertutup. bersedia mendengar. supaya dapat dilakukan antisipasi sebelum segalanya menjadi terlambat. Prospek ke Depan Perjumpaan antar umat beragama di Indonesia yang kadang-kadang keras seperti disarankan di atas. Di masa lalu hubungan antaragama ditandai dengan antagonisme polemik dan upaya untuk mengalahkan. agama-agama lain di Indonesia. terbuka. dan bukan pula meminta pertanggungjawaban orang lain dalam menjalankan agamanya Dialog antaragama adalah pertemuan hati dan pikiran antarpemeluk berbagai agama dalam kedudukannya yang setaraf dan sederajat tanpa merasa lebih baik atau lebih tinggi daripada yang lain. dan belum mengenal dunia lain selain dunianya sendiri.

Hlm 3 Kimball. Kita lebih mementingkan bangunan-bangunan fisik peribadatan dan menambah kuantitas pengikut. para pemimpin agama. para pemimpin masing-masing agama semakin sadar akan perlunya perspektif baru dalam melihat hubungan antar-agama. Mereka tidak lagi mudah disulut dan diadu-domba serta dimanfaatkan. Adalah tugas kita bersama. maka umat beragama tidak hanya telah memberikan suatu kontribusi penting dalam perwujudan kehidupan beragama. Ketiga. tetapi kurang menekankan kedalaman (intensity) keberagamaan serta kualitas mereka dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama. tetapi sekaligus melindungi agama itu sendiri dari pencemaran yang dapat menimbulkan citra yang tidak benar dan keliru terhadap agama. termasuk juga dialog antaragama. semakin merebak dan berkembang di berbagai tempat. baik secara reguler maupun insidentil untuk menjalin hubungan yang lebih erat dan memecahkan berbagai problem keagamaan yang tengah dihadapi bangsa kita dewasa ini. Kedua. Paling tidak ada tiga hal yang dapat membuat kita bersikap optimis. Meskipun berkali-kali masjid dan gereja diledakkan. Charles. pada beberapa dekade terakhir ini studi agama-agama. Adapun Solusi yang ditawarkan oleh Ali Masrur (Ali Masrur : 2004). Kesadaran semacam ini seharusnya tidak hanya dimiliki oleh para pemimpin agama.Dan. New York: HarperCollins . yakni pemerintah. masyarakat kita sebenarnya semakin dewasa dalam menanggapi isu-isu atau provokasiprovokasi.gatra. Pertama. When Religion Publishers. Mereka seringkali mengadakan pertemuan. Daftar Pustaka www. tetapi juga oleh para penganut agama sampai ke akar rumput sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara pemimpin agama dan umat atau jemaatnya. Ini merupakan ujian bagi agama autentik (authentic religion) dan penganutnya. baik oleh pribadi maupun kelompok demi target dan tujuan politik tertentu. jika semua itu dapat diaktualisasikan. kita perlu dan seharusnya mengembangkan optimisme dalam menghadapi dan menyongsong masa depan dialog. Kita seringkali prihatin melihat orang-orang awam yang pemahaman keagamaannya bahkan bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri. tetapi semakin teruji bahwa masyarakat kita sudah bisa membedakan mana wilayah agama dan mana wilayah politik.(ditranslit oleh Azyumardi Azra) Becomes Evil.com/2001-10-26/versi Koran bali post cetak 29/12/2003/. 2003. berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Inilah kesalahan kita bersama. dan masyarakat untuk mengingatkan para aktor politik di negeri kita untuk tidak memakai agama sebagai instrumen politik dan tidak lagi menebar teror untuk mengadu domba antar penganut agama.

eds. Azyumardi.).2004. Muslims and the West: Encounter and Dialogue. Victoria. International Islamic University & Center for Muslim-Christian Understanding. 2004). Australia: Pax Christi & Vista Publications. Religion and Culture in Asia Pacific: Violence or Healing?. 2001. Jan S. Camillery (ed. Problem dan Prospek Dialog Antaragama. Ali Masrur.Azra. Carlton South. dalam Joseph A. Ansari. Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia (Jakarta: BPK Gunung Mulia. Zafar Ishaq & John L.. Georgetown University. Dr.. Islamabad & Washington DC. 2001. Islamic Research Institute. M. Esposito. Artikel cfm.Ag. Dr. Aritonang. “Islam and Christianity in Indonesia: The Roots of Conflict and Hostility”.   Home INDEKS ARTIKEL ISLAM YANG SANGAT BERMANFAAT .

CINTA. DLL Kenapa Sih Kamu Tidak Mau Punya Pacar Untuk Apa Kita Diciptakan Di Dunia Ini? Gadis Yang Tak Mencuri Hatiku… Musik itu Haram Menurut Imam 4 Madzhab kumpulan sms tausiyah – sms nasehat islami – sms religi – sms dakwah Nasehat Untuk Remaja Muslim Ukhti…. Terjerumus Ketagihan Gaul Bebas Makin Modern. renungkanlah! TIDAK ADA ISTILAH MANTAN PEZINA DALAM ISLAM (dilarang menghina orang yang sudah bertobat) Memadu Kasih di Hari Valentine? (jangan merayakan hari valentine agar tidak mendapat murka Allah) 6 Kerusakan Valentine’s Day Pandangan Islam terhadap Hari Valentine Tips Memilih Pasangan Hidup Bila Cinta Tak Berbalas Putriku. Pacaran Makin Murahan Hari Gini Pacaran? Apa kata dunia ?????????? WAHAI WANITA TUTUPLAH AURATMU … Usaha Yang Ditempuh Untuk Taubat . maka janganlah berpacaran Entries RSS | Comments RSS  Recent Posts o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o SITUS-SITUS TEMPAT BERTANYA. CURHAT DAN KONSULTASI MASALAH AGAMA. Kembalilah ke Jalan Tuhanmu Pacaran Berkedok Ta’aruf Makin Marak di Dunia Maya Jangan Ada Cinta di Facebook! Pacaran = Percobaan Tindak Pidana Perzinahan Bermula dari Pacaran.sesungguhnya pacaran adalah perbuatan haram. KELUARGA.

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Bagaimana Kiat-kiat Untuk Membangkitkan Semangat Beribadah? Bila Cinta Menyapa 10 Nasihat Ibnul Qayyim Untuk Bersabar Agar Tidak Terjerumus Dalam Lembah Maksiat Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun Di Mana Allah? KIAT-KIAT AGAR TERHINDAR DARI MAKSIAT Nasihat Bagi Muslimah! Cara Memanfaatkan Waktu Mendapatkan Pasangan Yang Shalih Nasihat Kepada Para Gadis Remaja Pertemanan Dalam Islam BERHATI-HATILAH DARI PARA PRIA SERIGALA BERBULU DOMBA (Sebab Mekarmu Hanya Sekali) Kehilangan Kehormatan Yang Berakibat Ketaatan TIPS AGAR KAYA MENURUT AJARAN ISLAM – TIPS MELEPASKAN DIRI DARI KEMISKINAN Ketahuilah wahai hamba Allah… Tidak Semua Majikan Arab Kejam Fenomena TKI di Arab Saudi SAUDARIKU, MAUKAH ENGKAU MENJADI SEORANG RATU? RAHASIA TKW ** UKHTI APAKAH ENGKAU MENGINGINKAN KEBAHAGIAAN ? ** jauhilah penyakit Riya’ dan Gila Popularitas TATA CARA BERTAUBAT (mari bertaubat sebelum terlambat) SEORANG SALAFI TIDAK SOMBONG WALAUPUN KEPADA ANJING (BINATANG) Waspada Teman Buruk (bahayanya berteman dengan orang-orang yang menyimpang dari agama) Zina, Akibat Buruk Dan Bahayanya Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran Kiat Mengenal Calon Tanpa Pacaran Berteman Yes!, Pacaran No! (Nikah: lebih cepat lebih baik) Nggak Virgin Nggak Ok! (bagi yang terlanjur nggak virgin masih tetap belum terlambat untuk bertaubat) Aku Ingin Bertaubat, Tetapi … BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? Pacaran, kuno ? Perbedaan ta’aruf dan pacaran Asmara Aktivis Rohis (CBSA= cinta bersemi sesama aktivis ??) Saat Cinta Terbentur Orang Tua Rayuan Setan Dalam Pacaran SAYANG, HARI INI KITA PUTUS, KU HARAP KAU MENGERTI ! (PASTI BISA) CARA BERTAUBAT DARI PERBUATAN ZINA Bersamamu dalam Naungan Ilmu (Di Atas Sunnah Kita Menikah) Tips Memilih Pasangan Idaman Siapakah Yang Ukhti Pilih Untuk Menjadi Pendamping Hidup? Adakah Pacaran Islami ?! (tentu tidak) Teman dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Beragama Seseorang (Hati-hati memilih teman!) Bila Pacar Meninggalkan Kamu… (karena pacaran itu haram hukumnya) Batasan Pergaulan Antara Pria dan Wanita menurut Syariat Islam

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Save Sex? No Free Sex..!! Maraknya Pacaran Berujung Zina, Kita Punya Tanggung Jawab Dakwah Pacaran? Nggak, Ah! Ada Cinta di Sekolah Taubat, Muara Terindah bagi Seorang Hamba PUTRIKU, PAPA HANYA IJINKAN KAMU MENIKAH, BUKAN BERPACARAN Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!! INDEKS ARTIKEL ISLAM YANG SANGAT BERMANFAAT SURAT UNTUK PARA PEROKOK 13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan 13 Penawar Racun Kemaksiatan ** UKHTI APAKAH ENGKAU MENGINGINKAN KEBAHAGIAAN ** kumpulan kata mutiara – kata-kata motivasi – kata-kata indah – nasehat cinta islami ramadhan kumpulan kata mutiara nasehat islami – kata-kata motivasi nasehat islami – kalimat nasehat dakwah islam INDEKS ARTIKEL-ARTIKEL ISLAM YANG MENARIK DAN SANGAT BERMANFAAT DARI gizanherbal.wordpress.com DAFTAR ARTIKEL YANG MENJELASKAN MENGENAI HARAMNYA MUSIK, TERMASUK MUSIK RELIGI SEMUANYA HARAM DAFTAR ARTIKEL YANG MENJELASKAN MENGENAI HARAMNYA PACARAN , ajakan berpacaran adalah ajakan iblis dan setan, maka jangan tergoda Kalo Ikhwan Nyari ‘Gebetan’ Berteman Yes!, Pacaran No! Jomblo Vs Pacaran Sisi Gelap Pacaran Nikmati Cinta Tanpa Pacaran Pacaran Syari’ah Pacaran? Pikir Lagi, Deh! Pacaran? Norak Bangeet! Pacaran? Huahaha… Kuno! …karena pacaran diajarkan Gantung Valentine! Bubarkan Pacaran! Perkawinan Hambar apakah saya masih virgin? Nikah dengan Orang yang Sama Melakukan Zina di Masa Lalu Menuju Pernikahan Menikah Dulu, Baru Pacaran Malam Pengantin Menyatakan Langsung ke Gadis dan Pacaran, Bolehkah? Ingin Bertobat dari Maksiat Dilema Setelah Zina… Berzinah Ketika Pacaran Bagaimana Kiat-kiat Untuk Membangkitkan Semangat Beribadah? Usaha Yang Ditempuh Untuk Taubat Pacaran Atau Bukan? Pacaran Lagi, Pacaran Lagi… Bergaul dengan Lawan Jenis

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Cara Mendapatkan Jodoh Berdasarkan Koridor Agama Islam Dosa Pacaran Pacaran?! Salahkah Bila Aku Jatuh Hati??? Ta’aruf lewat internet Menikah dan Tentang Dosa Besar masa lalu Memberikan Motivasi Untuk Pasangan Hukum Berpacaran Ingin Putus Dari Pacar Ingin Lepas Dari Kecanduan Zina Mata Cara Agar Bisa Lepas Dari Mantan Pacar Pacaran dan Zina Pacaran dengan Non Muslim Pacaran dalam Islam Menikah Tanpa Pacaran Cinta Sejati: “Pacaran Dulu atau Nikah Dulu?” HUKUM PACARAN MENURUT ISLAM (penjelasan mengenai sebab diharamkannya pacaran) Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang, Sadarlah! Bukan Pria Idaman Obat Ketika Merindukan Si Dia “Sex Before Marriage” Bukan Cinta Sejati Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran Hello world! kata mutiara – kumpulan kata-kata mutiara cinta – kata mutiara islami – kata mutiara bijak – kumpulan fatwa ulama mengenai haramnya KB (pembatasan jumlah anak) Hukum Penghasilan Penyanyi Adalah Haram (?) HUKUM PACARAN MENURUT ISLAM (penjelasan mengenai sebab diharamkannya pacaran) Cara Menghilangkan Derita Cinta Ditolak Haramnya Nyanyian dan Musik Dalam Islam Faedah Menikah di Usia Muda

Tips Memilih Pasangan Hidup
Posted on August 10, 2011 by Situs islam: www.almanhaj.or.id , www.alsofwah.or.id , www.muslim.or.id

Antara memilih dan dipilih. Begitulah sesungguhnya hidup ini. Hal ini dikarenakan kehidupan manusia di dunia ini sering diwarnai sebuah proses pilihan hidup yang saling susul menyusul, yang selalu hadir dalam dua buah kondisi : Memilih ataukah dipilih! Dan salah satu kenyataan hidup yang tak dapat kita hindari adalah keniscayaan untuk memilih calon suami atau istri sebagai pendamping hidupnya di dunia bahkan hingga di akhirat.

Masalah Pertama Yang Harus Diperhatikan.

Mengapa Kita Harus Selektif? Kecermatan memilih pasangan hidup sangat menentukan keberhasilan perjalanan seorang hamba di dunia dan akhirat. warahmah. kecuali dua hal: mendapatkan ketenangan yang membahagiakan rumah tangga atau memperoleh kesengsaraan yang membinasakan. dan wanita-wanita yang baik adalah untk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (QS. Allah berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. An Nuur: 26). mawaddah. Na‟udzubillahi min dzaalik! Akibat Salah Memilih . demikian pula sebaliknya. pemilihan pasangan hidup merupakan pintu gerbang pertama yang harus dilewati secara benar sebelum masuk kepada lembaga keluarga Islami yang sesungguhnya. Ingat! Setelah pernikahan. Adalah menjadi suatu hak dan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah untuk mencari pendamping yang benar-benar akan membuka pintu kebaikan buat dirinya dan mengundang keridhaan dari Rabb-nya dan hal ini hanya dapat dicapai bila diawali proses pemilihan calon pasangan hidup yang selektif. Apalagi mengingat pernikahan merupakan bentuk penyatuan dari dua lawan jenis yang berbeda dalam banyak hal. dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula). sehingga perjalanan selanjutnya menjadi lebih mudah dan indah untuk dilalui. tidak ada pilihan lagi buat kita. keduanya tentu memiliki kebaikan dan keburukan yang tingkatannya juga berbeda satu sama lain. yang dilandasi oleh semangat Islami sebagai dasar terjadinya suatu pernikahan. Karena itu ajaran Islam sangat menekankan system pemilihan pasangan hidup yang berpedoman kepada nilai-nilai Islam.Dalam membentuk sebuah keluarga yang sakinah. Tujuannya agar lelaki yang shalih akan mendapatkan wanita yang shalihah.

merupakan penyebab utama yang melahirkan pernikahan sebatas dorongan nafsu semata. maka wajarlah jika banyak pasangan yang bertikai mereasa kesulitan menyelesaikan permasalahan rumah tangga mereka secara Islami. Tolak ukur pencarian pasangan hidup jarang yang berorientasi pada nilai-nilai agama. Iklim pergaulan di masyarakat kita yang memang cenderung permisif dan belum Islami. banyak pasangan suami istri yang menghadapi kesulitan dan hidupnya malah tidak bahagia. begitu banyak kasus pertikaian di dalam sebuah keluarga. dari sekedar konflik yang berbentuk pertengkaran mulut sampai dengan penganiayaan fisik bahkan pembunuhan. takutlah terhadap wanita jahat karena dia membuat engkau beruban sebelum masanya. Apabila pernikahan terjadi hanya lantaran dorongan nafsu semacam itu. dan berhati-hati dalam memilih pasangan hidup menjadi suatu keharusan bagi kita. lantaran proses pernikahan mereka terjadi begitu saja secara naluriah. Lalu bagaimana mungkin akan kembali kepada Qur‟an dan Sunnah.Akibat salah dalam memilih pasangan hidup. Dewasa ini. Melainkan seringkali hanya sebatas keindahan fisik. Dan takutlah wanita yang tidak baik karena mereka mengajak kamu kepada yang tidak baik. sedangkan mereka dahulunya tidak berangkat dari keduanya? Maka memilih pasangan hidup atas dasar nilai-nilai Islam adalah sikap yang penting. melimpahnya materi dan mulianya status di masyarakat.” (Begitu pula untuk Wanita berhati-hatilah dalam mencari pasangan) Siapa Yang Harus Kita Pilih? Islam telah mengajarkan dengan cermat atas dasar apa kita harus memilih pasangan hidup kita: . yang disebabkan oleh kesalahan langkah awal dalam membentuk rumah tangga. bahkan perceraian dan gonta ganti pasangan menjadi sesuatu yang sudah biasa dilakukan. atau bahkan hanya karena sudah terlanjur cinta yang telah menyebabkan mata hati menjadi buta terhadap kebaikan dan keburukan orang yang dicinta. camkanlah nasehat Luqman Al Hakim berikut ini: “Wahai anakku. tanpa ada landasan nilai-nilai ke-Islaman yang mengawali. dan hendaklah kamu berhati-hati mencari yang baik dari mereka.

bahkan Allah sendiri indah dan menyukai keindahan. Dan di antara semuanya. tetapi pernikahan pun bukan sekedar kesenangan mata belaka. Alangkah indahnya memang bila kesemuanya terkumpul pada diri seseorang hamba Allah. al Bukhari dan Muslim) Maka jelaslah bagi kita bahwa ada empat dasar dalam menentukan siapa yang layak untuk kita pilih menjadi pasangan hidup kita. Baru Yang Lain Yang pertama adalah perihal kekayaan Hal ini memang utama. keelokan. maka beruntunglah ia. Allah tidak akan menambahkannya kecuali kefakiran.“Dinikahi wanita atas dasar empat perkara: karena hartanya. Barangsiapa yang memilih agamanya. Yang kedua adalah keelokan Hal ini juga memang boleh-boleh saja dan menyukai keelokan memang fitrah manusia. Sesungguhnya keelokan merupakan karunia Allah kepada hamba-Nya. bahkan Rasullah saw adalah seorang dermawan yang paling banyak sedekahnya. karena kecantikannya. bahkan Allah mengancam mereka yang menikah semata-mata karena mengharapkan kekayaan dengan kefakiran: ”Barangsiapa yang menikahi wanita karena hartanya. sebaliknya pengabaian bahkan pengingkaran terhadap masalah ini akan menyebabkan fitnah dan kerusakan yang besar bagi para pelakunya. .” (HR.. karena keturunannya. keturunan serta akhlak dan agama. dan k arena agamanya.” (HR. maka akhlak dan agama menjadi jaminan kedamaian dan kebahagiaan. Pilih Yang Taqwa. Karena memang tidak ada keelokan yang berkekalan di dunia yang fana ini. yakhi kekayaan. tetapi pernikahan bukanlah sekedar transaksi perdagangan semata. Ibnu Hibban). yang kelak pasti akan diambil-Nya secara perlahan dengan bertambahnya usia sang hamba.

sebagaimana jawaban Hasan bin Ali ketika ada seseorang yang bertanya. sebab seorang budak wanita yang hitam dan beragama itu lebih utama. Jika lelaki itu mencintainya. Dan ketiga adalah keturunan. Ibnu Hibban) Terakhir yang keempat adalah akhlak dan agama.“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya. Inilah faktor yang paling utama.” Nikahkanlah ia dengan lelaki yang bertaqwa kepada Allah. Akan tetapi nikahilah mereka karena agamanya. “Aku mempunyai anak gadis. dan inilah TAQWA yang sebenarnya!. Akhlak dan agama disini bukanlah sebatas ilmu dan retorika atau banyaknya hapalan di kepala. “Barangsiapa yang menikahi wanita karena keturunannya. maka seakan-akan semakin jelaslah kebahagiaan sebuah rumah tangga telah terbentang dihadapan kita. Ibnu Majah). Demikian pula hal ini juga sesuatu yang utama. Bahkan Allah mengancam mereka yang menikahi seseorang hanya untuk mengejar keturunan. Semakin baik akhlak dan agama seseorang. tetapi pernikahan pun bukan sekedar kebanggaan silsilah yang justru bias membawa kepada penyakit „ashobiyah‟. menurutmu kepada siapa aku harus menikahkannya?” Maka Hasan menjawab. melainkan mencakup ucapan dan perbuatan sebagai cerminan dari hati seseorang yang telah melekat dalam kepribadiannya. yang tidak boleh tidak. sebab harta itu akan membuat dia sombong. karena ia pandai menghormati pasangan hidupnya dan sangat berhati-hati dari menzhaliminya. maka ia akan menghormatinya. Allah tidak akan menambahkan kecuali kerendahan…”(HR. . Betapa beruntungnya menikah dengan hamba yang bertaqwa. sebab kecantikan itu akan lenyap dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya. harus ada pada calon pasangan hidup kita. dan jika marah maka ia tidak akan menzhaliminya.” (HR. dengan memberikan kerendahan bukan kemuliaan.

sedang kau tahu ia baik akhlak dan agamanya lalu kau tolak. jangan sampai niatan kita hanya sekedar mencari kecantikan atau keturunan atau harta saja dengan meninggalkan criteria taqwa. Jika engkau menikahi wanita bukan atas dasar agama dan akhlak. At Tirmidzi). Ibnu Majah) : “Apabila telah dating kepadamu seorang wanita yang agama dan akhlaknya baik maka nikahilah dia. Mempersempit Pilihan Untuk Keutamaan Tidak jarang seseorang dihadapkan pada sekian banyak pilihan pasangan hidup yang dari segi akhlak dan agama sama dan setaraf. apalagi masalah di dalam ketaqwaan seseorang memang .” (HR. maka jadilah fitnah buatmu dan kerusakan yang besar. Akhirnya pernikahan yang ideal sesungguhnya merupakan keseimbangan dari semua faktor tersebut. dengan akhlak dan agama sebagai parameter yang paling penting. Ibnu Hibban). Barangsiapa yang mengawini wanita karena untuk memejamkan pandangannya.Dan sebaliknya penolakan terhadap lelaki atau wanita yang bertaqwa. niscaya Allah memberkahinya. menjaga kemaluannya serta menjalin tali persaudaraan. maka wanita itu akan menjadi fitnah dan menimbulkan kerusakan luas. sehingga tidak ada keberkahan yang akan kita dapatkan dalam rumah tangga kita kelak. Allah tidak akan menambahkannya kecuali kafakiran. bagaikan menolak kebaikan dan menggantinya dengan kerusakan: Simaklah kedua hadits berikut ini: : “Jika datang seorang laki-laki kepadamu (untuk melamar).”(HR. karena itu dalam memilih pasangan hidup.” (HR. “Barangsiapa yang menikahi wanita karena hartanya.

yang menyamakan kedudukan semua hambanya. . seperti pertimbangan akan masalah: usia. Memilih yang penuh kasih sayang dan subur “Nikahilah wanita-wanita yang penuh kasih dan banyak memberikan keturunan (subur) sebab aku akan bangga dengan banyaknya ummat dihari kiamat kelak” (HR. Dan masalah ini. Maka untuk mencari sebuah keutamaan. terkecuali dari ketakwaanya. bahwa tingkat kesamaan sosial ini bukanlah merupakan syarat mutlak dalam sebuah proses pernikahan. Pilihan yang sekufu “Pilihlah wanita-wanita yang akan melahirkan anak-anakmu dan nikahilah wanita yang sekufu (sederajat) dan nikahlah dengan mereka.”(HR.sulit untuk dideteksi dalam waktu yang singkat. Al Hakim. sebab semakin banyak pilihan maka akan semakin sulit bagi kita untuk memilih yang terbaik. adalah semata-mata sebagai tindakan kehati-hatian. Ahmad). sebenarnya merupakan tata cara kebijaksanaan duniawi yang masih bisa disepakati bila ada persetujuan diantara kedua belah pihak. Ada beberapa keutamaan yang bias dipertimbangkan dalam memilih pasangan hidup. Tetapi penting untuk dipahami. karena sesungguhnya hati manusia itu memang sering labil dan mudah berubah-ubah. Dan menurut kacamata agama yang tentunya selalu selaras dengan fitrah dan naluriah seorang insan. garis keturunan. agar kelak tidak ada penyesalan dikemudian hari yang akhirnya bias lebih menyakitkan. kehormatan. dan Al Baihaqi) Al Kafa‟ah merupakan masalah kesesuaian dan kesamaan antara pasangan pernikahan yang dianggap paling mendekati. atau tingkat pendidikan. Para ulama menyarankan agar laki-laki idealnya menikah dengan wanita yang setingkat dengannya atau dibawahnya. pilihan kadang memang perlu dipersempit. 2. profesi. Ibnu Majah. sedangkan seorang wanita sebaiknya menikah dengan laki-laki yang mempunyai tingkatan yang sama atau di atasnya. Kalaupun ia menjadi sebuah pertimbangan. 1. karena Islam sendiri adalah agama tanpa kelas.

3. Ibnu Majah.” (HR. lebih lengkap rahimnya. Memilih para gadis “Nikahilah para gadis sebab ia lebih lembut mulutnya. yang kesemuanya itu dapat memberikan gambaran tentang bagaimana kepribadian dan isi hati yang dimilikinya. perbuatan ataupun tatapan mata. “Janganlah kalian menikahi kerabat dekat. serta memberikan kebahagiaan sendiri bila harus berpergian jauh untuk saling silaturahim. menikahi mereka yang berasal jauh dari keluarga kita akan menambah ikatan kekerabatan dengan orang lain. Kita dapat mengenali apakah seseorang termasuk kriteria ini melalui ucapan. sebab dapat berakibat melahirkan keturunan yang lemah akal dan fisik. atau dari jenis penyakit penghambat keturunan yang diderita dirinya ataupun saudaranya dan keluarganya yang terdekat. dan tidak berfikir untuk menyeleweng. baik dikala ia gembira maupun kecewa. 4. kebencian dan kepalsuan. Sementara itu mereka secara mudahnya dapat kita ketahui dari berapa jumlah saudara atau keluarganya yang terdekat. Memilih kerabat yang jauh Nasihat Rasulullah saw. Al Baihaqi dari Uwaimir bin Saidah) .Hamba yang penuh kasih dan mengasihi adalah hamba yang memiliki nada perasaan (afek) yang halus serta emosi yang terkendali. serta rela dengan apa yang ada di tanganmu. Apakah dipenuhi kelembutan dan kasih sayang? Ataukah dipenuhi kekasaran .” Dan selain untuk menjaga kualitas keturunan dari penyakit bawaan.

dan Workshop Tingkat Nasional.Eduprenership. karena dapat membuat hubungan lebih erat dan menyatu. Walaupun demikian. Semua ini mempunyai kesan dan kenikmatan tersendiri di dalam menambah keindahan rumah tangga. Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama.Pernikahan dengan yang masih gadis lebih utama daripada janda. bahkan bisa jadi lebih utama. Jika mempersempit pilihan berdasarkan anjuran agama demi keutamaan. Wijaya adalah Dosen STMIK Muhammdiyah Jakarta. Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa mempersempit pilihan ini tidaklah sama dengan mempersulit pilihan. Pembicara Seminar. selama pijakannya tetap berpedoman kepada nilai-nilai Islam. bukanlah suatu perbuatan yang bernilai minus di dalam Islam. Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". lebih setia dan menerima. serta lebih sedikit beban mental dan psikologisnya bagi kita. kepuasan dan kesyukuran seorang hamba atas nikmat Allah yang sangat banyak. mereka lebih mudah digoda dan Bercanda serta bersenangsenang. atau yang kurang kesuburannya. keinginan ini bukan suatu kemutlakan yang harus dilakukan apalagi dipaksakan. Father. atau yang masaih memiliki hubungan kerabat dekat. Blogger. atau seorang janda. Trainer. Learning. dan Guru TIK SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs. dan PTK. Fotografer. bila ada alas an yang kuat untuk dilakukan.com. sehingga tiada hari . Mempersempit pilihan bukan mempersulit pilihan Jadi sesungguhnya tidak ada larangan untuk mempersempit pilihan kita dalam rangkan meraih sebuah ketentraman. Jadi sangat jauh berbeda diantara keduanya Jadikan Teman | Kirim Pesan Wijaya Kusumah Teacher. maka mempersulit pilihan merupakan anjuran hawa nafsu demi keangkuhan. menikahi seorang yang dari satu sisi dianggap tidak sekufu. Dalam kondisi-kondisi tertentu. Motivator. gengsi dan kepuasan duniawi belaka. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT.

Dari sanalah kita dapat melakukan pembinaan peserta didik.tanpa menulis di kompasiana. Bertakwa (religious) Para guru harus mampu mengarahkan anak didiknya menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tentu penulis tak akan berpangku tangan saja menghadapi kenyataan ini.. Mulai dari kasus korupsi yang sulit diberantas. kurang pekanya generasi muda terhadap lingkungan sekitar. sampai masalah kediplinan yang semakin payah. Mampu melaksanakan perintah-Nya. Kegiatan seperti tadarus dan sholat berjamaah adalah merupakan contoh dari kegiatan meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Perlu kiranya kita menyatukan langkah untuk menanamkan kembali nilai-nilai dasar pendidikan karakter bangsa. Menurut penulis. . Nilai-nilai dasar pendidikan karakter yang harus diajarkan adalah: •1. dan mampu pula menjauhkan segala larangan-Nya. Sebagai seorang pendidik.. Orang yang bertakwa akan sadar-sesadarnya bahwa dirinya hanya hamba Tuhan yang harus bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukannya di dunia. Nilai-nilai Dasar Pendidikan Karakter Bangsa OPINI | 06 January 2011 | 10:11 3547 13 1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat pendidikan karakter bangsa Belakangan ini kita dibuat menangis dengan hampir runtuhnya karakter bangsa Indonesia. ada 16 nilai-nilai Dasar Pendidikan Karakter bangsa yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan di sekolah-sekolah kita. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Ke-16 nilai dasar itu dapat diintegrasikan dalam berbagai kegiatan akademik dan kesiswaan. Pesan .

Peduli (care) Peserta didik harus dilatih untuk peduli kepada sesama. Banyaknya musibah yang silih berganti di negeri ini. Jujur (honest) Kejujuran saat ini merupakan hal yang langka. Ketika kita mau peduli. Ketika jujur diajarkan di sekolahsekolah kita. Belajar melakukan empati kepada orang lain dengan rasa kepedulian yang tinggi. Tentu karakter kesopanan harus diperlihatkan dan dijunjung tinggi. Dengan berlaku sopan orang lain akan segan kepada kita. Mampu mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya dan berani menanggung segala resiko dari apa yang telah diperbuatnya. Rasa tanggung jawab ini harus ada dalam diri para peserta didik kita. Kerja keras (Hard work) . •4. Timbulnya korupsi. Seringkali kita melihat karkater anak sekolahan yang kurang sopan. dengan demikian dia kan terbiasa disiplin dalam kehidupannya. baik musibah bencana alam maupun bencana lainnya harus membuat kita semakin peduli dengan bangsa sendiri. Terutama kepada mereka yang telah lebih tua daripadanya. •7. dan dicontohkan bagaimana cara berlaku sopan kepada orang lain. Sioswa harus diajarkan disiplin. Baik dalam berbicara mamupun bertindak. Karakter sopan ini harus dilatihkan kepada peserta didik. Contoh yang paling mudaha adalah tepat waktu. Berdisiplin (dicipline) Para guru harus mampu menamkan disiplin yang tinggi kepada para peserta didiknya. Budaya tepat waktu harus ditegakkan. •3. Sopan (polite) Mampu berperilaku sopan adalah dambaan setiap insan. maka saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akan terbantu. Kedisiplinan harus dimulai pada saat masuk sekolah. Para guru harus mampu memberikan contoh kepada para peserta didiknya untuk mampu berlaku jujur. •6. dan nepotisme adalah akibat dari karakter jujur yang kurang terpelihara dengan baik. kolusi. Kebiasaan jujur ini jelas harus menjadi fokus utama dalam pendidikan di sekolah. Di situlah akhirnya jiwa kepedulian kita teruji. Kegiatan seperti pentas seni adalah merupakan salah satu bentuk dimana siswa atau peserta didik diberi tanggung jawab dalam mengelola sebuah kegiatan seni.•2. Hal inilah yang harus kita rubah dalam pendidikan karakter bangsa. •5. Bertanggung jawab (responsible) Para guru harus mampu mengajak para peserta didiknya untuk menjadi manusia yang bertanggungjawab. Siapa yang terlambat datang ke sekolah harus terkena sanksi atau hukuman sesuai dengan peraturan tata tertib yang berlakuk di sekolah. Sebab kejujuran telah menjadi barang langka di negeri ini. maka para peserta didik tak akan berani berbohong karena telah terbiasa jujur. Siswa harus dididik untuk mampu tepat waktu.

Toleransi antar umat beragama adalah salah satu bentuk toleransi yang paling jelas terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Sikap yang baik (good attitude) Peserta didik harus memiliki sikap yang baik. •12. Tentu sebagai guru kita dituntut untuk mampu mengarahkan rasa ingin tahu mereka kearah hal-hal yang positif seperti rasa ingin tahu mereka tentang bumi dan antariksa yang ilmunya terus berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi. Orang yang senang bekerja keras pastilah akan menuai kesuksesan dari apa yang telah dikerjakannya. Semangat Kebangsaan (Nationality Spirit) . Dengan begitu orang lain akan menaruh hormat kepadanya karena sikapnya yang baik. Dengan begitu kerja keras yang dilakukannya akan bernilai ibadah di mata Tuhan pemilik langit dan bumi. Rasa ingin tahu ini harus terus dimotivasi agar para peserta didik kita mampu juga meneliti di usia remaja. Toleransi harus dipupuk sejak dini. •8. Mandiri (independent) Anak yang terbiasa mandiri biasanya akan jauh lebih berhasil hidupnya daripada anak yang kurang mandiri. agama. •9. dan tuntas. Dengan sikap yang baik akan terlihat karakter dari peserta didik tersebut.Peserta didik harus dilatih untuk mampu bekerja keras. Ajarkan peserta didik kita agar mampu kreatif dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Anak kreatif tidak lahir begitu saja. Guru kreatif akan menghasilkan peserta didik yang kreatif pula. apalagi kepada hal-hal yang bernuansa Suku. Dengan begitu dia telah terbiasa menciptakan sesuatu yang baru. •10. Bukan hanya mampu bekerja keras. Rasa Ingin Tahu (curiosty) Setiap anak pasti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. tetapi juga mampu bekerja cerdas. tetapi juga mampu membawa dirinya untuk tidak bergantung penuh kepada orang lain. Ras. Sikap yang baik kepada orang lain harus dicontohkan oleh guru kepada para peserta didiknya. Oleh karenanya sikap yang baik harus diajarkan para guru dalam pendidikan karakter di sekolah. dan antar golongan (SARA). ikhlas. Kreatif (Creative) Peserta didik harus diajarkan agar mampu kreatif. Bila peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dia lahir dari proses pendidikan yang berkelanjutan. Mandiri bukan hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Perilaku orang dapat dilihat dari sikap baik yang dimunculkannya. Orang yang bekerja keras pasti mampu meujudkan impiannya menjadi kenyataan. amak itu adalah modal dasar untuk menjadi seorang ilmuwan muda dan kaya. •13. •11. Kemandirian harus ditanamkan kepada para peserta didik kita bila ingin anak menjadi mandiri. Toleransi (tolerate) Peserta didik harus dilatih agar mampu bertoleransi dengan baik kepada orang lain. Perlu tolerasi yang tinggi agar mampu memahami kalau kita berbeda tetapi hakekatnya tetap satu juga.

Dengan begitu ada penghargaan yang diberikan olehnya kepada orang lain. Persahabatan bagai kepompong yang akan mengubah ulat menjadi kupu-kupu. para pemain dan penonton dituntut harus memiliki semangat kebangsaan yang tinggi. •16. Dengan begitu akan ada rasa bangga kepada bangsanya sendiri. Bersahabat adalah karakter penting yang harus dimiliki oleh para peserta didik. berintegrasi yang tinggi dan cerdas dalam melihat perkembangan sejarah bangsa . Bersahabat (Friendly) Ketika peserta didik sudah terbiasa bersahabat. •15. maka akan terasalah pentingnya sebuah persahabatan. Mengharagai pendapat orang lain adalah salah satu contoh dari karakter saling menghargai sesama. Demikianlah nilai-nilai dasar pendidikan karakter bangsa yang dapat diterapkan di sekolahsekolah kita. Kita semua bersaudara dan tidak selayaknya kita saling bertengkar. Dengan begitu akan semakin dekatlah hati kita masing-masing. Bila kita saling bersahabat. Kita harus memupuk rasa persaudaraan yang tinggi. Cinta mencintai antar sesama anak manusia. maka kita akan melawannya dengan gagah perkasa karena kita lebih mencintai bangsa sendiri. •14. Cinta damai (Peace Ful) Peserta didik harus cintai damai. Contoh yang paling mudah dari semangat kebangsaan adalah sepakbola. Dengan permainan sepakbola. Menghargai (Respect) Peserta didik harus mampu menghargai hasil karya orang lain yang dilihatnya. Semoga kita semua dapat menyiapkan para generasi penerus bangsa menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter yang penulis jabarkan di atas serta mempunyai kemampuan intektual yang tinggi. Kita cinta damai. Sungguh indahnya sebuah persahabatan. maka kita akan semakin dekat dan akrab. Siapa saja bangsa yang mengusik kemerdekaan kita. Saling menghargai merupakan cerminan budaya bangsa yang harus dilestarikan secara turuh temurun.Para peserta didik harus didorong memiliki semangat kebangsaan. tepai kita pun cinta kemerdekaan. Kita pun berharap akan muncul pemimpin masa depan yang berkarakter. Apalagi bila kita bermain di negeri orang lain.