PENGERTIAN ETIKA

Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini : - Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. - Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. - Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat

diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya
Norma-norma itu dapat dipertahankan melalui sanksi-sanksi, yaitu berupa ancaman hukuman terhadap siapa yang telah melanggarnya. Tetapi dalam kehidupan masyarakat yang terikat oleh peraturan hidup yang disebut norma, tanpa atau dikenakan sanksi atas pelanggaran, bila seseorang melanggar suatu norma, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat dan sifatnya suatu pelanggaran yang terjadi, misalnya sebagai berikut:

Semestinya tahu aturan tidak akan berbicara sambil menghisap rokok di hadapan tamu atau orang yang dihormatinya, dan sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap tidak sopan walaupun merokok itu tidak dilarang.Seseorang tamu yang hendak pulang, menurut tata krama harus diantar sampai di muka pintu rumah atau kantor, bila tidak maka sanksinya hanya berupa celaan karena dianggap sombong dan tidak menghormati tamunya.

Mengangkat gagang telepon setelah di ujung bunyi ke tiga kalinya serta mengucapkan salam, dan jika mengangkat telepon sedang berdering dengan kasar, maka sanksinya dianggap “intrupsi” adalah menunjukkan ketidaksenangan yang tidak sopan dan tidak menghormati si penelepon atau orang yang ada disekitarnya.

Orang yang mencuri barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya, maka sanksinya cukup berat dan bersangkutan dikenakan sanksi hukuman, baik hukuman pidana penjara maupun perdata (ganti rugi). Kemudian norma tersebut dalam pergaulan hidup terdapat empat (4) kaedah atau norma, yaitu norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hukum . Dalam pelaksanaannya, terbagi lagi menjadi norma-norma umum (non hukum) dan norma hukum, pemberlakuan normanorma itu dalam aspek kehidupan dapat digolongkan ke dalam dua macam kaidah, sebagai berikut: 1. Aspek kehidupan pribadi (individual) meliputi:

Kaidah kepercayaan untuk mencapai kesucian hidup pribadi atau kehidupan yang beriman.

Kehidupan kesusilaan, nilai moral, dan etika yang tertuju pada kebaikan hidup pribadi demi tercapainya kesucian hati nu-rani yang berakhlak berbudi luhur (akhlakul kharimah). 2. Aspek kehidupan antar pribadi (bermasyarakat) meliputi:

Kaidah atau norma-norma sopan-santun, tata krama dan etiketdalam pergaulan sehari-hari dalam bermasyarakat (pleasantliving together).

Kaidah-kaidah hukum yang tertuju kepada terciptanya ketertiban, kedamaian dan keadilan dalam kehidupan bersama atau bermasyarakat yang penuh dengan kepastian atau ketenteraman (peaceful living together).Sedangkan masalah norma non hukum adalah masalah yang cukup penting dan selanjutnya akan dibahas secara lebih luas mengenai kode perilaku dan kode profesi Humas/PR, yaitu seperti nilai-nilai moral, etika, etis, etiket, tata krama dalam pergaulan sosial atau bermasyarakat, sebagai nilai aturan yang telah disepakati bersama, dihormati, wajib dipatuhi dan ditaati. Norma moral tersebut tidak akan dipakai untuk menilai seorang dokter ketika mengobati pasiennya, atau dosen dalam menyampaikan materi kuliah terhadap para mahasiswanya, melainkan untuk menilai bagaimana sebagai profesional tersebut menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik sebagai manusia yang berbudi luhur, juiur, bermoral, penuh integritas dan bertanggung jawab.Terlepas dari mereka sebagai profesional tersebut jitu atau tidak dalam memberikan obat sebagai penyembuhnya, atau metodologi dan keterampilan dalam memberikan bahan kuliah dengan tepat. Dalam hal ini yang ditekankan adalah “sikap atau perilaku” mereka dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai profesional yang diembannya untuk saling menghargai sesama atau kehidupan manusia. Pada akhirnya nilai moral, etika, kode perilaku dan kode etik standard profesi adalah memberikan jalan, pedoman, tolok ukur dan acuan untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang akan dilakukan dalam berbagai situasi dan kondisi tertentu dalam memberikan pelayanan profesi atau keahliannya masingmasing. Pengambilan keputusan etis atau etik, merupakan aspek kompetensi dari perilaku moral sebagai seorang profesional yang telah memperhitungkan konsekuensinya, secara matang baik-buruknya akibat yang ditimbulkan dari tindakannya itu secara obyektif, dan sekaligus memiliki tanggung jawab atau integritas yang tinggi. Kode etik profesi dibentuk dan disepakati oleh para profesional tersebut bukanlah ditujukan untuk melindungi kepentingan individual (subyektif), tetapi lebih ditekankan kepada kepentingan yang lebih luas (obyektif).
Etiket

Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan, padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda, walaupun ada persamaannya. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores), sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal. Persamaannya adalah mengenai perilaku manusia secara normatif yang etis. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu yaitu bagaimana seharusnya seseorang itu melakukan perbuatan dan

tidak melakukan sesuatu perbuatan.Istilah etiket berasal dariEt iq u e tt e (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi, pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi, seperti cara berpakaian (tata busana), cara duduk, cara bersalaman, cara berbicara, dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.Definisi etiket, menurut para pakar ada beberapa pengertian, yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam

bertingkah lake sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.Menurut K. Bertens, dalam buku berjudul Etika, 1994. yaitu selain ada persamaannya, dan juga ada empat perbedaan antara etika dan etiket, yaitu secara umumnya sebagai berikut:

1.Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai
pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.Etiket adalah menetapkan cara, untuk melakukan perbuatan benar sesuai dengan yang diharapkan.

2.Etika adalah nurani (bathiniah), bagaimana harus bersikap etis dan baik
yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya.Etiket adalah formalitas (lahiriah), tampak dari sikap luarnya penuh dengan sopan santun dan kebaikan. 3.Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dany a n g salah harus mendapat sanksi.Etiket bersifat relatif, yaitu yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan daerah tertentu, tetapi belum tentu di tempat daerah lainnya.

4.Etika berlakunya, tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang
hadir.Etiket hanya berlaku, jika ada orang lain yang hadir, dan jika tidak ada orang lain maka etiket itu tidak berlaku. (dari berbagai sumber)

http://asyilla.wordpress.com/2007/06/30/pengertian-etika/

Sunday, March 19, 2006
ETIKA PROFESI DAN TANGGUNG JAWAB PROFESI
Diposting oleh Y0u_N13 pada 3/19/2006 06:21:00 PM
Pengertian Profesi dan Pelaksanaan Profesi

Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksaan, dan penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Adapun hal yang perlu diperhatikan oleh para pelaksana profesi.
1. Etika Profesi

Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek). Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Akan tetapi tanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi, profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorang dibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasil mengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hak pencipta atas program yang dikomesikan itu. Sehingga perlu pemahaman atas etika profesi dengan memahami kode etik profesi.
2. Kode Etik Profesi

Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi :

Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalanggan social).

Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.
3. Penyalahgunaan Profesi

Dalam bidang computer sering terjadi penyalahgunaan profesi contohnya penjahat berdasi yaitu orang-orang yang menyalahgunakan profesinya dengan cara penipuan kartu kredit, cek, kejahatan dalam bidang komputer lainnya yang biasa disebut Cracker dan bukan Hacker, sebab Hacker adalah Membangun sedangkan Cracker Merusak. Hal ini terbukti bahwa Indonesia merupakan kejahatan komputer di dunia diurutan 2 setelah Ukraine. Maka dari itu banyak orang yang mempunyai profesi tetapi tidak tahu ataupun tidak sadar bahwa ada kode Etik tertentu dalam profesi yang mereka miliki, dan mereka tidak lagi bertujuan untuk menolong kepentingan masyarakat, tapi sebaliknya masyarakat merasa dirugikan oleh orang yang menyalahgunakan profesi.

4. Kesimpu lan

Kesadara n itu penting dan lebih .

penting lagi kesadara n itu .

timbul dari Diri kita masing - .

masing yang sebentar lagi akan .

menjadi pelaksan a profesi di bidang .

kompute r disetiap tempat kita .

bekerja. dan selalu memaha .

mi dengan baik atas Etika .

Profesi yang memban gun dan .

bukan untuk merugik .

an orang lain. sesama manusia. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Latar Belakang Masalah 2. dan alam. . yang menyangkut peri kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan.2 Pengertian Etika Etika adalah suatu ajaran yang berbicara tentang baik dan buruknya yang menjadi ukuran baik buruknya atau dengan istilah lain ajaran tenatang kebaikan dan keburukan.

ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).2000).Bertens. 3. cara berpikir. Malaikat malaikat Nya. padang rumput. 1988 – mengutip dari Bertens 2000). kepada Allah. kandang. Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Sedangkan kata „etika‟ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. 2. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Jadi.Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.watak. orang yang tidak percaya. 2. Kitab kitabnya. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata „etika‟ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata „etika‟ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan „nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‟. Jadi arti kata „etika‟ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. sikap. akhlak. mempunyai arti : 1. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa. secara etimologis (asal usul kata). sejak 1953 – mengutip dari Bertens. 2000). etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”.3 Pengertian Kafir Kafir secara garis besar bisa diartikan sebagai orang yang menutup dirinya dari kebenaran. perasaan. Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Bentuk tunggal kata „etika‟ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. kebiasaan/adat. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. dan . Rasul Rasul Nya.

meninggalkan amal soleh yang diperintahkan Allah (QS. 30:34). 4. QS.14:22). Dan semoga setelah paham betul akan pengertian kafir tersebut kita bisa menjaga diri agar tidak termasuk dalam golongan kafir..hari kiamat. 3. 2. karena ada juga yang mendefinisikan kafir sebagai orang yang meninggalkan amal sholeh yang diperintahkan Allah." Pengertian 'kafir' tentunya sangatlah luas. Hal ini tercermin pada sejarah Islam periode Madinah (masyarakat Madani) dimana Muslim nonMuslim dpt hidup berdampingan secara damai dalam kepemimpinan Muhammad SAW. 30:44).4 Ayat dan Hadist yang berhubungan Sebenarnya banyak sekali ayat dan hadist tentang orang kafir berikut diantaranya:  . Kafir berasal dari kata "kafaro" yang artinya tertutup. maka dia kafir.16:55. dia adalah fasik dan membunuh orang muslim adalah kafir"wallahu a'lam. Siapa yang membenci bapaknya. karena kita tidak boleh sembarangan menunjuk orang lain sebagai kafir. barangkali ada yang mau menjelaskan secara lebih mendalam pengertian dan seputar kafir setelah dikembalikan pada Al Quran dan Hadist? Tapi dimohon dengan sangat jangan menunjuk orang atau golongan tertentu. Ada orang kafir yang memang tidak mengakui Allah sbg rab. Dalam Al-Qur’an secara umum kafir berarti: 1.44).tapi ada juga orang Islam yang di jatuhi hukum kafir. Thread ini hanya sebagai instropeksi aja.contonya : hadis rasulullah "barang siapa yang menfitnah. Hmm. Ada juga hadist Muslim yang menyebutkan : " Janganlah kamu membenci bapakmu. 2. Kafir (non-Muslim) dalam perspektif negara Islam menurut Ibnu Arabi tetaplah harus dijamin hak dan kewajibannya sebagai warga negara. lari dari tanggung jawab (QS. mengingkari nikmat-nikmat Tuhan dan tidak berterima kasih kepada-Nya (QS.menolak. 5.kerana amalnya. pengertianya:hati manusia yang tertutup atau menolak kebenaran yang hakiki berasal dari Allah dan rasulnya. menolak hukum Allah (QS.

Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya firman Allah Al-‘Azîz Al-Hakîm : 1 Dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam “Al Libaas” bab tentang libaasu sy syuhroti: (4033). maka ia termasuk kaum tersebut”. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. dan oleh Ahmad:(5232) dari hadis Ibnu Umar rodhiyallaahu‟anhumaa. 4. dan oleh Al Albani dalam “Al Irwaa`”: (1269) . 1  Artinya: 1. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 6. dan untukkulah.” 2. 5. penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Kafir seperti ini tidak boleh dibunuh selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada mereka. agamaku. yaitu orang kafir yang membayar jizyah (upeti) yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin.5 Pembagian Kafir Kafir dalam syari’at Islam terbagi empat : -Pertama : Kafir dzimmy. pelindung. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. untukmu agamamu. 3. Dan dishahihkan oleh Al „Irooqiy dalam “Takhrriju l ihyaa`”: (1/359). [Ali „Imrân/3: 28]  “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum. pemimpin. 2. dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam “Fathu l Baariy”: (10/288). aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.Artinya: Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab.

serulah mereka kepada Islam apabila mereka menerima maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka. apabila mereka menolak maka mintalah jizyah (upeti) dari mereka dan apabila mereka memberi maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka. maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya . Kedua : Kafir mu’ahad. patuh)”. (QS. (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka. bunuhlah siapa yang kafir kepada Allah. “Maka selama mereka berlaku istiqomah terhadap kalian. Allah Jalla Dzikruhu berfirman. AtTaubah : 7). At-Taubah : 29). Dan dalam hadits Buraidah radhiyallahu ‘anhu. Dan kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. apabila mereka menolak maka mintalah pertolongan kepada Allah kemudian perangi mereka”. rendah. (QS. apa saja yang mereka jawab dari tiga perkara itu maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka . berperanglah kalian dan jangan mencuri harta rampasan perang dan janganlah mengkhianati janji dan janganlah melakukan tamtsîl (mencincang atau merusak mayat) dan janganlah membunuh anak kecil dan apabila engkau berjumpa dengan musuhmu dari kaum musyrikin dakwailah mereka kepada tiga perkara. beliau berkata. hendaklah kalian berlaku istiqomah (pula) terhadap mereka. Dan Allah berfirman. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. Dan dalam hadits Al-Mughîroh bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu. yaitu orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. ‫كبٌَ زسُْٕ ل هللاِ صهَّٗ هللا ُ عهَيّ ٔآنِّ ٔسهَّى إِذا أَيس أَييسًا عهَٗ جيْش أَْٔ سسيَّت أَْٔ صبِ ُ فِي خَبصخِّ بِخَقٕٖ هللاِ ٔيٍ يعُّ يٍ انًسهًِيٍَ خيسًا ثُى قَبل‬ ُ َ َ َ ْ ِ َ َّ َ َ َ َ ِ َ ِ ْ َ ٍ ِ َ َ َّ ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ ْ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ َّ ٍ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ِ َ َّ ُ َ ْ َ ْ ‫أُغصْٔ ا بِبسْى هللاِ فِي سبِيم هللاِ قَبحِهُْٕ ا يٍ كفَس بِبهللِ أُغصْٔ ا ٔالَ حَغهُّْٕ ا ٔالَ حَغدزُْٔ ا ٔالَ حًُثِّهُْٕ ا ٔالَ حَقخُهُْٕ ا ٔنِيدًا ٔإِذا نَقِيْجَ عدٔك يٍَ انًشسكي‬ ٍَ َ ِ َ َ َ ِ ِ َ َ‫فَبدعُٓى إِنَٗ ثَالَد خصبل فَأَيَّخٍُُٓ يب أَجببُْٕ ك فَبقبَمْ يُُٓى ٔكف عُُٓى ثُى ادعُٓى إِنَٗ السالَو فَئٌِ أَجببُْٕ ك فَبقبَمْ يُُٓى ٔكف عُُٓى فَئٌِ ُْى أ‬ ْ ْ ْ َ َّ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِْ َّ ُ ْ َّ ْ ْ َ َّ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ُ ْ ‫ْ بَْٕ ا‬ َ ْ َ َ ْ ٍ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ ْ ‫فَس ْهُٓى انجصيَتَ فَئٌِ ُْى أَجببُْٕ ك فَبقبَمْ يُُٓى ٔكف عُُٓى فَئٌِ ُْى أَبَْٕ ا فَبسخَعٍ بِبهللِ ٔقَبحِ ْهُٓى‬ ْ ْ ْ ْ ْ َ َّ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ ْ َ “Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam apabila beliau mengangkat amir/pimpinan pasukan beliau memberikan wasiat khusus untuknya supaya bertakwa kepada Allah dan (berwasiat pada) orang-orang yang bersamanya dengan kebaikan.“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah). “Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi dari kalian sesuatu pun (dari isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian. sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan shôgirun (hina. ْ ِ ْ ُّ َ َ‫أَيسََب زسُْٕ ل زبَُِّب صهَّٗ هللاُ عهَيّ ٔآنِّ ٔسهَّى أٌَ َُقَبحِهَكى حخَّٗ حَعبُدْٔ ا هللاَ ٔحْ دُِ أَْٔ حُؤدْٔ ا انجصيَت‬ ْ َ َ َ ِ َ ِْ َ ُ ْ َ َ َ ُْ َ َ ُ َ َ َ “Kami diperintah oleh Rasul Rabb kami shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayar Jizyah”. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. Kemudian beliau berkata : “Berperanglah kalian di jalan Allah dengan nama Allah.

(QS.sampai batas waktunya.” Ketiga : Kafir musta’man. karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya. atau jaminan keamanan dari seorang muslim. maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu. AtTaubah : 4). Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berpendapat bahwa kata Mu’ahad dalam hadits di atas mempunyai cakupan yang lebih luas. membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya. At-Taubah : 6).” (QS. ‫ذيتُ انًسهًِيٍَ ٔاحدةٌ يَسعٗ بَِٓب أَدََبُْى‬ ْ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ َّ ِ “Dzimmah (janji. baik dengan akad jizyah. perjanjian dari penguasa. ِْ ‫يٍ قَخَم يعبَْدًا نَى يَسحْ زائِحتَ انجَُّت ٔإٌِ زيحَٓب حُْٕ جد يٍ يسيسة أَزْ بَعيٍَ عَبيب‬ َ ْ ِ َّ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ َُ َ ْ َ َِ ِْ َ ْ ِ َُ ً “Siapa yang membunuh kafir Mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. siapa yang menzholimi seorang mu’ahad. jaminan keamanan dan tanggung jawab) kaum muslimin itu satu. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”.” Dan Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. (QS. Dan Allah Jallat ‘Azhomatuhu menegaskan dalam firman-Nya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. “Dan jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka. dan mereka mencerca agama kalian. َ ‫أَال يٍ ظَهَى يعبَْدًا، أَٔ اَخَقَصُّ، أَْٔ كهَّفَُّ فَْٕ ق طَبقَخِّ، أَْٔ أَخر يُُّ شيئًب بِغيْس طيب ََفْس، فَأَََب حجيجُّ يَْٕ و انقِيَبيت‬ ُ ِْ َ َ َ ْ ِ َُ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِْ ِ َ َْ ِْ َ َ ِ ٍ “Ingatlah. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan. karena mereka itu tidak beriman. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam berpesan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. AL-Anfal : 55-56) Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda. sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya. “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir. diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)”. merendahkannya. dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya). (QS. Dan dalam hadits ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata. . At-Taubah : 12). agar supaya mereka berhenti”. “Dan yang diinginkan dengan (Mu’ahad) adalah setiap yang mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin. “Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji. maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat. Dan Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan. maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah. yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin.

Dan dari ulama masa kini seperti Syaikh Ibnu Baz (w. Syaikh Sholih Al-Fauzan. dan bahwa para pemeluk semua agama adalah kafir. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (w. yaitu kafir dzimmi. bahwa tiga kafir di atas. kecil dan besar.” Dan berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimîn rahimahullah. mu’ahad dan musta`man adalah termasuk jiwa yang diharamkan untuk dibunuh sebagaimana yang telah lalu. Al-An’am : 151) Berkata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy rahimahullah. dan (jiwa) kafir yang terlindung dengan perjanjian dan keterikatan. Dan harus kami tegaskan disini. karena mereka orang-orang Mukmin dan orang-orang Muslim. (kafir) dzimmi.” Dan dalam hadits Ummu Hani` radhiyallahu ‘anha. 1421 H). Ibnul Qayyim dan lain-lainnya.Berkata Imam An-Nawawy rahimahullah : “Yang diinginkan dengan Dzimmah di sini adalah Aman (jaminan keamanan).” 2. 1420 H). yaitu jiwa seorang muslim. “Dan jiwa yang diharamkan oleh Allah adalah jiwa yang terjaga. kecuali pemeluk agama Islam. dan sebagaimana yang ditegaskan dalam firman-Nya. beliau berkata. baik laki-laki dan perempuan. Mereka yakin karena dalildalil berikut: Firman Allah Ta‘ala.” (QS. “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikianlah pembagian orang kafir telah masyhur dalam uraian para ulama seperti Imam Empat. 1424 H) dan lain-lainnya. yaitu kafir selain tiga di atas. "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah. maka siapa yang diberikan kepadanya Aman dari seorang muslim maka haram atas (muslim) yang lainnya mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam Amannya. 1420 H). Maknanya bahwa Aman kaum muslimin kepada orang kafir itu adalah sah (diakui). “Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani`”. ْ ‫يَب زسُْٕ ل هللاِ شعى ابٍُْ أُيي أَََُّّ قَبحِم زجالً قَد أَجسْ حُُّ فَالٌََ بٍَ ُْبَيسةَ فَقَبل زسُْٕ ل هللاِ صهَّٗ هللاُ عهَيّ ٔآنِّ ٔسهَّى قَد أَجسْ ََب يٍ أَجسْ ث يَب أُو َْبَِئ‬ ُ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ ِْ َ َ َ ْ َ ْ ُ َ ٌ ْ ِّ َ َ َّ ِ َ ْ َ ََ َ ٍ “Wahai Rasulullah anak ibuku (yaitu ‘Ali bin Abi Tholib. Syaikh Al-Albany (w. “Dan firman-Nya “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar” dia adalah jiwa muslim.5 Etika Terhadap Orang Kafir Orang Muslim meyakini bahwa seluruh agama adalah batil kecuali agama Islam yang merupakan agama yang benar. Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy (w. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda." (Ali Imran: 19). Dan bagi siapa yang menelaah buku-buku fiqih dari berbagai madzhab akan menemukan benarnya pembagian ini tanpa perselisihan. Kafir jenis inilah yang disyari’atkan untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam. . 1422 H).” Keempat : Kafir harby. mu’ahad dan mus`tamin.-pent) menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah. Syaikh ‘Abdullah Al-Bassam (w.

Untuk itu. "Janganlah orang-orang Mukminin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mukminin. karena kebencian-Nya kepadanya. Oleh karena itu. Berbuat adil terhadapnya. dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku."Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. orang Muslim mengetahui bahwa semua agama sebelum Islam telah dihapus dengan Islam. "Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri kalian. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta‘ala membolehkan berbuat adil. 2. sebab cinta dan benci itu harus karena-Nya. 3. karena mereka . sekalipun orang-orang itu bapak-bapak. dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagi kalian. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. maka orang Muslim pun membenci orang kafir. dan tidak meridhai Syariat selain Syariat Islam. selagi Allah Azza wa Jalla membencinya karena kekafirannya. 4. Dengan dalil-dalil Ilahi yang benar di atas. kecuali orang-orang kafir yang wajib diperangi. Pada ayat yang mulia di atas. ia menerapkan etika-etika berikut terhadap orang kafir: 1. Benci kepada orang kafir karena kebencian Allah Ta‘ala kepadanya. "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian. dan berbuat baik kepadanya jika ia bukan orang kafir yang harus diperangi. dan tidak meridhainya. Tidak memberikan loyalitas dan kasih sayang kepadanya. dan berbuat baik kepada orang-orang kafir. Dari sinilah." (Al-Mujadilah: 22). Allah Ta‘ala tidak menerima agama selain Islam dari siapa pun." (Ali Imran: 85). atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (Al-Mumtahanah: 8). Oleh karena itu." (Ali Imran: 28). karena meridhai kekafiran adalah kekafiran. Tidak mengakui kekafirannya." (Al-Maidah: 3). karena dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala. orang Muslim menyadari bahwa siapa saja yang tidak menyembah Allah Ta‘ala dengan agama Islam ia orang kafir. dan bahwa Islam adalah agama seluruh manusia. karena Allah Ta‘ala berfirman.

dan memakan makanan yang dihidangkan kepada beliau. 8." (Diriwayatkan Muslim). Dikisahkan dengan shahih bahwa Rasulullah saw. Tidak mengganggu harta. mengobatinya jika ia sakit. "Makanan orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagi kalian. Tidak menikahkan wanita Mukminah dengannya. Hadits ini shahih). memberinya minum jika ia kehausan.. Oleh karena itu." (Diriwayatkan Muslim). dan boleh menikahi wanita-wanita kafir dan Ahli Kitab." (Diriwayatkan Ath-Thabrani dan Al-Hakim. dan memakan hadiahnya jika ia Ahli Kitab orang Yahudi. dan orang Kristen. diundang makan oleh orang Yahudi Madinah." (Al Maidah: 5). dan kehormatannya. "Mereka (wanita-wanita Mukminah) tersebut tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. ." (Diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala. menyelamatkannya dan kebinasaan. Menyayanginya dengan kasih sayang umum dengan memberinya makan jika ia lapar. kalian jangan saling menzhalimi'. jika ia bukan termasuk orang yang wajib diperangi. 5. dan Aku mengharamkannya terhadap kalian. berdasarkan dalil-dalil berikut: Allah Ta'ala melarang pernikahan wanita Mukminah dengan orang kafir secara mutlak dalam firman-Nya. Ia boleh memberinya hadiah. "Barangsiapa menyakiti orang kafir dzimmi. menerima hadiahnya. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. 7. ‘Hai hamba-hamba-Ku." (Al-Mumtahanah: 10).mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri dalam ketentuan orang-orang yang wajib diperangi. darah. "Pada setiap orang yang mempunyai hati yang basah terdapat pahala.. maka Aku menjadi lawannya pada hari kiamat. Hadits ini shahih). dan menjauhkan gangguan daripadanya. kemudian beliau memenuhi undangannya. 6. "Sayangilah orang yang ada di bumi niscaya engkau disayangi siapa yang ada di langit. sesungguhnya Aku haramkan kezhaliman atas Diri-Ku. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. "Allah Ta‘ala berfirman.

" (Muttafaq Alaih). dan cukurlah kumis. dan jika orang kafir mengucapkan salam kepadanya. "Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu. maka mendorongnya ke jalan yang paling sempit baginya. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. . panjangkan jenggot. dan tidak menirunya dalam hal-hal yang tidak penting." Karena Rasulullah pernah bersin di samping orang orang Yahudi." 10. Hadits ini hasan). dan berbeda dengannya dalam pakaian. karena mengharap mereka berkata. misalnya memanjangkan jenggotnya jika ia tidak memanjangkannya. mengecatnya jika ia tidak mengecatnya. "Wa'alaikum (juga atas kalian)"." (Al-Baqarah: 221). ia menjawabnya dengan mengatakan. bila kalian telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya." kemudian beliau mendoakan balik. Karena Rasulullah bersabda. 11. "Semoga Allah merahmatimu. Jika kalian bertemu dengan salah seorang dari mereka di jalan. "Hendaklah kalian berbeda dan orang-orang musyrik. Tampil beda dengannya. "(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanitawanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kalian. "Janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan orangorang Kristen.. atau kopiah. Mendoakannya jika ia bersin dengan memuji Allah dan berkata. "Dan barangsiapa meniru satu kaum. dan memperbaiki urusan kalian. "Semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian. ‘Wa‘alaikum' (juga atas kalian)."Dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman." (Diriwayatkan Abu Daud dan AthThabrani. "Jika orang-orang Ahli Kitab mengucapkan salam kepada kalian. Allah Ta‘ala membolehkan seorang Muslim menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dalam firman-Nya." (Muttafaq Alaih)." (Al-Maidah: 5). 9. karena Rasulullah bersabda. ia termasuk mereka." (Muttafaq Alaih). maka katakan kepada mereka. dan memperbaiki urusanmu. Menyempitkan ruang geraknya jika bertemu dengannya di salah satu jalan ke jalan yang paling sempit. 12. tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundikgundik. Tidak memulai ucapan salam kepadanya.

PENGERTIAN ETIKA . Sedang mewamainya dengan warna hitam dilarang Rasulullah saw. Dapat menjaga hubungan kita dengan orang kafiragar tidak terlalu jauh hubungan kita.6 Hikmah Berakhlak Terhadap Orang Kafir Sesuatu yang diciptakan oleh Allah pasti ada hikmahnya. "Rubahlah ini (rambut putih) dan tinggalkan warna hitam. bahwa beliau bersabda. atau merah. Agar kita mengetahui tentang larangan menikah dengan orang kafir." (Diriwayatkan Al-Bukhari). atau rambut dengan warna kuning. ia termasuk mereka." (Diriwayatkan Muslim). dan ketertiban beragama sehingga terjadi kedamaian. 2. Maksudnya mewarna jenggot. 6. kenyamanan. 4. Ini akan mencerminkan toleransi dalam Islam. Hikmahnya antara lain: 1. Memupuk sikap tenggang rasa dan toleransiantar umat. Seuai dengan perintah rasulullah yang berbunyi: "Dan barangsiapa meniru satu kaum." (Muttafaq Alaih). Agar terjadi keamanan. 2. karena Imam Muslim meriwayatkan."Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen tidak mengecat.. tetapi Islam menghargai apa saja yang mereka lakukan asal tidak mengganggu umat Islam sendiri. Kita berakhlak pada orang kafir pun mempunyai hikmah/ manfaat. Agar kita hidup di dunia bisa saling rukun satu sama lainnya. 5. 3. maka berbedalah dari mereka.Islam memang mengakui adanya agama laintetapi Islam tidak mengakui apa yang mereka yakini( tidak mengakui kekafirannya). Agar kita tidak menyerupai orang kafir.

Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu PENGERTIAN BAIK Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat. dan memberikan perasaan senang. Aliran Naturalisme. Aliran Positivisme. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku CARA PENILAIAN BAIK DAN BURUK Menurut Ajaran Agama. Paham Eudaemonisme. Aliran Vitalisme. Bisikan Hati (Intuisi). Utilitarisme. Kebahagiaan. atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif) PENGERTIAN BURUK Segala yang tercela. Aliran Pragmatisme. Evolusi. . Adat Kebiasaan.

Faham ini merupakan bantahan terhadap faham .Aliran Idealisme. (2) hedonisme rasional/rationalistic hedonism yang berpendapat bahwa kebahagian atau kelezatan individu itu haruslah berdasarkan pertimbangan akal sehat. Aliran Eksistensialisme. Aliran Komunisme [carilah di internet mengenai faham atau aliran-aliran tersebut secara lengkap] Kriteria perbuatan baik atau buruk yang akan diuraikan di bawah ini sebatas berbagai aliran atau faham yang pernah dan terus berkembang sampai saat ini. Khusus penilaian perbuatan baik dan buruk menurut agama. dan (3) universalistic hedonism yang menyatakan bahwa yang menjadi tolok ukur apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu melahirkan kesenangan atau kebahagiaan kepada seluruh makhluk. Bisikan Hati (Intuisi) Bisikan hati adalah “kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih dahulu melihat akibat yang ditimbulkan perbuatan itu”. adapt kebiasaan. sedangkan jika keputusan tersebut tidak baik maka itulah yang buruk. Ada tiga sudut pandang dari faham ini yaitu (1) hedonisme individualistik/egostik hedonism yang menilai bahwa jika suatu keputusan baik bagi pribadinya maka disebut baik. dan kebudayaan tidak akan dibahas disini. Faham Kebahagiaan (Hedonisme) “Tingkah laku atau perbuatan yang melahirkan kebahagiaan dan kenikmatan/kelezatan”. Aliran Marxisme.

dan nilai-nilai yang tidak bertahan (kalah dengan perjuangan antar nilai) dipandang sebagai buruk. dan survival for the fittest) Alexander mengungkapkan bahwa nilai moral harus selalu berkompetisi dengan nilai yang lainnya. bahkan dengan segala yang ada di ala mini. untuk mencapai eudaemonia ini diperlukan 4 hal yaitu (1) kesehatan. (2) kemauaan. Yang menjadi titik beratnya adalah pengalaman.hedonisme. kekayaan dan kekuasaan. keunggulan. . Dengan mengadopsi teori Darwin (ingat konsep selection of nature. Aliran Pragmatisme Aliran ini menititkberatkan pada hal-hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. struggle for life. Paham Eudaemonisme Prinsip pokok faham ini adalah kebahagiaan bagi diri sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain. (3) perbuatan baik. Tujuan utama dari aliran ini adalah keutamaan. kemerdekaan. Menurut Aristoteles. dan (4) pengetahuan batiniah. kebebasan. oleh karena itu penganut faham ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab kebenaran bersifat abstrak dan tidak akan diperoleh dalam dunia empiris. keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai “kebaikan budi pekerti” Evolusi Paham ini berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini selalu (secara berangsur-angsur) mengalami perubahan yaitu berkembang menuju kea rah kesempurnaan. dan nilai moral yang bertahanlah (tetap) yang dikatakan dengan baik.

Medik. Ukuran kebaikannya adalah “pemelihataan akan kehidupan”. Sedangkan menurut aliran kedua “perang adalah halal”. sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang kekuasaan. dan yang buruk adalah setiap usaha yang berakibat kebinasaan dan menghalangihalangi hidup. pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta. Kelompok pertama terkenal dengan ungkapan “homo homini lupus” artinya “manusia adalah serigala bagi manusia yang lain”. apabila alami maka itu dikatakan baik. yaitu sedapat mungkin setiap makhluk harus saling menolong dan berlaku baik. Tokoh terkenal aliran vitalisme adalah F. .Aliran Naturalisme Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah :”apakah sesuai dengan keadaan alam”. Aliran Vitalisme Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran natiralisme sebab menurut faham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu bukan alam tetapi “vitae” atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan. Aliran Gessingnungsethik Diprakarsai oleh Albert Schweitzer. Yang terpenting menurut aliran ini adalah “penghormatan akan kehidupan”. sedangkan apabila tidak alami dipandang buruk. Aliran ini terdiri dari dua kelompok yaitu (1) vitalisme pessimistis (negative vitalistis) dan (2) vitalisme optimistime. Niettsche yang banyak memberikan pengaruh terhadap Adolf Hitler. Musik. seorang ahli Teolog. Filsuf. dan Etika.

terutama sekali bagi kepentingan dirinya. Ungkapan dari aliran ini adalah “ Truth is subjectivity” atau kebenaran terletak pada pribadinya maka disebutlah baik. Aliran ini memegang motto “segala sesuatu jalan dapatlah dibenarkan asalkan saja jalan dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu tujuan”. Artinya. Aliran Eksistensialisme Etika Eksistensialisme berpandangan bahwa eksistensi di atas dunia selalu terkait pada keputusan-keputusan individu. Sebaik apapun tiruan tidak akan seindah aslinya (yaitu ide). Individu sangat menentukan terhadao sesuatu yang baik. dan sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi pribadinya maka itulah yang buruk.Aliran Idealisme Sangat mementingkan eksistensi akal pikiran manusia sebab pikiran manusialah yang menjadi sumber ide. Ungkapan terkenal dari aliran ini adalah “segala yang ada hanyalah yang tiada” sebab yang ada itu hanyalah gambaran/perwujudan dari alam pikiran (bersifat tiruan). Jadi apapun dapat dipandang baik asalkan dapat menyampaikan/menghantar kepada tujuan . Aliran Marxisme Berdasarkan “Dialectical Materialsme” yaitu segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan material pun juga harus mengikuti jalan dialektikal itu. Jadi yang bai itu hanya apa yang ada di dalam ide itu sendiri. andaikan individu tidak mengambil suatu keputusan maka pastilah tidak ada yang terjadi.

Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”. pendidikan. PROFESIONALISME Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri-ciri profesionalisme: 1.PENGERTIAN PROFESI Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi 2. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain. hukum. dan kependetaan. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan 3. namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya . Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya 4. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran.

Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas 2. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya 8. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis 4. dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Hubungan yang erat dengan profesi lain TUJUAN KODE ETIKA PROFESI Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. kebudayaan. Pengakuan sebagai profesi 9.CIRI KHAS PROFESI Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi 5. Suatu teknik intelektual 3. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah: . Hal ini disebabkan perbedaan adat. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri 7. yaitu: 1. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan 6. kebiasaan. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi 10. ada 10 ciri khas suatu profesi.

Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya Orang kafir dalam syari’at Islam terbagi empat : Pertama : Kafir dzimmy. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan 3. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu 4. Kafir seperti ini tidak boleh dibunuh selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada mereka. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang).1. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi 6. yaitu orang kafir yang membayar jizyah (upeti) yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas. dan masyarakat pada umumnya 2. Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya firman Allah Al-‘Azîz Al-Hakîm : . dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya 5. institusi.

apabila mereka menolak maka mintalah pertolongan kepada Allah kemudian perangi mereka”. Kemudian beliau berkata : “Berperanglah kalian di jalan Allah dengan nama Allah. rendah. . bunuhlah siapa yang kafir kepada Allah. [2] Kedua : Kafir mu’ahad. serulah mereka kepada Islam apabila mereka menerima maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka. apabila mereka menolak maka mintalah jizyah (upeti) dari mereka dan apabila mereka memberi maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka. beliau berkata. Allah Jalla Dzikruhu berfirman. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. [1] Dan dalam hadits Al-Mughîroh bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu. َ ً ْ ِ َ َّ َ َ َ َ ِ َ ِ ْ َ َ ْ ٍ ِ َ ْ ٍ َْ َ ِ‫كبٌَ زسٕل هللاِ صهَّٗ هللاُ عهَّٛ ٔآنِّ ٔسهَّى إِذا أَيس أَيٛسا عهَٗ جٛش أَٔ سسَّٚت أَٔصبُِ فِٙ خبصخِّ بِخَقٕٖ هللا‬ َ ْ ِ َّ َ ْ ُ ُْ َ َ َ‫ٔيٍْ يعُّ يٍْ انًسهًٍَِْٛ خٛسا ثُى قَبل أُغصٔا بِبسى هللاِ فِٙ سبِٛم هللاِ قَبحِهُٕا يٍْ كفَس بِبهللِ أُغصٔا ٔالَ حَغهٕا ٔال‬ َ َ َ ْ ِ ْ ُْ ِ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ َّ ً ْ َ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ِْ َ ْ ِْ َ َ ْ َ ْ ْ ‫حَغدزٔا ٔالَ حًُثِّهُٕا ٔالَ حَقخُهُٕا ٔنِٛدًا ٔإِذا نَقِْٛجَ عدٔكَ يٍَ انًشسكٍَْٛ فَبدعٓى إِنَٗ ثَالَد خصبل فَأََّٚخٍَُّٓ يب‬ ِ ِ ْ ُ ْ ِ َّ ُ َ ٍ َ ِ ِ َ ْ َ َ ْ ُِْ ُْ ُ ْ َ ُ ُ َ ُْ ِْ ْ ْ ُ َ ُْ ِْ ْ ْ ‫أَجببُٕكَ فَبقبَم يُٓى ٔكفَّ عُٓى ثُى ادعٓى إِنَٗ اْلسالَو فَئٌِْ أَجببُٕكَ فَبقبَم يُٓى ٔكفَّ عُٓى فَئٌِْ ْى أَبَٕا فَسهٓى‬ ْ َ ْ َ ِ ْ ِْ ُْ َْ ْ ُ ُ ْ َّ ْ ُ ْ َ ُُ َْ ْ ُْ ُ َ ُْ ِْ ْ ْ ْ ِ ْ ‫انجصَٚتَ فَئٌِْ ْى أَجببُٕكَ فَبقبَم يُٓى ٔكفَّ عُٓى فَئٌِْ ْى أَبَٕا فَبسخَعٍْ بِبهللِ ٔقَبحِهٓى‬ ِ ْ ْ ُْ ْ َ ُْ ُْ ْ َ ُْ َْ “Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam apabila beliau mengangkat amir/pimpinan pasukan beliau memberikan wasiat khusus untuknya supaya bertakwa kepada Allah dan (berwasiat pada) orang-orang yang bersamanya dengan kebaikan. At-Taubah : 29). berperanglah kalian dan jangan mencuri harta rampasan perang dan janganlah mengkhianati janji dan janganlah melakukan tamtsîl (mencincang atau merusak mayat) dan janganlah membunuh anak kecil dan apabila engkau berjumpa dengan musuhmu dari kaum musyrikin dakwailah mereka kepada tiga perkara.“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah). Dan kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. yaitu orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. َ‫أَيسََب زسٕل زبَُِّب صهَّٗ هللاُ عهَّٛ ٔآنِّ ٔسهَّى أٌَْ َُقَبحِهَكى حخَّٗ حَعبُدُٔا هللاَ ٔحدُِ أَٔ حُؤَدٔا انجصَٚت‬ ْ ِ ْ ْ َ ُْ َ َ ُ ُْ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ِ َ ِ ْ َ “Kami diperintah oleh Rasul Rabb kami shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayar Jizyah”. apa saja yang mereka jawab dari tiga perkara itu maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka . (QS. (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka. Dan dalam hadits Buraidah radhiyallahu ‘anhu. patuh)”. sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan shôgirun (hina.

baik dengan akad jizyah[4]. AL-Anfal : 55-56) Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda. At-Taubah : 12). maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu. hendaklah kalian berlaku istiqomah (pula) terhadap mereka. dan mereka tidak takut (akibatakibatnya). َ ْ ‫أَ َال يٍْ ظَهَى يعبْدًا، أَٔ اَخَقَصُّ، أَٔ كهَّفَُّ فَٕق طَبقَخِّ، أَٔ أَخر يُُّ شٛئًب بِغٛس طٛب ََفس، فَأَََب حجٛجُّ َٕٚو‬ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ِ ٍ ْ ِ ْ ِ ِ َْ َْ ِْ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ِْ َ َ ْ‫ان‬ ‫قَِٛبيت‬ ِ َ . “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir. karena sesungguhnya mereka itu adalah orangorang yang tidak dapat dipegang janjinya. At-Taubah : 7). (QS. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka.” (QS. (QS. sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. ‫يٍْ قَخَم يعبْدًا نَى َٚسح زائِحتَ انجَُّت ٔإٌَِّ زٚحٓب حُٕجد يٍْ يسٛسة أَزبَعٍَْٛ عَبيب‬ ِ ْ ِ َِْ َ ِ ُ َ ْ َ َ ِْ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ُ َ ً َ “Siapa yang membunuh kafir Mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. At-Taubah : 4). “Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji. (QS. dan mereka mencerca agama kalian. Dan Allah Jallat ‘Azhomatuhu menegaskan dalam firman-Nya.[3] Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berpendapat bahwa kata Mu’ahad dalam hadits di atas mempunyai cakupan yang lebih luas. atau jaminan keamanan[6] dari seorang muslim. “Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi dari kalian sesuatu pun (dari isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian. “Dan yang diinginkan dengan (Mu’ahad) adalah setiap yang mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin. Dan Allah berfirman. Beliau berkata. maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. karena mereka itu tidak beriman.” [7] Dan Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”.“Maka selama mereka berlaku istiqomah terhadap kalian. perjanjian dari penguasa[5]. Dan Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan. agar supaya mereka berhenti”.

”[10] Keempat : Kafir harby. kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. 1420 H). 1422 H). Dan dalam hadits ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu. yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. . Maknanya bahwa Aman kaum muslimin kepada orang kafir itu adalah sah (diakui). maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah. Kafir jenis inilah yang disyari’atkan untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam.“Ingatlah. siapa yang menzholimi seorang mu’ahad. (QS. Ibnul Qayyim dan lain-lainnya. “Dan jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu. Demikianlah pembagian orang kafir telah masyhur dalam uraian para ulama seperti Imam Empat. jaminan keamanan dan tanggung jawab) kaum muslimin itu satu. Syaikh Al-Albany (w. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda. merendahkannya. maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat. diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)”. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam berpesan. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”. 1420 H). Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan. beliau berkata. [9] Berkata Imam An-Nawawy rahimahullah : “Yang diinginkan dengan Dzimmah di sini adalah Aman (jaminan keamanan).” Dan dalam hadits Ummu Hani` radhiyallahu ‘anha. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy (w. ‫َٚب زسٕل هللاِ شَ عى ابٍُْ أُيٙ أَََُّّ قَبحِم زجالً قَد أَجسحُُّ فَالٌََ بٍَْ ْبَٛسةَ فَقَبل زسٕل هللاِ صهَّٗ هللاُ عهَّٛ ٔآنِّ ٔسهَّى‬ ْ َ ْ ُ َ ٌ َ َْ ُ ْ ِّ ُ ُْ َ َ َ َ َ ِ َ ِ ْ َ ََ َ ُْ َ ‫قَد أَجسََب يٍْ أَجسث َٚب أُو َْبَِئ‬ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َّ ٍ “Wahai Rasulullah anak ibuku (yaitu ‘Ali bin Abi Tholib. maka siapa yang diberikan kepadanya Aman dari seorang muslim maka haram atas (muslim) yang lainnya mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam Amannya. Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah. “Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani`”. At-Taubah : 6). ‫ذيتُ انًسهًٍَِْٛ ٔاحدةٌ َٚسعٗ بِٓب أَدََبْى‬ َ ْ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ َّ ِ ُْ ْ َ “Dzimmah (janji.” [8] Ketiga : Kafir musta’man. membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya.-pent) menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah. Dan dari ulama masa kini seperti Syaikh Ibnu Baz (w. yaitu kafir selain tiga di atas.

Dan bagi siapa yang menelaah buku-buku fiqih dari berbagai madzhab akan menemukan benarnya pembagian ini tanpa perselisihan. (1) para utusan.Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (w. mu’ahad dan mus`tamin. “Dan firman-Nya “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar” dia adalah jiwa muslim. (kafir) dzimmi. “Jiwa yang diharamkan oleh Allah adalah jiwa mukmin. ia adalah orang yang masuk ke negara kaum muslimin bukan untuk menetap padanya. “Dan jiwa yang diharamkan oleh Allah adalah jiwa yang terjaga. kecil dan besar. Tidak boleh membunuh dan melampaui batas terhadap mereka. maka telah (terjalin) sempurna jaminan keamanan untuknya.” Dan berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimîn rahimahullah. Tidak boleh mengkhianati dzimmah kaum muslimin. maka hal itu terhitung jaminan keamanan sebagaimana halnya pernyataan. baik laki-laki dan perempuan. Syaikh ‘Abdullah Al-Bassam (w. mu’ahad dan musta`man adalah termasuk jiwa yang diharamkan untuk dibunuh sebagaimana yang telah lalu.”. Mereka ini empat macam. “Adapun (kafir) musta`man.” (QS. mereka masuk ke dalam (Islam). “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. (3) orang-orang yang meminta perlindungan untuk dihadapkan kepadanya keislaman dan Al-Qur`an. (2) para pedagang. dan sebagaimana yang ditegaskan dalam firman-Nya. Syaikh Sholih Al-Fauzan hafizhohullah. bahwa tiga kafir di atas. Al-An’am : 151) Berkata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy rahimahullah. namun dipahami. Dzimmah adalah mereka membayar jizyah atau mereka yang masuk ke negara kita dengan jaminan keamanan. dan (jiwa) kafir yang terlindung dengan perjanjian dan keterikatan.” [11] Dan berkata guru kami.” [13] Dan berkata Ibnul Qayyim rahimahullah. kalau mereka ingin. karena mereka berada dalam dzimmah kaum muslimin dan dalam jaminan keamanan kaum muslimin.” [12] Dan berikut ini beberapa pernyataan para ulama umat. Berkata Ibnu ‘Abddil Barr (w. yaitu jiwa seorang muslim. 1424 H) dan lain-lainnya. mereka ke . Dan kebanyakan para ulama berpendapat bahwa walaupun sekedar isyarat. 1421 H). “Dan saya tidak mengetahui ada silang pendapat di kalangan para ulama bahwa siapa yang memberi jaminan keamanan kepada seorang kafir harby dengan bentuk pernyataan yang dipahami bahwa ia memberi keamanan. yaitu kafir dzimmi. Dan harus kami tegaskan disini. karena itu datang dalam hadits “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium baunya sorga. 463 H) rahimahullah. walaupun dia kafir namun Allah mengharamkan membunuh jiwa mukminin dan juga mengharamkan membunuh jiwa para mu’ahad dari kaum kuffar yang ada perjanjian dengan kaum muslimin dalam masalah dzimmah atau jaminan keamanan. Dan demikian pula jiwa mu’ahad. Syaikh Sholih Al-Fauzan. dan kalau mereka ingin.

Apakah itu para turis atau para pekerja. maka itu tidak boleh. maka tidak boleh menganiaya mereka. Namun kami akan menutup pembahasan pembagian orang kafir ini dengan beberapa fatwa para ulama abad ini. selain dari apa yang telah disebutkan. Adapun menasehati dan mendakwahi mereka kepada Islam atau meninggalkan kemungkaran apabila mereka telah muslim. Tetapi pemerintah hendaknya dinasehati sehinga melarang apa-apa yang tidak patut untuk ditampakkan. menganiaya siapa saja tidak boleh. 1250 H) rahimahullah. Mereka masuk dengan jaminan keamanan. “Apa hukum menganiaya turis-turis asing dan para tamu di negeri-negeri Islam?”. serta shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarganya dan para shahabatnya. maka itulah perkara yang diinginkan. dan terhadap orang-orang yang meminta perlindungan agar diperlihatkan kepada mereka keislaman dan Al-Qur`an.” [15] Dan banyak lagi ucapan para ulama dalam masalah ini. tidak boleh dipungut jizyah darinya. Dalil-dalil syari’at meliputi hal-hal tersebut. maka itu (yang diinginkan). beliau ditanya.).” Keputusan Haiah Kibarul Ulama Saudi Arabia 13/7/1417 H “Jiwa yang terjaga dalam hukum syari’at Islam adalah semua (jiwa) muslim atau semua (kafir) yang antara dia dengan kaum muslimin ada aman (jaminan keamanan) sebagaimana firman (Allah) Ta’ala : . maka haram terhadap kaum muslimin untuk membunuhnya hingga ia kembali kepada keamanannya (negaranya) tanpa ada silang pendapat di kalangan penganut Islam.-pent. karena menganiaya mereka adalah berarti menganiaya orang-orang yang telah masuk dengan jaminan keamanan. karena mereka adalah musta’man (orang yang mendapat jaminan keamanan dari pemerintah). Adapun menganiaya mereka.pent. (4) serta orang-orang yang punya hajat berupa kunjungan dan selainnya. kalau mereka masuk (Islam). kalau mereka ingin kembali kepada keamanannya (negaranya. “Mu’ahad adalah seorang kafir harby yang masuk ke negeri Islam dengan jaminan keamanan.negeri mereka. Fatwa Syaikh Ibnu Baz Tentang Mengganggu Turis Dan Tamu Asing Dalam kumpulan fatwa-fatwa beliau jilid 8 halaman 229.) kepada pemerintah. tidak ada hak bagi mereka untuk membunuh.” [14] Berkata Imam Asy-Syaukany (w. Wallahul Musta’an wa la Haula wa la Quwwata Illa billah. Beliau menjawab. sangatlah panjang untuk menyebutkan seluruhnya. mereka dibiarkan kembali. Hukum terhadap mereka adalah tidak boleh diboikot. Adapun individu-individu manusia. memukul dan menyakiti mereka (para turis tersebut). tidak boleh dibunuh. Wallahul Musta’an. bahkan kewajiban mereka untuk mengangkat perkara (yang perlu diperbaiki menurut pandangan mereka. Maka tidak boleh menganiaya mereka akan tetapi perkara mereka diangkat kepada orang yang mampu menahan masuknya mereka atau menahan mereka dari kemungkaran yang zhohir. “Ini tidak boleh.

” Fatwa Syaikh Al-Albany Tentang Mengganggu turis Asing Beliau berkata dalam sebuah kaset terekam. An-Nisa` : 93) Dan (Allah) Subhanahu berfirman tentang hukum kafir dzimmy yang terbunuh tanpa sengaja. (QS. atau ia dipenjara. bahkan ia telah menyelisihi hadits yang telah lalu penyebutannya.[17]” [18] . Dan telah shohîh dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda. maka bagaimana pula jika dibunuh dengan sengaja?. tidak boleh melampaui batas terhadapnya. (QS An-Nisa` : 92) Maka jika kafir dzimmy yang memiliki jaminan keamanan. atau …. maka akibat hal tersebut dia akan terbunuh atau lebih dari itu. ‫يٍْ قَخَم يعبْدًا فِٙ كُّٓ .أَ٘ فِٙ عٓدِ ٔأَيبَِّ. maka balasannya ialah Jahannam. maka ia tidak akan mencium baunya sorga.فَهَى َٚسح زائِحتَ انجَُّت‬ َ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِِْ َ ْ ْ ِ ِ ُْ ْ َ “Siapa yang membunuh (kafir) mu’ahad dalam kunhi-nya –yaitu dalam penjanjian dan jaminan keamanan padanya-.“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja. sehingga pelampauan batas terhadap darah pesiar seperti ini dan di negeri Islam tidaklah tercapai dibelakangnya suatu manfaat islamy. kita berlindung kepada Allah dari segala kehinaan. kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya. -dan telah terjadi lebih dari sekali dimana seorang muslim melampaui batas terhadap salah seorang dari mereka-. dan sesungguhnya hal itu termasuk dari dosa-dosa besar yang diancam dengan tidak masuknya si pembunuh ke dalam Surga. apalagi membunuhnya seperti (yang terjadi pada) kekejian yang besar dan mungkar ini. Dan ini adalah ancaman yang keras terhadap siapa yang membunuh (kafir) mu’ahad. “Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. “Apabila seorang kafir dari para pesiar atau turis tersebut masuk. AlBukhary. HR. bila dibunuh tanpa sengaja padanya ada diyah dan kaffarah. atau …. dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. sebab ia adalah seorang (kafir) mu’ahad. tentunya kekejiannya lebih hebat dan dosanya lebih besar. mereka tidaklah masuk ke negara kita yang Islamy kecuali dengan izin dari seorang hakim (penguasa) muslim. Karena itu. ‫يٍْ قَخَم يعبْدًا نَى َٚسح زائِحتَ انجَُّت‬ ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ُ َ َ “Barangsiapa yang membunuh kafir mu’ahad maka dia tidak akan mencium baunya Surga”.[16] Maka tidak boleh mengganggu (kafir) musta`man. Kemudian andaikata hal tersebut terjadi. maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin”.

[3] Hadits ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma riwayat Al-Bukhary no. muslimin. [8] Hadits riwayat Abu Daud no. Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad 2/248 no. negara. Kafir harby. [17] Dikeluarkan oleh Ath-Thayalisi no. 879. 6158 dan Muslim 1/517-518 no. -pen. dzimmah. Ibnul Jarûd no. [13] Al-Istidzkar 5/36. Fatwa.[1] [2] Telah berlalu takhrijnya. -pen. Ahmad 5/36. [4] Yaitu kafir Dzimmi. [5] Yaitu kafir Mu’ahad. [6] Yaitu kafir Musta`man. [15] Nailul Author 7/155. Islam. Kafir dzimmy. 2760. umat Baca juga :      Resensi Buku (0) Pembagian Jihad Melawan Kafir Secara Fisik (2) (0) Pembagian Jihad Melawan Kafir Secara Fisik (1) (0) Beberapa Ketentuan Seputar Jihad (0) Anjuran Berbuat Perbaikan Dan Peringatan Bahaya Berbuat Kerusakan di Muka Bumi (0) . dosa. 3158. Abu Daud no. 1183 (cet. 38. Pertama). Ibnu Abi Syaibah 5/457. 6755. Menyelami Jihad. 2034 dan At-Tirmidzy no. Kafir mu'ahad. jizyah. [14] Ahkam Ahludz Dzimmah 2/475. Hadits riwayat Al-Bukhary no. musuh. [9] Hadits riwayat Al-Bukhary no. Muslim no. Ad-Darimy 2/308. [10] Hadits riwayat Al-Bukhary no. 6914. 445. 3171. [7] Fathul Bary 12/259. 1070. kami dinukil dengan perantara kitab “Al-Qaul Al-Amîn fii Tahdzîril Muslimîn Minal I’tida` ‘Alal Mu’ahadin Wal Musta`manîn” karya Sholih Al-Bakry. perang. 7300. Al-Hakim 2/142 dan Al-Baihaqi 9/231 dari Jalan ‘Uyainah bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu. 3179. 1370. pemerintah. 3052 dan Al-Baihaqy 9/205. An-Nasa`i 8/24. [12] I’anatul Mustafîd 1/33. An-Nasa`i 8/25 dan Ibnu Majah no. Tags: darah. 337 (Kitab Shalatul Musafirîn wa Qashriha). 357. 835. Dan dishohîhkan oleh Al-Albani dalam Shohîh Abi Daud dan Shohîh An-Nasa`i dan guru kami. kafir. Dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadîts Ash-Shohîhah no. keamanan. hukum. [11] Al-Qaul Al-Mufîd 1/38. pemimpin. 2686. 2132. Kafir musta'man. dzimmi. membunuh. [18] Demikian ucapan beliau dari sebuah kaset rekaman. [16] Telah berlalu takhrijnya. 3166. Abu Daud no.

Yang pertama. terhadap orang-orang kafir saat peperangan. Rahmat (rasa kasih sayang) merupakan ahlak yang paling tinggi. (Qs al Qalam:4). Maksudnya adalah.Ahlak Terhadap Orang Kafir 29th July 2007 42 4 0digg 42 EmailShare Ahlak Terhadap Orang Kafir Bagaimana ahlak Rasulullah saw ketika bergaul dengan orang-orang kafir? Ahlak nabi saw adalah al Qur‟an sebagaimana riwayat dari „Aisyah ra ketika ditanya ahlak nabi saw. Jika contoh-contoh dan riwayat-riwayat yang telah dibawakan dalam ceramah tersebut berkaitan dengan ahlak beliau saw. mencakup seluruh ahlak terhadap semua mahluk. beliau menjawab: Make money online Make money online free  Make Money  T mobile smartphones  Yamaha waverunner parts  T mobile family plan  How to make money online   “Ahlak beliau (nabi saw) adalah al Qur‟an”. motivator serta motor penggerak utama suatu ahlak. .” ( Riwayat Abu Dawud). Kemudian „Aisyah ra membacakan ayat: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. Kata “Khuluqin „azhim” (budi pekerti yang agung) dalam ayat ini. maka bagaimana kita akan menggambarkan ahlak beliau saw terhadap mereka dalam kondisi damai? Saya akan menyebutkan tiga hadits tentang hal itu. para utusan yang dikirim oleh orang-orang kafir sebagai duta dan penghubung antara kaum Muslimin dengan kaum Kafir. sabda Rasulullah saw: “…Sesungguhnya para utusan (duta) itu tidak boleh dibunuh.

yang faajir (jahat) dan yang shalih. Rasulullah saw tidak mengatakan “pergaulillah kaum Muslimin. Hadis ketiga. sementara bapaknya juga ada bersama mereka: “Wahai bocah.” Mendengar seruan ini. non Islam. katakanlah laa ilaaha illallah…” Mendengar seruan ini. Maksudnya adalah semua agama. Dalam hadits ini. Rasulullah saw bersabda kepada si anak. Hadis kedua. Kejadian yang sama juga terjadi antara Rasulullah saw dengan pamannya. yang muslim. katakanlah laa ilaaha illallah. yang sering menyakiti beliau saw. yaitu hadis tentang seorang Yahudi. Tirmidzi. Darimi). dengan harapan semoga Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki keadaan orang ini.” (Hr Ahmad. yang senantiasa membantu dan menolong din Islam. dia tidak masuk Islam. yaitu dalam wasiat nabi saw kepada Mu‟adz bin Jabal ra.Keadilan dan kasih-sayang Islam tidak memperbolehkan untuk membunuh dan menyakiti mereka. atau dari nabi Islam kepada orang-orang Kafir. sebagai bentuk keluasaan rahmat dan kelengkapannya dengan ahlak din (agama). akan tetapi beliau mengatakan”…dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik”. itu akan menyelamatkanmu dari api neraka. Lalu mereka mengatakan: . kaum Muslimin dan Rasulullah saw. Suatu ketika. Maka nabi saw datang berkunjung kerumahnya dan mengajaknya menuju jalan Rabb-nya. Rasulullah saw mengulangi lagi: “Wahai bocah. si anak memandang ke arah bapaknya dan memperhatikannya. Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Wahai paman. Ini di antara gambaran cara bergaul tingkat tinggi dari kaum Muslimin. yang melakukan perbaikan). atau orangorang shalih (salih). Beliau saw membalas keburukan dengan kebaikan. nabi mengetahui bahwa orang yang selalu menyakitinya ini memiliki seorang anak yang sedang sekarat. tetangga nabi saw. atau dari agama Islam. Abu Thalib memandang para pembesar Qurays. meskipun terhadap orang kafir. atau orang-orang yang mengerjakan shalat”. yang kafir. beliau bersabda: “…dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik. dalam Islam terdapat ajaran (agar menjaga dan menataati) perjanjian dan ikatan janji. katakanlah laa ilaaha illallah!” Si anak memandang ke arah bapaknya lagi. yang mushlih (muslih. Karena. Abu Thalib. akan tetapi.

Wassallam Alikum Warrohmattullahi Wabbarakatuhu . Sedangkan orang Yahudi (dalam cerita ini) yang mendengar nabi saw mengajak anaknya agar masuk Islam. mereka itu tidak beriman (kepada Allah). ketika kondisi perang dan dalam keadaan damai. Mendapat respon positif ini.” (QS Al An‟aam :20) Bagaimana jawaban dan responnya? Orang Yahudi itu mengatakan: “Wahai anakku. adab beliau yang luhur terhadap orang-orang non Muslim. dan semoga Allah menjadikan Rasulullah saw sebagai panutan terbaik kita. Akhirnya Abu Thalib meninggal dalam kekafiran. Allah menceritakan kondisi mereka: “Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya.“Apakah kamu benci terhadap agama nenek moyangmu?” (Hadis riwayat Imam Bukhari). Edisi 02/X/1427 H/2006 M. Inilah ahlak Rasulullah saw yang muliah.” (Hr Bukhari. Abu Dawud). Tulisan ini dikutip dari rubrik Soal-Jawab majalah As-Sunnah halaman 10.” (Al Ahzab :21) (Syaikh Ali bin Abdul Hamid Hasan al Halaby dalam muhadharah di Masjid Istiqlal. Semoga bermanfaat Amiin Allahuma Amiin. Kita memohon kepada Allah SWT. Allah Berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. 1356. agar menjadikan ahlak kita sama seperti ahlak beliau saw. Sebelum menghembuskan napas terakhir. Orang-orang yang merugikan dirinya. 19 febuari 2006). Rasulullah bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka dengan sebabku. mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. taatlah kepada Abul Qasim (Muhammad saw)!” Maka si anak mengucapkan syahadatain.

etik adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara moral moral Kesimpulan: Dari pengertian diatas etika adalah ilmu tentang Kesimpulan: Dari pengertian diatas etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya manusia hidup di dalam masyarakat yang menyangkut manusia hidup di dalam masyarakat yang menyangkut aturan. yang artinya adat. perilaku atau karakter. kebiasaan. yaitu: e. kebiasaan. Baik dan buruk Baik dan buruk f. e. Kewajiban dan tanggung jawab.aturan atau prinsip. yaitu: tingkah laku yang benar.prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar. Menurut kamus Webster. perilaku atau karakter.PENGERTIAN PENGERTIAN Etik atau ethics berasal dari bahasa Yunani.aturan atau prinsip. etik adalah suatu ilmu yang Menurut kamus Webster.prinsip yang menentukan aturan. Kewajiban dan tanggun . f. yaitu etos yang artinya adat. yaitu etos Etik atau ethics berasal dari bahasa Yunani.

.

dan Etiket--.Moral --.dan Etiket--...sulit .Ketiga istilah diatas: Ketiga istilah diatas: Etika --.sulit Etika --.Moral --.

prinsip. hanya dapat dilihat untuk dibedakan. dan undang.undang yang membedakan benar atau salah yang membedakan benar atau salah secara moralitas. dan undang.untuk dibedakan. hukum. hukum. hanya dapat dilihat bahwa etika lebih menitik beratkan bahwa etika lebih menitik beratkan pada aturan – aturan.prinsip yang melandasi perilaku yang yang melandasi perilaku yang mendasar dan mendekati aturan – mendasar dan mendekati aturan – aturan.prinsip pada aturan – aturan. secara moralitas. . prinsip.undang aturan.

ETIK DALAM ETIK DALAM KEPERAWATAN KEPERAWATAN .

seorang perawat praktik mereka.Untuk menjadi seorang profesional Untuk menjadi seorang profesional dewasa yg mampu secara aktif dewasa yg mampu secara aktif berpartisipasi dalam dimensi etis berpartisipasi dalam dimensi etis praktik mereka. mencari dukungan moral mereka. . mencari dukungan dari sumber profesional yang dari sumber profesional yang tersedia dan mengembangkan tersedia dan mengembangkan pengetahuan serta kemampuan pengetahuan serta kemampuan mereka dalam bidang etik. seorang perawat harus terus mengembangkan suatu harus terus mengembangkan suatu perasaan yang kuat tentang identitas perasaan yang kuat tentang identitas moral mereka. mereka dalam bidang etik.

Posisi atau identitas moral Posisi atau identitas moral perawat yang disebut : perawat yang disebut : .

menugaskan tanggung jawab menugaskan tanggung jawab dan tanggung gugat.“ “ Etik perawatan” dijelaskan di Etik perawatan” dijelaskan di dalam : kode etik profesional. dan komite etik institusional memberikan etik institusional memberikan dukungan dan arahan untuk dukungan dan arahan untuk praktik etis. dan komite dan tanggung gugat. . praktik etis. dalam : kode etik profesional.

Etik keperawatan di hubungkan Etik keperawatan di hubungkan dengan hubungan antar masyarakat dengan hubungan antar masyarakat dan dengan karakter serta sikap .

mereka ( Cooper. Etik keperawatan Etik keperawatan Pengetahuan perawatan diperoleh Pengetahuan perawatan diperoleh melalui keterlibatan pribadi dan melalui keterlibatan pribadi dan emosional dengan orang lain dengan emosional dengan orang lain dengan ikut terlibat dalam masalah moral ikut terlibat dalam masalah moral mereka ( Cooper. 1991). .dan dengan karakter serta sikap perawat terhadap orang lain. perawat terhadap orang lain. 1991).

SEKIAN SEKIAN DAN DAN .

dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku. dan tidak meridhai Syariat selain Syariat Islam." (Ali Imran: 85). Oleh karena itu. Allah Ta„ala tidak menerima agama selain Islam dari siapa pun. ia menerapkan etika-etika berikut terhadap orang kafir: . Dari sinilah. "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian. Dengan dalil-dalil Ilahi yang benar di atas. dan bahwa para pemeluk semua agama adalah kafir." (Al-Maidah: 3). dan bahwa Islam adalah agama seluruh manusia. "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. kecuali pemeluk agama Islam. karena mereka orang-orang Mukmin dan orang-orang Muslim. orang Muslim menyadari bahwa siapa saja yang tidak menyembah Allah Ta„ala dengan agama Islam ia orang kafir. "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. orang Muslim mengetahui bahwa semua agama sebelum Islam telah dihapus dengan Islam." (Ali Imran: 19). dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagi kalian.TERIMA KASIH TERIMA KASIH Etika terhadap orang kafir Orang Muslim meyakini bahwa seluruh agama adalah batil kecuali agama Islam yang merupakan agama yang benar. Mereka yakin karena dalildalil berikut: Firman Allah Ta‘ala. Untuk itu.

Oleh karena itu. "Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri kalian. Benci kepada orang kafir karena kebencian Allah Ta„ala kepadanya. karena dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta„ala. saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. sebab cinta dan benci itu harus karena-Nya. "Sayangilah orang yang ada di bumi niscaya engkau disayangi siapa yang ada di langit. "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat.. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. Allah Ta„ala membolehkan berbuat adil. Tidak mengakui kekafirannya. Pada ayat yang mulia di atas. karena Allah Ta„ala berfirman. Tidak memberikan loyalitas dan kasih sayang kepadanya. Berbuat adil terhadapnya. Tidak mengganggu harta. 2." (Diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. Menyayanginya dengan kasih sayang umum dengan memberinya makan jika ia lapar. Hadits ini shahih). karena meridhai kekafiran adalah kekafiran." (AlMujadilah: 22). memberinya minum jika ia kehausan. selagi Allah Azza wa Jalla membencinya karena kekafirannya." (Al-Mumtahanah: 8). Hadits ini shahih). . atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.1. dan berbuat baik kepadanya jika ia bukan orang kafir yang harus diperangi. sekalipun orangorang itu bapak-bapak.. 4. kecuali orang-orang kafir yang wajib diperangi. jika ia bukan termasuk orang yang wajib diperangi. dan berbuat baik kepada orang-orang kafir. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. 5. dan tidak meridhainya." (Ali Imran: 28). menyelamatkannya dan kebinasaan. darah. karena kebencian-Nya kepadanya. 6." (Diriwayatkan Ath-Thabrani dan Al-Hakim. dan menjauhkan gangguan daripadanya. "Janganlah orang-orang Mukminin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mukminin. dan kehormatannya. "Pada setiap orang yang mempunyai hati yang basah terdapat pahala. mengobatinya jika ia sakit. maka orang Muslim pun membenci orang kafir. 3. karena mereka mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri dalam ketentuan orang-orang yang wajib diperangi.

sesungguhnya Aku haramkan kezhaliman atas Diri-Ku." (Al Maidah: 5). "Makanan orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagi kalian." (Al-Maidah: 5). "Semoga Allah merahmatimu. 7. kemudian beliau memenuhi undangannya. Tidak menikahkan wanita Mukminah dengannya. dan memperbaiki urusanmu. menerima hadiahnya." (Diriwayatkan Muslim). karena mengharap mereka berkata. tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik." (Al-Baqarah: 221). "Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu." (Al-Mumtahanah: 10). "Dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman." Karena Rasulullah pernah bersin di samping orang orang Yahudi. dan memakan hadiahnya jika ia Ahli Kitab orang Yahudi. dan Aku mengharamkannya terhadap kalian. "Barangsiapa menyakiti orang kafir dzimmi." . kalian jangan saling menzhalimi'. dan boleh menikahi wanita-wanita kafir dan Ahli Kitab. Allah Ta„ala membolehkan seorang Muslim menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dalam firmanNya. ‘Hai hamba-hamba-Ku. Ia boleh memberinya hadiah. dan orang Kristen. maka Aku menjadi lawannya pada hari kiamat. diundang makan oleh orang Yahudi Madinah. 9. bila kalian telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya. "(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kalian." (Diriwayatkan Muslim). Dikisahkan dengan shahih bahwa Rasulullah saw. berdasarkan dalil-dalil berikut: Allah Ta'ala melarang pernikahan wanita Mukminah dengan orang kafir secara mutlak dalam firman-Nya. dan memakan makanan yang dihidangkan kepada beliau. dan memperbaiki urusan kalian."Allah Ta‘ala berfirman. Oleh karena itu. "Semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian. berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta„ala. "Mereka (wanita-wanita Mukminah) tersebut tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orangorang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. Mendoakannya jika ia bersin dengan memuji Allah dan berkata." kemudian beliau mendoakan balik. 8.

"Jika orang-orang Ahli Kitab mengucapkan salam kepada kalian. maka mendorongnya ke jalan yang paling sempit baginya. ‘Wa‘alaikum' (juga atas kalian).. Tampil beda dengannya. hlm. "Rubahlah ini (rambut putih) dan tinggalkan warna hitam. ia termasuk mereka. terj. atau merah. maka berbedalah dari mereka. Jika kalian bertemu dengan salah seorang dari mereka di jalan. "Wa'alaikum (juga atas kalian)". panjangkan jenggot. ia menjawabnya dengan mengatakan. "Dan barangsiapa meniru satu kaum." (Muttafaq Alaih). atau rambut dengan warna kuning." (Muttafaq Alaih). misalnya memanjangkan jenggotnya jika ia tidak memanjangkannya. 11. 2002). dan cukurlah kumis. dan berbeda dengannya dalam pakaian. dan tidak menirunya dalam hal-hal yang tidak penting." (Diriwayatkan Muslim)." (Muttafaq Alaih). Karena Rasulullah bersabda. karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw. atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim. atau kopiah. mengecatnya jika ia tidak mengecatnya.10. Tidak memulai ucapan salam kepadanya." (Diriwayatkan Al-Bukhari)." (Diriwayatkan Abu Daud dan Ath-Thabrani. Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi. karena Imam Muslim meriwayatkan. bahwa beliau bersabda. Maksudnya mewarna jenggot. "Hendaklah kalian berbeda dan orang-orang musyrik. "Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen tidak mengecat. 168-172 < Sebelumnya Berikutnya > . Menyempitkan ruang geraknya jika bertemu dengannya di salah satu jalan ke jalan yang paling sempit. "Janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen. Fadhli Bahri (Darul Falah. dan jika orang kafir mengucapkan salam kepadanya. Sedang mewamainya dengan warna hitam dilarang Rasulullah saw.. Minhaajul Muslim. maka katakan kepada mereka. Hadits ini hasan). 12. karena Rasulullah bersabda.

dan Hari Akhir. membantunya jika ia meminta bantuan. dan etika-etika yang harus dijalankan seseorang terhadap tetangga mereka dengan sempurna. menghiburnya jika ia mendapatkan musibah. melindungi area tanahnya." Sabda di atas ditujukan Rasulullah saw. hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi. santun ketika berbicara dengan ayah tetangganya. Itu . "Siapakah orang yang tidak beriman wahai Rasulullah?" Beliau bersabda. mengucapkan selamat kepadanya jika bahagia. atau kotoran yang dibuang di depan rumahnya. tidak menyusahkannya dengan bangunan rumah atau jalannya. "Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya. tidak menyakiti dengan air yang mengenainya.. "Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak. karib-kerabat.. "Barangsiapa beriman kepada Allah. Berbuat baik kepadanya dengan menolongnya jika ia meminta pertolongan. Sabda Rasulullah saw. maka ia jangan menyakiti tetangganya. berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta„ala. berikut: Sabda Rasulullah saw.Etika terhadap Tetangga Rabu.." (Muttafaq Alaih). menjenguknya jika ia sakit." (An-Nisa': 36). orang-orang miskin. kepada wanita yang konon berpuasa di siang hari. Sabda Rasulullah saw." (Muttafaq Alaih)." (Muttafaq Alaih).." (Muttafaq Alaih). "Barangsiapa beriman kepada Allah. tidak mengintip auratnya." Ditanyakan kepada Rasulullah saw. membantunya jika ia membutuhkan. anak-anak yatim. 14 Februari 2007 19:49 Abu Bakr Jabir al-Jazairi Orang Muslim meyakini bahwa tetangga mempunyai hak-hak atas dirinya. Etika terhadap tetangga adalah sebagai berikut 1.. atau perbuatan karena sabda-sabda Rasulullah saw. 2. namun ia menyakiti tetangganya. memulai ucapan salam untuknya. dan qiyamul lail di malam hari. tetangga dekat dan tetangga yang jauh. "Jibril tidak henti-hentinya berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga. memaafkan kesalahannya. Tidak menyakitinya dengan ucapan. dan Hari Akhir. hendaklah ía memuliakan tetangganya. Sabda Rasulullah saw. "Wanita tersebut masuk neraka. membimbingnya kepada apa yang di dalamnya terdapat kebaikan agama dan dunianya. "Demi Allah tidak beriman. berkata kepadanya dengan lemah-lembut.

semua perbuatan baik yang diperintahkan dalam firman Allah Ta'ala. "Aku mempunyai dua tetangga. dan jika engkau mendengar mereka berkata bahwa engkau berbuat salah maka engkau memang telah berbuat salah. Kedua: Jika seorang Muslim diuji dengan tetangga yang brengsek. berdasarkan sabda Rasulullah saw.. jika engkau memasak kuah." (HR Bukhari)." (Diriwayatkan Al-Hakim dan ia men-shahih-kannya)." (Muttafaq Alaih). Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw. berikut: Sabda Rasulullah saw. "Barangsiapa beriman kepada Allah. maka yang manakah yang berhak aku berhadiah?" Rasulullah saw. "Apa yang terjadi denganmu?" Orang tersebut berkata.. "Buanglah barangmu di jalan. "Kepada orang yang pintu rumahnya lebih dekat kepadamu. dan tidak mendekat ke temboknya hingga ia bermusyawarah dengannya berdasarkan sabda-sabda Rasulullah saw. ketiga kalinya." (Muttafaq Alaih). maka perbanyaklah airnya. Menghormati dan menghargainya dengan tidak melarangnya meletakkan kayu di temboknya. Akibatnya. bersabda. "(An-Nisa': 36)." (Muttafaq Alaih). Ada dua manfaat yang kita dapatkan dan etika-etika di atas: Pertama: Seorang Muslim mengenal dirinya jika ia telah berbuat baik kepada tetangganya. karena sabda-sabda Rasulullah saw. "Tetanggaku menyakitiku. Bersikap dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya. bersabda." Orang-orang pun mengutuk tetangga yang dimaksud orang tersebut hingga kemudian tetangga . orang orang berjalan melewatinya sambil berkata. dan Hari Akhir. atau keempat kalinya kepada orang tersebut. kemudian beliau bersabda kepadanya. Seseorang datang kepada Rasulullah saw. guna mengeluhkan sikap tetangganya. "Hai Abu Dzar. 4. kemudian berikan kepada tetanggamu. hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya." (Diriwayatkan Al-Bukhari)." (HR Bukhari). janganlah seorang tetangga meremehkan tetangganya yang lain. hendaklah ia bersabar. Sabda Rasulullah saw. 3. kendati hanya dengan ujung kuku kambing. hingga ia bemusyawarah dengannya.. berikut: Sabda Rasulullah saw. Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah saw. "Barangsiapa mempunyai kebun bersama tetangga." Orang tersebut pun membuang barangnya di jalan. bersabda untuk kedua kalinya... "Salah seorang dan kalian jangan sekali-kali melarang tetangganya meletakkan kayu di dinding rumahnya. atau mitra. "Hai wanita-wanita Muslimah. karena kesabarannya akan menjadi penyebab pembebasan dirinya dan gangguan tetangganya. kepada Abu Dzar ra. tidak menjual atau menyewakan apa saja yang menyatu dengan temboknya. maka ia tidak boleh menjualnya. "Tetangga dekat dan tetangga yang jauh. "Sabarlah!" Rasulullah saw. "Jika engkau mendengar mereka berkata bahwa engkau telah berbuat baik maka engkau memang telah berbuat baik. atau berbuat yang tidak baik terhadap mereka.

Perhatikanlah mereka. Bersikap tawadhu’lah kepada orang lain dan jangan merasa lebih tinggi atau takabbur dan bersikap angkuh terhadap mereka. kenalilah karakter dan akhlaq mereka.id . www. tidak mencoba menghina atau menilai mereka cacat. Bermuka manis dan senyumlah bila anda bertemu orang lain. "Kembalikan barangmu ke rumah. Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari mereka diberi hak dan dihargai. aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi." (HR Ahmad).almanhaj.id . hlm.alsofwah. dan tanyakanlah keadaan mereka. 2002). www. atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim.or.muslim. Fadhli Bahri (Darul Falah.tersebut datang kepada orang tersebut dan berkata kepadanya. . Berbicaralah kepada mereka sesuai dengan kemampuan akal mereka. masing-masing menurut apa yang sepantasnya. Jaga dan perhatikanlah kondisi orang. karena demi Allah. kenalilah keadaan dan kondisi mereka. ETIKA BERGAUL DENGAN ORANG LAIN Posted on Oktober 18.or. terj. 148-151. Minhaajul Muslim. lalu pergaulilah mereka.id Hormati perasaan orang lain.or. 2007 by Situs islam: www.

dan tahanlah rasa benci terhadap mereka. Dengarkanlah pembicaraan mereka dan hindarilah perdebatan dan bantah-membantah dengan mereka. Remaja Islam Mau Mengenal Islam      Home Islam Dasar o Aqidah o Jalanku o Fiqih Remaja o Menata Hati o Akhlaq Mulia o Pojok Muslimah o Kisah Teladan o Amalan o Nasehat Gaya Muda o Cinta o Pra Nikah Dunia Muda o Tips o Iptek o Dunia Islam o Hidayah Kamu o Resensi Buku Tamu You are here:: . Mema`afkan kekeliruan mereka dan jangan mencari-cari kesalahan-kesalahannya.Berbaik sangkalah kepada orang lain dan jangan memata-matai mereka.

Itulah yang dimaksud dengan ayat ini. Al Isro‟: 32). Maka benarlah. Kedua: Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan Padahall Allah Ta'ala perintahkan dalam firman-Nya. “Dan janganlah kamu mendekati zina. maka jalan tersebut juga menjadi haram. Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Namun lambat laut akan janjian kencan. Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. “Allah melarang mendekati zina. apalagi jika sampai berzina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. jika kita telaah. Oleh karenanya. An Nur: 30). Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. sms. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya. Saudaraku. bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini. Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan. atau chating. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".Apakah Mengenal Pasangan Harus Lewat Pacaran? Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia. Dalam ayat ini. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon. sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita .”(QS. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu-satunya cara untuk mengenal pasangan. dan memelihara kemaluannya.”[1] Selanjutnya. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan.

Zina kedua telinga dengan mendengar.”[4] Inilah beberapa pelanggaran ketika dua pasangan memadu kasih lewat pacaran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ‫ع‬ ‫ص‬ ‫ص‬ ‫.yang bukan mahrom. Solusi Terbaik untuk Memadu Kasih . maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. ‫ع‬ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi. Zina kaki adalah dengan melangkah. Adakah bentuk pacaran yang selamat dari hal-hal di atas? Lantas dari sini.”[3] Berdua-duaan (kholwat) yang terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat. tangan pun ikut berzina Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan.ع‬ “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Zina kedua mata adalah dengan melihat. “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.”[2] Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. judi islami. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku. lewat kata-kata mesra via chating dan lainnya. bagaimanakah mungkin pacaran dikatakan halal? Dan bagaimana mungkin dikatakan ada pacaran islami padahal pelanggaranpelanggaran di atas pun ditemukan? Jika kita berani mengatakan ada pacaran Islami. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu . Keempat: Dalam pacaran. namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms). Menikah. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina). dan seterusnya. beliau mengatakan. Zina lisan adalah dengan berbicara. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian. tidak bisa tidak. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). maka seharusnya kita berani pula mengatakan ada zina islami. arak islami. Dari Jarir bin Abdillah.

melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Ingatlah. maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Barangsiapa yang belum mampu. maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan.”[9] Obat Bagi Yang Dimabuk Cinta Berikut adalah beberapa obat bagi orang yang dimabuk cinta namun belum sanggup untuk menikah. syaratnya adalah mampu yaitu telah mampu menafkahi keluarga. » “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan. Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan.”[10] Kedua: Banyak memohon pada Allah .”[5] Inilah jalan yang terbaik bagi orang yang mampu menikah. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud baa-ah adalah telah mampu memberi nafkah. Obatnya adalah dengan menikah jika mampu. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.Solusi terbaik bagi yang ingin memadu kasih adalah dengan menikah. “Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatunya dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan. Namun ingat.”[7] Yang dimaksud baa-ah dalam hadits ini boleh jadi jima‟ yaitu mampu berhubungan badan. Pertama: Berusaha ikhlas dalam beribadah. barangsiapa yang memiliki baa-ah. Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullahh mengatakan bahwa kedua makna tadi kembali pada makna kemampuan memberi nafkah. Obatnya tentu saja bukanlah ditambah dengan penyakit lagi. “Wahai para pemuda[6]. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. lebih indah. niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya.[8] Itulah yang lebih tepat. “Sungguh. Inilah solusi terbaik untuk orang yang akan memadu kasih. Bukan malah lewat jalan yang haram dan salah. bahwa kerinduan pada si dia yang diidam-idamkan adalah penyakit. maka menikahlah.

“Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah. berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran.” Adh Dhohak mengatakan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Ia berkata. “Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah akan menumbuhkan rasa cinta pada Allah. sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan.Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo‟a. merasakan kebutuhannya pada Allah. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru.” Fudhail bin „Iyadh mengatakan. pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil). Lihatlah surat An Nur ayat 30 yang telah kami sebutkan sebelumnya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Demi keselamatan dan kejernihan hati. “Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan sayuran. Ibnul Qayyim pernah menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi‟i. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina. Oleh karena itu. Bila demikian. Ingatlah. ‫ع‬ “Dan Rabbmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku. mendayudayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. sedih dan sengsara.”[13] Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal . “Nyanyian adalah mantera-mantera zina. “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq). niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Allah Ta’ala berfirman. kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga.”[12] Kelima: Menjauhi musik dan film percintaan Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Ibnu Mas‟ud mengatakan. niscaya Allah akan mengabulkan do‟anya. Al Mu‟min: 60) Ketiga: Rajin memenej pandangan Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan.”[11] Keempat: Lebih giat menyibukkan diri Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai.” (QS. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak. Mujahid mengatakan. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja.

1392 H) [7] HR. Yahya bin Syarf An Nawawi. hal. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. [8] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. hal. Darul Kutub Al „Ilmiyah [13] Lihat Talbis Iblis. tahun 1412 H. 15/394. [4] HR. 4/300. 9/173. 1426 H. Lihat Ash Shahihah no. Ibnul Jauzi. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. 6925. [11]Majmu’ Al Fatawa.     Disqus Setuju Banget Dislike . 15734. Dar Ihya‟ At Turots. [5] HR. tahun 1405 H. cetakan ketiga. Syaikh Syu‟aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi(shahih dilihat dari jalur lainnya). Ibnu Qayyim Al Jauziyah. 109. [12]Al Jawabul Kafi. Darul Kutub Al „Arobi. [2] HR. 289. Mawqi‟ At Tafaasir. Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Bukhari no. 1847. cetakan pertama. Darul Wafa‟. Inilah pendapat ulama-ulama Syafi‟iyah. hal. Darul Kutub Al „Ilmiyyah Beirut. [9]Rodhotul Muhibbin. 1400. cetakan kedua. [10]Majmu’ Al Fatawa. Ibnu Majah no. [6] Yang dimaksud dengan syabab (pemuda) di sini adalah siapa saja yang belum mencapai usia 30 tahun. Ahmad no. 5770 [3] HR. 212. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani.com [1]Fathul Qodir. Muslim no. 624.Artikel www. 9/173. 5065 dan Muslim no. Muslim no.remajaislam. 10/187. Asy Syaukani.

..sedangkan orang yang musyrik. Tambahkan Komentar Baru Image Showing 41 comments Urutan tampil  Subscribe by email Subscribe by RSS Desy Subagjo 1 tahun yang lalu   Pacaran.... Lah terus saya harus gmna ya untuk tetap istiqomah ??Tolong jawabannya dong.... o 70 people liked this..Saya yang juga baru dalam berjilbab.banyak orang disekitar saya menyebut saya "sok fanatik" atau sebangsa itu. http://rumaysho.semua sudah tertuliskan di al-qur'an..com/belajar-is.Saya berhijab dari lawan jenis dibilang "berlebih".  Adydiedy 1 bulan yang lalu in reply to Desy Subagjo  kenapa harus lihat dan dengerin orang.. Kresna Nurul Fadhila and 3 more liked this   Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to Desy Subagjo  Kami sarankan baca artikel berikut ini: 1.Makachi.. 21 people liked this. jodoh kita sudah diatur.sebenarnya sedang ingin melakukan semaksimal mungkin apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan Allah.Namun.sya sendiri sedang menguatkan hati untuk tidak mengikuti trend "Pacaran" ini.. 2.jodohnya pasti musyrik juga".com/belajar-is... lakukan hanya karna allah.. Semoga Allah beri keistiqomahn ...... http://rumaysho. "bagi yang beriman.jodohnya pasti beriman.bukan karna manusia......Saya tidak mau pacaran dibilang "Awas nanti ga laku loh!".

sulistiawati 1 tahun yang lalu  saya minta ijin copy buat catatan saya.com/belajar-is. http://rumaysho... Rofikalubis 9 bulan yang lalu in reply to Desy Subagjo   tetap istiqomah menjalaninya . adex rosa black 1 tahun yang lalu  asaalamualaikum..  5 people liked this... jazakallahu khoiron katsiro 6 people liked this. Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to Desy Subagjo    Kami sarankan baca artikel berikut ini: 1.. Semoga Allah beri keistiqomahn 2 people liked this. Riko Rahmatullah and 7 more liked this   muhammad sholeh selsi 1 tahun yang lalu    ana minta ijin copy buat tautan di catatan ana..   . 2. mow izin share ke tautan saya 3 people liked this.. jazakallohu khoir ya ustadz .. http://rumaysho.com/belajar-is... sekalian mau dibagikan ke teman-teman.

Awi Biang 1 tahun yang lalu    > syukron.ana minta izin CoPas buat share artikel2nya dg ttp mencantumkan sumbernya.... sangat bermanfaat sekali buat menambah wawasan / ilmu agama ana.buat artikel2 nya. . sekalian. alhamdulillah. 1 person liked this.Jazzakallahu khair Riko Rahmatullah and 3 more liked this Vannyoktaviany 6 bulan yang lalu    subhanallah bermanfaat sekali setelah membaca ini :)) syukron .... rhin 1 tahun yang lalu  Assalammualaikum mau izin share jazzakallahu khoir Ariyati Putri Mustika and 1 more liked this   Udar Ahmad 1 tahun yang lalu    setuju bgt apa yang tercatum dalil2 diatas 1 person liked this. saya minta izin untuk membagikan ilmu yang saya dapat ini kepada teman2 saya n_n 1 person liked this... ana izin share .heri 1 tahun yang lalu    Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh...

.... 1 person liked this... ustad.Dan yang saya hadapi saat ini adalah banyaknya temn2 bahkan sahabat saya yg "berpacaran".arub makarim 1 tahun yang lalu   assalamualaikum.... wahid_albanjary 1 tahun yang lalu   Assalamu'alaykum ana share ya artikelnya . ketika ana membaca judul "apakah mengenal pasangan harus lewat pacaran?" kemudian jawabannya tidak maka pertanyaannya adalah "bagaimana cara mengenal pasangan yang .dan apa yg sebaiknya saya lakukan?? 1 person liked this. Semoga Allah beri hidayah demi hidayah. 2 people liked this.amin.  Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to arub makarim    Wa'alaikumus salam. artikelnya bagus sekali karena didasarkan atas dalil-dalil al-qur'an dan sunnah...dan saya masih sangat dangkal sekali tentang agama.. Trus nasehati sahabatmu trsbt dan trus doakan dirinya...memang saya baru belajar tentang agamaku islam..memang saya bukan manusia sempurna . Barakallahu fiikum.dan saya hanya bisa mendoakan mereka semoga mendapatkan hidayah dari ALLAH SAW.! Syukron.  Atang_2702 6 bulan yang lalu in reply to wahid_albanjary   ya xdraw 5 bulan yang lalu  assalamu alaikum.saya tak berdaya untuk bilang sama mereka kalo yg mereka lakukan itu sangat dilarang agama.tapi saya sangat risih bgt. hanya saja berdasarkan judul diatas maka artikel tadi masih menyisakan pertanyaan.saya suka bgt tulisannya..dg mereka.

. langsung dilamar dan tentukan kapan akan menikah... jadi cuma kenal pasangan lewat org ketiga dan tidak ketemu langsung.. mohon penjelasannya  Muhammad Abduh Tuasikal 4 bulan yang lalu in reply to xdraw    wa'alaikumus salam......... Dithakalalo 5 bulan yang lalu  bagaimana dengan nyanyian yang beraroma islami. syukran wa jazakallahu khair..kayaknya tu jg cara untuk mengenal lebih dalam tentang pasangan kita.sebelum nikah ada istilah ta'aruf dan itu hanya sebatas niatan untuk nikah... Chory Coboy 10 bulan yang lalu  yupz. lalu setelah cocok.......... nasyid misalnya?  Muhammad Abduh Tuasikal 5 bulan yang lalu in reply to Dithakalalo   sebaiknya seorang muslim menjauhi semacam itu.  Muhammad Abduh Tuasikal 10 bulan yang lalu in reply to Chory Coboy . di dalam Islam ... izin copas ya akhy/ukhty utk di syiarkan kpd teman-teman ana.. di artikel belum dijelaskan.... Syintialaras 6 bulan yang lalu   Assalamu'alaikum... 1 person liked this...syar'i?" jika jawabannya dengan menikah maka kurang tepat karena yang ana maksud adalah sebelum menikah.

... syukron Purwantyipunk 11 bulan yang lalu  masyaallah ternyata islam adalah agama yang haq..tentunya islam melarang berpacaran karna agama kita tahu pasti ada kemudarathan d balik itu semua contoh yg ringan patah hati heeeeeeeeeeeee.......ups untuk itu..com 11 bulan yang lalu   assalamualaikum izin copy ustadz. -) Jazakallah.........*sok tau dot com*</kehormatan>  Zara 1 tahun yang lalu   Izin share ya.ini baru sebagian kecil loh.islam telah ada aturan dan batasan nya. jadi apa yg harus saya buat biar mereka tau kalau tindakan mereka yaitu "pacaran" itu zina ?  Ariyati Putri Mustika 1 tahun yang lalu  ijin share ya......ikutilah ajaran n aturan islam pasti ga akan rugi deh heee.....sukron.   mengenalnya tidak mesti lewat pacaran... Haa_pee@yahoo..... wah . saya baru liat nih --" ... temen-temen bnyak yg udh pacaran ustadz . Artikel yang bnar bnar mnarik Riska_kaka 1 tahun yang lalu  assalamu'alaikum .....khususny dalam hal berpacaran ini..dmana hukum2 atau larangan2 yg d buat tdak akan merugikan umatny... 1 person liked this. kalau saya nasihatin ke mereka entar saya dikira gak gaul ... ...d balik aturan nya tersimpan kebaikan khususnya untuk kaum wanita agar senantiasa menjaga iffah <kehormatan diri="">..

 Cessa_19girl 1 tahun yang lalu   subhanallah. Izin share. **nagabonar** 1 tahun yang lalu   Assalamu'alaikum. jazakallohu khoir . izi share ya ustad.. **nagabonar** 1 tahun yang lalu   Assalamu'alaikum.... terima kasih **nagabonar** 1 tahun yang lalu   Assalamu'alaikum. Dealiza 1 tahun yang lalu  Assalamualaikum. ijin ngopy ustadz.izin share ya ustad..Sebelumnya salam kenal ya akhi ya ukhti dari Dede Rohmayanti saya mau ijin share ya!!! Terimakasih  Ripu_adsuni 1 tahun yang lalu  Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh... mengingatkan nih. ijin share ya ustad jazakallahu khairan. jazakallahu khairan katsira.

. kLanz 1 tahun yang lalu   jazakallahu khairan katsira.. Silakan pak... Semoga bermanfaat untuk yg lain. Heri Susilo 1 tahun yang lalu  Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh..tx. Indah Prameswari 1 tahun yang lalu   ijin share. ana izin share dan boleh ngak saya posting d blog saya . smoga tidak dialami oleh anak2 kami. Semoga Allah senantiasa memberkahi. dan udah menikah.  Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to Abi Neisa   Semoga Allah beri taufik.Jazzakallahu khair  Muhammad Abduh Tuasikal 1 tahun yang lalu in reply to Heri Susilo  Wa'alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh. Reactions .. Abi Neisa 1 tahun yang lalu  saya udah terlanjur.

co/jtcRsvee http://disqu URL Lacakbalik blog comments powered by Disqus back to top Login Username Password Ingat Saya    Lupa Password? Lupa Username? Mendaftar Subscribe . SudirmanTahir 2 minggu yang lalu From twitter  Emang pacaran buat apa?? http://t.

.11.99 .06.. Sedang Online Kami memiliki 18 Tamu online Komentar Terbaru  kawaii syukron atas info'y..Pasang RSS Remaja Islam di web Anda di sini.:) Hati-Hati Memajang Foto di FB · 1 month ago  kawaii jazakillah khoiron katsiron..99 Mencari Jodoh Sholihah dengan Do'a Sapu Jagad 02.11.:) Hati-Hati Memajang Foto di FB · 1 month ago  bdhi ekha nTD mksh Buku Tamu · 1 month ago Powered by Disqus Terbanyak Dibaca    Apakah Mengenal Pasangan Harus Lewat Pacaran? 30.10 Agar Do'a Kita Terkabul 30..info'y..

99 10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru 30.com Muslim. .com Yufid.11.or.com Kajian.com Fans Remaja Islam  Hubungi Kami Hakcipta © 2011 Remaja Islam Mau Mengenal Islam. Semua Hak Dilindungi.id Muslimah.id Konsultasisyariah.  Obat Ketika Merindukan Si Dia 30.net PengusahaMuslim.or.99 Link Sahabat        Rumaysho.11.

Muslim 1341.PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA.gizanherbal. Muslim 1339] . http://www.abul-jauzaa. dll.com/ TIPS PACARAN YANG ISLAMI (pacaran itu haram: www.bestabuabdullah. curhat masalah cinta.com http://www.com http://www.aslibumiayu.blogspot.” [HR Bukhori: 1088. silahkan kunjungi situs2 islam yang sangat bermanfaat berikut ini: http://www.pacaranislamikenapa.wordpress. kecuali ditemani mahram dari sang wanita (jadi bertiga) “Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: 3006.Tirmidzi) 2.majalah-elfata.com 1.com http://www.com bagi yang ingin bertanya masalah2 agama. Jangan berduaan dengan pacar di tempat sepi.wordpress.com ) situs anti pacaran: www. atau membaca artikel2 islam yg sangat menarik dan penting.blogspot. Jangan pergi dengan pacar lebih dari sehari semalam kecuali si wanita ditemani mahramnya “Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sehari semalam tidak bersama mahromnya. keluarga. silahkan kunjungi situs islam yang sangat bermanfaat. agama.blogspot.com http://abul-jauzaa.wordpress. konsultasi.blogspot.523.blogspot.com http://www. Lihat Mausu'ah Al Manahi Asy Syari'ah 2/102] “Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.abul-jauzaa.alimalbantuliy.

Ibnu Majah 2874. Jangan bersentuhan dengan pacar. karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. ahmad 6/357.3. dan lebih membentengi farji (kemaluan).523. Tirmidzi 1597. masing-masing harus memakai pakaian yang menutupi auratnya “Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Nasa'i 7/149. Nasa‟i. bahkan berjabat tangan juga tidak boleh. Dan barangsiapa yang tidak mampu. Ibnu Jarud dan Baihaqi)..”[HR Bukhori: 3006. Jangan menunda-nunda menikah jika sudah saling merasa cocok “Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah. Jangan membicarakan/melakukan hal-hal yang membuat terjerumus kedalam zina “Dan janganlah kamu mendekati zina.” (Al Qur‟an Surat An Nur ayat 30) “…zina kedua matanya adalah memandang…. dan mulut berzina dan zinanya adalah bicara. maka nikahlah. Jangan memandang aurat pacar. Bukhari. Abu Dawud dan Nasa‟i) 6. Tirmidzi.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad. kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah. maka hendaklah ia puasa (shaum). Muslim dan Abu Dawud) 7. “Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H. lihat Ash Shohihah 1/447/226) Bersabda Rasulullahi Shallallahu „alaihi wassallam: “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita. Bukhari..” (H. apalagi yang lebih dari sekedar jabat tangan “Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.jangan bepergian dengan wanita kecuali bersama mahromnya…. dll] 5. Darimi. Muslim 1341] 4. jangan berpelukan.R.) WARNING: .R. jangan meraba. karena nikah itu lebih menundukan pandangan. Muslim.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu‟jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283. Muslim. jangan mencium. Jangan berjalan-jalan dengan pacar ke tempat yang jauh kecuali si wanita ditemani mahramnya “….” (H. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur‟an Surat Al Isra 32) “Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba.” [HR Malik 2/982.

Wong pacarannya saja tidak boleh. Desember 26th. dan akhirnya berzina Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa. Ini tetap tidak boleh walaupun wanita tersebut ditemani mahram.Kebolehan bagi perempuan untuk bepergian lebih dari 1 hari 1 malam dengan ditemani mahram hanya diperuntukkan untuk hajat umum yang dimubahkan. tidak diperbolehkan. Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun… ===================================================================== ===== BANTAHAN ATAS ARTIKEL DIATAS dari Prima. lalu mengobrol. apalagi di tempat sepi. politik (co‟: muhasabah terhadap penguasa). Ini seperti halnya wanita bepergian bepergian lebih dari 1 ahari 1malam dengan ditemani mahram untuk keperluan berjudi. jadi sebaiknya segera menikahlah dan jangan berpacaran… sebuah syair mengatakan: kadang peristiwa besar bermula dari hal-hal kecil permulaannya memandang. Adakah perjudian Islami dalam Islam? 1. lalu tersenyum.sebenarnya banyak ulama dan ustadz yang mengharamkan pacaran. Kita tidak akan pernah menemukan Rasul maupun sahabat berinteraksi dengan lawan jenis di luar 6 perkara tadi. Untuk masalah ini. kesehatan. kemudian berkencan.Melakukan perjalanan kurang dari 1hari 1 malam dengan pacar juga tidak boleh. baik dalam keadaan sepi atau ramai. Pacaran di tempat rame juga nggak boleh. Selalu saja ada konten pembicaraan yang tidak diperbolehkan syara (minimal bercanda). . 2. Atau pergi dengan pacar lebih dari 1 hari 1 malam dengan ditemani mahram juga tidak boleh. Sedangkan di luar 6 masalah tersebut. pendidikan. Di masa Rasulullah dan sahabat. lantas janjian. Yang mesti dibahas dalam masalah pergaulan antar pria bukan hanya jumlah wanita dan laki2 yang berinteraksi. dan pernikahan (rumah tangga). misalnya saja ustadz Muhammad Umar as Sewed. tapi juga konten pembicaraannya. konten percakapan antara laki-laki dan perempuan hanya di seputar masalah2 berikut ini: ekonomi (contoh:perdagangan). coba teliti kisah2 perjalanan hidup Rasul dan sahabat yang tercantum dalam hadits ataupun sirah. saya pribadi belum pernah menemukan pacaran yang konten pembicaraannya terbatas pada 6 perkara tadi. Sedangkan dalam pacaran. Rasulullah dan para sahabat tidak melakukan interaksi antar gender. 2008 jam 3:52 am Komentar: Menyatakan adanya pacaran Islami sama dengan menyatakan adanya perjudian islami. bercakap-cakap hanya sekadar hanya untuk menyatakan kata2 romantis atau bercanda ria(seperti dalam pacaran). dakwah. Karena itu. kemudian menyapa.

atau lebih jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. a)walaupun untuk keperluan mubah. 4)Pembahasan dalam masalah pergaulan islami. Tujuan Pacaran Ada beragam tujuan orang berpacaran. Karena itu kami tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini. Dan bahkan ada juga yang memang menjadikan masa pacaran sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan. pergaulannya tetap haram. Ada yang sekedar iseng. mereka sangat belum siap. media perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. sebagian norma di tengah masyarakat membolehkan pacaran. Apabila konten pembicaraannya tidak syar‟i walaupun tidak bersinggungan tubuh (berciuman atau bergandengan tangan). ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa penjajakan. atau mencari teman bicara. sebab dari sisi kedewasaan. tetapi untuk urusan yang haram (seperti pacaran) tetap tidak boleh. Apa Yang Dilakukan Saat Pacaran ? . wanita bepergian lebih dari 1 hari 1 malam tanpa mahram atau suami tetap tidak boleh. Ibaratnya. dan ke tempat dekat pun tidak boleh. 3)Walaupun ditemani mahram. Dengan tujuan itu. 5)Dengan menutup aurat ataupun tidak. Paling tidak dengan cara membiarkan pasangan yang sedang pacaran itu melakukan aktifitasnya. agar tidak salah konotasi. Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal.c)walaupun bepergian kurang dari 1 hari tanpa ditemani mahram atau suami. bukan perkara2 haram seperti pacaran atau perjudian. karena pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang.yakni yang termasuk ke dalam 6 perkara tadi. pacaran tetap haram. II. bepergian lebih dari 1 hari 1 malam untuk hal yang diharamkan tidak diperbolehkan. tetapi juga seputar konten pembicaraan. perjudian tetap haram walaupun pelakunya adalah wanita yang menutup aurat. Namun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya.b)walaupun ditemani mahram atau suami. I. KOnteks hadits yang dicantumkan pada point ke-2 memang seputar masalah2 mubah. kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga. Banyak diantara pemuda dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata. Secara lebih khusus. Pemahaman yang benar terhadap hadits tersebut adalah. -==================================== HUKUM PACARAN MENURUT ISLAM (penjelasan mengenai sebab diharamkannya pacaran) Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum. berpacaran ke tempat jauh tetap tidak boleh. usia. bukan hanya seputar persinggungan tubuh. Semua itu dilakukan karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga.

kuda pilihan. yaitu: wanita-wanita. zina adalah hak asasi yang harus dilindungi. yang awalnya adalah istilah dalam dunia perhotelan untuk menginap. jalan-jalan dan berduaan. pengawasan dan perhatian dari anggota keluarga lainnya. tetapi data menunjukkan bahwa ciuman. yaitu memanfaatkan kesibukan kedua orang tua. perak. Dan terbukti dengan maraknya kasus `hamil di luar nikah` dan aborsi ilegal. Pacaran Dalam Pandangan Islam a. Sepasang pelajar atau mahasiswa yang berzina. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung sampai kepada level yang sangat jauh. Bahkan hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan tersendiri buat beberapa hotel dengan memberi kesempatan chek-in secara short time. Pihak pengelola hotel sama sekali tidak mempedulikan apakah pasangan yang melakukan chekin itu suami istri atau bulan. Ketika seseorang memiliki rasa cinta. Itulah kesenangan hidup di dunia. secara umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal-hal yang diluar dugaan. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya. Maka jelaslah bahwa praktek pacaran pelajar dan mahasiswa sangat rentan dengan perilaku zina yang oleh sistem hukum di negeri ini sama sekali tidak dilarang. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .`(QS. yaitu kamar yang disewakan secara jam-jaman untuk ruangan berzina bagi para pasangan di luar nikah. Islam Mengakui Rasa Cinta Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Selain di hotel. aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar nikah juga sering dilakukan di dalam rumah sendiri. Bukan sekedar kencan. . tidak bisa dituntut secara hukum. sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang. maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. `Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini. anak-anak. Ali Imran :14). Fakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang apologi. para pelakunya justru akan diberi simpati. rabaan anggota tubuh dan bersetubuh secara langsung sudah merupakan hal yang biasa terjadi. Bahkan bila seks bebas itu menghasilkan hukuman dari Allah berupa AIDS. Namun tidak sedikit hotel yang pada hari ini berali berfungsi sebagai tempat untuk berzina pasangan pelajar dan mahasiswa. Sehingga kita juga sering mendengar istilah “chek-in”. Maka para pelajar dan mahasiswa bisa lebih bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di dalam rumah mereka sendiri tanpa kecurigaan. namun anak-anak pelajar menengah atas (SLTA) dan menengah pertama (SLTP) juga terbiasa melakukannya. Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan penjajah. harta yang banyak dari jenis emas.Lepas dari tujuan. III. juga pasanga-pasangan tidak syah lainnya. Pola budaya yang permisif (serba boleh) telah menjadikan hubungan pacaran sebagai legalisasi kesempatan berzina. binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Data menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah dilakukan bukan hanya oleh pasangan mahasiswa dan orang dewasa.

Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga. Sehingga bila seseorang mencintai wanita. Baik itu sentuhan. maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta. bijaksana. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya. jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Dalam Islam. tapi masyakat dunia ini memang benarbenar telah dilanda degradasi agama. Sebelum adanya ikatan itu. hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya. jujur. ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggungjawab yang disaksikan oleh orang banyak. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam. melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat. chatting dan sejenisnya. tentu . pegangan. tapi tidak siap menjadi “the real man”. cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok. Atau janji muluk-muluk lewat SMS. Rasulullah SAW bersabda. tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual. melainkan kepada ayah kandung wanita itu. mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Sedangkan di luar nikah. akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.Khusus kepada wanita. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya. Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan. Islam tidak pernah membenarkan semua itu. ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan. Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja. ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik. b. Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik. Dengan ikatan itu. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wanita. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku`.`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). cium dan juga seks. Bahkan lebih `keren`nya. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal Namun dalam konsep Islam. Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini.

Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. semua instrumen itu tidak terdapat. Dalam format pacaran. tukar menukar SMS. Maka dalam masalah ini. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. bermake-up. tanggung-jawab. sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. Dalam format mencari pasangan hidup. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya atas data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan. Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta. . (HR. bahkan justru lebih parah. sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa` fiddin nomor 4700.`Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya. Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta`aruf. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan. misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda. Muslim Kitabur-Radha` Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661) Selain keempat kriteria itu. Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Bahkan tidak ada kepastian tentang kesetiaan dan seterusnya. chatting dan diteruskan dengan janji bertemu langsung. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. [2] keturunannya. Padahal cinta itu adalah memiliki. berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Pacaran Bukan Cinta Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran. Sebab sebuah cinta sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat. c. ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. bukanlah anggapan yang benar. sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta. peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting. d. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik. atau perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.

fasik haram Posted on January 27. Dan tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran. Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dialah (Allah) yang menjadikan untuk kamu apa yang ada di bumi kesemuanya.Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak-acakan.” (Surah al-Baqarah. Dengan demikian. pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur. Ini berdasarkan dalil yang menyatakan tentang nikmat kurniaan Allah kepada hamba-Nya. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. sebaliknya bisa dikatakan sebuah penyesatan dan pengelabuhan. Tiru perbuatan orang kafir. namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. 2011 under Islam by wizvax 0digg 12KShare 1 HUKUM asal bagi perhiasan sama ada yang berada pada tubuh badan. ayat 29) . Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran. pakaian atau tempat tinggal adalah halal dan dibenarkan.

Itu permasalahan menindik telinga. Namun ia bukanlah jawapan yang menunjukkan keharusan amalan ini. Islam mendatangkan kaedah umum dalam etika berhias antaranya perhiasan yang dikenakan mestilah tidak digambarkan seolah-olah meniru atau menyerupai orang kafir dan golongan fasik.Salah satu contoh perhiasan yang diamalkan ialah menindik anggota badan dengan meletakkan barang perhiasan. Malah ia sudah mula melarat kepada golongan lelaki. Lelaki yang menyerupai wanita dengan mengenakan perhiasan wanita adalah suatu yang dilarang dalam Islam. Bagaimana pula mereka yang menindik di kawasan selain telinga? Perbuatan menindik selain dari kawasan telinga tidak pernah didengari pada zaman Nabi dan salafussaleh. namun perkembangan fiqh Islam tetap berkembang dalam menjawab setiap persoalan baru yang timbul hasil ijtihad ulama semasa.” Dalam hadis berkenaan. seperti di pusat. maka ia tergolong daripada golongan berkenaan. masa merubah segala dengan perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar membuatkan semakin ramai bertindik di bahagian selain telinga. Amalan bertindik menjadi kecenderungan remaja masa kini. Lalu menyerahkan (barang perhiasan mereka) kepada Bilal. sama ada berbentuk emas. Sabda Nabi SAW yang bermaksud: “Sesiapa yang menyerupai suatu golongan itu. Disebabkan itulah golongan lelaki dilarang daripada menindik telinga mereka kerana ia dengan jelas menyalahi kebiasaan perhiasan bagi lelaki. Namun. bibir dan kening. isyarat yang diberikan wanita (sahabiyyah) berkenaan adalah antinganting. Walaupun tidak dibincangkan secara khusus dalam nas jelas. Diriwayatkan oleh al-Bukhari daripada Ibn Abbas katanya: “Pada suatu hari raya.” (Hadis riwayat Imam Abu Daud dari Ibnu „Umar) . Advertise Here Sebenarnya perbuatan bertindik adalah amalan yang sudah dikenali pada zaman Rasulullah SAW. lidah. Ia perhiasan diketahui umum sejak dari zaman awal Islam dan perhiasan ini khusus kepada golongan wanita. perak dan berlian. Kebiasaan masyarakat Melayu di Malaysia sejak dulu mengenali amalan bertindik hanya terbatas di bahagian telinga. Ibn Abbas mengatakan bahawa: Aku melihat mereka mengisyaratkan kepada telinga mereka dan leher mereka. selepas Baginda Nabi SAW solat dan berkhutbah. Sambil Baginda SAW menyeru supaya mereka semua bersedekah. Baginda menuju ke kawasan perempuan dan memberi tazkirah khas kepada golongan wanita.

Malah.” (Surah Al-Baqarah. Dr Yusuf al-Qaradhawi dalam kitabnya al-Halal wa al-Haram fi al-Islam mengatakan. Ini pandangan Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari. bertatu di badan adalah perbuatan yang dilaknat oleh Rasulullah SAW. ada yang menggunakan seterika. ayat 195) Namun. Mengukir badan sendiri dengan melakarkan corak atau bentuk tertentu sehinggakan kesakitan dianggap satu kepuasan. Tambahan. pakaian. Ada segelintir yang menyeksa tubuh badan mereka semata-mata untuk menghilangkan tatu. Selain bertindik. menyeksa diri dan dibuktikan boleh memberi kesan sampingan terhadap kesihatan tubuh badan dan mampu mendekatkan pelaku dengan jangkitan penyakit seperti Hepatitis B. remaja kini juga gemar bertatu dan melihat perbuatan itu seolah-olah tidak menjadi kesalahan dari sudut pandang agama. amalan bertindik selain anggota telinga adalah amalan diambil bukan daripada golongan solihin. Pandangan ini bertepatan firman Allah SWT yang bermaksud: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Islam melarang meniru kebiasaan dan gaya hidup orang lain tanpa membawa manfaat jelas. Jika menanggalkan tatu itu mendatangkan kemudaratan atau membuatkan anggota badan nampak jelik.” (Surah al-Baqarah. Firman Allah SWT yang bermaksud: “Allah tidak membebani seseorang sesuai dengan kemampuannya. Memang benar taubat dapat menghapuskan dosa. Bagi yang sudah tergelincir dan ingin kembali ke pangkal jalan. perbuatan.Larangan keras terhadap perbuatan meniru orang kafir sama ada dalam ucapan. timbul pula persoalan untuk menghilangkan tatu yang ada. ayat 286) . Ia budaya negatif remaja di Barat yang jelas jauh dari adat budaya tatasusila seorang Muslim. Jelasnya. termasuk meniru perbuatan orang fasik (iaitu orang yang biasa melakukan maksiat). Bahkan ada yang berbangga memiliki tatu di badan dengan mempertontonkan kepada orang ramai sedangkan ia membawa imej seorang Muslim. Permasalahan mengenai tindik sudah dijelaskan Keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam yang menyatakan perbuatan berhias secara aneh dan berlebih-lebihan seperti bertindik anggota badan selain cuping telinga adalah dilarang oleh Islam. maka harus membiarkannya dan memadai dengan taubat (baik lelaki mahupun wanita). namun taubat juga perlu bertepatan dengan caranya. perayaan dan ibadah bukan saja mengkhususkan kepada menyerupai orang kafir. tatu itu tetap wajib ditanggalkan jika ada teknologi yang dapat menanggalkannya dengan mudah dan tidak mendatangkan mudarat.

Anting Anting. etika berhias terbaik adalah pakaian takwa. Semoga dengan mengikut suri teladan terbaik iaitu Baginda Nabi SAW. Budaya Luar. Perhiasan Wanita. membuatkan kita terselamat daripada segala kecintaan melebihi dari cinta kepada Baginda. Pengaruh Budaya. Bibir. Perkembangan Teknologi. Dalam Islam. Leher. Berlian. Remaja Masa Kini. Surah Al Baqarah. solat. Nikmat. Tubuh Badan Advertise Here . Tazkirah. Telinga. Dilarang.Tidak kira zaman mana pun kita. Anda mungkin juga meminati: Adab Berpuasa dan Solat Tarawih Logiknya Solat dalam Sudut Pandangan Sains Pemimpin amanah lahirkan negara berkat Cetek ilmu punca pertikai larangan rai Hari Kekasih Tiada alasan kerja GRO LinkWithin Tags: Al Bukhari. Pakaian. Lidah.

bahagia dan sedihnya. Semoga shalawat dan salam tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad. maka kami memandang perlu menyajikannya secara singkat. hendaklah ia menempuh jalan hidup Rasulullah SAW dan meneladani etikanya. . dikala bepergian dan iqamah. Oleh karena kebanyakan orang pada akhir-akhir ini yang tidak mengetahui etika-etika tersebut atau butuh untuk diingatkan kembali. Maka barang siapa yang menghendaki kebahagiaan.nya ditempuh oleh setiap mu'min di dalam hidupnya. agama dan dunianya. dengan iringan do`a kepada Allah semoga amal ini berguna bagi segenap kaum muslimin. bangun dan tidurnya. lapang dan kesulitannya. Rasulullah telah menggoreskan buat kita melalui ucapan dan perbuatannya rambu-rambu etika yang seyogya. Melalui kepribadiannya yang mulia. keluarga dan para sahabatnya. Rasulullah telah menjelaskan kepada kita contoh etika yang seharusnya ditiru." Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari " Oleh : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang. Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada manusia terbaik yang beribadah dan kembali kepada Allah. Sesungguhnya Islam benar-benar menaruh perhatian yang sangat besar kepada manusia di dalam segala perihal dan urusannya. makan dan minum. Tidak ada perkara kecil ataupun besar apapun yang tidak dijelaskan oleh Islam. Segala puji bagi Allah yang telah mengajarkan kesempurnaan etika kepada manusia dan membuka pintu bagi mereka untuk mengamalkannya.

Sebagai seorang muslim misalnya. pluralisme agama adalah suatu kenyataan bahwa kita adalah berbedabeda. Rasjidi. Dalam konteks ini. Berbagai Perspektif Pluralisme Agama Berbicara tentang hubungan antar agama.Tahun ke VIII dan buku karangan Umar Hasyim Toleransi dan Kemerdekaan Beragama dalam Islam sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antar Agama. Mei 1968 Tahun ke VIII. . baik secara sosiologis. Rasjidi bahwa agama adalah masalah yang tidak dapat ditawar-tawar. Rasjidi dalam satu tulisannya yang disampaikan dalam Pidato Sambutan Musyawarah Antar Agama. kita telah memeluk agama yang berbeda-beda. Nomor Khusus.4 Namun. apalagi berganti. Dalam kenyataan sosial. 30 November 1967 di Jakarta. umat beragama sulit berbicara objektif dalam soal keagamaan. ia menyadari sepenuhnya bahwa ia involved (terlibat) dengan Islam. menurut Rasjidi. karena pengakuan ini tidak berarti mengizinkan pengakuan terhadap kebenaran teologi atau bahkan etika dari agama lain. Ini adalah kenyataan sosial. Sebagaimana yang dikemukakan oleh M. Penulis mendapati tulisan ini dari dua sumber.3 Berdasarkan keyakinan inilah. 4Ibid. maka keyakinan itu tidak dapat pisah darinya. Mei 1968. Pengakuan terhadap adanya pluralisme agama secara sosiologis ini merupakan pluralisme yang paling sederhana. Rasjidi mengakui bahwa dalam kenyataan sejarah masyarakat adalah multi-complex yang mengandung religious pluralism. penulis memfokuskan diri dari sumber yang pertama. teologis maupun etis.2 Ia mengibaratkan agama bukan sebagai (seperti) rumah atau pakaian yang kalau perlu dapat diganti.HUBUNGAN ANTAR AGAMA DI INDONESIA : TANTANGAN DAN HARAPAN Oleh : Zainul Abas Dosen STAIN Surakarta A. 3M. hlm. wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama. Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan Muslim Indonesia. Nomor Khusus. Al-Djami’ah. sesuatu yang niscaya dan tidak dapat dipungkiri lagi. bermacam-macam 2 Argumen ini dikemukakan oleh Prof. Jika seseorang memeluk keyakinan. Secara sosiologis. yakni di dalam Majalah Al-Djami’ah. karena manusia dalam keadaan involved (terlibat). beragam dan plural dalam hal beragama.35.

Kemudian. misalnya tentang kristenisasi. dalam pengakuan-pengakutan sosial. tetapi ia sangat tegas dalam hal-hal teologis.agama. Bibel. Hal itu merupakan bagian keimanan orang Islam. dengan mengakui adanya religious pluralism dalam masyarakat Indonesia. misalnya pandangan tentang al-Qur‘an. Namun demikian. ia juga tidak memandang kesalahan-kesalahan ajaran teologis dari agama lain. tudingan dalam dalam hal-hal yang empirik (aktual). Pandangan pluralismenya tidak berarti adanya pertemuan dalam hal keimanan. Apa yang dikemukakannya adalah sebuah pembelaan. Pandangan pluralismenya tidak sampai masuk pada perbincangan tentang kebenaran-kebenaran yang ada di dalam agama lain. sebuah dialog bertahan. Pembelaan Rasjidi atas berbagai persoalan yang menimpa umat Islam disampaikan secara terus-terang dan terbuka. misalnya tentang apa yang dilakukan oleh umat Kristen. Karena itulah pola yang dipakai Rasjidi adalah pola responsif atas persoalan yang berkembang. karena itu mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri. sehingga terkesan defensif. masing-masing pemeluk agama memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Mukti Ali secara sosial tidak mempersoalkan adanya pluralisme. bukan menyerang. Nabi Muhammad. Yesus dan Mariam. Orang Islam sungguh tidak dapat mempercayai (mengimani) ketuhanan Jesus Kristus tetapi mempercayai kenabiannya sebagaimana Nabi Muhammad. bahkan kadang kalah tidak dapat menghindari munculnya tuduhan. apakah Kitab Bibel yang ada sekarang ini otentik atau tidak. meskipun hal itu terasa pahit dan keras. Menurutnya. Ia menegaskan bahwa keyakinan terhadap hal-hal teologis tidak bisa dipakai hukum kompromistis. orang Islam juga tidak hanya memandang al-Qur‘an tetapi juga Torah dan Injil sebagai Kitab Suci (Kitabullah). Kritiknya terhadap agama lain adalah kritik sosial. dan apakah seluruhnya merupakan wahyu Tuhan. dalam satu persoalan (objek) yang sama. Yang menjadi persoalan. Ia mengritik aktivitas misi atau zending tersebut. Terdapat kesan bahwa pandangan tentang absolutisme agama didasarkan oleh kandungan ajaran bahwa pemeluk agama tidak dapat objektif terhadap kebenaran lain. Hal ini adalah realitas. Oleh karena itu. Ia tidak pernah menutupi sesuatu pun. Ia sama sekali tidak menyinggung tentang hal itu. Bagi umat Islam barangkali didasarkan pada ajaran bahwa ―agama yang paling benar di sisi Allah adalah Islam‖. orang Islam melakukan penghargaan yang tinggi terhadap Mariam dan Jesus. Hal ini bukan berarti bahwa orang Islam selalu 5 Ibid.5 Dapat dicermati bahwa Rasjidi tidak memandang adanya pertemuan dalam masalah-masalah teologis. dalam arti bahwa ia mengritik praktek-praktek misi atau zending dari agama Kristen. namun hanya merupakan pengakuan atas keberadaan agama-agama lain. Ia tidak mengritik berbagai ajaran teologis yang ada di dalam agama Kristen. . Pengakuan pluralisme secara sosiologis ini juga dikemukakan oleh Mukti Ali.

Isa atau rasul-rasul lain. yaitu percaya bahwa agama yang dipeluk itulah agama yang paling baik. yaitu menyelami dan meninjau kembali agama sendiri dalam konfrontasi dengan agama-agama lain. diyakini oleh Islam. orang Islam percaya bahwa Bibel memuat/mengandung Kalam Tuhan. Ia mengakui jalan inilah yang penting ditempuh untuk menimbulkan kerukunan hidup beragama. Kedua. Mukti Ali. reconception. sedang agama-agama lain adalah salah. 1992). supaya dengan demikian tiaptiap pemeluk agama merasa bahwa sebagian dari ajaran agamanya telah terambil dalam agama sintesis (campuran) itu. yaitu mengakui bahwa agamanya sendiri itulah yang benar. Dialog. meskipun orang Islam tidak bisa mengakui bahwa Bibel sebagaimana sebelum mereka hari ini terdiri dari Kalam Tuhan seluruhnya. 7 Mukti Ali sendiri setuju dengan jalan ―agree in disagreement‖. yaitu menciptakan suatu agama baru yang elemen-elemennya diambilkan dari pelbagai agama. bahkan termasuk mengenai hal-hal yang tentang Nabi Muhammad.). penggantian. hlm. 55. dan orang lain Ali. hlm. dan berusaha supaya orang-orang yang lain agama masuk dalam agamanya. 227-229. sintesis. 7A. juga terdapat persamaan. Mukti Ali menjelaskan bahwa ada beberapa pemikiran diajukan orang untuk mencapai kerukunan dalam kehidupan beragama. yakni bahwa secara sosiologis kita memiliki keimanan dan keyakinan masing-masing.menolak Wahyu Tuhan yang diturunkan kepada Nabi Musa. dalam Burhanuddin Daja dan Herman Leonard Beck (red. 4 Th. selain terdapat perbedaan. 6 Tampak Mukti Ali ingin menegaskan bahwa masing-masing agama memiliki keyakinan teologis yang tidak bisa dikompromikan. bahkan termasuk mengenai hal-hal yang diyakini oleh umat agama lain. pengakuan tentang pluralismenya berada pada tataran sosial. Pertama. yaitu pendapat yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Kelima. Dakwah dan Misi‖. Diyakini bahwa antara satu agama dan agama lainnya. misalnya konsep tentang Nabi Isa. Orang yang beragama harus percaya bahwa agama yang ia peluk itulah agama yang paling baik dan paling benar. Namun demikian. ―Ilmu Perbandingan Agama. Ketiga. XI Djuli 1970. Ilmu Perbandingan agama di Indonesia dan Belanda. 6Mukti . Begitu juga. Keempat. sinkretisme. agree in disagreement (setuju dalam perbedaan). (Jakarta : INIS. dan mempersilahkan orang lain untuk mempercayai bahwa agama yang dipeluknya adalah agama yang paling baik. Kristen memiliki keimanan sendiri. Islam memiliki keimanan sendiri. No. ―Dialog between Muslims and Christians in Indonesia and its Problems‖ dalam AlJami’ah. Persoalan kebenaran adalah persoalan dalam wilayah masing-masing agama. misalnya konsep Jadi.

54-58. Oleh karena itu. Lihat juga Djohan Effendi. tidak absolut. akan tetapi juga aliran yang dianutnya. ketika agama itu dipahami oleh manusia. Menurutnya. tetapi juga pengakuan tentang titik temu secara teologis di antara umat beragama. Nanang Tahqiq (Jakarta : Paramadina. karena manusia sendiri bersifat nisbi. 230.8 Wacana pluralisme agama Djohan Effendi berbeda dengan pluralisme Rasjidi dan Mukti Ali di atas. (ed. Pengertian antara agama dan keberagamaan harus dipahami secara proporsional. maka kebenaran agama itu tidak bisa sepenuhnya ditangkap dan dijangkau oleh manusia. 16. Djohan tidak setuju dengan absolutisme agama. sementara kebenaran agama yang dikatakan oleh manusia itu nisbi. Hal itu hanya ada dalam ilmu Tuhan.10 Djohan mengemukakan: ―Sebagai makhluk yang bersifat nisbi. 239. . untuk percaya dan yakin bahwa agama yang dipeluknya adalah agama yang paling baik dan paling benar. Namun.. diyakini sebagai bersifat ilahiyah. hlm. hlm. Yang absolut adalah kebenaran agama itu sendiri. Djohan Effeni. 9 Dengan bahasa lain. Sumarthana dkk. Oleh karena itu.). Pengakuan pluralisme Djohan Effendi bukan hanya pengakuan secara sosiologis bahwa umat beragama berbeda. ―Dialog Antar Agama: Bisakah Melahirkan Teologi Kerukunan?‖. hlm. dalam Majalah Prisma 5. Agama memiliki nilai mutlak. Kebenaran absolut itu hanya bisa diketahui oleh ilmu Tuhan. Ia membedakan antara agama itu sendiri dengan keberagamaan manusia. ―Dialog Antar Agama‖. Dengan demikian apabila seorang penganut mengatakan perkataan agama. 16. 10Lihat Greg Barton. pent. 1999). bahkan pengertian dan pemahamannya sendiri. Juni 1978. Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. 11Djohan Effendi.juga dipersilahkan. Effendi. yang ada dalam pikirannya bukan hanya agama sendiri. 9Djohan 8Ibid. Dialog: Kritik dan Identitas Agama. hlm. 237. pengertian dan pengetahuan manusia tidak mungkin mampu menjangkau dan menangkap agama sebagai doktrin kebenaran secara tepat dan menyeluruh. agama –terutama yang bersumber pada wahyu. Paragraf ini juga pernah dikutip oleh Greg Barton. kebenaran apapun yang dikemukakan oleh manusia – termasuk kebenaran agama yang dikatakan oleh manusia—bersifat nisbi. Greg Barton menyebut bahwa Djohan Effendi menolak absolutisme agama dan mengakui pluralisme agama.‖11 hlm. hlm. ―Kemusliman dan Kemajemukan Agama‖ dalam Th. cet. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. pengertian dan pemahamannya tentang agama jelas bukan agama itu sendiri dan karena itu tidak ada alasan untuk secara mutlak dan a priori menyalahkan pengertian dan pemahaman orang lain. bahkan dihargai. Lihat Greg Barton. Gagasan Islam Liberal. I.

Islam secara tegas memberikan kebebasan sepenuhnya kepada manusia dalam masalah agama dan keberagamaan. sehingga paksaan atau kekerasan apapun tidak boleh mendapat tempat di dalam usaha-usaha dakwah. tapi ia kurang setuju jika keberagamaan seperti itu bertolak dari pandangan keagamaan yang bersifat mutlak dan statis (menganggap bahwa kebenaran atau keselamatan menjadi klaim satu kelompok).yang dianggap bersifat absolut. lebih merupakan produk.S. Islam mengakui eksistensi agama-agama tersebut dan tidak menolak nilai-nilai ajarannya. Lihat Greg Barton. yaitu suatu pandangan keagamaan yang tidak bersifat memonopoli kebenaran dan keselamatan. Effendi. 17. Al-Kahfi (18) : 29. ―Dialog Antar Agama‖. suatu pandangan keagamaan yang didasarkan atas kesadaran bahwa agama sebagai ajaran kebenaran tidak pernah tertangkap dan terungkap oleh manusia secara penuh dan utuh. menurut Djohan. zending. Paragraf ini juga pernah dikutip oleh Greg Barton. hlm. Inilah yang kemudian menumbuhsuburkan adanya misi.15 Menurutnya. 15Q.Pemikiran pluralisme Djohan Efendi berangkat dari suatu pemahaman bahwa dakwah (baik Islam maupun Kristen) adalah sesuatu yang penting. dialog merupakan sesuatu yang esensial untuk merangsang keberagamaan kita agar tidak mandeg dan statis.S. Al-Baqarah (2) : 156. dakwah dan semacamnya. Djohan mengemukakan: ―Dengan pendekatan dan pemahaman yang menyadari sepenuhnya akan keterbatasan dan ketidakmutlakan manusia.‖ 13 Djohan membuat garis pembatas yang tegas antara agama dan keberagamaan. Berbagai persoalan yang menimpa umat beragama sering kali disebabkan adanya pandangan bahwa keberagamaan seseorang sebagai satu-satunya yang paling benar. sementara keberagamaan orang lain salah. atau setidak-tidaknya pengaruh lingkungan.‖14 Ia juga merujuk ayat yang menunjukkan bahwa Tuhan mempersilahkan siapa saja yang mau beriman atau kufur terhadap-Nya. Kebebasan beragama dan respek terhadap 12Djohan 13Ibid. Djohan tidak menyetujui absolutisme agama. hlm. Kedua hal ini tidak dapat dicampuraduk. 243. dan bahwa keagamaan seseorang pada umumnya. Gagasan Islam Liberal. Dari sinilah. yang dibutuhkan adalah sikap moderat dan liberal terhadap iman lain. . Absolutisme keberagamaan adalah tidak benar. 14Q. Menurutnya. teologi kerukunan akan bisa terwujud. Ia tidak setuju terhadap pandangan keagamaan seseorang –sebagai suatu keberagamaan-. Islam sama sekali tidak menafikan agama-agama yang ada. boleh jadi bisa dikembangkan semacam Teologi Kerukunan. Ia merujuk ayat al-Qur‘an yang menyatakan bahwa ―tak ada paksaan dalam agama. Dalam hal ini.12 Sekali lagi. Dari situlah.

dan sebagainya. ia mengupas bagaimana generasi mendatang menjalankan kehidupan beragama. 20Faktor-faktor selain agama. 19Tulisan Nurcholish Madjid yang penuh dengan nuansa dialog ini disampaikan di Taman Ismail Marzuki 21 Oktober 1992. ―Kemusliman dan Kemajemukan‖. Sebagaimana judulnya. dan masjid. kesenjangan ekonomi. dalam Jurnal Ulumul Qur’an. kesejarahan. Kata generasi mendatang adalah kata yang masih umum yang tidak perlu dikotak hanya dalam generasi Islam. 1993. Dalam tulisannya itu. kekuasaan teritorial. selalu ada potensi kenegatifan dan perusakan yang amat berbahaya.S. ia melakukan otokritik terhadap pemeluk agama.).‖ 18 Nurcholish menegaskan betapa pentingnya kehidupan beragama. lebih tepatnya. gereja.agama dan kepercayaan orang lain adalah ajaran agama. Ia tidak menjelaskan secara tegas apakah yang dimaksud agama di sini adalah agama Islam saja. 17Q. Pengamatan terhadap realitas pluralitas umat menjadi perhatian serius. adalah faktor kebangsaan. Ia mengatakan: ―Petunjuk konkret lain untuk memelihara ukhuwah adalah tidak dibenarkannya sama sekali suatu kelompok dari kalangan orang-orang beriman untuk memandang rendah atau kurang menghargai kelompok lainnya. Th.17 Hal yang sama juga dikemukan oleh Nurcholis Madjid. disamping itu memang merupakan sesuatu yang penting bagi masyarakat majemuk. Al-Hajj (22) : 40. kesukuan. kebahasaan. Namun. 1998).20 tapi jelas sekali bahwa pertimbangan keagamaan dalam konflik-konflik itu dan dalam eskalasinya sangat banyak Effendi. 18Paragraf itu merupakan komentar Nurcholish Madjid yang dicantumkan dalam buku Atas Nama Agama. Atas Nama Agama: Wacana Agama dalam Dialog “Bebas” Konflik. dalam lingkungan para penganut agama-agama. karena absolutisme adalah pangkal dari segala permusuhan. ―Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang‖. dengan bahasa yang dialektis. agama memang bukan satu-satunya faktor.16 Ia merujuk ayat al-Qur‘an yang menyatakan keharusan membela kebebasan beragama yang disimbolkan dengan sikap mempertahankan rumahrumah ibadah seperti biara. Lihat Andito (ed. Lihat Nurcholish Madjid. Ia mengakui bahwa dalam agama-agama. (Bandung : Pustaka Hidayah. agama yang dimaksud adalah agama secara umum. Diakui. sebab siapa tahu mereka yang dipandang rendah itu lebih baik daripada mereka yang memandang rendah. 4 dan 6. Artinya. sinagog.19 Nurcholish melihat bahwa peta tahun 1992 sedang ditandai oleh konflik-konflik dengan warna keagamaan. hlm. Nurcholish ingin melaksanakan kandungan hadis yang menyatakan ―agama adalah pesan‖ (al-dîn alnashîhah). No. 259. Dengan demikian. 16Djohan . Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang. 54-55. Ini mengajajarkan kita –dalam pergaulan dengan sesama manusia. suatu pangkal dari segala permusuhan. Ia mengemukakan ketidaksetujuannya dengan absolutisme. membela kebebasan beragama bagi siapa saja dan menghormati agama dan kepercayaan orang lain dianggap sebagai bagian dari kemusliman.1 Vol. hlm. khususnya sesama kalangan yang percaya kepada Tuhan—tidak melakukan absolutisme. hlm. misalnya.IV.

memainkan peran. Setiap warna keagamaan dalam suatu konflik seringkali melibatkan agama formal atau agama terorganisir (organized religion). Ia menyebut tempat-tempat konflik; Irlandia, sekitar Perancis dan Jerman, Bosnia-Herzegovina, Cyprus, Palestina, Timur Dekat, Afrika Hitam, Sudan, Perang Teluk, Pakistan, Srilangka, Burma, Thailang, dan Filipina.21 Menanggapi semboyan yang diperkenalkan oleh futurolog, John Naisbitt dan Patricia Aburdene, Spiritualiy, Yes; Organized Religion, No, Nurcholish menyatakan bahwa semboyan itu mengandung makna prinsipil daripada semboyan yang pernah ia kemukakan 20 tahun sebelumnya –―Islam, Yes; Partai Islam, No‖. Nurcholish mengaku mengalami kesulitan besar, bahkan kemustahilan, untuk dapat menerima kebenarannya. Ia juga menegaskan bahwa semboyan Spirituality, Yes; Organized Religion, No, agaknya tidak memiliki pijakan yang kuat.22 Artinya, agama-agama resmi memang masih menjadi fenomena yang banyak memainkan peran dalam kehidupan manusia.
Merujuk pada Kitab Suci al-Qur‘an, Nurcholish menegaskan bahwa setiap umat atau golongan manusia telah pernah dibangkitkan atau diutus seorang utusan Tuhan, dengan tugas menyeru umatnya untuk menyembah kepada Tuhan saja (dalam pengertian paham Ketuhanan Yang Maha Esa yang murni). Ia mengutip Surat al-Nahl (16): 36. Berdasarkan firman-firman Allah itu dikatakan bahwa:

―... semua agama Nabi dan Rasul yang telah dibangkitkan dalam setiap umat adalah sama, dan inti dari ajaran semua Nabi dan Rasul itu ialah Ketuhanan Yang Maha Esa dan perlawanan terhadap kekuatan-kekuatan tiranik. Dengan perkataan lain, Ketuhanan Yang Maha Esa dan perlawanan terhadap tirani adalah titik pertemuan, common platform atau, dalam bahasa al-Qur‘an, kalimatun-sawâ’ (kalimat atau ajaran yang sama) antara semua kitab suci.‖23 Menurut Nurcholish, kesamaan-kesamaan yang ada dalam agama-agama bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Ia berargumentasi, semua yang benar berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah, Yang Maha Benar (al-Haqq). Semua Nabi dan Rasul membawa ajaran kebenaran yang sama. Sementara itu, adanya perbedaan itu hanyalah dalam bentuk-bentuk responsi khusus tugas seorang Rasul kepada tuntutan zaman dan tempatnya. Ditegaskan bahwa perbedaan itu tidaklah prinsipil, sedangkan ajaran pokok atau syariat para Nabi dan Rasul adalah sama. Dalam rangka menjelaskan hal ini, ia mengutip al-Qur‘an, yakni dalam Surat Al-Syûrâ (42):13, al-Nisâ‘ (4):163-165, al-Baqarah (2):136, al-Ankabût (29):46, Al-Syûrâ
21Nurcholish 22

Madjid, ―Beberapa Renungan‖, hlm. 7-8. Ibid., hlm. 8. 23Ibid., hlm. 12.

(42):15, dan al-Mâidah (5):8. Ayat-ayat yang dikutip itu berkenaan dengan kesamaan antara syariat Muhammad dengan syariat Nuh, Ibrahim, Isma‘il, Ishaq, Ya‘qub, Ayyub, Yunus, Harun, Musa, Sulaiman, Dawud, Isa dan kepada rasul-rasul yang tidak dikisahkan kepada Muhammad.24 Ayat-ayat itu menunjukkan adanya kesinambungan, kesatuan dan persamaan agama-agama para Nabi dan Rasul Allah. Nurcholish mengritik masyarakat sekarang ini, baik Muslim maupun yang bukan, karena banyak yang tidak menyadari adanya pandangan itu. Menjelasakan tentang titik temu agama-agama, ada empat prinsip yang dikemukakan oleh Nurcholish. Pertama, Islam mengajarkan bahwa agama Tuhan adalah universal, karena Tuhan telah mengutus Rasul-Nya kepada setiap umat manusia. Kedua, Islam mengajarkan pandangan tentang kesatuan nubuwwah (kenabian) dan umat yang percaya kepada Tuhan. Ketiga, agama yang dibawa Nabi Muhammad adalah kelanjutan langsung agama-agama sebelumnya, khususnya yang secara ―genealogis‖ paling dekat ialah agama-agama SemitikAbrahamik. Keempat, umat Islam diperintahkan untuk menjaga hubungan yang baik dengan orang-orang beragama lain, khususnya para penganut kitab suci (Ahl al-Kitab).25 Semua prinsip itu mengarah pada ajaran ―tidak boleh ada paksaan dalam agama‖. Menurut Nurcholish, pandangan-pandangan inklusivitas amat relevan untuk

dikembangkan pada zaman sekarang, yaitu zaman globalisasi berkat teknologi informasi dan transportasi, yang membuat umat manusia hidup dalam sebuah ―desa buwana‖ (global village). Ia menegaskan: ―Dalam desa buwana itu, seperti telah disinggung, manusia akan semakin intim dan mendalam mengenal satu sama lain, tetapi sekaligus juga lebih mudah terbawa kepada penghadapan dan konfrontasi langsung. Karena itu sangat diperlukan sikap-sikap saling mengerti dan paham, dengan kemungkinan mencari dan menemukan titik kesamaan atau kalimatun sawa’ seperti diperintahkan Allah dalam al-Qur‘an. Dengan tegas al-Qur‘an melarang pemaksaan suatu agama kepada orang atau komunitas lain, betapapun benarnya agama itu, karena akhirnya hanya Allah yang bakal mampu memberi petunjuk kepada seseorang, secara pribadi. Namun, demi kebahagiaannya sendiri, manusia harus terbuka kepada setiap ajaran atau pandangan, kemudian bersedia mengikuti mana yang terbaik. Itulah pertanda adanya hidayah Allah kepada mereka. Dan patut kita camkan benar-benar pendapat Sayyid Muhammad Rasyid Ridla sebagaimana dikutip oleh ‗Abdul Hamid Hakim bahwa pengertian sebagai Ahl al-kitab tidak terbatas hanya kepada kaum Yahudi dan Kristen seperti tersebut dengan jelas dalam al-Qur‘an serta kaum Majusi
hlm. 13-14. Nurcholish Madjid, ―Hubungan Antar Umat Beragama : Antara Ajaran dan Kenyataan‖, dalam W.A.L. Stokhof (red.), Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia (Beberapa Permasalahan), ( Jakarta : INIS, 1990), jilid VII, hlm. 108-109.
25Lihat 24Ibid.,

(pengikut Zoroaster) seperti tersebut dalam sebuah hadits, tetapi juga mencakup agamaagama lain yang mempunyai suatu bentuk kitab suci.‖26 Nurcholish menyinggung tentang bagaimana sikap keberagamaan yang benar. Ia menegaskan bahwa sebaik-baik agama di sisi Allah ialah al-hanîfiyyah al-samhah, agama yang memiliki semangat kebenaran yang lapang dan terbuka. Ia mengemukakan: ―Sikap mencari Kebenaran secara tulus dan murni (hanîfiyyah, kehanifan) adalah sikap keagamaan yang benar, yang menjanjikan kebahagiaan sejati, dan yang tidak bersifat palliative atau menghibur secara semu dan palsu seperti halnya kultus dan fundamentalisme. Maka Nabi pun menegaskan bahwa sebaik-baik agama di sisi Allah ialah al-hanîfiyyah al-samhah (baca: ―al-hanîfiyyatus-samhah‖) yaitu semangat mencari kebenaran yang lapang, toleran, tidak sempit, tanpa kefanatikan, dan tidak membelenggu jiwa.‖27

Oleh karena itu, umat Islam tidak dilarang untuk berbuat baik dan adil kepada siapapun dari kalangan bukan Muslim yang tidak menunjukkan permusuhan, baik atas nama agama atau lainnya, seperti penjajahan, pengusiran dari tempat tinggal dan bentuk penindasan yang lain.28 Sementara itu, Abdurrahman Wahid menegaskan masalah pluralisme bukan dalam pengertian pluralisme yang dikemukakan oleh Djohan Effendi dan Nurcholish Madjid di muka. Ia menekankan pandangan keterbukaan untuk menemukan kebenaran di mana pun juga.29 Pluralisme yang ditekankan Gus Dur adalah pluralisme dalam bertindak dan berpikir. Inilah yang melahirkan toleransi. Sikap toleran tidak bergantung pada tingginya tingkat pendidikan formal atau pun kepintaran pemikiran secara alamiah, tetapi merupakan persoalan hati, persoalan perilaku. Tidak pula harus kaya dulu. Bahkan, seringkali semangat ini terdapat justru pada mereka yang tidak pintar juga tidak kaya, yang biasanya disebut ―orang-orang terbaik‘.30 Gus Dur memberi contoh sebagaimana yang dilakukan oleh Kyai Iskandar, dengan cara bergaul secara berbaur dalam masyarakat.

26Nurcholish 27Ibid.,

Madjid, ―Beberapa Renungan‖, hlm. 16. hlm. 19. 28Q.S. Al-Mumtahanah (60) : 8. Lihat Nurcholish Madjid, ―Hubungan Antar Umat Beragama‖, hlm. 111.
29Abdurrahman 30

Wahid, Muslim di Tengah Pergumulan, (Jakarta : Lappenas, 1981), hlm. 3. Lihat Greg Barton, Gagasan Islam Liberal, hlm. 398.

namun adanya Wahid.. Gus Dur memandang bahwa ayat ini sering digunakan untuk membenarkan sikap dan tindakan anti-toleransi. berbagai peristiwa kerusuhan yang berkedok agama di beberapa tempat adalah akibat adanya eksklusivisme agama. Sementara itu. yaitu sikap toleransi dan sikap pluralisme. lalu dikaitkan dengan pembuatan gereja-gereja. menurutnya. Jadi. tidak ada alasan untuk mengembangkan sikap permusuhan kepada mereka selama tidak memerangi agama Islam.31 Apa yang disampaikan oleh Gus Dur sebenarnya lebih merupakan otokritik bagi umat Islam sendiri. Passing Over: Melintasi Batas Agama (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Berkenaan dengan makna salah satu ayat al-Qur’an Surat Al-Fath (48) ayat 9 yang berbunyi “Asyiddâ-u âlâ al-Kuffârm ruhamâ-u bayna hum. Alwi Shihab menunjukkan dua komitmen penting yang harus dipegang oleh dialog. Tidak menerima konsep dasar bukan berarti mesti mengembangkan sikap permusuhan atau perlawanan. 1998).). dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed. Begitu juga sebaliknya. Kristen dan Yahudi tidak bisa menerima konsep dasar Islam adalah sudah pasti. berkenaan dengan bunyi ayat al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 120 (Wahai Muhammad. 53-54. Tentu saja. Menurutnya. 31Abdurrahman . sikap santun tidak boleh dengan standar ganda atau tidak boleh mengabaikan keadilan kepada siapa pun. termasuk orang berlainan agama. bahwa jika Fatimah (putri beliau) melakukan pencurian maka ia tetap harus dihukum. hlm. ini tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. ―Dialog Agama dan Masalah Pendangkalan Agama‖. Nabi pernah mencontohkan. Oleh karena itu. hlm. esensi ―saling menyantuni‖ justru terletak pada sikap-sikap di mana kita bisa saling mengoreksi sesama orang Islam. karena adanya politisasi agama dan pendangkalan agama.. Menurutnya. Islam juga tidak bisa menerima konsep dasar agama Kristen dan Yahudi. kita tidak akan goyang dari konsep Tauhid. Toleransi adalah upaya untuk menahan diri agar potensi konflik dapat ditekan. 52. tapi kita menghargai pendapat orang lain. 53. Adapun yang dimaksud dengan pluralisme adalah (1) tidak semata menunjuk pada kenyataan tentang adanya kemajemukan. ia memahami bahwa ada perbedaan antara orang non-Muslim sekarang dengan kaum kafir yang memerangi agama Islam (dalam konteks ayat itu adalah kaum kafir Mekkah). penginjilan atau pekabaran Injil. 32Ibid. sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sampai kamu ikuti agama mereka. 33 Pendapat orang lain ini tentu saja berarti keyakinan orang lain. 32 Kemudian. Tidak rela itu artinya tidak bisa menerima konsep-konsep dasar. Selain itu. karena kata ―tidak rela‖ di sini dianggap melawan atau memusuhi. Oleh karena itu. menurutnya. dan sebagainya. 33Ibid. kata ―tidak rela‖ harus didudukkan secara proporsional. hlm.Gus Dur mengembangkan pandangan anti eksklusivisme agama.

VII. maka ia harus bersyaratkan komitmen yang kokoh terhadap agama masing-masing. menerima perbedaan. 34Alwi . 43. khususnya di bidang agama. Dikatakan. suatu kebenaran universal yang berlaku untuk semua dan sepanjang masa. Namun demikian. tidak saja dituntut untuk membuka diri.. belajar dan menghormati mitra dialognya. 41-43. yakni menciptakan suatu agama baru dengan memadukan unsur tertentu atau sebagian komponen ajaran dari beberapa agama untuk dijadikan bagian integral dari agama baru tersebut. cet. 35Ibid. Karena. seorang pluralis akan menghindari sikap absolutisme yang menonjolkan keunggulannya terhadap pihak lain..s. (2) pluralisme harus dibedakan dengan kosmopolitanisme. Islam sejak semula menganjurkan dialog dengan umat lain. hlm. Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Bandung : Mizan. Hal ini untuk menghindari relativisme agama. Seorang pluralis. Namun. apalagi memaksakan kebenaran tersebut kepada pihak lain. 1999). ―semua agama adalah sama‖. 35 Alwi menegaskan. Oleh karena itu. seorang relativis tidak akan mengenal. dibarengi loyalitas komitmen terhadap agama masingmasing. dalam berinteraksi dengan aneka ragam agama. bangsa hidup berdampingan di suatu lokasi.keterlibatan aktif terhadap kenyataan kemajemukan tersebut. Paling tidak. sangat minimal. terhadap pengikut Isa a. interaksi positif antar penduduk ini. Ia menekankan perlunya membudayakan sikap keterbukaan. dan Musa a. al-Qur‘an menggunakan kata ahl al-kitab (yang Shihab. Atau.34 Satu hal yang ditegaskan oleh Alwi adalah apabila konsep pluralisme agama hendak diterapkan di Indonesia. tetapi yang terpenting ia harus committed terhadap agama yang dianutnya. tapi terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercapainya kerukunan. dalam kebhinekaan. apalagi menerima. hlm. ras. Pengertian pluralisme agama adalah bahwa tiap pemeluk agama dituntut bukan saja mengakui keberadaan dan hak agama lain. (4) pluralisme agama bukanlah sinkretisme. Kosmopolitanisme menunjuk pada suatu realita di mana aneka ragam agama.s. (3) konsep pluralisme tidak dapat disamakan dengan relativisme. kalaupun ada. dan menghormati kemajemukan agama. konsekuensi dari paham relativisme agama bahwa doktrin agama apapun harus dinyatakan benar. yakni unsur tidak mengklaim kebenaran tunggal (monopoli) atas suatu kebenaran. paham pluralisme terdapat unsur relativisme.

12. Ada sikap terbuka. Pandangan ini dikemukakan Rasjidi dan Natsir. Begitu juga pandangan Alwi Shihab. untuk mengantisipasi pecahnya konflik antar umat beragama perlu dikembangkan upaya-upaya dialog untuk mengeliminir perbedaan-perbedaan pembatas di atas. B. 5. yang berarti keluarga. unsur-unsur pembatas objektif adalah bahasa. Menurut Samuel P. menunjukkan keakraban dan kedekatan hubungan. dan lembaga-lembaga. pandangan pluralisme liberal.. hlm.memiliki kitab suci). Kristen. ―Benturan Antar Peradaban. agama. P. hlm. sejarah. Ketiga. Dari klasifikasi di atas. Huntington. Masa Depan Politik Dunia?‖ dalam Jurnal Ulumul Qur’an. Huntington. Nurcholish Madjid.IV Tahun 1993. Artinya. pandangan pluralisme yang masih menyisakan adanya absolutisme agama. Yang paling aktual adalah konflik antar umat beragama di Poso. umat manusia terkelompok dalam agama Islam. Katolik. tetapi ada loyalitas komitmen terhadap agama masingmasing. tetapi juga mengakui bahwa pluralisme itu tidak hanya sekedar ada namun juga harus diwujudkan dalam keterlibatan aktif dalam memahami perbedaan dan persamaan. Pertama. dan menghormati kemajemukan agama. No. Pandangan ini masih memegang adanya hal-hal yang bersifat absolut yang tidak dapat dipertemukan atau disamakan. Kedua. pandangan pluralisme yang menempati posisi antara absolutisme agama dan pluralisme liberal. 67. Potensi pecahnya konflik sangatlah besar.36 Dari berbagai pandangan tentang pluralisme di atas Penulis dapat mengklasifikasi ada tiga model pluralisme. Unsur pembatas subjektifnya adalah identifikasi dari manusia. sebesar pemilahan-pemilahan umat manusia ke dalam batas-batas objektif dan subjektif peradaban. dan Abdurrahman Wahid. manusia terkelompok ke dalam identitas-identitas yang membedakan antara satu dengan lainnya. Kong Hucu dan sebagainya. Ini dikemukakan oleh Djohan Effendi. menerima perbedaan. Perbedaan antar pembatas itu adalah nyata dan penting. 37 Secara tidak sadar. . agama merupakan salah satu pembatas peradaban. Dialog dan Tantangan Umat Beragama Sekarang ini umat beragama dihadapkan pada tantangan munculnya benturan-benturan atau konflik di antara mereka. 37Samuel 36Ibid. Oleh karena itu. adat istiadat. Konsep yang dikemukaan Mukti Ali ―agree in disagreement‖ kiranya dapat mewakili pandangan yang terakhir ini. Potensi konflik antar mereka tidak bisa dihindari. Penggunaan kata ahl. Vol.

Djohan Effendi dengan dimensi moral dan etisnya. Nurcholish Madjid dengan samhah al-hanîfiyyah-nya. Nasir Tamara dan Elza Pelda Taher (ed. Dialog bukanlah tempat untuk memenangkan suatu urusan atau perkara. demokrasi. 39 Ibid.). 213 Tahun Ke-32. Menurut hemat penulis. Mukti Ali dengan agree in disagreement. 31 Januari 1997. Agama dan Dialog Antar Peradaban (Jakarta : Yayasan Paramadina. dalam Kompas. juga bukan tempat untuk menyelundupkan berbagai ―agenda yang tersembunyi‖ yang tidak diketahui dengan partner dialog. Lihat juga Zainul Abas. perlu adanya standar yang bisa diterima semua pihak. Perbedaan adalah sesuatu yang wajar dan memang merupakan suatu realitas yang tidak dapat dihindari. memenuhi hal-hal berikut ini. Abdurrahman Wahid dengan self-kritiknya dan pluralisme dalam bertindak dan berpikir. perlu ada standar universal untuk semua. Declaration Toward a Global Ethic (Chicago : t. 39 Kedua adalah menyadari adanya perbedaan. 38 Standar universal ini memang bukan persoalan mudah. adil dan setara. adanya keterbukaan atau transparansi. Terbuka berarti mau mendengarkan semua pihak secara proporsional. Dialog memang bukan tanpa persoalan. Tawaran-tawaran yang telah dikemukakan oleh para cendekiawan muslim Indonesia merupakan sumbangan pemikiran yang dapat menjadi moralitas yang bersifat universal atau menjadi global etik yang dapat dipakai oleh semua orang. . 163.Dialog adalah upaya untuk menjembatani bagaimana benturan bisa dieliminir. 5. dalam M. Artinya. misalnya berkenaan dengan standar apa yang harus digunakan untuk mencakup beragam peradaban yang ada di dunia. Pluralitas Budaya dan Visi Perdamaian‖. 1996). Lihat juga Parliament of the World‘s Religions. Namun. No. paling tidak. dan Alwi Shihab dengan sikap toleransi dan sikap pluralisme serta perlunya memahami pesan Tuhan. merupakan upaya untuk mencari solusi bagaimana umat beragama bisa hidup damai dan harmonis.t. Hal-hal ini bersifat universal dan melampaui kepentingan umat tertentu. kebebasan. Dengan kata lain. ―Dialog Agama. Natsir dengan konsep modus vivendi dan persaudaraan universal yang penuh dengan nuansa hak-hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Standar itu hendaknya bermuara pada moralitas internasional atau etika global. hlm. yaitu hak asasi manusia. suatu dialog akan dapat mencapai hasil yang diharapkan apabila. hlm. ―Moralitas Internasional sebagai Landasan Lintas Budaya‖. karena ia adalah gagasan teoritis yang mungkin berbeda dengan kenyataan-kenyataan di lapangan. Selanjutnya. tidak ada yang berhak menghakimi atas 38Lihat Bassam Tibi. paling tidak dari stadar kemanusiaan (manusiawi). Apa yang dikemukakan oleh Rasjidi dengan pluralisme agama secara sosiologis. Pertama. keadilan dan perdamaian. sebagai nilai-nilai universal yang bisa melindungi hak-hak semua masyarakat dunia tampaknya nilai-nilai itu bisa mewakili kebutuhan bersama manusia. toleransi agama dan hak asasi manusia.). Di sinilah kemudian diperlukan suatu pendekatan dan metodologi yang proporsional baik secara intra-agama maupun antar agama untuk menghindari lahirnya truth claim yang mungkin justru akan memperuncing benturan.

ritus. 40Lihat . (Jakarta : Balitbang Depag RI. penulis melihat adanya berbagai permasalahan yang dapat menjadi penghambat dialog antar umat beragama. yakni kritis terhadap sikap eksklusif dan segala kecenderungan untuk meremehkan dan mendiskreditkan orang lain. ―Lingkup dan Metodologi Studi Agama-Agama‖. Studi Agama-Agama. dialog ibarat pedang bermata dua. Cet. Tiap-tiap pihak hendaknya merasa menjadi tuan rumah. Hal ini akibat adanya truth claim. 42Ismail Raji al-Faruqi (ed. maupun kesediaannya pada organisasinya dan pemerintahannya. 42. ―Dialog:Cara Baru Beragama‖. 43 Namun demikian. Jika masing-masing tidak memahami secara benar terhadap agama orang lain maka ini akan menjadi penghambat dialog. artinya kritik pada pemahaman dan perilaku umat beragama sendiri. sekaligus membebaskan dari beban: misalnya kewajiban terhadap pihak lainnya. yaitu untuk saling memberikan pertimbangan serta memberikan pendapat kepada orang lain berdasarkan keyakinannya sendiri. hlm. Trialog Tiga Agama Besar: Yahudi. dan sisi kedua mengarah pada suatu percakapan kritis yang sifatnya eksternal.. Islam. sisi pertama mengarah pada diri sendiri atau otokritik. Dari situlah bisa ditemukan dasar yang sama sehingga dapat menjadi landasan untuk hidup bersama di dunia ini secara damai. Masing-masing pihak harus mau berusaha melakukan itu agar pemahaman terhadap orang lain tidak hanya di permukaan saja tetapi bisa sampai pada bagiannya yang paling dalam (batin). Agama bisa berfungsi sebagai kritik. Kristen. hlm. I (Surabaya : Pustaka Progressif. adalah ada kemauan untuk memahami kepercayaan. dan simbol agama dalam rangka untuk memahami orang lain secara benar. 35-36. meskipun adanya perbedaan juga menjadi kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. 43Lihat St. Masing-masing pihak diperlakukan secara sama dan setara dalam memperbincangkan tentang kebenaran agamanya.41 Keempat adalah adanya persamaan.suatu kebenaran atau tidak ada ―truth claim‖ dari salah satu pihak. ―Lingkup dan Metodologi Studi Agama-Agama‖ dalam Mursyid Ali (ed. 1998/1999).). 1994).). atau sesuatu yang akan mengakibatkan adanya truth claim. Studi Agama-Agama di Perguruan Tinggi. alih bahasa Joko Susilo Kahhar dan Supriyanto Abdullah. 12. 42 Kelima. Lihat juga Komaruddin Hidayat. semuanya harus sama. hlm. ―Kerukunan Hidup Umat Beragama dan Studi Agama-Agama di Indonesia‖ dalam Mursyid Ali (ed. karena akan muncul kecurigaan-kecurigaan. 40 Ketiga adalah sikap kritis. Sunardi. 76. akibatnya kurang penghargaan dan muncul sikap saling curiga yang berlainan. Tiap-tiap pihak hendaknya bebas berbicara dari hatinya. Bingkai Sosio-Kultural Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia. Suatu dialog hendaknya tidak ada ―tangan di atas‘ dan ―tangan di bawah‖. Suatu dialog tidak dapat berlangsung dengan sukses apabila satu pihak menjadi ―tuan rumah‖ sedangkan lainnya menjadi ―tamu yang diundang‖. Di antara sesuatu yang dapat menjadi penghambat itu adalah sebagai berikut: (1) kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang agama-agama lain secara benar dan seimbang. hlm.44 (2) Faktor- Tarmizi Thaher. Dengan kata lain. 44 Hal ini adalah antitesis dari prasyarat dialog yang mengharuskan adanya saling pemahaman terhadap berbagai macam agama. 2-3. 41 Lihat Komaruddin Hidayat. hlm.).

Oleh karena itu. (3) Munculnya sekte-sekte keagamaan yang tidak ada sikap kompromistik dengan memakai ukuran kebenaran hitam-putih. 46Umar 45Poin . Beberapa kasus yang menimpa umat beragama.faktor sosial politik dan trauma akan konflik-konflik dalam sejarah. Hendaknya studi agama-agama tidak hanya berkonsentrasi pada fakta-fakta agama tetapi juga pada hal-hal yang telah diinterpretasikan oleh pemeluk agama 3 dan 4 lihat A. 350-351. melibatkan kelompok agama. maka kebutuhan untuk belajar lebih banyak tentang agama orang lain adalah sangat penting. Ligoy. Melalui kajian-kajian itu dimungkinkan tidak hanya dapat menemukan fakta-fakta tetapi juga meneliti fakta-fakta yang berarti pada masa lalu atau berarti pada masa sekarang.). hlm. 45 (5) Masih adanya kecurigaan dan ketidakpercayaan kepada orang lain.46 (9) Ketegangan politik yang C. Toleransi dan Kemerdekaan Beragama dalam Islam sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antar Agama (Surabaya : PT. Beberapa persoalan dalam hubungan antar umat beragama terasa masih berlanjut sampai masa sekarang dan mungkin sampai masa yang akan datang. adalah satu contoh yang masih hangat di telinga. t. Persoalan-persoalan itu ada yang sudah terlesesaikan.t. Bina Ilmu. sebagaimana tercermin dalam tawaran pemikiran-pemikiran yang dikemukakan oleh para intelektual Muslim Indonesia. Kita perlu mengembangkan kesadaran konstruktif mengenai ―agama-agama lain‖. seperti di Poso. diskusi dan sikap menerima terhadap masyarakat yang pluralistik menjadi sesuatu yang sangat menentukan pada masa-masa mendatang. Di tengah umat beragama yang terbiasa melihat dunia hanya dari perspektif agama mereka secara spesifik sehingga memunculkan Kristen-sentris dan Islam-sentris. dan ada juga yang belum terselesaikan. 131. Selain itu. (4) Kesenjangan sosial ekonomi. perlu dilakukan kajian agama (studi agama) terhadap persoalanpersoalan yang selama ini terabaikan dalam konteks relasi antar umat beragama. hlm. Atau dengan kata lain. ―Gereja Indonesia‖. (8) Penafsiran tentang misi atau dakwah yang konfrontatif. Urgensi Studi Agama Mencermati perjalanan umat beragama di Indonesia 30 tahun terakhir. misalnya Perang Salib atau konflik antar agama yang pernah terjadi di suatu daerah tertentu. ada yang masih dalam proses penyelesaian. tampak bahwa di kalangan umat beragama ada segudang persoalan. kerukunan yang ada hanyalah kerukunan semu. Hasyim. terkurung dalam ras. CP. Kajian-kajian itu adalah usaha untuk melakukan kritisisme situasi sejarah yang seringkali menunjukkan kesalahpahaman antar umat beragama. etnis dan golongan tertentu.

4 Vol. perkembangan studi agama di beberapa pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga lain menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. untuk tidak hanya menonjolkan ―having a religion‖nya. abadi. teologis Amin Abdullah. dalam Jurnal Ulumul Qur’an. Lewat pintu etika. Pertama. misalnya tentang perkembangan-perkembangan pada hari-hari ini dan implikasi-implikasinya bagi relasi mereka. menghormati hak asasi manusia adalah merupakan agenda bersama umat manusia tanpa pandangan ―bulu‖ keagamaannya. Di Indonesia. seorang guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.dalam semua varietasnya. ―Etika dan Dialog Antar Agama: Perspektif Islam‖. sebagaimana yang pernah terjadi dalam rentang sejarah. Ketiga. harus dilihat sebagai momen yang istimewa dalam sejarah relasi umat beragama dan interaksi pada umumnya. dimensi spiritualitas keberagamaan lebih terasa promising and challenging dan bukannya hanya terfokus pada dimensi formalitas lahiriyah kelembagaan agama. Lewat pintu masuk etika ini – untuk tidak mengatakan lewat pintu teologis—manusia beragama merasa mempunyai puncak-puncak keprihatinan yang sama. tanpa henti-hentinya. salah satunya lewat pintu masuk etika. . mengkaji sejarah relasi-relasi antar umat beragama. Amin Abdullah. bahwa pintu masuk titik temu agama-agama bisa melalui etika dan spiritualitas. Lewat pintu etika ini. seluruh penganut agama-agama dapat tersentuh ―relijiusitas‖nya. tantangan scientisme dengan berbagai implikasinya. Untuk era sekarang.‖47 Keperluan yang urgen untuk melakukan studi agama adalah pada tiga aspek. mengkaji relasi-relasi yang sedang terjadi pada masa sekarang. Pencarian titik temu antar umat beragama dapat dimungkinkan lewat berbagai cara. IV. Kedua. Dalam studi semacam itu tentu saja diperlukan kontribusi ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu humaniora untuk menghindari konflik-konflik di masa depan. karena lewat pintu masuk etika manusia beragama secara universal menemui tantangan-tantangan kemanusiaan yang sama. Seperti yang dikemukakan oleh M. tantangan lingkungan hidup. Th. Ia mengemukakan: ―Al-Qur‘an hanya mengajak kepada seluruh penganut agama-agama lain dan penganut agama Islam sendiri untuk mencari ―titik temu‖ (kalimatun sawa’) di luar aspek teologis yang memang sudah berbeda sejak semula. 21. Adanya perbedaan agama-agama itu bukan berarti tidak ada ―titik temu‖ yang dapat melahirkan mutual understanding di antara mereka. Pencarian titik temu lewat perjumpaan dan dialog yang konstruktif berkesinambungan merupakan tugas kemanusiaan yang perenial. menjunjung tinggi harkat kemanusiaan (human dignity). Titik temu itu bisa berupa kesatuan yang bersifat social. hlm. 47M. Dialog antar umat beragama. No. mengkaji akar-akar konflik antara komunitas-komunitas beragama dan mencari solusi yang tepat untuk memecahkan konflik semacam itu. sehingga pencarian titik temu agama-agama bisa lebih banyak alternatif. 1993.

Djah dan Humam (Yogyakarta : Kota Kembang.dan etis (moral). Guillaume. Muhammad menceritakan kepada istrinya Khadijah tentang apa yang telah dialaminya di Gua Hira ketika didatangi Malaikat Jibril dan disampaikan wahyu dari Allah.49 Kontak telah terjadi di antara mereka. Pengakuan dan ajakan dialog itu bisa dilihat dalam surat Ali Imron ayat 64. Usman ibnu Huairis. AlQur‘an sebagai kitab suci kaum muslimin telah berdialog dengan agama-agama lain yang hadir sebelum datangnya. Setelah Khadijah mendengar cerita dari Muhammad dan ketika Muhammad sedang tidur. hlm. 1989). Dalam masalah dialog dan hubungan antar agama. Ali Audah (Jakarta : Tintamas. dan menolak eksklusivisme. 51Lihat A. meski ia belum bertemu dengan Muhammad. 21. terj. hlm. Sejarah Hidup Muhammad. 93-94. 1970). Waraqa kemudian mengakui bahwa Muhammad adalah Nabi umat ini. 111-116. Al-Qur‘an bersikap positif terhadap agama-agama lain. tetapi juga dimensi esoterisnya (batinnya). penulis menekankan pentingnya moralitas dan etika dalam mencari jalan keluar untuk mengembangkan dialog di masa depan.48 Di antara mereka adalah Waraqah bin Naufal. Di antara pemeluk agama saat itu melihat ada kesamaan antara agama yang dibawa Musa. hlm. Hart bahwa di kota Mekkah sebelum datangnya Islam ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Yahudi dan Nasrani. Sedjarah dan Kebudajaan Islam (Djakarta : Djajamurni. Tokoh yang sempat terekam mengakui kesamaan apa (wahyu) yang diterima oleh Nabi dan Musa adalah Waraqa bin Naufal. cet. Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. 45. 1990). Lihat juga Muhammad Husain Haekal. Sjalabi. Khadijah berkonsultasi dengan saudara sepupunya (anak pamannya) Waraqa bin Naufal50 perihal apa yang telah dialami Muhammad. tawaran Al-Qur‘an adalah teologi inklusif yang ramah. 49A. Pengalaman Nabi yang paling awal adalah pengalaman hidup bersama dengan pemeluk agama lain. Selain itu. Hart. The Life of Muhammad: A Translation of Ibn Ishaq’s Sirat Rasul Allah. XII. 28. Dalam hal ini umat beragama.51 Kemudian ketika Nabi H. Abdullah ibnu Djahsy dan Zaid ibnu Umar. khususnya umat Islam. titik temu bukan hanya berarti dimensi eksoteris (lahiriyah) agama-agama. Mahbub Djunaedi (Jakarta : Pustaka Jaya. 1970). terj. serta sejumlah besar penyembah berhala. Selain itu. Dialog antar agama bukanlah sesuatu yang diharamkan. Sebagaimana dikatakan Michael H. (Karachi : Oxford University Press. 50Waraqa adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bibel dan sudah pula menerjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. hlm. dapat belajar dari pengalaman Nabi Muhammad ketika mengimplementasikan pengalaman toleransi. 48Michael . Sejarah dan Kebudayaan Islam. kerukunan antar umat beragama dan pengakuan akan pluralisme agama yang pernah dialami oleh umat beragama pada masa Nabi. Ketika itu. 1984). terj. Lihat juga Hasan Ibrahim Hassan. hlm.

55Ibid. . Dialog tersebut membahas juga tentang posisi Islam dan Nasrani.‖55 Selama di Abisinia kaum muslimin merasa aman dan tenteram. Sejarah Peradaban Islam (Jakarta : RajaGrafindo Persada. saling menghormati. kejujuran. kesejahteraan. hlm. Ketika pada periode Madinah. menyudahi pertumpahan darah dan sebagainya. Pengalaman berikutnya adalah pengalaman ketika umat beragama (umat Islam. dapat dipercaya. Pengalaman ini menunjukkan bahwa antara agama-agama. memiliki titik-titik persamaan. saling menghargai dan lainlain. Nasrani dan Yahudi) menjalin hubungan kehidupan bernegara. 65. Badri Yatim. Waraqa mengingatkan kepada Muhammad bahwa beliau adalah Nabi atas umat ini. tidak berdusta. hlm. hlm. 52Ibid. 22.. 1993). seperti sopan santun. Raja Najasy mengibaratkan dengan menggoreskan tongkat di tanah dan dia berkata.53 Pengalaman itu menunjukkan betapa antar pemeluk agama bisa hidup rukun dan saling menerima antara satu dengan lainnya. misalnya tentang keesaan Tuhan (tauhid).. 53Lihat A.. hlm. 1978). Ia juga mengingatkan bahwa tantangan Muhammad sangat berat. keadilan. bersih. A..52 Pengalaman yang sangat berkesan dan memiliki bekas yang sangat berharga adalah ketika Muhammad menyarankan kaum Muslimin untuk pergi ke Abisinia (Habsyi atau Ethiopia) yang penguasa dan rakyatnya memeluk agama Kristen. 54Muhammad Husain Haekal. Mengenai hal ini.Sjalabi. 118. hlm. The Life of Muhammad. Raja Najasy sempat berdialog dengan umat Islam berkenaan dengan keberadaan agama Islam yang menganjurkan untuk berlaku jujur. Titik-titik persamaan ini bahkan sampai pada hal-hal yang bersifat teologis. Mereka tinggal di Abisinia sampai sesudah hijrah Nabi ke Yatsrib.54 Orang-orang Islam mendapat perlindungan keamanan Raja Najasy dari ancaman kaum kafir Quraisy yang mengejar sampai ke negeri Abisinia. 146-148. Begitu juga halhal yang berkaitan dengan moralitas dan etika dalam kehidupan sesama manusia. Sedjarah dan Kebudajaan Islam.Muhammad bertemua dengan Waraqa bin Naufal pada saat akan mengelilingi Ka‘bah. 1. hlm. 122. Guillaume. Sejarah dan Perkembangan Dakwah Islam (Yogyakarta : Ideal Offset. Lihat juga Chadijah Nasution. Dikatakannya bahwa Muhammad telah menerima Namus besar seperti yang pernah disampaikan kepada Musa. ―Antara agama tuan-tuan dan agama kami sebenarnya tidak lebih dari garis ini. Sejarah Hidup Muhammad. terutama agama Ibrahimi (abrahamic religions). menyambung silaturrahmi.

Bahkan. hlm. seperti pengakuan atas agama mereka masingmasing dan harta benda mereka.hubungan umat Islam. . kebebasan menyatakan pendapat. 56Lihat W. dalam bidang politik kenegaraan.57 Di antara isi Piagam Madinah adalah bahwa negara mengakui dan melindungi kebebasan menjalankan ibadah agama masing-masing. Jeramjeram Peradaban Muslim (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Lalu disepakatilah Piagam Madinah. Bahkan sebelumnya. tentang keselamatan harta benda dan larangan orang melakukan kejahatan. 57A. Muhammad at Medina (London : Oxford University Press. yang banyak dinukil oleh tokoh-tokoh sejarah. Hubungan umat beragama waktu itu diawali dengan kontak damai antara umat Islam dengan penduduk Madinah. baik agama. Nabi lalu mewujudkan persatuan Madinah dan meletakkan dasar organisasi politik kenegaraan dengan mengadakan persekutuan yang kuat. Itu merupakan sejarah baru dalam kehidupan politik dunia waktu itu. 84. Guillaume. hlm. ketika umat Islam baru saja melalukan hijrah ke Madinah. 1956). semua orang memiliki kedudukan yang sama sebagai anggota masyarakat. Nabi Muhammad memantapkan suatu tatanan kenegaraan yang luar biasa dengan mencoba melihat berbagai pihak dan berbagai kepentingan yang berkembang pada saat itu.56 Kemudian. 231-233. Dalam Piagam Madinah itu kaum muslimin –Anshar dan Muhajirin—dengan orang-orang Yahudi dan penduduk Madinah lainnya membuat perjanjian tertulis yang berisi beberapa hal yang prinsip. Semua penduduk menyambut kedatangan umat Islam dengan damai. 195-204. umat Nasrani dan Yahudi ditandai terbentuknya negara kota Madinah yang menjunjung tinggi pluralitas. Lihat juga Nourouzzaman Shiddiqi. Dalam perjanjian itu disinggung juga tentang kebebasan beragama. hlm. lintas agama dan lintas suku. hlm. baik yang sudah menjadi muslim maupun yang masih memegang agama dan keyakinan sebelumnya. Secara lengkap isi perjanjian Madinah itu dimuat dalam buku Sirah Muhammad karya Ibnu Ishak. suku dan golongan. orang-orang musyrik dan Yahudi menyambut kedatangan Muhammad dengan baik. kesadaran pluralitas ini terlihat sangat menonjol. 1996). Montgomery Watt.58 Dari situlah penduduk Madinah memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. The Muhammad Life. 58 Lihat Nourouzzaman Shiddiqi. 93-94. Jeram-jeram.

Adanya saling pengertian dan pemahaman yang dalam akan keberadaan masing-masing menjadi modal dasar yang sangat menentukan. perdamaian dan persaudaran bisa terwujud. .Pengalaman-pengalaman di atas memberi gambaran bahwa kemajemukan agama tidak menghalangi untuk hidup bersama. maka kerukunan. Di antara dimensi moral dan etis agama-agama adalah saling menghormati dan menghargai agama/pemeluk agama lain. Bahkan. kemajemukan agama tidak menghalangi umat beragama untuk membangun suatu negara yang bisa mengayomi dan menghargai keberadaan agama-agama tersebut. Pengalaman-pengalaman Nabi di atas mengandung dimensi moral dan etis. Jika masing-masing pemeluk agama memegang moralitas dan etikanya masing-masing. berdampingan secara damai dan aman.

A. 4 Th. Mei 1968. .). Passing Over: Melintasi Batas Agama (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Greg Barton.. 1993. Nanang Tahqiq (Jakarta : Paramadina.DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman Wahid. Mukti Ali.Tahun ke VIII. M. 1998). 1989). Burhanuddin Daja dan Herman Leonard Beck (red. Muhammad Husain Haekal. Sejarah dan Kebudayaan Islam.. Badri Yatim. Muhammad at Medina (London : Oxford University Press. 259. Hasan Ibrahim Hassan. XI Djuli 1970.). Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. No.. Sejarah dan Perkembangan Dakwah Islam (Yogyakarta : Ideal Offset. Ismail Raji al-Faruqi (ed. terj. Djohan Effeni. I. 1998). terj. Passing Over: Melintasi Batas Agama (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Andito (ed. terj. 1984). Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Bandung : Mizan. cet. Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed. 1994). I (Surabaya : Pustaka Progressif. Montgomery Watt. IV. Majalah Al-Djami’ah. 1970). 4 Vol. Samuel P. Djah dan Humam (Yogyakarta : Kota Kembang. 1993). hlm. 1978). alih bahasa Joko Susilo Kahhar dan Supriyanto Abdullah. Trialog Tiga Agama Besar: Yahudi. Cet.). Mahbub Djunaedi (Jakarta : Pustaka Jaya. Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah.). Sejarah Peradaban Islam (Jakarta : RajaGrafindo Persada. Michael H. No. No. cet. Sejarah Hidup Muhammad. Vol. 5. ―Benturan Antar Peradaban. 1999). (Jakarta : INIS. Majalah Prisma 5.. (Bandung : Pustaka Hidayah. cet. Juni 1978. A. ―Dialog between Muslims and Christians in Indonesia and its Problems‖ dalam Al-Jami’ah. 1998). Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed. (Jakarta : Lappenas. XII.). The Life of Muhammad: A Translation of Ibn Ishaq’s Sirat Rasul Allah. Nomor Khusus. W. Ilmu Perbandingan agama di Indonesia dan Belanda. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. 1990). Hart. Islam. Guillaume. Masa Depan Politik Dunia?‖ dalam Jurnal Ulumul Qur’an. Th. 1999). ―Etika dan Dialog Antar Agama: Perspektif Islam‖. Huntington. Ali Audah (Jakarta : Tintamas. (Karachi : Oxford University Press. . 1956). 1981).IV Tahun 1993. Chadijah Nasution. VII. Alwi Shihab. dalam Jurnal Ulumul Qur’an. 1992). Atas Nama Agama: Wacana Agama dalam Dialog “Bebas” Konflik. Muslim di Tengah Pergumulan. pent. Amin Abdullah. Kristen.

(Jakarta : Balitbang Depag RI. ―Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang‖. Nurcholish Madjid. Sedjarah dan Kebudajaan Islam (Djakarta : Djajamurni. Umar Hasyim.t. (ed.). M. Bingkai Sosio-Kultural Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia.A. Bingkai Sosio-Kultural Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia. Studi Agama-Agama di Perguruan Tinggi. Studi Agama-Agama di Perguruan Tinggi. dkk. 1998/1999). Pluralitas Budaya dan Visi Perdamaian‖.). Zainul Abas. Stokhof.IV.). 31 Januari 1997. .. dalam Kompas. 1970). Parliament of the World‘s Religions. dan Elza Pelda Taher (ed. Th. 213 Tahun Ke-32. Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia (Beberapa Permasalahan). 1990). Dialog: Kritik dan Identitas Agama.).L. Declaration Toward a Global Ethic (Chicago : t. Mursyid Ali (ed. No. Th. jilid VII. Agama dan Dialog Antar Peradaban (Jakarta : Yayasan Paramadina. ( Jakarta : INIS. Sumarthana. 1993. 1996).1 Vol.).). Nourouzzaman Shiddiqi. Toleransi dan Kemerdekaan Beragama dalam Islam sebagai Dasar Menuju Dialog dan Kerukunan Antar Agama (Surabaya : PT. No. dalam Jurnal Ulumul Qur’an. 1998/1999).Mursyid Ali (ed. t. ―Dialog Agama.t. (red. A. (Jakarta : Balitbang Depag RI. Bina Ilmu.). 1996). W. Nasir Tamara. Jeram-jeram Peradaban Muslim (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Sjalabi.

Gunakan bahawa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara .Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat . Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik . ramah dan sopan 9.Memakai pakaian yang rapi. Lapang dada dalam berkomunikasi 4. . Berinisiatif sebagai pembuka dialog 8.Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara . Bertingkahlaku yang baik D. Jujur tidak berbohong 2.1:22am — godam64 A. intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik. menutup aurat dan sesuai sikon . Arti Definisi / Pengertian Etika ( Etik ) Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter. 14/10/2008 . watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.Etiket/Etika Dalam Berkomunikasi/Komunikasi & Pengertian Etika/Etiket Sosiologi Tue. .Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara .Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan . Etika Dan Etiket Yang Baik Dalam Komunikasi Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari : 1. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan 10.Menatap mata lawan bicara dengan lembut .Menggunakan volume. nada. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan 3. Tidak mudah emosi / emosional 7. B.Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi .Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum .Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar . C. Berbahasa yang baik. Arti Definisi / Pengertian Etiket Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik 5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien 6.

material dan kekayaan. Beliau juga perlu bertindak untuk memastikan adanya persiapan yang cukup sama ada dari segi kuasa intelek atau pun kuasa emperik yang bercorak teknik. ii. cipika cipiki (cium pipi kanan . Kepatuhan kepada peraturan Allah dijadikan asas penting kepada etika kerjanya sekalipun berlawanan dengan tuntutan keinginan kerana sains tidak boleh bersifat neutral dan bebas. Islam telah menyediakan panduan yang sempurna untuk mengatur segala perlakuan manusia dalam apa jua bidang kerjaya sepanjang zaman. Sebagai rumusannya. berhubung dengan tatacara untuk mempraktiskan kebaikan dan menolak keburukan dalam amalan dan penggunaan sanis dan teknologi. Iman adalah teras kepada semua jenis amalan dalam Islam. Terdapat konsep-konsep asas yang mampu membimbing ahli sains dalam urusan peribadi dan profesyennya.w. Sesungguhnya keimana kepada Allah akan menyediakan asas yang kukuh kepada kelahiran generasi muslim yang bermoral.dalam hubungan dengan sains.Dan lain sebagainya. Kepatuhan kepada Syariah dan etika kerka Seseorang ahli sains perlu mempunyai ketaantan yang tinggi terhadap peraturan-peraturan dan ketentuan Allah dengan mengambil kira persoalan halal dan haram dalam kerjayanya. Allah merupakan Pencipta dan Pemilik alam yang menjadi bahan kajian dan penggunaan sains dan teknologi. bersifat belas ihsan dan menghormati hak-hak manusia dan lain-lain kehidupan untuk hidup dengan selesa. seseorang ahli sains atau teknokrat muslim yang ingin melaksanakan sesuatu perbuatan atau amalan sainsnya. iii. seharusnya bermula dengan kepercayaan dan keimanan kepada Allah serta berpegang teguh kepada ajaran agama dalam profesyennya. etika adalah satu bidang ilmu yang mengkaji soal kebaikan dan keburukan dalam sains. ces. Dengan itu persoalan krisis etika dalam pelbagai amalan sains dapat dihindarkan . Para saintis adalah khalifah Allah di bumi. Keimanan kepada Allah s. Mereka perlu melindungi alam sekitar. Mereka perlu sedar Allah sentiasa melihat segala pemikiran dan perlakuan manusia.tangan. hormat. Mereka bertanggungjawab untuk membawa kemakmuran dan menjaga keharmonian. Mereka perlu menghindari diri dari mengekskploitasi sewenang-wenangnya segala isi kandungan alam semata-mata untuk kepentingan sanis.t. Konsep asas tersebut terdiri daripada tiga unsur utama: i. Mementingkan aspek kemanusiaan dan ihsan Dalam penggunaan sains dan teknologi aspek kemanusiaan dan ihsan merupakan suatu yang tidak boleh diabaikan.cium pipi kiri) . Matlamat yang murni dalam pembangunan dan penggunaan teknologi seharusnya seiring dengan kaedah yang tidak melanggar batas-batas ajaran Islam. Tindak tanduknya pula dibaluti dengan nilai-nilai etika dan moral yang suci murni berdasarkan prinsip “melakukan sesuatu yang baik dan menjauhi yang mungkar”. Seorang ahli sains perlu mempunyai keimanan serta keyakinan yang kukuh kepada Allah dan sentiasa memohon bantuan daripadaNya. merunduk. ETIKA ISLAM DALAM SAINS DAN TEKNOLOGI ISLAM Etika merupakan satu bidang falsafah yang membicarakan tentang tingkah laku manusia dari aspek-aspek lahiriah dan batiniahnya .

dan sains menjadi ilmu yang mampu memberi manfaat yang menyeluruh. Dipetik dari “Pengenalan falsafah dan konotasi aksiologi atau etika Islam dalam sains dan teknologi” oleh Zulfikri bin Mohd Zain.

Etika Islam
Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Masalah kemerosotan moral dewasa ini menjadi santapan keseharian masyarakat kita. Meski demikian tidak jelas faktor apa yang menjadi penyebabnya. Masalah moral adalah masalah yang pertama muncul pada diri manusia, "baik ideal maupun realita". Secara ideal bahwa pada ketika pertama manusia di beri "ruh" untuk pertama kalinya dalam hidupnya, yang padanya disertakan "rasio" penimbang baik dan buruk (QS. Assyams 7-8). Secara realita bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, dimana individu merupakan bagian dari masyarakat manusia, maka yang awal mula muncul dalam kesadarannya ialah pertanyaan "What must be?"(Apa yang seharusnya), yang lalu disusul dengan "What must I do?"(Apa yang dilakukan) pelaksanaan "What must I do?", menanti lebih dulu jawaban "What must be?". Pertanyaan "What must be?", ditujukan kepada kemampuan rohani pada diri manusia yang berbentuk kategori-kategori tertentu yang tidak timbul dari pengalaman maupun pemikiran, kemampuan ini bersifat intuitif dan apriori. Oleh sebab itu masalah moral adalah masalah "normatif". Di dalam hidupnya manusia dinilai! Atau akan melakukan sesuatu karena nilai! Nilai mana yang akan dituju tergantung kepada tingkat pengertian akan nilai tersebut. Pengertian yang dimaksud adalah bahwa manusia memahami apa yang baik dan buruk serta ia dapat mambedakan keduanya dan selanjutnya mengamalkannya. Pengertian tentang baik buruk tidak dilalui oleh pengalaman akan tetapi telah ada sejak pertama kali "ruh" ditiupkan. Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya (QS. 91: 7-8) Pengertian (pemahaman) baik dan buruk merupakan asasi manusia yang harus diungkap lebih jelas, "atas dasar apa kita melakukan sesuatu amalan".

Imam Al Ghazali menamakan pengertian apriori sebagai pengertian "awwali". Dari mana pengertian-pengertian tersebut diperoleh, sebagaimana ucapannya: Pikiran menjadi sehat dan berkeseimbangan kembali dan dengan aman dan yakin dapat ia menerima kembali segala pengertian-pengertian awwali dari akal itu. Semua itu terjadi tidak dengan mengatur alasan atau menyusun keterangan, melainkan dengan Nur (cahaya) yang dipancarkan Allah SWT ke dalam batin dari ilmu ma'rifat1). Di sini, Al Ghazali mengembalikannya ke dasar pengertian awwali yaitu pengertian Ilahyah. Sedang Plato menyebutnya "idea". Ia mengungkapkan bahwa "idea" hakekatnya sudah ada, tinggal manusia mencarinya dengan cara menenangkan pikiran atau disebut mencari inspirasi bagi seniman. Jelasnya "idea" bukan timbul dari pengalaman atau ciptaan pikiran sehingga menghasilkan "ide". Kesadaran tentang keberlangsungan ide yang sejak awal ruh ditiupkan, menyebabkan Allah dalam firman-firmanNya menghendaki manusia masuk pada posisi asasinya yang disebut "idul fitri", yaitu kembali kepada "kesejatian diri". Sebab kesejatian inilah yang bisa dipertanggungjawabkan kebenaran sikapnya karena perilaku yang keluar bersandar pada kejernihan fitrah. Maka sesungguhnya fitrah itu sejalan dengan kehendak Allah (fitrah Allah), yang disebut dalam Al Qur'an: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya (QS. Arrum: 30). Pada dasarnya fitrah manusia itu suci, akan tetapi proses penerimaan ide (ilham) tersebut, terkadang menjadi tidak murni disebabkan kekotoran jiwa yang diliputi nafsu syahwat. Dalam hal ini Allah berfirman: "Dan demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu Dan merugilah orang yang mengotorinya." (QS Asysyams 7-8). Betapa bahayanya ilham-ilham tersebut bila diterima oleh jiwa yang kotor, sebab pengetahuanpengetahuan itu akan digunakan untuk bagaimana mencuri, korupsi, menipu dan merusak alam semesta. Tetapi alangkah indahnya jika ilham-ilham tersebut diterima oleh jiwa yang tenang dan bersih yang akan menimbulkan kemaslahatan bagi dirinya maupun alam semesta. Maka dari sini dapat dimengerti, walau seseorang sudah memiliki pengertian "baik buruk secara apriori", bukan berarti ia telah tahu secara mutlak, namun pengertiannya masih bersifat relatif dan hal itu akan lebih jelas jika disinari oleh wahyu ketuhanan. Sebab ia tidak akan mampu menelusuri secara intelektual tanpa adanya "daya spiritual" dalam menerima ide yang sesuai dengan Fitrah Allah. Sebaliknya kalau dibiarkan jiwa kita diam, terbelenggu oleh keinginan syahwat, maka apa yang diperoleh oleh jiwa berupa ide ilmu pengetahuan akan digunakan sesuai dengan kepentingan syahwatnya.

Kembali kepada masalah "nilai". Seseorang pasti akan dinilai atau pasti akan melakukan sesuatu karena nilai, dan jika "nilai" masih bersifat relatif, maka nilai tersebut akan tergantung kepada dasar yang ia pakai. Bisa jadi, mencuri itu mendapat nilai kebajikan apabila perilaku tersebut didasari oleh hukum-hukum tentang permalingan, juga sekularisme, hedonisme, komunisme dan ateisme, dasar-dasar inilah yang akan menilai perilaku itu baik atau buruk. Begitupun tata nilai ketuhanan (Islam), setiap "perilaku" Islam sangat menekankan orientasi niat yang kuat, menyandarkan peribadatannya didasari konsep "Lillahi ta'ala". Pendasaran kepada setiap "laku" manusia, mengandung tuntutan kesadaran, bukan paksaan!! Perilaku seseorang tersebut baru bisa dikatakan mempunyai nilai. Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi: Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai niat. Dan seseorang diganjar sesuai dengan niatnya (Hadist riwayat Bukhari Muslim). Dalam hadist tersebut jelas, setiap perilaku mempunyai dasar (niat), sehingga perbuatannya dikategorikan baik atau buruk dimana ia menggantungkan niatnya. Suatu riwayat, ketika Rasulullah Hijrah ke Madinah, diungkapkan masalah "niat". "Maka barang siapa hijrahnya didasari (niat) karena Allah dan Rasulullah maka hijrahnya akan sampai diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan barang siapa hijrahnya didasari (niat) karena kekayaan dunia yang akan didapat atau karena perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti (tertolak) pada apa yang ia hijrah kepadanya". (Al Hadits) Di sini sangat penting kesadaran akan "niat" untuk memperjelas perbedaan mana yang baik menurut nafsu, dan baik menurut Allah. Perilaku yang lalai atau tidak karena Allah seperti dalam shalat, maka nilai kelurusan shalat yang terhalang oleh pikiran yang tidak khusyu' akan berakibat pada rusaknya nilai ibadah shalat. Seperti yang termaktub alam Al Qur'an: "Maka celakalah bagi yang melakukan shalat karena"niat"-nya (lalai) terhambat oleh ingin dilihat orang lain." 1) Perbuatan macam ini tidak bisa dikatakan sebagai "Dien". Sebab agama mempunyai satu dasar penilaian yang sangat sempurna yakni; Islam, Iman, dan Ihsan. Etika pada umumnya menentukan "sadar bebas" sebagai obyeknya, dan ternyata hal ini hanya melihat dari segi lahiriah perbuatan. Setia dan bertingkah baik an-sich tanpa memperhitungkan syarat lain, memang dapat digolongkan ke dalam "kebajikan". Namun belum tentu dikategorikan dalam kebajikan jika ditinjau lebih jauh pada kondisi-kondisi lain, yakni pada apa perbuatan itu bersangkut paut atau apa yang melatari perbuatan tersebut. Misalnya: Si Abdullah memberikan sedekah kepada fakir miskin. Ketika terjadi tindakan tersebut terdapat:

keyakinan. Iman : kepercayaan. c. zakat. 2. engkau keluarkan zakat. yaitu sedekah diberikan kepada fakir miskin. Pada faktor-faktor inilah disamping "niat" batin. mengembalikan kepada Fitrah Allah. transendental. Dalam Hadist riwayat Bukhori dan Muslim disebutkan: Artinya: sesungguhnya Jibril pernah datang kepada Nabi dalam bentuk seorang Arab Badui. zakat. Dalam tahapan ini manusia sampai kepada tahapan tertinggi yang dalam tindakannya sesuai dengan kehendak Allah (Fitrah Allah). bangkit dari kubur sesudah mati.1. Objek yang terkena perbuatan. islam. kepada kitab-kitab-Nya. Tanggung jawab Islam dalam syariat (etika ketuhanan) selalu mengandung kedalaman dimensi yang tidak saja tindakan fisik sebagai objek nilai. yaitu hendaknya engkau menyembah Allah yang seolah-olah engkau melihat Allah. 3. haji). engkau mendirikan shalat. kepada MalaikatNya. sekalipun engkau tidak bisa melihat-Nya tetapi Ia bisa melihat engkau. lalu ia bertanya kepadanya tentang islam. apakah ihsan itu? Nabi menjawab. Subjek yang berbuat. Islam meletakkan nilai syarat yang ikut mengambil bagian dalam menilai suatu perbuatan sebagai tindakan etis. "Yaitu hendaknya engkau beriman kepada Allah. Ihsan: kekuatan psikologis dimana ia mengaitkan nilai perilakunya karena Allah. Lalu Jibril bertanya apakah Iman itu? Nabi menjawab. Maka setiap peribadatan. juga di dalamnya nilai psikologis merupakan tindakan etis yang secara naluriah. dan agama (dien) itu sendiri berarti khudhu' (tunduk) dan dzull (merendah) seperti perkataan: "Ku tundukkan dia. iman dan ihsan. Objek yang diperbuat. b. maka Nabi menjawab. Jibril bertanya lagi. ialah hendaknya engkau bersaksi sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah. maka ia tunduk" yakni: beribadah kepada Allah dan taat kepada-Nya serta merendahkan diri kepada-Nya. Islam: berupa syariat Islam (syahadat. puasa akan terasa sia-sia apabila dilakukan tanpa dibarengi dengan tunduk dan patuh serta merasakan adanya sikap "ihsan" (seakan-akan . 4. Objek yang dipergunakan. yaitu "Abdullah". engkau puasa bulan Ramadhan dan engkau pergi haji ke Baitullah jika engkau mampu pergu ke sana. karena Allah dll). Kemudian dalam akhir Hadist itu dikatakan Rasulullah saw bersabda (kepada para sahabatnya): Dia itu Jibril. Agama meliputi: a. yaitu Abdullah melakukan "sedekah". apakah itu shalat. kepada para Utusan-Nya. Karena akan dikatakan (dinilai) sebagai agama apabila meliputi ketiga kriteria tersebut. Tegas sekali Islam mewajibkan "niat karena Allah" sebagai tanggung jawab penghambaan kepada Kholiqnya. dan hendaknya engkau beriman kepada takdir tentang takdir baik dan buruknya. diharapkan setiap perilaku (ibadah) sampai kepada syarat. shalat. yaitu niat karena apa (bisa karena ingin dilihat orang. "Islam itu. puasa. Ia datang kepadamu untuk mengajarkan tentang agamamu. Hal ini seluruhnya termasuk agama.

Syari'at. orang yang tidur sampai bangun.s. Ihsan adalah kontak batin dan dialogis. 1999 9:11am Subject: Etika Islam (sebelum. Sebagaimana Hadist Rasulullah: "Hukum tidak berlaku bagi tiga golongan. Berguru Kepada Allah. padahal kita bertahun-tahun melakukan peribadatan tidak mendapatkan apaapa kecuali capek dan sia-sia. Sikap ini pula yang menjadikan ihsan itu rukun agama. Hakikat Manusia. responsif. dengan kecenderungan berbuat baik tanpa beban dan paksaan.melihat Allah. Ihsan adalah roh setiap peribadatan. Untuk itu kecenderungan berbuat baik akan terjadi apabila kita mampu berusaha membersihkan jiwa. Nash tersebut di atas merupakan kesimpulan dari tujuan etika Islam. Permasalahan rukun agama ini telah dihukumkan dan disyaratkan kepada orang yang sampai baligh. dan orang gila sampai sembuh" (Abu Dawud. Membuka Hijab. Dan kebersihan jiwa akan didapat apabila kita melaksanakan peribadatan sesuai dengan kriteria-kriteria pada penjelasan di atas. sesudah) "Ya Allah. maka batallah sebagai agama. Catatan kaki: 1) Al Qur'an surat Al Maa'uun ayat 4-5 yang artinya: "Maka kecelakaanlah bagi orang yang shalat. dan menentukan diterima tidaknya peribadatan. Hal inilah yang selalu menjadi permasalahan pokok dan mensosialisasi sebagai kebiasaan buruk yang tidak lagi menjadi masalah. Etika Islam. Hati. jika tidak mampu melihat-Nya sesungguhnya Ia melihat kalian). yang apabila ditinggalkan salah satu rukun agama. Ibnu Majah dan Annasay. yaitu mengembalikan kepada posisi fitrah manusia. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya" From: Sangkan SB <patrap1@yahoo. Jiwa. . hadist sohih). Bersyukur & Khusyu' Beribadah" (Al Hadits) Dengan menjadi anggota keluarga Majelis Dzikrullah memahami seluruh artikel: Perjalanan Menuju Ilahi. Selanjutnya Islam mengajarkan bahwa seorang muslim yang beramal kebajikan. sebagaimana firman Allah: "Kami menurunkan kitab ini kepada engkau dengan sebenarnya. maka ia akan menjadi manusia paripurna dan ia akan berakhlaq sebagaimana akhlaq Allah. Az-zumar: 2). anak kecil sampai mimpi basah. sebab itu sembahlah Allah seraya mengihklaskan agama bagi-Nya saja" (Q. Ajari Kami Untuk Selalu Ingat Kepada-Mu. yang dengan kesadaran itu. tetapi tujuannya bukan Lillahi ta'ala tidak mungkin diterima amalnya.com> Date: Fri Oct 22.

Madu bukan saja manis. dan hasilnya madu. engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka.Patrap/Dzikir. b. makanannya sari kembang. dan demikian pula sifat yang melakukannya. . Jika demikian. Madu dihasilkan oleh lebah. Di mana pun hinggap. Itu sebabnya madu dicari di mana pun dan oleh siapa pun. Makna ini kemudian berkembang. sejalan dengan makna dasarnya. sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan dari yang lain (termasuk pendapat).. Al-Quran yang akar katanya menunjukkan a. r-. yang pada mulanya bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah. w-. sekaligus sumber kesehatan dan kekuatan. Ia takkan mengganggu kecuali diganggu. menyamakan seorang mukmin dengan lebah. Dalam surat Ali 'Imran (3): 159 Maka disebabkan rahmat dari Allahlah. Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal-hal yang baik. Tak heran jika Nabi Saw. melainkan juga obat untuk banyak penyakit. maka tidak ada dosa atas keduanya. Bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat. niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras. Musyawarah dapat juga berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. Karena itu. Ayat ini membicarakan bagaimana seharusnya hubungan suami istri saat mengambil keputusan yang berkaitan dengan rumah tangga dan anak-anak. tanggapan & artikel lainnya . kerjasamanya mengagumkan. Insya Allah anda akan mampu melaksanakan peribadatan secara kusyu' dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran memberi petunjuk agar persoalan itu (dan juga persoalan-persoalan rumah tangga lainnya) dimusyawaraLkan antara suami-istri. AYAT-AYAT TENTANG MUSYAWARAH Ada tiga ayat musyawarah. Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2): 233 Apabila keduanya (suami istri) ingin menyapih anak mereka (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan dan permusyawarahan antar mereka. seperti menyapih anak. MUSYAWARAH (1/2) Kata musyawarah terambil dari akar kata sy-. lebah tak pernah merusak. yang bermusyawarah mesti bagaikan lebah: makhluk yang sangat berdisiplin. Seperti itulah makna permusyawarahan.. Pada ayat di atas.

Namun demikian. agar bermusyawarah dengan anggota-anggotanya. khususnya kepada setiap pemimpin. dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (tertentu). dalam surat Al-Syura (42): 38. Seorang anak. selama jiwanya normal.maafkanlah mereka. agar memusyawarahkan persoalan-persoalan tertentu dengan sahabat atau anggota masyarakatnya. mencakup setiap kelompok yang melakukan musyawarah. Al-Quran menjelaskan petunjuknya dalam bentuk global (prinsip-prinsip umum). agar petunjuk itu dapat menampung segala perubahan dan perkembangan sosial budaya manusia. Ayat ketiga ini turun sebagai pujian kepada kelompok Muslim Madinah (Anshar) yang bersedia membela Nabi Saw. Tetapi. Memang amat sulit jika rincian suatu persoalan yang diterapkan . demikian seterusnya. seperti surga dan neraka. atau keluarga dekat tertentu. ayat ini juga berlaku umum. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Demikian juga soal mahram (yang terlarang dikawini). Adapun persoalan yang dapat mengalami perkembangan dan perubahan. bertawakallah kepada Allah. dan menyepakati hal tersebut melalui musyawarah yang mereka laksanakan di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad. saudara. seperti yang akan dijelaskan lebih jauh. c. tak mungkin memiliki birahi terhadap orang tuanya. ayat ini juga merupakan petunjuk kepada setiap Muslim. jika menyadari cara Al-Quran memberi petunjuk serta menggali lebih jauh kandungan ayat-ayat tersebut. Adapun yang dimaksud dengan orang-orang mukmin itu adalah: Orang-orang yang mematuhi seruan Tuhan mereka. karena ia tak mengalami perkembangan. Namun dugaan tersebut akan sirna. PETUNJUK AL-QURAN MENYANGKUT PERKEMBANGAN MASYARAKAT Secara umum dapat dikatakan bahwa petunjuk Al-Quran yang rinci lebih banyak tertuju terhadap persoalan-persoalan yang tak terjangkau nalar serta tak mengalami perkembangan atau perubahan. melaksanakan shalat (dengan sempurna). Ayat ini dan segi redaksional ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. Dari sini dipahami kenapa uraian Al-Quran mengenai metafisika. amat rinci karena ini merupakan soal yang tak terjangkau nalar. mohonkanlah ampun bagi mereka. serta urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antar mereka. dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dari ketiga ayat di atas saja. maka sepintas dapat diduga bahwa Al-Quran tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap persoalan musyawarah. Allah menyatakan bahwa orang mukmin akan mendapat ganjaran yang lebih baik dan kekal di sisi Allah.

MUSYAWARAH DALAM AL-QURAN menafsirkan . Musyawarah atau demokrasi adalah salah satu contohnya. Utsman. ini bertentangan dengan prinsip syura yang diperintahkan Al-Quran --bukankah Al-Quran memerintahkan agar persoalan umat dibicarakan bersama? Sedangkan apabila beliau bersama sahabat yang lain menetapkan sesuatu. a.. Kita sering mengikat diri sendiri dengan berbagai ikatan (syarat) yang kita ciptakan. periha1 musyawarah ini tidak meletakkan rinciannya. Itu sebabnya cara suksesi yang dilakukan oleh empat khalifah beliau --Abu Bakar. Umar. telah memberi kebebasan kepada umat Islam agar mengatur sendiri urusan dunianya dengan sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Karena jika beliau sendiri yang meletakkan hukumnya. "Yang berkaitan dengan urusan agama kalian. petunjuk kitab suci Al-Quran menyangkut hal ini amat singkat dan hanya mengandung prinsip-prinsip umumnya saja." Dan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad. Jangankan Al-Quran. Demikianlah. untuk menetapkan bagi kita (masyarakat) pada setiap periode hal-hal yang bermanfaat dan membahagiakan masyarakat. harus diterapkan pula dengan rincian yang sama untuk masyarakat lain. dan Ali r. tidak meletakkan petunjuk tegas yang rinci tentang cara dan pola syura.. kemudian kita namakan syarat itu ajaran agama. Namun.-. yang dalam banyak ha1 menjabarkan petunjuk-petunjuk umum Al-Quran. "Kalian lebih mengetahui persoalan dunia kalian." Sungguh tepat keterangan pakar tafsir Muhammad Rasyid Ridha: Allah telah menganugerahkan kepada kita kemerdekaan penuh dan kebebasan sempurna di dalam urusan dunia dan kepentingan masyarakat dengan jalan memberi petunjuk untuk melakukan musyawarah. Bahkan tidak juga memberikan pola tertentu yang harus diikuti. maka kepadaku (rujukannya). Nabi Saw.berbeda-beda di antara satu dengan lainnya. itu pun berlaku untuk masa beliau saja.untuk masa sesudahnya. baik di tempat yang sama pada masa yang berbeda. Demikian lebih kurang tulisan Rasyid Ridha ketika surat Al-Nisa' (4): 59. Tidak berlaku --rincian itu-. Bukankah Rasul Saw. apalagi di tempat yang lain pada masa yang berlainan. pada akhirnya syarat-syarat itu membelenggu diri kita.pada suatu masa atau masyarakat tertentu dengan ciri kondisi sosial budayanya. dan yang berkaitan dengan urusan dunia kalian. maka kalian lebih mengetahuinya. Rasul Saw. Karena itu pula. Yakni yang dilakukan oleh orang-orang cakap dan terpandang yang kita percayai.

Berbagai masalah yang dibahas para ulama mengenai musyawarah antara lain: (a) orang yang diminta bermusyawarah. terlebih dahulu periu dikemukakan petunjuk yang diisyaratkan Al-Quran mengenai beberapa sikap yang harus dilakukan seseorang untuk mensukseskan musyawarah. (b) dalam hal-hal apa saja musyawarah dilaksanakan. Pada ayat itu disebutkan tiga sikap yang secara berurutan diperintahkan kepada Muhammad Saw. serta mempunyai makna tersendiri berkaitan dengan sikap atau pandangan para sahabat --sebagaimana akan diutarakan kemudian-. Pertama. menghapus bekas luka di hati akibat perlakuan dinilai tidak wajar. Petunjuk-petunjuk tersebut secara tersurat ditemukan dalam surat Ali 'Imran ayat 159 yang terjemahannya telah dikutip di atas. Namun. Dalam ayat atas disebutkan sebagai fa'fu anhum (maafkan mereka). Penyebutan ketiga sikap tersebut --menurut hemat penulis-. mitra musyawarah akan bertebaran pergi. Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras. Seseorang yang melakukan musyawarah. Maaf. memberi maaf dan membuka lembaran baru. Ini perlu.namun. sedangkan kecerahan pikiran hanya dengan sirnanya kekeruhan hati. Petunjuk ini dikandung oleh frase. niscaya mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. berarti "menghapus". yakni kebulatan tekad untuk melaksanakan apa yang telah ditetapkan dalam musyawarah. tidak sedikit dari jawaban tesebut merupakan pemahaman para sahabat Nabi atau ulama. Setelah itu disebutkan satu lagi sikap yang harus dilakukan setelah musyawarah. di Memaafkan adalah pihak lain yang musyawarah tanpa hadir bersamaan Di sisi lain. untuk beliau lakukan sebelum datangnya perintah bermusyawarah. Kedua. tetapi petunjuk-petunjuk tersebut masih dapat dikembangkan atau tidak sepenuhnya mengikat.walaupun dikemukakan sesuai konteks turunnya ayat.. atau keluar . secara harfiah. karena tiada pihak lain. dari segi pelaksanaan dan esensi musyawarah agaknya sifat-sifat tersebut sengaja dikemukakan agar ketiganya menghiasi diri Nabi dan setiap orang yang melakukan musyawarah. orang yang bermusyawarah harus menyiapkan mental untuk selalu bersedia memberi maaf. dan (c) dengan siapa sebaiknya musyawarah dilakukan. Sikap-sikap tersebut sebagian terbaca pada ayat Ali 'Imran di atas. karena jika tidak. Karena mungkin saja ketika bermusyawarah terjadi perbedaan pendapat. Sebelum menguraikan sekilas tentang hal-hal tesebut. adalah sikap lemah lembut. Meskipun ada juga yang merupakan petunjuk-petunjuk umum yang bersumber dari Sunnah Nabi Saw. harus menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. apalagi sebagai pemimpin.Memang banyak persoalan yang dapat diambil jawabannya dari ketiga ayat musyawarah itu.

tidaklah cukup. sekadar untuk mencampakkan informasi yang diduga "kebetulan" oleh sebagian orang. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berserah diri. Namailah "indera keenam" sebagaimana filosof dan psikolog menamainya. William James. bergelimang dosa atau fasik (QS Al-Ma-idah [5]: 108). akan mengeruhkan pikiran. hubungan dengan Tuhan pun harus harmonis. kita masih membutuhkan "sesuatu" di samping akal. Ini akan dapat mengantarkan kita kepada keraguan yang mengguncangkan etika dan nilai-nilai hidup kita. dan firasat" menurut nama yang diberikan agamawan. Bila Nabi Saw. filosof Amerika kenamaan. Namun demikian. bahkan boleh jadi akan mengubah musyawarah menjadi pertengkaran. menegaskan. pengkhianat (QS Yusuf [12]: 52).kalimat-kalimat yang menyinggung pihak lain. untuk mencapai hasil yang terbaik ketika musyawarah. yaitu konteks musyawarah adalah Apabila telah bulat tekad (laksanakanlah) dan berserah dirilah kepada Allah. wa istaghfir lahum. Biasanya. Tidak jelas cara kerja "sesuatu" itu. hidayat. Itulah kandungan pesan fa'fu anhum. Pesan terakhir Ilahi di dalam setelah musyawarah usai. pakar-pakar Al-Quran sepakat berpendapat bahwa perintah musyawarah ditujukan kepada semua orang. Hal ini dengan mudah dipahami dari redaksi perintahnya yang berbentuk tunggal. Nah. Akal memang mengagumkan. hal ketiga yang harus mengiringi musyawarah adalah permohonan maghfirah dan ampunan Ilahi. ORANG-ORANG YANG DIMINTA BERMUSYAWARAH Secara tegas dapat terbaca bahwa perintah musyawarah pada ayat 159 surat Ali 'Imran ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. Ia mampu membatalkan suatu argumen dengan argumen lain. Terserah Anda. kafir (QS Al-Baqarah [2]: 264). sebagaimana ditegaskan oleh pesan surat Ali 'Imran ayat 159 di atas. karena datangnya sekejap. atau "bisikan atau gerak hati" seperti kata orang kebanyakan. "sesuatu" itu mengunjungi orang-orang yang jiwanya dihiasi kesucian. padahal beliau orang yang ma'shum . Itulah sebabnya. apa nama "sesuatu" itu. Kemudian orang yang melakukan musyawarah harus menyadari bahwa kecerahan atau ketajaman analisis saja. saja diperintahkan oleh Al-Quran untuk bermusyawarah. dan pembohong (QS Al-Zumar [39]: 3). dan kepergiannya pun tanpa izin orang yang dikunjungi. melampaui batas lagi pendusta (QS A1 Mu'min [40]: 28). karena Allah tidak akan memberi hidayat kepada orang yang berlaku aniaya (QS Al-Haqarah [2]: 258). jika demikian. atau "ilham. Jika demikian. Dan bila hal itu masuk ke dalam hati.

Ayat ini seakan-akan berpesan kepada Nabi Saw. Di sini Nabi berperan sebagai pemimpin umat. sehingga sejak semula kandungannya telah ditujukan kepada mereka semua." . atau kesalahan). apalagi Tanpa analogi di atas. dan tidak juga akan menyesal seseorang yang melakukan musyawarah. dibandingkan dengan kesalahan seseorang meskipun diakui kejituan pendapatnya sekalipun. Sahabat-sahabat beliau terutama kaum muda yang penuh semangat mendesak agar kaum Muslim di bawah pimpinan Nabi Saw "keluar" menghadapi musuh. dan tidak ke luar menghadapi musuh yang datang dari Makkah. petunjuk ayat ini tetap dapat dipahami berlaku untuk Semua orang. bahwa musyawarah harus tetap dipertahankan dan dilanjutkan. walaupun redaksinya ditujukan kepada Nabi Saw. Tetapi. menjelang pertempuran. yang berkewajiban menyampaikan kandungan ayat kepada seluruh umat. Kesalahan mayoritas lebih dapat ditoleransi dan menjadi tanggung jawab bersama. Ketika itu. amat perlu digarisbawahi untuk melihat bagaimana pandangan Al-Quran tentang musyawarah. Pendapat mereka itu memperoleh dukungan mayoritas. sehingga Nabi Saw. menyetujuinya. dan sahabat beliau setelah turunnya ayat ini. serta kondisi psikologis yang dialami Nabi Saw. Nabi cenderung untuk bertahan di kota Madinah. Dalam literatur keagamaan ditemukan ungkapan: "Takkan kecewa orang yang memohon petunjuk [kepada Allah] tentang pilihan yang terbaik.(terpelihara dari dosa manusia-manusia selain beliau. peperangan berakhir dengan gugurnya tidak kurang dari tujuh puluh orang sahabat Nabi Saw. Konteks turunnya ayat ini. Nabi mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk memusyawarahkan bagaimana sikap menghadapi musuh yang sedang dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah. walaupun terbukti pendapat yang pernah mereka putuskan keliru. Perintah bermusyawarah pada ayat di atas turun setelah peristiwa menyedihkan pada perang Uhud.

maka toleransi antar-umat beragama dalam Islam memperoleh perhatian penting dan serius. Fakta-fakta historis itu menunjukkan bahwa masalah toleransi dalam Islam bukanlah konsep asing. Konsep Toleransi Dalam Islam Secara doktrinal. karena itu tak mungkin disamakan. toleransi bukan saja terhadap sesama manusia. toleransi sepenuhnya diharuskan oleh Islam. Ulasan ini dilakukan baik pada tingkat paradigma. Ini berarti bahwa Islam bukan untuk menghapus semua agama yang sudah ada. yang artinya: “Sesungguhnya ini adalah umatmu semua . ““dan Jikalau Tuhanmu menghendaki. Islam memiliki konsep yang jelas. “Bagi kalian agama kalian. merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama. Islam secara definisi adalah “damai”. teori maupun praktik toleransi dalam kehidupan manusia. “selamat” dan “menyerahkan diri”. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” Di bagian lain Allah mengingatkan. Islam menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati. Toleransi. maupun agama. politik. Dalam konteks toleransi antar-umat beragama. termasuk agama Islam. Definisi Islam yang demikian sering dirumuskan dengan istilah “Islam agama rahmatal lil‟ālamîn” (agama yang mengayomi seluruh alam). Selain ayat-ayat itu. Dalam al-Qur‟an Allah berfirman yang artinya. dan lingkungan hidup. karena itu. banyak ayat lain yang tersebar di berbagai Surah.Toleransi Antar-Umat Beragama dalam Pandangan Islam Oleh Ust. tetapi juga terhadap alam semesta. budaya. Dengan makna toleransi yang luas semacam ini. Syamsul Arifin Nababan Pendahuluan Toleransi (Arab: as-samahah) adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis. Apalagi toleransi beragama adalah masalah yang menyangkut eksistensi keyakinan manusia terhadap Allah. doktrin. dan mudah membakar konflik sehingga menyedot perhatian besar dari Islam. Toleransi adalah bagian integral dari Islam itu sendiri yang detail-detailnya kemudian dirumuskan oleh para ulama dalam karya-karya tafsir mereka. Menurut ajaran Islam. “Tidak ada paksaan dalam agama” . Kemudian rumusan-rumusan ini disempurnakan oleh para ulama dengan pengayaan-pengayaan baru sehingga akhirnya menjadi praktik kesejarahan dalam masyarakat Islam. dan bagi kami agama kami” adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam. Islam menyadari bahwa keragaman umat manusia dalam agama dan keyakinan adalah kehendak Allah. primordial. Ia begitu sensitif. Juga sejumlah hadis dan praktik toleransi dalam sejarah Islam. tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. binatang. bahasa. Makalah berikut akan mengulas pandangan Islam tentang toleransi.

Selanjutnya. maka Allah (nanti) pasti akan membongkar aibnya di hari pembalasan”. karya seorang pemikir abad ke-11. Ayat ini menegaskan bahwa pada dasarnya umat manusia itu tunggal tapi kemudian mereka berpencar memilih keyakinannya masing-masing. Karena taqwa kepada Allah melahirkan rasa persaudaraan universal di antara umat manusia. Saling menghargai dalam iman dan keyakinan adalah konsep Islam yang amat komprehensif. Dalam persaudaraan universal juga terlibat konsep keadilan. yaitu umat yang tunggal. al-Baihaqi. Konsekuensi dari prinsip ini adalah lahirnya spirit taqwa dalam beragama. ayat ini dengan amat jelas menyuguhkan suatu konsep toleransi antar-umat beragama yang didasari oleh kepentingan yang sama. yang artinya: “Katakan olehmu (ya Muhamad). yaitu bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak pula memperserikatkan-Nya kepada apa pun. Jadi. dan kerja sama yang saling menguntungkan serta menegasikan semua keburukan. yaitu sikap tidak menyekutukan Allah dengan selain-Nya. dan yang paling dicintainya adalah yang paling bermanfaat bagi sesama tanggungannya”). dan Islam) menekankan persamaan dan menghindari perbedaan demi merengkuh rasa saling menghargai dan menghormati. Persaudaraan ini menyebabkan terlindunginya hak-hak orang lain dan diterimanya perbedaan dalam suatu masyarakat Islam. Ini mengartikulasikan bahwa Islam memahami pilihan keyakinan mereka sekalipun Islam juga menjelaskan “sesungguhnya telah jelas antara yang benar dari yang bathil”. yaitu „menjauhi konflik‟. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dalam Syu‟ab alImam. dikatakan: “Siapa yang membongkar aib orang lain di dunia ini. Fakta historis toleransi juga dapat ditunjukkan melalui Piagam Madinah. perdamaian.(wahai para rasul). Persaudaran universal adalah bentuk dari toleransi yang diajarkan Islam. dan kehilangan sifat kemanusiaannya bila mereka menyakiti . maka sembahlah olehmu sekalian akan Daku (saja). dan aku adalah Tuhanmu. Selain itu. Piagam ini adalah satu contoh mengenai prinsip kemerdekaan beragama yang pernah dipraktikkan oleh Nabi Muhamad SAW di Madinah. “irhamuu man fil ardhi yarhamukum man fil samā” (sayangilah orang yang ada di bumi maka akan sayang pula mereka yang di lanit kepadamu). Di sini. Ayat ini juga mengajak untuk sama-sama menjunjung tinggi tawhid. hadits Nabi tentang persaudaraan universal juga menyatakan. Di antara butir-butir yang menegaskan toleransi beragama adalah sikap saling menghormati di antara agama yang ada dan tidak saling menyakiti serta saling melindungi anggota yang terikat dalam Piagam Madinah. dan bahwa sebagian dari kita tidak mengangkat sebagian yang lain sebagai “tuhan-tuhan” selain Allah!” Ayat ini mengajak umat beragama (terutama Yahudi. “Al-khalqu kulluhum „iyālullāhi fa ahabbuhum ilahi anfa‟uhum li‟iyālihi” (“Semu makhluk adalah tanggungan Allah. Kristiani. Sikap melindungi dan saling tolong-menolong tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan juga muncul dalam sejumlah Hadis dan praktik Nabi. saling tolong-menolong di antara sesama umat manusia muncul dari pemahaman bahwa umat manusia adalah satu badan. Abu Ju‟la dengan amat menarik mengemukakan. Bahkan sikap ini dianggap sebagai bagian yang melibatkan Tuhan. Sebagai contoh. „Wahai Ahli Kitab! Marilah menuju ke titik pertemuan (kalimatun sawā atau common values) antara kami dan kamu. di Surah Yunus Allah menandaskan lagi.

2. Jawabnya : 'Orang-orang yang membenci dunia dan cinta akhirat'. Kerelaan hati karena kemuliaan dan kedermawanan Kelapangan dada karena kebersihan dan ketaqwaan Kelemah lembutan karena kemudahan Muka yang ceria karena kegembiraan Rendah diri dihadapan kaum muslimin bukan karena kehinaan Mudah dalam berhubungan sosial (mu'amalah) tanpa penipuan dan kelalaian Menggampangkan dalam berda'wah ke jalan Allah tanpa basa basi Terikat dan tunduk kepada agama Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa ada rasa keberatan. 6. menurut Salin al-Hilali karakteristik itu merupakan [a] Inti Islam." Dasar-dasar al-Sunnah (Hadis Nabi) tersebut dikemukakan untuk menegaskan bahwa toleransi . Penegasan Baidhawi sangat relevan jika dikaitkan dengan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari. Tolong-menolong. menunjukkan bahwa baik al-Qur‟an maupun Sunnah Nabi secara otentik mengajarkan toleransi dalam artinya yang penuh. Dilihat dari argumen-argumen di atas. [b] Seutama iman. apa itu as-samahah (toleransi)? Toleransi menurut Syekh Salim bin Hilali memiliki karakteristik sebagai berikut. Lalu. menajdi prinsip yang sangat kuat di dalam Islam. sebagai bagian dari inti toleransi. bersabda. Nabi ditanya: “Agama yang manakah yang paling dicintai Allah?‟ Beliau menjawab “agama asal mula yang toleran (al-hanîfiyyatus samhah). yang dianggap seluruh kaum Muslim sebagai suatu yang sentral dalam sejarah moral umat manusia. karena semua benih umat manusia berasal dari sulbi anak-anak Adam. dan kebaikan manusia merupakan konsekuensi alamiah dari prinsip ini. 3. 4. yang tertanam di dalam diri semua manusia. Toleransi di barat lahir karena perang-perang agama pada abad ke-17 telah mengoyak-ngoyak rasa kemanusiaan sehingga nyaris harga manusia jatuh ke titik nadir. Dalam konteks ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. dan [c] Puncak tertinggi budi pekerti (akhlaq). Perjanjian ini dibuat dalam suatu keadaan. prinsip yang mengakar paling kuat dalam pemikiran Islam yang mendukung sebuah teologi toleransi adalah keyakinan kepada sebuah agama fitrah. Selanjutnya. Namun. bersih tidak ada dosa. ditanyakan: Apa hati yang mahmum itu? Jawabnya : 'Adalah hati yang bertaqwa. atas dasar mana Dia menciptakan manusia…” Mufassir Baidhawi terhadap ayat di atas menegaskan bahwa kalimat itu merujuk pada perjanjian yang disepakati Adam dan keturunanya. 7. tidak ada sikap melampui batas dan tidak ada rasa dengki'.satu sama lain. al-Qur‟an menyatakan yang artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu ke arah agama menurut cara (Alla). Ditanyakan : Siapa lagi setelah itu? Jawabnya : 'Seorang mukmin yang berbudi pekerti luhur. yang alamiah sesuai dengan pola pemberian (fitrah) Allah. yaitu antara lain: 1. 8. Dalam hal ini. Ditanyakan: Siapa lagi (yang lebih baik) setelah itu?. Ini jelas berbeda dengan gagasan dan praktik toleransi yang ada di barat. Latar belakang itu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan di bidang Toleransi Antaragama yang kemudian meluas ke aspek-aspek kesetaraan manusia di depan hukum. 5. Artinya: “Sebaik-baik orang adalah yang memiliki hati yang mahmum dan lisan yang jujur.

Persia. dan kamar tidur mereka.dalam Islam itu sangat komprehensif dan serba-meliputi. Dimon atas toleransi Islam pada orang-orang Yahudi di Spanyol adalah pengakuan yang sangat tepat. pendidikan. tetapi juga memerlukan pengorbanan material maupun spiritual. Ini berarti toleransi bukan saja memerlukan kesediaan ruang untuk menerima perbedaan. Bahkan bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa pemerintah-pemerintah Muslim membiarkan. Ekspansi-ekspansi Islam ke Siria. Orang-orang Yahudi. Peperangan itu bukan karena memaksakan keyakinan kepada mereka tapi karena ekses-ekses politik sebagai konsekuensi logis dari sebuah pendudukan. namun secara doktrin tak ada dukungan teks Syari‟ah. Kondisi ini berjalan merata hingga Islam mencapai wilayah yang sangat luas ke hampir seluruh dunia dengan amat singkat dan fantastik. Lebih lanjut kesaksian seorang Yahudi bernama Max I. juga tak ada keahlian khusus yang diserahkan kepada mereka”. Baik lahir maupun batin. tidak pernah mengalami hal . Dimon menyatakan bahwa “salah satu akibat dari toleransi Islam adalah bebasnya orang-orang Yahudi berpindah dan mengambil manfaat dengan menempatkan diri mereka di seluruh pelosok Empirium Islam yang amat besar itu. Toleransi Dalam Praktik Sejarah Islam Sejarah Islam adalah sejarah toleransi. sikap toleransi Islam terhadap agama-agama dan keyakinan-keyakinan lokal dalam sejarah kekuasaan Islam menunjukkan garis kontinum antara prinsip Syari‟ah dengan praktiknya di lapangan. Meski praktik toleransi sering mengalami interupsi. banyak agama lokal yang tetap dibolehkan hidup. Ia bahkan menyatakan bahwa dalam peradaban Islam. tak akan tegak jika tidak lahir dari hati. Spanyol. Mesir. bekerjasama. Perkembangan Islam ke wilayah-wilayah luar Jazirah Arabia yang begitu cepat menunjukkan bahwa Islam dapat diterima sebagai rahmatal lil‟alamin (pengayom semua manusia dan alam semesta). Toleransi. Shabi‟un. masyarakat Islam membuka pintu masjid. lahir maupun batin. kata Max I. Lainnya ialah bahwa mereka dapat mencari penghidupan dalam cara apapun yang mereka pilih. dan ke seluruh dunia dilakukan melalui jalan damai. Islam tidak memaksakan agama kepada mereka (penduduk taklukan) sampai akhirnya mereka menemukan kebenaran Islam itu sendiri melalui interaksi intensif dan dialog. Di sinilah. karena tidak ada profesi yang dilarang bagi mereka. dan memakai orang-orang Kristen. konsep Islam tentang toleransi (assamahah) menjadi dasar bagi umat Islam untuk melakukan mu‟amalah (hablum minan nas) yang ditopang oleh kaitan spiritual kokoh (hablum minallāh). Bahkan sekalipun Islam telah berkuasa. Ini berarti kekerasan yang terjadi atas nama Islam bukanlah otentisitas ajaran Islam itu sendiri. karena itu. Asia. Demikianlah. Memang perlu diakui bahwa perluasan wilayah Islam itu sering menimbulkan peperangan. Yahudi. Pengakuan Max I. dari dalam. Pemaksaan keyakinan agama adalah dilarang dalam Islam. Tapi peperangan itu dilakukan hanya sebagai pembelaan sehingga Islam tak mengalami kekalahan. untuk pindah agama. dan penyembah berhala dalam pemerintahan mereka atau sebagai pegawai dalam pemerintahan. Dimon selanjutnya. maupun asimilasi.

Karena sifatnya yang organik. Justru dengan sikap toleran yang amat indah inilah. Karena pemaksaan kehendak kepada orang lain untuk mengikuti agama kita adalah sikap a historis. islamisasi di seluruh Nusantara hampir mendekati sempurna yang dilakukan tanpa konflik sedikitpun. maka toleransi di dalam Islam hanyalah persoalan implementasi dan komitmen untuk mempraktikkannya secara konsisten. Sementara penduduk lokal lain yang tetap pada keyakinan lamanya juga tidak dimusuhi. perlu dicatat bahwa model akulturasi dan enkulturasi budaya juga dilakukan demi toleransi dengan budaya-budaya setempat sehingga tak menimbulkan konflik. Melalui para pedagang Gujarat dan Arab. Jakarta. Selanjutnya. Syari‟ah telah menjamin bahwa tidak ada paksaan dalam agama.yang begitu bagus sebelumnya. Ia tidak dilakukan melalui kolonialisme atau penjajahan sehingga sikap penerimaan masyarakat Nusantara sangat apresiatif dan dengan suka rela memeluk agama Islam. toleransi beragama menurut Islam bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan. Bukan pula untuk saling bertukar keyakinan di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda itu. Namun. para raja di Nusantara Indonesia masuk Islam dan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya Islam di sini. Ini membuktikan bahwa jika tak ada toleransi. Toleransi di sini adalah dalam pengertian mu‟amalah (interaksi sosial). Penutup Toleransi dalam Islam adalah otentik. dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara. yang tidak ada dasar dan contohnya di dalam sejarah Islam awal. Di sini. misalnya. Dan toleransi ini secara relatif terus dipraktikkan di dalam sejarah Islam di masa-masa sesudahnya oleh orang-orang Muslim di kawasan lain. sejarah peradaban Islam telah menghasilkan kegemilangan sehingga dicatat dalam tinta emas oleh sejarah peradaban dunia hingga hari ini dan insyaallah di masa depan. 15 Januari 2009 . Secara perlahan dan pasti. Kutipan ini saya tegaskan karena ini dapat menjadi kesaksian dari seorang non-Muslim tentang toleransi Islam. ada batas-batas bersama yang boleh dan tak boleh dilanggar. termasuk di Nusantara. ia dilakukan melalui perdagangan dan interaksi kawin-mawin. Inilah esensi toleransi di mana masing-masing pihak untuk mengendalikan diri dan menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikannya masing-masing tanpa merasa terancam keyakinan maupun hak-haknya. Hingga hari ini kegairahan beragama Islam dengan segala gegap-gempitanya menandai keberhasilan toleransi Islam. Artinya tidak asing lagi dan bahkan mengeksistensi sejak Islam itu ada. Apa yang dicontohkan para walisongo di Jawa. Jadi. yakni sikap menghormati perbedaan budaya maka perkembangan Islam di Nusantara tak akan sefantastik sekarang. merupakan contoh sahih betapa penyebaran Islam dilakukan dengan pola-pola toleransi yang amat mencengangkan bagi keagungan ajaran Islam.

sukses dalam keikhlasan Just another Blogdetik. tetapi agama juga sering membuat masyarakat hancur. Bahkan mulai muncul pengakuan positif atas kebenaran agama lain yang pada gilirannya mendorong terjadinya saling pengertian. 3266 Max I. No. Bapak Multikulturalisme dan Pluralis » HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA Agama memang tetap menjadi basis moral dan benteng spiritual.t. 194. 105. ed.com weblog « Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia Biografi Singkat. Shahih Al-Jami' As-Shaghir wa Ziyadatuhu. Namun ketika kontak-kontak antaragama sering kali terjadi sejak tahun 1950-an. 1962). Toleransi Islam Menurut Pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah. maka itu menjadi penghalang yang paling berat dalam usaha memberikan sesuatu pandangan yang optimis. Jadi. and History (New York: New American Library. Jews. terj. h. God. termasuk ilmu pengetahuan dan juga filsafat. Al-Baihaqi. keterbukaan satu agama terhadap agama lain sangat penting. Agama tidak bisa dengan dirinya sendiri dan dianggap dapat memecahkan semua masalah. karena religisitas umat beragama mudah terprovokasi. Abu Hajir Muhamad b.). bahwa hanya agama kita sendiri saja yang paling benar. Tetapi sekarang kita mengetahui bahwa untuk mengerti lebih dalam tentang agama perlu segi-segi lainnya. Basyuni Zaghlul. 2003) . (Bali Post .DAFTAR PUSTAKA Al-Qur‟nul Karim Natsir. 1970). h. Karena. Syeikh Salim bin „Ied al-Hilali. Di masa lampau. maka sekarang kita lebih mengedepankan sikap keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain. Agama hanya salah satu faktor dari kehidupan manusia. Orang tidak lagi bersikap negatif dan apriori terhadap agama lain. maka muncul paradigma dan arah baru dalam pemikiran keagamaan. II. Mohamad. cet. kita berusaha menutup diri dari tradisi agama lain dan menganggap agama selain agama mereka sebagai lawan yang sesat serta penuh kecurigaan terhadap berbagai aktivitas agama lain. t. Yang paling mungkin adalah mendapatkan pengertian yang mendasar dari agama-agama. Kalau kita masih mempunyai pandangan yang fanatik. Keragaman Hidup Antar Agama (Jakarta: Penerbit Hudaya.t). Dimon. Mungkin faktor yang paling penting dan mendasar karena memberikan sebuah arti dan tujuan hidup. Abu Abdillah Mohammad Afifuddin As-Sidawi (Misra: Penerbit Maktabah Salafy Press. Syu‟ab al-Imam (Beirut: t. VI.

tidak jelas sumbernya) yang berisi “rencana” penyebaran agama. Agama hidup sebagai suatu tradisi yang dipeluk dan menjadi hidup di tangan masyarakat manusia. Fenomena antar umat beragama seperti kesalahpahaman. sebaliknya manusia juga memengaruhi agama. banyak bersumber dari pertukaran (exchanges) dalam lapangan sosio-kultural atau bidang-bidang yang secara longgar dapat disebut sebagai “non-agama. Sebagaimana Ali Masrur (Ali Masrur : 2004) menyatakan dalam artikelnya bahwa. ketegangan. ketiga. khususnya Kristen dan Islam. karena itu. Pertama.Seperti ditegaskan Kimball (2003:12). Karena itu. eds: 2001). penggunaan rumah sebagai tempat ritual secara bersama-sama atau pembangunan rumah ibadah di lingkungan masyarakat penganut agama tertentu. dan mungkin juga konflik antaragama membuat kita semua. penerbitan tulisan-tulisan yang diterbitkan kalangan suatu agama tertentu tentang suatu agama lain yang dipandang para pemeluk agama lainnya ini tidak sesuai dengan apa yang mereka imani dan. Dialog Dalam bukunya Ansari.” Bahkan terjadi juga pertukaran yang semakin intensif menyangkut gagasan-gagasan keagamaan melalui dialog-dialog antaragama dan kemanusiaan baik pada tingkat domestik di Indonesia maupun pada tingkat internasional. yang secara bebas mengambang (freefloating) begitu saja. Tetapi hal ini seyogyanya tidak mengaburkan perspektif kita. hemat saya. keempat. Agama yang kemudian menjadi tradisi memengaruhi perjalanan manusia. pada gilirannya. ajaran-ajaran agama dan kebutuhan untuk membela struktur-struktur institusional agama sebagai alat dan justifikasi bagi tingkah laku mereka yang tak bisa diterima.sebagian besar perjumpaan di antara agama-agama itu. karena pada akhirnya memang sikap dan tindakan manusialah yang menjadi persoalan dan menimbulkan masalah. tidak . agama bukanlah entitas abstrak. Para penganut agama terlalu sering menjadikan pemimpin-pemimpin agama mereka. orang yang berpikiran mendalam harus mencoba belajar lebih banyak lagi tentang kemungkinan bahaya-bahaya dan janji-janji yang terkandung dalam fenomena kemanusiaan global yang kita sebut agama. argumen bahwa adalah orang atau penganut agama― bukan agama itu sendiri―sebagai masalah mengandung kekuatan dan kebenarannya sendiri. ini jelas memperkuat perjumpaan secara damai tersebut. Tetapi penting juga diingat. yang memunculkan krisis― pertikaian dan konflik sangat boleh jadi meningkat intensitasnya. dkk((cf Ansari & Esposito. penetapan dan penerapan ketentuan pemerintah yang dipandang diskriminatif dan membatasi penyebaran agama. hampir sama dengan pistol atau senjata apa saja yang dapat digunakan untuk menghabisi riwayat orang lain. bersifat damai. Kedamaian dalam perjumpaan itu. Dalam kajian Azyumardi Azra (Azra: 2001). Melalui berbagai pertukaran semacam ini terjadi penguatan saling pengertian dan. perjumpaan keras antar agama di Indonesia bersumber setidak-tidaknya dari lima faktor. Dalam hal ini juga tercakup tulisan-tulisan (biasanya. dan kelima. kehidupan berdampingan secara damai. Dalam waktu-waktu tertentu―ketika terjadi perubahan-perubahan politik dan sosial yang cepat. bahwa kedamaian lebih sering menjadi feature utama. Karena itulah ajaran-ajaran dan struktur-struktur agama tertentu dapat digunakan siapa saja untuk kepentingannya sendiri. usaha penyebaran agama secara agresif. kedua. kecurigaan timbal-balik berkenaan dengan posisi dan peranan agama dalam negara-bangsa Indonesia. dianggap mencemarkan agama mereka (blasphemous).

mau menerima pendapat orang lain. umat-umat beragama seharusnya dipandang bukan hanya sebagai academic exercises. bukan beradu argumentasi antar pelbagai pemeluk agama hingga ada yang menang dan ada yang kalah. Pada level ini. dan bukan pula meminta pertanggungjawaban orang lain dalam menjalankan agamanya Dialog antaragama adalah pertemuan hati dan pikiran antarpemeluk berbagai agama dalam kedudukannya yang setaraf dan sederajat tanpa merasa lebih baik atau lebih tinggi daripada yang lain. agama-agama lain di Indonesia. Karya Aritonang (Aritonang : 2004). Dialog lebih merupakan komunikasi antar penganut agama dan jalan bersama untuk mencapai tujuan dan kerja sama dalam projek-projek yang menyangkut kepentingan bersama. pemahaman atas faktor-faktor penyebab pertemuan keras itu semakin relevan dan mendesak. agama-agama lebih mengembangkan sikap egosentrisme masyarakat yang beranggapan bahwa merekalah satu-satunya masyarakat yang beragama secara benar sedangkan agama-agama lain yang dianut oleh komunitas agama lain diklaim salah dan sesat. Prospek ke Depan Perjumpaan antar umat beragama di Indonesia yang kadang-kadang keras seperti disarankan di atas. harus melakukan dialog untuk mengurangi benturan-benturan tersebut. Tentu saja yang dimaksudkan dengan dialog di sini bukanlah upaya mengonversi pihak lain untuk memeluk agama kita. bersedia mendengar. dan mau bekerja sama dengan orang lain. Semua ini tidak bisa terwujud tanpa adanya dialog antar pemeluk agama secara intensif dan berkesinambungan. bukan usaha menyatukan semua ajaran agama menjadi satu agama. tetapi juga sebagai “pelajaran”. tertutup. berbagai kesimpulan dan saran yang dikemukakan Aritonang dalam karyanya dapat menjadi semacam “guidance” bagi perjumpaan yang lebih damai. terbuka. ini jelas memperkaya pengetahuan kita tentang berbagai faktor yang mengakibatkan terjadinya perjumpaan antar umat beragama di Indonesia. Yang tidak kurang pentingnya. muncul karena banyak faktor yang rumit. Dialog semacam ini menuntut para peserta dialog untuk dapat menghormati. sehingga peristiwa-peristiwa pahit yang pernah terjadi di masa silam tidak terulang kembali di masa kini dan mendatang. Karena itu. tulus. supaya dapat dilakukan antisipasi sebelum segalanya menjadi terlambat. Di masa lalu hubungan antaragama ditandai dengan antagonisme polemik dan upaya untuk mengalahkan. Perjumpaan ini akan semakin meningkat intensitasnya di masa-masa mendatang. Sebagaimana kajian-kajian historis umumnya. Hal ini disebabkan karena hubungan antaragama belum sering terjadi. dan menggaet pihak lain ke agama kita. jika bukan meniadakannya. Dalam keadaan demikian. tidak kecuali.bisa tidak. toleran dan penuh persahabatan antara para penganut Kristen dan Islam dan. Agama-agama saat itu hidup dalam suatu masyarakat yang relatif homogen. dialog mensyaratkan suatu kebebasan beragama sehingga setiap penganut agama bebas mendalami dan melakukan keyakinannya. menundukkan. dan belum mengenal dunia lain selain dunianya sendiri. serta menguraikan dan mengomunikasikan pengalaman keagamaannya kepada orang lain. . serta tanpa tujuan yang dirahasiakan.

Mereka seringkali mengadakan pertemuan. tetapi sekaligus melindungi agama itu sendiri dari pencemaran yang dapat menimbulkan citra yang tidak benar dan keliru terhadap agama. berbangsa dan bernegara yang lebih baik. tetapi semakin teruji bahwa masyarakat kita sudah bisa membedakan mana wilayah agama dan mana wilayah politik. When Religion Publishers. Ketiga. tetapi kurang menekankan kedalaman (intensity) keberagamaan serta kualitas mereka dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama.gatra. Hlm 3 Kimball. Adalah tugas kita bersama. masyarakat kita sebenarnya semakin dewasa dalam menanggapi isu-isu atau provokasiprovokasi. Adapun Solusi yang ditawarkan oleh Ali Masrur (Ali Masrur : 2004). Kita seringkali prihatin melihat orang-orang awam yang pemahaman keagamaannya bahkan bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri. Kesadaran semacam ini seharusnya tidak hanya dimiliki oleh para pemimpin agama. tetapi juga oleh para penganut agama sampai ke akar rumput sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara pemimpin agama dan umat atau jemaatnya. baik oleh pribadi maupun kelompok demi target dan tujuan politik tertentu. Pertama.com/2001-10-26/versi Koran bali post cetak 29/12/2003/. Kedua. yakni pemerintah. Inilah kesalahan kita bersama. pada beberapa dekade terakhir ini studi agama-agama. termasuk juga dialog antaragama. Kita lebih mementingkan bangunan-bangunan fisik peribadatan dan menambah kuantitas pengikut. Meskipun berkali-kali masjid dan gereja diledakkan. dan masyarakat untuk mengingatkan para aktor politik di negeri kita untuk tidak memakai agama sebagai instrumen politik dan tidak lagi menebar teror untuk mengadu domba antar penganut agama. 2003. kita perlu dan seharusnya mengembangkan optimisme dalam menghadapi dan menyongsong masa depan dialog. jika semua itu dapat diaktualisasikan. Charles.Dan. para pemimpin agama. para pemimpin masing-masing agama semakin sadar akan perlunya perspektif baru dalam melihat hubungan antar-agama. Paling tidak ada tiga hal yang dapat membuat kita bersikap optimis. Mereka tidak lagi mudah disulut dan diadu-domba serta dimanfaatkan. Daftar Pustaka www. maka umat beragama tidak hanya telah memberikan suatu kontribusi penting dalam perwujudan kehidupan beragama.(ditranslit oleh Azyumardi Azra) Becomes Evil. Ini merupakan ujian bagi agama autentik (authentic religion) dan penganutnya. baik secara reguler maupun insidentil untuk menjalin hubungan yang lebih erat dan memecahkan berbagai problem keagamaan yang tengah dihadapi bangsa kita dewasa ini. New York: HarperCollins . semakin merebak dan berkembang di berbagai tempat.

Religion and Culture in Asia Pacific: Violence or Healing?. Ali Masrur. 2004). “Islam and Christianity in Indonesia: The Roots of Conflict and Hostility”.Azra.). Carlton South. Dr. Problem dan Prospek Dialog Antaragama. Georgetown University. Victoria. Zafar Ishaq & John L. Islamabad & Washington DC.Ag. Jan S... dalam Joseph A. International Islamic University & Center for Muslim-Christian Understanding. Esposito.   Home INDEKS ARTIKEL ISLAM YANG SANGAT BERMANFAAT . Australia: Pax Christi & Vista Publications. 2001. Artikel cfm. eds. Islamic Research Institute. Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia (Jakarta: BPK Gunung Mulia. M.2004. 2001. Ansari. Camillery (ed. Aritonang. Azyumardi. Dr. Muslims and the West: Encounter and Dialogue.

maka janganlah berpacaran Entries RSS | Comments RSS  Recent Posts o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o SITUS-SITUS TEMPAT BERTANYA. DLL Kenapa Sih Kamu Tidak Mau Punya Pacar Untuk Apa Kita Diciptakan Di Dunia Ini? Gadis Yang Tak Mencuri Hatiku… Musik itu Haram Menurut Imam 4 Madzhab kumpulan sms tausiyah – sms nasehat islami – sms religi – sms dakwah Nasehat Untuk Remaja Muslim Ukhti…. Terjerumus Ketagihan Gaul Bebas Makin Modern. KELUARGA. CINTA. CURHAT DAN KONSULTASI MASALAH AGAMA. Kembalilah ke Jalan Tuhanmu Pacaran Berkedok Ta’aruf Makin Marak di Dunia Maya Jangan Ada Cinta di Facebook! Pacaran = Percobaan Tindak Pidana Perzinahan Bermula dari Pacaran. Pacaran Makin Murahan Hari Gini Pacaran? Apa kata dunia ?????????? WAHAI WANITA TUTUPLAH AURATMU … Usaha Yang Ditempuh Untuk Taubat . renungkanlah! TIDAK ADA ISTILAH MANTAN PEZINA DALAM ISLAM (dilarang menghina orang yang sudah bertobat) Memadu Kasih di Hari Valentine? (jangan merayakan hari valentine agar tidak mendapat murka Allah) 6 Kerusakan Valentine’s Day Pandangan Islam terhadap Hari Valentine Tips Memilih Pasangan Hidup Bila Cinta Tak Berbalas Putriku.sesungguhnya pacaran adalah perbuatan haram.

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Bagaimana Kiat-kiat Untuk Membangkitkan Semangat Beribadah? Bila Cinta Menyapa 10 Nasihat Ibnul Qayyim Untuk Bersabar Agar Tidak Terjerumus Dalam Lembah Maksiat Sikap Yang Islami Menghadapi Hari Ulang Tahun Di Mana Allah? KIAT-KIAT AGAR TERHINDAR DARI MAKSIAT Nasihat Bagi Muslimah! Cara Memanfaatkan Waktu Mendapatkan Pasangan Yang Shalih Nasihat Kepada Para Gadis Remaja Pertemanan Dalam Islam BERHATI-HATILAH DARI PARA PRIA SERIGALA BERBULU DOMBA (Sebab Mekarmu Hanya Sekali) Kehilangan Kehormatan Yang Berakibat Ketaatan TIPS AGAR KAYA MENURUT AJARAN ISLAM – TIPS MELEPASKAN DIRI DARI KEMISKINAN Ketahuilah wahai hamba Allah… Tidak Semua Majikan Arab Kejam Fenomena TKI di Arab Saudi SAUDARIKU, MAUKAH ENGKAU MENJADI SEORANG RATU? RAHASIA TKW ** UKHTI APAKAH ENGKAU MENGINGINKAN KEBAHAGIAAN ? ** jauhilah penyakit Riya’ dan Gila Popularitas TATA CARA BERTAUBAT (mari bertaubat sebelum terlambat) SEORANG SALAFI TIDAK SOMBONG WALAUPUN KEPADA ANJING (BINATANG) Waspada Teman Buruk (bahayanya berteman dengan orang-orang yang menyimpang dari agama) Zina, Akibat Buruk Dan Bahayanya Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran Kiat Mengenal Calon Tanpa Pacaran Berteman Yes!, Pacaran No! (Nikah: lebih cepat lebih baik) Nggak Virgin Nggak Ok! (bagi yang terlanjur nggak virgin masih tetap belum terlambat untuk bertaubat) Aku Ingin Bertaubat, Tetapi … BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? Pacaran, kuno ? Perbedaan ta’aruf dan pacaran Asmara Aktivis Rohis (CBSA= cinta bersemi sesama aktivis ??) Saat Cinta Terbentur Orang Tua Rayuan Setan Dalam Pacaran SAYANG, HARI INI KITA PUTUS, KU HARAP KAU MENGERTI ! (PASTI BISA) CARA BERTAUBAT DARI PERBUATAN ZINA Bersamamu dalam Naungan Ilmu (Di Atas Sunnah Kita Menikah) Tips Memilih Pasangan Idaman Siapakah Yang Ukhti Pilih Untuk Menjadi Pendamping Hidup? Adakah Pacaran Islami ?! (tentu tidak) Teman dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Beragama Seseorang (Hati-hati memilih teman!) Bila Pacar Meninggalkan Kamu… (karena pacaran itu haram hukumnya) Batasan Pergaulan Antara Pria dan Wanita menurut Syariat Islam

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Save Sex? No Free Sex..!! Maraknya Pacaran Berujung Zina, Kita Punya Tanggung Jawab Dakwah Pacaran? Nggak, Ah! Ada Cinta di Sekolah Taubat, Muara Terindah bagi Seorang Hamba PUTRIKU, PAPA HANYA IJINKAN KAMU MENIKAH, BUKAN BERPACARAN Kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!! INDEKS ARTIKEL ISLAM YANG SANGAT BERMANFAAT SURAT UNTUK PARA PEROKOK 13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan 13 Penawar Racun Kemaksiatan ** UKHTI APAKAH ENGKAU MENGINGINKAN KEBAHAGIAAN ** kumpulan kata mutiara – kata-kata motivasi – kata-kata indah – nasehat cinta islami ramadhan kumpulan kata mutiara nasehat islami – kata-kata motivasi nasehat islami – kalimat nasehat dakwah islam INDEKS ARTIKEL-ARTIKEL ISLAM YANG MENARIK DAN SANGAT BERMANFAAT DARI gizanherbal.wordpress.com DAFTAR ARTIKEL YANG MENJELASKAN MENGENAI HARAMNYA MUSIK, TERMASUK MUSIK RELIGI SEMUANYA HARAM DAFTAR ARTIKEL YANG MENJELASKAN MENGENAI HARAMNYA PACARAN , ajakan berpacaran adalah ajakan iblis dan setan, maka jangan tergoda Kalo Ikhwan Nyari ‘Gebetan’ Berteman Yes!, Pacaran No! Jomblo Vs Pacaran Sisi Gelap Pacaran Nikmati Cinta Tanpa Pacaran Pacaran Syari’ah Pacaran? Pikir Lagi, Deh! Pacaran? Norak Bangeet! Pacaran? Huahaha… Kuno! …karena pacaran diajarkan Gantung Valentine! Bubarkan Pacaran! Perkawinan Hambar apakah saya masih virgin? Nikah dengan Orang yang Sama Melakukan Zina di Masa Lalu Menuju Pernikahan Menikah Dulu, Baru Pacaran Malam Pengantin Menyatakan Langsung ke Gadis dan Pacaran, Bolehkah? Ingin Bertobat dari Maksiat Dilema Setelah Zina… Berzinah Ketika Pacaran Bagaimana Kiat-kiat Untuk Membangkitkan Semangat Beribadah? Usaha Yang Ditempuh Untuk Taubat Pacaran Atau Bukan? Pacaran Lagi, Pacaran Lagi… Bergaul dengan Lawan Jenis

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Cara Mendapatkan Jodoh Berdasarkan Koridor Agama Islam Dosa Pacaran Pacaran?! Salahkah Bila Aku Jatuh Hati??? Ta’aruf lewat internet Menikah dan Tentang Dosa Besar masa lalu Memberikan Motivasi Untuk Pasangan Hukum Berpacaran Ingin Putus Dari Pacar Ingin Lepas Dari Kecanduan Zina Mata Cara Agar Bisa Lepas Dari Mantan Pacar Pacaran dan Zina Pacaran dengan Non Muslim Pacaran dalam Islam Menikah Tanpa Pacaran Cinta Sejati: “Pacaran Dulu atau Nikah Dulu?” HUKUM PACARAN MENURUT ISLAM (penjelasan mengenai sebab diharamkannya pacaran) Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang, Sadarlah! Bukan Pria Idaman Obat Ketika Merindukan Si Dia “Sex Before Marriage” Bukan Cinta Sejati Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran Hello world! kata mutiara – kumpulan kata-kata mutiara cinta – kata mutiara islami – kata mutiara bijak – kumpulan fatwa ulama mengenai haramnya KB (pembatasan jumlah anak) Hukum Penghasilan Penyanyi Adalah Haram (?) HUKUM PACARAN MENURUT ISLAM (penjelasan mengenai sebab diharamkannya pacaran) Cara Menghilangkan Derita Cinta Ditolak Haramnya Nyanyian dan Musik Dalam Islam Faedah Menikah di Usia Muda

Tips Memilih Pasangan Hidup
Posted on August 10, 2011 by Situs islam: www.almanhaj.or.id , www.alsofwah.or.id , www.muslim.or.id

Antara memilih dan dipilih. Begitulah sesungguhnya hidup ini. Hal ini dikarenakan kehidupan manusia di dunia ini sering diwarnai sebuah proses pilihan hidup yang saling susul menyusul, yang selalu hadir dalam dua buah kondisi : Memilih ataukah dipilih! Dan salah satu kenyataan hidup yang tak dapat kita hindari adalah keniscayaan untuk memilih calon suami atau istri sebagai pendamping hidupnya di dunia bahkan hingga di akhirat.

Masalah Pertama Yang Harus Diperhatikan.

demikian pula sebaliknya. sehingga perjalanan selanjutnya menjadi lebih mudah dan indah untuk dilalui. Ingat! Setelah pernikahan. kecuali dua hal: mendapatkan ketenangan yang membahagiakan rumah tangga atau memperoleh kesengsaraan yang membinasakan. warahmah. Tujuannya agar lelaki yang shalih akan mendapatkan wanita yang shalihah. Karena itu ajaran Islam sangat menekankan system pemilihan pasangan hidup yang berpedoman kepada nilai-nilai Islam. Mengapa Kita Harus Selektif? Kecermatan memilih pasangan hidup sangat menentukan keberhasilan perjalanan seorang hamba di dunia dan akhirat. mawaddah. dan wanita-wanita yang baik adalah untk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (QS. Apalagi mengingat pernikahan merupakan bentuk penyatuan dari dua lawan jenis yang berbeda dalam banyak hal. dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula). keduanya tentu memiliki kebaikan dan keburukan yang tingkatannya juga berbeda satu sama lain. tidak ada pilihan lagi buat kita. pemilihan pasangan hidup merupakan pintu gerbang pertama yang harus dilewati secara benar sebelum masuk kepada lembaga keluarga Islami yang sesungguhnya. Allah berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. yang dilandasi oleh semangat Islami sebagai dasar terjadinya suatu pernikahan. Adalah menjadi suatu hak dan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah untuk mencari pendamping yang benar-benar akan membuka pintu kebaikan buat dirinya dan mengundang keridhaan dari Rabb-nya dan hal ini hanya dapat dicapai bila diawali proses pemilihan calon pasangan hidup yang selektif.Dalam membentuk sebuah keluarga yang sakinah. An Nuur: 26). Na‟udzubillahi min dzaalik! Akibat Salah Memilih .

banyak pasangan suami istri yang menghadapi kesulitan dan hidupnya malah tidak bahagia. Dan takutlah wanita yang tidak baik karena mereka mengajak kamu kepada yang tidak baik.Akibat salah dalam memilih pasangan hidup. dan hendaklah kamu berhati-hati mencari yang baik dari mereka. dari sekedar konflik yang berbentuk pertengkaran mulut sampai dengan penganiayaan fisik bahkan pembunuhan. lantaran proses pernikahan mereka terjadi begitu saja secara naluriah. tanpa ada landasan nilai-nilai ke-Islaman yang mengawali. takutlah terhadap wanita jahat karena dia membuat engkau beruban sebelum masanya. begitu banyak kasus pertikaian di dalam sebuah keluarga.” (Begitu pula untuk Wanita berhati-hatilah dalam mencari pasangan) Siapa Yang Harus Kita Pilih? Islam telah mengajarkan dengan cermat atas dasar apa kita harus memilih pasangan hidup kita: . atau bahkan hanya karena sudah terlanjur cinta yang telah menyebabkan mata hati menjadi buta terhadap kebaikan dan keburukan orang yang dicinta. camkanlah nasehat Luqman Al Hakim berikut ini: “Wahai anakku. Tolak ukur pencarian pasangan hidup jarang yang berorientasi pada nilai-nilai agama. Apabila pernikahan terjadi hanya lantaran dorongan nafsu semacam itu. sedangkan mereka dahulunya tidak berangkat dari keduanya? Maka memilih pasangan hidup atas dasar nilai-nilai Islam adalah sikap yang penting. merupakan penyebab utama yang melahirkan pernikahan sebatas dorongan nafsu semata. Melainkan seringkali hanya sebatas keindahan fisik. maka wajarlah jika banyak pasangan yang bertikai mereasa kesulitan menyelesaikan permasalahan rumah tangga mereka secara Islami. Iklim pergaulan di masyarakat kita yang memang cenderung permisif dan belum Islami. dan berhati-hati dalam memilih pasangan hidup menjadi suatu keharusan bagi kita. Dewasa ini. melimpahnya materi dan mulianya status di masyarakat. bahkan perceraian dan gonta ganti pasangan menjadi sesuatu yang sudah biasa dilakukan. Lalu bagaimana mungkin akan kembali kepada Qur‟an dan Sunnah. yang disebabkan oleh kesalahan langkah awal dalam membentuk rumah tangga.

bahkan Allah mengancam mereka yang menikah semata-mata karena mengharapkan kekayaan dengan kefakiran: ”Barangsiapa yang menikahi wanita karena hartanya. Karena memang tidak ada keelokan yang berkekalan di dunia yang fana ini. Yang kedua adalah keelokan Hal ini juga memang boleh-boleh saja dan menyukai keelokan memang fitrah manusia. keelokan. bahkan Allah sendiri indah dan menyukai keindahan. maka beruntunglah ia. maka akhlak dan agama menjadi jaminan kedamaian dan kebahagiaan. Pilih Yang Taqwa. tetapi pernikahan bukanlah sekedar transaksi perdagangan semata. dan k arena agamanya. Alangkah indahnya memang bila kesemuanya terkumpul pada diri seseorang hamba Allah. Allah tidak akan menambahkannya kecuali kefakiran.” (HR. karena kecantikannya. al Bukhari dan Muslim) Maka jelaslah bagi kita bahwa ada empat dasar dalam menentukan siapa yang layak untuk kita pilih menjadi pasangan hidup kita. .. Sesungguhnya keelokan merupakan karunia Allah kepada hamba-Nya. karena keturunannya.” (HR. yang kelak pasti akan diambil-Nya secara perlahan dengan bertambahnya usia sang hamba. keturunan serta akhlak dan agama. tetapi pernikahan pun bukan sekedar kesenangan mata belaka. Barangsiapa yang memilih agamanya. Dan di antara semuanya.“Dinikahi wanita atas dasar empat perkara: karena hartanya. yakhi kekayaan. sebaliknya pengabaian bahkan pengingkaran terhadap masalah ini akan menyebabkan fitnah dan kerusakan yang besar bagi para pelakunya. Ibnu Hibban). Baru Yang Lain Yang pertama adalah perihal kekayaan Hal ini memang utama. bahkan Rasullah saw adalah seorang dermawan yang paling banyak sedekahnya.

“Barangsiapa yang menikahi wanita karena keturunannya. sebab harta itu akan membuat dia sombong. maka ia akan menghormatinya. Jika lelaki itu mencintainya. dengan memberikan kerendahan bukan kemuliaan. Demikian pula hal ini juga sesuatu yang utama. Dan ketiga adalah keturunan. Allah tidak akan menambahkan kecuali kerendahan…”(HR. tetapi pernikahan pun bukan sekedar kebanggaan silsilah yang justru bias membawa kepada penyakit „ashobiyah‟. Ibnu Majah). “Aku mempunyai anak gadis. dan jika marah maka ia tidak akan menzhaliminya. menurutmu kepada siapa aku harus menikahkannya?” Maka Hasan menjawab. maka seakan-akan semakin jelaslah kebahagiaan sebuah rumah tangga telah terbentang dihadapan kita. Bahkan Allah mengancam mereka yang menikahi seseorang hanya untuk mengejar keturunan. dan inilah TAQWA yang sebenarnya!. . yang tidak boleh tidak.” Nikahkanlah ia dengan lelaki yang bertaqwa kepada Allah. Semakin baik akhlak dan agama seseorang. harus ada pada calon pasangan hidup kita.“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya.” (HR. Akhlak dan agama disini bukanlah sebatas ilmu dan retorika atau banyaknya hapalan di kepala. Akan tetapi nikahilah mereka karena agamanya. sebab seorang budak wanita yang hitam dan beragama itu lebih utama. Betapa beruntungnya menikah dengan hamba yang bertaqwa. sebab kecantikan itu akan lenyap dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya. sebagaimana jawaban Hasan bin Ali ketika ada seseorang yang bertanya. melainkan mencakup ucapan dan perbuatan sebagai cerminan dari hati seseorang yang telah melekat dalam kepribadiannya. Ibnu Hibban) Terakhir yang keempat adalah akhlak dan agama. Inilah faktor yang paling utama. karena ia pandai menghormati pasangan hidupnya dan sangat berhati-hati dari menzhaliminya.

karena itu dalam memilih pasangan hidup. maka jadilah fitnah buatmu dan kerusakan yang besar.” (HR. Ibnu Majah) : “Apabila telah dating kepadamu seorang wanita yang agama dan akhlaknya baik maka nikahilah dia. At Tirmidzi). Allah tidak akan menambahkannya kecuali kafakiran. bagaikan menolak kebaikan dan menggantinya dengan kerusakan: Simaklah kedua hadits berikut ini: : “Jika datang seorang laki-laki kepadamu (untuk melamar). apalagi masalah di dalam ketaqwaan seseorang memang . jangan sampai niatan kita hanya sekedar mencari kecantikan atau keturunan atau harta saja dengan meninggalkan criteria taqwa. sehingga tidak ada keberkahan yang akan kita dapatkan dalam rumah tangga kita kelak. sedang kau tahu ia baik akhlak dan agamanya lalu kau tolak. maka wanita itu akan menjadi fitnah dan menimbulkan kerusakan luas.” (HR. dengan akhlak dan agama sebagai parameter yang paling penting.”(HR. Jika engkau menikahi wanita bukan atas dasar agama dan akhlak. Barangsiapa yang mengawini wanita karena untuk memejamkan pandangannya. “Barangsiapa yang menikahi wanita karena hartanya. Mempersempit Pilihan Untuk Keutamaan Tidak jarang seseorang dihadapkan pada sekian banyak pilihan pasangan hidup yang dari segi akhlak dan agama sama dan setaraf.Dan sebaliknya penolakan terhadap lelaki atau wanita yang bertaqwa. menjaga kemaluannya serta menjalin tali persaudaraan. Ibnu Hibban). Akhirnya pernikahan yang ideal sesungguhnya merupakan keseimbangan dari semua faktor tersebut. niscaya Allah memberkahinya.

adalah semata-mata sebagai tindakan kehati-hatian. sebab semakin banyak pilihan maka akan semakin sulit bagi kita untuk memilih yang terbaik. Kalaupun ia menjadi sebuah pertimbangan. yang menyamakan kedudukan semua hambanya. bahwa tingkat kesamaan sosial ini bukanlah merupakan syarat mutlak dalam sebuah proses pernikahan. 1. Memilih yang penuh kasih sayang dan subur “Nikahilah wanita-wanita yang penuh kasih dan banyak memberikan keturunan (subur) sebab aku akan bangga dengan banyaknya ummat dihari kiamat kelak” (HR. Dan masalah ini. . atau tingkat pendidikan. Para ulama menyarankan agar laki-laki idealnya menikah dengan wanita yang setingkat dengannya atau dibawahnya. Al Hakim. Dan menurut kacamata agama yang tentunya selalu selaras dengan fitrah dan naluriah seorang insan. Pilihan yang sekufu “Pilihlah wanita-wanita yang akan melahirkan anak-anakmu dan nikahilah wanita yang sekufu (sederajat) dan nikahlah dengan mereka. agar kelak tidak ada penyesalan dikemudian hari yang akhirnya bias lebih menyakitkan. seperti pertimbangan akan masalah: usia. Ibnu Majah. Tetapi penting untuk dipahami.”(HR. karena Islam sendiri adalah agama tanpa kelas.sulit untuk dideteksi dalam waktu yang singkat. sebenarnya merupakan tata cara kebijaksanaan duniawi yang masih bisa disepakati bila ada persetujuan diantara kedua belah pihak. kehormatan. terkecuali dari ketakwaanya. dan Al Baihaqi) Al Kafa‟ah merupakan masalah kesesuaian dan kesamaan antara pasangan pernikahan yang dianggap paling mendekati. pilihan kadang memang perlu dipersempit. 2. sedangkan seorang wanita sebaiknya menikah dengan laki-laki yang mempunyai tingkatan yang sama atau di atasnya. garis keturunan. profesi. Ahmad). Maka untuk mencari sebuah keutamaan. karena sesungguhnya hati manusia itu memang sering labil dan mudah berubah-ubah. Ada beberapa keutamaan yang bias dipertimbangkan dalam memilih pasangan hidup.

serta rela dengan apa yang ada di tanganmu. Memilih para gadis “Nikahilah para gadis sebab ia lebih lembut mulutnya. 3. perbuatan ataupun tatapan mata. dan tidak berfikir untuk menyeleweng. serta memberikan kebahagiaan sendiri bila harus berpergian jauh untuk saling silaturahim. Al Baihaqi dari Uwaimir bin Saidah) . 4. “Janganlah kalian menikahi kerabat dekat. baik dikala ia gembira maupun kecewa.Hamba yang penuh kasih dan mengasihi adalah hamba yang memiliki nada perasaan (afek) yang halus serta emosi yang terkendali. menikahi mereka yang berasal jauh dari keluarga kita akan menambah ikatan kekerabatan dengan orang lain. sebab dapat berakibat melahirkan keturunan yang lemah akal dan fisik. Apakah dipenuhi kelembutan dan kasih sayang? Ataukah dipenuhi kekasaran .” (HR. kebencian dan kepalsuan. Kita dapat mengenali apakah seseorang termasuk kriteria ini melalui ucapan. yang kesemuanya itu dapat memberikan gambaran tentang bagaimana kepribadian dan isi hati yang dimilikinya. atau dari jenis penyakit penghambat keturunan yang diderita dirinya ataupun saudaranya dan keluarganya yang terdekat.” Dan selain untuk menjaga kualitas keturunan dari penyakit bawaan. lebih lengkap rahimnya. Memilih kerabat yang jauh Nasihat Rasulullah saw. Ibnu Majah. Sementara itu mereka secara mudahnya dapat kita ketahui dari berapa jumlah saudara atau keluarganya yang terdekat.

Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa mempersempit pilihan ini tidaklah sama dengan mempersulit pilihan. keinginan ini bukan suatu kemutlakan yang harus dilakukan apalagi dipaksakan. kepuasan dan kesyukuran seorang hamba atas nikmat Allah yang sangat banyak. Learning. Mempersempit pilihan bukan mempersulit pilihan Jadi sesungguhnya tidak ada larangan untuk mempersempit pilihan kita dalam rangkan meraih sebuah ketentraman. mereka lebih mudah digoda dan Bercanda serta bersenangsenang. Jika mempersempit pilihan berdasarkan anjuran agama demi keutamaan. Walaupun demikian.Pernikahan dengan yang masih gadis lebih utama daripada janda. atau seorang janda. selama pijakannya tetap berpedoman kepada nilai-nilai Islam. lebih setia dan menerima. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT. Dalam kondisi-kondisi tertentu. Pembicara Seminar. Motivator. sehingga tiada hari . Blogger. gengsi dan kepuasan duniawi belaka. karena dapat membuat hubungan lebih erat dan menyatu. atau yang kurang kesuburannya. dan Guru TIK SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs. Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Fotografer. bahkan bisa jadi lebih utama. Father. maka mempersulit pilihan merupakan anjuran hawa nafsu demi keangkuhan. Wijaya adalah Dosen STMIK Muhammdiyah Jakarta. menikahi seorang yang dari satu sisi dianggap tidak sekufu. bila ada alas an yang kuat untuk dilakukan.Eduprenership. Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama. Semua ini mempunyai kesan dan kenikmatan tersendiri di dalam menambah keindahan rumah tangga. bukanlah suatu perbuatan yang bernilai minus di dalam Islam. Trainer. dan Workshop Tingkat Nasional. serta lebih sedikit beban mental dan psikologisnya bagi kita. Jadi sangat jauh berbeda diantara keduanya Jadikan Teman | Kirim Pesan Wijaya Kusumah Teacher.com. dan PTK. atau yang masaih memiliki hubungan kerabat dekat.

Ke-16 nilai dasar itu dapat diintegrasikan dalam berbagai kegiatan akademik dan kesiswaan. Pesan . Perlu kiranya kita menyatukan langkah untuk menanamkan kembali nilai-nilai dasar pendidikan karakter bangsa. Nilai-nilai Dasar Pendidikan Karakter Bangsa OPINI | 06 January 2011 | 10:11 3547 13 1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat pendidikan karakter bangsa Belakangan ini kita dibuat menangis dengan hampir runtuhnya karakter bangsa Indonesia. Orang yang bertakwa akan sadar-sesadarnya bahwa dirinya hanya hamba Tuhan yang harus bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukannya di dunia. ada 16 nilai-nilai Dasar Pendidikan Karakter bangsa yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan di sekolah-sekolah kita. Dari sanalah kita dapat melakukan pembinaan peserta didik. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. kurang pekanya generasi muda terhadap lingkungan sekitar. Menurut penulis.. Bertakwa (religious) Para guru harus mampu mengarahkan anak didiknya menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai seorang pendidik. . dan mampu pula menjauhkan segala larangan-Nya. Mampu melaksanakan perintah-Nya.tanpa menulis di kompasiana. tentu penulis tak akan berpangku tangan saja menghadapi kenyataan ini. Mulai dari kasus korupsi yang sulit diberantas. Kegiatan seperti tadarus dan sholat berjamaah adalah merupakan contoh dari kegiatan meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Nilai-nilai dasar pendidikan karakter yang harus diajarkan adalah: •1.. sampai masalah kediplinan yang semakin payah.

Budaya tepat waktu harus ditegakkan. •6. Siswa harus dididik untuk mampu tepat waktu. Di situlah akhirnya jiwa kepedulian kita teruji. Baik dalam berbicara mamupun bertindak. Kegiatan seperti pentas seni adalah merupakan salah satu bentuk dimana siswa atau peserta didik diberi tanggung jawab dalam mengelola sebuah kegiatan seni. Jujur (honest) Kejujuran saat ini merupakan hal yang langka. •7. Tentu karakter kesopanan harus diperlihatkan dan dijunjung tinggi. baik musibah bencana alam maupun bencana lainnya harus membuat kita semakin peduli dengan bangsa sendiri. Para guru harus mampu memberikan contoh kepada para peserta didiknya untuk mampu berlaku jujur. kolusi. Sioswa harus diajarkan disiplin. Sebab kejujuran telah menjadi barang langka di negeri ini. Hal inilah yang harus kita rubah dalam pendidikan karakter bangsa.•2. dengan demikian dia kan terbiasa disiplin dalam kehidupannya. Belajar melakukan empati kepada orang lain dengan rasa kepedulian yang tinggi. •4. •3. Berdisiplin (dicipline) Para guru harus mampu menamkan disiplin yang tinggi kepada para peserta didiknya. Mampu mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya dan berani menanggung segala resiko dari apa yang telah diperbuatnya. Siapa yang terlambat datang ke sekolah harus terkena sanksi atau hukuman sesuai dengan peraturan tata tertib yang berlakuk di sekolah. Kedisiplinan harus dimulai pada saat masuk sekolah. Terutama kepada mereka yang telah lebih tua daripadanya. Contoh yang paling mudaha adalah tepat waktu. dan dicontohkan bagaimana cara berlaku sopan kepada orang lain. Kebiasaan jujur ini jelas harus menjadi fokus utama dalam pendidikan di sekolah. maka para peserta didik tak akan berani berbohong karena telah terbiasa jujur. Banyaknya musibah yang silih berganti di negeri ini. Timbulnya korupsi. dan nepotisme adalah akibat dari karakter jujur yang kurang terpelihara dengan baik. Karakter sopan ini harus dilatihkan kepada peserta didik. Seringkali kita melihat karkater anak sekolahan yang kurang sopan. Dengan berlaku sopan orang lain akan segan kepada kita. Kerja keras (Hard work) . •5. Bertanggung jawab (responsible) Para guru harus mampu mengajak para peserta didiknya untuk menjadi manusia yang bertanggungjawab. Ketika kita mau peduli. Ketika jujur diajarkan di sekolahsekolah kita. Peduli (care) Peserta didik harus dilatih untuk peduli kepada sesama. Sopan (polite) Mampu berperilaku sopan adalah dambaan setiap insan. Rasa tanggung jawab ini harus ada dalam diri para peserta didik kita. maka saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akan terbantu.

Sikap yang baik (good attitude) Peserta didik harus memiliki sikap yang baik. Orang yang bekerja keras pasti mampu meujudkan impiannya menjadi kenyataan. Dengan begitu dia telah terbiasa menciptakan sesuatu yang baru. Kreatif (Creative) Peserta didik harus diajarkan agar mampu kreatif. dan antar golongan (SARA). •11. tetapi juga mampu bekerja cerdas. Oleh karenanya sikap yang baik harus diajarkan para guru dalam pendidikan karakter di sekolah. agama. dan tuntas. Toleransi harus dipupuk sejak dini. Mandiri (independent) Anak yang terbiasa mandiri biasanya akan jauh lebih berhasil hidupnya daripada anak yang kurang mandiri. Dia lahir dari proses pendidikan yang berkelanjutan. Tentu sebagai guru kita dituntut untuk mampu mengarahkan rasa ingin tahu mereka kearah hal-hal yang positif seperti rasa ingin tahu mereka tentang bumi dan antariksa yang ilmunya terus berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi. Semangat Kebangsaan (Nationality Spirit) . Toleransi antar umat beragama adalah salah satu bentuk toleransi yang paling jelas terlihat dalam kehidupan sehari-hari. tetapi juga mampu membawa dirinya untuk tidak bergantung penuh kepada orang lain. Rasa Ingin Tahu (curiosty) Setiap anak pasti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. •9. Bila peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. ikhlas. Dengan begitu orang lain akan menaruh hormat kepadanya karena sikapnya yang baik. •10. Anak kreatif tidak lahir begitu saja. Rasa ingin tahu ini harus terus dimotivasi agar para peserta didik kita mampu juga meneliti di usia remaja. Dengan begitu kerja keras yang dilakukannya akan bernilai ibadah di mata Tuhan pemilik langit dan bumi. Kemandirian harus ditanamkan kepada para peserta didik kita bila ingin anak menjadi mandiri. Guru kreatif akan menghasilkan peserta didik yang kreatif pula. Sikap yang baik kepada orang lain harus dicontohkan oleh guru kepada para peserta didiknya. Bukan hanya mampu bekerja keras. Perilaku orang dapat dilihat dari sikap baik yang dimunculkannya. Ajarkan peserta didik kita agar mampu kreatif dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Dengan sikap yang baik akan terlihat karakter dari peserta didik tersebut. •12. apalagi kepada hal-hal yang bernuansa Suku. Mandiri bukan hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri. amak itu adalah modal dasar untuk menjadi seorang ilmuwan muda dan kaya. Perlu tolerasi yang tinggi agar mampu memahami kalau kita berbeda tetapi hakekatnya tetap satu juga. Orang yang senang bekerja keras pastilah akan menuai kesuksesan dari apa yang telah dikerjakannya. •8. •13. Toleransi (tolerate) Peserta didik harus dilatih agar mampu bertoleransi dengan baik kepada orang lain.Peserta didik harus dilatih untuk mampu bekerja keras. Ras.

Dengan begitu akan ada rasa bangga kepada bangsanya sendiri. Persahabatan bagai kepompong yang akan mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Kita semua bersaudara dan tidak selayaknya kita saling bertengkar. Kita pun berharap akan muncul pemimpin masa depan yang berkarakter. Menghargai (Respect) Peserta didik harus mampu menghargai hasil karya orang lain yang dilihatnya. Bila kita saling bersahabat. maka kita akan semakin dekat dan akrab. Contoh yang paling mudah dari semangat kebangsaan adalah sepakbola. •15. Siapa saja bangsa yang mengusik kemerdekaan kita. •14. Mengharagai pendapat orang lain adalah salah satu contoh dari karakter saling menghargai sesama. Dengan permainan sepakbola. berintegrasi yang tinggi dan cerdas dalam melihat perkembangan sejarah bangsa . maka akan terasalah pentingnya sebuah persahabatan.Para peserta didik harus didorong memiliki semangat kebangsaan. •16. Bersahabat (Friendly) Ketika peserta didik sudah terbiasa bersahabat. Semoga kita semua dapat menyiapkan para generasi penerus bangsa menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter yang penulis jabarkan di atas serta mempunyai kemampuan intektual yang tinggi. Cinta damai (Peace Ful) Peserta didik harus cintai damai. Apalagi bila kita bermain di negeri orang lain. Kita harus memupuk rasa persaudaraan yang tinggi. Bersahabat adalah karakter penting yang harus dimiliki oleh para peserta didik. Kita cinta damai. Dengan begitu ada penghargaan yang diberikan olehnya kepada orang lain. Dengan begitu akan semakin dekatlah hati kita masing-masing. Saling menghargai merupakan cerminan budaya bangsa yang harus dilestarikan secara turuh temurun. maka kita akan melawannya dengan gagah perkasa karena kita lebih mencintai bangsa sendiri. para pemain dan penonton dituntut harus memiliki semangat kebangsaan yang tinggi. Demikianlah nilai-nilai dasar pendidikan karakter bangsa yang dapat diterapkan di sekolahsekolah kita. Cinta mencintai antar sesama anak manusia. Sungguh indahnya sebuah persahabatan. tepai kita pun cinta kemerdekaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful