P. 1
Pengertian Cuaca Dan Iklim

Pengertian Cuaca Dan Iklim

|Views: 1,300|Likes:
Published by Yuwono Mukti Wibowo

More info:

Published by: Yuwono Mukti Wibowo on Nov 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

TUGAS KLIMATOLOGI REGIONAL

DESKRIPSI IKLIM DI INDONESIA
Dosen Pengampu : Dr. CH. Muryani,

Disusun Oleh : Yuwono Mukti Wibowo K5409068 PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

dan salju) dan . menghasilkan suatu seri data cuaca yang selanjutnya dapat diolah secara statistika menjadi data iklim. Nilai tiap unsur cuaca tersebut dapat dirata-ratakan dan menghasilkan cuaca pada tanggal tersebut. Cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang lebih lama sebagai iklim. hujan. presipitasi (curah hujan. embun. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim adalah nilai statistika dari cuaca jangka panjang di wilayah luas. Cuaca dicatat terus menerus pada jam-jam pengamatan tertentu secara rutin. presipitasi (embun. Data unsur cuaca yang sifatnya diskontinyu antara lain penerimaan radiasi matahari dan lama penyinarannya. Aspek cuaca ini diteliti lebih lanjut oleh ahli klmatologi untuk tanda-tanda perubahan iklim. Pengertian Cuaca dan Iklim Cuaca terdiri dari seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer bumi atau sebuah planet lainnya. Nilai cuaca dapat dinyatakan dalam bentuk kualitatif (tanpa besaran angka) dan kuantitaif. salju) evaporasi/evapotranspirasi. Cuaca biasanya merupakan sebuah aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa hari. Cuaca (weather) dan iklim (climate) dinyatakan dengan besaran unsur fisika atmosfer yang selanjutnya disebut unsur cuaca atau unsur iklim yang terdiri dari penerimaan radiasi matahari (kerapatan fluks pada permukaan datar di ermukaan bumi) lama penyinaran matahari suhu udara kelembaban udara tekanan udara kecepatan dan arah angin penutupan awan. Data cuaca terdiri dari data discontinue karena mudah kembali bernilai nol (0) dan data continue karena tidak mudah turun mencapai nol.A. Cuaca adalah kondisi sesaat dari keadaan atmosfer. serta perubahan dalam jangka pendek (kurang dari satu jam hingga 24 jam) di suatu tempat tertentu di bumi. Nilai unsur-unsur cuaca saat demi saat selama 24 jam di suatu tempat akan menunjukkan pola siklus yang disebut perubahan cuaca diurnal (pukul 00:00 hingga 24:00).

483 km2. maksimum. Filipina.257.922.000 buah pulau dengan luas daratan 1. Laut Cina Selatan. B. Samudera Hindia Barat : Samudera Hindia Timur : Negara Papua Nugini. atau peluang kejadian dari cuaca. negara Indonesia memiliki batas-batas sebagai berikut : • Utara : Negara Malaysia. Sintesis tersebut dapat diartikan pula sebagai nilai statistik yang meliputi antara lain nilai rata-rata.570 km2 dan luas perairan 3.Posisi Geografis Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik. kelembaban dan tekanan udara serta kecepatan angin. frekuensi kejadian. Iklim dapat pula diartikan sebagai pola kebiasaan serta perubahan cuaca di suatu tempat atau wilayah. Berdasarkan posisi geografisnya. terletak di kawasan Asia Tenggara. Singapura. Timor Leste. Selatan : Negara Australia. Iklim adalah sintesis atau kesimpulan atau rata-rata perubahan unsurunsur cuaca (hari demi hari dan bulan demi bulan) dalam jangka panjang di suatu tempat atau pada suatu wilayah. Penyajian dan analisisnya dalam bentuk nilai akumulasi sedangkan penyajian grafiknya dalam bentuk kurva histogram. Data cuaca yang bersifat kontinyu antara lain: suhu. Indonesia memiliki lebih kurang 17. Analisis dan penyajiannya dalam bentuk angka rata-rata atau angka sesaat (instantaneous) sedangkan grafiknya dalam bentuk garis/kurva. Samudera Pasifik • • • Posisi geografis Indonesia terdiri atas letak astronomis dan letak geografis yang berbeda pengertian dan pandangannya. .penguapan. minimum.

serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari permukaan bumi secara horizontal. sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia. Letak Geologis Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada di permukaan bumi. yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besarnya. Garis equa. wilayah Indonesia berada pada posisi silang. Letak geografis Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. . Adanya dua jalur pegunungan tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadinya gempa bumi. Secara geologis wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Letak Astronomis Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT Berdasarkan letak astrono.misnya Indonesia dilalui oleh garis equator. Berdasarkan letak geografisnya.1. 2. 3.tor atau garis khatulistiwa terletak pada garis lintang 0o. yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.

Indonesia adalah negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Thornthwaite (1933) dalam Tjasyono (2004) menyatakan bahwa tujuan klasifikasi iklim adalah menetapkan pembagian ringkas jenis iklim ditinjau dari segi unsur yang benar-benar aktif terutama presipitasi dan suhu. Pengklasifikasian iklim yang spesifik tetap menggunakan data unsur iklim sebagai landasannya. Pada daerah tropik suhu udara jarang menjadi faktor pembatas kegiatan produksi pertanian. Unsur lain seperti angin. sedangkan ketersediaan air merupakan faktor yang paling menentukan dalam kegiatan budidaya pertanian khususnya budidaya padi. 2002). 2002). Variasi suhu di kepulauan Indonesia tergantung pada ketinggian tempat (altitude/elevasi). misalnya untuk pertanian. Suhu menurun sekitar 0. Klasifikasi Iklim di Indonesia Unsur-unsur iklim yang menunjukan pola keragaman yang jelas merupakan dasar dalam melakukan klasifikasi iklim. suhu udara akan semakin rendah seiring dengan semakin tingginya ketinggian tempat dari permukaan laut. oleh sebab itu pengklasifikasian iklim di Indonesia sering ditekankan pada pemanfaatannya dalam kegiatan budidaya pertanian. penerbangan atau kelautan. atau perubahan tekanan ada kemungkinan merupakan unsur aktif untuk tujuan khusus. Klasifikasi iklim umumnya sangat spesifik yang didasarkan atas tujuan penggunaannya. sinar matahari.6 oC setiap 100 meter kenaikan ketinggian tempat. Unsur iklim yang sering dipakai adalah suhu dan curah hujan (presipitasi). tetapi hanya memilih data unsur-unsur iklim yang berhubungan dan secara langsung mempengaruhi aktivitas atau objek dalam bidang-bidang tersebut (Lakitan. Menurut Hidayati (2001) karena Indonesia berada di wilayah tropis maka selisih suhu siang dan suhu malam .C. Keberadaan lautan disekitar kepulauan Indonesia ikut berperan dalam menekan gejolak perubahan suhu udara yang mungkin timbul (Lakitan.

Kadaan suhu yang demikian tersebut membuat para ahli membagi klasifikasi suhu di Indonesia berdasarkan ketinggian tempat. iklim C adalah tipe iklim hujan suhu sedang (warm temperate rainy climates). Tjasyono (2004) mengungkapkan bahwa dengan adanya hubungan sistematik antara unsur iklim dengan pola tanam dunia telah melahirkan pemahaman baru tentang klasifikasi iklim. Beberapa sistem klasifikasi iklim yang sampai sekarang masih digunakan dan pernah digunakan di Indonesia antara lain adalah: • Sistem Klasifikasi Koppen Koppen membuat klasifikasi iklim berdasarkan perbedaan temperatur dan curah hujan. 1995).hari lebih besar dari pada selisih suhu musiman (antara musim kemarau dan musim hujan). dimana dengan adanya korelasi antara tanaman dan unsur suhu atau presipitasi menyebabkan indeks suhu atau presipitasi dipakai sebagai kriteria dalam pengklasifikasian iklim. 2002). iklim B adalah tipe iklim kering (dry climates). Hujan merupakan unsur fisik lingkungan yang paling beragam baik menurut waktu maupun tempat dan hujan juga merupakan faktor penentu serta faktor pembatas bagi kegiatan pertanian secara umum. iklim D adalah tipe iklim hutan bersalju dingin (cold snowy forest climates) dan iklim E adalah tipe iklim kutub (polar climates) (Safi’i. . Kelima kelompok iklim ini dilambangkan dengan lima huruf besar dimana tipe iklim A adalah tipe iklim hujan tropik (tropical rainy climates). sedangkan di daerah sub tropis hingga kutub selisih suhu musim panas dan musim dingin lebih besar dari pada suhu harian. Koppen memperkenalkan lima kelompok utama iklim di muka bumi yang didasarkan kepada lima prinsip kelompok nabati (vegetasi). oleh karena itu klasifikasi iklim untuk wilayah Indonesia (Asia Tenggara umumnya) seluruhnya dikembangkan dengan menggunakan curah hujan sebagai kriteria utama (Lakitan.

tipe iklim B (basah) jenis vegetasinya adalah hutan hujan tropis. Pencarian rata-rata bulan kering atau bulan basah (X) dalam klasifikasian iklim Schmidt-Ferguson dilakukan dengan membandingkan jumlah/frekwensi bulan kering atau bulan basah selama tahun pengamatan ( åf ) dengan banyaknya tahun pengamatan (n) (Anon. dari hubungan ini didapatkan tiga jenis pembagian bulan dalam kurun waktu satu tahun dimana keadaan yang disebut bulan basah apabila curah hujan >100 mm per bulan. 1995). tipe iklim D (sedang) jenis vegetasi adalah hutan musim. dkk (2000) penyusunan peta iklim menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson lebih banyak digunakan untuk iklim hutan. tipe iklim E (agak kering) jenis vegetasinya hutan savana. • Sistem Klasifikasi Schmidt-Ferguson Sistem iklim ini sangat terkenal di Indonesia. 1987).• Sistem Klasifikasi Mohr Klasifikasi Mohr didasarkan pada hubungan antara penguapan dan besarnya curah hujan. Schmidt-Fergoson membagi tipe-tipe iklim dan jenis vegetasi yang tumbuh di tipe iklim tersebut adalah sebagai berikut. Safi’i. Menurut Irianto. bulan lembab bila curah hujan bulan berkisar antara 100 – 60 mm dan bulan kering bila curah hujan < 60 mm per bulan. ? . Pengklasifikasian iklim menurut SchmidtFerguson ini didasarkan pada nisbah bulan basah dan bulan kering seperti kriteria bulan basah dan bulan kering klsifikasi iklim Mohr. . tipe iklim C (agak basah) jenis vegetasinya adalah hutan dengan jenis tanaman yang mampu menggugurkan daunnya dimusim kemarau. tipe iklim G (sangat kering) jenis vegetasinya padang ilalang dan tipe iklim H (ekstrim kering) jenis vegetasinya adalah padang ilalang (Syamsulbahri. tipe iklim A (sangat basah) jenis vegetasinya adalah hutan hujan tropis. tipe iklim F (kering) jenis vegetasinya hutan savana.

Tipe Iklim Sangat Bersih Basah Agak basah sedang Agak kering Kering Sangat kering Luar biasa kering Kriteria 0 < Q < 0.670 1.000 7000 < Q • Sistem Klasifikasi Oldeman Klasifikasi iklim yang dilakukan oleh Oldeman didasarkan kepada jumlah kebutuhan air oleh tanaman.143 < Q < 0. Lamanya periode pertumbuhan padi terutama ditentukan oleh jenis/varietas yang digunakan.143 0.670 < Q < 3. Oldeman.600 0. terutama pada tanaman padi.000 < Q < 1. Penyusunan tipe iklimnya berdasarkan jumlah bulan basah yang berlansung secara berturutturut.000 1.333 0. sedangkan untuk mencukupi kebutuhan air untuk tanaman palawija diperlukan curah hujan sebesar 120 mm/bulan. dengan asumsi bahwa peluang terjadinya hujan yang sama adalah 75% maka untuk mencukupi kebutuhan air tanaman padi 150 mm/bulan diperlukan curah hujan sebesar 220 mm/bulan. sehingga menurut Oldeman suatu bulan dikatakan bulan basah apabila mempunyai curah hujan bulanan lebih besar dari 200 mm dan dikatakan bulan kering apabila curah hujan bulanan lebih kecil dari 100 mm.000 < Q < 7.600 < Q < 1. Jika lebih dari 9 .333 < Q < 0.000 3. et al (1980) mengungkapkan bahwa kebutuhan air untuk tanaman padi adalah 150 mm per bulan sedangkan untuk tanaman palawija adalah 70 mm/bulan. sehingga periode 5 bulan basah berurutan dalan satu tahun dipandang optimal untuk satu kali tanam.

. Pemberian nama Zone iklim berdasarkan huruf yaitu zone A. Terdapat beberapa klasifikasi iklim dibumi yang ditentukan oleh letak geografis. Oldeman membagi lima zona iklim dan lima sub zona iklim. Zone E. Iklim yang dikenal di Indonesia ada tiga iklim antara lain terdiri dari iklim musmi (muson). zone D dan zone E sedangkan pemberian nama sub zone berdasarkana angka yaitu sub 1. zone C. • Iklim Musim (Iklim Muson) . dapat ditanami padi 2 kali panen dalam setahun. iklim tropika (iklim panas). Jika kurang dari 3 bulan basah berurutan. 1980) Iklim bisa diartikan sebagai kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. et al. lintang menengah dan lintang tinggi. (Oldeman. dan iklim laut. dimana penanaman padi yang jatuh saat curah hujan di bawah 200 mm per bulan dilakukan dengan sistem gogo rancah. penanaman padi tidak dianjurkan tanpa adanya irigasi yang baik. Sedangkan sub zona iklim merupakan banyaknya jumlah bulan kering berturut-turut dalam setahun. sub 2. 2004). Zone A dapat ditanami padi terus menerus sepanjang tahun. Zone B hanya dapat ditanami padi 2 periode dalam setahun. zone B. Iklim dibumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. maka tidak dapat membudidayakan padi tanpa irigasi tambahan (Tjasyono. hanya dapat ditanami padi satu kali masa tanam. Studi tentang iklim dipelajari dalam meterologi sedangkan ilmu mempelajari tentang iklim adalah klimatologi. Secara umum kita dapat menyebutnya sebagai iklim tropis. Zone C. Zona iklim merupakan pembagian dari banyaknya jumlah bulan basah berturut-turut yang terjadi dalam setahun. sub 3 sub 4 dan sub 5.bulan basah maka petani dapat melakukan 2 kali masa tanam. Zone D.

aktifitas moonson juga ikut berperanan dalam mempengaruhi keragaman iklim. Posisi ini menjadikan Indonesia sebagai daerah pertemuan sirkulasi meridional (Hadley) dan sirkulasi zonal (Walker). dua sirkulasi yang sangat mempengaruhi keragaman iklim Indonesia. Selain itu posisi matahari berpindah dari 23. Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan bentuk topografi yang sangat beragam maka sistem golakan lokal . Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.5 LS ke 23. • Iklim Laut Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi. sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis.Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubahubah setiap periode tertentu. Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau. Iklim musim terdiri dari 2 jenis.5 LU sepanjang tahun. • Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas) Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Indonesia merupakan negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa dan masuk ke dalam pengaruh kawasan laut pasifik. yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan.

ENSO merupakan istilah yang mendeskripsikan secara keseluruhan osilasi selatan (fenomena atmosfer) beserta peningkatan suhu muka laut dan juga penurunan suhu muka laut (fenomena lautan). Pola Moonson dicirikan oleh bentuk pola hujan yang bersifat unimodal (satu puncak musim hujan yaitu sekitar Desember).juga cukup dominan dan pengaruhnya terhadap keragaman iklim di Indonesia tidak dapat diabaikan. Pola lokal dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodal (satu puncak hujan) tapi bentuknya berlawanan dengan pola hujan pada tipe moonson. Osilasi selatan (southern . pola ekuatorial dan pola lokal. dan sebagian Sumatera. Wilayah Indonesia disepanjang garis khatulistiwa sebagian besar mempunyai pola hujan equatorial. Namun seringkali istilah ini digunakan oleh banyak pakar untuk merujuk kepada kejadian El-Nino (warm event) saja. yaitu meningkatnya suhu muka laut di kawasan tengah dan timur ekuator laut pasifik. sedangkan pola hujan moonson terdapat di pulau Jawa. Faktor lain yang diperkirakan ikut berpengaruh terhadap keragaman iklim Indonesia ialah gangguan siklon tropis. Sedangkan salah satu wilayah mempunyai pola hujan lokal adalah Ambon (Maluku). Pola equatorial dicirikan oleh pola hujan dengan bentuk bimodal. Bali. NTT. Semua aktifitas dan sistem ini berlangsung secara bersamaan sepanjang tahun. yaitu pola Monsoon. Yang menjadi permasalahan sampai saat ini faktor mana yang paling dominan mempengaruhi iklim di Indonesia Berdasarkan pola hujan. yaitu dua puncak hujan yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober saat matahari berada dekat equator. Selama enam bulan curah hujan relatif tinggi (biasanya disebut musim hujan) dan enam bulan berikutnya rendah (bisanya disebut musim kemarau). D. Perubahan Iklim di Indonesia Salah satu penyebab terjadinya gangguan pada sirkulasi Walker ialah fenomena ENSO. Secara umum musim kemarau berlangsung dari April sampai September dan musim hujan dari Oktober sampai Maret. wilayah Indonesia dapat dibagi menjadi tiga. NTB.

Secara rata-rata penurunan hujan dari normal akibat terjadinya El-Nino dapat mencapai 80 mm per bulan sedangkan peningkatan hujan dari normal akibat terjadinya La-Nina tidak lebih dari 40 mm. kejadian fenomena Elnino terkuat terjadi pada tahun 1982/1983. dan 1997/1998 (Koesmaryono. . 2003 dalam Boer. hanya 6 kali yang kejadiannya tidak bersamaan kejadian fenomena ENSO (Boer dan Subbiah. Untuk memonitor osilasi selatan ini dibuatkan indeks osilasi selatan (SOI) yaitu nilai perbedaan antara tekanan atmosfer di atas permukaan laut di Darwin (Australia) dan Tahiti (Pasifik Selatan).oscillation) adalah osilasi tekanan atmosfer kawasan laut pasifik dan atmosfer laut Indonesia-Australia. Menurut Tjasyono (1997) pengaruh El-nino kuat pada daerah yang dipengaruhi oleh sistim moonson. hujan pada sebagian besar wilayah Indonesia umumnya di bawah normal. lemah pada daerah dengan sistem equatorial dan tidak jelas pada daerah dengan sistim lokal. 1986/1987. Indonesia telah mengalami kejadian kekeringan tidak kurang dari 43 kali. 2000). 2003). bahwa keragaman hujan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh fenomena ini. Dari 43 kejadian tersebut. tahun La-Nina seringkali dicirikan oleh meningkatnya curah hujan di Indonesia. Hal ini menunjukkan. dimana semakin negatif nilai SOI berarti semakin kuat kejadian panas (warm event atau El-Nino) dan sebaliknya semakin positif nilai SOI semakin kuat kejadian dingin (cold event atau La-Nina) Sejak tahun 1844. Pada saat fenomena ENSO berlangsung. Pengaruhnya juga lebih kuat pada hujan musim kemarau dari pada musim hujan. Berdasarkan kajian menunjukkan bahwa besarnya dampak yang ditimbulkan oleh kejadian El-Nino terhadap keragaman hujan di Indonesia beragam antar wilayah. pengaruh El-Nino lebih kuat terhadap hujan pada musim kemarau daripada hujan pada musim hujan (Gambar 2). Selain itu. Selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Berbeda dengan tahun El Nino. Pengaruhnya pada peningkatan curah hujan pada musim hujan tidak begitu jelas. 1991/1995.

Wajar. Angka ini lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah penderita pada bulan-bulan sebelumnya. Nyamuk ini berkembang biak pada suhu 24-28 derajat Celcius. maka yang dikhawatirkan adalah munculnya wabah penyakit DB. Begitu pula . a. Bila kondisi ini tidak dikendalikan. bila saat ini angka kejadian penyakit DB meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat pergantian musim penghujan ke musim kemarau . bulan Februari hingga Maret dua sampai tiga orang. Di bidang Kesehatan Dampak yang disebabkan karena penyimpangan iklim yaitu semakin meningkatnya peluang mewabahnya penyakit demam berdarah. Pada bulan Januari penderitanya nol sampai satu orang. dan diare. penyebab penyakit demam berdarah (DB). Penyakit demam berdarah setiap tahun selalu dijumpai terutama terjadi dalam fase pergantian musim. maka peningkatan kemampuan antisipasi sangat diperlukan. bulan April 2002 jumlah penderita DB mencapai lima sampai enam orang per hari. merupakan saat yang tepat munculnya nyamuk Aedes aegipty. Pergantian musim yang ekstrim akan berakibat prevalensi penyakit ini meningkat secara tajam. Jumlah penderita diperkirakan akan meningkat terus hingga bulan Agusutus 2002. Berdasarkan laporan RSUD dr Soetomo. Menurut Boer (2003) pengamatan terhadap data anomali produksi padi nasional dari tahun 1979-1997 menunjukkan bahwa penurunan produksi akibat iklim ekstrim (penyimpangan iklim) cendrung meningkat.serta kondisi suhu udara sebagian besar kota-kota di Jawa Timur (Jatim) 23-31 derajat Celsius.• Dampak dan upaya antisipasi Untuk menekan dampak yang negatif akibat kejadian ekstrim atau penyimpangan iklim. Hal ini ditunjukkan oleh semakin melebarnya perbedaan antara anomali produksi tahun-tahun ekstrim dengan tahun-tahun normal. infeksi saluran pernapasan (ISPA).

• • • • Pembuatan embung mulai dari hulu hingga hilir. Antisipasi secara teknis antara lain: • Pembuatan waduk untuk menampung air hujan. langkah-langkah umum yang dapat dilakukan diantaranya:  melakukan pemetaan daerah-daerah yang sensitif terhadap penyimpangan iklim terutama akibat fenomena ENSO. khususnya pada daerahdaerah yang rawan. Mempelajari sifat-sifat iklim dan memanfaatkan hasilnya untuk menyesuaikan pola tanam agar terhindar dari puso. sehingga tidak terjadi banjir dan memanfaatkannya untuk irigasi atau lainnya pada saat kekurangan air (kekeringan). b.  meningkatkan kemampuan peramalan sehingga langkah-langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal. Dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi penyimpangan iklim.pada periode 2003-2004 terdapat kejadian luar biasa (KLB) dari wabah demam berdarah yang meliputi 12 propinsi di Indonesia. dan  menerapkan teknologi budidaya (dalam bidang pertanian) yang dapat menekan risiko terkena dampak kejadian puso. . Meningkatkan sistem pengamatan cuaca sehingga antisipasi penyimpangan iklim dapat diketahui lebih awal. Secara umum upaya antisipasi dikelompokkan menjadi antisipasi secara teknis dan antisipasi sosial-kelembagaan. Memanfaatkan informasi dan prakiraan iklim untuk memberikan peringatan dini dan rekomendasi pada masyarakat. Sektor pertanian Berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak penyimpangan iklim terhadap bencana banjir dan kekeringan pada sektor pertanian telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat.

• Efisiensi penggunaan air seperti gilir iring dan irigasi hemat air. misal: menggunakan tanaman atau varietas yang tahan genangan. adalah untuk kepentingan mereka dan dilaksanakan secara bersama-sama dalam koordinasi yang baik . air bendungan atau checkdam. umur pendek dan persemaian kering. yang lainnya tetap bertahan dan memberikan hasil. penyediaan peralatan dan mesin.• Memetakan daerah rawan bencana alam banjir dan kekeringan untuk penyusunan pola tanam dan memilih jenis tanaman yang sesuai. instansi pemerintah maupun swasta dalam pemakaian teknologi perkreditan persediaan saran produksi. Upaya-upaya antisipasi sosial – kelembagaan meliputi:  Meningkatkan kesiapan dan peran serta masyarakat dalam upaya antisipatif bencana alam banjir sehingga mereka beranggapan bahwa upaya itu dengan pihak lain.  Memanfaatkan kemampuan dan peran serta kelembagaan masyarakat petani. kombinasi tanaman. tahan kering. melakukan pergiliran tanaman dan penghijauan DAS (Daerah Aliran Sungai) • Pompanisasi dengan memanfaatkan air tanah. peitaman serta pengolahan dan pemasaran hasil. • Melakukan sistem pertanian konservasi seperti terasering. dan air daur ulang dari saluran pembuangan. sehingga kalau sebagian tanaman mengalami puso. air permukaan. • Memilih tanaman yang sesuai dengan pola hujan. menanam tanaman penutup tanah.

   memberikan rujukan dan laporan terutama untuk kasus penyakit . yaitu menyerap gas-gas rumah kaca sehingga dapat mengendalikan suhu udara. yaitu memberikan informasi kemungkinan akan terjadinya kondisi luar biasa (KLB) / wabah adalah dengan melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini secara cermat. tenaga dan logistik. mengoptimalkan hubungan lintas sektoral. Bidang Kesehatan Di bidang kesehatan upaya antisipasi penyimpangan iklim lebih sering bersifat kuratif. yaitu meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas baik SKD. memberikan pelayanan pengobatan kepada masyarakat yang dilakukan di Puskesmas ataupun di pos-pos tertentu. Upaya antisipasi secara sosial .c. Seperti bencana kebanjiran (wabah diare). dan LKMD (Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa) dapat melakukan pembinaan kepada warga di setiap desa. dan meningkatkan kerjasama dengan instansi lain. memperbaiki kerja laboratorium. Selain itu mengintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat.kelembagaan diantaranya:  penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat melalui instansi terkait seperti PKK. membentuk dan melatih TIM Gerak Cepat puskesmas. Sedangkan upaya jangka pendek yaitu memberantas larva nyamuk pra dewasa dan dewasa. tergantung kondisi yang ada. Untuk wabah demam berdarah upaya preventif jangka panjang yaitu melakukan penghijauan kota sebagai fungsi ekologis. Camat. dan yang tidak dapat ditanggulangi di puskesmas. Lurah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->