PAMSIMAS  2010 

 

DAFTAR ISI
Hal

BAB 1.  PENDAHULUAN .................................................................................................. 1  1.1  TUJUAN ....................................................................................................    1 1.2  PENGERTIAN ............................................................................................    1 1.2.1  Kerangka Pengaman Lingkungan ...................................................    1 1.2.2  Kerangka Pengaman Sosial ............................................................    2 1.3  MANFAAT DAN SASARAN ........................................................................    2 1.4  PRINSIP DASAR .........................................................................................    3 1.5  PENGGUNA PETUNJUK TEKNIS ................................................................    3 BAB 2.  PENGAMANAN LINGKUNGAN ..........................................................................    5 2.1  KETENTUAN UMUM .................................................................................    5 2.2  PROSEDUR PENGAMANAN LINGKUNGAN ...............................................    6 BAB 3.  PENGAMANAN SOSIAL .....................................................................................    9 3.1  KETENTUAN UMUM .................................................................................    9 3.1.1  Pengalihan Lahan dan Pemukiman Kembali ..................................    9 3.1.2  Pengamanan bagi Masyarakat Rentan ...........................................    9 3.2  PROSEDUR PENGAMANAN SOSIAL ........................................................  0  1

PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL

PAMSIMAS  2010 

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 1.1 Pengguna dan Manfaat Penggunaan Pedoman...................................................... 3 Tabel 2.1 Prosedur Penyusunan Pengamanan Lingkungan ................................................... 7 Tabel 3.1 Prosedur Pengalihan Lahan dan Pemukiman Kembali ......................................... 11 Tabel 3.2 Prosedur Pengamanan Masyarakat Rentan.......................................................... 13

PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL

ii 

PAMSIMAS  2010  DAFTAR SINGKATAN APBD APBN Bangda BAB BAPPD BKM BLM BOP BPD BPKP CMAC CPIU CPMU DCC/TKK DFC DIPA FA TFM FGD IDR IFR IMAS KPPN LKM MAK PA/KPA PAMSIMAS PCC/TKP : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Pembangunan Daerah : Buang Air Besar : Berita Acara Permintaan Pencairan Dana : Badan Keswadayaan Masyarakat : Bantuan Langsung Masyarakat : Biaya Operasional Proyek : Badan Perwakilan Desa : Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan : Central Management Advisory Consultant : Central Project Implementation Unit : Central Project Management Unit : District Coordination Committee / Tim Koord Kab/Kota : District Facilitator Coordinator : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran : Financing Agreement : Tim Fasilitator Masyarakat : Focused Group Discussion / Diskusi Kelompok Terarah : Indonesia Domistic Rate : Interim Financial Report : Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi : Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara : Lembaga Keswadayaan Masyarakat : Mata Anggaran Keluaran : Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran : Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat : Provincial Coordination Committee/Tim Koord. Provinsi PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL iii  .

PAMSIMAS  2010  PHLN PMAC PMC PPh PPK PPM PPN RAB RKM/CAP RPJM Satker SIM SOP SPK SPM SPP SPPB SP2D SSP TKKc TKM UPK UKT-SAMS UKT-Kes UPM : Pinjaman/ Hibah Luar Negeri : Provincial Management Advisory Consultant : Process Management Consultant : Pajak Penghasilan : Pejabat Pembuat Komitmen : Pengelolaan Pengaduan Masyarakat : Pajak Pertambahan Nilai : Rencana Anggaran Biaya : Rencana Kerja Masyarakat / Community Action Plan : Rencana Pembangunan Jangka Menengah : Satuan Kerja : Sistem Informasi Manajemen : Standard Operational Procedures : Surat Perjanjian Kerja : Surat Perintah Membayar : Surat Permintaan Pembayaran : Surat Perjajian Penyelesaian Bantuan : Surat Perintah Pencairan Dana : Surat Setoran Pajak : Tim Koordinasi Kecamatan : Tim Kerja Masyarakat : Unit Pengelola Keuangan : Unit Kerja TekniS Air Minum dan Sanitasi : Unit Kerja Teknis Kesehatan : Unit Pengaduan Masyarakat PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL iv  .

1 TUJUAN Kerangka pengamanan (safeguard) dimaksudkan untuk menyediakan panduan bagi seluruh pelaku dalam melakukan analisis. provinsi. meliputi tanah basah. selanjutnya disebut sebagai WTD berhak untuk terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai pengamanan lingkungan melalui konsultasi publik dengan Pemrakarsa kegiatan. pengurangan. entitas dan/atau badan hukum yang memiliki.PAMSIMAS  2010    BAB 1. PENDAHULUAN   1. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 1  . terutama masyarakat rentan untuk menjamin bahwa seluruh kegiatan sesuai dengan kebijakan pengamanan dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia baik di tingkat nasional. hutan asli. termasuk masyarakat adat. menyewa atau menguasai tanah.1 PENGERTIAN Kerangka Pengaman Lingkungan Kerangka pengamanan lingkungan dimaksudkan untuk membantu semua pihak pelaku Pamsimas untuk dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. 1. pengalihan lahan dan pemukiman kembali (land acquisition and resettlement) serta pengamanan bagi masyarakat. operasional.2. padang rumput. bangunan dan atau aset lainnya yang terletak di atas tanah yang akan dibebaskan. Program Pamsimas telah diklasifikasikan sebagai Kategori B karena kemungkinan besar tidak akan                                                    1 Warga yang terkena dampak dalam kerangka pengamanan lingkungan. Program Pamsimas sebisa mungkin menghindari atau meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sehingga setiap kegiatan harus dirancang untuk memberikan dampak positif secara maksimal. perencanaan. dan pengelolaan resiko lingkungan yang tidak diinginkan.2 1. pelaksanaan. Pengembangan kerangka terpadu pengamananan (safeguard) dalam rangka pelestarian lingkungan. dan mewujudkan keterbukaan dengan melaksanakan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak (WTD)1. serta masyarakat rentan. pengalihan lahan dan pemukiman kembali. Kegiatan digolongkan Kategori B yang mempunyai arti spesifik lokasi di sifat alami dan tidak secara signifikan mempengaruhi populasi manusia atau mengubah lingkungan area penting. dan habitat alami utama lainnya. WTD adalah perseorangan/individu. dan pemantauan sub-kegiatan agar sesuai dengan persyaratan dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia terkait dengan dampak lingkungan. Kerangka Pengamanan ini dirancang untuk menjamin bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan menimbulkan dampak positif yang optimal dan dampak negatif yang minimal terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. promosi manfaat lingkungan. maupun di daerah.

Masyarakat adat sebagai bagian dari penduduk kurang beruntung dapat dipengaruhi secara negatif oleh pembangunan proyek karena karakteristik khusus mereka dan secara ekonomi termarginalkan. masih terdapat potensi untuk melokalisir dampak yang ditimbulkan oleh program Pamsimas. Juga termasuk masyarakat adat. Pamsimas tidak menargetkan masyarakat adat secara khusus. sesuai dengan pendekatan berbasis masyarakat terhadap pengadaan air minum dan sanitasi. promosi manfaat sosial.PAMSIMAS  2010  mengakibatkan dampak berarti yang tidak diinginkan terhadap lingkungan hidup dan sosial. Namun demikian. tidak hanya kelompok elit dari masyarakat adat. pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. b. dan mewujudkan keterbukaan melalui konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak pengalihan lahan dan pemukiman kembali. meliputi: a. dan mereka semua harus diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan 1. tetapi melihat masyarakat adat sebagai bagian dari kelompok tidak beruntung secara keseluruhan. termasuk Masyarakat Adat Kerangka ini dimaksudkan untuk membantu semua pihak pelaku Program Pamsimas untuk dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. yang karena kerentanannya mendapatkan manfaat atau dampak sosial yang berbeda dengan masyarakat umum. Mencegah atau memberikan kompensasi kerugian atas kehilangan aset dan/atau mata pencaharian. sehingga diperlukan pengamanan yang spesifik. promosi manfaat sosial. Mendorong tercapainya dampak positif bagi lingkungan hidup.2 Kerangka Pengaman Sosial Pengamanan Sosial. Termasuk dalam kelompok masyarakat rentan adalah kelompok perempuan dan kelompok masyarakat miskin. yang memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan kelompok masyarakat rentan lainnya.2. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 2  . Pengamanan bagi Masyarakat Rentan. Pengalihan Lahan dan Pemukiman Kembali Kerangka ini dimaksudkan untuk membantu semua pihak pelaku Pamsimas untuk dapat melakukan evaluasi secara sistematik dalam penanganan. Menghindari atau meminimalkan dampak sosial. ekonomi dan lingkungan hidup yan tidak diinginkan. Mencegah kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh pembangunan secara individu atau bersama-sama. dan mewujudkan keterbukaan melalui konsultasi publik dengan masyarakat rentan. Tindakan khusus harus diambil untuk memastikan suara masyarakat adat didengar.3 MANFAAT DAN SASARAN Manfaat Kerangka pengamanan lingkungan dan sosial adalah sebagai berikut: • • • • • Menjaga kesehatan manusia. pengurangan dan pengelolaan resiko sosial yang tidak diinginkan. 1.

LSM. Pamsimas tidak akan membiayai proyek/program yang karena kondisi lokal tertentu tidak memungkinkan terjadinya konsultasi publik yang memadai dengan masyarakat. penciptaan arena berbagai pemangku kepentingan. Secara umum. dan melaksanakan dengan baik dan konsisten kerangka pengamanan lingkungan dan sosial. dsb) Manfaat • Memahami arti penting pengamanan lingkungan dan sosial.PAMSIMAS  2010  1. Disamping itu. persiapan maupun tahap pelaksanaan. baik pada tahap perencanaan. namun juga dari warga yang terkena dampak proyek (WTD). khususnya masyarakat rentan. 2. • Acuan menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan rencana untuk keberlanjutan program. pengguna pedoman dan manfaat masing-masing dapat dilihat pada Tabel 1.4 PRINSIP DASAR 1. Agar pelaksanaan kerangka pengamananan dapat dilakukan secara lebih efektif. Warga masyarakat utamanya yang terkena dampak harus mendapat kesempatan untuk ikut dalam pengambilan keputusan serta menyampaikan aspirasi dan/atau keberatannya atas rencana investasi yang berpotensi dapat menimbulkan dampak negatif bagi mereka.1 dibawah ini: Tabel 1. laporan. Pamsimas tidak membiayai investasi pengembangan infrastruktur apapun yang dapat mengakibatkan dampak negatif yang serius dan tidak dapat diperbaiki/dipulihkan. diperlukan penguatan kapasitas lembaga pelaksana. • Memahami secara menyeluruh Konsep Pengamanan Lingkungan dan Sosial program Pamsimas. PPMU dan 3  . Bila terjadi dampak negatif maka perlu dipastikan adanya upaya mitigasi yang dapat meminimalkan dampak negatif tersebut. perguruan tinggi. • Memberikan pengamanan terhadap lingkungan dari dampak negatif yang mungkin timbul dari pembangunan sarana air minum. dan draft perencanaan final yang berkaitan dengan kerangka pengamanan harus dikonsultasikan dan disebarluaskan terutama kepada warga yang berpotensi terkena dampak.5 PENGGUNA PETUNJUK TEKNIS Secara khusus petunjuk teknis pengamanan lingkungan dan sosial diperuntukan bagi Lembaga Keswadayaan Masyarakat dan Tim Fasilitator Masyarakat. baik yang terkena dampak maupun penerima manfaat. Semua pihak terkait wajib memahami. dan pengetahuan teknis dari pihak-pihak terkait. dan warga lainnya. Badan Pengelola. Satlak Pamsimas. 5. kerangka pengamanan ini juga perlu disepakati dan dilaksanakan bersama oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) di kabupaten/kota terkait. 1.1 Pengguna dan Manfaat Penggunaan Pedoman Pengguna Organisasi masyarakat (LKM. tidak hanya dari kalangan pemerintah daerah saja. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL Pengelola Program (CPMU. 3. Setiap keputusan. 4. Fokus penguatan kapasitas mencakup kemampuan fasilitasi. • Memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh masyarakat.

Provinsi. • Memfasilitasi masyarakat untuk menyusun rencana kerja pelaksanaan kegiatan khususnya pelaksanaan pengamanan lingkungan dan sosial. • Melakukan kontrol sosial. • Pengendalian mutu pekerjaan. • Melakukan advokasi. PMAC dan DMAC) Fasilitator Masyarakat Pemerintah (Pusat. • Memastikan kebijakan Pengamanan Lingkungan dan Sosial. Kota/Kabupaten) Para Pemeduli PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 4  . • Memahami secara menyeluruh Konsep Pengamanan Lingkungan dan Sosial program Pamsimas. • Mengendalikan program termasuk penilaian kinerja pelaksanaan pengamanan lingkungan dan sosial. Konsultan Pelaksana (CMAC.PAMSIMAS  2010  Pengguna DPMU) Manfaat • Merencanakan pengelolaan program dengan memastikan kebijakan pengamanan lingkungan dan sosial dilakukan. • Panduan kerja pendampingan masyarakat dan para pemangku kepentingan di desa/kelurahan terkait pengamanan lingkungan dan sosial. Program Pamsimas dilakukan sesuai dengan panduan. • Panduan kerja pengendalian mutu pelaksanaan pengamanan lingkungan dan sosial. • Memantau dan evaluasi kemajuan program terkait dengan pelaksanaan pengamanan lingkungan dan sosial. • Menyusun strategi dan rencana kerja pelaksanaan pengamanan lingkungan dan sosial.

tahap pelaksanaan (pemantauan dan optiomalisasi dampak positif maupun minimalisasi dampak negatif). menyimpan atau mengangkut bahan/material berbahaya (beracun. f. Dapat merusak atau menghancurkan kekayaan budaya. g. tahap perencanaan (misal: jumlah dan jenis teknis sarana air minum dan sanitasi yang diopsikan). Menggunakan. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan konversi atau degradasi hutan ataupun merusak ekosistem habitat alamiah. daerah hutan lindung. daerah tepi pantai. Menghasilkan buangan limbah cair maupun emisi gas. daerah resapan air seputar danau. Manual Teknis Sarana Air Minum dan Sanitasi.1 KETENTUAN UMUM 1. selanjutnya setiap kegiatan mengacu pada Prosedur Operasi Baku (POB) kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi program Pamsimas yang diimplementasikan sejak tahapan persiapan (misal: persyaratan desa/kelurahan lokasi Pamsimas tidak boleh di wilayah-wilayah yang rentan).PAMSIMAS  2010    BAB 2. masyarakat rentan. daerah penampungan air. menghasilkan. PENGAMANAN LINGKUNGAN   2. herbisida atau insektisida. Program Pamsimas telah diklasifikasikan sebagai Kategori B. dan sumber daya alam. 2. c. Menggunakan bahan-bahan yang mengandung asbes. Apabila kegiatan dilakukan di daerah konservasi kelautan. struktur dan cagar budaya atau spiritual. kecuali buangan rumah tangga normal. cagar alam. termasuk: benda (artifak). Pamsimas juga tidak akan membiayai kegiatan yang terkait hal-hal berikut ini: a. b. mengandung tembakau dan produk tembakau. 3. d. POB meliputi: Katalog Informasi Pilihan (Informed Choice Catalogue). korosif atau eksplosif) atau bahan/material yang diklasifikasikan sebagai B3 menurut hukum yang berlaku di Indonesia. e. h. Penambangan (pengeboran atau penggalian) karang hidup. Menggunakan atau memproduksi bahan-bahan yang merusak ozon. Program Pamsimas tidak mendukung adanya kegiatan yang mempunyai dampak negatif terhadap habitat alamiah. jalur laut internasional atau kawasan sengketa. daerah rawa-rawa. daerah rawan bencana. Gambar Tipikal Sarana Air Minum dan Sanitasi. daerah seputar mata air. wilayah terlindung. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 5  . Disamping itu. Melakukan pengadaan pestisida. dan POB yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan opsi dan kondisi wilayah setempat yang mengacu pada standard pengamanan lingkungan dan sosial. daerah penelitian.

PAMSIMAS  2010  daerah hutan bakau dan daerah kelestarian budaya maka Bapedalda kabupaten/kota perlu dilibatkan dalam proses evaluasi RKM dan pelaksanaan kegiatan.2 PROSEDUR PENGAMANAN LINGKUNGAN Prosedur dalam pengamanan lingkungan dapat dilihat pada tabel dibawah ini: PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 6  . 2.

ProAKSI). • Data hasil identifikasi dampak yang ditimbulkan serta solusi penyelesaiannya. • Disepakati beberapa rencana kegiatan pengamanan • Pemilihan opsi dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan lingkungan (Daftar rencana kegiatan dalam PJM dampak lingkungan yang timbul. • Pada saat melakukan penelusuran wilayah.PAMSIMAS 2010  Tabel 2.       PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 7  . • Berdasarkan peta sosial. • Melakukan identifikasi pencegahan dan pengelolaan dampak yang ditimbulkan. peruntukan lahan dan potensi pencemar • Hasil RTA yang menjelaskan informasi masing-masing potensi air terkait pengamanan lingkungan. apakah perlu dibuat pengolahan atau melalui jasa pengurasan limbah. peruntukan lahan (hutan lindung. • Perencanaan Sanitasi Komunal di Sekolah: • Mengidentifikasi kemungkinan dampak lingkungan yang timbul akibat adanya sanitasi komunal. Pelaku • Masyarakat. Beri perhatian pula pada temuan yang mempunyai dampak terhadap lingkungan. RTA dilakukan untuk mendapatkan informasi masing-masing potensi air. • Komite Sekolah. • Rencana pengelolaan pembuangan air limbah sanitasi sekolah. seperti: sering ada genangan air. pembuangan air kotor sembarangan. • Tim Fasilitator Masyarakat. • Melakukan perencanaan ke depan dalam usaha menjaga keberlanjutan sumber air dan lingkungan. Hasil • Peta sosial yang menggambarkan potensi sumber air yang dapat digunakan. • Tim Fasilitator Masyarakat. • LKM. 2 Pemilihan Opsi dan • Pemilihan teknologi SAM dan Sanitasi di sekolah mengikuti ICC SAM dan • Terpilih opsi sarana air minum yang menimbulkan Penyusunan PJM ProAKSI dampak negatif paling minim terhadap lingkungan ICC Sanitasi dimana dipastikan tidak beresiko terhadap dampak (Berita acara pemilihan opsi). • Hasil transect walk yang menjelaskan tentang kondisi awal desa/kelurahan terkait sarana air minum dan sanitasi terkait pengamanan lingkungan. temuan lokasi-lokasi yang mempunyai potensi pencemaran. dan lainnya. lingkungan. dll) dan lokasi potensi tercermar (tambang.1 Prosedur Penyusunan Pengamanan Lingkungan No 1 IMAS Siklus Prosedur Untuk perencanaan Sarana Air Minum : • Dalam proses pemetaan sosial masyarakat harus mencantumkan lokasi potensi sumber air yang dapat digunakan. dan lainnya). • Melakukan kesepakatan bersama mengenai opsi yang digunakan terkait dengan kemauan bersama untuk melakukan pengamanan lingkungan. perkebunan. sawah.

Contoh : saluran lingkungan. sumber air dan lingkungan (poster. melindungi sekitar daerah tangkapan air. • Adanya Berita Acara Uji Fungsi pada SP3K (Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan). • BP SPAMS. pembangunan SPAL (saluran pembuangan air limbah) di HU. Hasil • Daftar Uji Identifikasi Dampak Lingkungan yang akan dijadikan Lampiran RKM. Siklus Penyusunan RKM Prosedur • Melakukan uji identifikasi dampak lingkungan dan tindak lanjut penangulangan dampak yang ditimbulkan (sedapat mungkin menghindari dampak) menggunakan Format Uji Identifikasi Dampak Lingkungan. dan lain sebagainya. • Tim Fasilitator Masyarakat. • Memastikan pihak ketiga mempunyai kualifikasi untuk melakukan pekerjaan sesuai bidangnya agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan (seperti: pengeboran sumur dalam). 4 Pemeliharaan dan Keberlanjutan   • Memastikan pelaksanaan kegiatan perlindungan terhadap sumber air dan • Terlaksananya kegiatan konservasi yang dapat lingkungan sebagai salah satu tanggung jawab BP SPAMS. dan lain sebagainya. • Adanya surat Ijin Usaha pihak ketiga yang masih berlaku. seperti: dokumen perijinan sumur bor. pembuang dari sarana selalu dibersihkan sehingga tidak tersumbat yang mengakibatkan terjadinya genangan disekitar sarana. • Memastikan kegiatan yang direncanakan sesuai dengan acuan. • Dokumen Surat Ijin Pengeboran Air Bawah Tanah dari Dinas Pertambangan dan Energi atau setara (lampiran RKM/jika diperlukan). • Tim Evaluasi RKM. • Memastikan pemeliharaan dilakukan sesuai POB sehingga tidak • Sarana air minum dan sanitasi tidak mencemari menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. • Rancangan Rinci Kegiatan Pembangunan Sarana Air Minum (RRK SAM). • Sarana terbangun dipastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kualitas terjaga. dan lain sebagianya. Pelaku • LKM. • Selalu mengacu pada spesifikasi teknis yang disyarakatkan.PAMSIMAS 2010  No 3. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 8  . dll). spesifikasi teknis. penanaman pipa sesuai kedalaman tertentu. • Terpenuhinya Bab 6 RKM (Rencana Pengamanan Lingkungan dan Sosial). dokumen dan standard yang digunakan dalam pembangunan sarana. • Tim Fasilitator Masyarakat. • Memasang poster tentang pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan • Tersebarnya informasi tentang pentingnya menjaga pada tempat-tempat yang startegis dan mudah dibaca oleh masyarakat. • Pelaksanaan konstruksi memanfaatkan teknologi dan sumber daya lokal yang mengutamakan keberlanjutan. • Menyusun rencana kegiatan pengamanan lingkungan yang dibutuhkan untuk menjamin keberlanjutan pelayanan dan pelestarian lingkungan. sebagai contoh: penggunaan pipa SNI (atau yang setara). sebagai contoh: penggunaan pipa SNI (atau yang setara). Format dapat dilihat pada Buku Kumpulan Format PT. • TFM. 3 Pelaksanaan Konstruksi SAM dan Sanitasi di sekolah • LKM. • TKK dan DPMU.6-01. pembangunan SPAL (saluran pembuangan air limbah) di HU. • Memastikan pelaksanaan konstruksi telah sesuai dengan persyaratan dalam Spesifikasi Teknis.

termasuk masyarakat rentan dan masyarakat adat minoritas jika ada.1. Masalah yang tidak dapat diselesaikan di tingkat masyarakat akan ditangani secara berjenjang. Semua eleman masyarakat.1 KETENTUAN UMUM Pengalihan Lahan dan Pemukiman Kembali Pemberi hibah lahan telah mendapatkan informasi yang jelas mengenai kegiatan Program Pamsimas. Surat Pernyataan Hibah harus memuat data pribadi pemilik lahan dan peta situasi lahan. Jika lahan yang dibutuhkan tidak bisa didapatkan secara hibah dan tidak ada alternatif lokasi lain. Melakukan pembicaraan langsung dengan masyarakat adat minoritas tentang pendapat mereka terhadap proyek termasuk hak mereka untuk menolak atau menyetujui keikutsertaan.PAMSIMAS  2010    BAB 3. maka masyarakat harus memberikan kompensasi kepada pemilik lahan sesuai dengan kesepakatan. dan menjelaskan mengenai kebutuhan khusus mereka terhadap sarana dan kebiasaan sanitasi mereka. termasuk masyarakat rentan dan masyarakat adat minoritas jika ada. Jika terdapat masyarakat adat minoritas maka.1 3. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 9  .1. mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan kabupaten/kota (Bupati/Walikota) untuk dicarikan jalan keluarnya. pelaksana program harus : Melibatkan pihak yang mempunyai pengalaman dan keahlian bekerjasama dengan masyarakat adat minoritas tersebut. RKM yang diajukan masyarakat harus melampirkan Surat Pernyataan Hibah. 3. termasuk Masyarakat Adat Setiap pertemuan dan diskusi harus dilakukan dengan menghadirkan semua lapisan masyarakat. Meningkatkan kualitas informasi melalui penyesuaikan teknik fasilitasi dan materi yang sesuai dengan bahasa setempat. PENGAMANAN SOSIAL   3.2 Pengamanan bagi Masyarakat Rentan. memperoleh akses informasi yang setara. Melakukan penyesuaian pada menu pilihan teknis dengan sistem yang dimiliki masyarakat adat dan tidak ada dalam daftar proyek. sehingga mau menghibahkan lahannya tanpa paksaan. Kompensasi ini tidak dapat didanai oleh BLM. Surat Pernyataan Hibah harus ditandatangi oleh oleh pemilik asset dan dilengkapi dengan materai.

2 PROSEDUR PENGAMANAN SOSIAL Pengamanan sosial yang mungkin muncul dalam Pamsimas berkaitan dengan masyarakat rentan adalah tidak termasuknya masyarakat rentan dalam setiap tahapan kegiatan baik mulai dari proses pemilihan desa peserta. Prosedur pengamanan sosial yang meliputi Prosedur Pengalihan Lahan dan Pemukiman Kembali serta Prosedur Pengamanan Masyarakat Rentan dijelaskan pada tabel berikut. dan masyarakat adat (bila mereka ada). Masyarakat rentan mencakup kelompok perempuan. kelompok miskin. kelompok etnik minoritas. pada pengambilan keputusan masyarakat sampai dengan kegiatan operasi dan pemeliharaan. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 10  .PAMSIMAS  2010  Mekanisme pemantauan khusus dilokasi masyarakat adat berada untuk mendapatkan peran serta maksimal mereka. 3. Khusus untuk strategi peningkatan peranserta dan partisipasi kelompok perempuan dapat dilihat pada Suplemen “Strategi Pengarusutamaan Gender dan Partisipasi Perempuan Program Pamsimas”.

• Gunakan peta sosial untuk menentukan lokasi dari opsi sarana air minum terpilih dan kegiatan lain untuk program jangka menengah. • Berikan salinan Surat Pernyataan Penggunaan Lahan kepada pemilik lahan. Pengalihan Lahan IMAS • Pembuatan Peta Sosial masyarakat yang dilengkapi dengan keterangan status kepemilikan lahan dengan mendapatkan informasi dari pemerintah desa. Diterimanya salinan surat hibah tanah oleh pemilik tanah atau keluarga untuk menghindari adanya pihak-pihak yang mengajukan keberatan tentang penggunaan lahan/tanah untuk sarana air minum atau sanitasi komunal (untuk wilayah peri-urban). masyarakat melakukan pertemuan untuk kesepakatan penggunaan lahan. dll). • Identifikasi status kepemilikan dari lahan yang akan digunakan sebagai tempat untuk membangun sarana air minum. maka rencana permukiman kembali yang diakibatkan oleh pembebasan lahan untuk program jangka menengah (berita acara) dapat tersedia. Format Surat Hibah Tanah dapat dilihat pada Buku Kumpulan Format PT. • LKM. Situasi kepemilikan lahan tergambar dengan jelas dalam peta sosial (tanah adat/ulayat. peta situasi. • Jika diperlukan penggunaan lahan milik perorangan. dokumen yang diperlukan (surat hibah. Bila perlu buat beberapa buah salinan yang diberikan juga kepada pihak lain yang mempunyai hubungan keluarga pemilik lahan (anak. • Kebutuhan lahan untuk program jangka menengah dan opsi terpilih teridentifikasi dan terpetakan dalam peta sosial. tanah pribadi. • Simpan Surat Pernyataan Penggunaan Lahan yang asli di kantor desa atau di sekretariat LKM. • Tim Fasilitator Masyarakat. Prosedur Hasil Pelaku CLTS (khusus untuk opsi sanitasi komunal/septic tank komunal) Pemilihan. tanah negara. tanah desa. • Bersama dengan pemilik lahan. Lampirkan surat tersebut pada RKM yang akan diajukan dengan menyertai peta lokasi lahan dan beberapa keterangan penting lainnya. peta situasi. • Tim Fasilitator Masyarakat.PAMSIMAS 2010  Tabel 3. keponakan. • Masyarakat. surat ijin penggunaa). Surat pernyataan kesediaan penggunaan lahan/tanah dari pemilik tanah untuk sanitasi komunal dan opsi bangunan sanitasi dengan septiktank komunal. • Tim Fasilitator Masyarakat.1 Prosedur Pengalihan Lahan dan Pemukiman Kembali Siklus Kegiatan Tingkat Masyarakat A. • LKM. • Tim Evaluasi RKM. dll). surat ijin penggunaan) teridentifikasi • Tersedia dokumen/surat pernyataan yang diperlukan untuk penggunaan lahan (surat hibah. • Jika ada. prosedur permukiman kembali tercantum dalam RKM. • Tim Fasilitator Masyarakat. kecamatan dan instansi terkait. • Buat hasil kesepakatan dalam sebuah Surat Pernyataan Penggunaan Lahan.6-02 • Jika ada. • Mengidentifikasi lokasi lahan untuk sanitasi komunal/septik tank komunal sesuai dengan perencanaan teknis. LKM Pelaksanaan Kegiatan PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 11  . Penyusunan dan Pleno Opsi/PJM ProAKSI Penyusunan dan Pleno RKM • Lakukan kesepakatan dengan pemilik lahan yang akan digunakan sebagai lokasi sarana air minum. • LKM.

• LKM. lakukan kesepakatan ulang dengan pemilik lahan. • Adanya berita acara tentang Strategi permukiman kembali yang disebabkan oleh pembebasan lahan untuk opsi terpilih (jika ada). • Jika memerlukan perpindahan penduduk maka lakukan kesepakatan dengan seluruh masyarakat penghuni lahan yang akan digunakan sebagai lokasi sarana air minum. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 12  . Penyusunan dan Pleno RKM Prosedur permukiman kembali tercantum dalam RKM (Jika ada). Pemukiman Kembali (Jika Ada) Pemilihan. Penyusunan dan Pleno Opsi/PJM ProAKSI • Gunakan peta sosial untuk menentukan lokasi dari opsi sarana air minum terpilih dan kegiatan lain untuk program jangka menengah. Buat kembali hasil kesepakatan dalam bentuk Surat Pernyataan penggunaan lahan. maka rumuskanlah strategi pemukiman kembali yang disebabkan oleh opsi terpilih atau kegiatan lain untuk program jangka menengah. identifikasi apakah penduduk perlu dipindahkan sehingga perlu ada permukiman kembali. Hasil Isi surat hibah tanah perlu selalu diperhatikan khususnya pada bagian jangka waktu penggunaan untuk memastikan tidak ada pihak yang mengajukan keberatan dikemudian hari tentang penggunaan lahan/tanah untuk sarana air minum atau sanitasi komunal. • Tim Fasilitator Masyarakat.PAMSIMAS 2010  Siklus Kegiatan Tingkat Masyarakat Pemeliharaan dan Keberlanjutan Prosedur • Lakukan pengecekan secara berkala terhadap jangka waktu penggunaan lahan. • Adanya berita acara tentang rencana permukiman kembali yang diakibatkan oleh pembebasan lahan untuk program jangka menengah (jika ada). • LKM. • Tim Evaluasi RKM. • Hasil kesepakatan dituliskan dalam sebuah Surat Pernyataan. Bila perlu ada pemindahan. • Tim Fasilitator Masyarakat. LKM Pelaku B. Lampirkan surat tersebut pada RKM yang akan diajukan dengan menyertai prosedur dan strategi yang akan dilakukan terkait pemukiman kembali. • Jika ada. • Bila jangka waktu penggunaan lahan sudah habis dan masyarakat masih memerlukan lahan tersebut sebagai lokasi sarana air minum.

• Adanya akses masyarakat miskin/masyarakat adat dalam pengambilan keputusan melalui diskusi terfokus terpisah (berita acara).2 Prosedur Pengamanan Masyarakat Rentan Siklus/Tahapan di Tingkat Masyarakat A. Lengkapi peta sosial dengan informasi akses seluruh masyarakat terhadap air minum dan sanitasi. Masyarakat Miskin dan Adat/Etnis Minoritas Penentuan Desa/Kelurahan • Perhatikan waktu dan tempat pelaksanaan sosialisasi dan rembug desa agar semua kelompok masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dalam mengemukakan pendapatnya. • Kesepakatan mekanisme kontribusi in. • Buat pertemuan diskusi berdasarkan waktu tidak sibuk masyarakat. • Adanya kehadiran masyarakat miskin dan masyarakat adat/etnis minoritas (bila ada) dalam pertemuan sosialisasi dan rembug warga (berita acara/daftar hadir). Tentukan lokasi yang dapat diakses oleh semua kelompok masyarakat. Kenali waktu dan tempat masyarakat biasa beraktifitas. • Kegiatan rembug desa dapat dilakukan dalam beberapa kali pertemuan (bila perlu pada lokasi yang berbeda) sehingga informasi tentang Pamsimas tersampaikan kepada seluruh masyarakat. kenali budaya setempat dengan lebih seksama. • Lakukan berbagai strategi untuk meredam dominasi berpendapat dari seseorang atau sekelompok dalam setiap diskusi. • Klasifikasi kesejahteraan seluruh masyarakat tergambar jelas dalam peta sosial.cash sensitif terhadap masyarakat miskin/masyarakat adat atau etnis minoritas (berita acara). • Gunakan media dan bahan diskusi yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat. • Keputusan diambil dan disetujui oleh seluruh lapisan masyarakat. • Akses air minum dan sanitasi awal dari setiap klasifikasi kesejateraan masyarakat tergambar jelas dalam peta sosial. • Berikan informasi yang lengkap tentang Pamsimas dengan cara menempelkan poster di tempat yang strategis. Termasuk kelompok masyarakat miskin dan terpencil. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 13  . • Daftar desa/kelurahan yang memiliki indeks kemiskinan tinggi. Gunakan banyak media gambar bila sebagian besar masyarakat tidak bisa baca dan tulis. Khusus masyarakat terpencil/etnis minoritas. Tuangkan hasil diskusi dalam peta sosial. membagikan leaflet. Prosedur Hasil Pelaku IMAS dan CLTS • Keterwakilan masyarakat miskin dalam setiap pertemuan dan diskusi terfokus (berita acara/daftar hadir). Tim Fasilitator Masyarakat. • Lakukan orientasi lapangan mengelilingi desa untuk memperoleh gambaran umum dari karakteristik masyarakatnya. atau membuat diskusi-diskusi kecil yang bersifat informal dengan bahasa yang sederhana dan tidak rumit. baik masyarakat kaya dan masyarakat miskin. • Aparat Desa. • Lakukan diskusi bersama masyarakat untuk menentukan kriteria klasifikasi kesejahteraan berdasarkan pandangan masyarakat setempat. • Tokoh masyarakat. Buat pertemuan terpisah antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin.PAMSIMAS 2010  Tabel 3.

• Menyusun rencana kegiatan pengamanan sosial untuk memastikan keterlibatan semua lapisan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. • Perwakilan masyarakat miskin dan masyarakat adat/etnis minoritas sebaiknya turut menduduki posisi sebagai pengurus LKM/Satlak sehingga mereka bisa terlibat dalam pengambilan keputusan. RKM harus diplenokan dihadapan masyarakat. dan jumlah sarana. Demikian pula dengan masyarakat adat/etnis minoritas. • Tim Fasilitator Masyarakat. • Tim Fasilitator Masyarakat. khususnya pada kelompok masyarakat miskin dan masyarakat adat/etnis minoritas. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 14  . Pelaksanaan Kegiatan (Konstruksi SAMS. sesuai dengan waktu dan kebiasaan setempat. • Akses masyarakat miskin pada manfaat kegiatan dan layanan sarana (cakupan layanan dalam RKM). • Keterlibatan masyarakat miskin dalam pelaksanaan kegiatan dan pelatihan (berita acara). sanitasi dan kesehatan. • Kehadiran masyarakat miskin dalam setiap pertemuan pemilihan opsi dan penyusunan PJM ProAKSi (berita acara/daftar hadir). • Sebelum diajukan. • Akses masyarakat miskin pada manfaat program jangka mengengah (prioritas dalam PJM ProAKSi). • LKM. Diskusi dapat dilakukan secara terpisah.PAMSIMAS 2010  Siklus/Tahapan di Tingkat Masyarakat Pembentukan dan Pleno LKM Prosedur • Adakan pertemuan pada waktu dan tempat yang memungkinkan untuk dihadiri masyarakat termasuk masyarakat miskin dan masyarakat adat/etnis minoritas (bila ada). lokasi. Seluruh masyarakat. suara masyarakat miskin harus diperhatikan karena masyarakat miskin mempunyai kebutuhan dan kemampuan yang berbeda dengan masyarakat kaya. kaya dan miskin termasuk masyarakat adat/etnis minoritas mempunyai hak yang sama untuk: • Terlibat dalam setiap tahapan dan operasional proyek. • Tersusunnya Bab 6 RKM (Rencana Pengamanan Lingkungan dan Sosial). Penyusunan dan Pleno RKM • Semua cakupan layanan dan kegiatan difokuskan pada kelompok masyarakat yang mempunyai masalah dengan air minum. • Hasil • Adanya kehadiran masyarakat miskin dan masyarakat adat/etnis minoritas dalam setiap pertemuan pemilihan LKM (berita acara/daftar hadir). • Opsi terpilih sensitif terhadap pengguna terutama masyarakat miskin dan sensitif terhadap kebutuhan dan aturan adat/etnis yang diperoleh dari diskusi terfokus terpisah (berita acara pemilihan opsi). Penyusunan dan Pleno PJM ProAksi dan Pemilihan Opsi • LKM. • Membantu konstruksi tanpa menambah beban kerja bagi mereka. • Keterwakilan masyarakat miskin dalam struktur LKM (berita acara pembentukan LKM). termasuk masyarakat adat/etnis minoritas. • Tim Evaluasi RKM. Pelatihan dan Kesehatan) • LKM. khususnya opsi sarana air minum. • Diskusi dengan kelompok miskin tidak harus dilakukan bersamaan/dicampur dengan kelompok kaya. Pelaku Tim Fasilitator Masyarakat. Pleno harus dihadiri oleh masyarakat yang mewakili setiap dusun. Peserta pleno harus terdiri dari kelompok kaya dan miskin serta laki-laki dan perempuan. • Beri kesempatan kelompok miskin untuk ikut memberikan input perbaikan terhadap RKM. • Kehadiran masyarakat miskin dalam setiap pertemuan penyusunan RKM termasuk pada saat Pleno RKM (berita acara/daftar hadir). Minta pendapat terkait rancang bangun (design). • Untuk proses pemilihan opsi. • Konstruksi sarana terbangun sensitif terhadap kebutuhan pengguna. • Tim Fasilitator Masyarakat.

• Kehadiran perempuan minimal 30% dalam pemicuan (berita acara/daftar hadir). • Tokoh masyarakat. pengelolaan dan pengembangan termasuk penentuan tariff iuran dilakukan berdasarkan hasil diskusi seluruh masyarakat. PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 15  .PAMSIMAS 2010  Siklus/Tahapan di Tingkat Masyarakat Prosedur • Mendapat upah yang sama kalau mereka melakukan pekerjaan yang sama dalam konstruksi sarana air bersih dan sanitasi. • Penetapan iuran/ tarif yang sensitif terhadap masyarakat paling miskin (struktur tariff/subsidi silang). Media sosialisasi harus terpasang dan dibagikan pada tempat-tempat yang biasa dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok perempuan seperti Posyandu. Posisi melingkar dimana laki-laki dan perempuan ditempatkan pada posisi yang sama adalah kondisi terbaik. Kehadiran perempuan dalam pertemuan sosialisasi dan rembug warga (berita acara/daftar hadir). Bila melakukan pertemuan yang bersifat campuran (laki-laki dan perempuan) perhatikan posisi duduk. Buat pertemuan diskusi berdasarkan waktu dimana kelompok perempuan tidak sibuk. Jangan menempatkan perempuan di belakang laki-laki. Memastikan perempuan terlibat dalam pengambilan keputusan. Jika secara adat dan agama tidak memungkinkan untuk dilakukan pertemuan bersama sebaiknya buat pertemuan secara terpisah antara laki-laki dan perempuan. Bila diperlukan gunakan fasilitator perempuan untuk diskusi kelompok perempuan. • Memperoleh hak yang sama untuk dilatih dalam konstruksi. • LKM. Pemeliharaan dan Keberlanjutan • Untuk bisa membuat keputusan sebaiknya perwakilan masyarakat miskin dan masyarakat adat/etnis minoritas menduduki posisi sebagai pengurus Badan Pengelola. • Badan Pengelola. Salah satu strategi pertemuan adalah dengan menggunakan pertemuan-pertemuan rutin perempuan seperti saat pengajian atau arisan. Perempuan Penentuan Desa/Kelurahan • • • • Perhatikan waktu dan tempat pelaksanaan sosialisasi dan rembug desa agar perempuan dipastikan dapat berpartisipasi dalam pertemuan. • Keterwakilan masyarakat miskin dalam struktur Badan Pengelola (berita acara). pengelolaan dan pengembangan yang berpihak kepada masyarakat miskin (aturan BP). Bila melakukan pertemuan terpisah. PUSKESMAS atau Pustu. Berikan informasi yang lengkap tentang persyaratan Pamsimas. • Aparat Desa. • Aturan pemanfaatan. Tim Fasilitator Masyarakat. IMAS dan CLTS • • • • Kehadiran perempuan minimal 30% dalam setiap pertemuan dan diskusi terfokus (berita acara/daftar hadur). • Tim Fasilitator Masyarakat. pemeliharaan jangka panjang. Hasil Pelaku B. • Semua aturan tentang pemanfaatan. Lakukan beberapa kali pertemuan (bila perlu pada lokasi yang berbeda). pastikan perempuan nyaman dengan fasilitor. • Akses perempuan dalam pengambilan keputusan melalui diskusi terfokus terpisah (berita acara).

Buat pertemuan yang disesuaikan dengan waktu perempuan bisa terlibat aktif. • Kehadiran perempuan minimal 30% dalam setiap pertemuan pemilihan opsi dan penyusunan PJM ProAKSi (berita acara/daftar hadir). • Tim Fasilitator Masyarakat. • Menyusun rencana kegiatan pengamanan sosial untuk memastikan keterlibatan semua lapisan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan • Beri kesempatan kapada perempuan untuk ikut memberikan masukan terhadap RKM. termasuk perempuan. Gunakan banyak media gambar bila sebagian besar perempuan tidak bisa baca dan tulis. • Akses perempuan dalam pengambilan keputusan melalui diskusi terfokus terpisah (berita acara/daftar hadir). • Kehadiran perempuan minimal 30% dalam pertemuan pleno RKM (berita acara). Tentukan lokasi yang dapat diakses oleh semua masyarakat.       PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 16  . khususnya opsi sarana air minum. • LKM. Diskusi dapat dilakukan secara terpisah. RKM harus diplenokan dihadapan masyarakat. Untuk memotivasi keterlibatan perempuan. Kedudukan perempuan sebaiknya tidak hanya mengumpul di satu unit misalnya pada unit kesehatan saja tetapi menyebar dalam setiap posisi Satlak Pamsimas. • Opsi terpilih sensitif terhadap pengguna terutama perempuan. • Akses perempuan dalam pengambilan keputusan melalui diskusi terfokus terpisah (berita acara). Tim Fasilitator Masyarakat Hasil Pelaku • Penyusunan dan Pleno PJM ProAksi dan Pemilihan Opsi • Diskusi dengan kelompok perempuan tidak harus dilakukan bersamaan/dicampur dengan kelompok laki-laki. suara perempuan harus diperhatikan karena kelompok perempuan yang nantinya akan lebih banyak berhubungan dengan masalah air.PAMSIMAS 2010  Siklus/Tahapan di Tingkat Masyarakat • Pembentukan dan Pleno LKM • • • Prosedur Gunakan media dan bahan diskusi yang disesuaikan dengan kondisi perempuan. Penyusunan dan Pleno RKM • Sebelum diajukan. • Adanya keterwakilan perempuan dalam struktur LKM/Satlak PAMSIMAS (berita acara/daftar hadir). Pemilihan Tingkat dusun/RW dan Pleno (berita acara/daftar hadir). Pleno harus dihadiri oleh masyarakat yang mewakili setiap dusun. Pada pertemuan pembentukan LKM. • Bab VI RKM (Pengamanan Lingkungan dan Sosial) • LKM. bidan desa atau kader kesehatan dapat dijadikan sebagai anggota Satlak Pamsimas. • Tim Fasilitator Masyarakat. Peserta pleno harus terdiri dari kelompok kaya dan miskin serta laki-laki dan perempuan. • Tim Evaluasi RKM. • Kehadiran perempuan minimal 30% dalam setiap pertemuan dan pleno pemilihan LKM: pertemuan sosialisasi rencana pembentukan LKM. sesuai dengan waktu dan kebiasaan setempat. Untuk bisa membuat keputusan sebaiknya perempuan menduduki posisi sebagai pengurus LKM/Satlak. • Untuk proses pemilihan opsi. jika perempuan yang sudah menikah tidak dapat hadir sebaiknya diundang juga perempuan yang belum menikah sehingga suara terwakili.

• Tim Fasilitator Masyarakat. Pemeliharaan dan Keberlanjutan • LKM. Pelatihan dan Kesehatan) Prosedur Seluruh masyarakat. pengelolaan dan pengembangan termasuk penentuan tariff iuran dilakukan berdasarkan hasil diskusi seluruh masyarakat.     PETUNJUK TEKNIS PENGAMANAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL 17  . • Memperoleh hak yang sama untuk dilatih dalam konstruksi dan pemeliharaan jangka panjang. • Keterwakilan perempuan dalam struktur Badan Pengelola (berita acara pembentukan Badan Pengelola). maka harus ada perwakilan perempuan yang menduduki posisi sebagai pengurus Badan Pengelola. • Untuk bisa membuat keputusan yang memenuhi kebutuhan semua pihak. pengelolaan dan pengembangan yang berpihak kepada kepentingan perempuan (aturan BP). Hasil • Keterlibatan perempuan dalam pelaksanaan kegiatan dan pelatihan (berita acara). • Membantu konstruksi tanpa menambah beban kerja mereka. • Tim Fasilitator Masyarakat. • Badan Pengelola. • Aturan pemanfaatan. • Mendapat upah yang sama kalau mereka melakukan pekerjaan yang sama dalam konstruksi sarana air bersih dan sanitasi. Pelaku • LKM. laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama untuk: • Terlibat dalam setiap tahapan dan operasional proyek.PAMSIMAS 2010  Siklus/Tahapan di Tingkat Masyarakat Pelaksanaan Kegiatan (Konstruksi SAMS. • Konstruksi sarana terbangun yang sensitif terhadap kebutuhan pengguna. terutama perempuan dan anak-anak (laporan pekerjaan). • Semua aturan tentang pemanfaatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful