TUGAS BIOKIMIA II

SIKLUS ASAM SITRAT

Oleh : Windha Novita Suryapratiwi (140210070063) Sani Widyastuti Pratiwi (140210070075) Sihabudin (14021007007003)

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran

Siklus Asam Sitrat
Beberapa sel menghasilkan energi berupa ATP dari fermentasi, pemecahan glukosa melalui penghilangan oksigen. Kebanyakan sel eukariotik dan bakteri hidup pada kondisi aerob dan mengoksidasi sumbesi organic menjadi karbondioksida dan air yang merupakan glikolisis namun pada step yang pertama menyempurnakan oksidasi pada glukosa. Pada fase anaerobic pada katabolisme atau biasa disebut dengan respirasi yang ditujukan pada organisme multiselular yang meningkatkan O2 dan menhasilkan CO2. bagian ini merupakan bagian sel yang menggunakan O2 sehingga dihasilkan CO2. proses ini dinamakan sebagai resperasi selular. Respirasi selular terjadi melalui tiga tahap yaitu :

Pada tahap pertama terjadi oksidasi asam lemak, glukosa, dan beberapa asam amino sehingga dihasilkan asetil-CoA. Lalu pada tahap dua asetil group masuk ke

Pada tahap ketiga electron yang dibawa oleh NADH dan FADH2 disalurkan melalui rantai di mitokondria. PDH complex merupakan prototype dari dua komplek enzim terpenting yaitu α-ketoglutarate dehydrogenase pada siklus asam sitrat dan rantai percabangan asam α-keto dehydogenase pda jalur oksidasi asam amino. . asam lemak dan kebanyakan asam amino dioksidasi menjadi CO2 dan H2O melalui siklus asam sitrat dan rantai pernapasan.dalam siklus asam sitrat dimana terjadi reaksi oksidasi secara enzimatik yang memisahkan empat electron. Konversi pertama piruvat menjadi asetil group dan selanjutnya masuk asetil group tersebut ke siklus asam sitrat biasa disebut dengan siklus asam triasilkarboksil (TCA) atau siklus krebs. Sedangkan pada glukosa dan beberapa gula lainnya melalui dioksidasi menjadi asetil-CoA dan CO2 melalui pyruvatedehydrogenase (PDH) complex. sehingga dihasilkan CO2. kerangka karbon dari gula dan asam lemak terdegradasi menjadi asetil group yaitu asetil-CoA yang merupakan bahan bakar pada siklus asam sitrat. energi yang dihasilkan dirubah saat pembentukan ATP sehingga proses ini dinamakan phosporilasi oksidatif. dan kemuadia energi tersebut a tahapdirubah melalui reduksi electron pembawa NADH dan FADH. Siklus asam sitrat merupakan pusat metabolisme yang merupakan jalur pendegradasi masuk an jalur anabolisme leading out dan mengkordinasi jalur lainnya. electron pembawa pada rantai pernapasan mereduksi O2 menjadi H2O. Namun sebelum masuk ke dalam siklus asam sitrat. Produksi Acetyl-CoA (Asetat teraktivasi) Pada oganisme aerobic. Asam amino didegradagi melalui siklus lain sehingga dapat menjadi asetil-CoA. 1. Pyruvate dioksidasi menjadi Acetyl-CoA dan CO2 Reaksi ini dikatalisis oleh pyruvate dehydroenase complekx yaitu oxidative decarboxylation. glukosa dan beberapa gula lainnya.

flavin adenine dinueleotide (FAD). Sedangkan empat vitamin yang dibutuhkan dalam nutrisi tubuh yaitu tiamin (dalam TPP). coenzim A (CoA). Koenzim A mempunyai gugus tiol yang rekatif (-SH) yang berperan pada KoA sebagai pembawa asil pada reaksi metabolik.Dimana merupakan proses oksidasi irrevelsibel. Selain itu juga dihasilkan NADH yang merupakan hasil pemberian ion hidrida pada rantai pernapasan yang membawa dua electron menjadi oksigen. Berdasarkan gambar 16. riboflavin ( dalam FAD). Gugus asil berikatan kovalen ke gugus tiol. membentuk tioester. Karena memiliki energi bebas standar yang . niasin (dalam NAD) dan pantotenat (dalam KoA). group carboxyl merepakan hasil pemindahan dari piruvat menjadi CO2 dan dua karbn sisanya membentuk asetilCoA. nicotinamide adenine dinucleotide (NAD).2 dapat ditunjukan adanya kombinasi antara dehidrogenase dan dekarboksilasi dari piruvat menjadi asetil-CoA dengan menggunakan tiga enzim yang berbeda sebagai katalis dan lima coenzim yaitu Thiamine pyrophosphate (TPP). dan lipoate. Electron hasil transfer degenerate menjadi ATP Pyruvate dehydrogenerase complex membutuhkan lima koenzim.

). sehingga bertindak sebagai “activated” untuk gugus transfer. Kofaktor ke lima pada kompleks PDH. gugus lipoil dapat terjadi dalam bentuk teroksidasi (disulfide) dan tereduksi (ditiol). . Lalu gugus –SH pada merkaptoetilamina membentuk suatu tiester dengan asetat dalam asetil-koenzim A (asetil-KoA). karena kapasitas untuk mengalami reaksi oksidasi – reduksi. yaitu lipoat memiliki dua gugus tiol yang dapat mengalami oksidasi reversible menjadi ikatan disulfida ( -S-S. lipoat juga bertindak sebagai suatu pembawa electron (hydrogen) dan sebagai pembawa asil. tioester memiliki gugus asil dengan potensial transfer yang tinggi dan dapat memberikan gugus asilnya kepada akseptor molekul. Gugus hidroksil di posisi 3’ pada moiety ADP mempunyi gugus fosforil yang tidak terdapat dalam keadaan ADP bebas. Gugus asil menyerang ke koenzim A.relative tinggi pada hidrolisis. Dari gambar tersebut terlihat bahwa gugus hidroksil pada asam pantotenat bergabung untuk mengubah ( memodifikasi ) ADP oleh ikatan fosfat ester. dan gugus karboksil menyerang β-merkaptoetilamina dalam ikatan amida.

gambar tiga dimensi PDH kmpleks. dehidrogenase.Kompleks Piruvat Dehidrogenase Terdiri dari Tiga Enzim PDH kompleks mengandung tiga enzim yaitu piruvat dehidrogenase (E1). menunjukan stuktur subunit: E1. dan E3. PDH kompleks diisolasi dari mamalia dengan diameter sekitar 50 nm. lalu dikombinasikan dengan study kristalografi pada subunitnya masing-masing. dihidrolipoil transasetilase (E2) dan dihidrolipoil dehidrogenase (E3). dihidrolipoil transasetilase . Core (hijau) terdiri dari 60 molekul pada E2. E2. yang disusun dalam 20 trimer untuk . Pada setia enzimnya mampu untuk melipatgandakan diri. dihidrolipoil Gambar ini merupakan rekonstruksi dari analisis dari gambar (a). piruvat dehidrogenase.

yang mengandung sisi aktif asil transferase.E2 mangandung tiga tipe ikatan domain : amino-terminal domain lipoil. Dalam Channel Substrat. Pada dasarnya E1-E2E3 merupakan suatu reaksi oksidasi dari α-ketoglutarate pada siklus asam sitrat dan reaksi oksidasi antara asam α-keto yang merupakan turunan dari pemecahan rantai cabang asam amino valine. isoleusine dan leusine. Lalu subunit E3 (merah) juga mengikat ke core. Bagian kompleks tersebut terdiri dari dua protein regulasi. pusat E1 dan E3 ikatan domain dan iner-core domain asiltransferase. mengikuti lengan terakhir pada E2 yang dapat menjangkau sisi aktifnya.membentuk suatu dodecahedron pentagonal. Intermediate Tidak Pernah Lepas dari Permukaan Enzim Gambar ini menunjukan skema bagaimana piruvat dehidrogenase membawa lima reaksi berurutan dalam dekarboksilasi dan dehidrogenasi piruvat. yang mengandung lipoil-residu lisin. Lalu domain lipoil pada E2 (biru) menjangkau keluar untuk menyentuh sisi aktif molekul E1 (kuning) yang disusun pada core E2. . Gambar 16-5 Kompleks Piruvat Dehidrogenase Aktif site pada E1 berikatan dengan TPP dan E3 berikatan dengan FAD.

untuk membentuk asetil tioester yang direduksi gugus lipoil.membentuk NADH. Piruvat dehidrogenase juga dibawa keluar. • Tahap 3 : merupakan proses tranesterifikasi dari gugus –SH pada KoA menggantikan gugus –SH pada E2 untuk menghasilkan asetil-KoA dan direduksi (ditiol) membentuk gugus lipoil. Biasanya menyerang pada orang-orang yang biasa mengkonsumsi banyak alkohol karena makanan yang mengandung vitamin tersebut didistilasi dengan adanya alkohol sehingga menyebabkan penyakit beri-beri. dan penyimpanan kembali bentuk oksidasi pada gugus lipoilisil pada E2.Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan thiamine untuk mengoksidasi piruvat secara normal. • Tahap 2 : transfer dua electron dan gugus asetil dari TPP ke dalam bentuk oksidasi dari gugus lipoilisil pada core enzim. dihidrolipoil transasetilase (E2). . • Tahap 4 : dihidrolipoil dehidrogenase (E3) menaikan transfer pada dua atom hydrogen dari reduksi gugus lipoil pada E2 ke FAD gugus prostetik pada E3. mengalami proses dekarboksilasi menuju derivate hidroksietil. Beri-beri merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena defisiensi dari thiamine yang kehilang fungsi neural. • Tahap 5 : reduksi FADH2 pada transfer ion hidrida ke NAD+.Gambar 16-6 Dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil-KoA oleh PDH kompleks • Tahap 1 : piruvat bereaksi dengan ikatan tiamina pirofosfat (TPP) pada piruvat dehidrogenase (E1). Mutasi pada gen subunit PDH complex atau adanya efisiensi dari thiamine dapat menyebakan penyakit.

lima karbon α-Ketoglutarat suksinat (oksoglutarat). Setiap satu siklus asam sitrat. Selanjutnya dikonversikan secara enzimatik dalam tiga tahap menjadi senyawa empat karbon. satu molekul oksaloasetat digunakan untuk membentuk sitrat dan kemudian akan dihasilkan kembali. dimana 4 diantaranya merupakan proses oksidasi. dan karbohidrat. Siklus Asam Sitrat Untuk memulai perputaran siklus. masih mengandung molekul enam karbon. asetil-KoA akan mendonasikan gugus asetilnya pada senyawa oksaloasetat dengan empat karbon membentuk sitrat dengan enam karbon. Satu siklus asam sitrat terdiri dari 8 tahapan reaksi. oksaloasetat—yang kemudian akan segera bereaksi kembali dengan molekul asetil-KoA lain. α –Ketoglutarat kehilangan senyawa molekul CO2 yang kedua dan suksinat. . Sitrat kemudian diubah menjadi isositrat. Pada proses ini terjadi oksidasi asetil Co-A sebagai degradasi dari lemak. namun khusus karbohidrat akan melalui reaksi glikolisis terlebih dahulu sedangkan untuk lemak dan protein langsung tanpa adanya proses glikolis.Siklus asam sitrat merupakan bagian dari respirasi tahap kedua. energy yang dihasilkan digunakan untuk membentuk koenzim NADH dan FADH2 tereduksi. yang kemudian didehidrogenasi dengan kehilangan menghasilkan CO2 menghasilkan empat senyawa karbon. protein. satu gugus asetil (dua buah karbon) masuk sebagai asetil-KoA dan dua molekul CO2 dilepaskan. 2.

yang dikatalis enzim sitrat sintase. .C.1 Pembentukkan Sitrat Reaksi pertama pada siklus asam sitrat ini yaitu kondensasi asetil-KoA dan oksaloasetat menjadi sitrat.

substrat pertama terikat pada enzim. menyebabkan perubahan konformasi pada daerah yang fleksibel.Karbon metil dari gugus asetil bergabung bersama gugus karbonil dari oksaloasetat. akonitase akan melepaskan pusat besi-sulfur dan memperoleh jalur baru dalam regulasi homeostatis besi. Secara cepat reaksi hidrolisis terjadi.2 Pembentukkan Isositrat Melalui cis-Akonitat Enzim akonitase (akonitat hidratase) mengkatalis transformasi reversible dari sitrat menjadi isoitrat. Ketika sitroil-KoA dibentuk pada sisi aktif enzim. C. Sitroil-KoA terbentuk sebagai zat antara pada sisi aktif enzim. perubahan konformasi lain menyebabkan hidrolisis tioester. . melepaskan KoA-SH. Padas elsel yang kehabisan molekul besi. melalui formasi zat antara asam trikarboksilat cisakonitat. dan mengikat cis-akonitat dalam cara berbeda. membentuk sisi pengikatan dengan substrat kedua. Oksaloasetat. Akonitase membantu adisi reversible dari H2O pada ikatan rangkap enzim. KoA yang dibebaskan pada reaksi ini diperbaharui untuk menjalani dekarboksilasi oksidatif dengan molekul piruvat lain oleh kompleks PDH. yaitu asetilKoA. menghasilkan tioester (asetil-KoA) dan keton (oksaloasetat). yang berperan dalam pengikatan substrat pada sisi aktif dan dalam adisi katalitik atau penghilangan molekul H2O. KoA dan sitrat dibebaskan dari sisi aktif. Reaksi ini dikatalis oleh sitrat sintase dengan mekanisme kerja kondensasi Claisen. Sitrat sintase dari mitokondria dikristalkan dan divisualisasi oleh difraksi sinar-X dengan ada atau tidak adanya substrat dan inhibitor. menempuh jalan reksi dengan sitrat dan yang lainnya dengan isositrat. Akonitase terdiri dari pusat besi-sulfur.

C.3 Oksidasi Isositrat Menjadi α-Ketoglutarat dan CO2 Isositrat dehidrogenase mengkatalis proses dekarboksilasi oksidatif dari isositrat membentuk α-Ketoglutarat. yang terbentuk sementara tetapi . Mn2+ pada sisi aktif berinteraksi dengan gugus karbonil pada intermediet oksalosuksinat.

9 kJ/mol. .4 Oksidasi α-Ketoglutarat Menjadi Suksinil-KoA dan CO2 Tahap selanjutnya yaitu karboksilasi oksidatif lainnya. C. energi yang dibebaskan pada saat pemutusan ikatan digunakan dalam sintesis ikatan fosfoanhidrid pada GTP atau ATP. NAD dan konzim A. memiliki ikatan tioester dengan energi bebas standard dari hidrolisis yang bernilai sangat negative (ΔG’o ≈ -36kJ/mol). dimana ini terdiri dari tiga enzim yang homolog dengan E1. C. NAD+ berperan sebagai penerima elektron dan KoA sebagai pembawa gugus suksinil. E2 dan E3 dari kompleks PDH. FAD. dimana αKetoglutarat dikonversikan menjadi suksinil-KoA dan CO2 melibatkan kompleks α-Ketoglutarat dehidrogenase. dan juga pengikatan enzim dengan TPP.tidak meninggalkan sisi ikatan hingga proses dekarboksilasi mengubahnya menjadi α-Ketoglutarat. ikatan lipoate. Pada tahap selanjutnya dalam siklus asam sitrat.5 Konversi Suksinil-KoA menjadi Suksinat Suksinil-KoA. dengan keseluruhan ΔG’o hanya -2. seperti juga asetil-CoA. Reaksi yang terjadi identik dengan reaksi piruvat dehidrogenase dan kompleks αKetoglutarat dehidrogenase mirip dengan struktur dan fungsi kompleks PDH.

Formasi ATP (GTP) dengan mengorbankan pembebasan energy oleh dekarboksilasi oksidatif dari αKetoglutarat adalah fosforilasi level substrat. yang memiliki gugus transfer potensial yang tinggi. Gugus fosforil ini. dimana molekul enzim itu sendiri terfosforilasi pada residu Histidin pada sisi aktif.Enzim yang mengkatalis reaksi reversible pada tahap ini yaitu suksinil-KoA sintase atau suksinat tiokinase. seperti juga sintesis ATP pada reaksi glikolisis yang dikatalis oleh gliseraldehida-3-fosfat dan piruvat kinase. pada reaksi reversible yang dikatalis oleh nukleotida difosfat kinase: . GTP yang dibentuk dari suksinil-KoA sintase dapat menyumbangkan sambungan gugus fosforilnya pada ADP untuk membentuk ATP. ditransfer ke ADP (atau GDP) membentuk ATP (GTP). reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: Reaksi pemeliharaan energi melibatkan tahapan menengah (terbentuknya zat antara).

suksinat dehidrogenase diikat secara kuat di membran dalam mitokondria. pada bakteri di plasma membran.6 Oksidasi Suksinat Menjadi Fumarat Suksinat terbentuk dari suksinil-KoA yang dioksidasi menjadi fumarat oleh flavoprotein suksinat dehidrogenase: Pada sel eukariot. Enzim ini terdiri dari tiga kelas .C.

7 Hidrasi Fumarat Menjadi Malat Hidrasi secara reversible dari fumarat menjadi L-Malat dikatalis oleh fumarase (fumarat hidratase). Secara reverse (dari L-malat menjadi fumarat). mengkatalis hidrasi trans ikatan rangkap dua fumarat tetapi tidak pada cis ikatan rangkap dua maleat (isomer cis dari fumarat). Struktur transisi dari reaksi ini yaitu berupa karbanion: Enzim fumarase bekerja secara stereospesifik. fumarase sangatlah stereospesifik: D-malat tidak dipilihnya sebagai substrat). C. O2. . Elektron mengalir dari suksinat melalui FAD dan pusat besi-sulfur sebelum memasuki rantai pembawa elektron pada membrane dalam mitokondria. Elektron mengalir dari suksinat melalui pembawa-pembawa electron ini ke tujuan akhir yaitu penerima electron.besi-sulfur berbeda dan satu molekul yang mengikat FAD secara kovalen.

NAD-terikat pada L-malat dehidrogenase mengkatalis oksidasi L-malat menjadi oksaloasetat : Satu putaran penuh dari siklus asam sitrat dimulai dengan masuknya 2 karbon gugus asetil yang berkombinasi dengan oksaloasetat. Dua karbon muncul sebagai CO2 dari oksidasi isositrat dan α-Ketoglutarat. dua electron dari FADH2 menjadi O2 menghasilkan 1. dua elektron dari NADH menjadi O2 menjalani pembentukkan 2.5 ATP. Meskipun siklus asam sitrat hanya menghasilkan satu ATP per putaran. empat tahap oksidasi pada siklus memberikan aliran electron yang besar pada rantai pernafasan melalui NADH dan FADH2.8 Oksidasi Malat Menjadi Oksaloasetat Tahapan reaksi yang terakhir. Energi yang dibebaskan dari oksidasi ini digunakan untuk mereduksi 3NAD+ dan 1FADH dan memproduksi 1ATP atau GTP. menyebabkan pembentukan sejumlah besar molekul ATP selama phosphorilasi oksidatif.5 ATP. Saat phosphorilasi oksidatif.C. .

karbon-karbon dari oksaloasetat dan αKetoglutarat kemudian digunakan untuk membangun asam-asam amino. berpartisipasi dalam kedua jalur yaitu katabolisme dan anabolisme. mereka akan dihasilkan kembali dari berbagai reaksi anaplerotik yang memproduksi 4-karbon intermediet oleh karboksilasi 3 senyawa karbon. Reaksireaksi ini dikatalis oleh enzim piruvat karboksilase. . Sebagai contoh.Siklus asam sitrat merupakan jalur ampibolik. α-Ketoglutarat dan oksaloasetat dapat bertindak sebagai prekursor bagi asam amino aspartat dan glutamate dalam transaminasi sederhana. PEP karboksilase dan enzim malat. yang bertindak sebagai pembawa oksigen (dalam hemoglobin dan myoglobin) dan pembawa elektron (dalam sitokrom). Dan sitrat yang diproduksi pada beberapa organism digunakan untuk berbagai tujuan yang berbeda. Oksaloasetat dikonversikan menjadi glukosa dalam glukoneogenesis. Ketikan zat antara dilangsir dari siklus asam sitrat ke jalur metabolisme lain. sebagaimana nukleotida-nukleotida purin dan pirimidin. PEP karboksinase.. Siklus intermediet dapat digambarkan dan digunakan untuk berbagai produk biosintetik. Melalui aspartat dan glutamate. Suksinil-KoA adalah pusat intermediet dalam sintesis cincin porphyrin. Enzim yang mengkatalis karboksilasi pada umumnya melibatkan biotin untuk mengaktivasi CO2 dan membawanya ke acceptor seperti piruvat atau PEP.

.

Gugus karboksil teraktivasi pada reaksi yang mengkonsumsi ATP dan mengikat CO2 pada enzim yang berikatan dengan biotin. Biotin memegang peranan kunci pada banyak reaksi karboksilasi Biotin merupakan spesialis pembawa gugus 1-karbon. setiap subunit mengandung molekul biotin yang terikat secara kovalen melalui ikatan amida pada gugus ε-amino dari reside Lysin yang spesifik pada sisi aktif enzim. pada bentuk paling teroksidasinya: CO2. CO2 teraktivasi kemudian dialirkan ke acceptor pada reaksi karboksilasi. Piruvat karboksilase memiliki empat subunit yang identik.Reaksi piruvat karboksilase membutuhkan vitamin biotin. .

3. Penghambatan alosterik pada oksidasi piruvat itu membesar ketika panjang rantai asam aminonya tersedia. Produksi Aseti-KoA oleh Kompleks Piruvat Dehidrogenase yang diregulasi dengan mekanisme Allosterik dan Kovalen PDH kompleks pada mamalia dihambat dengan kuat oleh ATP . melibatkan dua tahap : pengubahan piruvat menjadi asetil-KoA (reaksi kompleks piruvat dehidrogenase). terakumulasi ketika aliran asetat yang masuk ke siklus asam sitrat itu kecil. Siklus tersebut juga diregulasi pada reaksi isositrat dehidrogenasi dan dehidrogenasi α-ketogutarat. Asetil-KoA juga diproduksi dari jalur lain selain reaksi PDH kompleks. dan masuknya asetil-KoA kedalam siklus (reaksi sitrat sintase). AMP. asetil-KoA dan NADH. Regulasi Siklus Asam Sitrat Aliran atom karbon dari piruvat yang masuk ke siklus asam sitrat baik secara allosterik efektor atau modifikasi kovalen. KoA dan NAD+. Hampir semua sel menghasikan asetil-KoA dari oksidasi asam lemak dan asam amino dan adanya intermediate dari jalur lain yang penting dalam regulasi oksidasi piruvat dan dari siklus asam sitrat. dan mengaktifkan .

Komlpeks PDH pada tanaman. kompleks PDH tidak aktif oleh fosforilasi pada E1. Gambar 16-18 regulasi aliran metabolic dari kompleks PDH melalui siklus asam sitrat pada mamalia Pada mamalia. Protein spesifik kinase akan mengbonaktifkan E1 dan phosphoprotein phosphatase akan memindahkan grup fosforil melalui hidrolisis yang mengaktifkan E1. Ketika [ATP] rendah. yang dihambat oleh produk. Kompleks PDH mamalia tersebut mengandung dua protein regulator yang berfungsi untuk meregulasi aktivitas pada kompleks tersebut. Kompleks PDH tersebut dihambat oleh fosforilasi reversible dari suatu residu serin. dan jalan kembali ketika permintaan energi yag tinggi dan sel membutuhkan fluks yang lebih besar pada asetil-KoA yang masuk ke dalam siklus asam sitrat. dan megaktifkan kompleks. yaitu NADH dan asetil-KoA. aktivitas kinase menurun dan aksi fosfatase menghilangkan gugus fosforil dari E 1. Enzim tanaman .kompleks PDH. terletak di matriks mitokondria dan di plastida. bila kinase diaktifkan oleh ATP : ketika [ATP] tinggi. mekanisme regulasi dikomplementasi oleh level kedua dari regulasi : modifikasi kovalen protein. Sehingga aktivitas enzimya terhenti ketika tersedia banyak bahan bakar (fuel) dalam bentuk asam lemak dan asetil-KoA dan ketika sel memiliki rasio [ATP]/[ADP] dan [NADH]/[NAD+] tinggi.

Pada otot vertebrata. adanya alosterik feedback penhambatan yang mengkatalis reaksi awal pada siklus asam sitrat. Penghambat sitrat sintase oleh ATP dapat dikurangi dengan adanya ADP. yaitu sinyal untuk kontraksi dan untuk meningkatkan permintaan ATP. Pada kondisi normal. jika [NADH]/[NAD+] tinggi. sitrat memblok sitrat sintase. Ca2+. di dalam sel. reaksi malat dehidrogenase pada dasarnya itu setimbang dan ketika [NADH]/[NAD+] tinggi. reaksi dehidrogenase akan dihambat oleh aksi massa. dimana piruvat dihambat oleh kinase.suatu produk oksidasi dari isositrat dan α-ketoglutarat. isositrat dehidrogenase dan α-ketoglutarat dehidrogenase (gambar 16-18). Tersedianya substrat untuk sitrat sintase (asetil-KoA dan oksaloasetat) dengan metabolic pada sel dan kadangkadang lajunya terbatas pada pembentukan sitrat. dan produk terakhir. yaitu suatu activator alosterik pada enzim tersebut.mitokodria juga dapat diregulasi oleh proses fosforilasi. Singkatnya. Pengakumulasian (pengumpulan) produk menghambat tiga tahap pada siklus yaitu : suksinil-KoA menghambat α-ketogluarat dehidrogenase ( dan juga sitrat sintase). NADH. konsentrasi oksaloasetat rendah. yang menyebabkan tidak aktifnya kompleks tersebut. dasar dari glikolisis dan siklus asam sitrat itu yaitu integrasi sehingga banyak glukosa yang dimetabolisme menjadi piruvat yang memerlukan persediaan bahan bakar untuk siklus asam sitrat. mengaktifkan isositrat dehidrogenase dan α-ketoglutarat dehidrogenase. penghambatan yang disebabkan oleh adanya pengakumulasian terhadap produk. Beberapa faktur yang empengauhi kevepatan fluk sampai ke dalam suatu siklus asam sitrat yaitu ketersediaanya substrat. dapat memperlambat tahap pertama pada siklus. sehingga mengaktifkan kompleks PDH dan NH4+ menstimulasi kinase. ATP menghambat sitrat sintase dan isositrat dehidrogenase. Siklus Asam Sitrat Diregulasi dengan Tiga Tahap Eksergonik Tiga tahap exergonik tersebut dikatalisis oleh sitrat sintase. .

Di dalamnya dapat mennjukan adanya substrat channeling pada kompleks multi enzim pada alur metabolik lainnya. tetapi bisa terjadi penghancuran. .Subrat Channeling sampai Kompleks Multienzim Dapat Terjadi di dalam Siklus Asam Sitrat Enzim dalam siklus asam sitrat merupakan suatu komponen yang larut dalam matrik mitokondria dimana pada prose pertumbuhan menunjukan indikasi bahwa di dalam mitokondria turut serta sebagai kompleks multi enzim. dapat mengakibatkan penyakit yang serius. • Kerusakan genetic pada peran gen fumarat akan menjadi tumor di otot halus (leiomas) dan ginjal. Mutasi pada enzim siklus asam sitrat sangat jarang terjadi pada manusia dan mamalia lainnya. Enzim pada siklus asam sitrat dapat ditemukan terasosiasi dengan membran mitokondria bagian alam ang ditunjukan untuk berdifusi pada matrik mitokondria yang lebih lambat dibandingkan dengan protein individual dalam larutan. Dan enzim lainnya sebagai fungsi terlarut dalam sel sebagai kompleks pengenal yang peka terhadap channel intermediet Peranan Penting Beberapa Mutasi pada Enzim dari Siklus Asam Sitrat menjadi Penyakit Kanker Ketika mekanisme untuk regulasi suatu jalur seperti siklus asam sitrat diliputi oleh gangguan utama metabolic.

Dampak dari mutasi gen fumarase dan suksinat dehidrogenase dijelaskan sebagai gen tumor supresor. Pada tanaman. enzim – enzim siklus glioksilat mengkatalis konversi keseluruhan dari asetat menjadi suksinat atau empat kerangka karbon intermediet lainnya dari siklus asam sitrat: .Prinsip regulasi enzimatik : 1. Produksi adari asetil-KoA untuk siklus asam sitrat oleh kompleks PDH di hambat oleh ATP. atau asetat hasil turunan dari asam lemak. isositrat dehidrogenase dan α-keiglutarat dehidrogenase. Konversi PEP menjadi piruvat dan piruvat menjadi asetil-KoA merupakan reaksi eksergonik yang irreversible. dapat terjadi aktivasi yang mendukung dalm aktivitas enzim.• Mutasi pada suksinat dehidrogenase akan menyebabkan tumor kelenjar adrenalin (feokromositomas) pada Mekanisme pada pembentukan tumor dihasilkan dari suatu pseudohipoksi. NADH dan asam sitrat. Siklus Glioksilat Vertebrata tidak dapat mengkonversi asam lemak. Secara istilahnya terjadi feedback inhibition yang merupakan suatu unpan balik inhibisi. dan distimulasi oleh AMP. Zat pendukung reaksi adalah substrat reaksi yang tinggi → dengan substrat tinggi. Vertebrata tidak memiliki enzim-enzim spesifik untuk siklus glioksilat (isositrat liase dan malat sintase) sehingga tidak dapat mensintesis glukosa dari lipid. invertebrata tertentu dan beberapa mikroorganisme. sehingga terdapat efisiensi energi. Di dalam sel dengan mutasi itu. menjadi karbohidrat. 4. NAD+ dan KoA. Zat penghambat rekaksi adalah produk reaksi → misalkan pada siklus ini jika NADH tinggi dan NAD+ rendah maka akan terjadi pemblokan karena produk telah berlebih 2. Dasar keseluruhan siklus asam sitrat adalah dikontrol oleh dasar pengubahan piruvat menjadi asetil-KoA dan oleh fluks sitrat sintase. terjadi suatu regulasi gen normal yang diregulasi oleh HIF-1α. asetil-KoA.

transformasi enzimatik dari asam dikarboksilat dan trikarboksilat terjadi pada tiga kompartemen intraselular: mitokondria.Dalam siklus asam glioksilat. sitrat dikonversi menjadi isositrat sama seperti pada siklus asam sitrat. Pada perkecambahan biji. asetil-KoA dikondensasikan dengan oksaloasetat membentuk sitrat. yang akan berkondensasi dengan molekul asetil-KoA memulai putaran kembali untuk siklus glioksilat. Secara beruntun malat dioksidasi menjadi oksaloasetat. . glioksisom dan sitosol. yang dikatalis oleh malat sintase. Glioksilat kemudian berkondensasi dengan molekul kedua dari asetil-KoA membentuk malat. Tahap selanjutnya penguraian isositrat oleh isositrat liase membentuk suksinat dan glioksilat.

dan kembali memasuki siklus asam sitrat dan ditransformasikan menjadi malat. isositrat secara langsung akan memasuki biosintesis via siklus glioksilat. maka isositrat akan memasuki siklus asam sitrat dan ATP dihasilkan. Oksaloasetat dikonversi melalui glukoneogenesis menjadi heksosa dan sukrosa. Suksinat kembali ke mitokondria. aktivitas regulasi isositrat dehidrogenase menentukan pembagian isositrat antara siklus glioksilat dan siklus asam sitrat. dan terpecah menjadi glioksilat dan suksinat oleh enzim isositrat liase. Aspartat dikonversi menjadi oksaloasetat.Kerangka karbon oksalat dari siklus asam sitrat (dalam mitokondria) dibawa ke glioksisom pada pembentukan asapartat. Adapun pengaturan koordinasi antara siklus asam sitrat dan siklus glioksilat. Ketika enzim teraktivasi oleh dephosphorilasi (oleh phosphatase spesifik). Ketika enzim dinonaktifkan oleh phosphorilasi (oleh protein kinase spesifik). Sitrat yang terbentuk kemudian dikonversikan menjadi isositrat oleh enzim akonitase. yang dikondensasikan dengan asetil-KoA. . Yang masuk ke sitosol dan dioksidasi menjadi oksaloasetat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful