LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 8 KALORIMETER

NAMA NPM ASISTEN

: EKA DWI JULIANSYAH : 240210100035 : DINI KURNIATI

TANGGAL/JAM : 16 DESEMBER 2010/15.00-17.00 WIB

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2010

. antara lain : energi kimia. energi kalor.1 Latar Belakang Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan dan diciptakan melainkan hanya dapat diubah dari satu bentuk energi kebentuk energi yang lain. energi kinetik dan lain-lain. energi potensial gravitasi. Di alam ini banyak terdapat jenis energi. Salah satu bnentuk penerapan hukum kekekalan energi tersebut dapat dilihat pada saat pengkonversian energi dari energi listrik menjadi energi panas dengan menggunakan kalorimeter.2 Tujuan Praktikum Mahasiswa diharapkan mampu memahami sistem kerja kalorimeter serta mahasiswa juga dapat mengetahui arti fisis dari tara panas listrik. 1. energi listrik.BAB I PENDAHULUAN 1.

7. 4.fungsi : sebagai alat pengukur volume air yang harus dimasukkan dalam kalorimeter Kalorimeter dilengkapi dengan kumparan pemanas dan pengaduk. 4. fungsi : sebagai alat pengukur arus listrik Gelas ukur.1 Alat dan Bahan 1.BAB II METODE PRAKTIKUM 3. fungsi : sebagai alat pengukur suhu air Voltmeter. fungsi : sebagai alat pengukur tegangan Stopwatch. ampere. fungsi : sebagai alat ukur utama dalam percobaan kali ini Termometer. 5. Amperemeter. 2. Catat nilai tegangan pada voltmeter Catat nilai kenaikan suhu yang ditunjukkan termometer setiap 3 menit sekali selama 15 menit menggunakan stopwatch Ulangi prosedur diatas dengan arus listrik sebesar 4 Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan Rangkai sistem pada percobaan kalorimeter Ukur 100 ml air suling menggunakan gelas ukur kemudian dimasukan kedalam kalorimeter Hubungkan arus listrik dan sistem Atur arus sebesar 2 ampere (ditunjukkan oleh . 8. 3. amperemeter) 6. 5.2 Prosedur Praktikum 1. 2. 7.fungsi : untuk menghitung waktu kenaikan suhu 5 kabel penghubung 3. 3. 6.

∆T . Kristal sempurna murni pada suhu nol mutlak menunjukkan keteraturan tertinggi yang dimungkinkan dalam sistem termodinamika. 1987) Hukum kedua termodinamika yaitu membahas tentang reaksi spontan dan tidak spontan. Hukum ketiga termodinamika menyatakan bahwa entropi dari kristal sempurna murni pada suhu nol mutlak ialah nol. Proses spontan yaitu reaksi yang berlangsung tanpa pengaruh luar. Entropi mutlak selalu mempunyai nilai positif (Petrucci.1 Hukum Kekekalan Energi Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa “Energi tak bisa diciptakan atau dimusnahkan. entropi meningkat. kalor jenis zat (c) dan perubahan suhu (∆T). energi hanya bisa diubah dari suatu bentuk menjadi bentuk energi lain” 2. Jika suhu ditingkatkan sedikit diatas 0 K. Sedangakan reaksi tidak spontan tidak terjadi tanpa bantuan luar. 1987) Kalor reaksi dapat diperoleh dari hubungan massa zat (m). c . yang dinyatakan dengan persamaan berikut q = m .2 Hukum Termodinamika Hukum pertama termodinamika menghubungkan perubahan energi dalam suatu proses termodinamika dengan jumlah kerja yang dilakukan pada sistem dan jumlah kalor yang dipindahkan kesistem (Petrucci.BAB III TINJAUAN PUSTAKA 2.

Ini adalah Azas Black yang dasarnya adalah kekekalan energi.tawal) c = kalor jenis 2. jumlah panas yang hilang dari satu benda harus setara dengan jumlah benda lainnya.Ketika sejumlah benda berinteraksi. jumlah aljabar dari setiap kuantitas panas yang dipindahkan pada semua benda harus sama dengan nol.3 Kalorimeter Kalorimeter berarti “mengukur panas”. Proses pemanasan dan pendinginan digunakan persamaan : Q = m .Keterangan : q = jumlah kalor (Joule) m = massa zat (gram) Δt = perubahan suhu takhir . c .Kuantitas panas yang ditambahkan pada suatu benda sebagai positif dan pada kuantitas yang meninggalkan benda sebagai negative. Kalor selalu berkaitan dengan dua hal yaitu proses pemanasan atau proses pendinginan yang melibatkan perubahan suhu dan proses perubahan wujud zat yang terjadi pada suhu yang tetap. Ketika aliran panas terjadi antara dua benda yang terisolasi dari lingkungannya. ∆T Dengan : Q m = kalor yang dilepaskan atau diterima ( Joule ) = massa bahan ( kg ) . jadi prinsipnya adalah prinsip kekekalan energi. Panas adalah yang berpindah.

suhu akhir diukur setelah dicapai keseimbangan termal antara air. digunakan persamaan : Q = m . Thermometer digunakan untuk mengukur temperature awal air dan calorimeter serta temperature akhir campuran. Kalor yang hilang dari sampel tersebut akan diterima oleh air dan kalorimeter (bejana dan pengaduk ). . Tutup kalorimeter ( T ) terbuat dari bahan isolator yang berlubang di tengah untuk memasang termometer. Di dalam kalorimeter terdapat pengaduk yang terbuat dari bahan yang sama dengan bejana kalorimeter ( P ). dan air diukur setelah seluruh bagian calorimeter dan air tersebut berada dalam keseimbangan termal yang berarti memiliki suhu yang sama.c ∆T = kapasitas panas spesifik bahan ( J/kgoC ) = perubahan suhu ( oC ) Proses perubahan wujud zat. satu sampel zat dipanaskan sampai temperature tinggi yang diukur dengan akurat dan dengan cepat ditempatkan pada air dingin dalam kalorimeter. Pada teknik yang dikenal dengan teknik pencampuran. dan pengaduk. Temperatur awal bejana. pengaduk. sample bejana calorimeter. Setelah dicamapur. Lv Dengan : Q m Lv = kalor yang dilepaskan atau diterima ( Joule ) = massa bahan ( kg ) = kalor laten peleburan/pembekuan ( J/kg) Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kapasitas kalor suatu benda kapasitas kalor spesifik suatu bahan.

.c adalah panas jenis (j/kg ). Kapasitas Panas dan Kapasitas Jenis Bila energi panas ditambahkan suatu zat maka temperature zat itu biasanya naik.hal ini dibuktikan ketika mngguncang guncang botol yang berisikan air setelah diguncangkan naik.jumlah energi panas Q yang dibutuhkan untuk menaikan temperature suatu zat sebanding dengan perubahan temperature: Q = C∆T = mc∆T Dengan : C = kapasitas panas zat yang didefinisikan sebagai energi panas yang bibutuhkan untuk menaikan temperature suatu zat dengan satu drajat Dengan : c = kapasitas panas zat(joule/k).2 Dasar Teori Mengenai Kalorimeter Menuturut Robert Mayor kalor merupakan salah satu bentuk energi.satuan kalor yang timbul dinyatakan dalam satuan kalor dan usaha yang dilakukan oleh beban dan dinyatakan dalam satuan joule .2. Menurut James Joule kalor adalah salh satu bentuk energi dan dibuktikan melalui percobaan air dalam calorimeter ternyata kalornya sama dengan usaha yang dilakukan.Pada tahun 1818-1889 james joule yang namanya digunakan sebagai satuan SI menentukan bahwa munculnya atau hilangnya sejumlah energi termis diikuti dengan munculnya atu hilangnya energi mekanik yang ekiuvalen.

Reaksi pembakaran yang terjadi di dalam bom.Kalorimeter ini terdiri dari sebuah bom ( tempat berlangsungnya reaksi pembakaran.Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan. Qterima=Qlepas mc∆t+H∆t=mc∆t mc(t2-t1)+H(t2-t1)=mc(t2-t1) Suatu energi listrik yang menjadi energi panas energi yang di hasilkan pada satu daya suatu resistor dinyatakan dengan 2. akan menghasilkan kalor dan diserap oleh air dan bom. maka : .m = massa (kg) Berdasarkan asas black jumlah kalor yang dilepas sama dengan jumlah kalor yang diterima. terbuat dari bahan stainless steel dan diisi dengan gas oksigen pada tekanan tinggi ) dan sejumlah air yang dibatasi dengan wadah yang kedap panas.3 Jenis-jenis Kalorimeter 1) Kalorimeter Bom Kalorimeter bom merupakan kalorimeter yang khusus digunakan untuk menentukan kalor dari reaksi-reaksi pembakaran.

DE = q + w dimana w = . DV ( jika DV = nol maka w = nol ) maka DE = qv . perubahan kalor yang terjadi di dalam sistem = perubahan energi dalamnya. Oleh karena itu.qreaksi = – (qair + qbom ) Jumlah kalor yang diserap oleh air dapat dihitung dengan rumus : qair = m x c x DT dengan : m c DT = massa air dalam kalorimeter ( g ) = kalor jenis air dalam kalorimeter (J / g.P. K ) = perubahan suhu ( oC atau K) Jumlah kalor yang diserap oleh bom dapat dihitung dengan rumus : qbom = Cbom x DT dengan : Cbom DT = kapasitas kalor bom ( J / oC ) atau ( J / K ) = perubahan suhu ( oC atau K ) Reaksi yang berlangsung pada kalorimeter bom berlangsung pada volume tetap ( DV = nol ).oC ) atau ( J / g.

Penyungkup ini disumbat dengan sebuah sumbat karet yang yang berlubang di bagian tengah. Pada tutup ebonit itu masih terdapat lagi sebuah lubang. Ujung bawah pipa spiral itu menembus lubang sumbat karet pada penyungkup dan ujung atasnya menembus tutup ebonit bagian tengah.Contoh kalorimeter bom yaitu calorimeter makanan. yang tangkainya menembus tutup ebonit. Kalorimeter makanan Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang tingginya kurang lebih 19 cm dan garis menengahnya kurang lebih 7. Bagian atas tabung kaca ini ditutup dengan lempeng ebonit yang bundar. Bagian dasarnya melengkung ke atas membentuk sebuah penyungkup. Gambar 1. Keping itu berbentuk bujur sangkar yang sisinya kurang lebih 9. Di bawah keping asbes itu terdapat kabel listrik yang akan dihubungkan dengan sumber listrik bila digunakan. juga terdapat sebuah pipa spiral dari tembaga. protein.5 cm. tempat untuk memasukkan sebuah termometer ke dalam tabung kaca. Tabung kaca itu diletakkan di atas sebuah keping asbes dan ditahan oleh 3 buah keping. Di atas cawan itu tergantung sebuah . Di atas keping asbes itu terdapat sebuah cawan aluminium. Di dalam tabung kaca itu terdapat sebuah pengaduk.Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukan nilai kalor zat makanan karbohidrat. atau lemak.5 cm.

kalor reaksi sama dengan jumlah kalor yang diserap / dilepaskan larutan sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan. selain kalor reaksi pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan kalorimeter pada tekanan tetap yaitu dengan kalorimeter sederhana yang dibuat dari gelas stirofoam.kawat nikelin yang berhubungan dengan kabel listrik di bawah keping asbes. Kawat nikelin itulah yang akan menyalakan makanan dalam cawan bila berpijar oleh arus listrik. Pada kalorimeter ini. 2) Kalorimeter Sederhana Pada pengukuran kalor reaksi. pelarutan dan pengendapan). diabaikan. qreaksi = – qlarutan . qreaksi = – (qlarutan + qkalorimeter ) qkalorimeter = Ckalorimeter x DT dengan : Ckalorimeter DT = kapasitas kalor kalorimeter ( J / oC ) atau ( J / K ) = perubahan suhu ( oC atau K ) Jika harga kapasitas kalor kalorimeter sangat kecil. Dekat cawan terdapat pipa logam untuk mengalirkan oksigen. maka dapat diabaikan sehingga perubahan kalor dapat dianggap hanya berakibat pada kenaikan suhu larutan dalam kalorimeter.Kalorimeter ini biasanya dipakai untuk mengukur kalor reaksi yang reaksinya berlangsung dalam fase larutan (misalnya reaksi netralisasi asam – basa / netralisasi.

Pada dasarnya. Tara panas listrik merpakan suatu faktor pembanding antara kedua satuan tersebut yaitu antara energi dan kalor yang memiliki lambang (a). Kalor merupakan suatu bentuk energi dan memiliki satuan kalori. DH = qp 3) Kalorimeter Larutan Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan.oC ) atau ( J / g. K ) = perubahan suhu ( oC atau K ) Pada kalorimeter ini.qlarutan = m x c x DT dengan : m c DT = massa larutan dalam kalorimeter ( g ) = kalor jenis larutan dalam kalorimeter (J / g. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Sedangkan energi memiliki satuan joule. . Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian cukup tinggi dapat diperoleh dipasaran. Tara panas listrik dinyatakan secara matematis sebagai berikut. reaksi berlangsung pada tekanan tetap (DP = nol ) sehingga perubahan kalor yang terjadi dalam sistem = perubahan entalpinya.

maka energi kalor yang diserap oleh kalorimeter dan zat cair adalah ( C ΔT + m c ΔT) = (mc + C) ΔT sesuai kekekalan energi: V I t = (m c + C)ΔT.t 2 Hal ini terjadi jika kumparan (penghantar) yang terdapat pada kalorimeter akan dilalui arus listrik. maka akan berlaku rumus sebagai berikut. yang sebanding dengan kuadrat arus I. Kenaikan suhu selama selang waktu t diukur dengan temometer. sehingga dapat digunakan persamaan diatas.. a= ( mc = C ) ∆T I . Dari persamaan tadi. Kemudian zat cair tesebut dipanaskan selama selang waktu t sekon secara elektrik oleh pemanas listrik yang memiliki elemen pemanas yang beda potensialnya V volt dan dilalui arus listrik dengan kuat arus I ampere. Prinsip kerja kalorimeter elektrik adalah sebagai berikut. Jika pada kalorimeter pertukaran kalor dengan sekitarnya diabaikan.t 4) Kalorimeter Elektrik Kalorimeter elektrik digunakan untuk mengukur kalor jenis zat cair.V . yang akan menimbulkan perubahan suhu atau timbul panas Q.R. Sejumlah zat cair contoh (m Kg) dimasukkan ke dalam bejana tembaga yang kapasitas kalornya diketahui. . dapat dihitung kalor jenis zat cair. Energi listrik yang diberika kepada zat cair dalam selang waktu adalah V I t (joule).a= Q I . Jika dianggap tidak ada kalor yang hilang. tahanan penghantar R dan lamanya arus mengalir t.

6805×10-3+0.6805×10-3+0.6611×10-3)/5 =0.5 7 8.0116×10-3 KJ.055×10-3 1.5 52 61 68 ΔT (˚C) 1.018×10-3 0.6611×10-3 1.0C/avs • Nilai arata-rata untuk I=4 Ampere dan V= 5.055×10-3+1.5 5.5 19 27.055×10-3+1.5 3.5 9.944×10-3)/5 =1.5 34 35 44.986×10-3+0.0116×10-3 • Nilai arata-rata pada saat I=2 Ampere dan V=3 volt adalah: arata-rata = (0.25 Volt arata-rata=(1.5 T2 (˚C) 27 29 31 32.238 • Nilai Hambatan pada kalorimeter adalah: R untuk I=2 dan V=3 Volt R= V / I = 3 / 2 = 1.6634×10-3 = 100 gram 3 5.BAB IV PEMBAHASAN 4.583×10-3 0.7129×10-3+0.018×10-3+0.5 A 0.25 25.5 1.944×10-3 arata-rata 0.6634×10-3 KJ.6805×10-3 0.1 Data Hasil Pengamatan Massa air suling Tabel hasil pengamatan : I (A) 2 V (V) 3 T (s) 180 360 480 720 900 180 360 480 720 900 T1 (˚C) 25.5Ω .6805×10-3 0. nilai a adalah = 0.986×10-3 0.5 35.055×10-3 1.0C/avs • Sedangkan pada literatur.583×10-3+0.7129×10-3 0.5 42.

5% • Jadi dengan kata lain.R untuk I=4 dan V= 5.28% Pada saat I= 4 Ampere Ketelitian relative= │arata-rata – aair│ aair = │1.25×4=21 Ω • Kesalahan relative : Pada saat I= 2 Ampere Ketelitian relative= │arata-rata – aair│ aair = │0.721% Kesalahan relatif= │100 .5% = 0.I=5.arelatif │ x 100% = 100 – 99.238│×100% 0.995×100% = 99.25 Volt R4 = V / I = 5.I=3×2=6 Watt P untuk I= 4 Ampere dan V= 5.238 = 0.5% rata-ratanya tingkat kesalahannya 0.3125 Ω • Nilai daya pada kalorimeter adalah: P untuk I=2Ampere V=3 Volt P=V.arelatif │ x 100% = 100 – 99.25 Volt P=V.238 = 0.99721×100% = 99.0116×10-3-0.238│×100% 0.6634×10-3-0.28 % dan 0.39% . nilai kesalahan relatif pada praktikum ini adalah sebesar 0.5% Kesalahan relatif= │100 .25 / 4 = 1.72% = 0.

238 KJ.4. Dalam percobaan ini didapatkan hasil akhir yang diperoleh cukup jauh dari nilai yang tertera pada literatur yaitu sebesar 0. Percobaan yang dilakukan pada praktikum kali ini yaitu menghitung waktu kenaikan suhu yang dihasilkan dari pemberianarus listrik sebesar 2 dan 4 ampere pada suatu sistem kerja kalorimeter sehingga dari data hasil yang di peroleh tersebut praktikkan akan dapat mengetahui seberapa besar nilai tara panas listrik rata-rata dari suatu kenaikan suhu tersebut. Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya penyimpangan pada hasil yang didapat seperti tidak tepatnya dalam memulai dan mengakhiri stopwatch pada saat menghitung waktu saat termometer menunjukan nilai suhu.0C/avs. praktikkan melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran mengenai hukum termodinamika 1 mengenai energi tyang tidak dapat di ciptakan dan di musnahkan tetapi energi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya. . Selain dapat menentukan nilai rata-rata. praktikkan juga dapat mengetahui nilai kesalahan relatif yang dilakukan pada saat praktikkum berlangsung. tidak tepatnya volume air yang digunakan dalam sistem. sistem terkena sentuhan atau pun adanya kekeliruan atau kurang telitinya pada saat pengolahan data hasil baik dengan menggunakan kalkulator ataupun dengan cara manual. Dalam melakukan percobaan ini praktikkan menggunakan kalorimeter.2 Pembahasan Pada praktikum kali ini.

2.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil yang didapat. Sebelum melakukan praktikkum. Prinsip kerja sistem kalorimeter yaitu. masuk melewati kumparan.BAB V PENUTUP 5. 2. praktikkan sebaiknya memahami materi yang praktikkum yang akan . Kalorimeter merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran dari hukum kekekalan energi dengan dapat ditentukannya nilai dari tara panas listrik yang dihasilkan. 5.2 Saran 1. pada saat arus listrik melewati kumparan terdapat daya disipasi yang berupa panas. praktikan sebaiknya berhati-hati dalam melakukan praktikum tersebut atau pada saat melakukan perhitungan untuk meminimalkan penyimpangan hasil dan memperoleh data hasil pengamatan yang akurat. dapat disimpulkan bahwa : 1. Pada saat melakukan praktikum. panas yang dihasilkan akan menaikkan suhu air. di praktikan. arus listrik yang dialirkan kedalam kalorimeter.

.html (diakses tanggal 01 Desember 2010 pukul 16.30 WIB) Anonimus.com/jenis-jeniskalorimeter/ (diakses tanggal 01 Desember 2010 pukul 16. dalam http://id. Bandung: Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. 2010. dalam http://diannovitasari. dalam http://massumadi.info/kalorimeter/ (diakses tanggal 01 Desember 2010 pukul 16.blogspot.35 WIB) Anonimus.org/wiki/Kalorimeter tanggal 01 Desember 2010 pukul 16.wikipedia.40 WIB) Zaida.wordpress. 2010. 2009. 2008. dalam http://blogkita. 2009.com/2010/01/kalorimeter. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar.DAFTAR PUSTAKA Anonimus.38 WIB) (diakses Anonimus. .