P. 1
Survey Partai Politik

Survey Partai Politik

|Views: 70|Likes:
Published by mawehda

More info:

Published by: mawehda on Nov 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2011

pdf

text

original

HASIL SURVEY TERHADAP PARTAI POLITIK

DI INDONESIA

I. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Satu minggu setelah B.J. Habibie diambil sumpahnya menjadi presiden menggantikan Suharto, dibentuklah
sebuah tim kecil untuk merancang Undang-undang bidang politik (UU Partai Politik, Pemilu dan Susduk). Pada
akhir tahun 1998, RUU tersebut selesai dikerjakan dan selanjutnya dibahas di DPR. Tepatnya pada Februari
1999, ketiga RUU tersebut dinyatakan berlaku oleh Presiden Habibie.

Sejak disahkannya ketiga undang-undang tersebut, maka tercatat dalam sejarah bahwa !ndonesia telah
memberlakukan tiga UU untuk pelaksanaan pemilu, yakni UU pemilu tahun 1953 untuk pemilu 1955, UU Pemilu
tahun 1969 untuk pemilu 1971 dan UU Pemilu tahun 1999 untuk pemilu 1999
1
.

Nasing-masing UU Pemilu tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan antara satu dengan yang lainya.
Pada pemilu 1955, peserta pemilu terdiri dari empat (+) kelompok besar yakni (1) Kelompok partai politik
sebanyak 39 parpol, (2) Kelompok Organisasi sebanyak +6, (3) Kelompok Perorangan sebanyak 59 dan (+)
Kelompok Kumpulan Pemilih sebanyak 56
2
. Ada dua hal penting yang dapat dipetik dari pengalaman pemilu
1955. Pertama, adanya partisipasi politik masyarakat yang begitu tinggi. Nengapa? Karena pemilu ketika itu
diyakini masyarakat !ndonesia sebagai sebuah solusi yang paling tepat terhadap semua persoalan yang dihadapi
bangsa ketika itu. Kedua, empat kelompok besar sebagai kontestan pemilu seperti yang digambarkan di atas,
menunjukan betapa keterbukaan politik ketika itu sangat besar, bahkan politik aliran berkembang bebas dan ikut
bersaing secara sehat. Namun diakui, semua kontestan pemilu 1955 dari empat kelompok besar tersebut,

1
Kevin R. Evan, Almanak Parpol !ndonesia, Sistem Baru, Suasana Baru Pemilu 1999
2
Herber Feith, Pemilu 1955, Suara Pembaruan 18 Nei 1999
belum berhasil mengkonsolidasi dirinya secara matang, sehingga kesan euphoria pada partisipasi politik ketika
itu juga cukup kuat.

Sebaliknya pada pemilu 1971, proses fusi sudah dilakukan yang pada akhirnya mengkerucut menjadi tiga partai
peserta pemilu. Selanjutnya, pelaksanaan pemilu selama masa orde baru berjalan sesuai rencana penguasa yakni
setiap lima tahun sekali, dengan peserta pemilu yang tidak pernah bertambah yakni dua partai ditamba Golkar.
Namun demikian sistem partai di !ndonesia tidak dapat dikatakan menggunakan sistem multi partai, walau ada
dua partai peserta tetap selama lima kali pemilu masa orde baru dan pula sebaliknya.

Singkatnya pemilu selama masa orde baru, lebih dilihat sebagai formalitas untuk memberikan legitimasi baru
setiap lima tahun kepada kekuasaan Suharto. Tidak ada proses persaingan yang fair diantara peserta pemilu,
karena kemenangan hampir telah dipastikan sebelum pemilu berlangsung. Dengan demikian, tidak ada peroses
pembelajaran yang berarti bagi dua partai untuk memperkuat dirinya dalam persaingan setiap pemilihan umum.
Secara structural, kedua partai (PD! dan PPP) memiliki struktur yang realatif lengkap sampai ke tingkat daerah
(desa). Pertanyaannya, apakah struktur tersebut dapat terkonsolidasi secara efektif untuk melaksanakan fungsi
partai secara ideal sampai ke tingkat daerah? Belum tentu, pusat kekuasaan ada pada pemerintah. Sebaliknya,
Golkar (bukan partai golkar), dengan ditopang oleh kekuatan militer dan korps pegawai negeri, dapat menguasai
seluruh jaringan dan potensi sampai ke tingkat daerah. Termasuk memperkuat sistem organisasinya sehingga
semakin kokoh dan mantap dibandingkan partai lain yang sangat rapuh.

Pemilu 1999 merupakan pemilu pertama pasca Suharto mundur. Pelaksanaan pemilu ditandai dengan euphoria
yang luar biasa setelah puluhan tahun terkekang. Disain undang-undang politiknya sangat terbuka terhadap
partisipasi masyarakat, sehingga tidak heran partai politik aliran yang muncul pada pemilu 1955 kembali muncul
dengan wajah yang berbeda.

Perbedaannya, peserta pemilu pada pemilu 1999 hanya terdiri dari partai politik, sedangkan pada pemilu 1955,
selain partai politik ada tiga kelompok lain sebagai kontestan pemilu. Setidaknya ada persamaan yang dapat kita
cermati. Pertama, baik pemilu 1955 maupun pemilu 1999, masyarakat memiliki keyakinan dan harapan yang
sama yakni pemilu merupakan pilihan yang tepat untuk menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi bangsa.
Namun harapn tersebut tidak tercapai dan masyarakat kecewa. Kedua, semua kontestan pemilu (partai politik)
gagal melakukan konsolidasi diri secara baik, sistem kepartaian belum mantap bahkan sistem rekrutmen calon
legislatifnya masih amburadul.

Akibatnya, partai-partai yang mendapat kursi di legislative mengalami kesulitan yang luar biasa besar
3
. Kinerja
DPR dinilai buruk, dan tidak dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ada kekecewaan yang luar biasa
terhadap partai politik, karena dinilai tidak mampu memenuhi janjinya selama kampanye, sistem rekrutmen calon
anggota legislative yang kacau serta konflik internal partai yang berlarut-larut. Bahkan partai dinilai hanya
sebagai alat untuk merebut kekuasaan belaka tanpa mempedulikan rakyat atau konstituen.

Pada sisi lain, perkembangan politik di !ndonesia semakin maju dan terbuka. Karena itu, di tengah hujatan
masyarakat terhadap partai politik, muncul kesadaran kalangan akademisi, pengamat politik, ekonom bahkan
mahasiswa, bahwa dalam sistem politik yang semakin demokratis, partai politik merupakan sarana yang tepat
untuk mengekspresikan pilihan politik serta jalan untuk memperjuangkan berbagai kebijakan public.

Tidak ada Negara didunia ini yang menggunakan sistem demokrasi yang tanpa partai politik
+
. Karena itu,
kesadaran untuk bergabung dalam partai politik mulai berkembang dikalangan akademisi, pengamat politik, LSN
bahkan aktifis mahasiswa yang anti partai politik, telah merubah cara pandangnya terhadap partai politik.
Perkembangan yang demikian merupakan peluang bagi partai politik untuk membenah dirinya secara internal.

Seiring perkembangan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya partai politik, uapaya-upaya mendorong
sistem kepartaian yang terbuka, modern dan demokratis juga terus berjalan. Karena itu, kesadaran bahwa
pembenahan sistem politik yang lebih besar bagi bangsa ini, tidak dapat dilepaskan dari upaya pembenahan
terhadap sistem kepartaian di !ndonesia adalah tepat.

3
FORNAPP!, Evaluasi Lima Tahun Kinerja DPR. DPR hasil pemilu 1999 gagal memenuhi harapan rakyat, akibatnya rakyat kecewa dan tidak
percaya pada partai politik.
4
Dr. Rainer Adam, Kata pengantar, DPRD dan Partai Politik, FNS dan P3OD-UNN. Tak mungkin kita temukan dimanapun di muka bumi ini sebuah
Negara demokrasi tanpa partai politik


Selain itu, dinamika social, politik dan ekonomi masyarakat kita telah melahirkan kelompok menengah baru yang
sadar dan kritis terhadap kecenderungan penataan politik yang pada gilirannya membentuk persepsi baru
mengenai masa depan bangsa dan masyarakat. Fenomena pemilih baru di perkotaan merupakan bagian dari
dinamika perubahan itu. Dari segi wawasan, visi, pengalaman serta akses informasi, generasi baru ini jelas
berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi sekarang lebih terbuka, kritis, progresif dan berorientasi pada
perubahan. Jadi tidak heran bila isu politik yang dianggap relefan oleh generasi sekarang adalah bukan saja soal
stabilitas politik, tetapi lebih jauh dari itu adalah partisipasi politik yang kritis, pemberdayaan politik, penciptaan
struktur dan lembaga politik yang lebih transpara dan demokratis
5
.

Berdasarkan pertimbangan yang demikian, maka partai-partai politik didorong untuk melakukan pembenahan
secara internal sehingga lebih mantap dalam mempersiapkan dirinya agar dapat menyesuaikan diri dengan
dinamika politik dan dinamika masyarakat.

Ada beberapa isu penting yang menjadi agenda yang selalu menjadi pertimbangan bagi sebuah partai modern,
terbuka dan demokratis adalah : (1). Platform dan Program Partai (2). Struktur Organisasi (3) Sistem Rekrutmen
Kader partai (+) Nanagemen dan Sistem Rekrutmen SDN Partai (5) Sistem pengelolaan Keuangan Partai (6).
Sistem pengendalian konflik internal partai dan (7) Pola relasi antara Partai dengan Konstituen
6
.

Tentu masih banyak isu - isu strategis lainnya yang dapat menunjang terbentuknya sistem partai yang lebih
terbuka dan acuntable, tetapi setidaknya beberapa isu strategis di atas merupakan dasar bagi partai untuk
melakukan pembenahan. Terkait dengan upaya tersebut, assessment terhadap partai politik yang ada saat ini
sangat penting dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan partai di !ndonesia saat ini, dalam
mengukuti perkembangan politik yang semakin terbuka dan menjawab kegelisahan pamilih !ndonesia yang
semakin kritis.

5
Syamsudin Haris, Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru. Generasi sekarang lebih terbuka, kritis, progresif dan berorientasi pada perubahan. !su
politik yang dianggap relefan oleh generasi sekarang adalah bukan saja soal stabilitas politik, tetapi soal partisipasi politik yang kritis,
pemberdayaan politik, penciptaan struktur dan lembaga politik yang lebih transpara dan demokratis
6
Hasil Workshop, Forum Politisi dan Partai Politik.

Tujuan utama dilakukannya assessment terhadap partai politik yang mendapat kursi di DPR saat ini adalah :
Pertama, untuk melihat sejauh mana partai di !ndonesi telah melakukan pembenahan diri secara internal dalam
menjawab dinamika perkmebangan baik secara internal maupun eksternal. Kedua, untuk memperoleh
pemahaman yang lebih baik tentang kekuatan dan kelemahan institusi politik di !ndonesia khususnya partai
politik, dalam rangkan mendorong upaya-upaya penguatan partai politik kedepan agar mampu menjadi partai
politik modern, terbuka, dan demokratis.

1.2. Metode Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data dalam studi ini dilakukan dengan metode wawancara mendalam terhadap nara
sumber dari tujuh (7) partai politik yang memiliki kursi yang cukup siknifikan di DPR. Nara sumber yang
diwawancarai adalah orang yang dinilai memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik tentang partai
politiknya.

Setiap partai politik, enam (6) orang nara sumber yang diwawancarai dengan klasifikasi sbb: (1) Dua orang
adalah pengurus DPP Partai (2) dua orang adalah anggota DPR sekaligus pengurus DPP dan (3) dua orang lagi
adalah anggota DPR yang bukan Pengurus DPP. Jumlah nara sumber yang diwawancarai +2 orang

Nelalui dialog yang mendalam dengan berbagai nara sumber dari tujuh (7) partai yang memiliki kursi siknifikan
di DPR periode 200+-2009, kami menggali informasi seluas-luasnya berkaitan dengan tujuh topic yang
menjadi focus dalam studi ini yakni tentang: Platform dan Program Partai, Struktur Organisasi, Nekanisme
Seleksi Calon, Nanajemen Sumber Daya Nanusia, Sistem Keuangan Partai, Pengendalian Konflik !nternal
Partai, Hubungan dengan konstituen dan masyrakat sipil. Nasing-masing topik dielaborasi lebih dalam melalui
sub topik sehingga harapan untuk mendapat gambaran yang jelas mengenai perkembangan proses penataan
partai politik di !ndonesia. Hasil dari proses elaborasi terhadap tujuh partai, akan disampaikan secara rinci
melalui matriks pada bagian temuan penelitian.



II. Temuan Penelitian


2.1. PARTAI GOLKAR

NO TOPIK PENELITIAN JAWABAN

I Platform & Program Partai YA TIDAK
1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses
mengembangkan dan merumuskan platform dan
program Partai?

√ √√ √


2 Apakah program mencerminkan pandangan
idiologis partai?
(Golkar tidak memiliki
idiologi yang kaku)
√ √√ √
3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam
perumusan program partai?
√ √√ √

4 Apakah program partai dikomunikasikan dan
disebarluaskan ke DPD dan cabang?
√ √√ √

5 Apakah akademisi, professional, NGOs dilibatkan
dalam proses pengembangan program partai?
√ √√ √


II Struktur Organisasi
1 Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah
dipilih melalui Kongres/Konferda?
√ √√ √
2 Apakah Kongres memilih Formatur? √ √√ √
3 Apakah Kongres/Konferda juga memilih pengurus
partai?

√ √√ √
4 Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai
di tingkat DPD dan DPC?
√ √√ √


III Mekanisme Seleksi Calon
1 Apakah calon legislatif dan eksekutif diseleksi
/dipilih oleh anggota partai?

√ √√ √
2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto calon-
calon yang telah dipilih oleh DPD atau DPC?

√ √√ √
3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif
yang diatur dalam AD/ART partai?

√ √√ √
4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin
eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur
dalam AD/ART partai?

√ √√ √
5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus anggota
partai?
√ √√ √
(tetapi tidak ada aturan khusus soal
ini)
6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas
waktu untuk masa jabatan pimpinan partai (Ketua)?
√ √√ √
(hanya dua periode)
7 Apakah rangkap jabatan dengan eksekutif
dibolehkan dalam aturan partai?
√ √√ √
(tidak aturan yang melarang)
8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan
bagi kelompok minoritas (pemuda, perempuan) di
dalam partai?
√ √√ √


IV Managemen Sumberdaya Manusia
1 Apakah partai memiliki departemen yang
bertanggungjawab untuk merekrut kader partai?
√ √√ √

2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan
yang diatur secara professional?
√ √√ √

3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan
pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan
secara sistematis dan teratur?
√ √√ √

4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi
berdasarkan keahlian, kemampuan dan jasa serta
capaian?
√ √√ √
(tidak diatur dalam AD/ART)
5 Apakah partai merekrut orang professional untuk
mengelola partai?
√ √√ √
(Staf yang dibayar)
V Sistem Keuangan Partai
1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota secara
teratur?

√ √√ √
2 Apakah partai mengumumkan nama-nama donatur
serta menyebutkan jumlah sumbangan kepada
publik?

√ √√ √
3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses
secara bebas oleh publik?
(dilaporkan dimunas,
internal)
√ √√ √
4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang
professional serta mampu memenuhi persyaratan
akutansi secara umum?
√ √√ √

5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh
akuntan publik?
√ √√ √

6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai
konsisten pada semua tingkatan (nasional dan
local)?
√ √√ √

7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang
bertanggungjawab untuk penggalangan dana
partai?
√ √√ √

8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi
mengenai asset-aset partai?
√ √√ √

9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset
partai (bukan atas nama individu)?
√ √√ √

10 Apakah partai secara regular mengalokasikan dana
untuk kegiatan partai?
√ √√ √


VI Pengendalian Konflik Internal Partai
1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme
untuk mengendalikan dan mengatasi konflik
internal?
√ √√ √
(tegas diatur AD Partai)
2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme
tertentu untuk memastikan dan menguatkan disiplin
partai?
√ √√ √

3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak
disiplin?
√ √√ √

VII Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil
1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
mengkomunikasikan keputusan-keputusan
pimpinan pusat seta informasi penting lainnya
kepada konstituen?
√ √√ √

2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan
konstituen dan organisasi masyarakat sipil (OMS)?
√ √√ √

3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk menerima dan memproses aspirasi/informasi
dari konstituen dan OMS?
√ √√ √

4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk mengatur hubungan dengan organisasi mitra
atau organisasi masa?
√ √√ √







2.2. PDI PERJUANGAN

NO TOPIK PENELITIAN JAWABAN

I Platform & Program Partai YA TIDAK KETERANGAN
1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses
mengembangkan dan merumuskan platform dan
program Partai?

√ √√ √


Melalui struktur dan alat
kelengkapan partai

2 Apakah program mencerminkan pandangan
idiologis partai?
√ √√ √

Pancasila, UUD 1945,
NKRI, Kerakyatan dan
Nasionalisme
3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam
perumusan program partai?
√ √√ √
Memberi pertimbangan
4 Apakah program partai dikomunikasikan dan
disebarluaskan ke DPD dan cabang?
√ √√ √

Melalui Rakernas dan
Rakerda.
5 Apakah akademisi, professional, NGOs
dilibatkan dalam proses pengembangan program
partai?
√ √√ √
Dalam arti komunikasi, akses
dibuka.

II Struktur Organisasi
1 Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah
dipilih melalui Kongres/Konferda?
√ √√ √

2 Apakah Kongres memilih Formatur? √ √√ √

3 Apakah Kongres/Konferda juga memilih
pengurus partai?
√ √√ √

4 Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai
di tingkat DPD dan DPC?
√ √√ √
Secara Prosedural

III Mekanisme Seleksi Calon
1 Apakah calon legislatif dan eksekutif diseleksi
oleh anggota partai?

√ √√ √

2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto
calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau
DPC?
√ √√ √
Bila bertentangan dengan
aturan partai/kepentingan
nasional
3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif
yang diatur dalam AD/ART partai?
√ √√ √
Anggota dan kader PDIP.
4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin
eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur
dalam AD/ART partai?
√ √√ √
Kriteria khusus ukurannya
menerima ideology/platform
partai.
5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus
anggota partai?
√ √√ √
Calon Eksekutif tidak harus
(laku dijual Partai)
6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas
waktu untuk masa jabatan pimpinan partai
(Ketua)?

√ √√ √
Semangat yang sedang
didorong ada pembatasan.
7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan
partai?
√ √√ √
Tidak ada larangan dalam
aturan partai
8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan
bagi kelompok minoritas (pemuda, perempuan) di
dalam partai?

√ √√ √
Secara formal tidak ada
tetapi semangat menuju
kesana ada.

IV Managemen Sumberdaya Manusia
1 Apakah partai memiliki departemen yang
bertanggung jawab untuk merekrut kader partai?
√ √√ √
Bidang organisasi, Bidang
Ideologi dan kaderisasi.
2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan
yang diatur secara professional?
√ √√ √
Sedang Pembenahan
database.
3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan
pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan
secara sistematis dan teratur?
√ √√ √

4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi
berdasarkan keahlian, kemampuan dan jasa serta
capaian?
√ √√ √
Tidak diatur dalam AD/ART
5 Apakah partai merekrut orang professional untuk
mengelola partai?
√ √√ √


V Sistem Keuangan Partai
1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota
secara teratur?

√ √√ √
Aturan ada tapi blm efektif.
2 Apakah partai mengumumkan nama-nama
donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan
kepada public?

√ √√ √
Hanya dalam rapat internal
Pengurus.
3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses
secara bebas oleh publik?

√ √√ √
Hanya 1 thn sekali ke KPU
Sesuai ketentuan undang-
undang.
4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang
professional serta mampu memenuhi persyaratan
akutansi secara umum?
√ √√ √

5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh
akuntan publik?
√ √√ √
Sesuai ketentuan undang-
undang
6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai
konsisten pada semua tingkatan (nasional dan
lokal)?
√ √√ √

7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang
bertanggungjawab untuk penggalangan dana
partai?
√ √√ √
Kepala Bidang Penggalangan
Dana.
8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi
mengenai asset-aset partai?
√ √√ √
Tanggung jawab Wakil
Sekretaris Bidang
Inventarisasi.
9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset
√ √√ √
Harus dibedakan antara asset
partai (bukan atas nama individu)? partai dan individu.
10 Apakah partai secara regular/tetap
mengalokasikan dana untuk kegiatan partai?
√ √√ √
Sesuai program prioritas
partai.

VI Pengendalian Konflik Internal Partai
1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme
untuk mengendalikan dan mengatasi konflik
internal?
√ √√ √
Komite Disiplin tidak
permanent.
2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme
tertentu untuk menegakan disiplin partai?
√ √√ √
Ada sangsi bagi pelanggar
3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak
disiplin?
√ √√ √
Recalling, sesuai tahapan
AD/ART.

VII Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil
1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
mengkomunikasikan keputusan-keputusan
pimpinan pusat serta informasi penting lainnya
kepada konstituen?
√ √√ √
Mulai dari DPP – DPD –
DPC.
2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan
konstituen dan organisasi masyarakat sipil
(OMS)?
√ √√ √
Belum maksimal.
3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk menerima dan memproses
aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS?
√ √√ √
Salah satu fungsi utama
sekretariat partai
4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk mengatur hubungan dengan organisasi
mitra atau organisasi masa?
√ √√ √
Bagian jaringan


2.3. PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

NO TOPIK PENELITIAN JAWABAN

I Platform & Program Partai YA TIDAK KETERANGAN
1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses
mengembangkan dan merumuskan platform dan
program Partai?
√ √√ √
Keterlibatan anggota dalam
forum muktamar
2 Apakah program mencerminkan pandangan
idiologis partai?
√ √√ √

3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam
perumusan program partai?
√ √√ √
Litbang melakukan kajian
strategis untuk
pengembangan program
partai.
4 Apakah program partai dikomunikasikan dan
disebarluaskan ke DPD dan cabang?
√ √√ √
Secara structural sampai
pengurus pada tingkat yang
paling kecil
5 Apakah akademisi, professional, NGOs
dilibatkan dalam proses pengembangan program
partai?
√ √√ √
Pelibatan sebagai mitra
dalam menyampaikan usul
dan saran

II Struktur Organisasi
1 Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah
dipilih melalui Kongres/Konferda?
√ √√ √
Sesuai aturan partai
2 Apakah Kongres memilih Formatur?
√ √√ √

3 Apakah Kongres/Konferda juga memilih
pengurus partai?

√ √√ √

4 Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai
di tingkat DPD dan DPC?
√ √√ √
Otonomi yang terintegrasi
tapi keputusan tertinggi ada
pada DPP.

III Mekanisme Seleksi Calon
1 Apakah calon legislatif dan eksekutif dipilih oleh
anggota partai?
5 1
2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto
calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau
DPC?
5 1 Bukan hak veto tetapi hak
konstitusional sejauh
melanggar aturan yang lebih
tinggi.
3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif
yang diatur dalam AD/ART partai?
5 1 Dapat disesuaikan dengan
UU Politik
4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin
eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur
dalam AD/ART partai?
5 1 Lebih pada komitmen pada
pengembangan partai,
tentunya bentuknya
dibicarakan secara internal
5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus
anggota partai?
5 1 tentu
6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas
waktu untuk masa jabatan pimpinan partai
(Ketua)?
6 0 Secara vertikal struktural
dalam partai, namun untuk
jabatan politik dapat
dibenarkan.
7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan
partai?
1 5
8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan
bagi kelompok minoritas (pemuda, perempuan) di
dalam partai?


IV Managemen Sumberdaya Manusia 6 0
1 Apakah partai memiliki departemen yang
bertanggungjawab untuk merekrut kader partai?
5 1 Masih dalam proses
2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan
yang diatur secara professional?
6 1 Sedang berjalan
3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan
pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan
secara sistematis dan teratur?
3 3 Beberapa hal dapat
dilakukan tetapi sebagain
besar belum tertata secara
baik.
4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi
berdasarkan keahlian, kemampuan dan jasa serta
capaian?
6 0 Politik adalah seni
mengelolah, tidak semata
basis komptensi aja
5 Apakah partai merekrut orang professional untuk
mengelola partai?


V Sistem Keuangan Partai 0 6 Hanya partai jerman yang
mampu melakukan dan FNS
1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota
secara teratur?
2 4
2 Apakah partai mengumumkan nama-nama
donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan
kepada publik?
4 2
3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses
secara bebas oleh publik?
5 1
4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang
professional serta mampu memenuhi persyaratan
akutansi secara umum?
4 2
5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh
akuntan publik?
3 3 Partai kita masih dalam
pembenahan sejak reformasi
digulirkan
6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai
konsisten pada semua tingkatan (nasional dan
lokal)?
2 4
7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang
bertanggungjawab untuk penggalangan dana
partai?
6 0
8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi
mengenai asset-aset partai?
6 0
9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset
partai (bukan atas nama individu)?
6 0
10 Apakah partai secara regular/tetap
mengalokasikan dana suatu rencana, detil alokasi,
dan distribusi sumber-sumber (keuangan) untuk
kegiatan partai?


VI Pengendalian Konflik Internal Partai 5 1 Didalam partai tidak ada
konflik, yang ada hanya tarik
menarik kepentingan.
1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme
untuk mengendalikan dan mengatasi konflik
internal?
5 1
2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme
tertentu untuk memastikan dan menguatkan
disiplin partai?
6 0
3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak
disiplin?


VII Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil 6 0
1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
mengkomunikasikan keputusan-keputusan
pimpinan pusat seta informasi penting lainnya
kepada konstituen?
5 1
2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan
konstituen dan organisasi masyarakat sipil
(OMS)?
5 1
3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk menerima dan memproses
aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS?
6 1
4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk mengatur hubungan dengan organisasi
mitra atau organisasi masa?





PARTAI AMANAT NASIONAL
NO TOPIK PENELITIAN JAWABAN

I Platform & Program Partai YA TIDAK KETERANGAN
1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses
mengembangkan dan merumuskan platform dan
program Partai?
6 - Dibuat saat pendirian partai
oleh para inisiator.
2 Apakah program mencerminkan pandangan
idiologis partai?
6 - Untuk semua kelompok.
3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam
perumusan program partai?
6 - Beri masukan sebelum
Kongres.
4 Apakah program partai dikomunikasikan dan
disebarluaskan ke DPD dan cabang?
6 - Melalui pelaksanaan
program.
5 Apakah akademisi, professional, NGOs
dilibatkan dalam proses pengembangan program
partai?
5 - Di dalam partai sudah ada
unsure-unsur tersebut.

II Struktur Organisasi
1 Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah
dipilih melalui Kongres/Konferda?
5 1 -
2 Apakah Kongres memilih Formatur? 6 - -
3 Apakah Kongres/Konferda juga memilih
pengurus partai?
4 1 1 responden no opinion.
4 Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai
di tingkat DPD dan DPC?
5 - 1 responden no opinion.

III Mekanisme Seleksi Calon
1 Apakah calon legislatif dan eksekutif dipilih oleh
anggota partai?
5 - Dipilih secara obyektif
dengan melihat kinerja calon.
1 responden no opinion.
2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto
calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau
DPC?
3 2 Diserahkan ke local masing-
masing.
1 responden no opinion.
3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif
yang diatur dalam AD/ART partai?
5 1 Secara umum ada dalam UU.
Di partai: pernah ikut
pengkaderan
4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin
eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur
dalam AD/ART partai?
3 3 Diatur dalam pedoman
partai.
5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus
anggota partai?
4 2 Calon legislatif harus dari
partai. Calon eksekutif tidak
harus dari partai.
6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas
waktu untuk masa jabatan pimpinan partai
(Ketua)?
6 - -
7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan 4 2 -
partai?
8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan
bagi kelompok minoritas (pemuda, perempuan) di
dalam partai?
6 - -

IV Managemen Sumberdaya Manusia
1 Apakah partai memiliki departemen yang
bertanggungjawab untuk merekrut kader partai?
6 - -
2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan
yang diatur secara professional?
6 - -
3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan
pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan
secara sistematis dan teratur?
6 - -
4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi
berdasarkan keahlian, kemampuan dan jasa serta
capaian?
4 2 -
5 Apakah partai merekrut orang professional untuk
mengelola partai?
6 - -

V Sistem Keuangan Partai
1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota
secara teratur?
5 1 Berdasarkan kesadaran tetapi
tidak berjalan dengan baik.
2 Apakah partai mengumumkan nama-nama
donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan
kepada public?
6 - Hanya dalam rapat pengurus.
3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses
secara bebas oleh publik?
6 - Hanya oleh Pengurus Harian.
4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang
professional serta mampu memenuhi persyaratan
akutansi secara umum?
4 2 Difungsikan ke Bendahara.
5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh
akuntan public?
5 1 -
6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai
konsisten pada semua tingkatan (nasional dan
local)?
5 1 -
7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang
bertanggungjawab untuk penggalangan dana
partai?
5 1 Difungsikan ke Bendahara.
8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi
mengenai asset-aset partai?
6 - -
9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset
partai (bukan atas nama individu)?
5 - 1 responden no opinion.
10 Apakah partai secara regular/tetap
mengalokasikan dana suatu rencana, detil alokasi,
dan distribusi sumber-sumber (keuangan) untuk
kegiatan partai?
5 1 -

VI Pengendalian Konflik Internal Partai
1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme
untuk mengendalikan dan mengatasi konflik
internal?
6 - Namanya Badan Arbitrase
PAN.
2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme
tertentu untuk memastikan dan menguatkan
disiplin partai?
6 - -
3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak
disiplin?
6 - Dibahas dalam rapat
pengurus.

VII Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil
1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk 6 - Membuat media tabloid yang
mengkomunikasikan keputusan-keputusan
pimpinan pusat serta informasi penting lainnya
kepada konstituen?
disebarkan kepada anggota
dan masyarakat.
2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan
konstituen dan organisasi masyarakat sipil
(OMS)?
6 - -
3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk menerima dan memproses
aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS?
6 - Badan Informasi dan
Komunikasi Strategis.
4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk mengatur hubungan dengan organisasi
mitra atau organisasi masa?
5 1 Badan Koordinasi Antar
Lembaga.
1 responden no opinion.






PARTAI DEMOKRAT
NO TOPIK PENELITIAN JAWABAN

I Platform & Program Partai YA TIDAK KETERANGAN
1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses
mengembangkan dan merumuskan platform dan
program Partai?
6 - Terlibat melalui organisasi
struktural
2 Apakah program mencerminkan pandangan
idiologis partai?
6 - Ya, karena salah satu
idiologi partai kami yaitu
nasionalis dan religius walau
cinta kebangsaan kita harus
maju.
3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam
perumusan program partai?
5 1 Karena Partai kami masih
baru dibentuk jadi sampai
saat ini kami bekerja dengan
tugas masing-masing
4 Apakah program partai dikomunikasikan dan
disebarluaskan ke DPD dan cabang?
6 - Ya, sampai ketingkat ranting
agar semua mengetahui ada
program-program apa saja
yang akan dibuat.
5 Apakah akademisi, professional, NGOs
dilibatkan dalam proses pengembangan program
partai?
6 - Memang dari berbagai aspek
kemasyarakat, karena Partai
ini terbuka untuk siapa saja.

II Struktur Organisasi
1 Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah
dipilih melalui Kongres/Konferda?
6 - Melalui mekanisme yang ada
2 Apakah Kongres memilih FORMATUR? 6 - Dalam Kongres memilih
Formatur
3 Apakah Kongres/Konferda juga memilih
pengurus partai?
3 3 Karena dipilih oleh Formatur
dan Ketum terpilih hasil
Kongres.
4 Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai
di tingkat DPD dan DPC?
5 1 Ada aturan main hak dari
DPD dan DPC

III Mekanisme Seleksi Calon
1 Apakah calon Legislatif dan eksekutif dipilih oleh
anggota partai?
2 4 Disini menggunakan system
poling. Poling dari aspirasi
masyarakat bukan konfensi
2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto
calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau
DPC?
4 2 Selama ada proses seleksi
yang dianggap menyimpang
3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif
yang diatur dalam AD/ART partai?
5 1 Berdasarkan
profesionalisme,
kemampuannya, komitmen
dan bisa memikirkan bangsa
dan rakyat.
4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin
eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur
dalam AD/ART partai?
5 1 Semua ada dikriteria umum
khususnya kebanyakan yang
tidak tertulis.contoh, calon
eksekutuf jangan sebentar2
menggantungkan ke Partai.
5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus
anggota partai?
5 1
6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas
waktu untuk masa jabatan pimpinan partai
(Ketua)?
6 - Sesuai dengan AD/ART 5
thn sekali
7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan
partai?
3 3 Dalam eksekutif tidak boleh
merangkap jabatan karena
tugas Partai cukup berat
nanti akan terjadi simpang
siur.
8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan
bagi kelompok minoritas (pemuda, perempuan) di
dalam partai?
5 1 Karena Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda
(OKP) aspirasi politiknya
disalurkan ke Demokrat
maka itu akan diakomodir.
Jadi terbuka untuk umum
tidak lagi membedakan
semua ditampung karena
basicnya nasionalisme.

IV Managemen Sumberdaya Manusia
1 Apakah partai memiliki departemen yang
bertanggungjawab untuk merekrut kader partai?
6 - Ada, yaitu OKK
2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan
yang diatur secara professional?
5 1 Sementara ini belum ada
tetapi akan dibuat yang di
Ketuai oleh Roy Suryo
dibawah bidang Kom Info
3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan
pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan
secara sistematis dan teratur?
6 - Sudah dilaksanakan yaitu
political marketing, nanti
kedepannya pelatihan kader.
4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi
berdasarkan keahlian, kemampuan dan jasa serta
capaian?
6 - Partai memiliki mekanisme
karena untuk menjadi tolak
ukur atau layak tidaknya
seorang kader.
5 Apakah partai merekrut orang professional untuk
mengelola partai?
4 2 Banyak sekali karena untuk
melontarkan pemikiran-
pemikirannya di partai.

V Sistem Keuangan Partai
1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota
secara teratur?
2 4 Masih baru simpatisan saja,
nanti kedepannya kalau
sistemnya sudah bagus.
2 Apakah partai mengumumkan nama-nama
donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan
kepada public?
2 4 Untuk sementara tidak hanya
pengurus-pengurusnya yang
memberikan sumbangan
3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses
secara bebas oleh publik?
6 - Mestinya ia karena UU
mengatakan itu.
4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang
professional serta mampu memenuhi persyaratan
akutansi secara umum?
5 - Karena ada bendahara umum
5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh
akuntan public?
5 1 Sementara ini belum
6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai
konsisten pada semua tingkatan (nasional dan
local)?
5 - Karena diatur dalam UU
7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang
bertanggungjawab untuk penggalangan dana
partai?
2 3 Secara khusus tidak, tapi
secara idential ia
8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi
mengenai asset-aset partai?
4 1 Kedepan baru ingin karena
untuk memanagemen asset-
aset partai.
9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset
partai (bukan atas nama individu)?
4 1
10 Apakah partai secara regular/tetap
mengalokasikan dana suatu rencana, detil alokasi,
dan distribusi sumber-sumber (keuangan) untuk
kegiatan partai?
4 1 Dana pembinaan organisasi
partai.

VI Pengendalian Konflik Internal Partai
1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme
untuk mengendalikan dan mengatasi konflik
internal?
5 1 Ada, dihandle oleh pengurus
harian DPP dan Korwil
2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme
tertentu untuk memastikan dan menguatkan
disiplin partai?
6 - Ada, dalam kode etik partai
tidak asal mencomot saja.
3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak
disiplin?
6 - Salah tidaknya anggota
dilihat melalui rapat pleno.

VII Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil
1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
mengkomunikasikan keputusan – keputusan
pimpinan pusat seta informasi penting lainnya
kepada konstituen?
6 - Salah satunya melalui release
agar lebih mudah bisa
menjangkau kemana-
mana,jika tidak secara
spesifik.
2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan
konstituen dan organisasi masyarakat sipil
(OMS)?
6 - Ya, selalu ada kunjungan
silahturahmi bulanan.
3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk menerima dan memproses
aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS?
6 - Semua departemen
terbuka,contoh.ada kasus
ini,kami terima nanti baru
diolah.
4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk mengatur hubungan dengan organisasi
mitra atau organisasi masa?
6 - Ada,melalui OKK







PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
NO TOPIK PENELITIAN JAWABAN

I Platform & Program Partai YA TIDAK KETERANGAN
1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses
mengembangkan dan merumuskan platform dan
program Partai?
5 1
2 Apakah program mencerminkan pandangan
idiologis partai?
6 -
3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam
perumusan program partai?
5 1
4 Apakah program partai dikomunikasikan dan
disebarluaskan ke DPD dan cabang?
6 -
5 Apakah akademisi, professional, NGOs
dilibatkan dalam proses pengembangan program
partai?
6 -

II Struktur Organisasi
1 Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah
dipilih melalui Kongres/Konferda?
2 4
2 Apakah Kongres memilih FORMATUR? 2 4
3 Apakah Kongres/Konferda juga memilih
pengurus partai?
- 6
4 Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai
di tingkat DPD dan DPC?
5 1

III Mekanisme Seleksi Calon
1 Apakah calon legislatif dan eksekutif dipilih oleh
anggota partai?
6 -
2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto
calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau
DPC?
5 1
3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif
yang diatur dalam AD/ART partai?
3 3
4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin
eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur
dalam AD/ART partai?
4 2
5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus
anggota partai?
- 6
6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas
waktu untuk masa jabatan pimpinan partai
(Ketua)?
5 1
7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan
partai?
4 2
8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan
bagi kelompok minoritas (pemuda, perempuan) di
dalam partai?
5 1

IV Managemen Sumberdaya Manusia
1 Apakah partai memiliki departemen yang
bertanggungjawab untuk merekrut kader partai?
6 -
2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan
yang diatur secara professional?
6 -
3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan
pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan
secara sistematis dan teratur?
6 -
4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi
berdasarkan keahlian, kemampuan dan jasa serta
capaian?
5 1
5 Apakah partai merekrut orang professional untuk
mengelola partai?
5 1

V Sistem Keuangan Partai
1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota
secara teratur?
6 -
2 Apakah partai mengumumkan nama-nama
donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan
2 4
kepada public?
3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses
secara bebas oleh publik?
5 1
4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang
professional serta mampu memenuhi persyaratan
akutansi secara umum?
6 -
5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh
akuntan public?
6 -
6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai
konsisten pada semua tingkatan (nasional dan
local)?
6 -
7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang
bertanggungjawab untuk penggalangan dana
partai?
6 -
8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi
mengenai asset-aset partai?
6 -
9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset
partai (bukan atas nama individu)?
6 -
10 Apakah partai secara regular/tetap
mengalokasikan dana suatu rencana, detil alokasi,
dan distribusi sumber-sumber (keuangan) untuk
kegiatan partai?
4 2

VI Pengendalian Konflik Internal Partai
1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme
untuk mengendalikan dan mengatasi konflik
internal?
6 -
2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme
tertentu untuk memastikan dan menguatkan
disiplin partai?
6 -
3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak
disiplin?
6 -

VII Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil
1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk
mengkomunikasikan keputusan-keputusan
pimpinan pusat seta informasi penting lainnya
kepada konstituen?
6 -
2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan
konstituen dan organisasi masyarakat sipil
(OMS)?
5 1
3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk menerima dan memproses
aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS?
5 1
4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme
untuk mengatur hubungan dengan organisasi
mitra atau organisasi masa?
5 1




PARTAlKEBA PARTAlKEBA PARTAlKEBA PARTAlKEBANGKlTANBANGSA NGKlTANBANGSA NGKlTANBANGSA NGKlTANBANGSA

NO NO NO NO TOPlKPENELlTlAN TOPlKPENELlTlAN TOPlKPENELlTlAN TOPlKPENELlTlAN JAWABAN JAWABAN JAWABAN JAWABAN
l ll l Platformdan Platformdan Platformdan PlatformdanProgramPartai ProgramPartai ProgramPartai ProgramPartai YA YA YA YA TlDAK TlDAK TlDAK TlDAK KETERANGAN KETERANGAN KETERANGAN KETERANGAN
1 11 1 Apakahanggotapartaiterlibatdalamproses
mengembangkandanmerumuskanplatform
3 3 Bertingkatmulaidarianak
ranting
danprogramPartai?
2 22 2 Apakahprogrammencerminkanpandangan
ideologispartai?
6
3 33 3 ApakahLitbangpartaiterlibataktifdalam
perumusanprogrampartai?
4 2 Secaraumumterlibataktif
namunlebihbanyak
aspirasiyangmasuk.
4 44 4 Apakahprogrampartaidikomunikasikandan
disebarluaskankepartaiditingkatwilayah
dancabang?
6
5 55 5 Apakahakademisi,professional,NGOs
terlibatdalamprosespengembangan
programpartai?
6 Dalambanyakhal
diutamakanparaulama

ll ll ll ll StrukturOrganisasi StrukturOrganisasi StrukturOrganisasi StrukturOrganisasi
1 11 1 Apakahketuadewanpimpinanpusatdan
daerahdipilihmelaluiKongres?
6 KongresmemilihKetua
DewanSyurodanKetua
DewanTanfidzyang
sekaligusKetuaFormatur
2 22 2 ApakahKongresmemilihformatur? 5 1
3 33 3 ApakahPengurusDPPdipilihmelalui
Kongres?
6 Formaturmengadakan
rapatinternaluntuk
memilihpengurusDPP
4 44 4 Apakahlandasanhukumpartai(AD/ART)
menjaminotonomiditingkatDPD/Wdan
DPC?
6

lll lll lll lll MekanismeSeleksiCalon MekanismeSeleksiCalon MekanismeSeleksiCalon MekanismeSeleksiCalon
1 11 1 Apakahcalonlegislatifdaneksekutifdipilih
olehanggotapartai?
6 Tapitidaksecara
langsung
2 22 2 ApakahDPPmemilikihakuntukmem-veto 4 2 Lebihbanyakkarena
calon-calonyangtelahdipiliholehDPD/W
maupunDPC?
pertimbanganmoraldan
politis
3 33 3 Apakahadakriteriakhususbagicalon
legislatifyangdiaturdalamAD/ARTpartai?
2 4 MenurutDPPdiaturdalam
juklak
4 44 4 Apakahadakriteriakhususbagicalon
pemimpineksekutifdipusatmaupundaerah
yangdiaturdalamAD/ART?
2 4 Secarakhususadadi
juklak
5 55 5 Apakahcalonlegislatifdaneksekutifharus
anggotapartai?
3 3 MenurutDPPtidakharus
anggotapartaiterutama
padaprosespilkada
6 66 6 Apakahpartaimemilikiketentuanmengenai
bataswaktuuntukmasajabatanpimpinan
partai(Ketuapartai)?
4 2 Setiap5tahunmukatamar
danpalinglama2periode.
7 77 7 Apakahrangkapjabatan(politik)dibolehkan
dalamaturanpartai?
3 3 Untukmenjabatdidua
partaitidakbisa,namun
tidakmasalahkalautidak
bertentangandengan
platformdanideologi
partai.
8 88 8 ApakahAD/ARTpartaimenjamin
keterwakilanbagikelompokminoritas
(pemuda,perempuan,dsb)didalampartai?
4 2 SebagianadadiAD/ART,
namununtukkelompok
minoritaslain(agama,dsb)
tidakdiatursecararigid.

lV lV lV lV ManagemenSumberdayaManusia ManagemenSumberdayaManusia ManagemenSumberdayaManusia ManagemenSumberdayaManusia
1 11 1 Apakahpartaimemilikidepartemenyang
bertanggungjawabuntukmerekrutkader
partai?
5 1 LembagaKaderisasidan
PendidikanPolitikserta
DepartemenOragnisasi
danKeanggotaan.
2 22 2 Apakahpartaimemilikipusatdata
keanggotaanyangdiatursecaraprofesional?
4 1 (Saturespondentidak
tahu)
3 33 3 Apakahpartaimemilikiprogrampelatihan
danpendidikan(kaderisasi)yang
diselenggarakansecarasistematisdan
teratur?
5 1 (saturesponden
menjawabbaruteoritik
karenatergantunginisiatif
wilayahdancabang)
4 44 4 Apakahpartaimemilikimekanismepromosi
berdasarkankeahlian,kemampuandanjasa,
sertacapaian?
4 2 Untukjawabantidak,satu
menjawabbelum,satu
respondenmenjawab
belumter-manage
5 55 5 Apakahpartaimerekrutorangprofesional
untukmengelolapartai?
5 1 Saturesponden
menjawabbelum

V VV V KeuanganPartai KeuanganPartai KeuanganPartai KeuanganPartai
(Jawabanhanya5respondenkarena1 (Jawabanhanya5respondenkarena1 (Jawabanhanya5respondenkarena1 (Jawabanhanya5respondenkarena1
respondenabstainmenjawab) respondenabstainmenjawab) respondenabstainmenjawab) respondenabstainmenjawab)
Saturesponden(Hanif)
abstaindenganalasan
bukanbidangnya,namun
menyatakanadalaporan
keuangan
1 11 1 Apakahpartaimengumpulkaniurananggota
secarateratur?
2 3 Tidak=hanyagaji
anggotadewanyang
dipotong40%sajauntuk
sumbangan
2 22 2 Apakahpartaimengumumkannama-nama
donatursertamenyebutkanjumlah
sumbangankepadapublik?
1 4 Lebihdiinternalpartai
3 33 3 Apakahlaporankeuangantahunandapat
diaksessecarabebasolehpublik?
4 Saturesponden
menjawabtidaktahu
4 44 4 Apakahpartaimemilikistafkeuanganyang
profesionalsertamampumemenuhi
persyaratanakutansisecaraumum?
2 1 Saturesponden
menjawabtidaktahu
5 55 5 Apakahlaporankeuangantahunandiaudit
olehAkuntanPublik?
3 1 Saturesponden
menjawabtidaktahu
6 66 6 Apakahaturanmengenailaporankeuangan 3 1 Saturesponden
partaikonsistenpadasemuatingkatan
(nasionaldanlokal/daerah)?
menjawabtidaktahu
7 77 7 Apakahpartaimemilikidepartemenkhusus
yangbertanggungjawabuntukpenggalangan
danapartai?
3 Duarespondenmenjawab
tidaktahu
8 88 8 Apakahpartaimempunyaidataatau
inventarisasimengenaiaset-asetpartai?
4 Saturesponden
menjawabtidaktahu
9 99 9 Apakahaset-asetpartaitercatatsebagaiaset
partai(bukanatasnamaindividu)?
3 Duarespondenmenjawab
tidaktahu
10 10 10 10 Apakahpartaisecararegular/tetap
mengalokasikandanasuaturencana,detil
alokasi,dandistribusisumber-sumber
(keuangan)untukkegiatanpartai?
3 Duarespondenmenjawab
tidaktahu

Vl Vl Vl Vl PengendalianKonfliklnternalPartai PengendalianKonfliklnternalPartai PengendalianKonfliklnternalPartai PengendalianKonfliklnternalPartai
1 11 1 Apakahpartaimemilikibadanatau
mekanismeuntukmengendalikandan
mengatasikonflikinternal?
2 4 Mekanismeadanamun
lembagalebihbersifatad
hoc(kasuistik)
2 22 2 Apakahpartaimempunyaisuatumekanisme
tertentuuntukmemastikandanmenguatkan
disiplinpartai?
6 AdadiAD/ART
3 33 3 Apakahpartaimemilikimekanismeuntuk
menindakpengurusatauanggotaDPRyang
tidakdisiplin?
5 1 KalauanggotaDPRlewat
fraksi,danpengurusjuga
adadiAD?ART

Vll Vll Vll Vll Hubungandengan Hubungandengan Hubungandengan HubungandenganKonstituendan Konstituendan Konstituendan Konstituendan
MasyarakatSipil MasyarakatSipil MasyarakatSipil MasyarakatSipil

1 11 1 Apakahpartaimemilikimekanismeuntuk
mengkomunikasikankeputusan-keputusan
pimpinanpusatsetainformasipenting
6 - Sosialisasisecara
bertingkat(wilayah,
cabang)
lainnyakepadakonstituen?
2 22 2 Apakahpartaiberkonsultasisecarateratur
dengankonstituendanorganisasi
masyarakatsipil(OMS)?
3 3 Teraturjikadilakukan
padamasareses,
terkadangmelaluievent-
eventdidaerah.
3 33 3 Apakahpartaimemiliki
departemen/mekanismeuntukmenerimadan
memrosesaspirasi/informasidarikonstituen
danOMS?
3 3 Selamainilewatwakil-
wakildidaerahdan
informasiyangmasuk.
4 44 4 Apakahpartaimemiliki
departemen/mekanismeuntukmengatur
hubungandenganorganisasimitraatau
organisasimassa?
5 1 Saturesponden
menjawabbelumada
mekanismeyangtetap

1. Platform dan Program Partai

Partai Golkar bila mau berbuat sesuatu harus punya landasan hukum dan rambu-rambu yang mengatur seperti Rapimnas
(Rapat Pimpinan Nasional) dan Rapat Pleno. Di Partai Golkar ada rapat pengurus harian dan rapat pengurus harian yang
diperluas. Pengurus harian terdiri dari Ketua Umum, Para Ketua, Sekjen, Wakil Sekjen dan Bendahara, sedangkan Pengurus
harian diperluas terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan para Ketua Departemen. Di dalam RAPIMNAS agenda yang
dibahas biasanya tentang AD/ART partai. Setelah itu masuk kedalam Penjabaran, didalam penjabaran ini mulai disusun
tentang Program Kerja Partai secara Nasional selama lima tahun dan membahas berbagai kebijakan-kebijakan Partai. Setelah
semua selesai dibahas, maka semua agenda mengenai platform dan program Partai diteruskan sampai Rapat Paripurna/ Pleno.
Rapat Pleno merupakan keputusan yang terakhir, jadi semua Keputusan mengenai Platform dan Program Partai akan menjadi
sah apabila keputusan tersebut merupakan hasil dari pada Rapat Pleno anggota. Di Rapat Paripurna semua perwakilan suara
anggota dari berbagai daerah seperti DPD II, DPD I sampai pada tingkat DPP menjadi sangat penting, makanya hasil dari
Rapat Paripurna merupakan keputusan yang tertinggi dan terakhir. Dalam menjalankan program DPP Partai Golkar atau
Pengurus Harian mengadakan rapat minimal sekali dalam sebulan begitu pula pengurus harian diperluas.

2. Struktur Organisasi
Masa Jabatan Ketua Umum di Partai Golkar itu 5 tahun sekali, dan dipilih secara langsung melalui MUNAS ( Musyawarah
Nasional ), yang mana MUNAS terakhir Partai Golkar 2004 di BALI. Agenda utama dalam Musyawarah Nasional ( MUNAS )
adalah Pemilihan Ketua Umum Partai.. setelah Ketua Umum hasil MUNAS itu terpilih, yang harus dilakukan oleh Ketua
Umum adalah secepatnya membentuk Formatur. Tugas dari pada Formatur ialah membantu Ketua Umum Partai untuk
membuat struktur kepengurusan. Anggota atau team Formatur itu merupakan gabungan dari setiap anggota DPD I dan DPD
II, yang dipilih oleh Ketua Umum.

DPP Partai Golkar terdiri dari Pengurus Harian dan Pengurus Harian yang diperluas. Ketua Umum, Para Ketua Bidang yang
kemudian membentuk depertemen sesuai dengan kebutuhannya, Sekjen, Wakil Sekjen dan Bendahara disebut dengan
Pengurus Harian, tetapi apabila Pengurus Harian ditambah dengan para ketua departemen biasa disebut juga dengan
Pengurus Harian yang di perluas, Setelah terbentuknya Ketua Departemen di masing masing bidang maka para Ketua
departemen dari berbagai bidang diharuskan untuk membentuk POKJA( Kelompok Kerja ) sesuai dengan kebutuhan. POKJA
(Kelompok Kerja) sebagai dapur yang berfungsi untuk menggodok persoalan persoalan yang terjadi di masing masing
Departemen.

3. Mekanisme Seleksi Calon
Mekanisme seleksi calon pada Partai Golkar diatur dalam AD/ART Partai Golkar. Tidak ada kriteria khusus untuk seleksi
para calon legislatif dan eksekutif, didalam AD/ART. Calon anggota legisletif dari Partai Golkar merupakan kader Partai
Golkar yang sudah/ telah melewati, mengikuti proses pengkaderan, baik ditingkat Daerah maupun Pusat. Di Partai Golkar
mekanisme seleksi calon Legilatif dapat juga dilihat dari pola pikir anggota / kader Partai yang mempunyai otak cerdas dan
mempunyai wawasan kebangsaan yang sangat luas, serta mempunyai jiwa nasionalis bangsa dan menjunjung tinggi azas dari
pada Partai Golkar yaitu Pancasila dan kebangsaan, tanpa adanya diskriminasi agama, suku dan ras.selain pintar dan punya
wawasan yang luas tentang kebangsaan anggota /kader Partai Golkar harus dikenal ditingkat Daerah maupun ditingkat Pusat,
anggota / kader Partai Golkar, harus mengakar pada konstituennya. Artinya bahwa kader Partai Golkar bisa diterima oleh
konstituennya ( daerah pemilihannya ) dan berjuang bersama-sama dengan konstituennya untuk memajukan daerah
pemilihannya. Pada PEMILU 2004 mekanisme seleksi calon Ketua Umum Partai Golkar dilakukan dengan cara yang baru,
dengan sistim konvensi Partai. Konvensi Partai Golkar merupakan ide baru yang bertujuan untuk menyeleksi para calon kader
Partai Golkar yang ingin menjadi ketua baik ditingkat pusat sampai di tingkat daerah.dengan cara pemilihan langsung.
Didalam AD/ART Partai Golkar hanya dicantumkan bagaimana mekanisme seleksi calon legislative dan bukan menseleksi
calon eksekutif Siapa saja bisa duduk dieksekutif yang penting calon tersebut mempunyai keahlian, dan kredibilitas yang
tinggi dan dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.meskipun calon tersebut bukan dari kader/ anggota Partai
Politik ( Non Partisan ).

4. Manajemen Sumber Daya Manusia
Sebagai Partai yang besar Golkar sudah banyak mencetak kader kader yang professional dan berqulified. Banyak para anggota
/kader Partai Golkar menjadi tenaga ahli, tokoh,di semua bidang misalnya di bidang politik, ekonomi, hukum dan banyak
pula yang menjadi ilmuwan, dan cendikiawan. Partai Golkar mempunyai kader/ anggota, yang tersebar di mana-mana baik
dilingkungan birokrat seperti Pegawai Negri Sipil (PNS), atau dilingkungan pengusaha.. Partai Golkar mempunyai sistim
administrasi keanggotaan yang sudah baik sehingga data setiap anggota Partai Golkar baik di tingkat Pusat maupun di tingkat
daerah tercatat dan tersusun dengan rapi. Sistem keanggotaan yang jelas pada Partai Golkar dapat dilihat juga dengan adanya
kartu anggota Partai Golkar mulai dari tingkatan DPP ( Pusat ) yang tertinggi, sampai dengan DPD I, (Propinsi ) dan yang
terakhir DPD II ( Kabupaten ) itu merupakan tingkatan paling terendah. Untuk menghasilkan kader kader Partai Golkar yang
berkualitas maka DPP Partai Golkar membentuk Departemen yang bertujuan untuk membina dan mendidik para kader-kader
Partai Golkar. Department Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi yang disebut dengan OKK. Departement Organisasi
Keanggotaan dan kaderisasi ( OKK ) merupakan dapur bagi Partai Golkar yang berfungsi untuk menggodok para anggota dan
Kader Partai Golkar sehingga menghasilkan kader-kader yang berkualitas. Banyak Kader-kader/ anggota Partai Golkar yang
meduduki tempat- tempat penting baik di Eksekutif ( Pemerintahan ) maupun di birokrasi ( Pegawai Negri Sipil ) ada juga
yang menjadi pengusaha dan pekerja. Managemen sumber daya manusia pada Partai Golkar sudah tidak diragukan lagi,
karena itu sebagai partai terbesar dan tertua Partai Golkar memang sudah terbukti banyak mencetak /menghasilkan kader-kader
yang qualified


5. Sistem Keuangan Partai
Sistem keuangan Partai Golkar sangat terbuka, selain iuran anggota yang rutin, pendanaan Partai Golkar juga didukung oleh
para donatur Partai, yang mana donatur Partai Golkar itu berasal dari para kader dan senior, anggota Partai Golkar. Seperti
kader Golkar yang ada DPR, Gubernur, Bupati, Walikota, pengusaha, dan para bangsawan, baik ditingkat DPP, DPD I maupun
DPD II Di Golkar tidak ada lembaga atau departemen yang bertanggung jawab untuk penggalangan dana. Urusan
penggalangan dana, di Partai Golkar diserahkan sepenuhnya kepada Bendahara. Banyak sedikitnya keuangan Partai Golkar
bisa dilihat dari pintar atau tidaknya bendahara Partai Golkar dalam membuat program penggalangan dana. Di Partai Golkar
Bendahara merupakan jabatan politis, biasanya untuk mengurus keuangan Partai Golkar secara tehnis selalu menghaier tenaga
yang professional dalam bidang keuangan, jadi soal sistem keuangan pada Partai Golkar itu menjadi tanggung jawab
Bendahara yang dibantu oleh Staf nya.

6. Pengendalian Konflik Internal Partai
Partai Golkar merupakan Partai yang tertua dan terbesar, juga sudah teruji sehingga banyak menciptakan kader kader yang
berkualitas. Kedewasaan berpikir, dan berpolitik pada setiap kader Partai Golkar itu menjadi salah satu sebab Partai Golkar
menjadi besar Di Golkar ada yang namanya Dewan Penasehat, yaitu dewan yang mempunyai tugas memberikan pertimbangan
dan masukan kepada DPP Partai Golkar dalam segala hal juga dalam hal menyelesaikan konflik internal yang terjadi pada
Partai Golkar. Untuk menyelesaikan konflik internal Partai Golkar biasanya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat
dan dengan sikap dewasa. Sesuai dengan aturan yang berlaku di AD/ART partai, . seorang Ketua Umum Partai Golkar tidak
bisa semena- mena memecat salah satu anggota / fungsionaris kader Partai Golkar, karena untuk memecat fungsionaris kader
Partai Golkar itu, DPP Partai Golkar harus mengadakan Rapat Pleno yang dihadiri oleh Dewan Pembina, DPP, Partai Golkar,
DPD I , DPD II. Anggota / Kader fungsionaris partai Golkar yang akan di pecat oleh Ketua Umum Partai Golkar mempunyai
hak untuk membela diri. Apabila anggota / kader Fungsionaris didukung oleh anggota DPD I dan DPD II, juga Dewan
Pembina maka Ketua Umum Partai Golkar harus mencabut kembali surat pemecatannya. Sebagai contoh kasus Akbar
Tanjung yang ingin memecat para kader-kader pembaharuan Golkar, oleh karena berbeda pilihan. Dalam AD/ART Partai
Golkar secara tegas disinggung tentang sanksi bagi para anggota dan fungsionaris Partai Golkar apabila terbukti bersalah
melakukan tindakan diluar dari kebijakan dan aturan-aturan yang ada di dalam AD/ART Partai Golkar, misalnya mencemarkan
nama partai, membocorkan rahasia Partai Golkar kepada Orang lain atau Partai lain, melanggar asas dari Partai Golkar yaitu
Pancasila dan kebangsaan , serta menjunjung tinggi demokrasi tanpa adanya Diskriminasi, terhadap agama, suku. Secara tegas
anggota / kader dari pada Partai Golkar tersebut akan di pecat dan dikeluarkan dari keanggotaan Partai Golkar. Jadi
penyelesaian konflik internal partai Golkar selalu diselesaikan dengan cara musyawarah untuk mufakat, dan diikuti dengan
sikap kedewasaan,anggota Partai Golkar yang sesuai dengan aturan yang ada di dalam AD/ART partai. tanpa harus
membentuk badan atau lembaga penyelesaian konflik,




7. Hubungan dengan konstituen dan masyrakat sipil
Hubungan partai Golkar dengan konstituen dan masyarakat sipil sudah cukup baik, terbukti dengan suara Golkar pada
PEMILU 2004 mendapat urutan pertama ( terbesar ). Partai Golkar mempunyai konstituen yang berbeda-beda misalnya ada
yang namanya Jalur A itu untuk konstituen yang kebanyakan kadernya berasal dari keluarga besar ABRI ( KBA ). Jalur B
untuk konstituen yang kebanyakan kadernya terbentuk dari orang- orang pemerintahan / birokrasi (PNS) dan pengusaha. Selain
itu di Pengurus Harian Partai Golkar mempunyai beberapa ketua bidang yang mana ketua bidang tersebut membawahi
departemen,, para ketua departemen membentuk POKJA ( Kelompok Kerja ) yang bertugas mengodok permasalahan yang
terjadi di bidangnya , juga mensosialisasikan hasilnya kepada konstituen atau masyarakat sipil, jadi POKJA merupakan mitra
kerja partai Golkar dengan oraganisasi masyarakat di tingkat pusat, daerah dan desa, missalnya di Partai Golkar ada ketua
bidang kepemudaan yaitu AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar ) dan ketua bidang perempuan KPPG ( Kesatuan
Perempuan Partai Golkar). Dalam menjalankan dan mensosialisasikan programnya AMPG selalu bekerja sama dengan
kelompok kepemudaan baik dari tingkat desa yang paling kecil sampai pada tingkat pusat, begitupula KPPG untuk
mensosialisasikan dan melaksanakan programnya, KPPG sering menjadi mitra kerja dengan kelompok- prempuan lainnya baik
ditingkat desa, daerah,dan nasional. Jadi hubungan partai Golkar dengan konstituennya dan masyarakat sipil, sangat baik, dasar
inilah yang membuat partai Golkar menjadi besar.




NARASI PENELITIAN "Assessment PARPOL"
SRUDI KASUS PDI PERJUANGAN


I. Platform dan Program Partai.
Pola pendekatannya partisipatif artinya ada input (masukan) dari pengurus dan anggota. Dalam pembahasan
DPP PD!P sudah menyiapkan draft rancangan ADfART dan program kerja partai yang di dalamnya mengandung
platform partai. Sejak berdirnya PD!P 1973 mempunyai platform yaitu Pancasila, NKR!, Pluralis, dan
Kerakyatan. Dalam program-program kerja partai dengan sendirinya selalu mengacu pada platform PD!P.

II. Struktur Organisasi.
Dalam membicarakan tentang struktur organisasi PD!P, maka sesuai dengan hasil Kongres !! PD!P di Bali
urutannya mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah mulai dari Kongres (Pusat), Konferda (Provinsi),
Konfercab (KabupatenfKota), Nusancab (Kecamatan), Nusyawarah Ranting (KelurahanfDesa), dan
Nusyawarah Anak Ranting (RWfRT). Proses pemilihan Ketua dan Pengurus dimulai dari usulan dari struktur
organisasi paling bawah kemudian dibawa sampai ke tingkat DPP. Dalam Kongres baru dilakukan Pemilihan
Ketua dan Pengurus sesuai dengan input atau maukan dari bawah (anggota maupun pengurus).


III. Mekanisme Seleksi Calon.
Dalam membicarakan tentang mekanisme seleksi calon (legislative dan eksekutif) maka di PD!P sangat concern
dengan partisipasi dari bawah. Bahkan dalam proses rekrutmen dan seleksi menggunakan bobot penilaian,
figur, loyalitas terhadap partai, sistem demografi dan geografi dari calon.

IV. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme Sumber Daya Nanusia (SDN) partai maka hal itu
dipercayakan oleh anggota dan pengurus PD!P pada Badan Penelitian dan Pengembangan. Program-program
Balitbang banyak diarahkan kepada pengembangan kulaitas SDN partai melalui pelatihan, workshop, diskusi,
penelitan, dan lain-lain.



V. Sistem Keuangan Partai
Sistem pendanaan keuangn partai melalui iuran anggota (meskipun belum berjalan efektif), pemotongan gaji
anggota DPR dari PD!P, sumbangan donator atau simpatisan PD!P dan sumabngan lainnya yang tidak
mengikat. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Partai Politik. Untuk pertanggungjawaban
keuangan partai dapat dilakukan melalui pergantian kepengurusan tiap level struktur organisasi PD!P, mulai
dari tingkat anak ranting sampai dengan Dewan Pengurus Pusat.

VI. Pengendalian Konflik Internal Partai.
Dalam penyelesaian konflik internal PD!P ditangani secara disiplin dan penuh ketegasan dan kearifan. Tugas ini
menjadi tanggung jawab Badan Komite Disiplin. Jadi bagi Pengurus maupun anggota DPR yang bermasalah
akan ditangani oleh Badan Komite Disiplin. Badan inilah nanti yang akan memberikan sangsi kepada pengurus
atau anggota DPR disesuaikan dengan bobot keslahannya.

VII. Hubungan dengan Konstituen dan Masyarakat Sipil.
Dalam membangun pola relasi dan hubungan dengan konstituen dengan masyarakat seorang legislative
memiliki buku pertanggungjawaban tentang keaktifan anggota dalam menyerap aspirasi dari konstituen dan
masyarakat. Hal ini dilakukan dua bulan sekali. Selain itu komunikasi dengan konstituen dan mayarakat sipil
juga dilakukan pada saat anggota DPR reses.

Sedangkan untuk tingkat DPP PD!P aspirasi konstituen dan masyarakat dilakukan dengan adanya kunjungan
pengurus ke masing-masing daerah, sehingga apa yang menjadi aspirasi daerah dapat ditindaklanjuti oleh DPP
PD!P.


PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN


1. Platform & Program Partai

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempunyai mekanisme yang cukup partisipatif dan demokratis yang disebut
Muktamar untuk melibatkan semua unsur partai khususnya tingkat Pimpinan Wilayah ( DPW ) dalam merumuskan
Platform dan Program Partai. Platform partai merupakan landasan gerakan partai Persatuan Pembangunan dalam implmentasi
program kerja yang akan dijalankan.Dalam Muktamar mempunyai mekanisme pembahasan program kerja partai dilakukan
melalui komisi-komisi yang dibentuk oleh Muktamar dan selanjutnya dibahas bersama dalam Rapat Pleno Komisi. Idealnya
Program Partai lebih mencerminkan ideologi yang dianut dalam partai politik, namun seringkali kurang sejalan. Setiap
keputusan Muktamar yang dihasilkan dalam Muktamar maupun dalam Rapat Kerja Nasional tentunya dikomunikasikan
secara teratur kesemua wilayah sesuai tingkatannya melalui media internal dan surat menyurat.

Untuk pengembangan program partai lebih efektip maka fungsi Litbang dalam melakukan kajian/riset mengenai kondisi
internal dan eksternal menjadi faktor pendukung dalam perkembangan Partai Persatuan Pembangunan ke depan. Litbang
dalam mengoprasionalkan kegiatannya sering mengalami kemandekan selain faktor dukungan sarana dan prasarana juga
terjebak pada arena politik partai yang lebih menguras energi dan waktu.Implikasinya adalah hasil kajian Litbang kurang
memberikan input yang poisitip dalam pengembangan program partai.


2. Struktur Organisasi

Forum tertinggi PPP untuk menghasilkan keputusan- keputusan strategis adalah Muktamar, selain menetapkan program kerja
Partai dan rekomendasi Politik juga memilih secara langsung Ketua Umum DPP PPP oleh DPW Tingkat Propinsi. Sedangkan
Musyawawarah Pimpinan Wilayah merupakan forum teringgi pada tingkat daerah untuk menetapkan program kerja dan
memilih Ketua DPW Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota. Peserta Muktamar akan memilih Formatur yang tugasnya untuk
menyusun Pengurus Harian Partai, Dewan Pakar Partai, Majelis Pertimbangan Partai, dan Majelis Syariah.

Sesuai AD/ART DPP PPP bahwa pengurus DPD (DPW) dan DPC mempunyai otonomi untuk melakukan kegiatan/ kaderisasi
anggota dan menghasilkan keputusan partai sesuai tingkatanya berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan Partai.Namun
otonomi pada tingkat partai lebih bersifat integrasi, karena keputusan tertinggi tetap berada pada Dewan Pimpinan Pusat. DPP
tetap berfungsi sebagai fasilitator dan koordinasi terhadap setiap kegiatan yang dilakukan tingkat daerah.Masa kepemimpinan
dalam Partai Persatuan Pembangunan yang diatur dalam AD/ART mulai dari tingkat Pusat sampai struktur paling rendah
maximal dua periode.

3. Mekanisme Seleksi Calon

Dalam UU Politik khsusus dalam UU Partai Politik ,UU pemilu dan UU Susduk telah mengatur secara jelas kreteria calon
anggota legislatif dan eksekutif, sedangkan dalam AD/ART juga mengatur beberapa kreteria yang sifatnya mengikat secara
organisasi. Pada prinsipnya DPP selalu menghormati segala keputusan yang dihasilkan struktur partai pada tingkat yang
lebih rendah sepanjang tidak bertentangan dengan aturan partai yang lebih tinggi. Hak konstitusional DPP dapat
dilaksanakan apabila kebijakan/keputusan partai ditingkat yang DPW atau DPC telah melanggar aturan secara substansi dan
prosedural. Masa kepemimpinan dalam Partai Persatuan Pembangunan yang diatur dalam AD/ART mulai dari tingkat Pusat
sampai struktur paling rendah maximal dua periode. Rangkap jabatan dalam PPP tidak dibolehkan pada level yang sifatnya
vertikal/struktural, seperti seorang Pengurus DPP juga sekaligus menjadi Pengurus DPW. Namun kalau pengurus partai
terpilih dalam posisi jabatan Politik maupun yang sifatnya profesional merupakan jabatan rulling class yang tidak
dikategorikan rangkap jabatan. PPP juga telah memberikan kesempatan pada kelompok perempuan maupun pemuda untuk
terlibat dalam politik kepartaian dengan mengakomodir dalam pencalonan anggota legislatif tingkat pusat maupun daerah.


4. Managemen Sumberdaya Manusia

PPP sebagai organisasi politik moderen yang konsisten memperjuangkan hak politik dan kebangsaan sejak pemerintahan
Soeharto dengan wacana penghapusan dwifungsi ABRI dan model P4 segera dibubarkan karena telah menghambat proses
demokrasi di Indonesia, maka saat ini PPP mengoptimalkan pelaksanaan fungsi Departemen Kaderisasi dan organisasi
untuk meningkatkan peran kader dan anggota partai dalam mendinamisasi kehidupan politik dan kenegaraan Republik
Indonesia. Pendidikan/pelatihan akan diatur secara sistimatis berdasarkan konsep pembinaan yang lebih efektip dan
berdampak pada perkembangan partai politik yang lebih modern. Khusus dalam meningkatkan kompetensi kader partai sesuai
keahlihannya belum menjadi perhatian utama PPP namun tetap menjadi strategy pengembangan kader-kader
politik.Kelompok – kelompok profesional tetap menjadi mitra kerja PPP dalam meningkatkan kualitas program partai dengan
polala-pola dialog terbatas atau melalui seminar/diskusi.

5. Sistem Keuangan Partai

Partai Politik di Indonesia belum secara teratur menerapkan iuran anggota sebagai sumber dana tetap untuk pembiayaan
kegiatan partai. Selama ini partai politik juga termasuk Partai Persatuan Pembangunan mencari sumber dana dari berbagai
unsure yang tidak mengikat untuk kebutuhan operasional partai. Salah satunya adalah penerapan sumbangan wajib per bulan
kepada anggota legislative baik tingkat pusat maupun daerah untuk kepentingan partai sesuai tingkatannya.Biaya kampanye
dalam pemilu legislative dibebankan kepada setiap calon anggota legislative dalam batassan tertentu sesuai UU Pemilu N0.12
Tahun 2004. Sumber-sumber dana partai jarang dipublikasikan kepada publik namun laporan keuangan partai perstuan
pembangunan dapat diakses oleh publik sesuai kebutuhannya. Pertanggungjawaban keuangan partai ada yang sifatnya teknis
artinya pelaporan tiap tahun secara internal pada kalangan pengurus partai, sedangkan pertanggunjawaban organisatoris
dilakukan pada saat Muktamar atau forum DPW dan DPC di tingkat daerah. PPP merekrut staf keuangan yang professional
dan laporan keuangan dapat diaudit oleh akuntan publik namun tidak mempunyai departemen khusus untuk penggalangan
dana partai.
Bentuk pelaporan keuangan yang dilakukan oleh DPP PPP memang belum sepenuhnya dilakukan pada tingkat DPW dan DPC
karena proses pembenahan kelembagaan partai sedang dilakukan sejak reformasi politik dilaksanakan pada tahun 1998. PPP
mempunyai data base asset-aset partai yang menjadi modal potensial partai dalam pengembangan partai persatuan
pembangunan tanpa mengatasnamakan pribadi. Dalam setiap kegiatan internal partai seperti pelatihan, seminar, workshop,
pendidikan kader dan konsolidasi ke daerah masih menjadi tanggungan partai yang dialokasikan secara detil dan teratur.

6. Pengendalian Konflik Internal Partai
Partai Politik sering terjadi tarik menarik kepentingan antar peroranga atau kelompok yang berimplikasi pada kinerja pengurus
partai, khususnya PPP.Majelis Pertimbangan Partai PPP mempunyai peran utama dalam memediasi setiap tarik menarik
kepentingan atau konflik yang terjadi agar mengurangi deviasi efektivitas antar kader- kader partai. Sebagai partai moderen
akan berusaha mendidik kader-kader partai untuk tetap disiplin dalam mengelolah partai dan berkontribusi untukkepentingan
masyarakat. Biasanya Pengurus Harian Partai mengadakan rapat pleno untuk mengevaluasi kinerja dan prilaku Pengurus
maupun anggota DPR/DPRD Propinsi/Kabupaten/Kota dalam jangka waktu yang ditetapkan. DPP PPP akan menindak secara
tegas apabila ada kader- kader partai yang telah merugikan partai/memperburuk citra sebagai kader PPP dalam masyarakat.



7. Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil

Partai Persatuan Pembangunan telah teruji komitmennya dalam membangun hubungan dengan konstituennya jika kita melihat
hasil pemilu 2004.Prestasi yang kami peroleh dalam pemilu anggota legislative merupakan modal politik PPP untuk
meningkatkan komunikasi lebih efektip dengan konstituennya agar tetap mendapat kepercayaan dalam mengelolah bangsa
khusunya dalam bidang politik. Untuk itu, kami mempunyai program tiga bulanan untuk melakukan dialog dengan masyarakat
atau mengadakan kegiatan seminar yang sifatnya gerakan cultural demokrasi menuju perubahan bangsa. PPP mempunyai
media internal seperti bulletin , website, surat-surat, brosur untuk mengkomunikasi setiap keputusan partai kepada kader
secara strukural dan anggota partai pada umumnnya. Kelompok masyarakat yang terlembaga sering menjadi prioritas utama
PPP dalam disaminasi gagasan perubahan bangsa dan strategy pembangunan yang efektip untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat pada umumnya. Meningkatkan peran/fungsi departemen Komunikasi dan departemen hubungan Antar Lembaga
dalam membina hubungan dengan semua stakeholder/mitra kerja demokrasi dan konsisten membangun komunikasi yang lebih
terbuka kepada masyarakat tentang positioning PPP dalam perpolitikan Indonesia.



Resume Resume Resume ResumeHasilRisetAssessmentPartaiPolitikdilndonesia HasilRisetAssessmentPartaiPolitikdilndonesia HasilRisetAssessmentPartaiPolitikdilndonesia HasilRisetAssessmentPartaiPolitikdilndonesia
pa pa pa padaPartaiKebangkitanBangsa(PKB) daPartaiKebangkitanBangsa(PKB) daPartaiKebangkitanBangsa(PKB) daPartaiKebangkitanBangsa(PKB)

JumlahResponden6(enam)orang,denganklasifikasi:
1.AnggotapartaidiDPP :2orang
- HermawiF.Taslim(KetuaDPPPKB)
- M.HanifDhakiri(WakilSekjenDPPPKB)
2.AnggotapartaidiDPR :2orang
- MasdukiBaidlowi(AnggotaKomisiDPRRl)
- Drs.MufidBusyairi,Mpd.(AnggotaKomisilVDPRRl)
3.AnggotapartaidiDPPdanDPR :2orang
- HelmiFaishalZaini(WakilSekjenDPPdanSekretarisFraksiKebangkitanBangsa)
- NursyahbaniKatjasungkana(KetuaDPPPKBdanAnggotaKomisilllDPRRl)

Ringkasan Ringkasan Ringkasan Ringkasan
RisetbertujuanmenggalisejauhmanakondisiinternalpartaipolitiksecaraumumdanPartaiKebangkitanBangsa(PKB)
secarakhusus.Adatujuhmasalahyangdigalikepadatigaklasifikasirespondentersebut.Selainmendapatkanjawaban
yang variatif, dapat ditarik benang merah sejauh mana pemahaman masing-masing anggota partai dengan kapasitas
masing-masingterhadappartaiyangmerekaanut.
Responden anggota PKB yang di DPP misalnya, secara umum berusaha memberikan gambaran partai serta berusaha
hati-hati dalam memberikan jawaban (terutama mengenai keuangan partai). Responden anggota partai yang di DPR
terlihat tidak secara detail memahami kondisi internal karena berbagai kondisi. Responden anggota partai yang
merupakan DPP dan juga DPR didapat gambaran ideal, perbandingan kondisi, serta usulan-usulan untuk proses
demokratisasipartai.
PKB secara umum ketika riset berlangsung sedang mengalami permasalah internal partai yakni move politik yang
dilakukan oleh kubu Alwi Shihab dan kawan-kawan yang sedang melangsungkan Muktamar versi mereka di Surabaya.
Muktamar PKB sendiri (Muhaimin lskandar) berlangsung bulan Juli 2005 di Semarang, sudah terdaftar resmi di
Departemen Kehakiman dan HAM, dan secara politis menunggu sikap ambivalen pemerintah karena menurut mereka
MuktamarversiAlwiShihabmelanggaraturan.KondisiinicukupmempengaruhijawabansoaltopikKonfliklnternalPartai.
Mekanisme internal yang biasa dipakai menjadi extra ordinary ketika masalah dibawa ke pihak berwenang (Alwi
mengadukekepolisianbahwaMuktamardiSemarangtidaksah).
Selengkapnyaadadipembahasan.

KronologiPendirianPartaiKebangkitanBangsa KronologiPendirianPartaiKebangkitanBangsa KronologiPendirianPartaiKebangkitanBangsa KronologiPendirianPartaiKebangkitanBangsa
∗ ∗∗ ∗

Padatanggal21Mei1998,PresidenSoehartolengserkeprabonsebagaiakibatdesakanarusreformasiyangkuat,mulai
yangmengalirdaridiskusiterbatas,unjukrasa,unjukkeprihatinan,sampaiistighosahdanlainsebagainya.Peristiwaini
menandai lahirnya era baru di lndonesia, yang kemudian disebut era reformasi. Sehari setelah peristiwa bersejarah itu,
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai kebanjiran usulan dari warga NU di seluruh pelosok tanah air. Usulan
yang masuk ke PBNU sangat beragam, ada yang hanya mengusulkan agar PBNU membentuk parpol, ada yang
mengusulkan nama parpol. Tercatat ada 39 nama parpol yang diusulkan. Nama terbanyak yang diusulkan adalah
NahdlatulUmmah,KebangkitanUmatdanKebangkitanBangsa.


www.kebangkitanbangsa.com
Ada juga yang mengusulkan lambang parpol. Unsur-unsur yang terbanyak diusulkan untuk lambang parpol adalah
gambar bumi, bintang sembilan, dan warna hijau. Ada yang mengusulkan bentuk hubungan dengan NU, ada yang
mengusulkan visi dan misi parpol, AD/ART parpol, nama-nama untuk menjadi pengurus parpol, ada juga yang
mengusulkansemuanya.DiantarayangusulannyapalinglengkapadalahLajnahSebelasRembangyangdiketuaiKHM
CholilBisridanPWNUJawaBarat.
Dalam menyikapi usulan yang masuk dari masyarakat Nahdliyin, PBNU menanggapinya secara hati-hati. Hal ini
didasarkan pada adanya kenyataan bahwa hasil Muktamar NU ke-27 di Situbondo yang menetapkan bahwa secara
organisatoris NU tidak terkait dengan partai politik manapun dan tidak melakukan kegiatan politik praktis. Namun
demikian,sikapyangditunjukanPBNUbelummemuaskankeinginanwargaNU.BanyakpihakdankalanganNUdengan
tidaksabarbahkanlangsungmenyatakanberdirinyaparpoluntukmewadahiaspirasipolitikwargaNUsetempat.Diantara
yangsudahmendeklarasikansebuarparpoladalahPartaiBintangSembilandiPurwokertodanPartaiKebangkitanUmat
(Perkanu)diCirebon.
Akhirnya, PBNU mengadakan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 3 Juni 1998 yang menghasilkan
keputusanuntukmembentukTimLimayangdiberitugasuntukmemenuhiaspirasiwargaNU.TimLimadiketuaiolehKH
Ma'rufAmin(RaisSuriyah/KoordinatorHarianPBNU),dengananggota,KHMDawamAnwar(KatibAamPBNU),DrKH
Said Aqil Siradj, M.A. (Wakil Katib Aam PBNU), HM Rozy Munir, S.E., M.Sc. (Ketua PBNU), dan Ahmad Bagdja
(SekretarisJenderalPBNU).Untukmengatasihambatanorganisatoris,TimLimaitudibekaliSuratKeputusanPBNU.
Selanjutnya,untukmemperkuatposisidankemampuankerjaTimLimaseiringsemakinderasnyausulanwargaNUuntuk
menginginkan partai politik, maka pada Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 20 Juni 1998 memberi
Surat Tugas kepada Tim Lima, selain itu juga dibentuk Tim Asistensi yang diketuai oleh Arifin Djunaedi (Wakil Sekjen
PBNU) dengan anggota H Muhyiddin Arubusman, H.M. Fachri Thaha Ma'ruf, Lc., Drs. H Abdul Aziz, M.A., Drs. H Andi
MuarliSunrawa,H.M.NasihinHasan,HLukmanSaifuddin,Drs.AminSaidHusnidanMuhaiminlskandar.TimAsistensi
bertugas membantu Tim Lima dalam mengiventarisasi dan merangkum usulan yang ingin membentuk parpol baru, dan
membantuwargaNUdalammelahirkanparpolbaruyangdapatmewadahiaspirasipoitikwargaNU.
Padatanggal22Juni1998TimLimadanTimAsistensimengadakanrapatuntukmendefinisikandanmengelaborasikan
tugas-tugasnya. Tanggal 26 - 28 Juni 1998 Tim Lima dan Tim Asistensi mengadakan konsinyering di Villa La Citra
Cipanas untuk menyusun rancangan awal pembentukan parpol. Pertemuan ini menghasilkan lima rancangan: Pokok-
pokokPikiranNUMengenaiReformasiPolitik,Mabda'Siyasiy,HubunganPartaiPolitikdenganNU,AD/ARTdanNaskah
Deklarasi.

Topikpembahasan Topikpembahasan Topikpembahasan Topikpembahasan
l. l. l. l. PlatformdanPerum PlatformdanPerum PlatformdanPerum PlatformdanPerumusanProgramPartai usanProgramPartai usanProgramPartai usanProgramPartai
Muncul dari bawah dan disampaikan secara bertingkat dalam beberapa forum yang diatur dalam Anggaran Dasar
(AD).Programpartaimemangharusmencerminkanpandanganideologis.PKBmenjadipartaiyangterbukakarena
basis di Nahdlatul Ulama (NU) memang inklusif. PKB tidak memiliki Departemen Litbang tapi Lembaga yang
merupakanbagiandaristrukturyangdipimpinolehsalahseorangKetuaDPP.Biasanyamateri-materidaridaerahke
Litbangdulusebelumkeplenoharian.
Disosialisasikan karena dia dibuat secara tertulis dan dibagi ke daerah-daerah lewat forum-forum. Keterlibatan para
ulama non struktural yang memang terlibat dalam proses perkembangan partai lebih diutamakan selain kelompok
profesional.

ll. ll. ll. ll. StrukturOrganisasi StrukturOrganisasi StrukturOrganisasi StrukturOrganisasi
KetuaDPPdipilihmelaluiKongressekaligusmenjadiketuaformatur,adabeberapaorangdaerahyangjugamenjadi
anggota formatur. Pengurus dipilih oleh formatur yang mewakili zona-zona wilayah di lndonesia. Ketua terpilih
memangdi-vote.Penempatanformaturdanpengurusproporsional,adawakilperempuandanwilayah.

lll. lll. lll. lll. SeleksiCalonLegislatifdanEksekutif SeleksiCalonLegislatifdanEksekutif SeleksiCalonLegislatifdanEksekutif SeleksiCalonLegislatifdanEksekutif
Anggotapartaitidaksecaralangsungmemilihcalon-calonlegislatifmaupuneksekutif.Mekanismeadalahditingkatan
kabupatenwajibmembuatmusyawarahdiranting-ranting(desa-desadankecamatan).Waktumenyusundaftarcalon
ada tim (pengurus cabang, wakil kecamatan, dan perempuan untuk memastikan keterwakilan perempuan) yang
bernamaMantap(MajelisPenetapan),komposisisamauntuktingkatprovinsi.SampaiditingkatPusatyangterdiridari
pimpinan pusat dan perempuan. Mantap ini ketua-ketuanya bersifat ad hoc (Ketua dan Sekretaris Dewan Syuro,
Ketua dan Sekretaris Dewan Tanfidz dan satu wakil dari perempuan, biasanya dari PPKB), Lima orang inilah yang
akan menentukan setelah melalui sekian proses penjaringan. Wakil perempuan biasanya dipilih oleh sebuah forum
yaitu badan otonom PKB (PPKB, Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa). Wakil perempuan tidak dipilih di
muktamar tapi lewat pleno harian PPKB. Untuk calon eksekutif biasanya diumumkan bahwa PKB membuka
pendaftaransementarauntukcalonlegislativetidakadapublicannouncement.
Walaupundaftarcalondikabupatenmaupunprovinsiharusdisahkandipusat,sekitar90%pusathanyamelegalisasi
calon-calon. Hak veto hanya digunakan pada hal-hal yang sifatnya moral (calon bermasalah) dan pertimbangan
politis. Tapi harus di cross check oleh tim investigasi PKB yang dibentuk oleh DPP. Selain itu DPP memiliki hak
memilih,calon-calondaribawahtidakbolehhanyasatuorangkarenaDPPbanyakpertimbangan.
Untuk kriteria calon legistatif dan eksekutif memakai juklak (SK partai/DPP) khusus tentang tahapan-tahapan proses
rekrutmenkarena5tahunsekali.
Baik calon eksekutif maupun legislatif tidak harus anggota partai. Perkembangan pilkada lebih dari setengah calon
dariPKBbukananggotapartai.Tapiumumnyayangmemilikihubunganhistorisdanemosional.
Kepemimpinanpartaidisemuatingkatbatasannya5tahun(mulaidarimuktamar,muswil,muscab,musacab).
Rangkap jabatan politis tidak dilarang kecuali masa transisi (ketua cabang tapi terpilih jadi DPP), ada 3 bulan masa
toleransiuntukperalihandanbiasanyamerupakankeputusanpolitikdamkasuistik.
Untuk pemuda dan perempuan ada badan otonom, PPKB dan Garda Bangsa yang ketuanya adalah ex officio di
partai. Namun ada perimbangan ulama dan ulama, muslim NU dan muslim bukan non NU, muslim dan non muslim
terutama di luar Jawa. Tidak diatur di AD tapi sudah menjadi konvensi. Keterwakilan 30% perempuan diatur di
AD/ART.Untukkelompokminoritaslaintidakdiatursecararigidkarenakondisidaerahberbeda-beda.

lV. lV. lV. lV. ManajemenSumberDayaManusiaPartai ManajemenSumberDayaManusiaPartai ManajemenSumberDayaManusiaPartai ManajemenSumberDayaManusiaPartai
Ada lembaga kaderisasi dan pendidikan politik yang berkeliling, ada 15 orang yang sebagian dibayar secara
profesionaldanvisinyaPKB.Lembagainimerupakansalahsatuperangkat.KalaudepartemennamanyaDepartemen
OrganisasidanKeanggotaan.
Adadatabasekeanggotaantapibelumdiatursecaraprofesional,sedangdikembangkan.
Pendidikan dan pelatihan kurikulum jelas tapi soal teratur atau tidak tergantung cabang-cabang. Ada forum-forum
yangjadikonvensiyaitusetiapenambulansekaliadaforumkonsultasieksekutifPKB(gubernurdanWakil,Bupatidan
Wakil,WalikotadanWakilyangPKB).Bertemuseharidanmasing-masingmenjelaskankendala-kendalanya.
Kalaukursuskaderadarankingdanitudiumumkandanitumenjadijualandiasendiri.Dalamproseskaderisasiada
yangnamanyarekruitmen,distribusi,lalupromosi.Masing-masingadapelatihannya.
Sekitar 25 orang yang bekerja itu profesional semua dan tidak partisan. Bentuk-bentuk kaderisasi program-program
yangdilaksanakanolehlembaga-lembagadonormisalnyabagaimanamembuatlaporankeuangan.

V. V. V. V. KeuanganPartai KeuanganPartai KeuanganPartai KeuanganPartai
Menurut AD ada iuran anggota, tapi dalam prakteknya, iuran berasal dari potongan gaji anggota dewan di semua
tingkat. Menurut komitmen yang mereka tandatangani di atas materai anggota dewan harus menyerahkan gaji
sebesar40%.Biayapartaipalingbanyakdaripengurus.Sekitar250jutaditerimasetiapbulan,habisbuattelepondan
air125juta.Lainnyaorangperorang.
Sumbangan ditulis dan dilaporkan kepada donatur tapi sebatas internal dan tidak ke public kecuali ke negara (KPU)
danharusnyaKPUyangekspos.
Stafkeuangancukupprofessionalkarenapengaturankeuangansudahsepertisuatucompany.
AdalaporantahunanyangdiauditolehAkuntanPubliksebelumsampaikeKPU.
PKB memiliki pedoman (aturan partai) tentang keseragaman bentuk laporan keuangan yang digunakan semua
tingkatanpartai.
Penggalangan dana tidak ada departemen khusus tapi lebih kepanitiaan. Jadi di luar dana rutin penggalangan dana
dilakukansebelumadakegiatandanlangsungkeBendahara.
Aset-aset partai ada inventarisasinya, mengenai atas nama di daerah mungkin ada (kasus kantor PKB di Jatim atas
namaChairulAnam)tapidiPusattidakada.
Setiaptahunsudahdiperkirakankebutuhansetiapbulannyawalaupunbanyakyangsifatnyainsidentil(kasusbusung
laparmisalnya).

Vl. Vl. Vl. Vl. PengendalianKonfliklnternal PengendalianKonfliklnternal PengendalianKonfliklnternal PengendalianKonfliklnternal
Dalam mengatasi konflik dilihat bobot konfliknya dan biasanya memakai sistem mediator yaitu pengurus setingkat di
atasnya.Untukkasuspilkadaadatimresolusikonflikyangsifatnyaadhoc.Tidakada badankhusustapi lahirketika
kasus muncul dan dilaporkan ke pleno. Kasus-kasus pasca Muktamar Semarang membuat pleno menutuskan
membentukTim7yangsampaisekarangmasihada,dibuatkanSKtapitidakdicantumkanmasakerjanya.Keputusan
tetapDPPsetelahverifikasidariTim7.
Untuk meningkatkan kedisiplinan diatur dalam AD termasuk sanksi begitu juga PAW di dewan. Namun kadang
implementasinyaagakberliku-liku,misalnyaadayangtidakpernahdatangrapattapipunyapesantrenyangmassanya
banyakmenjadipertimbangankhusus.
Karena fraksi perpanjangan dari partai, maka fraksi bertanggungjawab kepada DPP. Meskipun tidak diatur secara
rigid,konvensimengaturkalauadaapa-apadifraksimakadiadakanrapatkonsultasiantaraDPPdenganFraksidan
inirutindanwaktunyatergantungkebutuhan.UntukanggotaDPRbiasanyaKetuaFraksiyangdipanggilolehDPP.

Vll. Vll. Vll. Vll. H HH HubungandenganKonstituendanMasyarakatSipil ubungandenganKonstituendanMasyarakatSipil ubungandenganKonstituendanMasyarakatSipil ubungandenganKonstituendanMasyarakatSipil
Hubungan dengan konstituen ada prinsip-prinsip umum yang sering dipakai lebih mendorong anggota fraksi dan
struktur partai di semua tingkat untuk membangun hubungan dengan konstituen. Mekanisme diserahkan kepada
masing-masing,kontrolnyamelaluirapat-rapatdipartai.
Mekanisme untuk mengkomunikasikan keputusan-keputusan pimpinan pusat serta informasi penting lainnya kepda
konstituen biasanya bertingkat sesuai tingkatan partai. Selain itu melalui event dan tergantung wilayah dan cabang-
cabang.Adayang pasifmisalnyaDPPmasukkekegiatanyang menajdi inisiatifwilayah,tapi jugaaktifkarenaDPP
punyaprogramsendiridalammembangunhubungandenganpemilihtapitidakdiatursecararegulardanspesifik.
Pertemuan yang regular setiap DPR reses biasanya mendapat pembekalan dari partai termasuk masalah-masalah
yangberkembangdidaerahdandisosialisaiskankedaerah.
MekanismedalammenerimadanmemrosesaspirasimelaluiwakildiDPR,untukmenguatkanDPPturunlangsung.
PKBmemilikidepartemenuntukmengaturhubungandenganorgansasimitraatauorgansasimassa.

Catatantambahandalammendorongprosesdemokratisasipartai: Catatantambahandalammendorongprosesdemokratisasipartai: Catatantambahandalammendorongprosesdemokratisasipartai: Catatantambahandalammendorongprosesdemokratisasipartai:
Sebagai partai, setengah dari PKB adalah Gus Dur. Namun ada beberapa masukan dari responden yang dapat
mendoronglebihdemokrastisnyaPKBdanmenguatkanide-ideGusDur:
• Setidaknyamemilikibasismassayanglegitimate
• Prosepemilihanpimpinanpartaitidakpaternalistic,calonmestinyabersaing
• Untuk 2009, sebaiknya mulai menginventarisasi anggota sehingga bisa menjadi hitungan yang pasti, mulai dari
kantong-kantongmassa,calon-calonpemimpin
• Namunsistempemilubelummemungkinkan,terutamaterkaitmekanismePAWbanyakcalegyangberpikirkarena
diamemperolehsuaraterbanyakberikutnyamakadiayangberhakjadiPAWsehinggatidakmengganggukondisi
politikditingkataninternal.Mestinyasuaradiserahkankepadapartaidandiberikanpadanomorurutberikutnya.
• Melembagakansistemdemokrasidalampartaitermasukpromosidanrekruitmenkader.

PARTAI DEMOKRAT


1. Platform dan Program Partai Platform dan Program Partai Platform dan Program Partai Platform dan Program Partai.
Platíorm partai dibahas ditingkat Kongres yang melibatkan unsur-unsur DPD, DPC, DPP untuk pmbahasannya melalui komisi-
komisi. Sedangkan idiologis partai mencerminkan nasionalis dan religius walau cinta kebangsaan kita harus maju.Program partai
dikomunikasikan sampai ketingkat ranting agar semua mengetahui apa program-program yang akan dibuat.

2. 8truktur Organisasi 8truktur Organisasi 8truktur Organisasi 8truktur Organisasi.
Pimpinan Pusat dan Daerah dipilih melalui mekanisme yang ada.Dalam Kongres memilih Ketua Umum, lormatur dan Dewan
Pembina. lormatur adalah menyusun pengurus harian, Majelis Pertimbangan Partai dan Pakar. Litbang dipilih oleh masing-masing
bidang pada kepengurusan harian.

3. Mekanisme 8eleksi Calon Mekanisme 8eleksi Calon Mekanisme 8eleksi Calon Mekanisme 8eleksi Calon.
Proses rekrutmen calon legislati·e dan eksekutií dilakukan dengan system poling.Poling dari aspirasi masyarakat.Kriteria khusus
calon legislati·e berdasarkan proíesionalisme, kemampuannya, komitmen dan bisa memikirkan bangsa dan rakyat. Kriteria calon
anggota legislati·e berdasarkan standarisasi, kompetensi dan tingkat kontribusi terhadap partai.Partai mempunyai ketentuan
mengenai batas waktu masa jabatan pimpinan yaitu sesuai dengan AD,AR1 5 thn sekali, rangkap jabatan dalam eksekutií tidak
diperbolehkan karena tugas partai cukup berat nanti akan terjadi simpang siur.

4. Mana]emen 8umber Daya Manusia Mana]emen 8umber Daya Manusia Mana]emen 8umber Daya Manusia Mana]emen 8umber Daya Manusia.
Partai memiliki mekanisme karena untuk menjadi tolak ukur atau layak tidaknya seorang kader. Badan Pengkaderan yang
bertanggung jawab kepada OKK. Partai tidak membayar orang proíessional untuk mengelola partai karena kondisi keuangan partai
tidak memungkinkan untu membayar.

5. 8istem Keuangan Partai 8istem Keuangan Partai 8istem Keuangan Partai 8istem Keuangan Partai.
Keuangan Partai masih melalui simpatisan dan nama donatur tidak disebutkan sebab memberikan sumbangan sukarela karena
masih partai baru nanti kedepannya akan diminta iuran para anggota, keuangan partai dipegang oleh bendahara umum dan
mengenai laporan keuangan partai harus konsisten pada semua tingkatan karena diatur dalam UU .

6. Pengendalian konflik ¡nternal Pengendalian konflik ¡nternal Pengendalian konflik ¡nternal Pengendalian konflik ¡nternal.
Dalam menyelesaikan konílik Internal Partai Demokrat ada yang menangani yaitu pengurus harian DPP dan KOR\IL.
Penyelesaian atas konílik anggota dapat dibahas dalam rapat pleno dan dapat dilihat dalam kode etik partai.

7. Hubungan dengan Konstituen dan Masyarakat 8ipil Hubungan dengan Konstituen dan Masyarakat 8ipil Hubungan dengan Konstituen dan Masyarakat 8ipil Hubungan dengan Konstituen dan Masyarakat 8ipil.
Dalam membangun pola relasi dan hubungan dengan konstituen dan masyarakat dilakukan melalui pers release maksud dari pers
release adalah mengundang para wartawan agar lebih mudah bisa menjangkau kemana saja dan dilakukan dengan kunjungan
silahturahmi bulanan.



PARTAI KEADILAN SEJAHTERA {PKS)

1. LATAR BELAKANG DAN SEJARAH PEMBENTUKKAN PKS
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dideklarasikan pada tahun 1998, persis sesaat setelah tumbangnya rezim Orde Baru di bawah
pimpinan Presiden Soeharto. Ketika didirikan, PKS bernama Partai Keadilan (PK). Namun, karena tidak memenuhi electoral
tresshold pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1999, berdasarkan Undang-Undang (UU) Pemilu, agar dapat menjadi peserta
pada Pemilu berikutnya, PK harus terlebih dahulu dibubarkan, untuk selanjutnya dibentuk sebuah Partai Politik (Parpol) baru. PK
kemudian dibubarkan, dan sebagai gantinya didirikan PKS. Jadi, PKS merupakan kelanjutan PK dalam bentuk baru.
Namun secara historis, embrio kelahiran PKS sesungguhnya telah muncul sejak awal dekade 1980-an dan mencapai
perkembangan cukup pesat pada permulaan dekade 1990-an. Cikal bakal PKS berasal dari sebuah komunitas dakwah yang eksis
dan melakukan aktivitas dalam bidang sosial, keagamaan, pendidikan dan kultural. Jadi, aktivitas dakwah komunitas ini bersifat
non-politis. Komunitas ini mayoritas digerakkan oleh para aktivis mahasiswa yang berasal dari beberapa kampus besar di
!ndonesia, semisal U! dan !PB. Selain kalangan kampus, kelahiran PKS juga dibidani oleh beberapa tokoh masyarakat (tokoh
muda).
Peralihan bentuk dari sebuah komunitas dakwah yang bersifat non-politis menjadi sebuah Parpol terjadi pada momentum
reformasi tahun 1998. Ketika itu, para anggota komunitas yang sangat kecewa terhadap kinerja Pemerintahan Orde Baru
memandang perlu mendirikan sebuah Parpol untuk berpartisipasi dalam membangun demokrasi di !ndonesia. Nelalui media
Parpol, komunitas ini ingin melakukan gerakan dakwah berdasarkan nilai-nilai !slam dengan menitikberatkan pada perjuangan
menegakkan keadilan.
Sebagaimana diketahui, menurut ajaran !slam, agar berhasil mencapai tujuan, sebuah gerakan dakwah harus mencerminkan
berbagai kelengkapan !slam. Karena itu, di samping gerakan sosial, keagamaan, pendidikan dan kultural, gerakan dakwah harus
pula dilengkapi oleh gerakan politik yang diwadahi melalui Parpol. Sebab, dalam pemikiran !slam dinyatakan bahwa ketika
masyarakat mengadopsi nilai-nilai !slam dan mengaktualisasikannya pada tataran individual, maka agar nilai-nilai !slam tersebut
baru dapat menjadi nilai-nilai kolektif dan melembaga, mutlak ditopang oleh suatu sistem kekuasaan. Dan dalam pandangan
!slam, tujuan tersebut hanya bisa dicapai apabila gerakan dakwah juga mencakup wilayah politik. Dengan demikian, melalui
Parpol, PKS ingin berjuang membangun !ndonesia yang adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat. Jadi, ideologi yang menggerakan
PKS adalah gerakan dakwah.

2. PLATFORM DAN PERUMUSAN PROGRAM PKS
Ketika gerakan dakwah ini kemudian tampil sebagai sebuah organisasi formal yang bersifat terbuka dalam wadah Parpol,
maka untuk melakukan misi pembaruan, PKS dituntut mampu merumuskan platform dan program kerja yang sesuai dengan
ideologi, visi dan misi organisasi. Secara institusional (kelembagaan), seluruh acuan dasar atau panduan kebijakan PKS yang
mencakup ideologi, visi dan misi, dirumuskan oleh Najelis Syuro (NS) sebagai lembaga tertinggi dalam struktur organisasi PKS.
Sementara itu, penerjemahan ideologi, visi dan misi dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan diimplementasikan dalam
bentuk program kerja oleh Dewan Pimpinan WilayahfDPW (Propinsi), Dewan Pimpinan DaerahfDPD (KotamadyafKabupaten),
Dewan Pimpinan CabangfDPC (Kecamatan) dan ranting-ranting kepengurusan.
Sehingga, dilihat dari mekanismenya, proses penyusunan platform dan program kerja PKS diawali dari penetapan kebijakan
dasar yang menjadi wewenang Najelis Syuro. Najelis Syuro juga berwenang menentukan visi dan kebijakan strategis PKS yang
harus dipatuhi dan dijadikan acuan oleh seluruh jajaran di bawahnya. Sementara itu, program kerja disusun dalam forum
Nusyawarah Nasional (Nunas) yang selanjutnya dipertajam dalam diskusi-diskusi pada Nusyawarah Kerja Nasional (Nukernas).
Berdasarkan uraian di atas, tampak bahwa keterlibatan anggota PKS dalam proses mengembangkan dan merumuskan
platform dan program Parpol bersifat tidak langsung. Anggota PKS hanya memberikan kontribusi pemikiran kepada Najelis Syuro
yang merupakan representasi (perwakilan) dari masing-masing wilayah di !ndonesia. Diharapkan sebagai perwakilan daerah,
anggota Najelis Syuro sungguh-sungguh menyerap aspirasi dari massa lapisan bawah (grass root) yang diwakilinya. Dan yang
penting untuk dicatat, platform dan program kerja PKS harus mencerminkan ideologi PKS. Sebab bagi PKS, ideologi adalah
petunjuk arah, kompas dan guidance yang mengarahkan program kerja Parpol.
Setelah platform dan program kerja dirumuskan kemudian disebarluaskan ke DPW, DPD, DPC hingga ranting-ranting melalui
forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Rapimnas adalah forum yang mempertemukan unsur-unsur pimpinan PKS dari
seluruh daerah. Proses sosialisasi program kerja juga dilakukan melalui website dan media-media komunikasi lainnya semisal
majalah, buletin, leaflet, dsb.
Pada masa awal pembentukkannya, walaupun mayoritas kader PKS berasal dari dunia kampus, prose penyusunan program
kerja PKS (saat itu PK), tidak dilakukan melalui sebuah proses riset kelembagaan. Proses pembentukkan PK dan penyusunan
program kerja hanya ditopang oleh visi yang sama dari para kader PKS untuk, yakni melakukan pembaruan politik menuju
!ndonesia yang lebih baik. Perkembangan selanjutnya, tampak bahwa proses penyusunan program kerja PKS menjadi lebih baik.
Walaupun riset belum juga dilakukan, namun fase ini ditandai oleh semakin banyaknya kontribusi pemikiran dari berbagai pihak
eksternal yang turut membantu proses perumusan program kerja PKS. Pada fase ini berbagai kalangan, baik akademisi, kaum
profesional, aktivis LSN hingga kaum birokrat memberikan kontribusi konseptual demi mengembangkan program kerja PKS.
Namun pada dasarnya terdapat dua model pendekatan dalam proses perumusan program kerja. Pertama, lazimnya sebelum
menyelenggarakan Nusyawarah Najelis Syuro, terlebih dahulu digelar kajian-kajian yang melibatkan narasumber dengan
beragam kompetensi, baik dari kalangan internal PKS maupun eksternal. Hal ini dilakukan untuk menyerap pandangan-
pandangan tentang apa yang sedang dan telah terjadi sekaligus memproyeksikan sesuatu yang mungkin terjadi. Pemikiran-
pemikiran ini dijadikan input untuk merumuskan kebijakan dasar organisasi. Kedua, secara periodik PKS melakukan evaluasi
terhadap program kerja. Dalam proses evaluasi ini, terutama terkait dengan program kerja yang bersifat publik semisal program
politik, pertahanan, hukum, ekonomi, budaya, dsb, PKS mengundang narasumber eksternal untuk melakukan kajian. Pikiran-
pikiran dari pihak ekternal ini dihimpun dan dijadikan input untuk menyusun program kerja PKS.
Baru pada Nunas beberapa waktu lalu, PKS membentuk sebuah badan yang diberikan tanggung jawab untuk melakukan riset
demi mengembangkan performance Partai. Badan tersebut diberi nama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang
secara organisatoris berada dalam struktur eksekutif, baik di DPP, DPW maupun DPD. Riset dijalankan untuk mengetahui aspirasi
kader-anggota-simpatisan PKS, sekaligus meminta pertimbangan dari masyarakat luas perihal aspirasi yang diharapkan. Nelalui
riset, PKS ingin menyusun program kerja yang sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

3. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi PKS terdiri dari satu lembaga tertinggi dan tiga lembaga tinggi. Pemegang otoritas tertinggi berada di
tangan Najelis Syuro. Jadi, Najelis Syuro dapat diidentikkan dengan Najelis Permusyawaratan Rakyat (NPR) dalam sistem
keparlemenan di !ndonesia. Sementara tiga lembaga tinggi tersebut adalah: Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai lembaga
eksekutif, Dewan Syari'ah sebagai lembaga yudikatif dan Najelis Pertimbangan Partai (NPP) sebagai lembaga legislatif.
Najelis Syuro dipilih secara langsung oleh kader dan anggota Partai. Para anggota NS adalah perwakilan (representasi) dari
seluruh daerah di !ndonesia dan berjumlah sekitar 50-100 orang. Namun, tidak seluruh anggota Najelis Syuro dipilih secara
langsung. Ada pula sejumlah anggota Najelis Syuro yang diangkatfditunjuk berdasarkan pertimbangan kompetensi dan
profesionalisme. Penunjukkan dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa selama ini anggota Najelis Syuro yang dipilih oleh
anggota, umumnya berasal dari kaum agamawan yang berlatar belakang syari'ah. Padahal, untuk mengurus negara dengan
berbagai kompleksitas persoalan, dibutuhkan pula individu-individu dari beragam kompetensi, semisal dalam bidang kelautan,
pertahanan negara, luar negeri, dsb. PKS menyadari bahwa untuk membangun negara dibutuhkan kontribusi pemikiran atau
konsep yang tidak saja berasal dari kaum agamawan, tetapi juga dari berbagai pihak lainnya.
Selain menentukan visi dan kebijakan dasar Partai, Najelis Syuro juga berwenang memilih Ketua Najelis Syuro, Presiden
(Ketua Umum) DPP, Sekretaris Jenderal DPP, Bendahara DPP, Ketua Dewan Syariah dan Ketua Najelis Pertimbangan Partai
(NPP). Sementara untuk menyusun struktur lengkap masing-masing lembaga tinggi, otoritas sepenuhnya berada di tangan
masing-masing ketua. Presiden PKS, misalnya, betugas menyusun personalia kepengurusan DPP. Ketua Dewan Syari'ah bertugas
menyusun kepengurusan Dewan Syari'ah dan Ketua NPP bertanggung jawab menyusun struktur kepengurusan NPP. Setelah
struktur kepengurusan masing-masing lembaga tersusun lengkap, proses pengesahannya diserahkan pada Najelis Syuro.
Sementara itu, mengenai relasi antara DPW (Propinsi), DPD (Kabupaten) dengan DPP (Nasional) dan Najelis Syuro sebagai
struktur yang lebih tinggi, terlihat bahwa PKS menerapkan prinsip garis komando yang dijalankan dengan beberapa toleransi
tertentu. Yang perlu dipahami, karena merupakan sebuah Parpol, PKS tidak secara eksplisit menyatakan bahwa terdapat prinsip-
prinsip otonomi dalam hubungan antara DPW, DPD, DPC dengan DPP. Sebaliknya terdapat garis komando yang bersifat vertikal
yang menghubungkan antara DPP dengan jajaran kepengurusan di bawahnya. Namun, dalam realitanya, stuktur-struktur
kepengurusan di tingkat bawah sesungguhnya diberikan otonomi dan kemandirian dalam menjalankan program kerja. DPW dan
DPD hanya diwajibkan menyusun program kerja dengan merujuk pada ideologi, visi dan kebijakan dasar organisasi yang telah
ditetapkan pada level yang lebih tinggi. Jadi, program kerja DPW dan DPD sepenuhnya digodok dan disahkan melalui
Nusyawarah Kerja Wilayah (Nukerwil) dan Nusyawarah Kerja Daerah (Nekerda). Otonomi DPW dan DPD juga terlihat dalam
proses pemilihan Ketua DPP dan DPD karena dipilih melalui Nukerwil dan Nukerda. Semua mekanisme ini diatur dalam Anggaran
DasarfAnggaran Rumah Tangga (ADfART) PKS.

4. SELEKSI CALON LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF
Proses seleksi (rekruitmen) calon anggota legislatif (calek) dan calon anggota eksekutif (calek) sepenuhnya berlangsung
dalam proses yang sama dengan proses seleksi anggota Najelis Syuro. Diawali oleh proses penjaringan nama bakal calon (balon)
dari para anggota (bottom up), berkas-berkas balon tersebut kemudian diperiksa kelengkapan administratif dan integritasnya
oleh sebuah Panitia Seleksi !ndependen yang dibentuk oleh struktur eksekutif di masing-masing level.
Setelah dinyatakan lolos seleksi administratif dan integritas, balon-balon tersebut kemudian disahkan untuk selanjutnya dipilih
secara langsung oleh anggota PKS di masing-masing wilayah. Selanjutnya nama-nama dengan jumlah dukungan terbesar
ditempatkan pada nomor urut kecil dalam daftar calon anggota legislatif dari PKS yang akan dikirim ke Komisi Pemilihan Umum
(KPU). Namun sebelum DPD menyerahkan daftar nama calegfcalek hasil pemilihan dari bawah kepada KPU, sebelum ditetapkan
sebagai calegfcalek, nama-nama tersebut terlebih dahulu harus dilaporkan (dikonsultasikan) kepada DPW. Jika tidak ada
pertimbangan-pertimbangan khsusus dari DPW, maka nama-nama tersebut dapat segera disahkan oleh DPW. Namun jika
sebaliknya, DPW bisa memberikan masukan dan pertimbangan kepada DPD untuk meninjau kembali calon yang telah dipilih.
Namun dalam konteks PKS, mekanisme demikian bukan disebut hak veto.
Sementara itu, mengenai kriteria calegfcalek, sebagian besar kriteria PKS disesuaikan dengan kriteria yang disusun oleh KPU.
PKS juga melengkapi dengan beberapa kriteria atau persyaratan yang harus dipenuhi calon, terutama yang terkait dengan
masalah integritas dan komitmen calon terhadap PKS. Singkatnya, sebagai Partai kader, kriteria utama calegfcalek PKS adalah
sanggup mencerminkan visi PKS yang dapat dilihat dari kepribadian yang bersangkutan. Karena merupakan Partai kader dengan
dukungan sistem database kader yang lengkap, maka untuk membuktikan integritas calon, PKS tidak menemukan kesulitan
berarti. Track record semua kader PKS tercatat rapi dalam database kader. Pemeriksaan integritas calon penting bagi PKS karena
PKS tidak ingin calon yang diajukan ternyata memiliki cacat moral atau cacat hukum. Semua kriteria calegfcalek tidak diatur
dalam ADfART, melainkan diatur dalam aturan khusus mengenai seleksi calegfcalek.
Calegfcalek yang diajukan oleh PKS tidak harus seluruhnya adalah kader PKS. PKS juga memberikan peluang yang luas
kepada individu di luar Partai untuk menjadi calegfcalek PKS. Hal ini diperbolehkan karena PKS menyadari bahwa secara
kuantitas dan kualitas, kader-kader PKS belum mampu mengisi semua jabatan publik yang tersedia. Selain itu, PKS ingin
memperluas jaringan komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam membangun negara. PKS menyadari, tugas
membangun negara harus pula melibatkan peran serta berbagai kelompok di luar PKS. Namun penting untuk dipahami, kendati
memberikan kesempatan kepada pihak eksternal untuk menjadi calegfcalek, sang calon diwajibkan memiliki visi dan komitmen
yang sejalan dengan perjuangan PKS.
Hingga kini, PKS belum memiliki aturan baku yang mengatur mengenai masa jabatan pimpinan Partai. Namun, ada konvensi
di PKS bahwa jabatan pimpinan PKS maksimal dipegang selama dua periode. Pembatasan masa jabatan dimaksudkan agar
proses regenerasi kepemimpinan dapat berjalan baik.
PKS juga belum secara kelembagaan mengatur mengenai jabatan rangkap. Kendati jabatan rangkap (di Partai dan di publik)
dapat ditolerir oleh PKS, namun semangatfspirit PKS adalah menghindari hal itu. Jadi yang ada dalam PKS adalah konvensi atau
tradisi bahwa sebaiknya kader PKS tidak memegang jabatan rangkap karena realitanya sangat sulit menjalankan dua tanggung
jawab secara sekaligus. Kalaupun hingga kini masih ada kader PKS yang memegang jabatan rangkap, hal itu disebabkan karena
jumlah kader PKS belum mampu mengisi semua posisi atau jabatan yang tersedia.
Sementara terkait dengan peran kaum perempuan dalam politik, PKS adalah sebuah Partai yang memberikan peluang yang
sama pada kader laki-laki dan perempuan. Pada Pemilu 200+, misalnya, PKS adalah salah satu Parpol yang melampaui kuota
30¾ caleg perempuan. Demikian pula dalam struktur kepengurusan DPP, DPW dan DPD, banyak kader perempuan yang
memegang jabatan penting. Sementara itu dari sisi usia, usia caleg PKS sangat beragam, yakni berkisar antara 27 tahun hingga
60 tahun. Namun, mayoritas kader PKS adalah kaum muda yang berasal dari kalangan kampus.

5. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PARTAI
Untuk melakukan tugas kaderisasi, PKS membentuk departemen kaderisasi yang berada dalam struktur DPP, DPW, DPD, dan
seterusnya. Tugas lembaga ini adalah menyusun kurikulum atau silabus pendidikan kader sesuai jenjang pembinaan kader. Di
PKS terdapat beberapa jenjang pembinaan kader, yakni jenjang anggota pemula, anggota muda, anggota madya, anggota
dewasa, anggota ahli dan anggota purna. Walaupun secara formal tugas kaderisasi menjadi tanggung jawab departemen
kaderisasi, namun faktanya semua departemen diharapkan dapat melakukan fungsi kaderisasi.
Sebagai Partai kader, PKS juga memiliki database kader yang diatur secara profesional. Database ini bermanfaat untuk
mengetahui jumlah, perkembangan dan aktivitas kader PKS di luar Partai. Dengan database yang dimiliki, Partai lebih mudah
mendapat kader-kader yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Pendidikan kader (kaderisasi) adalah hal penting bagi PKS. PKS sepenuhnya menyadari bahwa Partai hanya dapat berjalan
bila ditopang oleh kader-kader yang handal, bermutu dan solid. Karena itu, berbeda dengan Parpol lainnya, PKS lebih
memfokuskan perhatian pada program pembinaan kader dan berorientasi membangun soliditas team. Kekuatan PKS terletak
pada soliditas organisasi, bukan pada figur-figur kharismatik semisal Amien Rais di PAN, Gus Dur di PKB, Hamzah Haz di PPP dan
Negawati di PD!P. Tidak dapat dipungkiri bahwa kesuksesan PKS yang dicapai saat ini terutama disebabkan karena PKS memiliki
kader inti (core) yang bertindak sebagai inspirator untuk menyebarluaskan visi dan program kerja. Selain itu, kader-kader PKS
senantiasa berorientasi pada program kerja, aksi nyata dan tindakan, bukan sekedar menjual ideologi.
Selain itu, karena memberikan atensi yang besar terhadap perkembangan kader, PKS memiliki mekanisme reward yang
diberikan kepada kader-kader yang berprestasi. Nisalnya, dengan memberikan beasiswa. Namun hal ini belum banyak dilakukan
karena adanya keterbatasan dana Partai. Support Partai terhadap kader juga diwujudkan dengan membuka akses kepada
lembaga-lembaga eksternal yang dipandang dapat memberikan manfaat bagi kemajuan kualitas kader. Nisalnya, PKS
mengirimkan kader-kader untuk mengikuti program pendidikan, pelatihan atau kursus-kursus yang diselenggarakan oleh
berbagai lembaga mitra kerja PKS.

6. KEUANGAN PARTAI
Sumber utama keuangan PKS berasal dari iuran anggota yang wajib disetorkan setiap bulan. Bagi anggota yang melalaikan
kewajiban membayar iuran, PKS memberikan sangsi terhadap anggota yang bersangkutan. Selain iuran anggota, sumber dana
PKS juga berasal dari seluruh anggota Dewan PKS, baik anggota DPR R!, DPRD ! dan DPRD !!. Setiap bulan gaji para anggota
Dewandipotong sebesar 50¾ hingga 70¾ untuk dimasukkan ke kas Partai. Demi melancarkan proses ini, tiap bulan Fraksi PKS
memotong gaji anggota dewan senilai yang telah ditentukan untuk dimasukkan dalam kas Partai.
PKS juga mendapat kontribusi dana dari sejumlah donatur eksternal. Sumbangan tersebut bersifat sukarela dan tidak
mengikat. Sumbangan-sumbangan ini mayoritas diperoleh dari individu-individu yang bersimpati terhadap perjuangan PKS.
Sejauh ini, walaupun rutin membuat laporan keuangan dan selalu diperiksa oleh akuntan publik, PKS belum secara terbuka
mengumumkan nama-nama donatur yang memberikan sumbangan kepada publik. Akan tetapi jika hal itu diharuskan oleh
aturan, maka PKS siap melakukannya. Nasalah keuangan seluruhnya menjadi tanggung jawab Bendahara. Selain itu, Bendahara
juga mencatat semua aset Partai dalam form inventarisasi kekayaan Partai.
Karena keterbatasan dan, dalam menjalankan program kerjanya, DPW dan DPD tidak secara regular mendapatkan kucuran
dana dari DPP. Kalaupun diberikan oleh DPP, hal itu bersifat sukarela dan tidak bersifat rutin. Naksudnya, setiap level
kepengurusan diberikan tanggung jawab untuk memikirkan strategi penggalangan dana. Karena itu, pada setiap level
kepengurusan terdapat bendahara dan biro pendanaan untuk memikirkan strategi penggalangan dana Partai.


7. PENGENDALIAN KONFLIK INTERNAL DAN PELANGGARAN ATURAN
Sebagai organisasi politik dengan beragam kepentingan politik, konflik internal sangat rentanfpotensial terjadi dalam tubuh
Parpol, termasuk di PKS. Karena itu, untuk mengantisipasi dan menyelesaikan konflik internal Parpol, PKS membentuk sebuah
badan bernama Dewan Syari'ah yang bertanggung jawab menyelesaikan konflik internal. Karena itu, keberadaan Dewan Syari'ah
identik dengan lembaga yudikatif yang bertugas mengurus kasus-kasus sengketa dan konflik hukum antar anggota. Para
anggota PKS yang melanggar aturan yang bersifat syari'ah akan diberikan sangsi oleh Dewan Syari'ah.
Sementara itu, khusus mengenai pelanggaran aturan yang bersifat organisatoris, sangsi diberikan oleh DPP, DPW, DPD dan
NPP (Najelis Pertimbangan Partai) dengan disesuaikan dengan tingkat kepengurusan. Untuk pelanggaran yang mendasar dan
bersifat strategis ditangani oleh Najelis Syuro sebagai lembaga tertinggi dalam struktur organisasi PKS. Namun, anggota yang
diduga bersalah atau melanggar aturan tetap memiliki hak pembelaan diri dan memberikan pledoi.
Nengenai sangsi terhadap anggota PKS yang melanggar aturan Partai, sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Syari'ah.
Setiap pelanggaran yang memiliki delik hukum (aduan) diproses dan diselesaikan oleh Dewan Syari'ah. Namun hal ini hanya
diberlakukan bagi anggota inti. Sementara jika pelanggaran dilakukan oleh anggota Najelis Syuro, maka keputusan sangsi bukan
terletak di tangan Dewan Syari'ah Pusat, melainkan di tangan Najelis Syuro. Dewan Syari'ah tetap memproses secara hukum,
akan tetapi hasil akhir dari proses hukum tersebut merupakan rekomendasi untuk diputuskan oleh Najelis Syuro.

S. HUBUNGAN DENGAN KONSTITUEN DAN MASYARAKAT SIPIL
PKS adalah sebuah Partai Politik yang hampir tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi dengan para konstituen. Setiap
minggu, baik pada hari rabu maupun hari jumat, kader-kader PKS selalu melakukan silaturahmi (kunjungan) ke konstituen untuk
mengomunikasikan agenda-agenda Partai sekaligus menyerap informasi dan aspirasi para konstituen. Lazimnya, hal ini dilakukan
bersamaan dengan acara-acara kerohanian yang diadakan oleh basis-basis PKS. Bahkan, agar komunikasi yang dilakukan antara
pengurus dan konstituen lebih intensif, di setiap basis PKS dibuat majalah dinding untuk mempublikasikan aktivitas dan agenda
Partai dalam bentuk taklim (pengumuman).
Selain dengan konstituen, PKS juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen di luar PKS, semisal dengan pers,
akademisi maupun dengan LSN dalam dan luar negeri, dsb. Hanya saja, aktivitas seperti ini dilakukan menurut kebutuhan.
Artinya hal itu tidak digelar secara rutin.
Walaupun tugas untuk menyerap informasi dan aspirasi dari konstituen harus dilakukan oleh semua pengurus PKS, namun
terdapat badan khusus yang bertanggung jawab terhadap hal ini, yakni Badan Hubungan antar Wilayah. Badan ini secara aktif
melakukan komunikasi dan interaksi dengan pengurus dan konstituen di seluruh daerah dengan maksud untuk mengetahui
aspirasi yang berkembang dari masing-masing wilayah.
Sementara itu, dalam berhubungan dengan organisasi mitra atau organisasi lainnya di luar PKS, Partai memberikan
keleluasaan kepada masing-masing departemen untuk menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan lembaga terkait. PKS
hanya memberikan guidance atau rambu-rambu agar kerja sama yang dijalankan sesuai dengan visi PKS dan tidak mencemarkan
nama baik Partai. Nisalnya, Departemen Kewanitaan memiliki keleluasaan untuk menjalin komunikasi dengan LSN-LSN yang
memberikan atensi terhadap persoalan perempuan. Demikian pula, Departemen Politik, dapat menjalin hubungan dan kerja
sama dengan lembaga-lembaga kajian dan riset politik, dsb. {AL)***
III. Analisis


IV. Penutup

4.1. Kesimpulan




4.2. Rekomendasi



!" ! -

/ 9

6

)

(

/ & % % ) 5 9 & ( / / / /

/

!" " " % !" ** ( !" " " !" ** !" " " !" **

6 / 4 %$ 7 / 7

( 1

+

1

4

(

) ( (

1

&

6 / (

0

1 :.

1 )
+

(

' $ 4 )8 3. 7 4 1

:

&

1

%$ %$
' 6

!" " " +3 . & % .

(

% $ 6

4

%$ %

5 Syamsudin Haris. / ) 6 . Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru. $ . Forum Politisi dan Partai Politik.! 1 0 . / & < & ) ( ) / $ % . 2 * 3 1 + 1 . 9 / Hasil Workshop.% (( 9 ' 7 / * / / 4 .

%$ / > 2= 0 2= " = = .& ) ( 1 ) %$ . % . 2 % (( %$ (( / .! % + / 3 1 / . . / 1 / % 02 . ) ) . "# $ % (( / (( %$ 6 % %$ . .

PARTAI GOLKAR NO I 1 2 3 4 5 II TOPIK PENELITIAN Platform & Program Partai Apakah anggota partai terlibat dalam proses mengembangkan dan merumuskan platform dan program Partai? Apakah program mencerminkan pandangan idiologis partai? Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam perumusan program partai? Apakah program partai dikomunikasikan dan disebarluaskan ke DPD dan cabang? Apakah akademisi. professional. NGOs dilibatkan dalam proses pengembangan program partai? YA JAWABAN TIDAK √ (Golkar tidak memiliki idiologi yang kaku) √ √ √ √ Struktur Organisasi 1 Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah dipilih melalui Kongres/Konferda? 2 Apakah Kongres memilih Formatur? 3 Apakah Kongres/Konferda juga memilih pengurus partai? 4 Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai di tingkat DPD dan DPC? √ √ √ √ .1.& & 2.

perempuan) di dalam partai? √ √ √ √ √ √ √ √ (tetapi tidak ada aturan khusus soal ini) (hanya dua periode) (tidak aturan yang melarang) IV Managemen Sumberdaya Manusia 1 Apakah partai memiliki departemen yang bertanggungjawab untuk merekrut kader partai? 2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan yang diatur secara professional? 3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur? √ √ √ .III Mekanisme Seleksi Calon 1 Apakah calon legislatif dan eksekutif diseleksi /dipilih oleh anggota partai? 2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto caloncalon yang telah dipilih oleh DPD atau DPC? 3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif yang diatur dalam AD/ART partai? 4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur dalam AD/ART partai? 5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus anggota partai? 6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas waktu untuk masa jabatan pimpinan partai (Ketua)? 7 Apakah rangkap jabatan dengan eksekutif dibolehkan dalam aturan partai? 8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan bagi kelompok minoritas (pemuda.

4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi berdasarkan keahlian. internal) √ √ √ √ √ √ √ √ . kemampuan dan jasa serta capaian? 5 Apakah partai merekrut orang professional untuk mengelola partai? V Sistem Keuangan Partai 1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota secara teratur? 2 Apakah partai mengumumkan nama-nama donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan kepada publik? 3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses secara bebas oleh publik? 4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang professional serta mampu memenuhi persyaratan akutansi secara umum? 5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh akuntan publik? 6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai konsisten pada semua tingkatan (nasional dan local)? 7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang bertanggungjawab untuk penggalangan dana partai? 8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi mengenai asset-aset partai? 9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset partai (bukan atas nama individu)? Apakah partai secara regular mengalokasikan dana 10 untuk kegiatan partai? √ √ (tidak diatur dalam AD/ART) (Staf yang dibayar) √ √ (dilaporkan dimunas.

VI Pengendalian Konflik Internal Partai 1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme untuk mengendalikan dan mengatasi konflik internal? 2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme tertentu untuk memastikan dan menguatkan disiplin partai? 3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak disiplin? VII Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil 1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk mengkomunikasikan keputusan-keputusan pimpinan pusat seta informasi penting lainnya kepada konstituen? 2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan konstituen dan organisasi masyarakat sipil (OMS)? 3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk menerima dan memproses aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS? 4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk mengatur hubungan dengan organisasi mitra atau organisasi masa? √ √ √ (tegas diatur AD Partai) √ √ √ √ .

√ √ √ √ √ √ √ √ √ Secara Prosedural . Kerakyatan dan Nasionalisme Memberi pertimbangan Melalui Rakernas dan Rakerda. akses dibuka. UUD 1945. Dalam arti komunikasi. NKRI.2. NGOs dilibatkan dalam proses pengembangan program partai? II 1 2 3 4 Struktur Organisasi Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah dipilih melalui Kongres/Konferda? Apakah Kongres memilih Formatur? Apakah Kongres/Konferda juga memilih pengurus partai? Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai di tingkat DPD dan DPC? YA JAWABAN TIDAK KETERANGAN Melalui struktur dan alat kelengkapan partai Pancasila.2. professional. PDI PERJUANGAN NO I TOPIK PENELITIAN Platform & Program Partai 1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses mengembangkan dan merumuskan platform dan program Partai? 2 Apakah program mencerminkan pandangan idiologis partai? 3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam perumusan program partai? 4 Apakah program partai dikomunikasikan dan disebarluaskan ke DPD dan cabang? 5 Apakah akademisi.

Kriteria khusus ukurannya menerima ideology/platform partai. Bidang Ideologi dan kaderisasi. Sedang Pembenahan database.III 1 2 3 4 5 6 7 8 Mekanisme Seleksi Calon Apakah calon legislatif dan eksekutif diseleksi oleh anggota partai? Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau DPC? Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif yang diatur dalam AD/ART partai? Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur dalam AD/ART partai? Apakah calon legislatif dan eksekutif harus anggota partai? Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas waktu untuk masa jabatan pimpinan partai (Ketua)? Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan partai? Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan bagi kelompok minoritas (pemuda. . perempuan) di dalam partai? √ √ √ √ √ √ √ √ Bila bertentangan dengan aturan partai/kepentingan nasional Anggota dan kader PDIP. IV Managemen Sumberdaya Manusia 1 Apakah partai memiliki departemen yang bertanggung jawab untuk merekrut kader partai? 2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan yang diatur secara professional? 3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur? √ √ √ Bidang organisasi. Calon Eksekutif tidak harus (laku dijual Partai) Semangat yang sedang didorong ada pembatasan. Tidak ada larangan dalam aturan partai Secara formal tidak ada tetapi semangat menuju kesana ada.

Sesuai ketentuan undangundang Kepala Bidang Penggalangan Dana. Hanya 1 thn sekali ke KPU Sesuai ketentuan undangundang. Harus dibedakan antara asset . kemampuan dan jasa serta capaian? 5 Apakah partai merekrut orang professional untuk mengelola partai? V Sistem Keuangan Partai 1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota secara teratur? 2 Apakah partai mengumumkan nama-nama donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan kepada public? 3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses secara bebas oleh publik? 4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang professional serta mampu memenuhi persyaratan akutansi secara umum? 5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh akuntan publik? 6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai konsisten pada semua tingkatan (nasional dan lokal)? 7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang bertanggungjawab untuk penggalangan dana partai? 8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi mengenai asset-aset partai? 9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset √ √ Tidak diatur dalam AD/ART √ √ √ √ √ √ √ √ √ Aturan ada tapi blm efektif. Tanggung jawab Wakil Sekretaris Bidang Inventarisasi.4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi berdasarkan keahlian. Hanya dalam rapat internal Pengurus.

sesuai tahapan AD/ART. √ √ √ Komite Disiplin tidak permanent. Belum maksimal.partai (bukan atas nama individu)? 10 Apakah partai secara regular/tetap mengalokasikan dana untuk kegiatan partai? VI Pengendalian Konflik Internal Partai 1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme untuk mengendalikan dan mengatasi konflik internal? 2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme tertentu untuk menegakan disiplin partai? 3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak disiplin? Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil Apakah partai memiliki mekanisme untuk mengkomunikasikan keputusan-keputusan pimpinan pusat serta informasi penting lainnya kepada konstituen? Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan konstituen dan organisasi masyarakat sipil (OMS)? Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk menerima dan memproses aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS? Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk mengatur hubungan dengan organisasi mitra atau organisasi masa? √ partai dan individu. Sesuai program prioritas partai. Salah satu fungsi utama sekretariat partai Bagian jaringan 2 3 4 √ √ √ . Ada sangsi bagi pelanggar Recalling. VII 1 √ Mulai dari DPP – DPD – DPC.

Secara structural sampai pengurus pada tingkat yang paling kecil Pelibatan sebagai mitra dalam menyampaikan usul dan saran √ √ √ √ Sesuai aturan partai Otonomi yang terintegrasi tapi keputusan tertinggi ada .3. professional.2. PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN NO I TOPIK PENELITIAN Platform & Program Partai 1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses mengembangkan dan merumuskan platform dan program Partai? 2 Apakah program mencerminkan pandangan idiologis partai? 3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam perumusan program partai? 4 Apakah program partai dikomunikasikan dan disebarluaskan ke DPD dan cabang? 5 Apakah akademisi. NGOs dilibatkan dalam proses pengembangan program partai? II 1 2 3 4 Struktur Organisasi Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah dipilih melalui Kongres/Konferda? Apakah Kongres memilih Formatur? Apakah Kongres/Konferda juga memilih pengurus partai? Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai di tingkat DPD dan DPC? YA JAWABAN TIDAK KETERANGAN Keterlibatan anggota dalam forum muktamar √ √ √ √ √ Litbang melakukan kajian strategis untuk pengembangan program partai.

tentunya bentuknya dibicarakan secara internal tentu Secara vertikal struktural dalam partai. perempuan) di dalam partai? IV Managemen Sumberdaya Manusia 1 Apakah partai memiliki departemen yang bertanggungjawab untuk merekrut kader partai? 6 5 1 0 5 0 1 Masih dalam proses .pada DPP. III Mekanisme Seleksi Calon 1 Apakah calon legislatif dan eksekutif dipilih oleh anggota partai? 2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau DPC? 3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif yang diatur dalam AD/ART partai? 4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur dalam AD/ART partai? 5 5 1 1 Bukan hak veto tetapi hak konstitusional sejauh melanggar aturan yang lebih tinggi. Dapat disesuaikan dengan UU Politik Lebih pada komitmen pada pengembangan partai. 5 5 1 1 5 5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus anggota partai? 6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas 6 waktu untuk masa jabatan pimpinan partai (Ketua)? 7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan 1 partai? 8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan bagi kelompok minoritas (pemuda. namun untuk jabatan politik dapat dibenarkan.

kemampuan dan jasa serta capaian? 5 Apakah partai merekrut orang professional untuk mengelola partai? V Sistem Keuangan Partai 1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota secara teratur? 2 Apakah partai mengumumkan nama-nama donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan kepada publik? 3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses secara bebas oleh publik? 4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang professional serta mampu memenuhi persyaratan akutansi secara umum? 5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh akuntan publik? 6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai konsisten pada semua tingkatan (nasional dan lokal)? 6 3 1 3 Sedang berjalan Beberapa hal dapat dilakukan tetapi sebagain besar belum tertata secara baik. Politik adalah seni mengelolah.2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan yang diatur secara professional? 3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur? 4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi berdasarkan keahlian. tidak semata basis komptensi aja 6 0 0 2 4 5 4 3 2 6 4 2 1 2 3 4 Hanya partai jerman yang mampu melakukan dan FNS Partai kita masih dalam pembenahan sejak reformasi digulirkan .

6 5 0 1 .7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang bertanggungjawab untuk penggalangan dana partai? 8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi mengenai asset-aset partai? 9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset partai (bukan atas nama individu)? 10 Apakah partai secara regular/tetap mengalokasikan dana suatu rencana. yang ada hanya tarik menarik kepentingan. dan distribusi sumber-sumber (keuangan) untuk kegiatan partai? VI Pengendalian Konflik Internal Partai 1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme untuk mengendalikan dan mengatasi konflik internal? 2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme tertentu untuk memastikan dan menguatkan disiplin partai? 3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak disiplin? VII Hub. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil 1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk mengkomunikasikan keputusan-keputusan pimpinan pusat seta informasi penting lainnya kepada konstituen? 6 6 6 0 0 0 5 5 6 1 1 0 Didalam partai tidak ada konflik. detil alokasi.

Untuk semua kelompok. Di dalam partai sudah ada unsure-unsur tersebut. NGOs dilibatkan dalam proses pengembangan program partai? . Beri masukan sebelum Kongres.2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan konstituen dan organisasi masyarakat sipil (OMS)? 3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk menerima dan memproses aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS? 4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk mengatur hubungan dengan organisasi mitra atau organisasi masa? 5 6 1 1 NO I 1 2 3 4 5 TOPIK PENELITIAN PARTAI AMANAT NASIONAL YA 6 6 6 6 5 TIDAK - JAWABAN KETERANGAN Dibuat saat pendirian partai oleh para inisiator. Platform & Program Partai Apakah anggota partai terlibat dalam proses mengembangkan dan merumuskan platform dan program Partai? Apakah program mencerminkan pandangan idiologis partai? Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam perumusan program partai? Apakah program partai dikomunikasikan dan disebarluaskan ke DPD dan cabang? Apakah akademisi. professional. Melalui pelaksanaan program.

Diserahkan ke local masingmasing. 1 responden no opinion. Calon eksekutif tidak harus dari partai. - . Calon legislatif harus dari partai.II 1 2 3 4 III Struktur Organisasi Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah dipilih melalui Kongres/Konferda? Apakah Kongres memilih Formatur? Apakah Kongres/Konferda juga memilih pengurus partai? Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai di tingkat DPD dan DPC? 5 6 4 5 1 1 - 1 responden no opinion. Mekanisme Seleksi Calon 1 Apakah calon legislatif dan eksekutif dipilih oleh anggota partai? 2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau DPC? 3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif yang diatur dalam AD/ART partai? 4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur dalam AD/ART partai? 5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus anggota partai? 6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas waktu untuk masa jabatan pimpinan partai (Ketua)? 7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan 5 3 5 3 4 6 4 2 1 3 2 2 Dipilih secara obyektif dengan melihat kinerja calon. 1 responden no opinion. 1 responden no opinion. Di partai: pernah ikut pengkaderan Diatur dalam pedoman partai. Secara umum ada dalam UU.

Hanya dalam rapat pengurus. Hanya oleh Pengurus Harian. Difungsikan ke Bendahara. kemampuan dan jasa serta capaian? Apakah partai merekrut orang professional untuk mengelola partai? 6 - - 6 6 6 4 6 2 - - Sistem Keuangan Partai 1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota secara teratur? 2 Apakah partai mengumumkan nama-nama donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan kepada public? 3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses secara bebas oleh publik? 4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang professional serta mampu memenuhi persyaratan akutansi secara umum? 5 6 6 4 1 2 Berdasarkan kesadaran tetapi tidak berjalan dengan baik. perempuan) di dalam partai? IV 1 2 3 4 5 V Managemen Sumberdaya Manusia Apakah partai memiliki departemen yang bertanggungjawab untuk merekrut kader partai? Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan yang diatur secara professional? Apakah partai memiliki program pelatihan dan pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur? Apakah partai memiliki mekanisme promosi berdasarkan keahlian. .partai? 8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan bagi kelompok minoritas (pemuda.

5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh akuntan public? 6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai konsisten pada semua tingkatan (nasional dan local)? 7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang bertanggungjawab untuk penggalangan dana partai? 8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi mengenai asset-aset partai? 9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset partai (bukan atas nama individu)? 10 Apakah partai secara regular/tetap mengalokasikan dana suatu rencana. 1 responden no opinion. - 6 6 6 - Namanya Badan Arbitrase PAN. VII 6 - Membuat media tabloid yang . detil alokasi. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil 1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk 5 5 5 6 5 5 1 1 1 1 Difungsikan ke Bendahara. dan distribusi sumber-sumber (keuangan) untuk kegiatan partai? VI Pengendalian Konflik Internal Partai 1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme untuk mengendalikan dan mengatasi konflik internal? 2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme tertentu untuk memastikan dan menguatkan disiplin partai? 3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak disiplin? Hub. Dibahas dalam rapat pengurus.

mengkomunikasikan keputusan-keputusan pimpinan pusat serta informasi penting lainnya kepada konstituen? 2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan konstituen dan organisasi masyarakat sipil (OMS)? 3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk menerima dan memproses aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS? 4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk mengatur hubungan dengan organisasi mitra atau organisasi masa?

disebarkan kepada anggota dan masyarakat. 6 6 5 1 Badan Informasi dan Komunikasi Strategis. Badan Koordinasi Antar Lembaga. 1 responden no opinion.

NO I

TOPIK PENELITIAN

PARTAI DEMOKRAT
YA 6 6 -

JAWABAN KETERANGAN Terlibat melalui organisasi struktural Ya, karena salah satu idiologi partai kami yaitu nasionalis dan religius walau cinta kebangsaan kita harus maju.

Platform & Program Partai 1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses mengembangkan dan merumuskan platform dan program Partai? 2 Apakah program mencerminkan pandangan idiologis partai?

TIDAK

3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam perumusan program partai? 4 Apakah program partai dikomunikasikan dan disebarluaskan ke DPD dan cabang? 5 Apakah akademisi, professional, NGOs dilibatkan dalam proses pengembangan program partai? II Struktur Organisasi 1 Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah dipilih melalui Kongres/Konferda? 2 Apakah Kongres memilih FORMATUR? 3 Apakah Kongres/Konferda juga memilih pengurus partai? 4 Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai di tingkat DPD dan DPC? III

5

1

6

-

6

-

Karena Partai kami masih baru dibentuk jadi sampai saat ini kami bekerja dengan tugas masing-masing Ya, sampai ketingkat ranting agar semua mengetahui ada program-program apa saja yang akan dibuat. Memang dari berbagai aspek kemasyarakat, karena Partai ini terbuka untuk siapa saja.

6 6 3 5

3 1

Melalui mekanisme yang ada Dalam Kongres memilih Formatur Karena dipilih oleh Formatur dan Ketum terpilih hasil Kongres. Ada aturan main hak dari DPD dan DPC

Mekanisme Seleksi Calon 1 Apakah calon Legislatif dan eksekutif dipilih oleh 2 anggota partai? 2 Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau DPC? 4

4 2

Disini menggunakan system poling. Poling dari aspirasi masyarakat bukan konfensi Selama ada proses seleksi yang dianggap menyimpang

3 Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif yang diatur dalam AD/ART partai?

5

1

4 Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur dalam AD/ART partai?

5

1

5 5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus anggota partai? 6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas 6 waktu untuk masa jabatan pimpinan partai (Ketua)? 7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan 3 partai?

1 3

Berdasarkan profesionalisme, kemampuannya, komitmen dan bisa memikirkan bangsa dan rakyat. Semua ada dikriteria umum khususnya kebanyakan yang tidak tertulis.contoh, calon eksekutuf jangan sebentar2 menggantungkan ke Partai. Sesuai dengan AD/ART 5 thn sekali Dalam eksekutif tidak boleh merangkap jabatan karena tugas Partai cukup berat nanti akan terjadi simpang siur. Karena Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) aspirasi politiknya disalurkan ke Demokrat maka itu akan diakomodir. Jadi terbuka untuk umum tidak lagi membedakan semua ditampung karena basicnya nasionalisme.

5 8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan bagi kelompok minoritas (pemuda, perempuan) di dalam partai?

1

nanti kedepannya kalau sistemnya sudah bagus. Banyak sekali karena untuk melontarkan pemikiranpemikirannya di partai.IV Managemen Sumberdaya Manusia 1 Apakah partai memiliki departemen yang bertanggungjawab untuk merekrut kader partai? 2 Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan yang diatur secara professional? 3 Apakah partai memiliki program pelatihan dan pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur? 4 Apakah partai memiliki mekanisme promosi berdasarkan keahlian. nanti kedepannya pelatihan kader. Karena ada bendahara umum . 6 6 - 4 2 V Sistem Keuangan Partai 1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota secara teratur? 2 Apakah partai mengumumkan nama-nama donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan kepada public? 3 Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses secara bebas oleh publik? 4 Apakah partai memiliki staf keuangan yang professional serta mampu memenuhi persyaratan akutansi secara umum? 2 2 6 5 4 4 - Masih baru simpatisan saja. Untuk sementara tidak hanya pengurus-pengurusnya yang memberikan sumbangan Mestinya ia karena UU mengatakan itu. yaitu OKK Sementara ini belum ada tetapi akan dibuat yang di Ketuai oleh Roy Suryo dibawah bidang Kom Info Sudah dilaksanakan yaitu political marketing. Partai memiliki mekanisme karena untuk menjadi tolak ukur atau layak tidaknya seorang kader. kemampuan dan jasa serta capaian? 5 Apakah partai merekrut orang professional untuk mengelola partai? 6 5 1 Ada.

5 6 6 1 - Ada.5 Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh akuntan public? 6 Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai konsisten pada semua tingkatan (nasional dan local)? 7 Apakah partai memiliki departemen khusus yang bertanggungjawab untuk penggalangan dana partai? 8 Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi mengenai asset-aset partai? 9 Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset partai (bukan atas nama individu)? 10 Apakah partai secara regular/tetap mengalokasikan dana suatu rencana. detil alokasi. dihandle oleh pengurus harian DPP dan Korwil Ada. Dana pembinaan organisasi partai. Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil 5 5 2 4 4 4 1 3 1 1 1 Sementara ini belum Karena diatur dalam UU Secara khusus tidak. tapi secara idential ia Kedepan baru ingin karena untuk memanagemen assetaset partai. VII . dalam kode etik partai tidak asal mencomot saja. Salah tidaknya anggota dilihat melalui rapat pleno. dan distribusi sumber-sumber (keuangan) untuk kegiatan partai? VI Pengendalian Konflik Internal Partai 1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme untuk mengendalikan dan mengatasi konflik internal? 2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme tertentu untuk memastikan dan menguatkan disiplin partai? 3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak disiplin? Hub.

1 Apakah partai memiliki mekanisme untuk mengkomunikasikan keputusan – keputusan pimpinan pusat seta informasi penting lainnya kepada konstituen? 2 Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan konstituen dan organisasi masyarakat sipil (OMS)? 3 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk menerima dan memproses aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS? 4 Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk mengatur hubungan dengan organisasi mitra atau organisasi masa? 6 - 6 6 - Salah satunya melalui release agar lebih mudah bisa menjangkau kemanamana.melalui OKK 6 - NO I TOPIK PENELITIAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA YA 5 TIDAK 1 JAWABAN KETERANGAN Platform & Program Partai 1 Apakah anggota partai terlibat dalam proses mengembangkan dan merumuskan platform dan program Partai? .kami terima nanti baru diolah. Ya.jika tidak secara spesifik. Semua departemen terbuka. selalu ada kunjungan silahturahmi bulanan.contoh.ada kasus ini. Ada.

2 Apakah program mencerminkan pandangan idiologis partai? 3 Apakah Litbang partai terlibat aktif dalam perumusan program partai? 4 Apakah program partai dikomunikasikan dan disebarluaskan ke DPD dan cabang? 5 Apakah akademisi. NGOs dilibatkan dalam proses pengembangan program partai? II 1 2 3 4 III 1 2 3 4 Struktur Organisasi Apakah ketua dewan pimpinan pusat dan daerah dipilih melalui Kongres/Konferda? Apakah Kongres memilih FORMATUR? Apakah Kongres/Konferda juga memilih pengurus partai? Apakah AD/ART partai menjamin otonomi partai di tingkat DPD dan DPC? Mekanisme Seleksi Calon Apakah calon legislatif dan eksekutif dipilih oleh anggota partai? Apakah DPP memiliki hak untuk mem-veto calon-calon yang telah dipilih oleh DPD atau DPC? Apakah ada criteria khusus bagi calon legislatif yang diatur dalam AD/ART partai? Apakah ada criteria khusus bagi calon pemimpin eksekutif di pusat maupun daerah yang diatur dalam AD/ART partai? 6 5 6 6 1 - 2 2 5 4 4 6 1 6 5 3 4 1 3 2 . professional.

perempuan) di dalam partai? IV 1 2 3 4 5 V Managemen Sumberdaya Manusia Apakah partai memiliki departemen yang bertanggungjawab untuk merekrut kader partai? Apakah partai memiliki pusat data keanggotaan yang diatur secara professional? Apakah partai memiliki program pelatihan dan pendidikan (kaderisasi) yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur? Apakah partai memiliki mekanisme promosi berdasarkan keahlian. kemampuan dan jasa serta capaian? Apakah partai merekrut orang professional untuk mengelola partai? 5 4 5 6 1 2 1 6 6 6 5 5 1 1 Sistem Keuangan Partai 1 Apakah partai mengumpulkan iuran anggota secara teratur? 2 Apakah partai mengumumkan nama-nama donatur serta menyebutkan jumlah sumbangan 6 2 4 .5 Apakah calon legislatif dan eksekutif harus anggota partai? 6 Apakah partai memiliki ketentuan mengenai batas waktu untuk masa jabatan pimpinan partai (Ketua)? 7 Apakah rangkap jabatan dibolehkan dalam aturan partai? 8 Apakah AD/ART partai menjamin keterwakilan bagi kelompok minoritas (pemuda.

dan distribusi sumber-sumber (keuangan) untuk kegiatan partai? 5 6 6 6 6 6 6 4 1 2 VI Pengendalian Konflik Internal Partai 1 Apakah partai memiliki badan atau mekanisme untuk mengendalikan dan mengatasi konflik internal? 2 Apakah partai mempunyai suatu mekanisme tertentu untuk memastikan dan menguatkan disiplin partai? 6 6 - .3 4 5 6 7 8 9 10 kepada public? Apakah laporan keuangan tahunan dapat diakses secara bebas oleh publik? Apakah partai memiliki staf keuangan yang professional serta mampu memenuhi persyaratan akutansi secara umum? Apakah laporan keuangan tahunan diaudit oleh akuntan public? Apakah aturan mengenai laporan keuangan partai konsisten pada semua tingkatan (nasional dan local)? Apakah partai memiliki departemen khusus yang bertanggungjawab untuk penggalangan dana partai? Apakah partai mempunyai data atau inventarisasi mengenai asset-aset partai? Apakah asset-aset partai tercatat sebagai asset partai (bukan atas nama individu)? Apakah partai secara regular/tetap mengalokasikan dana suatu rencana. detil alokasi.

Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil Apakah partai memiliki mekanisme untuk mengkomunikasikan keputusan-keputusan pimpinan pusat seta informasi penting lainnya kepada konstituen? Apakah partai berkonsultasi secara teratur dengan konstituen dan organisasi masyarakat sipil (OMS)? Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk menerima dan memproses aspirasi/informasi dari konstituen dan OMS? Apakah partai memiliki departemen/mekanisme untuk mengatur hubungan dengan organisasi mitra atau organisasi masa? 6 - 6 - 2 3 4 5 5 5 1 1 1 ! " " # " # " % %$ $" $ & & " % .3 Apakah partai memiliki mekanisme untuk menindak pengurus atau anggota DPR yang tidak disiplin? VII 1 Hub.

! % ( ") % $ % % " # "# ! # . %$ " % 2 % " ! " " % % % %$ ! ! " " $' ! " 6 7 ' 8" "! $ " ! ) ! ! ( " " $ 7 " $ ' " ! " $" % % % " 9: " ! * + ( $% "# ! # $" ) . ". $ . ! $ * + * * % # . " . $% - ! $" # % $ ) # ' ! " " # % " ( & + % ! ! " % ! $ $ ". $" / * * 2 " "$ " .% ! " % " % % 1 . " % "$ " % %$ $ !% % ! %$ " $' % ' " % 3 4 4 5 * ". .( " & " % + / ! $ ! # %$ " ' ' " )" " # ' % $0 " $$ $" $ " " ' 0 # $ .

" / ( " + "$ ' " # " " " " " 3 % "$ !%5 " $ $ $" $ $ " . 3 " % ! 4 # 0 " " " % " 6 $ 0 $# 5 ' + ( "# % 4 0 0 $# 5 - > 8 #" " ! % ' ! " % #" " 6 .) & + / * 9) . %$ " " " % " " % %$ % $" ) . = " " . % 4 ' ! ) " $ " $" % ! % $ ' # ! $. # % " . " ! ! "! 4 % % 7 ' ! " ! % $% $ # ) " $ . % % 3 " % ! % " % 5' 6 # ' " " % $ 6 # 3 5 # " " "! ( ( & + & + + & ( & # $ 8" % % 6% ") ! % $% $ 6% 8" % % " % ! " % % ( " % % % %$ " < % #" " - $" $ / !% " 6 # # $ 0 $ ! " " % % " $ 3 % $" ) "- . 8 . % 4 ' ! " ! % $% $ # ) " " $" % %$ % % " ! .

# " " . "$ $" % " " %! " $. +A B $ 6 % " " !% " !% " !% " % " % % 9 " . $" ) $$" " 0 " % ' $ $ " % "$ ! / " " ! ' " " $ 6 $ 0 + ( / / 3$ % " $ " 6 . # "$ " #" % " 9 % "$ " 6 . / "$ " "$ " #$ " 6 . % $ $" ) % % ' ! "% !% % "! % %# ' ! % " " "% + + ( & & % "$ " 6 .& " + " ! $" " % ' ! #" $ $" ) ! % % " " " 3 " " $ $5 . # ! . # % "$ . 0 5 % $" ) ( & + / * . " 6 . # " % " % ) # " " #" % > 3 "% . #5 ! " " ! % $" % ' % % % " % "$ #$ " #% # " . # "$ . 6 ". # @ ! " 3? $ . . "% ( & $% # "# ! % " 6 % " 6 "$ . # # $ 5 # 0$ % #" % 0$ % " 6 . ! < % 6 ."#% 6% ! $% # " %# ' ! "% !% $" $ $" ) #"# $ "! %# ' ! " $ "% . .

$$" 3 . # " 6 . # > ( * / + 8" " # ! ) 3 $ " % "# ! #" $ $% $ 5 4 ". . " $" " " 6 . ! " " ! $ " % $ ! % % ! " ' " % $" % " ! 5' " " " " % 6 . $% $ " % % % " $ " % " % % . $ " % "$ " 6 . # ! % $% $ & + & & % "$ !% " " " " !% " 6 . ! 0 5 " " % $ % $ $" . # % "$ !% % "$ !% !% " 6 . = :" C A $ ! #" ' ! $ $ ! $" 9 3# % ! " $ $0 3 "% 5% " " " ( " " $ & " $ > ?% # % 8 $. # % $" 9 $" ' " ) $" # $" $ : % 5' $" ) " % 4" $% % " ) 0 " $ # % $ $% # " 9$% # " % " ' " " % " " # " " " ' % . # % % " 4 " % . . % % $ 6% ' " % %$ % $0 ' $ %" " $ " % % " % %$ 9 " % %$ $ " * 9 $ #" ) # $ $ $" ) 3.

9 " ! $ . & " " ! " $ %" ' #" $% $ $" ) $ %" $ $ $ 3 8 5' " " " % & & " " % 6 ":" ! " " " 4 " $ " % % $" $ $ $4 $ 8 ' ! " " " " 4 " $ " % % !%#% " $ $ $ $ $$ ' & $ %" / " % % & . " . $% $ + % "$ " " 6 . . # #" % " $ " . " % " $" $0 " % ":" 9 " !".. ( " $.

Ketua Umum. Wakil Sekjen dan Bendahara disebut dengan Pengurus Harian. Setelah semua selesai dibahas. Platform dan Program Partai Partai Golkar bila mau berbuat sesuatu harus punya landasan hukum dan rambu-rambu yang mengatur seperti Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) dan Rapat Pleno. yang harus dilakukan oleh Ketua Umum adalah secepatnya membentuk Formatur. Sekjen.. setelah Ketua Umum hasil MUNAS itu terpilih. maka semua agenda mengenai platform dan program Partai diteruskan sampai Rapat Paripurna/ Pleno. yang mana MUNAS terakhir Partai Golkar 2004 di BALI. Sekjen. Setelah terbentuknya Ketua Departemen di masing masing bidang maka para Ketua departemen dari berbagai bidang diharuskan untuk membentuk POKJA( Kelompok Kerja ) sesuai dengan kebutuhan. Struktur Organisasi Masa Jabatan Ketua Umum di Partai Golkar itu 5 tahun sekali. DPD I sampai pada tingkat DPP menjadi sangat penting. Para Ketua Bidang yang kemudian membentuk depertemen sesuai dengan kebutuhannya. Agenda utama dalam Musyawarah Nasional ( MUNAS ) adalah Pemilihan Ketua Umum Partai. 2. POKJA (Kelompok Kerja) sebagai dapur yang berfungsi untuk menggodok persoalan persoalan yang terjadi di masing masing Departemen. Di Partai Golkar ada rapat pengurus harian dan rapat pengurus harian yang diperluas. makanya hasil dari Rapat Paripurna merupakan keputusan yang tertinggi dan terakhir.1. Tugas dari pada Formatur ialah membantu Ketua Umum Partai untuk membuat struktur kepengurusan. Dalam menjalankan program DPP Partai Golkar atau Pengurus Harian mengadakan rapat minimal sekali dalam sebulan begitu pula pengurus harian diperluas. jadi semua Keputusan mengenai Platform dan Program Partai akan menjadi sah apabila keputusan tersebut merupakan hasil dari pada Rapat Pleno anggota. Setelah itu masuk kedalam Penjabaran. Pengurus harian terdiri dari Ketua Umum. tetapi apabila Pengurus Harian ditambah dengan para ketua departemen biasa disebut juga dengan Pengurus Harian yang di perluas. Di Rapat Paripurna semua perwakilan suara anggota dari berbagai daerah seperti DPD II. yang dipilih oleh Ketua Umum. Wakil Sekjen dan Bendahara. sedangkan Pengurus harian diperluas terdiri dari Pengurus Harian ditambah dengan para Ketua Departemen. . Para Ketua. Rapat Pleno merupakan keputusan yang terakhir. DPP Partai Golkar terdiri dari Pengurus Harian dan Pengurus Harian yang diperluas. dan dipilih secara langsung melalui MUNAS ( Musyawarah Nasional ). Anggota atau team Formatur itu merupakan gabungan dari setiap anggota DPD I dan DPD II. didalam penjabaran ini mulai disusun tentang Program Kerja Partai secara Nasional selama lima tahun dan membahas berbagai kebijakan-kebijakan Partai. Di dalam RAPIMNAS agenda yang dibahas biasanya tentang AD/ART partai.

Calon anggota legisletif dari Partai Golkar merupakan kader Partai Golkar yang sudah/ telah melewati. dan kredibilitas yang tinggi dan dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat. Sistem keanggotaan yang jelas pada Partai Golkar dapat dilihat juga dengan adanya kartu anggota Partai Golkar mulai dari tingkatan DPP ( Pusat ) yang tertinggi. sampai dengan DPD I. Banyak para anggota /kader Partai Golkar menjadi tenaga ahli. dengan sistim konvensi Partai.di semua bidang misalnya di bidang politik. Department Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi yang disebut dengan OKK. Partai Golkar mempunyai sistim administrasi keanggotaan yang sudah baik sehingga data setiap anggota Partai Golkar baik di tingkat Pusat maupun di tingkat daerah tercatat dan tersusun dengan rapi. didalam AD/ART. Partai Golkar mempunyai kader/ anggota. Tidak ada kriteria khusus untuk seleksi para calon legislatif dan eksekutif. harus mengakar pada konstituennya. Departement Organisasi Keanggotaan dan kaderisasi ( OKK ) merupakan dapur bagi Partai Golkar yang berfungsi untuk menggodok para anggota dan Kader Partai Golkar sehingga menghasilkan kader-kader yang berkualitas.selain pintar dan punya wawasan yang luas tentang kebangsaan anggota /kader Partai Golkar harus dikenal ditingkat Daerah maupun ditingkat Pusat. Mekanisme Seleksi Calon Mekanisme seleksi calon pada Partai Golkar diatur dalam AD/ART Partai Golkar. (Propinsi ) dan yang terakhir DPD II ( Kabupaten ) itu merupakan tingkatan paling terendah. suku dan ras. tokoh.3. Konvensi Partai Golkar merupakan ide baru yang bertujuan untuk menyeleksi para calon kader Partai Golkar yang ingin menjadi ketua baik ditingkat pusat sampai di tingkat daerah. Banyak Kader-kader/ anggota Partai Golkar yang .meskipun calon tersebut bukan dari kader/ anggota Partai Politik ( Non Partisan ). Di Partai Golkar mekanisme seleksi calon Legilatif dapat juga dilihat dari pola pikir anggota / kader Partai yang mempunyai otak cerdas dan mempunyai wawasan kebangsaan yang sangat luas. Pada PEMILU 2004 mekanisme seleksi calon Ketua Umum Partai Golkar dilakukan dengan cara yang baru. tanpa adanya diskriminasi agama. Untuk menghasilkan kader kader Partai Golkar yang berkualitas maka DPP Partai Golkar membentuk Departemen yang bertujuan untuk membina dan mendidik para kader-kader Partai Golkar. serta mempunyai jiwa nasionalis bangsa dan menjunjung tinggi azas dari pada Partai Golkar yaitu Pancasila dan kebangsaan.. mengikuti proses pengkaderan. yang tersebar di mana-mana baik dilingkungan birokrat seperti Pegawai Negri Sipil (PNS). Artinya bahwa kader Partai Golkar bisa diterima oleh konstituennya ( daerah pemilihannya ) dan berjuang bersama-sama dengan konstituennya untuk memajukan daerah pemilihannya. Manajemen Sumber Daya Manusia Sebagai Partai yang besar Golkar sudah banyak mencetak kader kader yang professional dan berqulified. Didalam AD/ART Partai Golkar hanya dicantumkan bagaimana mekanisme seleksi calon legislative dan bukan menseleksi calon eksekutif Siapa saja bisa duduk dieksekutif yang penting calon tersebut mempunyai keahlian. baik ditingkat Daerah maupun Pusat. anggota / kader Partai Golkar.dengan cara pemilihan langsung. atau dilingkungan pengusaha. hukum dan banyak pula yang menjadi ilmuwan. dan cendikiawan. ekonomi. 4.

jadi soal sistem keuangan pada Partai Golkar itu menjadi tanggung jawab Bendahara yang dibantu oleh Staf nya. pendanaan Partai Golkar juga didukung oleh para donatur Partai. di Partai Golkar diserahkan sepenuhnya kepada Bendahara. DPD I maupun DPD II Di Golkar tidak ada lembaga atau departemen yang bertanggung jawab untuk penggalangan dana. Untuk menyelesaikan konflik internal Partai Golkar biasanya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat dan dengan sikap dewasa. anggota Partai Golkar. Pengendalian Konflik Internal Partai Partai Golkar merupakan Partai yang tertua dan terbesar. Dalam AD/ART Partai Golkar secara tegas disinggung tentang sanksi bagi para anggota dan fungsionaris Partai Golkar apabila terbukti bersalah . Seperti kader Golkar yang ada DPR. Anggota / Kader fungsionaris partai Golkar yang akan di pecat oleh Ketua Umum Partai Golkar mempunyai hak untuk membela diri. yaitu dewan yang mempunyai tugas memberikan pertimbangan dan masukan kepada DPP Partai Golkar dalam segala hal juga dalam hal menyelesaikan konflik internal yang terjadi pada Partai Golkar. Urusan penggalangan dana.tempat penting baik di Eksekutif ( Pemerintahan ) maupun di birokrasi ( Pegawai Negri Sipil ) ada juga yang menjadi pengusaha dan pekerja. karena itu sebagai partai terbesar dan tertua Partai Golkar memang sudah terbukti banyak mencetak /menghasilkan kader-kader yang qualified 5. Bupati. biasanya untuk mengurus keuangan Partai Golkar secara tehnis selalu menghaier tenaga yang professional dalam bidang keuangan. oleh karena berbeda pilihan. Banyak sedikitnya keuangan Partai Golkar bisa dilihat dari pintar atau tidaknya bendahara Partai Golkar dalam membuat program penggalangan dana. DPP Partai Golkar harus mengadakan Rapat Pleno yang dihadiri oleh Dewan Pembina. Sistem Keuangan Partai Sistem keuangan Partai Golkar sangat terbuka. 6. Di Partai Golkar Bendahara merupakan jabatan politis. yang mana donatur Partai Golkar itu berasal dari para kader dan senior. Sebagai contoh kasus Akbar Tanjung yang ingin memecat para kader-kader pembaharuan Golkar. dan para bangsawan. Sesuai dengan aturan yang berlaku di AD/ART partai. seorang Ketua Umum Partai Golkar tidak bisa semena. Gubernur. DPD I . juga Dewan Pembina maka Ketua Umum Partai Golkar harus mencabut kembali surat pemecatannya. Kedewasaan berpikir.mena memecat salah satu anggota / fungsionaris kader Partai Golkar. Apabila anggota / kader Fungsionaris didukung oleh anggota DPD I dan DPD II. juga sudah teruji sehingga banyak menciptakan kader kader yang berkualitas. Partai Golkar. DPP. karena untuk memecat fungsionaris kader Partai Golkar itu. dan berpolitik pada setiap kader Partai Golkar itu menjadi salah satu sebab Partai Golkar menjadi besar Di Golkar ada yang namanya Dewan Penasehat. DPD II.meduduki tempat. pengusaha. baik ditingkat DPP. Managemen sumber daya manusia pada Partai Golkar sudah tidak diragukan lagi. selain iuran anggota yang rutin. Walikota. .

. Jadi penyelesaian konflik internal partai Golkar selalu diselesaikan dengan cara musyawarah untuk mufakat. dasar inilah yang membuat partai Golkar menjadi besar. Partai Golkar mempunyai konstituen yang berbeda-beda misalnya ada yang namanya Jalur A itu untuk konstituen yang kebanyakan kadernya berasal dari keluarga besar ABRI ( KBA ). juga mensosialisasikan hasilnya kepada konstituen atau masyarakat sipil. jadi POKJA merupakan mitra kerja partai Golkar dengan oraganisasi masyarakat di tingkat pusat. dan diikuti dengan sikap kedewasaan. Selain itu di Pengurus Harian Partai Golkar mempunyai beberapa ketua bidang yang mana ketua bidang tersebut membawahi departemen. membocorkan rahasia Partai Golkar kepada Orang lain atau Partai lain. missalnya di Partai Golkar ada ketua bidang kepemudaan yaitu AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar ) dan ketua bidang perempuan KPPG ( Kesatuan Perempuan Partai Golkar). terbukti dengan suara Golkar pada PEMILU 2004 mendapat urutan pertama ( terbesar ). begitupula KPPG untuk mensosialisasikan dan melaksanakan programnya.prempuan lainnya baik ditingkat desa.dan nasional. Dalam menjalankan dan mensosialisasikan programnya AMPG selalu bekerja sama dengan kelompok kepemudaan baik dari tingkat desa yang paling kecil sampai pada tingkat pusat. Secara tegas anggota / kader dari pada Partai Golkar tersebut akan di pecat dan dikeluarkan dari keanggotaan Partai Golkar. Jalur B untuk konstituen yang kebanyakan kadernya terbentuk dari orang. 7.orang pemerintahan / birokrasi (PNS) dan pengusaha. tanpa harus membentuk badan atau lembaga penyelesaian konflik.anggota Partai Golkar yang sesuai dengan aturan yang ada di dalam AD/ART partai. Jadi hubungan partai Golkar dengan konstituennya dan masyarakat sipil. sangat baik. misalnya mencemarkan nama partai. suku. daerah dan desa. terhadap agama.melakukan tindakan diluar dari kebijakan dan aturan-aturan yang ada di dalam AD/ART Partai Golkar. serta menjunjung tinggi demokrasi tanpa adanya Diskriminasi. para ketua departemen membentuk POKJA ( Kelompok Kerja ) yang bertugas mengodok permasalahan yang terjadi di bidangnya . melanggar asas dari Partai Golkar yaitu Pancasila dan kebangsaan . KPPG sering menjadi mitra kerja dengan kelompok. Hubungan dengan konstituen dan masyrakat sipil Hubungan partai Golkar dengan konstituen dan masyarakat sipil sudah cukup baik. daerah..

. ( 1 1 4 ? 1 $ ( . $ % / 1 % % ) $ / & % / 4 ?$ %4 & % !" + ) / 6 ) 1$ / % ) & ( ( & % 1 / . / 0 # ( & / % ) % . ( $ 1 1 1 / ? % ) % ) ) 7 # % / # % & ( (. $ $ @?& ( 1 1 % ( % 1 % ) 1 . % .'( ( ( ( * ) + .$ & 7 ( / / / % ) .

& / ( 1 %$ & % ) % % % ) / % / %$ & 1 / % $ (& ( # ( 0 / %$ && % 7 % % ) % ) % . ( & ( %$ % ) & / % ) ( 7 %( & $.% .

Majelis Pertimbangan Partai. Peserta Muktamar akan memilih Formatur yang tugasnya untuk menyusun Pengurus Harian Partai. dan Majelis Syariah. Sedangkan Musyawawarah Pimpinan Wilayah merupakan forum teringgi pada tingkat daerah untuk menetapkan program kerja dan memilih Ketua DPW Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota.keputusan strategis adalah Muktamar. Setiap keputusan Muktamar yang dihasilkan dalam Muktamar maupun dalam Rapat Kerja Nasional tentunya dikomunikasikan secara teratur kesemua wilayah sesuai tingkatannya melalui media internal dan surat menyurat. Platform partai merupakan landasan gerakan partai Persatuan Pembangunan dalam implmentasi program kerja yang akan dijalankan.PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN 1. Dewan Pakar Partai. 2. Idealnya Program Partai lebih mencerminkan ideologi yang dianut dalam partai politik. Sesuai AD/ART DPP PPP bahwa pengurus DPD (DPW) dan DPC mempunyai otonomi untuk melakukan kegiatan/ kaderisasi anggota dan menghasilkan keputusan partai sesuai tingkatanya berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan Partai. Untuk pengembangan program partai lebih efektip maka fungsi Litbang dalam melakukan kajian/riset mengenai kondisi internal dan eksternal menjadi faktor pendukung dalam perkembangan Partai Persatuan Pembangunan ke depan.Implikasinya adalah hasil kajian Litbang kurang memberikan input yang poisitip dalam pengembangan program partai. namun seringkali kurang sejalan. Struktur Organisasi Forum tertinggi PPP untuk menghasilkan keputusan. Platform & Program Partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempunyai mekanisme yang cukup partisipatif dan demokratis yang disebut Muktamar untuk melibatkan semua unsur partai khususnya tingkat Pimpinan Wilayah ( DPW ) dalam merumuskan Platform dan Program Partai. Litbang dalam mengoprasionalkan kegiatannya sering mengalami kemandekan selain faktor dukungan sarana dan prasarana juga terjebak pada arena politik partai yang lebih menguras energi dan waktu.Dalam Muktamar mempunyai mekanisme pembahasan program kerja partai dilakukan melalui komisi-komisi yang dibentuk oleh Muktamar dan selanjutnya dibahas bersama dalam Rapat Pleno Komisi.Namun . selain menetapkan program kerja Partai dan rekomendasi Politik juga memilih secara langsung Ketua Umum DPP PPP oleh DPW Tingkat Propinsi.

Mekanisme Seleksi Calon Dalam UU Politik khsusus dalam UU Partai Politik . 4. 3.otonomi pada tingkat partai lebih bersifat integrasi. DPP tetap berfungsi sebagai fasilitator dan koordinasi terhadap setiap kegiatan yang dilakukan tingkat daerah. Namun kalau pengurus partai terpilih dalam posisi jabatan Politik maupun yang sifatnya profesional merupakan jabatan rulling class yang tidak dikategorikan rangkap jabatan. sedangkan dalam AD/ART juga mengatur beberapa kreteria yang sifatnya mengikat secara organisasi. karena keputusan tertinggi tetap berada pada Dewan Pimpinan Pusat. maka saat ini PPP mengoptimalkan pelaksanaan fungsi Departemen Kaderisasi dan organisasi untuk meningkatkan peran kader dan anggota partai dalam mendinamisasi kehidupan politik dan kenegaraan Republik Indonesia. Managemen Sumberdaya Manusia PPP sebagai organisasi politik moderen yang konsisten memperjuangkan hak politik dan kebangsaan sejak pemerintahan Soeharto dengan wacana penghapusan dwifungsi ABRI dan model P4 segera dibubarkan karena telah menghambat proses demokrasi di Indonesia. Khusus dalam meningkatkan kompetensi kader partai sesuai strategy pengembangan kader-kader keahlihannya belum menjadi perhatian utama PPP namun tetap menjadi politik. seperti seorang Pengurus DPP juga sekaligus menjadi Pengurus DPW.Masa kepemimpinan dalam Partai Persatuan Pembangunan yang diatur dalam AD/ART mulai dari tingkat Pusat sampai struktur paling rendah maximal dua periode.UU pemilu dan UU Susduk telah mengatur secara jelas kreteria calon anggota legislatif dan eksekutif. Hak konstitusional DPP dapat dilaksanakan apabila kebijakan/keputusan partai ditingkat yang DPW atau DPC telah melanggar aturan secara substansi dan prosedural. Rangkap jabatan dalam PPP tidak dibolehkan pada level yang sifatnya vertikal/struktural. Pendidikan/pelatihan akan diatur secara sistimatis berdasarkan konsep pembinaan yang lebih efektip dan berdampak pada perkembangan partai politik yang lebih modern.Kelompok – kelompok profesional tetap menjadi mitra kerja PPP dalam meningkatkan kualitas program partai dengan polala-pola dialog terbatas atau melalui seminar/diskusi. Masa kepemimpinan dalam Partai Persatuan Pembangunan yang diatur dalam AD/ART mulai dari tingkat Pusat sampai struktur paling rendah maximal dua periode. PPP juga telah memberikan kesempatan pada kelompok perempuan maupun pemuda untuk terlibat dalam politik kepartaian dengan mengakomodir dalam pencalonan anggota legislatif tingkat pusat maupun daerah. Pada prinsipnya DPP selalu menghormati segala keputusan yang dihasilkan struktur partai pada tingkat yang lebih rendah sepanjang tidak bertentangan dengan aturan partai yang lebih tinggi. .

PPP mempunyai data base asset-aset partai yang menjadi modal potensial partai dalam pengembangan partai persatuan pembangunan tanpa mengatasnamakan pribadi. Sumber-sumber dana partai jarang dipublikasikan kepada publik namun laporan keuangan partai perstuan pembangunan dapat diakses oleh publik sesuai kebutuhannya.5. seminar. Sistem Keuangan Partai Partai Politik di Indonesia belum secara teratur menerapkan iuran anggota sebagai sumber dana tetap untuk pembiayaan kegiatan partai. workshop. Pengendalian Konflik Internal Partai Partai Politik sering terjadi tarik menarik kepentingan antar peroranga atau kelompok yang berimplikasi pada kinerja pengurus partai. Bentuk pelaporan keuangan yang dilakukan oleh DPP PPP memang belum sepenuhnya dilakukan pada tingkat DPW dan DPC karena proses pembenahan kelembagaan partai sedang dilakukan sejak reformasi politik dilaksanakan pada tahun 1998.12 Tahun 2004.Biaya kampanye dalam pemilu legislative dibebankan kepada setiap calon anggota legislative dalam batassan tertentu sesuai UU Pemilu N0. Salah satunya adalah penerapan sumbangan wajib per bulan kepada anggota legislative baik tingkat pusat maupun daerah untuk kepentingan partai sesuai tingkatannya. Selama ini partai politik juga termasuk Partai Persatuan Pembangunan mencari sumber dana dari berbagai unsure yang tidak mengikat untuk kebutuhan operasional partai. sedangkan pertanggunjawaban organisatoris dilakukan pada saat Muktamar atau forum DPW dan DPC di tingkat daerah. khususnya PPP. PPP merekrut staf keuangan yang professional dan laporan keuangan dapat diaudit oleh akuntan publik namun tidak mempunyai departemen khusus untuk penggalangan dana partai. DPP PPP akan menindak secara tegas apabila ada kader.Majelis Pertimbangan Partai PPP mempunyai peran utama dalam memediasi setiap tarik menarik kepentingan atau konflik yang terjadi agar mengurangi deviasi efektivitas antar kader. . Biasanya Pengurus Harian Partai mengadakan rapat pleno untuk mengevaluasi kinerja dan prilaku Pengurus maupun anggota DPR/DPRD Propinsi/Kabupaten/Kota dalam jangka waktu yang ditetapkan. pendidikan kader dan konsolidasi ke daerah masih menjadi tanggungan partai yang dialokasikan secara detil dan teratur.kader partai. 6. Sebagai partai moderen akan berusaha mendidik kader-kader partai untuk tetap disiplin dalam mengelolah partai dan berkontribusi untukkepentingan masyarakat. Dalam setiap kegiatan internal partai seperti pelatihan. Pertanggungjawaban keuangan partai ada yang sifatnya teknis artinya pelaporan tiap tahun secara internal pada kalangan pengurus partai.kader partai yang telah merugikan partai/memperburuk citra sebagai kader PPP dalam masyarakat.

Dgn Konstituen dan Masyarakat Sipil Partai Persatuan Pembangunan telah teruji komitmennya dalam membangun hubungan dengan konstituennya jika kita melihat hasil pemilu 2004. Kelompok masyarakat yang terlembaga sering menjadi prioritas utama PPP dalam disaminasi gagasan perubahan bangsa dan strategy pembangunan yang efektip untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. surat-surat.? ! " 6" D( $ D( " 6" 3 " % 5 $ > " " 5 $2 $ "# $ 5 $ 5 . website. 08 -3 ! "$ " * 3" $ 3 5 3 " % " ? $ 0 " D( 5 $" $ 5 $$" $$ " "# $D "$ $ 3 5 ?" . 28.Prestasi yang kami peroleh dalam pemilu anggota legislative merupakan modal politik PPP untuk meningkatkan komunikasi lebih efektip dengan konstituennya agar tetap mendapat kepercayaan dalam mengelolah bangsa khusunya dalam bidang politik. 3 % $. PPP mempunyai media internal seperti bulletin .8% . kami mempunyai program tiga bulanan untuk melakukan dialog dengan masyarakat atau mengadakan kegiatan seminar yang sifatnya gerakan cultural demokrasi menuju perubahan bangsa. brosur untuk mengkomunikasi setiap keputusan partai kepada kader secara strukural dan anggota partai pada umumnnya.7. ! # E 3 6 $% 8 $ % $. Hub. " $% % 9 9 (9 9 &9 9 ?" 2 $! % $. Untuk itu. Meningkatkan peran/fungsi departemen Komunikasi dan departemen hubungan Antar Lembaga dalam membina hubungan dengan semua stakeholder/mitra kerja demokrasi dan konsisten membangun komunikasi yang lebih terbuka kepada masyarakat tentang positioning PPP dalam perpolitikan Indonesia.

! ! # 8% $" 38% ! " " " "! ? 80 8% :" $ . " # ! $ $ " " " $ ! $" 6 % ! " ! $ " " % $ . "$ " . . 9 . ."! $" < $" % < " # %$ " $ . % $% ! ∗ . 0 $" ) % % #" %$ ! " 3" % " " "% 5$ " " #" # # " 0 " # " . :" $ " " % # . " % $" # % " " " % %$ "$ ! % < 3 <5 % "# 6 % $% . . $ ! 5- :" . % % $" $ $ 3 5 6 .$ $" # " % 6% " $" 6 % ! $" ) ! % $% $% 6% ! $ ! ." $ . : 0 #" $ 9 $ " ! . 8% " " . " 3 .com "$ ! $ ! $. # " ! $" ) " " ! " % 6% " $ $ $" ) % % " $" # " % "! %#% . " % $% " % $% . . ! . ! 9! " #" 6 .kebangkitanbangsa. # $ " % " " $ # ! . ." ) &C . % $% ! % < !0 "# < "# $ www.<$% " #" % 0 . $" " " % $" ) $ "$ % % " 9 "# " $" # % $ " " " $" . " $ ! # . $% " < $ #" 0 . " ! " $ . 0 $% ! " "$ ! " " % % " " " " ! #" . $ 5 #" $" ) % " 6 " $ ! " $% 8% $% #% (A A / " $ " % % $ # : " " " $ )% % " " %! 6 . # $ $ #" %$ ! #" # "$ " $"$ " $ 0 $" % $% 9% $% $% $" . # " $" 6 ! % 0 %! " $ ! . " ( 8" . % 0 % $" # . ! ! # " 8" $ " " . # $ "F . . . " "# # $ $ ∗ CC=0 " $ " "! " $" " # $" # $ %$ " # $0 % 6% $ 0 % 6% " ! 0$ " ! . " # % "$ 0 .

3 3 " " $ " " <5. % $% .< $% 9% $% . " . < (A % "! 6% " $. $ 0$ < . ".3 " % <50 ! $0 % #" % " % %$ <$" 1 . !4 8 G% H 60 8.6% # " " 7 ! $ $ " .% . ! . . < % 7 % " 6 ? . 0 < " " % %$ % % " #" % 3 $ % . ". 0 ?-8#" % $ " # % " # % .? $$" $ # %0 " > # D $ 7 9 (( % CC= $9 % $ . ! $ $ . ! % 6% #" % $$" $ %#%$ 0 ?-8. 0 9 .< % " " % 6% . . % . <#" % #" . % $% ) $$" $ " " % . " $" ) " " # " 0 . ! $ 8% % " . $! ? $ " ! % ? . ! < & % CC= . % $% ." ) " ? ? 6 % $ " <5 " 8% % .? # % 1 1 0 88% ! $ " #" % . ! % $ % " % ! " " # . ! ?8 " . " % 8 G % 0 ) -0 ?% $ % $% . ! 9! <0 6% " % .2 ) ! ! ! 0? % % 0 $" :" $ $ " % # % . ! 6 %. % $% % % % $% #" % !%#% % % " 6 " % %$ ! 6 ! "#" $ " # < " . " ! $ " %! $ $ . 8% $ ! # $ " . " $. ! " # $ # # ! $% ! " " %5 7 "# - " " % 6% $% " .) . < . " % " <. 3 " ! #% % $% % $% $ .? # ! .% . <" % "! 0 ?8 . ? # " $$ . $" ) $% < " < $" " "# < . 0% % " " 0 0 $" ? 8% ! . 3 # <50 0 . " 0 # : $ $" % % $% $" . . <" $ $ . $$" $ CC= . . (* 9 (= % $ % % " . . $ $" # % . 0 < " 9(. %# . $% # !. ! 1 #" % $% % " <50 " <50 ?8 1 .. 4 % $% . ! $ $ % % " " ! $ " $" " $ . # # $ 0 0 .-0 8. " #" % " <% % CC= " # " 3 " 6" -0 $.

% ! . " " % $ # $ . ) 5 . "$ . ! " ! $" # % 5" " % % % # !. )" " - . ! $ 3 5" ! # $$ ! % < 3 <5 " % # $ % % . " " % " " % $" " ! " % $" $" $ " 6 . ! " % ! #% 0 . 0 ?% # % " <0 4 $ ! " " % %$ 8% ) % # . ! 9 3 "$ 9 "$ 3 " % %$ ) # 0 . " " % %$ . " " % " " $ ". % % % . " "$ % % " % " " " $ 7 9: $ $ ! " % % " % %$ ". . 6# " # % % $.8" $ " ! 5% " .< 8" " $- " " $ 08 # G . ") 0 " " % % #" 8 38 6" $ " " 50 $$ $ % % %$ " " % . # % % $" # " % " " ! $ $ $ $ " #% % $ % % . !- 6% " % " 6 " ! $" % $" ) $% " ! ) 9) " $ #% " .8 " % 9 " % . . ! " ! $" # " " !9 $" $ " " # - " $ $" ! % %$ "! " 6 " % % .< % ) " $" % " $" " % % ) " $ :" %# ) % " $" ") % " $ : $! ) 3 0# $ . " " % % % % " . 50 # $ . "# ! " . " % %$ ". % $% " " . . $ % 0 1 0 #"#" 91 . " ! . ! . ! ." " " $ $" ) #" %$ " )" " %$ "! $ $" ) " % $ " # # ! $ #"#" " " " % % $" " ! ". 1 $ % . # " 9 9 % " " " $" # " " #% " # " $ " . #" $ " % " " $ ". $ . % # 3 0 " " " " % "# % ". " 6 " $ .

$ % " 6% 3 . ." " # "# ! $" " ! ) . &A B " " % % % $" ) " $ " ! # " # " 9# " . " " $" % # $ 6 # $ ")% " $ % % " ! # $ . " $" ) " " >. " $ $ 9 . % 4 -< % " $ 6" " % #" . $ $ " # $" " " " ! % . . " % " 0 $ " (/ ." " #% ) # 9) # 3 %#" % 6" $ " 9 " $" $" $ . % $" 0 . ! "F ) 0 %$ < %$ #% <0 % $ %$ $% ! " 6 :" $." % " # . 8 " # " $ $ "$ : $ . % $! %$ ) $$ ) ! " ) "! " !0) 9) # . " % < % " % " " % # % " # % % " % % ." " % $" ! % % % % #%$0 % $-8 $ 9 % "$ $" % 9" # $ .8 " % #" % % $" ) "$ % % 6" $ $ " % " #% $" % 5. " # 5 ! % $% $ " ! 9 ! $ $ ! $" $ %$ .? :" ! . #" 4 % $ 0 $" CA B % $ ! . % % $% $ " . $ :"$ $ . # 0 $" " % " $% $ " $" % $ 9 $ " " 6 6% $ " ! $ . / !% 3 % % 0 % $. . " !%#% ! $ $ " $ . 6 : " $ . #" " 6 . % " $" # " " # . ! # "! ! < % " ) " $ " $" % " " % " " / ! % $" ) " $" % % % " $ ! #% % % . " % . % 9# " % " $ $ "% - % 9 % 0 % . $ "! " # %$ " " # : $ ! %$ $ ! ! 9! . " " 3) #" $ !5 " # % "! ." " . #" " $ ! $ % 0 " / # % .) % % ) #% " % % 9) . 0 % $) # 0 % $ ) # 5$ $$ 3 " % ) # " ! 6 50 & #% $ " % %$ $% $ 0 $ .

. " " $" # " $ +A B .. 0 " " $ 7 ! % 5 %$ " ! % $% ! " "#% %! $" #% . % "! % % # $" # " % " " 3 % 5 " " $" " " " " ! % $% $ "# ! % $" # " % " $% " " ! $" 9 $" :" $ $ . $ $% $ ." " . . " 6 " # ! % $% $# . . " " % % $ $" ! % $% $ ! " #% " " % %$ $ " 6 . " % "#% %! -< % " # $ . % % 6 . " $ " 6 0 $ 0 :" $ " % % 9 $ % . 5" " $ ! # # . 8% $ ! $$" ! )" ) $ #" % 6% " # % % ." (/ 6% ." % %$ ". . " $ $"% )% % " $$ " " % "% !% . $ . " % # % $ " % $" # ! %$ . % " $ $ " 3 $% $ # % $% % $" % >. 0 % ..< % " " $ % " " $ . . # .8" $ $% $ " % 2 $ . <. " % % $. " $" " % ) "% % 3 . # # $ . $ $" $! 0 " $" " ! : " $ . "$ % " 2 "! " . . -< % $% $ "$ %$ $% $ % ) % " " $% $9 " #" % . % . #" %9 %0 $ .8" % % " . $ $% $ $) #% " #" $% " #" $ $ " (/A 6% $ " 6 ". " . $" ! %$ " . ." ! 0! # $#% " " ")% " " 3 % 6 <5 $% ! $" " $% $ " <#" % " " % % ! # % .>- "% 8" % % % 0 " . #% %# ) ". $ . % $$ % $" ) $ .

" " #" " . " " $" " ! " $ )0) "$ . " % $" " $" $ # $ . $% $" ! " #" % % #" % . . ! ! ." % " % ":" " ) # . " % 9 8" $ " % % " % $ " % %$ 9 " % %$ % $ $" $ %" # $ . $ 0 % 9 $$ 0 ) 9) " % $$" " % #" % " % 0 " % " " $ " # . > . #" $ < % (A A C0 $" # . $% " " . $" "# ! " $ % % $" % % % " # % !%#% " $ % " .8" $ . $ $ . % " :" $ $ $" ! # $ " 6 ! % . #" $" $% . #" " # " ! $ $ $ $ " " !$ " " " " $" $ $ $ " % . ." $ %" 8 $. #" % . 0% % " % 8" " " " " % % " % !%#% " $ $ % $ $ 7 "# " • • • • • # ! " % $" $ " % #"#" "9 " %$ % D $ $ $% D $ " $ % " . 6% " % $% $" .8" $ 9 $ 0 . 8" " # $$" " $ " $% $ " % " " - . #" ! 6 $" ! " % $ " . " % " . !0 % . " # $$ $$ .?% # % ?% # % " $ %" $ 9 $ % % . "# ! " $ $ . #" " " " " ! $% " # . $ " " ) # $ ! 9 " $ "$ $ !9 $% % % $$ - 0 $" " ! ! %$ "$ " . $" " # % !%#% " " ! % $" ) " " % . ) " . " 6 $ .

PARTAI DEMOKRAT ! ! " # $ $ $ % & %'( ) .

+'.* + ! " . # # $ % ..

3 ( ( / 1 / ( 1 / .* + 1 * 1 1 1 1 6 7 1 ) ) ) ( / !" # 1 " ( ) ) 1 ( ) / ) 1 1 " 1 7 3 # ( # ( + # ) ( / 7 1 1 !" = " > 1 1 # !" # " 1 !" " " 1 1 2 A 3 1 6 ( 1 1 ( 7 ( ( !" = # ( / ( ) ) ( ) 7 % ( % ) .

@ .7 7 %( > %( ? >1 % (( . A . ( . 1 ( 1 ) ( % ( / / / / $ 6 / ( 1 ( 1 % %@ %% %> $ $ / 1 ( / ( 1 ) @ / 6 7 :. ? 1 / . %( %( 1 % % 1 7 . ( . ( 6 . ( ? % 1 % ( 1 / 1 6 . . ( 1 4 ( . ? @ % . 1 1 7 ( / 1 / 1 1 1 ( 1 1 1 % 7 / 1 7 .

% ( .1 1 . . ( . % 1 %( B 1 . + 1 . . ) / %( . . ( $ % / . ( 7 . B / . ( 1 / 1 1 4 . % 1 %( ( 1 % 1 1 .$ % %@ %%$ . . %( B . . %% 1 1 % ( 6 ( % 6 . *=!= = 6 ? ( B . ( / 7 % . ) 4 / ( 7 1 ( 7 1 . ( / %@ ( 1 C %@ %% %> % .

% 5 ( ? 4 ( 1 1 $ + 7 @ % & %@ . ( %% 4 ?$ %4 & . 1 3 / . .( %% . % ( . 7 %% 3 %@ %@ %% 4 3 1 1 & 1 1 ( 1 . ) / 1 1 6 ? %@ %@ 6 1 1 7 1 1 ? 4 ?$ %4 & > ? 7 ? 1 ? 1 1 1 1 1 1 1 1 ? 1 ? 7 1 %% %% / / ( / ? 1 ( 1 1 %@ %@ 6 % ( / / 7 / ( 1 .

1 ? 1 1 1 1 1 ( ( 1 1 2= 0 = += D . ( % & ) / ( 1 4 $ 1 1 1 % @ / / / # # 1 % 1 1 % 1 %@ 1 1 1 ? 1 ( 1 1 6 ( 6 7 7 1 7 %% 2- % %@ %% % ( % / ( 1 1 4 9 6 % 1 A 1 A 1 .= * # 6 *# & 1 ( / 1 7 / 1 / / .

7 1 ( 6 ( / 1 . 1 ( . ( 1 %( 1 7 ( 4 1 1 % 1 ( % / . ( 7 %@ %% / 1 . 1 1 1 / 7 7 6 + 1 %( 3 1 B + + / / ( / 1 ? 1 %( B . 7 1 + 1 1 *= D ( %( -D = 1 ( % $$ % $ ) ) % % %$ ) % ) ' / .

/ 1 . 7 1 1 / 1 / 1 :. 4 @ / ( ( 1 1 7 . / . % 1 ( % 1 28 88 % 1 :. %( B / B / %( / B % 1 ( B 6 %( 6 B %@ %% . 1 %( . @ 1 / / 7 1 1 7 :A + + # . . . :. %( B .

&& (( % 5 ( % & 5" $ ( & .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->