P. 1
Kebenaran dan Keyakinan Tentang Siksa Kubur, Adzab Kubur, Nikmat Kubur, Azab Kubur, Himpitan Kubur

Kebenaran dan Keyakinan Tentang Siksa Kubur, Adzab Kubur, Nikmat Kubur, Azab Kubur, Himpitan Kubur

|Views: 1,053|Likes:
Setiap kita sebagai kaum muslimin wajib beriman bahwa manusia akan diuji di dalam kubur mereka setelah mati, ujian ini disebut dengan fitnah kubur. Hal ini tersebut di dalam Al-Kitab dan As-Sunnah dan ia merupakan kebenaran yang harus diimani. Karena, setelah usai fitnah kubur -kita berlindung kepada Allah dari fitnah dan azab kubur- ada dua kemungkinan: Memperoleh azab atau nikmat. Barangsiapa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian dalam kubur, maka ia selamat dan berbahagia di kuburnya dan pada Hari Mahsyar. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, maka ia benar-benar merugi dengan kerugian yang nyata. Kita memohon kesentausaan kepada Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Ringkasnya, azab dan nikmat kubur adalah benar, berdasarkan petunjuk Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta ijma' umat Islam.
Setiap kita sebagai kaum muslimin wajib beriman bahwa manusia akan diuji di dalam kubur mereka setelah mati, ujian ini disebut dengan fitnah kubur. Hal ini tersebut di dalam Al-Kitab dan As-Sunnah dan ia merupakan kebenaran yang harus diimani. Karena, setelah usai fitnah kubur -kita berlindung kepada Allah dari fitnah dan azab kubur- ada dua kemungkinan: Memperoleh azab atau nikmat. Barangsiapa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian dalam kubur, maka ia selamat dan berbahagia di kuburnya dan pada Hari Mahsyar. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, maka ia benar-benar merugi dengan kerugian yang nyata. Kita memohon kesentausaan kepada Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Ringkasnya, azab dan nikmat kubur adalah benar, berdasarkan petunjuk Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta ijma' umat Islam.

More info:

Published by: Hizred Slowly Al-Chemy on Nov 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2012

pdf

text

original

Hadits ke-18

ٓر ذّلِ ذ٠شو ٛرأٚ ؾؽ٤ح ذ١ؼع ٛرأ خٕػذكٚ

.خٔشزخأ :قخلعا يخل( ُ١٘حشرا ٓر قخلعاٚ ءلؼٌح

:يخل .ؼّػ٤ح خٕػذك .)غ١وٚ خٕػذك :ْحشخ٢ح يخلٚ

ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ا يٛعس شِ :يخل ؛طخزػ ٓرح ٓػ ،طٚخه ٓػ عذل٠ حذ٘خـِ ضؼّع
.شّ١ٌّٕخر ٟؾّ٠ ْخىف خّ٘ذكأ خِأ .ش١زو ٟف ْخرزؼ٠ خِٚ .ْخرزؼ١ٌ خّٙٔا خِأ" يخمف .ٓ٠شزل ٍٝػ

خِأٚ

،حذكحٚ حز٘ ٍٝػ طشغ ُػ .ٓ١ٕػخر ٗمؾف ذهس ذ١غؼر خػذف يخل "ٌٗٛر ِٓ شظظغ٠ ل ْخىف شخ٢ح
."خغز١٠ ٌُ خِ .خّٕٙػ ففخ٠ ْأ ٍٗؼٌ" يخل ُػ .حذكحٚ حز٘ ٍٝػٚ

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhuma, bahwa Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam pernah
melewati dua kuburan. Kemudian beliau bersabda: “Kedua penghuni ini sungguh sedang
mendapat adzab. Dan tidaklah keduanya diadzab karena melakukan dosa besar. Adapun salah
satunya karena berbuat namimah (adu domba) dan yang kedua karena tidak membersihkan air
kecingnya, Ibnu Abbas berkata, “Kemudian Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam meminta
pelepah kurma yang basah. lalu beliau membelahnya menjadi dua bagian. Beliau menancapkan
salah satunya pada kuburan yang pertama dan yang satunya lagi di kuburan yang kedua.
Kemudian beliau bersabda, 'Mudah-mudahan pelepah ini bisa meringankan siksa keduanya

selama belum kering.” (HR. Muslim no. 292; HR. Bukhari, no. 216; HR. Abu Dawud, no. 20; HR.
Ibnu Majah, no. 347; HR. Nasa’i, no. 31)

Hadits ke-19

سش٠ش٘ ٟرأ ٓػ قٌخف ٟرأ ٓػ ؼّػ٤ح ٓػ شٔحٛػ ٛرأ خٕػ ْخفػ خٕػ شز١ؽ ٟرأ ٓر شىر ٛرأ خٕػذك
يٛزٌح ِٓ شزمٌح دحزػ شؼوأ ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ا يٛعس يخل يخل

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
bersabda: "Kebanyakan siksa kubur itu berasal darinya." (HR. Ibnu Majah, no. 348; HR.
Daruquthni dalam Bulughul Maram dalam Bab Qodhoi Al-Hajajah, Hadits no. 109; HR. Ahmad,
no. 9021; HR. Hakim, no)

Hadits ke-20

ٓر ّٓكشٌح ذزػ ٓػ ذ٘ٚ ٓر ذ٠ص ٓػ ؼّػ٤ح ٓػ ش٠ٚخؼِ ٛرأ خٕػ شز١ؽ ٟرأ ٓر شىر ٛرأ خٕػذك
يخزف ظٍؿ ُػ خٙؼمٛف شلسذٌح ٖذ٠ ٟفٚ ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ا يٛعس خٕ١ٍػ ؽشخ يخل شٕغك

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

24

يخمف ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ٟزٌٕح ٗؼّغف سأشٌّح يٛزط خّو يٛز٠ ٗ١ٌا حٚشظٔح ُٙنؼر يخمف خٙ١ٌا
أ هل٠ٚ

ل٠سخمٌّخر ٖٛمشل يٛزٌح ُٙرخفأ حرا حٛٔخو ً١ثحشعا ٟٕر ذكخف دخفأ خِ ضٍّػ خِ

ٖشزل ٟف دزؼف هٌر ٓػ ُ٘خٕٙف

Dari Abdurrahman bin Hasanah, dia berkata “Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam ada

bersama kami, sedangkan beliau membawa perisai kulit di tangannya. Lalu beliau

meletakkannya, kemudian duduk dan terus kencing ke arahnya”. Beberapa sahabat berkata,
“Lihatlah, beliau kencing seperti perempuan yang sedang kencing!”. Rasulullah Sholallahu’alaihi
wa sallam mendengar ucapan tersebut, seraya bersabda, “Celaka kamu! Apakah kamu tidak
mengerti apa yang membinasakan pengikut Bani Israil? Yaitu, apabila air kencing mengenai
mereka, maka mereka mengeriknya dengan alat pengerik, kemudian mereka mencegah dari
perbuatan demikian. Oleh karena itulah mereka disiksa dalam kuburnya.” (HR. Ibnu Majah, no.
346; HR. Nasa’i, no. 30; HR. Hakim, no. 657)

Hadits ke-21

ٟرأ ٖذؿ ٓػ سحشِ ٓر شلر ٟٕػذك ْخز١ؽ ٓر دٛع٤ح خٕػ غ١وٚ خٕػ شز١ؽ ٟرأ ٓر شىر ٛرأ خٕػذك
أ ش١زو ٟف ْخرزؼ٠ خِٚ ْخرزؼ١ٌ خّٙٔا يخمف ٓ٠شزمر ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ٟزٌٕح شِ يخل سشىر

خِ

شز١غٌح ٟف دزؼ١ف شخ٢ح خِأٚ يٛزٌح ٟف دزؼ١ف خّ٘ذكأ

Dari Abu Bakrah, dia berkata, “Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan,
lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya keduanya tengah disiksa. Dan bukanlah keduanya

(penghuninya) disiksa dalam masalah besar. Adapun salah satu (penghuninya) disiksa karena

(masalah) kencing. Sedangkan yang lainnya, ia disiksa karena mengumpat”. (HR. Ibnu Majah,

no. 349; HR. Ahmad, no. 20389)

Hadits ke-22

ٓػ ؽشػ٤ح ْخغك ٟرأ ٓػ سدخظل ٓػ ذ١ؼع ٓػ سذزػ خٕػذك دخٕ٘ خٕػذك

خ١ٍػ ْأ ٟٔخٍّغٌح سذ١زػ
خٍٔٛغؽ خّو حسخٔ ُٙطٛ١رٚ ُ٘سٛزل ٥ِح ٌٍُٙح دحضك٤ح َٛ٠ يخل ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ٟزٌٕح ْأ ٗػذك
ظّؾٌح ضرخغ ٝظك ٝطعٌٛح سلف ٓػ

Hannad menceritakan kepada kami, Abdah menceritakan kepada kami, dari Said, dari Qatadah,
dari Abu Hassan Al A'raj, dari Abidah As-Salmani. Ali menceritakan kepadanya. Bahwasanya

Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam pernah berdoa pada saat perang Ahzab, "Ya Allah, penuhilah

kuburan mereka (orang kafir) dan rumah mereka dengan api neraka, sebagaimana mereka
telah mempersulit kami untuk dapat melakukan shalat wustha hingga matahari terbenam."
(HR. Tirmidzi, no. 2984; HR. Abu Dawud, no. 409; HR. Muslim, no. 627)

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

25

Hadits ke-23

؛اذزػ ٓػ ،سشِ ٓػ ،ذ١رص ٓػ ِٟخ١ٌح شلٍه ٓر ذّلِ خٔشزخأ .ٟفٛىٌح َلع ٓر ْٛػ خٕػذكٚ
:يخل

وشؾٌّح ظزك

ٚأ ظّؾٌح صشّكح ٝظك .شقؼٌح سلف ٓػ ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ا يٛعس ْٛ
٥ِ .شقؼٌح سلف ٝطعٌٛح سلقٌح ٓػ خٍٔٛغؽ" ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ا يٛعس يخمف .صشففح
."حسخٔ ُ٘سٛزلٚ ُٙفحٛؿأ ا خؾك" يخل ٚأ "حسخٔ ُ٘سٛزلٚ ُٙفحٛؿأ ا

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Orang-orang Musyrik pernah

menghalangi Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam untuk shalat Ashar sehingga matahari telah
memerah atau menguning, maka Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda. 'Mereka

telah menghalangi kita untuk melakukan shalat Wustha, yaitu shalat Ashar. Semoga Allah
memenuhi rongga mulut dan kuburan mereka dengan api."" (HR. Muslim, no. 628)

Hadits ke-24

ٓر ذ١ؼع ٓػ عذل٠ سدخظل ضؼّع :يخل شزؼؽ خٕػذك .شفؼؿ ٓر ذّلِ خٕػذك .سخؾر ٓر ذّلِ خٕػذك
ٌٕح ٓػ ،شّػ ٓرح ٓػ ،ذ١غٌّح

:يخل ،ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ٟز

." ٗ١ٍػ ق١ٔ خّر ٖشزل ٟف دزؼ٠ ض١ٌّح"

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam, dia berkata “Mayit itu akan disiksa
karena ada yang menangisinya” (HR. Muslim, no. 927; HR. Ibnu Majah, no. 1593; HR. Nasa’i, no.

1853)

Hadits ke-25

خّٔا ضٌخل شؾثخػ ٓػ شى١ٍِ ٟرأ ٓر ٓػ ٚشّػ ٓػ شٕ١١ػ ٓر ْخ١فع خٕػ سخّػ ٓر َخؾ٘ خٕػذك
خٙ١ٍػ ْٛىز٠ خٍٙ٘أ ْبف يخل خٙ١ٍػ ْٛىز٠ ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ٟزٌٕح ُٙؼّغف ضطخِ ش٠دٛٙ٠ ضٔخو
خ٘شزل ٟف دزؼط خٙٔاٚ

Dari Aisyah, dia berkata, “Ada seorang wanita yahudi meninggal dunia lalu Nabi
Sholallahu’alaihi wa sallam mendengar orang-orang menangisinya, beliau pun bersabda,
“Sesungguhnya mereka menangisinya, dan sesungguhnya mayit itu akan disiksa di dalam
kuburnya” (HR. Ibnu Majah, no. 1595; HR. Bukhari, no. 1289)

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

26

Hadits ke-26

ٓػ ذ١عأ ٟرأ ٓر ذ١عأ خٕػ ٞدسٚحسذٌح ذّلِ ٓر ض٠ضؼٌح ذزػ خٕػ ذعخو ٓر ذ١ّك ٓر دٛمؼ٠ خٕػذك
ءخىزر دزؼ٠ ض١ٌّح يخل ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ٟزٌٕح ْأ ٗ١رأ ٓػ ٞشؼؽ٤ح ٝعِٛ ٟرأ ٓر ٝعِٛ
يخم٠ٚ غظؼظ٠ حز٘ ٛلٔٚ ٖلزؿحٚ ٖحشفخٔ حٚ ٖخ١عخو حٚ ٖحذنػ حٚ حٌٛخل حرا ٟلٌح

ضٔأ هٌزو ضٔأ

هٌزو

Dari Abu Musa Al Asy’ari, bahwa Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, Mayit akan disiksa

karena tangisan orang yang hidup (keluarganya), dimana mereka berkata, oh pelindungku, oh
pelindungku, oh pahlawanku dan pemimpinku, serta kalimat lain yang sejenisnya, lalu gagap

dan dikatakan: “Kamu juga demikian, kamu juga demikian (Bermaksud menjelekkan)” (HR. Ibnu

Majah, no. 1594; HR. Ahmad, no. 19731)

Hadits ke-27

١فٔ ٓر ش١زؿ ٓر ّٓكشٌح ذزػ ٓػ ش١ّخ ٓر ذ٠ض٠ ٓػ شزؼؽ خٕػ ٓ١ىغِ خٕػ ٍٟ١فٌٕح خٕػذك

ٗ١رأ ٓػ ش

ًؼٌ يخمف خلـِ سأشِح ٜأشف سٚضغ ٟف ْخو ٍُعٚ ٗ١ٍػ ا ٍٝف ا يٛعس ْأ ءحدسذٌح ٟرأ ٓػ
ل ٛ٘ٚ ٗػسٛ٠ ف١و ٖشزل ٟف ٗؼِ ًخذط شٕؼٌ ٕٗؼٌأ ْأ ضّّ٘ ذمٌ يخمف ُؼٔ حٌٛخل خٙر ٌُأ خٙزكخف
ٌٗ ًل٠ ل ٛ٘ٚ ِٗذخظغ٠ ف١وٚ ٌٗ ًل٠

Dari Abu Darda’, bahwa sesungguhnya Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam sedang berada

dalam suatu peperangan, kemudian beliau melihat seorang wanita yang akan melahirkan,

beliau berkata, “Nampaknya orang yang menawannya telah menyetubuhinya.” Mereka
menjawab, “benar”, Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam kemudian berkata, “aku ingin

melaknatnya dengan laknat yang terus akan menemaninya sampai ia masuk ke dalam
kuburnya, bagaimana ia bisa mewariskan kepada anak yang lahir, sedangkan anak tersebut
bukanlah anaknya, atau bisa jadi ia akan menjadikannya budak, sedangkan hal tersebut tidak

halal baginya”. (HR. Abu Dawud, no. 2156; HR. Muslim, no. 1441; HR. Hakim, no. 2789).

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

27

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->