P. 1
Kebenaran dan Keyakinan Tentang Siksa Kubur, Adzab Kubur, Nikmat Kubur, Azab Kubur, Himpitan Kubur

Kebenaran dan Keyakinan Tentang Siksa Kubur, Adzab Kubur, Nikmat Kubur, Azab Kubur, Himpitan Kubur

|Views: 1,056|Likes:
Setiap kita sebagai kaum muslimin wajib beriman bahwa manusia akan diuji di dalam kubur mereka setelah mati, ujian ini disebut dengan fitnah kubur. Hal ini tersebut di dalam Al-Kitab dan As-Sunnah dan ia merupakan kebenaran yang harus diimani. Karena, setelah usai fitnah kubur -kita berlindung kepada Allah dari fitnah dan azab kubur- ada dua kemungkinan: Memperoleh azab atau nikmat. Barangsiapa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian dalam kubur, maka ia selamat dan berbahagia di kuburnya dan pada Hari Mahsyar. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, maka ia benar-benar merugi dengan kerugian yang nyata. Kita memohon kesentausaan kepada Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Ringkasnya, azab dan nikmat kubur adalah benar, berdasarkan petunjuk Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta ijma' umat Islam.
Setiap kita sebagai kaum muslimin wajib beriman bahwa manusia akan diuji di dalam kubur mereka setelah mati, ujian ini disebut dengan fitnah kubur. Hal ini tersebut di dalam Al-Kitab dan As-Sunnah dan ia merupakan kebenaran yang harus diimani. Karena, setelah usai fitnah kubur -kita berlindung kepada Allah dari fitnah dan azab kubur- ada dua kemungkinan: Memperoleh azab atau nikmat. Barangsiapa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian dalam kubur, maka ia selamat dan berbahagia di kuburnya dan pada Hari Mahsyar. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, maka ia benar-benar merugi dengan kerugian yang nyata. Kita memohon kesentausaan kepada Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Ringkasnya, azab dan nikmat kubur adalah benar, berdasarkan petunjuk Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta ijma' umat Islam.

More info:

Published by: Hizred Slowly Al-Chemy on Nov 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2012

pdf

text

original

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

i

KEBENARAN
DAN
KEYAKINAN
TENTANG

“SIKSA KUBUR”

DITULIS OLEH:

HIZRED AL-CHEMY

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

ii

ِ

ُ١ِ

كّ

شٌح ِ

ّْٓ

كّ

شٌح ِا ِ

ُْغِر

“KEBENARAN DAN KEYAKINAN
TENTANG
SIKSA KUBUR”

DITULIS OLEH:
Hizred AL-CHEMY

FREEBOOK

©HZ CYBER LIBRARY

DZULHIJJAH, 1432 H
NOVEMBER, 2011 M

cyber.library806@gmail.com

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

i

MUKADIMAH

Semakin banyaknya firqoh dan golongan yang mengatasnamakan Islam membuat
perpecahan kaum muslimin semakin menguat. Bagaimana tidak ?, setiap firqoh dan golongan
memiliki visi dan misi tersendiri untuk menyebarluaskan pendapat mereka. Selain itu, berbagai
firqoh dan golongan ini juga meneruskan cita-cita pendahulu mereka yang telah mendirikan
firqoh dan golongan tersebut, bahkan terkadang mereka memiliki kitab referensi tersendiri
yang telah dikarang sendiri oleh tokoh mereka. Setiap firqoh dan golongan ini memiliki
pendapat yang berseberangan satu sama lain yang mana perbedaan pendapat ini tidak hanya
mencakup masalah cabang ilmu fiqh, namun juga telah mencakup masalah agama yang pokok
yaitu aqidah.

Setiap muslim tentunya memiliki keinginan untuk menjalankan syariat agamanya

dengan jalan dan cara yang benar dalam rangka meraih ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Keinginan inilah yang membuat mereka terus berusaha dan belajar, membaca dan juga
bertanya kepada orang yang mengerti tentang Islam, termasuk salah satunya adalah memasuki
organisasi atau firqoh yang mengatasnamakan Islam. Memang hal ini tidaklah suatu hal yang

buruk ketika setelah mereka memasuki organisasi Islam itu keilmuan dan ’amalan mereka

semakin meningkat. Namun jeleknya, mungkin beberapa dari kaum muslimin yang masuk ke

dalam firqoh dan ormas itu terlalu ta’at pada Imam, ‘ulama dan tokoh mereka sehingga tidak

menghargai pendapat selain pendapat tokoh mereka. Masalah ini tidaklah berat jika perbedaan
pendapat hanya mencakup masalah cabang dan fiqh, namun masalah besarnya adalah ketika
mereka berpendapat bahwa ada Nabi setelah Nabi Muhammad sebagaimana yang dianut
paham Ahmadiyah, ketika mereka berpendapat bahwa ‘Ali adalah khalifah yang sah setelah
Nabi Muhammad sebagaimana yang dianut Syi’ah, dan lain sebagainya.

Perpecahan dalam kubu kaum Muslimin memang telah dikabarkan oleh Nabi
Sholallahu’alaihi wa sallam dalam haditsnya yang berarti:

“Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup (Sepeninggalku) niscaya bakal
menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah
Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian.
Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid'ah itu sesat." (HR. Abu Daud,
no. 4607;HR. Tirmidzi, no. 2676)

Kebenaran hadits ini telah terbukti sejak zaman khulafa Ar-Rasyidin seperti murtadnya

Kaum Muslimin, terbunuhnya Umar, Utsman, dan ‘Ali Radhiallahu’anhum. Hingga setelah

mereka pun kaum muslimin pun berpecah dan terjadi perebutan dan pendIrian Negara baru
yang berpisah dari Negara kaum muslimin, ini adalah contoh perselisihan dalam politik.
Sedangkan perselisihan dalam hal aqidah yang terjadi di masa ‘Ulama Ahlu Sunnah seperti

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

ii

pengingkaran Khawarij dan sebagian pengikut Mu’tazilah tentang siksa kubur. Pendapat
mereka ini selalu mendapat perlawanan dari ‘Ulama ahlu Sunnah sedari dahulu akan tetapi

beberapa firqoh dan golongan yang sependapat dengan mereka tentang pengingkaran
terhadap siksa kubur tetap ada sampai saat ini walaupun dengan nama dan metode firqoh yang
baru.

Kehebatan dan kemajuan dakwah firqoh dan kelompok yang tidak meyakini siksa kubur
secara mutlak berkembang pesat termasuk di Negara Indonesia yang kita cintai ini. Hujjah dan
dalil mereka begitu kuat hingga tak jarang orang-orang intelek pun bisa termakan oleh syubhat
yang mereka sebarkan. Aktivitas dakwah mereka memasuki areal kampus, tulisan dan bulletin
pemikiran mereka yang tersebar luas bahkan banyak beredar di dunia maya. Oleh karenanya,
sebagai seorang Muslim yang istiqomah, kita harus waspada tentang pemikiran dan syubhat
yang mereka luncurkan tentang keraguan mereka pada siksa kubur.

Telah banyak beredar Kitab dan artikel karya ‘Ulama tentang bantahan terhadap orang
yang meragukan siksa kubur. Ebook ini sebagai salah satunya menjawab secara ‘ilmiah semua

soal dan permasalahan tentang keraguan mereka terhadap siksa kubur. Ebook ini dibuat
dengan sangat teliti, dan hadits-hadits yang ada di dalam Bab-bab Ebook ini memiliki derajat
sekurang-kurangnya “Hasan” menurut ‘ulama hadits. Kebanyakan hadits-hadits yang dituliskan
dalam ebook ini menampilkan sanad secara lengkap dalam lafazh teks Arabnya, walaupun
dalam terjemahannya sanadnya tidak ditulis secara lengkap. Dengan demikian para pembaca
bisa meneliti ulang semua hadits-hadits yang disajikan.

Harapan kita semua adalah beragama sesuai dengan Pemahaman Rasulullah, para
sahabat, dan para pengikut mereka yang lurus. Tentunya kita juga berharap agar kita tidak
termakan syubhat yang disebarkan oleh kalangan dan golongan tertentu yang merusak
pemahaman agama kita. Oleh karenanya, kita memang harus banyak belajar, dan semoga
ebook ini bisa membuka cakrawala kita tentang kebenaran dan keyakinan siksa kubur. Semoga
pembaca bisa mengambil manfaat dari ebook ini, dan jangan ragu untuk menjalankan
kebenaran bila telah disampaikan kepada kita.

Riau, 14 Dzulhijjah 1432

Penulis

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

iii

DAFTAR ISI

MUKADIMAH ................................................................................................................................ i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... iii
Alasan-alasan Kaum Pengingkar Siksa Kubur ......................................................................... 1
Dalil-dalil Qur’an Tentang Siksa Kubur ................................................................................... 6
Berita dari Rasulullah Tentang Siksa Kubur ............................................................................ 11
Beberapa Hal yang Bisa Menyebabkan Siksa Kubur ............................................................... 23
Beberapa Hal yang Bisa Menyelamatkan Seseorang dari Siksa Kubur ................................... 27
Berlindunglah dari Siksa Kubur ............................................................................................... 30
Pemahaman Sahabat Tentang Siksa Kubur ............................................................................ 38
Macam-macam Siksa Kubur .................................................................................................... 45
Macam-macam Nikmat Kubur ................................................................................................ 46
Pelajaran Berharga Tentang Fitnah Kematian ........................................................................ 47
PENUTUP ....................................................................................................................................... 51
DAFTAR RUJUKAN ......................................................................................................................... 52

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

1

ALASAN BAHWA SIKSA KUBUR TIDAK ADA

Mereka yang mengingkari adanya ujian dan siksa kubur atau pun tidak meyakininya 100 %
mengemukakan alasan-alasan mereka, seperti:

1. Tidak ada satupun ayat Qur’an yang menunjukkan adanya siksa kubur.

Tanggapan:

Tidak semua berita yang tidak ada dalam Qur’an tidak kita ‘amalkan karena adanya
beberapa syari’at yang tidak dijelaskan dalam Al-Qur’an akan tetapi dijelaskan dalam
hadits yang shohih seperti tentang tata cara ibadah fardhu seperti sholat, pelaksanaan
hukum rajam, bahkan dalam hal-hal yang pokok seperti Syafa’at Nabi di Padang
Mahsyar, turunnya ‘Isa ‘alaihissalam di akhir zaman, Pertanyaan malaikat Munkar dan

Nakir di dalam kubur, adanya beberapa golongan Umat Islam yang masuk Surga tanpa
hisab, dan lain sebagainya yang hanya dijelaskan dalam hadits yang shohih.

2. Asbabun Nuzul ayat siksa kubur adalah surat Makkiyah seperti Ayat 46 surat Al Mukmin
dan ayat 27 surat Ibrahim, sedangkan Rasulullah tidak mengetahui siksa kubur sebelum
hijrah ke Madinah sebagaimana Hadits yang bersumber dari ‘Aisyah bahwasanya Nabi
tidak mengetahui siksa kubur, kecuali ketika di Madinah dan pada saat terakhir.

Tanggapan:

Bisa saja dikatakan, bahwa ayat ini hanya menunjukkan pada azab kubur bagi orang-
orang kafir dalam barzakh. Dan tidak ada kelaziman bila orang mukmin akan mendapat
azab di kuburnya karena dosa. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Aisyah yang terdapat pada

Muslim, no. 584. Juga riwayat Imam Ahmad, bahwa Nabi menjawab: “Sesungguhnya
orang Yahudi yang dikenai fitnah kubur,” lalu setelah beberapa malam barulah Rasul
bersabda: “Sesungguhnya kalian diuji di dalam kubur,” (Tafsir Ibnu Katsir)

Imam Ibnu Hajar mengatakan "Masalah azab kubur yang disebutkan pada ayat pertama
(Q.S Ibrahim: 27) hanya diambil dari makna implisit bagi mereka yang tidak memiliki
keimanan. Demikian pula dengan makna tekstual ayat berikutnya (Q.S Ghafir: 46)
tentang keluarga Fir'aun, meskipun dimasukkan juga orang-orang yang memiliki hukum
yang sama dengan mereka dalam hal kekufuran. Sebenarnya masalah yang diingkari
oleh Nabi Sholallahu'alaihi wa sallam adalah azab kubur bagi para muwahhidin (Orang-
orang yang mengesakan Allah). Kemudian setelah itu Nabi diberitahu bahwa azab kubur
akan menimpa pula kepada orang-orang yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta'ala di

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

2

antara para muwahhidin. Maka, Nabi Sholallahu'alaihi wa sallam memastikan
keberadaannya serta mengingatkan manusia agar waspada dan bersungguh-sungguh
mohon perlindungan darinya. Dengan demikian, tidak ada pertentangan dalam masalah
ini”. (Fathul Baari)

3. Ayat Qur’an menerangkan bahwa siksa hanya ada di neraka.

Tanggapan:

Allah berfirman dalam Q.S At-Thuur: 47 yang artinya “Dan sesungguhnya untuk orang-
orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak

mengetahui”

Beberapa ayat yang mengatakan siksa kubur tidak ada adalah Q.S Ibrahim:42 yang
berbunyi:

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang
diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada
mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak” (Q.S Ibrahim: 42)

Tanggapan:

Ayat di atas tidaklah menafikkan adanya fitnah dan siksa kubur, di sini dikatakan Allah
memberi tangguh, artinya tidak mengadzab mereka, sampai hari dimana mata manusia
terbelalak, yaitu hari kiamat. Demikian logika mereka. Padahal jika kita melihat

penjelasan para ulama tafsir, Al Hafidz Ibnu Katsir menjelaskan makna ‘Allah memberi
tangguh kepada mereka‘ : “dikatakan demikian karena kedahsyatan dan kengerian serta
huru-hara yang terjadi di hari kiamat” (Tafsir Ibnu Katsir)

“Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; "mereka
tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)." Seperti demikianlah mereka

selalu dipalingkan (dari kebenaran)” (Q.S Al-Ruum: 55)

Tanggapan:

Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan “Ayat ini (di atas) tidak menolak adanya
siksa kubur”. (Tafsir Qurthubi)

Karena kedahsyatan dan ngerinya azab kubur, Imam Suyuthi menafsirkan Surat Yunus
ayat 45:
(Dan di hari ketika Allah mengumpulkan mereka, seakan-akan) artinya keadaan
mereka seolah-olah (tidak pernah tinggal) di dunia atau di alam kubur (melainkan

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

3

hanya sesaat saja di siang hari) mengingat kengerian yang mereka lihat pada saat itu.
Jumlah tasybih atau kalimat ka-allam yalbatsuu illaa saa'atan minan nahaar menjadi hal
atau kata keterangan daripada dhamir maf'ul yang terdapat di dalam lafal
yahsyuruhum (mereka saling berkenalan di antara sesama mereka) sebagian di antara
mereka berkenalan dengan sebagian yang lain bila mereka dibangkitkan dari
alam kubur, kemudian terputuslah perkenalan mereka mengingat ngerinya keadaan
yang sedang mereka hadapi. Kalimat ayat ini menjadi jumlah hal yang muqaddarah
atau berta'alluq pada zharaf. (Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan
pertemuan mereka dengan Allah) yaitu mereka yang tidak mempercayai adanya hari
berbangkit (dan mereka tidak mendapat petunjuk). (Tafsir Jalalain).

Imam Suyuthi juga mengatakan bahwa azab akhirat jauh lebih hebat daripada azab
dunia dan azab kubur, dalam Tafsir Jalalain ia menafsirkan surat Thoha ayat 127:
(Dan demikianlah) sebagaimana Kami membalas kepada orang yang berpaling
daripada Alquran (Kami membalas orang yang melampaui batas) orang yang musyrik
(dan tidak percaya kepada ayat-ayat Rabbnya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu
lebih berat) daripada azab di dunia dan azab kubur (dan lebih kekal) lebih abadi. (Tafsir
Jalalain)

“Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya
(menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah
yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?." Inilah yang dijanjikan
(Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya)” (Q.S Yaasiin: 51-52)

Tanggapan:

Imam Suyuthi menafsirkan ayat ini:
(Dan ditiuplah sangkakala) yaitu tiupan yang kedua untuk membangkitkan makhluk
supaya hidup kembali; jarak antara dua tiupan, yakni tiupan pertama dengan tiupan
kedua lamanya empat puluh tahun (maka tiba-tiba mereka) orang-orang yang telah
terkubur itu (dari kuburnya) dari tempat mereka dikubur (Keluar dengan segera
menuju kepada Rabb mereka) mereka keluar dengan cepat lalu menuju kepada-Nya.
(Mereka berkata) orang-orang kafir di antara manusia, ("Aduhai!) Ya di sini
menunjukkan makna Tanbih (celakalah kami) binasalah kami lafal Wailun adalah
Mashdar yang tidak mempunyai Fi'il dari lafalnya. (Siapakah yang membangkitkan kami
dari tempat tidur kami -kubur-?") karena mereka seolah-olah dalam keadaan tidur
di antara kedua tiupan itu, maksudnya mereka tidak diazab. (Inilah) kebangkitan ini
(yang) telah (dijanjikan yang Maha Pemurah dan benarlah) mengenainya (Rasul-rasul-
Nya) mereka mengakui atas kebenaran yang telah dikatakan oleh para rasul, tetapi

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

4

pengakuan mereka tidak bermanfaat lagi. Menurut pendapat yang lain, bahwa kalimat
tersebut dikatakan kepada mereka. (Tafsir Jalalain).

Al-Hafidz Ibnu Katsir juga menjelaskan: “Ayat ini (Q.S Yaasiin: 51-52) tidak menafikan
adanya adzab kubur, karena jika dibandingkan dengan apa yang terjadi setelahnya, yang
terjadi di alam kubur seperti tidur” (Tafsir Ibnu Katsir).

Orang kafir telah berputus asa di dalam kuburnya, ini dijelaskan dalam Q.S Al-
Mumtahanah ayat 13. Imam Suyuthi menafsirkan: (Hai orang-orang yang beriman!
Janganlah kalian jadikan penolong kalian kaum yang Allah murka terhadap mereka)
yaitu orang-orang Yahudi (sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri
akhirat) yakni dari pahala akhirat, padahal mereka meyakini adanya hari akhirat;
demikian itu karena mereka ingkar kepada Nabi padahal mereka mengetahui,
bahwa Nabi. itu adalah benar (sebagaimana telah berputus asa orang-orang kafir)
yang kini berada (dalam kubur) yaitu orang-orang kafir yang telah mati
terkubur, telah putus asa dari kebaikan akhirat. Demikian itu karena di
dalam kubur diperlihatkan kepada mereka tempat kedudukan mereka di surga
seandainya mereka beriman, sebagaimana diperlihatkan pula kepada mereka
tempat kembali yang akan mereka tempati, yaitu neraka. (Tafsir Jalalain)

4. Hadits yang menceritakan Siksa kubur adalah Hadits Ahad, bukan Mutawatir.

Tanggapan:

Begitu banyaknya hal-hal penting yang selain siksa kubur terdapat dalam hadits ahad,
seperti:
Keutamaan kenabian Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam atas seluruh nabi
dan rasul, Beriman bahwa Allah mengharamkan atas bumi untuk memakan jasad para

nabi, Syafa’at Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang terbesar di padang Mahsyar,
Syafa’at Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk para pelaku dosa besar dari umatnya,
Banyak mu’jizat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selain mu’jizat Al Qur’an, Banyaknya
kriteria tentang Surga dan Neraka, serta rincian berita hari kiamat, Beriman kepada

Qadha’ dan Qadar, baik buruknya, dan Allah menulis atas setiap manusia kebahagiaan

dan kesengsaraannya, rizki dan ajalnya, Sepuluh orang sahabat Nabi yang dijamin masuk
surga, dan lain sebagainya.

Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Semoga Allah mencerahkan
wajah seseorang yang mendengarkan hadits dariku, lalu dia menghafalnya, lalu
menyampaikannya kepada orang lain. Terkadang orang yang disampaikan itu lebih

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

5

paham dari orang yang menyampaikan. Dan terkadang orang yang menyampaikan itu
tidak paham” (HR. Tirmidzi 2868, ia (Imam Tirmidzi) berkata: “Hadits hasan”)

Ini merupakan dalil bahwa setiap hadits yang memang terjamin keshohihannya baik
mutawatir ataupun ahad wajib diterima dalam semua permasalahan agama.

Kebenaran dan Keyakinan TentangSiksa Kubur

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->