P. 1
Kurva pertumbuhan

Kurva pertumbuhan

|Views: 118|Likes:
Published by ugiekhama

More info:

Published by: ugiekhama on Nov 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

Nama : Puji Mugiyanto NPM : 0817011008 Tugas Biokimia Mikroba

KURVA PERTUMBUHAN MIKROBA

Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat suatu organisme, misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah tinggi, bertambah besar atau bertambah berat. Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih diartikan sebagai pertumbuhan koloni, yaitu pertambahan jumlah koloni, ukuran koloni yang semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak, pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri.

Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang irreversible artinya tidak dapat dibalik kejadiannya. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran, diikuti pertambahan jumlah, pertambahan ukuran sel, pertambahan berat atau massa dan parameter lain. Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba.

Apabila mikroba diinokulasikan pada suatu medium dan memperbanyak diri dengan laju yang konstan/tetap, maka pada suatu waktu pertumbuhannya akan berhenti dikarenakan sokongan nutrisi pada lingkungan sudah tidak memadai lagi, sehingga akhirnya terjadi kemerosotan jumlah sel akibat banyak sel yang sudah tidak mendapatkan nutrisi lagi. Hingga akhirnya pada titik ekstrim menyebabkan

fase stasioner dan fase kematian.Kejadian di atas apabila digambarkan dalam bentuk kurva seperti di bawah ini : Gambar Kurva Pertumbuhan Mikroorganisme Fase pertumbuhan mikroba dapat dibagi menjadi 4 fase. suhu. Fase ini disebut fase logaritma atau fase eksponensial. Lama fase lag pada bakteri sangat bervariasi. Fase lag merupakan fase penyesuaian bakteri dengan lingkungan yang baru. jumlah sel pada inokulum awal dan sifat fisiologis mikroorganisme pada media sebelumnya.terjadinya kematian total bakteri. . tergantung pada komposisi media. Ketika sel telah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru maka sel mulai membelah hingga mencapai populasi yang maksimum. fase logaritma (eksponensial). pH. yaitu fase lag. aerasi.

sehingga akan mempermudah di dalam kultivasi (menumbuhkan) bakteri ke dalam suatu media. Hal ini disebabkan oleh kadar nutrisi yang berkurang dan terjadi akumulasi produk toksik sehingga menggangu pembelahan sel. Pengetahuan akan kurva pertumbuhan bakteri sangat penting untuk menggambarkan karakteristik pertumbuhan bakteri. Variasi derajat pertumbuhan bakteri pada fase eksponensial ini sangat dipengaruhi oleh sifat genetik yang diturunkannya. A & Wheeler. sehingga jumlah bakteri keseluruhan bakteri akan tetap. penyimpanan kultivasi dan penggantian media. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi ke 5. suhu inkubasi. Erlangga. Keseimbangan jumlah keseluruhan bakteri ini terjadi karena adanya pengurangan derajat pembelahan sel. Ketika derajat pertumbuhan bakteri telah menghasilkan populasi yang maksimum. Jakarta. Fase stasioner terjadi pada saat laju pertumbuhan bakteri sama dengan laju kematiannya. Setiap sel dalam populasi membelah menjadi dua sel. sehingga secara keseluruhan terjadi penurunan populasi bakteri. W. Fase stasioner ini dilanjutkan dengan fase kematian yang ditandai dengan peningkatan laju kematian yang melampaui laju pertumbuhan. . Referensi : Volk . 1993. F. M. maka akan terjadi keseimbangan antara jumlah sel yang mati dan jumlah sel yang hidup.Fase eksponensial ditandai dengan terjadinya periode pertumbuhan yang cepat. derajat pertumbuhan juga dipengaruhi oleh kadar nutrien dalam media. Selain itu. kondisi pH dan aerasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->