1.

Latar Belakang Bagi kota-kota besar di Indonesia, persoalan kemiskinan merupakan masalah yang serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang kronis dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas yang akhirnya menimbulkan kemacetan jalanan kota. Masyarakat miskin di perkotaan itu unik dengan berbagai problematika sosialnya sehingga perlu mengupas akar masalah dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Dapat dijelaskan bahwa bukanlah kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan. Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Karena itulah saya tertarik untuk membahas tentang pemukiman kumuh dan upaya untuk mengatasinya di perkotaan. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengertian dan karakteristik permukiman kumuh? 2. Bagaimanakah sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh? 3. Apa masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh? 4. Bagaimana upaya untuk mengatasi permukiman kumuh?

lambat laun menjadi kumuh. BAB II KAJIAN EMPIRIS 1. reyot. Sedangkan kata “kumuh” menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kotor atau cemar. 3. Jadi. yang pertama ialah kawasan yang proses pembentukannya karena keterbatasan kota dalam menampung perkembangan kota sehingga timbul kompetisi dalam menggunakan lahan perkotaan. Untuk mengetahui upaya untuk mengatasi permukiman kumuh. 4. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Namun . Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia. rata-rata 6 m2/orang. Yang menjadi penyebabnya adalah mobilitas sosial ekonomi yang stagnan. berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. atau tidak teraturnya. bukan padat. Menurut Johan Silas Permukiman Kumuh dapat diartikan menjadi dua bagian. Dan yang kedua ialah kawasan yang lokasi penyebarannya secara geografis terdesak perkembangan kota yang semula baik.3. tetapi justru kotornya yang menjadikan sesuatu dapat dikatakan kumuh. 2. Pengertian dan Karakteristik Permukiman Kumuh Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. dapat merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan. Karakteristik Permukiman Kumuh : (Menurut Johan Silas) 1. rapat becek. Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik permukiman kumuh. Sedangkan kawasan permukiman berkepadatan tinggi merupakan embrio permukiman kumuh. Keadaan rumah pada permukiman kumuh terpaksa dibawah standar. Untuk mengetahui sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh. bau.

Mandiri dan produktif dalam banyak aspek. Dengan keadaan fisik yang substandar. 3. termasuk masyarakat “residu” seperti residivis. Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan program pembangunan kota pada umumnya. (kecuali yang berkepentingan) 5. Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal). namun terletak pada tempat yang perlu dibenahi. namun masih dapat ditingkatkan. Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu. 6. meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah. maka fasilitas lingkungan tersebut tak sulit mendapatkannya. kan manfaat pokok. Meskipun terbatas.karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada. 2. Manfaat permukiman disamping pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya atau aksesibilitas tinggi. WTS dan lain-lain. penghasilan penghuninya amat rendah (miskin) 3. yaitu dekat tempat mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. Kriteria Umum Permukiman Kumuh: 1. Permukiman ini secara fisik memberi 3. Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat.Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling bawah. ada sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak selalu murah. . 5. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencaharian tidak tetap dalam usaha non formal dengan tingkat pendidikan rendah 4. selalu dapat diterima dan berdiam di sana. Tdak diingini kehadirannya oleh umum. kecuali dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut. Berada di lokasi tidak legal 2. 2. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota 4. Kriteria Khusus Permukiman Kumuh: 1. tetapi tidak semua begitu saja dapat dianggap permanen.

Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal. dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial. Dari segi pemerintahan. 3. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha. khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh Dalam perkembangan suatu kota. . Masyarakat yang mampu. pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh. Sebab dan Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh a. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota. b.2. Lebih lanjut. Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. yang padat. cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. Sementara pada dampak sosial. menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan. sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan. Masalah-masalah yang Timbul Akibat Permukiman Kumuh Perumahan kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. baik secara perorangan maupun dibangunkan oleh orang lain.

tanpa modal usaha. seperti mengemis. budaya dan asal daerah. Kepadatan penduduk di daerah-daerah ini cenderung semakin meningkat dengan berbagai latar belakang sosial. dan sumber penyakit sosial lainnya. norma sosial dan hukum. termasuk tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan. tolong menolong. selain itu juga karena menerima kenyataan bahwa impian yang mereka harapkan mengenai kehidupan di kota tidak sesuai dan ternyata tidak dapat memperbaiki kehidupan mereka. Oleh karena para pemukim pada umumnya terdiri dari golongan-golongan yang tidak berhasil mencapai kehidupan yang layak. terutama dari segi latar belakang sosial ekonomi-pendidikan yang rendah. Penduduk di permukiman kumuh tersebut memiliki persamaan. seperti kejahatan. perkampungan pinggir kota. kesehatan. dan disekitar bantaran sungai kota. Hal ini dapat diketahui dari tatacara kehidupan sehari-hari. dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. keahlian terbatas dan kemampuan adaptasi lingkungan (kota) yang kurang memadai. Perhatian utama pada penghuni permukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup. ekonomi. rendahnya daya adaptasi sosial ekonomi dan pola kehidupan kota. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. berjudi. gelandangan.Terbentuknya pemukiman kumuh. tempat tinggal tak menentu. Kondisi yang serba terlanjur. disebabkan kurangnya keterampilan. Permukiman kumuh umumnya di pusat-pusat perdagangan. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. yang sering disebut sebagai slum area. rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. solidaritas sosial. Kondisi kualitas kehidupan yang serba marjinal ini ternyata mengakibatkan semakin banyaknya penyimpangan perilaku penduduk penghuninya. . kekurangan dan semakin memprihatinkan itu mendorong para pendatang tersebut untuk hidup seadanya. mencopet dan melakukan berbagai jenis penipuan. maka tidak sedikit menjadi pengangguran. menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan. Mereka pada umumnya tidak cukup memiliki kamampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Terjadinya perilaku menyimpang ini karena sulitnya mencari atau menciptakan pekerjaan sendiri dengan keahlian dan kemampuan yang terbatas. seperti pasar kota. Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan.

bercumbu di depan umum. memutar blue film. (b) masalah adanya kekaburan norma pada masyarakat migran di perkotaan dan adaptasi penduduk desa di kota. perkelahian. melakukan pungutan liar. Kondisi kehidupan yang sedang mengalami benturan antara perkembangan teknologi dengan keterbatasan potensi sumber daya yang tersedia. juga turut membuka celah timbulnya perilaku menyimpang dan tindak kejahatan dari para penghuni pemukiman kumuh tersebut. biasanya penyimpangan perilakunya berupa mabuk-mabukan. dan lain-lain. minum obat terlarang. Perilaku menyimpang pada umumnya sering dijumpai pada permukiman kumuh adalah perilaku yang bertentangan dengan norma-norma sosial. seperti gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya. tidak memiliki KTP dan menghindar dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. mencopet dan perbuatan kekerasan lainnya. pengrusakan fasilitas umum. Keadaan seperti itu cenderung menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut: (a) masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah permukiman untuk golongan ekonomi lemah dan masalah penyediaan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang. Akibat lebih lanjut perilaku menyimpang tersebut bisa mengarah kepada tindakan kejahatan (kriminal) seperti pencurian. Bagi kalangan remaja dan pengangguran. pemerkosaan. baik antar penghuni itu sendiri maupun terhadap masyarakat lingkungan sekitanya. juga termasuk perbuatan menghindari pajak. yang sangat rentan terhadap terjadinya perilaku menyimpang dan berbagai tindak kejahatan. Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan penduduk kota dan lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan mengakibatkan semakin banyaknya pertumbuhan pemukiman- . pembunuhan. Kecuali itu. adu ayam. tradisi dan kelaziman yang berlaku sebagaimana kehendak sebagian besar anggota masyarakat. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour) ini juga diperkuat oleh pola kehidupan kota yang lebih mementingkan diri sendiri atau kelompokya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial dalam masyarakat. pelacuran.pengemis. penipuan. mencorat-coret tembok/bangunan fasilitas umum. (c) masalah perilaku menyimpang sebagai akibat dari adanya kekaburan atau ketiadaan norma pada masyarakat migran di perkotaan. penodongan. Wujud perilaku menyimpang di permukiman kumuh ini berupa perbuatan tidak disiplin lingkungan seperti membuang sampah dan kotoran di sembarang tempat. begadang dan berjoget di pinggir jalan dengan musik keras sampai pagi.

fasilitas MCK yang tidak memadai 4. Peningkatan pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih. Masalah yang terjadi akibat adanya permukiman kumuh ini. jaringan listrik yang semrawut 7. ukuran bangunan yang sangat sempit. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: . rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran 3. 1974) Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: 1. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai 4. penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman ini. kurangnya suplai air bersih 6. banjir. tidak tersedianya jaringan drainase 5. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni 2. planologi penertiban bangunan sukar dijalankan. peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan.pemukiman kumuh yang menyertainya dan menghiasi areal perkotaan tanpa penataan yang berarti. sanitasi. penyediaan serta usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman pada umumnya. Disisi lain bahwa kehidupan penghuninya terus merosot baik kesehatannya. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan. khususnya dikota-kota besar diantaranya wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor. maupun sosial kehidupan mereka yang terus terhimpit jauh dibawah garis kemiskinan (Sri Soewasti Susanto. Upaya Mengatasi Permukiman Kumuh Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di kawasan perkotaan.

Tugas Pokok dan Fungsi Bappenas diuraikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 dan Nomor 5 Tahun 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. pusat data dan informasi perencanaan pembangunan. proses pelaksanaan perencanaan pembangunan nasional. penerangan.1. pembiayaan dalam bidang pembangunan. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. 3. Program Perbaikan Kampung. pembangunan prasarana. 2. Pemerintah juga telah membentuk institusi yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). atau sebagai faktor tunggal pembangunan kota. tugas pokok dan fungsi tersebut tercermin dalam struktur organisasi. serta komposisi sumber daya manusia dan latar belakang pendidikannya. Faktor tunggalnya adalah pihak swasta besar. 2. Kepala Bappenas dibantu oleh Sekretariat Utama. Yang di usahakan adalah: perkembangan ekonomi makro. Staf Ahli dan Inspektorat Utama. kurang adanya integrasi jaringan dan aktifitas trafik yang sering menciptakan problem diluar super blok). Perbaikan lingkungan permukiman. pusat pembinaan pendidikan dan pelatihan perencanaan pembangunan . pembangunan ekonomi. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Peremajaan yang bersifat progresif oleh kekuatan sektor swasta seperti munculnya super blok (merupakan fenomena yang menimbulkan banyak kritik dalam aspek sosial yaitu penggusuran. Pembangunan rumah susun sebagai pemecahan lingkungan kumuh. hankam dan administrasi negara. pembangunan sumber daya manusia. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. Dalam melaksanakan tugasnya. Disini kekuatan pemerintah/public investment sangat dominan. kerja sama luar negeri. serta 7 deputi yang masing-masing membidangi bidang-bidang tertentu. politik. pembangunan regional dan sumber daya alam. Bentuk Bentuk Peremajaan Kota Di Indonesia: 1. pembangunan hukum.

Seharusnya. persoalan mengenai permukiman kumuh bisa segera diselesaikan. Pemerintah dapat menerapkan program rekayasa sosial. Perlu dukungan penciptaan pekerjaan yang bisa membantu mereka survive. tempat ibadah. misalnya dengan pemberdayaan lingkungan setempat yang membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan. Namun. dan pasar yang bisa diakses hanya dengan berjalan kaki. Jika masyarakat dilibatkan. hubungan eksternal. Bangunan harus berbentuk vertikal (rusun) agar tidak menghabiskan banyak lahan. sehingga masyarakat tetap menikmati lingkungan yang sehat. pembangunan rusun tersebut juga harus dilengkapi sarana pendukung lainnya. badan koordinasi tata ruang nasional. terutama untuk menilai program yang disampaikan masyarakat sudah sesuai sasaran atau harus ada perbaikan. pemerintah bisa mengakomodasi hal ini dengan melakukan relokasi ke kawasan khusus. Sisanya. Dalam hal ini masyarakat harus turut serta untuk menanam dan memelihara lingkungan hijau tersebut. pemerintah bisa membangun suatu kawasan tempat tinggal terpadu berbentuk vertikal (rumah susun) yang ramah lingkungan untuk disewakan kepada mereka.(pusbindiklatren). tanpa harus menggunakan kendaraan. Dengan penyediaan lahan khusus tersebut. di mana tidak hanya menyediakan pembangunan secara fisik. harus disediakan pula lahan untuk ruang terbuka hijau. Karena orang yang tinggal di kawasan kumuhlah yang tahu benar apa yang menjadi masalah. seperti sekolah. program pembangunan nasional(propenas). Dalam mengatasi permukiman kumuh tetap harus ada intervensi dari negara. Masyarakat harus ikut dilibatkan dalam mengatasi permukiman kumuh di perkotaan. tetapi juga penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. landasan/acuan/dokumen pembangunan nasional. sehingga mereka memiliki uang untuk kebutuhan hidup. sehingga mereka dapat belajar survive. BAB III ANALISIS Warga kumuh kerap digusur. tanpa adanya solusi bagi mereka selanjutnya. . Melalui kontribusi masukan dari masyarakat maka akan diketahui secara persis instrumen dan kebijakan yang paling tepat dan dibutuhkan dalam mengatasi permukiman kumuh. termasuk solusinya.

jaringan listrik yang semrawut. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: 1. Jadi masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. dan asri. yang sering disebut sebagai slum area. seperti kejahatan. Program Perbaikan Kampung. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman. tertip. dan sumber penyakit sosial lainnya.Kerja sama Pemerintah dan Swara (KPS) dalam membenahi kawasan kumuh. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. dan fasilitas MCK yang tidak memadai. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Terbentuknya pemukiman kumuh. tertur dan indah. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai. Permukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. tidak tersedianya jaringan drainase. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. Lebih lanjut. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni. . Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: ukuran bangunan yang sangat sempit. kurangnya suplai air bersih. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran. rapi. Kesimpulan Tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. terutama dalam hal penyediaan infrastruktur pendukung dibutuhkan. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang.

2.gunadarma. (http://ami. 2009.ac.blogspot. Nurul. (http://dedenrukmana.wordpress.wordpress. 8 oktober 2009.tribuntimur. Fenomena Masyarakat Miskin Perkotaan. Diakss 23 Desember 2009). Kawasan Kumuh Perkotaan.perkotaan.kumuh/. Permukiman Kota. Diakses 23 Desember 2009). (Online).archuek06. Dan masyarakat harus selalu menjaga lingkungannya agar tetap indah. (Online). Saran Pemerintah selain memberikan rumah susun juga harus memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum punya pekerjaan.html.com. (Online).blogspot.com/2009/04/18/pembangunan-dengansistempartisipasi-masyarakat-sebagai-salah-satu-usaha-untukmeningkatkan-dan-memperbaikikehidupan-masyarakat-permukiman. (Online).com/. Qurow-yun. Rukmana.id/2009/12/pemukiman-kumuh/. Diakses 23 desember 2009). Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan. Diakses 23 Desember 2009). yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Fitrilubis. Masalah Sosial Permukiman Kumuh. (Online). Tribun-Timur. Diakses 23 Desember 2009).2008. DAFTAR PUSTAKA Ami-archuek. (http://www. Pembangunan Dengan Sistem Partisipasi Masyarakat Sebagai Salah Satu Usaha Untuk Meningkatkan Dan Memperbaiki Kehidupan Masyarakat Permukiman Kumuh. (http://wartawarga.com/2009/05/fenomena-masyarakat-miskin. dan teratur. deby. bersih. 2009.2. (http://qurowyun. 2009.com/read/artikel/51720. (Online). . 2009. Diakses 23 Desember 2009). (http://nurulfitrilubis. Deden. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. Chyntiawati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful