1.

Latar Belakang Bagi kota-kota besar di Indonesia, persoalan kemiskinan merupakan masalah yang serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang kronis dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas yang akhirnya menimbulkan kemacetan jalanan kota. Masyarakat miskin di perkotaan itu unik dengan berbagai problematika sosialnya sehingga perlu mengupas akar masalah dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Dapat dijelaskan bahwa bukanlah kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan. Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Karena itulah saya tertarik untuk membahas tentang pemukiman kumuh dan upaya untuk mengatasinya di perkotaan. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengertian dan karakteristik permukiman kumuh? 2. Bagaimanakah sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh? 3. Apa masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh? 4. Bagaimana upaya untuk mengatasi permukiman kumuh?

Menurut Johan Silas Permukiman Kumuh dapat diartikan menjadi dua bagian. Sedangkan kawasan permukiman berkepadatan tinggi merupakan embrio permukiman kumuh. rapat becek. berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. lambat laun menjadi kumuh. Yang menjadi penyebabnya adalah mobilitas sosial ekonomi yang stagnan. Untuk mengetahui sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh. 2. Untuk mengetahui upaya untuk mengatasi permukiman kumuh. Sedangkan kata “kumuh” menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kotor atau cemar. 3. Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik permukiman kumuh. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh. bukan padat. bau. Pengertian dan Karakteristik Permukiman Kumuh Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. tetapi justru kotornya yang menjadikan sesuatu dapat dikatakan kumuh. reyot. Namun . Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia. yang pertama ialah kawasan yang proses pembentukannya karena keterbatasan kota dalam menampung perkembangan kota sehingga timbul kompetisi dalam menggunakan lahan perkotaan. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. BAB II KAJIAN EMPIRIS 1. dapat merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan. atau tidak teraturnya. 4. rata-rata 6 m2/orang. Dan yang kedua ialah kawasan yang lokasi penyebarannya secara geografis terdesak perkembangan kota yang semula baik. Jadi.3. Karakteristik Permukiman Kumuh : (Menurut Johan Silas) 1. Keadaan rumah pada permukiman kumuh terpaksa dibawah standar.

Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal). kan manfaat pokok. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling bawah. termasuk masyarakat “residu” seperti residivis. Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu. 3. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencaharian tidak tetap dalam usaha non formal dengan tingkat pendidikan rendah 4. Kriteria Umum Permukiman Kumuh: 1. 5. WTS dan lain-lain. selalu dapat diterima dan berdiam di sana. Berada di lokasi tidak legal 2. Dengan keadaan fisik yang substandar. maka fasilitas lingkungan tersebut tak sulit mendapatkannya.karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada. Manfaat permukiman disamping pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya atau aksesibilitas tinggi.Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun. 6. Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan program pembangunan kota pada umumnya. tetapi tidak semua begitu saja dapat dianggap permanen. Permukiman ini secara fisik memberi 3. (kecuali yang berkepentingan) 5. namun terletak pada tempat yang perlu dibenahi. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota 4. 2. Kriteria Khusus Permukiman Kumuh: 1. meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah. yaitu dekat tempat mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. penghasilan penghuninya amat rendah (miskin) 3. . ada sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak selalu murah. namun masih dapat ditingkatkan. Mandiri dan produktif dalam banyak aspek. kecuali dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut. Meskipun terbatas. Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat. Tdak diingini kehadirannya oleh umum. 2.

3. Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota. sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. baik secara perorangan maupun dibangunkan oleh orang lain. . Masyarakat yang mampu. Dari segi pemerintahan. menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan.2. tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan. Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh Dalam perkembangan suatu kota. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh. Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Sebab dan Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh a. cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. Sementara pada dampak sosial. yang padat. Masalah-masalah yang Timbul Akibat Permukiman Kumuh Perumahan kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak. b. Lebih lanjut. pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat. dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru.

keahlian terbatas dan kemampuan adaptasi lingkungan (kota) yang kurang memadai. norma sosial dan hukum. Permukiman kumuh umumnya di pusat-pusat perdagangan. kesehatan. gelandangan. kekurangan dan semakin memprihatinkan itu mendorong para pendatang tersebut untuk hidup seadanya. rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. tolong menolong. Kondisi yang serba terlanjur. terutama dari segi latar belakang sosial ekonomi-pendidikan yang rendah. disebabkan kurangnya keterampilan. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. termasuk tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan. maka tidak sedikit menjadi pengangguran. Kepadatan penduduk di daerah-daerah ini cenderung semakin meningkat dengan berbagai latar belakang sosial. seperti pasar kota. yang sering disebut sebagai slum area. perkampungan pinggir kota. Hal ini dapat diketahui dari tatacara kehidupan sehari-hari. solidaritas sosial. selain itu juga karena menerima kenyataan bahwa impian yang mereka harapkan mengenai kehidupan di kota tidak sesuai dan ternyata tidak dapat memperbaiki kehidupan mereka. berjudi. seperti mengemis. rendahnya daya adaptasi sosial ekonomi dan pola kehidupan kota. Penduduk di permukiman kumuh tersebut memiliki persamaan. dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. mencopet dan melakukan berbagai jenis penipuan. tanpa modal usaha. menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan. Mereka pada umumnya tidak cukup memiliki kamampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Perhatian utama pada penghuni permukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup. dan disekitar bantaran sungai kota. seperti kejahatan. ekonomi. Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan. budaya dan asal daerah. Terjadinya perilaku menyimpang ini karena sulitnya mencari atau menciptakan pekerjaan sendiri dengan keahlian dan kemampuan yang terbatas. Oleh karena para pemukim pada umumnya terdiri dari golongan-golongan yang tidak berhasil mencapai kehidupan yang layak. . Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. tempat tinggal tak menentu.Terbentuknya pemukiman kumuh. dan sumber penyakit sosial lainnya. Kondisi kualitas kehidupan yang serba marjinal ini ternyata mengakibatkan semakin banyaknya penyimpangan perilaku penduduk penghuninya.

tradisi dan kelaziman yang berlaku sebagaimana kehendak sebagian besar anggota masyarakat. bercumbu di depan umum. (c) masalah perilaku menyimpang sebagai akibat dari adanya kekaburan atau ketiadaan norma pada masyarakat migran di perkotaan.pengemis. (b) masalah adanya kekaburan norma pada masyarakat migran di perkotaan dan adaptasi penduduk desa di kota. penipuan. adu ayam. Keadaan seperti itu cenderung menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut: (a) masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah permukiman untuk golongan ekonomi lemah dan masalah penyediaan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang. perkelahian. pemerkosaan. Wujud perilaku menyimpang di permukiman kumuh ini berupa perbuatan tidak disiplin lingkungan seperti membuang sampah dan kotoran di sembarang tempat. pelacuran. seperti gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya. Kecuali itu. Perilaku menyimpang pada umumnya sering dijumpai pada permukiman kumuh adalah perilaku yang bertentangan dengan norma-norma sosial. juga termasuk perbuatan menghindari pajak. pembunuhan. minum obat terlarang. Bagi kalangan remaja dan pengangguran. juga turut membuka celah timbulnya perilaku menyimpang dan tindak kejahatan dari para penghuni pemukiman kumuh tersebut. melakukan pungutan liar. dan lain-lain. tidak memiliki KTP dan menghindar dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. biasanya penyimpangan perilakunya berupa mabuk-mabukan. Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan penduduk kota dan lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan mengakibatkan semakin banyaknya pertumbuhan pemukiman- . mencorat-coret tembok/bangunan fasilitas umum. pengrusakan fasilitas umum. begadang dan berjoget di pinggir jalan dengan musik keras sampai pagi. Kondisi kehidupan yang sedang mengalami benturan antara perkembangan teknologi dengan keterbatasan potensi sumber daya yang tersedia. mencopet dan perbuatan kekerasan lainnya. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour) ini juga diperkuat oleh pola kehidupan kota yang lebih mementingkan diri sendiri atau kelompokya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial dalam masyarakat. yang sangat rentan terhadap terjadinya perilaku menyimpang dan berbagai tindak kejahatan. Akibat lebih lanjut perilaku menyimpang tersebut bisa mengarah kepada tindakan kejahatan (kriminal) seperti pencurian. baik antar penghuni itu sendiri maupun terhadap masyarakat lingkungan sekitanya. memutar blue film. penodongan.

Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: . Masalah yang terjadi akibat adanya permukiman kumuh ini. planologi penertiban bangunan sukar dijalankan. jaringan listrik yang semrawut 7. 1974) Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: 1. Disisi lain bahwa kehidupan penghuninya terus merosot baik kesehatannya. ukuran bangunan yang sangat sempit. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan. kurangnya suplai air bersih 6. penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman ini. Upaya Mengatasi Permukiman Kumuh Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di kawasan perkotaan. Peningkatan pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih. khususnya dikota-kota besar diantaranya wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai 4. penyediaan serta usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman pada umumnya. fasilitas MCK yang tidak memadai 4. sanitasi. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran 3. tidak tersedianya jaringan drainase 5. maupun sosial kehidupan mereka yang terus terhimpit jauh dibawah garis kemiskinan (Sri Soewasti Susanto. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni 2.pemukiman kumuh yang menyertainya dan menghiasi areal perkotaan tanpa penataan yang berarti. banjir. peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan.

serta 7 deputi yang masing-masing membidangi bidang-bidang tertentu. Bentuk Bentuk Peremajaan Kota Di Indonesia: 1. tugas pokok dan fungsi tersebut tercermin dalam struktur organisasi. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. Kepala Bappenas dibantu oleh Sekretariat Utama. hankam dan administrasi negara. pusat data dan informasi perencanaan pembangunan. Dalam melaksanakan tugasnya. Staf Ahli dan Inspektorat Utama. Pemerintah juga telah membentuk institusi yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). pusat pembinaan pendidikan dan pelatihan perencanaan pembangunan . 2. pembangunan regional dan sumber daya alam. Yang di usahakan adalah: perkembangan ekonomi makro. Faktor tunggalnya adalah pihak swasta besar. kurang adanya integrasi jaringan dan aktifitas trafik yang sering menciptakan problem diluar super blok). Pembangunan rumah susun sebagai pemecahan lingkungan kumuh. Tugas Pokok dan Fungsi Bappenas diuraikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 dan Nomor 5 Tahun 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. proses pelaksanaan perencanaan pembangunan nasional. pembangunan prasarana. 3. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. pembangunan hukum. kerja sama luar negeri. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. pembiayaan dalam bidang pembangunan. Perbaikan lingkungan permukiman. penerangan. Peremajaan yang bersifat progresif oleh kekuatan sektor swasta seperti munculnya super blok (merupakan fenomena yang menimbulkan banyak kritik dalam aspek sosial yaitu penggusuran. Program Perbaikan Kampung. serta komposisi sumber daya manusia dan latar belakang pendidikannya. atau sebagai faktor tunggal pembangunan kota.1. politik. pembangunan sumber daya manusia. Disini kekuatan pemerintah/public investment sangat dominan. pembangunan ekonomi. 2.

dan pasar yang bisa diakses hanya dengan berjalan kaki. sehingga masyarakat tetap menikmati lingkungan yang sehat. misalnya dengan pemberdayaan lingkungan setempat yang membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan. Jika masyarakat dilibatkan. sehingga mereka memiliki uang untuk kebutuhan hidup. pembangunan rusun tersebut juga harus dilengkapi sarana pendukung lainnya. program pembangunan nasional(propenas). Pemerintah dapat menerapkan program rekayasa sosial. landasan/acuan/dokumen pembangunan nasional. seperti sekolah. Dalam mengatasi permukiman kumuh tetap harus ada intervensi dari negara.(pusbindiklatren). Sisanya. Seharusnya. tempat ibadah. Namun. Melalui kontribusi masukan dari masyarakat maka akan diketahui secara persis instrumen dan kebijakan yang paling tepat dan dibutuhkan dalam mengatasi permukiman kumuh. badan koordinasi tata ruang nasional. Dalam hal ini masyarakat harus turut serta untuk menanam dan memelihara lingkungan hijau tersebut. di mana tidak hanya menyediakan pembangunan secara fisik. terutama untuk menilai program yang disampaikan masyarakat sudah sesuai sasaran atau harus ada perbaikan. tanpa adanya solusi bagi mereka selanjutnya. Karena orang yang tinggal di kawasan kumuhlah yang tahu benar apa yang menjadi masalah. BAB III ANALISIS Warga kumuh kerap digusur. pemerintah bisa mengakomodasi hal ini dengan melakukan relokasi ke kawasan khusus. Dengan penyediaan lahan khusus tersebut. tetapi juga penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. sehingga mereka dapat belajar survive. pemerintah bisa membangun suatu kawasan tempat tinggal terpadu berbentuk vertikal (rumah susun) yang ramah lingkungan untuk disewakan kepada mereka. tanpa harus menggunakan kendaraan. hubungan eksternal. Masyarakat harus ikut dilibatkan dalam mengatasi permukiman kumuh di perkotaan. harus disediakan pula lahan untuk ruang terbuka hijau. termasuk solusinya. . persoalan mengenai permukiman kumuh bisa segera diselesaikan. Perlu dukungan penciptaan pekerjaan yang bisa membantu mereka survive. Bangunan harus berbentuk vertikal (rusun) agar tidak menghabiskan banyak lahan.

terutama dalam hal penyediaan infrastruktur pendukung dibutuhkan. dan fasilitas MCK yang tidak memadai. Lebih lanjut. Terbentuknya pemukiman kumuh. dan sumber penyakit sosial lainnya. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran. dan asri. tertip.Kerja sama Pemerintah dan Swara (KPS) dalam membenahi kawasan kumuh. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. tertur dan indah. rapi. jaringan listrik yang semrawut. Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: ukuran bangunan yang sangat sempit. Jadi masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai. Kesimpulan Tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. . yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni. yang sering disebut sebagai slum area. Program Perbaikan Kampung. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. seperti kejahatan. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. kurangnya suplai air bersih. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: 1. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Permukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman. tidak tersedianya jaringan drainase.

2.kumuh/. (http://nurulfitrilubis.wordpress.2008. Masalah Sosial Permukiman Kumuh. deby. Dan masyarakat harus selalu menjaga lingkungannya agar tetap indah. Saran Pemerintah selain memberikan rumah susun juga harus memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum punya pekerjaan. Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan. Diakss 23 Desember 2009). (Online). bersih. (http://wartawarga.com/2009/05/fenomena-masyarakat-miskin. Diakses 23 desember 2009). Deden. Tribun-Timur. Qurow-yun. Fenomena Masyarakat Miskin Perkotaan.perkotaan. 2009.id/2009/12/pemukiman-kumuh/.2. (Online). Chyntiawati.archuek06. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. (http://qurowyun. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. DAFTAR PUSTAKA Ami-archuek.com/read/artikel/51720. Fitrilubis. . (http://www. Nurul. (http://ami.gunadarma.com. Diakses 23 Desember 2009). 2009. Permukiman Kota. Pembangunan Dengan Sistem Partisipasi Masyarakat Sebagai Salah Satu Usaha Untuk Meningkatkan Dan Memperbaiki Kehidupan Masyarakat Permukiman Kumuh. Diakses 23 Desember 2009).com/. 2009. Rukmana.ac. Kawasan Kumuh Perkotaan.blogspot. (Online).wordpress.html. (http://dedenrukmana. Diakses 23 Desember 2009). 2009. (Online). (Online). 8 oktober 2009. Diakses 23 Desember 2009).com/2009/04/18/pembangunan-dengansistempartisipasi-masyarakat-sebagai-salah-satu-usaha-untukmeningkatkan-dan-memperbaikikehidupan-masyarakat-permukiman. dan teratur.blogspot. (Online).tribuntimur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful