hukum kependudukan

1.

Latar Belakang Bagi kota-kota besar di Indonesia, persoalan kemiskinan merupakan masalah yang serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang kronis dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas yang akhirnya menimbulkan kemacetan jalanan kota. Masyarakat miskin di perkotaan itu unik dengan berbagai problematika sosialnya sehingga perlu mengupas akar masalah dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Dapat dijelaskan bahwa bukanlah kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan. Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Karena itulah saya tertarik untuk membahas tentang pemukiman kumuh dan upaya untuk mengatasinya di perkotaan. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengertian dan karakteristik permukiman kumuh? 2. Bagaimanakah sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh? 3. Apa masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh? 4. Bagaimana upaya untuk mengatasi permukiman kumuh?

4. Pengertian dan Karakteristik Permukiman Kumuh Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. dapat merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan. rapat becek. lambat laun menjadi kumuh. Untuk mengetahui upaya untuk mengatasi permukiman kumuh. Untuk mengetahui sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh. yang pertama ialah kawasan yang proses pembentukannya karena keterbatasan kota dalam menampung perkembangan kota sehingga timbul kompetisi dalam menggunakan lahan perkotaan. Namun . berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Yang menjadi penyebabnya adalah mobilitas sosial ekonomi yang stagnan. Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik permukiman kumuh. reyot. 3. Dan yang kedua ialah kawasan yang lokasi penyebarannya secara geografis terdesak perkembangan kota yang semula baik. Sedangkan kawasan permukiman berkepadatan tinggi merupakan embrio permukiman kumuh. BAB II KAJIAN EMPIRIS 1. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. bukan padat. bau.3. Menurut Johan Silas Permukiman Kumuh dapat diartikan menjadi dua bagian. Keadaan rumah pada permukiman kumuh terpaksa dibawah standar. atau tidak teraturnya. 2. Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia. rata-rata 6 m2/orang. Karakteristik Permukiman Kumuh : (Menurut Johan Silas) 1. Sedangkan kata “kumuh” menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kotor atau cemar. Jadi. tetapi justru kotornya yang menjadikan sesuatu dapat dikatakan kumuh.

Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun. namun terletak pada tempat yang perlu dibenahi. 2. meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah. termasuk masyarakat “residu” seperti residivis. 6. penghasilan penghuninya amat rendah (miskin) 3. 2. Kriteria Khusus Permukiman Kumuh: 1. namun masih dapat ditingkatkan. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota 4. Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal). kecuali dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut. selalu dapat diterima dan berdiam di sana. Berada di lokasi tidak legal 2. Meskipun terbatas. (kecuali yang berkepentingan) 5. kan manfaat pokok. yaitu dekat tempat mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. 5. Permukiman ini secara fisik memberi 3. . tetapi tidak semua begitu saja dapat dianggap permanen. Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu.karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada. maka fasilitas lingkungan tersebut tak sulit mendapatkannya. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencaharian tidak tetap dalam usaha non formal dengan tingkat pendidikan rendah 4. Mandiri dan produktif dalam banyak aspek. Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat. Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan program pembangunan kota pada umumnya. Kriteria Umum Permukiman Kumuh: 1. Dengan keadaan fisik yang substandar. Tdak diingini kehadirannya oleh umum. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling bawah. WTS dan lain-lain. 3. ada sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak selalu murah. Manfaat permukiman disamping pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya atau aksesibilitas tinggi.

cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha. baik secara perorangan maupun dibangunkan oleh orang lain. Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota. pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat. khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. Masyarakat yang mampu. . sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh. Masalah-masalah yang Timbul Akibat Permukiman Kumuh Perumahan kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak. b. Sementara pada dampak sosial. 3. Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh Dalam perkembangan suatu kota. tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan. Sebab dan Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh a. yang padat.2. dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Lebih lanjut. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. Dari segi pemerintahan. menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan. Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal.

kekurangan dan semakin memprihatinkan itu mendorong para pendatang tersebut untuk hidup seadanya. seperti pasar kota. perkampungan pinggir kota. Perhatian utama pada penghuni permukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup. keahlian terbatas dan kemampuan adaptasi lingkungan (kota) yang kurang memadai. Kepadatan penduduk di daerah-daerah ini cenderung semakin meningkat dengan berbagai latar belakang sosial. dan disekitar bantaran sungai kota. maka tidak sedikit menjadi pengangguran.Terbentuknya pemukiman kumuh. yang sering disebut sebagai slum area. tolong menolong. seperti mengemis. Hal ini dapat diketahui dari tatacara kehidupan sehari-hari. Kondisi yang serba terlanjur. Penduduk di permukiman kumuh tersebut memiliki persamaan. seperti kejahatan. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. solidaritas sosial. Permukiman kumuh umumnya di pusat-pusat perdagangan. terutama dari segi latar belakang sosial ekonomi-pendidikan yang rendah. Terjadinya perilaku menyimpang ini karena sulitnya mencari atau menciptakan pekerjaan sendiri dengan keahlian dan kemampuan yang terbatas. gelandangan. norma sosial dan hukum. termasuk tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan. berjudi. rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. rendahnya daya adaptasi sosial ekonomi dan pola kehidupan kota. Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan. tanpa modal usaha. menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan. tempat tinggal tak menentu. selain itu juga karena menerima kenyataan bahwa impian yang mereka harapkan mengenai kehidupan di kota tidak sesuai dan ternyata tidak dapat memperbaiki kehidupan mereka. disebabkan kurangnya keterampilan. Oleh karena para pemukim pada umumnya terdiri dari golongan-golongan yang tidak berhasil mencapai kehidupan yang layak. dan sumber penyakit sosial lainnya. Kondisi kualitas kehidupan yang serba marjinal ini ternyata mengakibatkan semakin banyaknya penyimpangan perilaku penduduk penghuninya. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. kesehatan. dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. ekonomi. Mereka pada umumnya tidak cukup memiliki kamampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. mencopet dan melakukan berbagai jenis penipuan. budaya dan asal daerah. .

adu ayam. (c) masalah perilaku menyimpang sebagai akibat dari adanya kekaburan atau ketiadaan norma pada masyarakat migran di perkotaan. (b) masalah adanya kekaburan norma pada masyarakat migran di perkotaan dan adaptasi penduduk desa di kota. melakukan pungutan liar. begadang dan berjoget di pinggir jalan dengan musik keras sampai pagi. baik antar penghuni itu sendiri maupun terhadap masyarakat lingkungan sekitanya. Perilaku menyimpang pada umumnya sering dijumpai pada permukiman kumuh adalah perilaku yang bertentangan dengan norma-norma sosial. minum obat terlarang. bercumbu di depan umum. Akibat lebih lanjut perilaku menyimpang tersebut bisa mengarah kepada tindakan kejahatan (kriminal) seperti pencurian. Wujud perilaku menyimpang di permukiman kumuh ini berupa perbuatan tidak disiplin lingkungan seperti membuang sampah dan kotoran di sembarang tempat. Keadaan seperti itu cenderung menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut: (a) masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah permukiman untuk golongan ekonomi lemah dan masalah penyediaan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang. Bagi kalangan remaja dan pengangguran. pemerkosaan. pengrusakan fasilitas umum. pembunuhan. Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan penduduk kota dan lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan mengakibatkan semakin banyaknya pertumbuhan pemukiman- . juga turut membuka celah timbulnya perilaku menyimpang dan tindak kejahatan dari para penghuni pemukiman kumuh tersebut. seperti gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya. memutar blue film. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour) ini juga diperkuat oleh pola kehidupan kota yang lebih mementingkan diri sendiri atau kelompokya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial dalam masyarakat. tradisi dan kelaziman yang berlaku sebagaimana kehendak sebagian besar anggota masyarakat. penodongan. tidak memiliki KTP dan menghindar dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.pengemis. Kondisi kehidupan yang sedang mengalami benturan antara perkembangan teknologi dengan keterbatasan potensi sumber daya yang tersedia. dan lain-lain. mencorat-coret tembok/bangunan fasilitas umum. Kecuali itu. pelacuran. mencopet dan perbuatan kekerasan lainnya. biasanya penyimpangan perilakunya berupa mabuk-mabukan. juga termasuk perbuatan menghindari pajak. perkelahian. yang sangat rentan terhadap terjadinya perilaku menyimpang dan berbagai tindak kejahatan. penipuan.

1974) Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: 1. peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan. ukuran bangunan yang sangat sempit. penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman ini.pemukiman kumuh yang menyertainya dan menghiasi areal perkotaan tanpa penataan yang berarti. Peningkatan pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih. maupun sosial kehidupan mereka yang terus terhimpit jauh dibawah garis kemiskinan (Sri Soewasti Susanto. khususnya dikota-kota besar diantaranya wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran 3. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: . tidak tersedianya jaringan drainase 5. kurangnya suplai air bersih 6. jaringan listrik yang semrawut 7. fasilitas MCK yang tidak memadai 4. banjir. Disisi lain bahwa kehidupan penghuninya terus merosot baik kesehatannya. Upaya Mengatasi Permukiman Kumuh Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di kawasan perkotaan. Masalah yang terjadi akibat adanya permukiman kumuh ini. planologi penertiban bangunan sukar dijalankan. penyediaan serta usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman pada umumnya. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai 4. sanitasi. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni 2.

serta 7 deputi yang masing-masing membidangi bidang-bidang tertentu. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. Kepala Bappenas dibantu oleh Sekretariat Utama. Perbaikan lingkungan permukiman. Yang di usahakan adalah: perkembangan ekonomi makro. politik. Pembangunan rumah susun sebagai pemecahan lingkungan kumuh. pembangunan regional dan sumber daya alam. pusat data dan informasi perencanaan pembangunan. pembangunan prasarana. 3. pembangunan ekonomi. penerangan. serta komposisi sumber daya manusia dan latar belakang pendidikannya. pusat pembinaan pendidikan dan pelatihan perencanaan pembangunan . pembangunan sumber daya manusia. hankam dan administrasi negara. Disini kekuatan pemerintah/public investment sangat dominan. Bentuk Bentuk Peremajaan Kota Di Indonesia: 1. Dalam melaksanakan tugasnya. kerja sama luar negeri. 2. Faktor tunggalnya adalah pihak swasta besar. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. pembangunan hukum. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Pemerintah juga telah membentuk institusi yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Staf Ahli dan Inspektorat Utama. Program Perbaikan Kampung. atau sebagai faktor tunggal pembangunan kota. 2. pembiayaan dalam bidang pembangunan. tugas pokok dan fungsi tersebut tercermin dalam struktur organisasi.1. kurang adanya integrasi jaringan dan aktifitas trafik yang sering menciptakan problem diluar super blok). proses pelaksanaan perencanaan pembangunan nasional. Tugas Pokok dan Fungsi Bappenas diuraikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 dan Nomor 5 Tahun 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Peremajaan yang bersifat progresif oleh kekuatan sektor swasta seperti munculnya super blok (merupakan fenomena yang menimbulkan banyak kritik dalam aspek sosial yaitu penggusuran.

Sisanya. Jika masyarakat dilibatkan. Karena orang yang tinggal di kawasan kumuhlah yang tahu benar apa yang menjadi masalah. badan koordinasi tata ruang nasional. Pemerintah dapat menerapkan program rekayasa sosial. Dengan penyediaan lahan khusus tersebut. terutama untuk menilai program yang disampaikan masyarakat sudah sesuai sasaran atau harus ada perbaikan. Seharusnya. termasuk solusinya. tempat ibadah. pemerintah bisa membangun suatu kawasan tempat tinggal terpadu berbentuk vertikal (rumah susun) yang ramah lingkungan untuk disewakan kepada mereka. Masyarakat harus ikut dilibatkan dalam mengatasi permukiman kumuh di perkotaan. tanpa adanya solusi bagi mereka selanjutnya. pembangunan rusun tersebut juga harus dilengkapi sarana pendukung lainnya. landasan/acuan/dokumen pembangunan nasional. sehingga mereka dapat belajar survive.(pusbindiklatren). seperti sekolah. di mana tidak hanya menyediakan pembangunan secara fisik. harus disediakan pula lahan untuk ruang terbuka hijau. Melalui kontribusi masukan dari masyarakat maka akan diketahui secara persis instrumen dan kebijakan yang paling tepat dan dibutuhkan dalam mengatasi permukiman kumuh. dan pasar yang bisa diakses hanya dengan berjalan kaki. pemerintah bisa mengakomodasi hal ini dengan melakukan relokasi ke kawasan khusus. tetapi juga penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Bangunan harus berbentuk vertikal (rusun) agar tidak menghabiskan banyak lahan. misalnya dengan pemberdayaan lingkungan setempat yang membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan. Perlu dukungan penciptaan pekerjaan yang bisa membantu mereka survive. Dalam mengatasi permukiman kumuh tetap harus ada intervensi dari negara. Namun. tanpa harus menggunakan kendaraan. Dalam hal ini masyarakat harus turut serta untuk menanam dan memelihara lingkungan hijau tersebut. persoalan mengenai permukiman kumuh bisa segera diselesaikan. program pembangunan nasional(propenas). sehingga masyarakat tetap menikmati lingkungan yang sehat. . hubungan eksternal. BAB III ANALISIS Warga kumuh kerap digusur. sehingga mereka memiliki uang untuk kebutuhan hidup.

jaringan listrik yang semrawut. tertip. yang sering disebut sebagai slum area. Lebih lanjut.Kerja sama Pemerintah dan Swara (KPS) dalam membenahi kawasan kumuh. Jadi masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih. Kesimpulan Tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: 1. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. dan sumber penyakit sosial lainnya. tertur dan indah. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni. kurangnya suplai air bersih. Program Perbaikan Kampung. . dan asri. Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: ukuran bangunan yang sangat sempit. tidak tersedianya jaringan drainase. terutama dalam hal penyediaan infrastruktur pendukung dibutuhkan. seperti kejahatan. dan fasilitas MCK yang tidak memadai. Permukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran. rapi. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. Terbentuknya pemukiman kumuh. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai.

Chyntiawati. Diakses 23 Desember 2009). (http://ami.blogspot.html. Permukiman Kota. Saran Pemerintah selain memberikan rumah susun juga harus memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum punya pekerjaan. Diakses 23 Desember 2009).blogspot. 2009. Masalah Sosial Permukiman Kumuh. 8 oktober 2009. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh.com/2009/05/fenomena-masyarakat-miskin. (http://dedenrukmana. 2009. Diakss 23 Desember 2009).id/2009/12/pemukiman-kumuh/.gunadarma. (Online).archuek06. Tribun-Timur.ac. (Online). Nurul.wordpress.com/2009/04/18/pembangunan-dengansistempartisipasi-masyarakat-sebagai-salah-satu-usaha-untukmeningkatkan-dan-memperbaikikehidupan-masyarakat-permukiman. (Online). Fenomena Masyarakat Miskin Perkotaan.2.com.kumuh/. dan teratur.2008.wordpress. (http://nurulfitrilubis. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Diakses 23 Desember 2009). DAFTAR PUSTAKA Ami-archuek. Dan masyarakat harus selalu menjaga lingkungannya agar tetap indah. deby. Rukmana. bersih. (http://wartawarga. (http://qurowyun. Fitrilubis. Diakses 23 desember 2009). (Online). 2009. Qurow-yun. Pembangunan Dengan Sistem Partisipasi Masyarakat Sebagai Salah Satu Usaha Untuk Meningkatkan Dan Memperbaiki Kehidupan Masyarakat Permukiman Kumuh. . Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan. 2. (Online). Diakses 23 Desember 2009).tribuntimur. (http://www. Kawasan Kumuh Perkotaan.com/read/artikel/51720.com/. (Online).perkotaan. Deden. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful