P. 1
hukum kependudukan

hukum kependudukan

|Views: 130|Likes:
Published by mayang_yamin

More info:

Published by: mayang_yamin on Nov 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

pdf

text

original

1.

Latar Belakang Bagi kota-kota besar di Indonesia, persoalan kemiskinan merupakan masalah yang serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang kronis dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas yang akhirnya menimbulkan kemacetan jalanan kota. Masyarakat miskin di perkotaan itu unik dengan berbagai problematika sosialnya sehingga perlu mengupas akar masalah dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Dapat dijelaskan bahwa bukanlah kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan. Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Karena itulah saya tertarik untuk membahas tentang pemukiman kumuh dan upaya untuk mengatasinya di perkotaan. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengertian dan karakteristik permukiman kumuh? 2. Bagaimanakah sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh? 3. Apa masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh? 4. Bagaimana upaya untuk mengatasi permukiman kumuh?

Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik permukiman kumuh. 4. berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Untuk mengetahui upaya untuk mengatasi permukiman kumuh. bau. 3. dapat merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan. Karakteristik Permukiman Kumuh : (Menurut Johan Silas) 1.3. Dan yang kedua ialah kawasan yang lokasi penyebarannya secara geografis terdesak perkembangan kota yang semula baik. tetapi justru kotornya yang menjadikan sesuatu dapat dikatakan kumuh. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh. rapat becek. rata-rata 6 m2/orang. Jadi. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Keadaan rumah pada permukiman kumuh terpaksa dibawah standar. lambat laun menjadi kumuh. reyot. Pengertian dan Karakteristik Permukiman Kumuh Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. Yang menjadi penyebabnya adalah mobilitas sosial ekonomi yang stagnan. BAB II KAJIAN EMPIRIS 1. Namun . Sedangkan kawasan permukiman berkepadatan tinggi merupakan embrio permukiman kumuh. bukan padat. Sedangkan kata “kumuh” menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kotor atau cemar. yang pertama ialah kawasan yang proses pembentukannya karena keterbatasan kota dalam menampung perkembangan kota sehingga timbul kompetisi dalam menggunakan lahan perkotaan. Untuk mengetahui sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh. Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia. atau tidak teraturnya. 2. Menurut Johan Silas Permukiman Kumuh dapat diartikan menjadi dua bagian.

Permukiman ini secara fisik memberi 3. . namun masih dapat ditingkatkan. meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah. (kecuali yang berkepentingan) 5. Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat. Berada di lokasi tidak legal 2. selalu dapat diterima dan berdiam di sana. WTS dan lain-lain. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota 4. Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu. yaitu dekat tempat mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. tetapi tidak semua begitu saja dapat dianggap permanen.karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada. 3. kan manfaat pokok. Kriteria Khusus Permukiman Kumuh: 1. ada sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak selalu murah. Manfaat permukiman disamping pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya atau aksesibilitas tinggi. Kriteria Umum Permukiman Kumuh: 1.Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun. Tdak diingini kehadirannya oleh umum. Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal). maka fasilitas lingkungan tersebut tak sulit mendapatkannya. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencaharian tidak tetap dalam usaha non formal dengan tingkat pendidikan rendah 4. penghasilan penghuninya amat rendah (miskin) 3. Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan program pembangunan kota pada umumnya. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling bawah. 5. Dengan keadaan fisik yang substandar. kecuali dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut. Mandiri dan produktif dalam banyak aspek. namun terletak pada tempat yang perlu dibenahi. 6. 2. Meskipun terbatas. termasuk masyarakat “residu” seperti residivis. 2.

Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal. baik secara perorangan maupun dibangunkan oleh orang lain. dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh. Sebab dan Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh a. Masyarakat yang mampu.2. sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. Dari segi pemerintahan. Sementara pada dampak sosial. . menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat. 3. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha. Lebih lanjut. khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. b. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota. Masalah-masalah yang Timbul Akibat Permukiman Kumuh Perumahan kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak. yang padat. Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh Dalam perkembangan suatu kota.

perkampungan pinggir kota. Oleh karena para pemukim pada umumnya terdiri dari golongan-golongan yang tidak berhasil mencapai kehidupan yang layak.Terbentuknya pemukiman kumuh. dan sumber penyakit sosial lainnya. ekonomi. Penduduk di permukiman kumuh tersebut memiliki persamaan. Mereka pada umumnya tidak cukup memiliki kamampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. seperti pasar kota. tempat tinggal tak menentu. yang sering disebut sebagai slum area. disebabkan kurangnya keterampilan. tolong menolong. kesehatan. . Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan. menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan. termasuk tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. solidaritas sosial. Terjadinya perilaku menyimpang ini karena sulitnya mencari atau menciptakan pekerjaan sendiri dengan keahlian dan kemampuan yang terbatas. seperti kejahatan. rendahnya daya adaptasi sosial ekonomi dan pola kehidupan kota. budaya dan asal daerah. Hal ini dapat diketahui dari tatacara kehidupan sehari-hari. rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perhatian utama pada penghuni permukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup. tanpa modal usaha. gelandangan. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. terutama dari segi latar belakang sosial ekonomi-pendidikan yang rendah. selain itu juga karena menerima kenyataan bahwa impian yang mereka harapkan mengenai kehidupan di kota tidak sesuai dan ternyata tidak dapat memperbaiki kehidupan mereka. Kondisi yang serba terlanjur. Permukiman kumuh umumnya di pusat-pusat perdagangan. kekurangan dan semakin memprihatinkan itu mendorong para pendatang tersebut untuk hidup seadanya. berjudi. keahlian terbatas dan kemampuan adaptasi lingkungan (kota) yang kurang memadai. Kondisi kualitas kehidupan yang serba marjinal ini ternyata mengakibatkan semakin banyaknya penyimpangan perilaku penduduk penghuninya. dan disekitar bantaran sungai kota. Kepadatan penduduk di daerah-daerah ini cenderung semakin meningkat dengan berbagai latar belakang sosial. dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. mencopet dan melakukan berbagai jenis penipuan. seperti mengemis. maka tidak sedikit menjadi pengangguran. norma sosial dan hukum.

Wujud perilaku menyimpang di permukiman kumuh ini berupa perbuatan tidak disiplin lingkungan seperti membuang sampah dan kotoran di sembarang tempat. Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan penduduk kota dan lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan mengakibatkan semakin banyaknya pertumbuhan pemukiman- . tidak memiliki KTP dan menghindar dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Akibat lebih lanjut perilaku menyimpang tersebut bisa mengarah kepada tindakan kejahatan (kriminal) seperti pencurian. baik antar penghuni itu sendiri maupun terhadap masyarakat lingkungan sekitanya. mencorat-coret tembok/bangunan fasilitas umum. juga termasuk perbuatan menghindari pajak. pelacuran. juga turut membuka celah timbulnya perilaku menyimpang dan tindak kejahatan dari para penghuni pemukiman kumuh tersebut. penipuan. (b) masalah adanya kekaburan norma pada masyarakat migran di perkotaan dan adaptasi penduduk desa di kota. Keadaan seperti itu cenderung menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut: (a) masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah permukiman untuk golongan ekonomi lemah dan masalah penyediaan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang. biasanya penyimpangan perilakunya berupa mabuk-mabukan. mencopet dan perbuatan kekerasan lainnya. Kecuali itu. pemerkosaan. Kondisi kehidupan yang sedang mengalami benturan antara perkembangan teknologi dengan keterbatasan potensi sumber daya yang tersedia. pengrusakan fasilitas umum. adu ayam. tradisi dan kelaziman yang berlaku sebagaimana kehendak sebagian besar anggota masyarakat. penodongan. begadang dan berjoget di pinggir jalan dengan musik keras sampai pagi.pengemis. bercumbu di depan umum. Perilaku menyimpang pada umumnya sering dijumpai pada permukiman kumuh adalah perilaku yang bertentangan dengan norma-norma sosial. perkelahian. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour) ini juga diperkuat oleh pola kehidupan kota yang lebih mementingkan diri sendiri atau kelompokya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial dalam masyarakat. memutar blue film. yang sangat rentan terhadap terjadinya perilaku menyimpang dan berbagai tindak kejahatan. minum obat terlarang. Bagi kalangan remaja dan pengangguran. (c) masalah perilaku menyimpang sebagai akibat dari adanya kekaburan atau ketiadaan norma pada masyarakat migran di perkotaan. seperti gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya. pembunuhan. dan lain-lain. melakukan pungutan liar.

tidak tersedianya jaringan drainase 5. peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan. jaringan listrik yang semrawut 7. Peningkatan pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih. Disisi lain bahwa kehidupan penghuninya terus merosot baik kesehatannya. penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman ini. khususnya dikota-kota besar diantaranya wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor. fasilitas MCK yang tidak memadai 4. ukuran bangunan yang sangat sempit. Masalah yang terjadi akibat adanya permukiman kumuh ini. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran 3. planologi penertiban bangunan sukar dijalankan. Upaya Mengatasi Permukiman Kumuh Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di kawasan perkotaan. kurangnya suplai air bersih 6. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai 4. 1974) Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: 1. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: .pemukiman kumuh yang menyertainya dan menghiasi areal perkotaan tanpa penataan yang berarti. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan. maupun sosial kehidupan mereka yang terus terhimpit jauh dibawah garis kemiskinan (Sri Soewasti Susanto. penyediaan serta usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman pada umumnya. sanitasi. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni 2. banjir.

serta 7 deputi yang masing-masing membidangi bidang-bidang tertentu. Bentuk Bentuk Peremajaan Kota Di Indonesia: 1. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Program Perbaikan Kampung. Pemerintah juga telah membentuk institusi yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). proses pelaksanaan perencanaan pembangunan nasional. Perbaikan lingkungan permukiman. Disini kekuatan pemerintah/public investment sangat dominan. atau sebagai faktor tunggal pembangunan kota. pembangunan regional dan sumber daya alam. pusat pembinaan pendidikan dan pelatihan perencanaan pembangunan . pembiayaan dalam bidang pembangunan. Tugas Pokok dan Fungsi Bappenas diuraikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 dan Nomor 5 Tahun 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Peremajaan yang bersifat progresif oleh kekuatan sektor swasta seperti munculnya super blok (merupakan fenomena yang menimbulkan banyak kritik dalam aspek sosial yaitu penggusuran. pembangunan ekonomi. Kepala Bappenas dibantu oleh Sekretariat Utama. pembangunan hukum. Staf Ahli dan Inspektorat Utama. pembangunan sumber daya manusia. 2. serta komposisi sumber daya manusia dan latar belakang pendidikannya. 3. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. pembangunan prasarana. penerangan. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. kerja sama luar negeri. Dalam melaksanakan tugasnya. 2. pusat data dan informasi perencanaan pembangunan. Faktor tunggalnya adalah pihak swasta besar. tugas pokok dan fungsi tersebut tercermin dalam struktur organisasi. kurang adanya integrasi jaringan dan aktifitas trafik yang sering menciptakan problem diluar super blok). politik. Pembangunan rumah susun sebagai pemecahan lingkungan kumuh. Yang di usahakan adalah: perkembangan ekonomi makro.1. hankam dan administrasi negara.

harus disediakan pula lahan untuk ruang terbuka hijau. Dalam mengatasi permukiman kumuh tetap harus ada intervensi dari negara. pemerintah bisa membangun suatu kawasan tempat tinggal terpadu berbentuk vertikal (rumah susun) yang ramah lingkungan untuk disewakan kepada mereka. hubungan eksternal. landasan/acuan/dokumen pembangunan nasional. BAB III ANALISIS Warga kumuh kerap digusur. persoalan mengenai permukiman kumuh bisa segera diselesaikan. Melalui kontribusi masukan dari masyarakat maka akan diketahui secara persis instrumen dan kebijakan yang paling tepat dan dibutuhkan dalam mengatasi permukiman kumuh. badan koordinasi tata ruang nasional. terutama untuk menilai program yang disampaikan masyarakat sudah sesuai sasaran atau harus ada perbaikan. pemerintah bisa mengakomodasi hal ini dengan melakukan relokasi ke kawasan khusus. tempat ibadah. Jika masyarakat dilibatkan. termasuk solusinya. pembangunan rusun tersebut juga harus dilengkapi sarana pendukung lainnya. Namun. tetapi juga penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Bangunan harus berbentuk vertikal (rusun) agar tidak menghabiskan banyak lahan. Pemerintah dapat menerapkan program rekayasa sosial. Dengan penyediaan lahan khusus tersebut. . misalnya dengan pemberdayaan lingkungan setempat yang membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan. program pembangunan nasional(propenas). tanpa adanya solusi bagi mereka selanjutnya. tanpa harus menggunakan kendaraan. Sisanya. sehingga mereka memiliki uang untuk kebutuhan hidup. Perlu dukungan penciptaan pekerjaan yang bisa membantu mereka survive. Masyarakat harus ikut dilibatkan dalam mengatasi permukiman kumuh di perkotaan. seperti sekolah. dan pasar yang bisa diakses hanya dengan berjalan kaki. Karena orang yang tinggal di kawasan kumuhlah yang tahu benar apa yang menjadi masalah. Dalam hal ini masyarakat harus turut serta untuk menanam dan memelihara lingkungan hijau tersebut. sehingga masyarakat tetap menikmati lingkungan yang sehat. sehingga mereka dapat belajar survive.(pusbindiklatren). Seharusnya. di mana tidak hanya menyediakan pembangunan secara fisik.

karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. jaringan listrik yang semrawut. kurangnya suplai air bersih. Kesimpulan Tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. . Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: ukuran bangunan yang sangat sempit. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. dan sumber penyakit sosial lainnya. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai. Lebih lanjut. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: 1. tertur dan indah. Permukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. seperti kejahatan. terutama dalam hal penyediaan infrastruktur pendukung dibutuhkan. tidak tersedianya jaringan drainase. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman. Jadi masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1.Kerja sama Pemerintah dan Swara (KPS) dalam membenahi kawasan kumuh. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. Program Perbaikan Kampung. dan fasilitas MCK yang tidak memadai. dan asri. tertip. Terbentuknya pemukiman kumuh. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. rapi. yang sering disebut sebagai slum area.

Kawasan Kumuh Perkotaan.com/read/artikel/51720.2008. Chyntiawati. Saran Pemerintah selain memberikan rumah susun juga harus memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum punya pekerjaan.blogspot.gunadarma.wordpress.html. (Online). (http://wartawarga. DAFTAR PUSTAKA Ami-archuek. (Online). Fenomena Masyarakat Miskin Perkotaan.com/2009/04/18/pembangunan-dengansistempartisipasi-masyarakat-sebagai-salah-satu-usaha-untukmeningkatkan-dan-memperbaikikehidupan-masyarakat-permukiman. Dan masyarakat harus selalu menjaga lingkungannya agar tetap indah.kumuh/. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. (Online). (Online). (http://www. 2009. (http://nurulfitrilubis. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat.wordpress. . Deden. (http://qurowyun. (Online).perkotaan. (http://ami. Diakses 23 desember 2009). (http://dedenrukmana. dan teratur.com/. Diakses 23 Desember 2009). 2009.tribuntimur. Permukiman Kota. 8 oktober 2009. deby. Qurow-yun. 2009. 2009. Fitrilubis.com.2. Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan. Diakses 23 Desember 2009).blogspot. Tribun-Timur. Nurul.com/2009/05/fenomena-masyarakat-miskin.id/2009/12/pemukiman-kumuh/. Diakss 23 Desember 2009). (Online). bersih. Masalah Sosial Permukiman Kumuh. Diakses 23 Desember 2009). 2. Rukmana. Diakses 23 Desember 2009). Pembangunan Dengan Sistem Partisipasi Masyarakat Sebagai Salah Satu Usaha Untuk Meningkatkan Dan Memperbaiki Kehidupan Masyarakat Permukiman Kumuh.archuek06.ac.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->