1.

Latar Belakang Bagi kota-kota besar di Indonesia, persoalan kemiskinan merupakan masalah yang serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang kronis dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas yang akhirnya menimbulkan kemacetan jalanan kota. Masyarakat miskin di perkotaan itu unik dengan berbagai problematika sosialnya sehingga perlu mengupas akar masalah dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Dapat dijelaskan bahwa bukanlah kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan. Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Karena itulah saya tertarik untuk membahas tentang pemukiman kumuh dan upaya untuk mengatasinya di perkotaan. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengertian dan karakteristik permukiman kumuh? 2. Bagaimanakah sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh? 3. Apa masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh? 4. Bagaimana upaya untuk mengatasi permukiman kumuh?

Namun . Jadi. Menurut Johan Silas Permukiman Kumuh dapat diartikan menjadi dua bagian. rata-rata 6 m2/orang. Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia. Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik permukiman kumuh. bau. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh. rapat becek. BAB II KAJIAN EMPIRIS 1. Karakteristik Permukiman Kumuh : (Menurut Johan Silas) 1. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui upaya untuk mengatasi permukiman kumuh. lambat laun menjadi kumuh. Yang menjadi penyebabnya adalah mobilitas sosial ekonomi yang stagnan. Sedangkan kata “kumuh” menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kotor atau cemar. Untuk mengetahui sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh.3. bukan padat. reyot. atau tidak teraturnya. 2. tetapi justru kotornya yang menjadikan sesuatu dapat dikatakan kumuh. 3. Dan yang kedua ialah kawasan yang lokasi penyebarannya secara geografis terdesak perkembangan kota yang semula baik. dapat merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan. berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. 4. yang pertama ialah kawasan yang proses pembentukannya karena keterbatasan kota dalam menampung perkembangan kota sehingga timbul kompetisi dalam menggunakan lahan perkotaan. Pengertian dan Karakteristik Permukiman Kumuh Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. Keadaan rumah pada permukiman kumuh terpaksa dibawah standar. Sedangkan kawasan permukiman berkepadatan tinggi merupakan embrio permukiman kumuh.

penghasilan penghuninya amat rendah (miskin) 3. Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan program pembangunan kota pada umumnya. WTS dan lain-lain. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota 4. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling bawah. 2. 3. Mandiri dan produktif dalam banyak aspek. Permukiman ini secara fisik memberi 3. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencaharian tidak tetap dalam usaha non formal dengan tingkat pendidikan rendah 4. yaitu dekat tempat mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. Berada di lokasi tidak legal 2. Meskipun terbatas. Manfaat permukiman disamping pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya atau aksesibilitas tinggi. (kecuali yang berkepentingan) 5.Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun. Dengan keadaan fisik yang substandar. meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah. namun masih dapat ditingkatkan. maka fasilitas lingkungan tersebut tak sulit mendapatkannya. kecuali dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut. selalu dapat diterima dan berdiam di sana. 5. namun terletak pada tempat yang perlu dibenahi. Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu. Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal). Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat. Kriteria Khusus Permukiman Kumuh: 1. Tdak diingini kehadirannya oleh umum.karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada. tetapi tidak semua begitu saja dapat dianggap permanen. . termasuk masyarakat “residu” seperti residivis. kan manfaat pokok. Kriteria Umum Permukiman Kumuh: 1. 6. ada sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak selalu murah. 2.

3. . Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. baik secara perorangan maupun dibangunkan oleh orang lain. khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. Sebab dan Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh a. Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh Dalam perkembangan suatu kota. menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan. yang padat. Masalah-masalah yang Timbul Akibat Permukiman Kumuh Perumahan kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak.2. dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial. Dari segi pemerintahan. pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh. sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan. Lebih lanjut. Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Sementara pada dampak sosial. b. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota. Masyarakat yang mampu.

yang sering disebut sebagai slum area. kekurangan dan semakin memprihatinkan itu mendorong para pendatang tersebut untuk hidup seadanya. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. kesehatan. dan disekitar bantaran sungai kota. ekonomi. . perkampungan pinggir kota. mencopet dan melakukan berbagai jenis penipuan. budaya dan asal daerah. Permukiman kumuh umumnya di pusat-pusat perdagangan. tempat tinggal tak menentu. menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan. Terjadinya perilaku menyimpang ini karena sulitnya mencari atau menciptakan pekerjaan sendiri dengan keahlian dan kemampuan yang terbatas. selain itu juga karena menerima kenyataan bahwa impian yang mereka harapkan mengenai kehidupan di kota tidak sesuai dan ternyata tidak dapat memperbaiki kehidupan mereka. solidaritas sosial. rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. tanpa modal usaha. berjudi. disebabkan kurangnya keterampilan. Kondisi yang serba terlanjur. dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. seperti mengemis. keahlian terbatas dan kemampuan adaptasi lingkungan (kota) yang kurang memadai. Kepadatan penduduk di daerah-daerah ini cenderung semakin meningkat dengan berbagai latar belakang sosial. Kondisi kualitas kehidupan yang serba marjinal ini ternyata mengakibatkan semakin banyaknya penyimpangan perilaku penduduk penghuninya. seperti kejahatan. Mereka pada umumnya tidak cukup memiliki kamampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. seperti pasar kota. Hal ini dapat diketahui dari tatacara kehidupan sehari-hari. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan.Terbentuknya pemukiman kumuh. termasuk tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan. terutama dari segi latar belakang sosial ekonomi-pendidikan yang rendah. tolong menolong. maka tidak sedikit menjadi pengangguran. rendahnya daya adaptasi sosial ekonomi dan pola kehidupan kota. Penduduk di permukiman kumuh tersebut memiliki persamaan. Perhatian utama pada penghuni permukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup. Oleh karena para pemukim pada umumnya terdiri dari golongan-golongan yang tidak berhasil mencapai kehidupan yang layak. dan sumber penyakit sosial lainnya. gelandangan. norma sosial dan hukum.

Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour) ini juga diperkuat oleh pola kehidupan kota yang lebih mementingkan diri sendiri atau kelompokya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial dalam masyarakat. pelacuran. Kecuali itu. Akibat lebih lanjut perilaku menyimpang tersebut bisa mengarah kepada tindakan kejahatan (kriminal) seperti pencurian. dan lain-lain. Keadaan seperti itu cenderung menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut: (a) masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah permukiman untuk golongan ekonomi lemah dan masalah penyediaan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang. pembunuhan. (c) masalah perilaku menyimpang sebagai akibat dari adanya kekaburan atau ketiadaan norma pada masyarakat migran di perkotaan. perkelahian. baik antar penghuni itu sendiri maupun terhadap masyarakat lingkungan sekitanya. Kondisi kehidupan yang sedang mengalami benturan antara perkembangan teknologi dengan keterbatasan potensi sumber daya yang tersedia. memutar blue film.pengemis. pemerkosaan. biasanya penyimpangan perilakunya berupa mabuk-mabukan. mencorat-coret tembok/bangunan fasilitas umum. Perilaku menyimpang pada umumnya sering dijumpai pada permukiman kumuh adalah perilaku yang bertentangan dengan norma-norma sosial. tradisi dan kelaziman yang berlaku sebagaimana kehendak sebagian besar anggota masyarakat. bercumbu di depan umum. juga termasuk perbuatan menghindari pajak. Wujud perilaku menyimpang di permukiman kumuh ini berupa perbuatan tidak disiplin lingkungan seperti membuang sampah dan kotoran di sembarang tempat. yang sangat rentan terhadap terjadinya perilaku menyimpang dan berbagai tindak kejahatan. penodongan. Bagi kalangan remaja dan pengangguran. (b) masalah adanya kekaburan norma pada masyarakat migran di perkotaan dan adaptasi penduduk desa di kota. penipuan. tidak memiliki KTP dan menghindar dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. mencopet dan perbuatan kekerasan lainnya. seperti gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya. minum obat terlarang. pengrusakan fasilitas umum. melakukan pungutan liar. adu ayam. begadang dan berjoget di pinggir jalan dengan musik keras sampai pagi. Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan penduduk kota dan lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan mengakibatkan semakin banyaknya pertumbuhan pemukiman- . juga turut membuka celah timbulnya perilaku menyimpang dan tindak kejahatan dari para penghuni pemukiman kumuh tersebut.

penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman ini. khususnya dikota-kota besar diantaranya wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran 3. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan. banjir. Disisi lain bahwa kehidupan penghuninya terus merosot baik kesehatannya. tidak tersedianya jaringan drainase 5. Masalah yang terjadi akibat adanya permukiman kumuh ini. peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan. kurangnya suplai air bersih 6. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni 2. Peningkatan pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: . Upaya Mengatasi Permukiman Kumuh Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di kawasan perkotaan. jaringan listrik yang semrawut 7. 1974) Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: 1. planologi penertiban bangunan sukar dijalankan. sanitasi.pemukiman kumuh yang menyertainya dan menghiasi areal perkotaan tanpa penataan yang berarti. maupun sosial kehidupan mereka yang terus terhimpit jauh dibawah garis kemiskinan (Sri Soewasti Susanto. fasilitas MCK yang tidak memadai 4. ukuran bangunan yang sangat sempit. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai 4. penyediaan serta usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman pada umumnya.

pembangunan hukum. Staf Ahli dan Inspektorat Utama. 2. pembiayaan dalam bidang pembangunan. Dalam melaksanakan tugasnya. Perbaikan lingkungan permukiman. Peremajaan yang bersifat progresif oleh kekuatan sektor swasta seperti munculnya super blok (merupakan fenomena yang menimbulkan banyak kritik dalam aspek sosial yaitu penggusuran. penerangan. kerja sama luar negeri. kurang adanya integrasi jaringan dan aktifitas trafik yang sering menciptakan problem diluar super blok). pusat pembinaan pendidikan dan pelatihan perencanaan pembangunan . pembangunan prasarana. Pemerintah juga telah membentuk institusi yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). serta 7 deputi yang masing-masing membidangi bidang-bidang tertentu. tugas pokok dan fungsi tersebut tercermin dalam struktur organisasi. politik. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. pembangunan ekonomi. Faktor tunggalnya adalah pihak swasta besar. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Disini kekuatan pemerintah/public investment sangat dominan. Kepala Bappenas dibantu oleh Sekretariat Utama. pembangunan regional dan sumber daya alam. Yang di usahakan adalah: perkembangan ekonomi makro. pusat data dan informasi perencanaan pembangunan. pembangunan sumber daya manusia. hankam dan administrasi negara. proses pelaksanaan perencanaan pembangunan nasional. serta komposisi sumber daya manusia dan latar belakang pendidikannya. atau sebagai faktor tunggal pembangunan kota. Bentuk Bentuk Peremajaan Kota Di Indonesia: 1. Program Perbaikan Kampung. 3. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh.1. Tugas Pokok dan Fungsi Bappenas diuraikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 dan Nomor 5 Tahun 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2. Pembangunan rumah susun sebagai pemecahan lingkungan kumuh.

tempat ibadah. sehingga mereka memiliki uang untuk kebutuhan hidup. seperti sekolah. landasan/acuan/dokumen pembangunan nasional. pemerintah bisa mengakomodasi hal ini dengan melakukan relokasi ke kawasan khusus. Perlu dukungan penciptaan pekerjaan yang bisa membantu mereka survive. badan koordinasi tata ruang nasional. Melalui kontribusi masukan dari masyarakat maka akan diketahui secara persis instrumen dan kebijakan yang paling tepat dan dibutuhkan dalam mengatasi permukiman kumuh. Dalam mengatasi permukiman kumuh tetap harus ada intervensi dari negara. sehingga masyarakat tetap menikmati lingkungan yang sehat. program pembangunan nasional(propenas). pembangunan rusun tersebut juga harus dilengkapi sarana pendukung lainnya. Seharusnya. sehingga mereka dapat belajar survive. hubungan eksternal. . Karena orang yang tinggal di kawasan kumuhlah yang tahu benar apa yang menjadi masalah. tanpa adanya solusi bagi mereka selanjutnya. Sisanya. Dengan penyediaan lahan khusus tersebut. Pemerintah dapat menerapkan program rekayasa sosial. Bangunan harus berbentuk vertikal (rusun) agar tidak menghabiskan banyak lahan. harus disediakan pula lahan untuk ruang terbuka hijau. di mana tidak hanya menyediakan pembangunan secara fisik.(pusbindiklatren). dan pasar yang bisa diakses hanya dengan berjalan kaki. tanpa harus menggunakan kendaraan. termasuk solusinya. misalnya dengan pemberdayaan lingkungan setempat yang membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan. persoalan mengenai permukiman kumuh bisa segera diselesaikan. Dalam hal ini masyarakat harus turut serta untuk menanam dan memelihara lingkungan hijau tersebut. Masyarakat harus ikut dilibatkan dalam mengatasi permukiman kumuh di perkotaan. Jika masyarakat dilibatkan. BAB III ANALISIS Warga kumuh kerap digusur. Namun. terutama untuk menilai program yang disampaikan masyarakat sudah sesuai sasaran atau harus ada perbaikan. tetapi juga penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. pemerintah bisa membangun suatu kawasan tempat tinggal terpadu berbentuk vertikal (rumah susun) yang ramah lingkungan untuk disewakan kepada mereka.

Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. dan asri. seperti kejahatan. tertip. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: 1. . sarana jalan yang sempit dan tidak memadai. Terbentuknya pemukiman kumuh. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. dan sumber penyakit sosial lainnya. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. Kesimpulan Tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar.Kerja sama Pemerintah dan Swara (KPS) dalam membenahi kawasan kumuh. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: ukuran bangunan yang sangat sempit. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. dan fasilitas MCK yang tidak memadai. jaringan listrik yang semrawut. tidak tersedianya jaringan drainase. tertur dan indah. rapi. yang sering disebut sebagai slum area. Jadi masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih. Permukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran. terutama dalam hal penyediaan infrastruktur pendukung dibutuhkan. Program Perbaikan Kampung. kurangnya suplai air bersih. Lebih lanjut.

(Online).com/read/artikel/51720.wordpress. Masalah Sosial Permukiman Kumuh. Fitrilubis. Deden. Nurul. Diakses 23 Desember 2009). (http://www.com/2009/04/18/pembangunan-dengansistempartisipasi-masyarakat-sebagai-salah-satu-usaha-untukmeningkatkan-dan-memperbaikikehidupan-masyarakat-permukiman.com/2009/05/fenomena-masyarakat-miskin. Diakses 23 desember 2009). (Online). yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat.perkotaan. deby. 2009. (http://nurulfitrilubis. Pembangunan Dengan Sistem Partisipasi Masyarakat Sebagai Salah Satu Usaha Untuk Meningkatkan Dan Memperbaiki Kehidupan Masyarakat Permukiman Kumuh. Chyntiawati. Diakses 23 Desember 2009). (http://dedenrukmana. 8 oktober 2009. dan teratur.blogspot. . Dan masyarakat harus selalu menjaga lingkungannya agar tetap indah. 2.com/. Diakses 23 Desember 2009). Diakss 23 Desember 2009). Fenomena Masyarakat Miskin Perkotaan. Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan. Diakses 23 Desember 2009).tribuntimur. Saran Pemerintah selain memberikan rumah susun juga harus memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum punya pekerjaan. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. (Online).2008. (Online). (Online). Permukiman Kota. 2009.archuek06.wordpress.gunadarma.ac. bersih.blogspot. Rukmana. DAFTAR PUSTAKA Ami-archuek. (http://wartawarga. (http://ami. 2009.2. 2009. (http://qurowyun. Tribun-Timur. Kawasan Kumuh Perkotaan.com. Qurow-yun. (Online).kumuh/.html.id/2009/12/pemukiman-kumuh/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful