1.

Latar Belakang Bagi kota-kota besar di Indonesia, persoalan kemiskinan merupakan masalah yang serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang kronis dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas yang akhirnya menimbulkan kemacetan jalanan kota. Masyarakat miskin di perkotaan itu unik dengan berbagai problematika sosialnya sehingga perlu mengupas akar masalah dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Dapat dijelaskan bahwa bukanlah kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan. Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Karena itulah saya tertarik untuk membahas tentang pemukiman kumuh dan upaya untuk mengatasinya di perkotaan. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengertian dan karakteristik permukiman kumuh? 2. Bagaimanakah sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh? 3. Apa masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh? 4. Bagaimana upaya untuk mengatasi permukiman kumuh?

Yang menjadi penyebabnya adalah mobilitas sosial ekonomi yang stagnan. atau tidak teraturnya. rata-rata 6 m2/orang. Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik permukiman kumuh. Untuk mengetahui sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh. yang pertama ialah kawasan yang proses pembentukannya karena keterbatasan kota dalam menampung perkembangan kota sehingga timbul kompetisi dalam menggunakan lahan perkotaan. Untuk mengetahui upaya untuk mengatasi permukiman kumuh. lambat laun menjadi kumuh. Sedangkan kata “kumuh” menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kotor atau cemar. tetapi justru kotornya yang menjadikan sesuatu dapat dikatakan kumuh. bukan padat. Pengertian dan Karakteristik Permukiman Kumuh Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. bau. berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.3. Karakteristik Permukiman Kumuh : (Menurut Johan Silas) 1. Keadaan rumah pada permukiman kumuh terpaksa dibawah standar. Sedangkan kawasan permukiman berkepadatan tinggi merupakan embrio permukiman kumuh. 4. 2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh. reyot. Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia. rapat becek. Dan yang kedua ialah kawasan yang lokasi penyebarannya secara geografis terdesak perkembangan kota yang semula baik. Menurut Johan Silas Permukiman Kumuh dapat diartikan menjadi dua bagian. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. BAB II KAJIAN EMPIRIS 1. Namun . Jadi. dapat merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan. 3.

Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu. kecuali dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut. 2. Kriteria Khusus Permukiman Kumuh: 1. Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat.Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun. tetapi tidak semua begitu saja dapat dianggap permanen. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling bawah. Dengan keadaan fisik yang substandar. . namun terletak pada tempat yang perlu dibenahi. namun masih dapat ditingkatkan. Tdak diingini kehadirannya oleh umum. ada sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak selalu murah. Kriteria Umum Permukiman Kumuh: 1. Berada di lokasi tidak legal 2. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencaharian tidak tetap dalam usaha non formal dengan tingkat pendidikan rendah 4. 6. 2. penghasilan penghuninya amat rendah (miskin) 3. (kecuali yang berkepentingan) 5. yaitu dekat tempat mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal). Manfaat permukiman disamping pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya atau aksesibilitas tinggi. termasuk masyarakat “residu” seperti residivis.karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada. WTS dan lain-lain. meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah. kan manfaat pokok. 5. Mandiri dan produktif dalam banyak aspek. selalu dapat diterima dan berdiam di sana. 3. maka fasilitas lingkungan tersebut tak sulit mendapatkannya. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota 4. Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan program pembangunan kota pada umumnya. Permukiman ini secara fisik memberi 3. Meskipun terbatas.

2. dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial. Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh Dalam perkembangan suatu kota. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. Masalah-masalah yang Timbul Akibat Permukiman Kumuh Perumahan kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak. sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan. b. Masyarakat yang mampu. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Sementara pada dampak sosial. Lebih lanjut. Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha. Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal. yang padat. Dari segi pemerintahan. cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota. tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan. pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat. baik secara perorangan maupun dibangunkan oleh orang lain. 3. . Sebab dan Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh a.

terutama dari segi latar belakang sosial ekonomi-pendidikan yang rendah. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. rendahnya daya adaptasi sosial ekonomi dan pola kehidupan kota. Perhatian utama pada penghuni permukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup. Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan. menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan. Kondisi kualitas kehidupan yang serba marjinal ini ternyata mengakibatkan semakin banyaknya penyimpangan perilaku penduduk penghuninya. berjudi. dan sumber penyakit sosial lainnya. Oleh karena para pemukim pada umumnya terdiri dari golongan-golongan yang tidak berhasil mencapai kehidupan yang layak. Kepadatan penduduk di daerah-daerah ini cenderung semakin meningkat dengan berbagai latar belakang sosial. yang sering disebut sebagai slum area. Kondisi yang serba terlanjur. termasuk tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan.Terbentuknya pemukiman kumuh. kesehatan. . keahlian terbatas dan kemampuan adaptasi lingkungan (kota) yang kurang memadai. Hal ini dapat diketahui dari tatacara kehidupan sehari-hari. rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. norma sosial dan hukum. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. selain itu juga karena menerima kenyataan bahwa impian yang mereka harapkan mengenai kehidupan di kota tidak sesuai dan ternyata tidak dapat memperbaiki kehidupan mereka. seperti mengemis. seperti pasar kota. solidaritas sosial. seperti kejahatan. dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. Mereka pada umumnya tidak cukup memiliki kamampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. dan disekitar bantaran sungai kota. gelandangan. tempat tinggal tak menentu. perkampungan pinggir kota. budaya dan asal daerah. tanpa modal usaha. Terjadinya perilaku menyimpang ini karena sulitnya mencari atau menciptakan pekerjaan sendiri dengan keahlian dan kemampuan yang terbatas. maka tidak sedikit menjadi pengangguran. kekurangan dan semakin memprihatinkan itu mendorong para pendatang tersebut untuk hidup seadanya. Penduduk di permukiman kumuh tersebut memiliki persamaan. disebabkan kurangnya keterampilan. ekonomi. mencopet dan melakukan berbagai jenis penipuan. tolong menolong. Permukiman kumuh umumnya di pusat-pusat perdagangan.

seperti gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya. mencorat-coret tembok/bangunan fasilitas umum. Akibat lebih lanjut perilaku menyimpang tersebut bisa mengarah kepada tindakan kejahatan (kriminal) seperti pencurian. (b) masalah adanya kekaburan norma pada masyarakat migran di perkotaan dan adaptasi penduduk desa di kota. penipuan. begadang dan berjoget di pinggir jalan dengan musik keras sampai pagi. penodongan. tradisi dan kelaziman yang berlaku sebagaimana kehendak sebagian besar anggota masyarakat. dan lain-lain. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour) ini juga diperkuat oleh pola kehidupan kota yang lebih mementingkan diri sendiri atau kelompokya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial dalam masyarakat. juga turut membuka celah timbulnya perilaku menyimpang dan tindak kejahatan dari para penghuni pemukiman kumuh tersebut. Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan penduduk kota dan lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan mengakibatkan semakin banyaknya pertumbuhan pemukiman- . (c) masalah perilaku menyimpang sebagai akibat dari adanya kekaburan atau ketiadaan norma pada masyarakat migran di perkotaan. Kecuali itu. tidak memiliki KTP dan menghindar dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Bagi kalangan remaja dan pengangguran. memutar blue film. pelacuran. yang sangat rentan terhadap terjadinya perilaku menyimpang dan berbagai tindak kejahatan. perkelahian. Wujud perilaku menyimpang di permukiman kumuh ini berupa perbuatan tidak disiplin lingkungan seperti membuang sampah dan kotoran di sembarang tempat. bercumbu di depan umum. Kondisi kehidupan yang sedang mengalami benturan antara perkembangan teknologi dengan keterbatasan potensi sumber daya yang tersedia. pemerkosaan. mencopet dan perbuatan kekerasan lainnya. adu ayam. Perilaku menyimpang pada umumnya sering dijumpai pada permukiman kumuh adalah perilaku yang bertentangan dengan norma-norma sosial. melakukan pungutan liar. minum obat terlarang. juga termasuk perbuatan menghindari pajak. Keadaan seperti itu cenderung menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut: (a) masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah permukiman untuk golongan ekonomi lemah dan masalah penyediaan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang. pembunuhan. biasanya penyimpangan perilakunya berupa mabuk-mabukan.pengemis. pengrusakan fasilitas umum. baik antar penghuni itu sendiri maupun terhadap masyarakat lingkungan sekitanya.

Peningkatan pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih. penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman ini. banjir. khususnya dikota-kota besar diantaranya wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor. sanitasi. Upaya Mengatasi Permukiman Kumuh Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di kawasan perkotaan. jaringan listrik yang semrawut 7. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: . 1974) Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: 1. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni 2. Disisi lain bahwa kehidupan penghuninya terus merosot baik kesehatannya. planologi penertiban bangunan sukar dijalankan. maupun sosial kehidupan mereka yang terus terhimpit jauh dibawah garis kemiskinan (Sri Soewasti Susanto. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai 4. penyediaan serta usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman pada umumnya. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan. peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan.pemukiman kumuh yang menyertainya dan menghiasi areal perkotaan tanpa penataan yang berarti. kurangnya suplai air bersih 6. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran 3. ukuran bangunan yang sangat sempit. fasilitas MCK yang tidak memadai 4. Masalah yang terjadi akibat adanya permukiman kumuh ini. tidak tersedianya jaringan drainase 5.

3. pembiayaan dalam bidang pembangunan. Program Perbaikan Kampung. Faktor tunggalnya adalah pihak swasta besar. Tugas Pokok dan Fungsi Bappenas diuraikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 dan Nomor 5 Tahun 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. serta 7 deputi yang masing-masing membidangi bidang-bidang tertentu. kerja sama luar negeri. pusat pembinaan pendidikan dan pelatihan perencanaan pembangunan . Kepala Bappenas dibantu oleh Sekretariat Utama. Staf Ahli dan Inspektorat Utama. politik. Yang di usahakan adalah: perkembangan ekonomi makro. 2. pembangunan ekonomi. proses pelaksanaan perencanaan pembangunan nasional. Peremajaan yang bersifat progresif oleh kekuatan sektor swasta seperti munculnya super blok (merupakan fenomena yang menimbulkan banyak kritik dalam aspek sosial yaitu penggusuran. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. Disini kekuatan pemerintah/public investment sangat dominan. hankam dan administrasi negara. penerangan. Dalam melaksanakan tugasnya. 2. Pemerintah juga telah membentuk institusi yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). serta komposisi sumber daya manusia dan latar belakang pendidikannya. Bentuk Bentuk Peremajaan Kota Di Indonesia: 1. pembangunan regional dan sumber daya alam. Perbaikan lingkungan permukiman. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Pembangunan rumah susun sebagai pemecahan lingkungan kumuh. pusat data dan informasi perencanaan pembangunan. pembangunan prasarana. pembangunan hukum.1. kurang adanya integrasi jaringan dan aktifitas trafik yang sering menciptakan problem diluar super blok). atau sebagai faktor tunggal pembangunan kota. pembangunan sumber daya manusia. tugas pokok dan fungsi tersebut tercermin dalam struktur organisasi.

misalnya dengan pemberdayaan lingkungan setempat yang membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan. dan pasar yang bisa diakses hanya dengan berjalan kaki. tetapi juga penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. pemerintah bisa membangun suatu kawasan tempat tinggal terpadu berbentuk vertikal (rumah susun) yang ramah lingkungan untuk disewakan kepada mereka. Pemerintah dapat menerapkan program rekayasa sosial. . di mana tidak hanya menyediakan pembangunan secara fisik. tanpa harus menggunakan kendaraan. Masyarakat harus ikut dilibatkan dalam mengatasi permukiman kumuh di perkotaan.(pusbindiklatren). Namun. BAB III ANALISIS Warga kumuh kerap digusur. program pembangunan nasional(propenas). pembangunan rusun tersebut juga harus dilengkapi sarana pendukung lainnya. Seharusnya. pemerintah bisa mengakomodasi hal ini dengan melakukan relokasi ke kawasan khusus. Dalam hal ini masyarakat harus turut serta untuk menanam dan memelihara lingkungan hijau tersebut. tanpa adanya solusi bagi mereka selanjutnya. harus disediakan pula lahan untuk ruang terbuka hijau. sehingga mereka memiliki uang untuk kebutuhan hidup. persoalan mengenai permukiman kumuh bisa segera diselesaikan. Jika masyarakat dilibatkan. Karena orang yang tinggal di kawasan kumuhlah yang tahu benar apa yang menjadi masalah. Bangunan harus berbentuk vertikal (rusun) agar tidak menghabiskan banyak lahan. sehingga mereka dapat belajar survive. Sisanya. badan koordinasi tata ruang nasional. tempat ibadah. Dalam mengatasi permukiman kumuh tetap harus ada intervensi dari negara. landasan/acuan/dokumen pembangunan nasional. terutama untuk menilai program yang disampaikan masyarakat sudah sesuai sasaran atau harus ada perbaikan. Perlu dukungan penciptaan pekerjaan yang bisa membantu mereka survive. Dengan penyediaan lahan khusus tersebut. sehingga masyarakat tetap menikmati lingkungan yang sehat. Melalui kontribusi masukan dari masyarakat maka akan diketahui secara persis instrumen dan kebijakan yang paling tepat dan dibutuhkan dalam mengatasi permukiman kumuh. hubungan eksternal. seperti sekolah. termasuk solusinya.

Lebih lanjut. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. dan sumber penyakit sosial lainnya. tidak tersedianya jaringan drainase. Program Perbaikan Kampung. seperti kejahatan. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: 1. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: ukuran bangunan yang sangat sempit.Kerja sama Pemerintah dan Swara (KPS) dalam membenahi kawasan kumuh. jaringan listrik yang semrawut. Kesimpulan Tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. Permukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. dan asri. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni. Jadi masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran. Terbentuknya pemukiman kumuh. tertip. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. kurangnya suplai air bersih. rapi. yang sering disebut sebagai slum area. . terutama dalam hal penyediaan infrastruktur pendukung dibutuhkan. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai. tertur dan indah. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. dan fasilitas MCK yang tidak memadai.

wordpress. (http://qurowyun. Diakses 23 Desember 2009). (Online). (http://nurulfitrilubis. (Online).kumuh/. Deden. 8 oktober 2009. Fitrilubis.2. Rukmana. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Diakses 23 Desember 2009). bersih.com/2009/05/fenomena-masyarakat-miskin. Pembangunan Dengan Sistem Partisipasi Masyarakat Sebagai Salah Satu Usaha Untuk Meningkatkan Dan Memperbaiki Kehidupan Masyarakat Permukiman Kumuh. (Online). (http://ami. (http://wartawarga.html.gunadarma. (http://dedenrukmana. 2009. deby. (Online).perkotaan. Dan masyarakat harus selalu menjaga lingkungannya agar tetap indah. Masalah Sosial Permukiman Kumuh. Diakses 23 Desember 2009). (http://www. Chyntiawati. Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan.com/2009/04/18/pembangunan-dengansistempartisipasi-masyarakat-sebagai-salah-satu-usaha-untukmeningkatkan-dan-memperbaikikehidupan-masyarakat-permukiman. Diakses 23 desember 2009). Tribun-Timur.blogspot. Kawasan Kumuh Perkotaan. Saran Pemerintah selain memberikan rumah susun juga harus memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum punya pekerjaan. 2009. dan teratur.id/2009/12/pemukiman-kumuh/. Fenomena Masyarakat Miskin Perkotaan. . 2. (Online). 2009. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh.blogspot.com. Diakss 23 Desember 2009). 2009. (Online). Nurul.ac.archuek06.com/. DAFTAR PUSTAKA Ami-archuek. Diakses 23 Desember 2009). Qurow-yun.2008. Permukiman Kota.wordpress.tribuntimur.com/read/artikel/51720.