1.

Latar Belakang Bagi kota-kota besar di Indonesia, persoalan kemiskinan merupakan masalah yang serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang kronis dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas yang akhirnya menimbulkan kemacetan jalanan kota. Masyarakat miskin di perkotaan itu unik dengan berbagai problematika sosialnya sehingga perlu mengupas akar masalah dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Dapat dijelaskan bahwa bukanlah kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan. Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Karena itulah saya tertarik untuk membahas tentang pemukiman kumuh dan upaya untuk mengatasinya di perkotaan. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah pengertian dan karakteristik permukiman kumuh? 2. Bagaimanakah sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh? 3. Apa masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh? 4. Bagaimana upaya untuk mengatasi permukiman kumuh?

3. Untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul akibat permukiman kumuh. Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia. Sedangkan kata “kumuh” menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kotor atau cemar. Keadaan rumah pada permukiman kumuh terpaksa dibawah standar. Menurut Johan Silas Permukiman Kumuh dapat diartikan menjadi dua bagian. Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik permukiman kumuh. yang pertama ialah kawasan yang proses pembentukannya karena keterbatasan kota dalam menampung perkembangan kota sehingga timbul kompetisi dalam menggunakan lahan perkotaan. dapat merupakan kawasan perkotaan dan perdesaan. Dan yang kedua ialah kawasan yang lokasi penyebarannya secara geografis terdesak perkembangan kota yang semula baik. berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. tetapi justru kotornya yang menjadikan sesuatu dapat dikatakan kumuh. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. BAB II KAJIAN EMPIRIS 1. bau. Jadi. Untuk mengetahui sebab dan proses terbentuknya permukiman kumuh. Sedangkan kawasan permukiman berkepadatan tinggi merupakan embrio permukiman kumuh. 2. Pengertian dan Karakteristik Permukiman Kumuh Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. Namun . bukan padat. Yang menjadi penyebabnya adalah mobilitas sosial ekonomi yang stagnan. 4. reyot. lambat laun menjadi kumuh. atau tidak teraturnya. rapat becek. 3. rata-rata 6 m2/orang. Karakteristik Permukiman Kumuh : (Menurut Johan Silas) 1. Untuk mengetahui upaya untuk mengatasi permukiman kumuh.

ada sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak selalu murah. kecuali dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut. maka fasilitas lingkungan tersebut tak sulit mendapatkannya. Meskipun terbatas. Dengan keadaan fisik yang substandar. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling bawah. Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat. 6. penghasilan penghuninya amat rendah (miskin) 3. meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah. Tdak diingini kehadirannya oleh umum. tetapi tidak semua begitu saja dapat dianggap permanen. namun terletak pada tempat yang perlu dibenahi. 2. termasuk masyarakat “residu” seperti residivis. Manfaat permukiman disamping pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya atau aksesibilitas tinggi. Berada di lokasi tidak legal 2. Mandiri dan produktif dalam banyak aspek. Permukiman ini secara fisik memberi 3. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota 4. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencaharian tidak tetap dalam usaha non formal dengan tingkat pendidikan rendah 4. kan manfaat pokok. yaitu dekat tempat mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. namun masih dapat ditingkatkan. 3. Kriteria Khusus Permukiman Kumuh: 1. . Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan program pembangunan kota pada umumnya. Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal). (kecuali yang berkepentingan) 5. Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu.karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada. Kriteria Umum Permukiman Kumuh: 1. WTS dan lain-lain. 2. 5.Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun. selalu dapat diterima dan berdiam di sana.

2. Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal. Sebab dan Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh a. sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha. Sementara pada dampak sosial. hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. Lebih lanjut. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. b. Masyarakat yang mampu. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh. Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh Dalam perkembangan suatu kota. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota. Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan. cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. . dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial. 3. pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat. Masalah-masalah yang Timbul Akibat Permukiman Kumuh Perumahan kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak. tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan. Dari segi pemerintahan. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. yang padat. khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. baik secara perorangan maupun dibangunkan oleh orang lain.

Hal ini dapat diketahui dari tatacara kehidupan sehari-hari. dan disekitar bantaran sungai kota. menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan. selain itu juga karena menerima kenyataan bahwa impian yang mereka harapkan mengenai kehidupan di kota tidak sesuai dan ternyata tidak dapat memperbaiki kehidupan mereka. rendahnya daya adaptasi sosial ekonomi dan pola kehidupan kota. tanpa modal usaha. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. budaya dan asal daerah. Kondisi yang serba terlanjur. solidaritas sosial. maka tidak sedikit menjadi pengangguran. seperti pasar kota. yang sering disebut sebagai slum area. keahlian terbatas dan kemampuan adaptasi lingkungan (kota) yang kurang memadai. terutama dari segi latar belakang sosial ekonomi-pendidikan yang rendah. termasuk tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Terjadinya perilaku menyimpang ini karena sulitnya mencari atau menciptakan pekerjaan sendiri dengan keahlian dan kemampuan yang terbatas. Kondisi kualitas kehidupan yang serba marjinal ini ternyata mengakibatkan semakin banyaknya penyimpangan perilaku penduduk penghuninya. dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. Penduduk di permukiman kumuh tersebut memiliki persamaan. perkampungan pinggir kota. gelandangan. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. dan sumber penyakit sosial lainnya. seperti mengemis. berjudi. tempat tinggal tak menentu. rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. norma sosial dan hukum. Oleh karena para pemukim pada umumnya terdiri dari golongan-golongan yang tidak berhasil mencapai kehidupan yang layak. . Perhatian utama pada penghuni permukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup. kekurangan dan semakin memprihatinkan itu mendorong para pendatang tersebut untuk hidup seadanya.Terbentuknya pemukiman kumuh. seperti kejahatan. tolong menolong. Mereka pada umumnya tidak cukup memiliki kamampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. disebabkan kurangnya keterampilan. Permukiman kumuh umumnya di pusat-pusat perdagangan. mencopet dan melakukan berbagai jenis penipuan. kesehatan. ekonomi. Kepadatan penduduk di daerah-daerah ini cenderung semakin meningkat dengan berbagai latar belakang sosial. Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan.

(b) masalah adanya kekaburan norma pada masyarakat migran di perkotaan dan adaptasi penduduk desa di kota. adu ayam. tradisi dan kelaziman yang berlaku sebagaimana kehendak sebagian besar anggota masyarakat. juga turut membuka celah timbulnya perilaku menyimpang dan tindak kejahatan dari para penghuni pemukiman kumuh tersebut. pelacuran. dan lain-lain. Akibat lebih lanjut perilaku menyimpang tersebut bisa mengarah kepada tindakan kejahatan (kriminal) seperti pencurian. tidak memiliki KTP dan menghindar dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Bagi kalangan remaja dan pengangguran. biasanya penyimpangan perilakunya berupa mabuk-mabukan. mencorat-coret tembok/bangunan fasilitas umum. memutar blue film. (c) masalah perilaku menyimpang sebagai akibat dari adanya kekaburan atau ketiadaan norma pada masyarakat migran di perkotaan. pengrusakan fasilitas umum. bercumbu di depan umum. minum obat terlarang. Kondisi kehidupan yang sedang mengalami benturan antara perkembangan teknologi dengan keterbatasan potensi sumber daya yang tersedia. juga termasuk perbuatan menghindari pajak. perkelahian. Kecuali itu. melakukan pungutan liar. baik antar penghuni itu sendiri maupun terhadap masyarakat lingkungan sekitanya. penodongan. pembunuhan. begadang dan berjoget di pinggir jalan dengan musik keras sampai pagi. Wujud perilaku menyimpang di permukiman kumuh ini berupa perbuatan tidak disiplin lingkungan seperti membuang sampah dan kotoran di sembarang tempat. penipuan. Keadaan seperti itu cenderung menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut: (a) masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah permukiman untuk golongan ekonomi lemah dan masalah penyediaan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang. mencopet dan perbuatan kekerasan lainnya. Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan penduduk kota dan lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan mengakibatkan semakin banyaknya pertumbuhan pemukiman- . seperti gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya. yang sangat rentan terhadap terjadinya perilaku menyimpang dan berbagai tindak kejahatan.pengemis. Perilaku menyimpang pada umumnya sering dijumpai pada permukiman kumuh adalah perilaku yang bertentangan dengan norma-norma sosial. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour) ini juga diperkuat oleh pola kehidupan kota yang lebih mementingkan diri sendiri atau kelompokya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial dalam masyarakat. pemerkosaan.

1974) Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: 1. peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan. ukuran bangunan yang sangat sempit. kurangnya suplai air bersih 6.pemukiman kumuh yang menyertainya dan menghiasi areal perkotaan tanpa penataan yang berarti. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran 3. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai 4. khususnya dikota-kota besar diantaranya wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: . penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman ini. planologi penertiban bangunan sukar dijalankan. Upaya Mengatasi Permukiman Kumuh Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di kawasan perkotaan. sanitasi. jaringan listrik yang semrawut 7. Peningkatan pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih. penyediaan serta usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman pada umumnya. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan. Masalah yang terjadi akibat adanya permukiman kumuh ini. tidak tersedianya jaringan drainase 5. fasilitas MCK yang tidak memadai 4. tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni 2. banjir. Disisi lain bahwa kehidupan penghuninya terus merosot baik kesehatannya. maupun sosial kehidupan mereka yang terus terhimpit jauh dibawah garis kemiskinan (Sri Soewasti Susanto.

yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. serta 7 deputi yang masing-masing membidangi bidang-bidang tertentu. Yang di usahakan adalah: perkembangan ekonomi makro. 2. penerangan. kerja sama luar negeri. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada. politik. hankam dan administrasi negara. atau sebagai faktor tunggal pembangunan kota. Program Perbaikan Kampung. proses pelaksanaan perencanaan pembangunan nasional. kurang adanya integrasi jaringan dan aktifitas trafik yang sering menciptakan problem diluar super blok). Perbaikan lingkungan permukiman. Dalam melaksanakan tugasnya. Faktor tunggalnya adalah pihak swasta besar. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh. Peremajaan yang bersifat progresif oleh kekuatan sektor swasta seperti munculnya super blok (merupakan fenomena yang menimbulkan banyak kritik dalam aspek sosial yaitu penggusuran. 3. 2. Tugas Pokok dan Fungsi Bappenas diuraikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 dan Nomor 5 Tahun 2002 tentang Organisasi dan tata kerja Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. tugas pokok dan fungsi tersebut tercermin dalam struktur organisasi. Disini kekuatan pemerintah/public investment sangat dominan. Pemerintah juga telah membentuk institusi yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Bentuk Bentuk Peremajaan Kota Di Indonesia: 1. Pembangunan rumah susun sebagai pemecahan lingkungan kumuh. pembiayaan dalam bidang pembangunan.1. pusat data dan informasi perencanaan pembangunan. pembangunan prasarana. Kepala Bappenas dibantu oleh Sekretariat Utama. pusat pembinaan pendidikan dan pelatihan perencanaan pembangunan . pembangunan regional dan sumber daya alam. pembangunan hukum. pembangunan sumber daya manusia. serta komposisi sumber daya manusia dan latar belakang pendidikannya. pembangunan ekonomi. Staf Ahli dan Inspektorat Utama.

dan pasar yang bisa diakses hanya dengan berjalan kaki. Melalui kontribusi masukan dari masyarakat maka akan diketahui secara persis instrumen dan kebijakan yang paling tepat dan dibutuhkan dalam mengatasi permukiman kumuh. pembangunan rusun tersebut juga harus dilengkapi sarana pendukung lainnya. tempat ibadah. Namun. Sisanya. terutama untuk menilai program yang disampaikan masyarakat sudah sesuai sasaran atau harus ada perbaikan. tetapi juga penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. sehingga masyarakat tetap menikmati lingkungan yang sehat. pemerintah bisa membangun suatu kawasan tempat tinggal terpadu berbentuk vertikal (rumah susun) yang ramah lingkungan untuk disewakan kepada mereka. seperti sekolah. tanpa harus menggunakan kendaraan. tanpa adanya solusi bagi mereka selanjutnya. Bangunan harus berbentuk vertikal (rusun) agar tidak menghabiskan banyak lahan. termasuk solusinya. Seharusnya. Pemerintah dapat menerapkan program rekayasa sosial. Perlu dukungan penciptaan pekerjaan yang bisa membantu mereka survive. di mana tidak hanya menyediakan pembangunan secara fisik. . sehingga mereka dapat belajar survive. hubungan eksternal. pemerintah bisa mengakomodasi hal ini dengan melakukan relokasi ke kawasan khusus. badan koordinasi tata ruang nasional. Karena orang yang tinggal di kawasan kumuhlah yang tahu benar apa yang menjadi masalah. Dalam hal ini masyarakat harus turut serta untuk menanam dan memelihara lingkungan hijau tersebut. sehingga mereka memiliki uang untuk kebutuhan hidup. Dalam mengatasi permukiman kumuh tetap harus ada intervensi dari negara. BAB III ANALISIS Warga kumuh kerap digusur. program pembangunan nasional(propenas). landasan/acuan/dokumen pembangunan nasional. Jika masyarakat dilibatkan.(pusbindiklatren). Dengan penyediaan lahan khusus tersebut. persoalan mengenai permukiman kumuh bisa segera diselesaikan. Masyarakat harus ikut dilibatkan dalam mengatasi permukiman kumuh di perkotaan. harus disediakan pula lahan untuk ruang terbuka hijau. misalnya dengan pemberdayaan lingkungan setempat yang membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan.

hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru. . tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. dan sumber penyakit sosial lainnya. tidak tersedianya jaringan drainase. Lebih lanjut. Jadi masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih. Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: ukuran bangunan yang sangat sempit. sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran. jaringan listrik yang semrawut. rapi. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman. Program Perbaikan Kampung. seperti kejahatan. terutama dalam hal penyediaan infrastruktur pendukung dibutuhkan. tertip. baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. dan asri. dan fasilitas MCK yang tidak memadai.Kerja sama Pemerintah dan Swara (KPS) dalam membenahi kawasan kumuh. Permukiman kumuh tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting mengubah prilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang. Cara Mengatasi Permukiman Kumuh: 1. sarana jalan yang sempit dan tidak memadai. tertur dan indah. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan. Kesimpulan Tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar. yang sering disebut sebagai slum area. kurangnya suplai air bersih. Terbentuknya pemukiman kumuh. yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada.

2008. (http://nurulfitrilubis. Saran Pemerintah selain memberikan rumah susun juga harus memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum punya pekerjaan. (Online). (Online).kumuh/.com/read/artikel/51720. Diakses 23 desember 2009). Masalah Sosial Permukiman Kumuh. 2. Qurow-yun.com.tribuntimur. 2009. Nurul. Diakss 23 Desember 2009). Permukiman Kota. 8 oktober 2009. Fenomena Masyarakat Miskin Perkotaan. Tribun-Timur. (http://ami. (http://dedenrukmana.gunadarma. yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat. Diakses 23 Desember 2009).blogspot. Dan masyarakat harus selalu menjaga lingkungannya agar tetap indah. (http://www.blogspot. Fitrilubis.wordpress. Diakses 23 Desember 2009).id/2009/12/pemukiman-kumuh/. Rukmana.html. Pembangunan Dengan Sistem Partisipasi Masyarakat Sebagai Salah Satu Usaha Untuk Meningkatkan Dan Memperbaiki Kehidupan Masyarakat Permukiman Kumuh.wordpress. (Online). bersih.ac. 2009. DAFTAR PUSTAKA Ami-archuek. (Online). deby.com/2009/04/18/pembangunan-dengansistempartisipasi-masyarakat-sebagai-salah-satu-usaha-untukmeningkatkan-dan-memperbaikikehidupan-masyarakat-permukiman. Diakses 23 Desember 2009). Deden. (Online). (http://wartawarga.perkotaan. (http://qurowyun.com/2009/05/fenomena-masyarakat-miskin.com/.archuek06. 2009. 2009. (Online). . dan teratur. Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan. Chyntiawati. Diakses 23 Desember 2009). Kawasan Kumuh Perkotaan.2. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful