Afrika : Peradaban tertua nan Miskin

A. Potret Pembangunan Sosial Berdasarkan studi terhadap 160 negara, Estes (1998) mengklasifikasikan potret pembangunan sosial kedalam tiga kategori: Negara Maju (World Social Development Leaders), Negara Berkembang Menengah (Middle Performing Countries), dan Negara Berkembang Terbelakang (Socially Least Developing Countries). 1. Negara Maju (World Social Development Leaders), Sebagian besar Negara Maju adalah negara kecil dengan penduduk kurang dari 25 juta dengan tingkat pertumbuhan penduduk 0,4% per tahun. Tingkat kematian bayi di negara-negara ini sangat rendah, hanya 8 orang per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan usia harapan hidup mencapai 79 tahun dengan ketergantungan anak hanya 20%. Sebagian besar penduduknya (98%) dapat membaca dan melanjutkan pendidikan tinggi. Satu faktor utama yang menyebabkan majunya pembangunan sosial di negara-negara ini adalah adanya jaminan sosial universal yang melindungi setiap penduduknya dari resiko kehilangan pendapatan, seperti kecelakaan kerja, sakit, cacat, masa tua, hamil, dan pengangguran. Sebesar 46% dari GNP-nya dikeluarkan untuk mebiayai berbagai pelayanan sosial dan kesehatan (OECD, 1996). 2. Negara Berkembang Menengah (Middle Performing Countries) Negara-negara yang masuk kategori Negara Berkembang Menengah menyebar diseluruh wilayah geografis: Asia (36 negara), Amerika Latin (22), Afrika (10), dan Oceania (1). Sebagian besar negara-negara ini telah memiliki apa yang disebut “social ingredients” yang diperlukan untuk mencapai kondisi sosial dan ekonomi maju, seperti stabilitas politik, dinamika ekonomi, akses ke sumber daya alam (khususnya enegi), kualitas kesehatan, pendidikan dan sistem jaminan sosial. GNP per kapita di Negara Berkembang Menengah juga relatif tinggi, sekitar US$4910 dengan pertumbuhan 2,3% per tahun dan laju inflasi 7% per tahun. Tingkat pengangguran relatif rendah, sekitar 13,1% dari jumlah angkatan kerja. Namun demikian, beberapa negara masih memiliki kondisi sosial ekonomi yang rentan, seperti pemerintahan korup, jumlah dan pertumbuhan penduduk tinggi, tingginya pengangguran dan meluasnya kemiskinan.

Negara Berkembang Terbelakang (Socially Least Developing Countries). Kemiskinan di Benua Afrika. Benua ini merupakan satu-satunya benua yang ditinggali nenek moyang manusia hingga sekitar dua juta tahun lampau ketika Homo erectus berkembang ke luar Afrika menuju Eropa dan Asia. . tingginya kematian bayi (110/1000) dan anak (177/1000).Etnis minoritas yang menuntut hak dan perlakuan sama. Masalah kemiskinan bukanlah suatu akhir. Negara yang termasuk kategori Negara Berkembang Terbelakang berjumlah 38. Saat ini benua Afrika telah dinobatkan sebagai potret krisis pangan dunia. Terbelakangnya pembangunan sosial di negara ini terlihat dari rendahnya kualitas hidup. Perut yang kosong akan membuat manusia bertindak tidak manusiawi. konflik etnis ( Ethnic Conflict ).1 negara di Amerika. Sebagian besar berada di Afrika (29 negara). Dari benua ini manusia kemudian menyebar ke benua-benua lain. yang di Asia tetap Homo erectus. Tingginya kematian bayi dan anak merupakan yang tertinggi di dunia yang diakibatkan oleh infeksi dan penyakit menular. Lebih dari 1. bahkan hingga Genoside / Ethnic Cleansing.5 juta tahun kemudian. 7 negara di Asia. populasi dari tiga benua itu mengikuti evolusi yang berlainan sehingga mereka menjadi spesis yang berbeda.3. Afrika juga tempat di mana garis evolusi kera menjadi berbeda dari protohuman tujuh juta tahun yang lalu. Kemiskinan seakan telah menjadi suatu identitas yang melekat kuat pada benua yang merupakan tempat bagi satu per tujuh populasi dunia. . Benua dengan Peradaban tertua : Afrika adalah tempat tinggal manusia yang paling awal. Fenomena ini dapat berlanjut menjadi suatu masalah yang lebih serius. Namun Afrika sebagai benua dengan peradaban tertua di duniamengalami perkembangan yang sangat lambat. tetapi yang di Afrika berevolusi menjadi Homo sapies. Perang saudara ( Civil War) dan konflik etnis ( Ethnic Conflict ) itu sendri terbentuk berdasarkan: .Orang pribumi ( Indigenous People ) / kelompok minoritas menuntut hak yang lebih besar / otonomi. Dimana akan timbul perang untuk memperebutkan kekuasaan / memegang kontrol dalam negeri. Yang di Eropa menjadi Neanderthal. II. bahkan kemerdekaan. masalah kemiskinan ( Poverty ) dapat berlanjut kepada masalah perang saudara ( Civil War ). Ibarat bola salju. dan 1 negara di Pasifik Selatan. seperti rendahnya usia harapan hidup (51 tahun).

fisik. Dimana masalah terburuk itu terletak pada kaum wanita.. Faktor yang menyebabkan kemiskinan di Afrika : Latar belakang dari krisis kelaparan yang terjadi di Afrika bisa dilihat melalui jangka pendek krisis tersebut dimana akar permasalahan terdapat pada jumlah populasi penduduk di suatu Negara. Sebagai contoh . Kekeringan c. dikenal dengan penyebaran dari “ Blood Diamond ” yang notabene tingkat kemiskinan di Negara tersebut tergolong tinggi kebobrokan sistem pemerintahan untuk mengendalikan pemerintahan bahkan SDAnya yang dianggap gagal ( Fail State )[3]. Lalu akan timbulnya suatu “ Non Violent Conflict ”. Pelecehan seksual terhadap kaum wanita atau setisum .Penyebaran ekonomi dunia yang berlangsung cepat. Banyak pihak yang menyalahkan akan adanya korupsi dijajaran pemerintahan dalam hal pendistribusian yang menyebabkan rakyatnya kelaparan. Benua pengembangbiakan virus HIV III. Kelaparan. Masalah terburuk melanda kawasan Sahel di Sahara. . Akan mengarah kepada “ Violent Conflict ”. seperti di dalam bidang politik. lebih mengkhawatirkan akan pemberontakan ketimbang menyebar luasnya masalah kelaparan. yaitu letak pendistribusian akan makanan tersebut. Masyarakat awam internasional mendeskripsikan benua hitam ini dengan isu : a. Dan sering kali. Negara Ethopia selama bertahun-tahun mengabaikan peringatan mengenai ketergantungannya akan kelaparan (dalam pemikiran Marxist : “ Pemerintahan Ethopia terlalu sibuk untuk mengalokasikan dana guna membeli senjata dan membasmi pemberontakan bukan untuk mengatasi krisis kelaparan yang ada di negaranya ” ). Tingginya tingkat kelaparan dan gizi buruk mengakibatkan meluasnya penyebaran penyakit seperti disentri. dimana banyak ditemukan di dalam dunia ke-3. Tingginya angka busung lapar (malnutrisi ) b. kultur.Pemerintah nasional sudah tidak bisa menghadapi permasalahan yang ada / bisa dibilang mandul ( Impoten ) Contoh kasus seperti : Di Negara Sierra Leon. ekonomi atau tuntutan kultural dari etnis minoritas. bahkan dengan institusi pemerintahan yang baik tetap saja mengabaikan masalah tersebut. dimana terdapat perbedaan religi. dan bahasa. Negara Sudan. Tingginya angka kematian d.

bercocok tanam menjadi sangat tidak diminati. Kendati demikian. diikuti dengan urbanisasi penduduk melonjak pesat. Dan juga sering kali terdapatnya korupsi dijajaran pemerintahan dalam hal pendistribusian. di kawasan terburuk seperti di Sahel Afrika. bahkan kerusuhan dan sebagainya. Apakah bantuan makanan membantu ? Sering kali fenomena ini sangat menyedihkan. Masuknya bala bantuan akan pangan oleh PBB guna melindungi pendistribusian makanan dan juga pemulihan kondisi. serta menjaga perdamaian di Somalia. Dalam jangka panjangnya. Jika tidak. Dan pada tahun 1995. Sebagai contoh kasus di Somalia pada tahun 1931 – 1992 dimana mencuatnya sebuah konflik dengan adanya faktor kelaparan terhadap warga Somalia. Pendistribusian tidak berjalan lancar dengan adanya penolakan dari klan – klan pemberontak yang tidak menerima dengan tangan terbuka akan kehadiran dari PBB ataupun prajurit – prajurit Amerika. hal tersebut akan menimbulkan demonstrasi. “Terdapat sebuah kepercayaan dimana seorang wanita pasti akan sedikit porsi makannya dibanding kaum pria “. masalah akan kelaparan dan gizi buruk merupakan akibat dari pembangunan yang tidak merata dan juga akibat dari melonjaknya jumlah penduduk disuatu Negara. Sementara jumlah penduduk terus melonjak. . lalu menjadi kelaparan dan gizi buruk. Dengan melonjaknya jumlah penduduk akan mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi dan masalah terhadap lingkungan. 80 % penduduk dunia terdiri dari anak – anak dan wanita. pihak PBB meninggalkan kawasan tersebut dan sekali lagi tetap membiarkan kondisi di Somalia dalam kekacauan baik di bidang politik ataupun ekonomi. Dalam hal ini pemerintah menerapkan suatu kebijakan untuk mensubsidi makanan dan menurunkan harga sembako.yang menjadi sebuah unsur katakutan ditambah lagi minimnya tingkat kepercayaan penduduk setempat. membuat masyarakat meninggalkan pertanian dan peternakannya di pinggir kota guna mendapatkan makanan. Konflik yang menyebabkan kondisi warga yang kelaparan dan kemudian meninggal dunia telah menelan 300 ribu warga akibat kelaparan dan juga gizi buruk. Konflik ini dapat di katakan sebagai konflik yang cukup rumit dalam penanganan dan penyelesaiannya. Berdasarkan data dari OXFAM. Dimana. pemerintah juga menjual kembali jatah makanan – makanan tersebut untuk membeli senjata. Dimana telah menyita perhatian Dunia Internasional khususnya PBB dan Palang Merah Internasional. sering kali dalam pendistribusian makanan baik ke kota – kota ataupun ke ibu kota. Dimana akan menimbulkan kemiskinan.

Sayangnya buku ini tidak booming seperti buku Santos tentang Atlantis di Nusantara. 2008″ . Sebelum masyarakat heboh dengan buku Santos tentang Atlantis di Indonesia telah diterjemahkan juga sebuah buku karya Robert Dick-Read yang menggambarkan pengaruh peradaban nusantara di Afrika. Wilayah Nusantara ternyata jauh lebih luas dari wilayah Indonesia saat ini. ternyata pelaut-pelaut Nusantara telah mencapai Afrika yaitu pada abad 5 bahkan di duga jauh sebelumnya. seribu tahun sebelum Chengho maupun Columbus mengarungi samudra. Bagi yang lahir di tahun 70an tentu masih sempat mengenal lagu “Nenek Moyangku Orang Pelaut” yang menggambarkan betapa gagah beraninya mereka mengarungi samudra. Pelopor Penjelajah Samudra Menurut riset Dick-read seperti yang tertulis dalam bukunya “Penjelajah Bahari: Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika. padahal buku karya Dick-Read menggambarkan suku-suku bangsa di Nusantara adalah pelaut-pelaut pertama di dunia yang menjelajahi samudra. Setelah itu mulai diterjemahkan buku-buku karya penulis asing yang menggambarkan peradaban besar yang pernah berkembang di nusantara sejak ribuan tahun lalu.Peradaban Besar di Nusantara OPINI | 25 March 2011 | 09:49 223 8 Nihil Nusantara adalah wilayah yang sekarang bernama Indonesia. Nusantara telah ada sejak ribuan tahun sedangkan nama Indonesia baru muncul pada abad 18. Artinya jauh sebelum . Novel ini telah mendorong diskusidiskusi tentang sejarah Majapahit yang merupakan kerajaan besar di masa 700 hingga 500 tahun yang lalu. Minat masyarakat tentang sejarah Nusantara mulai meningkat sejak munculnya novel sejarah karya Langit Kresna Haryadi yang berjudul “Gajah Mada”.

ubi jalar. The lost Continent Finally Found” tidak sempat mengunjungi Indonesia. Di sana.Soal penamaan peradaban besar sebagai Atlantis tidaklah menjadi penting. Hasil penelitiannya telah mengubah cara pandang kita tentang sejarah manusia. Ada juga kesamaan pada seni pahat patung milik suku Ife.bangsa Eropa mengenal Afrika selain gurun Saharanya. Atlantis di Nusantara Prof. Nigeria dengan patung dan relief perahu yang ada di Borobudur. Ia meninggal setelah menyelesaikan buku ini.Lamu dan Zanzibar. teknologi perahu. keladi dan jagung. Arysio Santos penulis buku “Atlantis. Santos menemukan keserupaan dalam cerita mistis tentang asal-usul serta ilmu pengetahuan dan kebudayaan di hampir semua peradaban. Mengembangkan imajinasi untuk memahami masa lalu itu sangat penting. Beberapa tanaman khas Indonesia yang juga tak luput di hijrahkan ke sana. antropologi . dan bidang-bidang yang terkait. ditemukan sebuah alat musik sejenis Xilophon atau yang kita kenal sebagai Gambang dan beberapa jenis alat musik dari bambu yang merupakan alat musik khas Nusantara. bahan makanan. budaya dan bahasa bangsa Zanj (ras Afro-Indonesia) dengan yang ada di Nusantara. semisal pisang raja. Yang terpenting bahwa . Menurut penelitian George Murdock. Melalui penelitian panjang dan melelahkan selama lebih dari 30 tahun. agama . dan jauh sebelum bangsa Arab dan Shirazi menemukan kota kota-kota eksotis di pantai timur Afrika seperti Kilwa. Salah satu yang menarik dari buku Santos tentang Atlantis di Indonesia adalah bahwa banyak cara pandang baru bagaimana metoda untuk memahami dan membuktikan sejarah masa ribuan tahun lalu. profesor berkebangsaan Amerika pada 1959. tanaman-tanaman itu dibawa orang-orang Indonesia saat melakukan perjalan ke Madagaskar. Diantara bukti tersebut adalah banyaknya kesamaan alat-alat musik.

Selain buku Santos tentang atlantis dan buku Openheimer tentang surga di timur ternyata riset . genetika. The lost Continent Finally Found” memberi gambaran bagaimana Nusantara (Nama wilayah Indonesia di masa lalu) adalah awal berkembangkan peradaban dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Asal Suku-Suku Bangsa di Nusantara Dalam sejarah resmi disebutkan bahwa suku-suku bangsa di nusantara berasal dari benua asia. Persia dan Maya.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland. tetapi kemudian tenggelam. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14. Peradaban nusantara ini menjadi sumber dan pemicu majunya peradaban-peradaban besar di seluruh dunia seperti peradaban India. Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi. linguistk. dan folklore atau mitologi. Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan muka laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. arkeologi. suatu kawasan berbudaya tinggi. Buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland adalah Taman Firdaus (Taman Eden). dan Oseania dan menurunkan ras-ras yang baru.000-7. Cina. Hal ini terjadi karena para arkeolog Indonesia masih mengganggap bahwa sukusuku bangsa di Indonesia berasal dari asia.”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”. Sementara itu di sejarah resmi yang berkembang di Indonesia mengatakan bahwa pada masa-masa itu nusantara masih primitif atau baru mengalami masa megalitikum. Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Madagaskar.buku Santos “Atlantis. Berdasarkan geologi. Kenaikan muka laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi. Ketiga buku tersebut pada prinsipnya sama-sama membahas berkembangnya peradaban besar nusantara dalam kurun ribuan tahun lalu. Yunani. Edisi asli buku ini terbit sejak 1998 dan telah menggoncang kalangan ilmuwan arkeologi dan paleoantropologi pada waktu itu. lalu para penghuninya mengungsi ke mana-mana : Eurasia. Mesir. Pada tahun 2010 terbit buku terjemahan karya Oppenheimer.

Justru riset-riset DNA tersebut membuktikan bangsa Asia berasal dari suku bangsa di kepulauan asia tenggara (nusantara). Sangkot Marzuki juga melakukan riset DNA dan melaporkan hasilnya risetnya seperti yang dimuat di kompas. Pada tahun 2009. Matanews. yaitu sejak manusia modern tiba sekitar 50. yakni melalui jalur utara dan jalur selatan. DNA menunjukkan garis keturunan penduduk pada waktu yang sama dengan naiknya permukaan laut dan juga menunjukkan migrasi ketaiwan. Jumat (11/12/2009).DNA terbaru justru memutar balikkan sejarah resmi tersebut. para ilmuwan Asia yang di pimpin oleh ahli biomolekuler Indonesia . ke timur ke New Guinea dan Pasifik. baru kemudian menyebar ke berbagai kawasan di utaranya di Asia.ac. Prof. Sangkot Marzuki (Gb. Menurut Sangkot Marzuki.uk/media) menyebutkan bahwa studi yang dipimpin oleh Universitas Leeds dan diterbitkan dalam bulan Mei 2008. serta membantah bahwa bangsa Asia Tenggara (yang berbahasa Austronesia) berasal dari Taiwan. dan ke barat ke daratan Asia Tenggara dalam 10.000 tahun lalu itu menyusuri sepanjang pesisir selatan ke arah timur dan lebih dulu berpusat di Asia Tenggara sekitar 60.” kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Dr Sangkot Marzuki kepada pers di Jakarta.000 tahun terakhir.000 tahun yang lalu.000 tahun lalu.com) “Nenek-moyang bangsa-bangsa Asia yang keluar dari Afrika sekitar 100. Molecular Biology and Evolution.com. yaitu: Prof. Ini berarti bangsa-bangsa di Asia akan menyebut suku-suku bangsa di Asia Tenggara sebagai saudara tua bukan sebaliknya. . kesimpulan terbaru ini membantah teori sebelumnya yang menyebut bahwa ada jalur majemuk migrasi nenek moyang bangsa Asia. Berita yang dimuat oleh media online dari Universitas Oxford (ox.menunjukkan bahwa sebagian besar dari garis-garis DNA mitokondria (diwarisi oleh keturunan perempuan) telah berkembang di kawasan pulau Asia Tenggara untuk jangka waktu yang lebih lama.

000 sampel. Riset ini dilakukan oleh lebih dari 90 ilmuwan dari konsorsium Pan-Asian SNP (SingleNucleotide Polymorphisms) dinaungi Human Genome Organization (Hugo) yang meneliti 73 populasi etnik Asia di 10 negara (Indonesia. China. Menurut Sangkot. Filipina. Yayasan Turangga Seta mempresentasikan penemuannya kepada Pemda Kabupaten Blitar tentang pembacaan relief di Candi Panataran. Demikian dikatakan Sangkot yang merupakan salah satu pemrakarsa riset tersebut.” Jika riset-riset DNA telah membuktikannya. . Dalam pahatan relief terkuak sejarah jika nenek moyang kita pernah melakukan ekspansi hingga Benua Amerika dengan mengalahkan bangsa Indian dan sempat berperang dengan prajurit Bangsa Maya. kesimpulan dari riset yang memakan waktu tiga tahun dan telah dirilis di jurnal Science pada 10 Desember 2009 berjudul “Mapping Human Genetic Diversity in Asia” itu jauh lebih akurat dibanding riset-riset sebelumnya yang hanya menggunakan DNA mitokondria atau kromosom Y karena menganalisis seluruh kromosom. sedangkan etnik-etnik di kawasan Asia lebih utara lebih homogen.Hal itu terlihat pula dari keanekaragaman genetik yang makin ke selatan semakin tinggi. dan Taiwan) dengan total sekitar 2. Malaysia. Jepang. Mereka kemudian menguasai wilayah tersebut hingga diangkat sebagai penguasa. bagaimana dengan respon para arkeolog Indonesia menanggapi 2(dua) riset DNA di atas yang membuktikan bahwa bangsa-bangsa di Asia justru berasal dari kepulauan di Asia Tenggara (Nusantara) Ekspansi hingga Benua Amerika Pada Januari 2011 lalu. Korea. Singapura. Thailand. India.

sejarah suku bangsa dan kebudayaan Benua Amerika yang dulu.Gambar & Keterangan Oleh Turangga Seta Seperti termuat dalam buku “The Emergence Of Man“. Jose Imbelloni dari Argentina mengatakan bahwa siapapun tidak dapat memahami benar. tanpa memperhatikan bantuan bangsa-bangsa Asia Tenggara. .

Bangsa Maya. ras raksasa dan manusia biasa. Bangsa Yahudi dan Bangsa Mesir tunduk pada leluhur kita. Agung Bimo Sutejo. Dalam presentasinya di hadapan pemda Kabupaten Blitar Agung Bimo Sutejo juga mengatakan bahwa dalam pahatan lain terungkap jika pada waktu itu terdapat 3 species yang sudah mempunyai peradaban yakni ras manusia kera. Turangga Seta Sementara relief yang lain digambarkan beberapa bangsa lain seperti Bangsa Han (China). Ras Manusia Kera. Ras Raksasa dan Manusia Biasa. Mereka pun hidup saling berdampingan. . Bangsa Campa. Demikian seperti diungkapkan Ketua Yayasan Turangga Seta.Gb.

Dalam tata cara kematian manusia jaman dulu mereka yang meninggal jasadnya akan diperabukan sehingga fosilnya tidak akan ditemukan. Turangga Seta Gambaran pada relief ini sekaligus membantah teori Darwin yang menyatakan manusia berasal dari evolusi kera. . Ras manusia kera dan raksasa dan telah punah walaupun di masa lalu pernah hidup berdampingan dengan ras manusia biasa.Gb. Sedangkan ras manusia kera dan raksasa dengan cara dikubur sehingga fosil yang banyak ditemukan arkreolog tersebut adalah fosil ras manusia kera atau manusia raksasa yang berbeda dengan species kita saat ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful