BAB I PENDAHULUAN Ruang lingkup fikih muamalah terbagi menjadi dua yang pertama bersifat adabiayah ialah ijab

qabul, saling meridhai tidak ada keterpaksaan dari salah satu pihak, hak dan kewajiban kejujuran pedagang, penipuan, pemalsuan, penimbunan dan segala sesuatu yang bersumber dari indra manusia yang berkaitan dengan peredaran harta dalam hidup bermasyarakat. Kedua bersifat madiyah ialah masalah juala beli (aian kekeyal bar al hijaroh), gadai (Al Rahn), Tammah dan tanggungan (Kafalam Dam Dlaman), pemindahan hutang (hiwalah) jatuh bangkrut (taflis) batasan bertindak (al hajru) perseroan atau perkongsian (syirkah) perseroan harta dan tenaga (al mdhorobah) sewa menyewa (Al Ijaroh) pemberian hak guna pakai (al ariyah) barang titipan (alwadlit-ah) barang temuan (Al Luqathah) garapan tanah (Al Mujaroah), sewa meyewa tanah (Al Mukharabah), upah (Ujrat Al Amal) gugatan (Al Syufah), sayembara (Al Jialah) pembagian kekayan bersama (Al Qismah) pemberian (Al Hibah), pembebasan (Al Ibra), damai (Al Shulhu) dan lain lain. Karena muamalah sendiri dalam arti luas adalah aturan hukum Allah untuk mengatur manusia dalam kaitanya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial, sedang muamalah dalam pengertian sempit menurut rasyid ridha, muamalah adalah tukar menukar barang atau sesuatu yang bermanfaat dari cara cara yang telah di tentukan persamaan muamalah dalam arti sempit dan dalam arti luas adalah sama sama mengatur hubungan manusia dengam manusaia yang lain dalam kaitan dengan pemutaran harta. Dalam makalah ini, kami hanya membahas muamalah persoroan atauu pengkongsian (al syirkah) dan perseroan harta dan tenaga (al mudhorobah) macam bentuknnya, rukun syarat, hukum serta beberapa permasalahan yang sering terjadi dalam ketiga bahasan tersebut.

Landasan Hukum Syirkah 1. Pembagian Syirkah Syirkah terbagi menjadi dua yaitu: Menurut Taqsyudin maksudnya pencampuran adalah seseorang mencampurkan hartanya dengan harta orang lain sehingga tidak mungkin dibedakan. 3. Menurut istilah: 1. Qs An-Nisa 12 “Maka mereka bersama sama dalam bagian sepertiga itu” . Menurut syar bini al kholil “ketetapan hak pada sesuatu pada dua orang atau lebih dengan cara yang masyhur. 2. Menurut syihab al din al qlyubi wa umaira berkata “penetapan hak pada sesuatu bagi dua orang atau lebih. C. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan hanya sedikit mereka yang begitu. selama mereka tidak menghianati sesama temannya.” 2. Pengertian Syirkah Syirkah menurut bahasa berarti Al Ikhtath yang artinya campur atau pencampuran. HR Abu Daud dari Abu Hurairah Aku ini orang ketiga dari dua orang yang berserikat. SYIRKAH A.” 3. Menurut sayid sabiq “akad antara dua orang berserikat pada pokok harta modal dan keuntungan.BAB II SYIRKAH DAN MUDHARABAH I.Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zhalim kepada orang lain. Apabila seseorang telah berhianat terhadap temannya aku keluar dari kedua mereka..Shaad 24 .” B.. Qs.. .

maka barang yang dihibahkan dan di wasiatkan itu menjadi milik berdua. 2) Syirkah muwadhah Adalah bergabungnya dua orang atau lebih untuk melakukan kerjasama dalam suatu hunian . Misalnya harta warisan. maksudnya dua orang yang dihibahkan atau di wariskan sesuatu. Memiliki kesamaan dalam bertindak 3. maupun tidak. Dengan syarat-syarat sebagai berikut: 1. Menurut imam Malik semua Syirkah Muwafadhah adalah tiap-tiap kongsi atau sekutu menegosiasikan dengan temanya atas semua tindakanya. Syirkah Uquud Adalah dua orang atau lebih melakukan akad untuk bergabung dalam suatu kepentingan harta dan hasilnya berupa keuntungan.1. 2. 3) Syirkah Wujuh Menurut Madzhab Hanafi “bersyarikatnya dua orang atau lebih tanpa modal bagi keduanya untuk sama-sama membeli dengan nama baik mereka”. baik pada saat kehadiran kongsi. Jumlah modal sama 2. Jika semua hal tersebut terdapat kesamaan maka syirkah dinyatakan sah dan masing-masing menjadi wakil perkongsian dan sebagai penjamin. sehingga semua kebijaksanaan ada di tangan masiang–masing . Mazhab Maliki . sementara Madzhab Syafi`I tidak membolehkan sebagaimana perkataanya “kalaulah Syirkah Mufawdhah ini tidak di katakan batal. Jenis Jenis Syirkah Uquud : 1) Syirkah Inan Adalah persekutuan dalam pengelolaan harta oleh dua orang mereka memperdagangkan harta tersebut dengan keuntungan di bagi dua. Masing-masing menjamin penjamin atas lainya dalam jual beli. Syirkah amlak bersifat jabr. Memiliki kesamaan agama 4. lalu mereka berdua menerima. maka tidak ada yang bathil aku ketahui di dunia ini. Untuk syirkah jenis ini Mazhab Hanafi dan Hambali membolehkan.

pertigaan. seperti para tukang. Contoh tukang jahit dan tukang celup. 4) Syirkah Abdan Mazhab bersyarikatnya dua orang untuk menerima order pekerjaan dan hasilnya adalah di bagi antara mereka berdua. Mazhab Hambali bersyarikatnya dua orang atau lebih dalam apa yang mereka hasilkan dengan ketrampilan tangan mereka. Mazhab Hambali bersyarikatnya dua orang dalam barang yang mereka beli dengan nama baik (reputasi) mereka dan kepercayaan. Mazhab Syafi`I bersyaratnya dua orang yang memiliki reputasi di masyarakat karena kebaikan keduanya dalam berbisnis dengan mereka untuk masing masing mereka membeli dengan jatuh tempo dan barang yang terbeli milik keduanya. . perempatan dan mereka menjualnya maka hasil yang Allah SWT berikan di bagi antara mereka. Jika mereka menjualanya maka kelebihan harga jual di bagi antara mereka. Ia adalah syarikatnya berdasarkan tanggung jawab moril yang mana jika mereka membeli sesuatu. 5) Al Mudharabah Mazhab Hanafi: akad atas sesuatu syarikat dalam keuntungan dengan modal harta dari satu pihak dan dengan pekerjaan (usaha) dari pihak yang lain. Para pedagang terhadap mereka tanpa memiliki modal finansial dengan kesepakatan apa yang mereka beli. kepada pengelolanya dengan mendapat sebagian dari keuntungan. Mazhab Maliki sesuatu pemberian mandat untuk berdagang dengan mata uang tunai yang di curahkan. baik dengan kesatuan pekerjaan. kepemilikannya di bagi antara mereka secara tengahan. Mazhab Maliki bersyarikatnya dua tukang atau lebih untuk bekerjasama sesuai pekerjaan masing-masing dengan syarat pekerjaan tersebut adalah satu. Tukang yang bersyarikat dalam apa yang mereka hasilkan dari barang halal seperti berburu.“bersyarikatnya dua orang atau lebih tanpa modal harta dan karya”. Contoh tukang bei. maka berada pada tanggungan mereka berdua dan jika mereka menjualnya mereka saling berbagi keuntungannya. jika di ketahui jumlah dan keuntungan. Mazhab Syafii bersyarikatnya dua orang atau lebih masing-masing bekerja dengan keterampilannya secara sama atau berbeda.

Salah satu pihak membatalkannya meskipun tanpa persetujuan pihak lainya. Salah satu pihak boros dalam penggunaan biaya atau modal yang terjadi pada waktu perjanjian syirkah tengah berjalan maupun sebab lainya. Modal para anggota syirkah lengkap atau hilang sebelum adanya pencampuran harta hingga tidak dapat di pisah-pisahkan maka yang menanggung resiko adalah para pemiliknya sendiri.(keahlian mengelola harta) baik karena gila maupun karena alasan lainya. Mazhab Hambali penyerahan suatu modal tertentu dan jelas jumlahnya atau semaknanya kepada orang yang mengusahakannya dengan mendapat bagian tertentu dari keuntungannya.. didasarnya pada jumlah dan nilai dari benda-benda yang dimiliki masing-masing. e. c. Mengakhiri Syirkah Syirkah akan berakhir apabila terjadi hal-hal berikut : a. . apabila ahli warisnya menghendaki turut serta maka dilakukan perjanjian baru. maksudnya pembagian keuntungan maupun pemenuhan kewajibanya. Salah satu pihak bangkrut yang berakibat tidak berkuasa lagi harta yang menjadi saham syirkah kecuali mazhab-mazhab Hanafi berpendapat keadaan bangkrut tidak membatalkan perjanjian yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan.Mazhab Syafii suatu akad yang memuat penyerahan modal kepada orang lain untuk mengusahakannya dan keuntungannya di bagi antara mereka berdua. D. b. Salah satu pihak kehilangan kecakapan untuk . d. Salah satu pihak meninggal dunia tetapi apabila anggota syirkah lebih dari dua orang. Karena syirkah terjadi atas dasar rela sama rela dari kedua belah pihak... Zakat Bagi Yang Melakukan Syirkah Rasullulah bersabda dalam hadits riwayat Anas Bin Malik Dari Abu Bakar Shiddiq. Syirkah berjalan terus pada anggota-anggota yang masih hidup. “Dan apa–apa yang telah digabungkan dari dua orang yang berfungsi maka keduanya harus diberlakukan secara sama–sama. f. apabila harta lenyap setelah pencampuran maka menjadi resiko bersama . yang batal hanyalah yang meninggal saja.. E.

Menurut DR Yusuf Al Qordhawi model ini dibagi 2. .5%.buah-buahan. Abdulrahman AlHasan. Contoh : kos.tanah. Menurut Mazhab Hambali Badan hukum atau perusahaan disamakan dengan harta perdagangan nishabnya di hitung dari modal tetap modal tidak tetap dan hasil pemasukan mencapai 85 gram emas maka wajib zakat 2. Menurut Imam Hambali Zakat badan hukum/ perusahaan hanya dipungut saat perushaan menerima keuntungan. ¬ Apabila perusahaan atau kongsi terhubungan dengan benda–benda bergerak. Cara menghitungnya sama dengan perdagangan 2. Zakat pada badan hukum sama dengan zakat pertanian dan buah-buahan dengan jumlah pengutan 10% dan 5%.5% dengan catatan bila di jumlah dalam satu tahun mencapai 85 gram harga emas.zakatnya disamakan dengan zakatnya emas 2. nishabnya dihitung dari modal di tambah penghasilan. Pengertian Mudhorobah Secara bahasa Al Mudhorobah berasal dari kata Adh Dhard yang memiliki dua relevansi antara keduanya.Sebagian ulama menyebut perusahaan ini dengan istilah Syahsiyah Itibariyah (badan hukum) yang dianggaap sama dengan orang karena itu sudah semestinya perusahaan ini dikenakan wajib zakat jika memang telah memenuhi persyarakat kewajiban zakat. yaitu: ¬ Apabila perusahaan tersebut mengurusi harta benda tidak bergerak. tetap membayar pada tiap mendapat keuntungan. MUDHOROBAH A. II. Abu Zahrah (Pengarang Kitab Ushul Fiqih) dan Abdul Wahab Khola. yaitu pertama karena yang melakukan usaha (amil) Yadhrib Fil Ardhi (berjalan di muka bumi) dengan berpergian padanya untuk berdagang maka ia berhak mendapatkan keuntungan karena usaha dan kerjanya.5%.sawah zakatnya sama dengan zakat tanaman.

d) Mazhab Hambali: penyerahan suatu modal tertentu dan jelas jumlahya kepada orang yang mengusahakannya dengan mendapatkan bagian tertentu dari ketentuanya. Menurut istilah Fiqh Al Mudhorobah adalah a) Mazhab Syafii mazhab hanafi: akad atas suatu syarikat dalam keuntungan dengan modal harta dari satu pihak dan dengan pekerjaan (usaha) dari pihak yang lain b) Mazhab Maliki: suatu pemberian mandat (taukil) untuk berdagang dengan atas uang tunai yang diserahkan (kepada pengelolanya) dengan mendapatkan sebagai dari keuntungannya jika di ketahui jumlah dan keuntungannya. Ijab dan qabul juga harus bertemu. Muamalah atau semua kata yang semakna. Dengan menjelaskan magsud tersebut bisa menggunakan kata-kata Mudhorobah. Landasan Hukumm Mudhorobah Qs Al Muzamill : 20 “dan sebagian orang orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia allah” C. Rukun Midhorobah Adapun rukun mudhorobah adalah: 1. Qiradh. Bisa pula dengan tidak tidak menggunakan kata Mudhorobah tetapi dengan kata yang sepadan dengannya. akhirnya penawaran pihak pertama sampai dengan di ketahui oleh pihak kedua artinya ijab yang di ucapkan pihak pertama harus di terima dan di setujui oleh pihak kedua sebagai ungkapan kesediaannya bekerja sama. c) Mazhab Syafi`i suatu akad yang membuat penyerahan modal kepada orang lain untuk mengusahakannya dan keuntungannya di bagi antara mereka berdua. Ijab dan qabul Artinya harus jelas menunjukan maksud untuk melakukan kegiatan mudhorobah. Muqaradhah.Penduduk Hijaz menamainya Al-Qiradh yaitu berasal dari kata Qaradh yang berarti Al Qathu atau pemotongan hal itu karena pemilik harta memotong dari sebagian hartanya sebagai modal dan meyerahkan hak pengurusannya kepada orang yang mengelolanya dan pengelola memotong untuk pemilik bagian dari keuntungan sebagian hasil dari usaha dan kerjanya. B. . Misalnya : ambil uang ini dan gunakan untuk usaha dan keuntungan kita berdua.

3. Adanya dua pihak (pihak penyedia dana dan pengusaha) mereka harus cakap bertindak hukum secara syari artinya Shahib Al Mal memiliki kapasitas untuk menjadi pemodal dan madhrib memiliki kepasitas menjadi pengelola memliki wilayah. Uang harus bersifat tunai bukan hutang 7. Modal di serahkan sepenuhnya kepada pengelola secara langsung 8.Ungkapan tersebut bisa di ungkapkan dengan kata kata atau gerakan tubuh. Adanya Usaha (Al-Aml) Mengenai usaha ada perbedaan di antara mazhab. pada sisi lain ada juga orang yang tidak memiliki harta tetapi mempunyai kemampuan mengelola harta oleh karena itu. Ijab qabul harus sesuai magsud pihak pertama cocok dengan pihak kedua. Adanya Keuntungan Keuntungan tidak boleh di hitung berdasarkan presentase dari jumlah modal yang di investasikan. Harus berupa uang bukan barang 6. melainkan hanya keuntungan saja setelah di potong besarnya modal . Mazhab Syafii dan Maliki mensyaratkan bahwa usaha itu hanya berupa dagang.mereka menolak usaha yang berjenis kegiatan industri dengan anggapan industri termasuk dalam kegiatan ijaroh (persewaan) yang mana semua kerugian dan keuntungan di tanggung oleh pemilik modal. D. 2. terkadang sebagian orang memiliki harta tetap tidak mampu memproduktifkan hartanya. . Adanya Modal 4. syariat Islam membolehkan transaksi mudhorobah agar kedua belah pihak saling mendapatkan manfaat. karena Allah tidak menetapkan segala bentuk akad kecuali ada kemaslahatan dan menepis kesulitan. 9. Modal harus jelas jumlah dan jenisnya 5. Hikamah Mudharabah Islam telah mensyariatkan dan membolehkan mudhorobah untuk memberikan keringan kepada manusia. sementara para pegawainya di gaji secara tetap. Al Tawakil Wa Al Wikalah (memiliki kewenangan mewakilkan atau memberi kuasa dan menerima pemberian kuasa). Tetapi Abu Hanifah membolehkan usah apa saja selain berdagang termasuk kegiatan kerajinan dan industri.

Jadi selain berdasarkan sektor nasabah investor dapat saja mensyaratkan berdasarkan jenis akad yang di gunakan misalnya hanya boleh di gunakan berdasarkan akad penjualan cicilan saja atau penyewaan cicilan saja atau . Apabila mudharib melanggar batasan batasan ini. Syarat-syarat atau batasan ini harus dipenuhi oleh si mudharib. ia harus bertanggung jawab atas kerugian yang timbul. Misalnya: pertanian dan jasa. 2) Mudharabah muqayadhah Artinya shahib al maal boleh menetapkan batasan batasan atau syarat tertentu guna menyelamatkan modalnya dari reiko kerugian. Mudharabah Dalam Sistem Perbankan Islam Kontrak mudharabah umumnya telah berjalan dalam sistem perbankan Islam di timur tengah. Bentuk Bentuk Mudharabah 1) Mudhharabah mutlaqah Artinya sifatnya mutlak di mana shahib al mal tidak menetapkan restriksi atau syaratsyarat tertentu kepada si mudharib. Dalam hai ini pasti mudharib bertindak sebagai nasabah bank Islam untuk meminta pembiayaan usaha berdasarkan kontrak mudharabah sebelum pembiayaan di setujui mudharib menjelaskan terlebih dahulu seluk beluk usaha yang berkaitan denagn barang. Konrak ini dalam dalam bank islam kebanyakan di gunakan untuk tujuan perdagangan pendek dan jenis usaha tertentu. Dananya hanya boleh di pakai untuk pembiayaan pertambahan properti dan lain lain. Mudharib mengajukan sejumlah syarat finansial yang memuat beberapa hal.E. sumber pembiayaaan dan lain-lain. F. Dalam praktik perbankan syariah modern di kenal dua bentuk mudharobah muqayah yakni: a) Mudharabah Muqayadah On Balance Sheet Maksudnya aliran dana terjadi dari satu nasabah investor ke sekelompok pelaksana usaha dalam beberapa sektor terbatas. kemudian persyaratan tersebut akan di pelajari untuk pihak bank sebelum memutuskan meyetujui pembiayaan usaha tersebut.

bila untung pembagian berdasarkan proporsi modal hal ini di karenakan adanya perbedaan kemampuan untuk menanggung kerugian anatara kedua belah pihak. dalam merawat dan menjaga dana. o Jaminan Untuk menghindari mudharib yang lalai. o Cara menyelesaikan kerugian . Bank hanya memperoleh Arranger Fee skema ini di sebut Off Balance Sheet karena transaksi tidak di catat dalam neraca bank. Skema Mudharabah Muqayadah Off Balance Sheet G. Besar bagi hasil tergantung kepada invesstor dan nasabah pembiayaan. o Menentukan besarnya nisbah Besarnya nisbah di tentukan berdasarkan kesepakatan masing masing pihak yang berkontrak.kerjasama usaha saja.sedangkan bagi hasilnya hanya melibatkan nasabah investor dan pelaksana usaha saja. Nisbah Keuntungan o Presentase o Nisbah keuntungan harus dinyatakan dalambentuk presentase antara keedua belah pihak.tetapi hanya di catat dalam rekening administratif. di sini bank syariah bertindak sebagai balance sheet. o Bagi untung dan bagi rugi Bila untung bisnisnya besar kedua bekah pihak mendapat bagian yang besar. demikian pula sebaliknya. maka shahib al mal boleh meminta jaminan tertentu kepada mudharib jadi tujuan jaminan dalam akad mudharobah adalah untuk menghindari moral hazard mudharib bukan untuk mengamankan nilai investasi jika terjadi kerugian karena faktor resiko bisnis. Skema ini di sebut on balance sheet karena di catat dalam neraca bank. Skema Mudhorobah Muqayadah On Balance Sheet b) Mudharabah Muqayadhah Off Balance Sheet Maksudnya aliran dana berasal dari satu nasabah investor kepada satu nasabah pembiayaan (dalam bentuk konvensiaonal disebut debitur).

maka jual beli BEJ adalah sah dan di perbolehkan. 2. termasuk dalam bentuk mudharabah.karena keuntungan merupakan pelindung modal. Spekulasi ini diantaranya melalui margin trading yaitu perdagangan saham melalui pembelian saham dengan uang tunai dan meminjam kepada pihak ketiga untuk tambahan saham yang di beli. Namun permasalahan yang sering muncul adalah ketika jenis instrumen investasinya yang tidak sesuai dengan syariah islam yaitu: 1. pialang broker atau dealer) maupun sebagai manager investasi (fund manager) dalam arti menanamkan sejumlah dana pada sektor tertentu 9 sektor keuangan taupun sektor riil) pada periode waktu tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan menurut syariah pada prinsipnya adalah hal. adakalanya turun.karena orang gila tidak cakap bertindak hukum I. Modal usaha habis di tangan pemilik modal sebelum di kelola oleh pengelola 2. Salah seorang yagng berakad menjadi gila. Apabila di tinjau dari hukum tentang mekanisme transaksi jual beli. Salah satu dari oarang yang barakad meninggal dunia. H.pembeli margin berharap keuntungan yang banyak dengan modal yang . Diambil terlebih dahulu dari keuntungan. baik itu memperjual belikan instrumen yang tidak berpendapatan tetap (seperti saham) maupun yang berpendapatan tetap (seperti obligasi) di ibaratkan sama dengan orang yang menyimpan emas (bukan untuk perhiasan) yang harganya adalah naik. Bila kerugian memiliki keuntungan.Jika terjadi kerugian cara menyelesaikan adalah: 1. Berakhirnya akad mudhorobah Akad mudhorobah di nyatakan batal karena: 1. Investasi dengan cara spekulasi Ialah adanya sikap berjudi atau untung-untungan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dan merugikan investor lainaya.baru diambil dari pokok modal. 3.menurut mazhab maliki tidak batal dan bisa di wariskan. Hukum Transaksi Di Pasar Modal Bertransaksi di pasar modal seperti bursa efek Jakarta (BEJ) baik sebagai investor.

. pornografi. dan juga dari operasionalisasi perusahaan publik ialah pelaku bisnis yang mencerminkan praktik penipuan atau penimbunan barang. Investasi yang mekanisme operasionalnya tidak sesuai syariah seperti industri minuman keras. permainan harga dan monopoli. Short selling yaitu penjualan saham yang di miliki penjual short. saham yang di jual secara short tersebut di peroleh dengan meinjam pihak ketiga. 4. 3. Investasinya yang tidak sesuai syariat Islam Dari segi instrumennya misalnya memberikan keuntungan melalui mekanisme pembayaran bunga (interest) seperti pada obligasi karena merupakan salah satu bentuk riba. Penjual shotrt meminjam saham dengan harapan membeli saham tersebut nantinya pada harga yang rendah dan secara simultan mengembalikan saham yang di pinjam juga memperoleh keuntungan atas penurunan harganya.sedikit.

hasad. dengki. dapat kita ambil kesimpulan bahwa fikih muamalah mempunya ruang lingkup yang sangat luas diantaranya adalah Al Muamalah Al Madiyah yang bersifat kebendaan karena objek fikih muamalah adalah benda yang halal. Dan juga Al Muamalah Al Adabiyah bagaimana muamalah yang di tinjau dari segi cara tukar menukar benda yang bersumber dari panca indra manusia. ijab qabul dan lain lain wajib di ikuti dan di laksanakan oleh keduanya DAFTAR PUSTAKA . misalnya jujur.yang unsur adalah hakhak dan kewajiban. Sehingga benda benda yang perjual belikan akan senantias dirujukan kepada aturan aturan Allah dan juga keridhaan kedua belah pihak yang melakukan kerja sama.BAB III PENUTUP Dari bahasan makalah ini. dan dendam oleh karena itu jual beli benda maupaun bagaimana bekerja sama bagi muslim bukan hanya sekedar memperoleh keuntungan yang sebesar besarnya. haram dan syubhat untuk di perjual belikan. tetapi secara vertikal bertujuan untuk memperoleh ridha allah dan secara bertujuan untuk mencari keutungan. benda-benda yang memudharatkan dan benda yang mendatangkan kemaslahatan bagi manusia. serta segi-segi yang lainya.

pajak.2002 Sabiq sayyid. rajawali press.jakarta. asuransi dan lembaga keuangan) raja frafindo persada.yogyakarta. bank islam analisis fikih dan keuangan.2008 Suhendi hendi. bank islam dan bunga. jakarta.UII press. zakat.2006 Hasan ali.fikih muamalah jilid IV.jakarta. raja grafindo persada. gema insani press.yogyakarta. yogyakarta.pustaka saksi.Doi rahman abdur. fikih islam.kontruksi mudharabah dalam bisnis syariah.2002 Hafidhudin didin.masail fikriyah(zakat. muamalah.sedekah. pustaka pelajar. 1994 Rosyidin dahlan ahmad.2002 .2003 Karim adi warman. bandung. lembaga mikro dan pembiayaan mudhaabah.jakarta 1995 Utomo budi setiawan.2003 Rasyid sulaiman.2001 Muhammad.zakat.jakarta.pena pundi aksara. sedekah. jakarta.infak. raja grafindo persada.sinar baru al gesindo.Jakarta Muhammad. 2004 Saeed abdullah. gema insani press.m.fikih kontemporer. fikih muamalah.infak.STIS.jakarta. 1996 Hafidhudin didin. yogyakarta.tekhnik perhitunganbagi hasil di bank syariah.global purtaka utama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful