Sifat-sifat Atomik dan Sifat-sifat Fisik Unsur-unsur Periode 3

Kata Kunci: alumunium, argon, energi ionisasi, fosfor, jari atom, keelektronegatifan, klor, natrium, orbital, periode 3, silikon, sulfur, titik didih, titik leleh, van der waals Ditulis oleh Jim Clark pada 06-10-2007 Halaman ini menggambarkan dan menjelaskan kecenderungan sifat-sifat atomik dan sifat-sifat fisik unsur-unsur periode 3 mulai dari natrium hingga argon. Hal yang dibahas meliputi energi ionisasi, jari-jari atom, elektronegativitas, daya hantar arus listrik, titik leleh dan titik didih. Sifat-sifat Atomik Struktur/konfigurasi elektronik Pada periode 3 dalam tabel periodik, orbital 3s dan 3p terisi oleh elektron. Hanya sekedar mengingatkan, berikut versi singkat konfigurasi elektron untuk delapan unsur periode 3 adalah:

Na Al Si P S Cl Ar

[Ne] 3s1 [Ne] 3s2 3px1 [Ne] 3s2 3px1 3py1 [Ne] 3s2 3px1 3py1 3pz1 [Ne] 3s2 3px2 3py1 3pz1 [Ne] 3s2 3px2 3py2 3pz1 [Ne] 3s2 3px2 3py2 3pz2

Mg [Ne] 3s2

Dalam tiap kasus, [Ne] menunjukkan struktur elektronik yang lengkap dari atom neon. Energi ionisasi pertama Energi ionisasi pertama adalah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari satu mol atom dalam keadaan gas menjadi satu mol ion dalam keadaan gas dengan muatan +1.

Penurunan pada alumunium . Apakah elektron dalam orbital berpasangan atau tidak. elektron terluar berada pada kulit orbital ke-3. Hal inilah yang menyebabkan tarikan inti terhadap elektron terluarnya makin besar sehingga meningkatkan energi ionisasi. Perhatikan bahwa secara umum kecenderungannya meningkat kecuali antara magnesium dan alumunium serta antara fosfor dan sulfur yang menurun. Pada kenyataannya meningkatnya muatan di dalam inti juga akan menarik elektron terluar menjadi lebih dekat ke inti.Dibutuhkan energi untuk tiap perubahan 1 mol X. Semuanya memiliki jarak yang sama dari inti / nukleus dan diperisai oleh elektron yang sama yaitu elektron pada kulit pertama dan kedua. Peningkatan energi ionisasi makin besar sepanjang periode dari kiri ke kanan. Banyaknya pemerisaian oleh elektron yang lebih dalam. Jarak elektron terluar dari inti. Pola perubahan energi ionisasi pertama unsur-unsur sepanjang periode 3. Perbedaan yang paling utama adalah meningkatnya jumlah proton dalam inti mulai dari natrium hingga argon. Penjelasan pola Energi ionisasi pertama dipengaruhi oleh: • • • • Muatan dalam inti. Kecenderungan meningkat Dalam semua unsur-unsur periode 3.

Jari-jari kovalen untuk Si. Gambaran yang digunakan untuk membuat diagram ini adalah berdasarkan pada: • • • Jari-jari metalik / ionik untuk Na. sesuatu yang lebih harus mengimbangi pengaruh proton yang lebih banyak.Anda dapat memperkirakan bahwa ukuran alumunium lebih besar dari pada magnesium karena jumlah proton yang lebih banyak. Sebaiknya kita mengabaikan argon pada diskusi selanjutnya. Jari-jari atom Kecenderungan Diagram di bawah ini menunjukkan bagaimana perubahan jari-jari atom pada unsurunsur periode 3. elektron yang akan dilepaskan berasal dari salah satu elektron yang berpasangan pada orbital 3px2. Kecenderungan secara umum menunjukkan atom makin kecil sepanjang periode TERKECUALI pada argon. Wajar jika kita membandingkan jari-jari metalik dengan jari-jari kovalen karena keduanya menunjukkan ikatan yang sangat rapat. Mg dan Al. Jari-jari van der Waals untuk Ar. Tolakan antara 2 elektron yang berada dalam orbital yang sama menunjukkan bahwa elektron lebih mudah dikeluarkan dari pada elektron yang tidak berpasangan. karena Ar tidak dapat membentuk ikatan yang kuat. Kedua faktor inilah yang mengimbangi jumlah proton yang lebih banyak. Mengimbangi fakta bahwa elektron terluar dari alumunium berada pada orbital 3p bukannya 3s. . Akan tetapi tidak wajar bila kita membandingkan jari-jari metalik dan jari-jari kovalen dengan jari-jari van der Waals. Penurunan pada sulfur Pada fosfor ke sulfur. dan sebagian mendapatkan pemerisaian dari elektron 3s sebagai elektron yang lebih dalam. P. Perbedaannya adalah bahwa pada sulfur. pada beberapa tingkat dari elektron 3s). dan elektron yang akan dilepaskan berasal dari orbital yang sama. S dan Cl. Anda tidak dapat membandingkan hal yang tidak sejenis. Elektron pada orbital 3p sedikit lebih jauh dari inti dari pada elektron pada orbital 3s. Pemerisaian yang sama pada fosfor dan sulfur (dari elektron yang lebih dalam.

Semuanya berbeda dalam hal jumlah proton yang terus meningkat dan tarikan pasangan elektron ikatan makin mendekati inti. Karena argon tidak membentuk ikatan kovalen sehingga secara nyata tidak memiliki keelektronegatifan.Penjelasan kecenderungan Jari-jari metalik dan kovalen menunjukkan jarak dari inti ke pasangan elektron ikatan. elektron ikatan semuanya berada di kulit ke-3. Kecenderungan Kecenderungan sepanjang periode diperlihatkan grafik di bawah ini: Ingat bahwa argon tidak dimasukkan. Sepanjang periode. dan selalu diperisai oleh elektron dalam yang sama. akan diperisai oleh elektron pada kulit pertama dan kedua. elektron ikatan selalu berada pada kulit yang sama yaitu kulit ke-3. Dari natrium hingga klor. . kembali dan ikuti link sebelumnya. Skala Pauling adalah yang paling umum digunakan. Jumlah pemerisaian sama untuk semua unsur Elektronegativitas / keelektronegatifan Keelektronegatifan adalah ukuran kecenderungan atom untuk menarik pasangan elektron ikatan. Fluor (unsur yang paling elektronegatif) diberi skala 4.0 dan nilai ini makin menurun hingga cesium dan francium dengan keelektronegatifan terendah yaitu 0. Jika tidak yakin dengan hal itu.7. Penjelasan kecenderungan Kecenderungan dijelaskan dengan cara yang sama seperti kecenderungan pada jari-jari atom. Keelektronegatifan adalah kecenderungan atom untuk menarik pasangan elektron ikatan. Peningkatan jumlah proton dalam inti sepanjang perioda akan meningkatkan tarikan elektron ikatan menjadi lebih dekat ke inti.

Dalam magnesium. Dalam natrium hanya ada satu elektron yang terlibat dalam ikatan metalik. Magnesium dan alumunium mengalami koordinasi-12 (meskipun dengan cara yang berbeda). Struktur kovalen raksasa Silikon memiliki struktur kovalen raksasa seperti intan. silikon adalah kovalen raksasa dan sisanya berupa molekul sederhana. Baik untuk mengurangi pemborosan tempat / space dalam struktur logam dan ikatan logam yang lebih kuat. Natrium mengalami koordinasi-8 di mana masing-masing atom natrium bersentuhan dengan 8 atom natrium yang lain. Struktur-struktur unsur Struktur unsur-unsur berubah sepanjang periode 3. Untuk memahami hal ini. hal yang harus Anda pahami adalah struktur dari masing-masing unsur. Sodium. Tiga struktur metalik Natrium. Ini adalah cara yang lebih efisien dalam menyusun atom-atom. sedangkan pada alumunium ketiga elektron terluarnya terlibat. magnesium dan alumunium semuanya memiliki struktur metalik.satu elektron 3s. Perbedaan lain yang harus diperhatikan adalah cara penyusunan atom-atomnya dalam kristal logam.Sifat-sifat Fisik Bagian ini akan membahas daya hantar listrik serta titik leleh dan titik didih unsur-unsur periode 3. kedua elektron terluarnya terlibat. Bagian terkecil dari struktur dapat dilihat seperti di bawah ini: . magnesium and aluminium all have metallic structures. Tiga pertama merupakan metalik.

Silikon merupakan semikonduktor. Dan untuk sulfur kita anggap salah satu dari bentuk kristal monoklin dan rombis. Sisanya tidak menghantarkan arus listrik karena merupakan senyawa dengan molekul sederhana. Atom-atom dalam masing-masing molekul terikat melalui ikatan kovalen (tentu saja kecuali argon).Strukturnya terikat dengan ikatan kovalen yang kuat dalam tiga dimensi. Dalam keadaan cair atau padat. Untuk fosfor kita anggap sebagai fosfor putih. Daya hantar arus listrik • • • Natrium. Tiga logam pertama. . penjelasan bagaimana silikon dapat menjadi semikonduktor berada di luar cakupan tingkat ini. Empat struktur molekuler sederhana Struktur fosfor dan sulfur bermacam-macam tergantung pada jenis fosfor yang sedang dibicarakan. Dengan hanya mengetahui strukturnya seperti intan. Sisanya bukan merupakan konduktor. Titik leleh dan titik didih Grafik di bawah menunjukkan bagaimana titik leleh dan titik didih unsur-unsur periode 3 berubah sepanjang periode. Tidak ada elektron yang dapat bebas bergerak. kita tidak dapat memperkirakan silikon dapat menghantarkan arus listrik. Pada kasus silikon. sudah pasti merupakan penghantar listrik karena adanya delokalisasi elektron (“laut elektron”) yang bebas bergerak / berpindah sepanjang padatan atau cairan logam. molekul-molekulnya terikat satu sama lain dengan gaya van der Waals. tapi silikon memang dapat menghantarkan arus listrik. Gambar diplot dalam Kelvin bukannya °C untuk menghindari nilai yang negatif. magnesium dan alumunium semuanya merupakan penghantar / konduktor arus listrik yang baik.

Kita harus memutuskan ikatan kovalen yang kuat itu sebelum akhirnya meleleh atau mendidih. sulfur. Lautan elektron makin dekat ke inti dan tertarik makin kuat. Tarikan dan titik leleh serta titik didih meningkat karena: • • • Inti atom memiliki muatan positif yang semakin besar. lebih baik jangan membendingkan langsung titik leleh dan titik didih silikon dengan titik leleh dan titik didih alumunium. . Atom-atom juga menjadi lebih kecil dan memiliki jumlah proton yang lebih banyak dari natrium hinggga magnesium dan alumunium. Empat unsur molekuler Fosfor. Struktur metalik Titik didih dan titik leleh meningkat sepanjang tiga logam pertama karena meningkatnya kekuatan ikatan metalik. Titik leleh dan titik didihnya akan makin rendah dari pada empat unsur pertama dalam periode 3 yang memiliki struktur raksasa. Silikon Silikon memiliki titik leleh dan titik didih yang lebih tinggi karena memiliki struktur kovalen raksasa. Karena yang kita bicarakan adalah tentang jenis ikatan yang berbeda. Ukuran titik leleh dan titik didih dipengaruhi oleh ukuran molekul. Jumlah elektron pada masing-masing atom menyumbang untuk meningkatkan delokalisasi “lautan elektron”. Lautan elektron makin bermuatan negatif.Lebih baik bila kita menghubungkan perubahan ini dengan terminologi macam-macam struktur yang telah dibahas. klor dan argon adalah senyawa molekuler sederhana yang hanya dipengaruhi gaya van der Waals di antara molekul-molekulnya.

Jangkauan gaya van der Waals antar atom-atomnya sangat terbatas begitu pula titik leleh dan titik didih argon lebih rendah lagi.Ingat struktur molekul: Fosfor Fosfor mengandung molekul P4. Untuk molekul fosfor. Molekulnya lebih besar dari pada molekul fosfor dan gaya van der Waals yang lebih kuat. . adalah molekul yang lebih kecil dengan gaya van der Waals yang lebih lemah dan klor memiliki titik leleh dan titik didih yang lebih rendah dari pada sulfur dan fosfor. hanya gaya van der Waals antar molekulnya yang lemah. Argon Molekul argon hanya terdiri dari satu atom argon. Sulfur Sulfur terdiri dari atom S8 yang berbentuk cincin. anda tidak dapat memecahkan ikatan kovalennya. Ar. Klor Klor. Cl2. hal ini penting untuk menjelaskan titik leleh dan titik didih yang lebih tinggi.

KIMIA UNSUR : SIFAT-SIFAT HALOGEN Follow @scorvgirl Dalam sistem periodik unsur. Elektron pada orbital terluar akan semakin mudah melepaskan . itu adalah satu dari sekian banyak kalimat yang bisa digunakan untuk mengingat unsur-unsur apa saja yang masuk geng halogen. • Dengan bertambahnya jari-jari atom berarti jarak orbital elektron terluar makin jauh letaknya dari inti atomnya. At 1. halogen merupakan golongan yang berada pada golongan VIIA. halogen sendiri dapat diartikan sebagai pembentuk garam. Golongan halogen merupakan golongan yang sangat reaktif menangkap electron (oksidator). yaitu “Film CharLes Bronson Idaman ATi” kedengerannya ga nyambung sama kimia ya? Tapi jangan salah. Unsur-unsur itu antara lain : F. Sifat-sifat yang dipengaruhi jari-jari atom Semakin ke bawah kulit elektron semakin banyak sehingga dalam sistem periodik semakin ke bawah maka jari-jari atom tambah besar. Ketika SMA ada satu kalimat yang paling sayan ingat kalau mempelajari halogen. Pada umumnya golongan halogen menangkap satu elektron untuk memenuhi kulit terluarnya. Br. Karena kereaktifannya sangat tinggi halogen tidak mungkin ada dalam keadaan bebas di alam. Cl. I. Halogen berasal dari kata “halit” yang artinya garam.

HCL. a. Flour memiliki ukuran atom yang kecil sehingga sangat reaktif menangkap elektron atau merupakan oksidator yang kuat. contohnya HF. Bila harga biloksnya sama. contohnya asam iodat d. nilainya sebanding dengan jari-jari Asam yang kedua adalah asam yang barusan kita bahas. HF (Hidrogen Flour) termasuk dalam asam lemah (tidak terionisasi sempurna) padahal hidrogen halida yang lain adalah asam kuat.H. maksudnya keistimewaan ketimbang halogen yang lainnya. HBr. • Halogen dapat menarik elektron sesamanya atau menarik elektron satu golongan yang keelektronegatifannya lebih rendah (berada di bawahnya dalam sistem periodik). contohnya asam bromit c. Hal ini juga yang menyebabkan titik didih hidrogen flourida lebih tinggi ketimbang hidrogen halida yang lain. Ikatan hidrogen ini hanya dimiliki Nitrogen. 2. Beberapa keistimewaan itu antara lain a. Singkatnya nama asamnya menjadi : asam hipo(nama halogen)it. Tingkat oksidasi asam-oksi halogen Kecuali flour (F). yaitu asam oksihalogen. Biloks (+1) namanya diawali dengan hipo. Tipe yang pertama adalah asam halogenida. b. Hal ini berhubungan dengan banyaknya energy yang harus dipakai untuk mengatasi gaya tarik-menarik antara molekul-molekul zat. Dalam kasus ini halogen memiliki biloks-biloks positif dan biloks positif ini adalah hal yang tidak biasa untuk halogen yang sangat reaktif menangkap elektron. Oleh karena itu. 3. dan Flour saja. halogen dapat membentuk asam-asam yang mengandung oksigen atau lumrahnya asam-oksi halogen. Gaya ini makin tinggi untuk molekul-molekul kompleks yang memiliki banyak elektron. Setiap harga biloks ini memiliki nama khusus.dan diakhiri –at. diikuti dengan nama halogen lalu diakhiri dengan it. Asam ini terdiri atas unsur O. Biloks (+5) diberi akhiran –at. Flour dalam hidrogen flourida mempunyai sifat suka menarik proton sehingga menimbulkan ikatan hidrogen.diri. Kekuatan asam oksihalogen sebanding dengan harga biloksnya. contohnya asam perklorat Sebenarnya kekuatan asam-basa halogen meliputi 2 tipe. sifat keelektronegatifan halogen senantiasa berkurang seiring dengan penambahan jari-jari atomnya. Contohnya asam hipoklorit b. maka kekuatan keasamannya berbanding terbalik dengan jari-jari. dan selanjutnya pasti sudah tahu kan… Untuk kekuatan keasamannya. contohnya gaya van der waals yang menarik molekul-molekul berdekatan satu sama lain.atau super. Keistimewaan Flour Untuk halogen yang satu ini kita bisa menemukan penyimpangan. Jadi halogen lain tidak memiliki itu. dan Halogen. Biloks (+3) hanya diakhiri dengan –it. • Kenaikan titik didih dn titik lebur halogen sebanding dengan naiknya nomor atom. Asam ini hanya terdiri dari unsur Hidrogen dengan halogen. . Oksigen. ups. Biloks (+7) diberi awalan per. Selain itu florur mempunyai energy hidrasi yang besar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful