P. 1
ENERGI AKTIVASI

ENERGI AKTIVASI

|Views: 141|Likes:
Published by Fauzia Amina

More info:

Published by: Fauzia Amina on Nov 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

ENERGI AKTIVASI

Judul Percobaan : Persamaan Arhenius dan Energi Aktivasi Tujuan Percobaan : Menjelaskan hubungan laju reaksi dengan temperature Menghitung energy aktivasi (Ea) dengan menggunakan persamaan Arhenius Landasan Teori Pada tahun 1889 Arhenius mengusulkan sebuah persamaan empiric yang menggambarkan kebergantungan konstanta laju reaksi pada suhu. Persamaan yang diusulkan Arhenius itu adalah sebagai berikut : k = Ae Ea/RT dimana : k = kontanta laju reaksi A = factor frekuensi Ea = energy aktivasi Persamaan di atas seringkali ditulis dalam bentuk logaritma seperti terlihat pada persamaan berikut : ln K = ln A - Ea/RT Dari persamaan di atasterlihat bahwa kurva ln K sebagai fungsi dari akan berupa garis lurus dengan memotng ( intersep ) sumbu ln K pada ln A dan gradien/slope

ln K - Ea/RT

1/T ( Tim Dosen Kimia Fisik II, 2010 : 5). Kedua faktor A dan Ea dikenal sebagai parameter Arhenius. Plot dari log K terhadap T -1 adalah linear untuk sejumlah besar reaksi dan pada temperature sedang. Hubungan antara konstanta laju pada dua temperature adalah ln K2/K1 = Ea/R ( 1/T1 - 1/T2 ) Plot E (energi) terhadap perkembangan dari (kordinat reaksi) diperlihatkan dalam gambar berikut. Lingkungan dalam kurva tersebut memberikan energi aktivasi. Perbedaan antara energi reaktan dan produk dikenal sebagai panas reaksi. Jadi energy aktivasi untuk reksi sebaliknya akan menjadi Ea (r) = Ea (f) - ∆H

Tinggi bukit dalam hal ini adalah energi aktivasi. kita masih mungkin menyatakan kekuatan ketergantungan itu dengan mendefinisikan energy pengaktifan sebagai : Ea = RT2 ( (d ln⁡K)/(d T) ) v Definisi ini menyederhanakan definisi sebelumnya untuk energi pengaktifan yang tidak bergantung pada temperatur.1987 : 285-286 ). Dalam hal molekul A. Jadi dengan d (1/T) = -d T/T.Energi reaktan produk koordinat reaksi ( Dogra. A produk Energi aktivasi dapat didefinisiskan sebagai energy minimum yang dibutuhkan A agar A menghasilkan produk.1990:651-652) Energi aktivasi adalah energy kinetic minimum yang diperlukan untuk partikel-partikel pereaksi untuk membentuk kmpleks teraktivasi (Anonim. kita dapat menata ulang persamaan .14 yang memperlihatkan bola yang menggelinding melalui sebuah bukit. Energi aktivasi biasa juga diartikan sebagai energi minimum yang dibutuhkan agar reaksi kimia tertentu dapat terjadi. maka dari itu dibutuhkan suatu katalis agar reaksi dapat berlangsung dengan pasokan energi yang lebih rendah (Anonim. Situasi ini dapat diilustrasikan pada Gambar 12. Dalam beberapa kasus. Tetapi. 2010). bola ini tidak akan mampu menaiki bukit. apabila bola ini mempunyai enegri yang cukup untuk mencapai puncak bukit.14. Akan tetapi. dengan satuan kilo joule per mol (Anonim. Enrgi aktivasi sebuah reaksi biasanya dilambangkan dengan Ea. Dalam hal ini Ea adalah energy penghalang yang harus diatasi. Bila bola tidak memiliki cukup energi (=1/2mV^2). 2010). ketergantungan pada temperature tidak sesuai dengan persamaan Arhenius. Di dalam ilmu kimia. 2010). Terlihat pada Bab I bahwa distribusi Boltzmann meramalkan bahwa dalam setiap waktu ada sejumlah reaksi molekul ( sebesar e^(-E/RT )) akan mempunyai energy yang besarnya lebih besar daripada Ea. Tony. tanpa bantuan dari luar bola ini akan mencapai kaki bukit pada sisi yang berlawanan. energi aktivasi merupakan istilah yang diperkenankan oleh Svante Arhenius yang didefinisikan sebagai energi yang harus dilampaui agar reaksi kimia dapat terjadi. Bola yang menggelinding melalui bukit energy “penghalang” ( Bird. Terkadang suatu reaksi kimia membutuhkan energy aktivasi yang teramat sangat besar. Keadaan akhir (produk) v Gambar 12. molekul ini memperoleh energi melalui tumbukan dengan molekul lain.

Tiosulfat. Alat dan Bahan Alat : Tabung reaksi 10 buah. Gelas ukur 10 mL 2 buah.1 mL 1 mL II 7 mL 3 mL 8 mL 2 mL 1 mL 1 mL Dengan menggunakan gelas kimia. Prosedur Kerja Prosedur kerja : Cara kerja pembuatan kanji Menyiapkan system seperti tabel. Jadi.menjadi : Ea = -R ( (d ln⁡K)/(d 1/T) ) v yang terintegrasi menjadi persamaan awal jika Ea tidak bergantung pada temperatur. 1997 : 347 ). Es batu. Botol semprot. Bahan : Larutan kanji 3%. Spritus. Termometer 110°C. Pipet tetes.H2O I. memanaskan air. Kertas label. Ammonium bisulfat (( NH4)2s2O8) 0.04 M. Rak tabung reaksi. Aquades. Korek. makin kuat pula ketergantunagan konstanta laju pada temperatur. Stopwatch. Gelas kimia 100 mL. energy pengaktifan yang tinggi mempunyai arti bahwa konstanta laju berubah dengan cepat terhadap temperatur ( Atkins. . pada tabung-tabung reaksi yang terpisah : Sistem Tabung I Tabung II S2O8 2. definisi dalam persamaan 14 a bersifat lebih umum karena Ea dapat diperoleh dari kemiringan grafik anta Ln k terhadap I/T. Tissue. Walaupun demikian. KI. Penjepit tabung. Kaki tiga dan kasa asbes. Memanaskan masing-masing sebuah tabung 1 dan tabung 2 sampai suhunya sama dengan suhu air dengan jalan meletkkan kedua tabung reaksi di atas air dengan suhu 65°C. Persamaan 14 amenunjukkan bahwa makin tinggi energy pengaktifan. Gelas kimia 500 mL 1buah.H2O S2O3 kanji I 5 mL 5 mL 10 mL .

0174 -6.241 3.Mencapurkan isi kedua tabung reaksi dengan cara memasukkan isi tabung 1 ke tabung 2 dan menuangkan kembali ke tabung 1 secepat mungkin dan menjalankan stopwatch.5 280 566 1013 1285 1834 322. Mengukur waktu yang diperlukan campuran sampai tampak warna biru untuk pertama kali (suhu awal) dan sampai semua larutan warna biru (suhu akhir).295 3.5714 1.7782 0. dan 25°C.5 42. 45°C. Hasil Pengamatan 3 gram kanji + 100 mL air panas → laruta kanji 3%.6009 3.317 -3.5 35.10 3.5 308.5 28.5 3.7668 0.5453 Sistem II Suhu rata-rata (°C) Waktu (sekon) Temperatur (K) 1/T (x 10-3K) Ln 1/t 1/t 49 42 36 31 .9078 -7.1309 -7.5 303.5 315. Sistem I Suhu rata-rata (°C) Waktu (sekon) Temperatur (K) 1/T (x 10-3K) Ln 1/t 1/t 49.170 3.5 30.3242 -4.5 301. Mengulangi prosedur untuk suhu-suhu 55°C.9872 0. 35°C.

70 J/mol Ea = -201.106 3.29 295 460 740 1186 1510 322 315 309 304 302 3.314 J/Kmol) ( 6.3898 2.7195 = .170.Ea/R ( 1/T2 .6623 Analisis Data Dari persamaan ln K = ln A .5713 -7.1/T2 ) ln K2 – K1 = .Ea/RT1 ln K2 – K1 = .314 J/Kmol) ( 3.Ea/(8.3514 0.3.10-3) K-1 1.1739 1.10-5 ) -Ea = 201350.10-5 ) 10.0174) = .0475 J/mol = -Ea ( 6.Ea/(8.100.314 J/Kmol) ( 3.2085 = .900.3242) = .10-5 ) -Ea = 145615.241.3507 kJ/mol .314 J/Kmol) ( 7.3.1193 -6.1/T1 ) ln K2/K1 = Ea/R ( 1/T1 .10-3) K-1 1.6840 -6.Ea/RT digunakan untuk berbagai suhu ln K2 = ln A .6159 kJ/mol (-6.94 J/mol Ea = -145.Ea/(8.Ea/R ( 1/T2 .236 3.8432 0.0174)/(-3.100.10-5 ) 14.101.2595 J/mol = -Ea ( 7.175 3.1/T2 ) untuk system I Mencari Ea (-4.1/T1 ) ln K2 – K1 = Ea/R ( 1/T1 .Ea/RT2 + Ea/RT1 ln K2/K1 = .10-3 .Ea/RT2 ln K1 = ln A .900.289 3.190.Ea/(8.10-3 .311 -5.2644 3.9078)/(-4.1309 -7.

314 J/Kmol) ( 2.8136 ) kJ/mol)/4 Ea = -227.10-3) K-1 1.32)/(0.10-5 ) 8.Ea/(8.0323 = .00022 Ea = -90.73 J/mol Ea = -412.60-3.9352+ -402.8619 J/mol = -Ea ( 2.9352 kJ/mol (-7.(-7.5825 J/mol = -Ea ( 5.400.00332-0.10-3) K-1 1.20 J/mol Ea = -158.Ea/(8.00310) = Ea/8.200.3.Ea/(8.10-5 ) -Ea = 402813.10-3 .0659 = .400.314 0.295.10-3 .6727 kJ/mol A Ln A = ϵx = 0 Ln A = -1.295.200.314 J/Kmol) ( 5.3507+ -158.3 A = 0.241.64 J/mol Ea = -402.1789 kJ/mol Perhitungan dari grafik Ea dy/dx = Ea/R (E-7.3.92)/0.317.00022 = Ea/8.Ea/(8.1309)/(-6.314 J/Kmol) ( 3.9078) = .6009)/(-7.789 Ea = -412672.10-5 ) -Ea = 158935.314 (-10.1309) = .8136 kJ/mol Ea = ((-145.2725 .6159+ -201.314 J/Kmol) ( 3.10-5 ) 8.

Ea/(8.314 J/Kmol) ( 3.241 Ea = -855700 J/mol Ea = -855.9773 ) kJ/mol)/4 Ea = -207.314 J/Kmol) ( 3.10-3 .3.00013 = Ea/8.3672 kJ/mol 3.10-3 .1309) = .300.100.10-5 ) -Ea = 384977.60 J/mol Ea = -169.900.Ea/(8.Untuk system II Mencari Ea 1.175.00331-0. (-7.200.7311 kJ/mol Perhitungan dari grafik Ea dy/dx = Ea/R (7.00318) = Ea/8.314 J/Kmol) ( 3.314 J/Kmol) ( 5. (-7.700 kJ/mol .106.289. (-6.10-3 .314 J/Kmol) ( 2.3672+ -168.314 0. (-6.8566+ -384.27 J/mol Ea = -384.289.10-5 ) 8.100.19 J/mol Ea = -129.21 J/mol Ea = -146.1193) = .0739 = .2644)/(-7.12)/(0.Ea/(8.Ea/(8.Ea/(8.9773 kJ/mol Ea = ((-129.0852 = .38)/0.3.10-5 ) -Ea = 129723.00013 Ea = -111.0187 = .236.4659 J/mol = -Ea ( 2.175.26-6.Ea/(8.10-3) K-1 1.900.5713) = .0224 J/mol = -Ea ( 5.1193)/(-5.0766 = .Ea/(8.3.1309)/(-6.10-3) K-1 1.Ea/(8.6840) = .10-5 ) -Ea = 169856.10-5 ) 8.10-3) K-1 1.300.8566 kJ/mol 4.9284 J/mol = -Ea ( 6.10-5 ) 8.5713)/(-6.314 J/Kmol) ( 6.311.314 (-13.3.10-5 ) -Ea = 146367.10-3 .9509 J/mol = -Ea ( 6.7232 kJ/mol 2.314 J/Kmol) ( 6.10-5 ) 9.10-3) K-1 1.200.314 J/Kmol) ( 3.236.7232+ -146.

Dalam hal ini iod akan dioksidasi menjadi I2 oleh ammonium bisulfat.dan 5 mL H2O sedangkan untuk tabung II diisi dengan larutan iod 10 mL. larutan pada tabung I dimasukkan ke tabung II dan dikembalikan dalam tabung I secepat mungkin agar suhunya tidak turun sambil menyalakan stopwatch sampai larutan berubah menjadi biru pada awal dan mencatat suhunya sebagai suhu awal dan pada saat larutan biru seluruhnya sebagai suhu akhir. 1 mL S2O82.0123 Pembahasan Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara laju reaksi dengan temperatur sehingga yang divariabelakan dalam percobaan ini yaitu temperatur. membentuk warna biru sesuai dengan reaksi berikut : S2O82. Pada system ini akan diketahui pengaruh temperatur untuk sistem yang sama.+ 2I.dan 1 mL kanji. Larutan kanji yang digunakan yaitu larutan kanji 3% dimana dibuat dengan cara melarutkan 3gr kanji dalam 100 mL air karena larurtan kanji mudah rusak. Pertama dari sistem pertama dibuat dua tabung yang berbeda.2SO4 + I2 Red : I2 2I-+ 2e- . Ternentuknya warna biru pada awal percampuran disebabkan adanya reaksi antara iodm dengan ammonium bisulfat. Setelah suhunya sama.4 A = 0. Tabung I diisi dengan 2 mL S2O82. Setelah itu kedua tabung dimasukkan ke dalam penangas air dan disamakan suhunya antara suhu tabung dengan suhu penangas 65°C.A Ln A = ϵx = 0 Ln A = -4.

waktu yang diperlukan yaitu 280 sekon. 45°C. Untuk system II nilai Ea dari grafik yaiti -855.1789 kJ/mol dengan nilai A = 0.6727 kJ/mol dan untuk sistem II nilai Ea berdasarkan perhitungan = 207. dan suhu 25°C = 1834 sekon. dan 25°C.Oks : 2S2O3 2. Waktu yang diperlukan pada suhu 65°C = 295 sekon. Dari grafik Ln 1/T dan □(1/T) diperoleh Ea untuk system I = -412.7311 kJ/mol.2725 dan untuk system II = 0. Untuk tabung I diisi dengan 7mL S2O82. S4O62.700 kJ/mol. suhu 35°C = 125 sekon. Energy aktivasi (Ea) untuk sistem I berdasarkan perhitungan = -227. dan untuk 25°C = 1510 sekon. Nilai A untuk system I = 0. 35°C.0123. untuk suhu 55°C = 460 sekon.0123 sedangkan berdasarkan perhitungan Ea = 207. untuk 45°C = 740 sekon. Digunakan perbandingan 10°C karena umumnya laju reaksi meningkat dengan meningkatnya temperatur dan harganya kira-kira dua kali lipat tiap kenaikan 10°C sesuai dengan persamaan Arhenius.yang berubah menyebabkan waktu yang diperlukan lebih sedikit. Dari percobaan diperoleh untuk suhu 65°C.+ 2I-+ 2S2O3 Setelah itu melakukan hal yang sama untuk suhu 55°C. untuk 35°C = 1185 sekon. 1 mL S2O32. Perbedaan data yang diperoleh kemungkinan disebabkan perhitungan yang kurang teliti.dan 3 mL air sedangkan tabung II diisi dengan 8 mL iod. Sedangkan untuk system kedua digunakan komposisi yang berbeda. Saran Disarankan kepada praktikan agar berhati-hati dalam percobaan untuk mengurangi kesalahan. dan 1 mL kanji. .7311 kJ/mol dan grafik = -855.700 kJ/mol dengan nilai A = 0. suhu 55°C = 566 sekon.+ 2eRx : I2 S4O62. Penutup Kesimpulan Laju reaksi meningkat dengan meningkatnya temperatur. 45°C = 1013 sekon.1789 kJ/mol dan grafik = 412.6727 kJ/mol sedangkan dari teori/ perhitungan Ea = -227. 2 mL air. Dari kedua sistem dapat disimpulakan bahwa temperatur berbanding terbalik denagn waktu sesuai dengan teori karena reaksi berlangsung lebih cepat jika suhu tinggi akibat tumbukan semakin banyak karena gerakan yang semakin cepat dan komposisi S2O82.2725.

http.org. 1997. Persamaan Arhenius.2010. Jakarta : Gramedia . Anonym. Kimia Fisik untuk Universitas. Energi Aktivasi. Kimia Fisik Edisi Keempat.Kimia FMIPA UNM. 2010. Penuntun Praktikum Kimia Fisik II.//www.Press. Atkins. http://kimia/energi aktivasi. 1990. 2010. Jakarta : UI. 1987. Makassar : Jur.html. Kimia Fisik dan Soal Soal. Dogra. Jakarta : Erlangga. Bird. Tim Dosen Kimia Fisik.wikipedia.Daftar Pustaka Anonim. Diposkan oleh Nu2nK NaruTi di 09:22 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Reaksi: 0 komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) .Tony.

..9:70.9.9:.8.9907..2-.8.8/.770.3.770. /03.8207:5.22:2.202-:9:.-4.3//0138..7 203.320303/320.82.:80-:.79:/-:9:.2-..::50307 .-:9 .2.202.389.3..9907.8/.3/-:9:..82. /.3.770.3202507.9./.5.9./.8..344:050724 3432    %07.9.3574/: $9:.3/507:.3./.8.5./.380-..380-.0307232:2.5.3 8.0307232:2..5.3907.     30770..8.35.70.82.3/03.0307.9.7 2..7:8/./.38:.25.8-.30- 703/.3.3/-:9:.340$..9//01388.8. 0307.8 :39:202-039:2508907.84.3..3:39:5.79.:.98..9..3/50703.790 5./.8 47.30307.38:3/03.390 703:8.9/:897.9.3 574/:  447/3.:.232:2.     307..83/..3.0307309.3 -4./  307.9-07. 3432    574/: 307.8.9.38:.8-..970./ 37.9.880-:.9-08.5.9:.3.9/.9.. 9079039:/.7 ..7905070.380-..30307.8 3432    /.35.

/.88..7-4.:9:2-:..-:9 %09.9 5.2809.8240: 80-08.--.5:3./897-:8492.3./..2./.::5:39:203.3/03..35..-:95.25:203. 0307...5.-.32025:3.32. 70.3.-4.3 %07./..9:..70) .2 .5..3-07.3203.5 ..8 .-.2') -4..0307. .9..3 %3-:9/.3240:..-:9 9..5.3.80:2.33207..3.39:.2.240: 240:320250740030720.3/.39/.5.3-.7:./.

9.. ../.   .2.#% .808:.35078.39:3..35..3 703:8 .:-:90307 503..30307503.91.7 574/:   .3-08.82:33203./.0307503..9:709/.2-.9.30:..2./. .39:/03.9../03.7:8/.2-0-07.5.#%  /3  ...3  7/ %43     .3.320303/320./..8:8 0907.3909.3..8    0.3.75..39:3.380-.32025:3.73.7/.0--08.5 9.7  4.3 203/0138.0307.902507.3. .30907.2.

902507.3/ .39/.91. 013832030/07.9:7 . /%  ./.3/013880-0:23. -07.3.3.:39:0307503.//03..39:35.

%  /%.

9203.% 9.5.9./.2.3 .35078.:..

203. #  /3  ./ .

/.

3.5.1.5./.902507.:5:3 /02.25078./.9/..8203.90-:2:2.%  ...-07..2../5078.9:7 .3907.39073907.39:35.9/50740/.3.37.39.703..../.-0781.2.3 /0138/. .7 0273.

390758..3  2243:2-8:1.3.3.8/.9 %. 2  0.8::3.:-07:-.9.39.7:9.3 03.  4948025749  .39:3.82./.30/:.8.9.8-08  $945./03.3:.39.8380-:...91.393 0307503.7/03.9/.3.4389.7  02.2.9:  $579:8  079.8.9    6:.9.7/03.3./03.:5.5902507..-:38.8.32009.502-:.9.07.3 ./  0307503.3 22 2 22 222222  03.-0 5.8 -:.2.3203:3.-:3  %072420907 S  .-:3%. !7480/:707.3.-:370.% !078.9:7 938    .39.83 2.5. . 2-:..34389..9. 202./.-:3 $     $ .3.3932025:3..32.  !030599..05..79-.-:3/.7.3.-:370.9 907.9:7 .-:370.0907.8.9.82./08  8-. $8902%.-0  470  %88:0   !7480/:707.9..3 2.8.9  8     %48:1.3.3-.91.902507..3889028050799.3.3.82.9.-:3 9.203:3:.  !50990908  0./.2.95:.-:370.38:: .3 .30.8.8.25.3.8  0.  #../.38::S  .8::7 2-:.

-:309.-:3/.25.3.9.-7: 8::.3.7  03:.7.03.8/03.9.2.8!03.8:.. S .7:9.38.9:.9.9:7  .-:380..9.  03::7.3/507:.25:7.05.3.-:370.3.9: 8043 %02507.3S    .9..75.25.25.7:9..2.3..73.389..9.3.3203. 8:: .3 203:.38.202.3 7.302-.38945.92:33/.2.5:7. 7.09.802:.3   $8902 $::7.8 .357480/:7:39:8:: 8::S S S /..73.. /..380/:.3  2.-7::39:5079.

%   3.

9.

7. S .9.9.9                                                            $8902 $::7.9: 8043 %02507.9:7  .

%   3.

9.

9     .

88.9.333 . .75078..2.                                              3.

.8:: 33 ..#%/:3.3:39:-07-.

#% 33 .

#% 3  .

#% .

#% 3.

 .

# .

% .

%  3.

.

# .

% .

%  3  .

# .

% .

%  3 .

# .

% .

.%   :39:88902 03.   .7.

   .

 .

24                .

 .

24        .

 .      .24 .

24 .  .

24     .

   .

 .

24              .

 .

24        .

   .      .24 .

    .24 .

24 .

    .

    .

 .

24              .

 .

24        .

      .24 .  .

24 .  .

24     .

    .

 .

24              .

 .

24        .

  .24 .      .

   .24 .

               .24  .

24 .

 .  .

 /.77.3/.1 .24  !079:3.

/.

#      .

  .

    .

.

  .   .  .

24 .  .

24  3   3                       .

     .        &39:88902 03.7..

   .

 .

24             .

 .

24         .

24 . .      .

  .24 .

24      .

   .

 .

24            .

 .

24        .

      .24 . .

24 .  .

24       .

   .

 .

24            .

 .

24        .

      .24 .  .

  .24 .

24      .

    .

 .

24            .

 .

24        .

      . .24 .

  .24 .

            .24  .

24 .

   . .

24  !079:3. /.77.1 .3/.

/.

#     .

  .

    .

.

  .   .  .

   .24 .

24          .

9:902507.8203.9/:.9.3-07:-.2. 8::3./.2. %073039:3..80-.889023.-7:5.7:8.3.4-..3-7: 80:7:3.-. %.25:7.3.39.3...8.8.3203..3.9.9/03.7....2...35.38::3..-:3/8/03.32 80/./-:.3.7. $090.../-7:5./.7:9..4-./.4/2/03.05.2.3.8:./.7:9.7..2.309.25.3 !07.7/./.3.3:39:20309./03.35.9:7:38.::-:3.2507.38945.8:.-:3/2..3902507.3..507../.703./.33-079::.3/2./40.7  !.20.3/:3.8::.-:3/03.. 3   3                             !02-.7:9. .7.9..33.3/.9 202-039: .3/48/.7:9.32.9:7:39:88902.8::.30/.9:0/:.7:902507.78::3.9.39.3 .-:3 80.9:7 !079.3/80-.8...9 .34/.7:79..80-.3/8.7:9.2.3-07-0/.3.-:3/.2243:2 -8:1.8/03..-0.2  2...8-07:9 $    $    #0/ 0  .3..3 .9.2243:2-8:1.3 :39:9.8.3/.73.32:/..73.-:3/8/03...3.-:3.7:9.3/.3/09.3.-:3/2. 203.7:9.70..-7:808:./.3.29.3/02-.8S $090.8::9. .2 503.7889025079.9/.34/ 2 2$  /.2-203.3.8.98::3.39.370.9.:503.9:.38..37./..8.38::503.:70.7.9:7 803..7. /-:.92:33.3/.32$  /.

3.77.2.9/.3 2$  /.70.9.35078.703.99:2-:.-:3/8/03.3.3/507:.3-.8::S8043 :39:8::S  8043 :39:S 8043 :39:S8043 /.3 S808:.3.780/./...3425488$  .3/507:..4-.3.3.3 802.8-07.703.9:20.-..:2:23.3.3425488.9:7-07-.324/ 2.3:39:889020/:.9/825:.7.70/:.93.3.9: 808:.3802.05.3 S.3 .3/3.2.82033..3-07:-./:3.3/50740:39:8::S .39047.3/507:.9:..35.3.:70..7 2$   /.3703:8  .-:3/8/03.902507.3-07-0/.503./03.3.9:.:39:8::S S S /.07.7507.:.38:30-. 2030-.13../03.88902/.38::S8043  $0/..5.32.9:7 /./03.3./:.3.902507.9:.30-80/9  .7. &39:9.99.32.5.3S :3..3-. 7.703.8$   $   0  #$    $   $090.9/03..-.3 507-..3:39:S 8043  .05.9: 8043 8::S 8043 S 8043 8::S8043 /.32033.38.3/3907-.8::93.39.

3¿ .%/.

:39:88902  .% /50740.

7 9047.3.2480/.3/.

3.  .5079:3.

33.24/03./.  &39:889023.1.7 7..9   .

8.33.   .24/03.7.3.3.3-07/.35079:3. 80/.

9:7  307.8 ..32033..35079:3. :39:88902-07/.-.3 .9.:70.3:7.35079:3.902507.3.7.93.3/80-.9.9/03.82033.3909     !03:9:5 0825:.3  .3/5074002:33.24  !07-0/.3/..8.

24/.1  .37.

7.-07/.24/.35079:3..3  .8.3:39:889023.

1   .3 7.24/.

4-..24  .3..2507.3:39:203:7.3:39:88902     $.:39:88902 /.3..3             .9.7..7-07.7.57.9/.305./.9 ..308.3 8.

.8 995.  3432   3079..               .7!:89.19.

.

2.

9.2..8 92   3432   !078.3703:8 995..0307.

.

342039.0.! &  548. .0%990707-.340:3.330.79.342039.3$4.3.7.2.8  42039.7 30548933 :.. .8/80025.3!48.& !7088   %248032..20/.7:7 2.  2.79.8:39:&3.8   !03:39:3!7.07.9 .92.79.8 .4%807-.3..9:22.980-:.0789.$4..7:!4893.3 !48930-.8 .   7/ %43  2.3/.8/.88.7 !48.  47..7:%/   72.7. 50/.0-44 #0. 47   938  2.7 942   .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->