1

PROPOSAL PENELITIAN

A. JUDUL TESIS

: PENGEMBANGAN PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SDN MONTONG SEKAR I KECAMATAN MONTONG KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

B. BIDANG KAJIAN : ILMU SOSIAL C. PENDAHULUAN : 1. Latar Belakang
Dunia Pendidikan diharapkan dapat membentuk manusia yang

berpikir kritis, kreatif, inovatif, produktif, bertanggung jawab, dan berkepribadian yang baik. Pada dasarnya pendidikan adalah suatu lembaga atau instansi pemerintahan yang berusaha untuk mengajar dan mendidik anak-anak bangsa untuk menjadi orang dewasa yang cerdas dan berkepribadian luhur. Sebagaimana cita-cita bangsa kita yang tertuang dalam alinea ke empat UUD 1945. Pendidikan sangat dibutuhkan masyarakat kita, baik dari kalangan ekonomi tinggi maupun rendah. Dengan pendidikan, masyarakat akan mendapatkan ilmu dan pengalaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia. Namun demikian, kenyataan menunjukkan mutu pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih rendah. Menurut Jusuf Kalla seperti yang dilansir Apakabar.ws tanggal 24 April 2009, dilihat dari peringkat Negara, kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan ke-160 dunia dan urutan ke-16 di Asia. Bahkan secara rata-rata, Indonesia masih berada di bawah Vietnam. (Sumber: www.topix.com/forum/world/malaysia/)

2

Menurut M. J Langeveld (Rubiyanto dkk, 2003:20) Pendidikan adalah kegiatan membimbing anak manusia menuju pada kedewasaan dan mandiri. Dalam pendidikan terdapat perbuatan belajar baik siswa maupun guru. Kegiatan belajar menimbulkan terbentuknya kebiasaan yang berupa tingkah laku yang semakin terampil dan efisien. Kegiatan belajar ini bertujuan untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang permanen dan lebih maju.

Seiring

dengan

perubahan

paradigma

pembelajaran,

maka

keberhasilan kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar tidak hanya ditentukan oleh faktor pengajar/guru, melainkan sangat dipengaruhi oleh penggunaan media pembelajaran dan keaktifan siswa. Kurikulum baru tahun 2006 mempertegas bahwa proses pembelajaran harus berpusat pada peserta belajar, pengajar bukan sebagai satu-satunya sumber belajar atau sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator dalam pembelajaran.
Dalam paradigma belajar, siswa diposisika sebagai subjek. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang harus digeluti, dipikirkan, dan dikonstruksi oleh siswa., tidak dapat ditransfer kepada mereka yang hanya menerima secara pasif. Dengan demikian, siswa sendirilah yang harus aktif. Selain itu dibutuhkan sebuah metode pembelajaran yang membuat proses pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. Tren pembelajaran saat ini adalah pembelajaran kontekstual. Belajar secara kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata peserta didik, dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (Masnur Muslich: 2007) Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan pengembangan media pembelajaran yang digunakan. Dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan suatu media. Syaiful Bahri (1995: 136) menjelaskan di dalam kegiatan belajar mengajar ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat.

3

Kemajuan bidang teknologi dan informasi telah mendorong manusia untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya pada setiap kegiatan. Informasi dan komunikasi dapat diakses dengan mudah dan cepat sesuai kebutuhan. Pada masa mendatang diyakini bahwa tidak ada bidang kehidupan manusia yang tidak memanfaatkan teknologi dan komunikasi, begitu pula dalam pendidikan. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (komputer khususnya) dalam pembelajaran ditingkat Sekolah Dasar mampu menyajikan media dalam bentuk grafik dan audio-video. Saat ini pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran masih jarang diterapkan di sekolah, karena belum banyak produsen yang menawarkan software khusus sebagai media pembelajaran. Media komputer bukan alat untuk membantu siswa menyelesaikan soal-soal seperti halnya penggunaan kalkulator untuk mempercepat proses perhitungan. Penggunaan komputer hanyalah untuk membantu siswa dalam memahami konsep, sedangkan penyelesaian soal tetap diserahkan pada kemampuan siswa. Kerucut pengalaman belajar yang dikemukakan oleh Masnur Muslich dalam bukunya yang berjudul “KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual panduan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah” menunjukkan bahwa persentase kadar yang dapat diingat dari yang didengar adalah 20%, 30% dapat diingat dari yang dilihat, dan 50% dapat diingat dari yang dilihat dan didengar, maka media pendidikan dapat berfungsi untuk membantu tercapainya kadar prestasi belajar peserta didik karena mampu menghadirkan audio-visual seperti yang diharapkan. Ketika seseorang sedang berbicara maka ia akan bersuara, menggunakan gerak-gerik, ekspresi wajah, mungkin menggunakan pengeras suara dan gerakangerakan lainnya, maka orang tersebut sudah dapat dikelompokkan berkomunikasi menggunakan beberapa media atau multimedia. Sementara komputer menggunakan media visual berupa gambar, foto, chart, grafik, diagram dan lainnya, audio berupa orang bicara, musik, suara alam gesekan dedaunan, air yang menetes di batu kali, burung berkicau, lenguh suara lembu, kucing mengeong dan lainnya, termasuk media lain yang diakses dari sumber yang amat jauh melaui internet. Pembelajaran yang menggunakan komputer dan perangkat jaringan lainnya itulah yang dimaksud sebagai multimedia.

Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinakn anak muda untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan. benda.. Sadiman ( 1984:6 ) mengatakan bahwa media “ adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti film. dan bagaimana dengan adanya media berbasis TIK tersebut. khususnya menggunakan presntasi power point di mana anak didik mempunyai keinginan untuk maju. ini akan membantu memecahkan masalah siswa-siswa yang lamban. ataupun segala sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang berguna bagi anak didik dalam pembelajaran.4 Dalam pengajaran yang dibantu dengan multimedia. RE Clark ( 1996 : 62 ) mengungkapkan bahwa “ the of of media to encourage student to invest more afford in hearing has along history “. yakni : a. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka. Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu mencipatakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya. buku dan kaset “. Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian harfiahnya juga terdapat manusia di dalamnya. Setelah menguasai suatu materi maka dilanjutkan ke materi berikutnya. . tingkat penguasaan materi yang dicapai peserta didik disesuaikan dengan kemampuannya. Arief S. Menurut Soeparno (1987:8) menyebutkan ada beberapa alasan memilih media dalam proses belajar mengajar. dan juga mempunyai kreatifitas yang tinggi dan memuaskan dalam perkembangan mereka di kehidupan kelak. ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar.

jelaslah bahwa memilih media d. maka masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut : a. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa. b. namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah sebagai berikut: a.5 b. Bagaimana tanggapan guru tentang media pembelajaran berbasis TIK dengan progam Microsoft Power Point dalam kegiatan belajar mengajar? c. maka untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti. pengembangan media pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas V. 2. Bagaimana peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK pada mata pelajaran IPA melalui progam Microsoft Power Point? b. ada perbedaan pemakai media tersebut tidak mudah. e. Batasan Masalah Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran yang berbasis TIK. ada perbedaan karakteristik setiap media ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan Bertitik tolak dari pendapat tersebut. perancangan media pembelajaran menggunakan progam Microsoft Power Point. c. 3. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas. ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu c. media yang digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor. Sejauh mana efektifitas pengggunaan media pembelajaran berbasis TIK progam Microsoft Power Point dalam menumbuhkan minat belajar siswa? .

. Mendeskripsikan tanggapan guru tentang media pembelajaran berbasis TIK dengan progam Microsoft Power Point dalam kegiatan belajar mengajar? c. 2) Bagi sekolah. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas. Terutama bagi perkembangan media pembelajaran IPA berbasis komputer pada jenjang Sekolah Dasar. Mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK pada mata pelajaran IPA melalui progam Microsoft Power Point? b. Manfaat Praktis 1) Bagi siswa.6 4. sehingga mempercepat pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pembelajaran. Manfaat Teoritis Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. b. maka tujuan penelitian ini adalah ingin : a. 3) Bagi peneliti. untuk lebih meningkatkan pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK sebagai sumber belajar. Mendeskripsikan efektifitas pengggunaan media pembelajaran berbasis TIK progam Microsoft Power Point dalam menumbuhkan minat belajar siswa? 5. sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan penguasaan teknologi informasi sehingga dapat memperbaiki kemampuan dalam mengajar. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat : a. sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan program kerja yang berkaitan dengan fasilitas sumber belajar.

D. Sumber Belajar Segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru. Dan tidak setiap orang mempunyai pandangan yang sama dalam belajar. b. baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan. Kajian Pustaka 1. Definisi Operasional Media Media adalah alat yang memungkinakn anak muda untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan. Pandangan seseorang tentang belajar akan mempengaruhi tindakannya yang berhubungan dengan belajar. untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Pengertian Belajar Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok.7 6. Diantara para ahli psikologi maupun ahli pendidikan terdapat keragaman dalam cara mendefinisikan dan menjelaskan tentang belajar. yang dinyatakan dengan nilai-nilai prestasi belajar berdasarkan hasil tes prestasi belajar. Ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami siswa sebagai anak didik. Belajar a. a. . Prestasi belajar adalah seluruh kecakapan hasil (achievement) yang diperoleh melalui belajar di sekolah. c.

Belajar dapat pula dipandang sebagai proses di mana guru terutama melihat apa yang terjadi selama siswa menjalani pengalamanpengalaman edukatif untuk mencapai suatu tujuan. Tidak hanya itu saja guru juga dapat melihat setiap perubahan yang terjadi pada siswa dalam proses pembelajaran. Dan akhirnya belajar juga dapat dipandang sebagai sebuah fungsi. suatu sikap. sebagai pengetahuan atau apresiasi (penerimaan atau penghargaan).8 Namun demikian baik secara eksplisit pada akhirnya nampak ada suatu kesamaan dalam hal maknanya. Pengertian belajar adalah : “suatu proses yang mengarah kepada perubahan tingkah laku seseorang berkat adanya pengalaman” (Slameto. Syah (1995:13) menyatakan bahwa belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan tingkah lau individu yang relatif menerap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasatkan praktek atau pengalaman tertentu. Surachman (1979 dalam Mulyadi. yang dalam hal ini ditunjukkan pada aspek-aspek yang menentukan atau memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku dalam pengalaman edukatif”. . 1998:36) Perubahan dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan. Dan menyimpulkan bahwa : “Belajar dapat dipandang sebagai hasil.1998:18) memandang belajar dari kenyataan-kenyataan yang timbul daripada proses belajar. Rumusan belajar tersebut dapat berguna bagi guru untuk dapat meningkatkan atau memotivasi siswa dalam belajar. suatu pengertian.2003:2). Tentang berbagai definisi belajar. suatu kebiasaan. di mana guru di mana melihat bentuk terakhir dari berbagai pengalaman interaksi edukatif. Belajar adalah memodifikasi atau mempertangguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing) (Hamalik.

. tetapi dapat didiskusikan secara terpisah.9 b. pelajaran-mata pelajaran yang terpusat pada suatu tujuan tertentu. kepada kebutuhannya dan berguna serta bermakna baginya. Proses belajar berlangsung secara efektif dibawah bimbingan yang Hasil–hasil belajar adalah pola–pola perbuatan. pengertian–pengertian. dan keterampilan. apresiasi. Hasil–hasil belajar diterima murid apabila memberi kepuasan kemajuan. lingkungan. 8) 9) 10) 11) 12) 13) Proses belajar yang terbaik apabila murid mengetahui status dan Proses belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagi Hasil–hasil belajar secara fungsional bertalian satu sama lain. prosedur. abilitas. merangsang dan membimbing tanpa tekanan dan pemeriksaan. Proses belajar ialah pengalaman. berbuat. nilai–nilai . dan melampui Proses itu melalui bermacam–macam ragam pengalaman dan mata Pengalaman belajar secara maksimum bermakna bagi kehidupan (under going). pengalaman dan hasil–hasil yang diinginkan disesuaikan dengan kematangan murid. 4) 5) 6) 7) Pengalaman belajar bersumber dari kebutuhan dan tujuan murid Proses belajar dan hasil belajar disyarati oleh hereditas dan Proses belajar dan hasil usaha belajar secara materiil dipengaruhi Proses belajar berlangsung secara efektif apabila pengalaman– sendiri yang mendorong motivasi yang kontinu. oleh perbedaan-perbedaan individual dikalangan murid-murid. mereaksi. Prinsip-prinsip belajar Menurut William Burton dalam Hamalik (2004:31) prinsip–prinsip belajar adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) murid.

Belajar hendaknya dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. merasakan. karena semua pengalaman belajar antara yang lama dengan yang baru. Keberhasilan akan menimbulkan kepuasan dan mendorong belajar lebih baik. sedangkan kegagalan akan menimbulkan frustasi. siswa yang belajar dapat berubah-ubah (adaptable). dengan jalan . Apa yang telah dipelajari perlu digunakan secara praktis dan diadakan ulangan secara kontinu dibawah kondisi yang serasi. dan sebagainya maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang diperlukan untuk memperoleh pengetahuan.10 14) Hasil–hasil belajar dilengkapi dapat lambat dengan jalan serangkaian dan dengan menjadi pengalaman–pengalaman pertimbangan yang baik. berfikir. jadi tidak sederhana dan statis. seperti melihat. belajar akan lebih berhasil jika siswa merasa berhasil dan mendapatkan kepuasannya. penggunaan dan ulangan. melakukan banyak kegiatan baik kegiatan neural system. secara berurutan diasosiasikan. sikap. 2) Belajar memerlukan latihan. 3) Belajar siswa lebih berhasil. relearning. berikut: 1) Hasil–hasil belajar yang itu dipersamakan laun dipersatukan kepribadian dengan kecepatan yang berbeda–beda Hasil-hasil belajar yang telah dicapai adalah bersifat kompleks dan Faktor-Faktor Belajar Menurut Hamalik (2004:32) faktor–faktor belajar adalah sebagai Faktor kegiatan. dan minat. sehingga menjadi satu kesatuan dalam pengalaman. recalling. 15) 16) c. mendengar. kegiatan motoris. 5) Faktor asosiasi besar manfaatnya dalam belajar. kebiasaan. dan reviewing agar pelajaran yang terlupakan dapat dikuasai kembali dan pelajaran yang belum dikuasai akan dapat lebih mudah dipahami. 4) Siswa yang belajar perlu mengetahui apakah ia berhasil atau gagal dalam belajarnya. sehingga penguasaan hasil belajar menjadi lebih baik. .

Pandangan bahwa hubungan proses belajar mengajar yaitu timbal balik antara guru dengan siswa dan antara siswa sendiri. siswa menerima informasi sebagai stimulus dan melakukan respon terhadapnya. Guru menyampaikan materi pelajaran dengan berbagai teknik dan metode yang tpat. 8) Faktor minat dan usaha. kondisi fisik siswa yang belajar akan Faktor intelegensi. afektif dan psikomotorik yang terjadi dalam diri siswa”. siswa yang cerdas akan lebih berhasil dalam sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Proses Belajar Proses belajar adalah perubahan di dalam diri siswa yang terjadi sebagai akibat pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungannya.menggeneralisasikan materi hasil . 7) Faktor kesiapan belajar. d. Syah (dalam Setiani. Perubahan tersebut bersifat pasif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju dari pada keadaan yang sebelumnya. menginterpretasikan. menyatakan bahwa “proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif. Pengalaman dan pengertian itu menjadi dasar untuk menerima pengalaman-pengalaman baru dan pengertian-pengertian baru. penerimaannya. Selain itu siswa harus mengikuti secara aktif kegiatan belajar mengajar untuk mengembangkan kemampuan. kegiatan belajar. minat.11 6) Pengalaman masa lalu (bahan apersepsi) dan pengertian- pengertian yang telah dimiliki siswa. belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik daripada yang tanpa minat. kebutuhan. 9) 10) Faktor-faktor fisiologis. karena ia akan lebih mudah menangkap dan memahami pelajaran dan lebih mudah mengingat-ingatnya. siswa yang telah siap belajar akan dapat melakukan kegiatan belajar lebih mudah dan lebih berhasil. Namun demikian. sehingga menimbulkan pemahaman dan perilaku baru. besar peranannya dalam proses belajar. Faktor kesiapan ini erat hubungannya dengan masalah kematangan. mengamati. dan tugas-tugas perkembangan. minat tanpa adanya usaha yang baik maka belajar sulit untuk berhasil.2008:12).

strategi. 2008:14) menyatakan “ . Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Teknik. Sedangkan strategi pembelajaran pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. dalam proses pembelajaran siswa menempuh tiga fase sebagai berikut a). maupun teknik pembelajaran. di dalamnya mewadahi. Fase evaluasi (tahap penilaian materi)”. Sudrajat (2008) dalam artikelnya yang berjudul ‘Pengertian Pendekatan. Widodo (2009) model pembelajaran dapat diartikan sebagai “Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar”. Fase informasi b). Fase transformasi c). metode.12 Oleh karena itu tugas guru ialah harus bisa mengelola faktor variabelvariabel yang mendukung proses belajar mengajar. Taktik. Dengan demikian. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. kegiatan belajar itu merupakan aktivitas yang berproses. Strategi.. yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. 2. menginsiprasi. Model Pembelajaran Menurut R. Menurut Kemp (dalam Wina Senjaya. Menurut Bruner (dalam Setiani. Sedangkan menurut A. dan Model Pembelajaran’ menyatakan bahwa: Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Lalu. teknik pembelajaran dapat diatikan . Perubahan-perubahan tersebut timbul melalui fase-fase yang satu dengan yang lainnya bertalian secara berurutan dan fungsional. 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Suyitno (dalam Hernawati. Menurut A. 2007:22) ‘Model pembelajaran adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien’. sudah tentu di dalamnya terjadi perubahan-perubahan yang bertahap. Metode. menguatkan. Model pembelajaran mempunyai makna yang berbeda dari pada pendekatan.. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

hal tersebut dapat diatasi dengan cara menerapkan model-model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. strategi.13 sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Hakikat dan Pengertian Model TIK Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam rentang waktu yang sangat signifikan telah menjadi salah satu fondasi pembangunan bagi . Menurut Nn (2008) Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran. Oleh karena itu. Kemudian Apabila antara pendekatan. 3. 4) Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. dan model yang lainnya. Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dalam pelaksanaannya di lapangan. teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Model Pembelajaran berbasis TIK a. model pembelajaran berbasis pemecahan masalah. yaitu : 1) Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik. Jadi. Masingmasing model pembelajaran tersebut tentu saja memiliki kelebihan sekaligus kelemahan masing-masing. metode. 2) Tujuan pembelajaran yang akan dicapai 3) Langkah-langkah mengajar yang diperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal. model pembelajaran banyak jenisnya beberapa diantaranya adalah model pembelajaran berbasis TIK. maka dengan demikian pencapaian tujuan pembelajaran pun diharapkan dapat diperoleh secara maksimal.

mempercepat proses komunikasi yang lebih efektif serta efesien yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Pengertian TIK Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merambah ke berbagai sektor bidang kehidupan. Sebagian negara saat ini menganggap pemahaman tentang TIK dan penguasaan keahlian-keahlian dasar dan konsep-konsep TIK sebagai bagian dari jenjang pendidikan. Untuk mendefinisikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terdapat dua istilah yang perlu diperhatikan. realisasi. Informatika merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang membahas tentang desain. Pada dasarnya ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang bersifat menjelaskan berbagai gejala alam yang memungkinkan manusia melakukan serangkaian tindakan untuk menguasai gejala tersebut berdasarkan penjelasan yang ada (Suriasumantri. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merambah ke berbagai sektor bidang kehidupan. sedangkan sebagai homo sapiens karena ia selalu berpikir yang mencerminkan kaitan antara pengetahuan yang bersifat teoritis dengan teknologi yang bersifat praktis. bukan saja bidang pendidikan akan tetapi hampir semua aspek dalam kehidupan umat manusia yang bersifat multi dimensional. kebaikan. evaluasi dan penggunaan. menulis dan berhitung. dan dimensional. Manusia sebagai mahluk homo sapiens dan sekaligus sebagai homo faber telah mengembangkan teknologi yang menghasilkan berbagai keajaiban. kebaikan. bersama dengan membaca. Teknologi memberikan kemudahan.14 masyarakat modern. 1999). bukan saja bidang pendidikan akan tetapi hampir semua aspek dalam kehidupan umat manusia yang bersifat multi Teknologi memberikan kemudahan. Manusia disebut homo faber karena ia mahluk yang suka membuat peralatan. dan pemeliharaan b. dan mempercepat proses komunikasi yang lebih efektif serta efesien yang dapat meningkatkan kualitas . yaitu informatika (ilmu komputer) dan teknologi informatika.

dan retensi (daya ingat) yang lebih lama. kecepatan siswa dalam menguasai konsep yang dipelajari. menampilkan sajian dalam format dan desain yang menarik. c. misalnya penggunaan komputer yang tepat akan mampu meningkatkan kemampuan siswa. serta melayani perbedaan individual. bahwa komputer dapat memberikan pelayanan secara repetitif. Manusia disebut homo faber karena ia mahluk yang suka membuat peralatan. Pada dasarnya ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang bersifat menjelaskan berbagai gejala alam yang memungkinkan manusia melakukan serangkaian tindakan untuk menguasai gejala tersebut berdasarkan penjelasan yang ada (Suriasumantri. Pembelajaran ini akan memberikan nuansa baru yang mampu membangkitkan motivasi dan . Komputer merupakan salah satu media audio visual yang mampu mengemas bahan ajar dalam sebuah rangkaian animasi gambar atau suara sehingga membuat kesan menarik bagi siswa. Pembelajaran berbasis komputer adalah salah satu strategi atau bentuk pembelajaran dengan menggunakan media komputer untuk menyampaikan seluruh atau sebagian dari isi kandungan mata pelajaran. sedangkan sebagai homo sapiens karena ia selalu berpikir yang mencerminkan kaitan antara pengetahuan yang bersifat teoritis dengan teknologi yang bersifat praktis. Manusia sebagai mahluk homo sapiens dan sekaligus sebagai homo faber telah mengembangkan teknologi yang menghasilkan berbagai keajaiban. Pembelajaran Berbasis TIK Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional . Seperti yang dinyatakan oleh Kusumah (2004:3). animasi gambar dan suara yang baik. pembelajaran interaktif dengan media computer memiliki beberapa keuntungan.15 kehidupan manusia. Model pembelajaran TIK adalah sebuah model dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran dengan bahan pembelajaran interaktif dengan media komputer. Pembelajaran berbasis komputer ini diperlihatkan dalam suatu tampilan yang menjadikan aktivitas pembelajaran menjadi lebih menarik dan berkesan. 1999).

seperti film. Djamarah (2002) dan Sadiman. Teknologi Informasi dan Komunikasi memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. seperti taperecorder. (3) Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Fungsi TIK dalam Pembelajaran Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam hal internet sudah sedemikian pesatnya. yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan dalam wujud visual. seperti film sound slide. Penggunaan internet tidak hanya terbatas pada kegiatan bisnis semata. untuk membantu pembelajaran. yang menampilkan suara dan visual diam. namun pada saat ini kegunaan internet juga dapat digunakan untuk pembelajaran. Audiovisual gerak. Umar Hamalik (1986). 2) Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah . d. 2002. mengelompokkan media ini berdasarkan jenisnya ke dalam beberapa jenis : a) Media auditif. 137). karena pada dasarnya media mempunyai dua fungsi utama. misalnya dalam mengolah kata. dan media ini dibagi ke dalam dua jenis audiovisual diam. yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak. teknik penggunaan dan pemanfaatan media turut memberikan andil yang besar dalam menarik perhatian siswa dalam PBM.16 kreativitas siswa sehingga menuntut siswa terlibat aktif dan partisipatif dalam proses pembelajarannya. yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. yaitu media sebagai alat bantu dan media sebagai sumber belajar bagi mahasiswa (Djamarah. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik. dkk (1986). Dalam pelaksanaannya. b) Media visual. yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. c) Media audiovisual. video cassete dan VCD. yaitu (1) teknologi berfungsi sebagai alat (tools).

Walaupun materi pembelajaran melalui TIK berperan sebagai suplemen. Sekalipun sifatnya hanya opsional.17 kompetensi berbantuan komputer. Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. e. apabila peserta didik mempunyai pembelajaran kebebasan melalui memilih. atau menganjurkan para peserta didiknya untuk mengakses materi pembelajaran melalui TIK yang telah disediakan. akan Dalam memanfaatkan hal ini. Dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai: fasilitator. apabila materi pembelajaran melalui TIK diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. materi ada tidak kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran melalui TIK. (2). Tujuannya adalah untuk membantu mempermudah para siswa mengelola kegiatan pembelajaran sehingga para mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dan aktivitas lainnya dengan kegiatan pembelajaran. transmitter. Sebagai bagian dari pembelajaran. dan substitusi (Riyana. 2008). a) Keunggulan dan kelemahan TIK Keuntungan bagi siswa: (1). Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran melalui TIK diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) yang bersifat enrichment atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. dan evaluator. Dikatakan berungsi sebagai komplemen (pelengkap). mengggugah. TIK atau apakah tidak. Interaksi siswa dengan guru bisa dilakukan melalui e-mail Interaksi siswa dengan siswa bisa dilakukan melalui milis Interaksi siswa dan siswa dengan guru bersama-sama . komplemen. (3). Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan). para guru tentunya akan senantiasa mendorong. teknologi/TIK memiliki tiga kedudukan. yaitu sebagai suplemen. motivator.

(5). kreatif dan inovatif. (6). c) (1). (4). Dengan menerapkan metode tersebut diharapkan efektifitas dan efesiensi pengajaran . Efisien dan efektif Memperkecil kesalahan persepsi Mengatasi masalah kekurangan alat Mengembangkan kompetensi guru di bidang TIK. Mengembangkan TIK dengan belajar mandiri. (3). (3). Berkomunikasi dengan sesama guru secara nasional maupun internasional (7). (5). Memperoleh materi ajar secara cepat dan murah berbasis TIK Kelemahan pemanfaatan TIK: Penggunaan internet memerlukan infrastruktur yang memadai.18 (4). Guru dapat memnfaatkan teknologi tersebut untuk memberikan tugas kepada siswa melalui email dan pengumpulan tugas siswa juga dapat dilakukan melalui email. Penggunaan internet mahal Komunikasi melalui internet sering kali lamban. berinisiatif. (2). b) Interaksi siswa dengan pelajaran akan lebih dekat Mendapat sumber belajar alternatif yang tersedia secara luas. 4. Keuntungan bagi guru: (1). Pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tidak hanya terbatas dalam pengunaannya sebagi alat bantu dalam mengajar di kelas tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengerjaan tugas-tugas siswa. (2).

Powerpoint sebagai software presentasi ternyata sangat membantu guru dalam memancing minat dan . Selain itu. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur dan menu yang lengkap sehingga sebuah presentasi dapat dibuat semenarik dan seatraktif mungkin. penerapan TIK dalam pembelajaran biologi juga dapat dilakukan dalam bentuk e-learning. maka setelah guru menggunakan powerpoint. Dalam prakteknya di kelas. pemanfaatan aplikasi powerpoint membutuhkan dukungan perangkat keras (hardware) yaitu satu unit komputer portable yaitu laptop dan in-focus yang berfungsi sebagai wide-screen Dengan tersedianya aplikasi ini di pasaran. karena guru dalam presentasinya dapat menyisipkan suara tertentu atau bahkan lagu. Pemanfaatan aplikasi powerpoint sebagai technology based education dan multimedia learning secara bertahap sejatinya mulai diterapkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. kelas berubah menjadi “kelas” yang menyenangkan di mana di dalamnya terjadi kegiatan pembelajaran. Salah satu cotoh bahan ajar TIK adalah : a) Microsoft Powerpoint Microsoft Powerpoint merupakan aplikasi yang disiapkan oleh Microsoft Corporation untuk melakukan presentasi di depan publik yang terbatas. gambar lucu ataupun animasi yang menarik sehingga siswa merasa senang dan tidak bosan di kelas. Artinya. jika selama ini kelas dianggap siswa sebagai “penjara”. Dengan powerpoint telah terjadi revolusi cara mengajar guru. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran yang ada tidak selalu menggunakan buku– buku saja akan tetapi juga menggunakan dan memanfaatkan perkembangan teknologi. keterbatasan ruang dan waktu dapat teratasi karena siswa dapat mengupulkan tugasnya atau guru dapat memberikan tugas tanpa terhalang oleh keterbatasan ruang dan waktu. guru dapat memanfaatkan aplikasi powerpoint untuk kepentingan presentasi di kelas. Kegiatan pembelajaran akan sangat menarik dan menyenangkan di mata siswa.19 dapat ditingkatkan. yaitu internet.

video dan audio Variasi animasi Insert flash. (5). guru memiliki banyak pilihan menampilkan kegiatan pembelajaran sekreatif mungkin untuk kepentingan belajar siswa. Adanya kejelasan pesan yang membantu mempermudah . (2). Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan ketika akan membuat presentasi pembelajaran dengan menggunakan microsoft powerpoint adalah: (1). (4). warna dan grafik Menggabungkan file. Aspek Pembelajaran: (a). Di samping itu. Pemilihan topik harus sesuai dengan kurikulum (c).20 motivasi siswa untuk belajar. (3). Adanya konsistensi antara materi dan tujuan pembelajaran. suasana kelas menjadi aktif dan siswa merasa senang dengan presentasi yang ditampilkan guru. Di samping itu. (8). (7). Hyperlink Navigasi Insert pTIKure. Substansi materi harus sesuai dengan konsep dan teori yang benar. Variasi background Variasi teks. (6). (e). Dengan powerpoint guru menjadi leluasa untuk berimprovisasi merencanakan pembelajaran yang atraktif karena fasilitas yang ada pada aplikasi powerpoint sangat lengkap untuk membuat presentasi yang tidak membosankan. Aktualitas (sesuai dengan perkembangan mutakhir). (b). (d). Di antara fitur yang tersedia dalam microsoft powerpoint yang dapat digunakan oleh guru dalam membuat presentasi pembelajaran adalah: (1).

atau bimbingan. Movie dan animasi untuk memperjelas pesan. 2002) mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Teks harus memperhatikan jenis font. b) E-learning Jaya Kumar C. (2). (d). Atau e-learning didefinisikan sebagai berikut: e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning phone bridging. (c). Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. (f). mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN. atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran.21 memahami konsep dan memperjelas pemahaman. interaksi. (f). ukuran dan warna. Navigasi perlu memperhatikan penempatan navigasi dan bentuknya yang mudah menarik perhatian. satellite transmissions. Pemilihan KD yang divisualkan terutama yang bersipat verbal. WAN. (e). Suara mencairkan suasana kelas. Pemberian contoh untuk membantu penjelasan (g). tenaga dan biaya. Koran (2002). audio and videotapes. Efisiensi dengan memperhatikan waktu. teleconferencing. Tampilan layar presentasi seperti warna dan tata letak harus memperjelas ilustrasi. and the more recognized web-based training or computer aided . (b). Aspek Teknis: (audio) digunakan untuk memperjelas konsep dan (a). Sedangkan Dong (dalam Kamarga.

atau pengganti (substitusi). animasi.(Siahaan. Internet. pelengkap (komplemen). Hal ini senada dengan Cambell (2002). satelit. Haryono dan Librero. apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih. apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik bagi atau tidak. tape audio/video. Rosenberg (2001) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. b. 2002). a. Komplemen (tambahan) . Ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction). Bahkan Onno W. Suplemen Dikatakan berfungsi sebagai supplemen (tambahan). TV interaktif dan CD-ROM adalah sebagian dari media elektronik yang digunakan Pengajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’ (pada waktu yang sama) ataupun ‘asynchronously’ (pada waktu yang berbeda). yaitu sebagai suplemen yang sifatnya pilihan/opsional. Materi pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks. grafik. Intranet. Sekalipun sifatnya opsional. tidak ada kewajiban/keharusan pesertadidik mengakses materi pembelajaran elektronik. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam elearning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Kamarga (2002) yang intinya menekankan penggunaan internet dalam pendidikan sebagai hakekat e-learning. Ia juga harus menyediakan kemudahan untuk ‘discussion group’ dengan bantuan profesional dalam bidangnya. peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. 2002). audio dan video. simulasi.22 instruction also commonly referred to as online courses (Soekartawi. Dalam untuk hal ini.

apabila kepada peserta didik yangmengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatapmuka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Bates (Bates. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas. Substitusi (pengganti) Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. yaitu: 1) Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik . 2002). Wulf (Wulf. Dikatakan sebagai program remedial. c. Menurut A. 1995) dan K. Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment. 1996) manfaat Pembelajaran elektronik Learning (e-Learning) itu terdiri atas 4 hal.23 Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis. W. apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka.Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-harin siswa. E-learning juga membeerikan manfaat yang bersar dalam proses pembelajaran.

Kesempatan belajar benar-benarterbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan. pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran.24 dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). . Siapa saja. baik antara peserta didik dengan guru/instruktur. maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat. antara sesama peserta didik. berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukanpertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja (Dowling. dapat diserahkan kepada guru begitu selesai dikerjakan. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet. Apabila dirancang secara cermat. 2002). Hal ini disebabkan karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional. Dengan fleksibilitas waktu dan tempat. seseorang dapat belajar. Ruang dan tempat sert waktu tidak lagi menjadi hambatan. 3) Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach aglobal audience). 2) Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). dan kapan saja. Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. 4) Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran. kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. di mana saja. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru.

f) Guru memberikan kesimpulan. menemukan. b) c) d) Guru mempersiapkan bahan ajar berbasis TIK dalam pembelajaran. Model Pembelajaran Konvensional Menurut Djamarah (dalam Ariyanti. 6. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah.penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan. 5. siswa diminta memberikan komentar terhadap pekerjaan siswa yang lain. baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian guru selaku penanggungjawab atau pembina materi pembelajaran itu sendiri. Langkah-langkah pembelajaran TIK a) Siswa ditugasi untuk menjelajahi internet dan berbagai situs yang tersedia sebanyak mungkin untuk mencari. e) Untuk setiap tugas.25 Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak (software) yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Di samping itu. Siswa diberi tugas dan siswa mengirimkan tugas tersebut melalui e-mail. dan mengunduh pelajaran yang akan dicapai. 2010 : 13) “ metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah. Siswa berinteraksi dengan guru tentang yang disampaikan guru. karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat .

bahwa pembelajaran konvensional mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : a. dapat berupa tes . itu b. Semua kegiatan didominasi oleh guru. sehingga siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. 2008 : 16). Pembelajaran konvensional cenderung mengakibatkan siswa menjadi pasif karena siswa hanya menerima semua materi yang dijelaskan oleh guru. Siswa harus mengikuti cara belajar yang dipilih oleh guru dengan patuh mempelajari urutan yang diterapkan dan kurang sekali mendapatkan kesempatan untuk menyatakan pendapatnya. 7.26 komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran dalam pembelajaran konvensional ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan. Untuk mengetahui hasil belajar para peserta didiknya. Apalagi jika hal ini dibahas dalam konteks belajar di lingkungan pendidikan terutama di sekolah. Pengertian Prestasi Belajar Jika kita membicarakan mengenai belajar. c. Prestasi Belajar a. dan jika kita membicarakan mengenai hasil belajar maka kita tidak akan pula terlepas dari membicarakan bagaimana prestasi belajar. tentu saja kita tidak akan terlepas dari bagaimana hasil belajar itu sendiri. maka guru akan mengukur hasil belajar para peserta didiknya tersebut dengan melakukan penilaian terhadap hasil belajar mereka misalnya melalui tes. serta pembagian tugas dan latihan “. Menurut Subiyanto (dalam Siska. Guru biasanya mengajar dengan berpedoman pada buku Tes atau evaluasi biasanya bersifat sumatif dengan maksud untuk Peserta didik tidak mengetahui apa tujuan mereka belajar pada hari mengetahui perkembangan siswa d.

Bagaimana pula prestasi belajar para peserta didik ini jika dibandingkan dengan peserta didik yang lain. dan hapalan). Dalam proses pendidikan prestasi dapat diartikan sebagai hasil dari proses belajar mengajar yakni. Muhamad : 2008). 1) Ilmu pengetahuan (pengenalan. Muhamad (2008): Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional. Ketiga domain itu adalah penetahuan (kognitif). yang meliputi pengetahuan tentang terminologi. dan keterampilan (psikomotor). atau perubahan tingkah laku yang dapat diukur dengan tes tertentu. b. terdapat tiga domain pengembangan individu dalam proses belajar untuk mendapatkan perubahan dan pengembangan potensi diri yang dimiliki sehingga dapat diperoleh karakter yang dikehendaki. sikap (afektif). penguasaan. Kemudian setelah penilaian terhadap hasil belajar ini selesai barulah dapat dilihat sejauh mana prestasi para peserta didik tersebut. Jenis Jenis Prestasi Belajar Menurut Taksonomi Blood dalam Sa’diyah (1992: 82-90). Wilayah pengembangan intelektual (kognitif) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. kebiasaan. . Syah (dalam A. “Istilah prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu dari kata “prestatie”. setelah selesai membahas satu pokok bahasan atau bab.’ Sedangkan menurut A.27 pada setiap akhir pembelajaran. Muhamad:2008) menjelaskan bahwa ‘Prestasi belajar merupakan taraf keberhasilan murid atau santri dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah atau pondok pesantren dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu. perubahan emosional. dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha” (A. dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu. atau pula dapat berupa tes pada setiap akhir semester atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ujian Akhir Semester (UAS). ukuran fakta. perseptual. Kemudian M. a.

dan analisis contoh. dalam bentuk kemampuan menguraikan. 2) Pengertian (pemahaman) yang meliputi terjemahan. kecondongan untuk . dan menggeneralisasikan. walaupun penelitian tentang prestasi peserta didik ini berfokus pada domain kognitif saja atau bidang akademik siswa. penulis juga akan mengulas sedikit domain yang lain walaupun tidak diteliti dalam penelitian ini. penafsiran. metodologi. 3) Valuing (penilaian) meliputi penerimaan suatu nilai. menafsirkan. Kelima aspek di atas merupakan fokus penelitian ini. dan dapat mendefinisikan dengan bahasa sendiri. 2) Responding (reaksi jawaban) yang meliputi menyerahkan dalam jawaban. menghubungkan menyimpilkan dan mengklasifikasikan. 5) Sintesis (membuat perpaduan) meliputi hasil komunikasi tunggal. berperan serta. dan kelaziman. analisis hubungan. dan ekstrapolation dalam bentuk kemampuan menjelaskan. menyimpulkan. memberi kritik dan memberikan pertimbangan dan penilaian. hasil atau rencana. dan mengontrol perhatian yang terpilih. 3) 4) Aplikasi (penerapan) dalam bentuk kemampuan memberikan Analisis. b. Wilayah Pengambangan sikap (afektif) mencakup aspek-aspek sebagai berikut. kerelaan untuk menjawab. dalam bentuk kemampuan menunjukkan sikap meneerima atau menolak. menggunakan dengan tepat. 6) Evaluasi/ kesimpulan meliputi pembuktian dari dalam luar. 1) Receiving (penerimaan) yang meliputi kesadaran. dalam bentuk kemampuan menghubungkan. prinsip-prinsip. dalam bentuk menafsirkan. kerelaan menerima. azas. hasil dari hubungan yang abstrak. serta teori dalam bentuk kemampuan menunjukan kembali.28 penggolongan jenis. kepuasan dan tanggapan. dalam bentuk kemampuan kesediaan terlibat. dan memecahkan masalah. meliputi analisis unsur. memanfaatkan atau meninggalkan.

yang meliputi imitation. analisis. 4) Internalisasi (pendalaman) meliputi pemberian makna atau paham suatu nilai. artixulation. internalisasi. 2) Manipulation (memperbanyak) meliputi mengikuti secara langsung. maka prestasi belajar digolongkan dalam tiga jenis. yang meliputi kemampuan pengetahuan. dan karakterisasi.29 suatu nilai. dalam bentuk kemampuan melembagakan atau meniadakan. 2) Prestasi afektif. . responding. meliputi otomatisasi dan menghias interior. 5) Karakterisasi (penghayatan) nilai. pemilihan. lukisan yang sesuai dengan sifat. c. Wilayah Pengembangan psikomotor (keterampilan). 3) Prestasi psikomotor. yaitu: 1) Prestasi Kognitif. dan mengingkari. kepercayaan akan hal-hal tertentu. naturalization. 3) Precision (ketelitian). Berdasarkan banyak wilayah pengembangan dalam proses belajar menurut Bloom di atas. 5) Naturalization (mengalamikan). dan pendekatan. organisasi sistem penilaian. meliputi mengurutkan dan menyelaraskan. dan evaluasi. yang mencakup aspekaspek berikut: 1) Imitation (peniruan). pengertian aplikasi. dalam bentuk kemampuan meyakini. dalam bentuk kemampuan memandang penting. manipulation. meliputi dorongan hari dan pengulangan terangterangan. indah dan harmonis. yane meliputi kemampuan receiving. sintesis. memproduksi kembali dan memeriksa 4) Artixulation (pengucapan dengan nyata sesuai dengan apa adanya). mengakui. valuing. bermanfaat. meniadakan dalam pribadi atau tingkah laku sehari-hari. precision.

a. b.30 8. Yang penting adalah kemampuan mengingat keterangan dengan baik dan banar. f. atau mengingat materi yang sudah dipelajari dari yang sedarhana sampai pada teori yang sukar. mengacu pada kemampuan menggunakan atau menerapkan materi yang sudah dipelajari pada situasi yang baru dan menyangkut penggunaan aturan. 1995:132). Pengetahuan (knowledge). Penerapan. 9. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Muhibin Syah. Analisis. mengacu kepada kemampuan memahami makna materi. Pemahaman. mengacu pada kemampuan mengenal. adalah mengetahui garis-garis besar indikator dikaitkan jenis prestasi yang hendak diungkap atau diukur. c. Indikator Prestasi Belajar Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dari data hasil belajar siswa sebagaimana terurai di atas. e. mengacu pada kemampuan memadukan atau komponen-komponen sehingga membentuk suatu pola struktur atau bentuk baru. Sintesis. faktor yang mempengaruhi belajar siswa diantaranya : . Adapun yang menjadi indikator prestasi menurut taksonomi Bloom (Winkel:1996:245-247) sebagai barikut. sehingga struktur dan aturannya dapat lebih dimengerti. Evaluasi. d. mengacu pada kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilai-nilai materi untuk tujuan tertentu. mengacu pada kemampuan menguraikan materi kedalaman komponen-komponen atau faktor penyebabnya dan mampu memahami hubungan di antara bagian yang satu dengan yang lainnya.

yakni jasmani dan rohani siswa. 10. akan memperbesar pekuang terjadinya verbalisme. . Setiap orang pasti ingin pekerjaan yang dibuatnya dapat diselesaikan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan. b. Faktor pendekatan belajar (approach to learning). yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa). dan juga mempunyai kreatifitas yang tinggi dan memuaskan dalam perkembangan mereka di kehidupan kelak.31 a. c. siswa cukup dapat mengawasi suatu berita.” Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan adanya penyimpangan pemahaman oleh siswa. Kit Lay Bourne ( 1985 : 82 ) menyatakan bahwa “ penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua. benda. Apalagi dalam proses belajar mengajar yang tidak menggunakan media dimana kondisi siswa tidak siap. dengna demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Pengertian Media Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. khususnya menggunakan presntasi power point dimana anak didik mempunyai keinginan untuk maju. ataupun segala sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang berguna bagi anak didik dalam pembelajaran. Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian harfiahnya juga terdapat manusia didalamnya. Masalahnya adalah bahwa siswa terlalu banyak menerima sesuatu ilmu dengan verbalisme. Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “ medium “ yang berarti “ pengantar atau perantara “. yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. dan bagaimana dengan adanya media berbasis TIK tersebut. Media merupakan alat Bantu yang dapat memudahkan pekerjaan. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa).

jelaslah bahwa memilih media tidak mudah.. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut. Arief S. Arief S. Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinakn anak muda untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan. dalam hal ini media yang digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor. Sadiman ( 1996 : 83 ) mengatakan bahwa : Ditinjau dari kesiapan pengadaannya. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka. Sadiman ( 1984:6 ) mengatakan bahwa media “ adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti film. 11. media dikelompokkan dalam dua jenis. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa.32 Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu mencipatakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya. buku dan kaset “. yaitu media jadi karena merupakan komoditi perdagangan yang terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai ( media by utilization ) dan . RE Clark ( 1996 : 62 ) mengungkapkan bahwa “ the of of media to encourage student to invest more afford in hearing has along history “. Bertitik tolak dari pendapat tersebut. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Penggunaannya Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah.

Namun terdapat beberapa langkah pada masing-masing tahap yang belum dilaksanakan secara jelas. pemanfaatan TIK sebagai suatu sistem. dan evaluasi. 13. Perangkat keras (hard ware) yang difungsikan dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit computer lengkap yang sudah terkoneksikan dengan LCD Proyektor. Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media Komputer dan LCD Proyektor meupakan media rancangan yang mana di dalam penggunaannya sangat diperlukan perancangan khusus dan didesain sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan. Dengan kata lain. pengelolaan. pengelolaan sistem penyampaian. dan evaluasi fektifitas implementasi TIK secara menyeuruh. pengembangan/produksi. pemanfaatan. 12. misalnya pengembangan sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK. Kerangka Pemikiran . juga masih memiliki beberapa hambatan. Dengan demikian media ini hendaknya menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran khususnya IPA. Pengkajian hasil Penelitian Terdahulu Hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh saudara Herman Dwisurjono dan Abdul Gafur tentang pemanfaatan TIK untuk peningkatan mutu pembelajaran SMA menunjukan bahwa responden termasuk baik atau tinggi. potensi untuk mengimplementasikan TIK di SMA termasuk tinggi karena didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi tinggi. Implementasi TIK pada umumnya telah dilaksanakan secara sistematis dengan mengikuti model mulai dari disain.33 media rancangan yang perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu.

daya serap. dan prestasi belajar. Keberhasilan pendidikan banyak ditentukan oleh pendidik dalam menggunakan model pembelajaran. d. 14. agar bisa memberikan kecerahan berfikir bagi peserta didik yang dapat menghasilkan hasil belajar yang baik bagi peserta didik. kurikulum. Tentunya dengan mengikuti perkembangan teknologi. Hipotesis Kerja Dari kerangka pemikiran di atas. Tujuan dari pembelajaran adalah untuk mehghasilkan prestasi bagi peserta didik. Prestasi belajar mata pelajaran IPA di kelas V SDN Montong Sekar I dapat ditingkatkan dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK melalui program Microsoft Power Point. Maka dari itu penulis menilai model pembelajaran berbasis TIK berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. presensi siswa. . afektif. dan psikomotor. maka pendidik harus memiliki keahlian dalam menggunakan metode dan model yang efektif dan efisien. yang secara singkat menjadi kognitif. Dan tentunya prestasi peserta didik tidak terlepas dari pengaruh indikator. Berdasarkan tujuan ini. presensi guru. Pembelajaran TIK adalah pendekatan pembelajaran menggunakan bahan pembelajaran interaktif dengan media komputer. Tanggapan guru tentang media pembelajaran berbasis TIK dengan progam Microsoft Power Point dalam kegiatan belajar mengajar positif. maka hipotesis Kerja penelitian ini adalah : a. tentunya tidak akan lepas dari indikator-indikator prestasi belajar. Indikator-indikator tersebut berlaku untuk menentukan pengaruh model pembelajaran berbasis TIK dalam pembelajaran matematika. Adapun tujuan umum pembejalaran matematika adalah agar siswa dapat memahami pelajaran matematika.34 Pemilihan dan penggunaan metode mengajar memiliki arti penting untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan.

b. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang penggunaan teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) progam Microsoft Power Point sebagai media pembelajaran inovatif. c. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan. Populasi terdiri dari siswa putra 18 dan siswa putri 15 dengan jumlah seluruhnya 33 siswa.35 e. d. yang dipakai untuk tujuan eksplorasi. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dan wilayah generalisasi penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Montong Sekar I Kecamatan Montong Kabupaten Tuban tahun pelajaran 2011/2012. F. Efektifitas pengggunaan media pembelajaran berbasis TIK progam Microsoft Power Point dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi dan persentase. Metodologi Penelitian a. Alokasi Waktu Tabel rencana waktu pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut : No 1 2 3 Kegiatan Persiapan Proposal Bimbingan Proposal Seminar Proposal Okt 3 4 Nop 2 3 Des 2 3 Waktu Jan 1 2 3 Peb 2 3 Mar 2 3 1 4 1 4 4 1 4 1 4 . E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Sampel penelitian diambil secara total sampling.

diambil 27 Februari 2006. Rahadi.com).html).pendidikan. [online]. Metode Penelitian Pendidikan.kompas. Bandung : Sinar Baru Algesindo Andhika. Jakarta: Bumi Aksara Marsell Ruben Payong. Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Pendidikan. (www. Good Bye Teacher.com/doc/32973174/Pembelajaran-Berbasis-Ict. (2009). Evaluasi Proses Hasil Pembelajaran Matematika (PHPM).(2008). M. Rahadi. Diambil 24 Februari 2006. (2005). Bandung : Alfabeta. (2010). (2005). Jakarta: Gaung Persada.(2005). Bandung: CV Alfabeta Rusli. Garut: tidak diterbitkan. Internet dan Pendidikan. Daftar Pustaka Ahmad dan Nana. (www.us/mangkoes6-04-2. Apa itu Internet ? (www. O . Modul STKIP. . (2009). (2002).36 4 5 6 7 8 Persiapan Penelitian Penelitian Pengumpula n Data Pengolahan Data Analisis Data G.net). (2007). Penelitian Tindakan. Riduwan.com). (2004). Pemanfaatan Media Massa Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Di Tingkat Persekolahan. Model Pembelajaran. Hamalik.scribd. (http://artikel. Arif A Mangkoesapoetro. Teknologi Pengajaran. Modul STKIP. Philip Rechdalle.N. M. diambil 24 Februari 2006. Sugiyono. Proses Belajar Mengajar. diambil 25 Februari 2006.andhika. Jakarta : PT Bumi Aksara Hamzah.(2005).Penerapan TIK dalam pembelajaran. Noni. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian.tersedia: http://www. Garut: tidak diterbitkan.

Surjono dan abdul. Garut:STKIP.tersedia: http://www.ac..37 Sundayana. 2010. Sundayana. Potensi Pemanfaatan ICT Untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran Sma Di Kota Yogyakarta.journal.uny.id/index. Garut: STKIP. Komputasi Data Statistik. (2010). (2002).[online].php/cp/article/view/337/pdf . R. R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful