P. 1
Konstruksi Gender Dalam Musik Indonesia)

Konstruksi Gender Dalam Musik Indonesia)

|Views: 196|Likes:
Published by Suhadi Rembang
musik, identitas sosial, rekayasa musik, kesetaraan gender
musik, identitas sosial, rekayasa musik, kesetaraan gender

More info:

Published by: Suhadi Rembang on Nov 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

KONSTRUKSI GENDER DALAM MUSIK (INDONESIA

)

suatu analisis kritis terhadap buku
"Women and Popular Music: Sexuality, Identity and Subjectivity; By Sheila Whiteley"

Disusun oleh: TriVVahyuni Kudus(0301510030) Suhadi Rembang (0301510058) Sugiyo Blora (03015100 )

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PASCASARJANA UNNES NOVEMBER, 2011

Page

I

1

ABSTRAK

Musik bukablah barang gratis yang siap disajikan begitu saja. Musik telah membangun relasi dengan mesra terhadap identitas sosial. Dengan demikian, musik juga memiliki energi untuk mengkooptasi dan menghegomoni pada penikmatnya, hingga membentuk identitas sosial apa yang diharapkan seperti yang termuat dalam lirik dan visualnya. Dalam makalah ini memuat tentang musik, identitas sosial, rekayasa musik, dan kesetaraan gender, yang pada awalnya berangkat dari tulisan Sheila Whiteley dengan studi mendalam pada musik blues oleh Janis Joplin. Kata kunci: musik, identitas sosial, rekayasa musik, kesetaraan gender

Page

I

2

A.

PENDAHULUAN

Makalah ini memuat tentang review buku dan hubungannya dengan fenomena sosial di Indonesia yang dapat didiskusikan dari buku yang di review. Sheila Whiteley dalam bukunya yang berjudul "Women and Popular Music: Sexuality, Identity and Subjectivity" meneliti beberapa wanita penting dalam musik populer, dan cara-cara dimana mereka memberikan kontribusi ke musik serta perjuangan mereka dalam budaya didominasi laki-Iaki dan industri. Langkah mendekonstruksi musik seperti yang dilakukan oleh Janis Joplin, menurut Sheila Whiteley, merupakan peranan sosial yang mengusung kesetaraan dan keadilan gender. Dengan menyertakaan beberapa catatan tentang musik di Indonesia dan muatan ideologi yang ada dalam lirik musik (Indonesia), serta bagaimana rekayasa sosial tentang musik Indonesia yang harus di usung, menjadi perhatian penuh dalam makalah ini. B. REVIEW BUKU
i

Dalam bagian review buku ini , memuat dua bagian, yaitu review umum dan review buku pada bagian empat. Review umum memuat tentang substansi umum dari buku Sheila Whiteley. Selanjutnya review khusus, bagian empat memuat tentang diskursus wanita dan musik serta hubungannya dengan gerakan feminisme. Berikut ulasan singkatnya. 1. Review Umum

Sheila Whiteley dalam bukunya yang berjudul "Women and Popular Music: Sexuality, Identity and Subjectivity" meneliti beberapa wanita penting dalam musik populer, dan cara-cara di mana mereka memberikan kontribusi ke musik serta perjuangan mereka dalam budaya didominasi laki-Iaki dan industri. Dengan contoh-contoh pendahuluan, diskografi, indeks, dan musik. Secara umum Sheila Whiteley dalam bukunya berusaha untuk lebih lanjut bahwa pusat perdebatan tentang peran musisi perempuan dalam industri yang didominasi oleh lakilaki. Sekarang ada dasar untuk menerima bahwa arah teoritis interdisipliner memiliki relevansi dalam bidang musicological, dan, apalagi, bahwa isu-isu subjektivitas, identitas, dan seksualitas yang berkaitan dengan anal isis tekstual. Dibungkus dalam kekayaan sejarah, fakta musik, dan biografi, tujuan Sheila Whiteley adalah untuk mengekspos perubahan peran musisi perempuan yang spesifik dalam konteks tiga puluh tahun sejarah pop. Kronologis dalam organisasinya, penawaran buku dengan studi kasus yang dipilih, pemain yang dianggap Whiteley katalis dalam genre masing-masing. 2. Review Bagian 4: Try, Just a Little Bit harder

Buku Sheila Whiteley pada bagian empat ini memuat tentang pencarian identitas personal seorang perempuan, dari lagu, khususnya dari lirik lagu Janis Joplin", Berikut ini merupakan lirik lagu asli dari Janis Joplin.

Page

I3

Gambar. Janis Joplin

5umber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/d/de/Janis "Try (Just A Little Bit Harder)" Try, try, try just a little bit harder So I can love, love, love him, I tell myself Well, I'm gonna try yeah, just a little bit harder So I won't lose, lose, lose him to nobody else. Hey! Well, I don't care how long it's gonna take you now, But if it's a dream I don't want No I don't really want it If it's a dream I don't want nobody to wake me. Yeah, I'm gonna try yeah, just a little bit harder So I can give, give, give, give him every bit of my soul. Yeah, I'm gonna try yeah, just a little bit harder So I can show, show, show him love with no control. Hey! I've waited so long for someone so fine I ain't gonna lose my chance, no I don't wanna lose it, Ain't gonna lose my chance to make you mine, all mine. All right, get it! Yeah! Try yeah, try yeah, hey, hey, hey, try yeah, Oh try whoa! Whoa, whoa, whoa, whoa, Oh anybody, oh anybody, oh anybody, Try oh yeah (just a little bit harder) Whoa I gotta try some more, I said try yeah, aw I said try, I said try try try try try try, Oh try oh yeah, try oh yeah! Hey hey, I gotta talk to my man now, You know I, I gotta feel for my man now, I said I, I gotta work for my man now,

Lyn Joplin.jpg

Page

I4

You know I, I gotta hurt for my man now, I think-a every day for my man now, You know it, every way for my man now. I say try, try yeah, oh try yeah, Hey hey hey, try yeah-hey, oh, try ... Dalam terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut

"Coba (Hanya sedikit lebih keras)" Coba, coba, coba saja sedikit lebih keras Jadi aku bisa kasih, cinta, cinta dia, batinku Yah, aku akan mencoba ya, hanya sedikit lebih keras Jadi saya tidak akan kehilangan, kehilangan, kehilangan dia untuk orang lain. Hei! Yah, aku tidak peduli berapa lama itu akan membawa Anda sekarang, Tapi kalau itu mimpi saya tidak ingin Tidak, aku tidak benar-benar menginginkannya Jika itu mimpi saya tidak ingin ada yang membangunkan saya. Ya, aku akan mencoba ya, hanya sedikit lebih keras Jadi saya bisa memberi, memberi, memberi, memberi dia setiap sedikit jiwaku. Ya, aku akan mencoba ya, hanya sedikit lebih keras Jadi saya bisa menunjukkan, menunjukkan, tunjukkan kepadanya cinta dengan tidak ada kontrol. Hei! Saya sudah menunggu begitu lama untuk seseorang yang begitu baik Aku tidak akan kehilangan kesempatan, tidak, saya tidak ingin kehilangan itu, Apakah tidak akan kehilangan kesempatan saya untuk membuat Anda milikku, milikku. Baiklah, mendapatkannya! Ya! Coba ya, coba ya, hei, hei, hei, coba ya, Oh coba whoa! Whoa, whoa, whoa, whoa, Oh siapa pun, siapa oh, oh siapa pun, Cobalah oh yeah (hanya sedikit lebih keras) Wah aku harus mencoba lagi, Aku berkata mencoba ya, aw kataku mencoba, Aku berkata coba coba coba coba coba coba, Oh oh yeah coba, cobalah oh yeah! Hei hei, aku harus berbicara dengan laki-Iaki saya sekarang, Kau tahu aku, aku harus merasakan laki-Iaki saya sekarang, Aku bilang aku, Aku harus bekerja untuk laki-Iaki saya sekarang, Kau tahu aku, aku harus terluka untuk pria saya sekarang, Saya pikir-setiap hari untuk manusia sekarang, Kau tahu itu, setiap cara bagi manusia saya sekarang. Saya katakan mencoba, coba ya, oh ya coba, Hey hey hey, coba ya-hei, oh, coba ...

Page

I5

3.

Kehidupan Sosial Budaya Janis Joplin

Perempuan dan musik populer mengeksplorasi perubahan peran musisi perempuan dan cara-cara di mana lagu-Iagu mereka beresonansi dalam budaya populer. Sheila Whiteley dimulai dengan memeriksa sikap reaksioner kontra-budaya untuk perempuan melalui lirik dari The Beatles dan The Rolling Stones. Dia mengeksplorasi cara-cara di mana artisartis seperti Joplin dan Joni Mitchell menghadapi isu seksualitas dan kebebasan, mendefinisikan partisipasi perempuan dalam industri, dan menilai biaya pribadi dari prestasi mereka. Dia menganggap bagaimana bintang-bintang seperti Annie Lennox, Madonna dan kd lang telah dihadapkan masalah stereotip gender dan seksualitas, melalui video pop untuk "Justify My Love" dan "Sweet Dreams (Are Made of This)", dan melihat pentingnya kekekalan/substansi dari pencipta lagu penyanyi-melalui artis seperti Tracey Chapman. Terakhir, ia menilai kontribusi seniman kontemporer termasuk Tori Amos, PJ Harvey dan Courtney Love, dan bertanya apakah Spice Girls hanya sebuah "cartoon feminist pop group" atau jika mereka memberikan model peran yang positif bagi remaja putri. Janis Joplin dalam review biografi artis dikabarkan'", juga melakukan banyak untuk mendefinisikan kembali peran perempuan yang keras, apa adanya, vulgar, dan electrifying keberadaan di atas panggung. Banyak orang mengkritik bahwa Janis Joplin mengalami kesulitan kepribadian dan ketidakbahagiaan hidup bersama masyarakat konservatif. Mereka mengakui, Janis berusaha untuk bertanggung jawab untuk mengangkat perempuan dari kubangan sosial yang menjerat yang membuat tidak berdaya. Terlepas dari gerakan feminisme melalui musik yang diusung oleh Janis Joplin, Janis merupakan perempuan yang kecanduan akan obat, alkoholisme, dan hubungan pribadi yang mudah putus. Namun dibalik itu, Janis telah melakukan dekonstruksi dan sekaligus rekonstruksi, bahwa perempuan harus keluar dari konstruksi gender dominasi laki-Iaki, dengan ditampilkan nyata dengan lirik lagu yang melengking dengan terkesan mengorbankan kehalusan. Dalam sumber lainnya rnengabarkan" Janis, bahwa saat remaja, ia menjadi kelebihan berat badan dan kulitnya pecah begitu buruk dia pergi dengan luka yang mendalam. Anak-anak lain di sekolah tinggi secara rutin mengejek dan menyebutnya nama-nya seperti "babi", "aneh" atau "merayap".

c.
1.

STUDI PUSTAKA Musik dan Ideologi "Common Roorn'" memberikan catatan tentang musik dan ideologi".

Dalam catatan

Musik dan ideologi sejauh ini merupakan dua wilayah yang terkadang beririsan antar satu dengan yang lain. Di era 1960-an yang dianggap sebagai periode generasi emas 'baby boomers', musik merupakan media populer yang ikut menyebarkan ideologi tentang cinta dan perdamaian. Selanjutnya dalam perkembangan musik punk dan hardcore misalkan, kita juga dapat menemukan berbagai bentuk cerminan ideologi semisal gagasan tentang anarkisme, sosialisme, environmentalisme, kesetaraan gender, dan sebagainya.

Page

I6

Contoh lain dalam perkembangan musik Barat, kita juga dapat memperhatikan bagaimana Radiohead ataupun Rage Against The Machine secara lantang menyebarkan ideologi tertentu di dalam karya musik mereka. Walaupun tidak selalu tampil secara utuh, dunia musik merupakan media yang kerap digunakan untuk menyampaikan gagasan ataupun ideologi para penciptanya. 2. Musik dan Indentitas Sosial
vii

Dalam studi Roe menemukan bahwa musik memainkan peran sentral dalam proses konstruksi identitas orang muda. Musik juga ditemukan sebagai perspektif yang menekankan pentingnya musik dalam pembangunan berbagai identitas kelompok yang berbeda. Lagu, sebagai sebuah produk budaya, antara lain berbicara tentang kehidupan seharihari, kondisi zaman pada saat lagu tertentu diciptakan, dinyanyikan, dan diterima oleh rnasvarakatnva'". Kondisi zaman membedakan apa dan bagaimana sebuah lagu dinyanyikan. Dalam studi" selanjutnya melaporkan bahwa aura hiper-maskulin yang mengelilingi

musik rap menarik keinginan remaja. Mereka menggunakan musik rap untuk memberontak terhadap batasan-batasan orang tua mereka dan masyarakat kulit putih, secara umum. 3. Konsep Gender dan Musik

Dalam Bem Sex-Role Inventory (BSRI) diuraikan lebih lanjut tentang dimensi feminitas dan maskulinitas. Dimensi feminitas mencakup ciri-ciri sebagai berikut": Penuh kasih sayang; menaruh simpati/perhatian kepada orang lain; tidak penuh pengertian; mudah iba/kasihan; pendengar yang baik; berhati lembut; senang terhadap anakanak; lemah lembut; senang jika dirayu, berbicaradengan suara yang keras; mudah sopan; dan bersifat kewanitaan. Sementara itu dimensi maskulinitas mencakup memikirkan diri sendiri; hangat dalam pergaulan; mengalah; malu; merasa terpengaruh; polos/naif;

em-ern

sebagai

berikut:

Mempertahankan pendapat/keyakinan sendiri; berjiwa bebas/tidakterganggu dengan pendapat orang; berkepribadian kuat; penuh kekuatan (fisik); mampu memimpin atau punya jiwa kepemimpinan; berani mengambil resiko; suka mendominasi atau menguasai; punya pendirian atau berani bersikap; agresif; percaya diri; berpikir analitis atau melihat hubungan sebab akibat; mudah membuat keputusan; mandiri; egois atau mementingkan diri sendiri; bersifat kelelaki-Iakian; berani bersaing atau kompetisi; dan bersikap/bertindak sebagai pemimpin. 4. Konstruksi Gender dalam Musik antara laki-Iaki dan perempuan secara alami (biologis) dalam berbagai

Perbedaan

konteks budaya seringkali mendasari diferensiasi

peran (division of labor) yang ada. Hal

Page

I7

ini dibuktikan

oleh

Utomo"

dalam

studinya

tentang

konstruksi

peran laki-Iaki

dan

perempuan dalam proses pendidikan musik. Menurut Utomo, konstruksi peran laki-Iaki dan perempuan dalam proses pendidikan musik terjadi pada lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Realitas obyektif yang mencakup berbagai pandangan, sikap, perilaku, dan pemberian makna terhadap diferensiasi peran laki-Iaki dan perempuan berdasarkan budaya (nuture) yang terdapat dalam lingkungan keluarga memiliki peran yang menonjol dalam proses konstruksi peran dikalangan siswa dan mahasiswa perempuan. Sedangkan bagi siswa dan mahasiswa laki-Iaki, proses konstruksi peran selain terjadi di dalam lingkungan keluarga juga terjadi di dalam lingkungan sosial masyarakat. Bias gender yang terjadi dalam proses konstruksi peran laki-Iaki dan perempuan dalam penelitian ini ditunjukan dengan masih adanya pandangan stereotype gender di kalangan orang tua, siswa, dan mahasiswa musik.

D. PEMBAHASAN
1. Tanggapan untuk Janis Joplin

Sheila Whiteley dalam bukunya yang berjudul "Women and Popular Music: Sexuality, Identity and Subjectivity" merupakan potret gerakan musisi perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Secara umum, musisi perempuan telah dikonstruksikan oleh realitas sosial, dimana musisi perempuan harus menciptakan karya seni yang feminin. Kelembutan dan tampil anggun merupakan syarat wajib yang diperuntukkan musisi perempuan. Kontruksi sosial tentang bagaimana musisi perempuan harus taat terhadap kaidah-kaidah kelembutan dan keanggunan, merupakan peranan sosial dalam ruang kekuasaan patriarkhal. Max Weber mengatakan bahwa kenyataan sosial akan membangun semangat individu dan perilaku sosial. Apa yang dilakukan Janis Joplin merupakan tanggapan dari kenyataan sosial yang serba konservatif kekuasaan patrialkhal. Berdasarkan studi dokumentasi pada bagian studi pustaka telah disampaikan bahwa Janis Joplin cenderung memiliki kehidupan sosial yang keras. Dalam lingkungan keluarganya, Janis dipaksa untuk taat terhadap kaidah kuasa patriialkhal. Hingga kemudian dia keluar dari lingkungan sosial. Janis juga mengalami pengalaman sejarah pahit di lembaga pendidikan. Janis sempat di ejek oleh teman-temannya, melabeli janis seperti babi karena postur tubuhnya yang gendut dan raut kulit yang penuh dengan guratan tanpa aturan (pecah-pecah). Ruang yang seharusnya membesarkan Janis dalam mempersiapkan realitas sosial yang sebenarnya, ternyata telah menjadi ruang kejam yang jauh dari fungsi afeksi humanitas. Hal ini terjadi, karena fungsi manifes dari lembaga pendidikan telah tampil menjadi instrumen untuk mencetak generasi patriarkhi dominan. Hingga kemudian, Janis mengekspresikan semangat individu dan peranan sosialnya, terjun sebagai musisi yang kemudian lagunya yang terkenal yaitu "Try (Just A Little Bit Harder)". Penggalan lirik lagu Janis yang berjudul berikut: "Try (Just A Little Bit Harder" adalah sebagai

Page

I8

Hei hei, aku harus berbicara dengan loki-loki saya sekarang, Kau tahu aku, aku harus merasakan loki-loki saya sekarang, Aku bilang aku, Aku harus bekerja untuk loki-loki saya sekarang, Kau tahu aku, aku harus terluka untuk pria saya sekarang, Saya pikir-setiap hari untuk manusia sekarang, Kau tahu itu, setiap cara bagi man usia saya sekarang. Saya katakan mencoba, coba ya, oh ya coba, Hey hey hey, coba ya-hei, oh, cob a ...

(Iirik telah dialihbahasakan dengan google translate.com) Dari lirik di atas dapat tafsirkan, betapa semangat dan perilaku Janis yang cenderung tidak terima (rekonstruksi) akan posisi laki-Iaki yang dominan. Sebaliknya, perempuan dan alam sebagai posisi sub-ordinat. Namun dalam lagu ini memuat konstruksi feminisme, dimana Janis mempengaruhi meruntuhkan kekuasaan yang patrialkhal. 2. Musik Janis itu Kasar: Kritik & Pujian dan mengajak penikmat musik untuk

Janis pernah memiliki group musik blues yang sarat dengan ideologi pembebasan. Musik blues yang lebih dekat dengan ideologi pembebasan tidak pernah antipati dengan ideologi anarkisme, sosialisme, environmentalisme, kesetaraan gender, dan sebagainya. Yang terpenting, dalam musik blues adalah adanya objek untuk dijadikan gerakan dalam membebaskan diri dari kungkungj kooptasi/ hegemoni kekuasaan. Secara ideologi, Janis dibesarkan sebagai pembebas dan konstruksi kuasa laki-Iaki. Janis kemudian dalam bukunya Buku Sheila Whiteley, sebagai kajian dan telaah mendalam yang dimasukkan dalam bagian empat yang memuat tentang pencarian identitas personal seorang perempuan yang membebaskan. Janis kemudian dipuji para kelompok sosial yang memimpikan kebebasan (musik). Janis merupakan agent sekaligus aktor dalam pembangunan berbagai identitas kelompok pembebas. Jauh dari itu, Janis di puji untuk pemikiran dan gerakannya dalam menyetarakan gender di bidang musik (blues). Namun juga ada yang mengecam Janis. Mereka adalah kaum konservatif yang melanggengkan musik feminin dengan dominasi patrialkhal. Kelompok ini memandang bahwa musik Janis itu jauh dari tata nilai, rendahan, kasar, dan menyimpang. Terlebih perilaku Janis yang cenderung dekat dengan alkoholism, narkotik, hubungan perkawanan dan percintaan yang tidak jelas. Hingga terbukti, Janis meninggal karena over dosis dari obat-obatan yang dilarang oleh konstruksi sosial yang ideal. 3. Kesetaraan Gender Musik Indonesia

Aroma maskulinitas dan femininitas pada lagu di Indonesia, dapat ditemui pad a lagu Iwan Fals dengan judul "Aku Bukan Pilihan", lagu Astrid dalam album "Jadikan Aku Yang ke 2", lirik lagu Terbujuk, Salah dan Takut Terlambat oleh Melly Goeslaw, dan lirik lagu "Rahasiaku" oleh band Gigi. Dengan beberapa lagu di atas, dapat dilihat kemudian tentang muatan kesetaraan gender yang ditawarkan dalam lagu terse but, berikut ulasan singkatnya.

Page

I9

Lagu Iwan Fals dengan judul "Aku Bukan Pilihan" dalam Album In Collaboration tahun 2003 dengan label musica. Tampak jelas dalam album laki-Iaki sebagai superioritas, dimana laki-Iaki harus memilih harus dipilih laki-Iaki dalam hal pacaran. Aroma patrialkhal juga Astrid dalam album "Jadikan Aku Yang ke 2" pada tahun 2007 dengan label Sony BMG Music Entertainment.

With

Iwan Fals memposisikan perempuan, dan wanita dapat dilihat dalam lagu dalam Album yang sama

Dalam album yang sama pula, terdapat lagu dengan judul cemburu. Baik album Iwan Fals maupun Astrid, telah menjadi pilihan favorit pemirsa televisi dan radio. Dimana album Iwan banyak di pesan pemirsa dan pendengan kaum laki-Iaki. Sebaliknya, lagunya Astrid menjadi reques terbanyak dari kalangan perempuan. Dan kedua lagu terse but mendapatkan penghargaan bergengsi. Dengan demikian, konstruksi masyarakat kita yang patrialkhal ini dapat dilihat pada lagu. Dalam studi Romadita", dapat dilihat, mengusung muatan-muatan kesetaraan belantika musik di Indonesia juga gender. Studi Romadita melakukan telah studi

tentang kesetaraan gender dalam lirik lagu Melly Goeslaw. Studi terse but menitikberatkan pada lirik lagu Terbujuk, Salah dan Takut Terlambat. Simpulan yang dilaporkan Romadita, adanya upaya untuk mewujudkan kesetaraan gender antara lakilaki dan perempuan. Dimana perempuan dalam lirik lagu terse but sangat berlawanan dengan stereotype yang sudah melekat selama ini, meskipun hal itu bernilai negatif. Dalam studi Wahvuni'", dalam menganalisis konstruksi kesetaraan gender pada lirik lagu "Rahasiaku" oleh band Gigi, menyimpulkan bahwa kesetaraan gender digambarkan sebagai bentuk kekuasaan perempuan atas ketidakberdayaan seorang laki-Iaki yang tidak mampu menjadi sosok yang kuat dan perkasa. Karena terdapat konsep gender yang dapat dipertukarkan, bahwa perempuan mempunyai posisi peran yang sama atau setara dengan laki-Iaki. Stereotipe gender laki-Iaki sebagai makhluk yang paling kuat tidak nampak dalam lirik lagu ini. Karena yang nampak dalam lirik lagu ini perempuan yang menjadi sosok yang lebih kuat dan perkasa. Selain itu peneliti juga menyimpulkan bahwa terdapatnya kontradiksi antara stereotipe gender yang oleh masyarakat dianggap ideal. 4. Rekayasan Sosial Konstruksi Musik

Musik telah diyakini memiliki fungsi sosial dalam membangun masyarakat. Fungsi musik terhadap pembangunan masyarakat telah dikaji dalam studi musikologi. Musikologi yaitu ilmu yang mengkaji hubungan antara musik dan masyarakat. Beberapa studi terdahulu, musik telah terbukti memberi kontribusi dalam mencukupi kebutuhan masyarkat akan seni. Terlebih, masyarakat dewasa ini telah berinteraksi dengan masalah-masalah sosial yang menjadi penghambat dalam langkah sosial ke arah kemajuan. Namun musik tak hanya memberi nuansa dan aroma seni bernilai tinggi yang hanya dapat meringankan beban sosial psikologial. Dibalik itu, musik juga mampu memberi pemahaman masyarakat akan bagaimana konstruksi gender itu di buat.

Page

I

10

Pada saat ini musik untuk semua usia. Keterbukaan teknologi dan informasi menjadi jalan mudah untuk menikmati semua jenis musik. Jika dahulu tidak, musik masih menjadi barang yang mahal. Hanya kelas sosial tertentu yang dapat mengakses, memiliki, dan menikmati. Namun sekarang berbeda, dengan tersedianya energi listrik, murahnya televisi, dan murahnya handphone, semua musik dari berbagai ideologi, genre, dan belahan masyarakat manapun. Menurut Sheila Whiteley, musik memiliki fungsi mengkonstruksi gender. Dengan demikian musik yang dapat dinikmati oleh semua kalangan ini dapat mengkonstruksi gender. Berdasar studi tentang lagu Iwan Fals, Astrid, Sheila Whiteley, dan Gigi, terbukti terdapat muatan nilai-nilai feminis, maskulis, ketimpangan gender, hingga kesetaraan gender. Dengan demikian, musik lainnya (Indonesia) juga memiliki muatan yang sama seperti musik blues yang dibawakan oleh Janis Joplin. Musik yang bermuatan maskulin, jelas akan mengkonstruksikan kekuasaan laki-Iaki untuk mendominasi perempuan. Musik yang bermuatan feminin, untuk mendominasi laki-Iaki. jelas akan mengkontruksikan kekuasaan perempuan

Model rekayasa musik mendesak dilakukan. Konstruksi gender ke arah kesetaraan dan keadilan telah menjadi harapan semua anggota masyarakat. Untuk itu perlu adanya rekayasa musik dalam rangka menciptakan kesetaraan gender. Langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengkontruksi kesetaraan gender dapat dilakukan sebagai berikut; menentukan ideologi dalam musik tentang kesetaraan gender, menentukan tematik isu masalah tentang kesetaraan gender, menentukan sekmen/ konsumen dalam musik tentang kesetaraan gender, menganalisis keterbubungan antara lirik dan gambar tentang kesetaraan gender, mensosialisasikan pesan gagasan dalam musik tentang kesetaraan gender, dan memberi ruang umpan balik antara penikmat musik dengan produsen musik tentang kesetaraan gender. Agent dan aktor musik sudah saatnya untuk memikirkan isu ini.

E.
1.

PENUTUP
Simpulan

Janis Joplin merupakan salah satu musisi perempuan yang mendekonstruksi musik dengan sudut pandang feminisme. Berangkat dari itulah, penulis Sheila Whiteley dalam bukunya yang berjudul "Women and Popular Music: Sexuality, Identity and Subjectivity" menaruh perhatian besar, karena musik memiliki peranan sebagai industri yang memproduksi identitas sosial (partrialkhal dan matrialkhal). Untuk itu, perlu dilakukan suatu rekayasa sosial musik dalam menciptakaan kesetaraan dan keadilan gender. Sehingga musik memiliki fungsi ideal, yaitu mencukupi kebutuhan akan seni dari terpaan masalah-masalah sosial yang tidak kunjung padam, hingga tercipta masyarakat yang teratur, adil, makmur, dan sejahtera.

Page 111

2.

Saran

Hal yang dapat dilakukan oleh pembaca dan pengamat musik adalah melakukan kajian dan atau penelitian tentang hubungan musik terhadap cara pandang, sikap, dan perilaku sosial. Penelitian tentang lagu yang bertemakan feminin, maskulin, hingga androgin cukup menarik dilakukan dalam rangka membangun masyarakat yang bermartabat.

i

Women and Popular Music: Sexuality, Identity,

and Subjectivity,

by Sheila. Whiteley.

New York

and London: Routledge, 2000. x, 246 pp
ii

Lirik lagi janis Joplin dengan judul

"Try (Just A Little

Bit Harder)"

dapat

dilihat

pada link

http://www.azlyrics.com/lyrics/janisjoplin/tryjustalittlebitharder.html. dapat dilihat pad a link http://www.youtube.com/watch?v=XEpbytFS-Nk
iii

ada pun video Janis Joplin

Lihat biografi Janis Joplin dalam Joplin?feature=watch video title#

http://www.youtube.com/artist/Janis
iv

Lihat Janis Lyn Joplin dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Janis Red and White merupakan kelompok yang menghadirkan

Joplin berita kultur, seniman lokal serta gaya

v

hidup yang terjadi di sekitar kita. vi Common Room: Diskusi Musik dan Ideologi. Dalam http://www.redandwhitemagz.com/2011/10/common-room-diskusi-musik-dan-ideologi.html. Diunduh pada tanggal 10 November 2011.
vii

Lihat Roe, Keith. Music and identity among European youth. Dalam journal on media culture. Dalam chapter03.shtml. diunduh pada

ISSN 1567-7745.

http://www.icce.rug.nl/~soundscapes/DATABASES/MIE/Part2 tanggal 09 November 2011.
viii

Tjahjani, Joesana. Homoseksualitas

Dalam Lagu-Lagu Prancis. Dalam

http://staff.ui.ac.id/internal/132019478/publikasi/HOMOSEKSUALITASDLMLAGUPRANCISJST.pdf. halaman 2
ix

Lihat http://www.americanpopularculture.com/archive/music/rapwhitemen.htm

. diunduh

pada tanggal 09 November 2011.
x

Lihat Handayani, Christina S., & Novianto, Ardhian. 2004. Kuasa wanita Jawa. LkiS: Yogyakarta.

Hal: 161
xi

Utomo, Udi. 2006. Gender dan Musik: Kajian tentang Konstruksi Peran Laki-Iaki dan Perempuan Dalam Harmonia Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni. Vol 7, 2006. Hal: 01

dalam Proses Pendidikan Musik. No lJanuari/April
xii

Romadita, Yunita. 2009. Kesetaraan Gender Dalam Lirik Lagu Melly goes law. Undergraduate

Theses from JBPTUNITOMO. Fakultas Ilmu Komunikasi.
xiii

Wahyuni,

Meyta Tri. 2010. Penggambaran

Kesetaraan

Gender

Pada Lirik Lagu "Rahasiaku"

(Studi Semiotik Dalam Lirik Lagu "Rahasiaku" yang Dibawakan oleh Grup Band Gigi). Thesis. FISIP. Surabaya.

Page

I

12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->