P. 1
DDK

DDK

4.71

|Views: 5,839|Likes:
Published by amar009
Dasar Dasar Kependidikan Smtr I
Dasar Dasar Kependidikan Smtr I

More info:

Published by: amar009 on Oct 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

BAB 1 P ENGERTIAN MAHA LUAS,SEMPIT DAN LUAS TERBATAS A. Defenisi maha luas 1.

pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup atau segala sesuatu yang mempengaruhi pertumbuhan individu. 2. karakteristik khusus a.Masa pendidikan berlangsung seumur hidup dalam suatu saat selama ada pengaruh lingkungan. b.Lingkungan pendidikan berlangsung dalam segala lingkungan hidup baik yang khusus maupun dengan sendirinya. c.Bentuk kegiatan terentang dari bentuk-bentuk yang misterius atau tak sagaja sampai dengan terprogram. d.Tujuan pendidikan terkandung dalam setiap pengalaman belajar(sama dengan tujuan hidup). B. Defenisi sempit 1. Pendidikan adalah pengajaran diselenggarakan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. 2. Karakteristik khusus a. Masa pendidikan berlangsung dalm waktu terbatas yaitu masa anak dan remaja. b. Lingkungan pendidikan yang diciptakan khusus untuk menyelenggarajan pendidikan. c. Bentuk kegiatan tersusun secara terprogram dalam bentuk kurikulum. d. Tujuan pendidikan ditentukanuntuk pihak luar. C. Defenisi alternatif 1. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga,masyarakat,dan pemerintah,melalui kegiatandan bimbingan,penggajaran, dan latihan yang berlangsung disekolah dan luar sekolah. 2. Karakteristik khusus a. Masa pendidikan berlangsung seumur hidup yang kegiatanya berlangsung pada saat tertentu. b. Lingkungan pendidikan tidak berlangsung dalam sebagian dari lingkungan hidup,pendidikan hanya berlangsung dalam lingkungan hidup kultural. c. Beantuk kegiatan pendidikan dapat secara formal,informal,dan non formal. 3. Tujuan pendidikan merupakan perpaduan tujuan pendidikan yang bersifat pengembangan kemampuan-kemampuan secara optimal.

BAB 2 MANUSIA DAN PENDIDIKAN ,PENGEMBANGAN ILMIAH DAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKANNYA A. Pandangan ilmiah tentang manusia dan implikasi pendidikanya 1) Antropologi biologis/fisik a).Batasan antropologi adalh studi tentang asal-usul, perkembangan, karakteristik, jenis spesies manusia/study tentang ras. b).Karaktefristik Manusia adalah homo sapiena: a. Puncak evolusi organik dari makhluk hid b. Kedudukannya c. implikasi dan praktek pendidikan d. Keharusan dan kemungkinan pendidikan 2) Anthropologi Budaya a) Karakteristik a. Manusia adalah orgnisme sosio budaya b. Komponen utama budaya • Sebuah koelompok/masyarakat • sebuah budaya materil • sebuah tradisi budaya c. karakteristik umum budaya b) Implikasi dalam praktek pendidikan Landasan antropologis pendidikan: • Keharusan dan kemungkinan pendidikan • keragaman kegiatan c) Implikasi dalam pengembngan teori pendidikan • Lahir dan berkembangnya antroologi • adanya kebutuhan antropologi filsafat anak 3) Psikologi a. Karakteristik • Unik banyak kesaman • Mempunyai berbagai ciri b. Implikasi dalam praktek pendidikan • Konsep-konsep psikologis • pendidikan c. Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan

• •

Lahir dan berkembangnya psiologis lahir dan berkembangnya aliran pembaharuan

4) Sisiologi a. Karakteristik masyarakat • Manusia adalah animal sosial • Masyarakat adalah: a) Pengamalan b) Tingkah laku c) Interaksi-interaksi d) Sebuah sistem e) Sebuah komplek • Komponen-komponen masyarkat(ginsberg) a) Morfologi sosial b) Kontrol sosial c) Proses sosial d) Portologi sosil • Implikasi dalam praktekk pendidikan a) Konsep-konsep sosiologi tentang manusia b) Masyarakat sebagai ekologi pendidikan • Implikasidalam pengembngan teori pendidikan a) Mendorong lahir dan berkembangnya sosiologi pendidikan b) Mendorong lahir dan berkembangnya ilmu pendidikn c) Mendorong lahir dan berkembangnya aliran sosiologisme pendidikan 5) Politika A. Karakteristik pemeritan negara B. Implikasi dalam praktek pendidikan 1. Konsep – konsep politika menjadi dasar penyelenggaraan pengelolahan pendidikan nasional 2. Terjadinya kejasama internasional dalam bidang pendidikan C. Implikasi dalam pengebangan teori pendidikan 1. Lahir dan berkembangnya politika pendidikan 2. Lahir dan berkembangnya studi pendidikan 6) Ekonomika Ekonomi adalah studi tentang upaya manusia memperoleh kemakmuran materil.Karekteristik ekonomi adalah manusia bidang ekonomi, satuan ekonomi.

C. Pandangan filosofis tentang manusia dan implikasi pendidikan
1. Filsafat umum atau murni Filsafat adalah studi tentang kebenaran nalam semesta dan sinyia.Karakteristiknya kritis, spekulatif, fenomenolois.Obyek filsafat merupakan pertanyaan umum yang terbuka dan abadi.Cabang – cabangnya : a. Metafisika b. Epistamologi c. Aksiologi Aliran – aliran filsafat umum meliputi: a. Idealisme b. Realisme c. Neo-thomisme d. Eksperimentalisme e. Eksistensialisme Implikasi dalam praktek pendidikan dan pengembangan pendidikan : a. Konsep – konsep filsafat umum b. Munculnya sekolah – sekolah percobaan c. Lahir dan berkembangnya mashab – mashab aliran filsafat pendidikan 2. Filsafat antropologi atau antropologi filosofis Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki hakekat manusia sebagai keseluruhan atau manusia seutuhnya. Karakteristik manusia seutuhnya : a. Satu – satunya terkandung didalamnya banyak aspek b. Manusia seutuhnya animal simbolisium. Implikasi dan praktek pendidikan ; a. Timbul kebutuhan studi filsafat antorpologi anak b. Mendorong lahir dan ber kembangnya padagogik atau ilmu mendidik.

BAB 3 PANDANGAN PENDIDIKAN TENTANG MANUSIA SEBAGAI ANIMAL EDUCANDUM
A.Keharusan pendidikan mengapa manusia harus dididik/mendidiks Pendidikan adalah perlu karna anak manusia dilahirkan tidak berdaya, tidak dilengkapi dengan insting yang sempurna, anak manusia perlu masa belajar yang panjang. Implikasi : a. Pendidikan terbatas b. Orang dewasa yang tidak berhasil di didik perlu pendidikan kembali Dasar sosio-antropologis a. Setiap anggota masyarakat perlu menguasai budaya kelompoknya b. Manusia menginginkan manusia yang beradap

B. Kemungkinan pendidikan mengapa manusia di didik
Dasar biologisnya anak dilahirkan tak berdaya tetapi mempunyai potensi untuk beribah yang mana anak bersifat lentur, anak mempunyai otak yang besar dan mempunyai pusat saraf yang berfungsi berhubungan dengan perbuatan berfikir. Implikasinya : a.anak dapat menerima bantuan yang tertuju pada bekajar b.pendidikn harus berkenan dengan kelancaran kerja susunan syaraf Dasar psiko-sosio- Antropologis a. individu adalah unik dan berbeda b. ada perbedaan penguasaan budaya c. animal social D. BATAS – BATAS KEMUNGKINAN PENDIDIKAN 1. Eperisme (realisme, behaviorisme, eksperimentalisme) a. pendidikan adalah berkuasa b. tidak ada pembawaan 2. Implikasi a. Berpusat pada pendidikan b. Pendidikan pembentukansss c. Pendidikan terhadap tingkah laku d. Pendidikan internalisasi e. Pendidikan kebiasaan 3. Naturalisme(idealisme,thomisme,humnisme) 4. Implikasi a.pendidikan berpusat pada anak(terdidik)

BAB 4 PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM MEMAHAMI PENDIDIKAN SEBAGAI KESELURUHN A.Orientasi umum:teori sistem pada umumnya 1.Pendekatan sistem Pendekatan sistem adalah cara-cara berfikir dan bekerj yang menggunakan konse-konsep tiori yng relevn dlam memecahkan maasalah. Tipe-tipe: a.filsafat sistem b.menajemen sistem c.analisis sistem 2.Teori sistem a.karkteristik: a.keseluruhan adalah hal yng utama dalam bagian-bagian b.integrasi adalah kondisi saling hubungan B.Analisis dan pemetaan pendidikan nasional sebagai sebuah sistem 1 .Analisis dan pemetaan Supra sistem dari sistem pendiodikan nasionl adalah keseluruhan kehidupan masyarakat dalam bernegra dan berbangsa 2.Analisis dan pemetaan suprasistem sistem pendidikan nasional Sistem-sistem dalam supra sistem 1.sistem sosial budaya 2.sistem biososial 3.sistem ekonomi mikro 3.Analisis dan pemetan masukan sistem pendidikn nasional Bentuk masukan 1.informasi 2.energi t5enaga 3.bahan-bahan 4.Analisis dan pemetaan transformasi dalam sistim pendidikan nasional Transformasi pendidikan adalah keseluruhan proses pengubahan masukan pendidikan nasional menjadi hasil pendidikan nasional. Komponen – komponen sistim pendidikan nasional 1. Tujuan – tujuan pendidikan 2. Organisasi pendidikan 3. masa pendidikan 4. Prasarana pendidikan 5. Sarana pendidikan 6. Isi pendidikan 7. Tenaga pendidikan 8. Peserta didik

Proses – proses dalam transformasi 1. Transformasi administrative 2. Transformasi edukatif 5. Analisis pemetaan hasil sistim pendidikan nasional C. Analisis dan pemetaan sekolah sebagai sebuah system 1. Analisis dan pemetaan supra sistim sekolah 2. Analisis dan pemetaan masukan sekolah 3. Analisis dan pemetaan transformasi di sekolah

BAB 5 TEORI – TEORI PENDIDIKAN MEMAHAMI BERBAGAI WAWASAN PENDIDIKAN YANG PENTING A. Sosok teori dan teori pendidikan 1.Sosok teori Teori adalah sebuah system konsep – konsep yang terpadu, menerangkan dan meramalkan 2. Sosok teori pendidikan Teori pendidikan adalah sebuah sistim konsep – konsep yang terpadu, menerangkan dan prediktif tentang peristiwa – peristiwa pendidikan. B. Sosok teori umum pendidikan 1. Filsafat pendidikan a. Studi pendidikan sebagai bagian dari kesempurnaan pembahasan filsafat. b. Studi pendidikan terpisah dari pembahasan sifat dan merupakan penetapan konsep – konsep filsafat c. Studi pendidikan sama dengan studi filsafat d. Studi pendidikan mengambil secara selektif Filsafat pendidikan adalah studi penetapan konsep – konsep dan metode filosofis dalam membahas hakikat pendidikan baik sebagai praktek pendidikan maupun ilmu pendidikan. Mahzab – mahzab filsafat pendidikan : a. Filsafat pendidikan idealisme b. Filsafat pendidikan realisme c. Filsafat pendidikan neothomisme d. Filsafat pendidikan progmatisme e. Filsafat pendidikan eksistionalisme

C. Sosok teori khusus pendidikan 1. Teknologi dan seni pendidikan sebagai teori khusus pendidikan proskritif a. Manajemen pendidikan b. Penyusunan dan pengembangan kurikulum c. Model – model mengajar d. Didatik dan metodik e. Evaluasi pendidikan f. Riset pendidikan 2. Ilmu – ilmu pendidikan sebagai teori khusus pendidikan deskiktif

a. Paedagogig adalah studi tentang situasi pendidikan yang berbentuk dari unsur – unsur tujuan pendidika, pendidik, siterdidik dan hubungan pendidikan b. Ortodogogig adalah studi tentang pendidikan untuk anak dan remaja yang menyandang kelainan fisik c. Psikologis pendidikan d. Sosiologi pendidikan e. Ilmu kependidikan kependudukan f. Anaragogi g. Antropologi pendidikan h. Ekonomi pendidikan

BAB 6 ALIRAN – ALIRAN PENDIDIKAN : GERAKAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DEVELOPMENTALISME a. Orientasi umum Develomentalisme merupakan perkembangan lebih lanjut naturalismeromantik dari Rosseau yang mengajarkan pendidikan dalam arti : Pendidikan sesuai dengan alam dan pendidikan berlangsung dalam alam. Develomentalisme adalah paham yang mencoba menerapkan prinsip – prinsip naturalisme romantik Rossea atau pendidikan dalam sekolah. b. Pestalozzi dan Pestalozzianisme Pestalozzi tokoh pertama yang dipengaruhi oleh Rosseau yang mencoba,ia katakana sendiri mempsikologikan pendidikan. Dasar filosofis a. naturalisme b. Realisme kritis c. Protetonisme d. Philantropisme Fungsi pendidikan a. Untuk menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat b. Mewujudkan sebuah masyarakat yang ditandai dengan adanya keluhuran buat dalam diri individu. Pestalozzianisme mendemokrasikan pendidikan dengan menyebutkan bahwa hak mutlak dari setiap anak dikaruniai sepenuhnya dari tuhan. Pengaruh reformasi pestalozzi terhadap pendidikan tersebar di Eropa. C. Herbart dan herbatianisme Herbart melanjutkan gagasan pestalozzi tentang mempsikologikan pendidikan, perjalanan hidup, karir dan karyanya.Dasar filosofisnya : naturalisme, Realisme kritis dan Humanisme baru. Herbartianisme dipandang sebagai bapak ilmu pendidikan modern, beberapa prinsip pendidikannya yang diterima dikalangan pendidikan. Penyebaran gerakan herbatianisme di Eropa dan Amerika serikat. D. Froibel dan Froe belianisme Teori pendidikan Froibel bersumber pada sistim filsafat realisme spritualisme atau filsafat evolusi organismik.

Froebelianisme seorang ilmuan pendidikan yang memadukan aspek filosofis dan psikilogis dalam pendidikan. Penyebaran gagasan froebelianisme di Eropa dan amerika. BAB 7 ALIRAN – ALIRAN PENDIDIKAN : GERAKAN PEMBAHARUANPENDIDIKAN PENDIDIKAN PROGRESIVISME DAN REKONTRUKSIONALISME A. Progresivisme Adalah gerakan pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak. Dasar filosofisnya realisme spiritualistic dan humanisme baru. B. Rekontruksionalisme Dipelopori oleh Jhon Dewey yang memandang pendidikan sebagai rekontruksi sebagai pengalaman – pengalaman yang berlangsung terus dalam hidup. Dasar filosofisnya adalah paragnatisme dan neopatisme

BAB 8 ALIRAN – ALIRAN PENDIDIKAN : GERAKAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ESENSIALISME DAN PERENNIALISME A. Esensialisme Esensialisme modern dalam pendidikan adalah garakan pendidikan yang memprotes terhadap skeptisisme dan sinisme dari gerakan progresivisme terhadap nilai – nilai yang tertamam dalam warisan budaya atau social. Ciri – cirinya : a. Minat – minat yang kuat b. Pengawasan dan pengajaran c. Disiplin d. Teori yang kokoh dan kuat Dasar filosofis esensialisme merupakan gerakan pendidikanyang bertumpu pada mazhab filsafat idealisme dan realisme.Tujuan pendidikan adalah menyampaikan warisan budaya dan sejarah melalui suatu inti pengetahuan yang telah terhimpun. B. Perenialisme Maksudnya gerakan pendidikan yang memprotes terhadap gerakan pendidikan progresevisme yang mengingkari supernatural. Dasar filosofis pendidikan dan peranialisme adalah scholastisisme atau neo thomisme, yang pada dasarnya memandang kenyataan sebagai sebuah dunia akal pikiran dan tuhan. Pengetahuan yang benar melalui berfikir dan keimanan dan kebaikan berdasarkan perubahan rasional.Tujuan pendidikan adalah membantu anak menyikapi dan menanamkan kebenaran hakiki.

BAB 9 PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP A. Orientasi umum : karakteristik dan faktor – faktor yang mendorong perlunya pendidikan seumur hidup. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sustem konsep-konsep pendidikan yang menerangkan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia.yang mana karakteristiknya: -pendidikan seumur hidup tidak diartikan sebagai pendidikan orang dewasa. -pendidikan tidaklah selesai berkhirnya masa sekalah -pendidikan seumur gidup adalah prinsip perlunya pendidikan seumur hidup karna keterbatasn pendidika sekolah,perubahan masyarakat dan peran-peranan sosial dan perkembangan pendidikan luar sekolah yang pesat. B.Kerangka kerja teoritas PSH Secara teoritis PSH terdiri dari 3 aspek: -hidup -seumur hidup -pendidikan setiap individu manusia mengalami perkembangan kepribadian,tahap-tahap perkembangan dan perananan-peranan umum dan unik yang mana pendidikannya mencakup tiga komponen yaitu: -Landasan-landasan pendidikan -Cara-cara komunikasi -Isi pendidikan C.Kerangka kerja operasonal PSH Sebuah sistem PSH memilikikomponen-komponen psh yaitu: -Tujuan-tujuan PSH -Asumsi-asumsi PSH -Prinsi-prinsip perkembangan sistem psh Imp B.Implikasi konsep PSH bagi pedidikan sekolah Fungsi dan tujuan sekolah adalah: o Pendidikan sekolah adalah salah stu tangga dari keseluruhan proses pendidikan yang berlangsung sepanjang hidup o Tujuan penddidikan sekolah tidak hanya menguasi bahan pelejaran,tetapi dapat menggunakan apa yang telah dipelajari atau mampu belajar sendiri Program pendidikan sekolah:

o Kegiatan pendidikan hendaknya terdiri atas kegiatan kurikulr dan ekstrakulikuler. o Kegiatan sekolah hendaknya campuran antbara study dan bekerja o Proses pendidikan atau kegiatan belajar mengajar hendaknya tidak memiliki satu jalur pengamalan belajar.

BAB 10
KARAKTERISTIK SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA: NASIONALISME SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN A.Nasionalisme dan pendidikan nasional Karakteristik nasionalisme indonesia adalah: o Dokumen resmi pernyatan kemerdekaan indonesia o Ciri-ciri nasionalisme indonesia B.Karakteristik sistem pendidikan nasional indonesia 1.Karakteristik sosial budaya: o Sistem pendidikan nasional indonesia berakar pada kebudayaan indonesia o Sistem pendidikan nasional indonesia pada bhineka tunggal ika. Pendidikan nasional bertujuan: o Mencerdasaskan kehidupan bangsa o Mengembangkan manusia indonesia seutuhnya Karakteristik kesistem: o Pendidikan nasional memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mhemperoleh pendidikan yang sesuai dengan bakat,minat dan tujuan yang hendk dicapai. o Pendidikan nasional merupakan satu keseluruhan kegiatan C.Karakteristik Pendidikan Menurut UU No 2 th 1989,pasal 1 ayat 1 berbunyi:”Pendidikan adalah usaha sadar untiuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,pengajaran dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->