P. 1
Sejarah perang padri

Sejarah perang padri

|Views: 450|Likes:
Published by Aditya Gm

More info:

Published by: Aditya Gm on Nov 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2014

pdf

text

original

Perang Padri Perang Padri merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum

berubah menjadi peperangan melawan penjajahan. Perang Padri ini terjadi pada kawasan Kerajaan Pagaruyung antara tahun 1803 hingga 1838.[1] Peperangan ini dimulai dengan munculnya gerakan Kaum Padri (Kaum Ulama) dalam menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di kalangan masyarakat yang ada dalam kawasan Kerajaan Pagaruyung sekitarnya, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam.[2] Perbedaan pendapat ini memicu peperangan antara Kaum Padri yang dipimpin oleh Harimau nan Salapan dengan Kaum Adat di bawah pimpinan Yang Dipertuan Pagaruyung waktu itu Sultan Arifin Muningsyah. Kemudian peperangan ini meluas dengan melibatkan BelandaHarimau nan Salapan (Harimau yang Delapan), merupakan sebutan untuk pimpinan beberapa perguruan yang tersebar di Nagari yang ada dalam Kerajaan Pagaruyung masa itu, yang kemudian menjadi pemimpin dari Kaum Padri. Berikut ini nama pemimpin Harimau nan Salapan tersebut: Tuanku nan Renceh atau Tuanku nan Tuo atau Tuanku Kamang Tuanku Mansiangan Tuanku Pandai Sikek Tuanku Lintau Tuanku Pasaman Tuanku Rao Tuanku Tambusai Tuanku Barumun Perang Saudara Perang Padri merupakan peperangan yang meninggalkan kenangan heroik sekaligus traumatis dalam memori bangsa. Hampir selama 20 tahun pertama perang ini (1803-1821), dapatlah dikatakan sebagai perang saudara antara sesama etnis Minang dan Mandailing atau Batak umumnya. Pada awalnya peperangan ini dilatar belakangi oleh adanya keinginan para ulama di Kerajaan Pagaruyung untuk menerapkan dan menjalan syariat Islam sesuai dengan Mahzab Wahabi yang waktu itu berkembang di tanah Arab (Arab Saudi sekarang). Kemudian pemimpin para ulama yang tergabung dalam Harimau nan Salapan meminta Tuanku Lintau untuk mengajak Raja Pagaruyung Sultan Arifin Muningsyah beserta Kaum Adat untuk meninggalkan beberapa kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dalam beberapa perundingan tidak ada kata sepakat antara kaum Padri dengan kaum Adat. Seiring itu beberapa nagari dalam kerajaan Pagaruyung bergejolak, puncaknya pada tahun 1815, kaum Padri dibawah pimpinan Tuanku Pasaman menyerang kerajaan Pagaruyung, dan pecahlah peperangan di Koto Tangah. Serangan ini menyebabkan Sultan Arifin Muningsyah terpaksa menyingkir dan melarikan diri dari ibukota kerajaan.[3] Dari catatan Raffles yang pernah mengunjungi Pagaruyung di tahun 1818, menyebutkan bahwa ia hanya mendapati sisa-sisa istana raja Minangkabau yang sudah terbakar. Serangan ke Bonjol

dengan kekuatan yang besar pasukan Belanda memulai gerakan maju menuju sasaran akhir yaitu benteng Bonjol di Bukit Tajadi. ternyata hanya sedikit saja yang tinggal dan masih siap untuk bertempur kembali. Kemudian pada tanggal 17 Juni 1835 kembali datang bantuan tambahan pasukan sebanyak 2000 orang yang dikirim oleh Residen Francis di Padang. Belanda memutuskan untuk kembali mengadakan serangan besar-besaran untuk menaklukkan Bonjol dan sekitarnya. pasukan Kaum Padri terpaksa mengundurkan diri ke hutan-hutan rimba sekitarnya. kemudian bersama bergerak menuju Masang. Pada tengah malam tanggal 16 Juni 1835 pasukan Belanda berhasil mendekati Bonjol dalam jarak kira-kira hanya 250 langkah dari Bonjol dan kemudian mencoba membuat kubu pertahanan di sana. Pada tanggal 23 April 1835 gerakan pasukan Belanda ini telah berhasil mencapai tepi Batang Gantiang. Kemudian Tuanku Imam Bonjol menyatakan kesediaannya melakukan perundingan. Kemudian pada tanggal 19 Januari 1839. di mana pasukan Belanda dipimpin oleh Letnan Kolonel Bauer yang kemudian memecah pasukannya menjadi dua bagian yang bergerak masing-masing dari Matur dan Bamban. untuk selanjutnya diasingkan. Namun pada tanggal 23 Januari 1838. Namun karena posisi yang kurang menguntungkan. dan di daerah inilah setelah menjalani masa pembuangan selama 27 tahun lamanya. Tuanku Imam Bonjol diminta untuk datang ke Palupuh tempat perundingan tanpa membawa senjata. sementara pasukan Kaum Padri tetap bersiaga di seberangnya. dan terus masuk menyelusup ke dalam hutan rimba. Selama 14 hari berkibar bendera putih dan gencatan senjata berlaku. tiba-tiba datang surat tawaran dari Residen Francis di Padang untuk mengajak berunding. sampai korban di kedua belah pihak banyak yang berjatuhan. pecah pertempuran sengit antara pasukan Belanda dengan Kaum Padri selama tiga hari tiga malam pertempuran berlangsung tanpa henti. Operasi militer dimulai pada tanggal 21 April 1835. Sesampainya di Sipisang. Sebagai front terdepan dari Alahan Panjang adalah daerah Padang Lawas. ia dipindahkan ke Cianjur. ia kembali dipindahkan ke Ambon. Tuanku Imam Bonjol terus mencoba mengadakan konsolidasi terhadap seluruh pasukannya yang telah bercerai-berai dan lemah.Pada tanggal 16 April 1835. daerah yang masih dikuasai oleh Kaum Padri. Namun pada tanggal 8 Juni 1835 pasukan Belanda berhasil menguasai daerah ini. dan kemudian daerah ini dijadikan sebagai kubu pertahanan sambil menunggu pembuatan jembatan menuju Bonjol. Perundingan itu dikatakan tidak boleh lebih dari 14 hari lamanya. peristiwa itu terjadi di bulan Oktober 1837 dan kemudian Tuanku Imam Bonjol dalam kondisi sakit langsung dibawa ke Bukittinggi kemudian terus dibawa ke Padang. menembaki benteng Bonjol. Namun dengan kekuatan yang jauh tak sebanding. Dari sini hanya ada satu jalan sempit menuju Sipisang. kemudian membalas dengan menembakan juga meriam-meriam dari Bukit Tajadi. Dalam kondisi seperti ini. hampir sebulan waktu yang diperlukan untuk dapat mendekati daerah Alahan Panjang. Jatuhnya daerah Sipisang ini meningkatkan moralitas pasukan Belanda. Tapi hal itu cuma jebakan Belanda untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol. pasukan Belanda banyak menjadi korban. dan kemudian terus menyeberanginya dan berkumpul di Batusari. mortir dan meriam besar. mendaki gunung dan menuruni lembah. Pasukan ini mesti menyeberangi sungai yang saat itu lagi banjir. guna membuka jalur baru menuju Bonjol. Selanjutnya dengan menggunakan houwitser. Tuanku Imam Bonjol kembali dipindahkan ke Menado. namun karena telah lebih 3 tahun bertempur melawan Belanda secara terus menerus. Walau pergerakan laju pasukan Belanda menuju Bonjol masih sangat lamban. dan pada akhir tahun 1838. Tuanku Imam Bonjol menemui ajalnya . dan pada tanggal 21 Juni 1835. Perundingan Dalam pelarian dan persembunyiannya. Selanjutnya pada tanggal 11 Juni 1835 pasukan Belanda kembali bergerak menuju sebelah timur Batang Alahan Panjang dan membuat kubu pertahanan di sana. yang secara penuh masih dikuasai oleh Kaum Padri. pada tanggal 8 November 1864. Namun Kaum Padri juga tidak tinggal diam.

dan bersama sisa-sisa pengikutnya pindah ke Semenanjung Malaya. maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa. Sementara itu. Rupanya di salah satu sektor. Belanda tepat melintasi makam dari leluhur Pangeran Diponegoro. kemenakannya. Untuk semakin memperkuat kekuasaan dan perekonomiannya.Akhir Peperangan Meskipun pada tahun 1337. Belanda: De Java Oorlog). Selain itu. yang waktu itu telah dipimpin oleh Tuanku Tambusai jatuh pada tahun 28 Desember 1838. Sultan Hamengku Buwono V yang baru berusia 3 tahun. Belanda mulai berusaha menguasai kerajaankerajaan lain di Nusantara. Hindia Belanda (sekarang Indonesia).000. mereka juga melakukan monopoli usaha dan perdagangan untuk memaksimalkan keuntungan. Latar belakang Setelah kekalahannya dalam Peperangan era Napoleon di Eropa.[15] Jatuhnya benteng tersebut memaksa Tuanku Tambusai mundur. termasuk di Hindia Belanda. seseorang yang mudah dipengaruhi dan tunduk kepada Belanda. . Ia kemudian memerintahkan bawahannya untuk mencabut patok-patok yang melewati makam tersebut. Pangeran menempati goa sebelah Barat yang disebut Goa Kakung. Belanda yang mempunyai alasan untuk menangkap Pangeran Diponegoro karena dinilai telah memberontak. salah satu di antaranya adalah Kerajaan Yogyakarta. pemerintahan kerajaan dilaksanakan oleh Patih Danuredjo. Dokumen-dokumen Belanda yang dikutip para ahli sejarah. adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa. Hal inilah yang membuat Pangeran Diponegoro tersinggung dan memutuskan untuk mengangkat senjata melawan Belanda. korban tewas berjumlah 8. Baik korban harta maupun jiwa. Perang Diponegoro Perang Diponegoro (Inggris:The Java War. dan meneruskan ke arah selatan hingga tiba di Goa Selarong yang terletak lima kilometer arah barat dari Kota Bantul. mengubah rencananya dan membelokan jalan itu melewati Tegalrejo. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa. pemerintah Belanda yang awalnya memerintahkan pembangunan jalan dari Yogyakarta ke Magelang lewat Muntilan. di Dalu-Dalu. Terdesak. pemerintah Belanda yang berada dalam kesulitan ekonomi berusaha menutup kekosongan kas mereka dengan memberlakukan berbagai pajak di wilayah jajahannya. Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. dan akhirnya peperangan ini dianggap selesai dan kemudian Kerajaan Pagaruyung ditetapkan menjadi bagian dari pax neerlandica dan menyatakan wilayah Padangse Bovenlanden berada di bawah pengawasan Belanda. benteng Bonjol dapat dikuasai Belanda. Belanda —yang tidak berhasil menangkap Pangeran Diponegoro— membakar habis kediaman Pangeran. dan Tuanku Imam Bonjol berhasil ditipu dan ditangkap. Akan tetapi pada prakteknya. diangkat menjadi penguasa. sebuah goa yang terletak di Dusun Kentolan Lor. Dalam perang ini telah berjatuhan korban yang tidak sedikit. pada 20 Juli 1825 mengepung kediaman beliau. Belanda dianggap mengangkat seseorang yang tidak sesuai dengan pilihan/adat keraton. Sementara itu di pihak serdadu Belanda. antara pasukan penjajah Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock[1] melawan penduduk pribumi yang dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro. sebagai basisnya. Pajak-pajak dan praktek monopoli tersebut amat mencekik rakyat Indonesia yang ketika itu sudah sangat menderita. Pangeran beserta keluarga dan pasukannya menyelamatkan diri menuju barat hingga Desa Dekso di Kabupaten Kulonprogo. tetapi peperangan ini masih berlanjut sampai akhirnya benteng terakhir Kaum Padri. disebutkan bahwa sekitar 200. Pada pertengahan bulan Mei 1825. Guwosari Pajangan Bantul. Ketika Sultan Hamengku Buwono IV wafat.000 jiwa rakyat yang terenggut. Pangeran Diponegoro kemudian menjadikan Goa Selarong.

Jalannya perang Peta Mataram Baru setelah Perang Diponegoro pada tahun 1830 Alibasah Sentot Pertempuran terbuka dengan pengerahan pasukan-pasukan infantri. Kyai Maja. gubernur Belanda akan melakukan usaha usaha untuk gencatan senjata dan berunding. Informasi mengenai kekuatan musuh. dan kegiatan telik sandi (spionase) dimana kedua belah pihak saling memata-matai dan mencari informasi mengenai kekuatan dan kelemahan lawannya.S. Sedangkan Raden Ayu Retnaningsih (selir yang paling setia menemani Pangeran setelah dua istrinya wafat) dan pengiringnya menempati Goa Putri di sebelah Timur. Belanda akan mengkonsolidasikan pasukan dan menyebarkan mata-mata dan provokator mereka bergerak di desa dan kota.S. kavaleri dan artileri —yang sejak perang Napoleon menjadi senjata andalan dalam pertempuran frontal— di kedua belah pihak berlangsung dengan sengit. Selama perang. Pakubowono VI serta Raden Tumenggung Prawirodigdoyo Bupati Gagatan. ditangkap. Front pertempuran terjadi di puluhan kota dan desa di seluruh Jawa. Setelah penyerangan itu. dan sebagainya merupakan "musuh yang tak tampak" melemahkan moral dan kondisi fisik bahkan merenggut nyawa pasukan mereka. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Alibasah Sentot Prawirodirjo menyerah kepada Belanda. suatu hal yang belum pernah terjadi ketika itu dimana suatu wilayah yang tidak terlalu luas seperti Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur dijaga oleh puluhan ribu serdadu. Perjuangan Diponegoro dibantu Kyai Maja yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan. Belanda mengerahkan lebih dari 23. Ketika gencatan senjata terjadi. Dari sudut kemiliteran. Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di . Penyakit malaria. Jalur-jalur Iogistik dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menyokong keperluan perang. ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang dikenal dalam sebuah perang modern. rakyat pribumi bersatu dalam semangat "Sadumuk bathuk. Di bawah kepemimpinan Diponegoro. menghasut. jarak tempuh dan waktu. para senopati menyadari sekali untuk bekerjasama dengan alam sebagai "senjata" tak terkalahkan. maka malam harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi. sebanyak 15 dari 19 pangeran bergabung dengan Diponegoro. Serangan-serangan besar rakyat pribumi selalu dilaksanakan pada bulan-bulan penghujan. pemimpin spiritual pemberontakan. sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit. memecah belah dan bahkan menekan anggota keluarga para pengeran dan pemimpin perjuangan rakyat yang berjuang dibawah komando pangeran Diponegoro. Akhirnya pada tanggal 28 Maret 1830. karena taktik dan strategi yang jitu hanya dapat dibangun melalui penguasaan informasi. Produksi mesiu dan peluru berlangsung terus sementara peperangan berkencamuk.K. Namun pejuang pribumi tersebut tidak gentar dan tetap berjuang melawan Belanda.000 orang serdadu. Tapi suatu perang modern yang memanfaatkan berbagai siasat yang saat itu belum pernah dipraktekkan. sanyari bumi ditohi tekan pati". Pada puncak peperangan. Baik metode perang terbuka (open warfare). disentri. Pada tahun 1827.yang juga menjadi tempat pertapaan beliau. Pada tahun 1829. dimulailah sebuah perang besar yang akan berlangsung 5 tahun lamanya. Berpuluh kilang mesiu dibangun di hutan-hutan dan dasar jurang. ini bukan sebuah tribal war atau perang suku. Para telik sandi dan kurir bekerja keras mencari dan menyampaikan informasi yang diperlukan untuk menyusun stategi perang. curah hujan menjadi berita utama. maupun metoda perang gerilya (geurilia warfare) yang dilaksanakan melalui taktik hit and run dan penghadangan. karena hujan tropis yang deras membuat gerakan pasukan mereka terhambat. Dalam perang jawa ini Pangeran Diponegoro juga berkoordinasi dengan I. begitu pula sebaliknya. perang ini juga dilengkapi dengan taktik perang urat syaraf (psy-war) melalui insinuasi dan tekanantekanan serta provokasi oleh pihak Belanda terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pertempuran. Bila musim penghujan tiba. kondisi medan. Pertempuran berlangsung sedemikian sengitnya sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari.

Mengingat bagi sebagian orang Kraton Yogyakarta Diponegoro dianggap pemberontak. Di hari berikutnya. Angkatan yang tersedia dibagi 3 di bawah pimpinan May. Belanda terpaksa menarik pasukan yang dipakai perang di Sumatera Barat untuk menghadapi Pangeran Diponegoro yang bergerilya dengan gigih.000 pribumi. hari ketika ekspedisi ke Buleleng terjadi. Ekspedisi Sebuah armada dipersiapkan. sehingga atas tanggung jawabnya. Pada tahun 1837 pemimpin Perang Paderi. Latar belakang Bali (saat itu dikenal sebagai Jawa kecil) adalah salah satu pulau di Kepulauan Sunda yang berada di timur Jawa. Namun pada akhirnya Belanda harus melawan baik kaum adat dan kaum paderi. Namun. Saat inilah Belanda masuk dan mencoba mengambil kesempatan. Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado. De Brauw.000 orang Jawa. Penyebab Perang Paderi adalah perselisihan antara Kaum Padri (alim ulama) dengan Kaum Adat (orang adat) yang mempermasalahkan soal agama Islam. dan pemerintah tidak dapat membiarkannya karena daerah lain juga akan menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Cornelis de Houtman pernah mendatangi pulau itu dan diterima baik namun dalam perkembangannya kesepahaman kurang terjalin.Magelang. mabuk-mabukan. jarak bentang pulau ini 105 mil geografis dan berpenduduk 700. Lebih dari 10.000 serdadu berkebangsaan Eropa. angkatan itu terdiri atas 1. kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855. dan sebagian besar pasukan dari Sumatera Barat dialihkan ke Jawa. kertas perjanjian gencatan senjata itu disobek. Boers . Berakhirlah Perang Padri.000 prajurit Bali mencegah pendaratan tersebut namun gagal dan pasukan penyerang maju ke daerah persawahan yang telah dikelilingi oleh pasukan Buleleng.280 serdadu dan dipersenjatai dengan 115 moncong senapan. pasukan itu tiba di bawah pimpinan perwira Abraham Johannes de Smit van den Broecke di bawah perlindungan senapan laut. pada tahun 1841 dan 1843 sebuah persetujuan diputuskan antara kerajaan setempat dan pemerintah Hindia-Belanda tetapi penduduk Bali segera menunjukkan permusuhan. ia harus mengalah atas sikap arogansinya. Perang Jawa ini banyak memakan korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8. Perang Diponegoro dan Perang Padri Di sisi lain. dan babak II.000 jiwa. Raja diberi ultimatum 3 kali dalam 24 jam. Khususnya Raja Buleleng berkali-kali melanggar semua butir perjanjian itu dan bendera Belanda dihinakan. Perang Bali I Perang Bali I merupakan ekspedisi yang dilancarkan oleh Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger ke Bali pada tahun 1846. yang belakangan bersatu. Tuanku Imam Bonjol akhirnya menyerah. Di sana. dengan mempertimbangkan semangat kebangsaan yang dipunyai Diponegoro kala itu. Untuk menghadapi Perang Diponegoro. pada tanggal 20 Juni 1846 pasukan diberangkatkan di bawah pimpinan LaksDa Engelbertus Batavus van den Bosch ke Besuki dan seminggu kemudian ke Buleleng. judi. Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. sampai kemudian Sri Sultan HB IX memberi amnesti bagi keturunan Diponegoro. May. terdiri atas 23 kapal perang dan 17 kapal lainnya. Kini anak cucu Diponegoro dapat bebas masuk Kraton. berlalu begitu saja. maternalisme dan paternalisme. Sebuah gencatan senjata disepakati pada tahun 1825. tanpa rasa takut akan diusir. Berakhirnya Perang Jawa yang merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Pasukan ekspedisi dibawa ke kapal dengan kekuatan 1700 prajurit. 7. sehingga konon anak cucunya tidak diperbolehkan lagi masuk ke Kraton. setelah Perang Diponegoro berakhir (1830). Bakker. ajaran-ajaran agama. pada tanggal 17 Juni. dan 200. sebenarnya Belanda sedang menghadapi Perang Padri di Sumatera Barat. Perang Paderi berlangsung dalam dua babak: babak I antara 1821-1825. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya. dan terjadilah Perang Padri babak kedua. Maka. di antaranya terdapat 400 serdadu Eropa dipimpin oleh LetKol. terutama untuk mengurus Silsilah bagi mereka.

Pada tahun 1785.[7] Penyebab Sebab umum : Rakyat tidak senang dengan merajalelanya Belanda yang mengusahakan perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan. tetapi gagal. Dengan ikut campurnya Belanda dalam urusan kerajaan. Dengan Kerajaan Karangasem dan Buleleng disepakatilah perjanjian baru. Strategi Perang Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari menggunakan strategi perang gerilya dengan membuat kerajaan baru di pedalaman dan membangun benteng-benteng pertahanan di hutan-hutan. Pangeran Amir.F. kekalutan makin bertambah. Lomon. berhasil melarikan diri lalu mengadakan perlawanan dengan dukungan pamannya Arung Turawe. Konflik dengan Belanda sebenarnya sudah mulai sejak Belanda memperoleh hak monopoli dagang di Kesultanan Banjar. J. Pasca perang Kerajaan Karangasem dan Buleleng menawarkan penyerahan diri dan para penduduk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Sebab Khusus: Karena Pangeran Hidayatullah yang seharusnya menjadi Sultan Banjar tidak disetujui oleh Belanda yang kemudian menganggap Tamjidullah sebagai sultan yang sebenarnya tidak berhak menjadi sultan. Belanda terlalu banyak campur tangan dalam urusan intern kesultanan. Semua kerja perlawanan dilakukan dan di hari berikutnya serdadu Belanda maju ke ibukota Singaraja dan menaklukkan kota itu. namun keadaan damai yang dicapai pada tanggal 12 Juli itu pecah kembali. Pangeran Amir akhirnya tertangkap dan dibuang ke Srilangka. Pemerintahan membangun benteng di Buleleng yang dihuni oleh 200 orang yang dikendalikan penduduk dan menjamin pengawasan kontrak yang dibuat namun kemudian tak dapat disangka bahwa perang segera meletus dan serangan menjadi kenyataan.dan Kapt. mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar Sultan Tahmidullah II (1785-1808) dan membunuh semua putra almarhum Sultan Muhammad. yang kewajiban terhadap pemerintah Hindia-Belanda diselesaikan dengan cepat. Belanda bermaksud menguasai daerah Kalimantan Selatan karena daerah ini ditemukan pertambangan batubara. putra mahkota. Jan Jacob Rochussen ia menemukan daerah setempat menyerah. ketika datang ke Bali. Perang Banjar[2][3][4] berlangsung antara 1859 -1905 (menurut sumber Belanda 1859-1863[5][6]). Belanda membubarkan Kesultanan Banjar. Tokoh-tokoh . Kemudian setelah Belanda mencopot Tamjidullah dari kursi sultan. GubJend. Perang Banjar Perang Banjar (1859-1905)[1] adalah perang perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda yang terjadi di Kesultanan Banjar yang meliputi wilayah propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pangeran Nata yang menjadi wali putra makota.

P. George Frederik Willem Borel. Köhler saat itu membawa 3. Karel Cornelis Bunnik. Krueng Raya. perjuangan tetap berlanjut yang di pimpin oleh Gusti Mat Seman. Yang paling besar saat merebut kembali Masjid Raya Baiturrahman. Köhler dengan 3000 serdadunya dapat dipatahkan. Gusti Acil. Karel van der Heijden.198 tentara. Penghulu Suhasin. perang berkecamuk di mana-mana. Kilian. Lampu'uk. Beberapa ribu orang juga berdatangan dari Teunom. Uhlenbeck. Oleh pemimpin-pemimpin tersebut. Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh. Gusti Muhammad Arsyad. dan Muhammad Seman. Akhir perang Setelah Pangeran Hidayatullah tertangkap dan Pangeran Antasari wafat. Evert Willem Pfeiffer. Peusangan. Tagab Obang. Charles de Roy van Zuydewijn. Kesultanan Aceh menyerah pada 1904. Panglima Wangkang.L. Lambhuk. Peukan Bada. Sepuluh hari kemudian. Gustave Verspijck. dimana Köhler sendiri tewas pada tanggal 14 April 1873. dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Johannes Jacobus Wilhelmus Eliza Verstege. Christiaan Antoon Jeekel. Bidang ekonomi Dikuasainya tambang batubara dan perkebunan di daerah Kalimantan Selatan. dan Antung Durrahman. Pada Perang Aceh . Demang Lehman. Tokoh pihak kolonial Belanda: Augustus Johannes Andresen.H. Tumenggung Jalil. Dibubarkannya negara Kesultanan Banjar. Pada 8 April 1873. Tumenggung Antaludin. Aling. van Ham. Panembahan Muhammad Said.E. Panglima Bukhari. dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen.Tokoh rakyat Banjar: Pangeran Hidayatullah.P. yang dibantu oleh beberapa kelompok pasukan. Daerah Kalimantan Selatan dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah kolonial Belanda. Panglima Batur. sampai Lambada. Penghulu Rasyid.P. Cavaljé. Pidie. tapi perlawanan rakyat Aceh dengan perang gerilya terus berlanjut. Franz Lodewijk Ferdinand Karel von Pestel. Penghulu Muda. F. Sebanyak 168 di antaranya para perwira Periode Tentara VOC Aceh setelah peperangan selesai Perang Aceh Pertama (1873-1874) dipimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Mahmud Syah melawan Belanda yang dipimpin Köhler. Joost Hendrik Romswinckel. rakyat masih bergerilya dengan se-sekali melakukan serangan kepada Belanda sampai awal abad ke-20. Ada di Peukan Aceh. Tumenggung Surapati. Termasuk di daerah sungai Barito. Pangeran Antasari. Jacobus Agustinus Vetter Medan Perang Daerah pertempuran berada di daerah Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah. H. Belanda mendarat di Pantai Ceureumen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Köhler. Perang Aceh Perang Aceh adalah perang Kesultanan Aceh melawan Belanda dimulai pada 1873 hingga 1904. C. dan beberapa wilayah lain. Akibat perang Bidang politik.

Akibat perjanjian Sumatera 1871. Pada tahun 1899 ketika terjadi serangan mendadak dari pihak Van der Dussen di Meulaboh. Belanda berhasil menduduki Keraton Sultan. yang isinya. Britania memberikan keleluasaan kepada Belanda untuk mengambil tindakan di Aceh. 31 Januari 1874 Jenderal Van Swieten mengumumkan bahwa seluruh Aceh jadi bagian dari Kerajaan Belanda. Italia dan Turki di Singapura. meskipun ibu kota negara berpindahpindah ke Keumala Dalam. Mendirikan pangkalan tetap di Aceh Raya. Jan van Swieten. dan dijadikan sebagai pusat pertahanan Belanda. Perang ketiga (1881-1896). Jangan mau berunding dengan pimpinan-pimpinan gerilya. Dimana sistem perang gerilya ini dilangsungkan sampai tahun 1904. penyerbuan. Menunjukkan niat baik Belanda kepada rakyat Aceh. Asahan dan Serdang kepada Belanda. Siasat Snouck Hurgronje Untuk mengalahkan pertahanan dan perlawan Aceh. Akibat hubungan diplomatik Aceh dengan Konsul Amerika. Kerajaan Italia. Belanda memakai tenaga ahli Dr. digantikan oleh Tuanku Muhammad Dawood yang dinobatkan sebagai Sultan di masjid Indragiri. Kesultanan Usmaniyah di Singapura. Akibat dari Perjanjian Siak 1858. Dalam perang gerilya ini pasukan Aceh di bawah Teuku Umar bersama Panglima Polim dan Sultan. penghadangan dan pembunuhan tanpa komando dari pusat pemerintahan Kesultanan. Aceh menuduh Belanda tidak menepati janjinya. Di mana Sultan Ismail menyerahkan daerah Deli. Christiaan Snouck Hurgronje yang menyamar selama 2 tahun di pedalaman Aceh untuk meneliti kemasyarakatan dan ketatanegaraan Aceh. Latar belakang Perang Aceh disebabkan karena: Belanda menduduki daerah Siak. . Aceh mengadakan hubungan diplomatik dengan Konsul Amerika Serikat. Perang keempat (1896-1910) adalah perang gerilya kelompok dan perorangan dengan perlawanan. perang dilanjutkan secara gerilya dan dikobarkan perang fi sabilillah. Perang pertama dan kedua ini adalah perang total dan frontal. Dibukanya Terusan Suez oleh Ferdinand de Lesseps. Belanda melanggar perjanjian Siak. tetapi Sultan Machmud menolak untuk memberikan keterangan. dengan cara mendirikan langgar. Menyebabkan perairan Aceh menjadi sangat penting untuk lalu lintas perdagangan. maka berakhirlah perjanjian London tahun 1824. Perbuatan Aceh ini didukung Britania. dimana pemerintah masih berjalan mapan. Indrapuri. Belanda harus menjaga keamanan lalulintas di Selat Malaka. masjid. Isi perjanjian London adalah Belanda dan Britania Raya membuat ketentuan tentang batas-batas kekuasaan kedua daerah di Asia Tenggara yaitu dengan garis lintang Singapura. padahal daerah-daerah itu sejak Sultan Iskandar Muda.Kedua (1874-1880). Ditandatanganinya Perjanjian London 1871 antara Inggris dan Belanda. dan tempat-tempat lain. Belanda mengizinkan Britania bebas berdagang di Siak dan menyerahkan daerahnya di Guyana Barat kepada Britania. Dalam buku itu disebutkan strategi bagaimana untuk menaklukkan Aceh. Usulan strategi Snouck Hurgronje kepada Gubernur Militer Belanda Joannes Benedictus van Heutsz adalah. Ketika Sultan Machmud Syah wafat 26 Januari 1874. Belanda menjadikan itu sebagai alasan untuk menyerang Aceh. Wakil Presiden Dewan Hindia Frederik Nicolaas Nieuwenhuijzen dengan 2 kapal perangnya datang ke Aceh dan meminta keterangan dari Sultan Machmud Syah tentang apa yang sudah dibicarakan di Singapura itu. sehingga kapal-kapal Belanda yang lewat perairan Aceh ditenggelamkan oleh pasukan Aceh. Tetapi Cut Nyak Dhien istri Teuku Umar kemudian tampil menjadi komandan perang gerilya. Langkat. berada di bawah kekuasaan Aceh. Teuku Umar gugur. Tetap menyerang terus dan menghantam terus kaum ulama. di bawah Jend. Ternyata siasat Dr Snouck Hurgronje diterima oleh Van Heutz yang menjadi Gubernur militer dan sipil di Aceh (1898-1904). Kemudian Dr Snouck Hurgronje diangkat sebagai penasehatnya. Dan mengirimkan utusan ke Turki Usmani pada tahun 1871. Keduanya mengakui kedaulatan Aceh. memperbaiki jalan-jalan irigasi dan membantu pekerjaan sosial rakyat Aceh. Hasil kerjanya itu dibukukan dengan judul Rakyat Aceh (De Acehers). 26 Januari 1874. supaya golongan Keumala (yaitu Sultan yang berkedudukan di Keumala) dengan pengikutnya dikesampingkan dahulu.

Belanda melancarkan serangan untuk menguasai Bakkara. banyak penghulupenghulu rakyat yang menyerah mengikuti jejak Panglima Polim. Pada tahun 1907. Akibatnya. Kota Natal. Taktik terakhir menangkap Cut Nyak Dhien istri Teuku Umar yang masih melakukan perlawanan secara gerilya. Perang Tapanuli Perang Tapanuli. Mandailing. hutan-hutan rimba raya Aceh untuk mencari dan mengejar gerilyawan-gerilyawan Aceh. merupakan perang antara Kerajaan Batak melawan Belanda. Taktik berikutnya yang dilakukan Belanda adalah dengan cara penculikan anggota keluarga gerilyawan Aceh. Sisingamangaraja XII gugur bersama dengan putrinya Lopian dan dua orang putranya Sutan Nagari dan Patuan Anggi. dimana dibentuk pasukan maréchaussée yang dipimpin oleh Hans Christoffel dengan pasukan Colone Macan yang telah mampu dan menguasai pegunungan-pegunungan. . Siborong-borong. Gugurnya Sisingamangaraja XII menandai berakhirnya Perang Tapanuli. Misalnya Christoffel menculik permaisuri Sultan dan Tengku Putroe (1902). Akibat penyerangan ini. Raja (Sultan) mengakui daerahnya sebagai bagian dari daerah Hindia Belanda.773 laki-laki dan 1. Perang ini berlangsung selama 29 tahun. pasukan Belanda. Pasukan Marsose di bawah pimpinan Kapten Hans Christoffel berhasil menangkap Boru Sagala. Akibatnya Panglima Polim meletakkan senjata dan menyerah ke Lhokseumawe pada Desember 1903. pembersihan dengan cara membunuh rakyat Aceh yang dilakukan di bawah pimpinan Gotfried Coenraad Ernst van Daalen yang menggantikan Van Heutz. dengan tujuan untuk melindungi penyebar agama Kristen yang tergabung dalam Rhijnsnhezending. Van der Maaten dengan diam-diam menyergap Tangse kembali. melanjutkan gerakannya ke Tapanuli Utara. sementara itu Sisingamangaraja XII dan para pengikutnya berhasil melarikan diri ke hutan Simsim. Cut Po Radeu saudara perempuannya dan beberapa keluarga terdekatnya. Panglima Polim dapat meloloskan diri. Balige Laguboti dan Lumban Julu. dimana akhirnya Cut Nya Dien dapat ditangkap dan diasingkan ke Sumedang. dibawah pimpinan Van Daalen dari Aceh Tengah. Van der Maaten menawan putera Sultan Tuanku Ibrahim. Angkola dan Sipirok di Tapanuli Selatan dikuasai oleh Belanda. Setelah Panglima Polim menyerah.149 perempuan. Van Heutz telah menciptakan surat pendek (korte verklaring. wilayah Aceh tetap tidak bisa dikuasai Belanda seluruhnya. tetapi sebagai gantinya ditangkap putera Panglima Polim. Pada tahun 1904. Raja berjanji tidak akan mengadakan hubungan dengan kekuasaan di luar negeri. dengan tokoh penyebarnya Nommensen (orang Jerman). Pada tahun 1894.Taktik perang Taktik perang gerilya Aceh ditiru oleh Van Heutz. dikarenakan pada saat itu tetap saja terjadi perlawanan terhadap Belanda meskipun dilakukan oleh sekelompok orang (masyarakat).922 orang dibunuhnya. Seperti pembunuhan di Kuta Reh (14 Juni 1904) dimana 2. istri Sisingamangaraja XII serta dua orang anaknya. yang terdiri dari 1. Belanda berusaha mewujudkan Pax Netherlandica. berjanji akan mematuhi seluruh perintah-perintah yang ditetapkan Belanda. Surat perjanjian tanda menyerah Selama perang Aceh. Hal ini berlanjut sampai Belanda enyah dari Nusantara dan diganti kedatangan penjajah baru yakni Jepang (Nippon). juga dikenal sebagai Perang Batak (1878-1907). Sultan menyerah pada tanggal 5 Januari 1902 ke Sigli dan berdamai. dan dalam pertempuran tanggal 17 Juni 1907. Perjanjian pendek ini menggantikan perjanjianperjanjian terdahulu yang rumit dan panjang dengan para pemimpin setempat. sedangkan di Medan didatangkan pasukan lain. Perang meletus setelah Belanda menempatkan pasukannya di Tarutung. Walau demikian. Taktik selanjutnya. Sisingamangaraja XII terpaksa pindah ke Dairi Pakpak. Di mana isi dari surat pendek penyerahan diri itu berisikan. Perang berlangsung selama tujuh tahun di daerah Tapanuli Utara. Alasan meletusnya perang ini adalah: Raja Sisingamangaraja XII tidak senang daerah kekuasaannya diperkecil oleh Belanda. Ia menolak tawaran untuk menyerah. Raja Sisingamangaraja XII memutuskan untuk menyerang kedudukan Belanda di Tarutung. Traktat Pendek) tentang penyerahan yang harus ditandatangani oleh para pemimpin Aceh yang telah tertangkap dan menyerah. seperti di Bahal Batu. pusat kedudukan dan pemerintahan Kerajaan Batak.

A Leo Orlando .W Caecila Oddilia.W.P Chatarina Citra.KELOMPOK : Andrew Thene.

97.73.0. //..9.  ! .3/4  .  04 7.                  !  3/70%030  .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->