P. 1
Makalah pajak

Makalah pajak

|Views: 371|Likes:

More info:

Published by: Cicilia Steffi Hidayat on Nov 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2013

pdf

text

original

Pemungutan Pajak Secara Adil sebagai Sumber Pendapatan Negara dan Sensus Pajak 2011

Oleh : Adelia Ong / 3341006 Stefani Susiany / 3341094 Cicilia Steffi H / 33410096

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Dengan posisi yang demikian itu, pajak merupakan sumber penerimaan strategis yang harus dikelola dengan baik agar keuangan negara dapat berjalan dengan lancar dan baik. Dalam struktur keuangan negara, tugas dan fungsi penerimaan pajak dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pajak di bawah Departemen Keuangan Republik Indonesia. Jenis-jenis pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak meliputi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Berdasarkan hal diatas maka pajak mempunyai beberapa fungsi, yaitu:  Fungsi anggaran (budgetair) Sebagai sumber pendapatan negara, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaranpengeluaran negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, negara membutuhkan biaya. Biaya ini dapat diperoleh dari penerimaan pajak. Dewasa ini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan, dan lain sebagainya. Untuk pembiayaan pembangunan, uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah, yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. Tabungan pemerintah ini dari tahun ke tahun harus ditingkatkan sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat dan ini terutama diharapkan dari sektor pajak.  Fungsi mengatur (regulerend) Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. Dengan fungsi mengatur, pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman modal, baik dalam negeri maupun luar negeri, diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. Dalam rangka melindungi produksi dalam negeri, pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri.  Fungsi stabilitas Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan, Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, penggunaan pajak yang efektif dan efisien.  Fungsi redistribusi pendapatan

rumah sakit/puskesmas dan kantor polisi. Oleh karena itu pemungutan pajak dari masyarakat juga harus diatur sehinga menjadi adil bagi setiap masyarakat karena pajak digunakan untuk kepentingan rakyat dan bersumber dari rakyat itu sendiri. Berdasarkan fungsi pajak di atas dapat dilihat bahwa pajak adalah penghasilan bagi sebuah negara. . pembangunan saran umum seperti jalan-jalan. Dalam unsur pendapatan yang paling utama dan penting adalah pendapatan yang berasal pajak. Setiap tahun pemerintah menyiapkan anggaran keuangan yang disebut Anggaran Pendapatan dan Belanja yang mempunyai fungsi sebagai kebijakan keuangan pemerintahan dalam memperoleh dan mengeluarkan uang yang digunakan untuk menjalankan pemerintahan. yaitu dengan cara membandingkan penghasilan yang diperolehnya dengan perlindungan yang dinikmati dari negara. Ukuran keadilan dalam perpajakan ditentukan semata-mata oleh pandangan atau konsensus yang terdapat dalam masyarakat itu sendiri. Jenis pajak jumlahnya sangat banyak dan setiap daerah memungut pajak yang beragam. segi pengeluarannya. sehingga kecenderungan untuk memberikan keabsahan ilmiah (scientific validity) terhadap ukuran keadilan merupakan hal yang diragukan. selain dari pada itu berasal dari sumber lain yang dinamakan “Pendapatan Negara Bukan Pajak” (PNBP) dan hibah. segi kebutuhannya atau segi fasilitas perpajakan atau kombinasi beberapa faktor tersebut. Due. Anggaran ini memperlihatkan jumlah pendapatan dan belanja yang diantisipasikan dalam tahun berikut. prinsip yang paling utama dalam pemungutan pajak adalah keadilan dalam perpajakan yang dinyatakan dalam suatu pernyataan bahwa setiap warga hendaknya berpartisipasi dalam pembiayaan pemerintah. adalah masalah pertimbangan nilai (value judgement) dan tidaklah mungkin untuk melakukan pendekatan ilmiah guna merumuskan konsep keadilan tersebut. Sebagian besar negara memperoleh pendapatan untuk melangsungkan kehidupan negara berasal dari pajak. Penggunaan pajak sebagai pendapatan Negara ini bermacam-macam. Pajak digunakan sebagai dan untuk pembayaran gaji sampai dengan berbagai proyek pembangunan. Dalam melaksanakan pemungutan itu tidak boleh asal pungut melainkan harus diberlakukan prinsip yaitu Prinsip keadilan dan pemerataan. sekolah. Komposisi pajak di berbagai negara menunjukkan variasi bila ditinjau dari jumlahnya. Bila penerimaan pajak dirinci lagi maka akan terlihat komposisi pajak yang sangat bervariasi. Apakah keadilan dimaksud dilihat dari segi penghasilannya. pajak relatif kecil. Pada awalnya di tahun-tahun permulaan kemerdekaan Indonesia. Pada hakikatnya masalah keadilan pajak. Masalah yang muncul kemudian adalah keadilan bagi siapa dan terhadap apa. Menurut Adam Smith. Di Indonesia pajak penghasilan masih mendominasi jumlah penerimaan pajak. sedapat mungkin secara proposional sesuai dengan kemampuan masing-masing. Keadilan bukan hanya masalah sama rata antara yang satu dengan yang lain melainkan berdasarkan berbagai faktor pajak itu sesuai dengan keadaan dari pembayar.Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum. dan pembiayaan lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja. Di beberapa negara pajak penghasilan merupakan jumlah yang paling besar sedangkan dibeberapa negara pajak penjulan atau pajak pertambahan nilai lebih berperan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa penerimaan suatu Negara bersumber pada penerimaan pajak. jembatan. Tetapi lambat laun jumlah penerimaan pajak secara relatif dan ablsolut bertambah besar. seperti apa yang dikemukakan oleh John F.

Sedangkan keadilan vertical memandang suatu pembebanan pajak yang adil bilaman terhadap WP yang mempunyai yang mempunyai kekayaan dan kemampuan lebih besar harus dibebani pajak lebih daripada WP pada umumnya. . namun beberapa prinsip telah berhasil dikembangkan sehingga memberikan beberapa kerangka acuan yang dapat digunakan seperti benefit principle dan ability to pay principle. keadilan juga ditafsirkan sebagai keharusan adanya pajak progresif dalam struktur pajak. Keadilan horizontal menganjurkan bahwa terhadap objek pajak yang sama dan terhadap WP yang mempunyai kemampuan yang sama harus dibebani pajak yang sama pula. investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sistem perpajakan yang adil ialah adanya perlakuan yang sama terhadap orang atau badan yang berada dalam situasi ekonomi yang sama ( misalnya mempunyai penghasilan tahunan yang sama) dan memberikan perlakuan yang berbeda-beda terhadap orang atau badan yang berada dalam keadaan ekonomi yang berbeda-beda. Apakah akan diadakan perbedaan pengenan beban pajak penghasilan antara wajib pajak badan dan wajib pajak orang pribadi untuk mengurangi beban pajak berganda.  Penagihan yang tidak menghasilkan penerimaan atau pelunasan pajak. akan tetapi begitu dilaksanakan dasar yang fundamental tersebut akan muncul pula segudang permasalahan. apakah akan dikenakan presentase yang sama terhadap semua tingkatan penghasilan (proportional taxation) atau presentasenya meningkat apabila penghasilannya bertambah tinggi (progressive taxation) atau presentasenya menurun apabila penghasilannya bertambah tinggu (degresive taxation). Menetapkan dasar yang fundamental berbentuk standar tersebut. maka mungkin sekali akan muncul pengurangan-pengurangan yang berarti dalam tingkat tabungan.Sistem yang adil bukanlah merupakan persoalan teknis ekonomi. Walaupun kelihatanya sangat sederhana tapi dalam prakteknya prinsip keadilan ini sulit diterapkan. Di samping itu.tidak jelas dan tidak benar. antara lain :  Adanya diskriminasi pajak  Pelaksanaan perundang-undangan yang belum tuntas  Tindakan yang tidak tegas terhadap ketidak patuhan pajak atau penyelundupan pajak  Penyusunan Surat Pembertiahuan yang tidak lengkap. Apabila masyarakat menginginkan suatu tingkat pajak progresif yang tinggi karena pertimbangan keadilan.pada praktiknya. melainkan falsafah pribadi. Keadaan pertama yaitu perlakuan yang sama terhadap penghasilan yang sama dapat kita definisikan sebagai keadilan horizontal. Jalan menuju keadilan dalam perpajakan dimulai dari penentuan objeknya serta ukuran yang cukup jelas mengenai apa yang disebut sebagai kemampuan membayar pajak. Sedangkan ada yang kita sebut sebagai keadilan vertical yaitu pajak yang dibebankan pada tiap masyarakat dengan penghasilan yang berbeda-beda. penyusunan kembali struktur pajak dapat menimbulkan berbagi permasalahan di dalamnya seperti konflik mengenai ukuran atau standar apa yang akan diterapkan. Banyak faktor yang menyebabkan hilangnya kepercayaan atau indikator yang menunjukkan hilangnya kepercayaan tersebut. Secara umum. hanyalah merupakan langkah awal dari keadilan dalam perpajakan. Memperbaiki prinsip keadilan dan pemerataan yang terdapat dalam sistem perpajakan yang baru dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. akan tetapi di lain pihak para ahli perpajakan banyak berbeda pendapat mengenai cara pengukuran yang akan dilakukan terhadap apa yang disebutnya sebagai kemampuan membayar pajak itu. Keadilan dalam perpajakan menghendaki penerapan suatu standar yang berpegang kepada kebebasan atau ketentuan khusus dan tidak memihak. diharapkan akan mampu memperbaiki dan mengembalikan kepercayaan masyarakat pembayar pajak akan adanya keadilan dalam perpajakan akibat perbaikan sistem tersebut. misalnya standar atau kinerja apa yang digunakan untuk menetapkan besarnya pajak penghasilan. Hal-hal di atas menyebabkan terjadinya kehilangan kepercayaan masyarakat yang menyebabkan masyarakat menolak untuk membayar pajak.

Seluruh Objek Pajak dipajaki. Hal ini sebagai bentuk program ekstensifikasi dalam menjaring wajib pajak dan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Tahunan sebanyak-banyaknya. Tujuan diadakanya sensus pajak ini adalah untuk menjaring seluruh potensi perpajakan dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perpajakan. Membayar pajak indikasinya adalah adanya SPT bukan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). artinya melakukan ekstensifikasi dengan mendatangi wajib pajak (WP) di seluruh Indonesia. 2. SPPT PBB. Jadi kali ini Dirjen Pajak yang proaktif. dimana tidak hanya pengumpulan data saja yang dilakukan tetapi juga melakukan sosialisasi pelayanan pajak. Responden Subjek Pajak Orang Pribadi: 1. wajib pajak akan diingatkan untuk membayar pajak. SPPT PBB. 2. KTP/Paspor/KITAS Penanggung Jawab/Pengurus. selain harus adil. 2. sehingga meninggalkan unsur kesederhanaan serta dilain pihak kemungkinan meninkatnya penghindaran pajak dan penyelundupan pajak. pajak juga harus merata artinya pembayar pajak bukan hanya berasal dari kelompok atau golongan tertentu melainkan semua orang yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak. Responden Subjek Pajak Badan: 1. dapat pula mengakibatkan administrasi dan pelaksanaanya semakin kompleks. seperti bagaimana mengisi SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) hingga cara pembayaran pajak agar masyarakat dapat dengan tertib melakukan pembayaran pajak. Prinsip dalam pajak. petugas pajak akan melakukan kunjungan. Dengan sensus ini. Fungsi diadakanya sensus pajak ini adalah untuk menyiapkan data yang akurat atas potensi pajak dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak. Manfaat dari sensus yang pertama adalah. Berikut adalah hal-hal yang perlu disiapkan responden untuk sensus pajak. . jika PKP. Direktorat Jenderal Pajak akan mengadakan sensus pajak. Nomor Pelanggan PLN. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). yaitu: 1. Seluruh Wajib Pajak (WP) terdaftar. Meningkatkan peran serta masyarakat (WP) dalam mendukung kelangsungan pembangunan sehingga bangga menjadi warga negara. 4. dan kawasan pemukiman. Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Paspor/KITAS. Sasaarn dari sensus pajak ini adalah orang pribadi dan badan yang berada di lokasi sentra bisnis. high rise building. jika PKP. Untuk menjamin tercapainya pemerataan pajak inilah pada September 2011. sensus pajak adalah kegiatan pengumpulan data mengenai kewajiban perpajakan dalam rangka memperluas basis pajak. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP).syarat-syarat untuk meningkatkan keadilan dalam perpajakan. Alasan utamanya adalah karena masih banyaknya wajib pajak baik badan maupun orang pribadi yang belum memenuhi kewajiban pajaknya. 4. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP). 5. kalau sebelumnya memakai iklan untuk sosialisasi dan penyuluhan. Pelaksanaan kewajiban perpajakan tepat waktu dan tepat jumlah sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 3. 3. Akta Pendirian. kali ini Dirjen Pajak akan secara langsung mendatangi masyarakat satu per satu. Nomor Pelanggan PLN. 3. 5. dengan adanya sensus. Menurut Kepala DJP Bapak Fuad Rahmany. Meningkatkan pelayanan yang berkeadilan bagi masyarakat (WP) dalam pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan. Selain itu sensus pajak memiliki beberapa manfaat. 6.

Ini tidak adil. Hasil dari sensus dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan pemungutan pajak sudahkan sesuai dengan ketetapan yang ada. Padahal jumlah orang yang bekerja secara aktif ada 110 juta orang. Pedoman teknis persiapan meliputi : 1. Dengan diadakannya sensus pajak ini diharapkan bagi mereka yang telah memiliki NPWP dapat menjadi lebih aktif membayar pajak sesuai dengan yang telah ditetapkan. Sensus pajak ini sudah berlangsung sejak September 2011 dan terdapat beberapa tahap selanjutnya. pedoman teknis pelaksanaan. Sedangkan masyarakat yang berpendapatan rendah pun sudah banyak yang membayar pajak. 3. proses pelaporan.dan 3. untuk WP badan usaha. Karena jika sudah bagus database-nya. Sejauh ini.dan 4.9 juta WP.Menurut data DJP sekarang ini sudah lebih dari 15 juta orang pribadi yang mempunyai NPWP. Selain mendapatkan manfaat itu. Dengan adanya sensus ini dapat dilihat apakah prinsip keadilan telah berjalan di lapangan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Persoalannya. Kesuksesan pelaksanaan sensus pajak akan tergantung bagaimana Ditjen Pajak mengorganisirnya. pedoman teknis persiapan.5 juta WP. disebutkan bahwa WP orang pribadi yang melaporkan SPT baru 8. Karena faktanya sekarang yang belum bayar pajak masih banyak sekali. pembayaran pajak yang dilaporkan melalui SPT hanya 466 ribu. berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Pedoman teknis Sensus Pajak Nasional meliputi : 1. Sensus akan berlangsung hingga akhir tahun 2012. Enforcement tersebut bisa berbentuk himbauan. 2. proses koordinasi internal dan eksternal.dan 3.5 juta WP. proses penyediaan data. Sementara. Pedoman teknis pelaksanaan meliputi : 1. baik badan dan orang pribadi. Padahal jumlah badan usaha aktif.73 persen. proses pencacahan. yaitu melalui PPh (Pajak Penghasilan) pasal 21 dan Pajak Pertambahan Nilai. sensus ini juga sebenarnya merupakan bagian dari upaya penegakkan keadilan. pemeriksaaan sampai penyitaan sehingga prinsip keadilan dan pemerataan pajak dapat ditegakkan. Teknis pelaksanaan sensus pajak 2011 ini diatur berdasarkan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-30/PJ/2011 Pedoman Teknis Sensus Pajak Nasional. sekitar 12. dukungan masyarakat serta sosialisasi melalui media. Dalam manfaat yang terakhir ini dapat dilihat bagaimana hubungan prinsip keadilan pajak dengan pelaksanaan sensus pajak tahun 2011. Dirjen Pajak dapat melihat potensi pembayar pajak yang kemudian akan dilakukan enforcement atau penegakan supaya lebih kuat. proses pembentukan Tim Sensus Pajak Nasional. proses pembuatan rencana kerja. Artinya. tanpa usaha mikro. . pedoman teknis monitoring dan evaluasi. Manfaat kedua dari pelaksanan sensus ini adalah Ditjen Pajak dapat melakukan pembaharuan dan melengkapi database wajib pajak. proses asistensi. 2. Target Wajib Pajak yang akan didatangi adalah sekitar 1. masih banyak masyarakat yang mempunyai NPWP tetapi tidak membayar pajak dan tidak melaporkan SPT. 2. rasio SPT terhadap kelompok pekerja aktif hanya 7. Secara garis besar sensus dimulai dengan para petugas sensus akan dikirim juga ke daerah-daerah yang tersebar di 299 KPP (Kantor Pelayanan Pajak).

7985.3.5.92:3380.809.320.3:39:050393..72.2033. 8./03.8/.8.33..33. 805079. 2./03.35020739.3/507403.. ./..3.35.../.3:9..32.703.3/.3   03:7:9/.302.3503/0.3.357385.5.35..3.3 0..2502:3:9.3-07/.27../.:.3-.25075.. 503072.39/.9/..32...8././:3..3502-.9:0.3207:5.9:/03..32.83 2.../03.3/3.34043 :0 .9: 808:.780503.9...9:.3.3/.9.730./..3/02:.3/.   .8..3438050..9.3-078:2-07/..52./.33.9/825:.9./-.35.3 2.3.:42-3.7.390780-:9 &:7.1..30.9:/03.3947548 /.:0:/02039 /. 03/.5.03/07:3.3 /9039:.7.3. 0.5.33.7.7.0.3 ..89.:02:/.... 0.  0..5.3. 2.3/2..9/..8..3.:438038:8.:801.3503.57454843.7. 800-:9:.3 50207.2.99:803/7 .9..3.93..../.8.-078:2-075.405.35073/:3..3:39:202-07.9./.5.3.3502:3:9.503072.9. 8.7./.3.9:!73850.0..39./.25075.28:..8.3-./...9475.7:8/-07.85075.32:3.8.8.-8./.3/.8-0-07. -40.3907./.0391.3.3.5::7..:.-075..7.7.3.3/.7502-.25:. 808:.35.39:9/./.3802./.99: 803/7 803.9/..33.9:502:3:9.. 80/./..3-09:/.809..:..203.3-07-.8/.3-.30.8://...9:5073.30.5:8082.7. 5.7.9.30.5...3.220.3/7.207:2:8. 805030:.58.9:7 803..9/./.8.5.3./.8.7..3 7.3. 80:7:.2.9.3/3..2$29 57385.3/32.7.2./9  907.5:3:920.2:33:39:20...907.38:.. 50792-.9   03.0.8.8.5.202-.9.3-:.3-.5.35.7.....8.38..3/./.3..3080../..703.2502-.1.3.22.2.. .8./.:3.7:8/./.9.77..7  .9.3907/.3 .83 .94790780-:9 !.

9.2:3380.3.25075.3 9.3/.39/.:.25:.3.3.35.30--08..3 2025:3.7.3.:.. O !03:8:3./..2.38:.9: 507...-03..947./.380-0:23.8/02-.503/..8./.5.207:5.3.3-..47../.38..:3....50307..99.3./.3   ..-07.203.3.3/3.3:7.30.8..7..2-.9..03..9.7  O !03.2025:3./.2.. 28.3...3..: 5708039.207:5.5738590.9!02-079./.39/.3/.920333.3.35../.38.09..85.380-.:503:7.25:..7.....3203:3:..320303/. 0309.7.3/:3.0. 0.3.5072.-9945.943  5.32...3 :3/.7.3202-.9/..507.8.3/.3$:7.32.2039.2.3-0750.. $0/..803.:.357-.3503.75.9.804342.90.5802:..20./.35./.5.5./.93.39/...573850./.3 .35..2039..2897:9:75.3.3..32:3.3 . 503::7..7.3.3..3.:50:3./.5.9:.2..5.99. -0/.338:9/907.39.33.3..8.980/07....02..3.80:/.3./.25:.2..8.-.907.907.8.  0.-07-039:89.3/.. /.3 .35072. ::7.32025:3.35..:3/..9/03.573.:89.30507..907.5./.202./.:39:202-..3-07-0/./../.8.3.3903804342 20.9..3.:09039:.75.3. -0/.8..3. O !0. 503:8:3.3  $0..-:3.3909..0507.8.-.503.5.  .:307.3/80-:980-./.350784.790780-:9 .3.:5:.5-09:/.257..5.5.3/.8.31.9.. -0/.3 2030-.509/.:5030:3/:5.32.93 5747088.::7.:./.7.3..3 05.9.3//.5747081..547.3.903.3.3203::0.3507:3/.31:3/.80-:980-. 0507.3-07.3 574547943..5.7.289:..7.3-0-.38.3.-..907.1.38.3.3/80-:93.35.3.2033././.93: /0708..7:8/-0-.3907.350303.50   $89025075.3..8/..2.3..52.3..3.5./.: -.. ..3 O /.320302-.3.8.3/.09.503.39/.38:..9.947.35.202-07.3:39:20309.3 -07-.9..2.3.9././:39:203:7.3./.02.3/.3 907...89. 0. 28.80-.:5:30.380-.9:89.25:202507-.3.3.8/.3. .5075.3..0....3.95..3.089.5.92034.32025:3.203:7:3.-079.9.32:3..820303.5..2.3/..203./.3-.3/.7 0.3 .8.3805079-03019573.3.3./.3./0138.33..23.-07..3.3.7:8/-0-.80.8..02.7.3.90780-:9 .3507-0/.5:.8...8 O %3/.2.30..5.2 5075./-:.9.54-05.9:5.31:3/.25:.7./.3..3../9.3-07-0/.-5.:.3 /.2.803. -.5.-5.3.5/.:2:23.3 202-.35.3.9.25075.92032-:.39.3/. 07../..8./.33..920303. 5.3.3503./.39/.5!. 9.350207.-..3 5708039././8723.75..8.9:502-0-.-.943  .3..9507-.3.2:3-0-07.30507./-.0..35079:2-:.0./.  .39.3.907.5503.8.3/2:..503.3/.5.3503072./.3.703.3907. 57-.0-0-. /.-079.5747081 /.73.8.503./.5...82030-..5.7:8.3.3907/....3507.3-07-0/.897:9:75...35..-.7.3.9502-..3 47439..7503039:.3.293.8../..302-.38890290780-:9 ../.393 ./.25075..503.3:8:8/.9:   02507-.3-0-.3-0:29:39. 202.9.38.9.187.7./.57..57385 0.8079.50/.9.3/./3.3.7.3 .079.1.38.. $8902.547.7.3/.5.3/907.-07-0/.8.0.:5708039.3803.3./.93.30.2.7.5..3907.3..34-03.79/.390780-:9 .943 .3-07../...35.3 2.3-07..::50.2889025075.2.3/..32.9./ 3.5 9/.3/-0-.3/.././.079..5.3.3...3202-07.9:93.302.347439.: -.35079...38.! 5....7..2539:  .-..3.5.38:.3 503:7.8.80507943120303.0..3.5.8.7:/-...5. /.../.3-08.3/.3:..8. .3909.3 5.38.3/03.3/..9/:3.:2:2 0..5!.75.38./.304342..0-/.  $0/../.3/03..9.3 3.3.304342 8.5/.33.75.2-..:.0.8907.3-././.3..5.3-0-07.8.32030-.50792-.

-07...3  07:9.35..3 5030:3/:5.39079039:20.-5.7   $0:7: -0!.3502-./.3 -070./.. 503:25:..3..9:2..203.8-.-.3574./.20....3.8.35.8.3.2...3 8038:85.  #08543/03$:-0!.3.9:/.5.3.8.73.-.9.3..35..3..30.3.3.7.35.2203/::30.:.8 /.....7.9.-.9.3-.3/.3 $!% !. ./.3:39:848..38:3.9:   $0:7:.202. .8..8.-..203.3/..704254.91 .3-07.95:. ! 907/..502-....9/.3.35..../5.9:507 8. -:.9!02-079...3507.30./.357-.3 .8 5490385./.:39:203./.8../.32033..47.9.9!03::.3  033..20303.38079.3802:.3905.3..885.8..7.3848.2..  03:7:905.20203: %7..3:3:3.75..3.9.3.7.8-..9/03....357-..5:..5.3.:.9/.3502-.3 /.-..3703!./4.202507:.850..35075.73/.5033/.3503072.9.3-07..!03/7...  805079-.98..3 507:3/.30890381./.3.7.-.3 503:25:.3.!!   9.:3.32.3909..-039:5747.8.:..72.. !! .3 3.. !!    $:7.380-.:443./23897.27./ /..03... -.2./...380.793.-5.3:3..0.!..3.8.9: 03.8..-.880397../.3!03:8.7.3.-!.2203..9.8/.:.3507:/8.. 8038:85.808:..9.!03.$05902-07  70947./.3..3/./#.35075.7./..7.8038:85.38038:83 509:.3/.9:39:2033.350.3/.2.3 !!  %./ ....35.93.7380:7:5490385075..8.:  :38/.9!02-079. ! /80:7:3/4308. &39:203..9 ! /.9.3.2.3.25075.3 /2. .   !0..2033.:. 80..3203.-.9.!075.502-.9..2038$!% $:7.3 803.3 5..27..3.3   4247!44.3./.3 20203:8.5.3!   $!!%!   %!.7:8.  .3.20..250203:.38:3203/./..3:38:7 080/07.9:7.3502:2.7:8207.3..9.3 :9.5.35.78038:85.35.8 /.980-.8.:7.3708543/03:39:8038:85...3.3... %::..903/07.3-0:220203:0.9./.3.3./.8..3 .3/.3.-!.350.3503::.7.  .8...3$:7.:.3.3.9 8.:3.3.3203/.3.7.:./ 5.50207. 5.8..3905.2.3.3/.9.38079....3 ..3.3/.3   4247!0.85.02:33.-5..39079-20.0...2033.:.3%..   !7385/.27.7.-838 780-:/3 /.38038:85.9.:39:203.703..!.802.19./.5..8/03.793.. $.-5.. 033.3-..3.32.380-.47.23907../...:5:347./...7.25.../.3.35075.30.3.30.72..507..9.:80-0:23.7././...3.342508 803.7.320.5.3.3703!.20890381.:.!.9./.9 ! /.

!.8547.

3:3.%$!03.-..

3!03:8.3!7-.. 7.!!   .!. !!    $:7.3/...03. !! .79:%.9!03::./   4247!44.-!.!03:7:8  #08543/03$:-0!.!03/:/: %! ..

!.8547.

9 ...75.3/.3./.31.202-0-07.%$   $!!%!   4247!0.  02-..3:39:202-.31.3.39:8038:85.3/3..3.9/././...$!%-:..3!  $0.3!! 4247!44..-!.3. .2.83.  .5.35079.75.8038:8 .9../.....2.78038:8..-5. /03..

9-.9/.5:38:/.9:7-07/.35.-.84$!%907.3-007. :39:!-. 202-../03...3703/./.5030.7.8.809../..8.8.78-08.3-.3/72 :.2070.3-07503/.-.0/.99: 8038:83:.22...7...  507803 $02039. 502-..3.79.320./.75. 3/. 80.80 3..-5.91.91202-./..91. :9.20347.7..9/:3.390780-./. ./909.-07.9.9./..7.3./ $038:8 .5/.!!909.:3  08:808.3!07.3. !079..3 ..38038:83.3 793.3!:8.75...3./.3.3.703.-.:2.7../. 9..35.-.32.390.573850..302:/.75..3$!%-.3 573850.547.7..274 809.3 57-.920.3./0-..9.75.3/.38038:85.3-0:2-...9:7.!47..347../.8.3.350.:5030.32025:3././03...3202-. %.3.5.350.3907/..3.2.9.91 9.3!.2-..:8/..5.-.:.8.750.9-0-07.33.07..3502:3:9.9 3147.9...3!..3808:..38:5.59/.8..7:9.9.5.32025:3.989 /80-:9.5042545007.5.8.3./.9.3-. $0.32.35.3.9..2.1..3/.3.547..2.3808:..3/.903!.8../03.9.80./.3.!  $038:85.3703!.31.47..3947!0..207:5. .-07-039: 2-.7. .7:. 39/..39/.7 5.20.9.580. !! !0784.850..357-.9./../.!80.509:.320./../.-.9/.3873.3.38:380.:.8.31.8:/./ $0/./03..25...32.3:8..80..33.3/.5.9.7: :9.3-.:39: 2030.98079.5.....3907.5.3.78038:8/.808:.$05902-07 /.- !.9549038502-.31....357-.547..38038:85.7. 2. /::3.7.3.   %03850.-07.! !.:$!% .3 5.7..903!./.3 /..35.. .3203/.8.07.8-.8/...703.9..390.  $0. 7.32003.! -.573850.3.:8..3 502-. .3.3/.5.9/90.848..7 :5.:.3803. .3  $0..3405020739..3 /.3.3.3/.7./.3//..5.8.35.8.920.:3  03.5.350207../03./.3./..03:7:9/.38./.78038:8/2:.8038:85.!03.3.2.39:3-.3/.8.3:8.5.3:93.3..9..3.9:20.02039.3.9.338:/...5.35.390.. /.7.:.7 :9..30..5039.7/!! .5./.:3 -07/.0-:.3.3/..:20/.3.38:33.  703!.709. /...30909.80..3-07.3 03147.8 20.:!! !.5.47.3$!% 03.:9/.7 :9.38038:85.5...5.3 502078.9.9$9.5.8:/.3 907.73/.:-:3.80-03.38:/.3/.88038:8.8-.7-: !.73.47.9203.7..90/:.:2.0-/.3. 4247!#  .7./..8038:8 3/.202!!/.0203990780-:9-8../.3  .

!.

.  !0/42./.205:9   50/42.9.3.8.3   50/42.3903850.5.   574808502-:..843..3   57480850..3   574808..3205:9   574808503.390385078.3%2$038:8!.3/.3/.30.3/.3703.:.839073.../. !0/42.3.390385078.390382439473/.547...3.   5748085030/.9.5.39038$038:8 !.3   50/42.3   574808447/3.3903850.3%038$038:8!..07. !0/42.3205:9   574808502-039:....3089073..843.889038     .8  !0/42.8..843.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->