P. 1
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

|Views: 7,216|Likes:
Published by Khairul Iksan
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

More info:

Published by: Khairul Iksan on Nov 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2015

pdf

text

original

Perencanaan pendidikan terdiri dari beberapa jenis tergantung
dari sisi melihatnya. Dari tinjauan cakupannya, perencanaan

30

pendidikan ada yang bersifat nasional atau makro, ada pula yang
bersifat daerah atau regional, ada juga yang bersifat lokal dan ada
pula yang bersifat kelembagaan atau institusional.
Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional mencakup seluruh
usaha pendidikan untuk mencerdaskan atau membangun bangsa
termasuk seluruh jenjang, jenis, dan isinya. Pembangunan sektor
pendidikan di Indonesia diatur dalam perencanaan pendidikan yang
bersifat nasional ini.

Perencanaan pendidikan regional adalah perencanaan pada
tingkat daerah atau provinsi yang mencakup seluruh jenis dan jenjang
untuk daerah atau propinsi itu. Pada sistem penyelenggaraan
pendidikan di Indonesia mungkin ini dikenal dengan sistem wilayah,
bilamana wilayah itu secara operasional mencakup suatu daerah atau
provinsi tertentu. Perencanaan pendidikan lokal adalah perencanaan
pendidikan yang mencakup berbagai kegiatan untuk Kota atau
Kabupaten tertentu saja.
Perencanaan pendidikan kelembagaan adalah perencanaan
pendidikan yang mencakup satu institusi atau lembaga pendidikan
tertentu saja, seperti: perencanaan sekolah, atau perencanaan
universitas tertentu.

Ditinjau dari posisi dan sifat serta karakteristik perencanaan,
perencanaan pendidikan itu ada yang bersifat terpadu, dan yang
bersifat komprehensif, ada yang bersifat transaksional dan ada pula
yang bersifat strategik.
Perencanaan pendidikan terpadu atau Integrated Educational
Planning
mengandung arti bahwa perencanaan pendidikan itu
mencakup seluruh aspek esensial pembangunan pendidikan dalam
pola dasar perencanaan pembangunan nasional. Ini berarti bahwa
perencanaan pendidikan pada tingkat makro atau nasional hanyalah
merupakan bagian integral dari keseluruhan perencanaan
pembangunan nasional. Kedudukan perencanaan pendidikan ini
sama dengan kedudukan perencanaan pembangunan ekonomi, atau
perencanaan pembangunan sektor pembangunan lainnya.
Keterpaduan pola pikir yang diterangkan dalam perencanaan ini

31

menerapkan konsep General Systems Theory yang memandang
upaya pembangunan sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai
komponen yang dalam hal ini berbagai sektor pembangunan.
Pembangunan setiap sektor haurs terpadu dan saling mempunyai
keterkaitan erat hingga sumber-sumber daya yang dipergunakan
dapat secara optimal diatur dalam pemanfaatannya hingga efektif.
Perencanaan pendidikan komprehensif mengandung konsep
keseluruhan yang disusun secara sistemik dan sistematik. Seluruh
aspek penting pendidikan mencakup dan disusun secara teratur dan
rasional hingga membentuk satu keseluruhan yang lengkap dan
sempurna. Kelengkapan dan keteraturan dalam pola dasar yang
sistemik inilah yang merupakan ciri utama perencanaan pendidikan
yang komprehensif.

Perencanaan strategik adalah perencanaan yang mengandung
pendekatan Startegic Issues yang dihadapi dalam upaya membangun
pendidikan. Kalau isu pokok pembangunan pendidikan dewasa ini
tentang Quality Declining, maka perencanaan pendidikan yang
mengambil fokus atau prioritas pembangunan kualitas pendidikan,
maka perencanaan yang dikembangkan untuk mewujudkan prioritas
ini disebut perencanaan strategik pembangunan pendidikan.
Perencanaan pendidikan strategik ini bertitik tolak dari gagasan untuk
menanggulangi National Emerging Issues dan bertitik tolak dari
pikiran bahwa sumber-sumber daya itu amat langka, karena itu
penggunaannya harus diatur secermat dan seefisien mungkin hingga
output yang diharapkan memang merupakan keluaran yang efektif.
Ditinjau dari sisi metodologi, perencanaan pendidikan itu dapat
disebut Rational atau Systematic Planning, karena perencanaan ini
menggunakan prinsip-prinsip dan teknik-teknik berpikir sistematis dan
rasional ilmiah. Comprehensive Planning Model Schiefelbein,
Integrated Planning
menurut Asia Model umpamanya dapat disebut
sebagai Systematic Planning atau Rational Planning yang bercirikan
keterikatan pada ketentuan dan peraturan perhitungan yang rasional
dan teliti dan sebagai hasil kalkulasi komputer umpamanya. Prinsip

32

System dan Rational Decision Making jelas terlihat dalam planning
seperti di atas.

Planning yang mencoba menciptakan linkage yang kuat dan
serasi antara rancangan yang telah ditetapkan dengan kenyataan
implementasi rancangan oleh administrator disebut dengan
Transactional Planning. Transactional Planning menurut Warwick
(1980) adalah: “To forge strong links between the planning and
implementation of development programs
. Transactional Planning is
chosen to highlight the essentially interactive and political nature of

effective development planning and program implementation”.

Menurut survei (Warwick, 1980) ternyata kebanyakan negara
berkembang terdapat kesenjangan antara The Myth Planning dan The
Reality of The Plan.
Kesenjangan ini terutama disebabkan terutama
oleh keengganan administrator dan politisi untuk terlalu terikat kepada
planning yang sudah ada, karena Rational Planning ternyata terlalu
ketat hingga planning kehilangan kemampuannya untuk merespon
terhadap berbagai tantangan yang muncul. Transactional Planning
mencoba menampung aspirasi administrator dan politisi untuk
mencoba menciptakan hubungan yang nyata antara Planning Theory
dan Planning Practice.
Secara konseptual Transactional Planning terdiri dari tiga bagian,
yaitu: Pertama, komponen environment yang juga terdiri dari remote
environment, proximate environment, operating environment.
Kedua,
plan formulation yang mencakup process dan contents. Dan Ketiga,
plan implementation yang mencakup facilitating conditiond dan
impeding conditions. Keterkaitan antara ketiga komponen atau bagian
ini disajikan dalam gambar seperti berikut ini:

33

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->