P. 1
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

|Views: 7,216|Likes:
Published by Khairul Iksan
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

More info:

Published by: Khairul Iksan on Nov 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2015

pdf

text

original

Masalah kesejahteraan selain sensitif karena menjadi pendorong

seseorang untuk bertugas, juga karena berpengaruh terhadap moral

dan disiplin tenaga pendidik dan kependidikan. Oleh karena itu, setiap

sekolah manapun seharusnya dapat memberikan kompensasi yang

seimbang dengan beban kerja yang dipikul tenaga pendidik dan

kependidikan. Dengan demikian, tujuan pembinaan tenaga pendidik

dan kependidikan adalah untuk menciptakan tenaga pendidik dan

kependidikan yang berdaya guna dapat terwujud. Lebih dari itu, tujuan

sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan dapat tercapai.

Pemahaman mengenai kompensasi di sini tidak sama dengan

upah. Upah adalah satu perwujudan riil dari pemberian kesejahteraan.

Bagi sekolah, upah adalah salah satu perwujudan dari kompensasi

yang paling besar diberikan kepada tenaga pendidik dan

kependidikan. Pengertian kesejahteraan selain terdiri atas upah,

dapat berupa tunjangan innatura, fasilitas perumahan, fasilitas

174

kendaraan, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan, tunjangan

pakaian, dan sebagainya yang dapat dinilai dengan uang serta

cenedrung diberikan secara tetap. Kesejahteraan tenaga pendidik dan

kependidikan adalah imbalan jasa atau balas jasa yang diberikan

lembaga kepada tenaga pendidik dan kependidikannya, karena telah

memebrikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan sekolah

guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Telah banyak penelitian yang dilakukan tentang tingkat kepuasan

terhadap kesejahteraan yang mereka terima dari sekolah. Hal

tersebut dipengaruhi oleh: Jumlah yang diterima dan jumlah yang

diharapkan; Perbandingan dengan apa yang diterima oleh tenaga

pendidik dan kependidikan, Pandangan yang keliru atas kompensasi

yang diterima tenaga pendidik dan kependidikan lain, Besarnya

kompensasi instrinsik dan ekstrinsik yang diterimanya untuk tenaga

pendidik dan kependidikanan yang diebrikan kepadanya.

1. Jumlah yang diterima dan jumlah yang diharapkan

Sebagian besar teori mengenai kepuasan menekankan bahwa

kepuasan tenaga pendidik dan kependidikan ditentukan oleh

perbandingan yang dibuatnya antara apa yang diterimanya dan

berapa yang seharusnya (menurut keinginan) diterima oleh tenaga

pendidik dan kependidikan yang bersangkutan. Apabila tenaga

pendidik dan kependidikan menerima kurang dari yang seharusnya

mereka terima, mereka merasa tidak puas. Sebaliknya, apabila

mereka menerima lebih dari seharusnya mereka terima mereka

cenderung merasa puas.

175

2. Perbandingan dengan apa yang diterima oleh tenaga

pendidik dan kependidikan

Perasaan tidak puas seorang tenaga pendidik dan kependidikan

banyak dipengaruhi oleh perbandingan dengan apa yang diterima

tenaga pendidik dan kependidikan lain yang posisinya sama

dengannya. Perbandingan tersebut baik di dalam maupun di luar

sekolah tempat mereka bertugas untuk bidang yang sama.

Perbandingan tersebut menghasilkan kesimpulan tentang berapa

besarnya kompensasi yang seharusnya mereka terima.

3. Pandangan yang keliru atas kompensasi yang diterima

tenaga pendidik dan kependidikan lain.

Banyak bukti akurat bahwa tenaga pendidik dan kependidikan

sering salah tanggap, tidak saja mengenai kecakapan, keterampilan,

dan kinerja, akan tetapi juga menegnai besarnya kompensasi yang

mereka terima. Hal itu penting dan merupakan masalah paling peka

yang langsung berhubungan dengan harga profesionalisme mereka.

Besar kemungkinan terjadi pandangan yang keliru apabila tenaga

pendidik dan kependidikan melibatkan perasaannya. Lagi pula

lembaga sering tidak memberikan informasi akurat yang dapat

mereka gunakan sebagai standar pembentukan pandangan.

4. Besarnya kompensasi instrinsik dan ekstrinsik yang
diterimanya untuk tenaga pendidik dan kependidikanan yang
diebrikan kepadanya

Belum adanya kesepakatan para ahli untuk menentukan

kompensasi mana yang paling penting, apakah kompensasi intrinsik

atau kompensasi ekstrinsik dalam penentuan kepuasan kerja.

Kebanyakan studi menunjukkan bahwa keduanya amat penting dan

176

memiliki pengaruh langsung yang besar pada kepuasan kerja secara

keseluruhan. Lagi pula kompensasi instrinsik dan ekstrinsik yang satu

tidak dapat secara langsung menggantikan yang lain karena kedua

macam tersebut memenuhi kebutuhan yang agak berbeda. Untuk

memenuhi semua kebutuhannya, kebanyakan tenaga pendidik dan

kependidikan harus menerima kedua macam kompensasi tersebut

sebagai hak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga pendidik dan

kependidikanan yang membosankan dan berulang-ulang atau yang

menarik tidak memberi kesenangan apabila kompensasi yang

diterima jauh dari yang diharapkan tenaga pendidik dan kependidikan

yang bersangkutan.

Sebagaimana telah dikemukakan bahwa jumlah kompensasi

seluruhnya yang diterima tenaga pendidik dan kependidikan sebagai

bentuk kesejahteraan dapat memiliki pengaruh positif langsung

terhadap perilaku tenaga pendidik dan kependidikan yang

bersangkutan berkenaan dengan statusnya sebagai salah satu unsur

dalam perusahaan. Akan tetapi pada banyak segi, hal tersebut tidak

langsung memepngaruhi motivasi tenaga pendidik dan kependidikan

untuk berkinerja. Namun motivasi merupakan suatu fungsi yang

menghubungkan antara kompensasi dengan kinerja, dan secara tiak

langsung dipengaruhi oleh jumlah kompensasi keseluruhan yang

diterima tenaga pendidik dan kependidikan yang bersangkutan.

Dari sudut pandang tenaga pendidik dan kependidikan sebagai

individu, besarnya kompensasi merupakan faktor penentu yang

penting untuk gaya hidupnya dan jenis aktivitasnya di luar jam kerja.

Di samping itu, kompensasi merupakan faktor penentu yang teramat

penting untuk status sosial dan kehormatan di masyarakat. Bagi

beberapa tenaga pendidik dan kependidikan, kompensasi adalah

177

lebih dari sekedar uang dalam jumlah tertentu dan tunjangan, serta

berbagai macam imbalan yang dapat dibelanjakan untuk membeli

seperangkat benda materiil dan jasa. Dalam hal ini kompensasi

berarti kehormatan sosial, kekuasaan, dan daya pikat (infaiter)

kepada masyarakat.

Penetapan besarnya kesejahteraan yang layak bagi masing-

masing tenaga pendidik dan kependidikan merupakan masalah yang

teramat penting. Oleh karena itu, ini perlu penanganan profesional

dari para manajemen SDM. Apabila proses ini dilaksanakan secara

sembarangan, dapat mengakibatkan rasa tidak puas tenaga pendidik

dan kependidikan yang bersangkutan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->