P. 1
MANAJEMEN KESISWAAN

MANAJEMEN KESISWAAN

3.0

|Views: 6,832|Likes:
Published by Khairul Iksan
MANAJEMEN KESISWAAN
MANAJEMEN KESISWAAN

More info:

Published by: Khairul Iksan on Nov 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2015

pdf

text

original

Nomor

Kegiatan
Kesiswaan

Waktu
Pelaksanaan

Pelaksanaan

Keterangan

g. Pembiayaan

Ada dua hal yang harus dilakukan dalam pembiayaan. Pertama,

mengalokasikan biaya. Yang dimaksud dengan alokasi di sini adalah

perincian mengenai biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan-kegiatan

yang sudah dijadwalkan. Pengalokasian di sini hendaknya dibuat

serinci dan serealistik mungkin. Semakin rinci dan realistik rincian

biaya yang dibuat akan semakin baik. Sebab, siapapun yang

membacanya akan memandang bahwa untuk membiayai kegiatan

23

yang sudah dirinci pada langkah-langkah sebelumnya, memang

dibutuhkan anggaran sebagaimana yang ada pada alokasi anggaran

tersebut.

Kedua, menentukan sumber biaya. Sumber biaya demikian perlu

disebutkan secara jelas, agar mudah menggalinya. Ada sumber-

sumber biaya yang bersifat primer dan ada sumber-sumber biaya

yang termasuk sekunder. Baik sumber biaya primer maupun sumber

biaya sekunder haruslah sama-sama dicantumkan, agar dapat

memberi petunjuk kepada mereka yang terkait untuk melaksanakan

kegiatan tersebut.

Jika langkah ini diimplementasikan di sekolah, maka pertama hal

yang harus dilakukan adalah mengalokasikan anggaran berdasarkan

rumusan-rumusan kegiatan yang ada pada langkah penjadwalan.

Alokasi angaran ini hendaknya dibuat serealistik mungkin, dengan

mempertimbangkan angka inflasi serta apresiasi rupiah terhadap

barang-barang yang berada di pasaran. Ini sangat penting, karena

perencanaan demikian ini umumnya dibuat tahunan berdasarkan

tahun anggaran. Guna mengestimasi angka inflasi serta apresiasi

rupiah terhgadap barang, dapat dilakukan dengan mengamati

kecenderungan apresiasi rupiah terhadap US $ dan inflasinya

terhadap barang. Teknik analisis regresi dapat dijadikan sebagai

salah satu piranti untuk melihatnya, disamping siklus beberapa

tahunan yang kerap berpengaruh terhadap nilai nominal dan riil mata

uang tersebut.

Dalam merencanakan anggaran, aspek pemerataan juga harus

dipertimbangkan. Jangan sampai, ada kegiatan yang sama sekali

tidak mendapatkan anggaran, sementara yang lainnya banyak

menyedot anggaran. Terkecuali jika memang kegiatan tersebut sama

24

sekali tidak membutuhkan anggaran. Ketidak merataan dalam

merumuskan anggaran dapat dibenarkan, selama tetap ditempatkan

dalam koridor skala perioritas dan atau terhadap kegiatan yang

sengaja diunggulkan oleh sekolah tersebut, serta telah mendapatkan

kesepakatan dari komponen sekolah, komite sekolah dan stake

holders yang lainnya.

Setelah anggaran dialokasikan, sumber-sumber anggaran juga

perlu ditetapkan. Sumber-sumber anggaran, untuk sekolah-sekolah

negeri telah jelas, ialah berasal dari anggaran rutin, anggaran

pembangunan, Dana Penunjang Pendidikan (DPP) Biaya Operasional

Sekolah (BOS), komite sekolah/dewan sekolah/majelis madrasah dan

lain-lain sumbangan. Sedangkan untuk sekolah swasta, diperoleh

melalui SPP, subsidi pemerintah, dewan sekolah, donatur, yayasan

dan sebagainya. Di era desentralisasi pendidikan seperti sekarang,

sebagian dari dana alokasi umum (DUM) juga ada yang dialokasikan

untuk keperluan pendidikan.

3. Raker Perumusan Rencana Kegiatan Peserta Didik

Salah satu karakteristik perencanaan peserta didik adalah selain

tinggi muatan bottom upnya, juga banyak melibarkan guru, karyawan,

wakil orang tua, komite sekolah, masyarakat dan stake holders yang

lainnya. Agar tingkatan keterlibatan mereka sangat tinggi, maka perlu

disediakan arenanya. Salah satu arena yang tepat adalah rapat kerja

(raker) dengan agenda tunggal perumusan rencana. Karena itu,

bebarapa langkah operasional yang harus ditempuh oleh manajer

pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut:

a. Bentuklah tim penyusun rencana. Tim ini bertugas untuk

mengidentifikasi masalah, alternatif penyebab dan alternatif

25

pemecahannya. Sebagai sumber datanya adalah: pengurus

yayasan (jika sekolah swasta), kepala sekolah, guru,

karyawan, siswa, orang tua, tokoh masyarakat, sekolah

lanjutannya, (komite sekolah/dewan sekolah/majelis

madarasah dan stake holder lainnya. Mengingat perencanaan

peserta didik bersifat bottom up, dan bukan top down, teknik

pengumpulan datanya adalah eksploratori (bukan

konfirmatori). Dari kegiatan ini telah tersedia data mentah

awal yang berisi masalah, alternatif penyebab dan alternatif

pemecahannya.

b. Bentuklah panitia raker yang bertugas melaksanakan kegiatan

raker mulai awal sampai selesei.

c. Lakukan raker dengan agenda penyusunan rencana kerja

sekolah, dengan acara sebagai berikut:

1) Acara seremoni pembukaan

2) Acara Inti Raker, Dipimpin Oleh Ketua Tim Penyusun

Rencana, Dengan Acara Inti Sebagai Berikut:

a) Pengantar oleh ketua tim penyusun rencana, serta

laporan hasil identifikasi masalah, alternatif penyebab

dan alternatif pemecahannya.

b) Penyampaian permasalahan oleh ketua yayasan

(untuk sekolah swasta) atau Kepala Dinas Pendidikan

(untuk sekolah negeri).

c) Penyampaian permasalahan oleh kepala sekolah.

d) Penyampaian permasalahan oleh wakil guru.

e) Penyampaian permasalahan oleh wakil karyawan.

f) Penyampaian permasalahan oleh wakil peserta didik.

g) Penyampaian permasalahan oleh wakil orang tua.

26

h) Penyampaian permasalahan oleh kepala sekolah dari

sekolah lanjutannya (Jika SLP, maka kepala

SMU/SMK. Jika SMA/SMK, maka PT/PTS).

i) Penyampaian

permasalahan

oleh

komite

sekolah/dewan sekolah/majelis madarasah atau stake

holders yang lainnya.

j) Pembentukan komisi-komisi, yang ditindaklanjuti

dengan pembahasan permasalahan, altermatif

penyebab dan alternatif pemecahan dalam komisi-

komisi. Selanjutnya, permasalahan, alternatif

penyebab dan alternatif pemecahan tersebut diubah

ke dalam bahasa program.

k) Presentasi oleh masing-masing komisi, dengan

tanggapan dari masing-masing peserta raker.

l) Pembentukan tim perumus, untuk merumuskan

rencana-rencana tentative dan menghaluskannya.

m) Pembacaan kesimpulan sementara hasil raker oleh

ketua tim penyusun rencana.

n) Penyerahan acara oleh tim penyusun rencana kepada

panitia.

o) Acara seremoni penutupan, yang terdiri atas:

p) Pembukaan oleh master of ceremony.

q) Laporan ketua panitia.

r) Sambutan oleh kepala sekolah dan menutup acara

raker secara resmi.

d. Menindaklanjuti acara raker dengan:

1) Tim perumus menghaluskan hasil raker sehingga

tersusun rencana strategis dan rencana operasional.

27

2) Kepala sekolah dan komite sekolah mengesahkan

rencana strategis dan rencana operasional.

3) Rencana strategis dan rencana operasional telah siap

direalisasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->