P. 1
1. KTSP TK Permata Bunda Kec. Tapin Selatan

1. KTSP TK Permata Bunda Kec. Tapin Selatan

|Views: 682|Likes:

More info:

Published by: Ahmad Zainie Albanjari on Nov 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah Nya sehingga penyusunan Kurikulum TK Permata Bunda tahun pelajaran 2011/2012 dapat berjalan dengan lancar. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus, system penilaian dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah dan kondisi sekolah, dengan demikian sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran. Kurikulum TK Permata Bunda ini terselesaikan berkat kerjasama yang baik dari berbagai pihak, guru dan komite sekolah serta yayasan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab membuat administrasi sebagai tanggung jawab masing-masing. Dengan tersusunnya kurikulum TK Permata Bunda diharapkan dapat digunakan sesuai dengan harapan kita semua dan bermanfaat dalam pembelajaran di TK Permata Bunda serta dapat membawa kemajuan dalam dunia pendidikan. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan kekuatan dalam melaksanakan tugas yang mulia ini.

Timbaan, September 2011 Kepala TK Permata Bunda

Hj.Siti Hadijah NIP 19630124 198612 2 001

TIM PENGEMBANG KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN TK PERMATA BUNDA

KETUA WAKIL KETUA ANGGOTA

: Hj.Siti Hadijah : Siti Rohana : 1. Ratna Mini 2. Sri Fatma Dewi

NARASUMBER

: Pengawas TK/ SD Kecamatan Tapin Selatan 1. H.Ruslan Asera 2. Arjan A Yunus,S.Pd.SD

SUPERVISOR

: 1. Noor Zain,S.IP (Ka. UPT Disdik Kec. Tapin Selatan)

Timbaan, September 2011 Kepala TK Permata Bunda

Hj. Siti Hadijah NIP 19630124 198612 2 001

LEMBAR PENGESAHAN

Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan masukan dari Komite Sekolah dan Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Tapin Selatan Kurikulum TK Permata Bunda telah disahkan dan ditetapkan berlaku surut mulai 1 Juli Tahun Pelajaran 2011/ 2012

Ditetapkan di : Timbaan Pada Tanggal : September 2011 Kepala TK Permata Bunda

Hj.Siti Hadijah NIP 19630124 198612 2 001

KETUA KOMITE TK PERMATA BUNDA

.........................

Nomor : Tanggal : Mengetahui : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin,

Nomor : 421.1 / 820 - 53 / Diklus Tanggal: 23 September 2011 Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Tapin Selatan

H.Ahmad Nabhani,S.Pd NIP 19570124 198212 1 001

Noor Zain,S.IP NIP 19620128 198403 1 006

DAFTAR ISI TIM PENYUSUN .................................................................................................. ………………………………………………………..

LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................... KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang .............………………………………………. B. Landasan Hukum .................................................................................. B. Tujuan Pengembangan KTSP ……..................................................... C. Perinsip Pengembangan KTSP .......................................................... D. Perinsip Pelaksanaan Kurikulum......................................................... II. TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN A. Tujuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak ................................. B. Visi C. Misi D. Tujuan ........................................................................ E. Standar Kompetensi Lulusan ………………….................................. III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum ……………………………………………….. ……………………………………………….

C. Rencana Pelaksanaan Program........................................ IV. KALENDER PENDIDIKAN A. Kalender Pendidikan .......................................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN : 1. SILABUS

I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Sejalan dengan era reformasi terjadi pergeseran paradigma penyelenggaraan pemerintahan dari paradigma sentralisasi ke desentralisasi yang di tandai dengan pemberian otonomi yang luas dan nyata pada daerah. Pelaksanaan otonomi harus tetap menjalin hubungan koordinasi yang serasi antara pusat dan daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten / kota.Pemberlakuan Undangundang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Juga adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang memacu agar hasil pendidikan nasional dapat bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara maju. Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di sekolah. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik,juga untuk mengembangkan watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian anak melalui penyerapan nilai-nilai ke dalam diri anak dari berbagai kebajikan yang kita yakini bersama yang digunakan anak sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak yang menunjukkan kemuliaannya (Pendidikan Karakter Bangsa).. Pendidikan anak usia dini dalam konsep pembinaan dan pengembangan anak dihubungkan pembentukan karakter manusia seutuhnya,sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pendidikan bagi anak di usia dini merupakan basis penentu pembentukan karakter manusia Indonesia di dalam kehidupan berbangsa,dan merupakan strategi pembangunan

sumber daya manusia harus dipandang sebagai titik sentral mengingat pembentukan karakter bangsa dan kehandalan SDM ditentukan bagaimana penanaman sejak anak usia dini. Pentingnya pendidikan pada masa ini sehingga sering disebut dengan masa usia emas (the golden age). Pendidikan anak di TK merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak. Oleh karena itu diperlukan upaya yang mampu memfasilitasi anak dalam masa tumbuh kembangnya berupa kegiatan pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan usia kebutuhan dan minat anak. Untuk itu disusunlah kurikulum oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang sesuai dengan pendidikan anak usia dini atau anak Taman Kanak-Kanak. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) disusun antara lain, agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk membina,menumbuhkan, mengem bangkan seluruh potensi anak secara optimal sehingga terbentuk prilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

B.

Landasan Hukum

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada : 1. Pembukaan UUD 1945 alenia ke 4 yang berbunyi “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa“ 2. UU No 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, 3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. PP. No. 25 tahun 2000, tentang Otonomi Daerah. 5. PP. No 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Prasekolah 7. Permen Diknas Nomor 58 tahun 2009 Tentang Standar Pendidikan Usia Dini

8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan 9. Standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah. Dengan demikian, daerah dan atau sekolah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan proses belajar mengajar

C. Tujuan Pengembangan Kurikulum TK Permata Bunda Kurikulum Taman Kanak Kanak adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,bidang pengembangan dan penilaian serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Kurikulum TK Permata Bunda disusun dengan tujuan sebagai pedoman dan landasan operasional bagi satuan pendidikan dan pendidik serta tenaga kependidikan dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan khususnya di TK Permata Bunda D. Perinsip Pengembangan Kurikulum TK Permata Bunda Kurikulum TK Permata Bunda dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. 2. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional. 5. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan tema yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

6. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). E. Perinsip Pelaksanaan Kurikulum TK Permata Bunda Perinsip pelaksanaan Kurikulum TK Permata Bunda adalah sebagai berikut : 1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapat pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan pilar belajar, yaitu : belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, 3. Pelaksanakan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral, 4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dan menyenangkan dengan prinsip ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani . 5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multi strategi, multi media, sumber belajar dan teknologi yang mamadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dengan perinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan terkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh, dan teladan).

6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

Pengertian 1.Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

2.Taman Kanak-Kanak adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyeelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4 sampai 6 tahun disusunnya.

3.Kurikulum TK adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,bidang pengembangan dan penilaian serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

4.KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing- masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

5.Program pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar

6.Penilaian adalah suatu usaha mengumpulkan dan manfsirkan berbagai informasi secara sistematis,berkala,berkelanjutan,menyeluruh tentang proses

dan hasil dari pertumbuhan serta perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran.

7.Silabus adalah seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas,penilaian proses,dan hasil pencapaian perkembangan.

8.Rencana Kegiatan harian ( RKH ) adalah penjabaran dari Rencana Kegiatan Mingguan ( RKM ),RKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran,baik yang dilaksanakan secara individual,kelompok,maupun klasikal dalam satu hari.RKH terdiri atas : kegiatan pembukaan,kegiatan inti,istirahat/makan, dan kegiatan penutup.

9.Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetauan, sikap dan keterampilan yang dimiliki yang diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. 10.Standar kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat/semester, Standar Kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional 11.Kompetensi Dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kopetensi 12.Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan tingkah perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan 13.Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. 14.Standar Perkembangan Akhir Usia adalah kriteria ketuntasan belajar untuk setiap bidang pengembangan yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, karakteristik materi pelajaran, dan daya dukung melalui rapat dewan pendidik.

II TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN .A. Tujuan Pendidikan Taman Kanak Kanak Pendidikan Taman Kanak Kanak sebagaimana dinyatakan dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 pasal 28 ayat 3 merupakan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang bertujuan “ membentuk anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama,sosial,emosional,kemandirian,kognitif,bahasa,fisik/motorik dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar “ Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 Bab II pasal 1 ayat 2 : Taman Kanak - Kanak adalah satu bentuk pendidikan pra Sekolah yang menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia dini bagi anak usia 4 sampai memasuki pendidikan dasar. Dilihat dari segi fungsinya,maka Pendidikan Taman Kanak Kanak Adalah membina, menumbuhkan, mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap

perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

Visi, Misi dan Tujuan Dalam menentukan Visi,Misi dan Tujuan ini perlu suatu pijakan yang dijadikan dasar untuk pemikiran,yaitu : Dan hendaklah takut (kepada ALLAH) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya)…(QS. An Nisaa’ : 09) Dan juga perlu memperhatikan Tujuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak yaitu : 1.Membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, berkripadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 2.Mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan sosial peserta didik pada usia emas pertumbuhan dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan 3.Membantu peserta didik mengembangkan berbagai potensi dalam psikis dan fisik yang meliputi nilai-nilai agama dan moral , sosioemosional, kemandirian. Kognitif dan bahasa, dan fisik/motorik untuk siap memasuki pendidikan dasar Tantangan sekaligus peluang ini harus direspon oleh sekolah kami,sehingga Visi Sekolah diharapakan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan citra moral yang menggambarkan tentang profil sekolah yang diinginkan dimasa datang.Namun demikian visi sekolah harus tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional,terutama harus seiring dengan Taman Kanak-Kanak.

B. Visi " Meningkatkan belajar anak yang cerdas, kratif, dan menjadikan anak beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia " C. Misi ♦ Membina anak didik supaya lebih giat belajar dan aktif dalam setiap mengikuti pelajaran ♦ Menjadikan ana mandiri dan terampil dalam melakukan kegiatan serta menjadikan anak berprestasi ♦ Mengajak anak untuk melakukan kegiatan keagamaan dalm kehidupan sehari-hari disekolah ♦ Melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung kualitas proses pembelajaran D. Tujuan

a. Menjadikann sekolah sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kemampuan berbagai kecerdasan anak ( intelektual,emosional,spiritual, dan sosial ) b. Membina kehidupan beragama siswa di sekolah dan lingkungan c. Membentuk perilaku dan akhlak yang mulia d. Menjadikan anak berguna bagi nusa dan bangsa e. Membekali siswa pengetahuan,sikap dan keterampilan untuk melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi

C. Standar Kompetensi Lulusan 1.Pindah Kelompok

Pindah kelompok dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria pindah kelompok di TK berdasarkan usia,yaitu sudah mencapai : >4 – 5 tahun maka dapat diterima dikelompok A >5 - 6 tahun dapat pindah ke kelompok B

2.Kelulusan

Anak dinyatakan lulus dari TK Permata Bunda apabila telah mencapai usia 6 – 7 tahun dan telah mencapai standar perkembangan akhir usia sesuai indikator yang ada

III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan bidang pengembangan yang harus di tempuh oleh peserta didik di TK Permata Bunda dalam rangka kegiatan pembelajaran. Struktur kurikulum TK Permata Bunda meliputi substansi pembelajaran yang di tempuh

dalam satu jenjang pendidikan selama 1 atau 2 tahun baik kelompok A maupun Kelompok B. STRUKTUR KURIKULUM ALOKASI WAKTU KELOMPOK KELOMPOK BIDANG PENGEMBANGAN A.PEMBIASAAN 1.Moral dan Nilai-Nilai Agama 2.Sosial,Emosianal dan Kemandirian A 5 Jam 5 Jam B 5 Jam 5 Jam

PENDEKATAN TEMATIK B.KEMAMPUAN DASAR 1.Berbahasa 2.Kognitif 3.Fisik / Motorik 4.Seni Jumlah 5 Jam 5 Jam 5 Jam 5 Jam 30 Jam 5 Jam 5 Jam 5 Jam 5 Jam 30 Jam

Catatan  Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester ) adalah 34 ming  Satu minggu efektif 6 hari  Belajar efektif per hari 2,5 jam ( 150 menit ) dari jam 08.00 sampai 10.30  Satu jam pelajaran efektif 30 menit  Jumlah jam per minggu 150 menit × 6 hari kerja = 30 jam ( 900 menit ) 30 menit Tingkat Pencapaian Perkembangan Kelompok Usia 4 – ≤ 6 Tahun

Lingkup Perkembangan I. Nilai-nilai Agama dan Moral

Tingkat Pencapaian Perkembangan Usia 4 - <5 tahun 1. Mengenal Tuhan melalui agama yang dianutnya. 2. Meniru gerakan beribadah. 3. Mengucapkan doa sebelum dan/atau sesudah melakukan sesuatu. 4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk. 5. Membiasakan diri berperilaku baik. 6. Mengucapkan salam dan membalas salam. 1. Menirukan gerakan binatang, pohon tertiup angin, pesawat terbang, dsb. 2. Melakukan gerakan menggantung (bergelayut).

Usia 5 - ≤6 tahun 1. Mengenal agama yang dianut. 2. Membiasakan diri beribadah. 3. Memahami perilaku mulia (jujur, penolong, sopan, hormat, dsb). 4. Membedakan perilaku baik dan buruk. 5. Mengenal ritual dan hari besar agama. 6. Menghormati agama orang lain.

II. Fisik A. Motorik Kasar

1. Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan. 2. Melakukan koordinasi gerakan

Lingkup Perkembangan

B. Motorik Halus

C. Kesehatan Fisik

Tingkat Pencapaian Perkembangan Usia 4 - <5 tahun 3. Melakukan gerakan melompat, meloncat, dan berlari secara terkoordinasi 4. Melempar sesuatu secara terarah 5. Menangkap sesuatu secara tepat 6. Melakukan gerakan antisipasi 7. Menendang sesuatu secara terarah 8. Memanfaatkan alat permainan di luar kelas. 1. Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran. 2. Menjiplak bentuk. 3. Mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit. 4. Melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakan berbagai media. 5. Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media. 1. Memiliki kesesuaian antara usia dengan berat badan. 2. Memiliki kesesuaian antara usia dengan tinggi badan. 3. Memiliki kesesuaian antara tinggi dengan berat badan.

Usia 5 - ≤6 tahun kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam. 3. Melakukan permainan fisik dengan aturan. 4. Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri. 5. Melakukan kegiatan kebersihan diri. 1. Menggambar sesuai gagasannya. 2. Meniru bentuk. 3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan. 4. Menggunakan alat tulis dengan benar. 5. Menggunting sesuai dengan pola. 6. Menempel gambar dengan tepat. 7. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara detail.

1. Memiliki kesesuaian antara usia dengan berat badan. 2. Memiliki kesesuaian antara usia dengan tinggi badan. 3. Memiliki kesesuaian antara tinggi dengan berat badan. 1. Mengklasifikasi benda berdasarkan fungsi. 2. Menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti: apa yang terjadi ketika air ditumpahkan). 3. Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan. 4. Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (angin bertiup menyebabkan daun bergerak, air dapat menyebabkan sesuatu menjadi basah.) 5. Menunjukkan inisiatif dalam memilih tema permainan (seperti: ”ayo kita bermain pura-pura seperti burung”). 6. Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

III. Kognitif A. Pengetahuan umum dan sains

1. Mengenal benda berdasarkan fungsi (pisau untuk memotong, A. pensil untuk menulis). 2. Menggunakan benda-benda sebagai permainan simbolik (kursi sebagai mobil). 3. Mengenal gejala sebab-akibat yang terkait dengan dirinya. 4. Mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari (gerimis, hujan, gelap, terang, temaram, dsb). 5. Mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri.

Tingkat Pencapaian Perkembangan Usia 4 - <5 tahun Usia 5 - ≤6 tahun B. Konsep bentuk, 1.Mengklasifikasikan benda 1. Mengenal perbedaan warna, ukuran dan berdasarkan bentuk atau warna berdasarkan ukuran: “lebih dari”; pola atau ukuran. “kurang dari”; dan “paling/ter”. C. 2.Mengklasiifikasikan benda ke 2. Mengklasifikasikan benda dalam kelompok yang sama atau berdasarkan warna, bentuk, dan kelompok yang sejenis atau ukuran (3 variasi) kelompok yang berpasangan 3. Mengklasifikasikan benda dengan 2 variasi. yang lebih banyak ke dalam 3.Mengenal pola AB-AB dan kelompok yang sama atau ABC-ABC. kelompok yang sejenis, atau 4.Mengurutkan benda berdasarkan kelompok berpasangan yang 5 seriasi ukuran atau warna. lebih dari 2 variasi. 4. Mengenal pola ABCDABCD. 5. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya. A. Konsep bilangan, 1. Mengetahui konsep banyak dan 1. Menyebutkan lambang lambang bilangan sedikit. bilangan 1-10. dan huruf 2. Mencocokkan bilangan 2. Membilang banyak benda satu dengan lambang bilangan. sampai sepuluh. 3. Mengenal berbagai macam 3. Mengenal konsep bilangan. lambang huruf vokal dan 4. Mengenal lambang bilangan. konsonan. 5. Mengenal lambang huruf. Lingkup Perkembangan IV. Bahasa A.Menerima bahasa 1. Menyimak perkataan orang lain 1. Mengerti beberapa perintah secara (bahasa ibu atau bahasa bersamaan. lainnya). 2. Mengulang kalimat yang lebih 2. Mengerti dua perintah yang kompleks. diberikan bersamaan. 3. Memahami aturan dalam suatu 3. Memahami cerita yang permainan. dibacakan 4. Mengenal perbendaharaan kata mengenai kata sifat (nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek, dsb.). 1. Mengulang kalimat sederhana. 1. Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. 2. Menjawab pertanyaan 2. Menyebutkan kelompok gambar sederhana. yang memiliki bunyi yang sama. 3. Mengungkapkan perasaan 3. Berkomunikasi secara lisan, dengan kata sifat (baik, senang, memiliki perbendaharaan kata, nakal, pelit, baik hati, berani, serta mengenal simbol-simbol baik, jelek, dsb.). untuk persiapan membaca, 4. Menyebutkan kata-kata yang menulis dan berhitung. dikenal. 5. Mengutarakan pendapat kepada 4. Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok orang lain. kalimat-predikat-keterangan). 6. Menyatakan alasan terhadap 5. Memiliki lebih banyak kata-kata sesuatu yang diinginkan atau untuk mengekpresikan ide pada ketidaksetujuan. orang lain. 7. Menceritakan kembali 6. Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang pernah cerita/dongeng yang telah didengar.

B. Mengungkapkan Bahasa

Lingkup Perkembangan C. Keaksaraan

Tingkat Pencapaian Perkembangan Usia 4 - <5 tahun Usia 5 - ≤6 tahun diperdengarkan. 1. Mengenal simbol1. Menyebutkan simbol-simbol simbol. huruf yang dikenal. 2. Mengenal suara– 2. Mengenal suara huruf awal suara hewan/benda dari nama benda-benda yang yang ada di ada di sekitarnya. sekitarnya. 3. Menyebutkan kelompok 3. Membuat coretan gambar yang memiliki yang bermakna. bunyi/huruf awal yang sama. 4. Meniru huruf. 4. Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf. 5. Membaca nama sendiri. 6. Menuliskan nama sendiri.

Standar Perkembangan Akhir Usia No 1 Bidang Pengembangan A. Pembiasaan 1. Moral dan Nilai-nilai Agama Sosial,Emosiaonal, dan Kemandirian 2 B. Kemampuan Dasar 1. Berbahasa Anak sudah dapat melakukan 2 perintah secara berurutan dengan benar,sudah dapat bercerita secara sederhana, masih perlu bimbingan untuk menyebutkan posisi. Anak sudah mampu menyebutkan sebanyak-banyaknya benda, hewan,tanaman. Sudah mampu mengenal beratringan, panjang pendek. Masih perlu bimbingan dalam membilang. Anak sudah mampu mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan, terutama dalam kegiatan makan, menyisir rambut, mencuci tangan dan mengelap. Menggunting sangat disukai, Masih perlu bimbingan dalam melipat kertas. Anak sudah mampu dalam mencipta bentuk bangunan dengan balok. Senang menyanyi dan dapat mengeskpresikan diri dengan bebas sesuai dengan irama musik. Perkembangan Anak Didik Usia 5 - ≤6 tahun Anak sudah mampu berdoa dan mengucapkan salam dengan baik, perlu bimbingan dalam meniru kegiatan beribadah Anak sudah mampu mengucapkan terima kasih dengan baik jika diberikan sesuatu, perlu diberi bimbingan untuk tidak mengganggu teman.

2. Kognitif

3. Fisik/Motorik

4. Seni

B. Muatan Kurikulum TK Permata Bunda Program pembelajaran di taman kanak-kanak mencakup bidang pengambangan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar dilaksanakan melalui kegiatan bermain bertahap, berkesinambungan dan bersifat pembiasaan. 1. Bidang pengembangan pembentukan perilaku Bidang pembentukan perilaku merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak, sehingga menjadi kebisaan yang baik. Bidang pengembangan ini meliputi lingkup perkembangan nilai-nilai agama dan moral, serta perkambangan sosial, emosional dan kemandirian. Dari aspek perkembangan moral dan nilai-nilai agama, diharapkan akan meningkatan ketaqwaan anak terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan membina anak dalam meletakan dasar agar anak jadi warga Negara yang baik. Aspek perkembangan sosial, emosional dan kemandirian dimaksudkan sebagai wahana untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik, serta dapat menolong dirinya dalam angka kecakapan hidup 2. Bidang pengembangan kemampuan dasar Bidang pengembangan kamampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemempuan dan kreativitas sesuai dengan tahap perkembangan kemampuan dasar tersebut meliputi lingkup perkembangan: a. Agama dan moral Fokus pengembangan aspek agama dan moral adalah pada pembentukan perilaku yang mulia dan bermoral tinggi yang dapat dilakukan melalui penanaman nilai-nilai yang berkaitan dengan keimanan, rasa kemanusiaan, hidup bermasyarakat dan bernegara. b. Fisik motorik Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak akan mencapai taraf yang paling baik jika anak diberikan nutrisi atau gizi yang baik dan diberikan kesempatan untuk melakukan gegiatan-kegiatan yang dapat melatih dan mengembangkan otot-ototnya.
c. Kognitif

Kemampuan kognitif anak mempengaruhi semua kegitan pembelajaran anak karena anak mulai dapat mengamati, membedakan, meniru, membuat pengelompokan, memecahkan masalah, dan berfikir logis. d. Bahasa Selain berbicara, seorang anak mampu menunjukan bahasa yang diawali dengan gambar coretan hingga mampu merangkai kalimat secara tertulis sesuai dangan usia anak. e. Sosial emosi Anak mulai belajar untuk mengenal diri sendiri, orang lain, aturan di lingkungan sekitarnya, belajar untuk mengendalikan emosi, dan rasa memiliki. Dengan berkembangnya kemampuan tersebut, maka seorang anak mulai belajar menempatkan dirinya agar diterima dalam lingkungannya. f. Seni

Bidang pengembangan seni tidak tercantum dalam standar PAUD, namun seni berperan sebagai wahana pembelajaran berbagai bidang pengembangan di Taman Kanak-Kanak.

3. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan,bakat,minat,setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri dibawah bimbingan konselor,guru atau tenaga kependidikan dilakukan melalui kegiatan terprogram dan tidak terprogram.

a.Kegiatan Terprogram

* Kegiatan Ekstrakurikuler -Menggambar / melukis

-Finger painting -Tari -Mewarna

b.Kegiatan Tidak Terprogram

*Rutin -Upacara bendera setiap senin pagi -Berdo’a di awal dan di akhir pelajaran -Senam pagi setiap hari -Bersalaman pada guru saat masuk kelas dan sebelum pulang -Makan bersama dan gosok gigi tiap hari jum’at

*Spontan -Saat kawan tidak membawa bekal kawsan yang lain sesama -Membuang sampah pada tempatnya -Menyelesaikan pertengkaran -Membaca surah Al Fatihah pada kawan yang sakit -Mau mengalah -Mau sesama dan meminta maaf

*Keteladanan -Berpakaian rapi -Datang tepat waktu -Bersikap sopan santun -Rajin membaca -Memberi penghargaan kepada orang lain -Berbahasa yang baik -Memiliki rasa dermawan -Memiliki toleransi terhadap sesama

C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Contoh rencana pelaksanaan pembelajaran Taman Kanak Kanak Permata Bunda terdapat pada Lampiran a.Lama program pembelajaran TK yang memiliki program 1 tahun dapat menyelenggarakan Kelompok A atau Kelompok B. jika memilih program 2 tahun, maka TK tersebut menyelengga rakan kelompok A dan kelompok B yang lama masing-masing 1 tahun. b.Pengaturan Beban Belajar (1).Waktu belajar Program pendidikan dan pembelajaran di TK menggunakan waktu belajar 1 tahun dalam bentuk perencanaan semester, perencanaan mingguan dan perencanaan harian. Perencanaan program pembelajaran di TK adalah perencanaan mingguan efektif dalam 1 tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu, dengan jam belajar efektif adalah 1 kali pertemuan 150180 menit. 6 atau 5 hari perminggu deng an jumlah pertemuan sebanyak 900 menit (30 jam@30 menit). (2).Anak TK tidak dibebani dengan pekerjaan rumah c.Pendekatan pembelajaran Pembelajaran di TK dilakukan secara aktif dialogis dan kritis, melalui Pendekatan tematik dan terintegrasi serta mengacu pada karakteristik program pembelajaran TK. d.Prinsip pembelajaran (1) Menciptakan suasana yang aman, nyaman, bersih dan menarik (2) Pembelajaran berpusat pada anak dan dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan menantang dan mendorong kreatifitas serta kemandirian (3) Sesuai dengan tahap pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak serta kebutuhan dan kepentingan terbaik anak (4) Memperhatikan perbedaan bakat, minat dan kamampuan masing-masing anak (5) Mengintegrasikan kebutuhan anak terhadap kesehatan, gizi, stimulasi piskososial dan memperhatikan latar belakang ekonomi, sosial dan budaya anak (6) Pembelajaran di laksanakan melalaui bermain, pemilihan metode dan alat bermain yang tepat dan bervariasi, serta memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada di lingkungan (7) Kegitan pembelajaran dilakukan secara bertahap, berkesinambungan dan bersifat pembiasan

(8) Memiliki teknik dan alat penilaian sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan (9) Kegiatan yang di berikan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan anak

IV KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran,minggu efektif belajar,waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Setiap permulaan tahun pelajaran,tim penyusun program di sekolah menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran,minggu efektif belajar,waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan sebagai berikut :
-

Permulaan tahun pelajaran 2011/2012 adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran (11 Juli 2011) pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Sekolah mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhan.

-

-

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu,meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh bidang pengembangan,termasuk muatan lokal,ditambah jumlah jam untuk pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kementerian Pendidikan Nasional,dan/ atau Kementerian Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan,Kepala Daerah Kabupaten/ Kota,dan / atau organisasi Penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus. Libur dapat terbentuk jeda tengah semester,jeda antar semester,libur akhir tahun pelajaran,hari libur keagamaan,hari libur umum termasuk harihari besar nasional dan hari libur khusus. Sekolah pada kondisi tertentu yang memerlukan libur lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah m inggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif atas kesepakatan pemerintah daerah atau dinas pendidikan. Hari libur umum/ nasional tiap jenjang dan jenis pendidikan atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/ Kabupaten/ Kota.

-

-

-

Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini : Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan berdasarkan Standar Isi

Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel 26. Tabel 26. Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan No 1. Kegiatan Minggu efektif belajar Alokasi Waktu Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Keterangan Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan Satu minggu setiap semester Antara semester I dan II

2. 3.

Jeda tengah semester Jeda antar semester

4.

Libur akhir tahun

Maksimum 3

Digunakan untuk penyiapan kegiatan

No

Kegiatan pelajaran

Alokasi Waktu minggu 2 – 4 minggu

Keterangan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif

5.

Hari libur keagamaan

6. 7. 8.

Hari libur umum/nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah/madrasah

Maksimum 2 minggu Maksimum 1 minggu Maksimum 3 minggu

V PENUTUP Demikian Kurikulum TK Permata Bunda ini kami susun dengan penuh harapan dapat kami laksanakan dan dalam pelaksanaannya mendapat dukungan dari semua warga sekolah, Komite sekolah, dan stickholder sekolah. Kami yakin bahwa dokumen Kurikulum TK Permata Bunda ini bukanlah hanya sekadar dokumen untuk kepentingan administrasi saja, tapi menjadi acuan dan tujuan bagi guru, kepala sekolah dan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan pebelajaran di satuan pendidikan TK Permata Bunda

Timbaan, September 2011 Kepala TK Permata Bunda

Hj.Siti Hadijah NIP 19630124 198612 2 001

LAMPIRAN-LAMPIRAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->