P. 1
K3 KONSTRUKSI BANGUNAN

K3 KONSTRUKSI BANGUNAN

|Views: 164|Likes:
Published by Kunda Banget

More info:

Published by: Kunda Banget on Nov 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

K3 KONSTRUKSI BANGUNAN Latar Belakang Permasalahan -Kegiatan Konstruksi merupakan unsur penting dalam pembangunan -Kegiatan konstruksi menimbulkan

berbagai dampak yang tidak diinginkan antara lain yang menyangkut aspek keselamatan kerja dan lingkungan. -Kegiatan konstruksi harus dikelola dengan memperhatikan standar dan ketentuan K3L yang berlaku Karakteristik Kegiatan Proyek Konstruksi -Memiliki masa kerja terbatas -Melibatkan jumlah tenaga kerja yang besar -Melibatkan banyak tenaga kerja kasar (labour) yang berpendidikan relatif rendah -Memiliki intensitas kerja yang tinggi -Bersifat multidisiplin dan multi crafts -Menggunakan peralatan kerja beragam, jenis, teknologi, kapasitas dan kondisinya -Memerlukan mobilisasi yang tinggi (peralatan, material dan tenaga kerja)

Dasar Hukum UU No. 13/2003 : Ketenagakerjaan UU No. 1/1970 : Keselamatan Kerja UU No. 18/1999 : Jasa Konstruksi SKB Menaker & PU No.174/104/86-K3 Konstruksi Permenaker No. 5/1996 – SMK3 Inst Menaker No 01/1992 Ttg Pemeriksaan Unit Organisasi K3

**Jenis Bahaya Konstruksi** Physical Hazards Chemical Hazards Electrical Hazards Mechanical Hazards Physiological Hazards Biological Hazards Ergonomic Unsur Terkait dalam Proyek Konstruksi **K3 dalam Proyek Konstruksi** meliputi safety engineering>construction safety>personl safety

**Pencegahan Kecelakaan KonstruksiI** Sebab Kecelakaan Konstruksi -Human Factors

penggalian. Pengetahuan tentang keselamatan rendah. pabrik dsb. pembangunan bendungan. Buat mapping potensi bahaya menurut area atau bidang kegiatan masing-masing Adakan evaluasi tentang potensi bahaya untuk menentukan skala prioritas berdasarkan Hazards Rating. Pemeliharaan dan perawatan peralatan Pengawasan dan pengujian peralatan kerja Penggunaan metoda dan teknik konstruksi yang aman Penerapan Sistim Manajemen Mutu Strategi Penerapan K3 di Proyek Konstruksi Identification Evaluation Develop the Plan Implementation Monitoring Setiap proyek memiliki karakteristik berbeda. Tingkat skill dan edukasi berbeda. Pekerja Heterogen.-Unsafe Acts -Technical Factors -Materials -Equipments -Working Environment Faktor Manusia Sangat dominan dilingkungan konstruksi. pembangunan. misalnya proyek bangunan bertingkat. Susun Risk Rating dari semua kegiatan konstruksi yang akan dilakukan . pengangkutan dsb. Perlu penanganan khusus Faktor Teknis Berkaitan dengan kegiatan kerja Proyek seperti penggunaan peralatan dan alat berat. Disebabkan kondisi teknis dan metoda kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan (substandards condition) Pencegahan Faktor Manusia Pemilihan Tenaga Kerja Pelatihan sebelum mulai kerja Pembinaan dan pengawasan selama kegiatan berlangsung Pencegahan Faktor Teknis Perencanaan Kerja yang baik. Lakukan identifikasi potensi bahaya dalam kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan.

Organisasi K3 harus memiliki asses kepada penanggung jawab projek. Sediakan sumberdaya yang diperlukan untuk menjalankan program K3 Susun Kebijakan K3 terpadu Buat program untuk memonitor pelaksanaan K3 dalam perusahaan. Kontraktor harus memiliki personel atau pekerja yang cakap dan kompeten dalam menangani . Susun sistim audit dan inspeksi yang baik sesuai dengan kondisi perusahaan. 2. Implementasi K3 dalam Kegiatan Proyek Dikembangkan dengan mempertimbangkan berbagai aspek antara lain : Skala Proyek Jumlah Tenaga Kerja Lokasi Kegiatan Potensi dan Resiko Bahaya Peraturan dan standar yang berlaku Teknologi proyek yang digunakan Elemen Program K3 Proyek 1. Kontraktor harus memiliki personnel yang cukup yang bertanggung jawab mengelola kegiatan K3 dalam perusahaan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Administratif dan Prosedur Menetapkan sistim organisasi pengelolaan K3 dalam proyek Menetapkan personal dan petugas yang menangani K3 dalam proyek Menetapkan prosedur dan sistim kerja K3 selama proyek berlangsung termasuk tugas dan wewenang semua unsur terkait Organisasi dan SDM Kontraktor harus memiliki organisasi yang menangani K3 yang besarnya sesuai dengan kebutuhan dan lingkup kegiatan. Kebijakan K3 Merupakan landasan keberhasilan K3 dalam proyek Memuat komitment dan dukungan manajemen puncak terhadap pelaksanaan K3 dalam proyek Harus disosialisasikan kepada seluruh pekerja dan digunakan sebagai landasan kebijakan proyek lainnya.Berdasarkan hasil Identifikasi dan Evaluasi susun rencana pengendalian dan pencegahan kecelakaan Terapkan konsep Manajemen Keselamatan Kerja yang baku Susun Program Implementasi dan program-program K3 yang akan dilakukan (buat dalam bentuk elemen kegiatan) Rencana kerja yang telah disusun implementasikan dengan baik.

Semua hasil identifikasi Bahaya harus didokumentasikan dengan baik dan dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan setiap kegiatan. Project Safety Review Sesuai perkembangan proyek dilakukan kajian K3 yang mencakup kehandalan K3 dalam rancangan dan pelaksanaan pembangunannya. Identifikasi Bahaya dilakukan bersama pengawas pekerjaan dan Safety Departement. Kontraktor harus memiliki prosedur kerja aman sesuai dengan jenis pekerjaan dalam kontrak yang akan dikerjakannya. Safety Committee (Panitia Pembina K3) Panitia Pembina K3 merupakan salah satu penyangga keberhasilan K3 dalam perusahaan. Kajian K3 dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa proyek dibangun dengan sstandar keselamatan yang baik sesuai dengan persyaratan 4. Pembinaan dan Pelatihan Pembinaan dan Pelatihan K3 untuk semua pekerja dari level terendah sampai level tertinggi. 3. dsb. Identifikasi Bahaya Sebelum memulai suatu pekerjaan. Administratif dan Prosedur Kontraktor harus memiliki kelengkapan dokumen kerja dan perijinan yang berlaku. Pokok Pembinaan dan Latihan : Kebijakan K3 proyek Cara melakukan pekerjaan dengan aman Cara penyelamatan dan penanggulangan darurat 6.setiap jenis pekerjaan serta mengetahui sistim cara kerja aman untuk masing-masing kegiatan. Identifikasi Bahaya Identifikasi Bahaya harus dilakukan pada setiap tahapan proyek yang meliputi : Design Phase Procurement Konstruksi Commisioning dan Start-up Penyerahan kepada pemilik 4. Kontraktor harus memiliki Manual Keselamatan Kerja sebagai dasar kebijakan K3 dalam perusahaan. Panitia Pembina K3 merupakan saluran untuk membina keterlibatan dan kepedulian semua unsur terhadap K3 . What If. terutama bagi kontraktor EPC (Engineering-Procurement-Construction) Project Safety Review bertujuan untuk mengevaluasi potensi bahaya dalam setiap tahapan project secara sistimatis. Hazops. Project Safety Review Kontraktor jika diperlukan harus melakukan project safety review untuk setiap tahapan kegiatan kerja yang dilakukan. Identifikasi Bahaya menggunakan teknik yang sudah baku seperti Check List. Dilakukan pada saat proyek dimulai dan dilakukan secara berkala.harus dilakukan Identifikasi Bahaya guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan. 3. 5.

Safety Inspection Merupakan program penting dalam phase konstruksi untuk meyakinkan bahwa tidak ada “unsafe act dan unsafe Condition” dilingkungan proyek. Sistim Ijin Kerja Untuk mencegah kecelakaan dari berbagai kegiatan berbahaya. Promosi K3 Selama kegiatan proyek berlangsung diselenggarakan program-program Promosi K3 Bertujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan awareness para pekerja proyek. 9.power tools. Komite K3 beranggotakan wakil dari masing-masing fungsi yang ada dalam kegiatan kerja.Kontraktor harus membentuk Panitia Pembina K3 atau Komite K3 (Safety Committee). Safe Working Practices Harus disusun pedoman keselamatan untuk setiap pekerjaan berbahaya dilingkungan proyek misalnya : Pekerjaan Pengelasan Scaffolding Bekerja diketinggian Penggunaan Bahan Kimia berbahaya Bekerja diruangan tertutup Bekerja diperalatan mekanis dsb. Dapat dilakukan oleh Petugas K3 atau dibentuk Joint Inspection semua unsur dan Sub Kontraktor 11. Semua pekerjaan berbahaya hanya boleh dimulai jika telah memiliki ijin kerja yang dikeluarkan oleh fungsi berwenang (pengawas proyek atau K3) Ijin Kerja memuat cara melakukan pekerjaan. spanduk. perlu dikembangkan sistim ijin kerja. safety precaution dan peralatan keselamatan yang diperlukan 10. 7. Keselamatan Kontraktor (Contractor Safety) Harus disusun pedoman Keselamatan Konstraktor/Sub Kontraktor Subkontrakktor harus memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan . lomba K3 dsb Sebanyak mungkin keterlibatan pekerja 8. Pemeriksaan dilakukan secara berkala 12.alat berat dsb) harus diperiksa oleh ahlinya sebelum diijinkan digunakan dalam proyek. Equipment Inspection Semua peralatan (mekanis. Semua alat yang telah diperiksa harus diberi sertifikat penggunaan dilengkapi dengan label khusus. buletin. Komite K3 membahas permasalahan K3 dalam perusahaan serta memberikan masukan dan pertimbangan kepada manajemen untuk peningkatan K3 dalam perusahaan. Inspeksi dilakukan secara berkala. Kegiatan Promosi berupa poster.

API RP 2221 . Kelalaian yang dilakukan kontraktor dapat menimbulkan bahaya bagi operasi perusahaan dan berakibat kecelakaan perusahaan. Perusahaan harus menerapkan Contractor Safety Management System (CSMS) CSMS CSMS adalah suatu sistim manajemen untuk mengelola kontraktor yang bekerja di lingkungan perusahaan.Setiap sub kontraktor harus memiliki petugas K3 Pekerja Subkontraktor harus dilatih mengenai K3 secara berkala Contractor Safety Latar Belakang Kontraktor merupakan unsur penting dalam perusahaan sebagai mitra yang membantu kegiatan operasi perusahaan Kontraktor Konstruksi Kontraktor Jasa Kontraktor Operasi Latar Belakang Kontraktor rawan terhadap kecelakaan dalam menjalankan kegiatannya Tenaga Kontraktor bersifat sementara Pekerja kasar dan pendidikan lebih rendah Tingkat disiplin dalam bekerja kurang Pemahaman tentang peraturan K3 perusahaan rendah Terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga lebih banyak terpapar bahaya. Sebagai alat untuk menjaga dan meningkatkan kinerja Keselamatan di lingkungan kontraktor Untuk mencegah dan menghindarkan kerugian yang timbul akibat aktivitas kerja kontraktor Dasar Penerapan CSMS Undang-undang Keselamatan Kerja No 1 Tahun 1970 Perusahaan bertanggung jawab menjamin keselamatan setiap orang yang berada ditempat kerjanya (termasuk kontraktor dan pihak lainnya yang berada di tempat kerja). Kecelakaan yang menimpa kontraktor juga berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Standar PSM Kegiatan Kontraktor harus dikelola dengan baik untuk menjamin keselamatan dalam setiap kegiatan kerja kontraktor yang dapat membahayakan operasi perusahaan. Undang undang Perlindungan Konsumen Perusahaan wajib melindungi keselamatan konsumen sebagai akibat kegiatan perusahaan. CSMS merupakan sistim komprehensif dalam pengelolaan kontraktor sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan pekerjaan Tujuan CSMS Untuk meyakinkan bahwa kontraktor yang bekerja dilingkungan perusahaan telah memenuhi standar dan kriteria K3 yang ditetapkan perusahaan. Latar Belakang Kecelakaan yang menimpa kontraktor tinggi.

Manual K3L yang dimiliki. Seleksi Menentukan kontraktor yang akan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan proses penunjukan atau pelelangan yang berlaku. Prakualifikasi aspek K3 sebagai salah satu unsur menentukan pemenang. record K3 di proyek sebelumnya. pengalaman dalam K3L. serta referensi yang pernah diperoleh. .Struktur CSMS CSMS terdiri dari 6 langkah yang terbagi 2 tahapan sebagai berikut : Tahap Administrasi Risk Assessment Prakualifikasi Seleksi Tahap Implementasi Pre-Job Activity Pelaksanaan Pekerjaan Evaluasi Tahapan CSMS Risk Assessment Bertujuan untuk mengetahui tingkat resiko suatu pekerjaan yang akan diserahkan kepada kontraktor. Mengevaluasi atas dasar daftar isian yang diserahkan kontraktor tentang persyaratan administratif. personnel K3L yang dimiliki. Untuk menyesuaikan potensi bahaya dengan kemampuan kontraktor menjalankan pekerjaan dengan aman Sebagai dasar menentukan kriteria kontraktor yang sesuai melaksanakan pekerjaan Penentuan Resiko Sifat Pekerjaan Lokasi Kerja Potensi bahaya di tempat kerja Potensi/kualifikasi kontraktor Pekerjaan simultan Lamanya pekerjaan Pengalaman dan keahlian kontraktor Klasifikasi Resiko Resiko diukur dan diberi peringkat : Rendah Medium Tinggi Klasifikasi Impak Resiko Personnel Safety and Health Risks Process Safety Impacts Environmental Impacts Prakualifikasi Untuk melakukan seleksi awal kontraktor yang memenuhi persyaratan K3L untuk melakukan pekerjaan. organisasi K3L.

Limbah harus dikelola dengan baik sesuai dengan jenisnya. Menentukan strategi pelaksanaan pekerjaan Menentukan persyaratan perijinan yang diperlukan Menentukan persyaratan tenaga kerja yang diperlukan. Sebagai masukan untuk meningkatkan program CSMS dalam perusahaan. Pelaksanaan Pekerjaan Program K3 diimplementasikan pada saat kegiatan kerja berlangsung. peledakan dsb. Dibentuk tim evaluasi yang melibatkan semua unsur terkait dalam perusahaan. Pengelolaan Limbah dan B3 Kegiatan proyek menimbulkan limbah dalam jumlah besar. SOP Darurat harus disosialisasikan dan dilatih kepada semua pekerja 17. Menentukan sistim pengawasan selama pekerjaan berlangsung. khususnya setelah suatu pekerjaan kontrak selesai. Kontraktor melakukan upaya pencegahan kecelakaan dalam setiap langkah kegiatannya sesuai dengan sifat dan jenis bahaya yang ada Program K3 yang dijalankan disesuaikan dengan skala pekerjaan. Limbah harus segera dikeluarkan dari lokasi proyek 16. Evaluasi Hasil CSMS harus dievaluasi secara berkala . Keselamatan Transportasi Kegiatan Proyek melibatkan aktivitas transportasi yang tinggi Pembinaan dan Pengawasan transportasi diluar dan didalamn lokasi Proyek Semua kendaraan angkutan Proyek harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan 14. Pengelolaan Lingkungan Selama proyek berlangsung harus dilakukan pengelolaan lingkungan dengan baik mengacu dokumen Amdal/UKL dan UPL Selama proyek berlangsung dampak negatif harus ditekan seminimal mungkin untuk menghindarkan kerusakan terhadap lingkungan 15. kecelakaan. . tingkat resiko dan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan.Pre Job Activities Dilaksanakan setelah pemenang/pelaksana pekerjaan di tetapkan. Keadaan Darurat Perlu disusun Prosedur keadaan darurat sesuai dengan kondisi dan sifat bahaya proyek misalnya bahaya kebakaran. Dilaksanakan kegiatan awal sebagai persiapan sebelum pekerjaan dijalankan meliputi antara lain : Pertemuan pendahuluan membahas rencana kerja. 13. Accident Investigation and Reporting System Semua kecelakaan dan kejadian selama proyek harus diselidiki oleh petugas yang terlatih dengan tujuan untuk mencari penyebab utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hasil evaluasi digunakan untuk menilai kinerja kontraktor. dalam berbagai bentuk.

Semua kecelakaan/kejadian harus dicatat dan dibuat analisa serta statistik kecelakaan Digunakan sebagai bahan dalam rapat komite K3 Proyek 18. Audit K3 Secara berkala dilakukan audit K3 sesuai dengan jangka waktu proyek Audit K3 berfungsi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan K3 dalam proyek sebagai masukan pelaksanaan proyek berikutnya Sebagai masukan dalam memberikan penghargaan K3 .

.38.02035:3.: $:8:3!747.3. !07.8.338508.94292039/.3 003./03.07.3.3503..5740-07.8:9:.2 $:8:30-.22502039.8..80:7:5007...3..3....3..7:8/848.3...25740 .91/../03.: %03445740.3.0..9.35747.30-07.8/.8.80.:.3  4397.5.7.850304.-20304.3/:3.::5.3.3..8/.33.947.3/03.-5740  4397..9.3507843.3889207..3/.2507:8.3:3.389.3/.3/:3./.3    0203!747.380-.30-:9:.3203...7..3..38../808:...20..3 %07.2203.9.3  $:8:38892.3889247.3-07-.%03.2./.8.32.3/.907...2 5747.3!740 02-.8.8.:.3    2502039. 4.2:39:2024394750.343/8507:8..07...38./.305.8/0391.8../:  :.3!7480/:7 0309.3/03..3/.3/.9.3#084..38:39072.3/.0.!740 :2..5.33:50...3  7.95747.:/9/.3203.3.947.25740 0309.38:2-07/.3802:.5.2..8/.3$ 4397.3 -:.3/.3 ..3/507:.3.3-07.9/./8:8:32502039.3.307..39.9 7.880805./.9.3 /.88:8:3703.5/..3/.3-.808:..3 0-:9:..3 07:5.3.:38:7907.0.3/03.8.8.3.2!740  0-.9.3-079.35747.320250792-.8/.503.0203080.3/.38.73.390.3:39:203..9:7.25740 02:.3   #03.3-..8.25740 0309.3.8/.3/.3509:.9.2507:8.357480/:7/.7.3-.3.50303/.8.7:820250784330.7:82025078430.3 0..3..3 $..34250903/.35740 ..3:2.5.:5007.3.8.7:820247.947.7:8202.3 !49038/.850..3:3..30-. 07/..3/.  $0/..3/::3.3/.2.2-039: 002030.3-08.343805.80.3.550.808:.     /23897.39075..3../.

.2 507:8.:.3!7480/:7 4397.3802:..3  4397.3 907:9.89 ...458  /8-  $02:.50385007.0:39:809.07.3/0391.3.0907-.0 $08:.35740.3 07.3/..8.502   !740./.3/4:20307.109#0.2809.8.9.-.  !44!02-3..8.38:/.50.2.2809.35073.5740/-.8549038-.5030.9...3:39:20....!02-3...7:8202.35.3 5740./.59.0-07.3  !./...70-.7080.3203.:702039 43897:.35007.35740 .3.3.947! 330073 !74.980.3.8. $0-0:2202:.-.3/.7..4397.2.39.20.98   !02-3.8892.9.3503.3:39:2.2.!02-3.207:5.:.3/.3/.5.3/.39.943  !740.8.:.3..7.3/.9..7.80-.8/0391.38...8..7:7.9.3/07.8.0-079::.9:5007.3:3/03.3/.38079.9   $..830.95740/2:..3808:.3.5.380.3/.3  /23897..9./03...:.3 0-.3/..91/.109#0..0.  !.207:5.809.39.33..3 .2. .7:820257480/:707.3-078.3/..30385007.8.3050/:..-07.2.350.8./.3.7:8202003.3:39:202-3.7:820.3-07.3/.3.3:39:802:.:.3:39:2030..!02-3.3/.307.1094229900 !.503.9.  ./.080./....38..3/03.8.:50.9.3/.80 !74.3-.3809.947.203:3.20309.10905.3/.:7.35078.:.8:.3/..0 4397.2 7.:..3./03.8.:.9$.20309..83 2.305.090703/.3.3:..55007.3.   /0391.2507:8..:38:7 907..3!0.9.3502-.9.808:./.7:8/..3 ..35740/.3...090793  .30.:.79 :5 !0307..33.:..3/.:8050790.59.59.3  !740.91 ..3903./.3 !02-3.7..8..:702039 43897:8 4228433/....3205:9 083!..3-.:549038 -.3!0.50702-..7.8..10970.3889../. 50/42...5007..2.8.35.947.7:8//4:2039...8.24397./.109#0.3:.9$..3 ..35740./. /0391.3/.98.:.3  /0391...380-..947.809..3:3./.3/.7:8/.3    /0391.3$9.5...7902039  /0391.9$.:  4397.:3.9./.3.947.5 .9:503..85007.3/03.2.3..:8892.3.5.3/.25.7./507:.3-.220.3$.2.70.

3.55007...:.947   6:520393850..3 50792-.380.0.831:38..32.3/.9.943 07:5...  $02:..3/.3 20.9.3.0.3/03.320.307.  4290202-.114/3 007..1043/943 /3:3.3080.9/.9503:3.7-07-.-07-./.38:3/8003.   080.7.:.4397.-40/2:.9.7030885... 007.8043897:8:39:20.  .10 .3:39:809.38079..3/.3/: -:093 42-.3..3   $.3.2..3.3/:3.20...:  307..0.947$.3$:- 4397.9.3-07-.9.947 4397.5007. !007..9/.8.3.2:330907-.7:8/8:8:350/42.2507:8..3. :38.9.943802:..3-..-0 :8:8  !02078.109570./...38 54079448 .250393/.3    !74248 $0..1093850.9..10473!7.3 8.3!030.35740-07..9.3.3/.2.202307./7:.34397..39..5740  0...380.7.2.5/03.3/0:.3.9.343897.:/-039:4393850.947.8...20.5007..3!74248-07:5.9...3:38.2507:8.3.7.3-07-.3507.340!09:.-07.7.:38:7/.1094229900  4290-07. 507:/02-..72./8- $0-..3/./.3.39079:9:5 007...0.9.0./5078.38/8-    $892307..3080.507.3 $.3.. &39:203...35007.3080./093..7:8202-039:!.85072./3:3.943 $02:.85740.35007.109  ..25740  $02:...:943/.202:..3:39:2033.7:8/8:8:350/42.80-0:2 /3.3.202-07.08 .9.32033.9.7:8/-0780791.349..2.390.305.9.8.90...548907 85.9..3 401:38-0703.388923 07.:.9/8..9..7..3.2./507.:.32.8:.947.9.40..9/.3 /507:.83 2.9.3 503.25.9-07.2!74248 079::.0203:39:5033..3.7..35747.7:8/5078..2 5747.!02-3./.9.3/./.   $.5...9.2.35740 28..3-07-.3 !03:3.35740  38508/.35747.9.:4290 $.3/.-07.

$:-4397.7:820203:89./909.3 .947.2.390.9.3.3/.7080.947 $:-4397.5.

3-. %3..3/3:3.23080.9202-.3080.:3  !07:8.90.-..92032-:.33.9802039.3.947.3  !07:8.9.250.8:4397.8..5.947$.3503//.35.947 ....5307.947..9.9.3.02039$8902 $$   $$ $$..507:8..3507.:39:203.9.3/.307.3803.2..5.34397..3.37907..8.34397.35007. 4397.380-./. %07-.109 .947:.5.9 07./9025.8507:8.2-007.. 4397.3507:8..7/..50..3307./03.320325.3/.3 :3/.3/.9...2./.-203.3438:203 !07:8.0--.3./3:3.3-...3.3.3.0.3 4397..4397.58:-4397..3 8.7.7..9.4397.947$.8:..3.2.-./..3$$ &3/..9:39:203.9/853/.7:820307.8507:8.9.3507:8..5.9.0../3:3.947/.2.23080.  &3/.3.320325.307:.3507:8.8.3  !#!   ..4%.3/909.9.3907.-.947. !007.9:7.2809..7!0307.3.3809...947 &39:203.20203: 89.250304.3-..2203..3.3 -07.2507:8.25..3/..32033/.307.4507..$:-4397.3  $$207:5.3 4397..3 4507.392-:.70.3-007.8507:8.3-07....94780.9.109.3..3-007.34397.3 507:8.9.4397..390..34507.3:38:750393/.9.90..947-0781.3438:20380-.30.3507:8.9.70..3 !02..80.3..  ./.-07.947...5.35007.:7...947..32033.3...33.9.3 0.../...39039.9:88922.947/./.3-07.70....8 !007..30-703/..7.920303.8.3507:8.3:3.7-.34397.550703.38892425700381/..3!073/:3.2.3-079.$09.8 .....3$$ &39:20.7:907..-07503..0.3   $9./9025.547.3/.3/.9.4397.5.50.907.5 0.94743897:8 4397..9..947 507.7:8/04...34397..39:0.7!$ 0.080.94793  0.0203:39:20304..947.3 %::.9.3:3/.4397.3703/..38:3/.3 4397.2.9.807.:.9075.0.3. %03..3  $0-..297.-203/:3080.3202-.3  0.947..4397.7:8202509:.8.-...4397...0... 9072.3/.9477.3.7/.7:8/./.9.947207:5.

3#084 $1.8 %..947203....907...7203039:.3/807.34397.37907.35007...:..$97:9:7$$ $$907/7/..5..3.5. !49038..3 /03.380-.-07:9  %.807.8 !70 4-.8 #8880882039 !7.9!007.302.3 $0-./9025.3!007.3.970848:.3.. 4397.9..947.4397.3 4.2.3.8 $008 %...3:39:20309.52502039.8.1..8.8.3$$ #8880882039 079::..3549038-./.3.3.3808:./03..5/23897.25:.305..3.3 !03039:.:93.:.9...3907-.20.7.3 ..9:5007.35007./.947  &39:20308:.9 !0. !49038-.

3/2 8079.2.825..3  030.8.7432039.9#88 !74.34397.3-07..2.:.1.3.35007.5007. .3/-075073.8.3.85080-.3/807.3 .70107038.3 !03.947 ..3 .7.34397.47/ /574080-0:23.8 &39:20.9::38:7203039:..:500.98 !7.3.35078.8/./23897./03.2.98 3.2 47.350203..35073.10925.9.947.3574808503:3:.8.8.4397.3.3/.3:39:20.3   .088$.8#084 #084/::7/.#084 !0784330$.320203:5078..19.:  !7.3 .382:9.1.947 !007.78.38..81.1.3/0.3/..:.9479039.947.:.:.. 0/:2 %3 .8.....3.3.84397.109..8.3:.3/2 70.:.9.34397.9 #03/.7/.81.7.8 50784330.9.320..38008..3 5007.9..30./50740  $008 03039:.25.:..91 503.3808:.

3. !704-.908 .8..3.9.38090.50203.

  .07.3:39:203.8.9/.3  -039:920..7..3..94720.3  .880..8$$.3/03.9.3/.9...8 ....307..307.:.7.35007.3.7.3/909.5007.3 $0.8.3-.3    080.33:3.2.897.7.3//..35747.3205:9.:.. 903.9.::.8:.2507:8.80.3-07..3.50..38....381..2809.3503/..3!740.7:820203:5078.3 !747...3.320-.-07.38892503..8.9.33.3802:.3.8 0.0.3.38:3.3.8/:3.9..9.9:5007.2.5.7.5078.4397./.3202-.7/.2.2.8008.: /4:2032/..3%7..385479.3903.9.:.3/808:.:..5007..3038-.8..3897.8.39..30.9.8/:.3.07..947  $0-..38:3  4397.90.380.397.0.8..2.3  !07902:.385479.30.35073.3/.35078.3..5007.33:3. !747.9050.503.7:8/.3/507:.07.3 03039:.393 !02-3.3.3!007.7:8/0.2$$/..35..34397.8090.7.3:2..3:9..80-.385479.2/2502039.3/.0.97084/..380-0:25007.3/..3:5.808:..3.03/.:38:7907.3.8.3/5007..5.3  .9.9/.35078......38:3  !0.2507:8.3/03.. /03.3!03.5740-07.3:39:2033.350304...9.5.8.  03039:.9...:..8:.3  03039:.3/909.234.8.:.3 03039:.3.-07.5.9..9.8!740 $02:.3 93. :8:83.8703./.8.3   !0304.3..3/507:.3!74020-.203...

53:3.3/8-  $ !.2-07-.2..808:.3907./.907:.38:3/.380232..3 0./.3 500/...75030-.-:9.2:33:39: 2033/./.3/#054793$8902 $02:.9..574028./03.5740-07.3 9::.3&! $0.3 0.7:8/90.0.91.0.3907.0-./..8.9/03.../0393.2.8./.3   !0304.7:8/04.3/.30383.3/.7:7././.25...9.30..905.380.5007.343/8/.5740./.089.307:8.7:7.7:88007.0..3-..  .357402032-:.9/.943.  2-. -.-08..7..70./0:..9-.-039:  2-.74.7 /.3/.802:.3/./03.3:39:203.7:7.302-.&/.7:8/80/40509:.32-.32-..2.7.3/.7:8/848.3.85740   0..7.9 !07:/8:8:3!7480/:70.3807:5...   ./03...2:2.9808:.3..30.8.381.

.0..3.0.$02:.

3/....3  ..380-.3.9890.8.2202-07.350.-..350.3.89..25740 80-.300-.3 :3.7.3/..8:.8. $0-.3/.3.:.2..3/-:.0.8:.3.0./.3/..:/9808:.9:5740 :/9-071:38:39:20309.3503.3./...9...27..-07.3.7:8/.9/..94290!740   :/9 $0.5.35740-07:93.7..9.3.2..8079./03..8.:002.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->