P. 1
Laser

Laser

|Views: 98|Likes:
Published by Surpan Lezard

More info:

Published by: Surpan Lezard on Nov 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

TUGAS TEKNIK OPTIK

LASER

SURPAN 2409 100 094 Teknik Fisika

berbeda dengan lampu senter emisi akan mengasilkan cahaya dengan banyak panjang gelombang. hanya saja mereka bekerja pada panjang gelombang yang berbeda. compact . Pada saat proses ini maka sejumlah foton akan di lepaskan berbeda sengan cahaya senter emisi pada laser terjadi dengan teratur sedangkan pada lampu senter emisi terjadi secara acak. Cara kerjanya mencakup optika dan elektronika. sedangkan maser memancarkan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang jauh lebih panjang.Kata LASER adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Pada laser emisi akan menghasilkan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu.UHF. pemandu pesawat jet dan pertunjukan laser dalam festival musik. yang artinya perbesaran intensitas cahaya oleh pancaran terangsang. Laser bekerja pada spektrum infra merah sampai ultra ungu. Laser . Jenis-jenis lainnya masih dalam taraf perkembangan. kata laser telah menjadi perbendaharaan kata sehari-hari.optik. 30 tahun setelah ditemukan. Jenis-jenis laser Terdapat tiga jenis dasar laser yang paling umum digunakan. seperti pembaca kode harga di kasir pasar swalayan. huruf M disini singkatan dari Microwave. lebih pendek sedikit dibandingkan dengan sinyal TV . Laser merupakan sumber cahaya koheren yang monokromatik dan amat lurus. Prinsip Kerja Laser Laser dihasilkan dari proses relaksasi elektron. sekitar 5 cm. artinya gelombang mikro. Para ilmuwan biasa menggolongkannya dalam bidang elektronika kuantum. ketika di dalam resonator maka foton-foton tersebut akan saling memantul terhadap dinding resonator sehingga cukup kuat untuk meninggalkan resonator tersebut. Dewasa ini. Laser yang memancarkan sinar tampak disebut laser . proses yang terjadi adalah elektron pada keadaan ground state (pada pita valensi) mendapat energi kemudian statusnya naik menuju pita konduksi ( keadaan eksitasi) kemudian elektron tersebut kembali ke keadaan awal (ground state) diikuti dengan beberapa foton yang terlepas kemudian agar energi yang dibawa cukup besar maka dibutuhkan sebuah resonator resonator ini dapat berupa lensa atau cermin yang sering digunakan adalah lensa dan cermin.disk player. Kata kuncinya adalah “perbesaran” dan “pancaran terangsang” yang akan menjadi jelas kemudian. Cara kerja maser dan laser adalah sama. laserprinter. Peralatan yang menggunakan komponen laser dapat ditemukan dimana-mana. Sebetulnya laser merupakan perkembangan dari MASER. laser cukup kuat digunakan sebagai alat pemotong misalnya adalah laser CO2 laser yang kuat adalah tingkat pelebaranya rendah dan energi fotonya tinggi. Ketiga jenis dasar itu adalah : (1) Laser yang dipompa secara optis Pada laser jenis inversi populasi diperoleh dengan cara pemompaan optis.

berwarna merah tua. Dengan cepat ion-ion itu meluruh ke tingkat metastabil. Yang paling terang dan jelas adalah yang 6943 A°. mengakibatkan eksitasi besar-besaran ke pita tingkat energi tinggi.Maiman di Hughes Research Laboratories adalah dari jenis ini. yaitu laser. Gambar 3 memperlihatkan diagram tingkat energi yang dimiliki ion Cr dalam kristal ruby. suatu selang waktu yang relatif cukup panjang sebelum mereka kembali ke tingkat energi dasar. Gambar 2 : Diagram tingkat energi kristal ruby Laser ini dihasilkan melalui transisi atom dari tingkat metastabil ke tingkat energi dasar. Tentu saja pemompaan terjadi dengan laju yang lebih cepat dibanding selang waktu tersebut sehingga terjadi inversi populasi. Gambar 3 : Skema sebuah laser ruby Jika pada laser ini dibuatkan rongga resonansi optis maka cacah foton yang . Laser ruby baik sekali diambil sebagai contoh untuk membicarakan cara kerja laser yang menggunakan pemompaan optis.05 persen ion krom bervalensi tiga ( Cr + 3 ) dalam bentuk Cr2O3. Atom aluminium dan oksigen bersifat inert.ruby yang diciptakan pada bulan Juli 1960 oleh Theodore H. Setelah terjadi satu saja pancaran spontan ion Cr. Pemompaan optisnya dilakukan dengan menempatkan batang ruby di dalam tabung cahaya ini banyak dipakai sebagai perlengkapan kamera untuk menghasilkan kilatan cahaya. di tingkat ini mereka berumur kira-kira 0. memiliki kandungan 0. radiasinya memiliki panjang gelombang 6920 A° dan 6943 A°. Foton-foton yang dihasilkan tabung ini akan bertumbukan dengan ion-ion Cr dalam ruby. Ruby adalah batu permata buatan. maka beramai-ramailah ion-ion yang lain melakukan hal yang sama. sedangkan ion kromnya yang aktif. Kristal ruby berbentuk silinder. Ruby yang digunakan pada laser yang pertama berwarna merah jambu. terbuat dari Al2O3 dengan berbagai macam ketakmurnian. dan mereka semua memancarkan foton dengan energi dan fase yang sama. kira-kira berdiameter 6 mm dan panjangnya 4 sampai 5 cm.005 detik.

Kedua ujung juga harus betul-betul sejajar. Setelah letupan laser terjadi.dipancarkan dapat dibuat banyak sekali. sampai suatu saat ujung yang berlapis tipis tidak mampu lagi memantulkan foton yang datang. sehingga tumpahlah foton-foton dari ujung tersebut sebagai sinar yang kuat. proses inversi populasi dan perbesaran rapat energi foton dimulai dari awal lagi. yang satu dilapisi tebal dengan perak dan satunya lagi tipistipis saja. 3P2 dari konfigurasi elektron 2p55s. demikianlah seterusnya sehingga terjadi retetan letupanletupan berupa pulsa-pulsa. Atom-atom gas itu mengalami tumbukan dengan elektron-elektron lucutan sehingga memperoleh tambahan energi untuk bereksitasi. tetapi hal ini akan mengarah pada perkembangan jenis laser yang lain. Jenis laser uap logam akan dibicarakan secara tersendiri. Laser gas mampu memancarkan radiasi dengan panjang gelombang mulai dari spektrum ultra ungu sampai dengan infra merah. Laser nitrogen yang menggunakan gas N2 S0 dan S1 dari konfigurasi elektron 1s2s. suatu hal yang dilarang oleh aturan seleksi radiasi. Rongga resonansinya adalah batang ruby itu sendiri. Suatu hal kebetulan bahwa beberapa tingkat energi yang dimiliki atom neon hampir sama dengan tingkat energi atom helium. tentu saja tingkat metastabil akan cepat sekali berkurang populasinya. karena terlalu banyak energi yang harus dipakai untuk mencapai inversi populasinya. Akibatnya keluaran laser terdiri dari pulsa-pulsa berintensitas tinggi yang selangnya masing-masing sekitar beberapa nanodetik sampai milidetik. Walaupun demikian daya rerata dari tiap pulsa laser dapat mencapai beberapa kilowatt karena selang waktunya yang sangat pendek. Setelah bertumbukan atom helium akan segera kembali ke tingkat energi dasar. 3P0 . Perkembangan terakhir dalam perlaseran medium gasnya dapat diganti dengan uap logam. Dengan daya sebesar ini laser dapat digunakan untuk melubangi. Keluaran yang kontinu dapat diperoleh yaitu jika sistem lasernya ditaruh dalam sebuah kriostat agar suhu operasi laser menjadi rendah sekali. Begitu atom helium tereksitasi ke tingkattingkat itu ia tak dapat lagi balik ke tingkat dasar. Akibatnya rapat energi foton makin lama makin besar dengan terjadinya pemantulan berulang-ulang yang dilakukan kedua ujung batang ruby. Efisiensi laser ruby ini sangat rendah. maka atom neon dapat dipicu untuk memancarkan laser. Sebagian besar cahaya dari tabung cahaya tidak memiliki panjang gelombang yang diharapkan untuk proses pemimpaan sehingga merupakan pemborosan energi. Oleh karena aturan seleksi memperbolehkan transisi dari tingkat-tingkat energi ini ke sepuluh tingkat energi yang dimiliki konfigurasi 2p53p. . Pada gambar 5 dapat dilihat bahwa atom neon yang ditumbuk oleh atom helium 1S0 akan tereksitasi ke tingkat 1P1. Sistemnya terdiri dari satu atau lebih jenis gas. monokromatik dan koheren yang tidak lain adalah laser. Akibatnya transfer energi antara kedua jenis atom itu sangat terbolehjadi melalui tumbukan-tumbukan . Syarat inversi populasi dengan sendirinya sudah terpenuhi. Pada saat pancaran terangsang berlangsung. (2) Laser yang dipompa secara elektris Sistem laser jenis ini dipompa dengan lucutan listrik di antara dua buah elektroda. Batang tersebut harus dipotong dan digosok rata di kedua ujungnya. memotong maupun mengelas logam. 3P1 . karena pada kesetimbangan termal tingkat-tingkat di 2p53p atom Ne amat jarang populasinya.

hanya sekitar 1 persen. tidak terputus-putus sebagai pulsa seperti pada laser ruby. Sistem laser ini berbentuk tabung gas silindris dengan panjang satu meter dan diameter 17 mm. misalnya. Sebetulnya pancaran laser He-Ne yang terkuat berada di 11523 A° (infra merah dekat) yang ditimbulkan oleh transisi dari satu di antara 4 tingkat di 2p54s atom Ne. Tekanan He dan Ne dalam tabung adalah sekitar 1 torr dan 0. Gambar 5 : Sistem laser gas Untuk menghasilkan laser sinar-tampak berwarna-warni.Gambar 4 : Diagram tingkat energi He dan Ne Laser yang dihasilkan akan memiliki intensitas yang paling jelas di panjang gelombang 6328 A° tadi. musik atau gambar-gambar televisi. Sedangkan laser CO2 dapat menghasilkan laser kontinu berdaya beberapa kilowatt dengan efisiensi lebih tinggi. keluaran lasernya hanya berorde miliwatt. beberapa produsen seperti Laser Science Inc. yang kebetulan berdekatan dengan tingkat energi 3S1 atom He.1 torr. Laser yang kontinu amat berguna untuk transmisi pembicaraan dalam komunikasi. ke salah satu dari 10 tingkat energi di 2p53p. sehingga laser yang dihasilkan juga bersifat kontinu. Sifat kontinu ini merupakan keunggulan laser gas dibanding laser ruby.Perot. Dua buah elektroda dipasang di dekat ujung-ujungnya dan dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi untuk menimbulkan lucutan dalam tabung. mengembangkan laser cairan yang dipompanya secara . disebut cermin Fabry . Efisiensi laser He-Ne ini juga rendah. sehingga tabung gas ini sekaligus berfungsi sebagai rongga resonansi optisnya. Kedua ujung tabung ditutup oleh dua cermin pantul yang sejajar. dengan kata lain atom He kira-kira 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan atom Ne. Cacah He yang lebih banyak ini mampu mempertahankan inversi populasi secara terus menerus.

sehingga diode laser harus ditaruh di dalam kriostat supaya suhunya tetap rendah ( 77 K ).H. Cairan yang dipakai adalah zat warna yang dilarutkan dalam pelarut semacam metanol.I. Hall dkk.001 Milar. (General Electric Research Lab. MIT). Rapat arus ini luar biasa besar. agar dapat melakukan radiasi foton tanpa melanggar hukum kekekalan momentum. . dsb. Gambar 6 : Laser semikonduktor beserta diagram energinya Pada gambar 7 tampak bahwa di sebagian daerah deplesi terjadi inversi populasi jika sambungan PN diberi tegangan maju. karena pemompaannya dilakukan dengan injeksi arus listrik lewat sambungan PN semikonduktornya. Jenis larutan dapat diubah-ubah sesuai dengan warna yang dikehendaki. Pancaran fotonnya disebabkan oleh bergabungnya kembali elektron dan lubang (hole) di daerah sambungan PN-nya. jika tidak arus yang besar ini dapat merusak daerah sambungan PN dan diode berhenti menghasilkan laser. bahannya harus diberi doping banyak sekali sehingga tingkat energi Fermi-nya melampaui tingkat energi pita konduksi di bagian N dan masuk ke bawah tingkat energi pita valensi di bagian P. Daerah deplesi adalah daerah di sekitar sambungan PN yang tidak memiliki pembawa muatan listrik bebas. Contoh larutan ini adalah LD-690 yang menghasilkan laser merah ( 6960 A° ) dan Coumarin-440 yang menghasilkan laser ungu ( 4450 A° ). elektron-elektron di pita konduksi pada lapisan aktif dapat bergabung kembali dengan lubang-lubang di pita valensi. Konsentrasi larutan kira-kira 0. Nathan dkk. Bahan semikonduktor yang dipakai harus memiliki gap energi yang langsung.optis oleh sebuah laser nitrogen.). Mereka adalah R. (Yorktown Heights. Pada saat dilakukan injeksi arus listrik melalui sambungan. daerah ini disebut lapisan aktif. (3) Laser semikonduktor Laser ini juga disebut laser injeksi. Yang kedua. Rediker dkk. Hal ini perlu agar keadaan inversi populasi di daerah sambungan PN dapat dicapai. begitu besar sehingga melampaui harga ambangnya. Proses laser jenis ini mirip dengan kerja LED biasa. rapat arus listrik maju yang digunakan haruslah besar. M. Jadi laser ini tidak lain adalah sebuah diode dengan bias maju biasa. Oleh sebab itulah laser semikonduktor tidak pernah menggunakan bahan seperti silikon maupun germanium yang gap energinya tidak langsung. Dibandingkan dengan LED. Yang pertama. (Lincoln Lab. laser semikonduktor masih mempunyai dua syarat tambahan.N. Laser semikonduktor yang pertama diciptakan secara bersamaan oleh tiga kelompok pada tahun 1962. Besarnya sekitar 50 ribu ampere/cm2 agar laser yang dihasilkan bersifat kontinu. IBM) dan R. Diodediode yang digunakan adalah galiun arsenida-flosfida GaAsP (sinar-tampak merah).

Tetapi apabila arus injeksinya cukup besar. Efek difusi inilah yang menyebabkan besarnya rapat arus listrik yang dibutuhkan dalam proses kerja laser semikonduktor. Sambungan yang dijelaskan di atas biasa disebut homojunction. Keunggulan yang dimiliki laser semikonduktor lebih banyak dibandingkan dengan kelemahannya. panjang gelombang dimana gelombang elektromagnetik paling sedikit diserap oleh bahan . sehingga laser akan terjadi sepanjang lapisan ini. jadi GaAs berfungsi sebagai lapisan aktifnya.1 x 1. agar mereka tidak berdifusi kemana-mana.3 atau 1. Lihat gambar 8. karena yang dipisahkannya adalah tipe P dan N dari substrat yang sama. karena transisi elektron yang terjadi bukanlah antar tingkat energi tapi antar pita energi. 500 kali lebih kecil dibandingkan rapat arus pada laser GaAs yang homojunction.25 mm. Lebar gap dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.55 mikrometer. Misalnya. ayitu misalnya GaAs tadi. Gambar 7 : Diagram energi heterojunction Laser heterojunction GaAs . Pelapisan seperti yang dilakukan pada cermin di sini tidak diperlukan lagi karena bahan diode sendiri sudah mengkilap (metalik). sehingga bila ia dijepit oleh dua daerah AlGaAs bertipe P dan N. substrat indium fosfida ( InP ) yang dipakai pada laser InGaAsP. kebanyakan dari mereka berdifusi jauh masuk ke dalam daerah P sebelum bergabung kembali dengan lubang-lubang. Tetapi besarny rapat arus listrik ini dapat diturunkan dengan cara membatasi gerakan elektron yang diinjeksikan itu disuatu daerah yang sempit. GaAs memiliki gap energi yang lebih sempit. Heterjunction yang apling umum dipakai adalah sambungan antara GaAs dan AlGaAs.Untuk arus injeksi yang kecil penggabungan ini terjadi secara acak dan menghasilkan radiasi. Sebenarnya hanya sebagian kecil elektronelektron yang diinjeksikan dari daerah N yang bergabung dengan lubang di lapisan aktif.1 x 0. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat sambungan heterojunction. Lapisan ini berfungsi pula sebagai rongga resonansi optisnya. Kelemahan sistem laser ini adalah sifatnya yang tidak monokromatik. yaitu hanya sekitar 0. laser yangdihasilkan dapat diatur berpanjang gelombang sekitar 1. elektron-elektron yang diinjeksikan dari daerah N dan lubang-lubang dari daerah P akan bergabung di GaAs ini. Tipe P GaAs biasanya diberi doping seng ( Zn ) dan tipe N-nya dengan doping telurium ( Te ). sehingga amat cocok untuk peralatan yang dapat dibawa-bawa. cukup bagian luarnya digosok agar dapat memantulkan sinar yang dihasilkan dalam lapisa aktif.AlGaAs dapat bekerja secara kontinu pada suhu kamar hanya dengan rapat arus minimum sebesar 100 ampere/cm2. proses ini adalah yang terjadi pada LED. Yang paling nyata adalah dimensi ukurannya. padahal pita energi terdiri dari banyak tingkat energi. yang berarti orang dapat memilih panjang gelombang laser yang dihasilkannya. pancaran terangsang mulai terjadi di daerah lapisan aktif. Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas gap energi bahan-bahan yang dipakai.

Hal ini membuat laser InGaAsp menjadi pilihan yang tepat untuk komunikasi jarak jauh dengan serat optik.serat optik. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->