Tujuan hidup seorang Muslim. Jarang orang merumuskan tujuan hidupnya.

Merumuskan apa yang dicari dalam hidupnya, apakah hidupnya untuk makan atau makan untuk hidup. Banyak orang sekedar menjalani hidupnya, mengikuti arus kehidupan, terkadang berani melawan arus, dan menyesuaikan diri, tetapi apa yang dicari dalam melawan arus, menyesuaikan diri dengan arus atau dalam pasrah total kepada arus, tidak pernah dirumuskan secara serius. Ada orang yang sepanjang hidupnya bekerja keras mengumpulkan uang, tetapi untuk apa uang itu baru dipikirkan setelah uang terkumpul, bukan dirumuskan ketika memutuskan untuk mengumpulkannya. Ada yang ketika mengeluarkan uang tidak sempat merumuskan tujuannya, sehingga hartanya terhambur-hambur tanpa arti. Ini adalah model orang yang hidup tidak punya konsep hidup. Sesungguhnya secara fithri, terutama ketika melakukan sesuatu untuk kebutuhan dasarnya selalu ingat tujuan. Ketika seseorang ingin menjadi insinyur dia masuk Fakultas Tehnik, bila ingin menjadi Dokter maka ia masuk Fakultas kedokteran, bila ingin jadi ahli ekonomi maka masuk Fakultas Ekonomi, dan bila ingin menjadi pemimpin maka ia harus mengadakan manuver politik mencari legitimasi dari kaum muslimin atau masyarakat. Rumusan tujuan hidup yang didasari oleh ajaran agama menempati posisi sentral, yakni orang yang hormat dan tunduk kepada nilai-nilai agama yang diyakininya, melalui figure Ulama Kharismatik, atau menurut kitab suci. Menurut ajaran Islam, tujuan hidup manusia ialah untuk menggapai ridha Allah, ibtigha mardhatillah. Firman Allah :

‫, ومنَ النَّاس منْ يَشري نَفسهُ ابتِـغاء مرضاة هللاِ وهللاُ رءوفٌ بالعبَاد‬ ُ َ ِ ِْ ِ ِ َ َْ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ِ

artinya : “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya” (QS. 2 Al Baqarah : 207). Ridha artinya senang. Jadi segala pertimbangan tentang tujuan hidup seorang Muslim, terpulang kepada apakah yang kita lakukan dan apa yang kita gapai itu sesuatu yang disukai atau diridhai Allah SWT atau tidak. Jika kita berusaha memperoleh ridha-Nya, maka apapun yang diberikan Allah kepada kita, kita akan menerimanya dengan ridha (senang) pula, ridha dan diridhai (radhiyatan mardhiyah). Kita bisa mengetahui sesuatu itu diridhai atau tidak oleh Allah. Tolok ukur pertama adalah syariat atau aturan agama, sesuatu yang diharamkan Allah pasti tidak diridhai; dan sesuatu yang halal pasti diridhai, sekurang -kurangnya tidak dilarang. Selanjutnya nilai-nilai akhlak akan menjadi tolok ukur tentang kesempurnaan, misalnya memberi kepada orang yang meminta karena kebutuhan adalah sesuatu yang diridhai-Nya; tidak memberi tidak berdosa tetapi kurang disukai. Indikator ridha Allah juga dapat dilihat dari dimensi horizontal, Nabi bersabda : “Bahwa ridha Allah ada bersama ridha kedua orang tua, dan murka Allah ada bersama murka kedua orang tua”. Semangat untuk mencari ridha Allah sudah barang tentu hanya dimiliki orangorang yang beriman, sedangkan bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan, tidak mengenal agama, maka boleh jadi pandangan hidupnya dan prilakunya sesat, tetapi mungkin juga pandangan hidupnya mendekati pandangan hidup orang yang minus beragama, karena toh setiap manusia memiliki akal yang bisa berfikir logis dan hati yang di dalamnya ada nilai kebaikan.

dan disiplin dalam kepatuhan kepada-Nya.Metode untuk mengetahui Tuhan juga diajarkan oleh Nabi dengan cara bertanya kepada hati sendiri. Ibadah ada yang bersifat mahdhah/murni. dan profesi kita. tetapi tidak kepada hati sendiri. puasa. dan ibadah haji bagi yang mampu. sesuai dengan bakat. tetapi tugas yang harus dikerjakan sepanjang hidupnya. v Tugas Hidup Seorang Muslim Rumusan tugas hidup seorang muslim bisa dibuat berdasarkan citarasa sebagai manusia yang hidup di tengah realita objektip. karena inti dari berbisnis adalah membantu mendekatkan orang lain dari kebutuhannya. Perbedaan pandangan hidup akan menghasilkan perbedaan nilai dan persepsi. mungkin sangat sibuk dan lelah mengerjakan tugas sehari-hari. Hanya saja hati orang berbeda-beda. mungkin sama kesibukannya. Problem hati nurani adalah cahaya nurani sering tertutup oleh keserakahan. zakat dan sadaqah. patuh tunduk kepada Allah Yang Maha Kuasa. ada ibadah yang bersifat material-sosial seperti. sepanjang hidupnya hanya satu tugas. tidak sombong. Orang bisa berdusta kepada orang lain. Orang yang nuraninya hidup maka ia selalu menyambung dengan ridha Tuhan. sedangkan ibadah umum adalah semua perbuatan yang baik. Itulah etos ibadah. Ibadah juga terbagi menjadi dua klasifikasi. Ibadah khusus seperti shalat lima waktu sehari semalam adalah tugas. istifti qalbaka. memotong hewan kurban bagi yang mampu semuanya adalah taklif. oleh karena pertanyaan paling tepat kepada hati nurani. yaitu dimensi vertikal. Hati yang gelap. Hati juga kadang-kadang tidak konsisten. dan hati yang mati tidak bisa ditanya. v Peran dalam pentas kehidupan . ada ibadah bersifat fisik seperti ibadah haji. seperti berbisnis. sementara orang yang mengenal ibadah. cahaya. Dan ibadah ghairu mahdhah. yaitu menyembah Allah. Disebutkan dalam Al Qur’an bahwa tidaklah Tuhan menjadikan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembah kepada-Nya. hati yang kosong. Puasa. tugas hidup manusia. Oleh karena itu orang yang menjalankan ibadah mestilah rendah hati. ibadah khusus dan ibadah umum. Sang Pencipta. oleh karena itu rumusan tugas hidup dapat berbedabeda. tetapi cara pandangannya berbeda dan berbeda pula dalam mensikapi kesibukan. Zakat (zakat fitrah. minat. Menurut ajaran Islam. seperti shalat. dikerjakan dengan niat baik dan dilakukan dengan cara yang baik pula. Orang yang tidak mengenal ibadah. dan kemaksiatan. egoisme. Bahkan menunaikan syahwat seksual yang dilakukan dengan halal (suami isteri) dan dilakukan dengan cara baik (ma’ruf) adalah ibadah. yakni ibadah yang hanya memiliki satu dimensi. meyakini kekuasaan Allah Yang Maha Besar. Menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat besar nilainya asal dilakukan dengan niat baik dan cara yang baik pula. zakat mal) bagi yang telah memenuhi syaratnya. Nurani berasal arti kata nur. Dengan demikian kita dapat melakukan tugas ibadah dalam semua aspek kehidupan kita. tetapi nilainya nol secara vertikal. Sang Pencipta. maka secara psikologis/kejiwaan ia tidak merasa lelah karena merasa sedang beribadah. taklif dari Allah SWT yang secara khusus diperuntukkan kepada orang-orang mukmin yang telah baligh. dan disiplin. Ibadah mengandung arti untuk menyadari dirinya kecil tak berarti. Menjalankan ibadah bukanlah tujuan hidup. atau dalam bahasa harian disebut ibadah. Ibadah khusus adalah ritual yang bersifat baku yang ketentuannya langsung dari wahyu atau dari Nabi Muhammad SAW.

dan peranannya dalam kancah kehidupan dunia. Namun. sebagai khalifah. Dari ketiga dimensi tersebut. melaksanakan sumpah. lemah lembut dalam berbicara. manusia diberi fungsi. 49 Hujurat : 13) ‫إِن أَكرمكم عندهللاِ أَتقَاكم‬ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ْ َّ ُْ ْ . dermawan. mengendalikan diri dan waspada. sedia bertindak sebagai penengah dan pembuat perdamaian. Sebagai khalifah manusia diberi tugas untuk mengelola alam semesta ini untuk kesejahteraan manusia. setia. tidak kejam. menyuruh berbuat baik. berbuat baik kepada seluruh tetangga dan kerabat. bersikap sederhana dan menjauhi pemborosan. Tujuan Hidup seorang muslim. menghindari dosa. menghindari keangkuhan dan kesombongan.Dalam hal ini manusia memiliki dua peran utama. menghindari perkataan yang buruk dan fitnah. tugas hidup. Dalam segala hal. dapat kita sarikan dalam sifat-sifat moral yang harus dimiliki seorang muslim adalah: Beramal shaleh. sedia memaafkan. peran yang sangat besar. karena Allah Yang Maha Besar maka manusia sebagai wakil Allah di muka bumi memiliki tanggungjawab dan otoritas yang sangat besar. dan sifat paling mulia adalah taqwa “Orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling taqwa” (QS. sederhana. berbakti kepada kedua orang tua. jujur dan mencela kebohongan. oleh karena itu tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya. menghindari sumpah palsu. sabar. dan peran kedua sebagai khalifah Allah di muka bumi. melarang berbuat munkar (amar ma’ruf nahi munkar). adil. pertama sebagai hamba Allah. Sebagai hamba Allah manusia adalah kecil dan tidak memiliki kekuasaan. berpegang teguh kepada keimanan.

80/:5.8./...3 .3-07-.207.3.!07.207.3/.9/.8..25039. 80/.  .0.0.703.

-.2./.3  809.32.50303. 9/. /072.80-..2-.3.32:..32:..32..3 .2020:.92:3.3:39:080.3.349479. /.2:/88.8.703.9./..80:7:909.2 -07-.3:8.281.7507.3 -07-.5.78:25..3/./2:.507.3 9/./.  "$ ::7.2802089.05.3.72..3.:502-4748....2.3. ...2.3-:7:/...8/:5 /.3.3 2033/././705.2.1.83.381.2:3 80-.8.. -0793/.3 8./.709...3.280.2 80/. 2.02.6..1.0/:5.. 20.1././.3 40.7..2.3193.32:82 9:.39.8:39:20304...0/:..5079. /.3 -075.80-.9507/.3.3502-:.0././.0.47.-/....7 0. 80/.7.2.8. 203:7:-07-:.3:8. 7:13.85..-:2 $0-.35.8. /-079:./.. /.3.  20.32:82.7 ::7/. ..202/:.3.02-:9/.  .80-.3.3203. . .2.80-.1..7 $0-...3:8.9-.35.3203.3:.0-443.8: /.390:05..9:9:./ 02.9-08./2:..3 0/:.3:3.7.7:8 /28047.307.3..3:8.3.3/:58047.0 2033/.7/48.39:.905.3507.3:9.9-08.33.2./.9 5.3:8.72.3   %      9..7 .30842-43.7.3.2.580/07.907.20302-.  &   &     7...8.3.99. 2033/..3 8.38...07. -:22029.5.87...3/:3.9247..202../.08.9   ./-071:38 507.2:3...9././..-.7 .05.. -07-:.9 81.3/7/.3  -078.3-07-:.9 80/07.2./203890780-:9%::./.6.3:8. /.38:25..3 -0750.703..3507.3/.9-. 2033/.7 20303/...2-.0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful