RADEN GATOTKACA

Oktober 13, 2008 pada 8:15 pm (Tokoh wayang) Tags: wayang

Raden Gatotkaca Raden Gatotkaca adalah putera Raden Wrekudara yang kedua. Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi di Pringgandani. Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya. Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca, dan menambah lagi kesaktiannya. Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian; karena. itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah galagala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang. Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar. Kesaktiannya dalam perang, dapat mencabut leher. musuhnya dengan digunakan pada saat yang penting. Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan. Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca. Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna.

Dalam riwayat, Gatotkaca mati masih sangat muda, hingga sangat disesali oleh sekalian keluarganya. Menurut kata dalang waktu Raden Gatotkaca akan mengawan, diucapkan seperti berikut : Tersebutlah, pakaian Raden Gatotkaca yang juga disebut kesatria di Pringgadani: Berjamang mas bersinar-sinar tiga susun, bersunting mas berbentuk bunga kenanga dikarangkan berupa surengpati. (Surengpati berarti berani pada ajalnya. Sunting serupa ini juga dipakai untuk seorang murid waktu menerima ilmu dari gurunya bagi ilmu kematian,

Wayang itu diujudkan sebagai terbang. Mengawanlah ia keangkasa. Tersebut dalam cerita. Tetapi setelah Gatotkaca melihat puteri Raden Arjuna. hingga hancur lebur kereta itu. mengisah awan di hadapannya dan tertutuplah oleh awan di belakangnya. Kemudian puteri ini diperisteri Raden Gatotkaca. turunlah ia dari angkasa menuju ke bumi. berkalung ulur-ulur. ialah dijalan kain. Berkain (kampuh) sutera jingga. Tersebutlah Raden Gatotkaca telah mengawan. kenalah Gatotkaca dengan senjata itu pada pusatnya. BENTUK WAYANG Gatotkaca bermata telengan (membelalak). sanggul kadal-menek. Sampai usia satu tahun tali pusarnya belum bisa dipotong walau menggunakan senjata apa pun. Bergelung (sanggul) bentuk supit urang tersangga oleh praba. berikat-pinggang cindai hijau. dibagian kelir atas beberapa kali lalu dicacakkan. Berubah tingkah Raden. hanya berpakaian bersahaja. berpraba. terasa bumi itu mengeram di bawah kakinya.wa orang yang menerima ilmu itu takkan takut pada kematiannya). 2 Kilat 3 Tatit. Raden Gatotkaca seorang kesatria yang tak pernah bersolek. Gatotkaca ini diketahui oleh ibunya (Dewi Arimbi) dengan sukacita dan menuruti segala permintaan Raden Gatotkaca. Berkain kerajaan lengkap. bergelang kana (gelang empat segi). Dewi Pregiwa. Arjuna (adik Bimasena) pergi bertapa untuk mendapatkan petunjuk dewa demi menolong nasib keponakannya itu. Raden Gatotkaca jatuh hati lantaran melihat puteri itu berhias serba bersahaja. Kelahiran Kisah kelahiran Gatotkaca dikisahkan secara tersendiri dalam pewayangan Jawa. Gatotkaca berwanda 1 Guntur. berkancing sanggul mas tua bentuk garuda membelakang dan bertali ulur-ulur bentuk naga terukir. bergaruda membelakang. Raden Gatotkaca waktu akan berjalan ia berterumpah Padakacarma. bergelang. Namun pada saat yang sama Karna. menjatuhi kereta kendaraan Karna. Maka berhentilah kesatria Pringgadani di awan melintang. uncal diberi emas anting. Karna melepaskan senjata kunta Wijayadanu. . berpontoh dan berkeroncong. menyelam di awan biru. samar samar tertampak ia di pandangan orang. becelana cindai biru. berkumis dan beryanggut. Adipati Karna waktu perang Baratayudha berperang tanding melawan Gatotkaca. 4 Tatit sepuh. Sinar pakaian Gatotkaca yang kena sinar matahari sebagai kilat memburunya. Diceritakan. Berjamang tiga susun. Bersongkok Basunanda. Diceritakan Raden Gatotkaca menyingsingkan kain bertaliwanda. jauh dari pada wanita. setiba di angkasa terasa sebagai menginjak daratan. 5 Mega dan 6 Mendung. Setelah hening pemandangan Gatotkaca. dari kanan ke kiri. ibarat berhenti di atas awan. panglima Kerajaan Hastina juga sedang bertapa mencari senjata pusaka. berpontoh nagaraja. dan dalang bercerita pula. bersunting waderan. hidung dempak. waktu diiring oleh Raden Angkawijaya. yang membuatnya dapat terbang tanpa sayap.. menghadap pada awan yang lain dengan melihat ke kanan dan ke kiri. bila hujan tak kena air hujan. ialah kain itu dibelitkan pada badan bagian belakang Raden Gatotkaca segera menepuk bahu dan menolakkan kakinya kebumi.untuk lambang bah. walaupun pada waktu panas terik takkan kena panas. Namanya sewaktu masih bayi adalah Jabang Tetuka. berkeroncong suasa bentuk nagaraja. dibatik dengan lukisan seisi hutan. Setelah Gatotkaca kena panah itu jatuhlah Gatotkaca dari angkasa.

Bayi Tetuka dihadapkan sebagai lawan Sekipu. Tetuka muncul ke permukaan sebagai seorang laki-laki dewasa. bernama Laksmana Mandrakumara putra Duryudana dari keluarga Korawa. yang sejak saat itu diganti namanya menjadi Gatotkaca. Dalam versi pewayangan Jawa. Karena malu. Setelah menyadari kesalahannya. Tetuka kemudian dipinjam Narada untuk dibawa ke kahyangan yang saat itu sedang diserang musuh bernama Patih Sekipu dari Kerajaan Trabelasuket. Tetuka kemudian bertarung melawan Sekipu dan berhasil membunuhnya menggunakan gigitan taringnya. Ia berhasil menikahi Pregiwa setelah melalui perjuangan berat. bukan kepada Arjuna. Anehnya. Segala jenis pusaka para dewa telah melebur dan bersatu ke dalam dirinya. Kotang Antrakusuma. Gatotkaca menikahi Ahilawati sang gadis naga dan mempunyai anak bernama Barbarika. Narada kemudian menceburkan tubuh Tetuka ke dalam kawah Candradimuka. Karna berhasil meloloskan diri membawa senjata Konta. Tetuka justru semakin kuat. dan Terompah Padakacarma untuk dipakai Tetuka. yaitu Caping Basunanda. Batara Narada selaku utusan kahyangan memberikan senjata Kontawijaya kepada Karna. Namun sarung pusaka Konta terbuat dari Kayu Mastaba yang ternyata bisa digunakan untuk memotong tali pusar Tetuka. Kresna yang ikut serta menyaksikannya berpendapat bahwa pengaruh kayu Mastaba akan menambah kekuatan bayi Tetuka. semakin dihajar bukannya mati. Gatotkaca juga menikah dengan seorang wanita bernama Pregiwa. Namun ia juga meramalkan bahwa kelak Tetuka akan tewas di tangan pemilik senjata Konta. Para dewa kemudian melemparkan berbagai jenis senjata pusaka ke dalam kawah. Gatotkaca menikah dengan sepupunya. di Gunung Jamurdipa. Kresna dan para Pandawa saat itu datang menyusul ke kahyangan. Beberapa saat kemudian. Arjuna lalu mengejar Karna untuk merebut senjata Konta. yaitu Pregiwa putri Arjuna. Narada pun menemui Arjuna yang sebenarnya.Karena wajah keduanya mirip. [sunting] Perkawinan Dalam versi Mahabharata. Ia diutus rajanya yang bernama Kalapracona untuk melamar bidadari bernama Batari Supraba. Kresna kemudian memotong taring Tetuka dan menyuruhnya berhenti menggunakan sifat-sifat kaum raksasa. Akan tetapi keajaiban terjadi. . Gatotkaca mampu terbang secepat kilat menuju Kerajaan Trabelasuket dan membunuh Kalapracona. Kayu Mastaba musnah dan bersatu dalam perut Tetuka. Dari perkawinan ini lahir seorang putra bernama Sasikirana. Pertarungan pun terjadi. sedangkan Arjuna hanya berhasil merebut sarung pembungkus pusaka tersebut. Batara Guru raja kahyangan menghadiahkan seperangkat pakaian pusaka. Dengan mengenakan pakaian pusaka tersebut. yaitu menyingkirkan saingannya. Sekipu mengembalikan Tetuka kepada Narada untuk dibesarkan saat itu juga. [sunting] Menjadi Jago Dewa Versi pewayangan Jawa melanjutkan.

yaitu Suryawati dan Sumpaniwati. Roh keduanya kemudian menyusup masing-masing ke dalam telapak tangan Gatotkaca kiri dan kanan. Brajadenta pun memberontak hendak merebut takhta dari tangan Gatotkaca yang baru saja dilantik sebagai raja. namun bukan raksasa hutan. dan Kalabendana. Ibunya adalah Arimbi putri Prabu Tremboko dari Kerajaan Pringgadani. Versi lain mengisahkan. [sunting] Menjadi Raja Pringgadani Gatotkaca dalam bentuk asli wayang kulit dengan hiasan/pahatan berwarna. Brajalamadan. Ia menjadi panglima perang Kerajaan Hastina pada masa pemerintahan Parikesit. Tremboko tewas di tangan Pandu ayah para Pandawa akibat adu domba yang dilancarkan Sangkuni. Takhta Pringgadani kemudian dipegang oleh Arimbi yang telah diperistri Bima. Kedua raksasa kembar tersebut pun tewas bersama.Dari perkawinan Gatotkaca dengan Pregiwa lahir seorang putra bernama Sasikirana. Arimba sendiri akhirnya tewas di tangan Bimasena pada saat para Pandawa membangun Kerajaan Amarta. sehingga manambah kesaktian keponakan mereka tersebut. Brajamusti yang memihak Gatotkaca bertarung menghadapi kakaknya itu. Dari keduanya masing-masing lahir Suryakaca dan Jayasumpena. Rencananya takhta kelak akan diserahkan kepada putra mereka setelah dewasa. Gatotkaca versi Jawa adalah manusia setengah raksasa. Akibat hasutan tersebut. . Ia kemudian digantikan oleh anak sulungnya yang bernama Arimba. Brajadenta diangkat sebagai patih dan diberi tempat tinggal di Kasatrian Glagahtinunu. Brajawikalpa. Brajamusti. putra Abimanyu atau cucu Arjuna. Arimbi memiliki lima orang adik bernama Brajadenta. Gatotkaca memiliki dua orang istri lagi selain Pregiwa. Sangkuni dari Kerajaan Hastina datang menghasut Brajadenta bahwa takhta Pringgadani seharusnya menjadi miliknya bukan milik Gatotkaca.

Paman Gatotkaca yang bernama Kalabendana datang menemui Abimanyu untuk mengajaknya pulang. maka kelak ia akan mati dikeroyok musuh. Suatu hari Abimanyu menikah dengan Utari putri Kerajaan Wirata. Sitisundari yang dititipkan di istana Gatotkaca mendengar suaminya telah menikah lagi. Hal itu membuat Utari merasa cemburu. Mekipun perbuatan tersebut dilakukan tanpa sengaja. Namun Gatotkaca justru memarahi Kalabendana yang dianggapnya lancang mencampuri urusan rumah tangga sepupunya itu. Versi pewayangan mengisahkan. Kematian Versi Jawa Sosok Gatotkaca (kiri) dan Abimanyu (sedang memanah) dalam sebuah lukisan tradisional dari Maharashtra. Gatotkaca sangat akrab dengan sepupunya yang bernama Abimanyu putra Arjuna. Abimanyu terpaksa bersumpah jika benar dirinya telah beristri selain Utari. . Kisahnya diadaptasi dan dikembangkan dari naskah Kakawin Bharatayuddha yang ditulis tahun 1157 pada zaman Kerajaan Kadiri. bergelar Patih Prabakiswa. Kalabendana kemudian menemui Gatotkaca untuk melaporkan sikap Abimanyu. Gatotkaca sampai memukul kepala Kalabendana. dibuat sekitar abad ke-19. Kalabendana adalah adik bungsu Arimbi yang berwujud raksasa bulat kerdil tapi berhati polos dan mulia. Perang di Kurukshetra dalam pewayangan Jawa biasa disebut dengan nama Baratayuda. Abimanyu benar-benar tewas dikeroyok para Korawa pada hari ke-13. Ketika perang Baratayuda meletus. namun pamannya itu tewas seketika. Padahal saat itu Abimanyu telah menikah dengan Sitisundari putri Kresna. di mana ia mengaku masih perjaka. Karena terlalu emosi. Esoknya pada hari ke-14 Arjuna berhasil membalas kematian putranya itu dengan cara memenggal kepala Jayadrata.Setelah peristiwa itu Gatotkaca mengangkat Brajalamadan sebagai patih baru.

Arwah Kalabendana kemudian melemparkan mayatnya ke arah Karna. pecahan kereta tersebut melesat ke segala arah dan menewaskan para prajurit Korawa yang berada di sekitarnya. Gatotkaca mencoba menghindar dengan cara terbang setinggi-tingginya. Ia kemudian menusuk pusar Gatotkaca menggunakan senjata Konta. Ia pun melepaskan senjata Konta ke arah Gatotkaca. Pertempuran malam itu berlangsung mengerikan.Duryudana sangat sedih atas kematian Jayadrata. Pusaka itu pun musnah bersatu dengan sarungnya. Gatotkaca berhasil menewaskan sekutu Korawa yang bernama Lembusa. pihak Pandawa pun mengirim Gatotkaca untuk menghadang. Ia pun menciptakan kembaran dirinya sebanyak seribu orang sehingga membuat Karna merasa kebingungan. Kalabendana setuju. Atas petunjuk ayahnya. Namun ia sendiri kehilangan kedua pamannya. yaitu Batara Surya. Tidak terhitung banyaknya berapa jumlah mereka yang mati. yaitu Brajalamadan dan Brajawikalpa yang tewas bersama musuh-musuh mereka. Ia memaksa Karna menyerang perkemahan Pandawa malam itu juga. Karna berhasil melompat sehingga lolos dari maut. yaitu kayu Mastaba yang masih tersimpan di dalam perut Gatotkaca. Gatotkaca sengaja dipilih kaarena Kotang Antrakusuma yang ia pakai mampu memancarkan cahaya terang benderang. Gatotkaca telah tewas seketika. . Mendengar para Korawa melancarkan serangan malam. bernama Lembusura dan Lembusana. Gatotkaca pasrah terhadap keputusan dewata. Namun keretanya hancur berkeping-keping tertimpa tubuh Gatotkaca yang meluncur kencang dari angkasa. Namun arwah Kalabendana tiba-tiba muncul menangkap Kontawijaya sambil menyampaikan berita dari kahyangan bahwa ajal Gatotkaca telah ditetapkan malam itu. pemilik senjata Kontawijaya. Karna berhasil menemukan Gatotkaca yang asli. Akibatnya. Karna pun terpaksa berangkat meskipun hal itu melanggar peraturan perang. Gatotkaca akhirnya berhadapan dengan Karna. adik iparnya tersebut. Namun ia berpesan supaya mayatnya masih bisa digunakan untuk membunuh musuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful