P. 1
Kalorimeter Dan Kapasitas Kalor Jenis

Kalorimeter Dan Kapasitas Kalor Jenis

4.0

|Views: 3,711|Likes:

More info:

Published by: IMade Oka Guna Antara on Nov 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2014

pdf

text

original

KALORIMETER DAN KAPASITAS KALOR JENIS

I. TUJUAN
- Mempelajari cara kerja kalorimeter
- Menentukan kalor lebur es
- Menentukan kalor jenis berbagai logam

II. DASAR TEORI
Kalor merupakan suatu kata yang sangat populer dan tidak asing lagi untuk didengar
dalam kehidupan sehari - hari. Kalor itu sendiri sering kita identikkan dengan panas, suhu
maupun temperatur. Perlu diketahui, energi itu sendiri tidak dapat dikatakan panas apabila ia
sendiri belum mengalir atau pergi / menghilang. Kalor pertama kali diamati oleh A.
Laouvisier yang kemudian menyatakan Teori Kalorik. Teori kalorik ini menyatakan bahwa
“Setiap zat/benda mempunyai zat alir yang berfungsi untuk mentransfer panas”
Jadi, Laouvisier menyatakan bahwa pada saat dua benda / zat berbeda suhu
bersentuhan, maka akan terdapat zat alir yang memindahkan panas dan menyebabkan
perubahan suhu pada kedua benda tersebut.
Selain itu, menurut Sir James Presscout Joule (1818-1819), menyatakan tentang
kesetaraan antara usaha dan panas serta aliran panas tidak lain adalah perpindahan panas
yang semata – mata terjadi karena perbedaan suhu.
Satuan kalor adalah kalori (kal) yang sampai saat ini masih dipakai. Satuan kalori ini
didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan untuk menaikan temperatur 1 gram air sebesar
1
0
C (derajat celcius). Dalam setiap percobaan atau dalam suatu perhitungan yang
berhubungan tentang kalor satuan yang paling sering digunakan adalah kilokalori. 1 kkal
didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur 1 kg air sebesar
1
0
C. Di dalam sistem satuan British, kalor diukur dalam satuan thermal british (British
thermal unit / Btu). 1 Btu didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan untuk menaikkan
temperatur air 1 lb sebesar 1
0
F. 1 Btu setara dengan 0,252 kkal dan setara pula dengan 1055
Joule.
Jika sepotong kawat tahanan terendam dalam zat cair atau terbalut dalam zat padat
dan dimasukkan sebagai bagian sistem, timbulnya beda potensial V dan arus konstan I dalam
kawat itu membangkitkan suatu aliran energi yang sering disebut dengan pengerjaan usaha.
Jika usaha ini berlangsung terus selama τ, jumlah usaha yang dilakukan adalah W, di mana
W = V / τ
dan ini merupakan jumlah energi yang ditambahkan kepada sistem. Jika sekiranya tahanan
ini bukan bagian dari sistem, perpindahan energi dinamakan pengaliran panas dan selama
waktu τ jumlah energi yang berpindah disebut kuantitas panas Q, di mana
Q = V / τ
Kuantitas panas ΔQ yang diserap atau dilepaskan suatu benda dapat dipanaskan atau
didinginkan sebanding dengan
ΔQ = m . c . Δt
Faktor konstanta c adalah kalor jenis yang bergantung pada jenis dari benda pada
bahan material tersebut.

Tabel kalor jenis beberapa zat (pada tekanan konstan 1 atm dan 20 °C)
Nama
Zat
Kalor Jenis Nama
Zat
Kalor Jenis
Kkal/kg. °C J/kg. °C Kkal/kg. °C J/kg. °C
Aluminium 0.22 900 Alcohol 0.580 2400
Tembaga 0.093 390 Air raksa 0.033 140
Kaca 0.20 840 Air 0 0
Besi / baja 0.11 450 Es (-5 °C) 0.50 2100
Timah hitam 0.031 130 Cair (15 °C) 1.00 4186
Marmer 0.21 860 Uap (110 °C) 0.48 2010
Perak 0.056 230 Tubuh manusia 0.83 3470
Kayu 0.4 1700 Protein 0.4 1700

Kata panas lebih cocok digunakan jika berkaitan dengan metode perpindahan energi
dan bila perpindahan itu selesai, menyebutkan jumlah energi yang berpindah ini. Pada abad
ke – 18 kuantitas panas (kalor) didefinisikan sebagai kuantitas panas yang diperlukan untuk
menaikkan suhu 1 gram air dalam satu skala derajat celcius atau kelvin.
Jika sistem mengalami perubahan suhu dt, kapasitas jenis c sistem didefinisikan
sebagai perbandingan panas dQ terhadap hasil kali massa m dan perubahan suhu dt jadi :
c =
dT m
dQ
.

Kapasitas panas jenis air dapat dianggap sama dengan 1 kal g
-1
(
0
C)
-1
atau Btu lb
-1
(
0
F)
-1
Hasil kali m.c disebut kapasitas panas mol dan dilambangkan dengan C berdasarkan definisi :
C = m . c =
dT n
dQ
.

Kapasitas panas mol air praktis adalah 18 kal mol
-1 0
C
-1
Kuantitas panas Q yang harus diberikan ke benda bermassa m untuk mengubah suhunya dari
T
1
menjadi T
2
adalah :
Q = m . c . dT

Kapasitas jenis tiap bahan berubah akibat suhu dan sudah tentu c harus dinyatakan
sebagai fungsi t supaya integrasi itu dapat dihitung. Dalam daerah suhu di mana c dapat
dianggap konstan sehingga persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut :
Q = mc (T
2
–T
1
)
Kapasitas jenis panas menengah (mean) dalam sembarang daerah suhu didefinisikan
sebagai harga konstan c yang akan menimbulkan perpindahan panas yang sama besarnya.
Jadi untuk daerah suhu dari T
1
ke T
2
.
Kapasitas panas jenis atau kapasitas kalor molar suatu zat bukanlah satu – satunya
sifat fisis yang dapat ditentukan dengan eksperimen memerlukan suatu pengukuran kuantitas
panas. Konduktivitas panas, panas peleburan, panas penguapan, panas larut, dan panas
reaksi. Semua yang disebut sifat fisi materi disebut sifat termal materi. Pengukuran sifat –
sifat termal ini dinamakan kalorimetri. Alat yang dipakai dalam pengukuran ini disebut
kalorimeter. Kalorimeter yang sering digunakan adalah kalorimeter campuran, yaitu terdiri
dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya telah diketahui. Bejana ini biasanya
ditempatkan di dalam bejana bagian luar yang lebih besar. Keduanya dipisahkan oleh bahan
penyekat gabus atau wol.
Fungsi dari bejana luar adalah sebagai mantel / jaket, yaitu pelindung agar pertukaran
kalor di sekitar kalorimeter dapat dikurangi. Di samping itu, kalorimeter dilengkapi dengan
batang pengaduk yaitu untuk mencampurkan zat di dalam kalorimeter, agar diperoleh suhu
yang merata akibat pencampuran dua zat yang bersuhu berbeda.
Sehingga kalorimeter yang ideal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mempunyai kemampuan menerima dan melepas kalor yang baik.
2. Mempunyai dinding diaterm atau sekat.
Kalorimeter bekerja berdasarkan asas Black, yang secara garis besar menyatakan
bahwa “Kalor yang dilepaskan atau diberikan oleh benda yang bersuhu tinggi sama dengan
banyaknya kalor yang diterima atau diserap oleh benda yang bersuhu rendah”.
Banyaknya kalor yang dlepaskan oleh suatu benda dengan massa m
1
dan kapasitas
kalor jenis zat c
1
adalah :
( )
s
T T c m Q ÷ · · = A
1 1 1 1
………………..(1)
sebanding dengan banyaknya kalor yang diserap oleh air dengan dengan massa m
2
:
( )
2 2 2 2
T T c m Q
s
÷ · · = A ………………(2)
T
s
adalah suhu setimbang setelah terjadinya pencampuran.
Bila kapasita kalor jenis air c
2
diketahu, suhu T
1
sama dengan suhu uap, kapasitas
kalor jenis c
1
dapat dihitung dengan mengukur besaran T
2
, T
s
, dan m
2
:
( )
( )
s
s
T T m
T T m
c c
÷ ·
÷ ·
· =
1 1
2 2
2 1
……………… (3)
Tabung kalorimeter juga menyerap panas yang dilepaskan oleh zat yang bersuhu
tinggi. Untuk itu, kapasitas kalor kalorimeter :
c
k
= c
2

.
N
A
……………………………(4)
N
A
adalah nilai air kalorimeter sehingga kuantitas kalor yang diserap dari persamaan
(2) dapat ditulis sebagai :
( ) ( )
2 2 2 2
T T c N m Q
s A
÷ · · + = A ………..(5)
dan persamaan (3) menjadi :
( ) ( )
( )
s
s A
K
T T m
T T N m
c c
÷ ·
÷ · +
· =
1 1
2
1
…………(6)
Kalor lebur suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat padat
untuk mengubah wujudnya menjadi zat cair pada titik leburnya.
Kenyataan ini tidak lain adalah konsep Hukum Kekekalan Energi Kalor
Kebanyakan kalorimetri modern adalah alat listrik. Beda suhu yang diperlukan untuk
pengaliran panas diberikan oleh arus listrik I yang mengalir dalam suatu kumparan kawat
tahanan (pemanas) yang biasanya dililitkan pada benda yang ingin diteliti. Termometer yang
biasanya dipakai adalah termometer tahanan atau termokopel. Jika beda potensial antara
ujung – ujung pemanas itu V dan arus listrik I tetap mengalir pada waktu Δτ, panas yang
pindah ke contoh bahan adalah VI Δτ. Oleh karena itu panas molar ialah :
C = VI Δτ / n Δt = VI Δτ ΔT
Di sini C harus dinyatakan dalam joule per mole derajat apabila I dinyatakan dalam
ampere, V dalam volt, τ dalam sekon, dan ΔT merupakan perubahan suhu.
Bentuk, ukuran, dan konstruksi kalorimeter, kumparan panas dan termometer
bargantung pada daerah sifat alami bahan yang diteliti pada daerah ukuran suhu yang
dikehendaki. Variasi suhu kapasitas panas jenis atau kapasitas panas molar memberikan
pendekatan langsung yang paling dekat dan paling banyak untuk memahami energi – energi
dan partikel zat.
Kapasitas kalor bisa negatif, nol, positif atau tak berhingga bergantung proses yang
dialami sistem selama pemindahan kalor. Kapasitas kalor mempunyai harga tertentu. Dalam
hal sistem hidrostatik, hasil bagi dQ dan dθ memiliki harga yang unik bila tekanan dijaga
tetap. Dalam kondisi ini C disebut kapasitas kalor pada tekanan tetap dan diberi lambang Cp
dengan rumus :
Cp =
|
.
|

\
|
u d
dQ

Pada umumnya Cp adalah fungsi dari P dan θ demikian juga dengan kapasitas kalor
pada volume tetap ialah
Cv =
|
.
|

\
|
u d
dQ

Dan kuantitas ini bergantung dari V dan θ. Pada umunya nilai Cv dan Cp tidak sama
besarnya. Setiap sistem sederhana memilki kapasitas kalor sendiri. Harga rata – rata
kapasitas panas jenis dan kapasitas panas molar ditunjukkan dengan tabel di bawah ini :
:

Grafik di bawah ini merupakan beberapa cara kapasitas panas molar berubah sesuai
suhu pada suhu rendah yang menunjukkan beberapa sifat keatoman yang sangat berlainan.
Logam (Jenis) cp kal
0
C
-1
g
-1

Daerah suhu
(0C)
M (gram/mol) (Molar) Cp = M
cp kal.
0
C
-1
mol
-1

Aluminium 0, 217 17 - 100 27,0 5,86
Berilium 0, 470 20 – 100 9,01 4, 24
Besi 0, 113 18 - 100 55,9 6,31
Perak 0.056 15 - 100 108 6,05
Raksa 0.033 0 - 100 201 6,64
Tembaga 0,093 15 - 100 63,5 5,90
Timbal 0,031 20 - 100 207 6,42

III. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain :
a. 1 Kalorimeter
b. 1 Butiran tembaga
c. 2 Termometer -10 ~ 100°C
d. 1 Steam generator
e. 1 Pemanas
f. 1 Beaker glass
g. 1 Statif
h. 1 Timbangan










Gambar 1
Susunan peralatan untuk menentukan :
a. Kalor lebur es b. Kapasitas jenis panas logam


IV LANGKAH PERCOBAAN
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam percobaan ini adalah:
A. Penentuan Harga Air Kalorimeter
1. Timbang kalorimeter kosong dan pengaduknya.
2. Catat massa air setelah kalorimeter diisi air kira-kira setengah bagian.
3. Masukkan kalorimeter yang berisi air ke dalam selubung luarnya.
4. Tambahkan air mendidih sampai kira-kira
3
/
4
bagian (catat suhu air mendidih).
5. Catat suhu kesetimbangan.
6. Timbanglah kembali kalorimeter.

B. Pengukuran Kalor Lebur Es
1. Timbang kalorimeter kosong dan pengaduknya.
2. Isi kalorimeter dengan air setengah bagian, kemudian timbang lagi.
3. Masukkan kalorimeter ke dalam selubung luarnya dan catat suhu kalorimeter mula-
mula.
4. Masukkan potongan es ke dalam kalorimeter kemudian tutup serta aduk.
5. Catat suhu kesetimbangan.
6. Timbang kembali kalorimeter tersebut.

C. Pengukuran Kapasitas Kalor Jenis Logam
1. Keping-keping logam yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam rongga bunsen dan
panaskan.
2. Timbang kalorimeter serta pengaduknya.
3. Timbang kalorimeter serta pengaduknya setelah diisi air kira-kira
3
/
5
bagian.
4. Masukkan kalorimeter ke dalam selubung luarnya dan catat suhunya.
5. Catat suhu keping-keping logam.
6. Masukkan keping-keping logam tadi ke dalam kalorimeter dan catat suhu
setimbangnya.
7. Ulangi langkah 1 s/d 6 tersebut untuk logam yang lain.

V. DATA PERCOBAAN
Terlampir

VI. PERHITUNGAN DATA
a. Penentuan harga air kalorimeter
1. Massa Kalorimeter Kosong dan Pengaduknya
5
5 4 3 2 1
m m m m m
mk
+ + + +
=
=
5
8 , 253 0 , 254 4 , 253 5 , 255 5 , 254 + + + +

= 254,24 gr
2. Massa Kalorimeter + Air Mula-mula
5
2 , 378 0 , 378 2 , 379 9 , 379 0 , 380 + + + +
= + air k m m
= 379,06 gr
3. Massa Air Mula-mula (m
1
)
( air k m m + ) – ( k m ) =379,06 gr – 254,24 gr = 124,82 gr
4. Massa Kalorimeter + Air Mula-mula + Air Mendidih
5
3 , 390 0 , 390 5 , 388 2 , 389 0 , 390 + + + +
= c m
= 389,60 gr
5. Massa air mendidih
= + ÷ ) ( ) ( air k c m m m 389,60 gr – 379,06 gr = 10,54 gr
6. Temperatur
Suhu air mula-mula = 30
0
C
Suhu air mendidih = 100
0
C
Suhu setimbang = 40
0
C
7. Kalor jenis kalorimeter
2 1
Q Q A = A
Q Q Q
k air
A = A + A
air mendidih
2 2 2 1 1 1 1
t c m t c m t c m
k k
A · · = A · · + A · ·
124,82
.
1
.
(40 – 30) + 254,24
.
c
k

.
(40 – 30) = 10,54
.
1
.
(100 – 40)
1248,2 + 2542,4
.
c
k
=
c
k
=
24 , 251
44 , 81 24 , 5782 ÷
= 22,69
kal
/
gr

0
C
8. Harga air kalorimeter
N
A
=
1
69 , 22
2
=
c
c
k
= 22,69
kal
/
0
C

b. Penentuan kapasitas kalor jenis logam
1. Massa wadah kosong logam
5
5 4 3 2 1
m m m m m
ma
+ + + +
=
=
5
3 , 51 3 , 51 3 , 51 3 , 51 3 , 51 + + + +

= 51,3 gr

= 251,24 gr

5
1 , 441 0 , 441 2 , 441 1 , 441 3 , 441 + + + +
= c m
= 441,14 gr
2. Massa air (m
1
)
= ÷
k
c m m 441,14 – 251,24 = 189,9 gr
3. Temperatur
Suhu kalorimeter + air = 28
0
C
Suhu awal logam = 30
0
C
Suhu logam setelah dipanaskan = 32
0
C
Suhu setimbang = 28
0
C
4. Kalor Jenis Logam
lepas terima
Q Q A = A
2 2 2 1 1 1
T c m T c m A · · = A · ·
1 1
2 2
2 1
c m
T m
c c
·
A ·
· =
panas yang dilepas butiran logam juga diserap oleh kalorimeter
c
k
= c
2
. N
A

sehingga didapat :
1 1
2 2
1
) (
T m
T N m
c c
A
k
A ·
A · +
· =
) 28 32 ( 7 , 2
) 30 28 ( ) 69 , 22 9 , 189 (
69 , 22
log
÷ ·
÷ · +
· =
am
c
=
4 7 , 2
2 ) 69 , 22 9 , 189 (
69 , 22
·
÷ · +
·
= -893,27
kal
/
gr

0
C


























VII. RALAT
a. Data pada penentuan harga air kalorimeter
1. Ralat Massa Kalorimeter Kosong dan Pengaduknya
No m m
(m - m )
(m - m )
2
1 254,5 254,24 0,26 0,0676
2 255,5 254,24 1,26 1,5876
3 253,4 254,24 - 0,84 0,7056
4 254,0 254,24 -0,24 0,0576
5 253,8 254,24 - 0,44 0,1936
Σ(m- m )
2
= 2,612

20
612 , 2
) 1 (
) (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m = 0,361 gr
m m A ± = (254,24 ± 0,361) gr
 Ketelitian
% 100
24 , 254
361 , 0
% 100 · = ·
A
m
m
= 0,142 %
 Kebenaran
100 % - 0,142 % = 99,858 %

2. Ralat Massa Kalorimeter + Air Mula-mula
No m
k
k m
(m
k
- k m )
(m
k
- k m )
2
1 380,0 379,06 0,94 0,8836
2 379,9 379,06 0,84 0,7056
3 379,2 379,06 0,14 0,0196
4 378,0 379,06 0,94 0,8836
5 378,2 379,06 0,14 0,0196
E(m
k
- k m )
2
= 0,5024gr

20
5024 , 0
) 1 (
) (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m
k k
k
= 0,1585 gr
k
k m m A ± = 379,06( ± )0,1585 gr
 Ketelitian
% 100
06 , 379
1585 , 0
% 100 · = ·
A
k
k
m
m
= 0,0418%
 Kebenaran
100 % - 0,0418 % =99,9582 %

3. Ralat Massa Kalorimeter + Air Mula-mula + Air Mendidih
No M
c
c m
(m
c
- c m )
(m
c
- c m )
2
1 390,0 389,6 0,4 0,16
2 389,2 389,6 -0,4 0,16
3 388,5 389,6 -1,1 1,21
4 390,0 389,6 0,4 0,16
5 390,3 389,6 0,7 0,49
E(m
c
- c m )
2
= 2,18 gr

20
18 , 2
) 1 (
) (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m
c c
c
= 0,330 gr
c
c m m A ± = (389,6 ± 0,330) gr
 Ketelitian
% 100
6 , 389
330 , 0
% 100 · = ·
A
c
c
m
m
= 0,085 %
 Kebenaran
100 % - 0,085 % = 99,915 %
4. Ralat Massa Air Mula-mula (m
1
)
No M1 m 1
(m1 - m 1)
(m1 - m 1)
2
1 125,5 124,82 0,68 0,4624
2 124,4 124,82 -0,42 0,1764
3 125,8 124,82 0,98 0,9604
4 124,0 124,82 -0,82 0,6724
5 124,4 124,82 - 0,42 0,1764

Σ(m1- m 1)
2
=
1,664 gr

20
664 , 1
) 1 (
) 1 1 (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m = 0,288 gr
1 1 m m A ± = (124,82 ± 0,288) gr
 Ketelitian
% 100
82 , 124
288 , 0
% 100 · = ·
A
m
m
= 0,231 %
 Kebenaran
100 % - 0,231 % = 99,769 %

4. Ralat Massa air mendidih
No M2 m 2
(m2 - m 2)
(m2 - m 2)
2
1 10 10,54 -0,54 0,2916
2 9,3 10,54 -1,24 1,5376
3 9,3 10,54 -1,24 1,5376
4 12 10,54 1,46 2,1316
5 12,1 10,54 1,56 2,4336

Σ(m1- m 1)
2
=
7,932 gr

20
932 , 7
) 1 (
) 2 2 (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m = 0,629 gr
2 2 m m A ± = (10,54 ± 0,629) gr
 Ketelitian
% 100
54 , 10
629 , 0
% 100 · = ·
A
m
m
= 5,975 %
 Kebenaran
100 % - 5,975 % = 94,025 %
5. Ralat Temperatur
Suhu air mula-mula (T
1
) = 30
0
C ± ½
.
1
0
C = 30
0
C ± 0,5
0
C
Suhu air mendidih (T
2
) = 100
0
C ± ½
.
1
0
C = 100
0
C ± 0,5
0
C
Suhu air setimbang (T
s
) = 40
0
C ± ½
.
1
0
C = 40
0
C ± 0,5
0
C

6. Ralat kalor jenis kalorimeter
) ( ) ( ) ( ) (
1 1 1 1 1 1
T Ts T Ts T T Ts Ts T Ts T A + A ± ÷ ¬ A ± ÷ A ± ¬ ÷ = A
= (40– 30) ± (0,5 + 0,5) = (10± 1)
0
C
) ( ) ( ) ( ) ( 2
2 2 2 2 2
Ts T Ts T Ts Ts T T Ts T T A + A ± ÷ ¬ A ± ÷ A ± ¬ ÷ = A
= (100 – 40) ± (0,5 + 0,5) = (60± 1)
0
C
kapasitas kalor jenis kalorimeter :

2 2 2 1 1 1 1
T c m T c m T c m
k k
A · · = A · · + A · ·
→ ((124,82 ± 0,288)
.
1
.
(10 ± 1)) + ((254,24 ± 0,361)
.
c
k

.
(10 ± 1)) = ((10,54 ± 0,629)
.
1
.
(60 ± 1))
→ ((124,82 .1) ± (124,82 . 1) . |
.
|

\
|
+
82 , 124
288 , 0
1
1
) + ((254,24 . 1) ± (254,24 . 1) .
|
.
|

\
|
+
24 , 254
361 , 0
1
1
. c
k
) = ( (10,54 . 60) ± (10,54 . 60) . |
.
|

\
|
+
54 , 10
629 , 0
60
1
)
→ ((124,82) ± (124,82) . (1,0023)) + ((254,24) ± (254,24) . (1,0014) . c
k
) = ((632,4) ±
(632,4) . (48,25))
→ (124,82 ± 125,11) + (254,24 ± 254,56). c
k
= (632,4 ± 48,25)
→ (254,24 ± 254,56). c
k
=(632,4 ± 48,25)- (124,82 ± 125,11)
→ (254,24 ± 254,56). c
k
= (632,4 – 124,82) ± (48,25 - 125,11)
→ (254,24 ± 254,56). c
k
= (507,58 ± -76,86)
c
k
=
) 56 , 254 24 , 254 (
) 86 , 76 58 , 507 (
±
÷ ±

c
k
= |
.
|

\
|
+
÷
· ±
24 , 254
56 , 254
58 , 507
86 , 76
24 , 254
58 , 507
24 , 254
58 , 507

c
k
= 1,996 ± 1,697
kal
/
gr

0
C
7. Ralat harga air kalorimeter
N
A
=
2
c
c
k

=
1
697 , 1 996 , 1 ±

= 1,996 ± 1,697
kal
/
gr

0
C
b. Data pada penentuan kapasitas kalor jenis logam
1.Ralat Massa Tembaga
No m
b
b m
(m
b
- b m )
(m
b
- b m )
2
1 10,0 9,94 0,06 0,036
2 9,9 9,94 -0,04 0,0016
3 10,0 9,94 0,06 0,0036
4 9,9 9,94 -0,04 0,0016
5 9,9 9,94 -0,04 0,0016

E(m
b
- b m )
2
=
0,012 gr

20
012 , 0
) 1 (
) (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m
b b
b
= 0,0245 gr
b
b m m A ± = (9,94 ± 0,0245)gr
 Ketelitian
% 100
94 , 9
0245 , 0
% 100 · = ·
A
b
b
m
m
= 24,348%
 Kebenaran
100 % - 24,348% = 75,652 %

2. Ralat Massa kalorimeter kosong dan pengaduknya
No m m
(m - m )
(m - m )
2
1 254,5 254,24 0,26 0,0676
2 255,5 254,24 1,26 1,5876
3 253,4 254,24 - 0,84 0,7056
4 254,0 254,24 -0,24 0,0576
5 253,8 254,24 - 0,44 0,1936
Σ(m- m )
2
= 2,612

20
612 , 2
) 1 (
) (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m = 0,361 gr
m m A ± = (254,24 ± 0,361) gr
 Ketelitian
% 100
24 , 254
361 , 0
% 100 · = ·
A
m
m
= 0,142 %
 Kebenaran
100 % - 0,142 % = 99,858 %

3. Ralat Massa kalorimeter + air
3
/
5
bagian
No m
t
t m
(m
t
- t m )
(m
t
- t m )
2
1 446,0 445,98 0,02 0,0004
2 446,2 445,98 0,22 0,0484
3 445,8 445,98 -0,18 0,0324
4 445,9 445,98 -0,08 0,0064
5 446,0 445,98 0,02 0,0004
E(m
t
- t m )
2
= 0,088

20
088 , 0
) 1 (
) (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m
t t
t
= 0,0663 gr
t
t m m A ± = (445,98± 0,0663) gr
 Ketelitian
% 100
98 , 445
0663 , 0
% 100 · = ·
A
t
t
m
m
= 0,0149 %
 Kebenaran
100 % - 0, 0149 % = 99,985 %

4.
Ralat Massa Air Mula-mula (m1)

No M1 m 1
(m1 - m 1)
(m1 - m 1)
2
1 191,5 191,74 -0,24 0,0576
2 190,7 191,74 -1,04 1,0816
3 192,4 191,74 0,66 0,4356
4 191,9 191,74 0,16 0,0256
5 192,2 191,74 0,46 0,2116

Σ(m1- m 1)
2
=
1,812 gr

20
812 , 1
) 1 (
) 1 1 (
2
=
÷
÷ E
= A
n n
m m
m = 0,301 gr
1 1 m m A ± = (191,74 ± 0,301) gr
 Ketelitian
% 100
74 , 191
301 , 0
% 100 · = ·
A
m
m
= 0,157 %
 Kebenaran
100 % - 0,157 % = 99,843 %


5. Ralat Temperatur
Suhu air mula-mula (T
1
) = 30
0
C ± ½
.
1
0
C = 28
0
C ± 0,5
0
C
Suhu tembaga (T
2
) = 28
0
C ± ½
.
1
0
C = 28
0
C ± 0,5
0
C
Suhu air setimbang (T
s
) = 30
0
C ± ½
.
1
0
C = 30
0
C ± 0,5
0
C

6. Ralat kalor jenis logam
) ( ) ( ) ( ) (
1 1 1 1 1 1
T Ts T Ts T T Ts Ts T Ts T A + A ± ÷ ¬ A ± ÷ A ± ¬ ÷ = A
= (30 – 30) ± (0,5 + 0,5) = (0 ± 1)
0
C
) ( ) ( ) ( ) ( 2
2 2 2 2 2
Ts T Ts T Ts Ts T T Ts T T A + A ± ÷ ¬ A ± ÷ A ± ¬ ÷ = A
= (28 – 30) ± (0,5 + 0,5) = (2 ± 1)
0
C














kapasitas kalor jenis logam :
1 1
2 2
log
) (
T m
T N m
c c
A
k am
A ·
A · +
· =
=
) 1 1 ( ) 0 7 , 2 (
) 1 1 ( )] 399 , 23 69 , 22 ( ) 14036 , 0 44 , 81 [(
± · ±
± · ± + ±
·
k
c
=
|
.
|

\
|
+ · · ± ·
± · + ± +
·
7 , 2
0
1
1
) 1 7 , 2 ( ) 1 7 , 2 (
) 1 1 ( )] 399 , 23 14036 , 0 ( ) 69 , 22 44 , 81 [(
k
c
=
( ) 1 ) 1 7 , 2 ( ) 1 7 , 2 (
) 1 1 ( )] 53936 , 23 13 , 104 [(
· · ± ·
± · ±
·
k
c
=
) 7 , 2 7 , 2 (
13 , 104
53936 , 23
1
1
) 1 13 , 104 ( ) 1 13 , 104 (
±
|
.
|

\
|
+ · · ± ·
·
k
c
=
) 7 , 2 7 , 2 (
) 226 , 0 ( ) 13 , 104 ( ) 13 , 104 (
±
· ±
·
k
c
=
) 7 , 2 7 , 2 (
) 533 , 23 13 , 104 (
) 399 , 23 69 , 22 (
±
±
· ±
=
) 7 , 2 7 , 2 (
) 533 , 23 13 , 104 ( ) 399 , 23 69 , 22 (
±
± · ±

=
) 7 , 2 7 , 2 (
69 , 22
399 , 23
13 , 104
533 , 23
) 13 , 104 69 , 22 ( ) 13 , 104 69 , 22 (
±
|
.
|

\
|
+ · ± ·

=
) 7 , 2 7 , 2 (
) 2572 , 1 ( ) 71 , 2362 ( ) 71 , 2362 (
±
· ±

=
) 7 , 2 7 , 2 (
) 399 , 2970 71 , 2362 (
±
±

= |
.
|

\
|
+ · ±
7 , 2
7 , 2
71 , 2362
399 , 2970
) 7 , 2 (
) 71 , 2362 (
) 7 , 2 (
) 71 , 2362 (

= ) 257 , 2 ( ) 08 , 875 ( ) 08 , 875 ( · ±
= ) 06 , 1975 08 , 875 ( ±
kal
/
gr

0





VIII. PEMBAHASAN
1. Pada praktikum ini kita mengukur dua hal yaitu harga air kalorimeter dan kapasitas
kalor jenis logam. Harga air kalorimeter dapat dicari dengan terlebih dahulu
menentukan kalor jenis kalorimeter dengan menggunakan prisip azas Black yaitu
apabila dua sistem atau lebih dipertemukan dimana sistem-sistem tersebut memiliki
perbedaan temperatur, maka jumlah kalor yang dilepaskan oleh sistem yang satu
akan sama dengan jumlah kalor yang diterima oleh sistem yang lainnya. Dalam hal
ini kalor yang diterima oleh air dan kalorimeter sama dengan kalor yang dilepaskan
oleh air yang telah didihkan. Harga air kalorimeter yang didapat dalam percobaan
kali ini adalah
kal
/
0
C dan hasil ini didapat melalui perhitungan rumus
N
A
=
2
c
c
k
, dimana c
k
didapat dari rumus :
2 2 2 1 1 1 1
T c m T c m T c m
k k
A · · = A · · + A · ·
2. Dengan menggunakan prinsip yang sama, maka kapasitas kalor jenis logam juga
dapat ditentukan. Kalor yang dilepaskan oleh logam yang telah dipanaskan sama
dengan kalor yang diterima oleh air. Tapi dalam hal ini kalorimeter juga ikut
menyerap kalor yang dilepaskan oleh logam panas. Maka kapasitas kalor jenis
logam dapat ditentukan yaitu
kal
/
gr

0
C dan hasil ini didapat dari perhitungan
dengan menggunakan rumus
1 1
2 2
1
) (
T m
T N m
c c
A
k
A ·
A · +
· = .
3. Bentuk logam tembaga yang berukuran kecil-kecil membuat kalor yang diserap
oleh logam tembaga sangat cepat sekali hilang karena berinteraksi dengan udara
luar. Selain itu tabung kalorimeter pun ikut menyerap panas dari logam tembaga
sehingga kalor yang dilepaskan oleh logam tembaga tidak maksimal diserap oleh
air. Hal ini membuat ketepatan dan ketelitian serta perhitungan sangat jauh dari
literatur yang ada. Pada literatur kalor jenis logam tembaga adalah 0,09
kal
/
gr

0
C.
Pada setiap pengukuran, semuanya dilakukan 5 kali. Ini dilakukan agar nilai yang
didapat mendekati nilai kebenaran yang cukup mendekati. Selain itu digunakan
metode ralat keraguan agar dapat diperkirakan kisaran nilai pengukuran dari yang
paling rendah sampai paling tinggi.
Dalam percobaan kali ini, nilai-nilai data yang didapat melalui perhitungan sangat
jauh dari literatur yang ada. Setelah diteliti ada beberapa faktor yang
mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut antara lain :
 Ketidaktelitian dalam pengambilan data pengamatan
 Kesalahan dalam menggunakan alat pengukuran.
 Kerusakan pada alat pengukuran yang disebabkan usianya yang sudah
cukup lama sehingga ketelitiannya menjadi berkurang.
 Faktor dari lingkungan disekitar tempat percobaan seperti angin dan lain-
lain.

IX. KESIMPULAN
 Faktor yang mempengaruhi besarnya kalor (Q) adalah massa (m) tiap zat atau benda
dan kenaikan suhu (∆T) yang diakibatkan oleh benda bermassa m tersebut dan kalor
jenis (c) dari benda tersebut.
 Apabila dua benda yang memiliki suhu berbeda dipertemukan dan diisolasi sempurna
dengan lingkungannya, maka benda yang suhunya lebih tinggi akan melepaskan kalor
dan benda ynag suhunya lebih rendah akan menerima kalor tersebut.
 Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suatu energi kalor.
Selain itu, kalorimeter juga dapat dipakai untuk mengukur kualitas panas dan
kuantitas yang menyangkut berbagai proses seperti reaksi kimia, perubahan status,
dan pembentukan larutan / menentukan kapasitas panas dari suatu substansi.
 Kuantitaas panas atau kalor jenis suatu benda dapat ditetukan dengan menggunakan
kalorimeter berdasarkan hukum kekekalan energi.
 Harga air kalorimeter yang diperoleh adalah
kal
/
0
C
 Kapasitas kalor logam uang diperoleh adalah
kal
/
gr

0
C







X. DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W.1999. Kimia Fisika edisi keempat Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Giancolli, Douglas C. 2001. Fisika. Jakarta : Erlangga
Satriya Wibawa, I Made. 2007. Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Bali : Fakultas MIPA
Universitas Udayana.
Zemansky, Mark W dan Richard H Dittman. 1986. Kalor dan Termodinamika Terbitan
Keenam. Bandung : ITB
Zemansky, Zears. 1982. Fisika Untuk Universitas. Bandung : Bina Cipta
Gabriel, J.F. 2001. Fisika Lingkungan. Jakarta : Hipokrates
Amalia, Lily , Nur Komarudin, Agus Hendra. 2004. Fisika 1. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya.
Goenawan, J. 2001. Fisika. Jakarta : PT Gramedia Widisarana Indonesia.
























dan ini merupakan jumlah energi yang ditambahkan kepada sistem. Jika sekiranya tahanan ini bukan bagian dari sistem, perpindahan energi dinamakan pengaliran panas dan selama waktu τ jumlah energi yang berpindah disebut kuantitas panas Q, di mana Q=V/τ Kuantitas panas ΔQ yang diserap atau dilepaskan suatu benda dapat dipanaskan atau ΔQ = m . c . Δt Faktor konstanta c adalah kalor jenis yang bergantung pada jenis dari benda pada bahan material tersebut.

didinginkan sebanding dengan

Tabel kalor jenis beberapa zat (pada tekanan konstan 1 atm dan 20 °C) Nama Zat Aluminium Tembaga Kaca Besi / baja Timah hitam Marmer Perak Kayu Kalor Jenis Kkal/kg. °C J/kg. °C 0.22 0.093 0.20 0.11 0.031 0.21 0.056 0.4 900 390 840 450 130 860 230 1700 Nama Zat Alcohol Air raksa Air Es (-5 °C) Cair (15 °C) Uap (110 °C) Tubuh manusia Protein Kalor Jenis Kkal/kg. °C 0.580 0.033 0 0.50 1.00 0.48 0.83 0.4 J/kg. °C 2400 140 0 2100 4186 2010 3470 1700

Kata panas lebih cocok digunakan jika berkaitan dengan metode perpindahan energi dan bila perpindahan itu selesai, menyebutkan jumlah energi yang berpindah ini. Pada abad ke – 18 kuantitas panas (kalor) didefinisikan sebagai kuantitas panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram air dalam satu skala derajat celcius atau kelvin. Jika sistem mengalami perubahan suhu dt, kapasitas jenis c sistem didefinisikan sebagai perbandingan panas dQ terhadap hasil kali massa m dan perubahan suhu dt jadi : c=
dQ m . dT

Kapasitas panas jenis air dapat dianggap sama dengan 1 kal g-1(0C)-1 atau Btu lb-1(0F) -1 Hasil kali m.c disebut kapasitas panas mol dan dilambangkan dengan C berdasarkan definisi : C=m.c=
dQ n . dT

Keduanya dipisahkan oleh bahan penyekat gabus atau wol. kalorimeter dilengkapi dengan batang pengaduk yaitu untuk mencampurkan zat di dalam kalorimeter. Mempunyai kemampuan menerima dan melepas kalor yang baik. Dalam daerah suhu di mana c dapat dianggap konstan sehingga persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut : Q = mc (T2 –T1) Kapasitas jenis panas menengah (mean) dalam sembarang daerah suhu didefinisikan sebagai harga konstan c yang akan menimbulkan perpindahan panas yang sama besarnya. yaitu terdiri dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya telah diketahui.. Sehingga kalorimeter yang ideal memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Kalorimeter bekerja berdasarkan asas Black. Bejana ini biasanya ditempatkan di dalam bejana bagian luar yang lebih besar. Kapasitas panas jenis atau kapasitas kalor molar suatu zat bukanlah satu – satunya sifat fisis yang dapat ditentukan dengan eksperimen memerlukan suatu pengukuran kuantitas panas. Mempunyai dinding diaterm atau sekat. c . panas penguapan. Kalorimeter yang sering digunakan adalah kalorimeter campuran. Konduktivitas panas. Jadi untuk daerah suhu dari T1 ke T2. Semua yang disebut sifat fisi materi disebut sifat termal materi. Di samping itu.(1) . dan panas reaksi. dT Kapasitas jenis tiap bahan berubah akibat suhu dan sudah tentu c harus dinyatakan sebagai fungsi t supaya integrasi itu dapat dihitung. panas peleburan. yaitu pelindung agar pertukaran kalor di sekitar kalorimeter dapat dikurangi. Pengukuran sifat – sifat termal ini dinamakan kalorimetri. agar diperoleh suhu yang merata akibat pencampuran dua zat yang bersuhu berbeda.Kapasitas panas mol air praktis adalah 18 kal mol-1 0C-1 Kuantitas panas Q yang harus diberikan ke benda bermassa m untuk mengubah suhunya dari T1 menjadi T2 adalah : Q = m . Fungsi dari bejana luar adalah sebagai mantel / jaket. 2. Banyaknya kalor yang dlepaskan oleh suatu benda dengan massa m1 dan kapasitas kalor jenis zat c1 adalah : Q1  m1  c1  T1  Ts  ………………. yang secara garis besar menyatakan bahwa “Kalor yang dilepaskan atau diberikan oleh benda yang bersuhu tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima atau diserap oleh benda yang bersuhu rendah”. Alat yang dipakai dalam pengukuran ini disebut kalorimeter. panas larut.

ukuran. suhu T1 sama dengan suhu uap. dan ΔT merupakan perubahan suhu. Ts. kapasitas kalor kalorimeter : ck = c2 . Bentuk. kumparan panas dan termometer bargantung pada daerah sifat alami bahan yang diteliti pada daerah ukuran suhu yang dikehendaki. kapasitas kalor jenis c1 dapat dihitung dengan mengukur besaran T2. dan konstruksi kalorimeter. Jika beda potensial antara ujung – ujung pemanas itu V dan arus listrik I tetap mengalir pada waktu Δτ. dan m2 : c1  c 2  m 2  Ts  T2  m1  T1  Ts  ……………… (3) Tabung kalorimeter juga menyerap panas yang dilepaskan oleh zat yang bersuhu tinggi.sebanding dengan banyaknya kalor yang diserap oleh air dengan dengan massa m2 : Q2  m2  c 2  Ts  T2  ………………(2) Ts adalah suhu setimbang setelah terjadinya pencampuran. Termometer yang biasanya dipakai adalah termometer tahanan atau termokopel. NA ……………………………(4) NA adalah nilai air kalorimeter sehingga kuantitas kalor yang diserap dari persamaan (2) dapat ditulis sebagai : Q2  m2  N A  c 2 Ts  T2  ………. Bila kapasita kalor jenis air c2 diketahu. V dalam volt..(5) dan persamaan (3) menjadi : c1  c K  m m1  T1  Ts   N A  Ts  T2  …………(6) Kalor lebur suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat padat untuk mengubah wujudnya menjadi zat cair pada titik leburnya. panas yang pindah ke contoh bahan adalah VI Δτ. Beda suhu yang diperlukan untuk pengaliran panas diberikan oleh arus listrik I yang mengalir dalam suatu kumparan kawat tahanan (pemanas) yang biasanya dililitkan pada benda yang ingin diteliti. Variasi suhu kapasitas panas jenis atau kapasitas panas molar memberikan pendekatan langsung yang paling dekat dan paling banyak untuk memahami energi – energi dan partikel zat. Oleh karena itu panas molar ialah : C = VI Δτ / n Δt = VI Δτ ΔT Di sini C harus dinyatakan dalam joule per mole derajat apabila I dinyatakan dalam ampere. Untuk itu. . τ dalam sekon. Kenyataan ini tidak lain adalah konsep Hukum Kekekalan Energi Kalor Kebanyakan kalorimetri modern adalah alat listrik.

nol.9 108 201 63. positif atau tak berhingga bergantung proses yang dialami sistem selama pemindahan kalor. Pada umunya nilai Cv dan Cp tidak sama besarnya.64 5. Dalam hal sistem hidrostatik.0 9. 470 0.42 Grafik di bawah ini merupakan beberapa cara kapasitas panas molar berubah sesuai suhu pada suhu rendah yang menunjukkan beberapa sifat keatoman yang sangat berlainan.093 0. Dalam kondisi ini C disebut kapasitas kalor pada tekanan tetap dan diberi lambang Cp dengan rumus :  dQ  Cp =    d  Pada umumnya Cp adalah fungsi dari P dan θ demikian juga dengan kapasitas kalor pada volume tetap ialah  dQ  Cv =    d  Dan kuantitas ini bergantung dari V dan θ.86 4. 113 0.Kapasitas kalor bisa negatif.90 6.056 0.100 15 .100 27. Setiap sistem sederhana memilki kapasitas kalor sendiri. 217 0.100 20 – 100 18 .033 0. Harga rata – rata kapasitas panas jenis dan kapasitas panas molar ditunjukkan dengan tabel di bawah ini : Logam (Jenis) cp kal 0C-1 g-1 Aluminium Berilium Besi Perak Raksa Tembaga Timbal : 0.100 20 .05 6.031 Daerah suhu (0C) 17 .100 0 .5 207 M (gram/mol) (Molar) Cp = M cp kal.01 55. hasil bagi dQ dan dθ memiliki harga yang unik bila tekanan dijaga tetap. 24 6.0C-1 mol-1 5. Kapasitas kalor mempunyai harga tertentu. .100 15 .31 6.

1 Kalorimeter b. 1 Statif h.III. 1 Beaker glass g. 1 Butiran tembaga c. 1 Pemanas f. Kapasitas jenis panas logam . 1 Timbangan Gambar 1 Susunan peralatan untuk menentukan : a. ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain : a. 1 Steam generator e. Kalor lebur es b. 2 Termometer -10 ~ 100C d.

Timbang kalorimeter serta pengaduknya. 6. Catat suhu keping-keping logam. 3. Timbang kalorimeter serta pengaduknya setelah diisi air kira-kira 3/5 bagian. 4. 6. DATA PERCOBAAN Terlampir . kemudian timbang lagi. Keping-keping logam yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam rongga bunsen dan panaskan. 4.IV LANGKAH PERCOBAAN Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam percobaan ini adalah: A. Penentuan Harga Air Kalorimeter 1. Catat suhu kesetimbangan. Isi kalorimeter dengan air setengah bagian. Masukkan kalorimeter ke dalam selubung luarnya dan catat suhu kalorimeter mulamula. Ulangi langkah 1 s/d 6 tersebut untuk logam yang lain. Timbang kalorimeter kosong dan pengaduknya. V. Catat massa air setelah kalorimeter diisi air kira-kira setengah bagian. Timbanglah kembali kalorimeter. C. 5. Timbang kalorimeter kosong dan pengaduknya. 3. 7. 5. Pengukuran Kalor Lebur Es 1. 5. Catat suhu kesetimbangan. Masukkan keping-keping logam tadi ke dalam kalorimeter dan catat suhu setimbangnya. 3. B. 6. Tambahkan air mendidih sampai kira-kira 3/4 bagian (catat suhu air mendidih). 2. 2. Masukkan potongan es ke dalam kalorimeter kemudian tutup serta aduk. Masukkan kalorimeter ke dalam selubung luarnya dan catat suhunya. Pengukuran Kapasitas Kalor Jenis Logam 1. 4. Masukkan kalorimeter yang berisi air ke dalam selubung luarnya. Timbang kembali kalorimeter tersebut. 2.

(40 – 30) + 254.24 gr = 124.69 NA = k  = 22. PERHITUNGAN DATA a.0  390. Massa air mendidih (m c )  (m k  m air )  389.06 gr – 254.3 = 5 = 51.82 gr 4.4  254.8 = 5 = 254. Massa Air Mula-mula (m1) ( m k  m air ) – ( m k ) =379.3  51.0  379. Kalor jenis kalorimeter Q1  Q2 Qair  Qk  Q air mendidih m1  c1  t1  m k  c k  t1  m 2  c 2  t 2 124.9  379. Massa wadah kosong logam m  m 2  m3  m 4  m5 ma  1 5 51.24  81. Massa Kalorimeter Kosong dan Pengaduknya m  m 2  m3  m 4  m5 mk  1 5 254.3 gr = 251. Penentuan kapasitas kalor jenis logam 1.VI.44 ck = = 22.2 + 2542.06 gr 3.3  51.5  255. ck = 5782 .0  378. Penentuan harga air kalorimeter 1.3  51.0  253.69 kal / gr 0C 251.60 gr – 379. 1 . 1 .24 gr .2  388. (100 – 40) 1248.24 . ck .3 mc  5 = 389.24 gr 2.69 kal / 0C c2 1 b. Massa Kalorimeter + Air Mula-mula 380.0  389.54 gr 6.06 gr = 10.24 8. Massa Kalorimeter + Air Mula-mula + Air Mendidih 390. (40 – 30) = 10.2 m k  m air  5 = 379.5  253. Harga air kalorimeter c 22 .54 .5  390.60 gr 5.82 .4. Temperatur Suhu air mula-mula = 300C Suhu air mendidih = 1000C Suhu setimbang = 400C 7.2  378.3  51.

NA sehingga didapat : ( m  N A )  T2 c1  c k  2 m1  T1 (189 .2  441.3  441. Massa air (m1) mc  mk  441.1  441. Temperatur Suhu kalorimeter + air = 280 C Suhu awal logam = 300 C Suhu logam setelah dipanaskan = 320 C Suhu setimbang = 280 C 4.27 / gr 0C .9  22 .7  4 kal = -893.24 = 189.441.69 )  (28  30 ) clog am  22 .9 gr 3.69  2.9  22 .69 )  2 = 22 .7  (32  28 ) (189 .1 5 = 441.14 gr 2. Kalor Jenis Logam Qterima  Qlepas mc  m1  c1  T1  m2  c2  T2 m  T2 c1  c 2  2 m1  c1 panas yang dilepas butiran logam juga diserap oleh kalorimeter ck = c2 .0  441.69  2.14 – 251.

.

0 378.VII.612 m   ( m  m) 2  n(n  1) 2.94 0.14 (mk .0676 1.m k )2 0.2 378.361 gr 20 m  m = (254.5 255.m k ) 0.14 0.26 1.5024gr mk  ( m k  m k ) 2  n(n  1) 0.361) gr  Ketelitian m 0.24 254.06 379.8 m 254. RALAT a.0 379.m )2 0.24 .06 379.8836 0.84 0. Ralat Massa Kalorimeter + Air Mula-mula No 1 2 3 4 5 mk 380.0.24 254.0576 0.361  100 %   100 % = 0.94 0.0.06 379.06 379.612 = 0.2 mk 379.0196 0.1936 Σ(m.0.4 254.44 (m .5876 0.m k )2 = 0.24 ± 0.8836 0.06 (mk .5024 = 0.5 253.142 % = 99.0196  (mk .06( ± )0.26 .7056 0. Data pada penentuan harga air kalorimeter 1.84 -0.0 253.24 (m .24 m  Kebenaran 100 % . Ralat Massa Kalorimeter Kosong dan Pengaduknya No 1 2 3 4 5 m 254.1585 gr 20 mk  mk = 379.24 254.858 % 2.m )2 = 2.m ) 0.142 % 254 .1585 gr .7056 0.24 254.9 379.

1585  100 % = 0.4 -0.2 388.6 389.3 mc 389.21 0.98 -0.1 0.16 0.42 (m1 .6 389.16 0.330  100 % = 0.0.9582 % 3.0 390.7 (mc .0.4 0.mc )2 0.6 389. Ketelitian mk mk  100 %  0.6724 0.4 m1 124.0.4 125.42 0.4624 0.5 390.5 124.82 124. Ralat Massa Air Mula-mula (m1) No 1 2 3 4 5 M1 125.82 (m1 .0 124.915 % 4.68 -0. Ralat Massa Kalorimeter + Air Mula-mula + Air Mendidih No 1 2 3 4 5 Mc 390.18 = 0.0 389.085 % = 99.06  Kebenaran 100 % .8 124.82 124.085 % 389 .82 .0418% 379 .0418 % =99.6 ± 0.6  Kebenaran 100 % .82 124.1764 0.49  (mc .6 389.m 1)2 0.4 -1.330 gr 20 mc  mc = (389.18 gr mc   ( mc  mc ) 2  n(n  1) 2.6 (mc .664 gr = .mc ) 0.1764 Σ(m1.330) gr  Ketelitian mc mc  100 %  0.mc )2 = 2.16 1.9604 0.m 1) 0.82 124.m 1)2 1.

54 10. Ralat Temperatur Suhu air mula-mula (T1) = 300C ± ½ .4336 Σ(m1.24 -1.932 gr = m  (m2  m2) 2 7.m 2) -0.5376 1.m 1)2 7.0.5 0C .82 ± 0.1 m2 10.54 10.629) gr  Ketelitian m 0.231 % = 99.m  (m1  m1) 2 1.56 (m2 .975 % = 94.288) gr  Ketelitian m 0.54 -1.288  100 %   100 % = 0.3 12 12.629  100 %   100 % = 5.46 1.24 1.025 % 5.54 (m2 .288 gr  n(n  1) 20 m1  m1 = (124.5 0C Suhu air setimbang (Ts) = 400C ± ½ .3 9.5. 1 0C = 300C ± 0.54 m  Kebenaran 100 % .975 % 10 .82 m  Kebenaran 100 % .629 gr  n(n  1) 20 m2  m2 = (10.1316 2.231 % 124 .5 0C Suhu air mendidih (T2) = 100 0C ± ½ . 1 0C = 1000C ± 0.54 10.769 % 4. Ralat Massa air mendidih No 1 2 3 4 5 M2 10 9.54 10.54 ± 0.664 = 0.m 2)2 0. 1 0C = 400C ± 0.5376 2.932 = 0.2916 1.

58   76. 60) .996  1.82) ± (124. ck = (632.82   1 0.5 + 0.m b )2 .697 kal / gr 0C b.4 – 124.11) → (254.4 ± 48.6.24 ± 254. 60) ± (10.    ) + ((254.629     .56).24 . (10 ± 1)) = ((10.24  254 .629) .56      254.5) = (10± 1)0C T 2  T2  Ts  (T2  T2 )  (Ts  Ts )  (T2  Ts )  (T 2 Ts ) = (100 – 40) ± (0.697 7.996 ± 1.25)) → (124.25) → (254. (1.86) ck = (507 .1) ± (124. ck) = ((632.86 ) (254 . (10 ± 1)) + ((254.54 ± 0. (48.25 .82 ± 0. 1 .56).86 254. ck .361) .697 1 = 1.361   1 0.82 .24 ± 254.25).24 254.4) .m b ) (mb .11) + (254.24 .24  kal ck = 1.58 507.82 .   )  1 254.56).5) = (60± 1)0C kapasitas kalor jenis kalorimeter : → m1  c1  T1  mk  c k  T1  m2  c 2  T2 → ((124.24) ± (254.24  507.82) . ck = (632.996 ± 1. Data pada penentuan kapasitas kalor jenis logam 1.24 ± 0.82) ± (48. 1) . ck =(632. (1.0014) .54 .56).0023)) + ((254. (60 ± 1))  1 0.24   60 10.24) .56 ) ck = 507.54  → ((124. ck ) = ( (10. 1) ± (254. 1 .5 + 0.4 ± 48. ck = (507.288  → ((124.24 ± 254. 1) . Ralat kalor jenis kalorimeter T1  Ts  T1  (Ts  Ts )  (T1  T1 )  (Ts  T1 )  (Ts  T1 ) = (40– 30) ± (0.54 .58 254.11) → (254.(124.125.288) .  1 124. Ralat harga air kalorimeter NA = = ck c2 / gr 0C 1.82 ± 125.Ralat Massa Tembaga No mb mb (mb .58 ± -76.82 ± 125.24 ± 254.58  76 .4) ± (632.

0.84 -0.0 9.0016 0.94 9.06 -0.036 0.44 (m .012 gr mb  (mb  mb ) 2  n(n  1) 0.24 254.0245 gr 20 m b  mb = (9.24 .24 254.m ) 0.94  Kebenaran 100 % .0576 0.9 9.9 9.8 m 254.0 9.9 10.m b ) = 0.24 254.0245)gr  Ketelitian mb mb  100 %  0.06 -0.94 9.0245  100 % = 24.612 = 0.24 254.361) gr  Ketelitian m 0.5 255.5876 0.0016 0.348% = 75.24.1 2 3 4 5 10.1936 Σ(m.0676 1.0.24 (m .142 % 254 .26 .m )2 = 2.04 0.04 0.652 % 2.7056 0.94 9.348% 9.361 gr 20 m  m = (254.04 -0.94 9.361  100 %   100 % = 0.24 ± 0.0016 2  (mb .5 253.0036 0.94 ± 0.012 = 0.26 1.0 253.m )2 0.612 m   ( m  m) 2  n(n  1) 2.24 m .4 254.94 0. Ralat Massa kalorimeter kosong dan pengaduknya No 1 2 3 4 5 m 254.

142 % = 99.98 445.0663) gr  Ketelitian mt mt  100 %  0.74 191.m t )2 = 0.74 191.66 0. Ralat Massa kalorimeter + air 3/5 bagian No 1 2 3 4 5 mt 446.24 -1.0663 gr  n(n  1) 20 mt  mt = (445.98 445.4 191.74 191.98 445.812 gr = .74 191.5 190.4356 0.0484 0.16 0. Kebenaran 100 % .02 0.0.0 446.46 (m1 .0576 1.7 192. 0149 % = 99.088 = 0.98 (mt .9 446.0663  100 % = 0.9 192.0064 0.8 445.m 1) -0.98± 0.0256 0.m t )2 0.2 m1 191.18 -0.0004 0.0 mt 445.088 mt  (mt  mt ) 2 0.08 0.0149 % 445 .0324 0.98 445.858 % 3.98  Kebenaran 100 % .m 1)2 1.04 0.74 (m1 .985 % 4. Ralat Massa Air Mula-mula (m1) No 1 2 3 4 5 M1 191.22 -0.2116 Σ(m1.m t ) 0.2 445.0004  (mt .0.02 (mt .m 1)2 0.0816 0.

5 0C Suhu tembaga (T2) = 280C ± ½ . Ralat Temperatur Suhu air mula-mula (T1) = 30 0C ± ½ .5 + 0.m  (m1  m1) 2 1.74 ± 0.157 % 191.5) = (2 ± 1)0C . 1 0C = 280C ± 0. 1 0C = 280C ± 0.301 gr  n(n  1) 20 m1  m1 = (191.301  100 %   100 % = 0.5) = (0 ± 1)0C T 2  T2  Ts  (T2  T2 )  (Ts  Ts )  (T2  Ts )  (T 2  Ts ) = (28 – 30) ± (0. Ralat kalor jenis logam T1  Ts  T1  (Ts  Ts )  (T1  T1 )  (Ts  T1 )  (Ts  T1 ) = (30 – 30) ± (0.5 + 0.0.5 0C Suhu air setimbang (Ts) = 30 0C ± ½ .812 = 0. 1 0C = 300C ± 0.843 % 5.301) gr  Ketelitian m 0.157 % = 99.74 m  Kebenaran 100 % .5 0C 6.

kapasitas kalor jenis logam : c log am  c k  (m 2  N A )  T2 m1  T1 = ck  = ck  [(81.71)  2970.69)  (0.71) (2362.7  2.13 22.399)]  (1  1) 1 0  (2.13)  (22.13  1)  (104.399  (22.7  1)  1 = ck   1 23.7  1)  (2.71 2.7)  23.7) = ck  (104 .71  2970 .7) = (22 .2572 ) (2.7  2.7  [(104 .69  23.7)  2362.69  104.13  23.7) = = (2362 .13)  (0.399 ) (2.06) kal / gr 0 .226 ) (2.7      (2.7) (2.53936  (104.44  0.399 )]  (1  1) (2.13  23.533 ) (2.7  2.53936 )]  (1  1) (2.71)  (1.13)  (104 .13  23.69  104.257) = (875.08)  (875.7  2.7  2.7  1)      1 2.7  = (875.7  0)  (1  1) [(81.13)    104.399 2.13  1 = ck  (2.14036  23.533 ) (2.44  22.7) (2362 .7  1)  (2.7  2.14036 )  (22 .399 )  = (22 .533 23.08)  (2.7) (104 .71)  (2362 .69  = (2.399 )  (104 .7  2.13  1)     104.08  1975.69  23.7) = (2362.69  23.

m1  T1 3. maka kapasitas kalor jenis logam juga dapat ditentukan. Maka kapasitas kalor jenis logam dapat ditentukan yaitu dengan menggunakan rumus c1  c k  kal / gr 0C dan hasil ini didapat dari perhitungan ( m 2  N A )  T2 . Faktor-faktor tersebut antara lain :   Ketidaktelitian dalam pengambilan data pengamatan Kesalahan dalam menggunakan alat pengukuran. Kalor yang dilepaskan oleh logam yang telah dipanaskan sama dengan kalor yang diterima oleh air. PEMBAHASAN 1. Pada literatur kalor jenis logam tembaga adalah 0. Hal ini membuat ketepatan dan ketelitian serta perhitungan sangat jauh dari literatur yang ada. Ini dilakukan agar nilai yang didapat mendekati nilai kebenaran yang cukup mendekati. Dalam hal ini kalor yang diterima oleh air dan kalorimeter sama dengan kalor yang dilepaskan oleh air yang telah didihkan. dimana ck didapat dari rumus : m1  c1  T1  mk  c k  T1  m2  c 2  T2 c2 Dengan menggunakan prinsip yang sama. Bentuk logam tembaga yang berukuran kecil-kecil membuat kalor yang diserap oleh logam tembaga sangat cepat sekali hilang karena berinteraksi dengan udara luar. maka jumlah kalor yang dilepaskan oleh sistem yang satu akan sama dengan jumlah kalor yang diterima oleh sistem yang lainnya. . Tapi dalam hal ini kalorimeter juga ikut menyerap kalor yang dilepaskan oleh logam panas. Pada setiap pengukuran. Selain itu tabung kalorimeter pun ikut menyerap panas dari logam tembaga sehingga kalor yang dilepaskan oleh logam tembaga tidak maksimal diserap oleh air. nilai-nilai data yang didapat melalui perhitungan sangat jauh dari literatur yang ada.09 kal / gr 0C. Setelah diteliti ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Harga air kalorimeter yang didapat dalam percobaan kali ini adalah NA = 2. kal / 0C dan hasil ini didapat melalui perhitungan rumus ck . Dalam percobaan kali ini. semuanya dilakukan 5 kali. Harga air kalorimeter dapat dicari dengan terlebih dahulu menentukan kalor jenis kalorimeter dengan menggunakan prisip azas Black yaitu apabila dua sistem atau lebih dipertemukan dimana sistem-sistem tersebut memiliki perbedaan temperatur. Pada praktikum ini kita mengukur dua hal yaitu harga air kalorimeter dan kapasitas kalor jenis logam. Selain itu digunakan metode ralat keraguan agar dapat diperkirakan kisaran nilai pengukuran dari yang paling rendah sampai paling tinggi.VIII.

Bali : Fakultas MIPA Universitas Udayana. Douglas C.  Kerusakan pada alat pengukuran yang disebabkan usianya yang sudah cukup lama sehingga ketelitiannya menjadi berkurang. Jakarta : Erlangga Satriya Wibawa. I Made. Penuntun Praktikum Fisika Dasar.1999. 1986. P. Jakarta : Erlangga Giancolli. maka benda yang suhunya lebih tinggi akan melepaskan kalor dan benda ynag suhunya lebih rendah akan menerima kalor tersebut. 2001. Selain itu. Kimia Fisika edisi keempat Jilid 1. perubahan status. KESIMPULAN  Faktor yang mempengaruhi besarnya kalor (Q) adalah massa (m) tiap zat atau benda dan kenaikan suhu (∆T) yang diakibatkan oleh benda bermassa m tersebut dan kalor jenis (c) dari benda tersebut. Mark W dan Richard H Dittman. IX. dan pembentukan larutan / menentukan kapasitas panas dari suatu substansi. Faktor dari lingkungan disekitar tempat percobaan seperti angin dan lainlain. Zemansky. 2007. Harga air kalorimeter yang diperoleh adalah Kapasitas kalor logam uang diperoleh adalah kal kal / 0C / gr 0C X.    Kuantitaas panas atau kalor jenis suatu benda dapat ditetukan dengan menggunakan kalorimeter berdasarkan hukum kekekalan energi. Bandung : ITB . kalorimeter juga dapat dipakai untuk mengukur kualitas panas dan kuantitas yang menyangkut berbagai proses seperti reaksi kimia.W.  Apabila dua benda yang memiliki suhu berbeda dipertemukan dan diisolasi sempurna dengan lingkungannya. DAFTAR PUSTAKA Atkins. Fisika.  Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suatu energi kalor. Kalor dan Termodinamika Terbitan Keenam.

Fisika. 2004. Goenawan. Nur Komarudin. Fisika 1. Bandung : Bina Cipta Gabriel. Agus Hendra.Zemansky. Zears. Fisika Untuk Universitas. Lily . Jakarta : PT Gramedia Widisarana Indonesia. J. 2001.F. J. Jakarta : Hipokrates Amalia. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Fisika Lingkungan. . 2001. 1982.

F. perubahan status. dan pembentukan larutan / menentukan kapasitas panas dari suatu substansi. Douglas C. Fisika.  Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suatu energi kalor. Jakarta : Hipokrates . Bali : Fakultas MIPA Universitas Udayana. Jakarta : Erlangga Giancolli. Selain itu. P. Fisika Untuk Universitas.W. 2001. 1982. KESIMPULAN  Faktor yang mempengaruhi besarnya kalor (Q) adalah massa (m) tiap zat atau benda dan kenaikan suhu (∆T) yang diakibatkan oleh benda bermassa m tersebut dan kalor jenis (c) dari benda tersebut. kalorimeter juga dapat dipakai untuk mengukur kualitas panas dan kuantitas yang menyangkut berbagai proses seperti reaksi kimia. J. Kerusakan pada alat pengukuran yang disebabkan usianya yang sudah cukup lama sehingga ketelitiannya menjadi berkurang. 2007. Bandung : ITB Zemansky.  Harga air kalorimeter yang diperoleh adalah  Kapasitas kalor logam uang diperoleh adalah kal kal / 0C / gr 0C X. Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Kimia Fisika edisi keempat Jilid 1. 2001. Bandung : Bina Cipta Gabriel. IX. 1986.  Apabila dua benda yang memiliki suhu berbeda dipertemukan dan diisolasi sempurna dengan lingkungannya. DAFTAR PUSTAKA Atkins. Kalor dan Termodinamika Terbitan Keenam. I Made.  Faktor dari lingkungan disekitar tempat percobaan seperti angin dan lainlain.  Kuantitaas panas atau kalor jenis suatu benda dapat ditetukan dengan menggunakan kalorimeter berdasarkan hukum kekekalan energi. Jakarta : Erlangga Satriya Wibawa. Zemansky. Fisika Lingkungan. Mark W dan Richard H Dittman.1999. maka benda yang suhunya lebih tinggi akan melepaskan kalor dan benda ynag suhunya lebih rendah akan menerima kalor tersebut. Zears.

2001. Agus Hendra. 2004.Amalia. Goenawan. Jakarta : PT Gramedia Widisarana Indonesia. Fisika. Nur Komarudin. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. J. Fisika 1. . Lily .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->