Mengenal Civic Education Dalam buku Belajar Civic Education dari Amerika, dijelaskan bahwa Civic Education adalah

pendidikan- untuk mengembangkan dan memperkuat dalam atau tentang pemerintahan otonom (self government). Pemerintahan otonom demokratis berarti bahwa warga negara aktif terlibat dalam pemerintahannya sendiri; mereka tidak hanya menerima didikte orang lain atau memenuhi tuntutan orang lain. Yang pada akhirnya cita-cita demokrasi dapat diwujudkan dengan sesungguhnya bila setiap warganegara dapat berpartisipasi dalam pemerintahannya Dalam demokrasi konstitusional, civic education yang efektif adalah suatu keharusan karena kemampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat demokratis, berpikir secara kritis, dan bertindak secara sadar dalam dunia yang plural, memerlukan empati yang memungkinkan kita mendengar dan oleh karenanya mengakomodasi pihak lain, semuanya itu memerlukan kemampuan yang memadai (Benjamin Barber, 1992) Tujuan civic education adalah partisipasi yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik dan masyarakat baik ditingkat lokal, maupun nasional. Hasilnya adalah dalam masyarakat demokratis kemungkinan mengadakan perubahan sosial akan selalu ada, jika warga negaranya mempunyai pengetahuan, kemampuan dan kemauan untuk mewujudkannya. Partisipasi warga negara dalam masyarakat demokratis, harus didasarkan pada pengetahuan, refleksi kritis dan pemahaman serta penerimaan akan hakhak dan tanggung jawab. Partisipasi semacam itu memerlukan (1) penguasaan terhadap pengetahuan dan pemahaman tertentu, (2) pengembangan kemampuan intelektual dan partisipatoris, (3) pengembangan karakter atau sikap mental tertentu, dan (4) komitmen yang benar terhadap nilai dan prisip fundamental demokrasi. Dalam civic education juga didalamnya mengembangkan tiga komponen utama: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skills), dan watak-watak kewarganegaraan (civic dispositions). Civic Education memberdayakan warganegara untuk dapat membuat pilihan yang bijak dan penuh dengan kesadaran dari berbagai alternatif yang ditawarkan, memberikan pengalaman-pengalaman dan pemahaman yang dapat memupuk berkembangnya komitmen yang benar terhadap nilai-nilai dan prinsip yang memberdayakan sebuah masyarakat bebas untuk tetap bertahan. Civic Education bukan hanya meningkatkan partisipasi warga negara, tetapi juga menanamkan partisipasi yang berkompeten dan bertanggungjawab dan kompeten harus didasarkan pada perenungan (refleksi), pengetahuan dan tanggung jawab moral. Ace Suryadi mengatakan bahwa Civic Education menekankan pada empat hal : Pertama, Civic Education bukan sebagai Indoktrinasi politik, Civic Education sebaiknya tidak menjadi alat indoktrinasi politik dari pemerintahan yang berkuasa. Civic Education seharusnya menjadi bidang kajian kewarganegaraan serta disiplin lainnya yang berkaitan

. emosional. sikap dan perilaku demokratis perlu berkembang bukan melalui mengajar demokrasi (teaching democracy). Kedua. Ketiga. sosial dan spiritual yang tinggi dalam pemecahan permasalahan sosial dalam masyarakat. Pendidikan yang bersifat demokratis. pendidikan harus mampu menanamkan kesadaran dan membekali pengetahuan kan peran warga dalam masyarakat demokratis. Civic Education tidak hanya sekadar melayani kebutuhan-kebutuhan warga dalam memahami masalah-masalah sosial politik yang terjadi . dan partisipasi (civic participation) warga negara sebagai landasan untuk mengembangkan nilai dan perilaku demokrasi. kenegaraan. dan peraturan perundang-undangan agar pemecahan masalah yang mereka lakukan adalah realistis. Civic Education adalah suatu proses pencerdasan. Ia pun memberikan informasi dan wawasan tentang berbagai hal menyangkut cara-cara penyelesaian masalah . Melalui penerapan demokrasi. siswa diharapkan akan seceptnya memahami bahwa demokrasi itu penting bagi kehidupan bermasyarakat. pendekatan mengajar yang selama ini seperti menuangkan air kedalam gelas (watering down) seharusnya diubah menjadi pendekatan yang lebih partisipatif dengan menekankan pada latihan penggunaan nalar dan logika. berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain. tetapi juga sangat terbuka dengan kritik (kontruktif). tetapi lebih dari itu. pengembangan kemampuan analisis serta kepekaan sosial bagi warga negara agar mereka ikut memecahkan permasalahan lingkungan. akan tetapi melalui penerapan cara hidup berdemokrasi (doing democracy) sebagai modus pembelajaran. Kedua. pembangunan karakter bangsa merupakan proses pembentukan warga negara yang cerdas serta berdaya nalar tinggi. Kecakapan analitis itu juga diperlukan dalam kaitan dengan sistem politik. harus memiliki tujuan menghasilkan tujuan menghasilkan lulusan yang mampu berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat dan mampu mempengaruhi pengambilan keputusan kebijakan publik. Civic education memusatkan perhatian pada pembentukan kecerdasan (civic intelligence). Dari proses itu siswa dapat juga diharapkan memiliki kecakapan atau kecerdasan rasional. Demokrasi dikembangkan melalui perluasan wawasan. dalam kontek ini. tanggung jawab (civic responbility). Dalam hal ini civic education lebih dipentingkan karena menekankan pada: Pertama. Keempat. Civic education dirasakan sebagai sebuah kebutuhan mendesak karena merupakan sebuah proses yang mempersiapkan partisipasi rakyat untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara demokratis. civic education juga menjanjikan civic knowledge yang tidak saja menawarka solusi alternatif.secara langung denga proses pengembangan warga negara yang demokratis sebagai pelaku-pelaku pembengunan bangsa yang bertanggung jawab. Civic education membelajarkan siswa memiliki kepekaan sosial dan memahami permasalahan yang terjadi dilingkungan secara cerdas. Civic Education mengembangkan state of mind. Civic Education sebagai lab demokrasi.

Kedua. Sehingga diharapkan civic education dapat memberikan nilai-nilai demokrasi dengan tujuan : Pertama. Padahal hak-hak itu merupakan gugusan hak paling asasi yang dianugerahkan Tuhan pada segenap manusia. penegakan HAM dan civil society dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” (pasal 28I. jenis kelamin. terutama menyangkut hak-hak asasi manusia. Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen yang menjadi pegangan hidup bersama seluruh warga NKRI. hak untuk tidak diperbudak. dan itu tak dapat dikurangi dalam bentuk apapun. Kami percaya tanah air Indonesia merupakan kurnia Tuhan bagi semua orang yang menghuninya. kemajemukan bangsa dan masyarakat Indonesia juga merupakan rahmat Tuhan yang layak disyukuri. dengan mengembangkan wacana demokrasi. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Kovenan . Dapat memberikan sebuah gambaran mengenai hak dan kewajiban warga negara sebagai bagian dari integral suatu bangsa dalam upaya mendukung terealisasinya proses transisi menuju demokrasi. Dan kami percaya. adat istiadat. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Keempat. mandiri dan demokratis. ayat 1. Dengan demikian civic education akan menghasilkan suatu pendidikan yang demokratis dengan melahirkan generasi masa depan yang cerdas. Menjadikan warga negara yang baik (good citizen) menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengedepankan semangat demokrasi keadaban. tanpa memandang ras. dan dalam keadaan apapun. dipelihara dan dijunjung tinggi dengan semangat kebersamaan dan kesetaraan.Guna membangun masyarakat yang demokratis diperlukan pendidikan agar warganya dapat mengkritisi dan memahami permasalahan yang ada. maupun agama dan kepercayaan. hak untuk tidak disiksa. Ketiga. sudah menegaskan jaminan konstitusional tersebut dengan tegas: “Hak untuk hidup. Meningkatkan daya kritis masyarakat sipil. penegakan HAM dan perwujudan civil society. warna kulit. Di atas tanah air tercinta inilah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan untuk melindungi dan menaungi seluruh warganegara. terbuka. egaliter serta menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. oleh siapa pun. Menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat sipil secara aktif dalam setipa kegiatan yang menunjang demokratisasi. kami prihatin menyaksikan masih suburnya praktik-praktik diskriminasi dan penafian atas hak-hak kebebasan berkeyakinan. bangsa Indonesia yang menjadi bagian dari masyarakat internasional juga telah meratifikasi beberapa kovenan internasional. UUD 1945 Amandemen). Selain UUD 1945 yang telah diamandemen yang merupakan karya jenius para pemimpin bangsa yang arif itu. setelah enam dasawarsa perjalanan NKRI. hak beragama. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. seperti Deklarasi HAM Universal 1948. Akan tetapi.

terutama pemerintah. Kini. kami nilai telah melenyapkan rasa aman warganegara. UUD 1945). tak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak konsekuen mengikuti kesepakatan-kesepakatan internasional tersebut di samping menunaikan amanat konstitusi kita sendiri. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. merupakan praktik-praktik yang tak dapat dibenarkan oleh pola kehidupan negara yang demokratis dan beradab. “Perlindungan. Presiden dan Wakil Presiden merupakan pengemban amanat hati nurani rakyat secara keseluruhan dan sekali-kali bukanlah milik suatu golongan. dan terutama dalam menegakkan rule of law. pemajuan. tanpa kecuali. kami Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan sangat prihatin terhadap pemerintah dan khususnya aparat keamanan yang tidak memberi tanggapan memadai dan tidak menunjukkan sikap yang tegas ketika sekelompok orang menggunakan cara-cara kekerasan dalam memaksakan kehendak dan keyakinan mereka. Karena itu. Sosial dan Budaya. Menuntut pemerintah untuk menjamin penegakan hukum atas siapapun yang bersalah tanpa pandang bulu.Internasional Mengenai Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR) serta Kovenan Internasional Mengenai Hak-hak Ekonomi. ayat 4. Konstitusi telah mengamanatkan. kami juga mengimbau pihak-pihak yang termaktub di bawah ini untuk: Kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden M. Sebagai kepala pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat. Berdasarkan sikap dan keprihatinan tersebut.” (pasal 28I. Kepada Jajaran Kepolisian. kami mendesak agar segera mengambil sikap dan tindakan tegas dalam melaksanakan jaminan konstitusional atas hak-hak kebebasan berkeyakinan tiap-tiap warganegara di negeri ini. baik secara fisik maupun berbentuk intimidasi dan teror. Tidak adanya sikap tegas pemerintah. menyuburkan syak wasangka antar-kelompok. Kesatuan dan persatuan bangsa kini berada di ujung tanduk. Menunjukkan komitmen tinggi untuk mewujudkan kesetaraan tiap-tiap warganegara di muka hukum. kami mengimbau untuk tetap setia menjaga keamanan tiap-tiap anak bangsa dari ancaman tindak-tindak brutal kelompok-kelompok yang menebar rasa takut dan . Cara-cara kekerasan yang digunakan itu. kami menuntut pemerintah untuk: Menjamin hak-hak kebebasan dasar (normative) setiap warganegara Indonesia tanpa kecuali. Untuk itu. Di pundak Presiden dan Wakil Presiden-lah terletak tanggung jawab untuk melaksanakan amanat konstitusi tersebut secara konsekuen demi menjaga keadaban publik. Menolak tegas sikap-sikap dan perilaku intoleransi dan segala bentuk kekerasan. khususnya aparat keamanan. Jusuf Kalla. dan menghancurkan sendi-sendi keadaban publik kita. penegakan.

terhadap setiap tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama. Kepada Mahkamah Konstitusi(MK). Kepada Segenap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Kepada Pemerintah. Kepada Tokoh-Tokoh Agama. terutama dengan mengeluarkan keputusan-keputusan yang menyalahi koridor hukum yang tambah memberatkan beban mental kelompok-kelompok yang dikorbankan. Kepada Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). kami mengimbau untuk senantiasa menjamin kesetaraan tiap-tiap anak bangsa di hadapan hukum. kami mengimbau untuk tidak mengabaikan pembelaan atas korban-korban tindak kekerasan dan penindasan atas dasar apapun. Kepada Lembaga Peradilan/Penegak Hukum. status sosial ekonomi. melainkan meletakkannya sebagai soal mendasar segenap anak bangsa yang juga sedang mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa yang hendak menuju demokrasi dan hidup yang bermartabat. kami mengimbau untuk segera meninjau kembali seluruh produk perundang-undangan yang bersifat diskriminatif dan bertentangan dengan amanat konstitusi. baik yang di pusat maupun di daerah. Kami juga mengajak untuk tidak memberi pembenaran apapun. suku. dan lain-lain. baik dari sudut agama. terutama dari sisi doktrin dan teologi agama. kami mengimbau agar lebih lantang menyuarakan pembelaan terhadap korban-korban kekerasan yang menimpa pihak manapun. terutama dalam aspek kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kami juga mengimbau pemerintah di pusat maupun di daerah untuk tidak sekali-kali bertekuk-lutut pada desakan kelompok-kelompok yang tak mengindahkan sendi-sendi bersama kehidupan berbangsa. bahasa. kami mengimbau untuk tidak mengabaikan semangat kebangsaan dalam menentang setiap aksi kekerasan atas nama agama. Kami juga mengimbau para . Kami juga mengimbau agar partai-partai politik memainkan peran terdepan dalam menentang segala gejala yang mengarah pada melemahnya sikap berbangsa dan bernegara dan berpotensi mencabik-cabik asas-asas mendasar kita dalam berbangsa dan bernegara.iklim permusuhan dengan dalih apapun. maupun aliran. dan UUUD 1945 yang menjadi titik temu bersama segenap anak bangsa dalam kerangka NKRI yang bhineka. kami menghimbau agar lebih peka terhadap aspirasi masyarakat. serta terlibat aktif dalam mengantisipasi wujudnya tindak-tindak kekerasan atas dasar keyakinan. kami mengimbau agar tetap menjadi pengayom seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi. Kami juga mengimbau aparat keamanan untuk tetap teguh berpegang pada Konstitusi. tanpa membedakan latar belakang agama. Kepada Segenap Partai Politik. etnis. Kami juga mengimbau segenap anggota dewan untuk tidak memandang soal kekerasan berbentuk apapun dengan logika kuantititatif konstituen. khususnya dalam aspek kebebasan beragama dan berkeyakinan. Pancasila.

id/dokumen/civic+education+tentang+ham . bukan disharmoni.data.tokoh agama untuk berada pada jalur moderasi dan mengambil peran terdepan dalam menumbuhkan semangat toleransi dan perdamaian dalam menghadapi perbedaan apapun dalam aspek keagamaan.tp. kami mengimbau agar tetap mengedepankan semangat toleransi dan kearifan dalam menghadapi perbedaan-perbedaan dengan orang atau kelompok tertentu. Kami juga mengimbau segepan civitas akademika agar menjadi bagian penting dalam mengedepankan penggunaan akal sehat dalam menentang pelbagai provokasi dan ajakan kekerasan atas dasar apapun. Untuk media-media yang sudah terbiasa menganut paradigma kebencian dan permusuhan. bukan pemantik permusuhan. http://www. Kepada Ormas-Ormas Keagamaan. Kepada Kalangan Profesional. kami mengimbau agar tidak sekali-kali tergiur untuk ambil bagian dalam kelompok yang aktif dalam menebar rasa kebencian antar kelompok ataupun aliran. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak gampang terhasut oleh pihak-pihak atau kelompok-kelompok tertentu untuk membenarkan ataupun turut serta dalam tindak-tindak kekerasan yang menebar rasa tidak aman dan permusuhan antar sesama anak bangsa. pendorong kedamaian. kami mengimbau untuk mengubah paradigmanya serta berhenti menyalakan bara permusuhan antar kelompok dan aliran. sosial dan budaya. kami mengimbau untuk lebih gigih mengedepankan dan memperjuangkan paradigma jurnalisme perdamaian dalam pelbagai liputan. Kepada Organisasi-Organisasi Civil Society. kami mengimbau untuk segera berhenti karena hanya akan mencoreng dan memperburuk citra agama yang mereka klaim untuk diperjuangkan. demi mewujudkan perdamaian setiap anak bangsa dalam kerangka NKRI yang bhineka tunggal ika. Kepada Segenap Masyarakat. sampaipun dalam soal keyakinan agama. Kami juga mengimbau untuk terlibat lebih aktif dalam menyuarakan penentangan atas segala bentuk kekerasan dan gejala-gejala yang mengebiri hak-hak kebebasan dasar tiap warganegera dalam mengekspresikan agama dan keyakinan masing-masing. kami mengimbau untuk lebih proaktif dalam memasyarakatkan nilai-nilai keragaman agama.ac. Bagi ormas-ormas yang sudah terbiasa menjalankan proyek-proyek kebencian dan kekerasan. kami mengimbau untuk tetap setia memperjuangkan semangat perdamaian dan segera merapatkan barisan dengan kelompok-kelompok yang memperjuangkan budaya perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kepada Media Massa. Kepada Kalangan Mahasiswa dan Kampus. kami mengimbau agar lebih giat lagi dalam mewujudkan agama sebagai faktor harmoni.

Winataputra dan Tim CICED (Center Indonesian for Civics Education). Muhammad Numan Soemantri. Dari definisi tersebut. sistem.Istilah dan Definisi CE ( Civic Education ) A. (b) individu-individu dengan negara. . budaya dan praktik demokrasi melalui pendidikan. Pendidikan HAM (human rights education) dan Pendidikan Kewargaan (citizenship education). Civics dirumuskan dengan Ilmu Kewarganegaraan yang membicarakan hubungan manusia dengan (a) manusia dalam perkumpulan-perkumpulan yang terorganisasi (organisasi sosial. Soedijarto dan pakar lainnya. Menurut Azra. Pendidikan Kewargaan semakin menemukan momentumnya pada dekade 1990-an dengan pemahaman yang berbeda-beda. Sedangkan istilah Pendidikan Kewarganegaraan diwakili oleh Zemroni. Istilah Pendidikan Kewargaan diwakili oleh Azyumardi Azra dan Tim ICCE (Indonesian Center for Civic Education) UIN Jakarta sebagai Pengembang Civics Education di Perguruan Tinggi yang pertama. Bagi sebagian ahli. Hampir semua definisi mengenai Civics pada intinya menyebut government. to man in organized collections. of the duties. right and priviliges of citizens. the individual in his relation to the state. the relation of man. that is. Merphin Panjaitan. diseminasi dan aktualisasi konsep. hak dan kewajiban sebagai warga negara dari sebuah negara. politik). pada tahun 1886. the individual. 2001: 281). Pendidikan Demokrasi (democracy Education) secara subtantif menyangkut sosialisai. Beberapa Istilah dan Definisi Civic Education Henry Randall Waite dalam penerbitan majalah The Citizendan Civics. Udin S. Pendidikan Kewargaan diidentikkan dengan Pendidikan Demokrasi (democracy Education). Batasan ini menunjukkan bahwa Civics merupakan cabang dari ilmui politik. Secara istilah Civics Education oleh sebagian pakar diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Pendidikan Kewargaan dan Pendidikan Kewarganegaraan. merumuskan pengertian Civics denganThe sciens of citizenship. (Sumantri. Edmonson (1958) merumuskan arti Civics ini dengan Civics is usually defined as the study of government and of citizenship. nilai. ekonomi.

(c) dalam Civic Education termasuk pula hal-hal yang menyangkut pengalaman. partisipasi aktif dan keterlibatan warga negara dalam masyarakat madani. Karena. pengetahuan tentang proses seperti kewarganegaraan aktif. Mahoney. rule of law. seperti yang dikemukakan oleh Civitas Internasional. Menurut Merphin Panjaitan. lembagalembaga demokrasi. pengetahuan tentang lembaga-lembaga dan sistem yang terdapat dalam pemerintahan. pengertian antarbudaya dan kelestarian lingkungan hidup dan hak asasi manusia. sebagaimana dikutip oleh Numan Soemantri. that type of teaching method. merumuskan pengertian Civic Education sebagai berikut: “Civic Education includes and involves those teaching. penyelidikan dan kerjasama. refleksi kritis. kepentingan masyarakat. pengembangan budaya demokrasi dan perdamaian. hak dan kewajiban warga negara. (b) Civic Education meliputi berbagai macam kegiatan mengajar yang dapat menumbuhkan hidup dan prilaku yang lebih baik dalam masyarakat demokrasi. bahwa Civic Education adalah pendidikan yang mencakup pemahaman dasar tentang cara kerja demokrasi dan lembaga-lembaganya. melalui aktivitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat. Rumusan lain. penguatan keterampilan partisifatif yang demokrasi.Masih menurut Azra. Pendidikan Kewarganegaraanadalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mendidik generasi muda menjadi warga negara yang . rhose student activities. keadilan sosial. proses demokrasi. pemahaman tentang rule of law. warisan politik. those administrative and supervisory procedures which the school may utility purposively to make for better living together in the democratic way or (synonymously) to develop to better civics behaviors.” Menurut Muhammad Numan Soemantri. pribadi dan syarat-syarat objektif untuk hidup bernegara. Pendidikan Kewargaan mencakup kajian dan pembahasan tentang pemerintahan. hak asasi manusia. konstitusi. ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut (a) Civic Education adalah kegiatan yang meliputi seluruh program sekolah. administrasi publik dan sistem hukum. Zamroni berpendapat bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis. Pendidikan Kewargaan adalah pendidikan yang cakupannya lebih luas dari pendidikan demokrasi dan pendidikan HAM.

B. Dari definisi tersebut. yaitu pertama. kecakapan dan kemampuan sikap kewargaan (Civic Dispositions) antara lain pengakuan kesetaraan. Menghasilkan mahasiswa yang berpikir komprehensif. Tujuan Perkuliahan Pendidikan Kewargaan (Civic Education) 1. kompetensi dasar atau yang sering disebut kompetensi minimal terdiri dari tiga jenis. 3. kecakapan dan kemampuan penguasaan pengetahuan kewargaan (Civic Knowledge) yang terkait dengan materi inti Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) antara lain demokrasi. 2. 5. Membentuk mahasiswa menjadi good and responsible citizen. Membentuk kecakapan partisipatif yang bermutu dan bertanggung jawab. pendidikan di rumah. Ketiga materi inti tersebut kemudian dijabarkan menjadi beberapa materi yang .demokrasi dan partisipatif melalui suatu pendidikan yang dialogial.kedua. kecakapan dan kemampuan mengartikulasikan keterampilan kewargaan (Civil Skills) seperti kemampuan berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan publik. Menjadikan warga yang baik dan demokratis. HAM dan masyarakat madani (civil society) yang dalam implementasinya menerapkan prinsip-prinsip pendidikan demokrasi dan humanis. kepekaan terhadap masalah warga negara antara lain masalah demokrasi dan hak asasi manusia. kebersamaan. hak asasi manusia dan masyarakat madani (Civil Society). demokrasi. Mengembangkan kultur demokrasi. hak asasi manusia dan masyarakat madani (Civil Society). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) adalah program pendidikan yang memuat bahasan tentang masalah kebangsaan. pengakuan keragaman. dan ketiga. Sementara Soedijarto mengartikanPendidikan Kewarganegaraan sebagai pendidikan politik yang bertujuan untuk membantu peserta didik untuk menjadi warga negara yang secara politik dewasa dan ikut serta membangun sistem politik yang demokratis. semakin mempertegas pengertian Civic Education karena bahannya meliputi pengaruh positif dari pendidikan di sekolah. Ruang Lingkup Civic Education Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) memiliki atas tiga materi pokok (core materials) yaitu demokrasi. kemampuan melakukan kontrol terhadap penyelenggara negara dan pemerintah. Kompetensi Dasar dan Tujuan Civic Education Dalam pembelajaran Pendidikan Kewargaan. dan pendidikan di luar sekolah. Jadi. 4. analisis dan kritis. C. toleransi. kewarganegaraan dalam hubungannya dengan negara.

diperlakukan sebagai laboratorium demokrasi di mana semangat kewarganegaraan yang memancar dari cita-cita dan nilai demokrasi diterapkan secara interaktif. Pembelajaran Pendidikan Kewargaan baik sebagai pendidikan demokrasi maupun sebagai pendidikan HAM mensyaratkan situasi pembelajaran yang interaktif. (4) Kewarganegaraan. Orientasi Civic Education Paradigma pendidikan dalam konteks suatu bangsa (nation) akan menunjukkan bagaimana proses pendidikan berlangsung dan pada tahap berikutnya akan dapat meramalkan kualitas dan profil lulusan sebagai hasil dari proses pendidikan. Dalam lingkup Asia-Pasifik yang ditandai dengan keragaman budaya. agama. (8) Good Governance. dalam istilah Udin S. paling tidak terdapat dua kutub paradigma pendidikan yang paradoksal yaitu paradigma feodalistik dan paradigma humanistik sosial. (3) Negara. Winataputra. jujur dan adil serta demokratis. bahasa.menjadikan bahan kajian dalam pembelajaran Pendidikan Kewargaan (Civic Education). Urgensi Civic Education dalam Pembangunan Demokrasi Peradaban Keruntuhan rezim Orde Baru pada pertengahan tahun 1998 merupakan babak baru dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia yaitu berakhirnya era otoriter dan lahirnya era demokratisasi. (9) Hak Asasi Manusia. (c) terjadinya peralihan kekuasaan politik dari . Model materi pembelajaran tersebut mendorong terciptanya kelas pembelajaran yang hidup (life classroom) yang dalam istilah Ace Suryadi disebut sebagai global classroom. Transisi tata pemerintahan dan kenegaraan menuju era demokratisasi ditandai paling tidak oleh beberapa hal. yaitu peserta didik (mahasiswa). (6) Demokrasi. Paradigma pendidikan terkait dengan 4 (empat) hal yang menjadi dasar pelaksanaan pendidikan. dosen. (5) Konstitusi. sosio-politik. empiris. yaitu (1) Pendahuluan. materi dan manajemen pendidikan. Dengan demikian isi pembelajaran Pendidikan Kewargaan (Civic Education) diarahkan untuk national and character building bangsa Indonesia yang relevan dalam memasuki era demokratisasi. (b) proses pemilihan kepemimpinan politik nasional dalam sidang umum MPR tahun 1999 yang juga berlangsung sangat demokratis. (10) Masyarakat Madani. kasuistis. E. D. yaitu (a) lahirnya kepemimpinan politik nasional yang dipilih melalui mekanisme demokrasi yaitu proses pemilu yang dalam sejarah Indonesia dipandang sangat bebas. tatanan geografis. demokratis dan humanis. (2) Identitas nasional. Dalam pelaksanaan pendidikan (praktis). Untuk itu kelas pembelajaran Pendidikan Kewargaan. kaum muda perlu diajarkan kepada keindahan dari keragaman kultural ini. dan tingkat ekonomi. (7) Otonomi Daerah. kontekstual.

Dengan demikian pendidikan (Pendidikan Kewargaan) bisa menjadi pilar kelima (the fifth estate) bagi tegaknya demokrasi berkeadaban. Demokrasi menurutnya adalah proses yang masyarakat dan negara berperan di dalamnya untuk membangun kultur dan sistem kehidupan yang dapat menciptakan kesejahteraan. Keberhasilan transisi Indonesia ke arah tatanan demokrasi keadaban yang lebih genuine dan otentik merupakan suatu proses yang komplek dan panjang. ekonomi maupun politik. berbagai patologi sosial (penyakit masyarakat) dapat dianalisis untuk kemudian dicarikan solusinya atau terapinya. Demokrasi menurut Prof. pengembangan kultur atau budaya politik (political culture) yang lebih demokratis melalui pendidikan. reformasi konstitusional. Proses demokrasi yang baru “seumur hidup” dialami bangsa Indonesia dalam era transisi ini berada dalam situasi carut marut. Ketiga. seperti MPR. kedua. reformasi kelembagaan (institutional reforms) yang menyangkut pengembangan dan pemberdayaan lembaga-lembaga politik dan lembaga kenegaraan. A. akrobat politik yang tidak berkeadaban dan prilaku destruktif lainnya baik oleh kalangan elit politik dan pemerintahan maupun oleh massa. MA. Pendidikan Kewargaan (Civic Education) harus dapat pula dijadikan sebagai wahana dan instumen untuk melakukan social engineering dalam rangka membangun social . Sebagai proses yang komlek dan panjang transisi Indonesia menuju demokrasi keadaban tersebut. pola pikir atau prilaku politik yang dapat dibangun sekali jadi. DPA dan sebagainya. karena sebagian komponen bangsa masih menunjukkan dan mempertontonkan prilaku anarkis. terutama masyarakat kampus melalui berbagai program pembelajaran yang mencerminkan adanya rekonstruksi sosial (social reconstruction). mencakup tiga agenda besar yang berjalan secara stimultan dan sinergis. Dengan cara demikian. menegakkan keadilan baik secara sosial. Pertama. Selain itu. DPR. Pendidikan Kewargaan (Civic Education) dengan demikian harus mampu menjadikan dirinya sebagai salah satu instrumen pendidikan politik yang mampu melakukan empowerment bagi masyarakat. Syafi’i Ma’arif bukan sebuah wacana. Salah satu cara untuk mengembangkan kultur demokratis berkeadaban adalah melalui Pendidikan Kewargaan (Civic Education). bukan pula “barang instan”. sebagaimana dikatakan oleh Azyumardi Azra.Abdurrahman Wahid kepada Megawati dalam forum Sidang Istimewa MPR tahun 2001 juga berlangsung damai. Dr.

html .blogspot. http://fhspot.capital yang efektif bagi tumbuhnya kultur demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara serta tumbuhnya masyarakat madani (civil society).com/2010/11/istilah-dan-definisi-ce-civic-education.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful