P. 1
LEUKOPLAKIA

LEUKOPLAKIA

|Views: 1,133|Likes:
Published by Putri Satriany

More info:

Published by: Putri Satriany on Nov 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

LEUKOPLAKIA

Oleh: Putri Satriany G0007017

Pembimbing: Drg. Vita Nirmala A, Sp.Pros, Sp.KG

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU GIGI DAN MULUT FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA 2011

i

VI.DAFTAR ISI Halaman Judul Daftar Isi Pendahuluan Leukoplakia I. II. VIII. V. III. IV. i ii iii 1 1 4 6 7 9 9 11 12 13 Definisi Anatomi Etiologi Patofisiologi Tanda dan Gejala Diagnosis Klasifikasi Penatalaksanaan Prognosis Daftar pustaka ii . VII. IX.

Meskipun leukoplakia tidak termasuk dalam jenis tumor. untuk menerangkan sebuah lesi putih pada lidah yang kemungkinan merupakan gambaran klinis glositis sifilis. Leukoplakia memiliki gambaran tipis. lesi ini sering meluas sehingga menjadi suatu lesi pre-cancer. Inisiden terjadinya leukoplakia pada suatu populasi sekitar 0.1% . karena lesi ini secara klinis mempunyai gambaran yang serupa dengan “lichen plannus” dan “white sponge naevus”.3 iii . perlu dilakukan pemeriksaan yang teliti baik secara klinis maupun histopatologis.PENDAHULUAN Istilah leukoplakia pertama kali digunakan oleh Schimmer pada tahun 1877. berupa bercak putih pada gusi. Pendapat lain mengatakan bahwa leukoplakia hanya merupakan suatu bercak putih yang terdapat pada membran mukosa dan sukar untuk dihilangkan atau terkelupas.7 Untuk menentukan diagnosis yang tepat. pipi bagian dalam dan kadang-kadang ditemukan pada lidah.1 Leukoplakia merupakan suatu istilah lama yang digunakan untuk menunjukkan adanya suatu bercak putih atau plak yang tidak normal yang terdapat pada membran mukosa.

Rongga mulut Bagian-bagian yang terdapat pada mulut: 1.LEUKOPLAKIA I. Leukoplakia merupakan lesi putih keratosis berupa bercak atau plak pada mukosa mulut yang tidak dapat diangkat dari mukosa mulut secara usapan atau kikisan dan secara klinis maupun histopatologis berbeda dengan penyakit lain di dalam mulut serta tidak dapat dihubungkan dengan sebab fisik atau kimia kecuali penggunaan tembakau. DEFINISI Menurut World Health Organization (WHO). Gbr. ANATOMI MULUT Mulut adalah suatu rongga terbuka yang merupakan jalan masuk sistem pencernaan berisi organ asesoris berfungsi dalam proses awal pencernaan.2 II. Bibir 1 .1.

merupakan lapisan yang paling keras. Gigi (dens) Gbr. Sedangkan permukaan dalam bibir adalah membran mukosa. Anatomi bibir 2.Tersusun dari otot rangka (orbikularis mulut) dan jaringan ikat. Terdiri atas: • Lapisan email. kelenjar keringat serta kelenjar subasea. 2 . Gbr. merupakan bagian yang tampak di atas gusi. Anatomi gigi Bagian-bagian gigi: Mahkota gigi atau corona. Permukaan luar bibir yang dilapisi kulit dan mengandung folikel rambut.

Terdiri atas: o o Lapisan semen. Akar gigi melekat pada tulang rahang dengan perantaraan semen gigi. merupakan pelindung akar gigi dalam gusi. Leher gigi atau kolum. Gusi. merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang.• • • • Tulang gigi (dentin). • Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi. 3. Anatomi lidah 4. atau untuk pengecapan dan produksi bicara. di dalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah. Lidah Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua yang berfungsi untuk menggerakkan makanan saat dikunyah atau ditelan. merupakan bagian yang berada di dalam gusi. Rongga gigi (pulpa). merupakan tempat tumbuh gigi. Kelenjar ludah (glandula salivatorius) 3 . merupakan bagian antara corona dan radiks. Gbr. Akar gigi atau radiks.

ETIOLOGI Etiologi leukoplakia belum diketahui dengan pasti sampai saat ini. dan kelenjar lingualis. dam malnutrisi vitamin. antara lain: a.taste buds (kelenjar Ebner). faktor sistemik. kelenjar palatinus (kelenjar Weber). yaitu: inferior apical (kelenjar Blandin Nuhn). kelenjar bukalis. Anatomi glandula salivatorius III. Gbr. Kelenjar saliva mayor merupakan struktur berpasangan yang terdiri atas kelenjar parotis. kelenjar retromolar (kelenjar Carmalat). dan kelenjar lubrikasi posterior. predisposisi leukoplakia terdiri atas beberapa faktor yang multipel yiatu: faktor lokal. dan kelenjar sublingual. Kelenjar lingualis dibagi menjadi 3 kelompok.Kelenjar saliva dibagi atas 2 kelompok. yaitu: kelenjar saliva mayor dan kelenjar saliva minor. kelenjar submandibular. Trauma • Trauma karena gigitan tepi atau akar gigi yang tajam • Iritasi dari gigi yang malposisi • Pemakaian protesa yang kurang baik sehingga menyebabkan iritasi 4 . Faktor Lokal Biasanya merupakan segala macam bentuk iritasi kronis. Sedangkan kelenjar saliva minor terdiri atas kelenjar labialis.4 1. Menurut beberapa ahli klinik.

sebab dapat menyebabkan lesi yang spesifik pada palatum yang disebut "Stomatitis Nicotine". Kelenjar saliva yang membengkak dan terjadi perubahan di daerah sekitarnya. Pada lesi ini. kondisi dari membran mukosa mulut yang dipengaruhi oleh penyakit lokal maupun sistemik berperan penting dalam meningkatkan efektifitas yang bekerja secara lokal5 5 . palatum akan berwarna putih kepucatan. Faktor Sistemik Selain dari faktor yang terjadi secara lokal di atas. pipi dan lidah b. serta terjadi penebalan yang sifatnya merata. • Alkohol Telah banyak diketahui bahwa alkohol merupakan salah satu faktor yang memudahkan terjadinya leukoplakia. penyakit periodontal yang disertai kebersihan mulut yang kurang baik. Banyak peneliti yang berpendapat bahwa pipa rokok juga merupakan benda yang berbahaya. karena pemakaian alkohol dapat menimbulkan iritasi pada mukosa. dijumpai adanya warna kemerahan dan timbul pembengkakan pada palatum. Selanjutnya.• Adanya kebiasaan menggigit jaringan mulut. tetapi dapat juga disebabkan oleh zat-zat yang terdapat di dalam tembakau yang ikut terkunyah. Banyak penelitian yang kemudian berpendapat bahwa lesi ini merupakan salah satu bentuk dari leukoplakia. Ditemukan pula adanya "multinodular" dengan bintik-bintik kemerahan pada pusat noduli. • Bakteri Leukoplakia dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri. Kemikal atau termal • Tembakau Terjadinya iritasi pada jaringan mukosa mulut tidak hanya disebabkan oleh asap rokok dan panas yang terjadi pada waktu merokok. 2.

Stres 6 .7 Penelitian yang dilakukan oleh Downer dan kawan-kawan pada sejumlah pasien leukoplakia. obat-obat antimetabollit. beberapa data dari hasil penelitian pada premaligna leukoplakia membuktikan bahwa perubahan epitel pada penyakit ini disebabkan oleh transformasi displastik. Beberapa ahli menyatakan bahwa leukoplakia di uvula merupakan manifestasi dari pemasukkan vitamin A yang tidak cukup. perubahan siklus sel. Namun. dan peningkatan ekspresi sel yang kehilangan sifat heterozigotnya. PATOFISIOLOGI Pasien dengan idiopatik leukoplakia memiliki resiko tinggi untuk berkembang menjadi kanker. anemia sidrofenik. Perubahan patologi yang utama pada leukoplakia diperlihatkan oleh diferensiasi epitel yang abnormal dengan peningkatan permukaan keratinisasi menghasilkan penampakan mukosa yang putih. Penyakit sistemik. Dasar perubahan molekular pada leukoplakia sampai saat ini masih belum diketahui. dan serum antilimfosit spesifik5 3.a. Faktor Malnutrisi Vitamin Defisiensi vitamin A diperkirakan dapat mengakibatkan metaplasia dan keratinisasi dari susunan epitel.. Apabila kelainan tersebut parah. gambarannya mirip dengan leukoplakia. penyakit sistemik yang behubungan dengan leukoplakia antara lain adalah sifilis tertier. b. dan xeroftalmia yang disebabkan pleh penyakit kelenjar saliva.4 IV. Hal ini diikuti pula oleh penebalan pada epitelium. Selain itu. bahkan epitel bisa menjadi atrofi atau akantosis (perubahan lapisan tanduk) Banyak penelitian memperlihatkan adanya perubahan genetika akan mempengaruhi perubahan pada ekspresi gen keratin. pada percobaan dengan menggunakan binatang tikus. Bahan-bahan yang diberikan secara sistemik seperti alkohol. 4% -17% lesi bertransformasi menjadi tumor maligna pada kurun waktu 20 tahun. terutama epitel kelenjar dan epitel mukosa respiratorius. dapat diketahui bahwa kekurangan vitamin B kompleks akan menimbulkan perubahan hiperkeratotik.

Lesi ini dapat terlihat sebagai retakan yang 7 . Leukoplakia merupakan lesi prakanker yang paling banyak. palatum.oksidatif dan kerusakan DNA akibat produk nitrogen reaktif. mukosa lidah. seperti induksi nitrit oksida dan mekanisme inflamasi. daerah dasar mulut. disebut leukoplakia homogen. tetapi sensitif terhadap sentuhan. TANDA DAN GEJALA Leukoplakia ditandai dengan adanya plak putih yang tidak bisa digolongkan secara klinis atau patologis ke dalam penyakit lainnya. menebal. juga memiliki implikasi pada leukoplakia dan transformasinya dari displasia menjadi karsinoma.homogen 1. Dalam perkembangannya. Leukoplakia Homogen. Bermacam-macam bentuk lesi dan daerah terjadinya lesi tergantung dari awal terjadinya lesi tersebut. serta mandibular alveolar ridge. Lesi ini sering ditemukan pada daerah alveolar. yaitu homogen dan non. Leukoplakia juga dapat berkembang dan berubah bentuk menjadi eritroplakia. mukosa lipatan bukal. V. makanan pedas dan iritan lainnya. panas. sedikit meninggi dengan tekstur kasar dan keras. Lesi ini biasanya tidak sakit. Pada tipe ini. berfisura atau keriput dan secara khas lunak dan datar. Lesi awal dapat berupa warna kelabu atau sedikit putih yang agak transparan. bibir. leukoplakia dapat menjadi semakin meluas. gingival. Biasanya batasnya tegas tetapi dapat juga berbatas tidak tegas. terutama berupa lesi putih yang datar dan tipis. yaitu sekitar 85% dari semua lesi prakanker. dan setiap individu akan berbeda. Selanjutnya leukoplakia dapat berkembang menjadi granular atau nodular leukoplakia. Penelitian pada penanda molekular memperlihatkan bahwa lesi jinak meningkat pada sel yang telah mengalami cacat pada sel p53 dan pada antigen proliferation marker proliferating cell nuclear5. Terdapat dua tipe klinis leukoplakia.Lesi dapat berkembanga dalam minggu sampai bulan menjadi tebal.

7 V. Tipe ini biasanya asimptomatik. sering terjadi pada pasien dengan faktor risiko yang tidak diketahui.dangkal dengan permukaan yang halus atau berkerut. berwarna putih. nodular (speckled leukoplakia) atau exophytic (exophytic atau verrucous leukoplakia). tetapi tidak mengkilat. Gb. Pada verrucous leukoplakia. Eritroplakia 3. Tipe ini ditandai dengan manifestasi multifokal dan menyebar luas. dapat berkembang dari berbagai jenis leukoplakia. Gb. Secara umum. tetapi oral carcinoma VI. bisa rata. Permukaan lesi ireguler. terutama berupa lesi putih atau putih disertai merah (eritroplakia). permukaan lesi tampak sudah menonjol. DIAGNOSIS 8 . Proliferative verrucous leukoplakia merupakan tipe leukoplakia yang agresif yang hampir selalu berkembang menjadi malignansi.leukoplakia homogen 2. leukoplakia non-homogen memiliki risiko yang lebih tinggi untuk bertransformasi menjadi malignan. Teksturnya konsisten. Verrucous leukoplakia Gb. Tipe leukoplakia ini biasanya disertai dengan keluhan ringan berupa ketidaknyamanan atau nyeri yang terlokalisir. Leukoplakia non-homogen.

white sponge naevus). Psoriasis merupakan salah satunya. lupus eritematosus. Jika lesi mengandung nodul keras. KLASIFIKASI Ward dan Hendrick mendeskripsikan klasifikasi leukoplakia secara klinis menjadi: 1. Pemeriksaan yang teliti pada seluruh rongga mulut dan nodus limfa pada leher diperlukan untuk membuat diagnose yang akurat dari leukoplakia mulut. Yang kedua adalah lichen planus. atau karsinoma.1 Leukoplakia di diagnosis banding dengan lesi putih lain seperti likhen planus. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti etiologi leukoplakia yang belum jelas serta perkembangan yang agresif dari leukoplakia yang mula-mula hanya sebagai hiperkeratosis ringan namun dapat menjadi karsinoma sel skuamosa dengan angka kematian yang tinggi. Berdasarkan konsep yang diterima oleh World Health Organization maka batasan leukoplakia adalah lesi yang tidak ada konotasi histologinya dan dipakai hanya sebagai deskripsi klinis. lesi ini memiliki gambaran seperti renda (lacelike). mengkilat dan lebih superficial dibandingkan dengan leukoplakia. jamur. Untuk menyingkirkan diagnosis banding. atau terdapat ulserasi atau papillomatous.1 Jadi definisinya adalah suatu penebalan putih yang tidak dapat digosok sampai hilang dan tidak dapat digolongkan secara klinis atau histologi sebagai penyakit-penyakit spesifik lainnya (contoh: seperti likhen planus. kandidiasis. sifilis.Penegakan diagnosis leukoplakia masih sering mengalami kendala. biasanya tampak sebagai spot putih kecil hingga besar dapat juga berbentuk gelang (annular) atau papular. maka pemeriksaan penunjang dapat dilakukan. Acute leukoplakia 9 . Tes serological deperlukan untuk mengeksklusi sifilis sebagai factor etiologi. Terdapat juga lesi lain dengan etiologi yang tidak diketahui yang mungkin akan menyulitkan penegakan diagnosis. leukoplakia berambut. maka diperlukan biopsy untuk mengeksklusi bahwa lesi tersebut disebabkan oleh kanker. VII. atau terfixasi dengan jaringan dasarnya.

Tipe intermediate Dapat dikatakan juga sebagai leukoplakia sub akut. lima belas. Leukoplakia jenis ini jarang menjadi ganas. seperti selaput putih pada permukaan dari membrane mucus. Pada palatum mungkin didapatkan lesi merah kecil seukuran kepala peniti seperti kawah kecil. atau dua puluh tahun. Kemungkinan merupakan bentuk awal dari leukoplakia kronik dan berada antara tipe akut dan kronik. Di bagian tengahnya terdapat tumpukan kapiler yang akan mengalami perdarahan walau dengan trauma yang ringan.Onsetnya mulai dari hari. 3. terdapat penebalan berupa kerucut. 2. Leukoplakia jenis ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi malignan dibandingkan dengan chronic leukoplakia. Lesi ini berkembang dengan cepat. 10 . Chronic leukoplakia Onsetnya dapat terjadi selama sepuluh. minggu hingga bulan. Leukoplakia tipe ini memiliki penampakan yang menyebar dan tipis. beberapa kasus menunjukkan adanya ulserasi atau pembentukan papilloma.

scapel. PENATALAKSANAAN 1. akan tetapi hingga saat ini belum ditemukan pengobatan definitif untuk penyakit ini. Penanganan medis Penanganan leukoplakia dapat dibagi menjadi 2 tindakan. cryosurgery. misalnya agen antiinflamasi. Penyakit ini dapat dapat sembuh dengan sendirinya atau malah bertambah buruk dengan mengalami 11 . misalnya laser. terapi photodynamic Pasien juga harus menghindari faktor-faktor yang menyebabkan leukoplakia seperti rokok dan alkohol. Bila leukoplakia masih berupa plak putih saja. yaitu: Tujuan dari penanganan ini adalah untuk mendeteksi dan mencegah perubahan leukoplakia menjadi sel ganas. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan diantaranya: • • • Tunggu dan amati Pemberian obat. tidak diperlukan tindakan khusus untuk menanganinya.Berikut merupakan algoritma diagnose lesi putih pada mulut6 VIII. agen sitotoksik Tindakan operasi. electrocautery. Terdapat beberapa tindakan yang disarankan untuk dilakukan. vitamin.

2. kira-kira setiap 2-3 bulan sekali karena tingkat kekambuhan penyakit yang sangat tinggi. kanker pada mukosa mulut yang diasosiasikan dengan leukoplakia sebagai lesi prakankernya juga menunjukkan prognosis yang sangat bagus. dimana proses ini sangat tergantung kepada kemampuan patologis untuk mengevaluasi luas serta derajat displasia yang terjadi. PROGNOSIS Prognosis leukoplakia sangat bagus dan deformitas akibat operasi juga bisa diminimalkan bila penyakit ditemukan pada stadium awal. Penanganan operasi Tindakan operasi masih menjadi penanganan pilihan untuk leukoplakia kecil. Selain itu. Pasien yang tidak mengalami kekambuhan selama 3 tahun tidak perlu melakukan pemeriksaan berkala lagi. 12 . Electrocautery. Pasien juga harus diperiksa secara berkala.displasia. Displasia pada lesi yang terdapat di daerah dengan resiko tinggi kanker harus ditangani secara serius dan lesi harus segera diangkat. cryosurgery dan laser sama-sama efektif. IX. tapi pasien dengan residual leukoplakia harus melakukan pemeriksaan berkala seumur hidup.

id/medika/arsip/092002/pus>. 8. Lesi merah dan lesi putih pada mukosa mulut. Budiasuri AM.DAFTAR PUSTAKA 1.com/health/leukoplakia/DS00458 (diakses 13 November 2011) 13 .co. 2004. Hasibuan S. 2002: 52:195 2.mayoclinic. 5. Soukos N.com/article/853864-overview#showall (diakses 12 November 2011) 3. 276 7. Idiopathic. Dalam Ilmu Penyakit Mulut. Oral cancer and precancerous lesions. http://emedicine. Diagnosis dan terapi. 2008. Leukoplakia: lesi praganas rongga mulut yang sering dijumpai. Kai HL. 190: p. Alih Bahasa : Drg. Day AT. 6. http://www. Oral Leukoplakia. 2009. Deteksi Dini dan Diagnosis Kanker Rongga Mulut.tempo. (Sept 2002). In Medscape Reference. In CA Cancer J Clin. (12 November 2011). 1994: 299-316. Ajith DP. USU Digital Library. Staff MC. P. P.medscape.com/2007/07/11/lesi-pra-ganas-leukoplakia/ 4. http://lawalangy. Neville WB. Burket. Sianita Kurniawan. <http://www. Edisi kedelapan. Oral white lesions: pitfalls of diagnosis. Leukoplakia (8 November 2004).wordpress. MJA volume 190 number 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->