BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Pada praktikum kali ini kita akan belajar dua macam gerak yaitu gerak linear dan gerak rotasi. Penyebeb terjadinya gerak ini akan kita pelajari dan kebenaran akan hukum- hukum mengenai gerak ini akan kita selidilki. Didala praktikum ini kita juga menggunakan alat dan bahan yang cukup sederhana. Di dalam ilmu fisika, kita dapat mengenal apa yang dimaksud dengan pengertian Hukum I Newton, Hukum II Newton, Hukum III Newton. Ketiga hukum tersebut diungkapkan oleh salah seorang ilmuan besar dalam sejarah, beliau bernama Sir Isaac Newton. Jasanya telah membawa peradaban yang luar biasa, Akibatnya banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dengan adanya hukum newton tersebut terhadap gejala-gejala. Yang terjadi dimuka bumi ini. Pada percobaan yang kami lakukan, kami mencoba untuk membuktikan apakah hokum Newton tersebut dapat diaplikasikan terhadap alat peraga kami, yakni pesawat atwood. Alat peraga yang terdiri dari tiang berskala R yang paa ujung atasnya terdapat katrol, tali penggantung yang massanya dapat diabaikan, dua beban M1 dan M2 berbentuk silinder dengan massa yang sama masing-masing M diikatkan pada ujung tali penggantung, dua beban tambahan dengan massa masing - masing m1 dan m2, dan yang terakhir genggaman dengan pegas, penahan beban dan juga penahan beban tambahan berlubang. Percobaan ini pun kami lakukan guna memenuhi tugas laporan praktikum fisika setelah sebelumnya melakukan percobaan pesawat atwood. Semoga percobaan yang pernah kami lakukan dapat memberi dampak positif khususnya bagi kami para praktikan. 1.2.Tujuan y Dapat menyelesaikan soal-soal tentang gerak translasi dan gerak rotasi dengan menggunakan Hukum Newton y

a = F atau F = m. Selain itu Hukum Newton I menyatakan bahwa. Robert Boyle.Dapat melakukan percobaan Atwood untuk memperlihatakan berlakunya HukumNewton y Dapat menghitung momen inersia katrol BAB II TINJAUAN PUSTAKA Galileo melakukan pengamatan mengenai benda-benda jatuh bebas.´J ika resultan gaya yang bekerja pada suatu sistem sama dengan nol. maka sistem dalam keadaan setimbang ´. Galileo mengetahui bahwa ada pengaruh hambatan udara pada gerak jatuh. Percepatan a berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda.a m . Ia menyimpulkan dari pengamatan-pengamatan yang dia lakukan bahwa benda-benda berat jatuh dengan cara yang sama dengan benda-benda ringan. maka benda tersebut mengalami percepatan ke arah yang sama dengan gaya´.´ Benda yang beratnya sepuluh kali benda lain akan sampai ke tanah sepersepuluh waktu dari waktu benda yang lebih ringan´. masih cukup sesuai dengan hasil pengukuran dan pengamatannya dibandingkan dengan yang dipercayai orangpada saat itu (tetapi tidak diuji dengan eksperimen) yaitu kesimpulan Aristoteles yang menyatakan bahwa. Tetapi pernyataannya walaupun mengabaikan hambatan udara. Tiga puluh tahun kemudian. dalam sederetan eksperimen yang dimungkinkan oleh pompa vakum barunya. menunjukan bahwa pengamatan ini tepat benar untuk bendabenda jatuh tanpa adanya hambatan dari gesekan udara. F=0 Hukum Newton II berbunyi :´ Bila gaya resultan F yang bekerja pada suatu benda dengan massa m tidak sama dengan nol.

Dalam hal ini besaran fisis momen inersia (I) yang ekivalen dengan besaran fisis massa (m) pada gerak linier. Hukum ini dikenal dengan Hukum Aksi Reaksi. 2. maka gerak melingkar ini berlaku persamaan-persamaan gerak yang ekivalen dengan persamaan. Momen inersia suatu benda terhadap poros tertentu harganya sebanding dengan massa benda tersebut dan sebanding dengan kuadrat dan ukuran atau jarak benda pangkat dua terhadap poros. Bila gaya bekerja pada benda maka benda mengalami percepatan dan sebaliknya bila benda mengalami percepatan tentu ada gaya penyebabnya. 3.persamaan gerak linier. Besarnya percepatan berbanding lurus dengan gayanya. Arah percepatan benda sama dengan arah gaya yang bekerja pada benda. namun berlawanan arah ´.Hukum Newton II memberikan pengertian bahwa : 1. g m + m1 + m2 + I/ r2 dengan a = percepatan gerak m = massa beban I = momen inersia katrol r = jari-jari katrol . Hukum Newton III :´S etiap gaya yang diadakan pada suatu benda. Faksi = -Freaksi Untuk percepatan yang konstan maka berlaku persamaan Gerak yang disebut Gerak Lurus Berubah Beraturan. Gaya reaksi ini dilakukan benda pertama pada benda yang menyebabkan gaya. Bila sebuah benda berputar melalui porosnya. I~ m I~ r2 Untuk katrol dengan beban maka berlaku persamaan : a = (m+m1) ± m2 . menimbulkan gaya lain yang sama besarnya dengan gaya tadi.

sehingga gaya hambatan udara yang bekerja papa penerjun cukup basar untuk memperlambat kelajuan terjun. Gaya ini tentu saja akan memperlambat gerak jatuh benda. kita dapat mengamati gerak penerjun payung. setiap benda jatuh akan mendapat percepatan tetap yang sama tanpa bergantung pada benda dan massa benda. makin besar gaya gesekan udara yang bekerja pada benda tersebut. Dengan mengembangkan parasutnya. Gaya hambatan udara yang bekerja pada penerjun tidak begitu besar. penerjun akan tewas ketika sampai di tanah. Untuk membuktikan pernyataan diatas bahwa jika hambatan udara dihilangkan. Berdasarkan hasil demonstrasi ini dapatlah ditarik kesimpulan sementara bahwa jika hambatan udara dapat diabaikan maka setiap benda yang jatuh akan mendapatkan percepatan tetap yang sama tanpa bergantung pada bentuk dan massa benda. Makin besar luas permukaan benda. untuk mempermudah dalam soal sering dibulatkan menjadi 10 m/s 2. di dalam laboratorium biasanya dilakukan .g = percepatan gravitasi Udara akan memberikan hambatan udara atau gesekan udara terhadap benda yang jatuh. Percepatan yang tetap ini disebabkan oleh medan gravitasi bumi yang disebut percepatan gravitasi (g). Besarnya gaya gesekan udara yang akan gerak jatuh benda berbanding lurus dengan luas permukaan benda.80 m/s2. Di bumi percepatan gravitasi bernilai kira-kira 9. Sebagai akibatnya. Kecepatan itu kira-kira sama dengan kecepatan mobil balap yang melaju sangat cepat. penerjun akan mencapai kecepatan akhir kira-kira 50 m/s ketika sampai di tanah. Penerjun mula-mula terjun dari pesawat tanpa membuka parasutnya. luas permukaan menjadi cukup besar. dan jika parasutnya terus tidak tidak terbuka. Untuk lebih memahami secara kualitatif tentang hambatan udara pada gerak jatuh.

a2 : silinder beban a3 : beban b : katrol yang dapat bergerak bebas c : tali penggantung d : penyangkut beban e : penghenti silinder f : tiang penggantung g : penjepit silinder .percobaan menjatuhkan dua benda yang massa dan bentuknya sangat berbeda di dalam ruang vakum. benda selalu bergerak ke bawah maka unutk mempermudah perhitungan. Perhatikan karena dalam gerak jatuh bebas. Gerak Jatuh Bebas adalah gerak suatu benda dijatuhkan dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal dan selama geraknya mengalami percepatan tetap yaitu percepatan gravitasi. Persamaan-persamaan yang digunakan dalam gerak jatuh bebas adalah : vo = 0 dan a = g keterangan : a1 . Sehubungan dengan hal di atas. sehingga gerak jatuh b ebas termasuk dalam gerak lurus berubah beraturan. kita tetapkan arah ke bawah sebagai arah positif.

Sehingga jarak tempuh silinder a1 dan a2 setelah beban tersangkut. . Dalam keadaan ini resultan gaya yang bekerja pada sistem sama dengan nol (sesuai dengan hukum Newton I ). Apabila torsi bekerja padabenda yang momen inersianya I.ika pada sistem pesawat dilepaskan penjepitnya. dapat dinyatakan sebagai berikut : xt = v. maka dalam benda ditimbulkan percepatan sudut yaitu : = I.t Gerak Rotasi Bila sebuah benda mengalami gerak rotasi melalui porosnya. maka sistem akan bergerak dengan percepatan tetap. Besarnya percepatan a berbanding lurus dengan gayanya. Untuk gaya yang konstan. silinder a1 dan a2 tetap melanjutkan gerakannya dengan kecepatan konstan. maka percepatan tetap sehingga berlaku persamaan gerak lurus berubah beraturan : xt = ½ at2 dimana: t = waktu tempuh a = percepatan sistem xt = jarak setelah t detik Setelah beban mb ditahan oleh pengangkut beban. ternyata pada gerak ini akan berlaku persamaan gerak yang ekuivalen dengan persamaan gerak linier.

maka geraknya dapat dianalisa sebagai berikut : NF = 0 r -T1 ± m + T2 + N = 0 -T1 + T2 = 0 -T1 = T2 .Persamaan Gerak untuk Katrol Bila suatu benda hanya dapat berputar pada porosnya yang diam.

r = Iμ Percepatannya adalah: a = (m+m1) ± m2 . g m + m1 + m2 + I/ r2 .r + T2.mg T1 T2 Bila beban diputar dan katrol pun dapat berputar pula maka geraknya dapat dianalisis sebagai berikut : T1 T2 T1 T2 m2 m1 m mμ = Iμ T1.

dan lakukan lagi tugas P-5 dan tugas P-6 y Aturlah kedudukan A. penhan beban B.2. sedangkan AB dekat. dan tambahkan m1 pada M2. Prosedur Percobaan y Ambillah alat yang digunakan dalam praktikum y Timbang dan catatlah M1 dan M2 juga m1 dan m2 y M1 pasang pada genggaman selidiki apakah sudah sejajar dengan tali y Setelah pesawat bekerja dengan baik. kemudian lakukan seperti pada tugas P-5 y Uabah jarak XAB dangan cara mengubah kedudukan B. kemudian lakukan tugas P-5 dan P-6 y Ubah sekali lagi jarak XAB seperti pada tugas P-7. Alat dan Bahan Tiang berskala R yang pada ujung atasnya terdapat katrol P Tali pengantung yang massanya dapat diabaikan Dua beban M1 dan M2 berbentuk slinder dengan massa sama masing-masing M yang diikatkan pada ujung-ujung tali penggantung Dua beban tambahan yang massanya masing-masing m1 dan m2 Gengam G dengan pegas S. Catatlah tab yaitu waktu yang diperlukan oleh M2 (setelah m1 tersangkut pada A) untuk menempuh jarak XAB (=AB) y Gantilah m1 dengan m2. B.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. sedangkan kedudukan C dan A tetap. sedangkan kedudukan C tetap. kedudukan penahan A dan kedudukan penahan B pada tiang berskala y Lepaskan M1 dari G dengan menekan S. lakukan percobaan ini sebanyak tiga kali y Ubah jarak XAB dengan cara mengubah kedudukan B . C. pasanglah M1 pada genggaman G. Sebaiknya CA cukup jauh. penahan beban tambahan A yang belubangStopwatch Neraca Teknis Kertas grafik (milimeter) 3. y .1. Catatlah kedudukan C.

Setelah praktikum ini selesai. Catatlah tC A y Gantilah m1 dengan m2. kembalikan semua alat yang sudah d iambil. .Catat kedudukan C dan A. Catatlah kedudukan C dan lakukan lagi seperti yang diatas y Ubahlah jarak XC A sekali lagi. lakukan lagi seperti yang diatas y Ubahlah jarak XC A dengan mengubah kedudukan G. Pasang M1 pada G dan tambahkan m1 pada M2 y Lepaskan M1 dari G. catat kedudukan C dan lakukan lagi seperti yang diatas.

6. . agar didapatkan nilai koefisien yang tepat.BAB VI PENUTUP 6. dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut : 1) Pesawat Atwood merupakan alat yang dapat dijadikan sebagai aplikasi atau sebagai alat yang dapat membantu dalam membuktikan Hukum -hukum Newton ataupun gejala-gejal lainnya.1 Kesimpulan Dari percobaan pesawat Atwood ini. 2) Setiap benda mempunyai perbedaan dalam menempuh jalur dari pesawat Atwood ini yang disebabkan oleh factor-faktor tertentu.2 SaranSebaiknya percobaan ini dilakukan dengan teliti pada saat pengukurun waktu dengan menggunakan stopwatch. 3) Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan benda dalam menempuh pesawat Atwood itu disebakan oleh factor internal dan factor eksternal yang sangat biasa terjadi dalam melakukan percobaan yang butuh ketelitian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful