LAPORAN PERCOBAAN KIMIA

ELEKTROLISIS

Disusun Oleh : Nama : Lisa Widianingsih Kelas : XII IPA 2 No. : 09

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SENTOLO Alamat : Ploso, Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta, 55664

2011 / 2012

Tujuan Percobaan 1. 3. Elektrolisis Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. grafit (C). dan perak (Ag) Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam. basa. katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Elektrolisis larutan dengan elektroda inert b. seperti kalsium (Ca). dan emas (Au). Sel elektrolisis Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menimbulkan terjadinya reaksi redoks yang tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar. dimana siswa mampu menyelidiki bagaimana terjadinya proses elektrolisis pada berbagai zat. Contoh lainnya adalah pada sel Daniell jika diterapkan beda potensial listrik dari luar yang besarnya melebihi potensial sel Daniell. seperti seng (Zn). 2. potasium. Dasar Teori 1. Mengamati perubahan pada batang elektrode pada proses elektrolisis beberapa larutan dengan elektrode yang berbeda. Menyelidiki reaksi-reaksi yang terjadi di anode dan katode pada proses elektrolisis beberapa larutan dengan elektrode yang berbeda. Elektrolisis leburan dengan elektroda inert Pada elektrolisis. tembaga (Cu). Menyelidiki sifat-sifat larutan yang terjadi di anode dan katode pada proses elektrolisis beberapa larutan dengan elektrode yang berbeda. Elektroda aktif. . atau garam. b. serta dengan adanya percobaan ini siswa menjadi mengetahui pengaruh dari elektrode terhadap hasil reaksi. Elektrolisis larutan dengan elektroda aktif c. 2. yaitu: a.Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua.A. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis. Elektroda inert. yaitu: a. Contohnya adalah elektrolisis lelehan NaCl dengan elektroda platina. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda dan elektrolit. C. B. dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Platina (Pt). Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi. Latar Belakang Percobaan ini dilatarbelakangi oleh standar kompetensi siswa.

Kedudukan ion dalam siri elektrokimia c. yang dilapisi oleh campuran besi (Fe) dan Seng (Zn).10A. K+ + e → K . Sel kimia dibina daripada dua logam (elektrod) yang berlainan dicelupkan kedalam suatu larutan masing. 5. Elektroda Zn dicelupkan ke dalam larutan ZnSO4. Katoda: Ion kalium menyahcas secara menerima elektron daripada katode. Elektroda Cu dicelupkan ke dalam larutan CuSO4 dan dihubungkan oleh satu jembatan garam. Sel Kimia Sel kimia ialah sel yang menghasilkan tenaga elektrik melalui tindakbalas kimia. 2Br. ion-ion akan terurai dan bergerak ke masingmasing anoda dan katoda. Elektrolisis Leburan Kalium Bromida Ion kalium bergerak ke katoda/ ion bromida bergerak ke anoda.Anion bergerak menuju ke elektroda anoda manakala Kation bergerak menuju ke elektroda katoda. Kepekatan ion 4. Gas bromin berwarna perang terbebas pada anode. Faktor yang Mempengaruhi Proses Elektrolisis a. b. yang disebut proses galvanisasi. Perbedaan Antara Sel Elektrolisis / Sel Kimia Sel Elektrolisis dialirkan melalui elektrolit. atau juga untuk pencegahan karat/korosi. Proses ini melibatkan Elektroda (logam-logam yang dihubungkan dengan sumber listrik) dan Elektrolit (cairan tempat logam-logam tadi dicelupkan).3.masing elektrolit. Jenis elektroda yang digunakan b.+ 2e → Br2 Dua atom bromin akan membentuk satu molekul dwiatom bromin. Proses penyepuhan Yaitu proses perubahan Energi listrik menjadi Energi kimia. dimana pada sumber listrik itu terjadi proses perubahan dari energi kimia menjadi energi Listrik. Arus yang terhasil ialah sebanyak 1. seperti pada pipa atau besi. Anoda: Ion bromida menyahcas secara membebaskan elektron kepada anoda. Penguraian elektrolit dilakukan oleh arus elektrik. Contoh Elektrolisis a. Elektrolisis ini adalah kebalikan dari proses yang terjadi pada baterei atau aki. Penyepuhan berguna untuk melapisi logam untuk perhiasan.

Gas oksigen terhasil apabila ion-ion O2. 1 2 3 4 5 6 7 8 Alat Larutan Na2SO4 Larutan KI Larutan CuSO4 Larutan HCl Larutan NaOH Indikator PP Larutan Kanji Paku Besi dan Tembaga Ukuran 0. Elektrolisis aluminium oksida lebur.membuang elektron seperti berikut.1 M 0.Logam kalium berkilau terbentuk pada katoda c. 1 2 3 4 5 6 7 Alat Pipa U Elektrode Karbon Baterai / Catu Daya Statif dan Klem Tabung Reaksi/ Rak Pipet Tetes Gelas Kimia Ukuran 1.→ O2 + 4e - Di katoda.5 M 0.1 M 0. 2O2. Pemerhatian: - Di anoda. Bahan : No .5 M 0.5 V /Sedang Biasa 100 mL 3 4 4/1 4/1 1 3 Jumlah 2. Logam aluminium berkilat terhasil apabila ion-ion Al3+ menerima elektron. Ion Al3+ tertarik ke katod dan ion O2.dibebaskan apabila aluminium oksida dileburkan.1 M Jumlah 50 mL 50 mL 50 mL 2 mL 2 mL 1 Botol 1 Botol 1 /1 .tertarik ke anoda semasa elektrolisis. Al3+ + 3e → Al D. Ion-ion Al3+ dan O2. Alat dan Bahan 1. Alat-alat : No .

c) Lakukan elektrolisis dalam waktu kurang lebih 0. 3. aduk sampai tercampur merata.5 menit. b) Pasangkan elektrode paku yang telah diamplas sampai bersih pada katode ( kutub negatif ) dan elektrode tembaga pada anode ( kutub positif ). c) Amati perubahan warna pada kedua elektrode tersebut.1 M pada tabung reaksi kemudian tambahkan 2 tetes indikator PP. b) Masukkan campuran tersebut ke dalam pipa U.1 M pada tabung reaksi kemudian tambahkan 2 tetes indikator universal. kemudian elektrolisis dengan elektrode karbon sampai terjadi perubahan. 2.5 M ke dalam pipa U kemudian lakukan elektrolisis dengan elektrode karbon sampai beberapa menit ( kurang lebih 5 menit ).1 M ke dalam pia U. Percobaan : Elektrolisis larutan Na2SO4 0. b) Teteskan indikator PP ke dalam larutan di sekitar katode ( kutub negatif ) dan tetesi lartan kanji ke dalam larutan disekitar anode ( kutub positif ). amati yang terjadi dan bandingkan dengan warna yang terdapat dalam pipa U. Percobaan : Elektrolisis larutan KI 0.E. c) Ambillah 2 mL larutan HCL 0. Cara Kerja 1.1 M a) Masukkan larutan CuSO4 0. Amati yang terjadi dan bandingkan dengan warna yang terdapat pada pipa U. d) Ambillah 2 mL larutan NaOH 0. .5 M a) Masukkan larutan KI 0. Percobaan : Elektrolisis larutan CuSO4 0. d) Angkat paku dan amati apa yang terjadi.5 M a) Ambil 50 mL Na2SO4 0.5 M dan tambahkan 10 tetes indikator PP.

1 M Larutan dalam ruang Anode Perubahan sebelum dan selama elektrolisis . ungu pekat. yaitu Perubahan pada elektrode setelah elektrolisis Warnanya berubah .Selama : warnanya tetap. yaitu ungu pekat. Sifat larutan dibandingan dengan langkah 3 dan 4 Warnanya sama dengan HCl. . Percobaan : Elektrolisis larutan Na2SO4 0. Katode - 3. Tabel Hasil Pengamatan 1. . yaitu jernih.Selama : warnanya berubah menjadi putih. Perubahan setelah penambahan amilum Warnanya menjadi hitam pekat.Sebelum : warnanya tetap.F.Selama : warnanya berubah menjadi ungu agak kemerahan. yaitu jernih.Sebelum : warnanya teap. .Sebelum : warnanya tetap. . .Selama : warnanya berubah menjadi kuning pekat agak kecoklatan. Percobaan : Elektrolisis larutan CuSO4 0. Warnanya berubah menjadi jernih. Katode Warnanya menjadi agak lebih pekat dari semula. yaitu ungu. Percobaan : Elektrolisis larutan KI 0. yaitu ungu.5 M Larutan dalam ruang Anode Perubahan sebelum Perubahan setelah dan selama elektrolisis elektrolisis . .5 M Larutan dalam ruang Anode Perubahan sebelum Perubahan setelah dan selama elektrolisis penambahan PP . yaitu jernih. yaitu ungu. Warnanya sama dengan NaOH.Sebelum : warnanya tetap. 2.Sebelum : warnanya Warnanya menjadi tetap.

pada katoda terjadi reduksi Cu2+ yang menghasilkan endapan Cu dan pada anoda terjadi oksidasi H2O yang menghasilkan gas oksigen (O2). Sebagaimana reaksinya : Katode(-) : 2Cu2+ + 4e 2Cu . Pembahasan 1.Katode mengkilat. Sementara. Elektrolisis CuSO4 2OH . G.+ I2 Hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada elektrode besi dan tembaga. Hal ini menunjukkan reaksi menghasilkan larutan yang sifatnya basa (reduksi H2O pada katoda). Elektrolisis KI Hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada larutan. .+ H2 Reaksi keseluruhan : 2H2O + 2I 2. pada elektroda. Sebagaimana reaksinya : Katode(-) : Anode(+) : 2H2O + 2e 2I I2 + 2e 2OH . Sementara. katoda dan anoda memiliki banyak gelembung. . pada elektroda. Katoda ( – ) berwarna ungu dan anoda (+) berwarna kuning. yaitu mengkilat. Warnanya tetap mengkilat. yaitu mengkilat. Hal ini menunjukkan reaksi menghasilkan larutan yang sifatnya asam (oksidasi H2O) pada anoda.Selama : warnanya berubah menjadi menyepuh. katoda terdapat endapan dan anoda tidak terdapat endapan (banyak gelembung). menjadi menyepuh atau berwarna coklat. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda ataupun anoda. Hal tersebut menunjukkan. Katoda menghasilkan gas hydrogen (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas Iodin (Oksidasi 2I-).Selama : warnanya tetap.Sebelum : warnanya tetap. . Elektrode pada katoda (-) berwarna tetap yaitu mengkilat dan elektrode pada anoda (+) berubah menjadi coklat (menyepuh).

pada elektroda. Pada Katoda  Gelembung lebih banyak (gelembung H2)  Bersifat basa karena menghasilkan OH Mengalami reaksi reduksi 2. Sementara. Pada Anoda  Gelembung sedikit(gelembung O2)  Bersifat asam karena menghasilkan H+ Setelah percobaan tersebut secara garis besar kesimpulannya bahwa dari hasil praktek yang diperoleh pada katoda menghasilkan banyak gelembung yang berukuran besar.yaitu dari ungu menjadi jernih. Hal ini menunjukkan ada gas yang dihasilkan oleh katoda maupun anoda. baik katoda maupun anoda. Basa pada katoda (reduksi H2O) + asam pada anoda (oksidasi H2O). Sebagaimana reaksinya : Katode(-) : Anode(+) : 4H2O + 4e 2H2O 4OH .+ 2H2 4H+ + O2 + 4e Reaksi Keseluruhan : 2H2O 2H2 + O2 H.Anode(+) : 2H2O 4H+ + O2 + 4e Reaksi keseluruhan : 2Cu2++ 2H2O 2Cu + 4H+ + O2 3. Gelembung yang dihasilkan adalah Hidrogen dengan diikuti reaksi reduksi pada katoda dan . Katoda menghasilkan gas hydrogen(H2) (reduksi H2O) dan anoda menghasilkan gas oksigen (O2) (oksidasi H2O). Pada katoda (-). Kesimpulan 1. berwarna tetap ungu dan pada anoda(+) mengalami perubahan warna. Hal ini menunjukkan reaksi menghasilkan larutan yang sifatnya netral. Elektrolisis Na2SO4 Hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna pada larutan. kedua – duanya menghasilkan gelembung.

dan larutan NaCl.dapat digunakan untuk penyepuhan garpu. I. Contohnya : C.Pt. 8. Elektrolisis adalah sel elektrokimia yang melibatkan reaksi redoks tidak spontan dan memerlukan arus listrik dari luar. Contohnya : Cu. Reaksi elektrolisis dari larutan CuSO4 : 2OH .+ H2 Reaksi keseluruhan : 2H2O + 2I 6. Fe. Reaksi elektrolisis dari larutan Na2SO4 : Katode(-) : Anode(+) : 4H2O + 4e 2H2O 4OH . Zn 4. Peristiwa Penyepuhan yaitu pelapisan dengan logam menggunakan sel elektrolisis untuk memperindah penampilan dan mencegah korosi.+ 2H2 4H+ + O2 + 4e Reaksi keseluruhan : 2H2O 5. Reaksi elektrolisis dari larutan KI : Katode(-) : Anode(+) : 2H2O + 2e 2I I2 + 2e 2H2 + O2 2OH . atau proses kimia dimana energi listrik diubah menjadi reaksi kimia. AgNO3. 2. Elektrode Inert yaitu elektrode dalam sel elektrokimia yang tidak bereaksi dengan zat lain atau zat yang tidak reaktif. Contohnya : penyepuhan Besi oleh larutan CuSO4 dan Ag pada garpu. larutan Ag(CN)2. Jawaban Pertanyaan 1.+ I2 Katode(-) : Anode(+) : 2Cu2+ + 4e 2H2O 2Cu 4H+ + O2 + 4e Reaksi keseluruhan : 2Cu2++ 2H2O 2Cu + 4H+ + O2 7.pada anoda terjadi reaksi oksidasi yang mengakibatkan gelembung yang berukuran kecil dan gas yang dihasilkan adalah gas Oksigen. Elektrolisis larutan Na2SO4 dengan elektrode C Katode : {2H2O(l) + 2e- H2(g) + 2OH-(aq)} x 2 . Na2SO4 3. Elektrode Aktif yaitu elektrode dalam sel elektrokimia yang akan bereaksi dengan zat lain atau elektrodanya akan teroksidasi.

M. 2006. Elektrolisis larutan Na2SO4 2. J..C. Daftar Pustaka a. KIMIA SMA dan MA untuk Kelas XII. Johari.com .Anode Sel : : 2H2O(l) 6H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e2H2(g) + O2(g) + 4OH-(aq) + 4H+(aq) 2H2(g) + O2(g) + Jika disederhanakan menjadi : 2H2O(l) J.M.google. Jakarta : Gelora Aksara Pratama b. Lampiran 1. Rachmawati. www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful