P. 1
Apakah Anda Pernah Mendengar Istilah an Jauh

Apakah Anda Pernah Mendengar Istilah an Jauh

|Views: 30|Likes:
Published by Hadie Aria Jaya

More info:

Published by: Hadie Aria Jaya on Nov 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2011

pdf

text

original

PENGINDERAAN JAUH KELAUTAN

A. Pengertian Penginderaan Jauh Sekarang apakah yang dimaksud dengan Penginderaan Jauh? Penginderaan jauh dapat diserupakan dengan suatu proses membaca. Dengan menggunakan mata Anda bertindak sebagai alat pengindera (sensor) yang menerima cahaya yang dipantulkan dari halaman modul ini. Data yang diterima oleh mata Anda berupa energi sesuai dengan jumlah cahaya yang dipantulkan dari bagian terang pada halaman ini. Data tersebut dianalisis atau ditafsir di dalam pikiran Anda agar dapat menerangkan bahwa bagian yang gelap pada halaman ini merupakan sekumpulan hurufhuruf yang menyusun kata-kata. Lebih dari itu, kata-kata tersebut menyusun kalimatkalimat, dan Anda menafsir arti informasi yang terdapat pada kalimat-kalimat itu. Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda perhatikan beberapa definisi berikut ini.
1. Penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang

objek, daerah atau gejala, dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau gejala yang akan dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990).
2. Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menemutunjukkan

(mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian (Avery, 1985).
3.

Penginderaan jauh merupakan teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi. Informasi itu berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi (Lindgren, 1985).

Dari beberapa batasan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa : penginderaan jauh merupakan upaya memperoleh informasi tentang objek dengan menggunakan alat yang disebut “sensor” (alat peraba), tanpa kontak langsung dengan objek. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa penginderaan jauh kelautan merupakan upaya untuk memperoleh data dari jarak jauh dengan menggunakan peralatan tertentu. Data yang diperoleh itu kemudian dianalisis dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Data
1

Kab. Sebagai contoh grafimeter memperoleh data dari variasi daya tarik bumi (gravitasi). Sistem yang dibangun disesuaikan dengan perkembangan saat ini. berikut merupakan contoh hasil dari penginderaan jauh yang bermanfaat untuk mengetahui Kawasan Konservasi Laut Daerah Pemuteran. Gambar 1. yaitu dapat menerima dan mengolah data dari berbagai satelit yang diorbitkan dari bumi.1 Kawasan Konservasi Laut Daerah Pemuteran . dan menyajikan) data dari satelit agar dapat digunakan untuk membantu pembangunan. maka pemerintah telah memutuskan untuk membangun suatu sistem Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh yang pelaksanaannya dipercayakan kepada LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). Pada gambar 1. Buleleng . sonar pada sistem navigasi memperoleh data dari gelombang bunyi dan mata kita memperoleh data dari energi elektromagnetik. Berdasarkan hasil penelitian para ahli penginderaan jauh selama ini serta adanya kebutuhan bagi pembangunan nasional. Jadi penginderaan jauh merupakan pemantauan terhadap suatu objek dari jarak jauh dengan tidak melakukan kontak langsung dengan objek tersebut. gelombang bunyi atau energi elektromagnetik. Kab.1. Bali.(Tentang tiga hal ini akan diuraikan lebih lanjut pada bagian lain). Buleleng. mengoreksi. Bali Beberapa satelit yang diluncurkan dari bumi oleh beberapa negara maju antara lain: 2 . para ahli diharapkan mampu mengolah (menginterpretasi. Melalui pendidikan yang modern.yang diperoleh dari penginderaan jauh dapat berbentuk hasil dari variasi daya.

Citra dapat diartikan sebagai gambaran yang tampak dari suatu objek yang sedang diamati. SPOT milik Perancis 3. Singkatnya interpretasi citra merupakan suatu proses pengenalan objek yang berupa gambar (citra) untuk digunakan dalam disiplin ilmu tertentu seperti Geologi. Agar dapat dimanfaatkan maka citra tersebut harus diinterpretasikan atau diterjemahkan/ ditafsirkan terlebih dahulu. Identifikasi ialah mencirikan objek dengan menggunakan data rujukan. Geografi. Masukan Data Penginderaan Jauh Dalam penginderaan jauh didapat masukan data atau hasil observasi yang disebut citra. Menurut Simonett (1983): bahwa citra sebagai gambaran rekaman suatu objek (biasanya berupa suatu gambaran pada foto) yang didapat dengan cara optik. ERSI (Earth Resources Satellite) milik Badan Antariksa Eropa (ESA).1. akan tetapi istilah imagery dirasa lebih tepat penggunaannya (Susanto. 1975). Foto bunga yang berhasil kita buat itu merupakan citra bunga tersebut. yaitu: a. c. sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau. 3 . memotret bunga di taman. optik mekanik atau elektronik. LANDSAT milik Amerika Serikat 2. Analisis ialah mengumpulkan keterangan lebih lanjut secara terinci. 1986). elektro optik. Interpretasi citra merupakan kegiatan mengkaji foto udara dan atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut (Estes danSimonett. Geodesi dan disiplin ilmu lainnya. Di dalam bahasa Inggris terdapat dua istilah yang berarti citra dalam bahasa Indonesia. B. Sebagai contoh. b. Deteksi ialah pengenalan objek yang mempunyai karakteristik tertentu oleh sensor. Dalam menginterpretasikan citra dibagi menjadi beberapa tahapan. Banyak kegunaan hasil pemotretan bumi dari satelit merupakan perkembangan dari pengukuran permukaan bumi dengan alat ukur tanah yang dikembangkan dengan foto udara dan kemudian dengan satelit. yaitu “image” dan “imagery”. Ekologi.

Oleh karena sensor tidak ditempatkan pada objek.C. Semakin tinggi letak sensor maka daerah yang terdeteksi atau yang dapat diterima oleh sensor semakin luas. dan citra diharapkan selalu berkaitan. wahana. karena hal itu akan menentukan skala citra yang dihasilkan. Alat Penginderaan Jauh Untuk melakukan penginderaan jarak jauh diperlukan alat sensor. Gambar 1. satelit atau wahana lainnya (lihat gambar 1. pesawat terbang.2 Wahana Penginderaan Jauh Dengan menggunakan wahana seperti di atas itulah maka alat penginderaan jauh ditempatkan. Antara sensor. 4 . Jadi jangkauan penginderaannya semakin luas seperti digambarkan pada gambar 1. maka perlu adanya wahana atau alat sebagai tempat untuk meletakkan sensor. Wahana tersebut dapat berupa balon udara. alat pengolah data dan alat-alat lainnya sebagai pendukung.3.2).

Pesawat yang terbang rendah (> 15 km). mendeteksi. Sensor Fotografi Proses perekamannya berlangsung seperti pada kamera foto biasa. atau yang kita kenal yaitu melalui proses kimiawi.Gambar 1.000 km. film juga berfungsi sebagai perekam. gelombang bunyi dan daya elektromagnetik. II. dan merekam suatu objek dalam daerah jangkauan tertentu. yang hasil akhirnya berupa foto udara. baik melalui pesawat udara atau wahana lainnya. Pesawat yang terbang rendah (< 9 km). IKIP Malang). IV. 1977) Keterangan: I. III. Tapi jika perekamannya dilakukan dari antariksa maka hasil akhirnya disebut foto satelit atau foto orbital. Semakin kecil objek yang dapat direkam oleh sensor semakin baik sensor dan semakin baik resolusi spasial pada citra. 5 . Tenaga elektromagnetik yang diterima kemudian direkam pada emulsi film dan setelah diproses akan menghasilkan foto. Suryantoro MS. Tiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spectrum elektromagnetik.36. Satelit dengan orbit 200 . Kemampuan sensor untuk merekam gambar terkecil disebut resolusi spasial. Alat sensor dalam penginderaan jauh dapat menerima informasi dalam berbagai bentuk antara lain sinar atau cahaya. (Sumber: Drs. Ini berarti. Berdasarkan proses perekamannya sensor dapat dibedakan atas: 1. Pesawat yang terbang rendah (9 – 15 km). disamping sebagai tenaga.3 Konsep Multitingkat(berdasarkan Uraian National Academy of Sciences. Alat sensor digunakan untuk melacak. jika perekamannya dilakukan dari udara.

2. Caranya sederhana seperti proses pemotretan biasa. Proses perekamannya untuk menghasilkan citra dilakukan dengan memotret data visual dari layar atau dengan menggunakan film perekam khusus. Contoh: Salju dan batu kapur akan memantulkan sinar yang banyak (menyerap sinar sedikit) dan air akan memantulkan sinar sedikit (menyerap sinar banyak). Mikrofon : mengumpulkan/menangkap gelombang bunyi di udara. c. 6 . Distribusi gelombang bunyi. ada beberapa keuntungan menggunakan sensor fotografi. b. c. Sensor Elektronik Sensor elekronik berupa alat yang bekerja secara elektrik dengan pemrosesan menggunakan komputer. d. Distribusi tenaga elektromagnetik. b. Magnetometer : mengumpulkan data yang berupa variasi daya magnet. dan tenaga elektromagnetik. e. Distribusi daya (forse). Sonar : mengumpulkan data tentang distribusi gelombang dalam air. b. yang berupa alat-alat sebagai Berikut: a. Resolusi spasialnya baik. maka harus ada tenaga yang membawanya antara lain matahari. Hasil akhirnya berupa foto dengan film sebagai alat perekamannya dan tidak disebut foto udara tetapi citra. Hasil akhirnya berupa data visual atau data digital/numerik. Informasi tersebut merupakan hasil interaksi antara tenaga dan objek. Informasi tersebut berupa data tentang objek yang diindera dan dikenali dari hasil rekaman berdasarkan karakteristiknya dalam bentuk cahaya. Gravimeter : mengumpulkan data yang berupa variasi daya magnet. Agar informasi-informasi dalam berbagai bentuk tadi dapat diterima oleh sensor. Interaksi antara tenaga dan objek direkam oleh sensor. Kamera : mengumpulkan data variasi distribusi tenaga elektromagnetik yang berupa sinar. gelombang bunyi. c. yaitu: a. Informasi yang diterima oleh sensor dapat berupa: a.Menurut Lillesand dan Kiefer. Biayanya tidak terlalu mahal.

1). Contoh gambar spectrum elektromagnetik Tabel 1.1 7 . ada juga sumber tenaga lain.Seperti telah disebutkan bahwa salah satu tenaga yang dimanfaatkan dalam penginderaan jauh antara lain berasal dari matahari dalam bentuk tenaga elektromagnetik (lihat tabel 1. Di samping matahari sebagai sumber tenaga alamiah. yakni sumber tenaga buatan. Matahari merupakan sumber utama tenaga elektromagnetik ini.

3) Stasiun bumi sebagai pengendali dan penyimpan data. 5) Pengguna data. Rekaman data pada umumnya 8 . Secara diagramatik diperlihatkan pada gambar 1. Sistem Penginderaan Jauh Sistim penginderaan jauh mencakup beberapa komponen utama yaitu: 1) Sumber energi. vidicon atau multispectral camera.D. Sumber energi yang umum dipergunakan dalam sistim penginderaan jauh yang operasional saat ini adalah dari matahari yang dikenal sebagai “passive sensing” sebaliknya sistim “active sensing” dipakai dalam sistim “imaging radar”.4. 2) Sensor sebagai alat perekam data. 4) Fasilitas pemrosesan data. Sensor yang dapat digunakan untuk perekam data dapat berupa multispectral scanner.

Misalnya pada siang hari jumlah tenaga yang diterima lebih banyak dibandingkan dengan pagi. Waktu (jam atau musim) Faktor waktu berpengaruh terhadap banyak sedikitnya energi matahari untuk sampai ke bumi. Pengguna data pada umumnya adalah masyarakat umum dengan tidak ada pengecualian apakah militer. Gambar 1. Di stasiun bumi data mengalami pemrosesan awal (pre-processing) seperti proses kalibrasi radiometri.4. koreksi geometri sebelum dikemas dalam bentuk format baku yang siap untuk dipakai pengguna (users).disimpan sementara di dalam alat perekam yang ditempatkan di satelit kemudian dikirimkan secara telemetri ke stasiun penerima bumi sebagai data mentah (raw data). Pemesanan dapat dilakukan langsung kepada stasiun penerima (user services) atau melalui agen/distributor lain. sipil. Diagram Pengindraan Jauh pada umumnya Faktor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah tenaga matahari untuk sampai ke permukaan bumi adalah: 1. instansi pemerintah atau swasta. 3. Misalnya di daerah khatulistiwa jumlah tenaga yang diterima lebih banyak dari pada daerah lintang tinggi. Lokasi Lokasi ini erat kaitannya dengan posisinya terhadap lintang geografi dan posisinya terhadap permukaan laut. 2. Kondisi cuaca 9 .

Foto pankromatik yaitu foto yang dengan menggunakan spektrum tampak mata.2 mikrometer dan infra merah modifikasi (infra merah dekat) dengan sebagian spektrum tampak pada saluran merah dan saluran hijau. Citra dapat dibedakan atas citra foto (photographic image) atau foto udara dan citra non foto (non photographic image).4 . sedangkan data non citra berupa garis atau grafik. Data digital atau data numerik untuk dianalisis dengan menggunakan komputer.56 mikrometer). Foto ortokromatik yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0. Data visual dibedakan lebih jauh atas data citra dan data non citra untuk dianalisis dengan cara manual.0. Citra Foto a. Spektrum Elektromagnetik yang digunakan Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan. Misalnya saat cuaca berawan jumlah tenaga yang diterima lebih sedikit dari pada saat cuaca cerah.29 mikrometer. Data citra berupa gambaran mirip aslinya. 2. citra foto dapat dibedakan atas: 1. HASIL-HASIL PENGINDERAAN JAUH A. Foto ultra violet yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultra violet dekat dengan panjang gelombang 0. Jenis Citra Seperti telah diterangkan pada kegiatan belajar 1. 3.9 mikrometer hingga 1. Hasil proses rekaman data penginderaan jauh tersebut berupa: a. 10 . 4. Foto infra merah yang terdiri dari foto warna asli (true infrared photo) yang dibuat dengan menggunakan spektrum infra merah dekat sampai panjang gelombang 0. b.Kondisi cuaca mempengaruhi adanya hambatan di atmosfer. bahwa masukan dalam penginderaan jauh berupa bermacam-macam data.

2) Foto satelit/orbital. Contoh: foto pankromatik berwarna c.Contoh Photo Infra Merah b. 2) Foto berwarna asli (true colour).6). pada foto tampak berwarna merah. citra foto dapat dibedakan atas: 1) Foto berwarna semua (false colour). ada 2 (dua) jenis citra. Warna citra pada foto tidak sama dengan warna aslinya. dibuat dari satelit (lihat gambar 1. Wahana yang digunakan Berdasarkan wahana yang digunakan. Warna yang digunakan Berdasarkan warna yang digunakan. 11 .5). dibuat dari pesawat udara atau balon (lihat kembali gambar 1. Misalnya pohonpohon yang berwarna hijau dan banyak memantulkan spketrum infra merah. yakni: 1) Foto udara.

2) Citra radar dan citra gelombang mikro.6. b. Citra foto Satelit Citra Non Foto Citra non foto adalah gambaran yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera (lihat gambar 1. yang salurannya 12 . yaitu citra yang dibuat dengan spektrum infra merah thermal. Sensor yang digunakan Berdasarkan sensor yang digunakan. Contoh Foto Udara Gambar 1.5.). yakni citra yang dibuat dengan sensor tunggal.Gambar 1. citra non foto terdiri dari: 1) Citra tunggal. sedang citra gelombang mikro dihasilkan dengan sistim pasif yaitu dengan menggunakan sumber tenaga alamiah. yaitu citra yang dibuat dengan spectrum gelombang mikro. citra non foto dibedakan atas: 1) Citra infra merah thermal. Spektrum elektromagnetik yang digunakan Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan dalam penginderaan. Citra radar merupakan hasil penginderaan dengan sistim aktif yaitu dengan sumber tenaga buatan.6. Citra non foto dibedakan atas: a. Penginderaan pada spektrum ini mendasarkan atas beda suhu objek dan daya pancarnya pada citra tercermin dengan beda rona atau beda warnanya.

Citra dirgantara ini jarang digunakan.lebar.Contoh: Citra infra merah thermal. citra radar dan citra MSS. c. Citra satelit Venera (Rusia). Citra Soyuz (Rusia) dan Citra SPOT (Perancis). Peningkatan Manfaat Penginderaan Jauh Kelautan Beberapa alasan mengapa pemanfaatan penginderaan jauh mengalami peningkatan secara pesat antara lain: 1. objek yang terekam dalam foto udara memiliki kesan 3 dimensi. sensornya dapat menggunakan spektrum tampak maupun spektrum infra merah thermal. yakni: a) Citra satelit untuk penginderaan planet. yakni citra yang dibuat dengan sensor jamak. yaitu citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara (dirgantara). Citra ini dibedakan lagi atas penggunaannya. Contoh: Citra Landsat (AS). sensornya berupa kamera yang hasilnya tidak dalam bentuk foto karena detektornya bukan film dan prosesnya non fotografik. Dengan adanya teknologi. Citra Meteo (Rusia). dan dapat meliput wilayah yang luas. yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar. 13 . tetapi salurannya sempit. Contoh: Citra Seasat (AS). c) Citra satelit untuk penginderaan sumber daya bumi. Wahana yang digunakan Berdasarkan wahana yang digunakan. 2) Citra multispektral. b) Citra satelit untuk penginderaan cuaca. Citra MSS (Multi Spektral Scanner). relatif lengkap. Citra RBV (Return Beam Vidicon). yang terdiri dari: a. Contoh: NOAA (AS). b. 2. Citra ini dapat dibuat dari pesawat udara. Citra MOS (Jepang). citra non foto dibagi atas: 1) Citra Dirgantara (Airborne Image). 2) Citra Satelit (Satellite/Spaceborne Image). Contoh: Citra satelit Viking (AS). Melalui penggunaan citra akan diperoleh gambaran objek permukaan bumi khususnya kelautan dengan wujud dan posisi yang mirip dengan kenyataannya. d) Citra satelit untuk penginderaan laut.

dapat diketahui gejala atau kenampakan di permukaan laut seperti kawasan ekspoliritasi Sumberdaya yang ada di laut. Manfaat di Bidang Kelautan (Seasat. c) Pemetaan perubahan pantai. 6. tepat dan akurat. MOSS) a) Pengamatan sifat fisis air laut. Citra dapat dengan cepat menggambarkan objek yang sangat sulit dijangkau oleh pengamatan langsung (lapangan). Dapat menggambarkan keadaan laut yang sesungguhnya. Contohnya satu lembar foto udara meliputi luas 132 km2 direkam dalam waktu kurang 1 detik. yaitu melalui citra yang menggunakan sinar infra merah. Melalui citra. abrasi. dan lain-lain. b) Pengamatan pasang surut air laut dan gelombang laut.3. Melalui penginderaan jauh dapat diperoleh data atau informasi yang cepat. jenis batuan. 5. sedimentasi. fluktuasi air muka laut. dan lain-lain dengan cepat. suhu permukaan laut (SPL). Keuntungan Penggunaan Pengindraan Jauh Kelautan 14 . klorofil di laut. d) Data penginderaan jauh dalam bidang kelautan dapat digunakan untuk mengetahui penyebaran ikan. daerah pesisir dengan hutan mangrove. 4. dan untuk pembahasan kali ini adalah data penginderaan jauh Contoh Untuk Mengetahui Suhu Permukaan air laut.

Perekaman satu lembar foto udara meliput daerah seluas 132 km2 dilakukan dalam waktu kurang dari satu detik. dan gejala di permukaan bumi dengan wujud dan letak objek yang mirip dengan wujud dan letaknya di permukaan bumi. Dengan demikian. sedangkan perekaman citra LANDSAT yang meliputi daerah seluas 34. dan kehutanan. seperti geografi. Kalau cuacanya baik. hidrologi. Hal ini dapat dibuktikan pada pemetaan daerah rawa. hanya peta yang mampu menyajikan gambaran sinoptik walaupun berupa simbol. Citra satelit LANDSAT IV yang dibuat pada ketinggian 700 km dapat meliput daerah seluas 34. Penggunaan citra dapat menggambarkan daerah yang luas. Alat Untuk Mneginterpretasikan Citra (Foto Udara) Kita dapat menggunakan alat pengamat untuk menganalisis dan menginterpretasi citra atau foto udara.000 dan berukuran standar 23 x 23 cm. Dilihat dari sifatnya. meliput daerah yang luas.000 meliput daerah seluas 529 km2. tipe foto dapat meliput daerah seluas 132 km2. geologi. citra terutama foto udara merupakan modal ikonik karena wujud gambar nyamirip wujud objek sebenarnya. Citra menggambarkan objek. Satu lembar foto udara berskala 1 : 100.000 km2. Bagi foto udara berskala 1 : 50. pemekaran kota. Citra merupakan alat dan sumber pembuatan peta. b. Hal ini disebabkan oleh factorfaktor dibawah ini :. citra merupakan alat yang baik sekali untuk memantau perubahan yang cepat. Kalau peta merupakan model analog. Wujud dan letak objek yang tergambar pada citra mirip dengan wujud dan letaknya di permukaan bumi. dan pegunungan. atau perubahan kualitas lingkungan. dan bersifat permanen.Baik diukur dari jumlah bidang penggunaan maupun frekuensinya. daerah. misalnya 16 hari bagi citra LANDSAT IV dan dalam dua kali tiap harinya bagi citra NOAA. baik dari segi sumber data maupun sebagai kerangka letak. seperti pembukaan hutan. a. daerah tersebut dapat dipotret dengan citra secara cepat. penggunaan penginderaan jauh pada saat ini meningkat dengan pesat. relatif lengkap. hutan. Citra merupakan sumber data multimatik karena citra dapat digunakan untuk berbagai bidang. Citra satelit dibuat dengan periode ulang yang pendek. alat pengamat dibedakan menjadi stereoskopik dan nonstereoskopik. Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara langsung (terestrial). Alat pengamat stereoskopik dapat digunakan untuk mengamati objek tiga 15 . Di samping citra. c.000 km2 dilakukan dalam waktu 25 detik.

2004. Meurah R. lebar. Jakarta: Bumi Aksara. (diakses tanggal 24 maret 2010). “Hubungan Atmosfer dan Laut dalam Pengindraan Jauh” 2009.web. Geografi .”.com /read/xml/2009/04/29/03442483/laporan. Yulir. DAFTAR PUSTAKA Rahayu.kompas.memburuk). Yulmadia. (http://eksan. (diakses tanggal 5 desember 2010). Edisi 2. GPS adalah perangkat atau alat untuk menentukan posisi tempat di bumi (globe) melalui sinyal satelit.. Edisi 1. Apriyanti. dan tinggi objek). 2004.dimensi (panjang. (http://cetak.com/2009/12/23/interaksi-atmosferdan-laut-dalam-penginderaan-jauh/).pdf).wordpress.id/wpcontent/uploads/200 8/04/penginderaan-jauh.keuangan.komite-sman2bjb. Jakarta:UNIVERSITAS MUHAMADIYAH YOGYAKARTA. Cut. (http://apriyantirahayu. 16 . “Pengindraan Jauh.” 2008.pemda. “Modul Geografi. (diakses tanggal 5 desember 2010).

17 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->