Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan.

Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu 1. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad 2. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis 3. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. ejaan dan diksi yang dipakai dalam suatu artikel. Pertama saya akan menjelaskan apa itu ejaan dan diksi. A. EJAAN Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu: 1. Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad. 2. Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis. 3. Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. B. DIKSI Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. Di bawah ini terdapat artikel yang menurut saya memiliki ejaan dan diksi yang salah. (-) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 pelacur jalanan yang sering mangkal di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dijaring polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah penjaja cinta itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka mejeng di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang mejeng,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, pelacur tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semak-semakan tak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat esek-esek jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil pelacur yang bisa lolos

dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar pelacur itu ikut diringkus. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) NB: Kata-kata berwarna merah adalah kata-kata yang ejaan dan diksi yang salah. Jika diperbaiki maka kata-kata yang benar adalah kata-kata berwarna biru pada artikel di bawah ini: (+) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 wanita tuna susila jalanan yang sering menetap di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dirazia polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah wanita tuna susila itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka menampakkan diri di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang menampakkan diri,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, wanita tuna susila tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semaksemaktak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat abal-abal jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil wanita tuna susila yang bisa lolos dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar wanita tuna susilaitu ikut ditangkap. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) Kata-kata yang ejaan dan diksinya salah: pelacur = wanita tuna susila => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang kasar. mangkal = menetap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. dijaring = dirazia => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. mejeng = menampakkan diri => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. semak-semakan = semak-semak => Dalam kata perulangan ini tidak perlu menggunakan imbuhan -an pada akhirannya. esek-esek = abal-abal => Dalam kata perulangan ini menggunakan kata yang tidak baku. diringkus = ditangkap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. NB: Ada kata-kata yang sepenuhnya belum 100% benar.Selamat membaca. Terima Kasih.

Sintaksis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Dalam linguistik, sintaksis (dari Yunani Kuno: συν- syn-, "bersama", dan τάξις táxis, "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern." Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Katasintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika, seperti logika, bahasa formal buatan, dan bahasa pemrograman komputer.
PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2000KATA PENGANTAR CETAKAN KETIGA Buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Khusus Bahan Penyuluhan) cetakan I dan II telah habis dibagikan kepada para peserta kegiatan Pemasyarakatan Bahasa Indonesia di berbagai instansi di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini dicetak ulang dengan penerbitan kesalahan cetak yang terdapat pada cetakan sebelumnya. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bagi masyarakat luas. Jakarta, 1 Agustus 2000 Hasan Alwi Kepala Pusat BahasaKEPUTUSAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA No. 054a/U/1987 Tentang Penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Membaca :Surat Kepala Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 6 Desembar 1986 No. 5965/F8/U1.7/86. Menimbang : a. bahwa dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975 telah ditetapkan peresmian berlakunya “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dan “Pedoman Umum Pembentukan Istilah”; b.bahwa sesungguhnya bahasa itu senantiasa berubah dan berkembang sesuai dengan kehiduoan masyarakat; c. bahwa sesungguhnya dengan hal tersebut pada sub a dan b, dipndang perlu menetapkan penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‟. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia: a. Nomor 44 Tahun 1974; b. Nomor 52 Tahun 1975;c. Nomor 45/M Tahun 1983; d. Nomor 15 Tahun 1984 sebagaimana telah diubah/ditambah terakhir dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 1987;

e. Nomor 138/M Tahun 1985; 2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975. MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Menyempurnakan „Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan” sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No.0196/U/1975 menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Kedua : Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur lebih lanjut

dalam ketentuan tersendiri. Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Tanggal 9 September 1987 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Fuad HasanPRAKATA Sejak peraturan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin ditetapkan pada tahun 1901 berdasarkan rancangan Ch. A. van Ophuysen dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim, penyempurnaannya berkali-kali diusahakan. Pada tahun 1938, selama Kongres Bahasa Indonesia yang pertama kali di Solo, misalnya disarankan agar ejaan Indonesia lebih banyak diinternasionalkan. Pada tahun 1947 Soewandi, Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu, menetapkan dalam surat keputusannya tanggal 19 Maret 1947, No. 264/Bhg. A bahwa

perubahan ejaan bahasa Indonesia dengan maksud membuat ejaan yang berlaku menjadi lebih sederhana. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan Ejaan Republik. Beberapa usul yang diajukan oleh panitia menteri itu belum dapat diterima karena masih harus dirinjau lebih jauh lagi. Namun, sebagai langkah utama dalam usaha penyederhanaan dan penyelarasan ejaan dengan perkembagan bahasa, keputusan Soewandi pada masa pergolakan revolusi itu mendapat sambutan baik. Kongres Bahasa Indonesia Kedua, yang diprakarsai Menteri Moehammad Yamin, diselenggarakan di Medan pada tahun 1954. Masalah ejaan timbul lagi sebagai salah satu mata pertemuan itu. kongres itu mengambil keputusan supaya ada badan yang menyusun peratura ejaan yang praktis bagi bahasa Indonesia. Panitia yang dimaksud (Priyono-Katoppo, Ketua) yang dibentuk oleh Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 19 Juli 1956, No. 44876/S, berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957 setelah bekerja selama setahun. Tindak lanjut perjanjian persahabatan antara Republik Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1959, antara lain berupa usaha mempersamakan ejaan bahasa kedua Negara ini. Maka pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmuljana-Syed Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya megurungkan peresmiannya.Sesuai dengan laju pengembangan nasional, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan yang pada tahun 1968 menjadi Lembaga Bahasa Nasional, dan akhirnya pada tahun 1975 menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, menyusun program pembakuan bahasa Indonesia secara menyeluruh. Di dalam hubungan ini, panitia Ejaan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (A.M. Moeliono, ketua) yang disahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Sarino Mangunpranoto, sejak tahun 1966 dalam surat keputusannya tanggal 19

sebagai patokan pemakaian ejaan itu. 03/A. Mashuri. Karena penuntun itu perlu dilengkapi. No. Atas permintaan ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 12 Oktober 1972. Ketua dan Lukman Ali. Ketua Kelompok Teknis Bahasa) yang ditetapkan dengan surat keputusan Menteri pendidikan dan Kebudayaan tanggal 20 Mei 1972. No. Hussen Onn. rancangan peraturan ejaan tersebut dipakai sebagai bahan oleh tim Ahli Bahasa KOTI yang dibentuk oleh ketua Gabungan V KOTI dengan surat Keputusannya tanggal 21 Februari 1967. 156/P/1972 (AmranHalim.I/72. Dalam Komite Bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Ketua). Ketua) dalam pembicaraan mengenai ejaan dengan pihak Malaysia di Jakarta pada tahun 1966 dan di Kuala Lumpur pada tahun 1967. No. tahun 1972. Konsep itu ditanggapi dan dikaji leh kalangan luas di seluruh tanah air selama beberapa tahun. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebar buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. maka pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu juga diresmikanlah aturan ejaan yang baru itu berdasarkan keputusan Presiden No. dan Menteri Pelajaran Malaysia. 062/1967. dengan nama Ejaan yang Disempurnakan. No. Rujianti Mulyadi. menyusun buku Pedoman Umum ini yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang . Setelah rancangan itu akhirnya dilengkapi di dalam Seminar Bahasa Indonesia di Puncak pada tahu 1972. dan diperkenalkan secara luas oleh sebuah panitia antardepartemen (Ida Bagus Mantra.September 1967. 57. pada tahun 1972 rancangan tersebut disetujui untuk dijadikan bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara. menyusun konsep yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. 011/G-5/II/ 1967 (S.W.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (S.lebih luas. Penyusunan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ini telah dimungkinkan oleh tersedianya biaya Pelita II yang disalurkan melalui Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Rujiati Mulyadi. Kepada segenap instansi. Jakarta.W. dan perorangan yang telah memungkinkan tersusunnya Pedoman Umum ini disampaikan penghargaan dan terima kasih. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A B C D E F G H a b c d e f g h . Ketua). Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Pencetakan Pedoman Umum ini dilaksanakan oleh Proyek Penulisan dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan dan Profesi. kalangan masyarakat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Nama huruf disertakan di sebelahnya. PEMAKAIAN HURUF A. Agustus 1975 Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Pembinaan dan Pengembagan Bahasa DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANI.

I a be ce de e ef ge ha i J K L M N O P Q R Je ka el em en i j k l m n o p q r .

o.dan u. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. huruf contoh pemakaian dalam kata vokal di awal di tengah di akhir s t u v w x y z . i.o pe ki er S T U V W X Y Z es te u ve we eks ye zet B. e.

s. Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah. Pertandingan iru berakhir seri. v. d. f. Gabungan Huruf Konsonan . n. ** Khusus untuk nama dan keperluan ilmu. y. r. x. dan oi. g. w. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras).a api padi lusa e enak petak sore emas kena tipe i itu simpan murni o oleh kota radiou ulang bumi ibu * Dalam pengajaran lafal kata. j. dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. Kami menonoton film seri (séri). C. m. * Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah. q. dan z. h. E. k.D. l. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. c. t. p. Huruf diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. au.

F. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. som-bong. su-lit. termasuk gabungan huruf konsonan. ny. swas-ta. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. bang-sa. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. di antara dua buah huruf vokal. Misalnya: ba-pak. makh-luk d.Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. yaitu kh. Misalnya: . Misalnya: au-la bukan a-u-la sau-dara bukan sa-u-da-ra am-boi bukan am-bo-i b. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. Pemenggalan Kata 1.a. Misalnya: man-di. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. de-ngan. ca-plok Ap-ril. la-wan. ba-rang. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. ng. mu-ta-khir c. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan. ke-nyang. Jikan di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan. dan sy.

ge-li-gi 3. pas-ca-pa-nen Keterangan: Nama orang. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. b. mem-bantu.in-stru-men. bang-krut. badan hukum. ul-tra. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. fo-to-gra-fi Intro-speksi. Pasal E. in-fra. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING . bi-o-gra-fi Foto-grafi. Bab V. ben-trok ikh-las 2. pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. 1b. kecuali jika ada pertimbangan khusus. Akhiran -i tidak dipenggal. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. me-rasa-kan. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. si-nam-bung. Misalnya: Bio-grafi.Misalnya: makan-an. in-tro-spek-si Kilo-gram. pergi-lah Catatan: a. Imbuhan akhiran dan imbuhan aalan. dan nama dari yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.II. ki-lo-gram Pasca-panen.) c. 1c dan 1d di atas. Ayat 1. Pada kata yang berimbuhan sisipan. dapat dipenggal pada pergantian baris. Misalnya: te-lun-juk.

“Kapan kita pulang?” Bapak menasihatkan. Apa maksudnya?Kita harus beker keras. Imam Syafii. Yang Maha Pengasih. ke jalan yang Engkau beri rahmat. Kristen. Misalnya: Dia mengantuk. Haji Agus Salim.A. Nabi Ibrahim. keturunan. Misalnya: Allah. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya: Adik bertanya. Sultan Hasanuddin. 3. Weda. 2. Yang Mahakuasa. nama instansi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci. Alkitab. Misalnya: Mahaputra Yamin. Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya Bimbinglah hamba-Mu. atau . Nak!” “Kemarin engkau terlambat. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. “dia akan berangkat”. Quran. Islam.” katanya. ya Tuhan. Pekerjaan itu belum selesai. “Berhati-hatilah. 4. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertetu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.” kata ibu. “Besok pagi.

dan bahasa. Misalnya: Mesin diesel. bahasa Inggris . 5 ampere 7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik. nama instansi. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian. Misalnya: Amir Hamzah. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. 5.nama tempat. Halim Perdanakusumah. 6. Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara. Gubernur Irian Jaya. Misalnya:Bangsa Indonesia. Misalnya: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. Profesor Supomo. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. atau nama tempat. Wage Rudolf Supratman. suku bangsa. nama instansi. Perdana Menteri Nehru. Dewi Sartika. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. atau nama tempat. 10 volt. suku Sunda. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. Tahun ini dia pergi naik haji.

Tanjung Harapan. Kali Brantas. hari Natal. Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia. Banyuwangi. bulan Maulid. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. Ngarai Sianok. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. hari Lebaran. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipkai sebagai nama. 9. bulan Agustus. Cirebon. bulan. suku. dan peristiwa sejarah. Perang Candu. Lembah Baliem. Bukit Barisan. Misalnya: tahun Hijriah. Misalnya: Mengindonesiakan kata asing Keinggris-inggrisan 8.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Jalan Diponegoro. Terusan Suez. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. Misalnya: Asia Tenggara. Selat Lombok. Pegunungan Jayawijaya. Gunung Semeru. tarikh Masehi. Jazirah Arab. Danau Toba. Dataran Tinggi Dieng. hari Galungan. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadiunsur nama diri. Misalnya: .. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Teluk Benggala. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. hari raya. hari. hari Jumat.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. gula jawa. Misalnya: Republik Indonesia. menurut undang-undang yang berlaku. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Misalnya: garam inggris. menyeberabangi selat. surat kabar dan judul karangan. serta dokumen resmi. Nomor 57.berlayar ke teluk. Misalnya: Menjadi sebuah republik. Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. beberapa badan hukum. majalah. pisang ambon 10. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa. Undang-Undang Dasar Repulik Indonesia. pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Majelis Permusyawaratan Rakyat. kecuali . kerja sama antara pemerintah dan rakyat. badan. Tahun 1972. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. kacang bogor. Rancangan Undang-Undang Kepegawaian12. serta nama dokumen resmi. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. kecuali kata seperti dan. mandi di kali. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. Keputusan Presiden Republik Indonesia. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. 11. serta nama dokumen resmi.

Tuan Ny. yang. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.S.kata seperti di. Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”. sarjana hukum S. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar.Misalnya: “Kapan Bapak Berangkat?” tanya Harto. ke. saudara 14. professor Tn. doctor M. dan sapaan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. dan. Nyonya Sdr. sarjana ekonomi S. Misalnya: Dr. untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. ibu. kakak. adik. Adik bertanya. sarjana sastra Prof. “Itu apa.E. dari. . 13.H.A. pangkat. saudara. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. master of arts S.

Misalnya:majalah Bahasa dan Sastra. atau kelompok kata. buku Negarakertagama karangan Prapanca. Misalnya: Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. Besok Paman akan datang. bagian kata. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf.“Silakan duduk. majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. kata. B. . 2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Dik!” kata Ucok. Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kkerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. 15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. Huruf Miring 1. tetapi ditipu. Dia buka menipu. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. surat kabar Suara Rakyat.

awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. dikelola. Imbuhan (awalan. Misalnya: bergetar. Kantor pajak penuh sesak. sebar luaskan. kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.) Misalnya: bertepuk tangan. Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi „pandangan dunia‟ Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. 3. Misalnya:Ibu percaya bahwa engkau tahu. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.III. PENULISAN KATA A. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing. 2. B. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostama. Ayat 5. sisipan. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. penetapan. menganak sungai. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. garis bawahi. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Pasal E. 3. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. Kata Turunan 1. Bab V. menengok. Buku itu sangat tebal. . mempermainkan.

dasawarsa. Marilah kita beersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. swadaya. penghancurleburan 4. caturtunggal. Misalnya: adipati. semiprofessional.unsure gabungan kata itu ditulus serangkai. mancanegara. nonkolaborasi. panteisme. kolonialisme. saptakrida. Ayat 5. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. narapidana. dwiwarna. gabungan kata itu ditulis serangkai. dekameter. audiogram. prasangka. Misalnya: non-Indonesia. . mahasiswa. introspeksi. purnawirawan. subseksi. inkonvensional. telepon.ekawarna. bikarbonat. ultramodern catatan: 1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital. menyebarluaskan. tritunggal. paripurna. pan-Afrikanisme 2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti kata esa dan kata yang bukan kata dasar. elektroteknik.) Misalnya: menggarisbawahi. poligami. gabungan itu ditulis terpisah. anumerta. reinkarnasi. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. ekstrakurikuler. multilateral. Pasal E. transmigrasi. aerodinamika. Misalnya: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. antarkota. Pancasila. demoralisasi. infrastruktur. awahama. pramuniaga. Bab V. biokimia. di antara kedua unsur itu harus dituliskan tanda hubung (-). kosponsor. dilipatgandakan.

biri-biri. bagaimana. manakala. halalbihalal. barangkali. kuda-kuda. Misalnya: Adakalanya. dibesar-besarkan. mata-mata. terus-menerus. kacamata. 3. Misalnya: anak-anak. Misalnya: duta besar. ramah-tamah. Gabungan kata yang lazim disebuta kata majemuk. sayur-mayur. beasiswa. dukacita. mata pelajaran. berjalan-jalan. termasuk istilah khusus. belasungkawa. unsurunsurnya ditulis terpisah. lauk-pauk. watt-jam. mondar-mandir. meja tulis. Misalnya: Alat pandang-dengar. laba-laba. kilometer. kereta api cepat luar biasa. sia-sia. orang tua. Gabungan kata. ibu-bapak kami. gerak-gerik hura-hura. mesin-hitung tangan. orang-tua muda. menulis-nulis. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. darmawisata. padahal. darmabakti.C. bumiputra. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. kura-kura. model linier. kambing hitam. kupukupu. hulubalang. mangkubumi. anak-istri saya. astaghfirullah. kasatmata. 2. bilamana. hati-hati. tukar-menukar. Gabungan Kata 1. akhirulkalam. persegi panjang. matahari. karatabaasa. manasuka. bismillah. buku sejarah-baru. bumiputrabumiputra D. rumah sakit umum. buku-buku. kepada. Kata Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. undang-undang. centang-perenang. . porak-poranda. olahraga. Alhamdulillah.hulubalang-hulubalang. tunggang-langgang. simpang empat. termasuk istilah khusus. daripada.

Misalnya: Apa yang kumiliki boleh kaumabil. puspawarna. Pasal D.) Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari. titimangsa. F. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. sebagaimana. Di mana Siti sekarang? Mereka ada di rumah. dan dari Kata depan di. -mu. dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. saripati. bukumu. wasalam E. sukacita. Kata Depan di. Bukuku. Ayat 3. syahbandar. sekalipun. silaturrahmin. ke. kau-. Saya pergi ke sana-sini mencarinya. sukarela. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Kata Ganti -ku-.Catatan: . (Lihat juga Bab III. segitiga.paramasastra. ke. sediakala. dan -nyaKata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Bermalam sajalah di sini. mu. Mari kita berangkat ke pasar. saputangan. sukaria. Ia ikut terjun di tengah kancah perjuangan. Ke mana saja ia selama ini? Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. Ia datang dari Surabaya kemarin. saptamarga. -ku-. peribahasa. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. radioaktif.

Ia masuk. -kah. Kata Si dan Sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Kemarikan buku itu. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik. Kami percaya sepenuhnya kepadanya. ia tetap kurus. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. G.Apakah yang tersirat dalam dalam surat itu? Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. . Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. H. lalu keluar lagi. Partikel 1. Semua orang terkemuka di desa hadir dalam kenduri itu. Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim.Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini dtulis serangkai. Bawa kemari gambar itu. Partikel -lah. Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Misalnya: Apa pun yang dimakannya. Si Amin lebih tua daripada si Ahmad.

maupun. meskipun. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. kendatipun. a. sungguhpun. biarpun. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. misalnya adapun. ia selalu gembira. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu. 3. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. sapaan.000. Harga kain itu Rp 2. jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Jika ayah pergi. andaipun. sekalipun. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu.00 per helai. kalaupun. Singkatan nama orang.Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. walaupun ditulis serangkai. Misalnya: . dan „tiap‟ ditulis terpisah dari bagian kalimatyang mendahului atau mengikutinya. nama gelar. bagaimanapun. „demi‟. Partikel per yang berarti „mulai‟. adik pun ingin pergi. Baik mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemonstrasi. Sekalipun belum memuaskan. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. Singkatan dan Akronim 1. Walaupun miskin. I. Jangankan dua kali. ataupun.

A.S Kramawijaya Muh. Yamin Suman Hs. Sukanto S.A. M.B.A master of business administration M.Sc. master of science S.E. sarjana ekonomi S.Kar. sarjana karawitan S.K.M sarjana kesehatan masyarakat Bpk. BapakSdr. saudara Kol. kolonel b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumentasi resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara SMTP sekolah menengah tingkat pertama PT perseroan terbatas KTP kartu tanda penduduk c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: dll. dan lain-lain

dsb. dan sebagainya dst. dan seterusnya hlm. halaman sda. sama dengan atas Yth. (Sdr. Moh. Hasan) Yang terhormat (Sdr. Moh. Hasan) Tetapi: a.n. atas namad.a. dengan alamat u.b. untuk beliau u.p. untuk perhatian d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Cu cuprum TNT trinitrotulen cm sentimeter kVA kilovolt-ampere l liter kg kilogram Rp (5.000,00) (lima ribu) rupiah 2. Akronim kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis selurhnya dengan huruf capital. Misalnya:

ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia IKIP Institut Keguruan dan Ilmu PendidikanSIM surat izin mengemudi b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kaptal. Misalnya: Akabri Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: pemilu pemilihan umum radar radio detecting and ranging rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran catatan: jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan

keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesiayang lazim. J. Angka dan Lambang 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5.000), M (1.000.000) Pemakaiannya diatur leih lanjut dalam pasal-pasal yang berikut ini. 2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjagng, berat, luas, dan isi, (ii) satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Misalnya: 0,5 sentimeter 1 jam 20 menit 5 kilogram pukul 15.00 4 meter persegi tahun 1928 10 liter 17 Agustus 1945 Rp5.000,00 50 dolar Amerika US$3.50* 10 paun Inggris $5.10* 100 yen Y100 10 persen 2.000 rupiah 27 orang * Tanda titik di sini merupakan tanda decimal.3. Angka lazim dipakai untuk melambangka nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya:

Jalan Tanah Abang I No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169 4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya: Bab X, Pasal 5, halaman 252 Surah Yasin: 9 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a. Bilangan utuh Misalnya: Dua belas 12 Dua puluh dua 22 Dua ratus dua puluh dua 222 b. Bilangan pecahan Misalnya: Setengah ½ Tiga perempat ¾ Seperenam belas 1/16 Tiga dua pertiga 3 2/3Seperseratus 1/100 Satu persen 1 % Satu permil 1‰ Satu dua persepuluh 1,2 6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya: Paku Buwono X; pada awal abad XX; dalamkehidupan abad ke-20 ini; lihan Bab

II; Pasal 5; dalam bab ke-2 buku itu; di daerah tingkat II itu; di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu; kantor di tingkat II itu. 7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara yang berikut. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.) Misalnya: tahun ‟50-an atau tahun lima puluhan uang 5000-an atau uang lima ribuan lima uang 1.000-an atau lima uang seribuan 8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Misalnya: Amir menonton drama itu sampai tiga kali. Ayah memesan tiga ratus ekor ayam. Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang memberikan suara blangko.Kendaraan yang ditempah untuk pengangkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 helicak, 100 bemo. 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu Bukan:

75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujh puluh lima perseratus rupiah). Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. Penduduk Indonesia brjumlah lebi dari 200 juta orang. seperti Sansekerta.Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah. PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks. kecuali did lam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Arab. bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain. 10. Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. 11.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah. Angka yang menunjukkan bilangan utuh secara besar dapat dieja Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah.15 orang tews dalam kecelakaan itu. 12. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Misalnya: Saya lamirkan tanda terima uang sebesar Rp999. penulisannya harus tepat. atau . Misalnya: Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Bukan: Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pgawai. Belanda. Bukan: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. Portugis. IV.

seperti reshuffle. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalambahasa Indonesia.Inggris. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Unsur-unsur yang dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsure serapan itu sebagai berikut. Kedua. Pertama. aa (Belanda) menjadi a paal pal baal bal actaaf oktaf ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerob aerob aerodimanics aerodonamika ae. Berdasarkan taraf integrasinya. shuttle cock. unsure pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trailer trailer caisson kaison au tetap au audiogram audiogram autrotoph autrotoftautomer tautomer . l‟axplanation de l‟homme. jika bervariasi dengan e.

i. u. o dan konsonan mejadi k calomel kalomel construction konstruksi cubic kubik coup kup classification klasifikasi crystal kristal c di muka e. dan y menjadi s central sentral cent sen cybernetics sibernetika circulation sirkulasi cylinder silinder ceolom selom cc di muka o. u dan konsonan menjadi k accomodation akomodasi acculturation akulturasi acclimatization aklimatisasiaccumulation akumulasi acclamation aklamasi cc di muka e dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori . oe.hydraulic hidraulik caustic kaustik c di muka a.

o dan konsonan menjadi k saccharin sakarin charisma karisma cholera kolera chromosome kromosom technique teknik ch yang lafalnya s atau sy menjadi s echelon eselon machine mesin ch yang lafalnya c menjadi c check cek \ China Cina ç (Sanskerta) menjadi s çabda sabda çastra sastrae tetap e effect efek description deskripsi synthesis sintesis ea tetap ea idealist idealis habeas baheas ee (Belanda) menjadi e stratosfeer stratosfer .vaccine vaksin cch dan ch di muka a.

systeem sistem ei tetap ei eicosane eikosan eidetic eidetik einsteinium einsteinium eo tetap eo stereo stereo geometry geometri zeolite zeolit eu tetap eu neutron neutron eugenol eugenoleuropium europium f tetap f fanatic fanatik factor factor fossil fosil gh menjadi g sorghum sorgum gue menjadi ge igue ige gigue gige i pada awal suku kata di muka vokal tetap i iambus iambus ion ion .

iota iota ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i politiek politik riem rim ie tetap ie jika lafalnya bukan i variety varietas patient pasien afficient efisienkh (Arab) tetap kh khusus khusus akhir akhir ng tetap ng contingent kontingen congres kongres linguistics linguistik oe (oi Yunani) menjadi e oestrogen estrogen oenology enology foetus fetus oo (Belanda) menjadi o komfoor kompor provoost provos oo (Inggris) menjadi u cartoon kartun proof pruf .

pool pul oo (vokal ganda) tetap oo zoology zoology coordination koordinasiou menjadi u jika lafalnya u gouverneur gubernur coupon kupon contour kontur ph menjadi f phase fase physiology fisiologi spectograph spektograf ps tetap ps pseudo pseudo psychiatry psikiatri psychic psikis psychosomatic psikosomatik pt tetap pt pterosaur pterosaur pteridology pteridologi ptyalin ptyalin q menjadi k aquarium akuarium frequency frekuensi equator ekatorrh menjadi r .

i. u.rhapsody rapsodi rhombus rombus rhythm ritme rhetoric retorika sc di muka a. o. dan konsonan menjadi sk scandium skandium scoptopia skoptopia scutella skutela sclerosis sklerosis scriptie skripsi sc di muka e. dan y menjadi s scenography senografi scintillation sintilasi scyphistoma sifistoma sch di muka vokal menjadi sk schema skema schizophrenia skizofrenia scholasticism skolastisisme t di muka i menjadi s jika lafalnya s ratio rasioactie aksi patient pasien th menjadi t theocracy teokrasi orthography ortografi .

thiopental tiopental thrombosis trombosis methode (Belanda) metode u tetap u unit unit nucleolus nucleolus structure struktur institute institute ua tetap ua dualism dualism aquarium akuarium ue tetap ue suede sued duet duet ui tetap ui equinox ekuinoksconduite konduite uo tetap uo fluorescein fluoresein quorum kuorum quota kuota uu menjadi u prematuur prematur vacuum vakum v tetap v .

dan konsonan menjadi ksk excavation ekskavasi excommunication ekskomunikasi excursive ekskursif exclusive eksklusif y tetap y jika lafalnya y yakitori yakitori yangonin yangonin yen yen yuan yuan y manjadi y jika lafalnya i yttrium itrium dynamo dinamo . u. o.vitamin vitamin television televisi cavalery kavaleri x pada awal kata tetap x xanthate xantat xenon xenon xylophone xilofon xc di muka e dan i menjadi ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasixc di muka a.

Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. hadir 2. Sekalipun dalam ejaan yang dismpurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. iklan.propyl propil psyschology psikologi z tetap z zenith zenith zirconium zirkonium zodiac zodiak zygote zigot konsonan ganda menjadi tunggal. kecuali kalau dapat membingungkan. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. sirsak. erlu. Misalnya: gabbro gabro commission komisi accu aki ferrum ferum effect efek salfeggio salfegio Tetapi: mass massa Catatan: 1. Misalnya: Kabar. Unsur pungutan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. Di samping pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas. berikut ini didaftarkan juga akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia. bengkel. . unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang terurai di atas.

structureel structural formal. anarchie anarki oligarchy. efektif. formeel formal normal. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -asepercentage persentase etalage etalase -al. dan implementasi diserap secara utuh di samping kata standar. actie aksi publication. -as action. Kata seperti standarisasi. oligarchie oligarki -ary. -air (Belanda) menjadi -er complementary.Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. efek. normaal normal -ant menjadi -an accountant akuntan informant informan -archy. komplementer complementair primary. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. -eel (Belanda). secondair sekunder -(a)tion. dan implemen. -aal (Belanda) menjadi -al structural. -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. publicatie publikasi . primair primer secondary.

-ics. physica fisika dialectics. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. elektronisch elektronik mechanic. isme (Belanda) menjadi -isme modernism. -ica (Belanda) menjadi -ik. mechanisch mekanik ballistic. percentiel persenril mobile. ique.-eel (Belanda) menjadi -elideëel ideel materieel materiel moreel morel -ein tetap -ein casein kasein protein protein -ic. dialektica dialektika technique. logica logika phonetics. modernisme modernisme . logisch logis -ile. mobiel mobil -ism. practisch praktis logical. techniek teknik -ic. ballistisch balistik -ical. -ika logic. phonetiek fonetik physics. economisch ekonomis practical. -iek. -iel menjadi -ilpercentile. isch (Belanda) menjadi -is economical.

hominoide hominoid anthropoid. -eur (Belanda) menjadi -ur. descriptief deskriptif demonstrative. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive. directuer direktur . demonstratief demonstratif -logue menjadi -log catalogue catalog dialogue dialog -logy. analogie analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog epiloog epilog-oid. anthropoide anthropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir trotoar repertoire repertoar -or. physiologie fisiologi analogy. -logie (Belanda) menjadi -logi technology.communism. -ir director. technologie teknologi physiology. communisme komunisme -ist menjadi -is publicist publisis egoist egois -ive. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid.

2. Dia menanyakan siapa yang akan datang. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. struktuur struktur premature. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa . kwaliteit kualitas -ure. Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini. prematuur prematurV. PEMAKAIAN TANDA BACA A. universiteit universitas quality. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. ikhtisar. Marilah kita mengheningkan cipta. Hari ini tanggal 6 April 1973.) 1. -teit (Belanda) menjadi -tas university. Departemen Dalam Negeri A.inspector.Biarlah mereka duduk di sana. atau daftar. Misalnya: a. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan. Tanda Titik (. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. III. inspectuer inspektur amateur amatir formateur formatur -or tetap -or dictator diktator corrector korektor -ty.

30 jam (20 menit. dan tempat terbit. 20 detik) 0. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.3 Grafik 3. Misalnya: 1. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Azab dan Sengsara.30 jam (30 detik) 5. 1920. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Misalnya: Pukul 1. menit.2 Ilustrasi 1.2. 35 menit.2 Tabel 1. 1. … b. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis.35. Misalnya: Siregar. 30 detik) 0. Misalnya: . dan detik yang menunjukkan jangka waktu. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Patokan Umum 1.20. dan detik yang menunjukkan waktu. Direktorat Jenderal Agraria 1.2.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)4. Merari. menit. Weltevreden: Balai Poestaka.2.1 Isi Karangan 1.0.B. 6a.20 jam (1 jam.1 Gambar Tangan 1.

Sdr. 6b.231 jiwa.Misalnya: Acara kunjungan Adam Malik Bentuk dan Kedaulatan (Bab 1 UUD ‟45) Salah Asuhan 8. Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1. Lihat halaman 2345 seterusnya. Misalnya: Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) 1 April 1985 (tanpa titik) Yth. tabel. Misalnya: Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung. 7. Hasan (tanpa titik) Jalan Arif 43 (tanpa titik) Palembang (tanpa titik) Atau: Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik) . Moh. dan sebagainya. Nomor gironya 5645678. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal suat atau (2) nama dan alamat surat.Desa itu berpenduduk 24.200 orang.

Tanda Koma (. Misalnya: Kalau hari hujan. dua.) 1. Misalnya: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. pena. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Dia tahu bahwa soal itu penting.Misalnya: Saya membeli kertas. Didi bukan anak saya. dan tinta. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi.Jalan Cikini 71 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) B. surat kilat. Dia lupa akan janjinya karena sibuk. maupun surat khusus memerlukan prangko. 3. atau melainkan. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Surat biasa. melainkan anak Pak Kasim. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului indukn kalimatnya. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang . Satu. saya tida datang. tetapi hari hujan. ia lupa akan janjinya. … tiga! 2. Karena sibuk. 3a. 3b. Misalnya: Saya ingin datang.

” 6. lagi pula.” “Saya gembira sekali. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. Misalnya: Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran. aduh. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. …. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.” kata ibu. nanti jatuh. Jakarta. meskipun begitu.Misalnya: . Jalan raya Salemba 6. “karena kamu lulus. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat. Pasal L dan M. Universitas Indonesia. bukan main! Hati-hati. akan tetapi. kita harus berhati-hati. Misalnya: O. (ii) bagian-bagian alamat. ya. Jadi. Bab V. begitu? Wah. wah. kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Oleh karena itu. Bogor. Jalan Pisang Batu 1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. jadi. Malaysia.terdapat pada awal kalimat. Abdullah. 7.Misalnya: …. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o. 5.) Misalnya: Kata ibu “Saya gembira sekali. ya. Sdr. (Lihat juga pemakaian tanda petik. (iii) tempat dan tanggal. 4. soalnya tidak semudah itu. Kuala Lumpur.

atau marga. 9. (Lihat juga pemakaian tanda pisah. 8. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.A. 4. Khadijah.E. hlm. 10. Sutan Takdir. Pak Ahmad.5 m Rp12. pandai sekali.50 11. misalnya. 1949. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. masih banyak orang aki-laki yang makan sirih. 1967). Poerwadarminta.Semua siswa.Alisjahbana. Di daerah kami. Jilid 1 dan 2.J. Djakarta: Pustaka Rakjat. Pasal F.) Misalnya: Guru saya. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya utnuk membedakannya dari singkatan nama diri. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. M.S. Ny. Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma: . Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. S. Misalnya: W. Misalnya: B. keluarga. Misalnya: 12. baik yang laki-laki maupun perempuan. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Ratulangi. mengikuti latihan paduan suara. Bab V.

C. 12. Karyadi mengucapkan terima kasih. pekerjaan belum selesai juga 2. Atas bantuan Agus. Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus. “Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. Misalnya: Dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa. Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam upaya pembinaan dan pengembanagan bahasa. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru. Tanda Titik Koma (. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.) 1.Tanda koma dapat dipakai―untuk menghindari salah baca―di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Misalnya: “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. kita memerlukan sikap yang sungguh-sungguh. 13. Misalnya: . Misalnya: Malam akan larut. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenisdan setara.Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia.

Misalnya: a. Hartawan b.30 4. Tanda titk dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengkahiri pernyataan. ibu sibuk bekerja di dapur. dan lemari. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku . dan lemari. 3. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. meja. Hari : Senin Waktu : 09.Ayah mengurus tanamannya di kebun itu. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : S. Tempat Sidang : Ruang 104 Pengantar Acara : Bambang S. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. Tanda Dua Titik (:) 1a. meja. Misalnya: Kita memerlukan kursi. D. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Adik menghafal nama-nama pahlawan nasional. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan EkonomiPerusahaan. 1b. Handayani Bendahara : B.

serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Pedidikan Seumur Hidup: sebuah Studi. E. Mir!” Amir : “Baik. Letakkan baik-baik!” (duduk di kursi besar) 5. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. 1971: 7 Surah Yasin: 9Karangan Ali Hakim. (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci. AtauBeberapa pendapat mengenai masalah . Misalnya: Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini. mereka tetap tidak mau beranjak …. Misalnya: Di samping cara-cara lama itu juga cara yang baru suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris.dalam percakapan. Sutomo.” (mengangkat kopor dan masuk) Ibu : “Jangan lupa. Tanda Hubung (-) 1. I (34). Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman. 1968. Tjukuplah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita? Djakarta: Eresco. sudah terbit. Bu. Walaupun sakit. Misalnya: Tempo. Tjokronegoro. (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan . Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan ….

Walaupun sakit. Akhiran i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa. Bukan: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disamapaikan …. Misalnya: Anak-anak. dan tidak dipakai pada teks karangan. 3. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. 2. kemerah-merahan Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. berulang-ulang. Walaupun sakit. mereka tetap tidak mau beranjak …. mereka tetap tidak mau beranjak …. Misalnya: p-a-n-i-t-i-a 8-4-1973 . 4. Tanda hubung meyambung unsur-unsur kata ulang.Itu telah disampaikan …. Senjata merupakan alat pertahan-an yang canggih. Misalnya: Kini ada acara baru untuk mengukur panas.

tahun 50-an.000). Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsure bahasa Indonesia dengan unsure bahasa asing. 2. Misalnya: di-smash. hadiah ke-2. (iii) angka dengan -an.Misalnya: se-Indonesia.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. dua puluh lima-ribuan (20 x 5. dan (ii) penghilangan baian kelompok kata. dan (v) nama jabatan rangkap. pen-tackle-an F. (ii) ke. Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se. Tanda Pisah (―) 1.000). se-Jawa Barat.dengan angka. tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6.5. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. tanggung jawab-dan kesetiakawanan-sosial Bandingkan dengan: Be-revolusi. hari-H. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan oposisi atau keterangan yang lain sehingga . Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan. Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu―saya yakin akan tercapai―diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Misalnya: ber-evolusi. (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata. dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25. 7. Menteri Sekretaris Negara. sinar-X. mem-PHK-kan.

Tanda Elipsis (…) 1. . 3. Misalnya: 1910―1945Tanggal 5―10 April 1970 Jakarta―Bandung Catatan: Dalam pengetikan. marilah kita bergerak. Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat. tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. 2. dan kini juga pembelahan atom―telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Misalnya: Kalau begitu … ya.kalimat menjadi lebih jelas. teori kenisbian. perlu dipakai empat buah titik. tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan atu untuk menandai akhir kalimat. Tanda pisah dipakai di antara dua dilangan atau tanggal dengan arti „sampai dengan‟ atau „sampai ke‟. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam satu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. G. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Misalnya: Rangkaian temuan ini―evolusi.

ataupun rasa emosi yang kuat. Merdeka! J. Tanda Tanya (?) 1. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Uangnya sebanyak 10 jta rupiah (?) hilang. tanda baca harus digunakan dengan hati-hati…. bukan? 2. Misalnya: Kapan ia berangkat? Saudara tahu. I.H. ketidakpercayaan. Tanda taya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat membuktikan kebenarannya. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok . Tanda Kurung ((…))1. Misalnya: Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Misalnya: Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?). Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya: Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya. 2. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.Misalnya: Dalam tulisan.

Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya. 4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. dan (c) modal. Tanda Kurung Siku ([…]) 1. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. K.pembicaraan. Tanda kurung siku mengapit huruf. Tanda kurung siku menapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri. 3. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. (b) tenaga kerja. Misalnya: Factor produksi menyangkut masalah (a) alam. kata. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat . atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a). 2. Tanda itu menyatakanbahwa kesalahan atau ekurangan itu memang terdapat di naskah asli.

halaman 35-38] perlu dibentangkan. Misalnya: “Saya belum siap. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” dimuat dalam majalah Tempo. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Tanda Petik (“…”) 1. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan daan nskah atau bahan tertulis lain. Tanda petik mengapit judul syair. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.” 2. Misalnya: .” 5. Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Misalnya: Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat. karangan. 3.Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja. Misalnya: Kata Tono. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengahkiri petikan langsung. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. “Saya juga minta satu. L. 4. Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu.” kata Mira.

(Lihat pemakaian tanda kurung. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” “Waktu kubuka pintu depan. Catatan: Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. Tanda Petik Tunggal („…‟) 1. Tanda Garis Miring (/) 1. Bapak pulang‟. M. terjemahan. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.) Misalnya: feed-back „balikan‟ N. ia sendiri tidak tahu sebabnya. danrasa letihku lenyap seketika. Pasal J. Misalnya: Tanya Basri. Bab V. atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Misalnya: . Tanda petik tunggal mengapit makna. Budi mendapat julukan “si Hitam”. tiap. Tanda gris miring dipakai sebagai pengganti kata atau. Misalnya: No. Bang Komar sering disebut “pahlawan”.” ujar Pak Hamdan. „Ibu. kudengar teriak anakku. Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomormpada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. 7/PK/1973 Jalan Kramat III/10 tahun anggaran 1985/1986 2.Karena warna kulitnya. 2.

dikirimkan lewat „dikirim lewt darat atau darat/laut lewat laut‟ harganya Rp25.00/lembar „harganya Rp25. („kan = akan) Malam „lah tiba. („lah = telah) 1 Januari ‟88. (‟88 = 1988) .00 tiap lembar‟ O. Misalnya:Ali „kan kusurati. Tanda Penyingkat atau Apostrof Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.

kh. Ada fonem yang masih dilambangkan dengan dua tanda (diagraf ). . Dalam sistem kita yang modern ini masih dapat ditemukan sistem logograf ini. 5. dan sy. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. 4. Sudah diusahakan bermacam-macam tanda untuk tujuan itu tetapi belum juga memberi kepuasan.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. perhentian akhir. yaitu suatu sistem dimana suatu kata dilambangkan oleh suatu tanda. Segala macam tanda baca seperti yang disebut di atas disebut tanda baca atau pungtuasi. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka . 264/Bag. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. C. Cara ini biassa disebut piktograf. 3. tekanan. dan hanya meliputi beberapa ribu tahun saja. pada tahun 1901. B.. Baca selanjutnya. misalnya dalam huruf-huruf Tiongkok.. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. Sumber-sumber yang tertulis baru saja diketahui. misalnya ng. Pada tahun 1900. Walaupun begitu literasi (penulisan) bahasa itu belum memuaskan karena kesatuan intonasi yang bulat yang menghidupkan suatu arus-ujaran itu hingga kini belum dapat diatasi. namun masih terdapat kepincangan-kepincangan. walaupun kesempurnaan yang dimaksud itu tentulah dalam batas-batas ukuran kemanusiaan. yaitu bila kita melambangkan bilangan-bilangan memakai tanda-tanda: 1. Suatu urutan lukisan menggambarkan kepada kita suatu peristiwa tertentu. Piktograf itu lambat laun dikembangkan sedemikian rupa hingga suatu lukisan dapat menggambarkan pengertianpengertian tertentu. tanda tanya. timbultenggelamnya bahasa-bahasa di muka bumi ini tidak diketahui. dan lain-lain adalah hasil dari usaha itu. 2. perluasan. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. Baca selanjutnya. masih bersifat relatif. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi.. Kata-kata yang berlainan tetapi mempunyai bunyi yang sama juga dapat dilukiskan dengan tanda atau simbol yang sama. Bukti-bukti tertulis itu dalam bentuk yang paling tua terdapat misalnya pada orang-orang Indian Mexico berupa lukisanlukisan. Segala macam tanda baca untuk menggambarkan perhentian antara. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. Walaupun sistem ejaan sekarang didasarkan atas sistem fonemis.Ejaan Bahasa Indonesia A. dan sebagainya. yaitu satu tanda untuk satu bunyi. Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. Huruf Bagian terbesar dari sejarah umat manusia berada dalam kegelapan karena perkembangan. ny. Dengan demikian pelukisan atas bahasa lisan itu akan mendekati kesempurnaan. Jika kita menghendaki kekonsekuenan terhadap prinsip yang dianut. Tetapi hasil usaha itu belum dapat menunjukkan dengan tegas bagaimana suatu ujaran harus diulang oleh yang membacanya... sistem ini disebut ideograf atau logograf. Ch.. Ejaan Dasar yang paling baik dalam melambangkan bunyi-ujaran atau bahasa adalah satu bunyi-ujaran yang mempunyai fungsi untuk membedakan arti harus dilambangkan dengan satu lambang tertentu. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe . Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. maka diagraf-diagraf tersebut harus dirubah menjadi monograf (satu fonem satu tanda). van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. Bangsa-bangsa dahulu kala tidak mengenal suatu cara untuk dapat meninggalkan kepada kita riwayat hidup mereka. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Baca selanjutnya.

Ch.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. Karena laju perkembangan pembangunan. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. Tetapi konsep ejaan ini juga tidak jadi diumumkan karena perkembangan politik kemudian. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Baru pada tahun 1949. 264/Bag. Sesudah berkalikali diadakan penyempurnaan. lezat x huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai. maka berdasarkan Kepurusan Presiden No. 57 tahun 1972 diresmikan ejaan baru yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. Panitia ini berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957. Pada tahun 1900. kemudian dibentuk sebuah panitian dengan SK No. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. maka dirasakan bahwa ejaan perlu disempurnakan. Sebab itu pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu – Indonesia). Perubahan yang paling penting dalam EYD adalah: Lama djalan pajung njonja sjarat tjakap tarich Yang Disempurnakan jalan payung nyonya syarat cakap tarikh dj j nj sj* tj ch* j y ny sy c kh * Kedua gabungan huruf ini sebenarnya tidak terdapat dalam ejaan lama. 44876 tanggal 19 Juli 1956. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. Sesuai dengan usul Kongres. Sebagai dampak dalam keputusan di atas. universitas zeni. menurut surat edaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanda oe mulai 1 Januari 1949 diganti dengan u. pada tahun 1901. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka. di tahun 1966 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sarino Mangunpranoto dibentuk lagi sebuah Panitia Ejaan Bahasa Indonesia. yang bertugas menyusun konsep baru. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. maaf. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. bunyi oe tidak semuanya diganti dengan u. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. yang dinamakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). fakir valuta. Di samping itu diresmikan pula huruf-huruf berikut di dalam pemakaian: f v z q. namun keputusan ini tidak dapat dilaksanakan karena ada usaha untuk mempersamakan ejaan Indonesia dan Melayu. Sebab itu. . akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 kembali mempersoalkan masalah ejaan.Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu.

Tanda Kurung M. dan -nya K. Singkatan dan Akronim I. Bentuk Ulang D. Tanda Garis Miring O. Angka dan Bilangan J. Huruf Vokal C. Kata Ganti ku-. perpustakaan bebas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 (200 Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan portal terkait: Peraturan dan keputusan menteri Indonesia. Gabungan Kata E. Lihat pula:  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan " Disempurnakan" Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1987) Pedoman Umum Pembentukan Istilah Daftar isi:   I. Tanda Titik Dua E. Tanda Tanya H. Tanda Penyingkat atau Apostrof IV. Tanda Pisah G. Huruf Diftong E. Tanda Hubung F. kau-. Tanda Titik Koma K. Huruf Kapital G. Huruf Abjad B. Pemakaian Huruf II. -ku. Partikel H. Penulisan Kata III.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Dari Wikisource bahasa Indonesia. Penulisan Unsur Serapan . Huruf Miring H. Kata Dasar B. Huruf Tebal A. Kata Depan G. Tanda Kurung Siku N. Kata si dan sang A. Tanda Petik C. Pemakaian Tanda Baca A. Tanda Seru L. Gabungan Huruf Konsonan F. Tanda Petik Tunggal D. -mu. proyek saudara: artikel Wikipedia. Huruf Konsonan D. Suku Kata F. Kata Turunan C. Tanda Titik B. Tanda Koma I. Tanda Elipsis J.

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. Susunan Organisasi. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. perlu disempurnakan kembali. 3. b. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. 2. . Menimbang : a. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Fungsi. Tugas. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.H. 2. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. M. dinyatakan tidak berlaku.. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. DFM. dipergunakan bagi instansi pemerintah. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. S. NIP 196108281987031003 . swasta. Andi Pangerang Moenta. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Kepala Biro Hukum dan Organisasi.. Dr. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pasal 1 1.H.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga. Huruf Nama Kapital Kecil A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v a be ce de e ef ge ha i je ka el em en o pe ki er es te u ve .SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 46 TAHUN 2009 TANGGAL 31 JULI 2009 I. PEMAKAIAN HURUF A. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut.

Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir a e* api enak emas padi petak kena simpan kota bumi lusa sore tipe murni radio ibu i o u itu oleh ulang Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar. v. Kami menonton film seri (séri). d. f. i. q. tanda aksen (') dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. m. Pertandingan itu berakhir seri. x. C. r. g. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . l.W X Y Z w x y z we eks ye zet B. k. p. dan u. y. dan z. c. Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu. t. Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf huruf b. h. j. e. n. s. o. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). w.

** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar x). Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . D. Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai.Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b c d f g h j k bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami - sebut kaca ada kafan tiga saham manja paksa rakyat* alas kami tanah apa status quo bara asli mata lava hawa payung lazim adab Abad maaf gudeg tuah mikraj politik bapak* akal diam daun siap Taufiq putar tangkas rapat sinar-x juz l m n p q** r s t v w x** y z lekas maka nama pasang Quran raih sampai tali varia wanita xerox yakin zeni Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. au. dan oi.

ng. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. 2. Contoh Pemakaian dalam Kata Gabungan Huruf Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir kh ng ny sy khusus ngilu nyata syarat akhir bangun banyak isyarat tarikh senang arasy Catatan: Nama orang. Misalnya: Dia membaca buku. badan hukum. Misalnya: Adik bertanya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. ny. Huruf Kapital 1. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. kecuali jika ada pertimbangan khusus. dan sy masing masing melambangkan satu bunyi konsonan.Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai au oi ain aula - malaikat saudara boikot pandai harimau amboi E. "Kapan kita pulang?" . F. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh.

ke jalan yang Engkau beri rahmat. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan.Orang itu menasihati anaknya." katanya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubung an dengan agama. a. Misalnya: . "dia akan berangkat. dan Tuhan. Misalnya: Islam Kristen Hindu Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya. Quran Alkitab Weda Bimbinglah hamba-Mu." kata Ibu. "Besok pagi. kitab suci. "Berhati-hatilah. ya Tuhan. keturunan. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Nak!" "Kemarin engkau terlambat." 3 . 4.

Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b. H ur uf ka pi ta l ti da k di pa ka i se ba ga i h ur uf pe rt a m a na m a ge la r ke h or m at an . ke tu ru na .

Ilmunya belum seberapa. M is al ny a: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. Pada tahun ini dia pergi naik haji. da n ke ag a m aa n ya ng ti da k dii ku ti na m a or an g. a . H u r u f k a p i t a .n. tetapi lagaknya sudah seperti kiai. 5 .

l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r n a m a j a b a t a n .

n a m a i n s t a n s i . a t a u n a m a t .y a n g d i i k u t i n a m a o r a n g .

e m p a t y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n g g a n t i n a m a o r a n g t .

e r t e n t u . M i s a l n y a : Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Jawa Tengah b . .

.

.

.Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesi a. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen. Sidang itu dipimpin Presiden.

.

.

Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. . Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.

.

dan der (dalam nama Belanda). Misalnya: J. van Bruggen H. von (dalam nama Jerman). van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu.P.Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de.J de Hollander J. . atau da (dalam nama Portugal). van. huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.

Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b. a. -1 Pas joule per Kelvin Newton Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. H u r u f . Misalnya: pascal second J/K atau JK N c. Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7. suku bangsa. dan bahasa. Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b .

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a b .

s u k u .a n g s a . d a n b a h a s a y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i b e n t .

a .u k d a s a r k a t a t u r u n a n . M i s a l n y a : pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8 . .

.

tahun Hijriah bulan Agustus hari Jumat hari Lebaran tarikh Masehi bulan Maulid hari Galungan hari Natal b . .

.

a . Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. Misalnya: . 9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi.

Jazirah Arab Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya Tanjung Harapan Terusan Suez H u r u f k a p i t . Asia Tenggara Amerika Serikat Jawa Barat Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertam a unsur unsur nama geograf i yang diikuti nama diri geograf i. Misalny a: Bukit Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro Ngarai Sianok Selat Lombok Sungai Musi Teluk Benggala c .Banyuwangi Cirebon Eropa b .

a l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i r i a t a u n a m a d i r i g e o .

g r a fi ji k a k a t a y a n g m e n d a h u l u i n y a m e n g g a m b a r k a n k e k h a s a n b u .

d a y a . M i s a l n y a : ukiran Jepara tari Melayu asinan Bogor d . pempek Palembang sarung Mandar sate Mak Ajad H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a k a i .

s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r g e o g r a f i y a n g t i d a k d i i .

M i s a l n y a : berlayar ke teluk menyeberangi selat e . mandi di sungai berenang di danau H u r u f .k u t i o l e h n a m a d i r i g e o g r a f i .

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i .

r i g e o g r a f i y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n j e l a s n a m a j e .

n i s . M i s a l n y a : nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 1 0 . . a .

.

.

.

Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Raky at Keputusan Presiden Republik I ndonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b . Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertam a kata yang .

Misalny a: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku C a t a t a n : Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara. dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu. lembaga resmi. lembag a resmi.bukan nama resmi negara. huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. . lembag a ketatan egaraan . lembaga ketatanegaraan. misalnya Indonesia. badan. badan. dan nama dokume n resmi.

Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu. .Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah. Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur. 1 1 .

.

.

.

.Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan 1 2 .

.

.

.

.

Ia menyelesaikan makalah "AsasAsas Hukum Perdata". . Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

.

.

Hum. M.E. Tn. Sdr. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan .H. S. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993. K. M.Kp.A.S. doktor sarjana ekonomi sarjana hukum sarjana sastra sarjana keperawatan master of arts magister humaniora profesor kiai haji tuan Ny. Prof. a. S. termasuk singkatannya. 14. S. Catatan: nyonya saudara Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi. S.H.Dr.

Dik!" kata orang itu. H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a . "Silakan duduk. kakak. dan paman. s audara. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. seperti bapak. b . ibu.kekerabatan. Misalnya: Adik bertanya. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. Bu?" Besok Paman akan datang. "Itu apa. adik. Surat Saudara sudah saya terima.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a p e n u n j u k h u b u n g a n k e .

k e r a b a t a n y a n g t i d a k d i g u n a k a n d a l a m p e n g a c u a n a t a u .

H u r u f k a p i t a l d i p a . Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta. M i s a l n y a : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. 1 5 .p e n y a p a a n . Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a A n d a y a n g d i g u n a k a n d a l .

M i s a l n y a : Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik. 1 6 . H u r u f k a p i t a l d i p a k a i .a m p e n y a p a a n .

s e p e r t i k e t e r a n g a .s e b a g a i h u r u f p e r t a m a p a d a k a t a .

n . c a t a t a n . d a n m i s a l n y a y a n g d i d a h u l u i o l e h p e r n y .

a t a a n l e n g k a p d a n d i i k u t i o l e h p a p a r a n y a n g b e r k a i .

t a n d e n g a n p e r n y a t a a n l e n g k a p i t u . ( L i h a t c o n t o h p .

a d a I B . I E . . d a n I I F 1 5 ) . I C .

melainkan ditipu. a. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.1. Dia bukan menipu. . atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring. majalah. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. Catatan: Judul skripsi. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. kata. bagian kata. tesis. atau kelompok kata. tetapi diapit dengan tanda petik. Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa. 2. 3. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka.

daftar isi. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. indeks. bagian bab. 1. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. daftar pustaka. huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG . Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus. dan lampiran. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. daftar tabel. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. b. bab. daftar lambang.

Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.. 3 tidak lulus .. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf.. 3. indeks. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.. untuk keperluan itu digunakan huruf miring. Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1.2 Tujuan Daftar.1 Latar Belakang Masalah 1. 2 kehilangan atau merugi .. Saya tidak mengambil bukumu.. Saya tidak mengambil bukumu. kata. dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2. atau kelompok kata. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.. Misalnya: kalah v 1 tidak menang . 4 tidak menyamai .. bagian kata.

huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual.. ... 3 menganggap kalah .....mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah . 2 menaklukkan .... terkalahkan v dapat dikalahkan .

Misalnya: Buku itu sangat menarik. .Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.

Misalnya: berjalan dipermainkan gemetar kemauan lukisan menengok petani b . Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos. sisipan.Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu. Kantor pajak penuh sesak. akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. a. 1. Imbuhan (awalan. I m b u h a n .

d i r a n g k a i k a n d e n g a n t a n d a h u b u n g j i k a d i t a m b a h k a n p .

a d a b e n t u k s i n g k a t a n a t a u k a t a d a s a r y a n g b u k a n b a h .

J i k a b e n t u k d a s a r n y a . M i s a l n y a : mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2 .a s a I n d o n e s i a .

b e r u p a g a b u n g a n k a t a . a w a l a n a t a u a k h i r a n d i t u l i s .

s e r a n g k a i d e n g a n k a t a y a n g l a n g s u n g m e n g i k u t i a t a u .

m e n d a h u l u i n y a . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a .

H u r u f E . ) M i s a l n y a : bertepuk tangan garis bawahi .h u b u n g . B a b I I I . B u t i r 5 .

menganak sungai sebar luaskan 3 . .

.

.

.

.dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4 .

.

Misalnya: adipati aerodinamika antarkota antibiotik anumerta audiogram awahama bikarbonat biokimia caturtunggal dasawarsa dekameter demoralisasi Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan. tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu.ditulis serangkai. dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler infrastruktur inkonvensional kosponsor mahasiswa mancanegara monoteisme multilateral narapidana nonkolaborasi pascasarjana paripurna poligami pramuniaga prasangka purnawirawan saptakrida semiprofesional subseksi swadaya telepon transmigrasi tritunggal ultramodern . gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital.

Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. gabungan itu ditulis serangkai. ( 5 K a t . dan anti. kecuali kata esa. sebagai unsur gabungan. seperti pro. (4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. (3) Jika kata maha. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. dapat digunakan sebagai bentuk dasar. Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. k ontra. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.

) a t a k s e b a g a i u n s u r g a b u n g a n d a l a m p e r i s t i l a h a n d i .

t u l i s s e r a n g k a i d e n g a n b e n t u k d a s a r y a n g m e n g i k u t i .

n y a . t e t a p i d i t u l i s t e r p i s a h j i k a d i i k u t i o l e h b e n .

t u k b e r i m b u h a n . M i s a l n y a : taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan

C. Bentuk Ulang
1. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya. Misalnya: anak-anak mata-mata

berjalan-jalan menulis-nulis biri-biri buku-buku hati-hati kuda-kuda mondar-mandir ramah-tamah sayur-mayur serba-serbi

kupu-kupu lauk-pauk Catatan: (1)

terus-menerus tukar-menukar

Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja. Misalnya: surat kabar → surat-surat kabar kapal barang → kapal-kapal barang rak buku (2) → rak-rak buku

Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi → gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi

2.

Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I, Huruf F, Butir 7.)

Catatan:
Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Misalnya:

Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang baru. Kami mengundang orang yang berminat saja. Mereka me-lihat pameran. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku terbitan Jakarta. Bajunya ke-merah -an
2 2 2 2

2

D. Gabungan Kata
1. Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Misalnya: duta besar model linear

kambing hitam orang tua simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit umum meja tulis 2. kereta api cepat luar biasa

Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Misalnya: anak-istri Ali ibu-bapak kami anak istri-Ali ibu bapak-kami

buku-sejarah baru buku sejarah-baru 3. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Misalnya: acapkali adakalanya darmasiswa puspawarna darmawisata radioaktif saptamarga

akhirulkalam dukacita

alhamdulillah halalbihalal saputangan

apalagi astagfirullah bagaimana barangkali beasiswa

hulubalang kacamata kasatmata kepada kilometer

saripati sebagaimana sediakala segitiga sekalipun sukacita sukarela sukaria syahbandar waralaba wiraswata

belasungkawa manakala bilamana bismillah bumiputra daripada darmabakti manasuka matahari padahal peribahasa perilaku

E. Suku Kata
1 Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. . a. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. Huruf diftong ai, au, dan oi tidak dipenggal. Misalnya: pan-dai au-la sau-da-ra am-boi c Jika di

.

tengah kata dasar ada huruf konsona n (termasu k gabunga n huruf konsona n) di antara dua buah huruf vokal, pemengg alannya dilakuka n sebelum huruf konsona n itu. Misalnya : ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d .

.

Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men . pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi.Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e .

C a t a t a n : (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup ( 2 ) .

.

Pemengg alan kata dengan awalan. akhiran.itu → i-tu setia → se-ti-a 2 . atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel .

Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar. Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but .itu.

pe-nge-tik ( 2 ) A k h i r a n i t i d a k d i p i s a h k a n p a d a p e r g a n t i a n b a r i .

B a . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a h u b u n g .s .

B u t i r 2 . H u r u f E . ) ( 3 ) P e m e n g g a l a n k a t a b e r s i s i .b I I I .

M i s a l n y a : ge-lem-bung .p a n d i l a k u k a n s e p e r t i p a d a k a t a d a s a r .

ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk ( 4 ) .

3 .Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan . mereka tidak mau ambil makanan itu.. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain. Huruf E.) .. Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. Walaupun cuma cuma. Bab III. Butir 2..

atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). Butir 3. Nama orang. (Lihat juga Bab II. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Huruf D. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Saya tidak tahu dari mana dia berasal. badan hukum. Dia berjalan-jalan di luar gedung. Kata Depan Kata depan di. Ia datang dari Surabaya kemarin.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. Mari kita berangkat ke kantor. seperti kepada dan daripada. . Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan. ke. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Cincin itu terbuat dari emas.Misalnya: bio-grafi bio-data foto-grafi foto-kopi intro-speksi intro-jeksi kilo-gram kilo-meter bi-o-gra-fi bi-o-da-ta fo-to-gra-fi fo-to-ko-pi in-tro-spek-si in-tro-jek-si ki-lo-gram ki-lo-me-ter pasca-panen pas-ca-pa-nen pasca-sarjana pas-ca-sar-ja-na 4 . Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari. F.

Partikel 1. Mis aln . Jangankan dua kali. Bawa kemari gambar itu. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. kah. Dia masuk. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Partikel lah. Jika Ayah membaca di teras.Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Apa pun permasalahannya. G. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Dia lebih tua daripada saya. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. Adik pun membaca di tempat itu. lalu keluar lagi.

Walaupun sederhana. tugas itu akan diselesaikannya. Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. Sekalipun belum selesai. rumah itu tampak asri. . 3 . Bagaimanapun juga.ya: Adapun sebab sebabnya belum diketahui.

.

H. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.) H. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. nama gelar. Misalnya: A. Harga kain itu Rp50. (Lihat Bab II. a. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. Singkat an dan Akroni m 1. Huruf I. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih.Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. Hamid Abdul Haris Nasution Haji Hamid . Nasution H.00 per helai. Butir 7. jabatan. Singkatan nama orang. sapaan.000.

S.Kom S.Suman Hs. Misalnya: .A.K. Sdr.Si. badan atau organisasi.E.Hum.B. Supratman Wage Rudolf Supratman M. master of business administration magister humaniora magister sains sarjana ekonomi sarjana sosial sarjana komunikasi sarjana kesehatan masyarakat bapak saudara kolonel Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Bpk. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perserikatan Bangsa Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia PT SD perseroan terbatas sekolah dasar KTP kartu tanda penduduk c.Sos S.M. Suman Hasibuan W. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. S. M. Kol. b.R. M.

sama dengan atas ybs. yang bersangkutan Yth.jml. dan seterusnya sda. dan sebagainya dst. dengan alamat . nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam suratmenyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. kepada tgl. Misalnya: dll.n. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. tanggal hlm. Misalnya: a. d. dan lain lain dsb.a. atas nama d. jumlah kpd. yang dl. dalam No. halaman yg. Yang terhormat Catatan: Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus.

untuk beliau u. Misalnya: LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia SIM surat izin mengemudi b .p. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital. a. Misalnya: Cu kuprum cm sentimeter kg kilogram kVA kilovolt ampere l liter Rp rupiah TNT trinitrotoluene 2 . Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsurunsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. takaran. untuk perhatian e. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. . timbangan.u.b. singkatan satuan ukuran. Lambang kimia.

(1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata). Misalnya: pemilu pemilihan umum iptek ilmu pengetahuan dan teknologi rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu.Misalnya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappen Badan Perencanaan Pembangunan Na as sional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia c . hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil. .

V (5. III. II.3. Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku. kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. M (1.1. M (1. L (50). VIII.9 Angka Romawi : I. C (100). . D (500).2. A n g k a d a n B i l a n g a n Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata.000). Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.6. dan 5 orang tidak memberikan suara. X. VII. IX. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.000.8.7.5.000). Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali. IV. V.000) 1.4. Angka Arab : 0.I . VI. 15 orang tidak setuju. Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju.

3. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. Panitia mengundang 250 orang peserta. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat.Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. 100 minibus. A n g k a d i g u n a . 4 . 2. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu. Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian. jika lebih dari dua kata. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya. dan 250 sedan.

l u .k a n u n t u k m e n y a t a k a n ( a ) u k u r a n p a n j a n g . b e r a t .

d a n .a s . ( c ) n i l a i u a n g . ( b ) s a t u a n w a k t u . d a n i s i .

Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. (2) Penulisan lambang mata uang.( d ) j u m l a h . £.5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter Rp5. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. Misalnya: 0.000 rupiah Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal. rumah.000. US$. 5. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No.00 US$3. apartemen. seperti Rp. 14 Apartemen No. 5 pukul 15. atau kamar.50* £5. kecuali di dalam tabel. 15 Jalan Wijaya No.10* ¥100 2.00 10 persen 27 orang .

Kamar 169 6 . Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. B i l a n g a n u t u h M i s a l n y a : dua belas (12) tiga puluh (30) lima ribu (5000) b . halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7 . B i l a n . a . Pasal 5.Hotel Mahameru. Misalnya: Bab X. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.

spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan .g a n p e c a h a n M i s a l n y a : setengah (1/2) seperenam belas (1/16) tiga perempat (3/4) dua persepuluh (0.2) atau (2/10) tiga dua pertiga (3 2/3) satu persen satu permil (1%) (1‰) (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik.

(2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian.(lima lembar uang seribuan) an tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) (uang lima-ribuan) uang 5. Misalnya: a. Butir 5). seperti akta dan kuitansi). kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) 9. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut.000-an 10. Misalnya: lima lembar uang 1. Bab III. pada awal abad XX (angka Romawi kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab pada awal abad kedua puluh (huruf) b. Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22 30 / (dua-puluh-dua pertiga puluh) 20 15/17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152 /3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 8.000. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. . Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi. Huruf E.pecahan.

00. 11.00 (lima ribu dolar). Bukti pembelian barang seharga Rp5.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban. (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku.000.000. .000. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5. (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan.000.Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).500. penulisannya harus tepat.000. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. Rumah itu dijual dengan harga Rp125. Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah.

.

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Buku ini boleh kau baca. Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Rumahnya sedang diperbaiki. Catatan: Kata kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. Siti mematuhi nasihat sang kakak. Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya.

1.

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Biarlah mereka duduk di sana. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik. (Lihat juga Bab III, Huruf I.) Misalnya: Buku itu disusun oleh Drs. Sudjatmiko, M.A. Dia memerlukan meja, kursi, dsb. Dia mengatakan, "kaki saya sakit." 2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau

daftar. Misalnya: a III Departemen . . Pendidikan Nasional A Direktorat . Jenderal Pendidikan Tinggi B Direktorat . Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1 Direktora . t Pendidika n Anak Usia Dini 2 ... . b 1. Patokan Umum . 1.1 Isi Karangan 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar Tangan 1.2.2 Tabel 1.2.3 Grafik 2. Patokan Khusus 2.1 ... 2.2 ... Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf. 3 . Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik) Catatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut. (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam. Misalnya: pukul 9.00 pagi pukul 11.00 siang pukul 5.00 sore pukul 8.00 malam (2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi, siang, atau malam. Misalnya: pukul 00.45 pukul 07.30 pukul 11.00 pukul 17.00

Hans Lapoliwa. Penduduk Jakarta lebih dari 11. dan tempat terbit. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.20.000 orang. Catatan: (1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.000 orang. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Azab dan Sengsara. 6 .30 jam (30 detik) 5. 20 detik) 0.30 jam (20 menit. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis.35. Lihat halaman 2345 dan seterusnya. Misalnya: 1. 1920. Misalnya: Alwi.00 4. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. .0. dan Anton Siregar. Hasan. Weltevreden: Balai Poestaka. Catatan: Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan. dan detik yang menunjukkan jangka waktu.20 jam (1 jam.pukul 22. Merari. 35 menit. 30 detik) 0. Soenjono Dardjowidjojo.000. menit. Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24. Misalnya: Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung.200 orang.

Nomor gironya 5645678. Misalnya: Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945) Salah Asuhan ( 3 ) T a n d a t i t i k t i d a k d i p a k a i d i b . (2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. tabel. dan sebagainya.

( b ) n a .e l a k a n g ( a ) n a m a d a n a l a m a t p e n e r i m a s u r a t .

m a d a n a l a m a t p e n g i r i m s u r a t . d a n ( c ) d i b e l a k a n g .

M i s a l n y a : Yth. Sdr. Hasan Jalan Arif Rahmad 43 Palembang Adinda Jalan Diponegoro 82 Jakarta 21 April 2008 ( 4 ) P e m i s . Kepala Kantor Penempatan Tenaga Jalan Cikini 71 Jakarta Yth.t a n g g a l s u r a t . Moh.

a h a n b i l a n g a n r i b u a n a t a u k e l i p a t a n n y a d a n d e s i m a l .

d i l a k u k a n s e b a g a i b e r i k u t . Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat Bab II.75 $ 50. Rp200.250.50 8. Huruf H.750 m .750 m 7 .) 8.000.

Ini bukan buku saya.. Misalnya: Saya akan membeli buku-buku puisi. dua. surat kilat. . ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko. sedangkan. tiga! 2. melainkan. dan tinta. Satu. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi.1. Misalnya: Saya membeli kertas. Surat biasa. tetapi kau yang memilihnya. pena. sedangkan adiknya suka membaca puisi . Tanda koma dipakai di antara unsur unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. melainkan buku ayah saya. dan kecuali.. Dia senang membaca cerita pendek.

saya akan datang. kita harus banyak membaca buku. C a t a t a n : Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Misalnya: Kalau ada undangan. Misalnya: Saya akan datang kalau ada undangan. Karena tidak congkak. T a n d a k o m . Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. 4 .Semua mahasiswa harus hadir. dia mempunyai banyak teman. 3. Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak. Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. Agar memiliki wawasan yang luas. kecuali yang tinggal di luar kota.

a d i p a k a i d i b e l a k a n g k a t a a t a u u n g k a p a n p e n g h u b u n g .

a n t a r k a l i m a t y a n g t e r d a p a t p a d a a w a l k a l i m a t . s e p e .

d e n g a n d e m i k i a n .r t i o l e h k a r e n a i t u . s e h u b u n . j a d i .

Oleh karena itu. d a n m e s k i p u n b e g i t u . dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri.g a n d e n g a n i t u . . M i s a l n y a : Anak itu rajin dan pandai.

tidak dipakai pada awal paragraf. Bu. wah. dan meskipun begitu. aduh.Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. T a n d a k o m a d i p a k a . seperti o. ya. begitu? Wah. jadi. 5. dan kasihan. sehubungan dengan itu. dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. Catatan: Ungkapan penghubung antarkalimat. dengan demikian. kapan pulang? Mengapa kamu diam. Dik. Jadi. atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan. seperti Bu. wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Meskipun begitu. jalannya licin. ya. Mas. atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru. seperti oleh karena itu. bukan main! Hati hati. Dik? Kue ini enak. Misalnya: O. 6 .

i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a r i b a g i a n l a i .

( L i h a t j u g a p e m a k a i a n t a n d a p e t i k .n d a l a m k a l i m a t . .

" 7 . T a n d a k o m a . H u r u f J d a n K ." kata Ibu. ) M i s a l n y a : Kata Ibu." "Saya gembira sekali. "karena lulus ujian.B a b I I I . "Saya gembira sekali.

t i d a k d i p a k a i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a .

r i b a g i a n l a i n y a n g m e n g i r i n g i n y a d a l a m k a l i m a t j i k .

a p e t i k a n l a n g s u n g i t u b e r a k h i r d e n g a n t a n d a t a n y a .

.a t a u t a n d a s e r u . "Masuk ke kelas sekarang!" perintahnya. M i s a l n y a : "Di mana Saudara tinggal?" tanya Pak Guru. 8 .

.

.

.

Abdullah. Jakarta Surabaya. Jalan Pisang Batu 1. Jalan Salemba Raya 6. Universitas Indonesia. 10 Mei 1960 Tokyo. .Sdr. Bogor Dekan Fakultas Kedokteran. 9 . Jepang.

.

hlm. Jakarta: Pusat Bahasa. 1977). W. Takdir. Poerwadarminta. Misalnya: Alisjahbana. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Halim. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran Sugono. 11. Ilham. Amran (Ed. 4. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya . Hilman. Mahmud. Hadikusuma.J. 1973. hlm.Gunawan. 1950). Dendy. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. 25. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 10. Kamus Politik Internasional. 1967). hlm.S.) 1976. 1984. Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni. Jakarta: Restu Agung. Junus. 12. Kamus Arab-Indonesia. Tanda koma dipakai di antara bagian bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat. S. Jilid 1. H. Politik Bahasa Nasional. 2009.

Ny. (Siti Khadijah Mas Agung).5 m 27. S. S. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyataka n dengan angka.50 Rp750. . Misalnya: 12..A.M.3 kg Rp500. keluarga. M. M. 1 2 . Khadijah.E. atau marga.H. dengan Siti Khadijah M. Misalnya: B.E. S. Siti Aminah.00 C a t a t a n : Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antara dolar dan sen.A. Catatan: Bandingkan Siti Khadijah. Bambang Irawan.A. M.untuk membedakannya dari singkatan nama diri. Ratulangi.

.1 3 .

.

masih banyak orang laki- . Di daerah kami.Guru saya. pandai sekali. Pak Ahmad. misalnya.

mengikuti latihan paduan suara. . Semua siswa. 1 4 . baik laki-laki maupun perempuan. Misalnya: Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah.laki yang makan sirih. Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma.

.

.

Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara. kami ucapan terima kasih. Atas perhatian Saudara. kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini. Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam pengembangan kosakata.Dalam pengembangan bahasa. .

sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan. Misalnya: . saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata.1. anak anak masih membaca buku buku yang baru dibeli ayahnya. 2. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. Misalnya: Hari sudah malam. Adik membaca di teras depan. Dalam hubungan itu. Ibu menulis makalah di ruang kerjanya. Ayah mengurus tanaman di kebun.

Syarat syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: (1) berkewarganegaraan Indonesia. anggaran rumah tangga. sekretaris. dan jeruk. dan aset organisasi. (2) berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya. Misalnya: Ibu membeli buku. dan program kerja. baju. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. dokumentasi. dan bendahara. dan tinta. pendataan anggota. dan kaos. penyusunan anggaran dasar. 3. (3) berbadan sehat. . Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua. apel. pisang. celana. pensil. (4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati. . Catatan: Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.1. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. meja. meja. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. Misalnya: Kita memerlukan kursi. dan lemari. dan lemari.

(c) judul dan anak judul suatu karangan. Bu. XLIII.2. 8/2008: 8 Surah Yasin: 9 Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. tanggal Waktu 3. serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara : Aulia Arimbi b. : Selasa. Jakarta: Pusat Bahasa . Tempat : Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acara : Bambang S.00—10." Ibu 4.30 Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. (b) bab dan ayat dalam kitab suci. 28 Oktober 2008 : 09. Misalnya: a. Nak!" Amir : "Baik. : "Jangan lupa. Misalnya: Ibu : "Bawa kopor ini. Letakkan baik baik!" Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman. No. Hari. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Misalnya: Horison.

.. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris. Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga cara baru .. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.1. Sebagaimana kata peribahasa. Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas. Kukuran baru ini memudahkan kita me- . tak ada gading yang takretak. 2.

ngukur kelapa. T a n d a h u b u n g d i g u n a k a n u n t u k m e n y a m b u n g u n s u r - . Senjata ini merupakan sarana pertahanan yang canggih. 3 .

u n s u r k a t a u l a n g . M i s a l n y a : anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4 . .

.

8-4-2008 p-a-n-i-t-i-a 5 .

. .

.

.

000) tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan sosial) Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok. d. b.dengan angka. gabungan kata yang merupakan kesatuan. kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. kata ganti yang berbentuk imbuhan. Bandingkan dengan: be-revolusi dua-puluh-ribuan (1 x 20. se. Misalnya: se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinar-X mem-PHK-kan ciptaan-Nya atas rahmat-Mu Bandara Sukarno-Hatta alat pandang-dengar .000) tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai: a. e. ke.ber-evolusi dua-puluh ribuan (20 x 1. dan f. angka dengan -an. c.

7 . .

di-smash di-mark-up pen-tackle-an

1.

Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. Misalnya: Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. Keberhasilan itu–saya yakin–dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. 2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Misalnya: Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia–amanat Sumpah Pemuda–harus terus ditingkatkan. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'.

Misalnya:

Tahun 1928–2008 Tanggal 5–10 April 2008 Jakarta–Bandung Catatan: (1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat. Misalnya: Kita memerlukan alat tulis–pena, pensil, dan kertas. (Bandingkan dengan Bab III, Huruf D, kaidah 1.) (2) Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

1.

Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Misalnya: Kapan dia berangkat? Saudara tahu, bukan?

2.

Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya: Dia dilahirkan pada tahun 1963 (?). Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Misalnya: Alangkah indahnya taman laut ini! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Sampai hati benar dia meninggalkan istrinya! Merdeka!

1.

Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Misalnya: Kalau begitu ..., marilah kita laksanakan. Jika Saudara setuju dengan harga itu ..., pembayarannya akan segera kami lakukan. 2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut. Pengetahuan dan pengalaman kita ... masih sangat terbatas. Catatan: (1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

(3) Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi. Misalnya: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan cermat ....

1.

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. " Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi. " "Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentar!"

" Dia bertanya. Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai". 3 . Catatan: (1) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi. Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja. "Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar. Misalnya: Kata dia. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Bacalah "Penggunaan Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. "Apakah saya boleh ikut?" (2) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti . karangan. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.2. "Saya juga minta satu. Misalnya: Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu.

Tanda petik (") dapat digunaka n sebagai pengganti idem atau sda. (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian (4 ) . dia mendapat julukan "Si Hitam". Karena warna kulitnya. ia sendiri tidak tahu sebabnya. Misalnya: Bang Komar sering disebut "pahlawan". (3 ) Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.

yang berbentu k daftar. Misalnya: zaman bukan jaman asas plaza jadwal bus " " " " azas plasa jadual bis .

Bapak pulang'.1. dan rasa letihku lenyap seketika. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. . kudengar teriak anakku." ujar Pak Hamdan. Misalnya: Tanya dia. "Kaudengar bunyi 'kring kring' tadi?" "Waktu kubuka pintu depan. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain. 2. 'Ibu.

kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung.Misalnya: terpandai retina 'paling' pandai 'dinding mata sebelah dalam' mengambil langkah seribu 'lari pontang panting' 'sombong. angkuh' 3. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna. Bab III. Huruf M) Misalnya: feed-back 'balikan' dress rehearsal 'geladi bersih' tadulako 'panglima' .

KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan. Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Misalnya: Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk).1. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP). Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi). .

Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Catatan: Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah. 3. Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keteranga n. (2) ijazah terakhir. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). dan (3) surat keterangan kesehatan. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri. dan (c) tenaga kerja.2. Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya. (b) biaya produksi. Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran. Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. 4 . .

2) pensil. dan 3) tas sekolah.Misalnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku. dan c) kimia. b) biologi. . Dia senang dengan mata pelajaran a) fisika.

1. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. 2. Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa. kata. . Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf. Ia memberikan uang [kepada] anaknya.

7/PK/2008 Jalan Kramat III/10 tahun ajaran 2008/2009 .Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini. nomor pada alamat. Misalnya: No. 1. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat. dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.

Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau.2. tindakan penipuan.500. atau tindakan penganiayaan' Catatan: Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalanpenggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah.500. .00/lembar tindakan penipuan dan/atau penganiayaan 'dikirimkan lewat darat atau lewat laut' 'harganya Rp1.00 tiap lembar' 'tindakan penipuan dan penganiayaan. dan ataupun. tiap. Misalnya: dikirimkan lewat darat/laut harganya Rp1.

.

('kan = bukan) Malam 'lah tiba. 1 Januari '08 ('lah = telah) ('08 = 1988) .Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Dia 'kan sudah kusurati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut.

'asr sa'ah manfa'ah asar saat manfaat .

.

ra'yah ma'na ruku' rakyat makna rukuk paal baal pal bal .

octaaf oktaf .

aerobe aerodinamics aerob aerodinamika .

haemoglobin haematite hemoglobin hematit trailer caisson trailer kaison .

audiogram autotroph tautomer hydraulic caustic audiogram autotrof tautomer hidraulik kaustik .

calomel construction cubic coup classification crystal kalomel konstruksi kubik kup klasifikasi kristal .

central cent cybernetics sentral sen sibernetika .

circulation cylinder coelom sirkulasi silinder selom .

accomodation acculturation acclimatization accumulation acclamation akomodasi akulturasi aklimatisasi akumulasi aklamasi .

accent accessory vaccine aksen aksesori vaksin .

saccharin charisma cholera chromosome technique sakarin karisma kolera kromosom teknik .

echelon eselon .

machine mesin chip voucher China cip vocer Cina .

check ticket cek tiket .

çabda çastra sabda sastra darurat fardu hadir darurat fardu hadir .

effect description synthesis efek deskripsi sintesis idealist habeas idealis habeas .

stratosfeer systeem stratosfer sistem eicosane eidetic einsteinium eikosan eidetik einsteinium .

stereo geometry zeolite stereo geometri zeolit neutron eugenol europium neutron eugenol europium .

faqīr mafhum saf fakir mafhum saf fanatic factor fossil fanatik faktor fosil .

sorghum sorgum igue gigue ige gige .

hakim tahmid ruh hakim tahmid roh .

iambus ion iota iambus ion iota .

politiek riem politik rim .

variety patient efficient varietas pasien efisien khusus akhir khusus akhir .

contingent congres linguistics kontingen kongres linguistik oestrogen oenology foetus estrogen enologi fetus komfoor provoost kompor provos cartoon proof pool kartun pruf pul zoology coordination zoologi koordinasi gouverneur coupon contour gubernur kupon kontur phase physiology fase fisiologi .

spectograph spektograf pseudo psychiatry psychic psychosomatic pseudo psikiatri psikis psikosomatik pterosaur pteridology ptyalin pterosaur pteridologi ptialin aquarium frequency equator akuarium frekuensi ekuator qalbu haqiqah haqq kalbu hakikah hak rhapsody rhombus rhythm rhetoric rapsodi rombus ritme retorika .

salj asiri hadis salju asiri hadis subh musibah khusus subuh musibah khusus scandium scotopia scutella sclerosis scriptie skandium skotopia skutela sklerosis skripsi scenography scintillation scyphistoma senografi sintilasi sifistoma schema schizophrenia scholasticism skema skizofrenia skolastisisme ratio actie rasio aksi .

patient pasien ta'ah mutlaq Lut taat mutlak Lut theocracy orthography thiopental thrombosis methode (Belanda) teokrasi ortografi tiopental trombosis metode unit nucleolus structure institute unit nukleolus struktur institut dualisme aquarium dualisme akuarium suede duet sued duet equinox ekuinoks .

conduite konduite fluorescein quorum quota fluoresein kuorum kuota prematuur vacuum prematur vakum vitamin television cavalry vitamin televisi kavaleri jadwal marwa taqwa jadwal marwa takwa xanthate xenon xylophone xantat xenon xilofon executive taxi exudation eksekutif taksi eksudasi .

latex lateks exception excess excision excitation eksepsi ekses eksisi eksitasi excavation excommunication excursive exclusive ekskavasi ekskomunikasi ekskursif eksklusif yakitori yangonin yen yuan yakitori yangonin yen yuan yttrium dynamo propyl psychology itrium dinamo propil psikologi zenith zirconium zenit zirkonium .

. Misalnya: bengkel. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang dipaparkan di atas. sirsak 2. kabar. nalar. perlu. Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. paham. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah.zodiac zygote zodiak zigot zalim hafiz zalim hafiz gabbro accu effect commission ferrum salfeggio ummat tammat gabro aki efek komisi ferum salfegio umat tamat mass massa 1.

normaal -ant menjadi -an accountant informant -archy. secundair komplementer primer sekunder -(a)tion. publicatie aksi publikasi -eel (Belanda) menjadi -el anarki oligarki akuntan informan struktural formal normal persentase etalase . formeel normal. efektif. -si action.suaiannya dalam bahasa Indonesia. -aal (Belanda) menjadi -al structural. structureel formal. Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. anarchie oligarchy. complementair primary. oligarchie -ary. -eel (Belanda). -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. actie publication. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -ase percentage etalage -al (Inggris). -air (Belanda) menjadi -er complementary. Kata seperti standardisasi. primair secondary.

physica dialectics. logisch logis . -ique. -ics. ballistisch elektronik mekanik balistik -ical. dialektica technique. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. techniek logika fonetik fisika dialektika teknik -ic. phonetiek physics. -ica (Belanda) menjadi -ik. -isch (Belanda) menjadi -is economical. mechanisch ballistic. -ika logic. practisch ekonomis praktis logical. economisch practical.ideëel materieel moreel -ein tetap -ein casein protein ideel materiel morel kasein protein -i (Arab) tetap -i haqiqi insani jasmani hakiki insani jasmani -ic. -iek. logica phonetics. elektronisch mechanic.

-ief (Belanda) menjadi -if descriptive. modernisme communism. -isme (Belanda) menjadi -isme modernism. mobiel -ism. descriptief demonstrative. -iyyat (Arab) menjadi -iah alamiyyah aliyyah ilmiyyah -logue menjadi -log catalogue dialogue catalog dialog -logy. -iel menjadi -il percentile. technologie physiology. demonstratief -iyyah.-ile. analogie teknologi fisiologi analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog alamiah aliah ilmiah deskriptif demonstratif publisis egois modernisme komunisme persentil mobil . -logie (Belanda) menjadi -logi technology. communisme -ist menjadi -is publicist egoist -ive. physiologie analogy. percentiel mobile.

inspecteur amateur formateur direktur inspektur amatir formatur -or tetap -or dictator corrector diktator korektor -ty.epiloog epilog -oid. directeur inspector. universiteit quality. prematuur struktur prematur . -teit (Belanda) menjadi -tas university. anthropoide hominoid antropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir repertoire trotoar repertoar -or. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. kwaliteit universitas kualitas -ure. -ir director. hominoide anthropoid. struktuur premature. -eur (Belanda) menjadi -ur.

.

.

.

azas : asas .duren : durian .Pengertian. namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia. Referensi Dan Contoh Sun. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah. Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku.ijin : izin .gubug : gubuk . Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.8:36pm — godam64 Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia.   Ejaan Baku Dan Ejaan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia . di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul : .apotik : apotek . Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum.do'a : doa .imajinasi : imaginasi .hadist : hadis .azasi : asasi .atlit : atlet .bis : bus . Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar. sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah. 13/04/2008 .entuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

trotoar : trotoir Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd : .kalo : kalau .kreativ : kreatif ..sportiv : sportif .rapor : rapot . Menulis sambil belajar. .kreatifitas : kreativitas .kongkrit : konkret .aktifitas : aktivitas .nomer : nomor . Penulis di dini juga manusia yang tidak luput dari salah.rame : ramai .sentausa : sentosa .produktifitas : produktivitas .insyaf : insaf .karir : karier .aktiv : aktif .sportifitas : sportivitas .ramadhan : ramadan .jaman : zaman .obyek : objek .produktiv : produktif Tambahan : Situs web yang kaya akan ilmu pengetahuan ini pun tidak luput dari kesalahan ejaan.

3. Contoh pada kata /emek/ ditulis /ema’/ kata ulang diberi angka 2. 6. Soewandi No. System ejaan Suwandi merupakan system ejaan latin untuk Bahasa Indonesia. ejaan ini merupakan karya Ch. Ejaan Van Ophusyen ejaan Van Ophusyen disebut juga ejaan balai pustaka. Cirri khusus ejaan Republik / Suwandi dalah sebagai berikut : 1. 3. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalnya kata’ menjadi katak. kata ulang. . dsb. 2. 264/Bhs. 2. Pada dasarnya ejaan ini sama dengan Van Ophusyen. Ejaan Malindo d). Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda. 4. dsb dengan menggunakan tanda penghubung misalnya /rumah-sakit/. Penulisan kata ulang dapat dilakukn dengan dua cara. Perlambangan fonem dengan huruf (tata bunyi) Ketetapan penulisan satuan-satuanbentuk kata misalnya kata dasar. Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menanda /u/ Tanda trema pada huruf a dan I dihilangkan.EJAANBAHASAINDONESIA 4 Comments Written by mas-shiro on April 8th. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai dengan 1947. 5. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. Ketetapan cara menulis kalimat dan bagian-bagian dengan menggunakan tanda baca. ta’ jika pada suatu kata berakhiran huruf /a/ mendapat akhiran /i/ maka diatas akhiran itu diberi tanda trema /”/ huruf /e/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ di atasnya. A. Ejaan Republik / Ejaan Suwandi c). 3. 2. dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). dirangkai menjadi satu. hanya saja ada beberapa penyederhanaan dan perubahan. misalnya: janda2 (dibaca: janda-janda) Kata majemuk ditulis dengan tiga cara : 1./anak-negeri/ dipisahkan. A tanggal 19 Maret 1947 oleh sebab itu ejaan ini disebut Ejaan Suwandi. misalnya /anak negeri/ . Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 2. 5. 3. Ciri khusus ejaan Van Ophusyen adalah : 1. huruf /u/ ditulis /oe/ koma hamzah /k/ ditulis dengan tanda /’/ pada akhir kata. kata majemuk dan lain sebagainya.rumah sakit/ Ejaan Repulik/Ejaan Suwandi Ejaan Republik dimuat dalam surat keutusan Menteri P dan K Mr. 4. Pengertian Ejaan Ejaan adalah suatu keseluruhan system penulisan bunyi-bunyi bahasa yang meliputi: 1. Van Ophusyen. apabila/. seekor. misalnya bapa’. 2011 8:25 am in Pendidikan Guru — 1. Ejaan Van Ophusyen b). Adapun ejaan yang pernah berlaku di Indonesia adalah : a). misalnya /hoeloebalang. misalnya ejaan. 2. 3. Contohnya : .

Tatalaksana 7.1). Tata-laksana 3). Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara. /praktek/ bukan /peraktek/ . Tata laksana 2). Berlair2-an 6. Berlari-larian 2). Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa indoneia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah. Misalnya : /putra/ bukan /putera/. Contohnya : 1).

ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda saja. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambang (huruf) diucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf tersebut. dan bahasa Jerman. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf. seperti bahasa Inggris. yaitu /ng/. Lain halnya dengan bahasa Indonesia. kenyataannya masih terdapat kekurangan. misalnya /a/ atau /g/. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. ketentuan pelafalan yang berlaku dalam bahasa Indonesia cukup sederhana. Sebaliknya. Keraguan yang dimaksud ialah ketidakteraturan pengguna bahasa dalam melafalkan huruf. Pemakaian Huruf. dapat diucapkan dengan berbagai wujud bunyi bergantung pada bunyi atau fonem yang ada di sekitarnya. Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf. dan Pemisahan Suku Kata Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Kaidah pelafalan bunyi bahasa Indonesia berbeda dengan kaidah bunyi bahasa lain. A. bahasa Belanda. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan. Pada akhir-akhir ini sering kita dengar orang melafalkan bunyi bahasa Indonesia dengan keraguan. yaitu bunyi-bunyi dalam bahasa Indonesia harus dilafalkan sesuai dengan apa yang tertulis. yaitu /e/ pepet dan /e/ taling. Kekurangan tersebut terlihat pada adanya fonem (bunyi) yang masih dilambangkan dengan dua tanda. Perhatikan contoh berikut! Artikel Terkait    Penerbit dan Anak Perusahaannya "Rp" Itu Bukan Singkatan Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa . dan /sy/. /ny/. unsur serapan. lafal dalam bahasa Indonesia disesuaikan dengan tulisan. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik. /kh/. Dalam bahasa tersebut. Pelafalan Salah satu hal yang diatur dalam ejaan ialah cara pelafalan atau cara pengucapan dalam bahasa Indonesia.Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan: Pelafalan. yaitu satu bunyi dilambangkan dengan satu tanda (huruf). Tegasnya. dan tanda baca. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam penyusunan ejaan bahasa Indonesia yang lebih sempurna. terutama bahasa asing. Ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia sekarang menganut sistem ejaan fonemis. kata. Akan tetapi. satu bunyi yang dilambangkan dengan satu huruf.

    Translasi Berdimensi Budaya Setop Menulis Stop! Harapan Pada Bahasa Luluhnya "P" Sehabis "Me-" -teknik Lafal yang salah: tehnik Lafal yang benar: teknik [t e k n i k] -tegel Lafal yang salah: tehel Lafal yang benar: tegel [t e g e l] -energi Lafal yang salah: enerhi. hukum. badan hukum. Pertimbangan yang dimaksud ialah pertimbangan adat. dan sebagainya disesuaikan dengan kaidah ejaan yang berlaku. bergantung pada pemilik nama tersebut. atau kesejahteraan.CO2 Lafal yang benar: [Se O2] . Hal tersebut memerlukan kesepakatan lebih lanjut dari pakar yang bersangkutan. Di dalam kaidah ejaan dikatakan bahwa penulisan dan pelafalan nama diri. pemakai bahasa dapat saja melafalkan unsur tersebut tidak sesuai dengan yang tertulis. Sebaiknya pemakai bahasa memperhatikan pelafalan yang benar seperti yang sudah dibakukan dalam ejaan. Demikian pula halnya dengan pelafalan unsur kimia. bergantung pada kebiasaan yang berlaku untuk nama tersebut. sungai. [emtekui] Lafal yang benar: [em te ki] Hal yang perlu mendapat perhatian ialah mengenai pemakaian dan pelafalan huruf pada penulisan dan pelafalan nama diri. pelafalan nama orang dapat saja diucapkan tidak sesuai dengan yang tertulis.HCI Lafal yang benar: [Ha Se El] . Perhatikan contoh berikut! . Jadi. Jadi. yaitu nama orang. Perhatikan pelafalan berikut! -TV Lafal yang salah: [tivi] Lafal yang benar: [t e ve] -MTQ Lafal yang salah: [emtekyu]. enerji Lafal yang benar: energi [e n e r g i] Masalah lain yang sering muncul dalam pelafalan ialah mengenai singkatan kata dengan huruf. kecuali kalau ada pertimbangan lain. dengan kebebasan memilih apakah mengikuti Ejaan Republik (Soewandi) atau Ejaan yang Disempurnakan. lembaga. agama. gunung. atau nama obat-obatan. nama minuman. jalan. kota. enersi.coca Lafal yang benar: cola [ko ka ko la] .

Contoh: . liyat. /x/. Huruf /x/ apabila terdapat pada tengan kata dan akhir kata diganti dengan huruf gugus konsonan /ks/. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang berbeda dilafalkan dengan lemah atau hampir tidak kedengaran.aquarium harus ditulis dengan akuarium . Aturan ini tidak berlaku bagi kata-kata pungut karena lafal kata pungut disesuaikan dengan lafal bahasa asalnya. B. seperti xenon. Demikian pula huruf /x/ dapat dipakai untuk lambang. luhur. sihir.Kaidah pelafalan yang perlu dibicarakan di sini ialah pelafalan bunyi /h/. merupakan huruf serapan dan sekarang huruf-huruf tersebut dipakai secara resmi di dalam bahasa Indonesia.fakta tidak boleh diganti dengan pakta . Huruf /q/ hanya dapat dipakai untuk nama istilah khusus. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang sama harus dilafalkan dengan jelas. lihat.Quran tetap ditulis Quran (nama) . seperti pada kata mahal. Pemakaian Huruf Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan menggunakan 26 huruf didalam abjadnya. seperti pada kata tahun. kohir.pasif tidak boleh diganti dengan pasip . sedangkan untuk istilah umum harus diganti dengan huruf /k/. Beberapa huruf di antaranya.valuta tidak boleh diganti dengan paluta . harus kita ingat ketentuan pemakaian huruf /q/ dan /x/. + y. Pelafalan bunyi /h/ ada aturannya dalam bahasa Indonesia. lahir.quadrat harus ditulis dengan kuadrat . leher.ziarah tidak boleh diganti dengan jiarah. yaitu huruf /f/. siarah Meskipun huruf-huruf serapan sudah dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia. yaitu mulai dengan huruf /a/ sampai dengan huruf /z/. pemakaian huruf itu tetap dipertahankan dan jangan diganti dengan huruf lain. Contoh: . kohesi.aktif tidak boleh diganti dengan aktip . payit. seperti kata mahir. pohon. yaitu tawun. /v/. dan /z/. x. Dengan demikian. Bunyi /h/ pada kata seperti itu umumnya dilafalkan dengan bunyi luncur /w/ atau /y/. sinar x. pahit.

pemisahan dilakukan di antara vokal tersebut. Persukuan atau pemisahan suku kata biasanya kita dapati pada penggantian baris. juga digunakan untuk melambangkan bunyi huruf hamzah (glotal). taat ta-at 1. misalnya mencari kelurusan baris pada pinggir baris setiap halaman atau hanya untuk memudahkan pengetikan. Apabila di tengan kata terdapat konsonan di antara dua vokal pemisahannya dilakukan sebelum konsonan.ma’ruf harus diganti dengan makruf . Apabila di tengan kata terdapat dua konsonan berurutan.ta’zim harus diganti dengan taksim .da’wah harus diganti dengan dakwah . pemisahan dilakukan di antara kedua konsonan tersebut. Ternyata masih ada pengguna bahasa yang menggunakan tanda ‘ain’ /’/ untuk bunyi hamzah (glotal) tersebut. Contoh : ambil am-bil undang un-dang 2.complex harus ditulis dengan kompleks Huruf /k/ selain untuk melambangkan bunyi /k/. Pemisahan Suku Kata Setiap suku kata bahasa Indonesia ditandai oleh sebuah vokal. Contoh: . Penulisan harus mengikuti kaidah-kaidah pemisahan suku kata yang diatur dalam Ejaan yang Disempurnakan seperti berikut ini. 1) Apabila di tengah kata terdapat dua vokal berurutan. Contoh: Main ma-in.ma’mur harus diganti dengan makmur C.. Huruf vokal itu dapat didahului atau diikuti oleh huruf konsonan. Contoh: bapak ba-pak sulit su-lit . Pengguna bahasa tidak boleh melakukan pemotongan kata berdasarkan kepentingan lain. yaitu terdapat pada bagian akhir setiap baris tulisan.taxi harus ditulis dengan taksi .

Contoh: bangkrut bang-krut instumen in-stru-men 4. Imbuhan termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. baik vokal maupun konsonan. Apabila di tengah kata terdapat tiga atau empat konsonan. penyukuannya dipisahkan sebagai satu kesatuan. pemisahannya dilakukan di antara konsonan pertama dan konsonan kedua. Contoh: minuman mi-num-an bantulah ban-tu-lah 5. Contoh: Salah Benar pengam .3. Pada akhir baris dan awal baris tidak diperkenankan ada huruf yang berdiri sendiri. Contoh: Salah ikut juga masalah itu Benar ikut juga masalah itu 6. tetapi diletakkan di samping kanan huruf. Tanda pemisah (tanda hubung) tidak diperkenankan diletakkan di bawah huruf dan juga tidak boleh berjauhan dengan huruf.

belajar .bilan. bela jar Benar pengambilan .

menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata. ï dan ö. van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi. ta’. [sunting]Sejarah singkat Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. Belanda.W. seperti koma ain dan tanda trema. pa’. pajah. Taib Sultan Ibrahim. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia. dinamaï. oemoer.Ejaan Van Ophuijsen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia. huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe. sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini. kemudian menjadi profesor bahasa Melayu diUniversitas Leiden. ë. . Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda. Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä. Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T. itoe. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. tanda diakritik. antara lain:    huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang. Sumatera Barat. bukan diftong. untuk menuliskan katakata ma'moer. Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik pada 17 Maret 1947. ‘akal. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku. Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia. sajang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful