Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan.

Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu 1. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad 2. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis 3. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. ejaan dan diksi yang dipakai dalam suatu artikel. Pertama saya akan menjelaskan apa itu ejaan dan diksi. A. EJAAN Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu: 1. Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad. 2. Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis. 3. Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. B. DIKSI Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. Di bawah ini terdapat artikel yang menurut saya memiliki ejaan dan diksi yang salah. (-) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 pelacur jalanan yang sering mangkal di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dijaring polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah penjaja cinta itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka mejeng di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang mejeng,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, pelacur tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semak-semakan tak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat esek-esek jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil pelacur yang bisa lolos

dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar pelacur itu ikut diringkus. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) NB: Kata-kata berwarna merah adalah kata-kata yang ejaan dan diksi yang salah. Jika diperbaiki maka kata-kata yang benar adalah kata-kata berwarna biru pada artikel di bawah ini: (+) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 wanita tuna susila jalanan yang sering menetap di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dirazia polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah wanita tuna susila itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka menampakkan diri di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang menampakkan diri,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, wanita tuna susila tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semaksemaktak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat abal-abal jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil wanita tuna susila yang bisa lolos dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar wanita tuna susilaitu ikut ditangkap. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) Kata-kata yang ejaan dan diksinya salah: pelacur = wanita tuna susila => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang kasar. mangkal = menetap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. dijaring = dirazia => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. mejeng = menampakkan diri => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. semak-semakan = semak-semak => Dalam kata perulangan ini tidak perlu menggunakan imbuhan -an pada akhirannya. esek-esek = abal-abal => Dalam kata perulangan ini menggunakan kata yang tidak baku. diringkus = ditangkap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. NB: Ada kata-kata yang sepenuhnya belum 100% benar.Selamat membaca. Terima Kasih.

Sintaksis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Dalam linguistik, sintaksis (dari Yunani Kuno: συν- syn-, "bersama", dan τάξις táxis, "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern." Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Katasintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika, seperti logika, bahasa formal buatan, dan bahasa pemrograman komputer.
PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2000KATA PENGANTAR CETAKAN KETIGA Buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Khusus Bahan Penyuluhan) cetakan I dan II telah habis dibagikan kepada para peserta kegiatan Pemasyarakatan Bahasa Indonesia di berbagai instansi di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini dicetak ulang dengan penerbitan kesalahan cetak yang terdapat pada cetakan sebelumnya. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bagi masyarakat luas. Jakarta, 1 Agustus 2000 Hasan Alwi Kepala Pusat BahasaKEPUTUSAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA No. 054a/U/1987 Tentang Penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Membaca :Surat Kepala Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 6 Desembar 1986 No. 5965/F8/U1.7/86. Menimbang : a. bahwa dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975 telah ditetapkan peresmian berlakunya “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dan “Pedoman Umum Pembentukan Istilah”; b.bahwa sesungguhnya bahasa itu senantiasa berubah dan berkembang sesuai dengan kehiduoan masyarakat; c. bahwa sesungguhnya dengan hal tersebut pada sub a dan b, dipndang perlu menetapkan penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‟. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia: a. Nomor 44 Tahun 1974; b. Nomor 52 Tahun 1975;c. Nomor 45/M Tahun 1983; d. Nomor 15 Tahun 1984 sebagaimana telah diubah/ditambah terakhir dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 1987;

e. Nomor 138/M Tahun 1985; 2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975. MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Menyempurnakan „Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan” sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No.0196/U/1975 menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Kedua : Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur lebih lanjut

dalam ketentuan tersendiri. Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Tanggal 9 September 1987 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Fuad HasanPRAKATA Sejak peraturan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin ditetapkan pada tahun 1901 berdasarkan rancangan Ch. A. van Ophuysen dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim, penyempurnaannya berkali-kali diusahakan. Pada tahun 1938, selama Kongres Bahasa Indonesia yang pertama kali di Solo, misalnya disarankan agar ejaan Indonesia lebih banyak diinternasionalkan. Pada tahun 1947 Soewandi, Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu, menetapkan dalam surat keputusannya tanggal 19 Maret 1947, No. 264/Bhg. A bahwa

perubahan ejaan bahasa Indonesia dengan maksud membuat ejaan yang berlaku menjadi lebih sederhana. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan Ejaan Republik. Beberapa usul yang diajukan oleh panitia menteri itu belum dapat diterima karena masih harus dirinjau lebih jauh lagi. Namun, sebagai langkah utama dalam usaha penyederhanaan dan penyelarasan ejaan dengan perkembagan bahasa, keputusan Soewandi pada masa pergolakan revolusi itu mendapat sambutan baik. Kongres Bahasa Indonesia Kedua, yang diprakarsai Menteri Moehammad Yamin, diselenggarakan di Medan pada tahun 1954. Masalah ejaan timbul lagi sebagai salah satu mata pertemuan itu. kongres itu mengambil keputusan supaya ada badan yang menyusun peratura ejaan yang praktis bagi bahasa Indonesia. Panitia yang dimaksud (Priyono-Katoppo, Ketua) yang dibentuk oleh Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 19 Juli 1956, No. 44876/S, berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957 setelah bekerja selama setahun. Tindak lanjut perjanjian persahabatan antara Republik Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1959, antara lain berupa usaha mempersamakan ejaan bahasa kedua Negara ini. Maka pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmuljana-Syed Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya megurungkan peresmiannya.Sesuai dengan laju pengembangan nasional, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan yang pada tahun 1968 menjadi Lembaga Bahasa Nasional, dan akhirnya pada tahun 1975 menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, menyusun program pembakuan bahasa Indonesia secara menyeluruh. Di dalam hubungan ini, panitia Ejaan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (A.M. Moeliono, ketua) yang disahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Sarino Mangunpranoto, sejak tahun 1966 dalam surat keputusannya tanggal 19

Konsep itu ditanggapi dan dikaji leh kalangan luas di seluruh tanah air selama beberapa tahun. No. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 12 Oktober 1972. Setelah rancangan itu akhirnya dilengkapi di dalam Seminar Bahasa Indonesia di Puncak pada tahu 1972. No. Ketua). maka pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu juga diresmikanlah aturan ejaan yang baru itu berdasarkan keputusan Presiden No. menyusun buku Pedoman Umum ini yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang . menyusun konsep yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. Ketua Kelompok Teknis Bahasa) yang ditetapkan dengan surat keputusan Menteri pendidikan dan Kebudayaan tanggal 20 Mei 1972. dengan nama Ejaan yang Disempurnakan. Karena penuntun itu perlu dilengkapi. dan Menteri Pelajaran Malaysia. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. No. 57. Atas permintaan ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI). 011/G-5/II/ 1967 (S. dan diperkenalkan secara luas oleh sebuah panitia antardepartemen (Ida Bagus Mantra. 062/1967.I/72. 03/A. No. pada tahun 1972 rancangan tersebut disetujui untuk dijadikan bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara. Dalam Komite Bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.W. Mashuri. tahun 1972. Rujianti Mulyadi. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Ketua) dalam pembicaraan mengenai ejaan dengan pihak Malaysia di Jakarta pada tahun 1966 dan di Kuala Lumpur pada tahun 1967. rancangan peraturan ejaan tersebut dipakai sebagai bahan oleh tim Ahli Bahasa KOTI yang dibentuk oleh ketua Gabungan V KOTI dengan surat Keputusannya tanggal 21 Februari 1967. Ketua dan Lukman Ali. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebar buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Hussen Onn.September 1967. 156/P/1972 (AmranHalim.

Kepada segenap instansi. Pencetakan Pedoman Umum ini dilaksanakan oleh Proyek Penulisan dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan dan Profesi. Agustus 1975 Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Pembinaan dan Pengembagan Bahasa DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANI.W. Rujiati Mulyadi. dan perorangan yang telah memungkinkan tersusunnya Pedoman Umum ini disampaikan penghargaan dan terima kasih. Penyusunan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ini telah dimungkinkan oleh tersedianya biaya Pelita II yang disalurkan melalui Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A B C D E F G H a b c d e f g h . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (S. kalangan masyarakat. PEMAKAIAN HURUF A. Ketua).lebih luas. Jakarta. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Nama huruf disertakan di sebelahnya.

I a be ce de e ef ge ha i J K L M N O P Q R Je ka el em en i j k l m n o p q r .

huruf contoh pemakaian dalam kata vokal di awal di tengah di akhir s t u v w x y z . e. o.o pe ki er S T U V W X Y Z es te u ve we eks ye zet B. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a.dan u. i.

f.a api padi lusa e enak petak sore emas kena tipe i itu simpan murni o oleh kota radiou ulang bumi ibu * Dalam pengajaran lafal kata. s. Gabungan Huruf Konsonan . l. p. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. w. c. ** Khusus untuk nama dan keperluan ilmu. m. h. Huruf diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. d. Kami menonoton film seri (séri). dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. au. x. C. t. Pertandingan iru berakhir seri. dan oi. j. y. E. n. q. v. Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah. * Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah. r. g.D. dan z. k. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras).

ny. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih.a. la-wan. dan sy. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. Jikan di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan. yaitu kh. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. Misalnya: . ba-rang. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. su-lit. F. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. makh-luk d. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Misalnya: ba-pak. ke-nyang. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan. de-ngan. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Pemenggalan Kata 1. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. Misalnya: man-di. mu-ta-khir c. di antara dua buah huruf vokal. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. termasuk gabungan huruf konsonan. ca-plok Ap-ril. swas-ta. som-bong. Misalnya: au-la bukan a-u-la sau-dara bukan sa-u-da-ra am-boi bukan am-bo-i b. bang-sa. ng.

ul-tra. Akhiran -i tidak dipenggal. mem-bantu. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING . ben-trok ikh-las 2. pergi-lah Catatan: a. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain.in-stru-men.Misalnya: makan-an. bi-o-gra-fi Foto-grafi. dan nama dari yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. kecuali jika ada pertimbangan khusus. Pada kata yang berimbuhan sisipan. b. badan hukum. in-tro-spek-si Kilo-gram. fo-to-gra-fi Intro-speksi. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. 1b. pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. in-fra. bang-krut. Misalnya: te-lun-juk. 1c dan 1d di atas. dapat dipenggal pada pergantian baris. Misalnya: Bio-grafi. pas-ca-pa-nen Keterangan: Nama orang. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. ki-lo-gram Pasca-panen. me-rasa-kan. si-nam-bung.II. Ayat 1. Bab V. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya.) c. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. Pasal E. Imbuhan akhiran dan imbuhan aalan. ge-li-gi 3.

Alkitab. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Sultan Hasanuddin. ya Tuhan. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Yang Mahakuasa. Misalnya: Mahaputra Yamin. Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya Bimbinglah hamba-Mu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Apa maksudnya?Kita harus beker keras. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. “Besok pagi. keturunan. atau . “Kapan kita pulang?” Bapak menasihatkan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci. Misalnya: Adik bertanya. Yang Maha Pengasih. Misalnya: Dia mengantuk. “Berhati-hatilah. Kristen. Islam. Imam Syafii. nama instansi. 3. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertetu. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Pekerjaan itu belum selesai. Nak!” “Kemarin engkau terlambat. “dia akan berangkat”. 4.A. 2. Misalnya: Allah. ke jalan yang Engkau beri rahmat.” kata ibu. Quran.” katanya. Haji Agus Salim. Weda. Nabi Ibrahim.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. Misalnya: Mesin diesel. 10 volt. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. nama instansi. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian. 5. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik. Halim Perdanakusumah. Perdana Menteri Nehru. nama instansi. Tahun ini dia pergi naik haji. Gubernur Irian Jaya. suku Sunda. bahasa Inggris . Profesor Supomo. Dewi Sartika. Misalnya: Amir Hamzah. atau nama tempat. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. atau nama tempat. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. dan bahasa. Misalnya: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. 5 ampere 7. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara. 6. suku bangsa. Wage Rudolf Supratman.nama tempat. Misalnya:Bangsa Indonesia. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa.

hari Galungan. Misalnya: Mengindonesiakan kata asing Keinggris-inggrisan 8. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipkai sebagai nama. tarikh Masehi. Danau Toba.. bulan. Kali Brantas. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. Pegunungan Jayawijaya. Gunung Semeru.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Jalan Diponegoro. Teluk Benggala. 9. Banyuwangi. Misalnya: Asia Tenggara. Selat Lombok. Dataran Tinggi Dieng. dan peristiwa sejarah. hari Lebaran. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadiunsur nama diri. Tanjung Harapan. Terusan Suez. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. bulan Agustus. hari Jumat. Ngarai Sianok. Jazirah Arab. hari Natal. suku. Misalnya: tahun Hijriah. Misalnya: . hari. hari raya. Cirebon. Lembah Baliem. Bukit Barisan. bulan Maulid. Perang Candu. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun.

Tahun 1972. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. menyeberabangi selat. badan. serta nama dokumen resmi. Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Keputusan Presiden Republik Indonesia. beberapa badan hukum. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. kerja sama antara pemerintah dan rakyat. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. serta nama dokumen resmi. surat kabar dan judul karangan. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. 11. pisang ambon 10. mandi di kali. kecuali . Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa. Undang-Undang Dasar Repulik Indonesia. gula jawa. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara. Misalnya: Republik Indonesia. pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.berlayar ke teluk. Misalnya: garam inggris. majalah. kecuali kata seperti dan. Misalnya: Menjadi sebuah republik. kacang bogor. Nomor 57. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. serta dokumen resmi. Rancangan Undang-Undang Kepegawaian12. menurut undang-undang yang berlaku. Majelis Permusyawaratan Rakyat.

ibu. sarjana hukum S. ke. Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”. 13. doctor M.A. Misalnya: Dr. yang. master of arts S. sarjana ekonomi S. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.H. Adik bertanya. dan sapaan. sarjana sastra Prof. untuk yang tidak terletak pada posisi awal. “Itu apa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. kakak. Tuan Ny. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. pangkat. dari. Nyonya Sdr.S. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.kata seperti di. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak.Misalnya: “Kapan Bapak Berangkat?” tanya Harto. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. saudara. adik.E. . saudara 14. dan. professor Tn.

tetapi ditipu. kata. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Misalnya: Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita. atau kelompok kata. bagian kata. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. 15. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf.“Silakan duduk. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. surat kabar Suara Rakyat. . B. Dia buka menipu. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. Dik!” kata Ucok. buku Negarakertagama karangan Prapanca. 2. Misalnya:majalah Bahasa dan Sastra. Besok Paman akan datang. majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kkerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Huruf Miring 1.

. kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. sisipan. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi „pandangan dunia‟ Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. PENULISAN KATA A. Imbuhan (awalan. dikelola. 3. menganak sungai. Buku itu sangat tebal. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing. 3. Bab V. penetapan. menengok. 2. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Ayat 5. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostama. Misalnya: bergetar. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata.Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. garis bawahi. Kantor pajak penuh sesak. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. sebar luaskan.III. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Kata Turunan 1. B. mempermainkan. Pasal E. Misalnya:Ibu percaya bahwa engkau tahu. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus.) Misalnya: bertepuk tangan.

Pasal E. dwiwarna. reinkarnasi. penghancurleburan 4. transmigrasi. Misalnya: adipati. elektroteknik. gabungan itu ditulis terpisah. caturtunggal. Marilah kita beersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. infrastruktur. bikarbonat. antarkota. inkonvensional. di antara kedua unsur itu harus dituliskan tanda hubung (-). Bab V. anumerta. dasawarsa. ekstrakurikuler.unsure gabungan kata itu ditulus serangkai. narapidana. Misalnya: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. aerodinamika. introspeksi. panteisme. multilateral. Ayat 5. prasangka. nonkolaborasi. . tritunggal. audiogram. awahama. kosponsor. subseksi. mahasiswa.ekawarna. pramuniaga. paripurna. poligami. semiprofessional. kolonialisme. demoralisasi. dekameter. gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: non-Indonesia. biokimia. swadaya. mancanegara. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. saptakrida. Pancasila.) Misalnya: menggarisbawahi. menyebarluaskan. ultramodern catatan: 1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital. pan-Afrikanisme 2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti kata esa dan kata yang bukan kata dasar. dilipatgandakan. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. purnawirawan. telepon.

Misalnya: duta besar. tukar-menukar. matahari. . laba-laba. bismillah. Misalnya: Alat pandang-dengar. watt-jam. bagaimana. Gabungan kata yang lazim disebuta kata majemuk. kacamata. dukacita. terus-menerus. mangkubumi. mondar-mandir. hulubalang. buku sejarah-baru.hulubalang-hulubalang. padahal. darmabakti. karatabaasa. beasiswa. unsurunsurnya ditulis terpisah. kuda-kuda. ramah-tamah. menulis-nulis. sayur-mayur. mata pelajaran. hati-hati. termasuk istilah khusus. gerak-gerik hura-hura. 3. biri-biri. belasungkawa. astaghfirullah. lauk-pauk. Gabungan kata. ibu-bapak kami. termasuk istilah khusus. manasuka. sia-sia. bumiputrabumiputra D. Alhamdulillah. persegi panjang. kereta api cepat luar biasa. Gabungan Kata 1. orang-tua muda. 2. Kata Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. bilamana. orang tua. kasatmata.C. olahraga. Misalnya: Adakalanya. mesin-hitung tangan. akhirulkalam. dibesar-besarkan. kepada. kupukupu. berjalan-jalan. porak-poranda. daripada. manakala. tunggang-langgang. simpang empat. halalbihalal. kura-kura. bumiputra. Misalnya: anak-anak. rumah sakit umum. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. centang-perenang. meja tulis. barangkali. darmawisata. mata-mata. undang-undang. anak-istri saya. model linier. kilometer. kambing hitam. buku-buku.

Catatan: . sebagaimana. radioaktif. silaturrahmin. Ia datang dari Surabaya kemarin. Ayat 3. F. sukaria. -ku-. syahbandar. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. saptamarga. kau-. sediakala. dan dari Kata depan di. ke. Bermalam sajalah di sini. bukumu. peribahasa. Ke mana saja ia selama ini? Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan.) Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari. sekalipun. dan -nyaKata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Mari kita berangkat ke pasar. puspawarna. wasalam E. sukacita. Bukuku. Ia ikut terjun di tengah kancah perjuangan. titimangsa. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. segitiga. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. saripati. Saya pergi ke sana-sini mencarinya.paramasastra. ke. -mu. Di mana Siti sekarang? Mereka ada di rumah. Pasal D. saputangan. Misalnya: Apa yang kumiliki boleh kaumabil. sukarela. (Lihat juga Bab III. Kata Ganti -ku-. mu. Kata Depan di.

Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Semua orang terkemuka di desa hadir dalam kenduri itu. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu.Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini dtulis serangkai. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Bawa kemari gambar itu. Si Amin lebih tua daripada si Ahmad. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik. lalu keluar lagi. Kata Si dan Sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Kemarikan buku itu. -kah. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. .Apakah yang tersirat dalam dalam surat itu? Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Ia masuk. H. Partikel 1. Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966. G. Partikel -lah. Misalnya: Apa pun yang dimakannya. ia tetap kurus.

nama gelar. Walaupun miskin. Singkatan nama orang. meskipun.00 per helai. ataupun. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Harga kain itu Rp 2. misalnya adapun. sekalipun. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. 3. bagaimanapun.000. Baik mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemonstrasi. andaipun. I. a. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu. kendatipun. maupun. kalaupun. Partikel per yang berarti „mulai‟. Singkatan dan Akronim 1. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu. sapaan. „demi‟. adik pun ingin pergi. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. Jangankan dua kali. walaupun ditulis serangkai. Jika ayah pergi. sungguhpun.Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. Misalnya: . ia selalu gembira. jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Sekalipun belum memuaskan. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. biarpun. dan „tiap‟ ditulis terpisah dari bagian kalimatyang mendahului atau mengikutinya.

A.S Kramawijaya Muh. Yamin Suman Hs. Sukanto S.A. M.B.A master of business administration M.Sc. master of science S.E. sarjana ekonomi S.Kar. sarjana karawitan S.K.M sarjana kesehatan masyarakat Bpk. BapakSdr. saudara Kol. kolonel b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumentasi resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara SMTP sekolah menengah tingkat pertama PT perseroan terbatas KTP kartu tanda penduduk c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: dll. dan lain-lain

dsb. dan sebagainya dst. dan seterusnya hlm. halaman sda. sama dengan atas Yth. (Sdr. Moh. Hasan) Yang terhormat (Sdr. Moh. Hasan) Tetapi: a.n. atas namad.a. dengan alamat u.b. untuk beliau u.p. untuk perhatian d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Cu cuprum TNT trinitrotulen cm sentimeter kVA kilovolt-ampere l liter kg kilogram Rp (5.000,00) (lima ribu) rupiah 2. Akronim kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis selurhnya dengan huruf capital. Misalnya:

ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia IKIP Institut Keguruan dan Ilmu PendidikanSIM surat izin mengemudi b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kaptal. Misalnya: Akabri Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: pemilu pemilihan umum radar radio detecting and ranging rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran catatan: jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan

keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesiayang lazim. J. Angka dan Lambang 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5.000), M (1.000.000) Pemakaiannya diatur leih lanjut dalam pasal-pasal yang berikut ini. 2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjagng, berat, luas, dan isi, (ii) satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Misalnya: 0,5 sentimeter 1 jam 20 menit 5 kilogram pukul 15.00 4 meter persegi tahun 1928 10 liter 17 Agustus 1945 Rp5.000,00 50 dolar Amerika US$3.50* 10 paun Inggris $5.10* 100 yen Y100 10 persen 2.000 rupiah 27 orang * Tanda titik di sini merupakan tanda decimal.3. Angka lazim dipakai untuk melambangka nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya:

Jalan Tanah Abang I No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169 4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya: Bab X, Pasal 5, halaman 252 Surah Yasin: 9 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a. Bilangan utuh Misalnya: Dua belas 12 Dua puluh dua 22 Dua ratus dua puluh dua 222 b. Bilangan pecahan Misalnya: Setengah ½ Tiga perempat ¾ Seperenam belas 1/16 Tiga dua pertiga 3 2/3Seperseratus 1/100 Satu persen 1 % Satu permil 1‰ Satu dua persepuluh 1,2 6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya: Paku Buwono X; pada awal abad XX; dalamkehidupan abad ke-20 ini; lihan Bab

II; Pasal 5; dalam bab ke-2 buku itu; di daerah tingkat II itu; di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu; kantor di tingkat II itu. 7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara yang berikut. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.) Misalnya: tahun ‟50-an atau tahun lima puluhan uang 5000-an atau uang lima ribuan lima uang 1.000-an atau lima uang seribuan 8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Misalnya: Amir menonton drama itu sampai tiga kali. Ayah memesan tiga ratus ekor ayam. Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang memberikan suara blangko.Kendaraan yang ditempah untuk pengangkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 helicak, 100 bemo. 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu Bukan:

15 orang tews dalam kecelakaan itu. IV. seperti Sansekerta. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah. Misalnya: Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Arab. Portugis. Bukan: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999. Penduduk Indonesia brjumlah lebi dari 200 juta orang. Misalnya: Saya lamirkan tanda terima uang sebesar Rp999. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. Angka yang menunjukkan bilangan utuh secara besar dapat dieja Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah. 12. PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya. 10.Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujh puluh lima perseratus rupiah). Bukan: Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pgawai. Belanda. Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. kecuali did lam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks. 11. atau . penulisannya harus tepat. bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf.

aa (Belanda) menjadi a paal pal baal bal actaaf oktaf ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerob aerob aerodimanics aerodonamika ae. unsure pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Kedua. seperti reshuffle. Berdasarkan taraf integrasinya. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. l‟axplanation de l‟homme. jika bervariasi dengan e. shuttle cock. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalambahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Unsur-unsur yang dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsure serapan itu sebagai berikut. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trailer trailer caisson kaison au tetap au audiogram audiogram autrotoph autrotoftautomer tautomer .Inggris. Pertama.

i. u dan konsonan menjadi k accomodation akomodasi acculturation akulturasi acclimatization aklimatisasiaccumulation akumulasi acclamation aklamasi cc di muka e dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori . u. oe. dan y menjadi s central sentral cent sen cybernetics sibernetika circulation sirkulasi cylinder silinder ceolom selom cc di muka o. o dan konsonan mejadi k calomel kalomel construction konstruksi cubic kubik coup kup classification klasifikasi crystal kristal c di muka e.hydraulic hidraulik caustic kaustik c di muka a.

o dan konsonan menjadi k saccharin sakarin charisma karisma cholera kolera chromosome kromosom technique teknik ch yang lafalnya s atau sy menjadi s echelon eselon machine mesin ch yang lafalnya c menjadi c check cek \ China Cina ç (Sanskerta) menjadi s çabda sabda çastra sastrae tetap e effect efek description deskripsi synthesis sintesis ea tetap ea idealist idealis habeas baheas ee (Belanda) menjadi e stratosfeer stratosfer .vaccine vaksin cch dan ch di muka a.

systeem sistem ei tetap ei eicosane eikosan eidetic eidetik einsteinium einsteinium eo tetap eo stereo stereo geometry geometri zeolite zeolit eu tetap eu neutron neutron eugenol eugenoleuropium europium f tetap f fanatic fanatik factor factor fossil fosil gh menjadi g sorghum sorgum gue menjadi ge igue ige gigue gige i pada awal suku kata di muka vokal tetap i iambus iambus ion ion .

iota iota ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i politiek politik riem rim ie tetap ie jika lafalnya bukan i variety varietas patient pasien afficient efisienkh (Arab) tetap kh khusus khusus akhir akhir ng tetap ng contingent kontingen congres kongres linguistics linguistik oe (oi Yunani) menjadi e oestrogen estrogen oenology enology foetus fetus oo (Belanda) menjadi o komfoor kompor provoost provos oo (Inggris) menjadi u cartoon kartun proof pruf .

pool pul oo (vokal ganda) tetap oo zoology zoology coordination koordinasiou menjadi u jika lafalnya u gouverneur gubernur coupon kupon contour kontur ph menjadi f phase fase physiology fisiologi spectograph spektograf ps tetap ps pseudo pseudo psychiatry psikiatri psychic psikis psychosomatic psikosomatik pt tetap pt pterosaur pterosaur pteridology pteridologi ptyalin ptyalin q menjadi k aquarium akuarium frequency frekuensi equator ekatorrh menjadi r .

dan y menjadi s scenography senografi scintillation sintilasi scyphistoma sifistoma sch di muka vokal menjadi sk schema skema schizophrenia skizofrenia scholasticism skolastisisme t di muka i menjadi s jika lafalnya s ratio rasioactie aksi patient pasien th menjadi t theocracy teokrasi orthography ortografi .rhapsody rapsodi rhombus rombus rhythm ritme rhetoric retorika sc di muka a. i. o. u. dan konsonan menjadi sk scandium skandium scoptopia skoptopia scutella skutela sclerosis sklerosis scriptie skripsi sc di muka e.

thiopental tiopental thrombosis trombosis methode (Belanda) metode u tetap u unit unit nucleolus nucleolus structure struktur institute institute ua tetap ua dualism dualism aquarium akuarium ue tetap ue suede sued duet duet ui tetap ui equinox ekuinoksconduite konduite uo tetap uo fluorescein fluoresein quorum kuorum quota kuota uu menjadi u prematuur prematur vacuum vakum v tetap v .

dan konsonan menjadi ksk excavation ekskavasi excommunication ekskomunikasi excursive ekskursif exclusive eksklusif y tetap y jika lafalnya y yakitori yakitori yangonin yangonin yen yen yuan yuan y manjadi y jika lafalnya i yttrium itrium dynamo dinamo . u. o.vitamin vitamin television televisi cavalery kavaleri x pada awal kata tetap x xanthate xantat xenon xenon xylophone xilofon xc di muka e dan i menjadi ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasixc di muka a.

propyl propil psyschology psikologi z tetap z zenith zenith zirconium zirkonium zodiac zodiak zygote zigot konsonan ganda menjadi tunggal. hadir 2. Di samping pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas. sirsak. erlu. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang terurai di atas. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. Unsur pungutan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. berikut ini didaftarkan juga akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya: Kabar. bengkel. kecuali kalau dapat membingungkan. Sekalipun dalam ejaan yang dismpurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. iklan. . Misalnya: gabbro gabro commission komisi accu aki ferrum ferum effect efek salfeggio salfegio Tetapi: mass massa Catatan: 1. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus.

formeel formal normal. oligarchie oligarki -ary. -eel (Belanda). primair primer secondary. dan implemen. efektif. efek. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. -aal (Belanda) menjadi -al structural. secondair sekunder -(a)tion.Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. Kata seperti standarisasi. -air (Belanda) menjadi -er complementary. normaal normal -ant menjadi -an accountant akuntan informant informan -archy. dan implementasi diserap secara utuh di samping kata standar. publicatie publikasi . -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -asepercentage persentase etalage etalase -al. komplementer complementair primary. structureel structural formal. actie aksi publication. -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. -as action. anarchie anarki oligarchy.

-ika logic. isch (Belanda) menjadi -is economical. percentiel persenril mobile. techniek teknik -ic. physica fisika dialectics. mechanisch mekanik ballistic. -ics. logica logika phonetics. -ica (Belanda) menjadi -ik. -iek. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. modernisme modernisme . ique. phonetiek fonetik physics. mobiel mobil -ism.-eel (Belanda) menjadi -elideëel ideel materieel materiel moreel morel -ein tetap -ein casein kasein protein protein -ic. logisch logis -ile. practisch praktis logical. economisch ekonomis practical. -iel menjadi -ilpercentile. isme (Belanda) menjadi -isme modernism. ballistisch balistik -ical. dialektica dialektika technique. elektronisch elektronik mechanic.

anthropoide anthropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir trotoar repertoire repertoar -or. -ir director. directuer direktur . descriptief deskriptif demonstrative. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. -logie (Belanda) menjadi -logi technology. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive.communism. analogie analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog epiloog epilog-oid. hominoide hominoid anthropoid. communisme komunisme -ist menjadi -is publicist publisis egoist egois -ive. -eur (Belanda) menjadi -ur. demonstratief demonstratif -logue menjadi -log catalogue catalog dialogue dialog -logy. technologie teknologi physiology. physiologie fisiologi analogy.

Dia menanyakan siapa yang akan datang. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa . Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini. 2. -teit (Belanda) menjadi -tas university. PEMAKAIAN TANDA BACA A. Departemen Dalam Negeri A. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo.Biarlah mereka duduk di sana. III. Tanda Titik (. kwaliteit kualitas -ure. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Hari ini tanggal 6 April 1973.) 1. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan. struktuur struktur premature. prematuur prematurV. ikhtisar. atau daftar. inspectuer inspektur amateur amatir formateur formatur -or tetap -or dictator diktator corrector korektor -ty.inspector. Misalnya: a. universiteit universitas quality. Marilah kita mengheningkan cipta. -uur (Belanda) menjadi -ur structure.

1 Isi Karangan 1. 20 detik) 0.2. Misalnya: Pukul 1. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. 35 menit. 1.0. Azab dan Sengsara. dan tempat terbit. menit.B.1 Gambar Tangan 1. Misalnya: Siregar. menit. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Misalnya: 1. 1920.2 Tabel 1. dan detik yang menunjukkan jangka waktu.2.30 jam (20 menit. 6a. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.2. dan detik yang menunjukkan waktu. Direktorat Jenderal Agraria 1. Misalnya: .35. Patokan Umum 1. 30 detik) 0.35. Weltevreden: Balai Poestaka.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)4.2 Ilustrasi 1. Merari.30 jam (30 detik) 5.3 Grafik 3.20. … b.20 jam (1 jam. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Moh. Nomor gironya 5645678. Hasan (tanpa titik) Jalan Arif 43 (tanpa titik) Palembang (tanpa titik) Atau: Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik) .Misalnya: Acara kunjungan Adam Malik Bentuk dan Kedaulatan (Bab 1 UUD ‟45) Salah Asuhan 8. Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1. Sdr. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal suat atau (2) nama dan alamat surat. tabel. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Misalnya: Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung. Misalnya: Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) 1 April 1985 (tanpa titik) Yth. 7. Lihat halaman 2345 seterusnya.200 orang. 6b. dan sebagainya.231 jiwa.Desa itu berpenduduk 24.

Misalnya: Saya ingin datang. Karena sibuk. dan tinta. Dia tahu bahwa soal itu penting. ia lupa akan janjinya. Dia lupa akan janjinya karena sibuk. 3a. atau melainkan. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang . Didi bukan anak saya. tetapi hari hujan.) 1. pena. Misalnya: Kalau hari hujan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului indukn kalimatnya. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi. … tiga! 2. 3b. Tanda Koma (. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. saya tida datang. Misalnya: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. maupun surat khusus memerlukan prangko. Satu. Surat biasa.Misalnya: Saya membeli kertas. melainkan anak Pak Kasim.Jalan Cikini 71 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) B. surat kilat. dua. 3.

bukan main! Hati-hati. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. lagi pula. 5. Universitas Indonesia. (iii) tempat dan tanggal. nanti jatuh. wah. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat. Oleh karena itu. Bogor.terdapat pada awal kalimat.Misalnya: …. Misalnya: Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Pasal L dan M. Abdullah. ya. Bab V. aduh.Misalnya: . Jalan Pisang Batu 1. (Lihat juga pemakaian tanda petik. kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. kita harus berhati-hati. Jakarta.” kata ibu. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o. ya.” 6. Misalnya: O. akan tetapi. jadi. Jadi. “karena kamu lulus. begitu? Wah. meskipun begitu. …. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. 4. soalnya tidak semudah itu. 7. Sdr.) Misalnya: Kata ibu “Saya gembira sekali. Malaysia.” “Saya gembira sekali. (ii) bagian-bagian alamat. Kuala Lumpur. Jalan raya Salemba 6.

masih banyak orang aki-laki yang makan sirih. Jilid 1 dan 2. Ratulangi. Pak Ahmad. Misalnya: 12. baik yang laki-laki maupun perempuan. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya utnuk membedakannya dari singkatan nama diri. mengikuti latihan paduan suara. misalnya. Bab V. Misalnya: B. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. 1949.5 m Rp12.A. Sutan Takdir. Khadijah. S. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Ny.50 11. Poerwadarminta. Djakarta: Pustaka Rakjat. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia.Semua siswa. M. Di daerah kami.J. 1967). 4. Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma: . Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.) Misalnya: Guru saya. 10. 9. atau marga. hlm. keluarga. (Lihat juga pemakaian tanda pisah.E.S.Alisjahbana. Misalnya: W. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. 8. Pasal F. pandai sekali.

13. “Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru. Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus. Misalnya: Malam akan larut. kita memerlukan sikap yang sungguh-sungguh.) 1. Atas bantuan Agus. Misalnya: . Misalnya: Dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa.Tanda koma dapat dipakai―untuk menghindari salah baca―di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. 12. Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam upaya pembinaan dan pengembanagan bahasa. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenisdan setara. pekerjaan belum selesai juga 2.Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia. Misalnya: “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk. Tanda Titik Koma (. Karyadi mengucapkan terima kasih. C.

Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. Adik menghafal nama-nama pahlawan nasional. Tanda titk dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengkahiri pernyataan. Hartawan b. Tempat Sidang : Ruang 104 Pengantar Acara : Bambang S. Hari : Senin Waktu : 09. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. ibu sibuk bekerja di dapur. Misalnya: a. dan lemari.Ayah mengurus tanamannya di kebun itu.30 4. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan EkonomiPerusahaan. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : S. Tanda Dua Titik (:) 1a. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku . Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. meja. dan lemari. 3. Handayani Bendahara : B. D. Misalnya: Kita memerlukan kursi. 1b. saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. meja.

AtauBeberapa pendapat mengenai masalah . Misalnya: Di samping cara-cara lama itu juga cara yang baru suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. mereka tetap tidak mau beranjak …. Tjukuplah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita? Djakarta: Eresco. Sutomo. Mir!” Amir : “Baik. serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Tanda Hubung (-) 1. Bu. Tjokronegoro.” (mengangkat kopor dan masuk) Ibu : “Jangan lupa. I (34). Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan …. Misalnya: Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. sudah terbit. Letakkan baik-baik!” (duduk di kursi besar) 5. Walaupun sakit. Pedidikan Seumur Hidup: sebuah Studi. 1968. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman.dalam percakapan. Misalnya: Tempo. (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan . (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci. E. 1971: 7 Surah Yasin: 9Karangan Ali Hakim.

Itu telah disampaikan …. 4. mereka tetap tidak mau beranjak …. Bukan: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disamapaikan …. Walaupun sakit. kemerah-merahan Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula. mereka tetap tidak mau beranjak …. berulang-ulang. 2. Akhiran i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. dan tidak dipakai pada teks karangan. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa. Senjata merupakan alat pertahan-an yang canggih. Misalnya: Anak-anak. Tanda hubung meyambung unsur-unsur kata ulang. Misalnya: p-a-n-i-t-i-a 8-4-1973 . 3. Walaupun sakit. Misalnya: Kini ada acara baru untuk mengukur panas.

hadiah ke-2. Menteri Sekretaris Negara. dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25. (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata. tanggung jawab-dan kesetiakawanan-sosial Bandingkan dengan: Be-revolusi.Misalnya: se-Indonesia. mem-PHK-kan. 2. pen-tackle-an F. Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se. hari-H.dengan angka.000). dan (ii) penghilangan baian kelompok kata. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan oposisi atau keterangan yang lain sehingga .dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. Misalnya: ber-evolusi. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. dan (v) nama jabatan rangkap. Tanda Pisah (―) 1. tahun 50-an. Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu―saya yakin akan tercapai―diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan. sinar-X. (iii) angka dengan -an. Misalnya: di-smash. dua puluh lima-ribuan (20 x 5. (ii) ke.5.000). tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsure bahasa Indonesia dengan unsure bahasa asing. se-Jawa Barat.

Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat. Tanda pisah dipakai di antara dua dilangan atau tanggal dengan arti „sampai dengan‟ atau „sampai ke‟. . Misalnya: Kalau begitu … ya. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. 3. 2. tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. marilah kita bergerak. Tanda Elipsis (…) 1. perlu dipakai empat buah titik. Misalnya: Rangkaian temuan ini―evolusi. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam satu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan atu untuk menandai akhir kalimat.kalimat menjadi lebih jelas. teori kenisbian. Misalnya: 1910―1945Tanggal 5―10 April 1970 Jakarta―Bandung Catatan: Dalam pengetikan. G. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. dan kini juga pembelahan atom―telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

ketidakpercayaan. Tanda Tanya (?) 1. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok . Misalnya: Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?). tanda baca harus digunakan dengan hati-hati…. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Uangnya sebanyak 10 jta rupiah (?) hilang. bukan? 2.H. Misalnya: Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Tanda Kurung ((…))1.Misalnya: Dalam tulisan. Merdeka! J. Misalnya: Kapan ia berangkat? Saudara tahu. Tanda taya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat membuktikan kebenarannya. I. ataupun rasa emosi yang kuat. 2. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Misalnya: Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya.

Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya. Tanda itu menyatakanbahwa kesalahan atau ekurangan itu memang terdapat di naskah asli. dan (c) modal. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. (b) tenaga kerja. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri. Tanda Kurung Siku ([…]) 1. Tanda kurung siku menapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Tanda kurung siku mengapit huruf. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat . 2.pembicaraan. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Misalnya: Factor produksi menyangkut masalah (a) alam. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a). K. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. 3. kata. 4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

halaman 35-38] perlu dibentangkan. Misalnya: . Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan daan nskah atau bahan tertulis lain.” 2. “Saya juga minta satu. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Misalnya: Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. Tanda petik mengapit judul syair. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. L.” 5.Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja. Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. 4. Misalnya: Kata Tono. Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”. Tanda Petik (“…”) 1. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengahkiri petikan langsung. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” dimuat dalam majalah Tempo. Misalnya: “Saya belum siap. karangan. 3.” kata Mira.

Tanda Garis Miring (/) 1. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. kudengar teriak anakku. (Lihat pemakaian tanda kurung. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” “Waktu kubuka pintu depan. Pasal J. danrasa letihku lenyap seketika. M. „Ibu. Tanda petik tunggal mengapit makna.” ujar Pak Hamdan. Budi mendapat julukan “si Hitam”.Karena warna kulitnya. Catatan: Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomormpada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. atau penjelasan kata atau ungkapan asing. terjemahan. Tanda Petik Tunggal („…‟) 1. Tanda gris miring dipakai sebagai pengganti kata atau.) Misalnya: feed-back „balikan‟ N. ia sendiri tidak tahu sebabnya. tiap. 7/PK/1973 Jalan Kramat III/10 tahun anggaran 1985/1986 2. Bab V. Misalnya: Tanya Basri. Bapak pulang‟. Bang Komar sering disebut “pahlawan”. Misalnya: No. 2. Misalnya: .

00/lembar „harganya Rp25.00 tiap lembar‟ O.dikirimkan lewat „dikirim lewt darat atau darat/laut lewat laut‟ harganya Rp25. Misalnya:Ali „kan kusurati. Tanda Penyingkat atau Apostrof Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. („kan = akan) Malam „lah tiba. (‟88 = 1988) . („lah = telah) 1 Januari ‟88.

ny. Sudah diusahakan bermacam-macam tanda untuk tujuan itu tetapi belum juga memberi kepuasan.. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. Jika kita menghendaki kekonsekuenan terhadap prinsip yang dianut.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia.. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe . Bangsa-bangsa dahulu kala tidak mengenal suatu cara untuk dapat meninggalkan kepada kita riwayat hidup mereka. C. Suatu urutan lukisan menggambarkan kepada kita suatu peristiwa tertentu.. Segala macam tanda baca seperti yang disebut di atas disebut tanda baca atau pungtuasi. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada.Ejaan Bahasa Indonesia A. 3. dan sebagainya. . Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. Ejaan Dasar yang paling baik dalam melambangkan bunyi-ujaran atau bahasa adalah satu bunyi-ujaran yang mempunyai fungsi untuk membedakan arti harus dilambangkan dengan satu lambang tertentu. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. Tetapi hasil usaha itu belum dapat menunjukkan dengan tegas bagaimana suatu ujaran harus diulang oleh yang membacanya. Pada tahun 1900. sistem ini disebut ideograf atau logograf. Huruf Bagian terbesar dari sejarah umat manusia berada dalam kegelapan karena perkembangan. dan sy. 5. Cara ini biassa disebut piktograf. yaitu bila kita melambangkan bilangan-bilangan memakai tanda-tanda: 1. walaupun kesempurnaan yang dimaksud itu tentulah dalam batas-batas ukuran kemanusiaan. misalnya dalam huruf-huruf Tiongkok. pada tahun 1901. dan lain-lain adalah hasil dari usaha itu.. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. Baca selanjutnya. Bukti-bukti tertulis itu dalam bentuk yang paling tua terdapat misalnya pada orang-orang Indian Mexico berupa lukisanlukisan. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka . Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. dan hanya meliputi beberapa ribu tahun saja. Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. Piktograf itu lambat laun dikembangkan sedemikian rupa hingga suatu lukisan dapat menggambarkan pengertianpengertian tertentu. Baca selanjutnya. namun masih terdapat kepincangan-kepincangan. Dengan demikian pelukisan atas bahasa lisan itu akan mendekati kesempurnaan. Sumber-sumber yang tertulis baru saja diketahui. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. 4. masih bersifat relatif. kh. Kata-kata yang berlainan tetapi mempunyai bunyi yang sama juga dapat dilukiskan dengan tanda atau simbol yang sama.. 264/Bag. Baca selanjutnya. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. perluasan. timbultenggelamnya bahasa-bahasa di muka bumi ini tidak diketahui. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ada fonem yang masih dilambangkan dengan dua tanda (diagraf ). misalnya ng. Walaupun begitu literasi (penulisan) bahasa itu belum memuaskan karena kesatuan intonasi yang bulat yang menghidupkan suatu arus-ujaran itu hingga kini belum dapat diatasi. Ch. maka diagraf-diagraf tersebut harus dirubah menjadi monograf (satu fonem satu tanda). B. tekanan. perhentian akhir. 2. Segala macam tanda baca untuk menggambarkan perhentian antara. tanda tanya. yaitu satu tanda untuk satu bunyi. Walaupun sistem ejaan sekarang didasarkan atas sistem fonemis.. Dalam sistem kita yang modern ini masih dapat ditemukan sistem logograf ini. yaitu suatu sistem dimana suatu kata dilambangkan oleh suatu tanda.

Sesudah berkalikali diadakan penyempurnaan. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. maaf. Panitia ini berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957. Di samping itu diresmikan pula huruf-huruf berikut di dalam pemakaian: f v z q. 264/Bag. fakir valuta. namun keputusan ini tidak dapat dilaksanakan karena ada usaha untuk mempersamakan ejaan Indonesia dan Melayu. Sebab itu pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu – Indonesia). Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 kembali mempersoalkan masalah ejaan. lezat x huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai. bunyi oe tidak semuanya diganti dengan u. yang bertugas menyusun konsep baru. maka berdasarkan Kepurusan Presiden No. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. menurut surat edaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanda oe mulai 1 Januari 1949 diganti dengan u. Sebab itu. kemudian dibentuk sebuah panitian dengan SK No. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe. Ch. maka dirasakan bahwa ejaan perlu disempurnakan. Sebagai dampak dalam keputusan di atas. 57 tahun 1972 diresmikan ejaan baru yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. yang dinamakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Karena laju perkembangan pembangunan. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. Baru pada tahun 1949.Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. 44876 tanggal 19 Juli 1956. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. pada tahun 1901. . Pada tahun 1900. yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. di tahun 1966 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sarino Mangunpranoto dibentuk lagi sebuah Panitia Ejaan Bahasa Indonesia. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. Tetapi konsep ejaan ini juga tidak jadi diumumkan karena perkembangan politik kemudian. universitas zeni.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. Sesuai dengan usul Kongres. Perubahan yang paling penting dalam EYD adalah: Lama djalan pajung njonja sjarat tjakap tarich Yang Disempurnakan jalan payung nyonya syarat cakap tarikh dj j nj sj* tj ch* j y ny sy c kh * Kedua gabungan huruf ini sebenarnya tidak terdapat dalam ejaan lama. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang.

Tanda Petik Tunggal D. Pemakaian Tanda Baca A. Gabungan Huruf Konsonan F. Tanda Elipsis J. Kata Turunan C. Kata Dasar B. Huruf Tebal A. dan -nya K. Tanda Hubung F. Tanda Kurung M. Kata Depan G. Lihat pula:  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan " Disempurnakan" Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1987) Pedoman Umum Pembentukan Istilah Daftar isi:   I. Tanda Petik C. Tanda Garis Miring O. Tanda Kurung Siku N. Tanda Seru L.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Dari Wikisource bahasa Indonesia. Penulisan Unsur Serapan . Tanda Penyingkat atau Apostrof IV. Pemakaian Huruf II. perpustakaan bebas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 (200 Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan portal terkait: Peraturan dan keputusan menteri Indonesia. Tanda Titik B. Bentuk Ulang D. -ku. Gabungan Kata E. proyek saudara: artikel Wikipedia. Angka dan Bilangan J. Partikel H. kau-. Kata si dan sang A. Huruf Miring H. Huruf Abjad B. Huruf Vokal C. Tanda Koma I. Kata Ganti ku-. Singkatan dan Akronim I. Tanda Titik Dua E. Huruf Konsonan D. Huruf Kapital G. -mu. Tanda Titik Koma K. Tanda Pisah G. Tanda Tanya H. Penulisan Kata III. Huruf Diftong E. Suku Kata F.

3. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. perlu disempurnakan kembali. . Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. Susunan Organisasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Menimbang : a. b. Tugas. Mengingat : 1. Fungsi.SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. 2.

M.. Dr. Andi Pangerang Moenta.H. NIP 196108281987031003 . sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 1 1. dinyatakan tidak berlaku. S. swasta. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.. dipergunakan bagi instansi pemerintah. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. 2. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya.H. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. DFM.

PEMAKAIAN HURUF A.SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 46 TAHUN 2009 TANGGAL 31 JULI 2009 I. Huruf Nama Kapital Kecil A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v a be ce de e ef ge ha i je ka el em en o pe ki er es te u ve . Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga.

f. r. e. s. i. w. o. q. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . n. p. Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. l. d. v. g. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir a e* api enak emas padi petak kena simpan kota bumi lusa sore tipe murni radio ibu i o u itu oleh ulang Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). y.W X Y Z w x y z we eks ye zet B. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf huruf b. j. x. Pertandingan itu berakhir seri. Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. tanda aksen (') dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. dan z. C. m. Kami menonton film seri (séri). h. t. c. dan u. k.

Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b c d f g h j k bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami - sebut kaca ada kafan tiga saham manja paksa rakyat* alas kami tanah apa status quo bara asli mata lava hawa payung lazim adab Abad maaf gudeg tuah mikraj politik bapak* akal diam daun siap Taufiq putar tangkas rapat sinar-x juz l m n p q** r s t v w x** y z lekas maka nama pasang Quran raih sampai tali varia wanita xerox yakin zeni Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. au. D. dan oi. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . ** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar x).

ng. ny. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai au oi ain aula - malaikat saudara boikot pandai harimau amboi E. Misalnya: Dia membaca buku. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. badan hukum. Contoh Pemakaian dalam Kata Gabungan Huruf Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir kh ng ny sy khusus ngilu nyata syarat akhir bangun banyak isyarat tarikh senang arasy Catatan: Nama orang. F. Misalnya: Adik bertanya. "Kapan kita pulang?" . dan sy masing masing melambangkan satu bunyi konsonan. 2. kecuali jika ada pertimbangan khusus. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Huruf Kapital 1. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubung an dengan agama. Misalnya: . "Berhati-hatilah.Orang itu menasihati anaknya. kitab suci." katanya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. ya Tuhan." 3 . keturunan. dan keagamaan yang diikuti nama orang. termasuk kata ganti untuk Tuhan. 4." kata Ibu. Misalnya: Islam Kristen Hindu Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya. Quran Alkitab Weda Bimbinglah hamba-Mu. Nak!" "Kemarin engkau terlambat. ke jalan yang Engkau beri rahmat. "Besok pagi. dan Tuhan. a. "dia akan berangkat.

H ur uf ka pi ta l ti da k di pa ka i se ba ga i h ur uf pe rt a m a na m a ge la r ke h or m at an . ke tu ru na .Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b.

5 . da n ke ag a m aa n ya ng ti da k dii ku ti na m a or an g.n. Ilmunya belum seberapa. Pada tahun ini dia pergi naik haji. H u r u f k a p i t a . a . M is al ny a: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. tetapi lagaknya sudah seperti kiai.

l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r n a m a j a b a t a n .

y a n g d i i k u t i n a m a o r a n g . n a m a i n s t a n s i . a t a u n a m a t .

e m p a t y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n g g a n t i n a m a o r a n g t .

M i s a l n y a : Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Jawa Tengah b . .e r t e n t u .

.

.

Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesi a. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. . Sidang itu dipimpin Presiden.

.

.

Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. .

.

huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.J de Hollander J. von (dalam nama Jerman). atau da (dalam nama Portugal). van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu. . dan der (dalam nama Belanda). van Bruggen H. van. Misalnya: J.Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de.P.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7. suku bangsa. -1 Pas joule per Kelvin Newton Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. dan bahasa.Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. H u r u f . Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b . Misalnya: pascal second J/K atau JK N c. a.

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a b .

s u k u . d a n b a h a s a y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i b e n t .a n g s a .

. a . M i s a l n y a : pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8 .u k d a s a r k a t a t u r u n a n .

.

.tahun Hijriah bulan Agustus hari Jumat hari Lebaran tarikh Masehi bulan Maulid hari Galungan hari Natal b .

.

Misalnya: . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi.Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. 9. a . Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Jazirah Arab Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya Tanjung Harapan Terusan Suez H u r u f k a p i t . Asia Tenggara Amerika Serikat Jawa Barat Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertam a unsur unsur nama geograf i yang diikuti nama diri geograf i.Banyuwangi Cirebon Eropa b . Misalny a: Bukit Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro Ngarai Sianok Selat Lombok Sungai Musi Teluk Benggala c .

a l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i r i a t a u n a m a d i r i g e o .

g r a fi ji k a k a t a y a n g m e n d a h u l u i n y a m e n g g a m b a r k a n k e k h a s a n b u .

pempek Palembang sarung Mandar sate Mak Ajad H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a k a i .d a y a . M i s a l n y a : ukiran Jepara tari Melayu asinan Bogor d .

s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r g e o g r a f i y a n g t i d a k d i i .

M i s a l n y a : berlayar ke teluk menyeberangi selat e .k u t i o l e h n a m a d i r i g e o g r a f i . mandi di sungai berenang di danau H u r u f .

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i .

r i g e o g r a f i y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n j e l a s n a m a j e .

n i s . M i s a l n y a : nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 1 0 . . a .

.

.

.

Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Raky at Keputusan Presiden Republik I ndonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b . Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertam a kata yang .

dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu. badan. lembaga ketatanegaraan. badan. . misalnya Indonesia. lembag a ketatan egaraan . huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. lembag a resmi. Misalny a: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku C a t a t a n : Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara. lembaga resmi. dan nama dokume n resmi.bukan nama resmi negara.

Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah. . Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur. 1 1 . Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu.

.

.

.

Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan 1 2 . .

.

.

.

.

Ia menyelesaikan makalah "AsasAsas Hukum Perdata". Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. .Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

.

.

A. S. termasuk singkatannya. S.Hum. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993. doktor sarjana ekonomi sarjana hukum sarjana sastra sarjana keperawatan master of arts magister humaniora profesor kiai haji tuan Ny.Dr. S. M. Catatan: nyonya saudara Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi. a.Kp. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan . S. Prof.E.H.S.H. Tn. K. 14. M. Sdr.

Surat Saudara sudah saya terima. H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a . "Silakan duduk. Bu?" Besok Paman akan datang. dan paman. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. ibu. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan.kekerabatan. adik. kakak. Dik!" kata orang itu. Misalnya: Adik bertanya. b . seperti bapak. "Itu apa. s audara.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a p e n u n j u k h u b u n g a n k e .

k e r a b a t a n y a n g t i d a k d i g u n a k a n d a l a m p e n g a c u a n a t a u .

M i s a l n y a : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. H u r u f k a p i t a l d i p a .p e n y a p a a n . 1 5 . Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a A n d a y a n g d i g u n a k a n d a l .

a m p e n y a p a a n . 1 6 . M i s a l n y a : Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik. H u r u f k a p i t a l d i p a k a i .

s e p e r t i k e t e r a n g a .s e b a g a i h u r u f p e r t a m a p a d a k a t a .

n . c a t a t a n . d a n m i s a l n y a y a n g d i d a h u l u i o l e h p e r n y .

a t a a n l e n g k a p d a n d i i k u t i o l e h p a p a r a n y a n g b e r k a i .

( L i h a t c o n t o h p .t a n d e n g a n p e r n y a t a a n l e n g k a p i t u .

d a n I I F 1 5 ) . . I E . I C .a d a I B .

2. Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. 3. bagian kata. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. kata. a. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. atau kelompok kata.1. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa. Catatan: Judul skripsi. . dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. melainkan ditipu. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka. tetapi diapit dengan tanda petik. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia. tesis. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. majalah. Dia bukan menipu.

huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. daftar pustaka. daftar lambang. bagian bab. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG . daftar isi. daftar tabel.Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus. b. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. dan lampiran. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. 1. bab. indeks.

1 Latar Belakang Masalah 1.. 2 kehilangan atau merugi .2 Tujuan Daftar.. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.. untuk keperluan itu digunakan huruf miring. 4 tidak menyamai . indeks. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Saya tidak mengambil bukumu. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. atau kelompok kata. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.. bagian kata.. Misalnya: kalah v 1 tidak menang .. dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2. 3 tidak lulus .. Saya tidak mengambil bukumu. kata. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.. 3. Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1..

. huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda... 3 menganggap kalah . terkalahkan v dapat dikalahkan . 2 menaklukkan .mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah .. ..... Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual...

Misalnya: Buku itu sangat menarik. .Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.

Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu. Misalnya: berjalan dipermainkan gemetar kemauan lukisan menengok petani b . 1. akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos. a. sisipan. Imbuhan (awalan. I m b u h a n . Kantor pajak penuh sesak.

d i r a n g k a i k a n d e n g a n t a n d a h u b u n g j i k a d i t a m b a h k a n p .

a d a b e n t u k s i n g k a t a n a t a u k a t a d a s a r y a n g b u k a n b a h .

a s a I n d o n e s i a . M i s a l n y a : mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2 . J i k a b e n t u k d a s a r n y a .

a w a l a n a t a u a k h i r a n d i t u l i s .b e r u p a g a b u n g a n k a t a .

s e r a n g k a i d e n g a n k a t a y a n g l a n g s u n g m e n g i k u t i a t a u .

( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a .m e n d a h u l u i n y a .

) M i s a l n y a : bertepuk tangan garis bawahi . B u t i r 5 . B a b I I I .h u b u n g . H u r u f E .

.menganak sungai sebar luaskan 3 .

.

.

.

dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4 . .

.

dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler infrastruktur inkonvensional kosponsor mahasiswa mancanegara monoteisme multilateral narapidana nonkolaborasi pascasarjana paripurna poligami pramuniaga prasangka purnawirawan saptakrida semiprofesional subseksi swadaya telepon transmigrasi tritunggal ultramodern .ditulis serangkai. gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital. Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan. Misalnya: adipati aerodinamika antarkota antibiotik anumerta audiogram awahama bikarbonat biokimia caturtunggal dasawarsa dekameter demoralisasi Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu.

dapat digunakan sebagai bentuk dasar. Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. kecuali kata esa. sebagai unsur gabungan. (3) Jika kata maha. ( 5 K a t . (4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. dan anti. gabungan itu ditulis serangkai. seperti pro. k ontra. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita.

) a t a k s e b a g a i u n s u r g a b u n g a n d a l a m p e r i s t i l a h a n d i .

t u l i s s e r a n g k a i d e n g a n b e n t u k d a s a r y a n g m e n g i k u t i .

t e t a p i d i t u l i s t e r p i s a h j i k a d i i k u t i o l e h b e n .n y a .

t u k b e r i m b u h a n . M i s a l n y a : taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan

C. Bentuk Ulang
1. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya. Misalnya: anak-anak mata-mata

berjalan-jalan menulis-nulis biri-biri buku-buku hati-hati kuda-kuda mondar-mandir ramah-tamah sayur-mayur serba-serbi

kupu-kupu lauk-pauk Catatan: (1)

terus-menerus tukar-menukar

Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja. Misalnya: surat kabar → surat-surat kabar kapal barang → kapal-kapal barang rak buku (2) → rak-rak buku

Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi → gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi

2.

Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I, Huruf F, Butir 7.)

Catatan:
Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Misalnya:

Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang baru. Kami mengundang orang yang berminat saja. Mereka me-lihat pameran. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku terbitan Jakarta. Bajunya ke-merah -an
2 2 2 2

2

D. Gabungan Kata
1. Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Misalnya: duta besar model linear

kambing hitam orang tua simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit umum meja tulis 2. kereta api cepat luar biasa

Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Misalnya: anak-istri Ali ibu-bapak kami anak istri-Ali ibu bapak-kami

buku-sejarah baru buku sejarah-baru 3. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Misalnya: acapkali adakalanya darmasiswa puspawarna darmawisata radioaktif saptamarga

akhirulkalam dukacita

alhamdulillah halalbihalal saputangan

apalagi astagfirullah bagaimana barangkali beasiswa

hulubalang kacamata kasatmata kepada kilometer

saripati sebagaimana sediakala segitiga sekalipun sukacita sukarela sukaria syahbandar waralaba wiraswata

belasungkawa manakala bilamana bismillah bumiputra daripada darmabakti manasuka matahari padahal peribahasa perilaku

E. Suku Kata
1 Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. . a. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. Huruf diftong ai, au, dan oi tidak dipenggal. Misalnya: pan-dai au-la sau-da-ra am-boi c Jika di

.

tengah kata dasar ada huruf konsona n (termasu k gabunga n huruf konsona n) di antara dua buah huruf vokal, pemengg alannya dilakuka n sebelum huruf konsona n itu. Misalnya : ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d .

.

Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men .Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e . pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi.

Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup ( 2 ) .C a t a t a n : (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal.

.

atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel . akhiran. Pemengg alan kata dengan awalan.itu → i-tu setia → se-ti-a 2 .

Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but .itu. Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar.

pe-nge-tik ( 2 ) A k h i r a n i t i d a k d i p i s a h k a n p a d a p e r g a n t i a n b a r i .

s . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a h u b u n g . B a .

b I I I . ) ( 3 ) P e m e n g g a l a n k a t a b e r s i s i . H u r u f E . B u t i r 2 .

p a n d i l a k u k a n s e p e r t i p a d a k a t a d a s a r . M i s a l n y a : ge-lem-bung .

ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk ( 4 ) .

Huruf E. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain. mereka tidak mau ambil makanan itu. Walaupun cuma cuma..Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan . Bab III. Butir 2.. pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. 3 ..) .

Nama orang. Huruf D. . atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). Dia berjalan-jalan di luar gedung. Kata Depan Kata depan di.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. seperti kepada dan daripada. Ia datang dari Surabaya kemarin. (Lihat juga Bab II.Misalnya: bio-grafi bio-data foto-grafi foto-kopi intro-speksi intro-jeksi kilo-gram kilo-meter bi-o-gra-fi bi-o-da-ta fo-to-gra-fi fo-to-ko-pi in-tro-spek-si in-tro-jek-si ki-lo-gram ki-lo-me-ter pasca-panen pas-ca-pa-nen pasca-sarjana pas-ca-sar-ja-na 4 . Mari kita berangkat ke kantor. F. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari. ke. badan hukum. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. Butir 3. Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan. Cincin itu terbuat dari emas. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Saya tidak tahu dari mana dia berasal. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya: Apa pun permasalahannya. Partikel lah. kah. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. Partikel 1. Jika Ayah membaca di teras. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. lalu keluar lagi. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Adik pun membaca di tempat itu.Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai. Bawa kemari gambar itu. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Dia lebih tua daripada saya. Jangankan dua kali. G. Dia masuk. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Mis aln . Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

3 .ya: Adapun sebab sebabnya belum diketahui. rumah itu tampak asri. Sekalipun belum selesai. tugas itu akan diselesaikannya. Walaupun sederhana. . hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. Bagaimanapun juga.

.

Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. Hamid Abdul Haris Nasution Haji Hamid . a. Harga kain itu Rp50. Nasution H.000. Misalnya: A.) H. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu.00 per helai. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih.Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. Singkat an dan Akroni m 1.H. jabatan. (Lihat Bab II. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. Butir 7. Huruf I. Singkatan nama orang. sapaan. nama gelar.

Misalnya: .K.E. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik.M. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Kol. Sdr. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perserikatan Bangsa Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia PT SD perseroan terbatas sekolah dasar KTP kartu tanda penduduk c.A. M.Hum. badan atau organisasi.Sos S. Supratman Wage Rudolf Supratman M. master of business administration magister humaniora magister sains sarjana ekonomi sarjana sosial sarjana komunikasi sarjana kesehatan masyarakat bapak saudara kolonel Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Suman Hasibuan W.Kom S.B. Bpk.Si. b.Suman Hs. S. M.R. S.

yang bersangkutan Yth. d. jumlah kpd.jml. dan sebagainya dst. halaman yg.a. Yang terhormat Catatan: Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus. Misalnya: a. Misalnya: dll. sama dengan atas ybs. atas nama d.n. nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. yang dl. dan seterusnya sda. dengan alamat . dalam No. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam suratmenyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. kepada tgl. tanggal hlm. dan lain lain dsb.

. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. untuk perhatian e. Lambang kimia. takaran.b. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsurunsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya: Cu kuprum cm sentimeter kg kilogram kVA kilovolt ampere l liter Rp rupiah TNT trinitrotoluene 2 . Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital. untuk beliau u.p. singkatan satuan ukuran. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. timbangan. Misalnya: LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia SIM surat izin mengemudi b .u. a.

Misalnya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappen Badan Perencanaan Pembangunan Na as sional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia c . . Misalnya: pemilu pemilihan umum iptek ilmu pengetahuan dan teknologi rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu. hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata). (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil.

Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku. 15 orang tidak setuju. . IX. L (50). VIII.I . VII.1. X. M (1. Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju.000) 1. C (100). A n g k a d a n B i l a n g a n Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. IV.2.3. III. II. D (500). kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.4.6.9 Angka Romawi : I. M (1. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.5. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.000). dan 5 orang tidak memberikan suara.000.8. Angka Arab : 0.000).7. VI. V. V (5.

3.Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. 2. 4 . Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian. dan 250 sedan. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. A n g k a d i g u n a . Panitia mengundang 250 orang peserta. jika lebih dari dua kata. 100 minibus.

k a n u n t u k m e n y a t a k a n ( a ) u k u r a n p a n j a n g . l u . b e r a t .

d a n . ( b ) s a t u a n w a k t u . d a n i s i .a s . ( c ) n i l a i u a n g .

10* ¥100 2.000 rupiah Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal. apartemen. 5. £.50* £5. 15 Jalan Wijaya No. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No.( d ) j u m l a h .000.5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter Rp5. US$. seperti Rp. (2) Penulisan lambang mata uang. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. 14 Apartemen No. Misalnya: 0. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. kecuali di dalam tabel.00 US$3. atau kamar. rumah. 5 pukul 15.00 10 persen 27 orang .

a . Misalnya: Bab X. Pasal 5. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci. halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7 . B i l a n . Kamar 169 6 . B i l a n g a n u t u h M i s a l n y a : dua belas (12) tiga puluh (30) lima ribu (5000) b .Hotel Mahameru. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.

spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan .g a n p e c a h a n M i s a l n y a : setengah (1/2) seperenam belas (1/16) tiga perempat (3/4) dua persepuluh (0.2) atau (2/10) tiga dua pertiga (3 2/3) satu persen satu permil (1%) (1‰) (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik.

Huruf E. . Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut. (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.000.pecahan. kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) 9. pada awal abad XX (angka Romawi kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab pada awal abad kedua puluh (huruf) b. Misalnya: a. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.(lima lembar uang seribuan) an tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) (uang lima-ribuan) uang 5. Bab III. Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22 30 / (dua-puluh-dua pertiga puluh) 20 15/17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152 /3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 8.000-an 10. Butir 5). seperti akta dan kuitansi). Misalnya: lima lembar uang 1. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi.

Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5. (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku.000. .00 (lima ribu dolar).000.50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen). 11.000.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban. (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan. Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. Rumah itu dijual dengan harga Rp125.000. penulisannya harus tepat. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf.Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.00.000. Bukti pembelian barang seharga Rp5.500. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.

.

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Buku ini boleh kau baca. Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Rumahnya sedang diperbaiki. Catatan: Kata kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. Siti mematuhi nasihat sang kakak. Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya.

1.

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Biarlah mereka duduk di sana. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik. (Lihat juga Bab III, Huruf I.) Misalnya: Buku itu disusun oleh Drs. Sudjatmiko, M.A. Dia memerlukan meja, kursi, dsb. Dia mengatakan, "kaki saya sakit." 2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau

daftar. Misalnya: a III Departemen . . Pendidikan Nasional A Direktorat . Jenderal Pendidikan Tinggi B Direktorat . Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1 Direktora . t Pendidika n Anak Usia Dini 2 ... . b 1. Patokan Umum . 1.1 Isi Karangan 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar Tangan 1.2.2 Tabel 1.2.3 Grafik 2. Patokan Khusus 2.1 ... 2.2 ... Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf. 3 . Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik) Catatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut. (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam. Misalnya: pukul 9.00 pagi pukul 11.00 siang pukul 5.00 sore pukul 8.00 malam (2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi, siang, atau malam. Misalnya: pukul 00.45 pukul 07.30 pukul 11.00 pukul 17.00

dan tempat terbit. 35 menit. Hans Lapoliwa.35.00 4. Weltevreden: Balai Poestaka.000 orang. 1920. 20 detik) 0. dan Anton Siregar.30 jam (20 menit. 30 detik) 0. Azab dan Sengsara. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24. . 6 .000 orang. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.200 orang. Misalnya: Alwi. Penduduk Jakarta lebih dari 11.20 jam (1 jam. Hasan.0. Misalnya: Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung. Merari. Lihat halaman 2345 dan seterusnya. Soenjono Dardjowidjojo. Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12.pukul 22. Catatan: (1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Catatan: Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan. dan detik yang menunjukkan jangka waktu. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. menit.000. Misalnya: 1.30 jam (30 detik) 5.20.

tabel. (2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. Misalnya: Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945) Salah Asuhan ( 3 ) T a n d a t i t i k t i d a k d i p a k a i d i b .Nomor gironya 5645678. dan sebagainya.

e l a k a n g ( a ) n a m a d a n a l a m a t p e n e r i m a s u r a t . ( b ) n a .

m a d a n a l a m a t p e n g i r i m s u r a t . d a n ( c ) d i b e l a k a n g .

Kepala Kantor Penempatan Tenaga Jalan Cikini 71 Jakarta Yth. Sdr. M i s a l n y a : Yth. Moh. Hasan Jalan Arif Rahmad 43 Palembang Adinda Jalan Diponegoro 82 Jakarta 21 April 2008 ( 4 ) P e m i s .t a n g g a l s u r a t .

a h a n b i l a n g a n r i b u a n a t a u k e l i p a t a n n y a d a n d e s i m a l .

d i l a k u k a n s e b a g a i b e r i k u t .50 8.750 m 7 . Huruf H.750 m . Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat Bab II.) 8.75 $ 50.000.250. Rp200.

. Dia senang membaca cerita pendek.1. tiga! 2. Misalnya: Saya membeli kertas. sedangkan. Ini bukan buku saya. Satu. pena. sedangkan adiknya suka membaca puisi . dan tinta. tetapi kau yang memilihnya. Surat biasa. dua. ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko.. dan kecuali.. Tanda koma dipakai di antara unsur unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi. surat kilat. melainkan buku ayah saya. Misalnya: Saya akan membeli buku-buku puisi. melainkan.

Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak. Agar memiliki wawasan yang luas. 3. Karena tidak congkak. saya akan datang. Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. Misalnya: Saya akan datang kalau ada undangan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.Semua mahasiswa harus hadir. kecuali yang tinggal di luar kota. C a t a t a n : Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Misalnya: Kalau ada undangan. dia mempunyai banyak teman. 4 . kita harus banyak membaca buku. T a n d a k o m .

a d i p a k a i d i b e l a k a n g k a t a a t a u u n g k a p a n p e n g h u b u n g .

s e p e .a n t a r k a l i m a t y a n g t e r d a p a t p a d a a w a l k a l i m a t .

s e h u b u n . j a d i . d e n g a n d e m i k i a n .r t i o l e h k a r e n a i t u .

Oleh karena itu. M i s a l n y a : Anak itu rajin dan pandai.g a n d e n g a n i t u . d a n m e s k i p u n b e g i t u . . dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri.

Dik? Kue ini enak. ya. Catatan: Ungkapan penghubung antarkalimat. Mas. seperti Bu. T a n d a k o m a d i p a k a . dan meskipun begitu. wah. jadi. bukan main! Hati hati. seperti o.Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru. tidak dipakai pada awal paragraf. kapan pulang? Mengapa kamu diam. atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan. wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Meskipun begitu. jalannya licin. Bu. ya. atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. aduh. Misalnya: O. dan kasihan. seperti oleh karena itu. Dik. 6 . dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. dengan demikian. begitu? Wah. Jadi. sehubungan dengan itu. 5.

i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a r i b a g i a n l a i .

n d a l a m k a l i m a t . ( L i h a t j u g a p e m a k a i a n t a n d a p e t i k . .

"Saya gembira sekali. "karena lulus ujian. H u r u f J d a n K . ) M i s a l n y a : Kata Ibu. T a n d a k o m a ." 7 .B a b I I I ." kata Ibu." "Saya gembira sekali.

t i d a k d i p a k a i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a .

r i b a g i a n l a i n y a n g m e n g i r i n g i n y a d a l a m k a l i m a t j i k .

a p e t i k a n l a n g s u n g i t u b e r a k h i r d e n g a n t a n d a t a n y a .

M i s a l n y a : "Di mana Saudara tinggal?" tanya Pak Guru.a t a u t a n d a s e r u . "Masuk ke kelas sekarang!" perintahnya. 8 . .

.

.

.

Jalan Pisang Batu 1. 9 . Universitas Indonesia. Jalan Salemba Raya 6. Bogor Dekan Fakultas Kedokteran.Sdr. . Jepang. Abdullah. Jakarta Surabaya. 10 Mei 1960 Tokyo.

.

Poerwadarminta. H. Politik Bahasa Nasional. Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni.) 1976. 1973. Misalnya: Alisjahbana. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya . W. Amran (Ed. Kamus Politik Internasional. Tanda koma dipakai di antara bagian bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir. Hadikusuma. 11. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 10. Jakarta: Pusat Bahasa. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. hlm. hlm. Halim. Kamus Arab-Indonesia.J. Takdir. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Dendy. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran Sugono. Ilham. 25. Hilman.Gunawan. Jilid 1. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. 1984.S. Junus. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat. 12. Jakarta: Restu Agung. Mahmud. hlm. 2009. 4. S. 1950). 1967). 1977).

M.E.50 Rp750.A. dengan Siti Khadijah M. S. 1 2 . Khadijah.E. M.00 C a t a t a n : Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antara dolar dan sen. M.. Ratulangi. . Catatan: Bandingkan Siti Khadijah. S.H.3 kg Rp500.M. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyataka n dengan angka. Misalnya: 12. (Siti Khadijah Mas Agung). keluarga.5 m 27.untuk membedakannya dari singkatan nama diri.A. Bambang Irawan. Ny. Siti Aminah. S. Misalnya: B.A. atau marga.

1 3 . .

.

Guru saya. Di daerah kami. pandai sekali. masih banyak orang laki- . misalnya. Pak Ahmad.

laki yang makan sirih. . mengikuti latihan paduan suara. baik laki-laki maupun perempuan. Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma. Semua siswa. Misalnya: Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah. 1 4 .

.

.

. Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam pengembangan kosakata.Dalam pengembangan bahasa. Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara. kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini. kami ucapan terima kasih. Atas perhatian Saudara.

saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku.1. anak anak masih membaca buku buku yang baru dibeli ayahnya. 2. Ayah mengurus tanaman di kebun. Adik membaca di teras depan. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. Misalnya: Hari sudah malam. Ibu menulis makalah di ruang kerjanya. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu. Misalnya: . sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan.

dokumentasi. . dan aset organisasi. sekretaris. (4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. pisang. dan tinta. dan kaos. apel. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua. pendataan anggota. baju.Syarat syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: (1) berkewarganegaraan Indonesia. (3) berbadan sehat. celana. dan program kerja. 3. penyusunan anggaran dasar. dan bendahara. (2) berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya. pensil. Misalnya: Ibu membeli buku. anggaran rumah tangga. dan jeruk.

Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. . Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. meja. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati. Catatan: Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Misalnya: Kita memerlukan kursi. meja. dan lemari.1. dan lemari.

Letakkan baik baik!" Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman. Tempat : Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acara : Bambang S. Misalnya: a. XLIII." Ibu 4. Misalnya: Ibu : "Bawa kopor ini. Misalnya: Horison. 8/2008: 8 Surah Yasin: 9 Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. 28 Oktober 2008 : 09. Jakarta: Pusat Bahasa . Hari. Bu. (c) judul dan anak judul suatu karangan. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara : Aulia Arimbi b.30 Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. (b) bab dan ayat dalam kitab suci. serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. : "Jangan lupa. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. tanggal Waktu 3. : Selasa. No.2.00—10. Nak!" Amir : "Baik.

Sebagaimana kata peribahasa. Kukuran baru ini memudahkan kita me- . 2.. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.. Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga cara baru . Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris. tak ada gading yang takretak. Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas..1.

T a n d a h u b u n g d i g u n a k a n u n t u k m e n y a m b u n g u n s u r - . 3 . Senjata ini merupakan sarana pertahanan yang canggih.ngukur kelapa.

M i s a l n y a : anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4 .u n s u r k a t a u l a n g . .

.

8-4-2008 p-a-n-i-t-i-a 5 .

. .

.

.

gabungan kata yang merupakan kesatuan. se. e.000) tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6. b. c. dan f. kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital. angka dengan -an.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital.000) tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan sosial) Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok. kata ganti yang berbentuk imbuhan.dengan angka. Misalnya: se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinar-X mem-PHK-kan ciptaan-Nya atas rahmat-Mu Bandara Sukarno-Hatta alat pandang-dengar . d. ke.ber-evolusi dua-puluh ribuan (20 x 1. Tanda hubung dipakai untuk merangkai: a. Bandingkan dengan: be-revolusi dua-puluh-ribuan (1 x 20.

7 . .

di-smash di-mark-up pen-tackle-an

1.

Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. Misalnya: Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. Keberhasilan itu–saya yakin–dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. 2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Misalnya: Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia–amanat Sumpah Pemuda–harus terus ditingkatkan. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'.

Misalnya:

Tahun 1928–2008 Tanggal 5–10 April 2008 Jakarta–Bandung Catatan: (1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat. Misalnya: Kita memerlukan alat tulis–pena, pensil, dan kertas. (Bandingkan dengan Bab III, Huruf D, kaidah 1.) (2) Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

1.

Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Misalnya: Kapan dia berangkat? Saudara tahu, bukan?

2.

Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya: Dia dilahirkan pada tahun 1963 (?). Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Misalnya: Alangkah indahnya taman laut ini! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Sampai hati benar dia meninggalkan istrinya! Merdeka!

1.

Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Misalnya: Kalau begitu ..., marilah kita laksanakan. Jika Saudara setuju dengan harga itu ..., pembayarannya akan segera kami lakukan. 2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut. Pengetahuan dan pengalaman kita ... masih sangat terbatas. Catatan: (1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

(3) Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi. Misalnya: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan cermat ....

1.

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. " Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi. " "Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentar!"

Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja. Misalnya: Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu. Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. "Saya juga minta satu.2. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi. karangan. Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai". "Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar. Misalnya: Kata dia. "Apakah saya boleh ikut?" (2) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti . Catatan: (1) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. 3 . Bacalah "Penggunaan Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan." Dia bertanya.

Misalnya: Bang Komar sering disebut "pahlawan". (3 ) Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. Tanda petik (") dapat digunaka n sebagai pengganti idem atau sda.khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. dia mendapat julukan "Si Hitam". (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian (4 ) . Karena warna kulitnya. ia sendiri tidak tahu sebabnya.

Misalnya: zaman bukan jaman asas plaza jadwal bus " " " " azas plasa jadual bis .yang berbentu k daftar.

kudengar teriak anakku. "Kaudengar bunyi 'kring kring' tadi?" "Waktu kubuka pintu depan. Bapak pulang'.1. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain. dan rasa letihku lenyap seketika. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. Misalnya: Tanya dia." ujar Pak Hamdan. 'Ibu. 2. .

kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung. angkuh' 3. Huruf M) Misalnya: feed-back 'balikan' dress rehearsal 'geladi bersih' tadulako 'panglima' . Bab III. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna.Misalnya: terpandai retina 'paling' pandai 'dinding mata sebelah dalam' mengambil langkah seribu 'lari pontang panting' 'sombong.

Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP).1. Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi). Misalnya: Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk). KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan. . Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku. Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya. (b) biaya produksi. Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keteranga n. 4 . dan (3) surat keterangan kesehatan. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). . Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. dan (c) tenaga kerja. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.2. 3. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. (2) ijazah terakhir. Catatan: Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah.

dan c) kimia. b) biologi. 2) pensil. Dia senang dengan mata pelajaran a) fisika.Misalnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku. dan 3) tas sekolah. .

Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. 2. Ia memberikan uang [kepada] anaknya. Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa. kata. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. . Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf.1.

Misalnya: No. 1.Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini. nomor pada alamat. dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran. 7/PK/2008 Jalan Kramat III/10 tahun ajaran 2008/2009 . Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat.

tindakan penipuan. tiap. . Misalnya: dikirimkan lewat darat/laut harganya Rp1.00/lembar tindakan penipuan dan/atau penganiayaan 'dikirimkan lewat darat atau lewat laut' 'harganya Rp1. dan ataupun.500.500.00 tiap lembar' 'tindakan penipuan dan penganiayaan. atau tindakan penganiayaan' Catatan: Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalanpenggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau.2.

.

('kan = bukan) Malam 'lah tiba. 1 Januari '08 ('lah = telah) ('08 = 1988) .Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Dia 'kan sudah kusurati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut. .

'asr sa'ah manfa'ah asar saat manfaat .

.

ra'yah ma'na ruku' rakyat makna rukuk paal baal pal bal .

octaaf oktaf .

aerobe aerodinamics aerob aerodinamika .

haemoglobin haematite hemoglobin hematit trailer caisson trailer kaison .

audiogram autotroph tautomer hydraulic caustic audiogram autotrof tautomer hidraulik kaustik .

calomel construction cubic coup classification crystal kalomel konstruksi kubik kup klasifikasi kristal .

central cent cybernetics sentral sen sibernetika .

circulation cylinder coelom sirkulasi silinder selom .

accomodation acculturation acclimatization accumulation acclamation akomodasi akulturasi aklimatisasi akumulasi aklamasi .

accent accessory vaccine aksen aksesori vaksin .

saccharin charisma cholera chromosome technique sakarin karisma kolera kromosom teknik .

echelon eselon .

machine mesin chip voucher China cip vocer Cina .

check ticket cek tiket .

çabda çastra sabda sastra darurat fardu hadir darurat fardu hadir .

effect description synthesis efek deskripsi sintesis idealist habeas idealis habeas .

stratosfeer systeem stratosfer sistem eicosane eidetic einsteinium eikosan eidetik einsteinium .

stereo geometry zeolite stereo geometri zeolit neutron eugenol europium neutron eugenol europium .

faqīr mafhum saf fakir mafhum saf fanatic factor fossil fanatik faktor fosil .

sorghum sorgum igue gigue ige gige .

hakim tahmid ruh hakim tahmid roh .

iambus ion iota iambus ion iota .

politiek riem politik rim .

variety patient efficient varietas pasien efisien khusus akhir khusus akhir .

contingent congres linguistics kontingen kongres linguistik oestrogen oenology foetus estrogen enologi fetus komfoor provoost kompor provos cartoon proof pool kartun pruf pul zoology coordination zoologi koordinasi gouverneur coupon contour gubernur kupon kontur phase physiology fase fisiologi .

spectograph spektograf pseudo psychiatry psychic psychosomatic pseudo psikiatri psikis psikosomatik pterosaur pteridology ptyalin pterosaur pteridologi ptialin aquarium frequency equator akuarium frekuensi ekuator qalbu haqiqah haqq kalbu hakikah hak rhapsody rhombus rhythm rhetoric rapsodi rombus ritme retorika .

salj asiri hadis salju asiri hadis subh musibah khusus subuh musibah khusus scandium scotopia scutella sclerosis scriptie skandium skotopia skutela sklerosis skripsi scenography scintillation scyphistoma senografi sintilasi sifistoma schema schizophrenia scholasticism skema skizofrenia skolastisisme ratio actie rasio aksi .

patient pasien ta'ah mutlaq Lut taat mutlak Lut theocracy orthography thiopental thrombosis methode (Belanda) teokrasi ortografi tiopental trombosis metode unit nucleolus structure institute unit nukleolus struktur institut dualisme aquarium dualisme akuarium suede duet sued duet equinox ekuinoks .

conduite konduite fluorescein quorum quota fluoresein kuorum kuota prematuur vacuum prematur vakum vitamin television cavalry vitamin televisi kavaleri jadwal marwa taqwa jadwal marwa takwa xanthate xenon xylophone xantat xenon xilofon executive taxi exudation eksekutif taksi eksudasi .

latex lateks exception excess excision excitation eksepsi ekses eksisi eksitasi excavation excommunication excursive exclusive ekskavasi ekskomunikasi ekskursif eksklusif yakitori yangonin yen yuan yakitori yangonin yen yuan yttrium dynamo propyl psychology itrium dinamo propil psikologi zenith zirconium zenit zirkonium .

Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang dipaparkan di atas. Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. Misalnya: bengkel. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. paham. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. . sirsak 2. perlu. kabar.zodiac zygote zodiak zigot zalim hafiz zalim hafiz gabbro accu effect commission ferrum salfeggio ummat tammat gabro aki efek komisi ferum salfegio umat tamat mass massa 1. nalar.

efektif. -air (Belanda) menjadi -er complementary. -eel (Belanda). -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -ase percentage etalage -al (Inggris). oligarchie -ary. actie publication. structureel formal. -si action. anarchie oligarchy. formeel normal. secundair komplementer primer sekunder -(a)tion. Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. complementair primary. primair secondary. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. normaal -ant menjadi -an accountant informant -archy. Kata seperti standardisasi. -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. -aal (Belanda) menjadi -al structural. publicatie aksi publikasi -eel (Belanda) menjadi -el anarki oligarki akuntan informan struktural formal normal persentase etalase .suaiannya dalam bahasa Indonesia.

phonetiek physics. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. economisch practical. logica phonetics. techniek logika fonetik fisika dialektika teknik -ic. logisch logis . physica dialectics. -ika logic. -isch (Belanda) menjadi -is economical. mechanisch ballistic. elektronisch mechanic. -ique. -iek. -ica (Belanda) menjadi -ik. ballistisch elektronik mekanik balistik -ical. dialektica technique. -ics. practisch ekonomis praktis logical.ideëel materieel moreel -ein tetap -ein casein protein ideel materiel morel kasein protein -i (Arab) tetap -i haqiqi insani jasmani hakiki insani jasmani -ic.

-isme (Belanda) menjadi -isme modernism. -iyyat (Arab) menjadi -iah alamiyyah aliyyah ilmiyyah -logue menjadi -log catalogue dialogue catalog dialog -logy. -logie (Belanda) menjadi -logi technology. technologie physiology. percentiel mobile. demonstratief -iyyah. analogie teknologi fisiologi analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog alamiah aliah ilmiah deskriptif demonstratif publisis egois modernisme komunisme persentil mobil . -iel menjadi -il percentile.-ile. descriptief demonstrative. communisme -ist menjadi -is publicist egoist -ive. modernisme communism. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive. mobiel -ism. physiologie analogy.

prematuur struktur prematur . struktuur premature. inspecteur amateur formateur direktur inspektur amatir formatur -or tetap -or dictator corrector diktator korektor -ty. universiteit quality. hominoide anthropoid. -teit (Belanda) menjadi -tas university. -ir director. kwaliteit universitas kualitas -ure. anthropoide hominoid antropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir repertoire trotoar repertoar -or.epiloog epilog -oid. directeur inspector. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. -eur (Belanda) menjadi -ur. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid.

.

.

.

di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul : . Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi.do'a : doa . namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia.bis : bus .apotik : apotek .azas : asas .hadist : hadis .azasi : asasi . 13/04/2008 . sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah. Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum. Referensi Dan Contoh Sun. Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.   Ejaan Baku Dan Ejaan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia . Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah.duren : durian .gubug : gubuk .ijin : izin .atlit : atlet .imajinasi : imaginasi . Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar.8:36pm — godam64 Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia.entuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.Pengertian.

Penulis di dini juga manusia yang tidak luput dari salah.obyek : objek . .insyaf : insaf .ramadhan : ramadan .sentausa : sentosa .aktiv : aktif ..rame : ramai .kreativ : kreatif .kreatifitas : kreativitas .trotoar : trotoir Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd : .rapor : rapot .produktiv : produktif Tambahan : Situs web yang kaya akan ilmu pengetahuan ini pun tidak luput dari kesalahan ejaan.kongkrit : konkret . Menulis sambil belajar.sportiv : sportif .kalo : kalau .aktifitas : aktivitas .sportifitas : sportivitas .jaman : zaman .karir : karier .nomer : nomor .produktifitas : produktivitas .

kata ulang. 5. dsb. 4. misalnya ejaan. misalnya bapa’. Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda. Contoh pada kata /emek/ ditulis /ema’/ kata ulang diberi angka 2. hanya saja ada beberapa penyederhanaan dan perubahan. Ejaan Malindo d). Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menanda /u/ Tanda trema pada huruf a dan I dihilangkan. dsb dengan menggunakan tanda penghubung misalnya /rumah-sakit/. Ciri khusus ejaan Van Ophusyen adalah : 1. Contohnya : . Perlambangan fonem dengan huruf (tata bunyi) Ketetapan penulisan satuan-satuanbentuk kata misalnya kata dasar. 3. .EJAANBAHASAINDONESIA 4 Comments Written by mas-shiro on April 8th. ejaan ini merupakan karya Ch. Adapun ejaan yang pernah berlaku di Indonesia adalah : a). 4. 6. kata majemuk dan lain sebagainya. misalnya: janda2 (dibaca: janda-janda) Kata majemuk ditulis dengan tiga cara : 1. ta’ jika pada suatu kata berakhiran huruf /a/ mendapat akhiran /i/ maka diatas akhiran itu diberi tanda trema /”/ huruf /e/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ di atasnya. Pada dasarnya ejaan ini sama dengan Van Ophusyen. dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). 3. A. Ejaan Republik / Ejaan Suwandi c). 2011 8:25 am in Pendidikan Guru — 1. huruf /u/ ditulis /oe/ koma hamzah /k/ ditulis dengan tanda /’/ pada akhir kata./anak-negeri/ dipisahkan. Ejaan Van Ophusyen b). misalnya /anak negeri/ . Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalnya kata’ menjadi katak. Ketetapan cara menulis kalimat dan bagian-bagian dengan menggunakan tanda baca. seekor. Van Ophusyen. 3.rumah sakit/ Ejaan Repulik/Ejaan Suwandi Ejaan Republik dimuat dalam surat keutusan Menteri P dan K Mr. Penulisan kata ulang dapat dilakukn dengan dua cara. System ejaan Suwandi merupakan system ejaan latin untuk Bahasa Indonesia. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. 264/Bhs. dirangkai menjadi satu. apabila/. 3. Pengertian Ejaan Ejaan adalah suatu keseluruhan system penulisan bunyi-bunyi bahasa yang meliputi: 1. Soewandi No. misalnya /hoeloebalang. A tanggal 19 Maret 1947 oleh sebab itu ejaan ini disebut Ejaan Suwandi. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai dengan 1947. 5. 2. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 2. 3. 2. 2. 2. Ejaan Van Ophusyen ejaan Van Ophusyen disebut juga ejaan balai pustaka. Cirri khusus ejaan Republik / Suwandi dalah sebagai berikut : 1.

Misalnya : /putra/ bukan /putera/.1). Berlari-larian 2). Tatalaksana 7. Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa indoneia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah. Contohnya : 1). Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara. Tata laksana 2). Tata-laksana 3). /praktek/ bukan /peraktek/ . Berlair2-an 6.

lafal dalam bahasa Indonesia disesuaikan dengan tulisan. ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda saja. Pelafalan Salah satu hal yang diatur dalam ejaan ialah cara pelafalan atau cara pengucapan dalam bahasa Indonesia. Perhatikan contoh berikut! Artikel Terkait    Penerbit dan Anak Perusahaannya "Rp" Itu Bukan Singkatan Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa . yaitu bunyi-bunyi dalam bahasa Indonesia harus dilafalkan sesuai dengan apa yang tertulis.Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan: Pelafalan. Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. ketentuan pelafalan yang berlaku dalam bahasa Indonesia cukup sederhana. Kaidah pelafalan bunyi bahasa Indonesia berbeda dengan kaidah bunyi bahasa lain. Akan tetapi. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan. Pemakaian Huruf. kata. dan /sy/. dapat diucapkan dengan berbagai wujud bunyi bergantung pada bunyi atau fonem yang ada di sekitarnya. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambang (huruf) diucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf tersebut. terutama bahasa asing. yaitu /e/ pepet dan /e/ taling. Sebaliknya. yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf. misalnya /a/ atau /g/. kenyataannya masih terdapat kekurangan. Lain halnya dengan bahasa Indonesia. dan tanda baca. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik. Keraguan yang dimaksud ialah ketidakteraturan pengguna bahasa dalam melafalkan huruf. Tegasnya. unsur serapan. Kekurangan tersebut terlihat pada adanya fonem (bunyi) yang masih dilambangkan dengan dua tanda. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam penyusunan ejaan bahasa Indonesia yang lebih sempurna. seperti bahasa Inggris. yaitu satu bunyi dilambangkan dengan satu tanda (huruf). satu bunyi yang dilambangkan dengan satu huruf. /kh/. Dalam bahasa tersebut. dan Pemisahan Suku Kata Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. /ny/. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. yaitu /ng/. Ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia sekarang menganut sistem ejaan fonemis. dan bahasa Jerman. Pada akhir-akhir ini sering kita dengar orang melafalkan bunyi bahasa Indonesia dengan keraguan. bahasa Belanda. A.

sungai. bergantung pada pemilik nama tersebut. gunung. Pertimbangan yang dimaksud ialah pertimbangan adat. hukum. Perhatikan contoh berikut! . Perhatikan pelafalan berikut! -TV Lafal yang salah: [tivi] Lafal yang benar: [t e ve] -MTQ Lafal yang salah: [emtekyu]. atau kesejahteraan.HCI Lafal yang benar: [Ha Se El] . kota. Jadi. kecuali kalau ada pertimbangan lain.coca Lafal yang benar: cola [ko ka ko la] . bergantung pada kebiasaan yang berlaku untuk nama tersebut. Di dalam kaidah ejaan dikatakan bahwa penulisan dan pelafalan nama diri. dan sebagainya disesuaikan dengan kaidah ejaan yang berlaku. Demikian pula halnya dengan pelafalan unsur kimia. [emtekui] Lafal yang benar: [em te ki] Hal yang perlu mendapat perhatian ialah mengenai pemakaian dan pelafalan huruf pada penulisan dan pelafalan nama diri. Sebaiknya pemakai bahasa memperhatikan pelafalan yang benar seperti yang sudah dibakukan dalam ejaan. dengan kebebasan memilih apakah mengikuti Ejaan Republik (Soewandi) atau Ejaan yang Disempurnakan. yaitu nama orang. enersi.CO2 Lafal yang benar: [Se O2] . jalan. Jadi. lembaga. Hal tersebut memerlukan kesepakatan lebih lanjut dari pakar yang bersangkutan. enerji Lafal yang benar: energi [e n e r g i] Masalah lain yang sering muncul dalam pelafalan ialah mengenai singkatan kata dengan huruf. pemakai bahasa dapat saja melafalkan unsur tersebut tidak sesuai dengan yang tertulis. atau nama obat-obatan. badan hukum.    Translasi Berdimensi Budaya Setop Menulis Stop! Harapan Pada Bahasa Luluhnya "P" Sehabis "Me-" -teknik Lafal yang salah: tehnik Lafal yang benar: teknik [t e k n i k] -tegel Lafal yang salah: tehel Lafal yang benar: tegel [t e g e l] -energi Lafal yang salah: enerhi. pelafalan nama orang dapat saja diucapkan tidak sesuai dengan yang tertulis. agama. nama minuman.

seperti kata mahir. Demikian pula huruf /x/ dapat dipakai untuk lambang. Contoh: .pasif tidak boleh diganti dengan pasip . /v/. /x/. Pemakaian Huruf Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan menggunakan 26 huruf didalam abjadnya.aktif tidak boleh diganti dengan aktip . liyat. pemakaian huruf itu tetap dipertahankan dan jangan diganti dengan huruf lain. Beberapa huruf di antaranya. kohesi. luhur. sedangkan untuk istilah umum harus diganti dengan huruf /k/.Quran tetap ditulis Quran (nama) . Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang sama harus dilafalkan dengan jelas. seperti pada kata mahal. x. Dengan demikian. siarah Meskipun huruf-huruf serapan sudah dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia. Pelafalan bunyi /h/ ada aturannya dalam bahasa Indonesia.ziarah tidak boleh diganti dengan jiarah. leher. yaitu mulai dengan huruf /a/ sampai dengan huruf /z/. + y. merupakan huruf serapan dan sekarang huruf-huruf tersebut dipakai secara resmi di dalam bahasa Indonesia. B. seperti xenon. Huruf /x/ apabila terdapat pada tengan kata dan akhir kata diganti dengan huruf gugus konsonan /ks/. payit. yaitu tawun. dan /z/. Contoh: . Huruf /q/ hanya dapat dipakai untuk nama istilah khusus. pahit.aquarium harus ditulis dengan akuarium . Bunyi /h/ pada kata seperti itu umumnya dilafalkan dengan bunyi luncur /w/ atau /y/. kohir.Kaidah pelafalan yang perlu dibicarakan di sini ialah pelafalan bunyi /h/.quadrat harus ditulis dengan kuadrat . seperti pada kata tahun.valuta tidak boleh diganti dengan paluta . sihir.fakta tidak boleh diganti dengan pakta . pohon. yaitu huruf /f/. harus kita ingat ketentuan pemakaian huruf /q/ dan /x/. sinar x. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang berbeda dilafalkan dengan lemah atau hampir tidak kedengaran. lahir. Aturan ini tidak berlaku bagi kata-kata pungut karena lafal kata pungut disesuaikan dengan lafal bahasa asalnya. lihat.

pemisahan dilakukan di antara kedua konsonan tersebut. Apabila di tengan kata terdapat konsonan di antara dua vokal pemisahannya dilakukan sebelum konsonan. Contoh: Main ma-in.da’wah harus diganti dengan dakwah . Pemisahan Suku Kata Setiap suku kata bahasa Indonesia ditandai oleh sebuah vokal. taat ta-at 1. Persukuan atau pemisahan suku kata biasanya kita dapati pada penggantian baris. 1) Apabila di tengah kata terdapat dua vokal berurutan.ma’mur harus diganti dengan makmur C.ma’ruf harus diganti dengan makruf . Contoh : ambil am-bil undang un-dang 2. yaitu terdapat pada bagian akhir setiap baris tulisan. Ternyata masih ada pengguna bahasa yang menggunakan tanda ‘ain’ /’/ untuk bunyi hamzah (glotal) tersebut.taxi harus ditulis dengan taksi . pemisahan dilakukan di antara vokal tersebut. Contoh: . juga digunakan untuk melambangkan bunyi huruf hamzah (glotal). misalnya mencari kelurusan baris pada pinggir baris setiap halaman atau hanya untuk memudahkan pengetikan. Huruf vokal itu dapat didahului atau diikuti oleh huruf konsonan.ta’zim harus diganti dengan taksim . Contoh: bapak ba-pak sulit su-lit .. Penulisan harus mengikuti kaidah-kaidah pemisahan suku kata yang diatur dalam Ejaan yang Disempurnakan seperti berikut ini. Pengguna bahasa tidak boleh melakukan pemotongan kata berdasarkan kepentingan lain.complex harus ditulis dengan kompleks Huruf /k/ selain untuk melambangkan bunyi /k/. Apabila di tengan kata terdapat dua konsonan berurutan.

3. penyukuannya dipisahkan sebagai satu kesatuan. Pada akhir baris dan awal baris tidak diperkenankan ada huruf yang berdiri sendiri. pemisahannya dilakukan di antara konsonan pertama dan konsonan kedua. Imbuhan termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh: minuman mi-num-an bantulah ban-tu-lah 5. Apabila di tengah kata terdapat tiga atau empat konsonan. Contoh: Salah ikut juga masalah itu Benar ikut juga masalah itu 6. Contoh: bangkrut bang-krut instumen in-stru-men 4. Contoh: Salah Benar pengam . tetapi diletakkan di samping kanan huruf. Tanda pemisah (tanda hubung) tidak diperkenankan diletakkan di bawah huruf dan juga tidak boleh berjauhan dengan huruf. baik vokal maupun konsonan.

belajar .bilan. bela jar Benar pengambilan .

ë. Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik pada 17 Maret 1947.W. van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia. sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini. [sunting]Sejarah singkat Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe. Taib Sultan Ibrahim. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku. Belanda. antara lain:    huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang. kemudian menjadi profesor bahasa Melayu diUniversitas Leiden. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe. seperti koma ain dan tanda trema. pa’. pajah. Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä. bukan diftong. ï dan ö. Sumatera Barat.Ejaan Van Ophuijsen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ‘akal. ta’. Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T. Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda. tanda diakritik. Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. itoe. sajang. oemoer. menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata. yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia. dinamaï. . untuk menuliskan katakata ma'moer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful