P. 1
EJAAN

EJAAN

|Views: 401|Likes:

More info:

Published by: هيندرا الملك on Nov 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan.

Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu 1. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad 2. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis 3. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. ejaan dan diksi yang dipakai dalam suatu artikel. Pertama saya akan menjelaskan apa itu ejaan dan diksi. A. EJAAN Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu: 1. Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad. 2. Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis. 3. Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. B. DIKSI Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. Di bawah ini terdapat artikel yang menurut saya memiliki ejaan dan diksi yang salah. (-) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 pelacur jalanan yang sering mangkal di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dijaring polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah penjaja cinta itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka mejeng di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang mejeng,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, pelacur tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semak-semakan tak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat esek-esek jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil pelacur yang bisa lolos

dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar pelacur itu ikut diringkus. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) NB: Kata-kata berwarna merah adalah kata-kata yang ejaan dan diksi yang salah. Jika diperbaiki maka kata-kata yang benar adalah kata-kata berwarna biru pada artikel di bawah ini: (+) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 wanita tuna susila jalanan yang sering menetap di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dirazia polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah wanita tuna susila itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka menampakkan diri di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang menampakkan diri,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, wanita tuna susila tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semaksemaktak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat abal-abal jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil wanita tuna susila yang bisa lolos dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar wanita tuna susilaitu ikut ditangkap. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) Kata-kata yang ejaan dan diksinya salah: pelacur = wanita tuna susila => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang kasar. mangkal = menetap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. dijaring = dirazia => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. mejeng = menampakkan diri => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. semak-semakan = semak-semak => Dalam kata perulangan ini tidak perlu menggunakan imbuhan -an pada akhirannya. esek-esek = abal-abal => Dalam kata perulangan ini menggunakan kata yang tidak baku. diringkus = ditangkap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. NB: Ada kata-kata yang sepenuhnya belum 100% benar.Selamat membaca. Terima Kasih.

Sintaksis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Dalam linguistik, sintaksis (dari Yunani Kuno: συν- syn-, "bersama", dan τάξις táxis, "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern." Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Katasintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika, seperti logika, bahasa formal buatan, dan bahasa pemrograman komputer.
PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2000KATA PENGANTAR CETAKAN KETIGA Buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Khusus Bahan Penyuluhan) cetakan I dan II telah habis dibagikan kepada para peserta kegiatan Pemasyarakatan Bahasa Indonesia di berbagai instansi di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini dicetak ulang dengan penerbitan kesalahan cetak yang terdapat pada cetakan sebelumnya. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bagi masyarakat luas. Jakarta, 1 Agustus 2000 Hasan Alwi Kepala Pusat BahasaKEPUTUSAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA No. 054a/U/1987 Tentang Penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Membaca :Surat Kepala Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 6 Desembar 1986 No. 5965/F8/U1.7/86. Menimbang : a. bahwa dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975 telah ditetapkan peresmian berlakunya “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dan “Pedoman Umum Pembentukan Istilah”; b.bahwa sesungguhnya bahasa itu senantiasa berubah dan berkembang sesuai dengan kehiduoan masyarakat; c. bahwa sesungguhnya dengan hal tersebut pada sub a dan b, dipndang perlu menetapkan penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‟. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia: a. Nomor 44 Tahun 1974; b. Nomor 52 Tahun 1975;c. Nomor 45/M Tahun 1983; d. Nomor 15 Tahun 1984 sebagaimana telah diubah/ditambah terakhir dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 1987;

e. Nomor 138/M Tahun 1985; 2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975. MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Menyempurnakan „Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan” sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No.0196/U/1975 menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Kedua : Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur lebih lanjut

dalam ketentuan tersendiri. Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Tanggal 9 September 1987 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Fuad HasanPRAKATA Sejak peraturan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin ditetapkan pada tahun 1901 berdasarkan rancangan Ch. A. van Ophuysen dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim, penyempurnaannya berkali-kali diusahakan. Pada tahun 1938, selama Kongres Bahasa Indonesia yang pertama kali di Solo, misalnya disarankan agar ejaan Indonesia lebih banyak diinternasionalkan. Pada tahun 1947 Soewandi, Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu, menetapkan dalam surat keputusannya tanggal 19 Maret 1947, No. 264/Bhg. A bahwa

perubahan ejaan bahasa Indonesia dengan maksud membuat ejaan yang berlaku menjadi lebih sederhana. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan Ejaan Republik. Beberapa usul yang diajukan oleh panitia menteri itu belum dapat diterima karena masih harus dirinjau lebih jauh lagi. Namun, sebagai langkah utama dalam usaha penyederhanaan dan penyelarasan ejaan dengan perkembagan bahasa, keputusan Soewandi pada masa pergolakan revolusi itu mendapat sambutan baik. Kongres Bahasa Indonesia Kedua, yang diprakarsai Menteri Moehammad Yamin, diselenggarakan di Medan pada tahun 1954. Masalah ejaan timbul lagi sebagai salah satu mata pertemuan itu. kongres itu mengambil keputusan supaya ada badan yang menyusun peratura ejaan yang praktis bagi bahasa Indonesia. Panitia yang dimaksud (Priyono-Katoppo, Ketua) yang dibentuk oleh Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 19 Juli 1956, No. 44876/S, berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957 setelah bekerja selama setahun. Tindak lanjut perjanjian persahabatan antara Republik Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1959, antara lain berupa usaha mempersamakan ejaan bahasa kedua Negara ini. Maka pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmuljana-Syed Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya megurungkan peresmiannya.Sesuai dengan laju pengembangan nasional, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan yang pada tahun 1968 menjadi Lembaga Bahasa Nasional, dan akhirnya pada tahun 1975 menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, menyusun program pembakuan bahasa Indonesia secara menyeluruh. Di dalam hubungan ini, panitia Ejaan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (A.M. Moeliono, ketua) yang disahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Sarino Mangunpranoto, sejak tahun 1966 dalam surat keputusannya tanggal 19

Atas permintaan ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI). No. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. 03/A. tahun 1972. Setelah rancangan itu akhirnya dilengkapi di dalam Seminar Bahasa Indonesia di Puncak pada tahu 1972. dan diperkenalkan secara luas oleh sebuah panitia antardepartemen (Ida Bagus Mantra. Ketua dan Lukman Ali. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebar buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. No.W.I/72.September 1967. 062/1967. menyusun konsep yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. Mashuri. Ketua). menyusun buku Pedoman Umum ini yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang . No. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 12 Oktober 1972. Rujianti Mulyadi. Ketua) dalam pembicaraan mengenai ejaan dengan pihak Malaysia di Jakarta pada tahun 1966 dan di Kuala Lumpur pada tahun 1967. No. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. 57. pada tahun 1972 rancangan tersebut disetujui untuk dijadikan bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara. 011/G-5/II/ 1967 (S. dan Menteri Pelajaran Malaysia. Ketua Kelompok Teknis Bahasa) yang ditetapkan dengan surat keputusan Menteri pendidikan dan Kebudayaan tanggal 20 Mei 1972. 156/P/1972 (AmranHalim. Konsep itu ditanggapi dan dikaji leh kalangan luas di seluruh tanah air selama beberapa tahun. Karena penuntun itu perlu dilengkapi. dengan nama Ejaan yang Disempurnakan. rancangan peraturan ejaan tersebut dipakai sebagai bahan oleh tim Ahli Bahasa KOTI yang dibentuk oleh ketua Gabungan V KOTI dengan surat Keputusannya tanggal 21 Februari 1967. maka pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu juga diresmikanlah aturan ejaan yang baru itu berdasarkan keputusan Presiden No. Hussen Onn. Dalam Komite Bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Nama huruf disertakan di sebelahnya. Rujiati Mulyadi. Agustus 1975 Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Pembinaan dan Pengembagan Bahasa DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANI. Penyusunan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ini telah dimungkinkan oleh tersedianya biaya Pelita II yang disalurkan melalui Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ketua). Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (S. kalangan masyarakat.W. Kepada segenap instansi. PEMAKAIAN HURUF A. dan perorangan yang telah memungkinkan tersusunnya Pedoman Umum ini disampaikan penghargaan dan terima kasih. Pencetakan Pedoman Umum ini dilaksanakan oleh Proyek Penulisan dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan dan Profesi. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A B C D E F G H a b c d e f g h .lebih luas. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut.

I a be ce de e ef ge ha i J K L M N O P Q R Je ka el em en i j k l m n o p q r .

Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. e.dan u. huruf contoh pemakaian dalam kata vokal di awal di tengah di akhir s t u v w x y z . o. i.o pe ki er S T U V W X Y Z es te u ve we eks ye zet B.

dan oi. h. au. E. j. Kami menonoton film seri (séri). y. Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah. m. Pertandingan iru berakhir seri. d. l. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. q. v. C.D. w. s. Gabungan Huruf Konsonan . p. t. c. r. dan z. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. k. g. * Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah. ** Khusus untuk nama dan keperluan ilmu. x. n.a api padi lusa e enak petak sore emas kena tipe i itu simpan murni o oleh kota radiou ulang bumi ibu * Dalam pengajaran lafal kata. f. Huruf diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai.

Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan. termasuk gabungan huruf konsonan. Misalnya: . pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Misalnya: ba-pak. Misalnya: man-di. de-ngan. ng. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. makh-luk d. su-lit.Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. dan sy. ny.a. Pemenggalan Kata 1. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. swas-ta. yaitu kh. ba-rang. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. F. di antara dua buah huruf vokal. ke-nyang. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. som-bong. Misalnya: au-la bukan a-u-la sau-dara bukan sa-u-da-ra am-boi bukan am-bo-i b. bang-sa. ca-plok Ap-ril. la-wan. mu-ta-khir c. Jikan di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan.

Misalnya: te-lun-juk. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. badan hukum. 1b. in-tro-spek-si Kilo-gram. ki-lo-gram Pasca-panen. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Bab V. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. Pasal E. Pada kata yang berimbuhan sisipan. mem-bantu. 1c dan 1d di atas.II. si-nam-bung.Misalnya: makan-an. dapat dipenggal pada pergantian baris. b. fo-to-gra-fi Intro-speksi. bang-krut. bi-o-gra-fi Foto-grafi. pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. me-rasa-kan. Misalnya: Bio-grafi. ge-li-gi 3. Akhiran -i tidak dipenggal. ul-tra. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. pas-ca-pa-nen Keterangan: Nama orang.in-stru-men. in-fra. Ayat 1. kecuali jika ada pertimbangan khusus. dan nama dari yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. pergi-lah Catatan: a. Imbuhan akhiran dan imbuhan aalan. ben-trok ikh-las 2.) c. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING .

Yang Mahakuasa. ya Tuhan. Misalnya: Dia mengantuk.” kata ibu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. atau . Quran. Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya Bimbinglah hamba-Mu. Weda. “Berhati-hatilah. Islam. “Kapan kita pulang?” Bapak menasihatkan. ke jalan yang Engkau beri rahmat. Sultan Hasanuddin. Misalnya: Mahaputra Yamin. Nabi Ibrahim. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. Alkitab. Kristen. termasuk kata ganti untuk Tuhan. 4. keturunan. Misalnya: Adik bertanya. Pekerjaan itu belum selesai. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Haji Agus Salim. “dia akan berangkat”. 3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan.A.” katanya. Nak!” “Kemarin engkau terlambat. Yang Maha Pengasih. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Allah. “Besok pagi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertetu. Apa maksudnya?Kita harus beker keras. 2. nama instansi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci. Imam Syafii.

5 ampere 7. Profesor Supomo. Misalnya: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. Misalnya:Bangsa Indonesia. Perdana Menteri Nehru. 6. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. Halim Perdanakusumah. suku bangsa. Misalnya: Mesin diesel. atau nama tempat. atau nama tempat. 5. Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. suku Sunda. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian. Gubernur Irian Jaya. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. Dewi Sartika. bahasa Inggris . nama instansi. Tahun ini dia pergi naik haji. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. 10 volt. dan bahasa. Wage Rudolf Supratman. Misalnya: Amir Hamzah.nama tempat. nama instansi.

Pegunungan Jayawijaya. Ngarai Sianok. Kali Brantas. bulan Agustus. Banyuwangi.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. dan peristiwa sejarah. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadiunsur nama diri. Jalan Diponegoro. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Lembah Baliem. Dataran Tinggi Dieng. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya: Asia Tenggara. Selat Lombok. hari. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. hari Natal. tarikh Masehi. Misalnya: . Gunung Semeru. hari Lebaran. 9. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. bulan Maulid. Teluk Benggala. Tanjung Harapan. Cirebon. suku. Perang Candu. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipkai sebagai nama. bulan. Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia. Jazirah Arab. Terusan Suez. Danau Toba. hari raya. Bukit Barisan. Misalnya: Mengindonesiakan kata asing Keinggris-inggrisan 8. Misalnya: tahun Hijriah. hari Jumat. hari Galungan..

mandi di kali. Misalnya: Republik Indonesia.berlayar ke teluk. Undang-Undang Dasar Repulik Indonesia. pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa. 11. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. serta nama dokumen resmi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. Keputusan Presiden Republik Indonesia. menurut undang-undang yang berlaku. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Misalnya: garam inggris. kecuali . serta nama dokumen resmi. majalah. kerja sama antara pemerintah dan rakyat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Majelis Permusyawaratan Rakyat. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. serta dokumen resmi. badan. beberapa badan hukum. menyeberabangi selat. kecuali kata seperti dan. Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak. Tahun 1972. Misalnya: Menjadi sebuah republik. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. Rancangan Undang-Undang Kepegawaian12. gula jawa. kacang bogor. pisang ambon 10. Nomor 57. surat kabar dan judul karangan.

Adik bertanya. professor Tn. sarjana hukum S.Misalnya: “Kapan Bapak Berangkat?” tanya Harto. yang. doctor M.A. sarjana sastra Prof. ke. untuk yang tidak terletak pada posisi awal. 13. saudara 14.H.S. pangkat. sarjana ekonomi S. . dari. dan. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. ibu. Tuan Ny.E. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. Nyonya Sdr. saudara. Misalnya: Dr. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. kakak. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. dan sapaan. master of arts S. adik. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”. “Itu apa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar.kata seperti di.

. Misalnya:majalah Bahasa dan Sastra. Huruf Miring 1.“Silakan duduk. Dia buka menipu. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. B. Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kkerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Misalnya: Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita. Dik!” kata Ucok. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. kata. tetapi ditipu. Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. bagian kata. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. atau kelompok kata. 15. Besok Paman akan datang. buku Negarakertagama karangan Prapanca. surat kabar Suara Rakyat. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. garis bawahi. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. sisipan. Imbuhan (awalan. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. .) Misalnya: bertepuk tangan. 2. Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi „pandangan dunia‟ Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Misalnya: bergetar.III. Bab V. Kata Turunan 1. Pasal E. menganak sungai. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing. kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Kantor pajak penuh sesak. Misalnya:Ibu percaya bahwa engkau tahu. PENULISAN KATA A. sebar luaskan. 3. Ayat 5. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Buku itu sangat tebal. penetapan. menengok. 3. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostama. B. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. mempermainkan. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. dikelola.

di antara kedua unsur itu harus dituliskan tanda hubung (-). biokimia. penghancurleburan 4. demoralisasi. poligami. Ayat 5. tritunggal. mahasiswa. swadaya. saptakrida. dekameter. aerodinamika. pramuniaga. antarkota.unsure gabungan kata itu ditulus serangkai. inkonvensional.ekawarna. anumerta. Misalnya: adipati. audiogram. gabungan kata itu ditulis serangkai. Bab V. caturtunggal. narapidana. kosponsor. dwiwarna. Marilah kita beersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. ekstrakurikuler. bikarbonat. dasawarsa. multilateral. nonkolaborasi. telepon. purnawirawan. menyebarluaskan. prasangka. kolonialisme. dilipatgandakan. gabungan itu ditulis terpisah. Misalnya: non-Indonesia. ultramodern catatan: 1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital. subseksi. infrastruktur. panteisme. . semiprofessional. reinkarnasi. paripurna. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Misalnya: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. mancanegara. Pasal E.) Misalnya: menggarisbawahi. Pancasila. elektroteknik. transmigrasi. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. introspeksi. pan-Afrikanisme 2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti kata esa dan kata yang bukan kata dasar. awahama.

berjalan-jalan. mangkubumi. kupukupu. darmawisata. kepada. darmabakti. Misalnya: Adakalanya. gerak-gerik hura-hura. model linier. astaghfirullah. lauk-pauk. akhirulkalam. rumah sakit umum. Kata Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. mesin-hitung tangan. manakala. Gabungan kata yang lazim disebuta kata majemuk. mata-mata. watt-jam. tukar-menukar. orang tua. bilamana. laba-laba. kambing hitam. termasuk istilah khusus. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. sayur-mayur. centang-perenang. ramah-tamah. undang-undang. . meja tulis. dukacita. kereta api cepat luar biasa. Gabungan kata. terus-menerus. bumiputrabumiputra D. Misalnya: anak-anak. kasatmata. Alhamdulillah. padahal. manasuka. kuda-kuda. Misalnya: Alat pandang-dengar. Misalnya: duta besar. kilometer. Gabungan Kata 1. beasiswa. 2. orang-tua muda. hati-hati. barangkali. mondar-mandir. mata pelajaran. unsurunsurnya ditulis terpisah. karatabaasa. tunggang-langgang. bumiputra. persegi panjang. anak-istri saya. menulis-nulis. termasuk istilah khusus. biri-biri. porak-poranda. kacamata. dibesar-besarkan. sia-sia. olahraga. bagaimana.hulubalang-hulubalang. simpang empat. buku-buku. ibu-bapak kami. belasungkawa. matahari. halalbihalal. bismillah. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. hulubalang. 3.C. buku sejarah-baru. kura-kura. daripada.

ke. saripati. Di mana Siti sekarang? Mereka ada di rumah. wasalam E. Saya pergi ke sana-sini mencarinya. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. sebagaimana. -ku-. F. syahbandar. Pasal D.) Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari. bukumu. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Ayat 3. Ia datang dari Surabaya kemarin.paramasastra. sukaria. Kata Depan di. dan -nyaKata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. saptamarga. Misalnya: Apa yang kumiliki boleh kaumabil. silaturrahmin. sukacita. titimangsa. sediakala. dan dari Kata depan di. Ke mana saja ia selama ini? Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. mu. segitiga. radioaktif. -mu. saputangan.Catatan: . Ia ikut terjun di tengah kancah perjuangan. sukarela. kau-. peribahasa. (Lihat juga Bab III. puspawarna. Bukuku. sekalipun. ke. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Bermalam sajalah di sini. Kata Ganti -ku-. Mari kita berangkat ke pasar. dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. . Misalnya: Apa pun yang dimakannya. Partikel -lah. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. ia tetap kurus.Apakah yang tersirat dalam dalam surat itu? Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. Ia masuk. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik. Kami percaya sepenuhnya kepadanya.Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini dtulis serangkai. Si Amin lebih tua daripada si Ahmad. H. Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966. Bawa kemari gambar itu. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. Partikel 1. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. lalu keluar lagi. -kah. G. Kata Si dan Sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Kemarikan buku itu. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Semua orang terkemuka di desa hadir dalam kenduri itu.

ataupun. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu. andaipun. misalnya adapun. Walaupun miskin.000. adik pun ingin pergi. sungguhpun. ia selalu gembira. walaupun ditulis serangkai. bagaimanapun. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. biarpun. Harga kain itu Rp 2. sekalipun. kalaupun. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. I. nama gelar.Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Jangankan dua kali. Sekalipun belum memuaskan. Singkatan dan Akronim 1. 3. maupun. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. kendatipun. Singkatan nama orang. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu. Jika ayah pergi. sapaan. meskipun. Misalnya: . dan „tiap‟ ditulis terpisah dari bagian kalimatyang mendahului atau mengikutinya. „demi‟. Baik mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemonstrasi. a. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. Partikel per yang berarti „mulai‟.00 per helai.

A.S Kramawijaya Muh. Yamin Suman Hs. Sukanto S.A. M.B.A master of business administration M.Sc. master of science S.E. sarjana ekonomi S.Kar. sarjana karawitan S.K.M sarjana kesehatan masyarakat Bpk. BapakSdr. saudara Kol. kolonel b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumentasi resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara SMTP sekolah menengah tingkat pertama PT perseroan terbatas KTP kartu tanda penduduk c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: dll. dan lain-lain

dsb. dan sebagainya dst. dan seterusnya hlm. halaman sda. sama dengan atas Yth. (Sdr. Moh. Hasan) Yang terhormat (Sdr. Moh. Hasan) Tetapi: a.n. atas namad.a. dengan alamat u.b. untuk beliau u.p. untuk perhatian d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Cu cuprum TNT trinitrotulen cm sentimeter kVA kilovolt-ampere l liter kg kilogram Rp (5.000,00) (lima ribu) rupiah 2. Akronim kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis selurhnya dengan huruf capital. Misalnya:

ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia IKIP Institut Keguruan dan Ilmu PendidikanSIM surat izin mengemudi b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kaptal. Misalnya: Akabri Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: pemilu pemilihan umum radar radio detecting and ranging rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran catatan: jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan

keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesiayang lazim. J. Angka dan Lambang 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5.000), M (1.000.000) Pemakaiannya diatur leih lanjut dalam pasal-pasal yang berikut ini. 2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjagng, berat, luas, dan isi, (ii) satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Misalnya: 0,5 sentimeter 1 jam 20 menit 5 kilogram pukul 15.00 4 meter persegi tahun 1928 10 liter 17 Agustus 1945 Rp5.000,00 50 dolar Amerika US$3.50* 10 paun Inggris $5.10* 100 yen Y100 10 persen 2.000 rupiah 27 orang * Tanda titik di sini merupakan tanda decimal.3. Angka lazim dipakai untuk melambangka nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya:

Jalan Tanah Abang I No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169 4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya: Bab X, Pasal 5, halaman 252 Surah Yasin: 9 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a. Bilangan utuh Misalnya: Dua belas 12 Dua puluh dua 22 Dua ratus dua puluh dua 222 b. Bilangan pecahan Misalnya: Setengah ½ Tiga perempat ¾ Seperenam belas 1/16 Tiga dua pertiga 3 2/3Seperseratus 1/100 Satu persen 1 % Satu permil 1‰ Satu dua persepuluh 1,2 6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya: Paku Buwono X; pada awal abad XX; dalamkehidupan abad ke-20 ini; lihan Bab

II; Pasal 5; dalam bab ke-2 buku itu; di daerah tingkat II itu; di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu; kantor di tingkat II itu. 7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara yang berikut. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.) Misalnya: tahun ‟50-an atau tahun lima puluhan uang 5000-an atau uang lima ribuan lima uang 1.000-an atau lima uang seribuan 8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Misalnya: Amir menonton drama itu sampai tiga kali. Ayah memesan tiga ratus ekor ayam. Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang memberikan suara blangko.Kendaraan yang ditempah untuk pengangkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 helicak, 100 bemo. 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu Bukan:

bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain. 10. Belanda. Bukan: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999. kecuali did lam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Portugis. IV. Arab. Penduduk Indonesia brjumlah lebi dari 200 juta orang. Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.15 orang tews dalam kecelakaan itu.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah. penulisannya harus tepat. Misalnya: Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Misalnya: Saya lamirkan tanda terima uang sebesar Rp999. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks.Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujh puluh lima perseratus rupiah). Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. atau . PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya. Angka yang menunjukkan bilangan utuh secara besar dapat dieja Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah. 12. 11. Bukan: Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pgawai. seperti Sansekerta. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing.

shuttle cock. Kedua. unsure pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.Inggris. seperti reshuffle. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsure serapan itu sebagai berikut. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Unsur-unsur yang dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. Berdasarkan taraf integrasinya. jika bervariasi dengan e. l‟axplanation de l‟homme. aa (Belanda) menjadi a paal pal baal bal actaaf oktaf ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerob aerob aerodimanics aerodonamika ae. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalambahasa Indonesia. menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trailer trailer caisson kaison au tetap au audiogram audiogram autrotoph autrotoftautomer tautomer . unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Pertama.

u. o dan konsonan mejadi k calomel kalomel construction konstruksi cubic kubik coup kup classification klasifikasi crystal kristal c di muka e.hydraulic hidraulik caustic kaustik c di muka a. i. u dan konsonan menjadi k accomodation akomodasi acculturation akulturasi acclimatization aklimatisasiaccumulation akumulasi acclamation aklamasi cc di muka e dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori . dan y menjadi s central sentral cent sen cybernetics sibernetika circulation sirkulasi cylinder silinder ceolom selom cc di muka o. oe.

o dan konsonan menjadi k saccharin sakarin charisma karisma cholera kolera chromosome kromosom technique teknik ch yang lafalnya s atau sy menjadi s echelon eselon machine mesin ch yang lafalnya c menjadi c check cek \ China Cina ç (Sanskerta) menjadi s çabda sabda çastra sastrae tetap e effect efek description deskripsi synthesis sintesis ea tetap ea idealist idealis habeas baheas ee (Belanda) menjadi e stratosfeer stratosfer .vaccine vaksin cch dan ch di muka a.

systeem sistem ei tetap ei eicosane eikosan eidetic eidetik einsteinium einsteinium eo tetap eo stereo stereo geometry geometri zeolite zeolit eu tetap eu neutron neutron eugenol eugenoleuropium europium f tetap f fanatic fanatik factor factor fossil fosil gh menjadi g sorghum sorgum gue menjadi ge igue ige gigue gige i pada awal suku kata di muka vokal tetap i iambus iambus ion ion .

iota iota ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i politiek politik riem rim ie tetap ie jika lafalnya bukan i variety varietas patient pasien afficient efisienkh (Arab) tetap kh khusus khusus akhir akhir ng tetap ng contingent kontingen congres kongres linguistics linguistik oe (oi Yunani) menjadi e oestrogen estrogen oenology enology foetus fetus oo (Belanda) menjadi o komfoor kompor provoost provos oo (Inggris) menjadi u cartoon kartun proof pruf .

pool pul oo (vokal ganda) tetap oo zoology zoology coordination koordinasiou menjadi u jika lafalnya u gouverneur gubernur coupon kupon contour kontur ph menjadi f phase fase physiology fisiologi spectograph spektograf ps tetap ps pseudo pseudo psychiatry psikiatri psychic psikis psychosomatic psikosomatik pt tetap pt pterosaur pterosaur pteridology pteridologi ptyalin ptyalin q menjadi k aquarium akuarium frequency frekuensi equator ekatorrh menjadi r .

dan konsonan menjadi sk scandium skandium scoptopia skoptopia scutella skutela sclerosis sklerosis scriptie skripsi sc di muka e. i.rhapsody rapsodi rhombus rombus rhythm ritme rhetoric retorika sc di muka a. o. dan y menjadi s scenography senografi scintillation sintilasi scyphistoma sifistoma sch di muka vokal menjadi sk schema skema schizophrenia skizofrenia scholasticism skolastisisme t di muka i menjadi s jika lafalnya s ratio rasioactie aksi patient pasien th menjadi t theocracy teokrasi orthography ortografi . u.

thiopental tiopental thrombosis trombosis methode (Belanda) metode u tetap u unit unit nucleolus nucleolus structure struktur institute institute ua tetap ua dualism dualism aquarium akuarium ue tetap ue suede sued duet duet ui tetap ui equinox ekuinoksconduite konduite uo tetap uo fluorescein fluoresein quorum kuorum quota kuota uu menjadi u prematuur prematur vacuum vakum v tetap v .

u.vitamin vitamin television televisi cavalery kavaleri x pada awal kata tetap x xanthate xantat xenon xenon xylophone xilofon xc di muka e dan i menjadi ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasixc di muka a. dan konsonan menjadi ksk excavation ekskavasi excommunication ekskomunikasi excursive ekskursif exclusive eksklusif y tetap y jika lafalnya y yakitori yakitori yangonin yangonin yen yen yuan yuan y manjadi y jika lafalnya i yttrium itrium dynamo dinamo . o.

bengkel. iklan. Misalnya: gabbro gabro commission komisi accu aki ferrum ferum effect efek salfeggio salfegio Tetapi: mass massa Catatan: 1. sirsak. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. . Sekalipun dalam ejaan yang dismpurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. Di samping pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas.propyl propil psyschology psikologi z tetap z zenith zenith zirconium zirkonium zodiac zodiak zygote zigot konsonan ganda menjadi tunggal. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang terurai di atas. berikut ini didaftarkan juga akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia. kecuali kalau dapat membingungkan. Unsur pungutan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. hadir 2. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. Misalnya: Kabar. erlu.

normaal normal -ant menjadi -an accountant akuntan informant informan -archy. dan implementasi diserap secara utuh di samping kata standar. formeel formal normal.Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. efek. dan implemen. komplementer complementair primary. actie aksi publication. efektif. -eel (Belanda). -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. publicatie publikasi . -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -asepercentage persentase etalage etalase -al. -air (Belanda) menjadi -er complementary. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. -aal (Belanda) menjadi -al structural. oligarchie oligarki -ary. primair primer secondary. -as action. secondair sekunder -(a)tion. anarchie anarki oligarchy. structureel structural formal. Kata seperti standarisasi.

modernisme modernisme . dialektica dialektika technique.-eel (Belanda) menjadi -elideëel ideel materieel materiel moreel morel -ein tetap -ein casein kasein protein protein -ic. practisch praktis logical. -ika logic. isch (Belanda) menjadi -is economical. ballistisch balistik -ical. logica logika phonetics. physica fisika dialectics. -iek. ique. -ica (Belanda) menjadi -ik. logisch logis -ile. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. elektronisch elektronik mechanic. -ics. phonetiek fonetik physics. percentiel persenril mobile. isme (Belanda) menjadi -isme modernism. mechanisch mekanik ballistic. -iel menjadi -ilpercentile. techniek teknik -ic. economisch ekonomis practical. mobiel mobil -ism.

-eur (Belanda) menjadi -ur. physiologie fisiologi analogy. anthropoide anthropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir trotoar repertoire repertoar -or. communisme komunisme -ist menjadi -is publicist publisis egoist egois -ive. directuer direktur . -logie (Belanda) menjadi -logi technology. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. analogie analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog epiloog epilog-oid. technologie teknologi physiology. -ir director. hominoide hominoid anthropoid.communism. descriptief deskriptif demonstrative. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive. demonstratief demonstratif -logue menjadi -log catalogue catalog dialogue dialog -logy.

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.) 1. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. Hari ini tanggal 6 April 1973. ikhtisar. PEMAKAIAN TANDA BACA A. prematuur prematurV. Dia menanyakan siapa yang akan datang. inspectuer inspektur amateur amatir formateur formatur -or tetap -or dictator diktator corrector korektor -ty. Tanda Titik (. -teit (Belanda) menjadi -tas university. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa . atau daftar. struktuur struktur premature. Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini.inspector. 2. III. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan. kwaliteit kualitas -ure. Departemen Dalam Negeri A. Marilah kita mengheningkan cipta.Biarlah mereka duduk di sana. Misalnya: a. universiteit universitas quality.

35 menit.35.35. Misalnya: 1. dan tempat terbit. Misalnya: Siregar. Azab dan Sengsara. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.1 Gambar Tangan 1. 6a. Weltevreden: Balai Poestaka.30 jam (30 detik) 5.2. Direktorat Jenderal Agraria 1.2. menit.2.30 jam (20 menit.B. 20 detik) 0. 1.20 jam (1 jam.2 Ilustrasi 1. dan detik yang menunjukkan waktu. Patokan Umum 1. … b. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)4. 1920. menit.0.2 Tabel 1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Misalnya: . Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis.20.3 Grafik 3. Merari. Misalnya: Pukul 1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.1 Isi Karangan 1. dan detik yang menunjukkan jangka waktu. 30 detik) 0.

6b. Moh. Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. tabel. Misalnya: Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.Desa itu berpenduduk 24. Lihat halaman 2345 seterusnya. Hasan (tanpa titik) Jalan Arif 43 (tanpa titik) Palembang (tanpa titik) Atau: Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik) . Misalnya: Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) 1 April 1985 (tanpa titik) Yth.200 orang. Nomor gironya 5645678.231 jiwa. Sdr. dan sebagainya. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. 7. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal suat atau (2) nama dan alamat surat.Misalnya: Acara kunjungan Adam Malik Bentuk dan Kedaulatan (Bab 1 UUD ‟45) Salah Asuhan 8.

… tiga! 2. surat kilat. dua. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang . tetapi hari hujan. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. atau melainkan. 3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi. Dia tahu bahwa soal itu penting. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului indukn kalimatnya. 3. Satu. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.Misalnya: Saya membeli kertas. Misalnya: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. pena. Misalnya: Kalau hari hujan. Dia lupa akan janjinya karena sibuk. Surat biasa. melainkan anak Pak Kasim. dan tinta. Karena sibuk.Jalan Cikini 71 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) B. 3b.) 1. Didi bukan anak saya. saya tida datang. ia lupa akan janjinya. maupun surat khusus memerlukan prangko. Misalnya: Saya ingin datang. Tanda Koma (.

Kuala Lumpur. Jakarta. Bogor. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.Misalnya: . meskipun begitu. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. (Lihat juga pemakaian tanda petik. aduh. begitu? Wah. lagi pula. 5. Jalan Pisang Batu 1. akan tetapi.) Misalnya: Kata ibu “Saya gembira sekali. bukan main! Hati-hati. Sdr. soalnya tidak semudah itu. ya. …. jadi. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat. Malaysia.” kata ibu. nanti jatuh.” 6. Jadi. Misalnya: O. “karena kamu lulus. Abdullah. 4. kita harus berhati-hati. Pasal L dan M. Misalnya: Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran.terdapat pada awal kalimat.” “Saya gembira sekali.Misalnya: …. ya. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Universitas Indonesia. Oleh karena itu. (ii) bagian-bagian alamat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. 7. Jalan raya Salemba 6. (iii) tempat dan tanggal. wah. Bab V. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o.

Poerwadarminta. Misalnya: B. 1967). 1949. keluarga.5 m Rp12. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.50 11. atau marga.E. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. Ny. baik yang laki-laki maupun perempuan. Di daerah kami. pandai sekali. masih banyak orang aki-laki yang makan sirih. Ratulangi.A. S. Jilid 1 dan 2. 8. Sutan Takdir. Pasal F. Djakarta: Pustaka Rakjat. 4. Khadijah. misalnya. 9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Misalnya: W.Semua siswa. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya utnuk membedakannya dari singkatan nama diri.J. M.Alisjahbana. 10. Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma: . mengikuti latihan paduan suara. hlm. Pak Ahmad.S. (Lihat juga pemakaian tanda pisah. Bab V. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.) Misalnya: Guru saya. Misalnya: 12.

Misalnya: “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam upaya pembinaan dan pengembanagan bahasa. Misalnya: .Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia. kita memerlukan sikap yang sungguh-sungguh. 12. Atas bantuan Agus. pekerjaan belum selesai juga 2. Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus. Karyadi mengucapkan terima kasih. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenisdan setara. “Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. Misalnya: Malam akan larut. C.) 1. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru. Misalnya: Dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa.Tanda koma dapat dipakai―untuk menghindari salah baca―di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Tanda Titik Koma (. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk. 13.

Handayani Bendahara : B. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : S. Tanda Dua Titik (:) 1a. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku . Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi.30 4. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan EkonomiPerusahaan. Hartawan b. meja. Misalnya: Kita memerlukan kursi. Tempat Sidang : Ruang 104 Pengantar Acara : Bambang S. 3. meja. saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. dan lemari. ibu sibuk bekerja di dapur. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Hari : Senin Waktu : 09. 1b. D.Ayah mengurus tanamannya di kebun itu. dan lemari. Tanda titk dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengkahiri pernyataan. Adik menghafal nama-nama pahlawan nasional. Misalnya: a.

mereka tetap tidak mau beranjak …. Tanda Hubung (-) 1. Tjukuplah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita? Djakarta: Eresco. serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci. Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan …. 1968. Tjokronegoro. E. Misalnya: Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini. Bu. 1971: 7 Surah Yasin: 9Karangan Ali Hakim. Misalnya: Di samping cara-cara lama itu juga cara yang baru suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. Misalnya: Tempo. Letakkan baik-baik!” (duduk di kursi besar) 5. Pedidikan Seumur Hidup: sebuah Studi.” (mengangkat kopor dan masuk) Ibu : “Jangan lupa. Mir!” Amir : “Baik. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman. I (34). Walaupun sakit. Sutomo.dalam percakapan. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan . AtauBeberapa pendapat mengenai masalah . sudah terbit.

Tanda hubung meyambung unsur-unsur kata ulang. Akhiran i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. Misalnya: p-a-n-i-t-i-a 8-4-1973 . 3. mereka tetap tidak mau beranjak …. dan tidak dipakai pada teks karangan. Misalnya: Kini ada acara baru untuk mengukur panas. mereka tetap tidak mau beranjak …. 2. Bukan: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disamapaikan ….Itu telah disampaikan …. kemerah-merahan Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula. Senjata merupakan alat pertahan-an yang canggih. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. berulang-ulang. Walaupun sakit. Walaupun sakit. 4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Misalnya: Anak-anak. Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa.

Misalnya: di-smash.000). se-Jawa Barat. 7.Misalnya: se-Indonesia. Menteri Sekretaris Negara.dengan angka. Tanda Pisah (―) 1. Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se. tahun 50-an.5. Misalnya: ber-evolusi. Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu―saya yakin akan tercapai―diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. (iii) angka dengan -an. tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6. pen-tackle-an F. 2. sinar-X. dan (v) nama jabatan rangkap. hari-H. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsure bahasa Indonesia dengan unsure bahasa asing. dua puluh lima-ribuan (20 x 5. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. dan (ii) penghilangan baian kelompok kata. mem-PHK-kan. hadiah ke-2. (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata. tanggung jawab-dan kesetiakawanan-sosial Bandingkan dengan: Be-revolusi. (ii) ke. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan oposisi atau keterangan yang lain sehingga .000).

tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan atu untuk menandai akhir kalimat. dan kini juga pembelahan atom―telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. 2. G. . Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. perlu dipakai empat buah titik.kalimat menjadi lebih jelas. Misalnya: Kalau begitu … ya. 3. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam satu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat. marilah kita bergerak. Misalnya: 1910―1945Tanggal 5―10 April 1970 Jakarta―Bandung Catatan: Dalam pengetikan. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. teori kenisbian. tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. Tanda Elipsis (…) 1. Misalnya: Rangkaian temuan ini―evolusi. Tanda pisah dipakai di antara dua dilangan atau tanggal dengan arti „sampai dengan‟ atau „sampai ke‟.

Misalnya: Kapan ia berangkat? Saudara tahu. Tanda Tanya (?) 1. Merdeka! J. ketidakpercayaan. ataupun rasa emosi yang kuat. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Misalnya: Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?). Tanda Kurung ((…))1.Misalnya: Dalam tulisan. Uangnya sebanyak 10 jta rupiah (?) hilang. bukan? 2. tanda baca harus digunakan dengan hati-hati…. I. Misalnya: Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya. 2.H. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok . Tanda taya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat membuktikan kebenarannya. Misalnya: Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.

(b) tenaga kerja. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. dan (c) modal. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a). Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.pembicaraan. Misalnya: Factor produksi menyangkut masalah (a) alam. kata. 2. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Tanda Kurung Siku ([…]) 1. Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya. Tanda kurung siku menapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. 4. K. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat . Tanda itu menyatakanbahwa kesalahan atau ekurangan itu memang terdapat di naskah asli. Tanda kurung siku mengapit huruf. 3.

Misalnya: . 3. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi.halaman 35-38] perlu dibentangkan. Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. 4.” 5. L. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengahkiri petikan langsung. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” dimuat dalam majalah Tempo. Tanda Petik (“…”) 1. Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan daan nskah atau bahan tertulis lain. Misalnya: Kata Tono. Misalnya: Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. “Saya juga minta satu. Misalnya: “Saya belum siap.” 2. Tanda petik mengapit judul syair. karangan. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.” kata Mira.Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja.

Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. terjemahan. danrasa letihku lenyap seketika. 2. „Ibu. Pasal J. Bab V. tiap.) Misalnya: feed-back „balikan‟ N. Misalnya: Tanya Basri. 7/PK/1973 Jalan Kramat III/10 tahun anggaran 1985/1986 2. Tanda Garis Miring (/) 1. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” “Waktu kubuka pintu depan. Budi mendapat julukan “si Hitam”. kudengar teriak anakku. ia sendiri tidak tahu sebabnya. Bang Komar sering disebut “pahlawan”. Misalnya: . Catatan: Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. Tanda gris miring dipakai sebagai pengganti kata atau. Bapak pulang‟. Tanda petik tunggal mengapit makna. (Lihat pemakaian tanda kurung.” ujar Pak Hamdan. atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomormpada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Misalnya: No.Karena warna kulitnya. M. Tanda Petik Tunggal („…‟) 1.

(‟88 = 1988) .00/lembar „harganya Rp25. Misalnya:Ali „kan kusurati. Tanda Penyingkat atau Apostrof Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.dikirimkan lewat „dikirim lewt darat atau darat/laut lewat laut‟ harganya Rp25. („lah = telah) 1 Januari ‟88.00 tiap lembar‟ O. („kan = akan) Malam „lah tiba.

Dengan demikian pelukisan atas bahasa lisan itu akan mendekati kesempurnaan. Bangsa-bangsa dahulu kala tidak mengenal suatu cara untuk dapat meninggalkan kepada kita riwayat hidup mereka. tekanan. C.. yaitu bila kita melambangkan bilangan-bilangan memakai tanda-tanda: 1. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No.. perluasan. dan hanya meliputi beberapa ribu tahun saja. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. perhentian akhir..Ejaan Bahasa Indonesia A. Suatu urutan lukisan menggambarkan kepada kita suatu peristiwa tertentu. Ejaan Dasar yang paling baik dalam melambangkan bunyi-ujaran atau bahasa adalah satu bunyi-ujaran yang mempunyai fungsi untuk membedakan arti harus dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. 2. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. dan sy. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. tanda tanya. Baca selanjutnya. 4.. walaupun kesempurnaan yang dimaksud itu tentulah dalam batas-batas ukuran kemanusiaan. . Sudah diusahakan bermacam-macam tanda untuk tujuan itu tetapi belum juga memberi kepuasan. Ch. namun masih terdapat kepincangan-kepincangan. Baca selanjutnya. Tetapi hasil usaha itu belum dapat menunjukkan dengan tegas bagaimana suatu ujaran harus diulang oleh yang membacanya. misalnya ng. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. Piktograf itu lambat laun dikembangkan sedemikian rupa hingga suatu lukisan dapat menggambarkan pengertianpengertian tertentu. yaitu suatu sistem dimana suatu kata dilambangkan oleh suatu tanda.. Cara ini biassa disebut piktograf. Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. Kata-kata yang berlainan tetapi mempunyai bunyi yang sama juga dapat dilukiskan dengan tanda atau simbol yang sama. Pada tahun 1900. kh. 3. yaitu satu tanda untuk satu bunyi. Huruf Bagian terbesar dari sejarah umat manusia berada dalam kegelapan karena perkembangan. B. Segala macam tanda baca untuk menggambarkan perhentian antara. 264/Bag.. dan lain-lain adalah hasil dari usaha itu. dan sebagainya. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka . masih bersifat relatif. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. sistem ini disebut ideograf atau logograf. 5. timbultenggelamnya bahasa-bahasa di muka bumi ini tidak diketahui. misalnya dalam huruf-huruf Tiongkok. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. Walaupun begitu literasi (penulisan) bahasa itu belum memuaskan karena kesatuan intonasi yang bulat yang menghidupkan suatu arus-ujaran itu hingga kini belum dapat diatasi. Baca selanjutnya. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe . Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Walaupun sistem ejaan sekarang didasarkan atas sistem fonemis. Jika kita menghendaki kekonsekuenan terhadap prinsip yang dianut. ny. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. Sumber-sumber yang tertulis baru saja diketahui. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. Bukti-bukti tertulis itu dalam bentuk yang paling tua terdapat misalnya pada orang-orang Indian Mexico berupa lukisanlukisan. pada tahun 1901. Segala macam tanda baca seperti yang disebut di atas disebut tanda baca atau pungtuasi. maka diagraf-diagraf tersebut harus dirubah menjadi monograf (satu fonem satu tanda). Dalam sistem kita yang modern ini masih dapat ditemukan sistem logograf ini. Ada fonem yang masih dilambangkan dengan dua tanda (diagraf ).

Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. pada tahun 1901. 264/Bag. universitas zeni. maaf. Sesudah berkalikali diadakan penyempurnaan. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. 57 tahun 1972 diresmikan ejaan baru yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. Di samping itu diresmikan pula huruf-huruf berikut di dalam pemakaian: f v z q. menurut surat edaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanda oe mulai 1 Januari 1949 diganti dengan u. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. lezat x huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai. maka dirasakan bahwa ejaan perlu disempurnakan. 44876 tanggal 19 Juli 1956. . fakir valuta. maka berdasarkan Kepurusan Presiden No. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. Tetapi konsep ejaan ini juga tidak jadi diumumkan karena perkembangan politik kemudian. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. namun keputusan ini tidak dapat dilaksanakan karena ada usaha untuk mempersamakan ejaan Indonesia dan Melayu. kemudian dibentuk sebuah panitian dengan SK No. yang dinamakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Sebagai dampak dalam keputusan di atas. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka. yang bertugas menyusun konsep baru. Karena laju perkembangan pembangunan. Baru pada tahun 1949. bunyi oe tidak semuanya diganti dengan u. Pada tahun 1900. Sesuai dengan usul Kongres. Sebab itu pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu – Indonesia). Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 kembali mempersoalkan masalah ejaan. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. Ch. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe. Panitia ini berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. di tahun 1966 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sarino Mangunpranoto dibentuk lagi sebuah Panitia Ejaan Bahasa Indonesia. Perubahan yang paling penting dalam EYD adalah: Lama djalan pajung njonja sjarat tjakap tarich Yang Disempurnakan jalan payung nyonya syarat cakap tarikh dj j nj sj* tj ch* j y ny sy c kh * Kedua gabungan huruf ini sebenarnya tidak terdapat dalam ejaan lama. Sebab itu. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan.

Tanda Petik Tunggal D. Suku Kata F. Kata Depan G. Tanda Titik B. Kata Dasar B. Tanda Penyingkat atau Apostrof IV. Tanda Elipsis J. Tanda Garis Miring O. Tanda Tanya H. Angka dan Bilangan J. Tanda Petik C. Kata Ganti ku-. Penulisan Kata III. Bentuk Ulang D. Huruf Abjad B. Huruf Kapital G. Gabungan Kata E. Huruf Diftong E. Huruf Tebal A. Lihat pula:  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan " Disempurnakan" Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1987) Pedoman Umum Pembentukan Istilah Daftar isi:   I. Singkatan dan Akronim I. Partikel H. Tanda Titik Dua E. -mu. Tanda Hubung F. Tanda Pisah G. Huruf Vokal C. Penulisan Unsur Serapan . Tanda Titik Koma K. Pemakaian Tanda Baca A. perpustakaan bebas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 (200 Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan portal terkait: Peraturan dan keputusan menteri Indonesia. Tanda Kurung Siku N. Tanda Kurung M. proyek saudara: artikel Wikipedia. Huruf Konsonan D. Huruf Miring H. kau-. Kata si dan sang A. Gabungan Huruf Konsonan F. Tanda Koma I. Kata Turunan C. Tanda Seru L. -ku. dan -nya K. Pemakaian Huruf II.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Dari Wikisource bahasa Indonesia.

Fungsi. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. b. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. perlu disempurnakan kembali. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. . Mengingat : 1. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. 3. Menimbang : a.SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Susunan Organisasi. Tugas. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. 2. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987.

2. dipergunakan bagi instansi pemerintah. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Andi Pangerang Moenta. NIP 196108281987031003 .H. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. M.. Dr. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Pasal 1 1. Kepala Biro Hukum dan Organisasi.H. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. dinyatakan tidak berlaku.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. swasta.. DFM. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. S.

Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga. Huruf Nama Kapital Kecil A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v a be ce de e ef ge ha i je ka el em en o pe ki er es te u ve .SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 46 TAHUN 2009 TANGGAL 31 JULI 2009 I. PEMAKAIAN HURUF A.

tanda aksen (') dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. f. l. t. c. o. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). w.W X Y Z w x y z we eks ye zet B. m. k. C. dan z. e. q. d. j. h. v. i. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf huruf b. x. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir a e* api enak emas padi petak kena simpan kota bumi lusa sore tipe murni radio ibu i o u itu oleh ulang Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar. Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu. Pertandingan itu berakhir seri. p. g. s. y. Kami menonton film seri (séri). dan u. n. r.

Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . ** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar x). D.Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b c d f g h j k bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami - sebut kaca ada kafan tiga saham manja paksa rakyat* alas kami tanah apa status quo bara asli mata lava hawa payung lazim adab Abad maaf gudeg tuah mikraj politik bapak* akal diam daun siap Taufiq putar tangkas rapat sinar-x juz l m n p q** r s t v w x** y z lekas maka nama pasang Quran raih sampai tali varia wanita xerox yakin zeni Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. dan oi. au.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Contoh Pemakaian dalam Kata Gabungan Huruf Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir kh ng ny sy khusus ngilu nyata syarat akhir bangun banyak isyarat tarikh senang arasy Catatan: Nama orang. badan hukum. ng. F. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai au oi ain aula - malaikat saudara boikot pandai harimau amboi E. 2. Huruf Kapital 1. ny. "Kapan kita pulang?" . Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. Misalnya: Adik bertanya. dan sy masing masing melambangkan satu bunyi konsonan. kecuali jika ada pertimbangan khusus. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh. Misalnya: Dia membaca buku. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.

"Berhati-hatilah.Orang itu menasihati anaknya. Quran Alkitab Weda Bimbinglah hamba-Mu. ya Tuhan. dan Tuhan. "Besok pagi. kitab suci. ke jalan yang Engkau beri rahmat. "dia akan berangkat. Misalnya: Islam Kristen Hindu Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya. a. Nak!" "Kemarin engkau terlambat. Misalnya: . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. termasuk kata ganti untuk Tuhan. 4. dan keagamaan yang diikuti nama orang." 3 ." katanya. keturunan." kata Ibu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubung an dengan agama.

H ur uf ka pi ta l ti da k di pa ka i se ba ga i h ur uf pe rt a m a na m a ge la r ke h or m at an . ke tu ru na .Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b.

5 . tetapi lagaknya sudah seperti kiai.n. da n ke ag a m aa n ya ng ti da k dii ku ti na m a or an g. M is al ny a: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. H u r u f k a p i t a . a . Pada tahun ini dia pergi naik haji. Ilmunya belum seberapa.

l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r n a m a j a b a t a n .

y a n g d i i k u t i n a m a o r a n g . n a m a i n s t a n s i . a t a u n a m a t .

e m p a t y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n g g a n t i n a m a o r a n g t .

M i s a l n y a : Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Jawa Tengah b .e r t e n t u . .

.

.

Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesi a. . Sidang itu dipimpin Presiden.

.

.

Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal. .

.

J de Hollander J. van.P. atau da (dalam nama Portugal). Misalnya: J. . huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti. van Bruggen H. dan der (dalam nama Belanda). von (dalam nama Jerman). van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu.Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de.

-1 Pas joule per Kelvin Newton Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. suku bangsa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b . Misalnya: pascal second J/K atau JK N c. dan bahasa.Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b. Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. a. H u r u f .

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a b .

d a n b a h a s a y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i b e n t .a n g s a . s u k u .

u k d a s a r k a t a t u r u n a n . . a . M i s a l n y a : pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8 .

.

.tahun Hijriah bulan Agustus hari Jumat hari Lebaran tarikh Masehi bulan Maulid hari Galungan hari Natal b .

.

Misalnya: . Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. 9.Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi. a . Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama.

Jazirah Arab Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya Tanjung Harapan Terusan Suez H u r u f k a p i t . Misalny a: Bukit Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro Ngarai Sianok Selat Lombok Sungai Musi Teluk Benggala c . Asia Tenggara Amerika Serikat Jawa Barat Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertam a unsur unsur nama geograf i yang diikuti nama diri geograf i.Banyuwangi Cirebon Eropa b .

a l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i r i a t a u n a m a d i r i g e o .

g r a fi ji k a k a t a y a n g m e n d a h u l u i n y a m e n g g a m b a r k a n k e k h a s a n b u .

d a y a . pempek Palembang sarung Mandar sate Mak Ajad H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a k a i . M i s a l n y a : ukiran Jepara tari Melayu asinan Bogor d .

s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r g e o g r a f i y a n g t i d a k d i i .

mandi di sungai berenang di danau H u r u f .k u t i o l e h n a m a d i r i g e o g r a f i . M i s a l n y a : berlayar ke teluk menyeberangi selat e .

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i .

r i g e o g r a f i y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n j e l a s n a m a j e .

a . .n i s . M i s a l n y a : nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 1 0 .

.

.

.

Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Raky at Keputusan Presiden Republik I ndonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b . Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertam a kata yang .

Misalny a: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku C a t a t a n : Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara. badan. misalnya Indonesia. badan. huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. dan nama dokume n resmi. lembag a ketatan egaraan . lembaga resmi. dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu.bukan nama resmi negara. . lembag a resmi. lembaga ketatanegaraan.

. Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu.Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah. Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur. 1 1 .

.

.

.

.Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan 1 2 .

.

.

.

.

Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. Ia menyelesaikan makalah "AsasAsas Hukum Perdata". .Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.

.

.

Tn. doktor sarjana ekonomi sarjana hukum sarjana sastra sarjana keperawatan master of arts magister humaniora profesor kiai haji tuan Ny. S.S. S. M. Catatan: nyonya saudara Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi. termasuk singkatannya. K. Prof. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993. Sdr. M.Hum.A.Kp.Dr. S.H. a. 14.H.E. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan . S.

Dik!" kata orang itu. Misalnya: Adik bertanya. kakak. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. seperti bapak. H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a . ibu. Surat Saudara sudah saya terima. dan paman. s audara. b . "Itu apa. "Silakan duduk. adik. Bu?" Besok Paman akan datang. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto.kekerabatan.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a p e n u n j u k h u b u n g a n k e .

k e r a b a t a n y a n g t i d a k d i g u n a k a n d a l a m p e n g a c u a n a t a u .

Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta. M i s a l n y a : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.p e n y a p a a n . 1 5 . H u r u f k a p i t a l d i p a .

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a A n d a y a n g d i g u n a k a n d a l .

1 6 . M i s a l n y a : Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik. H u r u f k a p i t a l d i p a k a i .a m p e n y a p a a n .

s e p e r t i k e t e r a n g a .s e b a g a i h u r u f p e r t a m a p a d a k a t a .

c a t a t a n . d a n m i s a l n y a y a n g d i d a h u l u i o l e h p e r n y .n .

a t a a n l e n g k a p d a n d i i k u t i o l e h p a p a r a n y a n g b e r k a i .

( L i h a t c o n t o h p .t a n d e n g a n p e r n y a t a a n l e n g k a p i t u .

a d a I B . . I E . I C . d a n I I F 1 5 ) .

tetapi diapit dengan tanda petik. 2. a. Dia bukan menipu. Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. majalah. atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. 3. . bagian kata. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. tesis. atau kelompok kata. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Catatan: Judul skripsi. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka. kata. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa. melainkan ditipu.

daftar tabel. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. daftar isi. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG . 1. b. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. daftar pustaka. bagian bab. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi. indeks. bab.Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. dan lampiran. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. daftar lambang.

3. 3 tidak lulus .1 Latar Belakang Masalah 1. 4 tidak menyamai . dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Saya tidak mengambil bukumu.. untuk keperluan itu digunakan huruf miring. Saya tidak mengambil bukumu. Misalnya: kalah v 1 tidak menang ..Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1... 2 kehilangan atau merugi ... indeks. kata.. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. atau kelompok kata..2 Tujuan Daftar. bagian kata..

. terkalahkan v dapat dikalahkan ... huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual..mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah .. 2 menaklukkan ... ... 3 menganggap kalah ..

Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. . Misalnya: Buku itu sangat menarik.

Imbuhan (awalan. a. Kantor pajak penuh sesak. Misalnya: berjalan dipermainkan gemetar kemauan lukisan menengok petani b . I m b u h a n . sisipan. 1.Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu. Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos. akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.

d i r a n g k a i k a n d e n g a n t a n d a h u b u n g j i k a d i t a m b a h k a n p .

a d a b e n t u k s i n g k a t a n a t a u k a t a d a s a r y a n g b u k a n b a h .

J i k a b e n t u k d a s a r n y a .a s a I n d o n e s i a . M i s a l n y a : mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2 .

b e r u p a g a b u n g a n k a t a . a w a l a n a t a u a k h i r a n d i t u l i s .

s e r a n g k a i d e n g a n k a t a y a n g l a n g s u n g m e n g i k u t i a t a u .

m e n d a h u l u i n y a . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a .

B a b I I I . H u r u f E . ) M i s a l n y a : bertepuk tangan garis bawahi . B u t i r 5 .h u b u n g .

.menganak sungai sebar luaskan 3 .

.

.

.

.dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4 .

.

gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital. dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler infrastruktur inkonvensional kosponsor mahasiswa mancanegara monoteisme multilateral narapidana nonkolaborasi pascasarjana paripurna poligami pramuniaga prasangka purnawirawan saptakrida semiprofesional subseksi swadaya telepon transmigrasi tritunggal ultramodern . tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu. Misalnya: adipati aerodinamika antarkota antibiotik anumerta audiogram awahama bikarbonat biokimia caturtunggal dasawarsa dekameter demoralisasi Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan.ditulis serangkai.

Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. seperti pro. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. (3) Jika kata maha. Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. gabungan itu ditulis serangkai. Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. kecuali kata esa. k ontra. dapat digunakan sebagai bentuk dasar. sebagai unsur gabungan. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. dan anti. (4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. ( 5 K a t .

) a t a k s e b a g a i u n s u r g a b u n g a n d a l a m p e r i s t i l a h a n d i .

t u l i s s e r a n g k a i d e n g a n b e n t u k d a s a r y a n g m e n g i k u t i .

t e t a p i d i t u l i s t e r p i s a h j i k a d i i k u t i o l e h b e n .n y a .

t u k b e r i m b u h a n . M i s a l n y a : taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan

C. Bentuk Ulang
1. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya. Misalnya: anak-anak mata-mata

berjalan-jalan menulis-nulis biri-biri buku-buku hati-hati kuda-kuda mondar-mandir ramah-tamah sayur-mayur serba-serbi

kupu-kupu lauk-pauk Catatan: (1)

terus-menerus tukar-menukar

Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja. Misalnya: surat kabar → surat-surat kabar kapal barang → kapal-kapal barang rak buku (2) → rak-rak buku

Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi → gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi

2.

Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I, Huruf F, Butir 7.)

Catatan:
Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Misalnya:

Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang baru. Kami mengundang orang yang berminat saja. Mereka me-lihat pameran. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku terbitan Jakarta. Bajunya ke-merah -an
2 2 2 2

2

D. Gabungan Kata
1. Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Misalnya: duta besar model linear

kambing hitam orang tua simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit umum meja tulis 2. kereta api cepat luar biasa

Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Misalnya: anak-istri Ali ibu-bapak kami anak istri-Ali ibu bapak-kami

buku-sejarah baru buku sejarah-baru 3. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Misalnya: acapkali adakalanya darmasiswa puspawarna darmawisata radioaktif saptamarga

akhirulkalam dukacita

alhamdulillah halalbihalal saputangan

apalagi astagfirullah bagaimana barangkali beasiswa

hulubalang kacamata kasatmata kepada kilometer

saripati sebagaimana sediakala segitiga sekalipun sukacita sukarela sukaria syahbandar waralaba wiraswata

belasungkawa manakala bilamana bismillah bumiputra daripada darmabakti manasuka matahari padahal peribahasa perilaku

E. Suku Kata
1 Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. . a. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. Huruf diftong ai, au, dan oi tidak dipenggal. Misalnya: pan-dai au-la sau-da-ra am-boi c Jika di

.

tengah kata dasar ada huruf konsona n (termasu k gabunga n huruf konsona n) di antara dua buah huruf vokal, pemengg alannya dilakuka n sebelum huruf konsona n itu. Misalnya : ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d .

.

pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi.Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e . Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men .

C a t a t a n : (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup ( 2 ) .

.

akhiran.itu → i-tu setia → se-ti-a 2 . Pemengg alan kata dengan awalan. atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel .

Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but .itu. Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar.

pe-nge-tik ( 2 ) A k h i r a n i t i d a k d i p i s a h k a n p a d a p e r g a n t i a n b a r i .

s . B a . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a h u b u n g .

) ( 3 ) P e m e n g g a l a n k a t a b e r s i s i . B u t i r 2 .b I I I . H u r u f E .

p a n d i l a k u k a n s e p e r t i p a d a k a t a d a s a r . M i s a l n y a : ge-lem-bung .

ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk ( 4 ) .

Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain.. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. mereka tidak mau ambil makanan itu. Huruf E.Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan . Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. 3 . Bab III.. Walaupun cuma cuma.. Butir 2.) . pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu.

kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari.Misalnya: bio-grafi bio-data foto-grafi foto-kopi intro-speksi intro-jeksi kilo-gram kilo-meter bi-o-gra-fi bi-o-da-ta fo-to-gra-fi fo-to-ko-pi in-tro-spek-si in-tro-jek-si ki-lo-gram ki-lo-me-ter pasca-panen pas-ca-pa-nen pasca-sarjana pas-ca-sar-ja-na 4 . Mari kita berangkat ke kantor. badan hukum. F. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. (Lihat juga Bab II. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. Dia berjalan-jalan di luar gedung. . Nama orang. ke. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. seperti kepada dan daripada. Huruf D. Ia datang dari Surabaya kemarin. Saya tidak tahu dari mana dia berasal. Butir 3. Cincin itu terbuat dari emas. Kata Depan Kata depan di.

G. dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Partikel 1. Jangankan dua kali. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Partikel lah. Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Apa pun permasalahannya. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. lalu keluar lagi. Dia lebih tua daripada saya. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Jika Ayah membaca di teras. Mis aln . kah. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Bawa kemari gambar itu. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Dia masuk.Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Adik pun membaca di tempat itu.

Bagaimanapun juga. Sekalipun belum selesai. Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.ya: Adapun sebab sebabnya belum diketahui. 3 . Walaupun sederhana. . rumah itu tampak asri. tugas itu akan diselesaikannya.

.

(Lihat Bab II. sapaan.000. Huruf I.H. Singkatan nama orang. Harga kain itu Rp50. Butir 7. a. Singkat an dan Akroni m 1. nama gelar. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.) H. Nasution H. jabatan. Misalnya: A.00 per helai.Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. Hamid Abdul Haris Nasution Haji Hamid .

serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.A. S. S.Kom S.Sos S. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. badan atau organisasi.K.B.Suman Hs.E. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perserikatan Bangsa Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia PT SD perseroan terbatas sekolah dasar KTP kartu tanda penduduk c. master of business administration magister humaniora magister sains sarjana ekonomi sarjana sosial sarjana komunikasi sarjana kesehatan masyarakat bapak saudara kolonel Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. M. Suman Hasibuan W. Kol.M. Bpk. Misalnya: .Hum. b.Si. Sdr.R. Supratman Wage Rudolf Supratman M. M.

halaman yg.n. dan seterusnya sda. jumlah kpd. dan lain lain dsb. Misalnya: dll. atas nama d. nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. sama dengan atas ybs. d. Misalnya: a.a. dan sebagainya dst. dengan alamat .jml. dalam No. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam suratmenyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. Yang terhormat Catatan: Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus. yang dl. yang bersangkutan Yth. kepada tgl. tanggal hlm. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah.

a. takaran.p. Misalnya: Cu kuprum cm sentimeter kg kilogram kVA kilovolt ampere l liter Rp rupiah TNT trinitrotoluene 2 . Misalnya: LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia SIM surat izin mengemudi b .b. singkatan satuan ukuran. untuk beliau u. untuk perhatian e. Lambang kimia. timbangan. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsurunsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. . dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata.u.

Misalnya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappen Badan Perencanaan Pembangunan Na as sional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia c . (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. Misalnya: pemilu pemilihan umum iptek ilmu pengetahuan dan teknologi rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu. . (1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata). Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil. hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut.

V (5. C (100).2. A n g k a d a n B i l a n g a n Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. II. III. M (1. X. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.1. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.9 Angka Romawi : I. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali. Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku.3.000). VI. IV. 15 orang tidak setuju.000. Angka Arab : 0. L (50). M (1. dan 5 orang tidak memberikan suara. VII.000).4. D (500). kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.I .000) 1. Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju. .6. VIII.7. IX. V.8.5.

3. dan 250 sedan. 2. A n g k a d i g u n a . 4 . Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya. Panitia mengundang 250 orang peserta. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. jika lebih dari dua kata. 100 minibus. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun.Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian.

k a n u n t u k m e n y a t a k a n ( a ) u k u r a n p a n j a n g . b e r a t . l u .

d a n . ( c ) n i l a i u a n g .a s . ( b ) s a t u a n w a k t u . d a n i s i .

rumah. US$. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. apartemen. atau kamar.10* ¥100 2.5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter Rp5.00 US$3. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. (2) Penulisan lambang mata uang. 14 Apartemen No.000.50* £5.( d ) j u m l a h . Misalnya: 0.00 10 persen 27 orang .000 rupiah Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal. seperti Rp. 5. 5 pukul 15. £. kecuali di dalam tabel. 15 Jalan Wijaya No. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No.

halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7 . Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci. B i l a n . Kamar 169 6 . Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.Hotel Mahameru. Misalnya: Bab X. a . B i l a n g a n u t u h M i s a l n y a : dua belas (12) tiga puluh (30) lima ribu (5000) b . Pasal 5.

g a n p e c a h a n M i s a l n y a : setengah (1/2) seperenam belas (1/16) tiga perempat (3/4) dua persepuluh (0. spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan .2) atau (2/10) tiga dua pertiga (3 2/3) satu persen satu permil (1%) (1‰) (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik.

Butir 5). (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) 9. seperti akta dan kuitansi). .000-an 10. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.000. Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22 30 / (dua-puluh-dua pertiga puluh) 20 15/17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152 /3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 8. Misalnya: lima lembar uang 1. (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian. Bab III.pecahan. pada awal abad XX (angka Romawi kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab pada awal abad kedua puluh (huruf) b. Huruf E. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi. Misalnya: a.(lima lembar uang seribuan) an tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) (uang lima-ribuan) uang 5.

Rumah itu dijual dengan harga Rp125.000. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Bukti pembelian barang seharga Rp5. penulisannya harus tepat.Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.00 (lima ribu dolar). Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan. Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban.000.50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).000. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf.000. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.000.500.00. (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. . 11.

.

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Buku ini boleh kau baca. Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Rumahnya sedang diperbaiki. Catatan: Kata kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. Siti mematuhi nasihat sang kakak. Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya.

1.

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Biarlah mereka duduk di sana. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik. (Lihat juga Bab III, Huruf I.) Misalnya: Buku itu disusun oleh Drs. Sudjatmiko, M.A. Dia memerlukan meja, kursi, dsb. Dia mengatakan, "kaki saya sakit." 2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau

daftar. Misalnya: a III Departemen . . Pendidikan Nasional A Direktorat . Jenderal Pendidikan Tinggi B Direktorat . Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1 Direktora . t Pendidika n Anak Usia Dini 2 ... . b 1. Patokan Umum . 1.1 Isi Karangan 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar Tangan 1.2.2 Tabel 1.2.3 Grafik 2. Patokan Khusus 2.1 ... 2.2 ... Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf. 3 . Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik) Catatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut. (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam. Misalnya: pukul 9.00 pagi pukul 11.00 siang pukul 5.00 sore pukul 8.00 malam (2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi, siang, atau malam. Misalnya: pukul 00.45 pukul 07.30 pukul 11.00 pukul 17.00

35. Lihat halaman 2345 dan seterusnya.000 orang. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. 35 menit.20 jam (1 jam.30 jam (30 detik) 5. Catatan: Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan. menit.200 orang.20.30 jam (20 menit. Hans Lapoliwa. 30 detik) 0.pukul 22. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24. Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12. Azab dan Sengsara. dan Anton Siregar. 6 . 20 detik) 0. Merari. . Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Penduduk Jakarta lebih dari 11. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. dan tempat terbit.00 4.000 orang.000. Catatan: (1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.0. Misalnya: Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung. 1920. Misalnya: 1. Hasan. Misalnya: Alwi. dan detik yang menunjukkan jangka waktu. Soenjono Dardjowidjojo. Weltevreden: Balai Poestaka. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis.

tabel. (2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi.Nomor gironya 5645678. Misalnya: Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945) Salah Asuhan ( 3 ) T a n d a t i t i k t i d a k d i p a k a i d i b . dan sebagainya.

( b ) n a .e l a k a n g ( a ) n a m a d a n a l a m a t p e n e r i m a s u r a t .

m a d a n a l a m a t p e n g i r i m s u r a t . d a n ( c ) d i b e l a k a n g .

M i s a l n y a : Yth. Moh. Kepala Kantor Penempatan Tenaga Jalan Cikini 71 Jakarta Yth.t a n g g a l s u r a t . Hasan Jalan Arif Rahmad 43 Palembang Adinda Jalan Diponegoro 82 Jakarta 21 April 2008 ( 4 ) P e m i s . Sdr.

a h a n b i l a n g a n r i b u a n a t a u k e l i p a t a n n y a d a n d e s i m a l .

Rp200. Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat Bab II.750 m .000.750 m 7 . Huruf H.50 8.250.75 $ 50.d i l a k u k a n s e b a g a i b e r i k u t .) 8.

melainkan. dua. Dia senang membaca cerita pendek. . ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko. tiga! 2. Ini bukan buku saya. sedangkan.. Misalnya: Saya membeli kertas. pena. Misalnya: Saya akan membeli buku-buku puisi. Satu. tetapi kau yang memilihnya. dan kecuali. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi. dan tinta..1. surat kilat. sedangkan adiknya suka membaca puisi . Tanda koma dipakai di antara unsur unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. melainkan buku ayah saya. Surat biasa.

C a t a t a n : Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.Semua mahasiswa harus hadir. kita harus banyak membaca buku. Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. 3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak. Agar memiliki wawasan yang luas. Misalnya: Saya akan datang kalau ada undangan. Karena tidak congkak. dia mempunyai banyak teman. T a n d a k o m . 4 . kecuali yang tinggal di luar kota. Misalnya: Kalau ada undangan. saya akan datang.

a d i p a k a i d i b e l a k a n g k a t a a t a u u n g k a p a n p e n g h u b u n g .

s e p e .a n t a r k a l i m a t y a n g t e r d a p a t p a d a a w a l k a l i m a t .

j a d i . d e n g a n d e m i k i a n .r t i o l e h k a r e n a i t u . s e h u b u n .

d a n m e s k i p u n b e g i t u . dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri. .g a n d e n g a n i t u . M i s a l n y a : Anak itu rajin dan pandai. Oleh karena itu.

6 . dan meskipun begitu. Dik? Kue ini enak. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru. ya. Mas. ya. Jadi. atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Meskipun begitu. dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. Bu. wah. T a n d a k o m a d i p a k a . atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan. dengan demikian. kapan pulang? Mengapa kamu diam. jalannya licin. Dik. begitu? Wah. seperti o. Catatan: Ungkapan penghubung antarkalimat. sehubungan dengan itu. aduh. dan kasihan. 5. seperti oleh karena itu. Misalnya: O. seperti Bu. jadi. bukan main! Hati hati. tidak dipakai pada awal paragraf.

i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a r i b a g i a n l a i .

. ( L i h a t j u g a p e m a k a i a n t a n d a p e t i k .n d a l a m k a l i m a t .

" 7 ." "Saya gembira sekali. "karena lulus ujian.B a b I I I . T a n d a k o m a ." kata Ibu. H u r u f J d a n K . "Saya gembira sekali. ) M i s a l n y a : Kata Ibu.

t i d a k d i p a k a i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a .

r i b a g i a n l a i n y a n g m e n g i r i n g i n y a d a l a m k a l i m a t j i k .

a p e t i k a n l a n g s u n g i t u b e r a k h i r d e n g a n t a n d a t a n y a .

8 . .a t a u t a n d a s e r u . M i s a l n y a : "Di mana Saudara tinggal?" tanya Pak Guru. "Masuk ke kelas sekarang!" perintahnya.

.

.

.

10 Mei 1960 Tokyo. Jepang. Jalan Salemba Raya 6. Abdullah. .Sdr. Jakarta Surabaya. 9 . Bogor Dekan Fakultas Kedokteran. Universitas Indonesia. Jalan Pisang Batu 1.

.

1984. 1973. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya . Amran (Ed. Tanda koma dipakai di antara bagian bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir. 1967).) 1976. hlm. Halim. hlm. Mahmud. W. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar.Gunawan. 1950). Jilid 1. Jakarta: Restu Agung. Kamus Arab-Indonesia. 1977). Hilman. hlm. Ilham. H. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. Hadikusuma. 4. Jakarta: Pusat Bahasa. Kamus Politik Internasional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 10. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia.S. Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran Sugono. 12. Politik Bahasa Nasional. 11. Takdir. 25. Dendy. Poerwadarminta. S. Misalnya: Alisjahbana. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat.J. Junus. 2009.

M. Catatan: Bandingkan Siti Khadijah.3 kg Rp500.A. Ny. S. Ratulangi. (Siti Khadijah Mas Agung). S.A. atau marga. 1 2 .00 C a t a t a n : Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antara dolar dan sen. dengan Siti Khadijah M.H.untuk membedakannya dari singkatan nama diri. Misalnya: B. Siti Aminah.M. Khadijah.50 Rp750.E.E. keluarga.5 m 27. S. . Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyataka n dengan angka. M.. Bambang Irawan. M.A. Misalnya: 12.

.1 3 .

.

masih banyak orang laki- .Guru saya. Pak Ahmad. misalnya. pandai sekali. Di daerah kami.

Misalnya: Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah. Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma. baik laki-laki maupun perempuan. Semua siswa. .laki yang makan sirih. 1 4 . mengikuti latihan paduan suara.

.

.

kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini. . Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara.Dalam pengembangan bahasa. kami ucapan terima kasih. Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam pengembangan kosakata. Atas perhatian Saudara.

1. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Misalnya: . saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku. Ibu menulis makalah di ruang kerjanya. 2. Dalam hubungan itu. anak anak masih membaca buku buku yang baru dibeli ayahnya. Ayah mengurus tanaman di kebun. Adik membaca di teras depan. Misalnya: Hari sudah malam. sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan.

dan jeruk.Syarat syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: (1) berkewarganegaraan Indonesia. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. apel. celana. anggaran rumah tangga. (2) berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya. (4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. pendataan anggota. pisang. (3) berbadan sehat. dan tinta. dan aset organisasi. baju. Misalnya: Ibu membeli buku. 3. pensil. dan program kerja. dan bendahara. dan kaos. dokumentasi. sekretaris. . Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua. penyusunan anggaran dasar.

1. Misalnya: Kita memerlukan kursi. Catatan: Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. meja. meja. . dan lemari. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. dan lemari. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati.

Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.2. Bu. Misalnya: Ibu : "Bawa kopor ini. Hari.30 Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara : Aulia Arimbi b." Ibu 4. : "Jangan lupa. No. Misalnya: Horison. Letakkan baik baik!" Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman. 28 Oktober 2008 : 09. Tempat : Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acara : Bambang S. (b) bab dan ayat dalam kitab suci. XLIII. 8/2008: 8 Surah Yasin: 9 Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. (c) judul dan anak judul suatu karangan. Jakarta: Pusat Bahasa . : Selasa. serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.00—10. Nak!" Amir : "Baik. Misalnya: a. tanggal Waktu 3.

Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.1... Kukuran baru ini memudahkan kita me- . Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.. tak ada gading yang takretak. 2. Sebagaimana kata peribahasa. Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga cara baru .

Senjata ini merupakan sarana pertahanan yang canggih. 3 .ngukur kelapa. T a n d a h u b u n g d i g u n a k a n u n t u k m e n y a m b u n g u n s u r - .

M i s a l n y a : anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4 . .u n s u r k a t a u l a n g .

.

8-4-2008 p-a-n-i-t-i-a 5 .

. .

.

.

gabungan kata yang merupakan kesatuan. Bandingkan dengan: be-revolusi dua-puluh-ribuan (1 x 20. c. Tanda hubung dipakai untuk merangkai: a. se. ke. d. e.000) tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan sosial) Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok.ber-evolusi dua-puluh ribuan (20 x 1. dan f. Misalnya: se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinar-X mem-PHK-kan ciptaan-Nya atas rahmat-Mu Bandara Sukarno-Hatta alat pandang-dengar .000) tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6. kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital. kata ganti yang berbentuk imbuhan.dengan angka. angka dengan -an.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. b.

7 . .

di-smash di-mark-up pen-tackle-an

1.

Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. Misalnya: Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. Keberhasilan itu–saya yakin–dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. 2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Misalnya: Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia–amanat Sumpah Pemuda–harus terus ditingkatkan. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'.

Misalnya:

Tahun 1928–2008 Tanggal 5–10 April 2008 Jakarta–Bandung Catatan: (1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat. Misalnya: Kita memerlukan alat tulis–pena, pensil, dan kertas. (Bandingkan dengan Bab III, Huruf D, kaidah 1.) (2) Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

1.

Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Misalnya: Kapan dia berangkat? Saudara tahu, bukan?

2.

Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya: Dia dilahirkan pada tahun 1963 (?). Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Misalnya: Alangkah indahnya taman laut ini! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Sampai hati benar dia meninggalkan istrinya! Merdeka!

1.

Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Misalnya: Kalau begitu ..., marilah kita laksanakan. Jika Saudara setuju dengan harga itu ..., pembayarannya akan segera kami lakukan. 2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut. Pengetahuan dan pengalaman kita ... masih sangat terbatas. Catatan: (1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

(3) Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi. Misalnya: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan cermat ....

1.

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. " Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi. " "Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentar!"

"Saya juga minta satu. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja. 3 . "Apakah saya boleh ikut?" (2) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti . Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi." Dia bertanya. Misalnya: Kata dia. karangan. Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. Catatan: (1) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. "Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar.2. Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai". Bacalah "Penggunaan Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Misalnya: Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu.

Karena warna kulitnya.khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Tanda petik (") dapat digunaka n sebagai pengganti idem atau sda. Misalnya: Bang Komar sering disebut "pahlawan". (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian (4 ) . ia sendiri tidak tahu sebabnya. dia mendapat julukan "Si Hitam". (3 ) Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.

yang berbentu k daftar. Misalnya: zaman bukan jaman asas plaza jadwal bus " " " " azas plasa jadual bis .

" ujar Pak Hamdan. Misalnya: Tanya dia. "Kaudengar bunyi 'kring kring' tadi?" "Waktu kubuka pintu depan.1. Bapak pulang'. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. . 2. kudengar teriak anakku. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain. dan rasa letihku lenyap seketika. 'Ibu.

kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung. Bab III. angkuh' 3. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna. Huruf M) Misalnya: feed-back 'balikan' dress rehearsal 'geladi bersih' tadulako 'panglima' .Misalnya: terpandai retina 'paling' pandai 'dinding mata sebelah dalam' mengambil langkah seribu 'lari pontang panting' 'sombong.

Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi). Misalnya: Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk). Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.1. KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan. Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP). .

Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. 3. (b) biaya produksi. . Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. Catatan: Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah. Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya. dan (3) surat keterangan kesehatan. dan (c) tenaga kerja. Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku. Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keteranga n. 4 .2. (2) ijazah terakhir.

2) pensil. . dan c) kimia.Misalnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku. Dia senang dengan mata pelajaran a) fisika. b) biologi. dan 3) tas sekolah.

Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Ia memberikan uang [kepada] anaknya. .1. 2. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. kata.

Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini. 1. 7/PK/2008 Jalan Kramat III/10 tahun ajaran 2008/2009 . nomor pada alamat. dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat. Misalnya: No.

00/lembar tindakan penipuan dan/atau penganiayaan 'dikirimkan lewat darat atau lewat laut' 'harganya Rp1. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau. atau tindakan penganiayaan' Catatan: Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalanpenggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah.2. dan ataupun. tindakan penipuan.500.00 tiap lembar' 'tindakan penipuan dan penganiayaan.500. tiap. Misalnya: dikirimkan lewat darat/laut harganya Rp1. .

.

('kan = bukan) Malam 'lah tiba.Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. 1 Januari '08 ('lah = telah) ('08 = 1988) . Dia 'kan sudah kusurati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut.

'asr sa'ah manfa'ah asar saat manfaat .

.

ra'yah ma'na ruku' rakyat makna rukuk paal baal pal bal .

octaaf oktaf .

aerobe aerodinamics aerob aerodinamika .

haemoglobin haematite hemoglobin hematit trailer caisson trailer kaison .

audiogram autotroph tautomer hydraulic caustic audiogram autotrof tautomer hidraulik kaustik .

calomel construction cubic coup classification crystal kalomel konstruksi kubik kup klasifikasi kristal .

central cent cybernetics sentral sen sibernetika .

circulation cylinder coelom sirkulasi silinder selom .

accomodation acculturation acclimatization accumulation acclamation akomodasi akulturasi aklimatisasi akumulasi aklamasi .

accent accessory vaccine aksen aksesori vaksin .

saccharin charisma cholera chromosome technique sakarin karisma kolera kromosom teknik .

echelon eselon .

machine mesin chip voucher China cip vocer Cina .

check ticket cek tiket .

çabda çastra sabda sastra darurat fardu hadir darurat fardu hadir .

effect description synthesis efek deskripsi sintesis idealist habeas idealis habeas .

stratosfeer systeem stratosfer sistem eicosane eidetic einsteinium eikosan eidetik einsteinium .

stereo geometry zeolite stereo geometri zeolit neutron eugenol europium neutron eugenol europium .

faqīr mafhum saf fakir mafhum saf fanatic factor fossil fanatik faktor fosil .

sorghum sorgum igue gigue ige gige .

hakim tahmid ruh hakim tahmid roh .

iambus ion iota iambus ion iota .

politiek riem politik rim .

variety patient efficient varietas pasien efisien khusus akhir khusus akhir .

contingent congres linguistics kontingen kongres linguistik oestrogen oenology foetus estrogen enologi fetus komfoor provoost kompor provos cartoon proof pool kartun pruf pul zoology coordination zoologi koordinasi gouverneur coupon contour gubernur kupon kontur phase physiology fase fisiologi .

spectograph spektograf pseudo psychiatry psychic psychosomatic pseudo psikiatri psikis psikosomatik pterosaur pteridology ptyalin pterosaur pteridologi ptialin aquarium frequency equator akuarium frekuensi ekuator qalbu haqiqah haqq kalbu hakikah hak rhapsody rhombus rhythm rhetoric rapsodi rombus ritme retorika .

salj asiri hadis salju asiri hadis subh musibah khusus subuh musibah khusus scandium scotopia scutella sclerosis scriptie skandium skotopia skutela sklerosis skripsi scenography scintillation scyphistoma senografi sintilasi sifistoma schema schizophrenia scholasticism skema skizofrenia skolastisisme ratio actie rasio aksi .

patient pasien ta'ah mutlaq Lut taat mutlak Lut theocracy orthography thiopental thrombosis methode (Belanda) teokrasi ortografi tiopental trombosis metode unit nucleolus structure institute unit nukleolus struktur institut dualisme aquarium dualisme akuarium suede duet sued duet equinox ekuinoks .

conduite konduite fluorescein quorum quota fluoresein kuorum kuota prematuur vacuum prematur vakum vitamin television cavalry vitamin televisi kavaleri jadwal marwa taqwa jadwal marwa takwa xanthate xenon xylophone xantat xenon xilofon executive taxi exudation eksekutif taksi eksudasi .

latex lateks exception excess excision excitation eksepsi ekses eksisi eksitasi excavation excommunication excursive exclusive ekskavasi ekskomunikasi ekskursif eksklusif yakitori yangonin yen yuan yakitori yangonin yen yuan yttrium dynamo propyl psychology itrium dinamo propil psikologi zenith zirconium zenit zirkonium .

nalar. Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. Misalnya: bengkel. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. . kabar. perlu.zodiac zygote zodiak zigot zalim hafiz zalim hafiz gabbro accu effect commission ferrum salfeggio ummat tammat gabro aki efek komisi ferum salfegio umat tamat mass massa 1. paham. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang dipaparkan di atas. sirsak 2.

normaal -ant menjadi -an accountant informant -archy. publicatie aksi publikasi -eel (Belanda) menjadi -el anarki oligarki akuntan informan struktural formal normal persentase etalase . complementair primary. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -ase percentage etalage -al (Inggris). Kata seperti standardisasi. oligarchie -ary. formeel normal.suaiannya dalam bahasa Indonesia. -si action. actie publication. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. anarchie oligarchy. Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. structureel formal. secundair komplementer primer sekunder -(a)tion. -aal (Belanda) menjadi -al structural. -eel (Belanda). -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. -air (Belanda) menjadi -er complementary. efektif. primair secondary.

ideëel materieel moreel -ein tetap -ein casein protein ideel materiel morel kasein protein -i (Arab) tetap -i haqiqi insani jasmani hakiki insani jasmani -ic. -ica (Belanda) menjadi -ik. mechanisch ballistic. phonetiek physics. logisch logis . -ika logic. ballistisch elektronik mekanik balistik -ical. -ique. -ics. techniek logika fonetik fisika dialektika teknik -ic. physica dialectics. dialektica technique. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. elektronisch mechanic. -iek. economisch practical. -isch (Belanda) menjadi -is economical. practisch ekonomis praktis logical. logica phonetics.

percentiel mobile. analogie teknologi fisiologi analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog alamiah aliah ilmiah deskriptif demonstratif publisis egois modernisme komunisme persentil mobil . technologie physiology. communisme -ist menjadi -is publicist egoist -ive. descriptief demonstrative. demonstratief -iyyah. -isme (Belanda) menjadi -isme modernism. physiologie analogy. -logie (Belanda) menjadi -logi technology. modernisme communism. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive. -iyyat (Arab) menjadi -iah alamiyyah aliyyah ilmiyyah -logue menjadi -log catalogue dialogue catalog dialog -logy. mobiel -ism.-ile. -iel menjadi -il percentile.

kwaliteit universitas kualitas -ure. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. anthropoide hominoid antropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir repertoire trotoar repertoar -or. directeur inspector. inspecteur amateur formateur direktur inspektur amatir formatur -or tetap -or dictator corrector diktator korektor -ty. struktuur premature. -eur (Belanda) menjadi -ur.epiloog epilog -oid. universiteit quality. -ir director. hominoide anthropoid. prematuur struktur prematur . -teit (Belanda) menjadi -tas university. -uur (Belanda) menjadi -ur structure.

.

.

.

Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah.hadist : hadis .atlit : atlet . Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar.apotik : apotek .entuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.azasi : asasi .bis : bus .duren : durian . Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.Pengertian. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum. di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul : . Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku. Referensi Dan Contoh Sun.do'a : doa .8:36pm — godam64 Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah. namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia.   Ejaan Baku Dan Ejaan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia .ijin : izin .azas : asas . 13/04/2008 .imajinasi : imaginasi .gubug : gubuk .

produktiv : produktif Tambahan : Situs web yang kaya akan ilmu pengetahuan ini pun tidak luput dari kesalahan ejaan..sentausa : sentosa .sportiv : sportif .trotoar : trotoir Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd : .rame : ramai . .rapor : rapot . Menulis sambil belajar.sportifitas : sportivitas .aktiv : aktif . Penulis di dini juga manusia yang tidak luput dari salah.insyaf : insaf .kreatifitas : kreativitas .kreativ : kreatif .karir : karier .jaman : zaman .obyek : objek .aktifitas : aktivitas .kongkrit : konkret .kalo : kalau .produktifitas : produktivitas .ramadhan : ramadan .nomer : nomor .

hanya saja ada beberapa penyederhanaan dan perubahan. 3. Penulisan kata ulang dapat dilakukn dengan dua cara. Ciri khusus ejaan Van Ophusyen adalah : 1. . misalnya /hoeloebalang. seekor. 4. Contohnya : . Pada dasarnya ejaan ini sama dengan Van Ophusyen. 4. 3. 264/Bhs./anak-negeri/ dipisahkan. 2. Ketetapan cara menulis kalimat dan bagian-bagian dengan menggunakan tanda baca. Ejaan Van Ophusyen b). 5. 3. Perlambangan fonem dengan huruf (tata bunyi) Ketetapan penulisan satuan-satuanbentuk kata misalnya kata dasar. Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda. misalnya ejaan. kata majemuk dan lain sebagainya. 6. misalnya: janda2 (dibaca: janda-janda) Kata majemuk ditulis dengan tiga cara : 1. 5. misalnya bapa’. 3. System ejaan Suwandi merupakan system ejaan latin untuk Bahasa Indonesia. dsb. Adapun ejaan yang pernah berlaku di Indonesia adalah : a). ejaan ini merupakan karya Ch. dsb dengan menggunakan tanda penghubung misalnya /rumah-sakit/. Contoh pada kata /emek/ ditulis /ema’/ kata ulang diberi angka 2. Cirri khusus ejaan Republik / Suwandi dalah sebagai berikut : 1. Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menanda /u/ Tanda trema pada huruf a dan I dihilangkan. apabila/.EJAANBAHASAINDONESIA 4 Comments Written by mas-shiro on April 8th. 2. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalnya kata’ menjadi katak. 2. A. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 2. dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). ta’ jika pada suatu kata berakhiran huruf /a/ mendapat akhiran /i/ maka diatas akhiran itu diberi tanda trema /”/ huruf /e/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ di atasnya. Pengertian Ejaan Ejaan adalah suatu keseluruhan system penulisan bunyi-bunyi bahasa yang meliputi: 1. A tanggal 19 Maret 1947 oleh sebab itu ejaan ini disebut Ejaan Suwandi. kata ulang. misalnya /anak negeri/ . Van Ophusyen. 2011 8:25 am in Pendidikan Guru — 1. 2. dirangkai menjadi satu. Ejaan Malindo d). Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai dengan 1947. Ejaan Van Ophusyen ejaan Van Ophusyen disebut juga ejaan balai pustaka. 3.rumah sakit/ Ejaan Repulik/Ejaan Suwandi Ejaan Republik dimuat dalam surat keutusan Menteri P dan K Mr. Ejaan Republik / Ejaan Suwandi c). Soewandi No. huruf /u/ ditulis /oe/ koma hamzah /k/ ditulis dengan tanda /’/ pada akhir kata.

Tata laksana 2). Tatalaksana 7. Misalnya : /putra/ bukan /putera/. Berlair2-an 6. Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa indoneia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah. Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara. Berlari-larian 2).1). Tata-laksana 3). Contohnya : 1). /praktek/ bukan /peraktek/ .

Tegasnya. yaitu bunyi-bunyi dalam bahasa Indonesia harus dilafalkan sesuai dengan apa yang tertulis. dan tanda baca. ketentuan pelafalan yang berlaku dalam bahasa Indonesia cukup sederhana. seperti bahasa Inggris. ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda saja. bahasa Belanda. Perhatikan contoh berikut! Artikel Terkait    Penerbit dan Anak Perusahaannya "Rp" Itu Bukan Singkatan Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa . /kh/. satu bunyi yang dilambangkan dengan satu huruf.Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan: Pelafalan. Kaidah pelafalan bunyi bahasa Indonesia berbeda dengan kaidah bunyi bahasa lain. /ny/. Akan tetapi. Kekurangan tersebut terlihat pada adanya fonem (bunyi) yang masih dilambangkan dengan dua tanda. kata. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan. Pada akhir-akhir ini sering kita dengar orang melafalkan bunyi bahasa Indonesia dengan keraguan. dapat diucapkan dengan berbagai wujud bunyi bergantung pada bunyi atau fonem yang ada di sekitarnya. dan /sy/. A. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf. yaitu /e/ pepet dan /e/ taling. Sebaliknya. Lain halnya dengan bahasa Indonesia. yaitu /ng/. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam penyusunan ejaan bahasa Indonesia yang lebih sempurna. Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. terutama bahasa asing. Ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia sekarang menganut sistem ejaan fonemis. Dalam bahasa tersebut. lafal dalam bahasa Indonesia disesuaikan dengan tulisan. kenyataannya masih terdapat kekurangan. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik. Keraguan yang dimaksud ialah ketidakteraturan pengguna bahasa dalam melafalkan huruf. unsur serapan. misalnya /a/ atau /g/. dan Pemisahan Suku Kata Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Pelafalan Salah satu hal yang diatur dalam ejaan ialah cara pelafalan atau cara pengucapan dalam bahasa Indonesia. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. dan bahasa Jerman. Pemakaian Huruf. yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambang (huruf) diucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf tersebut. yaitu satu bunyi dilambangkan dengan satu tanda (huruf).

Di dalam kaidah ejaan dikatakan bahwa penulisan dan pelafalan nama diri. Jadi. yaitu nama orang. Sebaiknya pemakai bahasa memperhatikan pelafalan yang benar seperti yang sudah dibakukan dalam ejaan. Jadi. hukum. Perhatikan pelafalan berikut! -TV Lafal yang salah: [tivi] Lafal yang benar: [t e ve] -MTQ Lafal yang salah: [emtekyu]. enerji Lafal yang benar: energi [e n e r g i] Masalah lain yang sering muncul dalam pelafalan ialah mengenai singkatan kata dengan huruf. [emtekui] Lafal yang benar: [em te ki] Hal yang perlu mendapat perhatian ialah mengenai pemakaian dan pelafalan huruf pada penulisan dan pelafalan nama diri. atau kesejahteraan. atau nama obat-obatan. kota. Pertimbangan yang dimaksud ialah pertimbangan adat. bergantung pada pemilik nama tersebut. pemakai bahasa dapat saja melafalkan unsur tersebut tidak sesuai dengan yang tertulis. dan sebagainya disesuaikan dengan kaidah ejaan yang berlaku. Hal tersebut memerlukan kesepakatan lebih lanjut dari pakar yang bersangkutan. jalan. dengan kebebasan memilih apakah mengikuti Ejaan Republik (Soewandi) atau Ejaan yang Disempurnakan. gunung.CO2 Lafal yang benar: [Se O2] .coca Lafal yang benar: cola [ko ka ko la] .HCI Lafal yang benar: [Ha Se El] . sungai. badan hukum. Demikian pula halnya dengan pelafalan unsur kimia. bergantung pada kebiasaan yang berlaku untuk nama tersebut. pelafalan nama orang dapat saja diucapkan tidak sesuai dengan yang tertulis. nama minuman. kecuali kalau ada pertimbangan lain. agama. lembaga. enersi. Perhatikan contoh berikut! .    Translasi Berdimensi Budaya Setop Menulis Stop! Harapan Pada Bahasa Luluhnya "P" Sehabis "Me-" -teknik Lafal yang salah: tehnik Lafal yang benar: teknik [t e k n i k] -tegel Lafal yang salah: tehel Lafal yang benar: tegel [t e g e l] -energi Lafal yang salah: enerhi.

quadrat harus ditulis dengan kuadrat . Huruf /q/ hanya dapat dipakai untuk nama istilah khusus. yaitu tawun. siarah Meskipun huruf-huruf serapan sudah dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia. Huruf /x/ apabila terdapat pada tengan kata dan akhir kata diganti dengan huruf gugus konsonan /ks/. /x/.ziarah tidak boleh diganti dengan jiarah. pemakaian huruf itu tetap dipertahankan dan jangan diganti dengan huruf lain. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang sama harus dilafalkan dengan jelas. Aturan ini tidak berlaku bagi kata-kata pungut karena lafal kata pungut disesuaikan dengan lafal bahasa asalnya. seperti pada kata mahal. Pelafalan bunyi /h/ ada aturannya dalam bahasa Indonesia. pahit. kohir. luhur. x. + y. seperti pada kata tahun. leher. B. Pemakaian Huruf Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan menggunakan 26 huruf didalam abjadnya.Quran tetap ditulis Quran (nama) . yaitu huruf /f/.Kaidah pelafalan yang perlu dibicarakan di sini ialah pelafalan bunyi /h/. harus kita ingat ketentuan pemakaian huruf /q/ dan /x/. /v/. dan /z/. sihir.valuta tidak boleh diganti dengan paluta . yaitu mulai dengan huruf /a/ sampai dengan huruf /z/. liyat. payit. sinar x. lahir. Contoh: . sedangkan untuk istilah umum harus diganti dengan huruf /k/. Demikian pula huruf /x/ dapat dipakai untuk lambang. pohon. kohesi. Bunyi /h/ pada kata seperti itu umumnya dilafalkan dengan bunyi luncur /w/ atau /y/. Dengan demikian. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang berbeda dilafalkan dengan lemah atau hampir tidak kedengaran. seperti kata mahir.fakta tidak boleh diganti dengan pakta .aquarium harus ditulis dengan akuarium .pasif tidak boleh diganti dengan pasip . Contoh: .aktif tidak boleh diganti dengan aktip . lihat. merupakan huruf serapan dan sekarang huruf-huruf tersebut dipakai secara resmi di dalam bahasa Indonesia. seperti xenon. Beberapa huruf di antaranya.

Huruf vokal itu dapat didahului atau diikuti oleh huruf konsonan.complex harus ditulis dengan kompleks Huruf /k/ selain untuk melambangkan bunyi /k/. Ternyata masih ada pengguna bahasa yang menggunakan tanda ‘ain’ /’/ untuk bunyi hamzah (glotal) tersebut. Apabila di tengan kata terdapat dua konsonan berurutan. Contoh: Main ma-in. Contoh : ambil am-bil undang un-dang 2. Pemisahan Suku Kata Setiap suku kata bahasa Indonesia ditandai oleh sebuah vokal. Contoh: . yaitu terdapat pada bagian akhir setiap baris tulisan. juga digunakan untuk melambangkan bunyi huruf hamzah (glotal). taat ta-at 1.taxi harus ditulis dengan taksi .. Penulisan harus mengikuti kaidah-kaidah pemisahan suku kata yang diatur dalam Ejaan yang Disempurnakan seperti berikut ini.ta’zim harus diganti dengan taksim .ma’ruf harus diganti dengan makruf . Pengguna bahasa tidak boleh melakukan pemotongan kata berdasarkan kepentingan lain. pemisahan dilakukan di antara kedua konsonan tersebut.da’wah harus diganti dengan dakwah . Apabila di tengan kata terdapat konsonan di antara dua vokal pemisahannya dilakukan sebelum konsonan.ma’mur harus diganti dengan makmur C. misalnya mencari kelurusan baris pada pinggir baris setiap halaman atau hanya untuk memudahkan pengetikan. Contoh: bapak ba-pak sulit su-lit . pemisahan dilakukan di antara vokal tersebut. 1) Apabila di tengah kata terdapat dua vokal berurutan. Persukuan atau pemisahan suku kata biasanya kita dapati pada penggantian baris.

Contoh: minuman mi-num-an bantulah ban-tu-lah 5. Pada akhir baris dan awal baris tidak diperkenankan ada huruf yang berdiri sendiri.3. baik vokal maupun konsonan. Apabila di tengah kata terdapat tiga atau empat konsonan. tetapi diletakkan di samping kanan huruf. Tanda pemisah (tanda hubung) tidak diperkenankan diletakkan di bawah huruf dan juga tidak boleh berjauhan dengan huruf. Contoh: Salah ikut juga masalah itu Benar ikut juga masalah itu 6. Imbuhan termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. penyukuannya dipisahkan sebagai satu kesatuan. Contoh: bangkrut bang-krut instumen in-stru-men 4. pemisahannya dilakukan di antara konsonan pertama dan konsonan kedua. Contoh: Salah Benar pengam .

belajar .bilan. bela jar Benar pengambilan .

untuk menuliskan katakata ma'moer. Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi. tanda diakritik. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku. Taib Sultan Ibrahim. Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä. huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe. ï dan ö. Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda. bukan diftong. pajah. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia. antara lain:    huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang. sajang. Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik pada 17 Maret 1947. Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T. ë. sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini. ‘akal.W. pa’. [sunting]Sejarah singkat Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. oemoer.Ejaan Van Ophuijsen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia. itoe. . yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda. kemudian menjadi profesor bahasa Melayu diUniversitas Leiden. van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). Sumatera Barat. seperti koma ain dan tanda trema. ta’. dinamaï. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia. Belanda. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi. menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->