Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan.

Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu 1. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad 2. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis 3. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. ejaan dan diksi yang dipakai dalam suatu artikel. Pertama saya akan menjelaskan apa itu ejaan dan diksi. A. EJAAN Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu: 1. Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad. 2. Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis. 3. Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. B. DIKSI Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. Di bawah ini terdapat artikel yang menurut saya memiliki ejaan dan diksi yang salah. (-) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 pelacur jalanan yang sering mangkal di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dijaring polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah penjaja cinta itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka mejeng di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang mejeng,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, pelacur tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semak-semakan tak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat esek-esek jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil pelacur yang bisa lolos

dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar pelacur itu ikut diringkus. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) NB: Kata-kata berwarna merah adalah kata-kata yang ejaan dan diksi yang salah. Jika diperbaiki maka kata-kata yang benar adalah kata-kata berwarna biru pada artikel di bawah ini: (+) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 wanita tuna susila jalanan yang sering menetap di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dirazia polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah wanita tuna susila itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka menampakkan diri di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang menampakkan diri,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, wanita tuna susila tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semaksemaktak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat abal-abal jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil wanita tuna susila yang bisa lolos dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar wanita tuna susilaitu ikut ditangkap. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) Kata-kata yang ejaan dan diksinya salah: pelacur = wanita tuna susila => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang kasar. mangkal = menetap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. dijaring = dirazia => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. mejeng = menampakkan diri => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. semak-semakan = semak-semak => Dalam kata perulangan ini tidak perlu menggunakan imbuhan -an pada akhirannya. esek-esek = abal-abal => Dalam kata perulangan ini menggunakan kata yang tidak baku. diringkus = ditangkap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. NB: Ada kata-kata yang sepenuhnya belum 100% benar.Selamat membaca. Terima Kasih.

Sintaksis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Dalam linguistik, sintaksis (dari Yunani Kuno: συν- syn-, "bersama", dan τάξις táxis, "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern." Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Katasintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika, seperti logika, bahasa formal buatan, dan bahasa pemrograman komputer.
PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2000KATA PENGANTAR CETAKAN KETIGA Buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Khusus Bahan Penyuluhan) cetakan I dan II telah habis dibagikan kepada para peserta kegiatan Pemasyarakatan Bahasa Indonesia di berbagai instansi di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini dicetak ulang dengan penerbitan kesalahan cetak yang terdapat pada cetakan sebelumnya. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bagi masyarakat luas. Jakarta, 1 Agustus 2000 Hasan Alwi Kepala Pusat BahasaKEPUTUSAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA No. 054a/U/1987 Tentang Penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Membaca :Surat Kepala Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 6 Desembar 1986 No. 5965/F8/U1.7/86. Menimbang : a. bahwa dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975 telah ditetapkan peresmian berlakunya “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dan “Pedoman Umum Pembentukan Istilah”; b.bahwa sesungguhnya bahasa itu senantiasa berubah dan berkembang sesuai dengan kehiduoan masyarakat; c. bahwa sesungguhnya dengan hal tersebut pada sub a dan b, dipndang perlu menetapkan penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‟. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia: a. Nomor 44 Tahun 1974; b. Nomor 52 Tahun 1975;c. Nomor 45/M Tahun 1983; d. Nomor 15 Tahun 1984 sebagaimana telah diubah/ditambah terakhir dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 1987;

e. Nomor 138/M Tahun 1985; 2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975. MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Menyempurnakan „Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan” sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No.0196/U/1975 menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Kedua : Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur lebih lanjut

dalam ketentuan tersendiri. Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Tanggal 9 September 1987 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Fuad HasanPRAKATA Sejak peraturan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin ditetapkan pada tahun 1901 berdasarkan rancangan Ch. A. van Ophuysen dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim, penyempurnaannya berkali-kali diusahakan. Pada tahun 1938, selama Kongres Bahasa Indonesia yang pertama kali di Solo, misalnya disarankan agar ejaan Indonesia lebih banyak diinternasionalkan. Pada tahun 1947 Soewandi, Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu, menetapkan dalam surat keputusannya tanggal 19 Maret 1947, No. 264/Bhg. A bahwa

perubahan ejaan bahasa Indonesia dengan maksud membuat ejaan yang berlaku menjadi lebih sederhana. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan Ejaan Republik. Beberapa usul yang diajukan oleh panitia menteri itu belum dapat diterima karena masih harus dirinjau lebih jauh lagi. Namun, sebagai langkah utama dalam usaha penyederhanaan dan penyelarasan ejaan dengan perkembagan bahasa, keputusan Soewandi pada masa pergolakan revolusi itu mendapat sambutan baik. Kongres Bahasa Indonesia Kedua, yang diprakarsai Menteri Moehammad Yamin, diselenggarakan di Medan pada tahun 1954. Masalah ejaan timbul lagi sebagai salah satu mata pertemuan itu. kongres itu mengambil keputusan supaya ada badan yang menyusun peratura ejaan yang praktis bagi bahasa Indonesia. Panitia yang dimaksud (Priyono-Katoppo, Ketua) yang dibentuk oleh Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 19 Juli 1956, No. 44876/S, berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957 setelah bekerja selama setahun. Tindak lanjut perjanjian persahabatan antara Republik Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1959, antara lain berupa usaha mempersamakan ejaan bahasa kedua Negara ini. Maka pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmuljana-Syed Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya megurungkan peresmiannya.Sesuai dengan laju pengembangan nasional, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan yang pada tahun 1968 menjadi Lembaga Bahasa Nasional, dan akhirnya pada tahun 1975 menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, menyusun program pembakuan bahasa Indonesia secara menyeluruh. Di dalam hubungan ini, panitia Ejaan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (A.M. Moeliono, ketua) yang disahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Sarino Mangunpranoto, sejak tahun 1966 dalam surat keputusannya tanggal 19

57. Ketua) dalam pembicaraan mengenai ejaan dengan pihak Malaysia di Jakarta pada tahun 1966 dan di Kuala Lumpur pada tahun 1967. Dalam Komite Bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. No. Ketua Kelompok Teknis Bahasa) yang ditetapkan dengan surat keputusan Menteri pendidikan dan Kebudayaan tanggal 20 Mei 1972. Karena penuntun itu perlu dilengkapi. Setelah rancangan itu akhirnya dilengkapi di dalam Seminar Bahasa Indonesia di Puncak pada tahu 1972. menyusun konsep yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. No. Mashuri. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 12 Oktober 1972. rancangan peraturan ejaan tersebut dipakai sebagai bahan oleh tim Ahli Bahasa KOTI yang dibentuk oleh ketua Gabungan V KOTI dengan surat Keputusannya tanggal 21 Februari 1967.I/72. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. dengan nama Ejaan yang Disempurnakan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebar buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. 011/G-5/II/ 1967 (S. tahun 1972. 156/P/1972 (AmranHalim. Rujianti Mulyadi. Ketua dan Lukman Ali. 03/A. Atas permintaan ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI). No. pada tahun 1972 rancangan tersebut disetujui untuk dijadikan bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara. Ketua). No. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Hussen Onn. menyusun buku Pedoman Umum ini yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang . dan diperkenalkan secara luas oleh sebuah panitia antardepartemen (Ida Bagus Mantra.W. dan Menteri Pelajaran Malaysia.September 1967. maka pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu juga diresmikanlah aturan ejaan yang baru itu berdasarkan keputusan Presiden No. Konsep itu ditanggapi dan dikaji leh kalangan luas di seluruh tanah air selama beberapa tahun. 062/1967.

kalangan masyarakat. Rujiati Mulyadi. Nama huruf disertakan di sebelahnya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.lebih luas. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (S. dan perorangan yang telah memungkinkan tersusunnya Pedoman Umum ini disampaikan penghargaan dan terima kasih. Agustus 1975 Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Pembinaan dan Pengembagan Bahasa DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANI. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut.W. Kepada segenap instansi. Penyusunan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ini telah dimungkinkan oleh tersedianya biaya Pelita II yang disalurkan melalui Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A B C D E F G H a b c d e f g h . Pencetakan Pedoman Umum ini dilaksanakan oleh Proyek Penulisan dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan dan Profesi. PEMAKAIAN HURUF A. Ketua).

I a be ce de e ef ge ha i J K L M N O P Q R Je ka el em en i j k l m n o p q r .

o. i. huruf contoh pemakaian dalam kata vokal di awal di tengah di akhir s t u v w x y z .dan u. e. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a.o pe ki er S T U V W X Y Z es te u ve we eks ye zet B.

Huruf diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. s. * Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah. f. d. au. t. q. k.a api padi lusa e enak petak sore emas kena tipe i itu simpan murni o oleh kota radiou ulang bumi ibu * Dalam pengajaran lafal kata. dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. c. h. dan oi. g. x. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. n. ** Khusus untuk nama dan keperluan ilmu. m.D. y. j. E. l. p. Gabungan Huruf Konsonan . Kami menonoton film seri (séri). Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). C. Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah. v. Pertandingan iru berakhir seri. r. dan z. w.

a. swas-ta. Jikan di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan. ny. ke-nyang. dan sy. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Pemenggalan Kata 1. F. som-bong. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. ng. makh-luk d. di antara dua buah huruf vokal. su-lit. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. yaitu kh. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. de-ngan. ca-plok Ap-ril. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. termasuk gabungan huruf konsonan. mu-ta-khir c. Misalnya: . pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. la-wan. Misalnya: man-di. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan. bang-sa. ba-rang. Misalnya: ba-pak. Misalnya: au-la bukan a-u-la sau-dara bukan sa-u-da-ra am-boi bukan am-bo-i b. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan.

Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. ul-tra. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING . si-nam-bung. in-tro-spek-si Kilo-gram. ki-lo-gram Pasca-panen. ben-trok ikh-las 2. Pasal E. 1b. Bab V. fo-to-gra-fi Intro-speksi. me-rasa-kan. b. Ayat 1. dan nama dari yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. kecuali jika ada pertimbangan khusus. 1c dan 1d di atas.II.Misalnya: makan-an. Imbuhan akhiran dan imbuhan aalan. in-fra. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. Misalnya: Bio-grafi. pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. badan hukum.) c. Pada kata yang berimbuhan sisipan. mem-bantu. ge-li-gi 3. Misalnya: te-lun-juk. Akhiran -i tidak dipenggal. pas-ca-pa-nen Keterangan: Nama orang. bi-o-gra-fi Foto-grafi. pergi-lah Catatan: a. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal.in-stru-men. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. dapat dipenggal pada pergantian baris. bang-krut.

Kristen. “dia akan berangkat”. Nak!” “Kemarin engkau terlambat. 3. “Besok pagi. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. Weda. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci. Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya Bimbinglah hamba-Mu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertetu. Alkitab. termasuk kata ganti untuk Tuhan. “Kapan kita pulang?” Bapak menasihatkan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan.” kata ibu. Yang Mahakuasa. Misalnya: Adik bertanya. atau . Pekerjaan itu belum selesai. “Berhati-hatilah. nama instansi. dan keagamaan yang diikuti nama orang.” katanya. Yang Maha Pengasih. Haji Agus Salim. Misalnya: Dia mengantuk. 4. Quran. ke jalan yang Engkau beri rahmat.A. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Sultan Hasanuddin. Misalnya: Mahaputra Yamin. Nabi Ibrahim. ya Tuhan. keturunan. Imam Syafii. Misalnya: Allah. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. Islam. Apa maksudnya?Kita harus beker keras. 2.

5. Misalnya: Mesin diesel. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. 5 ampere 7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. Profesor Supomo. Tahun ini dia pergi naik haji. Perdana Menteri Nehru. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik. Halim Perdanakusumah. bahasa Inggris . 6. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian. Misalnya: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. suku bangsa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. nama instansi. Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara. nama instansi. 10 volt.nama tempat. Misalnya:Bangsa Indonesia. suku Sunda. Wage Rudolf Supratman. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Gubernur Irian Jaya. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. Misalnya: Amir Hamzah. dan bahasa. Dewi Sartika. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. atau nama tempat. atau nama tempat.

dan peristiwa sejarah. Jazirah Arab. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Misalnya: Asia Tenggara. Perang Candu. hari Galungan. hari. hari Lebaran. hari Natal. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. bulan. Teluk Benggala. Tanjung Harapan. Misalnya: tahun Hijriah. suku. Selat Lombok. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadiunsur nama diri. Lembah Baliem. Bukit Barisan. Gunung Semeru. Pegunungan Jayawijaya. bulan Maulid. Misalnya: Mengindonesiakan kata asing Keinggris-inggrisan 8.. Cirebon. Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia. Danau Toba. Jalan Diponegoro.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. hari raya. Ngarai Sianok. Misalnya: . Banyuwangi. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Terusan Suez. 9. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipkai sebagai nama. tarikh Masehi. Dataran Tinggi Dieng. Kali Brantas. bulan Agustus. hari Jumat.

serta nama dokumen resmi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. Rancangan Undang-Undang Kepegawaian12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. kecuali kata seperti dan. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa. 11. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. Nomor 57. pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Tahun 1972. Misalnya: garam inggris. serta dokumen resmi.berlayar ke teluk. Majelis Permusyawaratan Rakyat. Misalnya: Menjadi sebuah republik. menurut undang-undang yang berlaku. serta nama dokumen resmi. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. surat kabar dan judul karangan. pisang ambon 10. kerja sama antara pemerintah dan rakyat. mandi di kali. gula jawa. Undang-Undang Dasar Repulik Indonesia. badan. Keputusan Presiden Republik Indonesia. Misalnya: Republik Indonesia. menyeberabangi selat. Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. kacang bogor. kecuali . beberapa badan hukum. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. majalah.

Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. pangkat. saudara 14.E. ibu. yang. Adik bertanya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. dan. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. sarjana hukum S. professor Tn. 13. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. adik. doctor M.S. . dan sapaan. saudara. dari. ke. Tuan Ny. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. kakak. “Itu apa.Misalnya: “Kapan Bapak Berangkat?” tanya Harto. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. sarjana ekonomi S.H. Nyonya Sdr.kata seperti di. Misalnya: Dr.A. untuk yang tidak terletak pada posisi awal. sarjana sastra Prof. Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”. master of arts S.

Misalnya:majalah Bahasa dan Sastra. Dia buka menipu. Besok Paman akan datang. Misalnya: Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita.“Silakan duduk. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. 2. Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kkerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. buku Negarakertagama karangan Prapanca. majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. tetapi ditipu. Huruf Miring 1. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. atau kelompok kata. Dik!” kata Ucok. bagian kata. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. B. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. . kata. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. surat kabar Suara Rakyat. 15.

Buku itu sangat tebal. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi „pandangan dunia‟ Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Ayat 5. B. .III. menengok. sebar luaskan. penetapan. kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. 3. 2. sisipan. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.) Misalnya: bertepuk tangan. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Pasal E. Bab V. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. mempermainkan. menganak sungai. Imbuhan (awalan. Misalnya: bergetar. garis bawahi. 3. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Kata Turunan 1. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostama. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing. Misalnya:Ibu percaya bahwa engkau tahu. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. PENULISAN KATA A. Kantor pajak penuh sesak. dikelola.

Misalnya: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. bikarbonat. dekameter. di antara kedua unsur itu harus dituliskan tanda hubung (-). dilipatgandakan. telepon. Misalnya: adipati. pan-Afrikanisme 2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti kata esa dan kata yang bukan kata dasar. pramuniaga. semiprofessional. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. audiogram. mancanegara. dasawarsa. prasangka. gabungan itu ditulis terpisah. narapidana. poligami. ekstrakurikuler. biokimia. demoralisasi. awahama. kosponsor. menyebarluaskan. introspeksi. Marilah kita beersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. infrastruktur. nonkolaborasi.unsure gabungan kata itu ditulus serangkai. inkonvensional. Misalnya: non-Indonesia. saptakrida. Pancasila. gabungan kata itu ditulis serangkai. anumerta. . purnawirawan. reinkarnasi. ultramodern catatan: 1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital. antarkota. dwiwarna. mahasiswa. Ayat 5.ekawarna. swadaya. penghancurleburan 4. aerodinamika. tritunggal. caturtunggal. kolonialisme. panteisme. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. multilateral. subseksi. transmigrasi.) Misalnya: menggarisbawahi. paripurna. elektroteknik. Bab V. Pasal E.

kilometer. astaghfirullah. centang-perenang. bagaimana. mangkubumi. termasuk istilah khusus. matahari. undang-undang. tukar-menukar. kuda-kuda.hulubalang-hulubalang. sayur-mayur. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. mesin-hitung tangan. padahal. simpang empat. manasuka. buku sejarah-baru. Misalnya: anak-anak. kacamata. karatabaasa. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. 3. Misalnya: duta besar. buku-buku. persegi panjang. kereta api cepat luar biasa. sia-sia. bismillah. akhirulkalam. Gabungan Kata 1. anak-istri saya. termasuk istilah khusus. Gabungan kata yang lazim disebuta kata majemuk. terus-menerus. barangkali. Gabungan kata. mondar-mandir. bumiputra. kepada. beasiswa. berjalan-jalan. menulis-nulis. hulubalang. ibu-bapak kami. watt-jam. meja tulis. darmawisata. tunggang-langgang. ramah-tamah. bilamana. bumiputrabumiputra D. porak-poranda. mata pelajaran. kasatmata. belasungkawa. Alhamdulillah. daripada.C. orang tua. gerak-gerik hura-hura. laba-laba. model linier. manakala. kambing hitam. unsurunsurnya ditulis terpisah. hati-hati. Misalnya: Adakalanya. kupukupu. Misalnya: Alat pandang-dengar. . lauk-pauk. olahraga. Kata Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. darmabakti. halalbihalal. mata-mata. rumah sakit umum. 2. orang-tua muda. kura-kura. dibesar-besarkan. dukacita. biri-biri.

segitiga. wasalam E. peribahasa. Pasal D. saripati. Di mana Siti sekarang? Mereka ada di rumah. Kata Depan di. bukumu. sukarela. silaturrahmin. saptamarga. dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. -ku-. sukacita. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. sebagaimana. sukaria. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. ke. saputangan.) Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari. kau-. -mu. sekalipun. dan dari Kata depan di. Mari kita berangkat ke pasar. sediakala. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Ia datang dari Surabaya kemarin. Ke mana saja ia selama ini? Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. Bukuku. (Lihat juga Bab III. Bermalam sajalah di sini. puspawarna. F. Ayat 3.paramasastra. Ia ikut terjun di tengah kancah perjuangan. Kata Ganti -ku-. dan -nyaKata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. radioaktif.Catatan: . syahbandar. titimangsa. Misalnya: Apa yang kumiliki boleh kaumabil. Saya pergi ke sana-sini mencarinya. ke. mu.

Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik. Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966. Partikel 1. Misalnya: Apa pun yang dimakannya. Partikel -lah.Apakah yang tersirat dalam dalam surat itu? Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. -kah. Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Kami percaya sepenuhnya kepadanya. ia tetap kurus. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Semua orang terkemuka di desa hadir dalam kenduri itu. . Si Amin lebih tua daripada si Ahmad. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. lalu keluar lagi. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Ia masuk. G. H. Kata Si dan Sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini dtulis serangkai. Bawa kemari gambar itu. Kemarikan buku itu. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim.

andaipun. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. maupun. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. dan „tiap‟ ditulis terpisah dari bagian kalimatyang mendahului atau mengikutinya. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Baik mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemonstrasi. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu.000. adik pun ingin pergi. ia selalu gembira. Harga kain itu Rp 2. „demi‟. sapaan. Sekalipun belum memuaskan. sekalipun. misalnya adapun. Walaupun miskin. sungguhpun. Singkatan nama orang. Misalnya: . Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu. I. kendatipun. biarpun. kalaupun. nama gelar. meskipun. jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. 3. Jangankan dua kali. Singkatan dan Akronim 1. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu. Partikel per yang berarti „mulai‟. bagaimanapun. a. Jika ayah pergi. ataupun. walaupun ditulis serangkai. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui.Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan.00 per helai.

A.S Kramawijaya Muh. Yamin Suman Hs. Sukanto S.A. M.B.A master of business administration M.Sc. master of science S.E. sarjana ekonomi S.Kar. sarjana karawitan S.K.M sarjana kesehatan masyarakat Bpk. BapakSdr. saudara Kol. kolonel b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumentasi resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara SMTP sekolah menengah tingkat pertama PT perseroan terbatas KTP kartu tanda penduduk c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: dll. dan lain-lain

dsb. dan sebagainya dst. dan seterusnya hlm. halaman sda. sama dengan atas Yth. (Sdr. Moh. Hasan) Yang terhormat (Sdr. Moh. Hasan) Tetapi: a.n. atas namad.a. dengan alamat u.b. untuk beliau u.p. untuk perhatian d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Cu cuprum TNT trinitrotulen cm sentimeter kVA kilovolt-ampere l liter kg kilogram Rp (5.000,00) (lima ribu) rupiah 2. Akronim kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis selurhnya dengan huruf capital. Misalnya:

ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia IKIP Institut Keguruan dan Ilmu PendidikanSIM surat izin mengemudi b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kaptal. Misalnya: Akabri Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: pemilu pemilihan umum radar radio detecting and ranging rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran catatan: jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan

keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesiayang lazim. J. Angka dan Lambang 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5.000), M (1.000.000) Pemakaiannya diatur leih lanjut dalam pasal-pasal yang berikut ini. 2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjagng, berat, luas, dan isi, (ii) satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Misalnya: 0,5 sentimeter 1 jam 20 menit 5 kilogram pukul 15.00 4 meter persegi tahun 1928 10 liter 17 Agustus 1945 Rp5.000,00 50 dolar Amerika US$3.50* 10 paun Inggris $5.10* 100 yen Y100 10 persen 2.000 rupiah 27 orang * Tanda titik di sini merupakan tanda decimal.3. Angka lazim dipakai untuk melambangka nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya:

Jalan Tanah Abang I No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169 4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya: Bab X, Pasal 5, halaman 252 Surah Yasin: 9 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a. Bilangan utuh Misalnya: Dua belas 12 Dua puluh dua 22 Dua ratus dua puluh dua 222 b. Bilangan pecahan Misalnya: Setengah ½ Tiga perempat ¾ Seperenam belas 1/16 Tiga dua pertiga 3 2/3Seperseratus 1/100 Satu persen 1 % Satu permil 1‰ Satu dua persepuluh 1,2 6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya: Paku Buwono X; pada awal abad XX; dalamkehidupan abad ke-20 ini; lihan Bab

II; Pasal 5; dalam bab ke-2 buku itu; di daerah tingkat II itu; di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu; kantor di tingkat II itu. 7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara yang berikut. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.) Misalnya: tahun ‟50-an atau tahun lima puluhan uang 5000-an atau uang lima ribuan lima uang 1.000-an atau lima uang seribuan 8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Misalnya: Amir menonton drama itu sampai tiga kali. Ayah memesan tiga ratus ekor ayam. Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang memberikan suara blangko.Kendaraan yang ditempah untuk pengangkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 helicak, 100 bemo. 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu Bukan:

75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujh puluh lima perseratus rupiah).75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah. PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks. Penduduk Indonesia brjumlah lebi dari 200 juta orang. Arab. Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Bukan: Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pgawai. Misalnya: Saya lamirkan tanda terima uang sebesar Rp999. atau . seperti Sansekerta. 11. Belanda. Angka yang menunjukkan bilangan utuh secara besar dapat dieja Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah. kecuali did lam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. 12. IV. bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain. penulisannya harus tepat.Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah. Bukan: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999. Misalnya: Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Portugis. 10.15 orang tews dalam kecelakaan itu. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf.

shuttle cock. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsure serapan itu sebagai berikut. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalambahasa Indonesia. l‟axplanation de l‟homme. Pertama. seperti reshuffle. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. jika bervariasi dengan e. Kedua. Unsur-unsur yang dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. unsure pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. aa (Belanda) menjadi a paal pal baal bal actaaf oktaf ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerob aerob aerodimanics aerodonamika ae. Berdasarkan taraf integrasinya. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.Inggris. menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trailer trailer caisson kaison au tetap au audiogram audiogram autrotoph autrotoftautomer tautomer . Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

u dan konsonan menjadi k accomodation akomodasi acculturation akulturasi acclimatization aklimatisasiaccumulation akumulasi acclamation aklamasi cc di muka e dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori . i. oe. dan y menjadi s central sentral cent sen cybernetics sibernetika circulation sirkulasi cylinder silinder ceolom selom cc di muka o.hydraulic hidraulik caustic kaustik c di muka a. o dan konsonan mejadi k calomel kalomel construction konstruksi cubic kubik coup kup classification klasifikasi crystal kristal c di muka e. u.

o dan konsonan menjadi k saccharin sakarin charisma karisma cholera kolera chromosome kromosom technique teknik ch yang lafalnya s atau sy menjadi s echelon eselon machine mesin ch yang lafalnya c menjadi c check cek \ China Cina ç (Sanskerta) menjadi s çabda sabda çastra sastrae tetap e effect efek description deskripsi synthesis sintesis ea tetap ea idealist idealis habeas baheas ee (Belanda) menjadi e stratosfeer stratosfer .vaccine vaksin cch dan ch di muka a.

systeem sistem ei tetap ei eicosane eikosan eidetic eidetik einsteinium einsteinium eo tetap eo stereo stereo geometry geometri zeolite zeolit eu tetap eu neutron neutron eugenol eugenoleuropium europium f tetap f fanatic fanatik factor factor fossil fosil gh menjadi g sorghum sorgum gue menjadi ge igue ige gigue gige i pada awal suku kata di muka vokal tetap i iambus iambus ion ion .

iota iota ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i politiek politik riem rim ie tetap ie jika lafalnya bukan i variety varietas patient pasien afficient efisienkh (Arab) tetap kh khusus khusus akhir akhir ng tetap ng contingent kontingen congres kongres linguistics linguistik oe (oi Yunani) menjadi e oestrogen estrogen oenology enology foetus fetus oo (Belanda) menjadi o komfoor kompor provoost provos oo (Inggris) menjadi u cartoon kartun proof pruf .

pool pul oo (vokal ganda) tetap oo zoology zoology coordination koordinasiou menjadi u jika lafalnya u gouverneur gubernur coupon kupon contour kontur ph menjadi f phase fase physiology fisiologi spectograph spektograf ps tetap ps pseudo pseudo psychiatry psikiatri psychic psikis psychosomatic psikosomatik pt tetap pt pterosaur pterosaur pteridology pteridologi ptyalin ptyalin q menjadi k aquarium akuarium frequency frekuensi equator ekatorrh menjadi r .

rhapsody rapsodi rhombus rombus rhythm ritme rhetoric retorika sc di muka a. o. dan y menjadi s scenography senografi scintillation sintilasi scyphistoma sifistoma sch di muka vokal menjadi sk schema skema schizophrenia skizofrenia scholasticism skolastisisme t di muka i menjadi s jika lafalnya s ratio rasioactie aksi patient pasien th menjadi t theocracy teokrasi orthography ortografi . i. dan konsonan menjadi sk scandium skandium scoptopia skoptopia scutella skutela sclerosis sklerosis scriptie skripsi sc di muka e. u.

thiopental tiopental thrombosis trombosis methode (Belanda) metode u tetap u unit unit nucleolus nucleolus structure struktur institute institute ua tetap ua dualism dualism aquarium akuarium ue tetap ue suede sued duet duet ui tetap ui equinox ekuinoksconduite konduite uo tetap uo fluorescein fluoresein quorum kuorum quota kuota uu menjadi u prematuur prematur vacuum vakum v tetap v .

u. dan konsonan menjadi ksk excavation ekskavasi excommunication ekskomunikasi excursive ekskursif exclusive eksklusif y tetap y jika lafalnya y yakitori yakitori yangonin yangonin yen yen yuan yuan y manjadi y jika lafalnya i yttrium itrium dynamo dinamo . o.vitamin vitamin television televisi cavalery kavaleri x pada awal kata tetap x xanthate xantat xenon xenon xylophone xilofon xc di muka e dan i menjadi ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasixc di muka a.

unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang terurai di atas. hadir 2. berikut ini didaftarkan juga akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia. . sirsak. Di samping pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. erlu. Sekalipun dalam ejaan yang dismpurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. Misalnya: gabbro gabro commission komisi accu aki ferrum ferum effect efek salfeggio salfegio Tetapi: mass massa Catatan: 1. bengkel. Misalnya: Kabar.propyl propil psyschology psikologi z tetap z zenith zenith zirconium zirkonium zodiac zodiak zygote zigot konsonan ganda menjadi tunggal. iklan. Unsur pungutan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. kecuali kalau dapat membingungkan.

-archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -asepercentage persentase etalage etalase -al. anarchie anarki oligarchy. dan implementasi diserap secara utuh di samping kata standar. -eel (Belanda). publicatie publikasi . secondair sekunder -(a)tion. -as action. structureel structural formal.Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. actie aksi publication. Kata seperti standarisasi. formeel formal normal. primair primer secondary. normaal normal -ant menjadi -an accountant akuntan informant informan -archy. -air (Belanda) menjadi -er complementary. efek. komplementer complementair primary. oligarchie oligarki -ary. -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. efektif. dan implemen. -aal (Belanda) menjadi -al structural.

-ika logic. isch (Belanda) menjadi -is economical. physica fisika dialectics. dialektica dialektika technique. -iek. modernisme modernisme . mechanisch mekanik ballistic. phonetiek fonetik physics. isme (Belanda) menjadi -isme modernism. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. -iel menjadi -ilpercentile. mobiel mobil -ism. percentiel persenril mobile. ballistisch balistik -ical. -ica (Belanda) menjadi -ik. logica logika phonetics. elektronisch elektronik mechanic. logisch logis -ile. techniek teknik -ic. practisch praktis logical. ique.-eel (Belanda) menjadi -elideëel ideel materieel materiel moreel morel -ein tetap -ein casein kasein protein protein -ic. -ics. economisch ekonomis practical.

-ir director. analogie analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog epiloog epilog-oid. -logie (Belanda) menjadi -logi technology. anthropoide anthropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir trotoar repertoire repertoar -or. directuer direktur . -eur (Belanda) menjadi -ur. descriptief deskriptif demonstrative. hominoide hominoid anthropoid. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. physiologie fisiologi analogy. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive. communisme komunisme -ist menjadi -is publicist publisis egoist egois -ive.communism. demonstratief demonstratif -logue menjadi -log catalogue catalog dialogue dialog -logy. technologie teknologi physiology.

Misalnya: a.Biarlah mereka duduk di sana.inspector. Marilah kita mengheningkan cipta. PEMAKAIAN TANDA BACA A. Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini. kwaliteit kualitas -ure. struktuur struktur premature. III. ikhtisar. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa . universiteit universitas quality. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Tanda Titik (. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan. Departemen Dalam Negeri A. Dia menanyakan siapa yang akan datang. 2. -teit (Belanda) menjadi -tas university.) 1. inspectuer inspektur amateur amatir formateur formatur -or tetap -or dictator diktator corrector korektor -ty. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. prematuur prematurV. atau daftar. Hari ini tanggal 6 April 1973.

6a.1 Gambar Tangan 1.35. Patokan Umum 1.0.20 jam (1 jam. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. 1920.20.2 Ilustrasi 1. dan detik yang menunjukkan jangka waktu. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.2. Weltevreden: Balai Poestaka.30 jam (30 detik) 5.2 Tabel 1. menit. 35 menit.B. Misalnya: .30 jam (20 menit. Merari. dan tempat terbit. dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: Pukul 1. 20 detik) 0. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. … b.2. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis.1 Isi Karangan 1. Azab dan Sengsara. 1. Misalnya: Siregar.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)4.35.2. menit. Direktorat Jenderal Agraria 1. Misalnya: 1. 30 detik) 0.3 Grafik 3.

Misalnya: Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung. tabel.Desa itu berpenduduk 24.Misalnya: Acara kunjungan Adam Malik Bentuk dan Kedaulatan (Bab 1 UUD ‟45) Salah Asuhan 8. Sdr. dan sebagainya. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. Nomor gironya 5645678. 6b. Moh.200 orang.231 jiwa. 7. Lihat halaman 2345 seterusnya. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1. Misalnya: Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) 1 April 1985 (tanpa titik) Yth. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal suat atau (2) nama dan alamat surat. Hasan (tanpa titik) Jalan Arif 43 (tanpa titik) Palembang (tanpa titik) Atau: Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik) .

3a.) 1. pena. Satu. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. surat kilat. dan tinta. Misalnya: Saya ingin datang. Didi bukan anak saya. tetapi hari hujan. Misalnya: Kalau hari hujan. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang . melainkan anak Pak Kasim. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi. atau melainkan.Jalan Cikini 71 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) B.Misalnya: Saya membeli kertas. dua. Dia tahu bahwa soal itu penting. Misalnya: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. 3b. ia lupa akan janjinya. Dia lupa akan janjinya karena sibuk. Tanda Koma (. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Surat biasa. Karena sibuk. … tiga! 2. maupun surat khusus memerlukan prangko. saya tida datang. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului indukn kalimatnya. 3.

wah. Jadi. Pasal L dan M. Oleh karena itu. aduh. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. (ii) bagian-bagian alamat. Sdr. kita harus berhati-hati. 7. (iii) tempat dan tanggal.Misalnya: …. Abdullah. 4. Malaysia. Misalnya: Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran. ya.terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. Jalan Pisang Batu 1. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. “karena kamu lulus.” “Saya gembira sekali. ya. lagi pula. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o. jadi.Misalnya: . Universitas Indonesia. Bab V. …. 5. bukan main! Hati-hati. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. (Lihat juga pemakaian tanda petik.” kata ibu. akan tetapi. Misalnya: O. Jakarta. soalnya tidak semudah itu.) Misalnya: Kata ibu “Saya gembira sekali. Jalan raya Salemba 6. Kuala Lumpur.” 6. begitu? Wah. kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Bogor. nanti jatuh. meskipun begitu. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat.

Semua siswa. 1949. baik yang laki-laki maupun perempuan. Jilid 1 dan 2.S. 1967). (Lihat juga pemakaian tanda pisah. misalnya. Pasal F. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya utnuk membedakannya dari singkatan nama diri. mengikuti latihan paduan suara. pandai sekali. Poerwadarminta. 10.) Misalnya: Guru saya. 9. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. Misalnya: 12. hlm.Alisjahbana. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. keluarga. Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma: .E. 4. Ny. Misalnya: W. Bab V. S. Di daerah kami.5 m Rp12.A. Sutan Takdir. masih banyak orang aki-laki yang makan sirih. M.J. atau marga. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Djakarta: Pustaka Rakjat.50 11. Khadijah. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Misalnya: B. Ratulangi. 8. Pak Ahmad.

Karyadi mengucapkan terima kasih. Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam upaya pembinaan dan pengembanagan bahasa. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru. Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus.Tanda koma dapat dipakai―untuk menghindari salah baca―di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenisdan setara.Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia. Atas bantuan Agus. Tanda Titik Koma (. 13. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk. “Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. kita memerlukan sikap yang sungguh-sungguh. Misalnya: Malam akan larut. Misalnya: “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. Misalnya: .) 1. C. pekerjaan belum selesai juga 2. 12. Misalnya: Dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa.

Ayah mengurus tanamannya di kebun itu. Misalnya: a. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku . dan lemari. 1b. dan lemari. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. meja. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. D. meja. Hartawan b. Tanda titk dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengkahiri pernyataan. Hari : Senin Waktu : 09. Handayani Bendahara : B. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan EkonomiPerusahaan. Adik menghafal nama-nama pahlawan nasional.30 4. ibu sibuk bekerja di dapur. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati. 3. Misalnya: Kita memerlukan kursi. Tempat Sidang : Ruang 104 Pengantar Acara : Bambang S. Tanda Dua Titik (:) 1a. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : S.

(ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci. Tjukuplah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita? Djakarta: Eresco. Tanda Hubung (-) 1. sudah terbit.dalam percakapan. Misalnya: Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini. Misalnya: Tempo. Mir!” Amir : “Baik. Pedidikan Seumur Hidup: sebuah Studi. Walaupun sakit. (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan . Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan …. Misalnya: Di samping cara-cara lama itu juga cara yang baru suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. 1971: 7 Surah Yasin: 9Karangan Ali Hakim. Sutomo. E. Bu. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman. AtauBeberapa pendapat mengenai masalah . I (34).” (mengangkat kopor dan masuk) Ibu : “Jangan lupa. Tjokronegoro. Letakkan baik-baik!” (duduk di kursi besar) 5. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. mereka tetap tidak mau beranjak …. 1968.

mereka tetap tidak mau beranjak …. Tanda hubung meyambung unsur-unsur kata ulang. kemerah-merahan Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula. Misalnya: Anak-anak. dan tidak dipakai pada teks karangan. Misalnya: p-a-n-i-t-i-a 8-4-1973 . 4. Bukan: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disamapaikan …. berulang-ulang. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Walaupun sakit. mereka tetap tidak mau beranjak …. Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa. 2.Itu telah disampaikan …. Misalnya: Kini ada acara baru untuk mengukur panas. Senjata merupakan alat pertahan-an yang canggih. 3. Akhiran i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. Walaupun sakit. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.

(ii) ke. pen-tackle-an F.dengan angka. se-Jawa Barat. dan (v) nama jabatan rangkap. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan. Menteri Sekretaris Negara. Tanda Pisah (―) 1. dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25.000). Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu―saya yakin akan tercapai―diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan oposisi atau keterangan yang lain sehingga . mem-PHK-kan. 2. dua puluh lima-ribuan (20 x 5. Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se. tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6.Misalnya: se-Indonesia.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital.5. Misalnya: di-smash. hadiah ke-2. tahun 50-an. hari-H. 7. dan (ii) penghilangan baian kelompok kata. Misalnya: ber-evolusi. sinar-X. (iii) angka dengan -an.000). Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsure bahasa Indonesia dengan unsure bahasa asing. tanggung jawab-dan kesetiakawanan-sosial Bandingkan dengan: Be-revolusi.

Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. Tanda Elipsis (…) 1. Misalnya: 1910―1945Tanggal 5―10 April 1970 Jakarta―Bandung Catatan: Dalam pengetikan.kalimat menjadi lebih jelas. teori kenisbian. Tanda pisah dipakai di antara dua dilangan atau tanggal dengan arti „sampai dengan‟ atau „sampai ke‟. perlu dipakai empat buah titik. tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan atu untuk menandai akhir kalimat. Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat. . 3. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Misalnya: Kalau begitu … ya. tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. G. 2. marilah kita bergerak. Misalnya: Rangkaian temuan ini―evolusi. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam satu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. dan kini juga pembelahan atom―telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

ataupun rasa emosi yang kuat. I. Misalnya: Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda Kurung ((…))1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya: Kapan ia berangkat? Saudara tahu. Misalnya: Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?). tanda baca harus digunakan dengan hati-hati…. Misalnya: Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya. Uangnya sebanyak 10 jta rupiah (?) hilang.Misalnya: Dalam tulisan. bukan? 2. ketidakpercayaan. 2.H. Tanda taya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat membuktikan kebenarannya. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok . Tanda Tanya (?) 1. Merdeka! J.

Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri. 3. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat . dan (c) modal. Tanda kurung siku menapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Tanda itu menyatakanbahwa kesalahan atau ekurangan itu memang terdapat di naskah asli. K. kata. Tanda Kurung Siku ([…]) 1. 2. Tanda kurung siku mengapit huruf. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a). Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. (b) tenaga kerja. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.pembicaraan. Misalnya: Factor produksi menyangkut masalah (a) alam. 4.

Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Misalnya: “Saya belum siap. Tanda Petik (“…”) 1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan daan nskah atau bahan tertulis lain. Tanda petik mengapit judul syair. Misalnya: Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat. Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”. karangan.halaman 35-38] perlu dibentangkan. Misalnya: Kata Tono. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” dimuat dalam majalah Tempo. 4. Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi.” kata Mira. 3. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.” 2. Misalnya: . Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengahkiri petikan langsung. “Saya juga minta satu. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. L.Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja.” 5.

7/PK/1973 Jalan Kramat III/10 tahun anggaran 1985/1986 2. Tanda Petik Tunggal („…‟) 1. Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomormpada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.) Misalnya: feed-back „balikan‟ N. Misalnya: Tanya Basri. kudengar teriak anakku. Tanda Garis Miring (/) 1. Bab V. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Catatan: Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. ia sendiri tidak tahu sebabnya. terjemahan. Tanda petik tunggal mengapit makna. Bapak pulang‟. „Ibu. Budi mendapat julukan “si Hitam”. Tanda gris miring dipakai sebagai pengganti kata atau.Karena warna kulitnya. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” “Waktu kubuka pintu depan. (Lihat pemakaian tanda kurung. 2. Misalnya: No.” ujar Pak Hamdan. Pasal J. danrasa letihku lenyap seketika. M. atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Bang Komar sering disebut “pahlawan”. tiap. Misalnya: .

(‟88 = 1988) .dikirimkan lewat „dikirim lewt darat atau darat/laut lewat laut‟ harganya Rp25. Tanda Penyingkat atau Apostrof Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.00/lembar „harganya Rp25.00 tiap lembar‟ O. Misalnya:Ali „kan kusurati. („lah = telah) 1 Januari ‟88. („kan = akan) Malam „lah tiba.

dan sy. Sumber-sumber yang tertulis baru saja diketahui. yaitu satu tanda untuk satu bunyi. Piktograf itu lambat laun dikembangkan sedemikian rupa hingga suatu lukisan dapat menggambarkan pengertianpengertian tertentu. Huruf Bagian terbesar dari sejarah umat manusia berada dalam kegelapan karena perkembangan. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. maka diagraf-diagraf tersebut harus dirubah menjadi monograf (satu fonem satu tanda). van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. Walaupun begitu literasi (penulisan) bahasa itu belum memuaskan karena kesatuan intonasi yang bulat yang menghidupkan suatu arus-ujaran itu hingga kini belum dapat diatasi. Tetapi hasil usaha itu belum dapat menunjukkan dengan tegas bagaimana suatu ujaran harus diulang oleh yang membacanya. ny. B. 264/Bag. pada tahun 1901. Jika kita menghendaki kekonsekuenan terhadap prinsip yang dianut. Dengan demikian pelukisan atas bahasa lisan itu akan mendekati kesempurnaan.. misalnya dalam huruf-huruf Tiongkok. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. yaitu bila kita melambangkan bilangan-bilangan memakai tanda-tanda: 1.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. 4. 5. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe . perhentian akhir. perluasan. namun masih terdapat kepincangan-kepincangan. sistem ini disebut ideograf atau logograf. timbultenggelamnya bahasa-bahasa di muka bumi ini tidak diketahui. misalnya ng. Ejaan Dasar yang paling baik dalam melambangkan bunyi-ujaran atau bahasa adalah satu bunyi-ujaran yang mempunyai fungsi untuk membedakan arti harus dilambangkan dengan satu lambang tertentu. tekanan. C. Kata-kata yang berlainan tetapi mempunyai bunyi yang sama juga dapat dilukiskan dengan tanda atau simbol yang sama. Baca selanjutnya. Ch. yaitu suatu sistem dimana suatu kata dilambangkan oleh suatu tanda. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. walaupun kesempurnaan yang dimaksud itu tentulah dalam batas-batas ukuran kemanusiaan. Baca selanjutnya. Segala macam tanda baca seperti yang disebut di atas disebut tanda baca atau pungtuasi. Suatu urutan lukisan menggambarkan kepada kita suatu peristiwa tertentu. Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. masih bersifat relatif. tanda tanya. Pada tahun 1900. Bukti-bukti tertulis itu dalam bentuk yang paling tua terdapat misalnya pada orang-orang Indian Mexico berupa lukisanlukisan.. Ada fonem yang masih dilambangkan dengan dua tanda (diagraf ). Walaupun sistem ejaan sekarang didasarkan atas sistem fonemis. dan lain-lain adalah hasil dari usaha itu. . 2. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. dan hanya meliputi beberapa ribu tahun saja. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka . Segala macam tanda baca untuk menggambarkan perhentian antara.... sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. dan sebagainya. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. Baca selanjutnya. Sudah diusahakan bermacam-macam tanda untuk tujuan itu tetapi belum juga memberi kepuasan. Cara ini biassa disebut piktograf. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada.. kh. Bangsa-bangsa dahulu kala tidak mengenal suatu cara untuk dapat meninggalkan kepada kita riwayat hidup mereka. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. Dalam sistem kita yang modern ini masih dapat ditemukan sistem logograf ini. 3.Ejaan Bahasa Indonesia A. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan.

van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. maka dirasakan bahwa ejaan perlu disempurnakan. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka. yang dinamakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 kembali mempersoalkan masalah ejaan. 44876 tanggal 19 Juli 1956. fakir valuta. kemudian dibentuk sebuah panitian dengan SK No. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. Tetapi konsep ejaan ini juga tidak jadi diumumkan karena perkembangan politik kemudian. 264/Bag. Pada tahun 1900. Di samping itu diresmikan pula huruf-huruf berikut di dalam pemakaian: f v z q. Sebagai dampak dalam keputusan di atas. . menurut surat edaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanda oe mulai 1 Januari 1949 diganti dengan u. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. universitas zeni. lezat x huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai. yang bertugas menyusun konsep baru. Perubahan yang paling penting dalam EYD adalah: Lama djalan pajung njonja sjarat tjakap tarich Yang Disempurnakan jalan payung nyonya syarat cakap tarikh dj j nj sj* tj ch* j y ny sy c kh * Kedua gabungan huruf ini sebenarnya tidak terdapat dalam ejaan lama. namun keputusan ini tidak dapat dilaksanakan karena ada usaha untuk mempersamakan ejaan Indonesia dan Melayu. Ch. Sesuai dengan usul Kongres. Sebab itu.Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. Sebab itu pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu – Indonesia). Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. Sesudah berkalikali diadakan penyempurnaan. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. 57 tahun 1972 diresmikan ejaan baru yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. Karena laju perkembangan pembangunan. Baru pada tahun 1949. Panitia ini berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. di tahun 1966 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sarino Mangunpranoto dibentuk lagi sebuah Panitia Ejaan Bahasa Indonesia. bunyi oe tidak semuanya diganti dengan u. maaf. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. maka berdasarkan Kepurusan Presiden No. pada tahun 1901.

Huruf Abjad B. Kata Depan G. Tanda Petik Tunggal D. Penulisan Unsur Serapan . Pemakaian Tanda Baca A. dan -nya K. Partikel H. Lihat pula:  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan " Disempurnakan" Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1987) Pedoman Umum Pembentukan Istilah Daftar isi:   I. Singkatan dan Akronim I. -mu. Huruf Vokal C. Tanda Garis Miring O. Huruf Konsonan D. Tanda Pisah G.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Dari Wikisource bahasa Indonesia. Tanda Titik B. Kata Turunan C. Pemakaian Huruf II. Kata Dasar B. Kata Ganti ku-. Gabungan Kata E. Tanda Titik Dua E. Tanda Elipsis J. proyek saudara: artikel Wikipedia. Tanda Koma I. Penulisan Kata III. Angka dan Bilangan J. Suku Kata F. Tanda Petik C. Tanda Seru L. Tanda Titik Koma K. kau-. Tanda Kurung Siku N. Gabungan Huruf Konsonan F. Kata si dan sang A. Tanda Kurung M. Huruf Diftong E. Tanda Hubung F. perpustakaan bebas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 (200 Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan portal terkait: Peraturan dan keputusan menteri Indonesia. Huruf Miring H. Huruf Kapital G. -ku. Huruf Tebal A. Tanda Penyingkat atau Apostrof IV. Bentuk Ulang D. Tanda Tanya H.

3. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Fungsi. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. Menimbang : a. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. perlu disempurnakan kembali. Mengingat : 1. Susunan Organisasi. 2. b. Tugas. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007.

M. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. S. Kepala Biro Hukum dan Organisasi.H. 2. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini.. DFM.H. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. swasta. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dipergunakan bagi instansi pemerintah. dinyatakan tidak berlaku. NIP 196108281987031003 . sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Dr. Andi Pangerang Moenta. Pasal 1 1.

Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga. PEMAKAIAN HURUF A. Huruf Nama Kapital Kecil A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v a be ce de e ef ge ha i je ka el em en o pe ki er es te u ve .SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 46 TAHUN 2009 TANGGAL 31 JULI 2009 I.

Pertandingan itu berakhir seri. x. t. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir a e* api enak emas padi petak kena simpan kota bumi lusa sore tipe murni radio ibu i o u itu oleh ulang Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar. n. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf huruf b. o. j. d. g. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). C. r. e. Kami menonton film seri (séri). dan z. v. s. Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. i. l. y. q. c. k. w. h. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. p. dan u. tanda aksen (') dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan.W X Y Z w x y z we eks ye zet B. m. f. Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu.

dan oi. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. D. ** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar x).Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b c d f g h j k bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami - sebut kaca ada kafan tiga saham manja paksa rakyat* alas kami tanah apa status quo bara asli mata lava hawa payung lazim adab Abad maaf gudeg tuah mikraj politik bapak* akal diam daun siap Taufiq putar tangkas rapat sinar-x juz l m n p q** r s t v w x** y z lekas maka nama pasang Quran raih sampai tali varia wanita xerox yakin zeni Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. au.

badan hukum. Misalnya: Adik bertanya.Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai au oi ain aula - malaikat saudara boikot pandai harimau amboi E. 2. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam. Huruf Kapital 1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Contoh Pemakaian dalam Kata Gabungan Huruf Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir kh ng ny sy khusus ngilu nyata syarat akhir bangun banyak isyarat tarikh senang arasy Catatan: Nama orang. dan sy masing masing melambangkan satu bunyi konsonan. Misalnya: Dia membaca buku. ny. ng. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh. kecuali jika ada pertimbangan khusus. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. F. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. "Kapan kita pulang?" .

Orang itu menasihati anaknya. kitab suci. keturunan. "Berhati-hatilah. 4." kata Ibu. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya: . termasuk kata ganti untuk Tuhan. "dia akan berangkat. ya Tuhan. dan Tuhan. Quran Alkitab Weda Bimbinglah hamba-Mu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. "Besok pagi. ke jalan yang Engkau beri rahmat. Nak!" "Kemarin engkau terlambat. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubung an dengan agama. a." katanya." 3 . Misalnya: Islam Kristen Hindu Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.

Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b. H ur uf ka pi ta l ti da k di pa ka i se ba ga i h ur uf pe rt a m a na m a ge la r ke h or m at an . ke tu ru na .

5 . H u r u f k a p i t a . Pada tahun ini dia pergi naik haji.n. tetapi lagaknya sudah seperti kiai. a . M is al ny a: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. da n ke ag a m aa n ya ng ti da k dii ku ti na m a or an g. Ilmunya belum seberapa.

l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r n a m a j a b a t a n .

n a m a i n s t a n s i . a t a u n a m a t .y a n g d i i k u t i n a m a o r a n g .

e m p a t y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n g g a n t i n a m a o r a n g t .

M i s a l n y a : Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Jawa Tengah b .e r t e n t u . .

.

.

. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesi a. Sidang itu dipimpin Presiden.

.

.

Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. .

.

J de Hollander J. von (dalam nama Jerman). atau da (dalam nama Portugal). van. van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu. Misalnya: J.Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de. van Bruggen H. .P. dan der (dalam nama Belanda). huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.

dan bahasa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. -1 Pas joule per Kelvin Newton Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. a. suku bangsa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. H u r u f . Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b . Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7. Misalnya: pascal second J/K atau JK N c.Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b.

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a b .

d a n b a h a s a y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i b e n t .a n g s a . s u k u .

u k d a s a r k a t a t u r u n a n . . M i s a l n y a : pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8 . a .

.

tahun Hijriah bulan Agustus hari Jumat hari Lebaran tarikh Masehi bulan Maulid hari Galungan hari Natal b . .

.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi. a . Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. 9.Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. Misalnya: . Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Jazirah Arab Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya Tanjung Harapan Terusan Suez H u r u f k a p i t . Asia Tenggara Amerika Serikat Jawa Barat Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertam a unsur unsur nama geograf i yang diikuti nama diri geograf i.Banyuwangi Cirebon Eropa b . Misalny a: Bukit Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro Ngarai Sianok Selat Lombok Sungai Musi Teluk Benggala c .

a l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i r i a t a u n a m a d i r i g e o .

g r a fi ji k a k a t a y a n g m e n d a h u l u i n y a m e n g g a m b a r k a n k e k h a s a n b u .

pempek Palembang sarung Mandar sate Mak Ajad H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a k a i .d a y a . M i s a l n y a : ukiran Jepara tari Melayu asinan Bogor d .

s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r g e o g r a f i y a n g t i d a k d i i .

k u t i o l e h n a m a d i r i g e o g r a f i . M i s a l n y a : berlayar ke teluk menyeberangi selat e . mandi di sungai berenang di danau H u r u f .

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i .

r i g e o g r a f i y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n j e l a s n a m a j e .

a .n i s . . M i s a l n y a : nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 1 0 .

.

.

.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertam a kata yang .Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Raky at Keputusan Presiden Republik I ndonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b .

dan nama dokume n resmi. lembaga ketatanegaraan. huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. . lembaga resmi. misalnya Indonesia. Misalny a: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku C a t a t a n : Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara. dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu. badan.bukan nama resmi negara. lembag a ketatan egaraan . lembag a resmi. badan.

Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu. Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur. . 1 1 .Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah.

.

.

.

Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan 1 2 . .

.

.

.

.

Ia menyelesaikan makalah "AsasAsas Hukum Perdata". Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. .Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.

.

.

M. a. Tn. 14. Sdr. Catatan: nyonya saudara Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi. Prof. S.Dr. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan .Hum. M. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993. termasuk singkatannya.Kp.E.A. doktor sarjana ekonomi sarjana hukum sarjana sastra sarjana keperawatan master of arts magister humaniora profesor kiai haji tuan Ny. K. S.H.S. S. S.H.

seperti bapak. Misalnya: Adik bertanya. s audara. Bu?" Besok Paman akan datang. ibu. Surat Saudara sudah saya terima. "Itu apa. adik. Dik!" kata orang itu. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. dan paman. "Silakan duduk.kekerabatan. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. kakak. b . H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a .

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a p e n u n j u k h u b u n g a n k e .

k e r a b a t a n y a n g t i d a k d i g u n a k a n d a l a m p e n g a c u a n a t a u .

Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. H u r u f k a p i t a l d i p a . Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta. M i s a l n y a : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. 1 5 .p e n y a p a a n .

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a A n d a y a n g d i g u n a k a n d a l .

1 6 . H u r u f k a p i t a l d i p a k a i . M i s a l n y a : Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik.a m p e n y a p a a n .

s e b a g a i h u r u f p e r t a m a p a d a k a t a . s e p e r t i k e t e r a n g a .

d a n m i s a l n y a y a n g d i d a h u l u i o l e h p e r n y .n . c a t a t a n .

a t a a n l e n g k a p d a n d i i k u t i o l e h p a p a r a n y a n g b e r k a i .

t a n d e n g a n p e r n y a t a a n l e n g k a p i t u . ( L i h a t c o n t o h p .

I C .a d a I B . I E . . d a n I I F 1 5 ) .

bagian kata. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia. a. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. kata. 2. 3. melainkan ditipu. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Dia bukan menipu. atau kelompok kata. tesis. Catatan: Judul skripsi.1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. majalah. tetapi diapit dengan tanda petik. .

indeks. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG . bagian bab. daftar isi. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. dan lampiran. daftar lambang. daftar pustaka. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia. huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi. 1. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan.Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. bab. daftar tabel. b. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku.

. atau kelompok kata. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris... 2 kehilangan atau merugi . Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. indeks.. Misalnya: kalah v 1 tidak menang . Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf.2 Tujuan Daftar. Saya tidak mengambil bukumu.. kata. 3 tidak lulus . 3... Saya tidak mengambil bukumu.. bagian kata..1 Latar Belakang Masalah 1. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi. untuk keperluan itu digunakan huruf miring. 4 tidak menyamai .Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1.

2 menaklukkan .... 3 menganggap kalah .mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah .... huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda.. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual. terkalahkan v dapat dikalahkan . ....

Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. . Misalnya: Buku itu sangat menarik.

I m b u h a n . Kantor pajak penuh sesak. a.Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu. Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos. Misalnya: berjalan dipermainkan gemetar kemauan lukisan menengok petani b . akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Imbuhan (awalan. 1. sisipan.

d i r a n g k a i k a n d e n g a n t a n d a h u b u n g j i k a d i t a m b a h k a n p .

a d a b e n t u k s i n g k a t a n a t a u k a t a d a s a r y a n g b u k a n b a h .

a s a I n d o n e s i a . M i s a l n y a : mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2 . J i k a b e n t u k d a s a r n y a .

a w a l a n a t a u a k h i r a n d i t u l i s .b e r u p a g a b u n g a n k a t a .

s e r a n g k a i d e n g a n k a t a y a n g l a n g s u n g m e n g i k u t i a t a u .

m e n d a h u l u i n y a . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a .

B a b I I I .h u b u n g . ) M i s a l n y a : bertepuk tangan garis bawahi . H u r u f E . B u t i r 5 .

.menganak sungai sebar luaskan 3 .

.

.

.

.dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4 .

.

Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan. dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler infrastruktur inkonvensional kosponsor mahasiswa mancanegara monoteisme multilateral narapidana nonkolaborasi pascasarjana paripurna poligami pramuniaga prasangka purnawirawan saptakrida semiprofesional subseksi swadaya telepon transmigrasi tritunggal ultramodern .ditulis serangkai. tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu. Misalnya: adipati aerodinamika antarkota antibiotik anumerta audiogram awahama bikarbonat biokimia caturtunggal dasawarsa dekameter demoralisasi Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital.

seperti pro. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. ( 5 K a t . dapat digunakan sebagai bentuk dasar. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. sebagai unsur gabungan. kecuali kata esa. dan anti. k ontra. Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. (4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. gabungan itu ditulis serangkai.Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. (3) Jika kata maha.

) a t a k s e b a g a i u n s u r g a b u n g a n d a l a m p e r i s t i l a h a n d i .

t u l i s s e r a n g k a i d e n g a n b e n t u k d a s a r y a n g m e n g i k u t i .

t e t a p i d i t u l i s t e r p i s a h j i k a d i i k u t i o l e h b e n .n y a .

t u k b e r i m b u h a n . M i s a l n y a : taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan

C. Bentuk Ulang
1. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya. Misalnya: anak-anak mata-mata

berjalan-jalan menulis-nulis biri-biri buku-buku hati-hati kuda-kuda mondar-mandir ramah-tamah sayur-mayur serba-serbi

kupu-kupu lauk-pauk Catatan: (1)

terus-menerus tukar-menukar

Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja. Misalnya: surat kabar → surat-surat kabar kapal barang → kapal-kapal barang rak buku (2) → rak-rak buku

Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi → gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi

2.

Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I, Huruf F, Butir 7.)

Catatan:
Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Misalnya:

Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang baru. Kami mengundang orang yang berminat saja. Mereka me-lihat pameran. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku terbitan Jakarta. Bajunya ke-merah -an
2 2 2 2

2

D. Gabungan Kata
1. Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Misalnya: duta besar model linear

kambing hitam orang tua simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit umum meja tulis 2. kereta api cepat luar biasa

Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Misalnya: anak-istri Ali ibu-bapak kami anak istri-Ali ibu bapak-kami

buku-sejarah baru buku sejarah-baru 3. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Misalnya: acapkali adakalanya darmasiswa puspawarna darmawisata radioaktif saptamarga

akhirulkalam dukacita

alhamdulillah halalbihalal saputangan

apalagi astagfirullah bagaimana barangkali beasiswa

hulubalang kacamata kasatmata kepada kilometer

saripati sebagaimana sediakala segitiga sekalipun sukacita sukarela sukaria syahbandar waralaba wiraswata

belasungkawa manakala bilamana bismillah bumiputra daripada darmabakti manasuka matahari padahal peribahasa perilaku

E. Suku Kata
1 Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. . a. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. Huruf diftong ai, au, dan oi tidak dipenggal. Misalnya: pan-dai au-la sau-da-ra am-boi c Jika di

.

tengah kata dasar ada huruf konsona n (termasu k gabunga n huruf konsona n) di antara dua buah huruf vokal, pemengg alannya dilakuka n sebelum huruf konsona n itu. Misalnya : ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d .

.

Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men . Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi.Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e . pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

C a t a t a n : (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup ( 2 ) .

.

atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel . akhiran.itu → i-tu setia → se-ti-a 2 . Pemengg alan kata dengan awalan.

Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar. Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but .itu.

pe-nge-tik ( 2 ) A k h i r a n i t i d a k d i p i s a h k a n p a d a p e r g a n t i a n b a r i .

( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a h u b u n g .s . B a .

H u r u f E . B u t i r 2 .b I I I . ) ( 3 ) P e m e n g g a l a n k a t a b e r s i s i .

p a n d i l a k u k a n s e p e r t i p a d a k a t a d a s a r . M i s a l n y a : ge-lem-bung .

ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk ( 4 ) .

Butir 2.. Walaupun cuma cuma.. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain.Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan . Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. 3 . (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.) . pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. mereka tidak mau ambil makanan itu.. Huruf E. Bab III.

Ia datang dari Surabaya kemarin.Misalnya: bio-grafi bio-data foto-grafi foto-kopi intro-speksi intro-jeksi kilo-gram kilo-meter bi-o-gra-fi bi-o-da-ta fo-to-gra-fi fo-to-ko-pi in-tro-spek-si in-tro-jek-si ki-lo-gram ki-lo-me-ter pasca-panen pas-ca-pa-nen pasca-sarjana pas-ca-sar-ja-na 4 . F. Nama orang. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). ke.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari. Huruf D. Mari kita berangkat ke kantor. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Dia berjalan-jalan di luar gedung. Saya tidak tahu dari mana dia berasal. badan hukum. Cincin itu terbuat dari emas. Kata Depan Kata depan di. seperti kepada dan daripada. . kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. Butir 3. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. (Lihat juga Bab II. Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan.

kah. dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. G. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Dia masuk. Adik pun membaca di tempat itu. Partikel 1. Jangankan dua kali. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2.Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai. Mis aln . Partikel lah. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. lalu keluar lagi. Bawa kemari gambar itu. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. Dia lebih tua daripada saya. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Misalnya: Apa pun permasalahannya. Jika Ayah membaca di teras. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.

tugas itu akan diselesaikannya. 3 . Sekalipun belum selesai. Bagaimanapun juga. Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. rumah itu tampak asri. .ya: Adapun sebab sebabnya belum diketahui. Walaupun sederhana.

.

Nasution H. sapaan.Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. a. Harga kain itu Rp50. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Butir 7. Huruf I. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. nama gelar. jabatan.000. Misalnya: A. Singkatan nama orang. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.00 per helai. (Lihat Bab II.) H. Hamid Abdul Haris Nasution Haji Hamid . atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. Singkat an dan Akroni m 1.H.

M. Sdr.K. Suman Hasibuan W.Sos S. M. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.Hum. S. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perserikatan Bangsa Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia PT SD perseroan terbatas sekolah dasar KTP kartu tanda penduduk c. Misalnya: .A. Supratman Wage Rudolf Supratman M. badan atau organisasi.Si. master of business administration magister humaniora magister sains sarjana ekonomi sarjana sosial sarjana komunikasi sarjana kesehatan masyarakat bapak saudara kolonel Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Kol.Kom S.Suman Hs. Bpk. M.B. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. S. b.R.E.

Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam suratmenyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. yang dl. sama dengan atas ybs. Yang terhormat Catatan: Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus. dan lain lain dsb. dalam No. Misalnya: dll.a. dan sebagainya dst. dengan alamat . Misalnya: a. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. halaman yg.n. d. jumlah kpd. atas nama d. kepada tgl. tanggal hlm. yang bersangkutan Yth. dan seterusnya sda. nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik.jml.

p.b. singkatan satuan ukuran. Lambang kimia. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsurunsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya: LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia SIM surat izin mengemudi b . Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. takaran. Misalnya: Cu kuprum cm sentimeter kg kilogram kVA kilovolt ampere l liter Rp rupiah TNT trinitrotoluene 2 . untuk beliau u. untuk perhatian e. a. timbangan. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital.u. .

Misalnya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappen Badan Perencanaan Pembangunan Na as sional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia c . hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. Misalnya: pemilu pemilihan umum iptek ilmu pengetahuan dan teknologi rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. . Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil. (1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata).

9 Angka Romawi : I. kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. II.1. D (500).000.3. 15 orang tidak setuju. C (100).000). VIII. X.6. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.4.2. . IV. L (50). A n g k a d a n B i l a n g a n Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. V (5. Angka Arab : 0. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. dan 5 orang tidak memberikan suara. M (1. III. Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku. Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju. VII.000) 1. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.000). IX.8.I .7. V.5. M (1. VI.

Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. 2. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. A n g k a d i g u n a . 100 minibus. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. dan 250 sedan. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu. jika lebih dari dua kata. 4 . 3. Panitia mengundang 250 orang peserta.

k a n u n t u k m e n y a t a k a n ( a ) u k u r a n p a n j a n g . b e r a t . l u .

( b ) s a t u a n w a k t u . ( c ) n i l a i u a n g . d a n . d a n i s i .a s .

rumah.5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter Rp5.000 rupiah Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal.50* £5.( d ) j u m l a h . Misalnya: Jalan Tanah Abang I No.00 10 persen 27 orang . US$. atau kamar. Misalnya: 0. seperti Rp.10* ¥100 2. 14 Apartemen No. (2) Penulisan lambang mata uang. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. kecuali di dalam tabel. 5 pukul 15. £. 15 Jalan Wijaya No.000. apartemen.00 US$3. 5.

Kamar 169 6 .Hotel Mahameru. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci. B i l a n . Pasal 5. halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7 . B i l a n g a n u t u h M i s a l n y a : dua belas (12) tiga puluh (30) lima ribu (5000) b . Misalnya: Bab X. a . Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.

spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan .2) atau (2/10) tiga dua pertiga (3 2/3) satu persen satu permil (1%) (1‰) (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik.g a n p e c a h a n M i s a l n y a : setengah (1/2) seperenam belas (1/16) tiga perempat (3/4) dua persepuluh (0.

Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi.000.pecahan. seperti akta dan kuitansi). kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) 9. Bab III. Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22 30 / (dua-puluh-dua pertiga puluh) 20 15/17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152 /3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 8.000-an 10. Huruf E. (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Butir 5). Misalnya: lima lembar uang 1. . pada awal abad XX (angka Romawi kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab pada awal abad kedua puluh (huruf) b. Misalnya: a. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut.(lima lembar uang seribuan) an tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) (uang lima-ribuan) uang 5. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.

000.000. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900. (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. Rumah itu dijual dengan harga Rp125. . (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban.000.000.Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf.000.00 (lima ribu dolar). Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5.00. Bukti pembelian barang seharga Rp5. penulisannya harus tepat.500. 11. Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).

.

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Buku ini boleh kau baca. Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Rumahnya sedang diperbaiki. Catatan: Kata kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. Siti mematuhi nasihat sang kakak. Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya.

1.

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Biarlah mereka duduk di sana. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik. (Lihat juga Bab III, Huruf I.) Misalnya: Buku itu disusun oleh Drs. Sudjatmiko, M.A. Dia memerlukan meja, kursi, dsb. Dia mengatakan, "kaki saya sakit." 2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau

daftar. Misalnya: a III Departemen . . Pendidikan Nasional A Direktorat . Jenderal Pendidikan Tinggi B Direktorat . Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1 Direktora . t Pendidika n Anak Usia Dini 2 ... . b 1. Patokan Umum . 1.1 Isi Karangan 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar Tangan 1.2.2 Tabel 1.2.3 Grafik 2. Patokan Khusus 2.1 ... 2.2 ... Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf. 3 . Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik) Catatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut. (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam. Misalnya: pukul 9.00 pagi pukul 11.00 siang pukul 5.00 sore pukul 8.00 malam (2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi, siang, atau malam. Misalnya: pukul 00.45 pukul 07.30 pukul 11.00 pukul 17.00

6 . Catatan: (1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.0. . Catatan: Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Weltevreden: Balai Poestaka. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis. 30 detik) 0. Hans Lapoliwa. dan Anton Siregar.200 orang. 35 menit.30 jam (20 menit.00 4. Azab dan Sengsara. Merari.30 jam (30 detik) 5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.000. 1920. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. dan tempat terbit.000 orang.pukul 22.35. Soenjono Dardjowidjojo. Misalnya: 1. Penduduk Jakarta lebih dari 11. Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12. menit. Misalnya: Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24. Hasan.000 orang. Misalnya: Alwi.20.20 jam (1 jam. Lihat halaman 2345 dan seterusnya. 20 detik) 0. dan detik yang menunjukkan jangka waktu.

(2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi.Nomor gironya 5645678. dan sebagainya. tabel. Misalnya: Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945) Salah Asuhan ( 3 ) T a n d a t i t i k t i d a k d i p a k a i d i b .

( b ) n a .e l a k a n g ( a ) n a m a d a n a l a m a t p e n e r i m a s u r a t .

d a n ( c ) d i b e l a k a n g .m a d a n a l a m a t p e n g i r i m s u r a t .

M i s a l n y a : Yth. Kepala Kantor Penempatan Tenaga Jalan Cikini 71 Jakarta Yth. Sdr. Hasan Jalan Arif Rahmad 43 Palembang Adinda Jalan Diponegoro 82 Jakarta 21 April 2008 ( 4 ) P e m i s .t a n g g a l s u r a t . Moh.

a h a n b i l a n g a n r i b u a n a t a u k e l i p a t a n n y a d a n d e s i m a l .

50 8.250.750 m .d i l a k u k a n s e b a g a i b e r i k u t .000. Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat Bab II.750 m 7 . Rp200. Huruf H.75 $ 50.) 8.

1. surat kilat. ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko. dan kecuali. Ini bukan buku saya... Dia senang membaca cerita pendek. Tanda koma dipakai di antara unsur unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Misalnya: Saya akan membeli buku-buku puisi. sedangkan adiknya suka membaca puisi . Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi. melainkan buku ayah saya. tiga! 2. Misalnya: Saya membeli kertas. sedangkan. melainkan. Satu. dua. tetapi kau yang memilihnya. . dan tinta. pena. Surat biasa.

kita harus banyak membaca buku. Misalnya: Kalau ada undangan. Misalnya: Saya akan datang kalau ada undangan. Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak.Semua mahasiswa harus hadir. T a n d a k o m . Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. 3. 4 . dia mempunyai banyak teman. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Agar memiliki wawasan yang luas. C a t a t a n : Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. saya akan datang. Karena tidak congkak. kecuali yang tinggal di luar kota.

a d i p a k a i d i b e l a k a n g k a t a a t a u u n g k a p a n p e n g h u b u n g .

a n t a r k a l i m a t y a n g t e r d a p a t p a d a a w a l k a l i m a t . s e p e .

j a d i . d e n g a n d e m i k i a n .r t i o l e h k a r e n a i t u . s e h u b u n .

dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri. Oleh karena itu. d a n m e s k i p u n b e g i t u . M i s a l n y a : Anak itu rajin dan pandai.g a n d e n g a n i t u . .

seperti o.Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. 5. jadi. ya. T a n d a k o m a d i p a k a . atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan. ya. kapan pulang? Mengapa kamu diam. dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru. Mas. Misalnya: O. dengan demikian. dan meskipun begitu. Bu. tidak dipakai pada awal paragraf. Dik? Kue ini enak. Catatan: Ungkapan penghubung antarkalimat. sehubungan dengan itu. seperti Bu. atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Meskipun begitu. bukan main! Hati hati. 6 . jalannya licin. wah. begitu? Wah. seperti oleh karena itu. dan kasihan. Dik. Jadi. aduh.

i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a r i b a g i a n l a i .

( L i h a t j u g a p e m a k a i a n t a n d a p e t i k .n d a l a m k a l i m a t . .

" kata Ibu. T a n d a k o m a .B a b I I I ." "Saya gembira sekali. "karena lulus ujian. H u r u f J d a n K . ) M i s a l n y a : Kata Ibu." 7 . "Saya gembira sekali.

t i d a k d i p a k a i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a .

r i b a g i a n l a i n y a n g m e n g i r i n g i n y a d a l a m k a l i m a t j i k .

a p e t i k a n l a n g s u n g i t u b e r a k h i r d e n g a n t a n d a t a n y a .

M i s a l n y a : "Di mana Saudara tinggal?" tanya Pak Guru. "Masuk ke kelas sekarang!" perintahnya. 8 .a t a u t a n d a s e r u . .

.

.

.

Universitas Indonesia. Abdullah. 10 Mei 1960 Tokyo. Jalan Pisang Batu 1. Jalan Salemba Raya 6. Jakarta Surabaya. Bogor Dekan Fakultas Kedokteran.Sdr. Jepang. . 9 .

.

W. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 10. 11. 1973. S. Kamus Politik Internasional. Mahmud. H. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya . Politik Bahasa Nasional. Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni. 1967).) 1976. Halim. Jilid 1. 2009. Hilman. Jakarta: Restu Agung. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. 1950). Tanda koma dipakai di antara bagian bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir. Jakarta: Pusat Bahasa. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran Sugono. Amran (Ed. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat. 4. Poerwadarminta. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Junus. hlm.Gunawan. hlm. 1977). Takdir. 12. hlm. Misalnya: Alisjahbana. Ilham. Dendy. Hadikusuma. 25. Kamus Arab-Indonesia.J. 1984. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar.S.

. Misalnya: B. Catatan: Bandingkan Siti Khadijah. Misalnya: 12. Ny. S. keluarga. M. S. M.5 m 27.A. Siti Aminah.E.M.. Bambang Irawan. Ratulangi. S.A.H. M. Khadijah.50 Rp750.E. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyataka n dengan angka.3 kg Rp500. (Siti Khadijah Mas Agung). atau marga. dengan Siti Khadijah M.untuk membedakannya dari singkatan nama diri.00 C a t a t a n : Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antara dolar dan sen. 1 2 .A.

.1 3 .

.

masih banyak orang laki- . Di daerah kami. Pak Ahmad.Guru saya. pandai sekali. misalnya.

Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma. 1 4 . Semua siswa. baik laki-laki maupun perempuan. . mengikuti latihan paduan suara. Misalnya: Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah.laki yang makan sirih.

.

.

kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini. Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara. . Atas perhatian Saudara.Dalam pengembangan bahasa. Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam pengembangan kosakata. kami ucapan terima kasih.

anak anak masih membaca buku buku yang baru dibeli ayahnya. Ibu menulis makalah di ruang kerjanya. Dalam hubungan itu. saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku. Ayah mengurus tanaman di kebun. Misalnya: Hari sudah malam. 2. Misalnya: . sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan. Adik membaca di teras depan.1. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara.

dan aset organisasi. 3. dan tinta. penyusunan anggaran dasar. dan jeruk. pendataan anggota. pisang. Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua.Syarat syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: (1) berkewarganegaraan Indonesia. dokumentasi. dan bendahara. celana. (3) berbadan sehat. pensil. (2) berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya. (4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. anggaran rumah tangga. dan program kerja. dan kaos. sekretaris. . Misalnya: Ibu membeli buku. apel. baju.

dan lemari. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan.1. meja. meja. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. . Misalnya: Kita memerlukan kursi. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. Catatan: Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. dan lemari. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati.

2. 8/2008: 8 Surah Yasin: 9 Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. 28 Oktober 2008 : 09. : Selasa. Hari. Tempat : Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acara : Bambang S. Misalnya: a. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara : Aulia Arimbi b.00—10. (b) bab dan ayat dalam kitab suci. Nak!" Amir : "Baik. : "Jangan lupa. serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Misalnya: Ibu : "Bawa kopor ini. XLIII.30 Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. No. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. tanggal Waktu 3. Bu. Misalnya: Horison. (c) judul dan anak judul suatu karangan. Letakkan baik baik!" Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman. Jakarta: Pusat Bahasa ." Ibu 4.

.1. tak ada gading yang takretak. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris. 2. Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga cara baru .. Sebagaimana kata peribahasa. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris. Kukuran baru ini memudahkan kita me- .. Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas.

T a n d a h u b u n g d i g u n a k a n u n t u k m e n y a m b u n g u n s u r - . 3 .ngukur kelapa. Senjata ini merupakan sarana pertahanan yang canggih.

M i s a l n y a : anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4 .u n s u r k a t a u l a n g . .

.

8-4-2008 p-a-n-i-t-i-a 5 .

. .

.

.

000) tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6. kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital. dan f. Bandingkan dengan: be-revolusi dua-puluh-ribuan (1 x 20. e. b.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. se. Tanda hubung dipakai untuk merangkai: a.ber-evolusi dua-puluh ribuan (20 x 1.dengan angka.000) tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan sosial) Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok. c. d. angka dengan -an. gabungan kata yang merupakan kesatuan. Misalnya: se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinar-X mem-PHK-kan ciptaan-Nya atas rahmat-Mu Bandara Sukarno-Hatta alat pandang-dengar . kata ganti yang berbentuk imbuhan. ke.

.7 .

di-smash di-mark-up pen-tackle-an

1.

Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. Misalnya: Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. Keberhasilan itu–saya yakin–dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. 2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Misalnya: Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia–amanat Sumpah Pemuda–harus terus ditingkatkan. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'.

Misalnya:

Tahun 1928–2008 Tanggal 5–10 April 2008 Jakarta–Bandung Catatan: (1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat. Misalnya: Kita memerlukan alat tulis–pena, pensil, dan kertas. (Bandingkan dengan Bab III, Huruf D, kaidah 1.) (2) Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

1.

Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Misalnya: Kapan dia berangkat? Saudara tahu, bukan?

2.

Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya: Dia dilahirkan pada tahun 1963 (?). Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Misalnya: Alangkah indahnya taman laut ini! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Sampai hati benar dia meninggalkan istrinya! Merdeka!

1.

Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Misalnya: Kalau begitu ..., marilah kita laksanakan. Jika Saudara setuju dengan harga itu ..., pembayarannya akan segera kami lakukan. 2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut. Pengetahuan dan pengalaman kita ... masih sangat terbatas. Catatan: (1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

(3) Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi. Misalnya: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan cermat ....

1.

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. " Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi. " "Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentar!"

Bacalah "Penggunaan Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. "Saya juga minta satu. "Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar. Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai"." Dia bertanya. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. "Apakah saya boleh ikut?" (2) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti . karangan. Catatan: (1) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Misalnya: Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu.2. Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja. 3 . Misalnya: Kata dia. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

dia mendapat julukan "Si Hitam".khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. ia sendiri tidak tahu sebabnya. Tanda petik (") dapat digunaka n sebagai pengganti idem atau sda. (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian (4 ) . Karena warna kulitnya. (3 ) Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. Misalnya: Bang Komar sering disebut "pahlawan".

yang berbentu k daftar. Misalnya: zaman bukan jaman asas plaza jadwal bus " " " " azas plasa jadual bis .

"Kaudengar bunyi 'kring kring' tadi?" "Waktu kubuka pintu depan. Misalnya: Tanya dia. 'Ibu. 2.1." ujar Pak Hamdan. Bapak pulang'. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain. kudengar teriak anakku. dan rasa letihku lenyap seketika. . Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan.

Huruf M) Misalnya: feed-back 'balikan' dress rehearsal 'geladi bersih' tadulako 'panglima' . Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna. angkuh' 3. Bab III. kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung.Misalnya: terpandai retina 'paling' pandai 'dinding mata sebelah dalam' mengambil langkah seribu 'lari pontang panting' 'sombong.

Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP).1. . KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan. Misalnya: Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk). Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi).

Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keteranga n. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). 3. Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya. 4 . Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. dan (3) surat keterangan kesehatan.2. (b) biaya produksi. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri. Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran. (2) ijazah terakhir. Catatan: Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah. . dan (c) tenaga kerja. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

dan c) kimia. 2) pensil. dan 3) tas sekolah.Misalnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku. b) biologi. . Dia senang dengan mata pelajaran a) fisika.

Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa. . Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.1. kata. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. 2. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf. Ia memberikan uang [kepada] anaknya.

Misalnya: No. 7/PK/2008 Jalan Kramat III/10 tahun ajaran 2008/2009 . 1. nomor pada alamat. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat.Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini. dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.

.00 tiap lembar' 'tindakan penipuan dan penganiayaan.2. tiap.500. atau tindakan penganiayaan' Catatan: Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalanpenggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah. tindakan penipuan. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau. Misalnya: dikirimkan lewat darat/laut harganya Rp1. dan ataupun.500.00/lembar tindakan penipuan dan/atau penganiayaan 'dikirimkan lewat darat atau lewat laut' 'harganya Rp1.

.

('kan = bukan) Malam 'lah tiba.Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. 1 Januari '08 ('lah = telah) ('08 = 1988) . Dia 'kan sudah kusurati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut. .

'asr sa'ah manfa'ah asar saat manfaat .

.

ra'yah ma'na ruku' rakyat makna rukuk paal baal pal bal .

octaaf oktaf .

aerobe aerodinamics aerob aerodinamika .

haemoglobin haematite hemoglobin hematit trailer caisson trailer kaison .

audiogram autotroph tautomer hydraulic caustic audiogram autotrof tautomer hidraulik kaustik .

calomel construction cubic coup classification crystal kalomel konstruksi kubik kup klasifikasi kristal .

central cent cybernetics sentral sen sibernetika .

circulation cylinder coelom sirkulasi silinder selom .

accomodation acculturation acclimatization accumulation acclamation akomodasi akulturasi aklimatisasi akumulasi aklamasi .

accent accessory vaccine aksen aksesori vaksin .

saccharin charisma cholera chromosome technique sakarin karisma kolera kromosom teknik .

echelon eselon .

machine mesin chip voucher China cip vocer Cina .

check ticket cek tiket .

çabda çastra sabda sastra darurat fardu hadir darurat fardu hadir .

effect description synthesis efek deskripsi sintesis idealist habeas idealis habeas .

stratosfeer systeem stratosfer sistem eicosane eidetic einsteinium eikosan eidetik einsteinium .

stereo geometry zeolite stereo geometri zeolit neutron eugenol europium neutron eugenol europium .

faqīr mafhum saf fakir mafhum saf fanatic factor fossil fanatik faktor fosil .

sorghum sorgum igue gigue ige gige .

hakim tahmid ruh hakim tahmid roh .

iambus ion iota iambus ion iota .

politiek riem politik rim .

variety patient efficient varietas pasien efisien khusus akhir khusus akhir .

contingent congres linguistics kontingen kongres linguistik oestrogen oenology foetus estrogen enologi fetus komfoor provoost kompor provos cartoon proof pool kartun pruf pul zoology coordination zoologi koordinasi gouverneur coupon contour gubernur kupon kontur phase physiology fase fisiologi .

spectograph spektograf pseudo psychiatry psychic psychosomatic pseudo psikiatri psikis psikosomatik pterosaur pteridology ptyalin pterosaur pteridologi ptialin aquarium frequency equator akuarium frekuensi ekuator qalbu haqiqah haqq kalbu hakikah hak rhapsody rhombus rhythm rhetoric rapsodi rombus ritme retorika .

salj asiri hadis salju asiri hadis subh musibah khusus subuh musibah khusus scandium scotopia scutella sclerosis scriptie skandium skotopia skutela sklerosis skripsi scenography scintillation scyphistoma senografi sintilasi sifistoma schema schizophrenia scholasticism skema skizofrenia skolastisisme ratio actie rasio aksi .

patient pasien ta'ah mutlaq Lut taat mutlak Lut theocracy orthography thiopental thrombosis methode (Belanda) teokrasi ortografi tiopental trombosis metode unit nucleolus structure institute unit nukleolus struktur institut dualisme aquarium dualisme akuarium suede duet sued duet equinox ekuinoks .

conduite konduite fluorescein quorum quota fluoresein kuorum kuota prematuur vacuum prematur vakum vitamin television cavalry vitamin televisi kavaleri jadwal marwa taqwa jadwal marwa takwa xanthate xenon xylophone xantat xenon xilofon executive taxi exudation eksekutif taksi eksudasi .

latex lateks exception excess excision excitation eksepsi ekses eksisi eksitasi excavation excommunication excursive exclusive ekskavasi ekskomunikasi ekskursif eksklusif yakitori yangonin yen yuan yakitori yangonin yen yuan yttrium dynamo propyl psychology itrium dinamo propil psikologi zenith zirconium zenit zirkonium .

sirsak 2. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang dipaparkan di atas. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. Misalnya: bengkel. Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia.zodiac zygote zodiak zigot zalim hafiz zalim hafiz gabbro accu effect commission ferrum salfeggio ummat tammat gabro aki efek komisi ferum salfegio umat tamat mass massa 1. kabar. perlu. paham. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. nalar. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. .

suaiannya dalam bahasa Indonesia. Kata seperti standardisasi. -eel (Belanda). -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. -air (Belanda) menjadi -er complementary. efektif. -aal (Belanda) menjadi -al structural. complementair primary. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -ase percentage etalage -al (Inggris). primair secondary. -si action. structureel formal. oligarchie -ary. actie publication. normaal -ant menjadi -an accountant informant -archy. secundair komplementer primer sekunder -(a)tion. anarchie oligarchy. Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. formeel normal. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. publicatie aksi publikasi -eel (Belanda) menjadi -el anarki oligarki akuntan informan struktural formal normal persentase etalase .

logisch logis . -ics. phonetiek physics. -ica (Belanda) menjadi -ik. ballistisch elektronik mekanik balistik -ical. practisch ekonomis praktis logical. physica dialectics. -isch (Belanda) menjadi -is economical. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. mechanisch ballistic.ideëel materieel moreel -ein tetap -ein casein protein ideel materiel morel kasein protein -i (Arab) tetap -i haqiqi insani jasmani hakiki insani jasmani -ic. -ique. economisch practical. dialektica technique. techniek logika fonetik fisika dialektika teknik -ic. logica phonetics. -ika logic. elektronisch mechanic. -iek.

-ile. physiologie analogy. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive. demonstratief -iyyah. -iyyat (Arab) menjadi -iah alamiyyah aliyyah ilmiyyah -logue menjadi -log catalogue dialogue catalog dialog -logy. technologie physiology. modernisme communism. -isme (Belanda) menjadi -isme modernism. descriptief demonstrative. analogie teknologi fisiologi analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog alamiah aliah ilmiah deskriptif demonstratif publisis egois modernisme komunisme persentil mobil . -logie (Belanda) menjadi -logi technology. communisme -ist menjadi -is publicist egoist -ive. mobiel -ism. percentiel mobile. -iel menjadi -il percentile.

-oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. -ir director.epiloog epilog -oid. -teit (Belanda) menjadi -tas university. anthropoide hominoid antropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir repertoire trotoar repertoar -or. inspecteur amateur formateur direktur inspektur amatir formatur -or tetap -or dictator corrector diktator korektor -ty. universiteit quality. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. -eur (Belanda) menjadi -ur. prematuur struktur prematur . hominoide anthropoid. kwaliteit universitas kualitas -ure. directeur inspector. struktuur premature.

.

.

.

do'a : doa .azasi : asasi .azas : asas . Referensi Dan Contoh Sun. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah.   Ejaan Baku Dan Ejaan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia . namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia.duren : durian . di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul : .ijin : izin . Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku.gubug : gubuk .imajinasi : imaginasi . sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah. Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. 13/04/2008 . Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar.apotik : apotek .8:36pm — godam64 Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia.Pengertian.atlit : atlet . Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.hadist : hadis .bis : bus . Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum.entuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

rapor : rapot .sportifitas : sportivitas .karir : karier . Penulis di dini juga manusia yang tidak luput dari salah. Menulis sambil belajar. .jaman : zaman .sentausa : sentosa .produktifitas : produktivitas .kalo : kalau .ramadhan : ramadan .rame : ramai .produktiv : produktif Tambahan : Situs web yang kaya akan ilmu pengetahuan ini pun tidak luput dari kesalahan ejaan.kreativ : kreatif .kongkrit : konkret .obyek : objek .trotoar : trotoir Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd : .nomer : nomor .sportiv : sportif ..insyaf : insaf .aktiv : aktif .aktifitas : aktivitas .kreatifitas : kreativitas .

EJAANBAHASAINDONESIA 4 Comments Written by mas-shiro on April 8th. 6. 2011 8:25 am in Pendidikan Guru — 1. Cirri khusus ejaan Republik / Suwandi dalah sebagai berikut : 1. 2. 3. kata ulang. 4. ta’ jika pada suatu kata berakhiran huruf /a/ mendapat akhiran /i/ maka diatas akhiran itu diberi tanda trema /”/ huruf /e/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ di atasnya. Ejaan Van Ophusyen ejaan Van Ophusyen disebut juga ejaan balai pustaka. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. Contoh pada kata /emek/ ditulis /ema’/ kata ulang diberi angka 2. Perlambangan fonem dengan huruf (tata bunyi) Ketetapan penulisan satuan-satuanbentuk kata misalnya kata dasar. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 2. misalnya /hoeloebalang. System ejaan Suwandi merupakan system ejaan latin untuk Bahasa Indonesia. apabila/. Pengertian Ejaan Ejaan adalah suatu keseluruhan system penulisan bunyi-bunyi bahasa yang meliputi: 1. 2. Adapun ejaan yang pernah berlaku di Indonesia adalah : a). 4. Penulisan kata ulang dapat dilakukn dengan dua cara.rumah sakit/ Ejaan Repulik/Ejaan Suwandi Ejaan Republik dimuat dalam surat keutusan Menteri P dan K Mr. A tanggal 19 Maret 1947 oleh sebab itu ejaan ini disebut Ejaan Suwandi. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai dengan 1947. Soewandi No. hanya saja ada beberapa penyederhanaan dan perubahan. A. Ejaan Malindo d). Van Ophusyen. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalnya kata’ menjadi katak. huruf /u/ ditulis /oe/ koma hamzah /k/ ditulis dengan tanda /’/ pada akhir kata. misalnya /anak negeri/ . misalnya: janda2 (dibaca: janda-janda) Kata majemuk ditulis dengan tiga cara : 1. misalnya ejaan. Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda. Pada dasarnya ejaan ini sama dengan Van Ophusyen. . dsb dengan menggunakan tanda penghubung misalnya /rumah-sakit/. Ejaan Van Ophusyen b). dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). 3. misalnya bapa’. seekor. 5. Ejaan Republik / Ejaan Suwandi c). Ketetapan cara menulis kalimat dan bagian-bagian dengan menggunakan tanda baca. 3. dirangkai menjadi satu./anak-negeri/ dipisahkan. 2. Contohnya : . 3. 3. dsb. 5. kata majemuk dan lain sebagainya. 264/Bhs. Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menanda /u/ Tanda trema pada huruf a dan I dihilangkan. 2. ejaan ini merupakan karya Ch. Ciri khusus ejaan Van Ophusyen adalah : 1.

/praktek/ bukan /peraktek/ .1). Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara. Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa indoneia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah. Tata laksana 2). Tatalaksana 7. Berlari-larian 2). Berlair2-an 6. Contohnya : 1). Misalnya : /putra/ bukan /putera/. Tata-laksana 3).

Pelafalan Salah satu hal yang diatur dalam ejaan ialah cara pelafalan atau cara pengucapan dalam bahasa Indonesia. terutama bahasa asing. Kekurangan tersebut terlihat pada adanya fonem (bunyi) yang masih dilambangkan dengan dua tanda. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf. A. Keraguan yang dimaksud ialah ketidakteraturan pengguna bahasa dalam melafalkan huruf. unsur serapan. Lain halnya dengan bahasa Indonesia. lafal dalam bahasa Indonesia disesuaikan dengan tulisan. dan /sy/. satu bunyi yang dilambangkan dengan satu huruf.Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan: Pelafalan. yaitu /ng/. Ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia sekarang menganut sistem ejaan fonemis. /kh/. dan bahasa Jerman. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan. Pada akhir-akhir ini sering kita dengar orang melafalkan bunyi bahasa Indonesia dengan keraguan. dapat diucapkan dengan berbagai wujud bunyi bergantung pada bunyi atau fonem yang ada di sekitarnya. Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf. kata. yaitu satu bunyi dilambangkan dengan satu tanda (huruf). Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. Kaidah pelafalan bunyi bahasa Indonesia berbeda dengan kaidah bunyi bahasa lain. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambang (huruf) diucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf tersebut. Akan tetapi. Perhatikan contoh berikut! Artikel Terkait    Penerbit dan Anak Perusahaannya "Rp" Itu Bukan Singkatan Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa . Dalam bahasa tersebut. Sebaliknya. Pemakaian Huruf. yaitu /e/ pepet dan /e/ taling. /ny/. Tegasnya. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik. dan Pemisahan Suku Kata Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. kenyataannya masih terdapat kekurangan. seperti bahasa Inggris. ketentuan pelafalan yang berlaku dalam bahasa Indonesia cukup sederhana. misalnya /a/ atau /g/. dan tanda baca. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam penyusunan ejaan bahasa Indonesia yang lebih sempurna. yaitu bunyi-bunyi dalam bahasa Indonesia harus dilafalkan sesuai dengan apa yang tertulis. ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda saja. bahasa Belanda.

agama. nama minuman. atau nama obat-obatan. jalan. Jadi. bergantung pada pemilik nama tersebut. lembaga.    Translasi Berdimensi Budaya Setop Menulis Stop! Harapan Pada Bahasa Luluhnya "P" Sehabis "Me-" -teknik Lafal yang salah: tehnik Lafal yang benar: teknik [t e k n i k] -tegel Lafal yang salah: tehel Lafal yang benar: tegel [t e g e l] -energi Lafal yang salah: enerhi. Sebaiknya pemakai bahasa memperhatikan pelafalan yang benar seperti yang sudah dibakukan dalam ejaan. Hal tersebut memerlukan kesepakatan lebih lanjut dari pakar yang bersangkutan. pelafalan nama orang dapat saja diucapkan tidak sesuai dengan yang tertulis. yaitu nama orang. badan hukum. bergantung pada kebiasaan yang berlaku untuk nama tersebut. Demikian pula halnya dengan pelafalan unsur kimia.coca Lafal yang benar: cola [ko ka ko la] . Pertimbangan yang dimaksud ialah pertimbangan adat. atau kesejahteraan. Di dalam kaidah ejaan dikatakan bahwa penulisan dan pelafalan nama diri. Jadi. Perhatikan pelafalan berikut! -TV Lafal yang salah: [tivi] Lafal yang benar: [t e ve] -MTQ Lafal yang salah: [emtekyu]. dengan kebebasan memilih apakah mengikuti Ejaan Republik (Soewandi) atau Ejaan yang Disempurnakan. enerji Lafal yang benar: energi [e n e r g i] Masalah lain yang sering muncul dalam pelafalan ialah mengenai singkatan kata dengan huruf.HCI Lafal yang benar: [Ha Se El] .CO2 Lafal yang benar: [Se O2] . Perhatikan contoh berikut! . kota. hukum. gunung. kecuali kalau ada pertimbangan lain. sungai. pemakai bahasa dapat saja melafalkan unsur tersebut tidak sesuai dengan yang tertulis. dan sebagainya disesuaikan dengan kaidah ejaan yang berlaku. enersi. [emtekui] Lafal yang benar: [em te ki] Hal yang perlu mendapat perhatian ialah mengenai pemakaian dan pelafalan huruf pada penulisan dan pelafalan nama diri.

+ y. luhur. harus kita ingat ketentuan pemakaian huruf /q/ dan /x/. pahit. Pelafalan bunyi /h/ ada aturannya dalam bahasa Indonesia. kohesi. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang berbeda dilafalkan dengan lemah atau hampir tidak kedengaran. B. sihir. kohir. pohon. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang sama harus dilafalkan dengan jelas.Kaidah pelafalan yang perlu dibicarakan di sini ialah pelafalan bunyi /h/. Contoh: .aktif tidak boleh diganti dengan aktip . pemakaian huruf itu tetap dipertahankan dan jangan diganti dengan huruf lain. yaitu tawun. Demikian pula huruf /x/ dapat dipakai untuk lambang. dan /z/.pasif tidak boleh diganti dengan pasip . Contoh: .quadrat harus ditulis dengan kuadrat . Pemakaian Huruf Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan menggunakan 26 huruf didalam abjadnya. seperti pada kata tahun. seperti xenon. liyat. merupakan huruf serapan dan sekarang huruf-huruf tersebut dipakai secara resmi di dalam bahasa Indonesia.valuta tidak boleh diganti dengan paluta .aquarium harus ditulis dengan akuarium . /x/. leher.fakta tidak boleh diganti dengan pakta . x. Beberapa huruf di antaranya. seperti kata mahir. sinar x. yaitu huruf /f/. siarah Meskipun huruf-huruf serapan sudah dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia. seperti pada kata mahal. Bunyi /h/ pada kata seperti itu umumnya dilafalkan dengan bunyi luncur /w/ atau /y/. Huruf /x/ apabila terdapat pada tengan kata dan akhir kata diganti dengan huruf gugus konsonan /ks/.Quran tetap ditulis Quran (nama) . Aturan ini tidak berlaku bagi kata-kata pungut karena lafal kata pungut disesuaikan dengan lafal bahasa asalnya. Dengan demikian. lahir. payit. lihat. sedangkan untuk istilah umum harus diganti dengan huruf /k/. /v/. Huruf /q/ hanya dapat dipakai untuk nama istilah khusus.ziarah tidak boleh diganti dengan jiarah. yaitu mulai dengan huruf /a/ sampai dengan huruf /z/.

Persukuan atau pemisahan suku kata biasanya kita dapati pada penggantian baris. Contoh: Main ma-in. Pemisahan Suku Kata Setiap suku kata bahasa Indonesia ditandai oleh sebuah vokal. taat ta-at 1.complex harus ditulis dengan kompleks Huruf /k/ selain untuk melambangkan bunyi /k/. Contoh : ambil am-bil undang un-dang 2.ma’ruf harus diganti dengan makruf .. Penulisan harus mengikuti kaidah-kaidah pemisahan suku kata yang diatur dalam Ejaan yang Disempurnakan seperti berikut ini. Apabila di tengan kata terdapat konsonan di antara dua vokal pemisahannya dilakukan sebelum konsonan. juga digunakan untuk melambangkan bunyi huruf hamzah (glotal).da’wah harus diganti dengan dakwah .ta’zim harus diganti dengan taksim .taxi harus ditulis dengan taksi . 1) Apabila di tengah kata terdapat dua vokal berurutan. yaitu terdapat pada bagian akhir setiap baris tulisan. Huruf vokal itu dapat didahului atau diikuti oleh huruf konsonan. Contoh: . Pengguna bahasa tidak boleh melakukan pemotongan kata berdasarkan kepentingan lain. pemisahan dilakukan di antara vokal tersebut. Contoh: bapak ba-pak sulit su-lit . pemisahan dilakukan di antara kedua konsonan tersebut. misalnya mencari kelurusan baris pada pinggir baris setiap halaman atau hanya untuk memudahkan pengetikan. Ternyata masih ada pengguna bahasa yang menggunakan tanda ‘ain’ /’/ untuk bunyi hamzah (glotal) tersebut.ma’mur harus diganti dengan makmur C. Apabila di tengan kata terdapat dua konsonan berurutan.

Contoh: minuman mi-num-an bantulah ban-tu-lah 5. Apabila di tengah kata terdapat tiga atau empat konsonan. tetapi diletakkan di samping kanan huruf. Contoh: Salah Benar pengam . baik vokal maupun konsonan. Contoh: bangkrut bang-krut instumen in-stru-men 4.3. Tanda pemisah (tanda hubung) tidak diperkenankan diletakkan di bawah huruf dan juga tidak boleh berjauhan dengan huruf. penyukuannya dipisahkan sebagai satu kesatuan. Pada akhir baris dan awal baris tidak diperkenankan ada huruf yang berdiri sendiri. Imbuhan termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. pemisahannya dilakukan di antara konsonan pertama dan konsonan kedua. Contoh: Salah ikut juga masalah itu Benar ikut juga masalah itu 6.

bilan. bela jar Benar pengambilan . belajar .

menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata. antara lain:    huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi. kemudian menjadi profesor bahasa Melayu diUniversitas Leiden. . bukan diftong. dinamaï. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku. pajah. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia.W. tanda diakritik. pa’. huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe. itoe. Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia. Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi. ë. ‘akal. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe. Sumatera Barat. Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T. Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä. yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda. [sunting]Sejarah singkat Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. untuk menuliskan katakata ma'moer. van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda. Taib Sultan Ibrahim. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia.Ejaan Van Ophuijsen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Belanda. ï dan ö. sajang. seperti koma ain dan tanda trema. Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik pada 17 Maret 1947. ta’. oemoer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful