Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan.

Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu 1. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad 2. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis 3. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. ejaan dan diksi yang dipakai dalam suatu artikel. Pertama saya akan menjelaskan apa itu ejaan dan diksi. A. EJAAN Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu: 1. Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad. 2. Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis. 3. Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. B. DIKSI Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. Di bawah ini terdapat artikel yang menurut saya memiliki ejaan dan diksi yang salah. (-) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 pelacur jalanan yang sering mangkal di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dijaring polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah penjaja cinta itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka mejeng di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang mejeng,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, pelacur tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semak-semakan tak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat esek-esek jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil pelacur yang bisa lolos

dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar pelacur itu ikut diringkus. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) NB: Kata-kata berwarna merah adalah kata-kata yang ejaan dan diksi yang salah. Jika diperbaiki maka kata-kata yang benar adalah kata-kata berwarna biru pada artikel di bawah ini: (+) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 wanita tuna susila jalanan yang sering menetap di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dirazia polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah wanita tuna susila itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka menampakkan diri di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang menampakkan diri,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, wanita tuna susila tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semaksemaktak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat abal-abal jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil wanita tuna susila yang bisa lolos dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar wanita tuna susilaitu ikut ditangkap. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) Kata-kata yang ejaan dan diksinya salah: pelacur = wanita tuna susila => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang kasar. mangkal = menetap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. dijaring = dirazia => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. mejeng = menampakkan diri => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. semak-semakan = semak-semak => Dalam kata perulangan ini tidak perlu menggunakan imbuhan -an pada akhirannya. esek-esek = abal-abal => Dalam kata perulangan ini menggunakan kata yang tidak baku. diringkus = ditangkap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. NB: Ada kata-kata yang sepenuhnya belum 100% benar.Selamat membaca. Terima Kasih.

Sintaksis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Dalam linguistik, sintaksis (dari Yunani Kuno: συν- syn-, "bersama", dan τάξις táxis, "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern." Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Katasintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika, seperti logika, bahasa formal buatan, dan bahasa pemrograman komputer.
PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2000KATA PENGANTAR CETAKAN KETIGA Buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Khusus Bahan Penyuluhan) cetakan I dan II telah habis dibagikan kepada para peserta kegiatan Pemasyarakatan Bahasa Indonesia di berbagai instansi di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini dicetak ulang dengan penerbitan kesalahan cetak yang terdapat pada cetakan sebelumnya. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bagi masyarakat luas. Jakarta, 1 Agustus 2000 Hasan Alwi Kepala Pusat BahasaKEPUTUSAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA No. 054a/U/1987 Tentang Penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Membaca :Surat Kepala Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 6 Desembar 1986 No. 5965/F8/U1.7/86. Menimbang : a. bahwa dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975 telah ditetapkan peresmian berlakunya “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dan “Pedoman Umum Pembentukan Istilah”; b.bahwa sesungguhnya bahasa itu senantiasa berubah dan berkembang sesuai dengan kehiduoan masyarakat; c. bahwa sesungguhnya dengan hal tersebut pada sub a dan b, dipndang perlu menetapkan penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‟. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia: a. Nomor 44 Tahun 1974; b. Nomor 52 Tahun 1975;c. Nomor 45/M Tahun 1983; d. Nomor 15 Tahun 1984 sebagaimana telah diubah/ditambah terakhir dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 1987;

e. Nomor 138/M Tahun 1985; 2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975. MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Menyempurnakan „Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan” sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No.0196/U/1975 menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Kedua : Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur lebih lanjut

dalam ketentuan tersendiri. Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Tanggal 9 September 1987 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Fuad HasanPRAKATA Sejak peraturan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin ditetapkan pada tahun 1901 berdasarkan rancangan Ch. A. van Ophuysen dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim, penyempurnaannya berkali-kali diusahakan. Pada tahun 1938, selama Kongres Bahasa Indonesia yang pertama kali di Solo, misalnya disarankan agar ejaan Indonesia lebih banyak diinternasionalkan. Pada tahun 1947 Soewandi, Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu, menetapkan dalam surat keputusannya tanggal 19 Maret 1947, No. 264/Bhg. A bahwa

perubahan ejaan bahasa Indonesia dengan maksud membuat ejaan yang berlaku menjadi lebih sederhana. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan Ejaan Republik. Beberapa usul yang diajukan oleh panitia menteri itu belum dapat diterima karena masih harus dirinjau lebih jauh lagi. Namun, sebagai langkah utama dalam usaha penyederhanaan dan penyelarasan ejaan dengan perkembagan bahasa, keputusan Soewandi pada masa pergolakan revolusi itu mendapat sambutan baik. Kongres Bahasa Indonesia Kedua, yang diprakarsai Menteri Moehammad Yamin, diselenggarakan di Medan pada tahun 1954. Masalah ejaan timbul lagi sebagai salah satu mata pertemuan itu. kongres itu mengambil keputusan supaya ada badan yang menyusun peratura ejaan yang praktis bagi bahasa Indonesia. Panitia yang dimaksud (Priyono-Katoppo, Ketua) yang dibentuk oleh Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 19 Juli 1956, No. 44876/S, berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957 setelah bekerja selama setahun. Tindak lanjut perjanjian persahabatan antara Republik Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1959, antara lain berupa usaha mempersamakan ejaan bahasa kedua Negara ini. Maka pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmuljana-Syed Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya megurungkan peresmiannya.Sesuai dengan laju pengembangan nasional, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan yang pada tahun 1968 menjadi Lembaga Bahasa Nasional, dan akhirnya pada tahun 1975 menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, menyusun program pembakuan bahasa Indonesia secara menyeluruh. Di dalam hubungan ini, panitia Ejaan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (A.M. Moeliono, ketua) yang disahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Sarino Mangunpranoto, sejak tahun 1966 dalam surat keputusannya tanggal 19

Ketua Kelompok Teknis Bahasa) yang ditetapkan dengan surat keputusan Menteri pendidikan dan Kebudayaan tanggal 20 Mei 1972. Konsep itu ditanggapi dan dikaji leh kalangan luas di seluruh tanah air selama beberapa tahun. Dalam Komite Bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Ketua).September 1967. No. maka pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu juga diresmikanlah aturan ejaan yang baru itu berdasarkan keputusan Presiden No. Atas permintaan ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI). tahun 1972. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 12 Oktober 1972. No. No.I/72. pada tahun 1972 rancangan tersebut disetujui untuk dijadikan bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara. dan diperkenalkan secara luas oleh sebuah panitia antardepartemen (Ida Bagus Mantra. dengan nama Ejaan yang Disempurnakan. 156/P/1972 (AmranHalim. Rujianti Mulyadi. menyusun konsep yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebar buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Hussen Onn.W. Ketua dan Lukman Ali. rancangan peraturan ejaan tersebut dipakai sebagai bahan oleh tim Ahli Bahasa KOTI yang dibentuk oleh ketua Gabungan V KOTI dengan surat Keputusannya tanggal 21 Februari 1967. 062/1967. Ketua) dalam pembicaraan mengenai ejaan dengan pihak Malaysia di Jakarta pada tahun 1966 dan di Kuala Lumpur pada tahun 1967. Karena penuntun itu perlu dilengkapi. 011/G-5/II/ 1967 (S. No. Mashuri. 57. dan Menteri Pelajaran Malaysia. 03/A. Setelah rancangan itu akhirnya dilengkapi di dalam Seminar Bahasa Indonesia di Puncak pada tahu 1972. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. menyusun buku Pedoman Umum ini yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang .

W. Rujiati Mulyadi. Penyusunan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ini telah dimungkinkan oleh tersedianya biaya Pelita II yang disalurkan melalui Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (S. Nama huruf disertakan di sebelahnya. Ketua). Agustus 1975 Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Pembinaan dan Pengembagan Bahasa DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANI. Kepada segenap instansi. Jakarta. Pencetakan Pedoman Umum ini dilaksanakan oleh Proyek Penulisan dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan dan Profesi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. PEMAKAIAN HURUF A. kalangan masyarakat. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A B C D E F G H a b c d e f g h .lebih luas. dan perorangan yang telah memungkinkan tersusunnya Pedoman Umum ini disampaikan penghargaan dan terima kasih.

I a be ce de e ef ge ha i J K L M N O P Q R Je ka el em en i j k l m n o p q r .

e. i.o pe ki er S T U V W X Y Z es te u ve we eks ye zet B. huruf contoh pemakaian dalam kata vokal di awal di tengah di akhir s t u v w x y z . o.dan u. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a.

s. Pertandingan iru berakhir seri. C. Kami menonoton film seri (séri). h. dan oi. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). * Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. w. y. c. g. n. r.D. k. dan z. Gabungan Huruf Konsonan . Huruf diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. au. d. ** Khusus untuk nama dan keperluan ilmu.a api padi lusa e enak petak sore emas kena tipe i itu simpan murni o oleh kota radiou ulang bumi ibu * Dalam pengajaran lafal kata. m. Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah. t. q. x. p. l. j. v. f. E.

di antara dua buah huruf vokal.Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. yaitu kh. la-wan. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. dan sy. ca-plok Ap-ril. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan. Jikan di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan. Misalnya: man-di. Misalnya: au-la bukan a-u-la sau-dara bukan sa-u-da-ra am-boi bukan am-bo-i b. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih.a. Misalnya: ba-pak. de-ngan. ba-rang. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. Pemenggalan Kata 1. swas-ta. makh-luk d. F. som-bong. termasuk gabungan huruf konsonan. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. ny. su-lit. ke-nyang. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. ng. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. bang-sa. Misalnya: . mu-ta-khir c. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan.

in-fra. pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. Ayat 1. fo-to-gra-fi Intro-speksi. 1b. kecuali jika ada pertimbangan khusus. pergi-lah Catatan: a. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING . in-tro-spek-si Kilo-gram. me-rasa-kan. dapat dipenggal pada pergantian baris. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. Misalnya: te-lun-juk. Bab V. badan hukum. Pasal E. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. Pada kata yang berimbuhan sisipan. ben-trok ikh-las 2. mem-bantu. ge-li-gi 3.II. Akhiran -i tidak dipenggal.in-stru-men. 1c dan 1d di atas. pas-ca-pa-nen Keterangan: Nama orang. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Misalnya: Bio-grafi. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya.) c. si-nam-bung. ki-lo-gram Pasca-panen.Misalnya: makan-an. bi-o-gra-fi Foto-grafi. b. Imbuhan akhiran dan imbuhan aalan. bang-krut. ul-tra. dan nama dari yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

dan keagamaan yang diikuti nama orang. Haji Agus Salim. Misalnya: Dia mengantuk. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertetu. Misalnya: Mahaputra Yamin. Pekerjaan itu belum selesai. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Islam. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci.A. Misalnya: Allah. ya Tuhan.” kata ibu. atau . “Berhati-hatilah. keturunan. ke jalan yang Engkau beri rahmat. 4. Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya Bimbinglah hamba-Mu. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Yang Maha Pengasih. 2. Apa maksudnya?Kita harus beker keras. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. “Kapan kita pulang?” Bapak menasihatkan. Kristen. nama instansi. Nabi Ibrahim. Sultan Hasanuddin. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.” katanya. 3. Imam Syafii. Nak!” “Kemarin engkau terlambat. Yang Mahakuasa. “dia akan berangkat”. Quran. “Besok pagi. Weda. Alkitab. Misalnya: Adik bertanya.

Tahun ini dia pergi naik haji. suku bangsa. 6. 5. Wage Rudolf Supratman. 5 ampere 7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Dewi Sartika. bahasa Inggris . nama instansi. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian. Misalnya:Bangsa Indonesia. Misalnya: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. Gubernur Irian Jaya. atau nama tempat. suku Sunda. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. nama instansi. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik. Halim Perdanakusumah. Profesor Supomo. dan bahasa. atau nama tempat. 10 volt. Misalnya: Mesin diesel. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Perdana Menteri Nehru. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan.nama tempat. Misalnya: Amir Hamzah. Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara.

hari. bulan Agustus. Danau Toba. Bukit Barisan. Misalnya: . Cirebon. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. bulan. Lembah Baliem. Gunung Semeru. Perang Candu. Selat Lombok. hari Galungan. tarikh Masehi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. hari Lebaran. Kali Brantas. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipkai sebagai nama. bulan Maulid. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Teluk Benggala. suku. hari Natal.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Misalnya: Asia Tenggara. Pegunungan Jayawijaya. Dataran Tinggi Dieng. Misalnya: tahun Hijriah. dan peristiwa sejarah. 9. Jalan Diponegoro. Jazirah Arab. Misalnya: Mengindonesiakan kata asing Keinggris-inggrisan 8. Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. hari Jumat. Ngarai Sianok. Terusan Suez. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadiunsur nama diri.. hari raya. Banyuwangi. Tanjung Harapan.

berlayar ke teluk. Rancangan Undang-Undang Kepegawaian12. Majelis Permusyawaratan Rakyat. pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. menurut undang-undang yang berlaku. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. 11. Misalnya: Republik Indonesia. menyeberabangi selat. kecuali . surat kabar dan judul karangan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. kecuali kata seperti dan. mandi di kali. kacang bogor. badan. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara. kerja sama antara pemerintah dan rakyat. serta nama dokumen resmi. gula jawa. pisang ambon 10. Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak. Nomor 57. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa. serta dokumen resmi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. Misalnya: Menjadi sebuah republik. Tahun 1972. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. majalah. Undang-Undang Dasar Repulik Indonesia. Keputusan Presiden Republik Indonesia. serta nama dokumen resmi. beberapa badan hukum. Misalnya: garam inggris.

saudara 14. “Itu apa. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. yang. ke. adik.H. Nyonya Sdr. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. . Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. 13. ibu. sarjana sastra Prof. professor Tn. untuk yang tidak terletak pada posisi awal. sarjana hukum S.E. Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”. dari. master of arts S.S. Misalnya: Dr.A. saudara. Adik bertanya. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. dan sapaan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. sarjana ekonomi S. pangkat. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. kakak. doctor M. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.kata seperti di. dan.Misalnya: “Kapan Bapak Berangkat?” tanya Harto. Tuan Ny.

2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. buku Negarakertagama karangan Prapanca. B. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. atau kelompok kata. surat kabar Suara Rakyat. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. bagian kata. tetapi ditipu. kata. . Dia buka menipu. Misalnya:majalah Bahasa dan Sastra. Dik!” kata Ucok. Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kkerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Besok Paman akan datang. Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. Misalnya: Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. 15.“Silakan duduk. majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Huruf Miring 1. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a.

akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Kata Turunan 1. 2. Bab V. Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi „pandangan dunia‟ Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. menengok. Kantor pajak penuh sesak. penetapan.Buatlah kalimat dengan berlepas tangan.) Misalnya: bertepuk tangan. 3. Pasal E.III. Ayat 5. Imbuhan (awalan. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. PENULISAN KATA A. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing. garis bawahi. menganak sungai. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. dikelola. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostama. Misalnya: bergetar. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. 3. Buku itu sangat tebal. kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. . Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. sisipan. Misalnya:Ibu percaya bahwa engkau tahu. B. sebar luaskan. mempermainkan.

. anumerta. Bab V. Pancasila. Pasal E. pan-Afrikanisme 2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti kata esa dan kata yang bukan kata dasar. biokimia. semiprofessional. reinkarnasi. antarkota. aerodinamika. di antara kedua unsur itu harus dituliskan tanda hubung (-). kolonialisme. saptakrida. kosponsor. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. bikarbonat. nonkolaborasi. swadaya. Misalnya: non-Indonesia. telepon. elektroteknik. awahama. penghancurleburan 4. dasawarsa. panteisme. paripurna. dilipatgandakan. caturtunggal. mancanegara. purnawirawan. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. Misalnya: adipati. Marilah kita beersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. ultramodern catatan: 1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital.ekawarna. menyebarluaskan. inkonvensional. mahasiswa. introspeksi. poligami. tritunggal. transmigrasi. demoralisasi. audiogram. dekameter. prasangka. multilateral. dwiwarna. narapidana. infrastruktur. Ayat 5. ekstrakurikuler.unsure gabungan kata itu ditulus serangkai. subseksi. gabungan kata itu ditulis serangkai. gabungan itu ditulis terpisah. Misalnya: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. pramuniaga.) Misalnya: menggarisbawahi.

Gabungan kata yang lazim disebuta kata majemuk. ibu-bapak kami. undang-undang.hulubalang-hulubalang. darmabakti. kacamata. . orang-tua muda. manasuka. ramah-tamah. dukacita. hati-hati. 2.C. mondar-mandir. olahraga. mesin-hitung tangan. tukar-menukar. bumiputrabumiputra D. daripada. bilamana. Kata Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. porak-poranda. Misalnya: duta besar. kilometer. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. astaghfirullah. kereta api cepat luar biasa. bumiputra. buku-buku. meja tulis. termasuk istilah khusus. matahari. simpang empat. termasuk istilah khusus. berjalan-jalan. belasungkawa. akhirulkalam. watt-jam. kambing hitam. kasatmata. lauk-pauk. biri-biri. orang tua. bagaimana. beasiswa. tunggang-langgang. manakala. anak-istri saya. sayur-mayur. Misalnya: Alat pandang-dengar. centang-perenang. sia-sia. 3. Alhamdulillah. terus-menerus. kupukupu. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. buku sejarah-baru. mata-mata. Misalnya: anak-anak. Misalnya: Adakalanya. persegi panjang. menulis-nulis. kura-kura. barangkali. hulubalang. dibesar-besarkan. darmawisata. kuda-kuda. mangkubumi. rumah sakit umum. halalbihalal. kepada. padahal. gerak-gerik hura-hura. unsurunsurnya ditulis terpisah. laba-laba. bismillah. Gabungan kata. karatabaasa. model linier. mata pelajaran. Gabungan Kata 1.

Misalnya: Apa yang kumiliki boleh kaumabil. silaturrahmin. sukarela. kau-. Ia datang dari Surabaya kemarin. ke. Ke mana saja ia selama ini? Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. saptamarga. sukaria. Pasal D. dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. sebagaimana. Ayat 3. bukumu. dan dari Kata depan di. segitiga. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.paramasastra. -mu. Kata Ganti -ku-. sediakala. Ia ikut terjun di tengah kancah perjuangan. wasalam E. Bermalam sajalah di sini. radioaktif. syahbandar. -ku-. ke. Saya pergi ke sana-sini mencarinya. saripati. Di mana Siti sekarang? Mereka ada di rumah. sukacita. F.) Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari. saputangan. (Lihat juga Bab III. Mari kita berangkat ke pasar. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Bukuku. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. dan -nyaKata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. puspawarna.Catatan: . Kata Depan di. mu. peribahasa. titimangsa. sekalipun.

Partikel -lah. Kata Si dan Sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Si Amin lebih tua daripada si Ahmad. G. Misalnya: Apa pun yang dimakannya. Semua orang terkemuka di desa hadir dalam kenduri itu. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Bawa kemari gambar itu. . lalu keluar lagi. Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. ia tetap kurus. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. Partikel 1. Ia masuk. Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966.Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini dtulis serangkai.Apakah yang tersirat dalam dalam surat itu? Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Kami percaya sepenuhnya kepadanya. H. Kemarikan buku itu. -kah. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik.

Sekalipun belum memuaskan. kendatipun. Misalnya: . Harga kain itu Rp 2. sekalipun. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. kalaupun.Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. Singkatan dan Akronim 1. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu. walaupun ditulis serangkai. maupun. jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Singkatan nama orang. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. ia selalu gembira. sungguhpun. nama gelar. Jika ayah pergi. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu. sapaan. Walaupun miskin. Partikel per yang berarti „mulai‟. meskipun. Baik mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemonstrasi. misalnya adapun. ataupun.000. dan „tiap‟ ditulis terpisah dari bagian kalimatyang mendahului atau mengikutinya. adik pun ingin pergi. biarpun. I.00 per helai. 3. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. „demi‟. andaipun. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. a. bagaimanapun. Jangankan dua kali.

A.S Kramawijaya Muh. Yamin Suman Hs. Sukanto S.A. M.B.A master of business administration M.Sc. master of science S.E. sarjana ekonomi S.Kar. sarjana karawitan S.K.M sarjana kesehatan masyarakat Bpk. BapakSdr. saudara Kol. kolonel b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumentasi resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara SMTP sekolah menengah tingkat pertama PT perseroan terbatas KTP kartu tanda penduduk c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: dll. dan lain-lain

dsb. dan sebagainya dst. dan seterusnya hlm. halaman sda. sama dengan atas Yth. (Sdr. Moh. Hasan) Yang terhormat (Sdr. Moh. Hasan) Tetapi: a.n. atas namad.a. dengan alamat u.b. untuk beliau u.p. untuk perhatian d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Cu cuprum TNT trinitrotulen cm sentimeter kVA kilovolt-ampere l liter kg kilogram Rp (5.000,00) (lima ribu) rupiah 2. Akronim kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis selurhnya dengan huruf capital. Misalnya:

ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia IKIP Institut Keguruan dan Ilmu PendidikanSIM surat izin mengemudi b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kaptal. Misalnya: Akabri Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: pemilu pemilihan umum radar radio detecting and ranging rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran catatan: jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan

keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesiayang lazim. J. Angka dan Lambang 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5.000), M (1.000.000) Pemakaiannya diatur leih lanjut dalam pasal-pasal yang berikut ini. 2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjagng, berat, luas, dan isi, (ii) satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Misalnya: 0,5 sentimeter 1 jam 20 menit 5 kilogram pukul 15.00 4 meter persegi tahun 1928 10 liter 17 Agustus 1945 Rp5.000,00 50 dolar Amerika US$3.50* 10 paun Inggris $5.10* 100 yen Y100 10 persen 2.000 rupiah 27 orang * Tanda titik di sini merupakan tanda decimal.3. Angka lazim dipakai untuk melambangka nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya:

Jalan Tanah Abang I No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169 4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya: Bab X, Pasal 5, halaman 252 Surah Yasin: 9 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a. Bilangan utuh Misalnya: Dua belas 12 Dua puluh dua 22 Dua ratus dua puluh dua 222 b. Bilangan pecahan Misalnya: Setengah ½ Tiga perempat ¾ Seperenam belas 1/16 Tiga dua pertiga 3 2/3Seperseratus 1/100 Satu persen 1 % Satu permil 1‰ Satu dua persepuluh 1,2 6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya: Paku Buwono X; pada awal abad XX; dalamkehidupan abad ke-20 ini; lihan Bab

II; Pasal 5; dalam bab ke-2 buku itu; di daerah tingkat II itu; di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu; kantor di tingkat II itu. 7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara yang berikut. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.) Misalnya: tahun ‟50-an atau tahun lima puluhan uang 5000-an atau uang lima ribuan lima uang 1.000-an atau lima uang seribuan 8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Misalnya: Amir menonton drama itu sampai tiga kali. Ayah memesan tiga ratus ekor ayam. Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang memberikan suara blangko.Kendaraan yang ditempah untuk pengangkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 helicak, 100 bemo. 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu Bukan:

PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Misalnya: Saya lamirkan tanda terima uang sebesar Rp999. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. 10. Bukan: Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pgawai. penulisannya harus tepat. Arab. IV. Belanda.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujh puluh lima perseratus rupiah). Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. Angka yang menunjukkan bilangan utuh secara besar dapat dieja Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks. Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. kecuali did lam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi.15 orang tews dalam kecelakaan itu. atau . Portugis. bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain.Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah. 11. Bukan: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999. 12. seperti Sansekerta. Misalnya: Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Penduduk Indonesia brjumlah lebi dari 200 juta orang.

menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trailer trailer caisson kaison au tetap au audiogram audiogram autrotoph autrotoftautomer tautomer . l‟axplanation de l‟homme. aa (Belanda) menjadi a paal pal baal bal actaaf oktaf ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerob aerob aerodimanics aerodonamika ae. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. jika bervariasi dengan e. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsure serapan itu sebagai berikut. Berdasarkan taraf integrasinya. Pertama. unsure pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Unsur-unsur yang dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. shuttle cock. Kedua. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. seperti reshuffle. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalambahasa Indonesia.Inggris.

o dan konsonan mejadi k calomel kalomel construction konstruksi cubic kubik coup kup classification klasifikasi crystal kristal c di muka e. i. oe. u dan konsonan menjadi k accomodation akomodasi acculturation akulturasi acclimatization aklimatisasiaccumulation akumulasi acclamation aklamasi cc di muka e dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori .hydraulic hidraulik caustic kaustik c di muka a. u. dan y menjadi s central sentral cent sen cybernetics sibernetika circulation sirkulasi cylinder silinder ceolom selom cc di muka o.

o dan konsonan menjadi k saccharin sakarin charisma karisma cholera kolera chromosome kromosom technique teknik ch yang lafalnya s atau sy menjadi s echelon eselon machine mesin ch yang lafalnya c menjadi c check cek \ China Cina ç (Sanskerta) menjadi s çabda sabda çastra sastrae tetap e effect efek description deskripsi synthesis sintesis ea tetap ea idealist idealis habeas baheas ee (Belanda) menjadi e stratosfeer stratosfer .vaccine vaksin cch dan ch di muka a.

systeem sistem ei tetap ei eicosane eikosan eidetic eidetik einsteinium einsteinium eo tetap eo stereo stereo geometry geometri zeolite zeolit eu tetap eu neutron neutron eugenol eugenoleuropium europium f tetap f fanatic fanatik factor factor fossil fosil gh menjadi g sorghum sorgum gue menjadi ge igue ige gigue gige i pada awal suku kata di muka vokal tetap i iambus iambus ion ion .

iota iota ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i politiek politik riem rim ie tetap ie jika lafalnya bukan i variety varietas patient pasien afficient efisienkh (Arab) tetap kh khusus khusus akhir akhir ng tetap ng contingent kontingen congres kongres linguistics linguistik oe (oi Yunani) menjadi e oestrogen estrogen oenology enology foetus fetus oo (Belanda) menjadi o komfoor kompor provoost provos oo (Inggris) menjadi u cartoon kartun proof pruf .

pool pul oo (vokal ganda) tetap oo zoology zoology coordination koordinasiou menjadi u jika lafalnya u gouverneur gubernur coupon kupon contour kontur ph menjadi f phase fase physiology fisiologi spectograph spektograf ps tetap ps pseudo pseudo psychiatry psikiatri psychic psikis psychosomatic psikosomatik pt tetap pt pterosaur pterosaur pteridology pteridologi ptyalin ptyalin q menjadi k aquarium akuarium frequency frekuensi equator ekatorrh menjadi r .

dan konsonan menjadi sk scandium skandium scoptopia skoptopia scutella skutela sclerosis sklerosis scriptie skripsi sc di muka e. dan y menjadi s scenography senografi scintillation sintilasi scyphistoma sifistoma sch di muka vokal menjadi sk schema skema schizophrenia skizofrenia scholasticism skolastisisme t di muka i menjadi s jika lafalnya s ratio rasioactie aksi patient pasien th menjadi t theocracy teokrasi orthography ortografi .rhapsody rapsodi rhombus rombus rhythm ritme rhetoric retorika sc di muka a. u. o. i.

thiopental tiopental thrombosis trombosis methode (Belanda) metode u tetap u unit unit nucleolus nucleolus structure struktur institute institute ua tetap ua dualism dualism aquarium akuarium ue tetap ue suede sued duet duet ui tetap ui equinox ekuinoksconduite konduite uo tetap uo fluorescein fluoresein quorum kuorum quota kuota uu menjadi u prematuur prematur vacuum vakum v tetap v .

vitamin vitamin television televisi cavalery kavaleri x pada awal kata tetap x xanthate xantat xenon xenon xylophone xilofon xc di muka e dan i menjadi ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasixc di muka a. u. o. dan konsonan menjadi ksk excavation ekskavasi excommunication ekskomunikasi excursive ekskursif exclusive eksklusif y tetap y jika lafalnya y yakitori yakitori yangonin yangonin yen yen yuan yuan y manjadi y jika lafalnya i yttrium itrium dynamo dinamo .

seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang terurai di atas. bengkel. iklan. hadir 2. . sirsak. erlu. Misalnya: gabbro gabro commission komisi accu aki ferrum ferum effect efek salfeggio salfegio Tetapi: mass massa Catatan: 1. Di samping pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. Sekalipun dalam ejaan yang dismpurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia.propyl propil psyschology psikologi z tetap z zenith zenith zirconium zirkonium zodiac zodiak zygote zigot konsonan ganda menjadi tunggal. kecuali kalau dapat membingungkan. Unsur pungutan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. berikut ini didaftarkan juga akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya: Kabar.

structureel structural formal. -eel (Belanda). oligarchie oligarki -ary. actie aksi publication. dan implemen. publicatie publikasi . -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -asepercentage persentase etalage etalase -al. secondair sekunder -(a)tion. Kata seperti standarisasi.Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. komplementer complementair primary. -air (Belanda) menjadi -er complementary. formeel formal normal. normaal normal -ant menjadi -an accountant akuntan informant informan -archy. efek. anarchie anarki oligarchy. efektif. dan implementasi diserap secara utuh di samping kata standar. -as action. -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. primair primer secondary. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. -aal (Belanda) menjadi -al structural.

isme (Belanda) menjadi -isme modernism. -ika logic. modernisme modernisme . -iel menjadi -ilpercentile. ballistisch balistik -ical. percentiel persenril mobile. physica fisika dialectics. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. -ica (Belanda) menjadi -ik. mechanisch mekanik ballistic. techniek teknik -ic. elektronisch elektronik mechanic. logisch logis -ile. logica logika phonetics. economisch ekonomis practical. practisch praktis logical.-eel (Belanda) menjadi -elideëel ideel materieel materiel moreel morel -ein tetap -ein casein kasein protein protein -ic. isch (Belanda) menjadi -is economical. -iek. -ics. phonetiek fonetik physics. ique. dialektica dialektika technique. mobiel mobil -ism.

-logie (Belanda) menjadi -logi technology. -ir director. anthropoide anthropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir trotoar repertoire repertoar -or. hominoide hominoid anthropoid. analogie analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog epiloog epilog-oid. physiologie fisiologi analogy. descriptief deskriptif demonstrative. directuer direktur . -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid.communism. communisme komunisme -ist menjadi -is publicist publisis egoist egois -ive. technologie teknologi physiology. -eur (Belanda) menjadi -ur. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive. demonstratief demonstratif -logue menjadi -log catalogue catalog dialogue dialog -logy.

inspectuer inspektur amateur amatir formateur formatur -or tetap -or dictator diktator corrector korektor -ty. prematuur prematurV. ikhtisar. Departemen Dalam Negeri A. Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini. Hari ini tanggal 6 April 1973. universiteit universitas quality. -teit (Belanda) menjadi -tas university.Biarlah mereka duduk di sana. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan. PEMAKAIAN TANDA BACA A. kwaliteit kualitas -ure. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda Titik (. Misalnya: a. atau daftar. struktuur struktur premature. 2. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa .inspector.) 1. III. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Marilah kita mengheningkan cipta. -uur (Belanda) menjadi -ur structure.

Misalnya: Pukul 1.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)4.30 jam (30 detik) 5. 35 menit.1 Isi Karangan 1. dan tempat terbit. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Patokan Umum 1. Merari. 30 detik) 0. menit.2 Ilustrasi 1. 1. dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: Siregar. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Weltevreden: Balai Poestaka.2.3 Grafik 3.20 jam (1 jam.2 Tabel 1. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis. Misalnya: 1.30 jam (20 menit.35. … b.2. Azab dan Sengsara. 1920.1 Gambar Tangan 1.20.35. dan detik yang menunjukkan jangka waktu. 20 detik) 0. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.0. menit.2.B. Direktorat Jenderal Agraria 1. Misalnya: . 6a.

Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi.231 jiwa. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.200 orang. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal suat atau (2) nama dan alamat surat. Moh. Lihat halaman 2345 seterusnya.Misalnya: Acara kunjungan Adam Malik Bentuk dan Kedaulatan (Bab 1 UUD ‟45) Salah Asuhan 8. Misalnya: Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung. dan sebagainya. Sdr. 7. Misalnya: Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) 1 April 1985 (tanpa titik) Yth. Nomor gironya 5645678. 6b.Desa itu berpenduduk 24. Hasan (tanpa titik) Jalan Arif 43 (tanpa titik) Palembang (tanpa titik) Atau: Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik) . tabel.

Misalnya: Saya membeli kertas. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang . Tanda Koma (. pena. Karena sibuk. maupun surat khusus memerlukan prangko. Misalnya: Saya ingin datang. Satu. 3. 3b. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Misalnya: Kalau hari hujan. Didi bukan anak saya. saya tida datang.) 1. 3a. dan tinta. ia lupa akan janjinya. surat kilat. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului indukn kalimatnya. dua. Dia lupa akan janjinya karena sibuk. melainkan anak Pak Kasim. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi. Dia tahu bahwa soal itu penting. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. tetapi hari hujan.Jalan Cikini 71 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) B. Surat biasa. Misalnya: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. atau melainkan. … tiga! 2.

Malaysia. lagi pula. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Bab V. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o. Sdr. Pasal L dan M. 7. jadi. (iii) tempat dan tanggal.Misalnya: …. Jalan Pisang Batu 1.” “Saya gembira sekali. bukan main! Hati-hati. kita harus berhati-hati. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat.) Misalnya: Kata ibu “Saya gembira sekali. nanti jatuh. Misalnya: O. 5. …. “karena kamu lulus. wah. kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Bogor. ya. Jalan raya Salemba 6.Misalnya: . Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. soalnya tidak semudah itu. Termasuk di dalamnya oleh karena itu.terdapat pada awal kalimat. aduh. Misalnya: Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran. akan tetapi. Abdullah.” 6. Kuala Lumpur. meskipun begitu. Jadi. begitu? Wah. Universitas Indonesia. 4. Jakarta.” kata ibu. ya. Oleh karena itu. (ii) bagian-bagian alamat. (Lihat juga pemakaian tanda petik. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma: .50 11. Di daerah kami. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Poerwadarminta. 9. Pak Ahmad. 4. Sutan Takdir.A. 1949. baik yang laki-laki maupun perempuan. (Lihat juga pemakaian tanda pisah. pandai sekali. Jilid 1 dan 2. Ny.Alisjahbana. Khadijah. Djakarta: Pustaka Rakjat. 8. mengikuti latihan paduan suara. S.Semua siswa.J. masih banyak orang aki-laki yang makan sirih. 1967).) Misalnya: Guru saya. keluarga. hlm. 10. Misalnya: W. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. Misalnya: 12. M. Misalnya: B. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.E. atau marga. Bab V. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya utnuk membedakannya dari singkatan nama diri.S. misalnya. Ratulangi.5 m Rp12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Pasal F. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus. Karyadi mengucapkan terima kasih. “Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. Misalnya: . Misalnya: Malam akan larut. 12.Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia. Misalnya: “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. pekerjaan belum selesai juga 2. Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam upaya pembinaan dan pengembanagan bahasa. C. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenisdan setara.) 1. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru. 13. kita memerlukan sikap yang sungguh-sungguh. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk. Tanda Titik Koma (.Tanda koma dapat dipakai―untuk menghindari salah baca―di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Atas bantuan Agus. Misalnya: Dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa.

Tempat Sidang : Ruang 104 Pengantar Acara : Bambang S. 3. meja. meja. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. dan lemari. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku . dan lemari. 1b. Handayani Bendahara : B. Misalnya: Kita memerlukan kursi.30 4. Hari : Senin Waktu : 09. Tanda Dua Titik (:) 1a. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : S. Tanda titk dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengkahiri pernyataan. D. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan EkonomiPerusahaan. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya: a.Ayah mengurus tanamannya di kebun itu. Adik menghafal nama-nama pahlawan nasional. saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. ibu sibuk bekerja di dapur. Hartawan b.

Tjokronegoro. Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan …. (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci. 1971: 7 Surah Yasin: 9Karangan Ali Hakim. Misalnya: Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini. Tanda Hubung (-) 1. sudah terbit. 1968. I (34). Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman. E.dalam percakapan. AtauBeberapa pendapat mengenai masalah .” (mengangkat kopor dan masuk) Ibu : “Jangan lupa. Mir!” Amir : “Baik. Letakkan baik-baik!” (duduk di kursi besar) 5. (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan . Misalnya: Di samping cara-cara lama itu juga cara yang baru suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Misalnya: Tempo. Pedidikan Seumur Hidup: sebuah Studi. serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Tjukuplah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita? Djakarta: Eresco. Bu. mereka tetap tidak mau beranjak …. Walaupun sakit. Sutomo.

2. mereka tetap tidak mau beranjak …. kemerah-merahan Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula. Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa. Misalnya: Kini ada acara baru untuk mengukur panas. berulang-ulang. 4. Walaupun sakit. Misalnya: p-a-n-i-t-i-a 8-4-1973 . Walaupun sakit. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Tanda hubung meyambung unsur-unsur kata ulang. Akhiran i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. Misalnya: Anak-anak. dan tidak dipakai pada teks karangan. Senjata merupakan alat pertahan-an yang canggih.Itu telah disampaikan …. mereka tetap tidak mau beranjak …. 3. Bukan: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disamapaikan …. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.

tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6. dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. Misalnya: ber-evolusi. hari-H.dengan angka. Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu―saya yakin akan tercapai―diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. (ii) ke. se-Jawa Barat. dua puluh lima-ribuan (20 x 5. Misalnya: di-smash.5. dan (v) nama jabatan rangkap. pen-tackle-an F. dan (ii) penghilangan baian kelompok kata. Menteri Sekretaris Negara. tahun 50-an. sinar-X. (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata. Tanda Pisah (―) 1. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan oposisi atau keterangan yang lain sehingga .Misalnya: se-Indonesia. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsure bahasa Indonesia dengan unsure bahasa asing. mem-PHK-kan. 2.000). Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan. (iii) angka dengan -an.000). tanggung jawab-dan kesetiakawanan-sosial Bandingkan dengan: Be-revolusi. hadiah ke-2.

tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. G. Misalnya: Rangkaian temuan ini―evolusi. . Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam satu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. marilah kita bergerak. perlu dipakai empat buah titik. 3. Tanda Elipsis (…) 1.kalimat menjadi lebih jelas. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Tanda pisah dipakai di antara dua dilangan atau tanggal dengan arti „sampai dengan‟ atau „sampai ke‟. Misalnya: 1910―1945Tanggal 5―10 April 1970 Jakarta―Bandung Catatan: Dalam pengetikan. Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat. 2. Misalnya: Kalau begitu … ya. teori kenisbian. tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan atu untuk menandai akhir kalimat. dan kini juga pembelahan atom―telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

Merdeka! J. Misalnya: Kapan ia berangkat? Saudara tahu. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. 2. ataupun rasa emosi yang kuat. Tanda Kurung ((…))1. tanda baca harus digunakan dengan hati-hati…. bukan? 2.Misalnya: Dalam tulisan. Misalnya: Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Misalnya: Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya. Tanda Tanya (?) 1. Tanda taya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat membuktikan kebenarannya.H. ketidakpercayaan. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. I. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok . Uangnya sebanyak 10 jta rupiah (?) hilang. Misalnya: Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?).

Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri. 2. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. (b) tenaga kerja. Misalnya: Factor produksi menyangkut masalah (a) alam. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. Tanda kurung siku menapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. kata. 3. Tanda Kurung Siku ([…]) 1. K. Tanda kurung siku mengapit huruf. dan (c) modal. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a).pembicaraan. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya. 4. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Tanda itu menyatakanbahwa kesalahan atau ekurangan itu memang terdapat di naskah asli. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat .

Misalnya: Kata Tono.” kata Mira. Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”. 4. Misalnya: Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengahkiri petikan langsung. Misalnya: . “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.halaman 35-38] perlu dibentangkan. Misalnya: “Saya belum siap. Tanda petik mengapit judul syair. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. “Saya juga minta satu. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.” 2. 3. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.” 5. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan daan nskah atau bahan tertulis lain. L. karangan. Tanda Petik (“…”) 1.Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” dimuat dalam majalah Tempo.

) Misalnya: feed-back „balikan‟ N. Pasal J. Misalnya: No. 2. Bapak pulang‟. danrasa letihku lenyap seketika. ia sendiri tidak tahu sebabnya. (Lihat pemakaian tanda kurung. Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomormpada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. 7/PK/1973 Jalan Kramat III/10 tahun anggaran 1985/1986 2. Tanda gris miring dipakai sebagai pengganti kata atau. Misalnya: . M. Budi mendapat julukan “si Hitam”. kudengar teriak anakku. Catatan: Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Tanda petik tunggal mengapit makna.” ujar Pak Hamdan. atau penjelasan kata atau ungkapan asing.Karena warna kulitnya. Tanda Petik Tunggal („…‟) 1. “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” “Waktu kubuka pintu depan. terjemahan. „Ibu. Misalnya: Tanya Basri. Bab V. tiap. Tanda Garis Miring (/) 1. Bang Komar sering disebut “pahlawan”.

(„lah = telah) 1 Januari ‟88. („kan = akan) Malam „lah tiba. Misalnya:Ali „kan kusurati.00/lembar „harganya Rp25. (‟88 = 1988) .dikirimkan lewat „dikirim lewt darat atau darat/laut lewat laut‟ harganya Rp25.00 tiap lembar‟ O. Tanda Penyingkat atau Apostrof Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.

Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. yaitu suatu sistem dimana suatu kata dilambangkan oleh suatu tanda. pada tahun 1901.. 2. tanda tanya. Huruf Bagian terbesar dari sejarah umat manusia berada dalam kegelapan karena perkembangan. Segala macam tanda baca untuk menggambarkan perhentian antara. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Bangsa-bangsa dahulu kala tidak mengenal suatu cara untuk dapat meninggalkan kepada kita riwayat hidup mereka. Pada tahun 1900... Baca selanjutnya. dan lain-lain adalah hasil dari usaha itu. Jika kita menghendaki kekonsekuenan terhadap prinsip yang dianut. Tetapi hasil usaha itu belum dapat menunjukkan dengan tegas bagaimana suatu ujaran harus diulang oleh yang membacanya. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. perhentian akhir. Dalam sistem kita yang modern ini masih dapat ditemukan sistem logograf ini. Ada fonem yang masih dilambangkan dengan dua tanda (diagraf ). Sudah diusahakan bermacam-macam tanda untuk tujuan itu tetapi belum juga memberi kepuasan. 264/Bag.. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. 5. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. 3. Dengan demikian pelukisan atas bahasa lisan itu akan mendekati kesempurnaan. Segala macam tanda baca seperti yang disebut di atas disebut tanda baca atau pungtuasi. Baca selanjutnya. sistem ini disebut ideograf atau logograf. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. Ch. namun masih terdapat kepincangan-kepincangan. perluasan. Walaupun begitu literasi (penulisan) bahasa itu belum memuaskan karena kesatuan intonasi yang bulat yang menghidupkan suatu arus-ujaran itu hingga kini belum dapat diatasi. Cara ini biassa disebut piktograf. Walaupun sistem ejaan sekarang didasarkan atas sistem fonemis. masih bersifat relatif. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. yaitu bila kita melambangkan bilangan-bilangan memakai tanda-tanda: 1. misalnya ng. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. dan sebagainya. yaitu satu tanda untuk satu bunyi.. . Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe . sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. tekanan.. timbultenggelamnya bahasa-bahasa di muka bumi ini tidak diketahui. C. Baca selanjutnya. maka diagraf-diagraf tersebut harus dirubah menjadi monograf (satu fonem satu tanda). B. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. 4. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. Suatu urutan lukisan menggambarkan kepada kita suatu peristiwa tertentu. Sumber-sumber yang tertulis baru saja diketahui. Piktograf itu lambat laun dikembangkan sedemikian rupa hingga suatu lukisan dapat menggambarkan pengertianpengertian tertentu. ny. Ejaan Dasar yang paling baik dalam melambangkan bunyi-ujaran atau bahasa adalah satu bunyi-ujaran yang mempunyai fungsi untuk membedakan arti harus dilambangkan dengan satu lambang tertentu. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka . dan sy. kh. walaupun kesempurnaan yang dimaksud itu tentulah dalam batas-batas ukuran kemanusiaan.Ejaan Bahasa Indonesia A. misalnya dalam huruf-huruf Tiongkok. Bukti-bukti tertulis itu dalam bentuk yang paling tua terdapat misalnya pada orang-orang Indian Mexico berupa lukisanlukisan. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. dan hanya meliputi beberapa ribu tahun saja. Kata-kata yang berlainan tetapi mempunyai bunyi yang sama juga dapat dilukiskan dengan tanda atau simbol yang sama.

namun keputusan ini tidak dapat dilaksanakan karena ada usaha untuk mempersamakan ejaan Indonesia dan Melayu. Sebab itu. menurut surat edaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanda oe mulai 1 Januari 1949 diganti dengan u. yang bertugas menyusun konsep baru. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. Tetapi konsep ejaan ini juga tidak jadi diumumkan karena perkembangan politik kemudian. 44876 tanggal 19 Juli 1956.Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. 264/Bag. maka dirasakan bahwa ejaan perlu disempurnakan. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. kemudian dibentuk sebuah panitian dengan SK No. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. Karena laju perkembangan pembangunan. di tahun 1966 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sarino Mangunpranoto dibentuk lagi sebuah Panitia Ejaan Bahasa Indonesia. Sesudah berkalikali diadakan penyempurnaan. Sesuai dengan usul Kongres. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. . Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Pada tahun 1900. pada tahun 1901. fakir valuta. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. Perubahan yang paling penting dalam EYD adalah: Lama djalan pajung njonja sjarat tjakap tarich Yang Disempurnakan jalan payung nyonya syarat cakap tarikh dj j nj sj* tj ch* j y ny sy c kh * Kedua gabungan huruf ini sebenarnya tidak terdapat dalam ejaan lama. lezat x huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai. yang dinamakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). maaf. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. Sebagai dampak dalam keputusan di atas. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. 57 tahun 1972 diresmikan ejaan baru yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972. bunyi oe tidak semuanya diganti dengan u. Baru pada tahun 1949. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka. Panitia ini berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. Sebab itu pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu – Indonesia). universitas zeni. Ch. yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. Di samping itu diresmikan pula huruf-huruf berikut di dalam pemakaian: f v z q. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe. Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 kembali mempersoalkan masalah ejaan. maka berdasarkan Kepurusan Presiden No.

Angka dan Bilangan J. Tanda Petik Tunggal D. perpustakaan bebas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 (200 Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan portal terkait: Peraturan dan keputusan menteri Indonesia. Pemakaian Tanda Baca A. Tanda Penyingkat atau Apostrof IV. Penulisan Kata III. Kata Turunan C. Tanda Titik B. Lihat pula:  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan " Disempurnakan" Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1987) Pedoman Umum Pembentukan Istilah Daftar isi:   I. Huruf Diftong E. Tanda Titik Koma K. Tanda Kurung Siku N. Gabungan Kata E. Tanda Petik C. -ku. Kata si dan sang A. dan -nya K. -mu. Suku Kata F. Gabungan Huruf Konsonan F. Huruf Kapital G. Huruf Miring H. Tanda Koma I. Huruf Tebal A. Tanda Elipsis J. Tanda Kurung M. Huruf Vokal C. Bentuk Ulang D. Tanda Hubung F. Tanda Garis Miring O. Tanda Seru L. Tanda Pisah G. Penulisan Unsur Serapan . Partikel H. Singkatan dan Akronim I. Huruf Konsonan D. Huruf Abjad B. Tanda Titik Dua E. Kata Depan G.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Dari Wikisource bahasa Indonesia. Kata Ganti ku-. kau-. Tanda Tanya H. proyek saudara: artikel Wikipedia. Kata Dasar B. Pemakaian Huruf II.

2. Mengingat : 1. perlu disempurnakan kembali. Fungsi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Menimbang : a.SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. 3. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. Susunan Organisasi. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. . b. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).

dinyatakan tidak berlaku. M. NIP 196108281987031003 .. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 2. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.H. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. dipergunakan bagi instansi pemerintah.H. Pasal 1 1. swasta. DFM. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. S. Andi Pangerang Moenta.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dr. Kepala Biro Hukum dan Organisasi.

PEMAKAIAN HURUF A. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga. Huruf Nama Kapital Kecil A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v a be ce de e ef ge ha i je ka el em en o pe ki er es te u ve .SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 46 TAHUN 2009 TANGGAL 31 JULI 2009 I.

Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir a e* api enak emas padi petak kena simpan kota bumi lusa sore tipe murni radio ibu i o u itu oleh ulang Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar. v. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . c. dan z. x. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). o. l. Kami menonton film seri (séri). Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu. q. y. k. m. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. w. h. p. Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. dan u. t. g. s. j. r. i.W X Y Z w x y z we eks ye zet B. e. tanda aksen (') dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. Pertandingan itu berakhir seri. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf huruf b. d. f. C. n.

D. Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. au.Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b c d f g h j k bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami - sebut kaca ada kafan tiga saham manja paksa rakyat* alas kami tanah apa status quo bara asli mata lava hawa payung lazim adab Abad maaf gudeg tuah mikraj politik bapak* akal diam daun siap Taufiq putar tangkas rapat sinar-x juz l m n p q** r s t v w x** y z lekas maka nama pasang Quran raih sampai tali varia wanita xerox yakin zeni Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. dan oi. ** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar x). Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf .

dan sy masing masing melambangkan satu bunyi konsonan. "Kapan kita pulang?" . kecuali jika ada pertimbangan khusus. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. F. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh. Huruf Kapital 1. Misalnya: Dia membaca buku. ny. Contoh Pemakaian dalam Kata Gabungan Huruf Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir kh ng ny sy khusus ngilu nyata syarat akhir bangun banyak isyarat tarikh senang arasy Catatan: Nama orang. ng. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. badan hukum. 2. Misalnya: Adik bertanya.Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai au oi ain aula - malaikat saudara boikot pandai harimau amboi E. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

dan Tuhan.Orang itu menasihati anaknya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubung an dengan agama. dan keagamaan yang diikuti nama orang. termasuk kata ganti untuk Tuhan. "Berhati-hatilah." kata Ibu. Misalnya: . ke jalan yang Engkau beri rahmat. kitab suci. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan." katanya. "Besok pagi. Quran Alkitab Weda Bimbinglah hamba-Mu. a. keturunan. Misalnya: Islam Kristen Hindu Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya." 3 . ya Tuhan. "dia akan berangkat. 4. Nak!" "Kemarin engkau terlambat.

H ur uf ka pi ta l ti da k di pa ka i se ba ga i h ur uf pe rt a m a na m a ge la r ke h or m at an .Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b. ke tu ru na .

H u r u f k a p i t a .n. M is al ny a: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. tetapi lagaknya sudah seperti kiai. Pada tahun ini dia pergi naik haji. a . 5 . Ilmunya belum seberapa. da n ke ag a m aa n ya ng ti da k dii ku ti na m a or an g.

l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r n a m a j a b a t a n .

n a m a i n s t a n s i . a t a u n a m a t .y a n g d i i k u t i n a m a o r a n g .

e m p a t y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n g g a n t i n a m a o r a n g t .

M i s a l n y a : Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Jawa Tengah b .e r t e n t u . .

.

.

Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesi a. Sidang itu dipimpin Presiden. . Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.

.

.

Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal. .

.

J de Hollander J. Misalnya: J. van. van Bruggen H. dan der (dalam nama Belanda). von (dalam nama Jerman). . van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu. huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti. atau da (dalam nama Portugal).Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de.P.

H u r u f .Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. dan bahasa. Misalnya: pascal second J/K atau JK N c. Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7. Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b . a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. -1 Pas joule per Kelvin Newton Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. suku bangsa.

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a b .

a n g s a . s u k u . d a n b a h a s a y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i b e n t .

. a . M i s a l n y a : pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8 .u k d a s a r k a t a t u r u n a n .

.

tahun Hijriah bulan Agustus hari Jumat hari Lebaran tarikh Masehi bulan Maulid hari Galungan hari Natal b . .

.

9. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. a . Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. Misalnya: .Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi.

Misalny a: Bukit Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro Ngarai Sianok Selat Lombok Sungai Musi Teluk Benggala c .Banyuwangi Cirebon Eropa b . Asia Tenggara Amerika Serikat Jawa Barat Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertam a unsur unsur nama geograf i yang diikuti nama diri geograf i. Jazirah Arab Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya Tanjung Harapan Terusan Suez H u r u f k a p i t .

a l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i r i a t a u n a m a d i r i g e o .

g r a fi ji k a k a t a y a n g m e n d a h u l u i n y a m e n g g a m b a r k a n k e k h a s a n b u .

d a y a . M i s a l n y a : ukiran Jepara tari Melayu asinan Bogor d . pempek Palembang sarung Mandar sate Mak Ajad H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a k a i .

s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r g e o g r a f i y a n g t i d a k d i i .

k u t i o l e h n a m a d i r i g e o g r a f i . mandi di sungai berenang di danau H u r u f . M i s a l n y a : berlayar ke teluk menyeberangi selat e .

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i .

r i g e o g r a f i y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n j e l a s n a m a j e .

n i s . . M i s a l n y a : nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 1 0 . a .

.

.

.

Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Raky at Keputusan Presiden Republik I ndonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b . Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertam a kata yang .

. lembag a ketatan egaraan . lembag a resmi. huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. badan. dan nama dokume n resmi. misalnya Indonesia. badan.bukan nama resmi negara. lembaga ketatanegaraan. lembaga resmi. dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu. Misalny a: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku C a t a t a n : Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara.

Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah. Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu. 1 1 . Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur. .

.

.

.

Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan 1 2 . .

.

.

.

.

Ia menyelesaikan makalah "AsasAsas Hukum Perdata".Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. . Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.

.

.

Sdr.Kp. doktor sarjana ekonomi sarjana hukum sarjana sastra sarjana keperawatan master of arts magister humaniora profesor kiai haji tuan Ny. Prof. M.S.H.A. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan . K.Dr. S. S.H. S. Catatan: nyonya saudara Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi. Tn. termasuk singkatannya.E. M. S.Hum. 14. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.

Bu?" Besok Paman akan datang. H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a . b . Surat Saudara sudah saya terima. Dik!" kata orang itu.kekerabatan. s audara. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. adik. ibu. dan paman. kakak. "Itu apa. "Silakan duduk. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. Misalnya: Adik bertanya. seperti bapak.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a p e n u n j u k h u b u n g a n k e .

k e r a b a t a n y a n g t i d a k d i g u n a k a n d a l a m p e n g a c u a n a t a u .

p e n y a p a a n . H u r u f k a p i t a l d i p a . 1 5 . M i s a l n y a : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a A n d a y a n g d i g u n a k a n d a l .

H u r u f k a p i t a l d i p a k a i . 1 6 .a m p e n y a p a a n . M i s a l n y a : Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik.

s e p e r t i k e t e r a n g a .s e b a g a i h u r u f p e r t a m a p a d a k a t a .

d a n m i s a l n y a y a n g d i d a h u l u i o l e h p e r n y . c a t a t a n .n .

a t a a n l e n g k a p d a n d i i k u t i o l e h p a p a r a n y a n g b e r k a i .

( L i h a t c o n t o h p .t a n d e n g a n p e r n y a t a a n l e n g k a p i t u .

I C . . d a n I I F 1 5 ) . I E .a d a I B .

Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. bagian kata. Catatan: Judul skripsi. 3. Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a.1. . dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. tetapi diapit dengan tanda petik. melainkan ditipu. tesis. kata. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia. a. atau kelompok kata. majalah. 2. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. Dia bukan menipu. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka.

Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. daftar isi. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia. bab. indeks.Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi. daftar tabel. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. 1. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. bagian bab. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. daftar pustaka. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG . b. daftar lambang. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus. dan lampiran.

bagian kata. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2. indeks. 3 tidak lulus . Saya tidak mengambil bukumu. 2 kehilangan atau merugi . Misalnya: kalah v 1 tidak menang . Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. Saya tidak mengambil bukumu...... Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah...1 Latar Belakang Masalah 1.2 Tujuan Daftar. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. 3. untuk keperluan itu digunakan huruf miring.. 4 tidak menyamai . Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1.. atau kelompok kata. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi. kata.

terkalahkan v dapat dikalahkan ... Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual.mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah . 2 menaklukkan ...... huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda. .... 3 menganggap kalah .

. Misalnya: Buku itu sangat menarik.Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.

Kantor pajak penuh sesak. akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. sisipan. Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos. Misalnya: berjalan dipermainkan gemetar kemauan lukisan menengok petani b . 1. I m b u h a n . Imbuhan (awalan. a.Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu.

d i r a n g k a i k a n d e n g a n t a n d a h u b u n g j i k a d i t a m b a h k a n p .

a d a b e n t u k s i n g k a t a n a t a u k a t a d a s a r y a n g b u k a n b a h .

a s a I n d o n e s i a . J i k a b e n t u k d a s a r n y a . M i s a l n y a : mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2 .

b e r u p a g a b u n g a n k a t a . a w a l a n a t a u a k h i r a n d i t u l i s .

s e r a n g k a i d e n g a n k a t a y a n g l a n g s u n g m e n g i k u t i a t a u .

m e n d a h u l u i n y a . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a .

h u b u n g . B u t i r 5 . B a b I I I . H u r u f E . ) M i s a l n y a : bertepuk tangan garis bawahi .

menganak sungai sebar luaskan 3 . .

.

.

.

dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4 . .

.

Misalnya: adipati aerodinamika antarkota antibiotik anumerta audiogram awahama bikarbonat biokimia caturtunggal dasawarsa dekameter demoralisasi Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital.ditulis serangkai. gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital. tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu. dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler infrastruktur inkonvensional kosponsor mahasiswa mancanegara monoteisme multilateral narapidana nonkolaborasi pascasarjana paripurna poligami pramuniaga prasangka purnawirawan saptakrida semiprofesional subseksi swadaya telepon transmigrasi tritunggal ultramodern . Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan.

Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. dan anti. dapat digunakan sebagai bentuk dasar. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. ( 5 K a t . kecuali kata esa. k ontra. gabungan itu ditulis serangkai.Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. seperti pro. (3) Jika kata maha. Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. sebagai unsur gabungan. (4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia.

) a t a k s e b a g a i u n s u r g a b u n g a n d a l a m p e r i s t i l a h a n d i .

t u l i s s e r a n g k a i d e n g a n b e n t u k d a s a r y a n g m e n g i k u t i .

n y a . t e t a p i d i t u l i s t e r p i s a h j i k a d i i k u t i o l e h b e n .

t u k b e r i m b u h a n . M i s a l n y a : taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan

C. Bentuk Ulang
1. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya. Misalnya: anak-anak mata-mata

berjalan-jalan menulis-nulis biri-biri buku-buku hati-hati kuda-kuda mondar-mandir ramah-tamah sayur-mayur serba-serbi

kupu-kupu lauk-pauk Catatan: (1)

terus-menerus tukar-menukar

Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja. Misalnya: surat kabar → surat-surat kabar kapal barang → kapal-kapal barang rak buku (2) → rak-rak buku

Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi → gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi

2.

Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I, Huruf F, Butir 7.)

Catatan:
Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Misalnya:

Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang baru. Kami mengundang orang yang berminat saja. Mereka me-lihat pameran. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku terbitan Jakarta. Bajunya ke-merah -an
2 2 2 2

2

D. Gabungan Kata
1. Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Misalnya: duta besar model linear

kambing hitam orang tua simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit umum meja tulis 2. kereta api cepat luar biasa

Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Misalnya: anak-istri Ali ibu-bapak kami anak istri-Ali ibu bapak-kami

buku-sejarah baru buku sejarah-baru 3. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Misalnya: acapkali adakalanya darmasiswa puspawarna darmawisata radioaktif saptamarga

akhirulkalam dukacita

alhamdulillah halalbihalal saputangan

apalagi astagfirullah bagaimana barangkali beasiswa

hulubalang kacamata kasatmata kepada kilometer

saripati sebagaimana sediakala segitiga sekalipun sukacita sukarela sukaria syahbandar waralaba wiraswata

belasungkawa manakala bilamana bismillah bumiputra daripada darmabakti manasuka matahari padahal peribahasa perilaku

E. Suku Kata
1 Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. . a. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. Huruf diftong ai, au, dan oi tidak dipenggal. Misalnya: pan-dai au-la sau-da-ra am-boi c Jika di

.

tengah kata dasar ada huruf konsona n (termasu k gabunga n huruf konsona n) di antara dua buah huruf vokal, pemengg alannya dilakuka n sebelum huruf konsona n itu. Misalnya : ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d .

.

Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e . pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men . Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi.

Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup ( 2 ) .C a t a t a n : (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal.

.

atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel . Pemengg alan kata dengan awalan.itu → i-tu setia → se-ti-a 2 . akhiran.

itu. Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar. Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but .

pe-nge-tik ( 2 ) A k h i r a n i t i d a k d i p i s a h k a n p a d a p e r g a n t i a n b a r i .

s . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a h u b u n g . B a .

B u t i r 2 .b I I I . ) ( 3 ) P e m e n g g a l a n k a t a b e r s i s i . H u r u f E .

M i s a l n y a : ge-lem-bung .p a n d i l a k u k a n s e p e r t i p a d a k a t a d a s a r .

ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk ( 4 ) .

3 .Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan .. Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. Walaupun cuma cuma. mereka tidak mau ambil makanan itu. Bab III. Huruf E.) .. Butir 2.. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.

Ia datang dari Surabaya kemarin. Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari. Mari kita berangkat ke kantor. Dia berjalan-jalan di luar gedung. seperti kepada dan daripada. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan. atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). Huruf D. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. ke.Misalnya: bio-grafi bio-data foto-grafi foto-kopi intro-speksi intro-jeksi kilo-gram kilo-meter bi-o-gra-fi bi-o-da-ta fo-to-gra-fi fo-to-ko-pi in-tro-spek-si in-tro-jek-si ki-lo-gram ki-lo-me-ter pasca-panen pas-ca-pa-nen pasca-sarjana pas-ca-sar-ja-na 4 . Nama orang. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. Saya tidak tahu dari mana dia berasal. Cincin itu terbuat dari emas. F. (Lihat juga Bab II. . Kata Depan Kata depan di. Butir 3.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. badan hukum. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata.

satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. lalu keluar lagi. Jika Ayah membaca di teras. Dia lebih tua daripada saya. Dia masuk. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Bawa kemari gambar itu. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai. kah. Partikel lah. dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. Misalnya: Apa pun permasalahannya. Jangankan dua kali. Mis aln . G. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Adik pun membaca di tempat itu. Partikel 1.

hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. . 3 . Sekalipun belum selesai.ya: Adapun sebab sebabnya belum diketahui. Bagaimanapun juga. rumah itu tampak asri. tugas itu akan diselesaikannya. Walaupun sederhana.

.

Butir 7. sapaan. Singkatan nama orang. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Nasution H. jabatan.000. Hamid Abdul Haris Nasution Haji Hamid . Huruf I.H. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. (Lihat Bab II.Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. Misalnya: A.) H. a.00 per helai. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. Harga kain itu Rp50. nama gelar. Singkat an dan Akroni m 1. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.

Misalnya: .E.Suman Hs. Sdr.A. master of business administration magister humaniora magister sains sarjana ekonomi sarjana sosial sarjana komunikasi sarjana kesehatan masyarakat bapak saudara kolonel Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. S.K. Supratman Wage Rudolf Supratman M.R. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. Bpk. S.Kom S. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.M.B. Kol.Hum.Sos S.Si. M. M. badan atau organisasi. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perserikatan Bangsa Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia PT SD perseroan terbatas sekolah dasar KTP kartu tanda penduduk c. Suman Hasibuan W. b.

Yang terhormat Catatan: Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus.a. nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. Misalnya: a. atas nama d. dan sebagainya dst. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam suratmenyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. dan lain lain dsb. yang bersangkutan Yth. jumlah kpd. kepada tgl. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. dalam No.n. tanggal hlm. halaman yg. yang dl. Misalnya: dll. dan seterusnya sda. sama dengan atas ybs. dengan alamat .jml. d.

Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsurunsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Lambang kimia. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. untuk beliau u. Misalnya: Cu kuprum cm sentimeter kg kilogram kVA kilovolt ampere l liter Rp rupiah TNT trinitrotoluene 2 . takaran. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. . Misalnya: LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia SIM surat izin mengemudi b . timbangan. untuk perhatian e. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital.u.b.p. singkatan satuan ukuran. a.

Misalnya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappen Badan Perencanaan Pembangunan Na as sional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia c . (1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata). hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. Misalnya: pemilu pemilihan umum iptek ilmu pengetahuan dan teknologi rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu. . Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat.

IX. II.I . V.8. IV.1.3. L (50).9 Angka Romawi : I. Angka Arab : 0. M (1. VII. A n g k a d a n B i l a n g a n Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. dan 5 orang tidak memberikan suara. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.4. D (500). Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku. C (100). 15 orang tidak setuju.000).000. VI. III.5.7.2. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.000). M (1. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf. V (5.6. X. Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju. VIII. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.000) 1. kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. .

Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. 2. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu. Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian.Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. dan 250 sedan. A n g k a d i g u n a . 4 . Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. 100 minibus. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. jika lebih dari dua kata. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. 3. Panitia mengundang 250 orang peserta.

l u .k a n u n t u k m e n y a t a k a n ( a ) u k u r a n p a n j a n g . b e r a t .

( c ) n i l a i u a n g .a s . d a n i s i . ( b ) s a t u a n w a k t u . d a n .

5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter Rp5. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No. (2) Penulisan lambang mata uang. 14 Apartemen No.10* ¥100 2. 5. seperti Rp. rumah.00 US$3. atau kamar. kecuali di dalam tabel.00 10 persen 27 orang .000. US$.( d ) j u m l a h . 15 Jalan Wijaya No.50* £5. Misalnya: 0.000 rupiah Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. apartemen. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. £. 5 pukul 15.

Pasal 5.Hotel Mahameru. Misalnya: Bab X. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. Kamar 169 6 . a . Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci. B i l a n g a n u t u h M i s a l n y a : dua belas (12) tiga puluh (30) lima ribu (5000) b . B i l a n . halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7 .

g a n p e c a h a n M i s a l n y a : setengah (1/2) seperenam belas (1/16) tiga perempat (3/4) dua persepuluh (0. spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan .2) atau (2/10) tiga dua pertiga (3 2/3) satu persen satu permil (1%) (1‰) (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik.

Bab III. Butir 5). Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi. seperti akta dan kuitansi). Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut. Misalnya: lima lembar uang 1.000. Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22 30 / (dua-puluh-dua pertiga puluh) 20 15/17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152 /3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 8. (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian. pada awal abad XX (angka Romawi kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab pada awal abad kedua puluh (huruf) b. . (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Huruf E.(lima lembar uang seribuan) an tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) (uang lima-ribuan) uang 5.pecahan. Misalnya: a.000-an 10. kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) 9. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.

Bukti pembelian barang seharga Rp5. Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah.00 (lima ribu dolar).000.500.000.Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Rumah itu dijual dengan harga Rp125.000. . Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5. (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. penulisannya harus tepat. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).000.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban. 11.00.000.

.

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Buku ini boleh kau baca. Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Rumahnya sedang diperbaiki. Catatan: Kata kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. Siti mematuhi nasihat sang kakak. Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya.

1.

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Biarlah mereka duduk di sana. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik. (Lihat juga Bab III, Huruf I.) Misalnya: Buku itu disusun oleh Drs. Sudjatmiko, M.A. Dia memerlukan meja, kursi, dsb. Dia mengatakan, "kaki saya sakit." 2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau

daftar. Misalnya: a III Departemen . . Pendidikan Nasional A Direktorat . Jenderal Pendidikan Tinggi B Direktorat . Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1 Direktora . t Pendidika n Anak Usia Dini 2 ... . b 1. Patokan Umum . 1.1 Isi Karangan 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar Tangan 1.2.2 Tabel 1.2.3 Grafik 2. Patokan Khusus 2.1 ... 2.2 ... Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf. 3 . Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik) Catatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut. (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam. Misalnya: pukul 9.00 pagi pukul 11.00 siang pukul 5.00 sore pukul 8.00 malam (2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi, siang, atau malam. Misalnya: pukul 00.45 pukul 07.30 pukul 11.00 pukul 17.00

Lihat halaman 2345 dan seterusnya.pukul 22. 6 . dan Anton Siregar. dan detik yang menunjukkan jangka waktu. Soenjono Dardjowidjojo. Hans Lapoliwa. Misalnya: Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung.000. Misalnya: 1.00 4.30 jam (30 detik) 5.000 orang. Hasan.30 jam (20 menit.20. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.35. Azab dan Sengsara. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis. .000 orang. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.0.20 jam (1 jam. Catatan: (1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Penduduk Jakarta lebih dari 11. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Catatan: Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan. Weltevreden: Balai Poestaka. 20 detik) 0. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24.200 orang. dan tempat terbit. 30 detik) 0. 1920. menit. Misalnya: Alwi. Merari. Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12. 35 menit.

Nomor gironya 5645678. Misalnya: Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945) Salah Asuhan ( 3 ) T a n d a t i t i k t i d a k d i p a k a i d i b . (2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. tabel. dan sebagainya.

e l a k a n g ( a ) n a m a d a n a l a m a t p e n e r i m a s u r a t . ( b ) n a .

d a n ( c ) d i b e l a k a n g .m a d a n a l a m a t p e n g i r i m s u r a t .

Sdr.t a n g g a l s u r a t . Moh. M i s a l n y a : Yth. Hasan Jalan Arif Rahmad 43 Palembang Adinda Jalan Diponegoro 82 Jakarta 21 April 2008 ( 4 ) P e m i s . Kepala Kantor Penempatan Tenaga Jalan Cikini 71 Jakarta Yth.

a h a n b i l a n g a n r i b u a n a t a u k e l i p a t a n n y a d a n d e s i m a l .

250.50 8. Huruf H.75 $ 50.) 8.750 m 7 . Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat Bab II.d i l a k u k a n s e b a g a i b e r i k u t .750 m . Rp200.000.

Misalnya: Saya membeli kertas. sedangkan adiknya suka membaca puisi . dan kecuali.. Ini bukan buku saya.1. surat kilat. Surat biasa. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi. Misalnya: Saya akan membeli buku-buku puisi. tiga! 2. melainkan buku ayah saya. dua. Dia senang membaca cerita pendek. dan tinta. tetapi kau yang memilihnya. pena. . Satu.. Tanda koma dipakai di antara unsur unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. sedangkan. melainkan. ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko.

Misalnya: Saya akan datang kalau ada undangan. kecuali yang tinggal di luar kota. 4 . T a n d a k o m . Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak. C a t a t a n : Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Misalnya: Kalau ada undangan. kita harus banyak membaca buku. Agar memiliki wawasan yang luas.Semua mahasiswa harus hadir. Karena tidak congkak. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. 3. saya akan datang. dia mempunyai banyak teman.

a d i p a k a i d i b e l a k a n g k a t a a t a u u n g k a p a n p e n g h u b u n g .

a n t a r k a l i m a t y a n g t e r d a p a t p a d a a w a l k a l i m a t . s e p e .

j a d i . s e h u b u n .r t i o l e h k a r e n a i t u . d e n g a n d e m i k i a n .

d a n m e s k i p u n b e g i t u . .g a n d e n g a n i t u . M i s a l n y a : Anak itu rajin dan pandai. dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri. Oleh karena itu.

T a n d a k o m a d i p a k a . aduh. wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Meskipun begitu. dan kasihan. jalannya licin. ya. dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. sehubungan dengan itu. 5.Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. jadi. dan meskipun begitu. ya. atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Jadi. Dik. atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan. 6 . Bu. tidak dipakai pada awal paragraf. dengan demikian. begitu? Wah. kapan pulang? Mengapa kamu diam. Dik? Kue ini enak. bukan main! Hati hati. Catatan: Ungkapan penghubung antarkalimat. seperti Bu. seperti o. Mas. Misalnya: O. seperti oleh karena itu. wah. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru.

i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a r i b a g i a n l a i .

n d a l a m k a l i m a t . . ( L i h a t j u g a p e m a k a i a n t a n d a p e t i k .

H u r u f J d a n K . "Saya gembira sekali.B a b I I I ." 7 . T a n d a k o m a . ) M i s a l n y a : Kata Ibu." kata Ibu. "karena lulus ujian." "Saya gembira sekali.

t i d a k d i p a k a i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a .

r i b a g i a n l a i n y a n g m e n g i r i n g i n y a d a l a m k a l i m a t j i k .

a p e t i k a n l a n g s u n g i t u b e r a k h i r d e n g a n t a n d a t a n y a .

. M i s a l n y a : "Di mana Saudara tinggal?" tanya Pak Guru. 8 . "Masuk ke kelas sekarang!" perintahnya.a t a u t a n d a s e r u .

.

.

.

Universitas Indonesia. Jalan Salemba Raya 6. Jakarta Surabaya. .Sdr. Abdullah. Jalan Pisang Batu 1. Bogor Dekan Fakultas Kedokteran. 9 . 10 Mei 1960 Tokyo. Jepang.

.

Tanda koma dipakai di antara bagian bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir. hlm. hlm. H. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran Sugono. Misalnya: Alisjahbana. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 10. 2009. Kamus Politik Internasional. Amran (Ed. 1977). Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni. 12. Jakarta: Pusat Bahasa. Jakarta: Restu Agung. 1950). Halim. 1973. Takdir. 4.J. Mahmud. hlm. S. Junus. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia.S. Ilham. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Kamus Arab-Indonesia. 1984. Politik Bahasa Nasional. 25. Dendy. W. 11. 1967). Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya . Jilid 1.Gunawan. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar.) 1976. Poerwadarminta. Hilman. Hadikusuma.

atau marga.50 Rp750. Khadijah. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyataka n dengan angka.A. dengan Siti Khadijah M. S. .A. Catatan: Bandingkan Siti Khadijah. keluarga.3 kg Rp500.untuk membedakannya dari singkatan nama diri..E.00 C a t a t a n : Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antara dolar dan sen. Misalnya: B.H.M. Siti Aminah.5 m 27. S. (Siti Khadijah Mas Agung). Misalnya: 12.A. M. S. Ny. 1 2 . M.E. Bambang Irawan. M. Ratulangi.

.1 3 .

.

Di daerah kami. misalnya. pandai sekali.Guru saya. Pak Ahmad. masih banyak orang laki- .

laki yang makan sirih. Misalnya: Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah. Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma. 1 4 . . Semua siswa. baik laki-laki maupun perempuan. mengikuti latihan paduan suara.

.

.

Atas perhatian Saudara. kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini. . kami ucapan terima kasih. Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara.Dalam pengembangan bahasa. Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam pengembangan kosakata.

anak anak masih membaca buku buku yang baru dibeli ayahnya. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata.1. Ayah mengurus tanaman di kebun. Misalnya: . Ibu menulis makalah di ruang kerjanya. sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan. Adik membaca di teras depan. saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku. Dalam hubungan itu. Misalnya: Hari sudah malam. 2. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara.

pendataan anggota. dan kaos. (4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan tinta. sekretaris. dokumentasi. anggaran rumah tangga. penyusunan anggaran dasar. pensil. (2) berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. dan aset organisasi.Syarat syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: (1) berkewarganegaraan Indonesia. . Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua. baju. apel. (3) berbadan sehat. dan bendahara. celana. dan program kerja. 3. dan jeruk. Misalnya: Ibu membeli buku. pisang.

Catatan: Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. dan lemari. . meja. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. Misalnya: Kita memerlukan kursi. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati. dan lemari. meja. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi.1.

Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara : Aulia Arimbi b. (c) judul dan anak judul suatu karangan. tanggal Waktu 3. Tempat : Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acara : Bambang S." Ibu 4. : "Jangan lupa. Hari. Letakkan baik baik!" Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman. Nak!" Amir : "Baik. No. Misalnya: Ibu : "Bawa kopor ini.00—10. XLIII. Bu.30 Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Misalnya: a. (b) bab dan ayat dalam kitab suci. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Jakarta: Pusat Bahasa . 8/2008: 8 Surah Yasin: 9 Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. : Selasa.2. Misalnya: Horison. 28 Oktober 2008 : 09.

Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.1.. Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas.. tak ada gading yang takretak.. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris. Kukuran baru ini memudahkan kita me- . Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga cara baru . 2. Sebagaimana kata peribahasa.

T a n d a h u b u n g d i g u n a k a n u n t u k m e n y a m b u n g u n s u r - .ngukur kelapa. 3 . Senjata ini merupakan sarana pertahanan yang canggih.

M i s a l n y a : anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4 .u n s u r k a t a u l a n g . .

.

8-4-2008 p-a-n-i-t-i-a 5 .

..

.

.

d. gabungan kata yang merupakan kesatuan. dan f.dengan angka. Tanda hubung dipakai untuk merangkai: a. kata ganti yang berbentuk imbuhan.000) tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan sosial) Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok.ber-evolusi dua-puluh ribuan (20 x 1. b. angka dengan -an. se. c. Bandingkan dengan: be-revolusi dua-puluh-ribuan (1 x 20.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. ke. kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital. Misalnya: se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinar-X mem-PHK-kan ciptaan-Nya atas rahmat-Mu Bandara Sukarno-Hatta alat pandang-dengar . e.000) tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6.

7 . .

di-smash di-mark-up pen-tackle-an

1.

Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. Misalnya: Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. Keberhasilan itu–saya yakin–dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. 2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Misalnya: Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia–amanat Sumpah Pemuda–harus terus ditingkatkan. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'.

Misalnya:

Tahun 1928–2008 Tanggal 5–10 April 2008 Jakarta–Bandung Catatan: (1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat. Misalnya: Kita memerlukan alat tulis–pena, pensil, dan kertas. (Bandingkan dengan Bab III, Huruf D, kaidah 1.) (2) Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

1.

Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Misalnya: Kapan dia berangkat? Saudara tahu, bukan?

2.

Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya: Dia dilahirkan pada tahun 1963 (?). Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Misalnya: Alangkah indahnya taman laut ini! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Sampai hati benar dia meninggalkan istrinya! Merdeka!

1.

Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Misalnya: Kalau begitu ..., marilah kita laksanakan. Jika Saudara setuju dengan harga itu ..., pembayarannya akan segera kami lakukan. 2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut. Pengetahuan dan pengalaman kita ... masih sangat terbatas. Catatan: (1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

(3) Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi. Misalnya: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan cermat ....

1.

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. " Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi. " "Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentar!"

"Saya juga minta satu. Catatan: (1) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Misalnya: Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu. Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja. Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai".2. 3 . karangan. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. "Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar. "Apakah saya boleh ikut?" (2) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti . Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. Bacalah "Penggunaan Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Misalnya: Kata dia." Dia bertanya. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

dia mendapat julukan "Si Hitam". Karena warna kulitnya. Tanda petik (") dapat digunaka n sebagai pengganti idem atau sda. (3 ) Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. ia sendiri tidak tahu sebabnya. (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian (4 ) . Misalnya: Bang Komar sering disebut "pahlawan".khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.

yang berbentu k daftar. Misalnya: zaman bukan jaman asas plaza jadwal bus " " " " azas plasa jadual bis .

"Kaudengar bunyi 'kring kring' tadi?" "Waktu kubuka pintu depan. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. kudengar teriak anakku. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain." ujar Pak Hamdan. Misalnya: Tanya dia. 'Ibu. Bapak pulang'. 2. dan rasa letihku lenyap seketika.1. .

Misalnya: terpandai retina 'paling' pandai 'dinding mata sebelah dalam' mengambil langkah seribu 'lari pontang panting' 'sombong. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna. kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung. Bab III. Huruf M) Misalnya: feed-back 'balikan' dress rehearsal 'geladi bersih' tadulako 'panglima' . angkuh' 3.

Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan. . Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP). Misalnya: Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk).1. Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi).

Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya. 4 . (2) ijazah terakhir. (b) biaya produksi.2. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. dan (3) surat keterangan kesehatan. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri. Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran. Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku. Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keteranga n. 3. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). Catatan: Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah. . dan (c) tenaga kerja.

2) pensil. .Misalnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku. b) biologi. dan c) kimia. dan 3) tas sekolah. Dia senang dengan mata pelajaran a) fisika.

Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. . atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Ia memberikan uang [kepada] anaknya. kata. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf. Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. 2. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.1.

Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini. 1. Misalnya: No. 7/PK/2008 Jalan Kramat III/10 tahun ajaran 2008/2009 . nomor pada alamat. dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat.

dan ataupun.500. atau tindakan penganiayaan' Catatan: Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalanpenggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah.00/lembar tindakan penipuan dan/atau penganiayaan 'dikirimkan lewat darat atau lewat laut' 'harganya Rp1. . tiap. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau.00 tiap lembar' 'tindakan penipuan dan penganiayaan.2. Misalnya: dikirimkan lewat darat/laut harganya Rp1. tindakan penipuan.500.

.

1 Januari '08 ('lah = telah) ('08 = 1988) .Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. ('kan = bukan) Malam 'lah tiba. Dia 'kan sudah kusurati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut.

'asr sa'ah manfa'ah asar saat manfaat .

.

ra'yah ma'na ruku' rakyat makna rukuk paal baal pal bal .

octaaf oktaf .

aerobe aerodinamics aerob aerodinamika .

haemoglobin haematite hemoglobin hematit trailer caisson trailer kaison .

audiogram autotroph tautomer hydraulic caustic audiogram autotrof tautomer hidraulik kaustik .

calomel construction cubic coup classification crystal kalomel konstruksi kubik kup klasifikasi kristal .

central cent cybernetics sentral sen sibernetika .

circulation cylinder coelom sirkulasi silinder selom .

accomodation acculturation acclimatization accumulation acclamation akomodasi akulturasi aklimatisasi akumulasi aklamasi .

accent accessory vaccine aksen aksesori vaksin .

saccharin charisma cholera chromosome technique sakarin karisma kolera kromosom teknik .

echelon eselon .

machine mesin chip voucher China cip vocer Cina .

check ticket cek tiket .

çabda çastra sabda sastra darurat fardu hadir darurat fardu hadir .

effect description synthesis efek deskripsi sintesis idealist habeas idealis habeas .

stratosfeer systeem stratosfer sistem eicosane eidetic einsteinium eikosan eidetik einsteinium .

stereo geometry zeolite stereo geometri zeolit neutron eugenol europium neutron eugenol europium .

faqīr mafhum saf fakir mafhum saf fanatic factor fossil fanatik faktor fosil .

sorghum sorgum igue gigue ige gige .

hakim tahmid ruh hakim tahmid roh .

iambus ion iota iambus ion iota .

politiek riem politik rim .

variety patient efficient varietas pasien efisien khusus akhir khusus akhir .

contingent congres linguistics kontingen kongres linguistik oestrogen oenology foetus estrogen enologi fetus komfoor provoost kompor provos cartoon proof pool kartun pruf pul zoology coordination zoologi koordinasi gouverneur coupon contour gubernur kupon kontur phase physiology fase fisiologi .

spectograph spektograf pseudo psychiatry psychic psychosomatic pseudo psikiatri psikis psikosomatik pterosaur pteridology ptyalin pterosaur pteridologi ptialin aquarium frequency equator akuarium frekuensi ekuator qalbu haqiqah haqq kalbu hakikah hak rhapsody rhombus rhythm rhetoric rapsodi rombus ritme retorika .

salj asiri hadis salju asiri hadis subh musibah khusus subuh musibah khusus scandium scotopia scutella sclerosis scriptie skandium skotopia skutela sklerosis skripsi scenography scintillation scyphistoma senografi sintilasi sifistoma schema schizophrenia scholasticism skema skizofrenia skolastisisme ratio actie rasio aksi .

patient pasien ta'ah mutlaq Lut taat mutlak Lut theocracy orthography thiopental thrombosis methode (Belanda) teokrasi ortografi tiopental trombosis metode unit nucleolus structure institute unit nukleolus struktur institut dualisme aquarium dualisme akuarium suede duet sued duet equinox ekuinoks .

conduite konduite fluorescein quorum quota fluoresein kuorum kuota prematuur vacuum prematur vakum vitamin television cavalry vitamin televisi kavaleri jadwal marwa taqwa jadwal marwa takwa xanthate xenon xylophone xantat xenon xilofon executive taxi exudation eksekutif taksi eksudasi .

latex lateks exception excess excision excitation eksepsi ekses eksisi eksitasi excavation excommunication excursive exclusive ekskavasi ekskomunikasi ekskursif eksklusif yakitori yangonin yen yuan yakitori yangonin yen yuan yttrium dynamo propyl psychology itrium dinamo propil psikologi zenith zirconium zenit zirkonium .

Misalnya: bengkel. . Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. kabar. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang dipaparkan di atas. paham. nalar. sirsak 2. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja.zodiac zygote zodiak zigot zalim hafiz zalim hafiz gabbro accu effect commission ferrum salfeggio ummat tammat gabro aki efek komisi ferum salfegio umat tamat mass massa 1. perlu.

-(a)tie (Belanda) menjadi -asi. structureel formal. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -ase percentage etalage -al (Inggris). Kata seperti standardisasi. oligarchie -ary.suaiannya dalam bahasa Indonesia. -eel (Belanda). actie publication. efektif. complementair primary. -aal (Belanda) menjadi -al structural. -si action. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. primair secondary. anarchie oligarchy. normaal -ant menjadi -an accountant informant -archy. Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. -air (Belanda) menjadi -er complementary. secundair komplementer primer sekunder -(a)tion. formeel normal. publicatie aksi publikasi -eel (Belanda) menjadi -el anarki oligarki akuntan informan struktural formal normal persentase etalase .

elektronisch mechanic. practisch ekonomis praktis logical. -isch (Belanda) menjadi -is economical. techniek logika fonetik fisika dialektika teknik -ic. logica phonetics. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. economisch practical. logisch logis .ideëel materieel moreel -ein tetap -ein casein protein ideel materiel morel kasein protein -i (Arab) tetap -i haqiqi insani jasmani hakiki insani jasmani -ic. physica dialectics. -ics. -ique. -iek. phonetiek physics. mechanisch ballistic. -ika logic. ballistisch elektronik mekanik balistik -ical. -ica (Belanda) menjadi -ik. dialektica technique.

-iel menjadi -il percentile. communisme -ist menjadi -is publicist egoist -ive. analogie teknologi fisiologi analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog alamiah aliah ilmiah deskriptif demonstratif publisis egois modernisme komunisme persentil mobil . -iyyat (Arab) menjadi -iah alamiyyah aliyyah ilmiyyah -logue menjadi -log catalogue dialogue catalog dialog -logy.-ile. mobiel -ism. demonstratief -iyyah. -logie (Belanda) menjadi -logi technology. descriptief demonstrative. -isme (Belanda) menjadi -isme modernism. percentiel mobile. modernisme communism. technologie physiology. physiologie analogy. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive.

universiteit quality. kwaliteit universitas kualitas -ure. hominoide anthropoid. anthropoide hominoid antropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir repertoire trotoar repertoar -or. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. struktuur premature. inspecteur amateur formateur direktur inspektur amatir formatur -or tetap -or dictator corrector diktator korektor -ty. directeur inspector. -ir director.epiloog epilog -oid. -teit (Belanda) menjadi -tas university. prematuur struktur prematur . -uur (Belanda) menjadi -ur structure. -eur (Belanda) menjadi -ur.

.

.

.

gubug : gubuk .do'a : doa . Referensi Dan Contoh Sun.apotik : apotek . sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah.Pengertian.ijin : izin . di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul : .entuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah. Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 13/04/2008 .azasi : asasi .imajinasi : imaginasi .azas : asas .bis : bus .8:36pm — godam64 Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia.atlit : atlet .hadist : hadis .   Ejaan Baku Dan Ejaan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia . Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar.duren : durian . Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum.

jaman : zaman .sportifitas : sportivitas .kreatifitas : kreativitas . .aktifitas : aktivitas ..karir : karier .ramadhan : ramadan .nomer : nomor .rapor : rapot . Menulis sambil belajar.insyaf : insaf .kreativ : kreatif .kalo : kalau .trotoar : trotoir Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd : .sportiv : sportif .rame : ramai .obyek : objek .kongkrit : konkret . Penulis di dini juga manusia yang tidak luput dari salah.sentausa : sentosa .produktifitas : produktivitas .aktiv : aktif .produktiv : produktif Tambahan : Situs web yang kaya akan ilmu pengetahuan ini pun tidak luput dari kesalahan ejaan.

Pada dasarnya ejaan ini sama dengan Van Ophusyen.rumah sakit/ Ejaan Repulik/Ejaan Suwandi Ejaan Republik dimuat dalam surat keutusan Menteri P dan K Mr. Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menanda /u/ Tanda trema pada huruf a dan I dihilangkan. Cirri khusus ejaan Republik / Suwandi dalah sebagai berikut : 1. 2. Penulisan kata ulang dapat dilakukn dengan dua cara. 2. Ejaan Van Ophusyen b). dsb dengan menggunakan tanda penghubung misalnya /rumah-sakit/. Van Ophusyen. kata ulang. Perlambangan fonem dengan huruf (tata bunyi) Ketetapan penulisan satuan-satuanbentuk kata misalnya kata dasar. 2. 2./anak-negeri/ dipisahkan. 3. misalnya bapa’. 5. seekor. misalnya /anak negeri/ . Pengertian Ejaan Ejaan adalah suatu keseluruhan system penulisan bunyi-bunyi bahasa yang meliputi: 1. misalnya: janda2 (dibaca: janda-janda) Kata majemuk ditulis dengan tiga cara : 1. Soewandi No. 3. 3. apabila/. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 2. Ciri khusus ejaan Van Ophusyen adalah : 1. . System ejaan Suwandi merupakan system ejaan latin untuk Bahasa Indonesia. dsb. Ejaan Republik / Ejaan Suwandi c). Ejaan Van Ophusyen ejaan Van Ophusyen disebut juga ejaan balai pustaka. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. hanya saja ada beberapa penyederhanaan dan perubahan. A. Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda. 4. 3. misalnya ejaan. 2011 8:25 am in Pendidikan Guru — 1. 6. kata majemuk dan lain sebagainya. 3. Contoh pada kata /emek/ ditulis /ema’/ kata ulang diberi angka 2. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai dengan 1947. ta’ jika pada suatu kata berakhiran huruf /a/ mendapat akhiran /i/ maka diatas akhiran itu diberi tanda trema /”/ huruf /e/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ di atasnya. dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). 5. 264/Bhs. dirangkai menjadi satu. huruf /u/ ditulis /oe/ koma hamzah /k/ ditulis dengan tanda /’/ pada akhir kata. misalnya /hoeloebalang. Contohnya : . 4. Ketetapan cara menulis kalimat dan bagian-bagian dengan menggunakan tanda baca. ejaan ini merupakan karya Ch. Adapun ejaan yang pernah berlaku di Indonesia adalah : a). A tanggal 19 Maret 1947 oleh sebab itu ejaan ini disebut Ejaan Suwandi.EJAANBAHASAINDONESIA 4 Comments Written by mas-shiro on April 8th. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalnya kata’ menjadi katak. Ejaan Malindo d).

/praktek/ bukan /peraktek/ . Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara. Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa indoneia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah. Tata-laksana 3). Berlari-larian 2). Berlair2-an 6. Misalnya : /putra/ bukan /putera/. Contohnya : 1). Tatalaksana 7. Tata laksana 2).1).

Kaidah pelafalan bunyi bahasa Indonesia berbeda dengan kaidah bunyi bahasa lain. Keraguan yang dimaksud ialah ketidakteraturan pengguna bahasa dalam melafalkan huruf. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan. Kekurangan tersebut terlihat pada adanya fonem (bunyi) yang masih dilambangkan dengan dua tanda. /ny/. yaitu /e/ pepet dan /e/ taling. bahasa Belanda. Pada akhir-akhir ini sering kita dengar orang melafalkan bunyi bahasa Indonesia dengan keraguan. Akan tetapi. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam penyusunan ejaan bahasa Indonesia yang lebih sempurna. Lain halnya dengan bahasa Indonesia. Perhatikan contoh berikut! Artikel Terkait    Penerbit dan Anak Perusahaannya "Rp" Itu Bukan Singkatan Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa . satu bunyi yang dilambangkan dengan satu huruf. dan tanda baca. ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda saja. yaitu satu bunyi dilambangkan dengan satu tanda (huruf). dan Pemisahan Suku Kata Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Tegasnya. dan /sy/. seperti bahasa Inggris. Sebaliknya. dapat diucapkan dengan berbagai wujud bunyi bergantung pada bunyi atau fonem yang ada di sekitarnya. yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf. unsur serapan. /kh/. kenyataannya masih terdapat kekurangan. Pelafalan Salah satu hal yang diatur dalam ejaan ialah cara pelafalan atau cara pengucapan dalam bahasa Indonesia. ketentuan pelafalan yang berlaku dalam bahasa Indonesia cukup sederhana. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. kata. yaitu /ng/. Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambang (huruf) diucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf tersebut. yaitu bunyi-bunyi dalam bahasa Indonesia harus dilafalkan sesuai dengan apa yang tertulis. Ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia sekarang menganut sistem ejaan fonemis. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf.Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan: Pelafalan. misalnya /a/ atau /g/. lafal dalam bahasa Indonesia disesuaikan dengan tulisan. terutama bahasa asing. dan bahasa Jerman. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik. Dalam bahasa tersebut. A. Pemakaian Huruf.

CO2 Lafal yang benar: [Se O2] . gunung. yaitu nama orang. Perhatikan contoh berikut! .coca Lafal yang benar: cola [ko ka ko la] . bergantung pada kebiasaan yang berlaku untuk nama tersebut. Pertimbangan yang dimaksud ialah pertimbangan adat. hukum. bergantung pada pemilik nama tersebut. atau nama obat-obatan. dan sebagainya disesuaikan dengan kaidah ejaan yang berlaku. badan hukum. pelafalan nama orang dapat saja diucapkan tidak sesuai dengan yang tertulis. [emtekui] Lafal yang benar: [em te ki] Hal yang perlu mendapat perhatian ialah mengenai pemakaian dan pelafalan huruf pada penulisan dan pelafalan nama diri. lembaga. enersi. Jadi. pemakai bahasa dapat saja melafalkan unsur tersebut tidak sesuai dengan yang tertulis. kecuali kalau ada pertimbangan lain.    Translasi Berdimensi Budaya Setop Menulis Stop! Harapan Pada Bahasa Luluhnya "P" Sehabis "Me-" -teknik Lafal yang salah: tehnik Lafal yang benar: teknik [t e k n i k] -tegel Lafal yang salah: tehel Lafal yang benar: tegel [t e g e l] -energi Lafal yang salah: enerhi. sungai. Di dalam kaidah ejaan dikatakan bahwa penulisan dan pelafalan nama diri. Hal tersebut memerlukan kesepakatan lebih lanjut dari pakar yang bersangkutan. nama minuman. atau kesejahteraan. agama.HCI Lafal yang benar: [Ha Se El] . Demikian pula halnya dengan pelafalan unsur kimia. jalan. dengan kebebasan memilih apakah mengikuti Ejaan Republik (Soewandi) atau Ejaan yang Disempurnakan. Perhatikan pelafalan berikut! -TV Lafal yang salah: [tivi] Lafal yang benar: [t e ve] -MTQ Lafal yang salah: [emtekyu]. enerji Lafal yang benar: energi [e n e r g i] Masalah lain yang sering muncul dalam pelafalan ialah mengenai singkatan kata dengan huruf. Jadi. Sebaiknya pemakai bahasa memperhatikan pelafalan yang benar seperti yang sudah dibakukan dalam ejaan. kota.

seperti pada kata tahun. lahir. pohon. Pelafalan bunyi /h/ ada aturannya dalam bahasa Indonesia. kohesi. merupakan huruf serapan dan sekarang huruf-huruf tersebut dipakai secara resmi di dalam bahasa Indonesia.valuta tidak boleh diganti dengan paluta .ziarah tidak boleh diganti dengan jiarah. /v/. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang sama harus dilafalkan dengan jelas.Quran tetap ditulis Quran (nama) . seperti kata mahir. x. pemakaian huruf itu tetap dipertahankan dan jangan diganti dengan huruf lain. Beberapa huruf di antaranya. dan /z/. luhur.quadrat harus ditulis dengan kuadrat . seperti pada kata mahal. liyat. B. seperti xenon. Contoh: .Kaidah pelafalan yang perlu dibicarakan di sini ialah pelafalan bunyi /h/.aquarium harus ditulis dengan akuarium . yaitu huruf /f/. payit. sinar x. Pemakaian Huruf Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan menggunakan 26 huruf didalam abjadnya. siarah Meskipun huruf-huruf serapan sudah dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia. harus kita ingat ketentuan pemakaian huruf /q/ dan /x/. Demikian pula huruf /x/ dapat dipakai untuk lambang. Contoh: . sedangkan untuk istilah umum harus diganti dengan huruf /k/.pasif tidak boleh diganti dengan pasip . kohir. Huruf /q/ hanya dapat dipakai untuk nama istilah khusus. Dengan demikian. + y. /x/. Huruf /x/ apabila terdapat pada tengan kata dan akhir kata diganti dengan huruf gugus konsonan /ks/. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang berbeda dilafalkan dengan lemah atau hampir tidak kedengaran. pahit.aktif tidak boleh diganti dengan aktip . lihat. sihir. leher.fakta tidak boleh diganti dengan pakta . Bunyi /h/ pada kata seperti itu umumnya dilafalkan dengan bunyi luncur /w/ atau /y/. yaitu mulai dengan huruf /a/ sampai dengan huruf /z/. yaitu tawun. Aturan ini tidak berlaku bagi kata-kata pungut karena lafal kata pungut disesuaikan dengan lafal bahasa asalnya.

Penulisan harus mengikuti kaidah-kaidah pemisahan suku kata yang diatur dalam Ejaan yang Disempurnakan seperti berikut ini. Pengguna bahasa tidak boleh melakukan pemotongan kata berdasarkan kepentingan lain.ta’zim harus diganti dengan taksim . Pemisahan Suku Kata Setiap suku kata bahasa Indonesia ditandai oleh sebuah vokal.ma’ruf harus diganti dengan makruf . Apabila di tengan kata terdapat dua konsonan berurutan. yaitu terdapat pada bagian akhir setiap baris tulisan. 1) Apabila di tengah kata terdapat dua vokal berurutan. Persukuan atau pemisahan suku kata biasanya kita dapati pada penggantian baris. Contoh: Main ma-in. juga digunakan untuk melambangkan bunyi huruf hamzah (glotal). pemisahan dilakukan di antara kedua konsonan tersebut. Ternyata masih ada pengguna bahasa yang menggunakan tanda ‘ain’ /’/ untuk bunyi hamzah (glotal) tersebut.da’wah harus diganti dengan dakwah . taat ta-at 1.. Contoh: . Contoh : ambil am-bil undang un-dang 2. Apabila di tengan kata terdapat konsonan di antara dua vokal pemisahannya dilakukan sebelum konsonan. Huruf vokal itu dapat didahului atau diikuti oleh huruf konsonan. pemisahan dilakukan di antara vokal tersebut.taxi harus ditulis dengan taksi . Contoh: bapak ba-pak sulit su-lit .ma’mur harus diganti dengan makmur C.complex harus ditulis dengan kompleks Huruf /k/ selain untuk melambangkan bunyi /k/. misalnya mencari kelurusan baris pada pinggir baris setiap halaman atau hanya untuk memudahkan pengetikan.

Contoh: Salah Benar pengam . Contoh: minuman mi-num-an bantulah ban-tu-lah 5. Imbuhan termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Apabila di tengah kata terdapat tiga atau empat konsonan. tetapi diletakkan di samping kanan huruf. Tanda pemisah (tanda hubung) tidak diperkenankan diletakkan di bawah huruf dan juga tidak boleh berjauhan dengan huruf. Contoh: bangkrut bang-krut instumen in-stru-men 4. Pada akhir baris dan awal baris tidak diperkenankan ada huruf yang berdiri sendiri. Contoh: Salah ikut juga masalah itu Benar ikut juga masalah itu 6. baik vokal maupun konsonan. penyukuannya dipisahkan sebagai satu kesatuan.3. pemisahannya dilakukan di antara konsonan pertama dan konsonan kedua.

bela jar Benar pengambilan . belajar .bilan.

huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe. itoe. ë. Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia. pa’. untuk menuliskan katakata ma'moer.Ejaan Van Ophuijsen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ta’. sajang. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia. Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik pada 17 Maret 1947.W. [sunting]Sejarah singkat Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. Sumatera Barat. Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku. Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi. antara lain:    huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang. menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata. dinamaï. Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T. Belanda. yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda. oemoer. ‘akal. tanda diakritik. ï dan ö. Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä. Taib Sultan Ibrahim. seperti koma ain dan tanda trema. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi. pajah. sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. . bukan diftong. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe. kemudian menjadi profesor bahasa Melayu diUniversitas Leiden. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful