Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan.

Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu 1. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad 2. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis 3. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. ejaan dan diksi yang dipakai dalam suatu artikel. Pertama saya akan menjelaskan apa itu ejaan dan diksi. A. EJAAN Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu: 1. Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad. 2. Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis. 3. Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. B. DIKSI Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. Di bawah ini terdapat artikel yang menurut saya memiliki ejaan dan diksi yang salah. (-) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 pelacur jalanan yang sering mangkal di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dijaring polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah penjaja cinta itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka mejeng di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang mejeng,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, pelacur tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semak-semakan tak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat esek-esek jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil pelacur yang bisa lolos

dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar pelacur itu ikut diringkus. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) NB: Kata-kata berwarna merah adalah kata-kata yang ejaan dan diksi yang salah. Jika diperbaiki maka kata-kata yang benar adalah kata-kata berwarna biru pada artikel di bawah ini: (+) KEMAYORAN (Pos Kota)- Sebanyak 14 wanita tuna susila jalanan yang sering menetap di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dirazia polisi, Selasa (12/10) dinihari tadi. Sebanyak 11 wanita penghibur lelaki hidung belang dan 3 pengojek dikirim ke Pantis Sosial di Cipayung, Jakarta Timur. Polisi merazia tempat pelacuran liar itu lantaran banyak laporan dari masyarakat. Apalagi di lokasi tesebut sering terjadi tindak kejahatan. Tidak itu saja, ulah wanita tuna susila itu sudah meresahkan warga sekitar. “Kami risih bila melihat mereka menampakkan diri di jalanan. Apalagi ketika kita jalan sama keluarga. Soal jam 8 malam mereka sudah ada yang menampakkan diri,” ujar Beby yang tinggal di salah satu apartemen di Kemayoran. Operasi ini melibatkan 26 anggota polisi dibantu 6 orang anggota Satpol PP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemayoran Kompol R. Sitinjak MM. Polisi langsung disebar ke beberapa lokasi. Melihat ada operasi, wanita tuna susila tersebut langsung lari pontang panting. Ada yang bersembunui di semaksemaktak jauh dari lokasi. Namun, karena tempat abal-abal jalanan itu sudah dikepung, hanya sebagian kecil wanita tuna susila yang bisa lolos dari sergapan petugas. Tidak itu saja tiga pengojek yang sering jadi pengantar wanita tuna susilaitu ikut ditangkap. Mereka yang disergap adalah Siti, 26, Viola, 22, Santi, 22. Tri Rahayu, 20, Dara, 22, Wulan, 23, Lusiana, 23. Sri lestari, 22. Heni, 23, Dewi, 23, Sari, 24,dan tiga pengojek Hasanudin, 25, Heru, 25, serta Prodo. (silaen/B) Kata-kata yang ejaan dan diksinya salah: pelacur = wanita tuna susila => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang kasar. mangkal = menetap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. dijaring = dirazia => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. mejeng = menampakkan diri => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. semak-semakan = semak-semak => Dalam kata perulangan ini tidak perlu menggunakan imbuhan -an pada akhirannya. esek-esek = abal-abal => Dalam kata perulangan ini menggunakan kata yang tidak baku. diringkus = ditangkap => Pemilihan kata (diksi) yang tidak tepat, menggunakan kata yang tidak baku. NB: Ada kata-kata yang sepenuhnya belum 100% benar.Selamat membaca. Terima Kasih.

Sintaksis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Dalam linguistik, sintaksis (dari Yunani Kuno: συν- syn-, "bersama", dan τάξις táxis, "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern." Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Katasintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika, seperti logika, bahasa formal buatan, dan bahasa pemrograman komputer.
PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2000KATA PENGANTAR CETAKAN KETIGA Buku Pedoman Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Khusus Bahan Penyuluhan) cetakan I dan II telah habis dibagikan kepada para peserta kegiatan Pemasyarakatan Bahasa Indonesia di berbagai instansi di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini dicetak ulang dengan penerbitan kesalahan cetak yang terdapat pada cetakan sebelumnya. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bagi masyarakat luas. Jakarta, 1 Agustus 2000 Hasan Alwi Kepala Pusat BahasaKEPUTUSAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA No. 054a/U/1987 Tentang Penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Membaca :Surat Kepala Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 6 Desembar 1986 No. 5965/F8/U1.7/86. Menimbang : a. bahwa dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975 telah ditetapkan peresmian berlakunya “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dan “Pedoman Umum Pembentukan Istilah”; b.bahwa sesungguhnya bahasa itu senantiasa berubah dan berkembang sesuai dengan kehiduoan masyarakat; c. bahwa sesungguhnya dengan hal tersebut pada sub a dan b, dipndang perlu menetapkan penyempurnaan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‟. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia: a. Nomor 44 Tahun 1974; b. Nomor 52 Tahun 1975;c. Nomor 45/M Tahun 1983; d. Nomor 15 Tahun 1984 sebagaimana telah diubah/ditambah terakhir dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 1987;

e. Nomor 138/M Tahun 1985; 2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No. 0196/U/1975. MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Menyempurnakan „Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan” sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 No.0196/U/1975 menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Kedua : Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur lebih lanjut

dalam ketentuan tersendiri. Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Tanggal 9 September 1987 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Fuad HasanPRAKATA Sejak peraturan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin ditetapkan pada tahun 1901 berdasarkan rancangan Ch. A. van Ophuysen dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma‟moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim, penyempurnaannya berkali-kali diusahakan. Pada tahun 1938, selama Kongres Bahasa Indonesia yang pertama kali di Solo, misalnya disarankan agar ejaan Indonesia lebih banyak diinternasionalkan. Pada tahun 1947 Soewandi, Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu, menetapkan dalam surat keputusannya tanggal 19 Maret 1947, No. 264/Bhg. A bahwa

perubahan ejaan bahasa Indonesia dengan maksud membuat ejaan yang berlaku menjadi lebih sederhana. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan Ejaan Republik. Beberapa usul yang diajukan oleh panitia menteri itu belum dapat diterima karena masih harus dirinjau lebih jauh lagi. Namun, sebagai langkah utama dalam usaha penyederhanaan dan penyelarasan ejaan dengan perkembagan bahasa, keputusan Soewandi pada masa pergolakan revolusi itu mendapat sambutan baik. Kongres Bahasa Indonesia Kedua, yang diprakarsai Menteri Moehammad Yamin, diselenggarakan di Medan pada tahun 1954. Masalah ejaan timbul lagi sebagai salah satu mata pertemuan itu. kongres itu mengambil keputusan supaya ada badan yang menyusun peratura ejaan yang praktis bagi bahasa Indonesia. Panitia yang dimaksud (Priyono-Katoppo, Ketua) yang dibentuk oleh Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 19 Juli 1956, No. 44876/S, berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957 setelah bekerja selama setahun. Tindak lanjut perjanjian persahabatan antara Republik Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1959, antara lain berupa usaha mempersamakan ejaan bahasa kedua Negara ini. Maka pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmuljana-Syed Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya megurungkan peresmiannya.Sesuai dengan laju pengembangan nasional, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan yang pada tahun 1968 menjadi Lembaga Bahasa Nasional, dan akhirnya pada tahun 1975 menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, menyusun program pembakuan bahasa Indonesia secara menyeluruh. Di dalam hubungan ini, panitia Ejaan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (A.M. Moeliono, ketua) yang disahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Sarino Mangunpranoto, sejak tahun 1966 dalam surat keputusannya tanggal 19

Atas permintaan ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI). No. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 12 Oktober 1972. Mashuri.I/72. 156/P/1972 (AmranHalim. dan diperkenalkan secara luas oleh sebuah panitia antardepartemen (Ida Bagus Mantra.September 1967. pada tahun 1972 rancangan tersebut disetujui untuk dijadikan bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara. No. Rujianti Mulyadi. Ketua dan Lukman Ali. Hussen Onn. dan Menteri Pelajaran Malaysia.W. Setelah rancangan itu akhirnya dilengkapi di dalam Seminar Bahasa Indonesia di Puncak pada tahu 1972. Konsep itu ditanggapi dan dikaji leh kalangan luas di seluruh tanah air selama beberapa tahun. menyusun buku Pedoman Umum ini yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang . 062/1967. Ketua Kelompok Teknis Bahasa) yang ditetapkan dengan surat keputusan Menteri pendidikan dan Kebudayaan tanggal 20 Mei 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebar buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ketua). No. 03/A. tahun 1972. maka pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu juga diresmikanlah aturan ejaan yang baru itu berdasarkan keputusan Presiden No. dengan nama Ejaan yang Disempurnakan. menyusun konsep yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. 57. rancangan peraturan ejaan tersebut dipakai sebagai bahan oleh tim Ahli Bahasa KOTI yang dibentuk oleh ketua Gabungan V KOTI dengan surat Keputusannya tanggal 21 Februari 1967. Karena penuntun itu perlu dilengkapi. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. Ketua) dalam pembicaraan mengenai ejaan dengan pihak Malaysia di Jakarta pada tahun 1966 dan di Kuala Lumpur pada tahun 1967. Dalam Komite Bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 011/G-5/II/ 1967 (S. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. No.

Ketua). PEMAKAIAN HURUF A. Kepada segenap instansi.lebih luas. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Penyusunan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ini telah dimungkinkan oleh tersedianya biaya Pelita II yang disalurkan melalui Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (S. Rujiati Mulyadi. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A B C D E F G H a b c d e f g h . Pencetakan Pedoman Umum ini dilaksanakan oleh Proyek Penulisan dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan dan Profesi. Nama huruf disertakan di sebelahnya. kalangan masyarakat. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut.W. Agustus 1975 Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Pusat Pembinaan dan Pengembagan Bahasa DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANI. dan perorangan yang telah memungkinkan tersusunnya Pedoman Umum ini disampaikan penghargaan dan terima kasih.

I a be ce de e ef ge ha i J K L M N O P Q R Je ka el em en i j k l m n o p q r .

e.o pe ki er S T U V W X Y Z es te u ve we eks ye zet B.dan u. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. huruf contoh pemakaian dalam kata vokal di awal di tengah di akhir s t u v w x y z . o. i.

E. * Huruf k di sini melambangkan bunyi hamzah. Huruf diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. ** Khusus untuk nama dan keperluan ilmu. dapat digunakan tanda aksen jika ejaan kata menimbulkan keraguan. t. n. w.D. q. j.a api padi lusa e enak petak sore emas kena tipe i itu simpan murni o oleh kota radiou ulang bumi ibu * Dalam pengajaran lafal kata. f. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). r. Gabungan Huruf Konsonan . dan z. y. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. s. p. x. c. h. k. C. au. m. d. Upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah. v. dan oi. l. g. Kami menonoton film seri (séri). Pertandingan iru berakhir seri.

Misalnya: man-di. Jikan di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan. mu-ta-khir c. Misalnya: . Pemenggalan Kata 1. bang-sa. F. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. som-bong. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. ny. ke-nyang. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. la-wan.Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan. di antara dua buah huruf vokal. ba-rang. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. Misalnya: ba-pak. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. de-ngan. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. ng. yaitu kh. dan sy. ca-plok Ap-ril. su-lit. Misalnya: au-la bukan a-u-la sau-dara bukan sa-u-da-ra am-boi bukan am-bo-i b. termasuk gabungan huruf konsonan. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.a. makh-luk d. swas-ta.

mem-bantu. in-fra. si-nam-bung. ki-lo-gram Pasca-panen. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING . Misalnya: te-lun-juk. ben-trok ikh-las 2. fo-to-gra-fi Intro-speksi. in-tro-spek-si Kilo-gram. ge-li-gi 3. bang-krut. Bab V. dapat dipenggal pada pergantian baris. pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah 1a. 1b. bi-o-gra-fi Foto-grafi. pergi-lah Catatan: a.Misalnya: makan-an. Pasal E. b. ul-tra.in-stru-men. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain. Imbuhan akhiran dan imbuhan aalan. pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut. me-rasa-kan.II. Misalnya: Bio-grafi.) c. termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. kecuali jika ada pertimbangan khusus. Ayat 1. dan nama dari yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Akhiran -i tidak dipenggal. pas-ca-pa-nen Keterangan: Nama orang. badan hukum. Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal. Pada kata yang berimbuhan sisipan. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. 1c dan 1d di atas.

termasuk kata ganti untuk Tuhan. Quran. 3. Nak!” “Kemarin engkau terlambat. Yang Mahakuasa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. 2. “Berhati-hatilah. “Kapan kita pulang?” Bapak menasihatkan. Alkitab. Sultan Hasanuddin. Weda. Misalnya: Mahaputra Yamin. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. Pekerjaan itu belum selesai.” kata ibu. ya Tuhan.” katanya. Misalnya: Allah. “Besok pagi. keturunan. Misalnya: Dia mengantuk. “dia akan berangkat”. nama instansi. atau . Imam Syafii. Misalnya: Adik bertanya.A. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Yang Maha Pengasih. Haji Agus Salim. Apa maksudnya?Kita harus beker keras. 4. Islam. Kristen. Nabi Ibrahim. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya Bimbinglah hamba-Mu. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertetu. ke jalan yang Engkau beri rahmat.

Misalnya:Bangsa Indonesia. atau nama tempat. Wage Rudolf Supratman. Misalnya: Amir Hamzah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. suku bangsa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. Misalnya: Mesin diesel. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. 6. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. nama instansi. bahasa Inggris . Gubernur Irian Jaya. 5 ampere 7. Dewi Sartika. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. 10 volt. Misalnya: Siapakah gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. dan bahasa. Tahun ini dia pergi naik haji.nama tempat. Perdana Menteri Nehru. Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. suku Sunda. Profesor Supomo. Halim Perdanakusumah. nama instansi. atau nama tempat. 5.

Misalnya: Mengindonesiakan kata asing Keinggris-inggrisan 8. Kali Brantas.. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. hari. tarikh Masehi. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadiunsur nama diri. suku. 9. Bukit Barisan. bulan Agustus. Teluk Benggala. Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia. Lembah Baliem. Dataran Tinggi Dieng. Banyuwangi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Misalnya: tahun Hijriah. Danau Toba. bulan. Tanjung Harapan. hari raya. Jazirah Arab. Jalan Diponegoro. hari Galungan. Misalnya: Asia Tenggara. Cirebon. dan peristiwa sejarah. Perang Candu. Ngarai Sianok. hari Jumat. Terusan Suez. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pegunungan Jayawijaya. Gunung Semeru. hari Lebaran. Selat Lombok. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipkai sebagai nama. hari Natal. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. bulan Maulid. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. Misalnya: .

Majelis Permusyawaratan Rakyat. Rancangan Undang-Undang Kepegawaian12. Tahun 1972. Keputusan Presiden Republik Indonesia. mandi di kali. beberapa badan hukum.berlayar ke teluk. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. kecuali kata seperti dan. badan. pisang ambon 10. kerja sama antara pemerintah dan rakyat. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. majalah. Undang-Undang Dasar Repulik Indonesia. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. surat kabar dan judul karangan. kacang bogor. Misalnya: Menjadi sebuah republik. Nomor 57. kecuali . Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa. gula jawa. 11. Misalnya: Republik Indonesia. pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. menyeberabangi selat. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. serta nama dokumen resmi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara. Misalnya: garam inggris. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak. serta dokumen resmi. menurut undang-undang yang berlaku. serta nama dokumen resmi.

Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. doctor M. . untuk yang tidak terletak pada posisi awal. saudara 14. Adik bertanya. Tuan Ny. Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.E. Misalnya: Dr. ke. dari. professor Tn. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.A. ibu.S. sarjana sastra Prof. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. pangkat. sarjana hukum S.kata seperti di. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. yang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. 13. master of arts S. sarjana ekonomi S. Nyonya Sdr. “Itu apa. dan sapaan. kakak. saudara. adik.H. dan.Misalnya: “Kapan Bapak Berangkat?” tanya Harto. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.

Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. Dia buka menipu. . Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. buku Negarakertagama karangan Prapanca. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.“Silakan duduk. Huruf Miring 1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Dik!” kata Ucok. B. atau kelompok kata. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. bagian kata. majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. kata. 2. 15. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. Misalnya:majalah Bahasa dan Sastra. Besok Paman akan datang. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Misalnya: Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita. tetapi ditipu. surat kabar Suara Rakyat. Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kkerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.

Buku itu sangat tebal. 3. Misalnya:Ibu percaya bahwa engkau tahu. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Kata Turunan 1. Kantor pajak penuh sesak. 3. mempermainkan. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi „pandangan dunia‟ Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Ayat 5.) Misalnya: bertepuk tangan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostama. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. menengok. penetapan. 2. Imbuhan (awalan. menganak sungai. Pasal E. garis bawahi. kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. sebar luaskan. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Misalnya: bergetar. dikelola. PENULISAN KATA A. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. sisipan. Bab V. . Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus.III. B.

infrastruktur. Misalnya: non-Indonesia. menyebarluaskan. inkonvensional. nonkolaborasi. bikarbonat. biokimia. dekameter. ekstrakurikuler. mancanegara. reinkarnasi. panteisme. subseksi. telepon.) Misalnya: menggarisbawahi. kolonialisme. ultramodern catatan: 1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital. dasawarsa. introspeksi. pramuniaga. elektroteknik. gabungan itu ditulis terpisah. purnawirawan. dilipatgandakan. Misalnya: adipati. mahasiswa. saptakrida. swadaya. paripurna. Pasal E. aerodinamika. audiogram. Marilah kita beersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. poligami. antarkota. tritunggal. pan-Afrikanisme 2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti kata esa dan kata yang bukan kata dasar. . Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. anumerta. transmigrasi.ekawarna. Misalnya: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. Bab V. multilateral. narapidana. dwiwarna. gabungan kata itu ditulis serangkai. prasangka. semiprofessional. penghancurleburan 4. awahama. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. kosponsor. Ayat 5. di antara kedua unsur itu harus dituliskan tanda hubung (-). Pancasila. demoralisasi.unsure gabungan kata itu ditulus serangkai. caturtunggal.

olahraga.C. padahal. anak-istri saya. persegi panjang. mangkubumi. 3. mondar-mandir. dibesar-besarkan. bismillah. termasuk istilah khusus. Kata Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. 2. akhirulkalam. unsurunsurnya ditulis terpisah. kilometer. Gabungan kata. karatabaasa. belasungkawa. sayur-mayur. kepada. lauk-pauk. matahari. berjalan-jalan. tunggang-langgang. manakala. daripada. bumiputrabumiputra D. orang-tua muda. kasatmata. . porak-poranda. sia-sia. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. rumah sakit umum.hulubalang-hulubalang. ramah-tamah. buku sejarah-baru. gerak-gerik hura-hura. kacamata. kambing hitam. watt-jam. termasuk istilah khusus. hulubalang. kereta api cepat luar biasa. bumiputra. Misalnya: Adakalanya. model linier. beasiswa. Misalnya: Alat pandang-dengar. darmawisata. barangkali. dukacita. mesin-hitung tangan. laba-laba. halalbihalal. tukar-menukar. manasuka. centang-perenang. menulis-nulis. bilamana. kura-kura. terus-menerus. kuda-kuda. hati-hati. astaghfirullah. simpang empat. ibu-bapak kami. mata-mata. orang tua. undang-undang. Gabungan kata yang lazim disebuta kata majemuk. Alhamdulillah. Misalnya: anak-anak. biri-biri. mata pelajaran. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. kupukupu. darmabakti. meja tulis. Gabungan Kata 1. buku-buku. Misalnya: duta besar. bagaimana.

(Lihat juga Bab III. Pasal D. Mari kita berangkat ke pasar. saptamarga. saputangan. sebagaimana. Ia datang dari Surabaya kemarin. dan -nyaKata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Bukuku. Ia ikut terjun di tengah kancah perjuangan. peribahasa. radioaktif. sukarela. dan dari Kata depan di. -mu. Kata Ganti -ku-. syahbandar. kau-. silaturrahmin. segitiga. mu.) Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari. dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. ke. saripati. sukacita. bukumu. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. sukaria. Ke mana saja ia selama ini? Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan. titimangsa. sekalipun. Misalnya: Apa yang kumiliki boleh kaumabil. sediakala. -ku-. wasalam E. ke. Ayat 3.paramasastra. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Kata Depan di. Di mana Siti sekarang? Mereka ada di rumah. F. Saya pergi ke sana-sini mencarinya. puspawarna. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.Catatan: . Bermalam sajalah di sini.

Ia masuk. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim.Apakah yang tersirat dalam dalam surat itu? Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia.Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini dtulis serangkai. -kah. Kami percaya sepenuhnya kepadanya. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Partikel -lah. Kemarikan buku itu. Si Amin lebih tua daripada si Ahmad. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik. Bawa kemari gambar itu. Semua orang terkemuka di desa hadir dalam kenduri itu. Misalnya: Apa pun yang dimakannya. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Partikel 1. lalu keluar lagi. G. H. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Kata Si dan Sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. . Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966. ia tetap kurus. Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2.

dan „tiap‟ ditulis terpisah dari bagian kalimatyang mendahului atau mengikutinya. „demi‟.00 per helai. kalaupun. Jangankan dua kali. Harga kain itu Rp 2. I. Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu. jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. adik pun ingin pergi. Singkatan nama orang. bagaimanapun. Partikel per yang berarti „mulai‟. Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. 3. meskipun. misalnya adapun. maupun. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu. ia selalu gembira. Sekalipun belum memuaskan. walaupun ditulis serangkai. sungguhpun. andaipun.000. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April. Walaupun miskin. Misalnya: . Jika ayah pergi. kendatipun. Singkatan dan Akronim 1. a. biarpun. ataupun.Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan. nama gelar. sekalipun. Baik mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemonstrasi. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. sapaan.

A.S Kramawijaya Muh. Yamin Suman Hs. Sukanto S.A. M.B.A master of business administration M.Sc. master of science S.E. sarjana ekonomi S.Kar. sarjana karawitan S.K.M sarjana kesehatan masyarakat Bpk. BapakSdr. saudara Kol. kolonel b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumentasi resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara SMTP sekolah menengah tingkat pertama PT perseroan terbatas KTP kartu tanda penduduk c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: dll. dan lain-lain

dsb. dan sebagainya dst. dan seterusnya hlm. halaman sda. sama dengan atas Yth. (Sdr. Moh. Hasan) Yang terhormat (Sdr. Moh. Hasan) Tetapi: a.n. atas namad.a. dengan alamat u.b. untuk beliau u.p. untuk perhatian d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Cu cuprum TNT trinitrotulen cm sentimeter kVA kilovolt-ampere l liter kg kilogram Rp (5.000,00) (lima ribu) rupiah 2. Akronim kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis selurhnya dengan huruf capital. Misalnya:

ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia IKIP Institut Keguruan dan Ilmu PendidikanSIM surat izin mengemudi b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kaptal. Misalnya: Akabri Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: pemilu pemilihan umum radar radio detecting and ranging rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran catatan: jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. (1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan

keserasian kombinasi vocal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesiayang lazim. J. Angka dan Lambang 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5.000), M (1.000.000) Pemakaiannya diatur leih lanjut dalam pasal-pasal yang berikut ini. 2. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjagng, berat, luas, dan isi, (ii) satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Misalnya: 0,5 sentimeter 1 jam 20 menit 5 kilogram pukul 15.00 4 meter persegi tahun 1928 10 liter 17 Agustus 1945 Rp5.000,00 50 dolar Amerika US$3.50* 10 paun Inggris $5.10* 100 yen Y100 10 persen 2.000 rupiah 27 orang * Tanda titik di sini merupakan tanda decimal.3. Angka lazim dipakai untuk melambangka nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya:

Jalan Tanah Abang I No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169 4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya: Bab X, Pasal 5, halaman 252 Surah Yasin: 9 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a. Bilangan utuh Misalnya: Dua belas 12 Dua puluh dua 22 Dua ratus dua puluh dua 222 b. Bilangan pecahan Misalnya: Setengah ½ Tiga perempat ¾ Seperenam belas 1/16 Tiga dua pertiga 3 2/3Seperseratus 1/100 Satu persen 1 % Satu permil 1‰ Satu dua persepuluh 1,2 6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Misalnya: Paku Buwono X; pada awal abad XX; dalamkehidupan abad ke-20 ini; lihan Bab

II; Pasal 5; dalam bab ke-2 buku itu; di daerah tingkat II itu; di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu; kantor di tingkat II itu. 7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara yang berikut. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.) Misalnya: tahun ‟50-an atau tahun lima puluhan uang 5000-an atau uang lima ribuan lima uang 1.000-an atau lima uang seribuan 8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan. Misalnya: Amir menonton drama itu sampai tiga kali. Ayah memesan tiga ratus ekor ayam. Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang memberikan suara blangko.Kendaraan yang ditempah untuk pengangkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 helicak, 100 bemo. 9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu Bukan:

Misalnya: Saya lamirkan tanda terima uang sebesar Rp999. 11. 10.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah. 12. Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf.75 (Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan dan tujh puluh lima perseratus rupiah). baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya. Bukan: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999. Portugis. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. Angka yang menunjukkan bilangan utuh secara besar dapat dieja Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah. Bukan: Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pgawai. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks.15 orang tews dalam kecelakaan itu.Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah. Penduduk Indonesia brjumlah lebi dari 200 juta orang. penulisannya harus tepat. bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain. seperti Sansekerta. atau . IV. kecuali did lam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Arab. Misalnya: Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Belanda.

Unsur-unsur yang dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. jika bervariasi dengan e. l‟axplanation de l‟homme. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalambahasa Indonesia. Kedua. Pertama. Berdasarkan taraf integrasinya. menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trailer trailer caisson kaison au tetap au audiogram audiogram autrotoph autrotoftautomer tautomer . unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. shuttle cock. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsure serapan itu sebagai berikut. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. aa (Belanda) menjadi a paal pal baal bal actaaf oktaf ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerob aerob aerodimanics aerodonamika ae. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. unsure pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar.Inggris. seperti reshuffle.

u. o dan konsonan mejadi k calomel kalomel construction konstruksi cubic kubik coup kup classification klasifikasi crystal kristal c di muka e. dan y menjadi s central sentral cent sen cybernetics sibernetika circulation sirkulasi cylinder silinder ceolom selom cc di muka o.hydraulic hidraulik caustic kaustik c di muka a. i. oe. u dan konsonan menjadi k accomodation akomodasi acculturation akulturasi acclimatization aklimatisasiaccumulation akumulasi acclamation aklamasi cc di muka e dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori .

vaccine vaksin cch dan ch di muka a. o dan konsonan menjadi k saccharin sakarin charisma karisma cholera kolera chromosome kromosom technique teknik ch yang lafalnya s atau sy menjadi s echelon eselon machine mesin ch yang lafalnya c menjadi c check cek \ China Cina ç (Sanskerta) menjadi s çabda sabda çastra sastrae tetap e effect efek description deskripsi synthesis sintesis ea tetap ea idealist idealis habeas baheas ee (Belanda) menjadi e stratosfeer stratosfer .

systeem sistem ei tetap ei eicosane eikosan eidetic eidetik einsteinium einsteinium eo tetap eo stereo stereo geometry geometri zeolite zeolit eu tetap eu neutron neutron eugenol eugenoleuropium europium f tetap f fanatic fanatik factor factor fossil fosil gh menjadi g sorghum sorgum gue menjadi ge igue ige gigue gige i pada awal suku kata di muka vokal tetap i iambus iambus ion ion .

iota iota ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i politiek politik riem rim ie tetap ie jika lafalnya bukan i variety varietas patient pasien afficient efisienkh (Arab) tetap kh khusus khusus akhir akhir ng tetap ng contingent kontingen congres kongres linguistics linguistik oe (oi Yunani) menjadi e oestrogen estrogen oenology enology foetus fetus oo (Belanda) menjadi o komfoor kompor provoost provos oo (Inggris) menjadi u cartoon kartun proof pruf .

pool pul oo (vokal ganda) tetap oo zoology zoology coordination koordinasiou menjadi u jika lafalnya u gouverneur gubernur coupon kupon contour kontur ph menjadi f phase fase physiology fisiologi spectograph spektograf ps tetap ps pseudo pseudo psychiatry psikiatri psychic psikis psychosomatic psikosomatik pt tetap pt pterosaur pterosaur pteridology pteridologi ptyalin ptyalin q menjadi k aquarium akuarium frequency frekuensi equator ekatorrh menjadi r .

i.rhapsody rapsodi rhombus rombus rhythm ritme rhetoric retorika sc di muka a. dan konsonan menjadi sk scandium skandium scoptopia skoptopia scutella skutela sclerosis sklerosis scriptie skripsi sc di muka e. o. u. dan y menjadi s scenography senografi scintillation sintilasi scyphistoma sifistoma sch di muka vokal menjadi sk schema skema schizophrenia skizofrenia scholasticism skolastisisme t di muka i menjadi s jika lafalnya s ratio rasioactie aksi patient pasien th menjadi t theocracy teokrasi orthography ortografi .

thiopental tiopental thrombosis trombosis methode (Belanda) metode u tetap u unit unit nucleolus nucleolus structure struktur institute institute ua tetap ua dualism dualism aquarium akuarium ue tetap ue suede sued duet duet ui tetap ui equinox ekuinoksconduite konduite uo tetap uo fluorescein fluoresein quorum kuorum quota kuota uu menjadi u prematuur prematur vacuum vakum v tetap v .

u.vitamin vitamin television televisi cavalery kavaleri x pada awal kata tetap x xanthate xantat xenon xenon xylophone xilofon xc di muka e dan i menjadi ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasixc di muka a. o. dan konsonan menjadi ksk excavation ekskavasi excommunication ekskomunikasi excursive ekskursif exclusive eksklusif y tetap y jika lafalnya y yakitori yakitori yangonin yangonin yen yen yuan yuan y manjadi y jika lafalnya i yttrium itrium dynamo dinamo .

Misalnya: Kabar. kecuali kalau dapat membingungkan. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. bengkel. Misalnya: gabbro gabro commission komisi accu aki ferrum ferum effect efek salfeggio salfegio Tetapi: mass massa Catatan: 1. sirsak. . erlu.propyl propil psyschology psikologi z tetap z zenith zenith zirconium zirkonium zodiac zodiak zygote zigot konsonan ganda menjadi tunggal. Unsur pungutan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. Di samping pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas. hadir 2. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. Sekalipun dalam ejaan yang dismpurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. berikut ini didaftarkan juga akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang terurai di atas. iklan.

Kata seperti standarisasi. efektif. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -asepercentage persentase etalage etalase -al. primair primer secondary. dan implemen. komplementer complementair primary. formeel formal normal. anarchie anarki oligarchy. -as action. structureel structural formal. -aal (Belanda) menjadi -al structural. efek. actie aksi publication. -eel (Belanda).Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. -air (Belanda) menjadi -er complementary. oligarchie oligarki -ary. secondair sekunder -(a)tion. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. dan implementasi diserap secara utuh di samping kata standar. publicatie publikasi . normaal normal -ant menjadi -an accountant akuntan informant informan -archy. -(a)tie (Belanda) menjadi -asi.

-isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. elektronisch elektronik mechanic. logica logika phonetics. -ics. -iel menjadi -ilpercentile. modernisme modernisme . ballistisch balistik -ical. mechanisch mekanik ballistic. practisch praktis logical. isme (Belanda) menjadi -isme modernism. physica fisika dialectics. logisch logis -ile. dialektica dialektika technique. ique.-eel (Belanda) menjadi -elideëel ideel materieel materiel moreel morel -ein tetap -ein casein kasein protein protein -ic. -ica (Belanda) menjadi -ik. -iek. percentiel persenril mobile. economisch ekonomis practical. phonetiek fonetik physics. isch (Belanda) menjadi -is economical. -ika logic. techniek teknik -ic. mobiel mobil -ism.

-ief (Belanda) menjadi -if descriptive. directuer direktur . analogie analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog epiloog epilog-oid. hominoide hominoid anthropoid.communism. anthropoide anthropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir trotoar repertoire repertoar -or. -eur (Belanda) menjadi -ur. -logie (Belanda) menjadi -logi technology. descriptief deskriptif demonstrative. -ir director. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. physiologie fisiologi analogy. technologie teknologi physiology. demonstratief demonstratif -logue menjadi -log catalogue catalog dialogue dialog -logy. communisme komunisme -ist menjadi -is publicist publisis egoist egois -ive.

prematuur prematurV. Hari ini tanggal 6 April 1973. Dia menanyakan siapa yang akan datang. struktuur struktur premature. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. III. atau daftar.inspector. kwaliteit kualitas -ure. Tanda Titik (. Marilah kita mengheningkan cipta. inspectuer inspektur amateur amatir formateur formatur -or tetap -or dictator diktator corrector korektor -ty. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. ikhtisar. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini.Biarlah mereka duduk di sana. Departemen Dalam Negeri A. -teit (Belanda) menjadi -tas university. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan. 2. Misalnya: a. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa . universiteit universitas quality. PEMAKAIAN TANDA BACA A.) 1.

… b. dan detik yang menunjukkan jangka waktu. Misalnya: .20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)4. menit. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.1 Isi Karangan 1.2.2 Ilustrasi 1. menit. Azab dan Sengsara. 1920. 35 menit.2 Tabel 1.0. dan tempat terbit.30 jam (30 detik) 5. Weltevreden: Balai Poestaka. Misalnya: Pukul 1.30 jam (20 menit. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis. 6a. Misalnya: 1.2. dan detik yang menunjukkan waktu.20.2. Patokan Umum 1.35. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.1 Gambar Tangan 1. 30 detik) 0. 1.35.B. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.20 jam (1 jam. Merari.3 Grafik 3. Misalnya: Siregar. Direktorat Jenderal Agraria 1. 20 detik) 0.

Desa itu berpenduduk 24. tabel. dan sebagainya.200 orang. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. Misalnya: Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) 1 April 1985 (tanpa titik) Yth. Hasan (tanpa titik) Jalan Arif 43 (tanpa titik) Palembang (tanpa titik) Atau: Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik) .Misalnya: Acara kunjungan Adam Malik Bentuk dan Kedaulatan (Bab 1 UUD ‟45) Salah Asuhan 8. Moh. Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Lihat halaman 2345 seterusnya. 7. 6b.231 jiwa. Misalnya: Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal suat atau (2) nama dan alamat surat. Nomor gironya 5645678. Sdr.

Dia tahu bahwa soal itu penting.Jalan Cikini 71 (tanpa titik) Jakarta (tanpa titik) B. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Tanda Koma (. Misalnya: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. 3. 3a. pena. Misalnya: Kalau hari hujan. … tiga! 2. Didi bukan anak saya.Misalnya: Saya membeli kertas. Surat biasa. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang . Satu. Misalnya: Saya ingin datang. Karena sibuk. 3b. saya tida datang. surat kilat. melainkan anak Pak Kasim. Dia lupa akan janjinya karena sibuk. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. ia lupa akan janjinya. dua. tetapi hari hujan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi. atau melainkan. dan tinta. maupun surat khusus memerlukan prangko.) 1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului indukn kalimatnya.

Bab V. Jadi.” kata ibu. akan tetapi. 5. soalnya tidak semudah itu. Abdullah. wah. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Oleh karena itu. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o. begitu? Wah. kita harus berhati-hati. kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. 4. Pasal L dan M. Jalan Pisang Batu 1. bukan main! Hati-hati.” “Saya gembira sekali.” 6.Misalnya: …. lagi pula. “karena kamu lulus. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. (Lihat juga pemakaian tanda petik.) Misalnya: Kata ibu “Saya gembira sekali. jadi. ya.Misalnya: . Bogor. meskipun begitu. Malaysia. Misalnya: Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran. (iii) tempat dan tanggal. …. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. (ii) bagian-bagian alamat. Jalan raya Salemba 6. Misalnya: O. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Jakarta. ya. Sdr. Universitas Indonesia. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat. nanti jatuh. 7.terdapat pada awal kalimat. Kuala Lumpur. aduh.

Ny. Misalnya: B. Jilid 1 dan 2. Misalnya: W. misalnya. Ratulangi. Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma: . Djakarta: Pustaka Rakjat. keluarga. Poerwadarminta.Alisjahbana. Bab V. 8. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.J. 4. 10. Pak Ahmad. 9. hlm. pandai sekali. Pasal F.S. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Misalnya: 12. 1949. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. mengikuti latihan paduan suara. S.5 m Rp12. Sutan Takdir. masih banyak orang aki-laki yang makan sirih. M. Di daerah kami. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.50 11.E. atau marga. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya utnuk membedakannya dari singkatan nama diri.A.) Misalnya: Guru saya. 1967). Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. (Lihat juga pemakaian tanda pisah. Khadijah. baik yang laki-laki maupun perempuan.Semua siswa.

Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru. kita memerlukan sikap yang sungguh-sungguh.Tanda koma dapat dipakai―untuk menghindari salah baca―di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa. 12. Karyadi mengucapkan terima kasih. Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam upaya pembinaan dan pengembanagan bahasa.) 1. Misalnya: Malam akan larut. Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus. Tanda Titik Koma (. 13.Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia. “Berdiri lurus-lurus!” perintahnya. C. Misalnya: “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. pekerjaan belum selesai juga 2. Atas bantuan Agus. Misalnya: . Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenisdan setara.

Tanda titk dua tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan pelengkap yang mengkahiri pernyataan. 3. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : S. Tanda Dua Titik (:) 1a. saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. Tempat Sidang : Ruang 104 Pengantar Acara : Bambang S. Adik menghafal nama-nama pahlawan nasional. Handayani Bendahara : B. D. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan EkonomiPerusahaan. Misalnya: Kita memerlukan kursi. dan lemari. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati. dan lemari. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku . Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. ibu sibuk bekerja di dapur. meja. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Hartawan b. 1b. Hari : Senin Waktu : 09. meja. Misalnya: a.30 4.Ayah mengurus tanamannya di kebun itu.

1968. (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci. sudah terbit. Bu. Sutomo. Misalnya: Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini. Misalnya: Di samping cara-cara lama itu juga cara yang baru suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman. Tjukuplah Saudara Membina Bahasa Persatuan Kita? Djakarta: Eresco. serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. mereka tetap tidak mau beranjak …. 1971: 7 Surah Yasin: 9Karangan Ali Hakim. E. Tjokronegoro.” (mengangkat kopor dan masuk) Ibu : “Jangan lupa.dalam percakapan. Walaupun sakit. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Tanda Hubung (-) 1. Mir!” Amir : “Baik. I (34). Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan …. Letakkan baik-baik!” (duduk di kursi besar) 5. (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan . AtauBeberapa pendapat mengenai masalah . Pedidikan Seumur Hidup: sebuah Studi. Misalnya: Tempo.

Walaupun sakit. mereka tetap tidak mau beranjak …. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.Itu telah disampaikan …. Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa. 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. kemerah-merahan Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula. Misalnya: p-a-n-i-t-i-a 8-4-1973 . 4. mereka tetap tidak mau beranjak …. Misalnya: Kini ada acara baru untuk mengukur panas. Akhiran i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. Misalnya: Anak-anak. berulang-ulang. Walaupun sakit. dan tidak dipakai pada teks karangan. Senjata merupakan alat pertahan-an yang canggih. Bukan: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disamapaikan …. Tanda hubung meyambung unsur-unsur kata ulang. 3.

hadiah ke-2. tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6.000).dengan angka. Misalnya: di-smash. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsure bahasa Indonesia dengan unsure bahasa asing. (ii) ke. Menteri Sekretaris Negara. tanggung jawab-dan kesetiakawanan-sosial Bandingkan dengan: Be-revolusi. dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25.5. 7. mem-PHK-kan. (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata.000). se-Jawa Barat. dan (v) nama jabatan rangkap. Tanda Pisah (―) 1.Misalnya: se-Indonesia. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan oposisi atau keterangan yang lain sehingga . hari-H. pen-tackle-an F. tahun 50-an. (iii) angka dengan -an. sinar-X. Tanda hubung dipakai untuk merangkai (i) se. 2. dan (ii) penghilangan baian kelompok kata. Misalnya: ber-evolusi. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan. dua puluh lima-ribuan (20 x 5.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu―saya yakin akan tercapai―diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan atu untuk menandai akhir kalimat. marilah kita bergerak.kalimat menjadi lebih jelas. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat. 3. . G. perlu dipakai empat buah titik. Tanda pisah dipakai di antara dua dilangan atau tanggal dengan arti „sampai dengan‟ atau „sampai ke‟. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam satu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. dan kini juga pembelahan atom―telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. Tanda Elipsis (…) 1. Misalnya: Rangkaian temuan ini―evolusi. 2. teori kenisbian. Misalnya: Kalau begitu … ya. tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. Misalnya: 1910―1945Tanggal 5―10 April 1970 Jakarta―Bandung Catatan: Dalam pengetikan.

2. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok . Misalnya: Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Tanda taya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat membuktikan kebenarannya. I. tanda baca harus digunakan dengan hati-hati…. ataupun rasa emosi yang kuat. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Tanda Kurung ((…))1. Misalnya: Kapan ia berangkat? Saudara tahu. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda Tanya (?) 1. ketidakpercayaan. Uangnya sebanyak 10 jta rupiah (?) hilang. Misalnya: Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?). Merdeka! J.H. Misalnya: Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya.Misalnya: Dalam tulisan. bukan? 2.

K. Tanda kurung siku menapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. 2. 3. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat . Tanda kurung siku mengapit huruf. Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya. Tanda itu menyatakanbahwa kesalahan atau ekurangan itu memang terdapat di naskah asli. Tanda Kurung Siku ([…]) 1. dan (c) modal. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain (a). 4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.pembicaraan. (b) tenaga kerja. Misalnya: Factor produksi menyangkut masalah (a) alam. kata. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.

halaman 35-38] perlu dibentangkan. karangan. Tanda petik mengapit judul syair. Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” dimuat dalam majalah Tempo. “tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengahkiri petikan langsung. “Saya juga minta satu.” 5. Misalnya: “Saya belum siap.” kata Mira. Tanda Petik (“…”) 1. Misalnya: Bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan daan nskah atau bahan tertulis lain. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Misalnya: Kata Tono. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Misalnya: .” 2. “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. 3. 4. Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”.Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja. L. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

ia sendiri tidak tahu sebabnya. Misalnya: Tanya Basri. Tanda petik tunggal mengapit makna. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. 2. Tanda gris miring dipakai sebagai pengganti kata atau. terjemahan.Karena warna kulitnya. Bang Komar sering disebut “pahlawan”. Bapak pulang‟. Catatan: Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. Misalnya: . “Kau dengar bunyi „kring-kring‟ tadi?” “Waktu kubuka pintu depan. Tanda Petik Tunggal („…‟) 1. Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomormpada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Bab V.) Misalnya: feed-back „balikan‟ N. 7/PK/1973 Jalan Kramat III/10 tahun anggaran 1985/1986 2. atau penjelasan kata atau ungkapan asing. „Ibu. Budi mendapat julukan “si Hitam”. M. Misalnya: No. Tanda Garis Miring (/) 1. tiap. danrasa letihku lenyap seketika.” ujar Pak Hamdan. kudengar teriak anakku. (Lihat pemakaian tanda kurung. Pasal J.

(„lah = telah) 1 Januari ‟88. („kan = akan) Malam „lah tiba.00/lembar „harganya Rp25.00 tiap lembar‟ O. Tanda Penyingkat atau Apostrof Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. (‟88 = 1988) . Misalnya:Ali „kan kusurati.dikirimkan lewat „dikirim lewt darat atau darat/laut lewat laut‟ harganya Rp25.

dan hanya meliputi beberapa ribu tahun saja. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe . 3. . C.. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. pada tahun 1901. Bukti-bukti tertulis itu dalam bentuk yang paling tua terdapat misalnya pada orang-orang Indian Mexico berupa lukisanlukisan. Baca selanjutnya. Walaupun begitu literasi (penulisan) bahasa itu belum memuaskan karena kesatuan intonasi yang bulat yang menghidupkan suatu arus-ujaran itu hingga kini belum dapat diatasi. Walaupun sistem ejaan sekarang didasarkan atas sistem fonemis. Baca selanjutnya. dan lain-lain adalah hasil dari usaha itu. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. tekanan... Bangsa-bangsa dahulu kala tidak mengenal suatu cara untuk dapat meninggalkan kepada kita riwayat hidup mereka. Baca selanjutnya. dan sebagainya. Jika kita menghendaki kekonsekuenan terhadap prinsip yang dianut. yaitu suatu sistem dimana suatu kata dilambangkan oleh suatu tanda. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. timbultenggelamnya bahasa-bahasa di muka bumi ini tidak diketahui. Cara ini biassa disebut piktograf. Kata-kata yang berlainan tetapi mempunyai bunyi yang sama juga dapat dilukiskan dengan tanda atau simbol yang sama.. Tetapi hasil usaha itu belum dapat menunjukkan dengan tegas bagaimana suatu ujaran harus diulang oleh yang membacanya. yaitu satu tanda untuk satu bunyi. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. dan sy.Ejaan Bahasa Indonesia A. yaitu bila kita melambangkan bilangan-bilangan memakai tanda-tanda: 1. walaupun kesempurnaan yang dimaksud itu tentulah dalam batas-batas ukuran kemanusiaan.. kh. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. ny. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. 4. Segala macam tanda baca seperti yang disebut di atas disebut tanda baca atau pungtuasi. misalnya dalam huruf-huruf Tiongkok. Ejaan Dasar yang paling baik dalam melambangkan bunyi-ujaran atau bahasa adalah satu bunyi-ujaran yang mempunyai fungsi untuk membedakan arti harus dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Ada fonem yang masih dilambangkan dengan dua tanda (diagraf ). 5. Suatu urutan lukisan menggambarkan kepada kita suatu peristiwa tertentu. misalnya ng. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. Ch. perhentian akhir. 2. sistem ini disebut ideograf atau logograf. Segala macam tanda baca untuk menggambarkan perhentian antara. Dalam sistem kita yang modern ini masih dapat ditemukan sistem logograf ini. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. Huruf Bagian terbesar dari sejarah umat manusia berada dalam kegelapan karena perkembangan. namun masih terdapat kepincangan-kepincangan. Dengan demikian pelukisan atas bahasa lisan itu akan mendekati kesempurnaan. tanda tanya. Sudah diusahakan bermacam-macam tanda untuk tujuan itu tetapi belum juga memberi kepuasan. Pada tahun 1900. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan. maka diagraf-diagraf tersebut harus dirubah menjadi monograf (satu fonem satu tanda). Piktograf itu lambat laun dikembangkan sedemikian rupa hingga suatu lukisan dapat menggambarkan pengertianpengertian tertentu. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. B. perluasan. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. Sumber-sumber yang tertulis baru saja diketahui. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka . 264/Bag.. masih bersifat relatif.

. 44876 tanggal 19 Juli 1956. sebab itu ejaan ini kemudian terkenal dengan nama Ejaan Suwandi. Karena laju perkembangan pembangunan. universitas zeni. fakir valuta. Sesudah berkalikali diadakan penyempurnaan. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatap mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan baru pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. 57 tahun 1972 diresmikan ejaan baru yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972. Tetapi konsep ejaan ini juga tidak jadi diumumkan karena perkembangan politik kemudian. di tahun 1966 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sarino Mangunpranoto dibentuk lagi sebuah Panitia Ejaan Bahasa Indonesia. Dalam usahanya itu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada. Pada tanggal 19 Maret 1947 dikeluarkan penetapan baru oleh Menteri Pengajaran. Panitia ini berhasil merumuskan patokan-patokan baru pada tahun 1957. Ch.Macam-Macam Ejaan Sebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasa Indonesia (pada waktu itu bahasa Melayu) membuat sistem ejaannya sendirisendiri. kemudian dibentuk sebuah panitian dengan SK No. maaf. Dengan bantuan Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. bunyi oe tidak semuanya diganti dengan u. dengan bertolak dari sistem ejaaan bahasa Belanda sebagai landasan pokok. Pendidikan dan Kebudayaan Suwandi (SK No. Sesuai dengan usul Kongres. 264/Bag. menurut surat edaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanda oe mulai 1 Januari 1949 diganti dengan u. namun keputusan ini tidak dapat dilaksanakan karena ada usaha untuk mempersamakan ejaan Indonesia dan Melayu. Pada tahun 1900. Di samping itu diresmikan pula huruf-huruf berikut di dalam pemakaian: f v z q. yang dinamakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Sebab itu pada akhir tahun 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu berhasil merumuskan suatu konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu – Indonesia). Sebagai dampak dalam keputusan di atas. Sebab itu. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 telah disarankan agar ejaan itu lebih banyak diinternasionalisasikan. lezat x huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai. akhirnya ditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya Kitab Logat Melajoe. Baru pada tahun 1949. pada tahun 1901. yang bertugas menyusun konsep baru.A/47) tentang perubahan ejaan bahasa Indonesia. van Ophuysen mendapat perintah untuk menyusun ejaan Melayu dengan mempergunakan aksara Latin. Sebenarnya perubahan ejaan itu telah dirancangkan waktu pendudukan Jepang. yang terkenal dengan nama Ejaan van Ophuysen atau ada juga yang menyebutnya Ejaan Balai Pustaka. Perubahan yang paling penting dalam EYD adalah: Lama djalan pajung njonja sjarat tjakap tarich Yang Disempurnakan jalan payung nyonya syarat cakap tarikh dj j nj sj* tj ch* j y ny sy c kh * Kedua gabungan huruf ini sebenarnya tidak terdapat dalam ejaan lama. Dan memang dalam perkembangan selanjutnya terutama sesudah Indonesia merdeka dirasakan bahwa ada beberapa hal yang kurang praktis yang harus disempurnakan. Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 kembali mempersoalkan masalah ejaan. maka dirasakan bahwa ejaan perlu disempurnakan. yang merangkum segala usaha penyempurnaan yang terdahulu. maka berdasarkan Kepurusan Presiden No. sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan.

Huruf Kapital G. Tanda Kurung M. Huruf Tebal A. Kata Depan G. Tanda Garis Miring O. proyek saudara: artikel Wikipedia. Kata Turunan C. dan -nya K. Tanda Koma I. Kata si dan sang A. Suku Kata F. Pemakaian Tanda Baca A. Tanda Petik C. Tanda Titik Dua E. Tanda Elipsis J. Huruf Abjad B. Lihat pula:  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan " Disempurnakan" Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1987) Pedoman Umum Pembentukan Istilah Daftar isi:   I. Bentuk Ulang D.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Dari Wikisource bahasa Indonesia. Huruf Diftong E. Huruf Konsonan D. Tanda Titik B. -ku. perpustakaan bebas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 (200 Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan portal terkait: Peraturan dan keputusan menteri Indonesia. Tanda Seru L. Tanda Tanya H. Tanda Hubung F. Tanda Kurung Siku N. Tanda Petik Tunggal D. Angka dan Bilangan J. Huruf Miring H. Penulisan Kata III. Kata Dasar B. Gabungan Huruf Konsonan F. Pemakaian Huruf II. Kata Ganti ku-. Penulisan Unsur Serapan . Tanda Penyingkat atau Apostrof IV. Singkatan dan Akronim I. Gabungan Kata E. Huruf Vokal C. kau-. Tanda Titik Koma K. Partikel H. Tanda Pisah G. -mu.

Tugas. b. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. Menimbang : a.SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 2. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. perlu disempurnakan kembali. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. 3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Susunan Organisasi. . Fungsi.

swasta.. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. M. DFM.H. Andi Pangerang Moenta.H. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dr. S.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. dinyatakan tidak berlaku. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Pasal 1 1. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini.. dipergunakan bagi instansi pemerintah. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. NIP 196108281987031003 . TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya.

PEMAKAIAN HURUF A.SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 46 TAHUN 2009 TANGGAL 31 JULI 2009 I. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga. Huruf Nama Kapital Kecil A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v a be ce de e ef ge ha i je ka el em en o pe ki er es te u ve .

Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . Kami menonton film seri (séri). Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. y. e. Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. tanda aksen (') dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. dan z. v. n. c. h. o. Pertandingan itu berakhir seri. s. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf huruf b. g. m. w. Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf Vokal Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir a e* api enak emas padi petak kena simpan kota bumi lusa sore tipe murni radio ibu i o u itu oleh ulang Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar. t. Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu. d. f. q. dan u. j. p. C. r.W X Y Z w x y z we eks ye zet B. i. k. x. l.

Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b c d f g h j k bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami - sebut kaca ada kafan tiga saham manja paksa rakyat* alas kami tanah apa status quo bara asli mata lava hawa payung lazim adab Abad maaf gudeg tuah mikraj politik bapak* akal diam daun siap Taufiq putar tangkas rapat sinar-x juz l m n p q** r s t v w x** y z lekas maka nama pasang Quran raih sampai tali varia wanita xerox yakin zeni Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. ** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar x). Contoh Pemakaian dalam Kata Huruf . Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. D. dan oi. au.

Misalnya: Dia membaca buku. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. "Kapan kita pulang?" .Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai au oi ain aula - malaikat saudara boikot pandai harimau amboi E. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam. ng. 2. dan sy masing masing melambangkan satu bunyi konsonan. Contoh Pemakaian dalam Kata Gabungan Huruf Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir kh ng ny sy khusus ngilu nyata syarat akhir bangun banyak isyarat tarikh senang arasy Catatan: Nama orang. ny. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Adik bertanya. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. badan hukum. F. Huruf Kapital 1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. kecuali jika ada pertimbangan khusus. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh.

a. "Besok pagi. "dia akan berangkat. 4. ya Tuhan.Orang itu menasihati anaknya. keturunan. Quran Alkitab Weda Bimbinglah hamba-Mu. kitab suci. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubung an dengan agama." kata Ibu." katanya. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya: . dan keagamaan yang diikuti nama orang. "Berhati-hatilah. Misalnya: Islam Kristen Hindu Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan." 3 . dan Tuhan. ke jalan yang Engkau beri rahmat. Nak!" "Kemarin engkau terlambat.

H ur uf ka pi ta l ti da k di pa ka i se ba ga i h ur uf pe rt a m a na m a ge la r ke h or m at an .Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b. ke tu ru na .

da n ke ag a m aa n ya ng ti da k dii ku ti na m a or an g. Pada tahun ini dia pergi naik haji. tetapi lagaknya sudah seperti kiai. M is al ny a: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. Ilmunya belum seberapa. a . H u r u f k a p i t a .n. 5 .

l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r n a m a j a b a t a n .

n a m a i n s t a n s i . a t a u n a m a t .y a n g d i i k u t i n a m a o r a n g .

e m p a t y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n g g a n t i n a m a o r a n g t .

.e r t e n t u . M i s a l n y a : Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Jawa Tengah b .

.

.

. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sidang itu dipimpin Presiden.Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesi a. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.

.

.

Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal. .Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal.

.

atau da (dalam nama Portugal).P. von (dalam nama Jerman). . Misalnya: J. van Bruggen H.J de Hollander J. huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de. van. dan der (dalam nama Belanda). van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu.

dan bahasa. a.Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b. -1 Pas joule per Kelvin Newton Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. H u r u f . suku bangsa. Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7. Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Misalnya: pascal second J/K atau JK N c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a b .

a n g s a . s u k u . d a n b a h a s a y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i b e n t .

u k d a s a r k a t a t u r u n a n . M i s a l n y a : pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8 . . a .

.

.tahun Hijriah bulan Agustus hari Jumat hari Lebaran tarikh Masehi bulan Maulid hari Galungan hari Natal b .

.

Misalnya: . Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. a . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama diri geografi. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. 9.

Banyuwangi Cirebon Eropa b . Jazirah Arab Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya Tanjung Harapan Terusan Suez H u r u f k a p i t . Misalny a: Bukit Barisan Danau Toba Dataran Tinggi Dieng Gunung Semeru Jalan Diponegoro Ngarai Sianok Selat Lombok Sungai Musi Teluk Benggala c . Asia Tenggara Amerika Serikat Jawa Barat Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertam a unsur unsur nama geograf i yang diikuti nama diri geograf i.

a l d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i r i a t a u n a m a d i r i g e o .

g r a fi ji k a k a t a y a n g m e n d a h u l u i n y a m e n g g a m b a r k a n k e k h a s a n b u .

M i s a l n y a : ukiran Jepara tari Melayu asinan Bogor d . pempek Palembang sarung Mandar sate Mak Ajad H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a k a i .d a y a .

s e b a g a i h u r u f p e r t a m a u n s u r g e o g r a f i y a n g t i d a k d i i .

M i s a l n y a : berlayar ke teluk menyeberangi selat e .k u t i o l e h n a m a d i r i g e o g r a f i . mandi di sungai berenang di danau H u r u f .

k a p i t a l t i d a k d i p a k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a n a m a d i .

r i g e o g r a f i y a n g d i g u n a k a n s e b a g a i p e n j e l a s n a m a j e .

n i s . M i s a l n y a : nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 1 0 . . a .

.

.

.

Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Raky at Keputusan Presiden Republik I ndonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b . Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertam a kata yang .

lembag a resmi. Misalny a: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku C a t a t a n : Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara. badan. lembaga ketatanegaraan. lembaga resmi. . dan nama dokume n resmi. dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu. lembag a ketatan egaraan . misalnya Indonesia. huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. badan.bukan nama resmi negara.

. Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur.Pemberian gaji bulan ke 13 sudah disetujui Pemerintah. 1 1 . Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu.

.

.

.

.Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan 1 2 .

.

.

.

.

. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Ia menyelesaikan makalah "AsasAsas Hukum Perdata". Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.

.

.

H. S.Hum.Kp. Tn.E. Prof. 14. Catatan: nyonya saudara Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi. K. M. S.H. S.A. Sdr. M. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan . a. termasuk singkatannya.Dr.S. S. doktor sarjana ekonomi sarjana hukum sarjana sastra sarjana keperawatan master of arts magister humaniora profesor kiai haji tuan Ny.

Dik!" kata orang itu. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. s audara. b . seperti bapak. Bu?" Besok Paman akan datang. "Silakan duduk. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. kakak. dan paman. Misalnya: Adik bertanya. "Itu apa. H u r u f k a p i t a l t i d a k d i p a . ibu.kekerabatan. Surat Saudara sudah saya terima. adik.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a p e n u n j u k h u b u n g a n k e .

k e r a b a t a n y a n g t i d a k d i g u n a k a n d a l a m p e n g a c u a n a t a u .

Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta.p e n y a p a a n . Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. H u r u f k a p i t a l d i p a . 1 5 . M i s a l n y a : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

k a i s e b a g a i h u r u f p e r t a m a k a t a A n d a y a n g d i g u n a k a n d a l .

H u r u f k a p i t a l d i p a k a i . 1 6 . M i s a l n y a : Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik.a m p e n y a p a a n .

s e p e r t i k e t e r a n g a .s e b a g a i h u r u f p e r t a m a p a d a k a t a .

c a t a t a n .n . d a n m i s a l n y a y a n g d i d a h u l u i o l e h p e r n y .

a t a a n l e n g k a p d a n d i i k u t i o l e h p a p a r a n y a n g b e r k a i .

t a n d e n g a n p e r n y a t a a n l e n g k a p i t u . ( L i h a t c o n t o h p .

I E . . I C .a d a I B . d a n I I F 1 5 ) .

2. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Dia bukan menipu. tesis. a. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. . majalah. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. melainkan ditipu. tetapi diapit dengan tanda petik. Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa. bagian kata. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Catatan: Judul skripsi. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a.1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring. atau kelompok kata. kata. 3.

Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. dan lampiran. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. 1. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. daftar lambang. huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi. daftar isi. b. daftar tabel. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. daftar pustaka. indeks. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG . bagian bab. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. bab. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus.

3 tidak lulus . Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi... Saya tidak mengambil bukumu. 3..1 Latar Belakang Masalah 1. 2 kehilangan atau merugi .. untuk keperluan itu digunakan huruf miring.. bagian kata...Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1. dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2.. Misalnya: kalah v 1 tidak menang . Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. indeks.2 Tujuan Daftar. kata. Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. Saya tidak mengambil bukumu.. atau kelompok kata. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. 4 tidak menyamai .

..mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah . Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual. 2 menaklukkan . 3 menganggap kalah . . huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda....... terkalahkan v dapat dikalahkan ...

.Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Misalnya: Buku itu sangat menarik.

Imbuhan (awalan. Kantor pajak penuh sesak. 1. akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. a. Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos.Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu. I m b u h a n . Misalnya: berjalan dipermainkan gemetar kemauan lukisan menengok petani b . sisipan.

d i r a n g k a i k a n d e n g a n t a n d a h u b u n g j i k a d i t a m b a h k a n p .

a d a b e n t u k s i n g k a t a n a t a u k a t a d a s a r y a n g b u k a n b a h .

a s a I n d o n e s i a . M i s a l n y a : mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2 . J i k a b e n t u k d a s a r n y a .

a w a l a n a t a u a k h i r a n d i t u l i s .b e r u p a g a b u n g a n k a t a .

s e r a n g k a i d e n g a n k a t a y a n g l a n g s u n g m e n g i k u t i a t a u .

m e n d a h u l u i n y a . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a .

h u b u n g . H u r u f E . B a b I I I . ) M i s a l n y a : bertepuk tangan garis bawahi . B u t i r 5 .

menganak sungai sebar luaskan 3 . .

.

.

.

dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4 . .

.

Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan. Misalnya: adipati aerodinamika antarkota antibiotik anumerta audiogram awahama bikarbonat biokimia caturtunggal dasawarsa dekameter demoralisasi Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu. dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler infrastruktur inkonvensional kosponsor mahasiswa mancanegara monoteisme multilateral narapidana nonkolaborasi pascasarjana paripurna poligami pramuniaga prasangka purnawirawan saptakrida semiprofesional subseksi swadaya telepon transmigrasi tritunggal ultramodern .ditulis serangkai. gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital.

dapat digunakan sebagai bentuk dasar.Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. kecuali kata esa. (3) Jika kata maha. (4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. gabungan itu ditulis serangkai. ( 5 K a t . k ontra. seperti pro. Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. dan anti. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. sebagai unsur gabungan.

) a t a k s e b a g a i u n s u r g a b u n g a n d a l a m p e r i s t i l a h a n d i .

t u l i s s e r a n g k a i d e n g a n b e n t u k d a s a r y a n g m e n g i k u t i .

t e t a p i d i t u l i s t e r p i s a h j i k a d i i k u t i o l e h b e n .n y a .

t u k b e r i m b u h a n . M i s a l n y a : taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan

C. Bentuk Ulang
1. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya. Misalnya: anak-anak mata-mata

berjalan-jalan menulis-nulis biri-biri buku-buku hati-hati kuda-kuda mondar-mandir ramah-tamah sayur-mayur serba-serbi

kupu-kupu lauk-pauk Catatan: (1)

terus-menerus tukar-menukar

Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja. Misalnya: surat kabar → surat-surat kabar kapal barang → kapal-kapal barang rak buku (2) → rak-rak buku

Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung tinggi → gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi

2.

Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I, Huruf F, Butir 7.)

Catatan:
Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Misalnya:

Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang baru. Kami mengundang orang yang berminat saja. Mereka me-lihat pameran. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku terbitan Jakarta. Bajunya ke-merah -an
2 2 2 2

2

D. Gabungan Kata
1. Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Misalnya: duta besar model linear

kambing hitam orang tua simpang empat persegi panjang mata pelajaran rumah sakit umum meja tulis 2. kereta api cepat luar biasa

Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Misalnya: anak-istri Ali ibu-bapak kami anak istri-Ali ibu bapak-kami

buku-sejarah baru buku sejarah-baru 3. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Misalnya: acapkali adakalanya darmasiswa puspawarna darmawisata radioaktif saptamarga

akhirulkalam dukacita

alhamdulillah halalbihalal saputangan

apalagi astagfirullah bagaimana barangkali beasiswa

hulubalang kacamata kasatmata kepada kilometer

saripati sebagaimana sediakala segitiga sekalipun sukacita sukarela sukaria syahbandar waralaba wiraswata

belasungkawa manakala bilamana bismillah bumiputra daripada darmabakti manasuka matahari padahal peribahasa perilaku

E. Suku Kata
1 Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. . a. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. Huruf diftong ai, au, dan oi tidak dipenggal. Misalnya: pan-dai au-la sau-da-ra am-boi c Jika di

.

tengah kata dasar ada huruf konsona n (termasu k gabunga n huruf konsona n) di antara dua buah huruf vokal, pemengg alannya dilakuka n sebelum huruf konsona n itu. Misalnya : ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d .

.

Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi.Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e . Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men . pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

C a t a t a n : (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup ( 2 ) .

.

itu → i-tu setia → se-ti-a 2 . atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel . akhiran. Pemengg alan kata dengan awalan.

Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but .itu. Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar.

pe-nge-tik ( 2 ) A k h i r a n i t i d a k d i p i s a h k a n p a d a p e r g a n t i a n b a r i .

s . B a . ( L i h a t j u g a k e t e r a n g a n t e n t a n g t a n d a h u b u n g .

b I I I . B u t i r 2 . ) ( 3 ) P e m e n g g a l a n k a t a b e r s i s i . H u r u f E .

M i s a l n y a : ge-lem-bung .p a n d i l a k u k a n s e p e r t i p a d a k a t a d a s a r .

ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk ( 4 ) .

.. Butir 2. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain.. pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. 3 . Huruf E.Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan . (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Bab III. Walaupun cuma cuma. Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. mereka tidak mau ambil makanan itu.) .

Saya tidak tahu dari mana dia berasal. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. Ia datang dari Surabaya kemarin. Cincin itu terbuat dari emas. badan hukum. ke. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. (Lihat juga Bab II. Mari kita berangkat ke kantor. Butir 3. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari. . Dia berjalan-jalan di luar gedung. F. Kata Depan Kata depan di.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. seperti kepada dan daripada. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Nama orang.Misalnya: bio-grafi bio-data foto-grafi foto-kopi intro-speksi intro-jeksi kilo-gram kilo-meter bi-o-gra-fi bi-o-da-ta fo-to-gra-fi fo-to-ko-pi in-tro-spek-si in-tro-jek-si ki-lo-gram ki-lo-me-ter pasca-panen pas-ca-pa-nen pasca-sarjana pas-ca-sar-ja-na 4 . Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan. Huruf D. atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah).

dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Misalnya: Apa pun permasalahannya. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Dia masuk.Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai. Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Partikel 1. G. Partikel lah. lalu keluar lagi. Jika Ayah membaca di teras. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Mis aln . Bawa kemari gambar itu. Adik pun membaca di tempat itu. Dia lebih tua daripada saya. kah. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Jangankan dua kali.

rumah itu tampak asri. Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. tugas itu akan diselesaikannya. Bagaimanapun juga. . hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. Walaupun sederhana.ya: Adapun sebab sebabnya belum diketahui. Sekalipun belum selesai. 3 .

.

Huruf I. Nasution H. Harga kain itu Rp50.) H. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari. Butir 7. (Lihat Bab II. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.00 per helai. sapaan. Singkatan nama orang. jabatan. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu.Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu.H. nama gelar. Singkat an dan Akroni m 1. a.000. Misalnya: A. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Hamid Abdul Haris Nasution Haji Hamid .

master of business administration magister humaniora magister sains sarjana ekonomi sarjana sosial sarjana komunikasi sarjana kesehatan masyarakat bapak saudara kolonel Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. M. Suman Hasibuan W. Misalnya: .R. Sdr. S.Hum. b.Kom S. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. S. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Bpk.Si. badan atau organisasi. Supratman Wage Rudolf Supratman M.Sos S.M. Misalnya: DPR Dewan Perwakilan Rakyat PBB Perserikatan Bangsa Bangsa WHO World Health Organization PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia PT SD perseroan terbatas sekolah dasar KTP kartu tanda penduduk c.Suman Hs. M.A.B.E. Kol.K.

jumlah kpd. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. Yang terhormat Catatan: Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus. kepada tgl. Misalnya: a.a. yang dl. dan lain lain dsb.n. atas nama d. tanggal hlm. dan seterusnya sda. dalam No. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam suratmenyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. sama dengan atas ybs. Misalnya: dll. nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. dengan alamat .jml. dan sebagainya dst. d. halaman yg. yang bersangkutan Yth.

takaran. . untuk perhatian e.p. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. a. timbangan. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsurunsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. singkatan satuan ukuran. Misalnya: Cu kuprum cm sentimeter kg kilogram kVA kilovolt ampere l liter Rp rupiah TNT trinitrotoluene 2 . Misalnya: LIPI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN Lembaga Administrasi Negara PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia SIM surat izin mengemudi b . untuk beliau u.u.b. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital. Lambang kimia.

(2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. .Misalnya: Bulog Badan Urusan Logistik Bappen Badan Perencanaan Pembangunan Na as sional Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kowani Kongres Wanita Indonesia c . hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. Misalnya: pemilu pemilihan umum iptek ilmu pengetahuan dan teknologi rapim rapat pimpinan rudal peluru kendali tilang bukti pelanggaran radar radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu. Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil. (1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata).

000) 1. 15 orang tidak setuju. VI.I .8. L (50). VII. II. X. M (1. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.000). A n g k a d a n B i l a n g a n Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.7.2. IX. Angka Arab : 0. IV. Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku. dan 5 orang tidak memberikan suara. D (500).9 Angka Romawi : I. VIII.5. III. Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju.6. V (5. C (100).3. . V.1. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.000. kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. M (1.000).4.

2. 3. A n g k a d i g u n a . 100 minibus. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. jika lebih dari dua kata. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya. Panitia mengundang 250 orang peserta. Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian.Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. dan 250 sedan. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. 4 . Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu.

l u . b e r a t .k a n u n t u k m e n y a t a k a n ( a ) u k u r a n p a n j a n g .

( c ) n i l a i u a n g .a s . ( b ) s a t u a n w a k t u . d a n . d a n i s i .

5 sentimeter tahun 1928 5 kilogram 17 Agustus 1945 4 meter persegi 1 jam 20 menit 10 liter Rp5. 5. rumah. 14 Apartemen No. seperti Rp. US$. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No.( d ) j u m l a h . (2) Penulisan lambang mata uang. kecuali di dalam tabel. 5 pukul 15.50* £5. £.00 10 persen 27 orang .000 rupiah Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal.000.00 US$3. atau kamar. 15 Jalan Wijaya No. Misalnya: 0. apartemen.10* ¥100 2. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan.

Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. a . Pasal 5. Kamar 169 6 .Hotel Mahameru. B i l a n g a n u t u h M i s a l n y a : dua belas (12) tiga puluh (30) lima ribu (5000) b . B i l a n . Misalnya: Bab X. halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7 . Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.

spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan .2) atau (2/10) tiga dua pertiga (3 2/3) satu persen satu permil (1%) (1‰) (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik.g a n p e c a h a n M i s a l n y a : setengah (1/2) seperenam belas (1/16) tiga perempat (3/4) dua persepuluh (0.

Bab III. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut. .(lima lembar uang seribuan) an tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) (uang lima-ribuan) uang 5.000. Huruf E. Misalnya: lima lembar uang 1. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) 9. Misalnya: a. Misalnya: 20 2/3 (dua puluh dua-pertiga) 22 30 / (dua-puluh-dua pertiga puluh) 20 15/17 (dua puluh lima-belas pertujuh belas) 150 2/3 (seratus lima puluh dua-pertiga) 152 /3 (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 8. (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi.pecahan.000-an 10. Butir 5). seperti akta dan kuitansi). pada awal abad XX (angka Romawi kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab pada awal abad kedua puluh (huruf) b.

Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900. Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku.000. 11. . Rumah itu dijual dengan harga Rp125.500.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban.00 (lima ribu dolar). Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5.50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).000.000.00. penulisannya harus tepat. Bukti pembelian barang seharga Rp5. (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan.000. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.000.

.

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Buku ini boleh kau baca. Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan. Rumahnya sedang diperbaiki. Catatan: Kata kata ganti itu (-ku, -mu, dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop. Siti mematuhi nasihat sang kakak. Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya.

1.

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. Biarlah mereka duduk di sana. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik. (Lihat juga Bab III, Huruf I.) Misalnya: Buku itu disusun oleh Drs. Sudjatmiko, M.A. Dia memerlukan meja, kursi, dsb. Dia mengatakan, "kaki saya sakit." 2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau

daftar. Misalnya: a III Departemen . . Pendidikan Nasional A Direktorat . Jenderal Pendidikan Tinggi B Direktorat . Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1 Direktora . t Pendidika n Anak Usia Dini 2 ... . b 1. Patokan Umum . 1.1 Isi Karangan 1.2 Ilustrasi 1.2.1 Gambar Tangan 1.2.2 Tabel 1.2.3 Grafik 2. Patokan Khusus 2.1 ... 2.2 ... Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf. 3 . Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik) Catatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut. (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam. Misalnya: pukul 9.00 pagi pukul 11.00 siang pukul 5.00 sore pukul 8.00 malam (2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi, siang, atau malam. Misalnya: pukul 00.45 pukul 07.30 pukul 11.00 pukul 17.00

200 orang.00 4. Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12. Catatan: Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan. Weltevreden: Balai Poestaka.000.30 jam (20 menit. Merari. Penduduk Jakarta lebih dari 11.20 jam (1 jam.20. Misalnya: Alwi. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. . Soenjono Dardjowidjojo.35. dan tempat terbit. dan Anton Siregar. Misalnya: Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung. Azab dan Sengsara. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.0. Catatan: (1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. 1920. menit. Misalnya: 1. Hasan. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24.000 orang. 30 detik) 0. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. 6 . 35 menit. Lihat halaman 2345 dan seterusnya.30 jam (30 detik) 5.000 orang. Hans Lapoliwa.pukul 22. 20 detik) 0. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis. dan detik yang menunjukkan jangka waktu.

tabel.Nomor gironya 5645678. dan sebagainya. (2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. Misalnya: Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945) Salah Asuhan ( 3 ) T a n d a t i t i k t i d a k d i p a k a i d i b .

( b ) n a .e l a k a n g ( a ) n a m a d a n a l a m a t p e n e r i m a s u r a t .

d a n ( c ) d i b e l a k a n g .m a d a n a l a m a t p e n g i r i m s u r a t .

t a n g g a l s u r a t . Sdr. M i s a l n y a : Yth. Moh. Hasan Jalan Arif Rahmad 43 Palembang Adinda Jalan Diponegoro 82 Jakarta 21 April 2008 ( 4 ) P e m i s . Kepala Kantor Penempatan Tenaga Jalan Cikini 71 Jakarta Yth.

a h a n b i l a n g a n r i b u a n a t a u k e l i p a t a n n y a d a n d e s i m a l .

Huruf H. Rp200.250.750 m 7 .000.d i l a k u k a n s e b a g a i b e r i k u t .75 $ 50.) 8.750 m .50 8. Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat Bab II.

melainkan. Misalnya: Saya akan membeli buku-buku puisi. tiga! 2. Tanda koma dipakai di antara unsur unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. dua. Satu. dan tinta. sedangkan adiknya suka membaca puisi . sedangkan.1. pena. dan kecuali. Misalnya: Saya membeli kertas.. tetapi kau yang memilihnya.. . ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko. Dia senang membaca cerita pendek. Ini bukan buku saya. surat kilat. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi. melainkan buku ayah saya. Surat biasa.

3.Semua mahasiswa harus hadir. dia mempunyai banyak teman. kita harus banyak membaca buku. kecuali yang tinggal di luar kota. Misalnya: Kalau ada undangan. Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak. 4 . Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. Agar memiliki wawasan yang luas. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Misalnya: Saya akan datang kalau ada undangan. saya akan datang. C a t a t a n : Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Karena tidak congkak. T a n d a k o m .

a d i p a k a i d i b e l a k a n g k a t a a t a u u n g k a p a n p e n g h u b u n g .

a n t a r k a l i m a t y a n g t e r d a p a t p a d a a w a l k a l i m a t . s e p e .

r t i o l e h k a r e n a i t u . s e h u b u n . d e n g a n d e m i k i a n . j a d i .

dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri. d a n m e s k i p u n b e g i t u . Oleh karena itu. .g a n d e n g a n i t u . M i s a l n y a : Anak itu rajin dan pandai.

wah. Dik? Kue ini enak. jadi. begitu? Wah. Dik. sehubungan dengan itu. bukan main! Hati hati. ya. atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru.Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. jalannya licin. dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. Jadi. Misalnya: O. seperti Bu. dan meskipun begitu. seperti o. T a n d a k o m a d i p a k a . seperti oleh karena itu. tidak dipakai pada awal paragraf. dengan demikian. Catatan: Ungkapan penghubung antarkalimat. Mas. dan kasihan. kapan pulang? Mengapa kamu diam. 6 . atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan. aduh. Bu. 5. wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Meskipun begitu. ya.

i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a r i b a g i a n l a i .

n d a l a m k a l i m a t . . ( L i h a t j u g a p e m a k a i a n t a n d a p e t i k .

" kata Ibu.B a b I I I . ) M i s a l n y a : Kata Ibu." "Saya gembira sekali." 7 . "Saya gembira sekali. H u r u f J d a n K . "karena lulus ujian. T a n d a k o m a .

t i d a k d i p a k a i u n t u k m e m i s a h k a n p e t i k a n l a n g s u n g d a .

r i b a g i a n l a i n y a n g m e n g i r i n g i n y a d a l a m k a l i m a t j i k .

a p e t i k a n l a n g s u n g i t u b e r a k h i r d e n g a n t a n d a t a n y a .

M i s a l n y a : "Di mana Saudara tinggal?" tanya Pak Guru. 8 . "Masuk ke kelas sekarang!" perintahnya. .a t a u t a n d a s e r u .

.

.

.

Jepang. Jalan Salemba Raya 6. Bogor Dekan Fakultas Kedokteran.Sdr. Jakarta Surabaya. 9 . Jalan Pisang Batu 1. 10 Mei 1960 Tokyo. Universitas Indonesia. Abdullah. .

.

Ilham. 25. 11. Poerwadarminta. H. Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat. Misalnya: Alisjahbana. hlm. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 10. 1967). 12. Jilid 1. 1977).Gunawan. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Hadikusuma. Hilman. Jakarta: Restu Agung. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran Sugono. Takdir.J. S. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. 2009. 4. Amran (Ed. W. hlm. Junus. 1973. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar.) 1976. hlm. Halim. Kamus Arab-Indonesia. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya . Politik Bahasa Nasional. 1984. Kamus Politik Internasional. Mahmud. Tanda koma dipakai di antara bagian bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir. 1950).S. Jakarta: Pusat Bahasa. Dendy.

Ratulangi. atau marga.. Bambang Irawan. Siti Aminah. (Siti Khadijah Mas Agung). M. M. S.5 m 27.E. . Misalnya: B.50 Rp750.A. S.00 C a t a t a n : Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antara dolar dan sen. Khadijah.A. 1 2 .untuk membedakannya dari singkatan nama diri. dengan Siti Khadijah M.H. Ny. S. Misalnya: 12. keluarga.A.M.E.3 kg Rp500. Catatan: Bandingkan Siti Khadijah. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyataka n dengan angka. M.

1 3 . .

.

pandai sekali. Pak Ahmad. misalnya. Di daerah kami. masih banyak orang laki- .Guru saya.

Semua siswa. Misalnya: Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah. mengikuti latihan paduan suara. Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma.laki yang makan sirih. 1 4 . . baik laki-laki maupun perempuan.

.

.

kami ucapan terima kasih. Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam pengembangan kosakata. kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini. . Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara. Atas perhatian Saudara.Dalam pengembangan bahasa.

Ibu menulis makalah di ruang kerjanya.1. Dalam hubungan itu. 2. Ayah mengurus tanaman di kebun. anak anak masih membaca buku buku yang baru dibeli ayahnya. Misalnya: Hari sudah malam. Adik membaca di teras depan. saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku. sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. Misalnya: .

(4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. sekretaris. anggaran rumah tangga. Misalnya: Ibu membeli buku. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. pendataan anggota. . penyusunan anggaran dasar. baju. celana. Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua. 3. dan kaos. (2) berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya. dan tinta.Syarat syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: (1) berkewarganegaraan Indonesia. dokumentasi. pensil. pisang. dan aset organisasi. (3) berbadan sehat. dan program kerja. dan bendahara. apel. dan jeruk.

dan lemari. Misalnya: Kita memerlukan kursi. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati. Catatan: Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. dan lemari. . meja. meja.1.

Misalnya: a. Jakarta: Pusat Bahasa . Hari. (b) bab dan ayat dalam kitab suci. 8/2008: 8 Surah Yasin: 9 Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. tanggal Waktu 3. Misalnya: Ibu : "Bawa kopor ini. 28 Oktober 2008 : 09. (c) judul dan anak judul suatu karangan. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. XLIII. Nak!" Amir : "Baik. serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.30 Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan." Ibu 4. Bu. Tempat : Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acara : Bambang S.00—10. Misalnya: Horison. : "Jangan lupa. : Selasa.2. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara : Aulia Arimbi b. Letakkan baik baik!" Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman. No.

Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga cara baru ...1. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris. Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas. 2. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris. Kukuran baru ini memudahkan kita me- . tak ada gading yang takretak.. Sebagaimana kata peribahasa.

ngukur kelapa. 3 . Senjata ini merupakan sarana pertahanan yang canggih. T a n d a h u b u n g d i g u n a k a n u n t u k m e n y a m b u n g u n s u r - .

. M i s a l n y a : anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4 .u n s u r k a t a u l a n g .

.

8-4-2008 p-a-n-i-t-i-a 5 .

..

.

.

ber-evolusi dua-puluh ribuan (20 x 1.000) tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan sosial) Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok. e. b.000) tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6. d. gabungan kata yang merupakan kesatuan. dan f.dengan angka. se. Bandingkan dengan: be-revolusi dua-puluh-ribuan (1 x 20. Misalnya: se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinar-X mem-PHK-kan ciptaan-Nya atas rahmat-Mu Bandara Sukarno-Hatta alat pandang-dengar . kata ganti yang berbentuk imbuhan. ke. kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital. c.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. angka dengan -an. Tanda hubung dipakai untuk merangkai: a.

7 . .

di-smash di-mark-up pen-tackle-an

1.

Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. Misalnya: Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. Keberhasilan itu–saya yakin–dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. 2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Misalnya: Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia–amanat Sumpah Pemuda–harus terus ditingkatkan. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'.

Misalnya:

Tahun 1928–2008 Tanggal 5–10 April 2008 Jakarta–Bandung Catatan: (1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat. Misalnya: Kita memerlukan alat tulis–pena, pensil, dan kertas. (Bandingkan dengan Bab III, Huruf D, kaidah 1.) (2) Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

1.

Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Misalnya: Kapan dia berangkat? Saudara tahu, bukan?

2.

Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya: Dia dilahirkan pada tahun 1963 (?). Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Misalnya: Alangkah indahnya taman laut ini! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Sampai hati benar dia meninggalkan istrinya! Merdeka!

1.

Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Misalnya: Kalau begitu ..., marilah kita laksanakan. Jika Saudara setuju dengan harga itu ..., pembayarannya akan segera kami lakukan. 2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut. Pengetahuan dan pengalaman kita ... masih sangat terbatas. Catatan: (1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

(3) Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi. Misalnya: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan cermat ....

1.

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. " Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi. " "Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentar!"

Bacalah "Penggunaan Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. 3 . Misalnya: Kata dia. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi. Misalnya: Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu. "Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.2. karangan. Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja. "Apakah saya boleh ikut?" (2) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti . Catatan: (1) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. "Saya juga minta satu." Dia bertanya. Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai".

khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. dia mendapat julukan "Si Hitam". Misalnya: Bang Komar sering disebut "pahlawan". Karena warna kulitnya. Tanda petik (") dapat digunaka n sebagai pengganti idem atau sda. (3 ) Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. ia sendiri tidak tahu sebabnya. (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian (4 ) .

yang berbentu k daftar. Misalnya: zaman bukan jaman asas plaza jadwal bus " " " " azas plasa jadual bis .

dan rasa letihku lenyap seketika. "Kaudengar bunyi 'kring kring' tadi?" "Waktu kubuka pintu depan. 2. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain. ." ujar Pak Hamdan. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. Misalnya: Tanya dia. 'Ibu. kudengar teriak anakku.1. Bapak pulang'.

Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna. Bab III.Misalnya: terpandai retina 'paling' pandai 'dinding mata sebelah dalam' mengambil langkah seribu 'lari pontang panting' 'sombong. Huruf M) Misalnya: feed-back 'balikan' dress rehearsal 'geladi bersih' tadulako 'panglima' . angkuh' 3. kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung.

Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi). .1. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP). KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan. Misalnya: Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk).

dan (c) tenaga kerja. . 3. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a).2. dan (3) surat keterangan kesehatan. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku. 4 . Catatan: Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah. Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran. Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keteranga n. Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya. (b) biaya produksi. (2) ijazah terakhir. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.

dan c) kimia. . b) biologi. Dia senang dengan mata pelajaran a) fisika. dan 3) tas sekolah.Misalnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku. 2) pensil.

. 2. kata. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Ia memberikan uang [kepada] anaknya. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf.1.

dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran. 1. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat. Misalnya: No.Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini. nomor pada alamat. 7/PK/2008 Jalan Kramat III/10 tahun ajaran 2008/2009 .

Misalnya: dikirimkan lewat darat/laut harganya Rp1.500. atau tindakan penganiayaan' Catatan: Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalanpenggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah. tiap. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau.00 tiap lembar' 'tindakan penipuan dan penganiayaan.2. tindakan penipuan. dan ataupun. .500.00/lembar tindakan penipuan dan/atau penganiayaan 'dikirimkan lewat darat atau lewat laut' 'harganya Rp1.

.

Dia 'kan sudah kusurati.Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. ('kan = bukan) Malam 'lah tiba. 1 Januari '08 ('lah = telah) ('08 = 1988) .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut.

'asr sa'ah manfa'ah asar saat manfaat .

.

ra'yah ma'na ruku' rakyat makna rukuk paal baal pal bal .

octaaf oktaf .

aerobe aerodinamics aerob aerodinamika .

haemoglobin haematite hemoglobin hematit trailer caisson trailer kaison .

audiogram autotroph tautomer hydraulic caustic audiogram autotrof tautomer hidraulik kaustik .

calomel construction cubic coup classification crystal kalomel konstruksi kubik kup klasifikasi kristal .

central cent cybernetics sentral sen sibernetika .

circulation cylinder coelom sirkulasi silinder selom .

accomodation acculturation acclimatization accumulation acclamation akomodasi akulturasi aklimatisasi akumulasi aklamasi .

accent accessory vaccine aksen aksesori vaksin .

saccharin charisma cholera chromosome technique sakarin karisma kolera kromosom teknik .

echelon eselon .

machine mesin chip voucher China cip vocer Cina .

check ticket cek tiket .

çabda çastra sabda sastra darurat fardu hadir darurat fardu hadir .

effect description synthesis efek deskripsi sintesis idealist habeas idealis habeas .

stratosfeer systeem stratosfer sistem eicosane eidetic einsteinium eikosan eidetik einsteinium .

stereo geometry zeolite stereo geometri zeolit neutron eugenol europium neutron eugenol europium .

faqīr mafhum saf fakir mafhum saf fanatic factor fossil fanatik faktor fosil .

sorghum sorgum igue gigue ige gige .

hakim tahmid ruh hakim tahmid roh .

iambus ion iota iambus ion iota .

politiek riem politik rim .

variety patient efficient varietas pasien efisien khusus akhir khusus akhir .

contingent congres linguistics kontingen kongres linguistik oestrogen oenology foetus estrogen enologi fetus komfoor provoost kompor provos cartoon proof pool kartun pruf pul zoology coordination zoologi koordinasi gouverneur coupon contour gubernur kupon kontur phase physiology fase fisiologi .

spectograph spektograf pseudo psychiatry psychic psychosomatic pseudo psikiatri psikis psikosomatik pterosaur pteridology ptyalin pterosaur pteridologi ptialin aquarium frequency equator akuarium frekuensi ekuator qalbu haqiqah haqq kalbu hakikah hak rhapsody rhombus rhythm rhetoric rapsodi rombus ritme retorika .

salj asiri hadis salju asiri hadis subh musibah khusus subuh musibah khusus scandium scotopia scutella sclerosis scriptie skandium skotopia skutela sklerosis skripsi scenography scintillation scyphistoma senografi sintilasi sifistoma schema schizophrenia scholasticism skema skizofrenia skolastisisme ratio actie rasio aksi .

patient pasien ta'ah mutlaq Lut taat mutlak Lut theocracy orthography thiopental thrombosis methode (Belanda) teokrasi ortografi tiopental trombosis metode unit nucleolus structure institute unit nukleolus struktur institut dualisme aquarium dualisme akuarium suede duet sued duet equinox ekuinoks .

conduite konduite fluorescein quorum quota fluoresein kuorum kuota prematuur vacuum prematur vakum vitamin television cavalry vitamin televisi kavaleri jadwal marwa taqwa jadwal marwa takwa xanthate xenon xylophone xantat xenon xilofon executive taxi exudation eksekutif taksi eksudasi .

latex lateks exception excess excision excitation eksepsi ekses eksisi eksitasi excavation excommunication excursive exclusive ekskavasi ekskomunikasi ekskursif eksklusif yakitori yangonin yen yuan yakitori yangonin yen yuan yttrium dynamo propyl psychology itrium dinamo propil psikologi zenith zirconium zenit zirkonium .

zodiac zygote zodiak zigot zalim hafiz zalim hafiz gabbro accu effect commission ferrum salfeggio ummat tammat gabro aki efek komisi ferum salfegio umat tamat mass massa 1. nalar. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. sirsak 2. perlu. Misalnya: bengkel. kabar. paham. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang dipaparkan di atas. .

Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. structureel formal. -eel (Belanda). anarchie oligarchy. -aal (Belanda) menjadi -al structural. -air (Belanda) menjadi -er complementary. formeel normal. Kata seperti standardisasi.suaiannya dalam bahasa Indonesia. actie publication. complementair primary. oligarchie -ary. -archie (Belanda) menjadi -arki anarchy. -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. secundair komplementer primer sekunder -(a)tion. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat -age menjadi -ase percentage etalage -al (Inggris). -si action. normaal -ant menjadi -an accountant informant -archy. primair secondary. efektif. publicatie aksi publikasi -eel (Belanda) menjadi -el anarki oligarki akuntan informan struktural formal normal persentase etalase .

-isch (Belanda) menjadi -is economical. dialektica technique.ideëel materieel moreel -ein tetap -ein casein protein ideel materiel morel kasein protein -i (Arab) tetap -i haqiqi insani jasmani hakiki insani jasmani -ic. -iek. -ique. -ika logic. techniek logika fonetik fisika dialektika teknik -ic. -ica (Belanda) menjadi -ik. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. practisch ekonomis praktis logical. logica phonetics. phonetiek physics. mechanisch ballistic. logisch logis . ballistisch elektronik mekanik balistik -ical. economisch practical. physica dialectics. -ics. elektronisch mechanic.

demonstratief -iyyah. technologie physiology. -iel menjadi -il percentile. percentiel mobile. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive.-ile. mobiel -ism. -iyyat (Arab) menjadi -iah alamiyyah aliyyah ilmiyyah -logue menjadi -log catalogue dialogue catalog dialog -logy. physiologie analogy. -logie (Belanda) menjadi -logi technology. analogie teknologi fisiologi analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog analog alamiah aliah ilmiah deskriptif demonstratif publisis egois modernisme komunisme persentil mobil . modernisme communism. descriptief demonstrative. -isme (Belanda) menjadi -isme modernism. communisme -ist menjadi -is publicist egoist -ive.

anthropoide hominoid antropoid -oir(e) menjadi -oar trotoir repertoire trotoar repertoar -or. prematuur struktur prematur . universiteit quality. inspecteur amateur formateur direktur inspektur amatir formatur -or tetap -or dictator corrector diktator korektor -ty. kwaliteit universitas kualitas -ure.epiloog epilog -oid. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. hominoide anthropoid. -teit (Belanda) menjadi -tas university. -oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. directeur inspector. -eur (Belanda) menjadi -ur. -ir director. struktuur premature.

.

.

.

Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum.entuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.Pengertian.bis : bus . Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah.do'a : doa . namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia.hadist : hadis .ijin : izin . Referensi Dan Contoh Sun.apotik : apotek .azas : asas . Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. 13/04/2008 . di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul : . sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah.atlit : atlet .8:36pm — godam64 Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar.   Ejaan Baku Dan Ejaan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia .azasi : asasi .gubug : gubuk .duren : durian .imajinasi : imaginasi . Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku.

Penulis di dini juga manusia yang tidak luput dari salah.nomer : nomor .jaman : zaman .kongkrit : konkret .kreativ : kreatif .ramadhan : ramadan .rapor : rapot .kalo : kalau .sentausa : sentosa .aktifitas : aktivitas .produktifitas : produktivitas .sportiv : sportif .karir : karier .rame : ramai .produktiv : produktif Tambahan : Situs web yang kaya akan ilmu pengetahuan ini pun tidak luput dari kesalahan ejaan.sportifitas : sportivitas .aktiv : aktif . .insyaf : insaf .. Menulis sambil belajar.kreatifitas : kreativitas .trotoar : trotoir Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd : .obyek : objek .

3. System ejaan Suwandi merupakan system ejaan latin untuk Bahasa Indonesia. Cirri khusus ejaan Republik / Suwandi dalah sebagai berikut : 1. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 2. ta’ jika pada suatu kata berakhiran huruf /a/ mendapat akhiran /i/ maka diatas akhiran itu diberi tanda trema /”/ huruf /e/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ di atasnya. 264/Bhs. Ejaan Malindo d). . Ejaan Van Ophusyen b). Ejaan Republik / Ejaan Suwandi c). ejaan ini merupakan karya Ch. misalnya /hoeloebalang.EJAANBAHASAINDONESIA 4 Comments Written by mas-shiro on April 8th. Van Ophusyen. Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda. 2011 8:25 am in Pendidikan Guru — 1. 2. Perlambangan fonem dengan huruf (tata bunyi) Ketetapan penulisan satuan-satuanbentuk kata misalnya kata dasar. Contohnya : . Ketetapan cara menulis kalimat dan bagian-bagian dengan menggunakan tanda baca. 2. 3. Ciri khusus ejaan Van Ophusyen adalah : 1. misalnya ejaan. Penulisan kata ulang dapat dilakukn dengan dua cara. A. Soewandi No. Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. misalnya bapa’. 4. 2. Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menanda /u/ Tanda trema pada huruf a dan I dihilangkan. 4. Pada dasarnya ejaan ini sama dengan Van Ophusyen./anak-negeri/ dipisahkan. 2. Pengertian Ejaan Ejaan adalah suatu keseluruhan system penulisan bunyi-bunyi bahasa yang meliputi: 1. dsb. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai dengan 1947. Ejaan Van Ophusyen ejaan Van Ophusyen disebut juga ejaan balai pustaka. 3. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalnya kata’ menjadi katak. 3. 5. 3. 6. Contoh pada kata /emek/ ditulis /ema’/ kata ulang diberi angka 2. A tanggal 19 Maret 1947 oleh sebab itu ejaan ini disebut Ejaan Suwandi. misalnya: janda2 (dibaca: janda-janda) Kata majemuk ditulis dengan tiga cara : 1. dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). dsb dengan menggunakan tanda penghubung misalnya /rumah-sakit/. huruf /u/ ditulis /oe/ koma hamzah /k/ ditulis dengan tanda /’/ pada akhir kata.rumah sakit/ Ejaan Repulik/Ejaan Suwandi Ejaan Republik dimuat dalam surat keutusan Menteri P dan K Mr. hanya saja ada beberapa penyederhanaan dan perubahan. seekor. dirangkai menjadi satu. misalnya /anak negeri/ . 5. kata majemuk dan lain sebagainya. apabila/. Adapun ejaan yang pernah berlaku di Indonesia adalah : a). kata ulang.

Tata-laksana 3). Tatalaksana 7. Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa indoneia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah. Berlair2-an 6. Misalnya : /putra/ bukan /putera/. Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara. Contohnya : 1).1). Berlari-larian 2). /praktek/ bukan /peraktek/ . Tata laksana 2).

dan Pemisahan Suku Kata Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. ketentuan pelafalan yang berlaku dalam bahasa Indonesia cukup sederhana. Lain halnya dengan bahasa Indonesia. ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda saja. /ny/. Kesalahan pelafalan dapat terjadi karena lambang (huruf) diucapkan tidak sesuai dengan bunyi yang melambangkan huruf tersebut. dan bahasa Jerman. misalnya /a/ atau /g/. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. satu bunyi yang dilambangkan dengan satu huruf. Pemakaian Huruf. Kekurangan tersebut terlihat pada adanya fonem (bunyi) yang masih dilambangkan dengan dua tanda. Perhatikan contoh berikut! Artikel Terkait    Penerbit dan Anak Perusahaannya "Rp" Itu Bukan Singkatan Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa . Tegasnya. yaitu /ng/. Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. dan /sy/. seperti bahasa Inggris. yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf. Keraguan yang dimaksud ialah ketidakteraturan pengguna bahasa dalam melafalkan huruf. Akan tetapi. lafal dalam bahasa Indonesia disesuaikan dengan tulisan. dan tanda baca. Sebaliknya. bahasa Belanda. dapat diucapkan dengan berbagai wujud bunyi bergantung pada bunyi atau fonem yang ada di sekitarnya. yaitu /e/ pepet dan /e/ taling. terutama bahasa asing. kata. yaitu satu bunyi dilambangkan dengan satu tanda (huruf). Pada akhir-akhir ini sering kita dengar orang melafalkan bunyi bahasa Indonesia dengan keraguan. /kh/. yaitu bunyi-bunyi dalam bahasa Indonesia harus dilafalkan sesuai dengan apa yang tertulis. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan. Ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia sekarang menganut sistem ejaan fonemis. kenyataannya masih terdapat kekurangan. Kaidah pelafalan bunyi bahasa Indonesia berbeda dengan kaidah bunyi bahasa lain. A. Pelafalan Salah satu hal yang diatur dalam ejaan ialah cara pelafalan atau cara pengucapan dalam bahasa Indonesia. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf. Dalam bahasa tersebut. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik.Penggunaan dan Tata Tulis Ejaan: Pelafalan. unsur serapan. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam penyusunan ejaan bahasa Indonesia yang lebih sempurna.

Sebaiknya pemakai bahasa memperhatikan pelafalan yang benar seperti yang sudah dibakukan dalam ejaan. Jadi.    Translasi Berdimensi Budaya Setop Menulis Stop! Harapan Pada Bahasa Luluhnya "P" Sehabis "Me-" -teknik Lafal yang salah: tehnik Lafal yang benar: teknik [t e k n i k] -tegel Lafal yang salah: tehel Lafal yang benar: tegel [t e g e l] -energi Lafal yang salah: enerhi. Di dalam kaidah ejaan dikatakan bahwa penulisan dan pelafalan nama diri. Perhatikan pelafalan berikut! -TV Lafal yang salah: [tivi] Lafal yang benar: [t e ve] -MTQ Lafal yang salah: [emtekyu]. agama. yaitu nama orang. badan hukum. nama minuman. dan sebagainya disesuaikan dengan kaidah ejaan yang berlaku. dengan kebebasan memilih apakah mengikuti Ejaan Republik (Soewandi) atau Ejaan yang Disempurnakan. Demikian pula halnya dengan pelafalan unsur kimia. atau nama obat-obatan.HCI Lafal yang benar: [Ha Se El] . Jadi. kota. bergantung pada kebiasaan yang berlaku untuk nama tersebut. enersi. pelafalan nama orang dapat saja diucapkan tidak sesuai dengan yang tertulis.coca Lafal yang benar: cola [ko ka ko la] . lembaga. kecuali kalau ada pertimbangan lain. enerji Lafal yang benar: energi [e n e r g i] Masalah lain yang sering muncul dalam pelafalan ialah mengenai singkatan kata dengan huruf. jalan. pemakai bahasa dapat saja melafalkan unsur tersebut tidak sesuai dengan yang tertulis. hukum. gunung. Perhatikan contoh berikut! . atau kesejahteraan. sungai. Pertimbangan yang dimaksud ialah pertimbangan adat.CO2 Lafal yang benar: [Se O2] . [emtekui] Lafal yang benar: [em te ki] Hal yang perlu mendapat perhatian ialah mengenai pemakaian dan pelafalan huruf pada penulisan dan pelafalan nama diri. Hal tersebut memerlukan kesepakatan lebih lanjut dari pakar yang bersangkutan. bergantung pada pemilik nama tersebut.

Contoh: . sinar x. yaitu huruf /f/. sedangkan untuk istilah umum harus diganti dengan huruf /k/.aquarium harus ditulis dengan akuarium . pemakaian huruf itu tetap dipertahankan dan jangan diganti dengan huruf lain. Dengan demikian.aktif tidak boleh diganti dengan aktip .pasif tidak boleh diganti dengan pasip . liyat. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang sama harus dilafalkan dengan jelas.quadrat harus ditulis dengan kuadrat . Aturan ini tidak berlaku bagi kata-kata pungut karena lafal kata pungut disesuaikan dengan lafal bahasa asalnya. Huruf /x/ apabila terdapat pada tengan kata dan akhir kata diganti dengan huruf gugus konsonan /ks/. Huruf /q/ hanya dapat dipakai untuk nama istilah khusus. siarah Meskipun huruf-huruf serapan sudah dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia. pahit. leher. Pemakaian Huruf Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan menggunakan 26 huruf didalam abjadnya. luhur.ziarah tidak boleh diganti dengan jiarah. B. Bunyi /h/ yang terletak di antara dua vokal yang berbeda dilafalkan dengan lemah atau hampir tidak kedengaran. x. seperti xenon. dan /z/.Quran tetap ditulis Quran (nama) . Demikian pula huruf /x/ dapat dipakai untuk lambang.fakta tidak boleh diganti dengan pakta . seperti pada kata tahun. payit. + y. lahir. yaitu tawun. merupakan huruf serapan dan sekarang huruf-huruf tersebut dipakai secara resmi di dalam bahasa Indonesia. /v/. Contoh: . Beberapa huruf di antaranya. lihat. kohir. seperti kata mahir. yaitu mulai dengan huruf /a/ sampai dengan huruf /z/. pohon. sihir.Kaidah pelafalan yang perlu dibicarakan di sini ialah pelafalan bunyi /h/. seperti pada kata mahal.valuta tidak boleh diganti dengan paluta . Bunyi /h/ pada kata seperti itu umumnya dilafalkan dengan bunyi luncur /w/ atau /y/. kohesi. /x/. harus kita ingat ketentuan pemakaian huruf /q/ dan /x/. Pelafalan bunyi /h/ ada aturannya dalam bahasa Indonesia.

Pengguna bahasa tidak boleh melakukan pemotongan kata berdasarkan kepentingan lain.taxi harus ditulis dengan taksi . taat ta-at 1. Contoh : ambil am-bil undang un-dang 2. Huruf vokal itu dapat didahului atau diikuti oleh huruf konsonan.. Apabila di tengan kata terdapat konsonan di antara dua vokal pemisahannya dilakukan sebelum konsonan. pemisahan dilakukan di antara kedua konsonan tersebut. 1) Apabila di tengah kata terdapat dua vokal berurutan. Contoh: bapak ba-pak sulit su-lit .ma’mur harus diganti dengan makmur C. Persukuan atau pemisahan suku kata biasanya kita dapati pada penggantian baris. pemisahan dilakukan di antara vokal tersebut. misalnya mencari kelurusan baris pada pinggir baris setiap halaman atau hanya untuk memudahkan pengetikan. Pemisahan Suku Kata Setiap suku kata bahasa Indonesia ditandai oleh sebuah vokal.ma’ruf harus diganti dengan makruf .ta’zim harus diganti dengan taksim . Apabila di tengan kata terdapat dua konsonan berurutan. Ternyata masih ada pengguna bahasa yang menggunakan tanda ‘ain’ /’/ untuk bunyi hamzah (glotal) tersebut. juga digunakan untuk melambangkan bunyi huruf hamzah (glotal). Contoh: Main ma-in.da’wah harus diganti dengan dakwah . yaitu terdapat pada bagian akhir setiap baris tulisan. Penulisan harus mengikuti kaidah-kaidah pemisahan suku kata yang diatur dalam Ejaan yang Disempurnakan seperti berikut ini.complex harus ditulis dengan kompleks Huruf /k/ selain untuk melambangkan bunyi /k/. Contoh: .

tetapi diletakkan di samping kanan huruf. Tanda pemisah (tanda hubung) tidak diperkenankan diletakkan di bawah huruf dan juga tidak boleh berjauhan dengan huruf. penyukuannya dipisahkan sebagai satu kesatuan. Pada akhir baris dan awal baris tidak diperkenankan ada huruf yang berdiri sendiri. Contoh: Salah Benar pengam . baik vokal maupun konsonan. Contoh: bangkrut bang-krut instumen in-stru-men 4.3. pemisahannya dilakukan di antara konsonan pertama dan konsonan kedua. Contoh: minuman mi-num-an bantulah ban-tu-lah 5. Contoh: Salah ikut juga masalah itu Benar ikut juga masalah itu 6. Imbuhan termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Apabila di tengah kata terdapat tiga atau empat konsonan.

bela jar Benar pengambilan .bilan. belajar .

huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia. seperti koma ain dan tanda trema. tanda diakritik. kemudian menjadi profesor bahasa Melayu diUniversitas Leiden. Sumatera Barat. bukan diftong. ta’. . menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata. Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda. dinamaï. ë. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi. Taib Sultan Ibrahim. sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini. van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). sajang. ï dan ö. pajah.W. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia. untuk menuliskan katakata ma'moer. Belanda. Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda.Ejaan Van Ophuijsen Dari Wikipedia bahasa Indonesia. pa’. antara lain:    huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang. yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda. Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T. Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi. Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik pada 17 Maret 1947. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe. oemoer. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia. itoe. [sunting]Sejarah singkat Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. ‘akal. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku.