TEORI HERMENEUTIKA

Dosen pembimbing Prof. Dr. Setya Yuwana dan Dr. Suyatno

Oleh Agus Paramuriyanto Danar Takdir Suprayogi

PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA TAHUN AJARAN 2011/ 2012

TEORI HERMENEUTIKA A. Pengantar Secara kodrati, manusia dalam implementasinya pada kehidupan sehari-hari tidak dapat melepaskan diri dari tiga kedudukan fungsi utama, yaitu: pertama: sebagai makluk individu yang harus bertanggungjawab terhadap pengembangan jati diri, kedua: sebagai makluk sosial yang pada esensinya manusia harus dapat membawakan dirinya ke dalam komunitas tertentu bergabung dengan individu-individu lainnya, dan ketiga adalah sebagai makluk Tuhan yang pada gilirannya bahwa manusia bukanlah hanya sekedar sebagai makluk individu dan sosial melainkan manusia secara tersebut koheren manusia dalam juga kedua harus kedudukan fungsionalnya

menyadari bahwa dirinya hadir dalam dunia ini meyakini adanya Al Khalik yang menciptanya (tesis/pendapat ini disampaikan dalam konteks negara yang mewajibkan warganya untuk beragama, bukan pada negara sekuler, komunis, atau liberal). Ketiga kedudukan ini pada peristiwa kehidupan sehari-hari tidak dapat berdiri sendiri. Satu sama lain menyatu secara simultan dalam rangka untuk memperoleh jatidirinya, sehingga layak untuk disebut bahwa manusia adalah makluk multidimensional. Menyangkut peristiwa komunikasi tersebut, baik komunikasi internal maupun eksternal, komunikasi vertikal maupun horisontal, maka manusia tidak dapat dilepaskan dari beberapa faktor yang melibatkanya dalam sebuah peristiwa komunikasi. Faktor-faktor itu di antaranya adalah (1) sistem tanda atau bahkan simbol yang digunakannya dan (2) makna yang tersirat di dalamnya. Agar peristiwa komunikasi dapat berjalan secara efektif 1), maka kedua unsur pelibat komunikasi

1

di mana simbol itu dapat bersifat monointerpretabel dan dapat pula bersifat poliinterpretabel. Menyangkut permasalahan poliinterpretabel ini. Sejarah Hermeneutika 2 . Dalam hal inilah kemudian kita memerlukan seperangkat teori tentang interpretasi agar pesan itu tidak diterima secara bias.—dalam hal ini komunikator dan komunikan—harus memiliki seperangkat konsep pemahaman yang kompleks sehingga tidak terjadi deviasi pamahaman terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator. membantu sesama manusia. Yang namanya sebuah alat sudah suatu keniscayaan memiliki keberagaman fungsi dan makna. bersekolah/kuliah. sehingga dapat ditafsirkan mono dan bermacam-macam. Suatu contoh. Dengan uang orang bisa membangun masjid. Jadi alangkah kejamnya kalau hermeneutika. bahkan dengan uang orang bisa membunuh. tanpa pernah melihat kepada siapa yang menggunakannya B. Mengapa hal ini dipandang perlu? Semua itu dikembalikan pada karakter simbol itu sendiri. uang atau duit. Padahal kalau kita cermat dari hermeneutika. maka tema ini menjadi penting untuk dipaparkan dan dibahas Terjadinya pro dan kontra mengenai keberadaan hermeneutika selama ini sebenarnya menurut hemat penulis adalah dalam wilayah produk atas pemaknaan. dengan uang Yusron bisa naik haji. ia hanyalah sebuah “alat”. Pesan yang bersifat distingtif-denotatif dan pesan yang bersifat konotatif. penafsiran terhadap hermeneutika itu sendiri. uang atau alat yang lainnya dijadikan sebagai objek kesalahan.

dari sanalah kata itu berasal. terutama seperti proses ini melibatkan bahasa. karena bahasa merupakan mediasi paling sempurna dalam proses. Ketiga-tiganya bisa diwakili dalm bentuk kata dalam bahasa Inggris “to interpret” Persoalannya. sejauh ia diberitakan bisa menjadi pesan. kata latin hermeneutica belum muncul sampai abad ke-17. yaitu. Dalam bahasa Yunani hermeios mengarah kepada seorang pendeta bijak Delphic. berasal dari bahasa Yunani dan kata benda hermenia yang masing berarti “menafsirkan” dan “penafsiran” (interpretasi). mengatakan. orisionilitas kata modern dari hermenuetika dan hermenutis mengasumsikan proses “membawa sesuatu untuk dipahami”. Hermes “membawa pesan takdir. Pada intinya orang Yunani berhutang budi kepada Hermes bahasa dan tulisan-sebuah mediasi di dengan penemuan mana pemahaman manusia dapat menangkap makna dan menyampaikan kepada orang lain. Tindakan “mengungkap” ini menjadi penjelas “yang tertata” terhadap apa yang sudah dikatakan. Dengan menelusuri akar kata palingt awal dalam Yunani. namun baru muncul pertama kali saat diperkenalkan oleh seorang teolog Strasborg bernama johann Konrad Danhauer (1603-1666) dalam bukunya yang berjudul : Hermeneutica sacra. Ada tiga bentuk makna dasar hermeneuein dan hermeneia yang diasosiasikan dengan Hermes dalam mediasi dan proses membawa pesan “agar dipahami”.Istilah hermeneuine Hermeneutika. hermeneuein mengungkap sesuatu yang membawa pesan. menjelaskan dan menerjemahkan. Kata kerja Hermeios dan kata kerja lebih umum hermeneuein dan kata benda hermeneia diasosiasikan pada Dewa Hermes. Sive methodus Eksponendarums 3 .

dan realitas. Teori dan konsep Menurut Gadamer hermeneutik adalah pertemuan dengan Ada (being) yang dapat dipahami dengan bahasa. Istilah Hermeneutika pada masa ini mengandung dua pengertian. Karakter linguistik realitas manusia itu sendiri. C. Ia secara terbuka mendeskripsikan inspirasinya dari Risalah Peri hermeneias (de interpretations) Aristoteles.”yang kita maksudkan dalam hermeneutika adalah teori tentang kaidah-kaidah yang menata sebuah eksegesis. dengan kata lain. yang mengklain bahwa ilmu interpretasi yang baru berlaku tidak lain menjadi pelengkap dari Organon Aristotelian. dan hemeneutika larut ke dalam persoalan-persoalan yang sangat filosofis dari relasi bahasa dengan ada. yaitu Hermeneutika sebagai seperangkat prinsip metodologis penafsiran dan sebagai penggalian filosofis dari sifat dan kondisi yang tidak bisa dihindari dari kegiatan memahami. sebuah interpretasi teks partikular atau kumpulan potensi tandatanda keberadaan yang dipandang sebagai sebuah teks. Paul Ricoeur dalam De I’intretation (1965). Namun berdasarkan bentuk dasar makna hermeneuein dibagi menjadi tiga. 16-33). yamg menilai bahwa Hermeneutika adalah syarat terpenting bagi setiap ilmu pengetahuan yang mendasarkan keabsahannya pada interpretasi teks-teks. mendefinisikan hermeneutik yang mengacu balik pada fokus eksegesis tekstual sebagai elemen distigtif dan sentral dalam hermeneutika. sejarah. 4 . pemahaman.Sacrarum Litterarum. Ricard Palmer (2005. eksistensi.

b. Menerjemahkan adalah bentuk khusus dari proses interpretasi dasar “membawa sesuatu untuk dipahami”. menjelaskan sesuatu. seseorang membawa apa yang asing. Dalam konteks ini mediasi bahasa orang itu sendiri. ekspresi merupakan interpretasi. funsinya tidak hanya untuk menjelaskan tetapi untuk menyatakan. Dan ada enam definisi modern hermeneutik menurut Richard E. Hal Hermeneuein yang paling sebagai esensial dari menjelaskan kata-kata jelas. Hermes merupakan utusan dari Tuhan dalam tugasnya untuk memberitahukan kepada manusia. Palmer (2005. Hermeneuein sebagai mengatakan ‘‘to say” Ini berasal dari asal mula hermes dalam memberitahukan kepada manusia. membuat bisamengekspresikan situasi tanpa harus menjelaskan. adalah mengumumkan dan menyatakan sesuatu. merasionalkannya. “to explain” bukanlah Seseorang mengatakan saja sesuatu saja.a. c.43-49) 1) Hermeneutika Sebagai Teori Eksegesis Bibel Bentuk pemahaman yang paling awal dari hermeneutika adalah merujuk pada prisnsip-prinsip interpretasi pada Bibel. Ini mengasumsikan bahwa utusan di dalam memberikan kata. jauh dan tidak dapat dipahami ke dalam menjelaskan juga 5 . Hermeneuein sebagai menerjemahkan “To Translate” Pada dimensi ini menafsirkan bermakna ‘to translate” (menerjemahkan). dan merupakan bentuk interpretasi.

Lingkungan Protestan merasa sangat butuh terhadap pedoman interpretasi untuk membantu para pendeta dalam menafsirkan kitab suci. dogma. humanistik. 2) Hermeneutika sebagai Metodologi Filologis Filologi klasik lahir bersamaan dengan perkembangan rasionalisme. Sejarah hermeneutika Bibel dapat ditelusuri melalui gereja primitif. 3) oleh adalah hermeutika Bibel. menjelaskan bahwa metode diaplikasikan terhadap Bibel. Dalam teologi. Pada hakekatnya hermeneutika ditunjukkan lingkup hermeneutika. Konsepsi hermeneutika diimplikasikan sebagai sebuah kritik radikal dari sudut pandang filologi. Konsep hermeneutik yang bernuansa Bibel akan berubah ke dalam hermeunetika sebagai kaidah umum dari eksegesis filologi. hemermeneutika sebagai tafsir historis pesan Bibel. tentang pemahamannya. dan sistem lain dari interpretasi. Dalam hal ini hermeneutika teks. dangan Bibel salah satunya. interpretasi mistik. interpretasi ganda Bibel abad pertengahan. karena ia berusaha melebihi konsep hermeneutika sebagai sejumlah kaidah dan berupaya membuat hermeneutika menjadi 6 . dapat juga diaplikasikan pada buku Hermeneutika sebagai Pemahaman Ilmu linguistik: Terhadap hermeneutika Schleiermacher sebagai memiliki ilmu distingsi dan seni tersendiri pemahaman. dan hal tersebut mempengaruhi hermeneutika Bibel. Di situlah muncul kritik historis Keduanya yang lain. dan yang lainnya mengenai persoalan ruang sistem tafsir untuk mengungkapkan makna “terembunyi” di balik dalam teologi dalam interpretasi yang memaknai interpretasi Bibel yang beraliran gramatis dan historis.

kontinuitas. Hasilnya bukan ”hermeneutika filologi”. maka ilmu memiliki berbagai ciri. dinamis. diperoleh melalui proses metodologis dari observasi. (2) memiliki metode (3) objektif. dan kaitankaitan cerapan menjadi rumusan generalisasi. dan penjelasan-penjelasan menjadi konsepsi yang menyeluruh 7 . dan netralitas. sedangkan untuk mempermudah pendekatan terhadapnya maka ilmu harus juga memiliki berbagai macam ciri yang menjadi esensi dari sistem ilmu itu sendiri. yaitu: (1) harus bersistem. maka ilmu adalah pengetahuan teratur dan terbuktikan. yakni sebuah ilmu yang berusaha mendeskripsikan kondisi-kondisi pemahaman dalam berbagai aneka dialog. intelektualitas. kaidah. tetapi ”hermeneutika umum” (allgemeine hermeneutik) yang prinsipprinsipnya dapat digunakan sebagai fondasi bagi semua ragam interpretasi teks. Terdapat sedikitnya empat persyaratan utama untuk sebuah ilmu. analitis. instrumental dan verifikatif. konsistensi. asas. dilihat dari segi bentuknya. yang secara rasional dan metodis muncul dari data yang diperoleh dari pengamatan. yaitu sebuah hermeneutika yang menandai permulaan ”hermeneutika non-disipliner” yang sangat signifikan.”sistematis-koheren”. dan (4) harus memiliki tujuan secara jelas dan dapat memberi manfaat bagi umat manusia. sedangkan untuk memperkuatnya. Untuk itu. Selanjutnya. yaitu empiris. sedangkan konsep-konsep sederhana. maka suatu kajian itu hendaknya memiliki berbagai persyaratan dan prinsip. percobaan dan pengalaman. Untuk dapat disebut sebagai ilmu. ilmu harus merujuk pada sekumpulan pendapat atau pengetahuan yang disusun secara sistematis. eksperimen dan empiri secara objektif tentang alam semesta. Di samping itu ilmu juga harus memiliki berbagai macam prinsip. teori. di antaranya adalah faktualitas.

aksi. secara hukum. filsafat besar pada akhir abad ke-19. Wilhelm Dilthey. yang menyatakan bahwa hermeneutika adalah ”inti” dari disiplin ilmu yang dapat memberikan pelayanan sebagai pondasi bagi geisteswissenschaften (yaitu semua disiplin yang memfokuskan pada pemahaman seni. Dalam menafsirkan ekspresi hidup manusia. historis. 4) Hermeneutika sebagai Fondasi Metodologi bagi Geisteswissenschaften Hermeneutika dalam hal ini adalah inti disiplin yang dapat melayani sebagai fondasi bagi Geisteswissenschaften atau disiplin yang memfokuskan pada pemahaman seni. dan khususnya terhadap interpretasi objek yang senantiasa bersifat historis.atas sistem konseptualnya. sekaligus sebagai seorang penulis biografi Schleiermacher. maupun Dilthey kitab suci harus pada memerlukan metode pemahaman tersendiri. maka berikut ada pentingnya dipaparkan posisi hermeneutika lengkap dengan sistemnya sesuai dengan sistem ilmu yang harus dipatuhi. yaitu tindakan pemahaman memfokuskan herhemeneutika sebagai kajian interpretatif terhadap objek yang 8 . pemahaman terhadap hermeneutika sebagai disiplin. apakah itu berupa karya sastra. dan tulisan manusia). aksi. sedangkan untuk pendekatannya digunakan ancangan secara historiografis. Hermeneutika ini merupakan disiplin yang memfokuskan pada interpretasi . dan dalam persyaratan kaitannya seperti dengan atas. Lantas bagaimana dengan hermeneutika? Hermeneutika dalam posisinya sebagai ilmu tidak dapat dilepaskan dimaksud dari di berbagai Untuk prinsip itu. dan tulisan manusia.

Edmund Husserl. 5) Hermeneutka sebagai Fenomenologi Eksistensi dan Pemahaman Eksistensial. antara mitos dan kenyataan. eksistensi. Objek interpretasinya biasanya berupa teks dalam pengertian yang luas .senantiasa memiliki dimensi historis yang kemudian diformulasikan dengan dasar-dasar humanis menjadi sebuah metodologi humanistik yang nyata bagi geisteswissenschaften. 9 . dan menggunakan studi fenomenologi terhadap cara berada keseharian manusia di dunia. sejarah. Gadamer dalam pendapatnya menyatakan bahwa linguitik realitas manusia itu sendiri dan hermeneutika larut ke dalam persoalan-pesoalan yang sangat filosofi dari relasi bahasa dengan ada. dalam menyingkapi persoalan ontologis meminjam metode fenomenologis dari gurunya. Martin Heidegger. sebagai “hermeneutika dasein”. dan realitas. 6) Hermeneutika sebagai Sitem Interpretasi dalam konteks ini hermeneutika mempunyai makna proses penguraian yang beranjak dari isi dan maknayang nampak ke arah makna terpendam dan tersembunyi. pemahaman. Hermeneutika dalam konteks ini tidak mengacu pada ilmu atau kaidah interpretasi teks namun penejelasan karakter fenomenologisnya tentang keberadaan manusia itu sendiri. bahkan agama kita sendiri bisa kita curigai atau berkurangnya rasa kepercayaan kita terhadap apa yang kita yakini. Freudian menggiring kita kearah ketidakpastian terhadap apa yang telah kita ketahui. bisa berupa simbol dalam mimpi atau mitos dari simbol masyarakat atau sastra. Dia menyebut analisisnya yang dipresentasikan dalam karya Being And Time(1927).

namun demikian ia harus terbuka bagi semua bidang yang lain di mana ia dapat menyumbangkan sesuatu penangkapan yang utuh tentang apa dan bagaimana pemahaman terjadi. Problem Hermeneutis Hermeneutik harus melangkah lebih jauh lagi dalam tindakan kompleks pemahaman ini. Fokus Ganda Hermeneutika a. Interpretasi yang luas dalam problem hermeneutik ini berusaha melihat peristiwa pemahaman teks sebagai hal yang selalu mencakup momen dalam kaitannya dalam konteks sekarang. dijadikan sebagai pijakan. daripada sekedar gagasan. b. Ia menghancurkan topeng dan ilusi dalam upaya rasiona yang sunggu-sungguh pada model “demistifikasi”. dan sebagainya. Fenomena pemahaman ini tidak boleh dipahami secar sempit dan doktrinal. 10 . Hermeneutik harus dapat memformulasikan teori linguistik dan pemahamn historis seperti fungsi dalam interpretasi teks. analisis logika. ia menjadi fenomenologi dari peristiwa pemahaman. peristiwa pemahaman. seperti epistimologi. sebuah peristiwa di dalam semua kekonkritannya. usaha yang untuk harmonis dalam memperoleh makna tersembunya didalamnya kedua.Recoeur mengatakan bahwa ada dua makna sindrom yang sangat berbeda dari hermeneutika pada masa modern : pertama yang dipresentasikan berkaitan oleh dengan demitologisasi symbol bulltmann. Konsep Pemahaman Dalam konteks ini teori pemahaman sangat relevan bagi hermeneutika ketika pengalaman hidup. Berpikir diorinetasikan kepada fakta. berusaha untuk menghilangkan symbol sebagai representasi kesemuan realitas. teori pembelajaran. ontologi.

yang terbit dari refleksinya sebagai ahli eksegetika dan filologi. Schleiermacher melihat dua masalah universal dalam hermeneutika. yaitu proses hermeneutika. Schleiermacher telah meletakkan dasar hermenautika modern. 11 . dan Hegel. Fichte. Tokoh-tokoh Besar Hermeneuistik 1. Arah baru yang dibicarakan oleh Schleiermacher adalah tekanan pada pemahaman terhadap hal yang dikatakan dalam suatu dialogia. Proses komparatif dan divinatorik yang merupakan penetrasi ke dalam struktur kalimat dan struktur pikiran pencipta hingga mengerti keaslian yang berasal dari dalam karya. Rekonsepsinya tentang hermeneutika. Hermeneutik Daniel Schleiermacher Schleiermacher adalah seorang salah satu raksasa intelektual di jamannya. dan dinalar dalam konteks sistem idealisme Schelling. kembali proses pemahaman kejiwaan tidak pencipta lain adalah Kita teks. Namun kendati beliau tidak pernah menulis suatu traktat yang sistematik tentang hermeneutik dan hanya meninggalkan beberapa catatan kecil kompedium kuliah. Bagi mengalami Schleiermacher. Hermeneutika adalah kegiatan mendengarkan yang penetratif tersebut dan disinilah hakikat hermeneutika harus dikaji dan dipelajari.D. berangkat dari ungkapan yang sudah pasti dan selesai serta meniti kembali kenyataan kejiwaan yang menjadi pangkal tolak ungkapan tersebut. yakni perjumpaan dengan sesuatu yang asing dan kemungkinan salah paham manakala kita harus memahami pikiran atau sejumlah pikiran lewat kata-kata. dipengaruhi oleh Plato.

dan juga untuk karya lain dari tipe literatur yang sama. Pemikiran Schleiermacher pada lagi masalah bersifat bergeser dari konsepsi hermeneutika yang kejiwaan. Interpretasi gramatis melihat karya dalam kaitannya dengan bahasa. kesatuan umum dan khusus di dalam proyek seorang pencipta.Semakin tegaslah Schleiermacher bahwa objek operasi hermeneutika terdapat di dalam dua bidang. Interpretasi Psikologis Pendekatan Psikologis menggunakan koparatif dan firasat dalam dalam memahami pengarang. Minatnya pada Schleiermacher. baik dalam struktur kalimat maupun interaksi bagian-bagian karya. Dalam menggunakan 12 . Proyek Hermeneutika Umum Schleiermacher a. masalah kejiwaan adalah prestasi khas ia cenderung mengaburkan unsur tetapi kesejahteraan dan unsur pentingnya bahasa dalam analisis arti. bukan proses mekanikal. untuk menyusun kembali pikiran/pemikiran orang lain. yakni bahasa dan pikiran. melampaui bangunan aturan-aturan. bukan ilmu. b. Maka dari itu kita dapat melihat prinsip-prinsip bagian dan keseluruhan karya bekerja dalam interpretasi gramatis. Schleiermacher mengatakan bahwa pemahaman adalah suatu teknologi. Ia masalah menentukan diskusi atau tentang terpusat pada bahasa ke konsepsi hermeneutika yang terpusat merekonstruksi suatu proses mental yang yang hakikatnya tidak kebahasaan. Gaya menandai kesatuan pikiran dan bahasa. Interpretasi Gramatis Diawali dengan menempatkan pernyataan berdasarkan aturan objektif dan umum. Schleiermacher melihat gaya bukan sebagai masalah hiasan.

Karya seni sebagai Obyektivikasi Pengalaman Hidup Karya seni tidak hanya menunjuk pada pengarangnya secara keseluruhann namun menunjuk pada hidup (kehidupan itu sendiri). Dengan kata lain suatu pengalaman melukis yang penuh makna. bahasa dan segala sesuatu yang merefleksikan produk kehidupan dalam manusia. hukum. Ini tidak hanya untuk memahami pengarang dari sudut pandang psikologis. Pengalaman Pengalaman hidup dimaknai sebagai suatu unit yang secara bersamaan diyakini mempunyai makna yang umum.metode firasat diharapkan seseorang dapat keluar dari diri sendiri dan mentransfer formasikan dirinya ke dalam diri pengarang supaya ia dapat menangkap secara langsung proses mental pengarang. tapi juga untuk mendapatkan maksud mengarang dari dalam teks. bentuk sosial. sebuah ekpresi mengacu pada ide. namun lebih sebuah ekspresi hidup. Ekspresi Bagi Dilthey ekspresi terutama bukan merupakan pembentukan perasaan seseorang. Hermeneutik wilhelm Dilthey Dalam yakni: a. c. misalnya mencakup banyak perjumpaan dengan pangalamnpengalaman lain yang dipisahkan oleh waktu namun tetap saja disebut sebagai sebuah pengalaman. Pemahaman hidupnya dilthey memiliki pemikiran-pemikiran dalam hermeneuistik sebagai fondasi gesteswissenschften 13 . b. 2. d.

Pengarang dan konteks historis dari teks dipertimbangkan dalam proses itu bersama dengan prasangkaprasangka penafsir seperti tradisi. namun justru pada pengungkapannya.Pemahaman merupakan proses jiwa yang dapat memperluas pengalaman hidup manusia. (ilmu 14 . kepentingan praktis bahasa dan budaya. Dengan demikian. pikiran penafsir juga menceburkan diri kedalam pembangkitan kembali makna teks. Artinya. Ia merupakan pengoperasian pikiran-pikiran kosong yang mencapai tranposisi pra-reflekif dari seseorang kepada orang lain. seorang filosof kelahiran Marbug bernama Hans-Georg Gadamer (1900-2002). Karier puncak Gadamer pada tahun 1960 ketika ia manulis karya yang cukup monumental berjudul Wahrheit und Methode (kebenaran tuhan blogspot) Kontribusinya terhadap seni berasal dari hakikat seni bukan terletak pada nilai keterampilan manusia. 3. Heidegger Menurut heidegger. Pemahaman bukan hanya merupakan tindakan pemikiran. Menafsirkan karya seni berarti beralih ke dalam ruang yang terbuka di mana karya tersebut telah dan metode) yang kemudian menjadi rujukan kajian Hermeneutika kontemporer sampai saat ini. Tokoh dari teori ini adalah murid Martin Heidegger sendiri. Hermeneutika dialogis adalah interpretasi dengan asumsi bahwa pemahaman yang benar akan dapat dicapai malalui dialektika dengan mengajukan banyak pertanyaan. namun merupakan proses transposisi dan pengalaman dunia kembali. Pemahaman memiliki manfaat membebaskan dari teorisasi rasional. proses pemahaman adalah proses peleburan antara sekurangkurangnya dua horizon.

Tokoh dari teori ini adalah Jurgen Habermas (1929-) seorang filosof Jerman yang juga belajar Sebab. Artinya teori ini lebih mengedepankan refleksi kritis penafsir dan menolak kehadiran prasangka dan tradisi. pemahaman didahului dengan pra-penilaian (prejudgement). pengetahuan atau jargon-jargon yang dipakai dalam sains dan agama. bahasa Sejalan sebagai suatu dengan unsure fakta Gadamer. Kebenaran seni bukanlah harmonisasi dangkal dengan sesuatu yang sudah ada (yakni pandangan tradisional akan kebenaran sebagai hal yang benar). ekonomi. konsekkuensinya kita harus curiga dan waspada (kritis) terhadp bentuk tafsir. maka bagi Habermas pemahaman didahului oleh kepentingan. dan gender. seorang penafsir harus mampu mengambil prasangka. teori ini dibangun di atas klaim bahwa setiap bentuk penafsiran dipastikan ada bias-bias dan unsure-unsur kepentingan politik. social. Gadamer dalam Kritiknya Hermeneutika kritus adalah interpretasi dengan pemahaman yang ditentukan oleh kepentingan social (social interest) yang melibatkan kepentingan kekuasaan (power interest) sang interpreter. dengan menggunakan metode ini. Kalau menurut Gadamer. Sehingga untuk memahami suatu teks. Artinya. analisis dilakukan melalui hubungan simbol-simbol sebagai simbol dari fakta. Hanya saja Hermeneutika dialogis Gadamer dianggapnya kurang memiliki kesadaran social yang kritis.ditegakkan. termasuk bias strata kelas. Secara metodologis. jarak atau melangkah keluar dari tradisi dan 15 . suku. ia fundamental juga menempatkan Hermeneutika. 4. politik.

c) Penafsiran hermeneutik baru yang diwakili oleh Gadamer berusaha memadukan masa silam dengan masa kini. Suwardi mengemukakan enam pokok dalam menafsirkan sastra yang harus diperhatikan yaitu. penafsiran. Contoh. b) Penafsiran yang berusaha menyusun kembali arti historik. penafsiran akan dangkal. Dalam studi sastra juga mengenal hermeneutik sebagai tafsir sastra. Penafsiran juga dapat disusun denga “cakrawala harapan” pada pembaca pada waktu itu. Isyarat-isyarat dan susunan-susunan teks membuka kesempatan untuk menemukan dalam diperlukan bagi pembaca yang kompeten arti yang tepat. Penafsiran ditentukan oleh indifidu dan masyarakatnya. Penafsir dapat menyususn kembali pandangan sosio budaya masyarakat terhadap sastra yang hidup dalam batin mereka. a) Penafsiran yang bertolak dari pendapat. Dalam hal ini proses penafsiran sambil “melebur cakrawala masa silam dan masa kini”.5. cara ia mengerti sebuah teks turut dihasilkan sebuah tradisi. berhubungan dengan masalah politik. Suwardi sekarang) Endra Surana (Tokoh Hermeneutika Hermeneutika menurut Suwardi berarti tafsiran. Penafsir juga bisa menghubungkan dengan aspek sejarah suatu teks. bahwa teks sastra sudah jelas. Tanpa Penghayatan penghayatan. Sasaran terakhir adalah agar 16 . Penafsir dapat berpedoman pada maksud si pengarang seperti tampak pada teks sendiri atau di luar teks. Penafsir sadar bahwa ia berdiri ditengah-tengah arus sejarah baik penerima maupun penafsiran.

hanya bagian tertentu saja yang sejalan dengan isu strategis.penafsir memahami teks dan menerapkannya yang baku dan lepas dari keterkaitan waktu pada situasi itu sendiri. peristiwa-peristiwa yang tidak diceritakan secara lengkap. melainkan henya ingin menunjukkan kemungkinan-kemungkinan yang tercantum di dalam teks. Hal-hal kosong ini dapat mengaktifkan pembaca 17 . tokoh tidak diajukan secara utuh. Penafsiran terfokus pada gerakan wanita dalam rangka emansipasi. Dhini. psikologis. pembaca ini berpedoman dinamakan estetik reseptif. tetapi tetap ada juga bidang-bidang yang dibiarkan kosong. d) Penafsiran yang bertolak pada pandangannya sendiri sastra. moral. Contoh. Pengarang memepergunakan aspek retorik. stilistika. peneliti menafsirkan dari aspek feminis kary-karya NH. peneliti dapat pula memahami karya-karya pengarang wanita yang bernafaskan emansipasi. Hal ini sering dilakukan dengan mengenai presentasi bahwa kita bisa menunjukkan arti teks yang pokok. dan diajukan teka-teki tetapi tidak dijawab. struktural. dan senagainya. sosiologis. Isma Sawitri dan sebagainya. f) Penafsiran yang tak langsung berusaha agar memadahi sebuah teks diartikan. Namun hal ini dilakukan ketika seseorang harus menjadi pembicara pada suatu temu ilmiah yang tematik. Harmeneutik ini beranggapan penafsiran karya sastra bersifat parsial. sehingga Pendekatan pembaca yang sendiri dapat pada menafsirkannya. e) Penafsiran yang berpangkal pada suatu problematik tertentu misalkan dari aspek politik.

nun Jauh dari alam mimpi dibangun dini hari Lalu kubuka jendela. pembaca dituntut untuk dianalisi “Ingat kamu. nun Jauh jarak tak jua tertempuh Seperti dari bumi ke langit tujuh Wajah langit cerah bagai baju birumu Menjadikan aku selalu diharu biru memahami dan mencari pengertian dan hakekat nun sebenarnya. nun Ingat kamu. Ingat kamu.S yang berjudul “Ingat kamu. ku buka pintu Ku basuhkan air sumber dengan kasih sayang Seperti mengingat wajahmu Pada jam-jam tahajut itu Air suci membawa kesembuhan hati Ingat kamu.S ingin memberikan sebuah kolaborasi antara puisipuisi modern dengan puisi sufistik yang bersangkutan dengan relegiusitas makna mendalam. nun” penulis Abdul Wachid B.E. nun Dari awal hingga ke ujung jalan waktu Kamu menguntit langkah kakiku Kadang menarik-narik bajuku dari belakang 18 . nun”. menjadikan dunia aku Selalu diharu-biru Ingat kamu. dan membuka segi simbol yang tak jelas. nun Jauh sekaligus dekat Diluar ruang-waktu sekaligus Selalu di dalam taman yang bernama hati Kamu menggedor-gedor kesadaranku Kamu mengikut kabut disubuh putih Kemudian kamu menjelma matahari pagi Menerobos cela-cela jendela Kamarku. Contoh Analisis Hermeneutika Dalam memahami makna yang terdapat pada sajak Abdul Wachid B. berikut teks sajak yang Ingat kamu.

atau makna Tuhan-Nya. nun” di atas.nun Jarak tempuh mana lagi akan Kucari-cari: kamu menghilang Kamu hanya meninggalkan jejak-jejak keindahan : kupu-kupu putih yang Kemudian lenyap dibalik Perumpung bunga -Yogyakarta. kemana arah pemaknaan nun. sesungguhnya banyak sekali makna yang menarik untuk dipecahkan.Kadang menghalang-halangi pandanganku ke depan Bahkan kamu menjegalku Sekedar agar aku terjatuh Lau bersimpuh didepan Mu Ingat kamu. Kemudian dari proses penterjemahan dalam memahami puisi “Ingat kamu. namun pemaknaan ini tidak boleh lepas dari puisi keseluruhan. pengarang dalam ke Agungan Nun sendiri.langit ke tujuh Diluar . Januari 2009- Puisi ini mengatakan bahwa adanya keterkaitan antara kata-katanya yakni: Nun Jauh . sajaknya berperan sebagai hamba yang mencari rahasia besar dibalik simbol. Pencarian itu dimulai dari diksi yang menyimpan 19 .dekat Bumi .di dalam Awal jalan – ujung jalan Depan – belakang Menarik-narik – menghala-halangi Terjatuh – bersimpuh dari beberapa kata tersebut diatas sudah bisa diraba-raba .

ini semua merujuk pada halhal yang religius.S mengambil satu huruf yang cukup menarik dan mempunyai rahasia besar akan kebesaran Allah. Januari 2009Kemudian penterjemahan menurut kami dari segi bahasa. (‫ = ن‬Nuun) kemudian dilanjutkan dengan ayat َ َ kedua (‫ = وال ْقل َم ِ وما ي َسطُرون‬Demi qolam dan apa yang mereka َ ُ ْ َ َ tulis). Ada sekelompok aliran dalam Islam yang menafsirkan bahwa nun hanya Allah yang tahu. berangkat dari huruf tersebut penulis Abdul Wachid B. sehingga kami mengaitkan penafsiran puisi ini dengan tafsiran Al Qur’an. Kita sudah pasti tidak akan dapat menjelaskan huruf nun tersebut mempunyai makna apa Wallahu a’lam karena nun haruslah memiliki pennafsiran yang paling 20 . dan akan rahasia dalam huruf nun di dalam Al-Qur’an pada surat Al-Qolam membawa pengarang dalam sebuah pemikiran hakikat logika yang dicapai seoarang hamba kepada Tuhannya untuk mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Kalau penafsiran ini benar tentu saja tempat dan kedudukan bagi Tuhan itu menduduki dan tinggi. Dalam puisinya yang lain dalam satu antologi puisi berjudul “Yang” terdapat satu sajak yang membicara tentang huruf nun yang berjudul “Di ujung nun”. pengibaratan. … Di ujung nun Jalan bercabang dua … Di ujung nun Jalan mengapa menjelma dua? Di atasnya ada satu titik takdir -Yogyakarta. dan nun adalah singgasana Tuhan yang terdapat jauh di atas sana. penggambaran.sebagaimana telah di tulis di dalam Al-Qur’an pada surat AlQolam.

dan dibalik itu pengarang mencoba memperjelas dimana jalan yang akan dipilih oleh seoarang hamba yang akan menuntunnya ke dalam sebuah titik dimana Allah ada di sana. 21 . dan bahkan keagungan seluruh makhluk-Nya. Oleh sebab itu sifat-sifat ini kerahasiaan ini menunjukkan betapa agung kedudukan-Nya. bila yang satu turun” ketetapan apa yang dilakukan oleh manusia dimuka bumi akan menghantarkan perbuatannya atau tingkatan keimanan dan ibadah yang menentukan kelak dialam baqo’ akan diketahui dia berada di atas atau dibawah.S Di ujung nun Jalan bercabang dua Bila yang satu naik. bila yang satu turun Lalu langkah kaki bertemu dimana? Jalan mengapa menjelma dua? Di atasnya ada satu titik takdir Matahari: di mana cinta tak harus berakhir Yogyakarta. Januari 2009 Tingkat penggambaran antara dua cabang yang menuju jalan dimana pengarang menggunakan kalimat “Bila yang satu naik. Secara` konteks interen puisi “Ingat kamu. Dalam penafsiran adalah kemahaberkuasaan (Kamiliyah) dan kebesaran (Jalaliah). nun” berhubungan dengan sajak “di ujung nun” yang masih dalam satu antologi puisinya Abdul Wackid B. esensi ini sama dengan penegasan Allah. seluruh keagungan Tuhan yang digambarkan dengan nun atau dalam arti harfiah kamus bahasa Indonesia berarti yang paling. segala amal akan diperhitungkan.adalah esensi yang sangat rahasia dari rahasia Allah dan keagungan Allah. dan satu titik tersebut akan menentukan apakah seorang akan ada di bawah atau di atas. yang digambarkan melalui diksi naik dan turun hal ini sama dengan surga dan neraka.

maka pemaknaan sebuah sajak “Ingat kamu. 1981 Fakhrunnas M.S yang berjudul “Ingat kamu. Pekanbaru. Sebuah gambaran pencarian yang harus di jalani oleh seorang hamba untuk mencapai maqon kedekatan dengan Tuhannya seperti di tulis dalam sajaknya pada bait pertama baris tiga 22 . nun” karya Abdul Wachid B. nun” juga ditemukan sajak yang lain atau dengan kata lain sajak “Ingat kamu. nun” berkontektual dengan sajak “Nun” karya Fakhrunnas M. atau nama huruf ke-25 dalam abjad Arab. Pengambilan simbol nun dalam sajak tersebut merupakan hal yang pertama yang harus diketahui baik arti atau makna. di sana.Dalam puisi Abdul Wachid B. sebelum mencari pandangan filosofis dalam pandangan pengarang.A Jabbar Dari pandangan perspektif tersebut.S harus didasarkan dengan pemaknaan-pemaknaan secara menyeluruh. didalam kamus bahasa Indonesia sendiri diksi “Nun” berarti: sana. Nun Inilah kait nun dari julang langit yang jauh Nun bukit mana dari julang langit yang jauh Nun dari kata apa dari ujung langit yang jauh Nun dari ayat mana dari julang langit yang jauh Inilah lingkaran nun yang tak pernah bersentuh ujungnya Nun dari ayat dan kitab suci Dari Zabur Dari Taurat Dari Injil Dari Al-Qur’an Nun di sana dari Air Lembah Eufrat Nun di sana dari Makkah dan Madinah mandi cahaya.A Jabbar dalam antologi puisinya yang berjudul “Airmata Barzanji” secara tidak langsung.

seoarang hamba akan keyakinannya Allah selalu menjadi kekasih dan tempat dimana meminta segala pertolongan. akan ditemukan sebuah perpaduan kenyataan seoarang hamba yang megalami perjalanan kehidupan yang semula tidak ada kemudian di ciptakan oleh Allah dimuka bumi dan juga akan dimatikan lagi oleh Allah. dan juga sebaliknya jika seoarang hamba jauh dari Tuhan jauh pula Tuhan dengan dimana kesejukan hamba seorang dalam tersebut. nun” diatas maka.S lewat sajaknya pada bait kedua baris ke empat “Selalu didalam taman yang bernama hati” bahwa konsep kedekatan Tuhan di ukur dimana segala tingkah laku perbuatan adalah dari kedekatan hati (ma’rifat) dan dimana Tuhan berada dihati seoarang hamba. Semua perjalanan kehidupan itu di ditulis dalam sajak “Iangat kamu nun” yang ditulis “Dari awal hingga ke ujung jalanan waktu” dan didalam perjalanan hidup manusia adalah 23 . Sedangkan untuk mencari kedekatan tersebut penggarang menggambarkan cara untuk mendekatkan diri dengan Tuhan yakni dengan cara bangun ditengah malam untuk sholat tahajud dimana disana seorang hamba mempunyai kedekatan dengan Tuhannya sehingga hati seorang hamba bisa mencapai tingkatam maqom yang dekat atau benar-benar mendialogkan pikirannya dengan Tuhan. Dengan menginterpretasi dan mencari makna dalam puisi “Ingat kamu. Kedekatan hamba dengan Tuhan inilah yang coba digambarkan oleh Abdul Wachid B. dalam hadis kudsi dijelaskan juga seoarang hamba jika berniat mendekatkan diri kepada Tuhannya maka Tuhan akan dekat dengan hamba tersebut.“Seperti dari bumi ke langit tujuh”. ang hatinya sebuah mencoba dengan keyakinan benar-benar kedudukan merasakan mendekatkan diri melalui ibadahnya.

dan maha kasihsayang-Nya.S dapat digambarkan dengan seorang hamba yang mencari maqom ma’rifat atau usaha seorang hamba untuk mencoba mendekatkan diri kepada Tuhannya melalui berbagai upaya yang dapat dilakukan. segala keindahan tersebut diciptakan-Nya dimuka bumi ini supaya manusia menegetahui kekuasaan-Nya. dan puncaknya yakni takwa. disinilah tingkat ketakwaan seorang hamba diuji oleh Allah melalui cobaan jegalan. keagungan. Hal tersebut ditulis di dalam sajak Abdul Wachid B. nun jarak tempuh mana lagi akan kucari cari” di mana seorang hamba yang mencari kedekatan dan mencari maqom mairifatullah melalui segala kebesaran.hakekatnya untuk beribadah kepada Allah. Hal itu ditulis disajak “Ingat kamu. nun” ditulis pada bait ke empat baris ke empat “Kadang menarik-narik bajuku dari belakang/ kadang menghalang-halangi pandanganku kedepan/ nahkan kamu menjegalku/ sekedar agar akau terjatuh/ lalu bersimpuh dihadapan Mu”. sabar. tarikan. halangan dan berbagai tantangan kehidupan didunia lainnya yang kesemuanya itu tak lain untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesabaran dan ketakwaannya seoarang hamba.S mengadung berbagai banyak pemaknaan. nun” karya Abdul Wachid B. nun” di bait empat baris ke enam “Bahkan kamu menjegalku sekedar aku terjatuh lalu bersimpuh dihadapan-MU” Setelah seorang hamba melewati ujian dari Allah maka disinalah sang penulis puisi Abdul Wachid B.S melanjutkan dengan “Ingat kamu. kekuasaan. berangkat dari Al-Qur’an surat Al-Qolam disana 24 . diantaranya memelalui tawakal.S yang berjudul “Ingat kamu. Dalam kajian hermeneutika yang menafsirkan sajak puisi Abdul wachid B. Secara pandangan persepektif Islam sajak “Ingat kamu.

“Kebesaran Tuhannya”. yaitu: mengatakan”to say”. yang dan dimiliki Allah. Hermeneutiknya meliputi baik objek maupun subjek sejarah. menjelaskan “to explain”. dan merterjemahkan “to translate”. peristiwa dan sejarawannya.sudah ditulis bawah “nun” adalah sebuah kerahasiaan Allah. tidak hanya pada manusia saja tetapi juga pada bahasa dan makna. 25 . Allah kebesaran dengan akan segala Maha Indah kerahasiaannya yang telah diciptakan. Berangakat dari kerasiaan “nun” di dalam Al-Qur’an penulis Abdul Wachid B. Dari pandangan orangorang sufi menganggap bahwa di sana merupakan sebuah kerahasiaan kekuasaan besar Allah. Hermeneutika memberi tekanan pada historisitas. Wallahu a’lam.S mencoba menerapkan konsep spiritual “manunggaling kaula gusti” yang seolah seoarang hamba yang mencari Tuhannya dengan susah payah dan meski melewati jarak yang cukup jauh dan juga melelahkan untuk bisa menemukan “nun”. interpreter dan yang diinterpretasikan. F. tidak banyak juga di jelaskan esensi nun itu sendiri didalam AlQur’an. baik segi arti maupun makna.S menggambarkan tempat yang dicari oleh seorang hamba tersebut sebetulnya berada didalam hatinya sendiri “Jauh sekaligus dekat/ di luar ruang sekaligus/ selalu didalam taman yang bernama hati”. Dan diteruskan dibait ketiga baris ke empat Abdul wachid B. Simpulan Hermeneutika adalah suatu proses interpretasi dengan menggunakan 3 langkah.

e. Namun dalam hermeneutika yang terpenting adalah interpretasi bukanlah apresiasi. Dalam tindakan apresiasi itu merupakan tindakan tindak lanjutan dari proses interpretasi. Yogyakarta. Hery Dilthey dan Heidegger And Gadamer. Cet III. Model. 2003. Teori. Hermeneutika sebagai metode dalam kajian filologi. 26 . DAFTAR PUSTAKA Palmer. Hermeneutics Interpretation Theory In Schlemacher. Muhamed. Damanhuri 2003. c. . Musnur Endraswara.Terj. Hermeneutika sebagai sistem interpretasi dalam ganda hermeneutika dikonsentarsikan pada menemukan makna dan ikonoklasme. Hermeneutika sebagai ilmu pemahaman linguistik. paling tidak dapat dipetakan dalam enam posisi. Pustaka Pelajar. Suwardi. Richard E. Hermeneutika sebagai teori eksegesis Bibel. yaitu: a. dasein dan pemahaman eksistensial.Hermeneutika dalam perjalanan historis memiliki sejarah yang cukup panjang. Hermeneutika sebagai fondasi metodologis dalam Hermeneutika sebagai pendekatan metodologis geisteswissenschaften. Satra. Fokus peristiwa pemahaman dan aneka problematika yang lebih diintensitaskan pada analisis bahasa secara fungsional yang dapat memberikan sumbangan ke bidang ilmu linguistik. dan Aplikasi. Metodologi Penelitian Epistemologi. dan f. b. d.

2004.com/2011/03/sejarah-dan-perkembanganhermeneutika. sejarah Hermeneutik. 2008. 2007. Mudjia. Ruzmedia.Hadi W M.com/humanities/religionstudies/2177230-enam-pengertian-modernhermeneutika/#ixzz1bOj16Htq.shvoong. Raharjo. Estetika. Abdul. Jogjakarta. Jean. Hermeneutika. Sumber.html 27 . Grondin. dan Religiusitas: Esai-esai Sastra Sufistik dan Seni Rupa. Ar-Ruzmedia. Dasar-dasar Hermeneutika antara ArIntersionalisme dan Gadamerian. Sumber: http://id.http://edhudaebillah.blogspot. Jogjakarta. Matahari.