MUTU PELAYANAN KEBIDANAN

STANDAR MUTU PELAYANAN KEBIDANAN

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Elisyah Marcelina Erlina Eka Pangestu Erlina Kurniawati (A0903022) (A0903023) (A0903024)

Fany Rifkiyana (A0903025) Fera Anggiana (A0903026) Fitri Muslimah (A0903028) Harwati (A0903030)

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN POLITEKNIK BANJARNEGARA

berkaitan dengan parameter yang telah ditetapkan. di antaranya: a. Standar adalah rumusan tentang penampilan atau nilai diinginkan yang Standar adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan berat. Standar adalah sesuatu ukuran atau patokan untuk mengukur kuantitas. c. mampu dicapai. spesifikasi serta eksplisit B. Syarat Standar a. Standar pelayanan kebidanan dasar 1. d. sempurna yang dipergunakan sebagai batas penerimaan minimal.2011 STANDAR MUTU PELAYANAN KEBIDANAN A. nilai atau mutu. b. c. Standar persyaratan minimal . Bersifat jelas Masuk akal Mudah dimengerti Dapat dicapai Absah Menyakinkan Mantap. b. f. 1990). 2. Pengertian Standar Pengertian standar itu sendiri sangat beragam. g. e. atau disebut pula sebagai kisaran variasi yang masih dapat diterima (Clinical Practice Guideline.

peralatan. dana (modal). yaitu jenis. Standar penampilan minimal Yang dimaksud dengan standar penampilan minimal adalah yang menunjuk pada penampilan pelayanan kesehatan yang masih dapat diterima. karena baik dan tidaknya mutu pelayanan sangat ditentukan oleh kesesuaian tindakan dengan standar proses. Standar Proses Dalam standar proses ditetapkan persyaratan minimal unsur proses yang harus dilakukan untuk terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu. 3. Untuk mengetahui apakah mutu pelayanan yang diselenggarakan masih dalam batasbatas kewajaran. Standar Masukan Dalam standar masukan yang diperlukan untuk minimal terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu. Standar Lingkungan Dalam standar lingkungan ditetapkan persyaratan minimal unsur lingkungan yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu yakni garis-garis besar kebijakan program. C. dan kualifikasi/spesifikasi tenaga pelaksana sarana. maka perlu ditetapkan standar keluaran. Bila ditemukan penyimpangan perlu segera diperbaiki.yang harus dipatuhi oleh semua pelaksana. Dalam pelaksanaannya pemantauan standar-standar tersebut tergantung kemampuan yang dimiliki.Adalah yang menunjuk pada keadaan minimal yang harus dipenuhi untuk menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu. pola organisasi serta sistim manajemen. jumlah. 2. keperawatan dan non medis (standard of conduct). Standar ini karena menunjuk pada unsur keluaran maka sering disebut dengan standar keluaran atau standar penampilan (Standard of Performance). dan dinilai secara obyektif serta berkesinambungan. maka perlu disusun prioritas. Ruang lingkup Standar pelayanan kebidanan : . yang dibedakan dalam : 1.Untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan maka keempat standar tersebut perlu dipantau. yakni tindakan medis.

Tujuan nya adalah menilai kondisi bayi baru lahir dan membantu dimulainya pernafasan serta mencegah hipotermi. Standar Pelayanan Nifas (3) Standar 13 : Perawatan bayi baru lahir Bidan memeriksa dan menilai bayi baru lahir untuk memastikan pernafasan spontan. Standar Pelayanan Persalinan (4) Standar 9 : asuhan persalinan kala I Standar 10 : Persalinan kala II yang aman Standar 11 : Penatalaksanaan Aktif persalinan kala III Standar 12 : Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi 4. mencegah asfiksia. dan melakukan tindakan atau merujuk sesuai kebutuhan. Standar 14 : Penanganan pada 2 jam pertama setelah persalinan Bidan melakukan pemantauan ibu dan bayi terhadap terjadinya komplikasi paling sedikit selama 2 jam stelah persalinan.1. Disamping itu. Standar Pelayanan umum (2) Standar 1 : Persiapan untuk kehidupan keluarga Standar 2 : Pencatatan dan pelaporan 2. Bidan juga harus mencegah atau menangani hipotermi dan mencegah hipoglikemia dan infeksi. hipoglikemi dan infeksi. Dan hasil yang diharapkan adalah bayi baru lahir menemukan perawatan dengan segera dan tepat. Bayi baru lahir mendapatkan perawatan yang tepat untuk dapat memulai pernafasan dengan baik. menemukan kelainan . Standar Pelayanan Antenatal (6) Standar 3 : Identifikasi ibu hamil Standar 4 : Pemeriksaan dan pemantauan Standar 5 : Palpasi abdominal Standar 6 : Pengelolaan anemia pada ibu hamil Standar 7 : Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan Standar 8 : Persiapan persalinan 3. bidan memberikan penjelasan tentang hal-hal yang . serta melakukan tindakan yang diperlukan.

dan meningkatnya pemanfaatan bidan sebagai sarana konsultasi ibu hamil. Tujuan nya adalah mempromosikan perawatan ibu dan bayi yang bersih dan aman selama persalinan kala empat untuk memulihkan kesehatan ibu dan bayi. Meningkatan asuhan saying ibu dan sayang bayi. 5. pemberian ASI . minggu ke dua dan minggu ke enam setelah persalinan.mempercepat pulihnya kesehatan ibu. penatalaksanaan atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas. Memulai pemberian ASI dalam waktu 1 jam pertama setelah persalinan dan mendukung terjadinya ikatan batin antara ibu dan bayinya. kematian ibu dan janin akibat perdarahan pada trimester tiga dapat berkurang. makanan bergizi. asuhan bayi baru lahir . Standar Pelayanan kegawatdaruratan obstetri-neonatal (9) Standar 16 : Penanganan perdarahan dalam kehamilan pada trimester III Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala perdarahan pada kehamilan serta melakukan pertolongan pertama dan merujuknya. Tujuan nya adalah memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi sampai 42 hari setelah persalinan dan memberikan penyuluhan ASI eksklusif. Standar 17 : Penanganan kegawatan pada eklampsia . Hasil yang diharapkan dari kemampuan bidan dalam menerapkan standar ini adalah ibu yang mengalami perdarahan kehamilan trimester tiga dapat segera mendapatkan pertolongan. Tujuan dari dilakukannya standar ini adalah mengenali dan melakukan tindakan secara tepat dan cepat perdarahan pada trimester tiga. imunisasi dan KB. untuk membantu proses penatalaksanaan tali pusat yang benar. kebersihan perorangan. Standar 15 : Pelayanan bagi ibu dan bayi pad masa nifas Bidan memberikan pelayanan selama masa nifas di puskesmas dan rumah sakit atau melakukan kunjungan ke rumah paa hari ke-tiga. penemuan dini. dan membantu ibu untuk memulai pemberian ASI. serta memberikan penjelasan tentang kesehatan secara umum.

Ibu mendapatkan penanganan darurat obstetric yang cepat . Penurunan kesakitan dan kematian akibat eklamsia. Hasil yang diharapkan yaitu penurunan kesakitan atau kematian akibat persalinan lama. Tujuan dilaksanakan satandar ini adalah mengenali tanda gejala preeklamsia berat dan memberikan perawatan yang tepat dan memadai. Standar 20 : penanganan retensio plasenta . Hasil yang diharapkan yaitu mengenali secara dini tanda gejala partus lama/macet serta tindakan yang tepat. Penggunaan patograf secara tepat dan seksama untuk semua ibu dalam proses persalinan. Hasil yang diharapkan yaitu penurunan kejadian eklamsia. Penurunan kematian/kesakitan ibu dan bayi akibat partus lama/macet. Ibu hamil yang mengalami preeklamsia berat dan eklamsia mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Ibu dengan tanda-tanda preeklamsia ringan mendapatkan perawatan yang tepat. Mengambil tindakan yang tepat dan segera dalam penanganan kegawat daruratan bila eklamsia terjadi. Standar 19 : persalinan dengan menggunakan vacum ekstraktor Bidan hendaknya mengenali kapan waktu diperlukan menggunakan ekstraksi vakum. melakukan secara benar dalam memberikan pertolongan persalinan dengan memastikan keamanan bagi ibu dan janinnya.Bidan mengenali secara tepat dan gejala eklamsia mengancam. Tujuannya adalah untuk mengetahui segera dan penanganan yang tepat keadaan darurat pada partus lama/macet. Tujuan penggunaan vakum yaitu untuk mempercepat persalinan dalam keadaan tertentu. Standar 18 : penanganan kegawatan pada partus lama/ macet Bidan mengenali secara tepat tanda gejala partus lama/macet serta melakukan penanganan yang memadai dan tepat waktu untuk merujuk untuk persalinan yang aman. serta merujuk dan atau memberikan pertolongan pertama.

Tujuannya adalah mengenali tanda dan gejala sepsis puerperalis dan mengambil tindakan yang tepat . Ibu yang mempunyai resiko mengalami perdarahan post partum sekunder ditemuka secara dini dan segera di beri penanganan yang tepat. dan atau merujuk. Tujuan nya adalah bidan mampu mengambil tindakan pertolongan kegawat daruratan yang tepat pada ibu yang mengambil perdarahan post partum primer/ atoni uteri. Hasil yang diharapkan ialah penurunan kejadian retensio plasenta. melakukan perawatan dengan segera merujuknya. Ibu dengan retesio plasenta mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Standar 23 : penanganan sepsis puerperalis Bidan mampu menangani secara tepat tanda dan gejala sepsis puerperalis . Meningkatkan pemanfaatan pelayanan bidan. termasuk plasenta manual dan penanganan perdarahan. hasl yang . Hasil yang diharapkan yaitu penurunan kematian dan kesakitan ibu akibat perdarahan post partum primer. Merujuk secara dini pada ibu yang mengalami perdarahan post partum primer. Tujuan nya adalah mengenali dan melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi retensio plasenta . Penyelamatan ibu dengan retensio plasenta meningkat. Tujuan nya adalah mengenali gejala dan tanda perdarahan post partum sekunder serta melakukan penanganan yang tepat untuk menyelamatkan jiwa ibu.Bidan mampu mengenali retensio plasenta dan memberikan pertolongan pertama. Standar 21 : perdarahan perdarahan postpartum primer Bidan mampu mengenali perdarahan yang berlebihan dalam 24 jam pertama setelah persalinan dan segera melakukan pertolongan pertama kegawat daruratan untuk mengendalikan perdarahan. sesuai dengan kebutuhan. Hasil yang diharapkan yaitu kematian dan kesakitan akibat perdarahan post partum sekunder menurun. Standar 22 : penanganan perdarahan postpartum sekunder Bidan mampu mengenali secara tepat dan dini gejala perdarahan post partum sekunder. dan melakukan pertolongan pertama untuk penyelamatan jiwa ibu .

diharapkan yaitu ibu dengan sepsis puerperalis mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. merujuk bayi baru lahir dengan tepat dan memberiakan perawatan lanjutan yang tepat. mengusahakan bantuan medis. Tujuan yang diharapkan yaitu mengenal dengan tepat bayi baru lahir dengan asfiksia. Standar 24 : penanganan asfiksia neonatorum Bidan mengenali secara tapat bayi baru lahir dengan asfiksia. . serta melakukan tindakan secepatnya. memulai resusitasi. Meningkatnya pemanfaatan bidan dalam pelayanan nifas. penurunan angka kesakitan dan kematian akibat sepsis puerperalis. mengambil tindakan yang tepat dan melakukan pertolongan kegawatdaruratan.

DAFTAR PUSTAKA Purwandari.2007.Konsep kebidanan Sejarah dan Profesionalisme.Jakarta:EGC Soepardan.2008.endah purnasari. Atik.Jakarta:EGC Http://www. Suryani.Konsep Kebidanan.com .